ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, March 24, 2012 | 2:06 PM | 0 Comments

    Wamenlu AS : Rudal Balistik Korut Diarahkan Ke Australia, Indonesia Dan Filipina

    Sedelaide - Amerika Serikat memperingatkan bahwa peluncuran rudal Korea Utara di bulan April mendatang diarahkan ke Asia Tenggara dan Australia untuk pertama kalinya. Peringatan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Kurt Campbell dalam pertemuan dengan Menlu Australia, Bob Carr di Sydney hari Jumat (23/3/2012) kemarin.

    Selama ini, rudal jarak jauh Korea Utara selalu diarahkan ke arah timur, ke arah Jepang. Namun sekarang menurut laporan dinas intelejen Amerika Serikat, arah peluncuran rudal itu untuk pertama kalinya adalah ke selatan.

    "Bila peluncuran itu berjalan seperti yang direncanakan Korea Utara, maka kami perkirakan daerah yang menjadi sasaran adalah di wilayah antara Australia, Indonesia, dan Filipina," kata Kurt Campbell yang merupakan Wakil Menlu AS untuk Asia Timur dan Pasifik, seperti dilaporkan harian The Sydney Morning Herald.

    "Kami tidak pernah melihat arah peluncuran seperti ini sebelumnya. Oleh karenanya, kami sudah memperingatkan kepada negara-negara ini dan meminta mereka mengecam rencana peluncuran rudal dan mendesak Korea Utara guna menghentikannya." tambah Dr Campbell.

    Setelah pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr mengatakan, rencana peluncuran rudal jarak jauh Korea Utara tersebut merupakan ancaman nyata terhadap keamanan kawasan dan Australia.

    Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan juga Presiden AS Barack Obama bersama 50 pemimpin lainnya akan bertemu di ibukota Korea Selatan, Seoul hari Senin guna mendiskusikan program perlucutan senjata nuklir Korea Utara.

    Pengumuman dari Korea Utara minggu lalu bahwa mereka akan meluncurkan rudal jarak jauh tanggal 15 April mendatang diperkirakan akan menjadi topik utama pembicaraan.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Wamenlu AS : Rudal Balistik Korut Diarahkan Ke Australia, Indonesia Dan Filipina

    26 Maret, DPR Dan Kemhan Bahas Alutsista

    Jakarta - Komisi satu DPR RI, Senin (26/3) berencana menggelar rapat kerja dengan Wakil Menteri Pertahanan Syafrie Syamsudin membahas berbagai isu pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI.

    Menurut Wakil Ketua Komisi satu DPR RI Hayono Isman, rapat dilakukan secata terbuka , dengan agenda pengadaan pesawat tempur Sukhoi, tank Leopard, kapal fregat ex Brunei. "Rapat kerja harus dinyatakan terbuka kepada pubilk karena berbagai isu penggemblungan anggaran pembelian alutsista tersebut yang sudah beredar di publik," ujar Hayono, saat dihubungi Liputan6.com.

    Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mengadukan pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) ke Komisi Pertahanan DPR. Tak hanya itu mereka meminta KPK untuk turun tangan melakukan investegasi. Pengaduan ini ditanggapi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dirinya memastikan dalam pembelian alutsista itu tak ada unsur korupsi.

    Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menyoroti, ada indikasi kejanggalan harga dari pembelian pesawat tempur Sukhoi Rusiat. Sejumlah LSM itu pun mempertanyakan mengapa Indonesia lebih memilih menggunakan skema dana pinjaman luar negeri atau kredit komersial. "Padahal ada MoU antara Pemerintah dengan Rusia terkait dengan state credit yang dialokasi sebesar US$1 miliar," kata Adnan.

    Menurut Adnan, dengan menggunakan kredit dari Pemerintah Rusia, Indonesia akan mendapat keuntungan pengembalian masa pinjam yang lebih lama jika dibandingkan pemakaian kredit komersial.

    Sumber : Liputan 6
    Readmore --> 26 Maret, DPR Dan Kemhan Bahas Alutsista

    Friday, March 23, 2012 | 4:11 PM | 0 Comments

    Enam Sukhoi Akan Meriahkan HUT TNI AU

    Jakarta - Enam pesawat Sukhoi SU-27/30 akan ikut serta dalam demonstrasi operasi udara yang akan digelar dalam upacara hari jadi TNI AU ke-66.

    Keenam pesawat itu adalah bagian dari total 65 pesawat TNI AU yang akan tampil pada demo operasi udara pada 9 April 2012 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    Dalam konferensi pers di Halim, Kepala Dinas Penerangan TNI-AU, Marsekal Pertama TNI, Azman Yunus, mengatakan selain demonstrasi operasi udara, TNI AU juga akan menggelar demo udara lainnya seperti fly pass pesawat pengintai, gabungan pesawat besar dan kecil, aerobatic oleh Jupiter Aerobatic Team, dan demo terjun bebas yang diperagakan oleh 66 penerjun.

    "Ada juga demo pengintaian udara dan pengisian bahan bakar di udara dari pesawat Hercules ke Sukhoi," ujar Azman.

    Demo pengintaian udara itu akan menggunakan satu pesawat CN-235 MPA dan dua pesawat CN-212.

    Azman mengatakan pengerahan pesawat-pesawat TNI AU pada hari itu tidak akan mengganggu lalu lintas udara untuk penerbangan lainnya, terutama untuk penerbangan komersil dari Bandar Udara Soekarno Hatta di Banten.

    "Kami pakai jalur udara selatan, dan selain itu kami akan terbitkan nota untuk blok ruang udara itu selama demo sekitar dua jam," ujar Azman.

    Saat ini TNI AU memiliki 10 unit pesawat Sukhoi buatan Russia yang dibeli di tahun 2007.

    Awal tahun ini, Kementerian Pertahanan telah menandatangani kontrak pembelian enam pesawat Sukhoi untuk melengkapi yang sudah ada, sehingga memenuhi kekuatan satu skuadron dengan 16 pesawat.

    Dua dari enam pesawat itu dijadwalkan tiba tahun ini, dilanjutkan dengan tiga di tahun 2013 dan satu di tahun 2014.

    Sumber : BERITA SATU
    Readmore --> Enam Sukhoi Akan Meriahkan HUT TNI AU

    Dispen TNI AU : Tim Aerobatik Jupiter Ramaikan HUT TNI AU

    Jakarta - Peringatan HUT TNI AU ke 66 tanggal 9 April 2012 akan dimeriahkan demo udara dan demo darat. Untuk demo udara, dikerahkan sebanyak 64 pesawat berbagai jenis TNI Angkatan Udara dengan beragam atraksi, seperti "Banner Towing", terbang lintas, penerjunan "Free Fall", demo operasi udara, "Dynamic Show", dan "Bomb Burst". Demo darat antara lain parade, demo Tae Kwon Do, demo "Free Fall", terjun statik, "Combat SAR", dan demo pembebasan sandera.

    Tak ketinggalan menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus di Jakarta, Tim Aerobatik "Jupiter" akan kembali memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-66 TNI Angkatan Udara, Beberapa manuver akan ditampilkan oleh tim aerobatik sebagai bagian dari demo udara dalam rangkaian peringatan hari jadi TNI AU.

    "Tim akan tiba bersama pendukung demo udara lainnya pada tanggal 1 April di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma," kata Azman. Kehadiran Tim Aerobatik "Jupiter" yang dipimpin Letkol Pnb. Dedy Susanto itu merupakan penampilan kedua dalam peringatan hari jadi TNI AU.

    Tim Aerobatik "Jupiter" kali pertama "melukis" langit Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada peringatan HUT Ke-65 TNI AU. Kala itu, Tim Aerobatik TNI AU "Jupiter" dengan pimpinannya Letkol Pnb. Ramot Sinaga menampilkan 17 manuver antara lain manuver "Jupiter Roll", yakni enam pesawat yang telah menempati posisi masing-masing, kemudian berputar 360 derajat longitudinal secara bersamaan.

    Usai melakukan manuver berputar, Tim Aerobatik "Jupiter" melakukan manuver anak panah atau "Arrow Head", dilanjutkan dengan manuver "Arrow Head Loop". Keenam pesawat dalam manuver ini menanjak indah membuat lintasan melingkar dalam bidang vertikal.
    Tak kalah menariknya, di antara 17 manuver yang ditampilkan dua pesawat melakukan manuver "Mirror", yakni kedua pesawat akan terbang lintas beriringan dengan salah satunya berada pada posisi terbalik. Dua pesawat lainnya juga melakukan manuver "Heart sebagai tanda rasa cinta Tanah Air.

    Lalu, manuver apa yang akan dilakukan di HUT 66 TNI AU nanti? "Kita lihat saja nanti. Kejutan ...," kata Azman.

    Tim Aerobatik "Jupiter" akan tampil dengan enam pesawat KT-1B Wong Be atau satu tim dengan dua pesawat cadangan. Tim Aerobatik TNI AU "Jupiter" berbasis di Skadron Pendidikan 102, Pangkalan Udara Adi Sucipto, Yogyakarta.

    Sumber : Tribun
    Readmore --> Dispen TNI AU : Tim Aerobatik Jupiter Ramaikan HUT TNI AU

    Thursday, March 22, 2012 | 12:46 PM | 0 Comments

    Menhan Bingung Dengan Tudiangan LSM Tentang Sukhoi

    Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengaku tidak mengerti soal tudingan adanya praktik korupsi dalam pengadaan enam jet tempur Sukhoi MK2 dari Rusia bisa muncul.

    Menurutnya, mekanisme pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) melalui prosedur yang ketat sehingga kecil kemungkinan ada penggelembungan dana.

    "Proses pengadaan alutsista itu tidak mudah dan ada mekanisme. Banyak tim yang terlibat untuk mengawasi. Jadi, kecil kemungkinan ada korupsi dalam pengadaan," kata Purnomo di Jakarta, Rabu (21/3).

    Purnomo kemudian menjelaskan proses pengadaan Sukhoi di kementeriannya. "Kalau Sukhoi pertama dari TNI AU karena mereka yang tahu spesifikasinya. Lalu naik ke Mabes TNI. Di Mabes TNI akan dilihat operation requirement. Baru Kemenhan yang melakukan negosiasi harga," katanya.

    Di Kemenhan, pengadaan tersebut dianalisis tim evaluasi. Setelah dievaluasi, proses pengadaan kemudian dibahas di high level committee (HLC) yang diketuai Wamenhan selain juga dibahas tim konsultasi pencegah penyimpangan pembelian barang dan jasa.

    "Setelah digodok lalu dilaporkan ke menteri sebagai penanggung jawab anggaran," katanya.

    Pada posisi sebagai penanggung jawab anggaran inilah, kata Purnomo, tudingan mark up itu diarahkan kepadanya. "Saya itu di ujung sekali (pada proses pengadaan)," katanya.

    Sumber : Media Indonesia
    Readmore --> Menhan Bingung Dengan Tudiangan LSM Tentang Sukhoi

    Engineer Pindad : Senapan SS-2-V5a1 Sangat Akurat Dan Mematikan

    Jakarta - Senapan serbu buatan PT Pindad yaitu SS2-V5 a1 memiliki daya akurasi lebih tinggi dengan pengoperasian lebih mudah.

    Engineering Divisi Senjata PT. Pindad Hera Rosmiati mengatakan varian senapan serbu SS-2 terbaru itu dipesan Brigadir Mobil (Brimob) Indonesia dan memiliki popor senjata yang extended, penambahan picatinny rail yang memudahkan telescope keluar-masuk, telescope yang membuat tembakan lebih akurat dan front handle yang memudahkan pengoperasian senjata.

    "Telescopic terbaru ini membuat bidikan senjata lebih akurat walaupun musuh dalam keadaan bergerak," katanya dalam pameran Asia-Pasific Security Defense Exhibition di Jakarta pada Rabu (21/3).

    SS2-V5 a1 memiliki tiga model fire mode yaitu otomatis, single shot dan machine. Senapan serbu itu sudah diuji diberbagai medan sesuai standar TNI baik air sungai, rawa dan laut dan kekuatan karet.

    Keakurasian senapan serbu itu sekitar 300 - 400 meter. Magasin ukuran 30 dan berat tanpa magasin sekitar 3 Kg.

    Hera mengatakan Pindad sedang mengembangkan 6x6 Anoa-2 dengan lapisan keramik polimer. Lapisan keramik polimer lebih kuat dibanding lapisan baja. Teknologi keramik polimer sudah dipakai dalam pembuatan tank-tank modern untuk tipe main battle tank oleh negara asing.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Engineer Pindad : Senapan SS-2-V5a1 Sangat Akurat Dan Mematikan

    Wednesday, March 21, 2012 | 4:50 PM | 0 Comments

    SBY: Modernisasi Alutsista Butuh Kepercayaan Antarnegara Tetangga

    Jakarta - Banyak negara yang menambah anggaran pertahanan dan alat-alat persenjataannya, termasuk Indonesia. Agar tak menimbulkan ketegangan di kawasan, maka harus membangun kepercayaan antara negara-negara kawasan.

    "Kita perlu mempromosikan langkah-langkah membangun kepercayaan yang lebih besar. Hal ini penting mengingat modernisasi militer dan anggaran pertahanan yang meningkat sedang berlangsung di banyak negara, termasuk di Indonesia," jelas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2012).

    Belanja pertahanan yang meningkat, imbuh SBY, harus dilihat dalam konteks proses normal dalam rangka modernisasi militer, bukan merupakan perlombaan persenjataan.

    "Namun, kita harus memastikan bahwa peningkatan persenjataan harus disertai dengan kepercayaan yang lebih besar dan kepercayaan antara negara, dan khususnya antara militer mereka. Dan seperti yang kita semua tahu, kepercayaan dan keyakinan tidak muncul ke permukaan dalam semalam, butuh waktu untuk memelihara dan membutuhkan upaya lebih besar untuk mempertahankannya," jelas SBY.

    SBY mencontohkan di Laut China Selatan, di mana masih terjadi sengketa perbatasan dan kepemilikan antara negara China dan negara-negara ASEAN lainnya. Persengketaan wilayah ini membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya, baik secara diplomatik maupun yurisdiksi secara hukum.

    "Sambil menunggu solusi dari sengketa teritorial, pilihan terbaik berikutnya adalah fokus membangun kepercayaan, memastikan bahwa negara-negara yang mengklaim mengikuti aturan perilaku yang meminimalkan konflik," tutur SBY.

    Salah satu membentuk kepercayaan antar negara sejalan dengan meningkatkan belanja pertahanan, adalah dengan latihan militer bersama.

    "Ya, sudah ada sejumlah latihan di wilayah kami. Namun masih ada ketimpangan dalam melakukan latihan-latihan militer bersama, khususnya di kalangan negara-negara besar dimana potensi persaingan strategis adalah masih cukup tinggi. Memang, tingkat kenyamanan di kalangan militer tertentu masih di bawah apa yang seharusnya, dan ini tetap menjadi tantangan untuk wilayah kami," jelas SBY.

    Selain untuk tujuan pertahanan, latihan militer bersama ini juga untuk mengatasi ancaman bencana alam. Seperti latihan gabungan militer Indonesia-Australia.

    "Tentu selain latihan gabungan untuk ancaman nyata bencana alam, kita juga membangun kepercayaan, itu yang penting," tegasnya.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> SBY: Modernisasi Alutsista Butuh Kepercayaan Antarnegara Tetangga

    KSAL : Membangun Postur TNI-AL Harus Konsisten

    Jakarta - TNI-AL menyusun dokumen kebijakan perencanaan holistik 2013 dengan target mewujudkan pembangunan kekuatan pokok minimum. Kepala Staf TNI-AL, Laksamana TNI Soeparno, menegaskan, hal itu mutlak memerlukan konsistensi agar tidak bias dan meleset dari target.

    "Untuk itu kita perlu terus menyamakan visi, misi serta kesatuan tekad dalam melaksanakan pembangunan TNI-AL yang dimulai dari proses perencanaan sampai dengan proses pelaksanaan, karena sangat rentan terhadap dinamika lingkungan dan kondisi riil negara," katanya, di Markas Besar TNI-AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu.

    Dia memimpin Olah Yudha Rencana Strategis TNI-AL tahun anggaran 2013 yang diikuti segenap pemimpin puncak matra laut TNI itu. Rapat kerja tahunan itu bertujuan menyinkronisasikan perkiraan intelijen jangka pendek, penyelenggaraan operasi, sistem dukungan logistik, perencanaan personel, program, hingga anggaran pada 2013 nanti.

    Pembangunan yang telah direncanakan, baik dalam dokumen Minimum Essential Force (MEF) TNI AL maupun rencana strategis TNI-AL 2010-2014, harus dikawal dan dijamin bersama. Sebagai gambaran, TNI-AL menginginkan armada kapal selam sekelas KRI Nanggala/402 sebanyak enam unit hingga tiga tahun ke depan.

    Kapal cepat kelas KRI Clurit yang sangat efektif dalam patroli perairan dangkal dan menengah, dibeli dari galangan kapal dalam negeri hingga puluhan unit, lengkap dengan sistem arsenalnya.

    "Kita perlu menjamin konsistensi pelaksanaan pembangunan kekuatan pokok minimum. Hal tersebut juga langkah strategis yang paling realistis dapat dilaksanakan TNI-AL sebagai bagian integral TNI," kata Soeparno.

    Tanpa konsistensi, maka arah pembangunan yang dilaksanakan untuk mewujudkan postur TNI-AL yang diingginkan akan menjadi bias dan makin sulit untuk dicapai.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> KSAL : Membangun Postur TNI-AL Harus Konsisten

    Indonesia Gelar Dialog Pertahanan dan Pameran Alutsista Internasional JIDD

    Jakarta - Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan menyelenggarakan Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 2012. Dalam acara ini juga digelar Asia Pacific Security and Defense Expo (Apsdex) yang di dalamnya memamerkan produk dari berbagai perusahaan dan industri pertahanan dalam negeri serta asosiasi dan industri internasional terkemuka.

    “Forum JIDD ini menjadi ajang untuk mempromosikan kerja sama antarpemerintah guna menghadapi berbagai ancaman dan permasalahan keamanan baik di kawasan regional maupun internasional,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin di Jakarta, Rabu (21/3).

    Menurutnya, penyelenggaraan JIDD ini merupakan kali kedua setelah event yang sama sukses digelar pada 2011 lalu. Penyelenggaraan JIDD kali ini mengambil tema Military Operation Other Than War.

    “Hal yang spesifik dalam kegiatan ini adalah pembahasan isu-isu pertahanan yang mencakup aspek militer dan nir militer maupun sejumlah isu tradisional dan non tradisional,” ujar Hartind.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen PBB Ban-Ki Moon dijadwalkan akan turut menghadiri acara ini. Selain itu, lebih dari perwakilan 40 negara dan 50 orang pembicara internasional lainnya bersama 1.300 peserta menghadiri forum dialog pertahanan terbesar di ASEAN ini.

    Sumber : JURNAS
    Readmore --> Indonesia Gelar Dialog Pertahanan dan Pameran Alutsista Internasional JIDD

    Komisi I Dan LSM : Tolak Pengadaan Kapal Perang Ragam Class

    Jakarta - Lagi-lagi ‘calo’ bermain dalam pengadaan alat utama sistem senjata (Alutsista), kali ini dalam hal pengadaan kapal perang corvette kelas Nakhoda Ragam yang tidak jadi dibeli Brunei Darussalam, namun kembali dilirik TNI AL.

    Informasi mengenai adanya calo atau rekanan dalam pengadaan kapal perang tersebut diungkap anggota Komisi I DPR RI, TB. Hasanuddin.

    “KSAL lama sebenarnya pernah menolak kapal eks Brunei, tetapi pihak KSAL yang baru melalui rekanannya menawarkan kembali kapal tersebut dan meminta persetujuan ke DPR, “ jelas Punawirawan TNI ini ketika dihubungi itoday, Rabu (21/3).

    Rencana pembelian kapal perang eks Brunei, tiga unit Nakhoda Ragam Class memang sempat menjadi perdebatan. Sebab, ketiga kapal tersebut sebenarnya ditolak Pemerintah Brunei karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

    Selain masalah tidak sesuainya spesifikasi, TB. Hasanuddin mengungkapkan alasan lain mengapa Pemerintah Brunei membatalkan pengadaan tiga corvette tersebut, yakni adanya mark up harga yang dilakukan adik Sultan Brunei.

    “Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, kapal itu dipesan kerajaan Brunei, tetapi oleh adiknya Sultan di mark up dan spesifikasinya kurang dari yang diinginkan, “ ungkapnya.

    Nahkoda Ragam Class sendiri adalah kapal perang kelas corvete buatan BAe System Marine, Inggris yang dibuat berdasarkan seri F2000, yang memiliki kecepatan maksimal 30 knot.

    Kapal perang ini dilengkapi sensor radar dan avionik buatan Thales, dipersenjatai dengan satu meriam 76 mm, dua senapan mesin 30 mm, torpedo, Thales Sensors Cutlass 22, rudal permukaan-udara Seawolf, rudal Exocet MM40 Block II dan dilengkapi dengan hanggar yang mampu menampung satu S-70 Seahawk.

    IPW: Rencana TNI AL Beli Kapal Perang Harus Ditolak

    Indonesia Police Watch (IPW), mendesak Komisi I DPR RI menolak rencana TNI AL membeli tiga kapal perang jenis korvet buatan Inggris.

    Selain Komisi I, IPW juga meminta KPK mencermati proyek alutista TNI AL. Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, akhir Februari lalu TNI AL meminta dukungan Komisi I, agar bisa membeli tiga kapal perang tersebut.

    "Padahal, kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) itu bermasalah. Sistem stabilizer senjatanya bermasalah, sehingga daya tembaknya tidak akurat. Dalam kecepatan tinggi, posisi kapal kerap agak miring," ujar Neta dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (21/3/2012).

    Semula, lanjutnya, kapal perang dipesan Brunei Darussalam pada 2002. Namun, setelah tiga kali diuji cobam, Brunei menolak membelinya. Kapal ini lantas ditawarkan ke Vietnam, yang juga menolak membelinya. Ironisnya, papar Neta, TNI AL malah ingin membeli kapal perang bermasalah ini.

    IPW mengingatkan, DPR dan KPK harus mengarahkan TNI dalam membeli alutsista-nya, dan harus konsisten dengan Renstra-nya. Sehingga, kekuatan alutsista TNI dapat dimaksimalkan, dievaluasi, serta terhindar dari mark up dan korupsi.

    "Alutsista TNI jangan smpai dipecundangi mafia-mafia proyek, yang membuat TNI hanya mendapatkan alutsista 'sampah' dari negara-negara barat." tutur Neta.

    Sumber : ITODAY/TRIBUN
    Readmore --> Komisi I Dan LSM : Tolak Pengadaan Kapal Perang Ragam Class

    Indonesia Akan Menambah Pasukan Perdamaian Menjadi 4000 Personel

    Sentul - Indonesia berencana meningkatkan jumlah pasukan Tentara Nasional Indonesia dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa. Saat ini, Indonesia menyumbang sekitar 2.400 personel pasukan perdamaian.

    Namun, jumlah tadi akan dilipatgandakan menjadi 4.000 personel. “Kita ingin tingkatkan ke middle chief, jadi bukan hanya untuk pasukan,” kata Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI Imam Edi Mulyono di kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/3).

    Ia menilai pembentukan PMPP merupakan suatu keharusan untuk menyiapkan pergantian-pergantian pasukan. Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Indonesia dapat meningkatkan jumlah personelnya untuk misi perdamaian dunia karena konflik keamanan di dalam negeri sudah menurun. "Konflik di dalam negeri sudah menurun tinggal 10 persen, yang tadinya diatas 50 persen," jelas Sjafrie. Sjafrie menambahkan, keterlibatan Indonesia dalam perdamaian dunia bukan dalam rangka peace making, tetapi peace keeping.

    Dia berharap, melalui PMPP ini Indonesia menjadi tempat untuk pelatihan internasional untuk keperluan misi perdamaian dunia. Untuk membangun tempat ini, Kemhan menganggarkan dana untuk tahun anggaran 2012 sebesar Rp132 miliar, namun hanya diperoleh Rp40 miliar dari APBN.

    Untuk mensiasatinya, pembangunan PMPP dilakukan melalui swakelola. Dia mencontohkan, pembangunan gedung dilakukan oleh kompi Zeni TNI Angkatan Darat. Selain itu, pembangunan dilakukan dengan kontraktual dengan melakukan lelang tender.

    Kawasan IPSC Sentul ini memiliki luas 261,712 hektare. Selain menjadi PMPP, tempat ini menyediakan fasilitas untuk menjadi tempat pasukan gerak cepat (standby force), tempat pelatihan penanggulangan teror, Universitas Pertahanan, pusat pelatihan bahasa, latihan penanggulangan bencana dan latihan olahraga militer.

    Sumber : JURNAS
    Readmore --> Indonesia Akan Menambah Pasukan Perdamaian Menjadi 4000 Personel

    Sekjen PBB Meminta Indonesia Mengirimkan Tiga Mi-17 Untuk Misi Perdamaian

    Sentul - Puluhan prajurit TNI berseragam UNIFIL siang itu bersiaga di dalam auditorium kompleks PMPP Sentul,Bogor.Di luar gedung,belasan panser Anoa produksi PT Pindad pun terparkir rapi seakan bersiap menghadapi musuh.

    Kesibukan yang terlihat sejak Selasa (20/3) pagi itu ternyata untuk menyambut kedatangan tokoh dunia, Sekjen Persatuan Bangsa- Bangsa (PBB) Ban Ki-moon. Bagi Ban,kunjungan ke Indonesia merupakan pengalaman pertama.Ban pun mengaku terkesan begitu melihat pusat misi pemeliharaan perdamaian di Sentul itu. Selama kunjungannya,Ban banyak memuji pemerintah Indonesia. Misi ini diakui Ban sangat sulit dan berbahaya.

    Bahkan,tercatat 31 tentara Indonesia meregang nyawa karena misi ini.Ban menceritakan,baret biru adalah simbol pasukan pemelihara perdamaian. Mereka yang mengenakannya mampu membuat anak kembali sekolah,membuat jembatan,membersihkan tanah dari ranjau,maupun memberikan pelayanan kesehatan. “Dan lebih penting, mereka membangun jembatan kepercayaan bagi masyarakat,”ungkap Ban.

    Aktivitas seperti itu yang juga dilakukan prajurit TNI seperti di Lebanon,Kongo,Haiti. “Saya membaca kejadian pasukan PBB Indonesia yang dikirim untuk melindungi tidak disambut pada waktu mereka datang.Mereka (warga) tak mengetahui untuk melindungi,tapi mereka (TNI) harus merebut kepercayaan dengan memberikan contoh. Indonesia menunjukkan tekad,siang malam menghadapi tantangan,” ungkapnya.

    Ban menyebut pasukan Indonesia telah membangun “jembatan”antara PBB dengan ribuan orang.Menurut dia,ada lebih dari 2 juta orang meninggal akibat perang.Di negara-negara yang masuk dalam misi PBB,seperti Kongo,kondisi infrastrukturnya buruk.Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pasukan TNI. Sedikitnya jalan memaksa harus ada pengerahan helikopter ataupun pesawat.

    Karena itu,Ban pun meminta bantuan pemerintah Indonesia agar berkenan mengirimkan helikopter ke lokasi-lokasi misi perdamaian. “Saya minta ke Presiden SBY apakah bisa menyumbang helikopter,”katanya. Indonesia,tambah Ban, merupakan negara yang sedang tumbuh.“Bisa membantu karena Anda merupakan negara demokratis dan punya pemimpin yang sangat demokratis.Harapan dunia diletakkan pada pundak Anda,”ujarnya.

    Tidak saja memuji dan meminta bantuan helikopter, setelah menutup pidatonya, Ban memberikan helm biru bertuliskan UN kepada Presiden SBY.Pemberian helm ini sebagai simbol atas partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian sejak 1956.

    Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan Presiden SBY langsung menanggapi permintaan Ban.“Presiden langsung memerintahkan agar disediakan tiga helikopter angkut untuk membantu operasi peacekeeping di Kongo (Monusco),”katanya.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Sekjen PBB Meminta Indonesia Mengirimkan Tiga Mi-17 Untuk Misi Perdamaian

    Tuesday, March 20, 2012 | 4:42 PM | 2 Comments

    NC-212 TNI AL Usir Pesawat CN-235 Milik Malaysia Karena Melanggar Perbatasan NKRI

    Surabaya - Pesawat patroli TNI-AL mengusir satu pesawat Tentara Diraja Malaysia yang melanggar wilayah Indonesia dengan terbang di atas Karang Unarang, Perairan Ambalat, Kalimantan Timur.

    Direktur Perencanaan Dan Pengembangan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), Kolonel Laut (P) Imam Musani, ketika dihubungi ANTARA di Surabaya Selasa mengatakan, pesawat Malaysia yang melakukan pelanggaran itu berjenis CN-235 dengan nomor lambung M44-05.

    "Peristiwa pengusiran terjadi sekitar pukul 10.32 WITA. Saat itu pesawat patroli TNI-AL jenis Casa NC-212-200 melihat pesawat Malaysia melintas masuk wilayah RI di atas Karang Unarang," katanya.

    Pesawat Casa TNI-AL yang dipiloti Mayor Laut (P) Imam Safii dan sedang melakukan Operasi Tameng Hiu di wilayah Tarakan, Perairan Ambalat dan sekitarnya, langsung bergerak membayang-bayangi pesawat milik Malaysia dan selanjutnya melakukan pengusiran.

    Kolonel Imam Musani menambahkan, peristiwa pelanggaran batas wilayah yang dilakukan pihak Tentara Diraja Malaysia tersebut, bukan terjadi kali ini saja.

    Selain melanggar batas wilayah udara, kapal perang milik Tentara Diraja Malaysia juga beberapa kali memasuki wilayah perairan RI dan diusir kapal perang Indonesia yang sedang patroli.

    "Ke depan, kami akan lebih mengintensifkan kegiatan operasi dengan menambah frekuensi kegiatan patroli udara," ujar Musani.

    Menurut ia, Puspenerbal saat ini tengah menunggu kedatangan lima unit pesawat baru jenis CN-235-220 yang dipesan TNI-AL dari PT Dirgantara Indonesia untuk memperkuat armada udara yang ada saat ini.

    Beberapa waktu sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno menegaskan bahwa masalah pengamanan di wilayah pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga tetap menjadi prioritas dari TNI-AL.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> NC-212 TNI AL Usir Pesawat CN-235 Milik Malaysia Karena Melanggar Perbatasan NKRI

    Komisi I : RUU Industri Pertahanan Selesai Juli 2012

    Jakarta - Komisi Pertahanan DPR optimis pada pertengahan Juli 2012, ini Rancangan Undang-Undang Revitalisasi Industri Pertahanan dan Keamanan bisa selesai. Optimisme ini menyusul kesamaan persepsi daftar invetaris masalah (DIM) DPR dengan pemerintah.

    "Antara yang diajukan DPR dengan daftar inventarisasi masalah (DIM) pemerintah, tak ada perbedaan yang krusial. Kita targetkan sebelum pertengahan Juli sudah selesai," kata Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR, Tubagus Hasanuddin usai memimpin rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang membahas tentang RUU Revitalisasi Industri Pertahanan dan Keamanan di gedung DPR, Jakarta, Senin (19/3).

    Peraturan soal industri pertahanan perlu diterbitkan agar industri pertahanan dalam negeri mampu memberikan pasokan untuk kebutuhan TNI, Polri dan institusi lain. "RUU ini nantinya akan menguatkan status industri pertahanan agar mampu bersaing dengan industri pertahanan luar negeri dalam membuat alutsista (alat utama sistem senjata)," jelas Hasanuddin.

    Saat ini, industri pertahanan dalam negeri sudah mulai bangkit. Itu dibuktikan dengan kemampuan sejumlah industri pertahanan memproduksi alutsista. Beberapa alutsista yang sudah sukses dibuat di dalam negeri adalah tank medium, helikopter, pesawat angkut jenis CN-295 hingga kapal fregat.
    Industri pertahanan dalam negeri juga sedang berupaya membuat pesawat bermesin jet yang saat ini sedang bekerja sama dengan Korea Selatan untuk memproduksi bersama pesawat jet tempur generasi 4,5 yang diberi nama KFX/IFX. Untuk kapal selam, Indonesia pun sedang bekerjasama dengan Korea Selatan untuk bisa melakukan transfer teknologi. "Industri pertahanan swasta bahkan sudah mampu membuat kapal patroli cepat," ujarnya.

    Semua rencana pembangunan industri pertahanan itu nantinya akan dikelola Komite Kebijakan Industri Pertahanan. "KKIP dibuat agar kebutuhan alutsista dalam negeri bisa segera terpenuhi. BUMN industri pertahanan diharapkan ikut bergabung dalam KKIP," kata Hasanuddin.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berharap kata "Keamanan" dalam RUU Industri Pertahanan dan Keamanan sebaiknya dihapus. "Karena fokus dari UU ini adalah untuk keamanan," ujarnya.
    Menyikapi hal ini, Hasanuddin menjelaskan, sejak awal pembahasan mengenai RUU ini, pemerintah sudah mengusulkan agar RUU tersebut tak menyertakan kata "Keamanan". "Namun saat di Baleg mengalami pembahasan alot sehingga judul RUU yang muncul saat itu menjadi RUU Industri Pertahanan dan Keamanan," jelasnya.

    Pemerintah telah menyerahkan 478 Daftar Inventaris Masalah (DIM), terdiri 88 DIM tetap, 71 DIM perubahan substansial, 80 DIM rumusan baru, dan 168 DIM dihapus.

    Sementara itu, enam fraksi yang hadir dalam rapat menyetujui RUU diberi judul RUU Industri Pertahanan. Sedangkan fraksi yang belum hadir dan memberikan pandangannya dalam masalah ini adalah PPP, Gerindra dan PKB.

    "Selanjutnya kita perlu menyepakati cluster pembahasan DIM, mana DIM yang cukup dibahas Panja dan tim sinkronisasi saja," ujar Hasanuddin.

    Sumber : Suara Karya
    Readmore --> Komisi I : RUU Industri Pertahanan Selesai Juli 2012

    Asia Pasar Pengimpor Senjata Terbesar Di Dunia

    Jakarta – Asia telah menjadi importir terbesar senjata di dunia. Hal ini terlihat pada kajian yang dilakukan Institut Penelitian Perdamaian Internasional (SIPRI) yang berbasis di Stockholm.

    Secara global volume perdagangan senjata pada periode 2007—2011 lebih tinggi 24% dibandingkan pada periode 2002—2006.Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, perdagangan senjata di Asia dan Oceania mencapai 44% dari perdagangan impor senjata di seluruh dunia.Angka itu tentu lebih tinggi dibandingkan dengan hanya 19% untuk wilayah Eropa, 17 untuk Timur Tengah,11% untuk Amerika Selatan dan Utara,serta 9% untuk Afrika.

    India adalah importir senjata terbesar pada periode 2007—2011 dengan persentase impor mencapai 10% dari volume perdagangan internasional. Diikuti oleh Korea Selatan (Korsel) dengan 6%,China dan Pakistan (masing-masing 5%), serta Singapura (4%). Impor senjata India, Korsel, China, Pakistan, dan Singapura mencapai 30% dari volume perdagangan internasional. “Impor senjata India meningkat menjadi 38% pada periode 2002—2006 dibandingkan dengan 2007–2011,” demikian keterangan SIPRI yang dikutip AFP.

    “Itu termasuk pengiriman pesawat udara pada periode 2007—2011 meliputi 120 Su-30MK dan 16 MiG-29K dari Rusia serta 20 Jaguar Ss dari Inggris.” Ketika India menjadi importir senjata terbesar, tetangga yang juga musuh bebuyutannya, Pakistan menjadi pengimpor senjata terbesar ketiga.“Pakistan membeli pesawat tempur pada periode 2007—2011 yakni 50 JF-17 dari China dan 30 F-16,” papar SIPRI. India dan Pakistan juga mengimpor tank dalam jumlah besar.

    “Sebagian besar negara pengimpor senjata kini terus mengembangkan industri senjata mereka. Dengan demikian, itu memengaruhi penurunan pasokan senjata dari luar,”kata Pieter Wezeman,peneliti senior Program Impor Senjata SIPRI. Pada 2006—2007 China merupakan pengimpor senjata terbesar dunia.Kini Beijing hanya menempati urutan keempat.“ Penurunan impor China dipengaruhi peningkatan industri senjata China,” demikian keterangan SIPRI.

    Dengan penurunan peringkat China dalam impor, India merebut posisi itu. SIPRI menyimpulkan, peningkatan posisi India itu karena faktor Pakistan. Sementara setelah tidak lagi menjadi pengimpor senjata terbesar, China kini terus membuat terobosan. Negeri Panda itu kini justru menjadi pengekspor terbesar keenam senjata setelah Amerika Serikat (AS), Rusia, Jerman, Prancis,dan Inggris.

    Bagaimana dengan Eropa? Yunani menjadi importir terbesar senjata pada periode 2007—2011. Antara 2002— 2011 Suriah juga mengalami peningkatan senjata sebanyak 580% dan sebagian besar mengimpor dari Rusia. Sedangkan Venezuela juga mengalami peningkat 554% pada periode yang sama. Timur Tengah secara keseluruhan mengalami pengurunan sebesar 8% pada periode yang sama.Tapi,SIPRI memperingatkan bahwa tren itu bakal berbalik.

    “Selama 2011 Pemerintah Bahrain, Mesir, Libya, Tunisia,dan Suriah menggunakan senjata impor untuk menekan para demonstran.Tudingan pelanggaran hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional pun dilakukan negara-negara itu,” demikian temuan SIPRI. Revolusi Musim Semi Arab berawal ketika rakyat Tunisia berhasil menggulingkan Zine el Abidine ben Ali awal tahun lalu.

    Banyak negara Timur Tengah lainnya juga mengalami hal serupa seperti Tunisia. “Ekspor senjata ke negara yang terkena dampak Revolusi Musim Semi Arab memicu kritikan dari publik dan menjadi perdebatan di parlemen pada sejumlah negara pengekspor senjata, ”ungkap SIPRI. Volume ekspor senjata ke negara-negara Afrika meningkat sebesar 110% pada 2007— 2011.

    Khususnya untuk periode yang sama pada Afrika Utara meningkat sebesar 273%. Maroko yang sempat diguncang revolusi mengalami peningkatan impor senjata sebesar 443%. Siapa yang paling diuntungkan dalam perdagangan senjata? Jawabannya adalah AS. SIPRI mencatat AS memasok 30% perdagangan senjata di seluruh dunia dan menjual senjata dan perlengkapan tempur kepada 80 negara.Sebesar 60% perdagangan senjata asal AS adalah pesawat.

    Rusia juga menjadi pesaing AS dalam penjualan senjata. Moskow menguasai 24% perdagangan senjata dengan pasar utama adalah China.Posisi ketiga ditempati oleh Jerman dan diikuti oleh Prancis.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Asia Pasar Pengimpor Senjata Terbesar Di Dunia

    Menhan: Kredit Ekspor untuk Sukhoi Agar Kita Tidak Didikte Rusia

    Jakarta - Tuduhan indikasi mark up terkait rencana pembelian enam unit pesawat tempur Sukhoi tipe SU-30MK2 dari pemerintah Rusia dibantah oleh Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro. Ia menegaskan pilihan menggunakan kredit ekspor karena pemerintah tidak ingin ada pinjaman yang mengikat.

    ‘’Kami menghindari hal itu. Kami harus melihat flesksibilitas pinjaman tersebut. Apakah mengikat atau tidak, menyulitkan kita atau tidak." katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/3). Diskresi masalah pinjaman Sukhoi, ujarnya, di Kementerian Keuangan cq Ditjen Pengelolaan Hutang Negara,’’ katanya di gedung DPR, Jakarta, Senin (19/3).

    Sebelumnya, kementerian pertahanan mendapatkan banyak tekanan terkait pembelian enam unit Sukhoi menggunakan mekanisme kredit ekspor yang lebih mahal. Bukan fasilitas state loan yang telah disediakan oleh Pemerintah Federasi Rusia sebesar satu miliar dolar AS.

    Menurut Purnomo, rencana pembayaran pembelian enam buah pesawat melalui agen Rosoborontexport asal Rusia ini, dinilai akan lebih efektif dan efisien dengan menggunakan kredit ekspor atau state kredit milik Indonesia.

    Dengan mekanisme kredit ekspor, pemerintah bisa lebih memberdayakan keuangan dalam negeri. berbeda dengan menggunakan fasilitas kredit dari negara lain yang dikhawatirkan dapat mengganggu kedaulatan bangsa.

    ‘’Karena kita akan didikte untuk segala hal. Makanya, hal ini tolong dilihat dan bisa dijadikan dijadikan pertimbangan,’’ jelas dia.

    Apalagi, tambahnya, saat ini perekonomian Indonesia sedang dalam kondisi yang bagus. Sehingga, ada keinginan dari pemerintah untuk menggunakan konten lokal. Dalam konteks ini, berupa sindikasi perbankan nasional dalam pembelian pesawat Sukhoi.

    Ia pun menegaskan kalau kementerian pertahanan tidak pernah menunjuk agen seperti diindikasikan oleh beberapa LSM. ‘’Perjanjian kita adalah dengan pemerintah Rusia yang menunjuk Rosoborontexport, agen untuk pembelian pesawat Sukhoi. Kalau ada agen-agen lain, kami tidak pernah mengadakan deal dengan agen tersebut,’’ tambah dia.

    Sumber : Republika
    Readmore --> Menhan: Kredit Ekspor untuk Sukhoi Agar Kita Tidak Didikte Rusia

    Menhan : Kalau Mereka Tidak Mengerti, Saya Anggap Kalian Antek Asing

    Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro membantah adanya korupsi dalam pengadaan enam pesawat tempur jenis Sukhoi SU-30 MK2 milik Rusia. Menurut Purnomo, lembaga swadaya masyarakat yang menyebut ada korupsi dalam pengadaan itu tak mengerti persoalan.

    "LSM yang bilang begitu ngga ngerti mereka," kata Purnomo seusai rapat dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Senin ( 19/3/2012 ).

    Sebelumnya, sejumlah LSM diantaranya Indonesian Corruption Watch, Kontras, Imparsial, Elsam, Human Right Working Grup melaporkan hasil penelusuran dugaan penyimpangan dalam pengadaan enam Sukhoi ke Komisi I DPR.

    Dugaan penyimpangan yang terjadi, menurut mereka, yakni permainan harga, pemilihan skema kredit, dan keterlibatan pihak ketiga. "Baiknya sebelum diklarifikasi secara jelas, jangan komentar dulu. Orang cuma tahu sedikit kasih komentar macam-macam. Orang ngga ngerti, (tuduh) kita korupsi. Sekarang saya balik, (saya sebut) mereka anteknya asing mau ngga?," kata Purnomo.

    "Tolong, jangan karena negara ini demokrasi. Demokrasi ada batasnya. Demokrasi bebas, tapi kebebasan itu ada tanggungjawabnya," tambah dia.

    Purnomo belum mau menjelaskan mengenai masalah itu lantaran akan dijelaskan secara resmi oleh pemerintah pada 21 Maret 2012 di Panitia Kerja Alutsista Komisi I. Sebagai Menteri, katan Purnomo, ia tak mengetahui detail setiap pengadaan alutsista. "Tolong suruh mereka (LSM) datang tanggal 21 Maret. Nanti dengerin penjelasan pemerintah. Menteri kan hanya tahu kulitnya aja," pungkas dia.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin mengatakan, pihaknya akan mengklarifikasi seluruh temuan berbagai LSM ke pemerintah. Komisi I, kata Tubagus, tak akan menggagalkan proses proses pembelian lantaran pesawat tempur merupakan kebutuhan.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Menhan : Kalau Mereka Tidak Mengerti, Saya Anggap Kalian Antek Asing

    Monday, March 19, 2012 | 12:45 PM | 0 Comments

    Kemhan Dan Kemristek Akan Ujicoba Roket R-Han 122 Pada 28 Maret 2012

    Jakarta - Dalam upaya meningkatkan kemandirian bangsa terutama dalam hal pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista), Kementerian Riset dan Teknologi dan komunitas iptek serta industri strategis yang termasuk dalam konsorsium mendukung Kementerian Pertahanan dalam mengembangkan Roket R-Han 122.

    Tujuan lain dari pengembangan roket R-Han 122 dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pengadaan dari luar negeri dengan memberdayakan potensi dan kemampuan riset anak bangsa serta industri pertahanan dalam negeri.

    Roket R-Han 122 adalah roket hasil karya anak bangsa yang merupakan hasil kerjasama ini diwujudkan melalui penelitian yang dilakukan berbagai institusi diantaranya PT.Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT.Dahana yang didukung penuh oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

    Kementerian Pertahanan berencana kembali melakukan uji coba R-Han 122 dengan pengembangan terbarunya pada 28 Maret 2012 mendatang. Uji coba roket yang akan dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan rencananya dihadiri langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi, sejumlah anggota DPR RI dan para undangan lainnya.

    Persiapan uji coba yang akan dilaksanakan tersebut agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan maka pada tanggal 15 Maret 2012 bertempat di PT.Pindad diadakan rapat koordinasi dengan agenda pembahasan segala kesiapan peralatan dan personil serta bagaimana teknis mobilisasi keduanya yang akan diberangkatkan ke Baturaja. Sampai saat ini, roket yang rencananya akan diluncurkan sebanyak 50 buah dan peralatan pendukung sebagian telah siap diuji coba.

    Masing-masing stakeholder yang terlibat didalam uji coba peluncuran mempunyai peran, seperti, PT. DI berperan dalam penyiapan roket, adapun PT. PINDAD mengembangkan launcher dan firing system menggunakan platform GAZ dan Nissan yang sudah dimodifikasi dengan laras 16. Selain itu, dalam sistem pendukung peluncuran roket ini BMKG akan mendukung dengan menyediakan alat untuk menentukan posisi jatuh roket dan ITB juga akan mendukung dalam uji coba sistem kamera nirkabel untuk menangkap dan mengirim gambar saat roket sampai dilokasi target sasaran.

    Sumber : RISTEK
    Readmore --> Kemhan Dan Kemristek Akan Ujicoba Roket R-Han 122 Pada 28 Maret 2012

    Pengamat UI : Pengadaan Alutsista Lewat Broker Sulit Dihindari

    Jakarta - Pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) sulit dilepaskan dari keterlibatan agen. Hal ini membuat harga menjadi lebih mahal, apalagi jika pembiayaan memakai kredit ekspor.

    Pengamat militer Universitas Indonesia Andi Widjajanto mengatakan, pelibatan pihak ketiga berupa perusahaan privat untuk impor alutsista dari Eropa Barat dan Amerika Serikat sangat sulit dihindarkan. Biasanya pemerintah di sana, bahkan China, sudah menunjuk perusahaan di negerinya untuk mengendalikan seluruh proses ekspor senjata. Dia mencontohkan, untuk Rusia dipegang Rosoboronexport, sedangkan AS pelibatannya melalui tender.“Broker dalam arti agen orang per orang itu yang berusaha dihilangkan. Kalau perusahaan privat, cenderung sulit dihindarkan,” ungkap Andi di Jakarta kemarin.

    Karena itu, menurut dia, mau tidak mau minimal ada pelibatan pihak ketiga swasta dari negara pengekspor alutsista. “Normalnya, pihak ketiga itu juga cenderung akan meminta pemerintah Indonesia menunjuk perusahaan lain supaya mereka kemudian bisa B to B. Mereka menginginkan ini kontrak privat, bukan kontrak dengan negara,”paparnya. Kondisi ini, ungkap Andi, makin sulit dihindari karena selain China, industri-industri pertahanan itu sudah milik swasta.

    Seperti di Rusia yang sudah diprivatisasi dan di AS justru sudah dari dulu dimiliki swasta.Andi mengatakan, dengan melibatkan pihak ketiga, maka akan ada fee yang harus dibayarkan. Di Eropa, standar feemencapai 3% dari total nilai kontrak. Namun jika pembiayaan lewat kredit ekspor, ada fee lain yang harus dibayarkan,seperti administrasi dan asuransi.

    “Kalau dibacakan aturan kredit ekspor dari negara-negara OECD (Organization for Economic Cooperation and Development/ semacam Kadin di Eropa), itu sudah didetailkan. Fee untuk agen berapa, administrasi berapa, asuransi berapa, macam-macam. Ini belum termasuk bunga bank yang melakukan pembiayaan,” ungkapnya.

    Sebelum OECD menyetujui kredit ekspor, lanjutnya,maka ada beberapa formulir yang diminta, termasuk persyaratan transparansi fee.Dengan demikian, di negara pengekspor transparansi tetap ada.Aturan ini, menurut Andi, bersifat mengikat di negara-negara Eropa.“Yang jelas,government officer tidak mendapatkan apaapa. Itu fee-nya betul-betul untuk perusahaan yang ditunjuk. Perusahaan itu macam-macam,” paparnya.

    Dalam rencana pembelian enam unit Sukhoi oleh pemerintah Indonesia,Andi menilai seharusnya pembiayaan memakai kredit negara dari Pemerintah Federasi Rusia untuk Indonesia. Bukan lewat kredit ekspor,karena suku bunga kredit ekspor paling tinggi.“Lebih tinggi sekitar 1,2% hingga lebih dari 2% dibandingkan suku bunga yang ditetapkan oleh pasar keuangan di London,”ungkapnya.

    Namun, menurut Andi, nampaknya pemerintah kesulitan untuk mengelola kredit negara dari Rusia. “Pemerintah lebih akrab dengan kredit ekspor yang mekanismenya memakai standar global. Nah, kalau kredit ekspor maka yang harus mengamankan itu menkeu, BI, Bappenas. Tidak melibatkan Kemhan dan TNI,”ujar Andi. Dia mengatakan, kredit negara dari Rusia mirip dengan foregn military financing dari AS.

    Prinsip dari pembiayaan ini adalah sebagian besar uang balik ke negeri pemberi pinjaman, sehingga akan memunculkan paksaan tertentu. Misalnya ada tim Rusia berkunjung ke Indonesia untuk menginspeksi Sukhoi yang kita beli, maka aturannya akan dibuat sedemikian rupa sehingga biaya yang pemerintah keluarkan betul-betul kembali ke Rusia. “Contohnya, pesawat untuk mengangkut diupayakan itu dari National Carrier Rusia. Kesulitan-kesulitan itu ada di kredit negara,” paparnya.

    Sedangkan jika lewat kredit ekspor, relatif tidak ada kesulitan,sebab pada dasarnya itu merupakan commercial loan yang mengikuti aturan pasar. Hanya, kelemahan kredit ekspor, selain suku bunga tinggi, rentang waktu pembayaran yang harus segera, baik pokok maupun bunga.Tidak bisa seperti pinjaman lunak.Menurut aturan OECD,tambah Andi,sebenarnya kredit ekspor itu harus diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif.

    Misalnya pembangunan jalan tol dan infrastruktur listrik.Jadi, bisa langsung dilihat pengaruhnya pada pertumbuhan ekonomi nasional. “Biasanya, mereka tidak menyediakan kredit ekspor untuk persenjataan,” tandasnya. Hingga 2014,menurut Andi, yang dianggarkan kredit ekspor untuk alutsista sebesar USD10,34 miliar. Keputusan pemakaiannya ada di pihak Kementerian Keuangan dan Bappenas.

    Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menuturkan, Kementerian Pertahanan harus menjelaskan secara detail terkait penggunaan anggaran USD470 juta dalam pengadaan Sukhoi SU 30 MK2. Sejauh ini, klarifikasi hanya sebatas garis besarnya saja, di antaranya untuk enam unit Sukhoi, 12 mesin, dan pelatihan 10 pilot.

    Dia memperkirakan masih ada sisa dari anggaran itu sekitar USD56,7 juta atau sekitar Rp538,6 miliar. “Kemhan harus menjelaskan detil ruang lingkup USD470 juta ini untuk apa saja. Ini masih menjadi wilayah abu-abu yang tidak bisa dijelaskan pemerintah secara detil,”ujarnya.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Pengamat UI : Pengadaan Alutsista Lewat Broker Sulit Dihindari

    Lanal Banten : Kapal Militer AS Bolak-balik Selat Sunda

    Pulomerak - Sejak beberapa pekan ini, aktivitas kapal militer asing di Selat Sunda meningkat. Ini lantaran adanya pemindahan 4.700 pasukan Amerika Serikat (AS) dari pangkalan militer AS di Okinawa ke beberapa pangkalan militernya di Pasifik, seperti Hawaii, Australia dan Philipina.

    Data di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Banten menyebutkan, 53 kapal militer asing melintas di Selat Sunda selama sebulan ini. Masuknya kapal militer asing di Perairan Selat Sundat tak bisa dielakan lantaran lintasannya berada di daerah luar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

    Dalam kesepakatan hukum laut internasional disebutkan, kapal asing diperbolehkan melintas di zona tersebut tanpa perlu terlebih dahulu meminta izin kepada pemerintahan di wilayah tersebut. “Hampr tiap hari hampir selalu ada kapal perang AS, makanya pengawasan kita perketat,” Wakil Komandan Lanal Banten Mayor Laut (P) Robert Marpaung di ruang kerjanya, Sabtu (17/3).

    Bahkan, katanya, dalam seminggu terakhir beberapa kapal perang Australia juga terlihat melintas di Selat Sunda. “Pemantauan terus kita lakukan, biasanya kalau ada kapal asing kita minta mereka tidak melintas di Perairan Indonesia,” ungkapnya.

    Sementara itu, Danlanal Banten, Kolonel Laut (L) Agus Priyatna mengatakan, dengan meningkatnya aktivitas pelayaran kapal militer asing di Selat Sunda membuat pihaknya lebih meningkatkan pengamanan. “Kita lakukan patroli di beberapa titik, ini untuk mengawasi kegiatan kapal militer asing yang mencurigakan,” kata.

    Dalam setiap patroli pihaknya mengerahkan dua kapal yang masing-masing dilengkapi 20 personel bersenjeta lengkap. “Saat ini kami memiliki empat kapal patroli yang terdiri atas dari satu kapal berukuran 28 meter, satu kapal 12 meter dan dua kapal ukuran delapan meter,” jelasnya.

    Sumber : JPNN
    Readmore --> Lanal Banten : Kapal Militer AS Bolak-balik Selat Sunda

    PT Dahana Kantongi 15 Paten Produk Buatannya

    Bandung - PT Dahana (Persero) mengantongi 15 paten atas penemuan perangkat maupun sistem produksi "enerjikan material" yang menjadi salah satu keunggulan perusahaan BUMN strategis itu.

    "Hingga saat ini sudah ada 15 paten atas penemuan perangkat, mesin dan sistem produksi enerjikal material yang kami lakukan. Sejauh ini mendukung dan menjadi keunggulan Dahana," kata Kepala Litbang PT Dahana, Waspodo Kurniadi di Bandung, Minggu.

    Menurut Waspodo paten itu diperoleh dari hasil pengembangan kreasi dan inovasi produk, terutama dalam mengembangkan mesin produksi yang memiliki kehandalan dan efektivitas dalam menghasilkan produk enerjikal material.

    Peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan inovasi industri yang memproduksi bahan peledak itu makin terbuka menyusul relokasi pabrik dari Tasikmalaya ke Subang yang luasnya mencapai 600 hektar.

    "Inovasi perangkat dan sistem produksi itu memberikan nilai lebih bai Dahana. Pengembangan ke depan akan diperluas dengan membentuk Institute Explosive yang merupakan wadah berkumpulnya ahli dan tenaga yang bekecipung di sektor enerjikal material," kata Waspodo.

    Sementara itu, pabrik baru di Subang akan menjadi pabrik enerjikal material terbesar di Asia Tenggara dan dipastikan bisa meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan produk lainnya.

    "Pembangunan pabrik baru itu sudah mencapai 90 persen, termasuk gedung Energical Material Center (EMC) yang akan menjadi pusat perkantoran PT Dahana di pabrik baru itu," katanya.

    Pabrik yang didesain dengan "industri hijau" itu, nantinya akan terletak di kerimbunan pepohonan di lahan bekas perkebunan keret itu.

    "Lokasi itu akan dibagi ke dalam dua ring yakni ring I untuk produksi dan ring II untuk perkantoran dan fasilitas lainnya non produksi," tambahnya.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> PT Dahana Kantongi 15 Paten Produk Buatannya

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.