ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, May 4, 2013 | 7:11 PM | 1 Comments

    Presiden: Logistik dan Distribusi, Kunci Utama Alutsista TNI

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai bahwa kesiapan TNI harus terus ditingkatkan untuk menghadapi berbagai potensi dan serangan yang mengancam negara Indonesia.

    Namun tak hanya kapabilitas militer dalam hal alat utama sistem persenjataan (alutsista), logistik dan pendistribusian menurut presiden juga menjadi kunci keberhasilan.

    Selain itu TNI juga harus mengerti potensi ancaman dan kemungkinan serangan yang bisa terjadi terhadap negara kesatuan.

    "Kalau kita memahami lawan kita maka kampanye militer yang kita gelar harus mengimbangi lawan kita,” demikian disampaikan presiden di Jawa Timur, Kamis (2/5) sebagaimana dirilis Sekretariat Kabinet hari ini.

    Latihan gabungan merupakan kampanye militer untuk menunjukkan kesigapan mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Oleh karena itu pelaksanaan latihan gabungan yang bisa dihelar tiga bulan sampai setahun menurut presiden memang harus disiapkan total sebagaimana menghadapi ancaman yang sesungguhnya.

    Hal tersebut disampaikan presiden setelah mendengarkan paparan latihan gabungan TNI di atas KRI Makasar 590 yang akan berlayar sehari penuh dan diperkirakan tiba besok di Situbondo.

    Selain menyaksikan latihan perang, presiden pula akan menyaksikan simulasi pertahanan udara dari kapal dan simulasi pengangkutan logistic serta simulasi pertahanan di laut dengan manuver kapal perang.

    Adapun total prajurit dari ketiga matra, darat, laut dan udara yang ikut serta dalam latihan gabungan mencapai 16.745 prajurit.

    Sumber : Berita Satu
    Readmore --> Presiden: Logistik dan Distribusi, Kunci Utama Alutsista TNI

    Presiden Janjikan Modernisasi Alutsista TNI Tuntas 2014

    Situbondo - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan menuntaskan modernisasi peralatan utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI sebelum akhir jabatannya. "Insya Allah akhir tahun depan kita tuntaskan modernisasi dan pembangunan pertahanan alutsista kita," kata SBY di Pusat Latihan Tempur, Karangtekok, Situbondo, Jumat, 3 Mei 2013.

    SBY hadir di Situbondo untuk menyaksikan latihan gabungan 16.745 prajurit TNI AD, TNI AL, TNI AU di Puslatpur Karangtekok, Situbondo. SBY didampingi istri, Ani Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono beserta istri.

    Menurut SBY, modernisasi alutsista sudah direncanakan dalam kurun lima tahun seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia. Pendapatan nasional yang lebih tinggi dibanding saat krisis ekonomi 15 tahun silam menjadikan Indonesia mampu memberikan anggaran lebih besar untuk modernisasi alutsista.

    Modernisasi alutsista, kata dia, bukan berarti Indonesia berniat melakukan agresi ke negara-negara lain. Sebab, Indonesia merupakan negara cinta damai. Perang merupakan jalan terakhir bila tidak ada jalan lain seperti diplomasi.

    Menurut Presiden, alutsista modern dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan negara. Apalagi peperangan era modern saat ini lebih rumit dan kompleks. "Kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI adalah harga mati," katanya.

    Komandan Satuan Tugas Penerangan Latihan Gabungan TNI 2013, Kolonel Bedjo Suprapto, mengatakan latihan gabungan tahun ini merupakan terbesar. "Kami kerahkan semua alutsista," kata dia.

    TNI AL mengerahkan 36 kapal perang (KRI) dan 17 unit tank amfibi BMP-3F NBO-105. TNI AU mengerahkan lima pesawat Sukhoi SU 27/30, lima pesawat Hawk SPO, lima F-16, serta 11 pesawat C-30. Sementara TNI AD menurunkan 14 unit Tank Scorpion, 12 unit helikopter Mi-17, 21 pucuk meriam dan 12 helikopter Bell.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Presiden Janjikan Modernisasi Alutsista TNI Tuntas 2014

    Parlemen Jerman Setujui Penjualan 100 Tank Leopard Ke Indonesia

    Berlin - Pemerintah Jerman telah menyetujui penjualan sekitar 100 unit tank Leopard bekas dan 50 kendaraan lapis baja kepada Indonesia, demikian lapor seorang sumber kementerian pertahanan Jerman kepada reuters, Jumat (3/5).

    Dewan keamanan nasional Jerman, yang di dalamnya juga termasuk Kanselir Angela Merkel dan sejumlan anggota kabinet, harus menerima penjualan senjata dalam jumlah besar itu dan pemerintahnya tidak pernah berkomentar atas keputusan itu.

    Sebelumnya pemerintah Indonesia memang mengatakan akan membeli 100 tank Leopard dari Rheinmetall AG, perusahaan persenjataan Jerman.

    Pada Juli 2012 Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan bahwa tank-tank yang dibeli dari Jerman itu bukan barang bekas melainkan yang sudah diremajakan dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

    “Tidak ada istilah bekas dalam peralatan militer. Ada peremajaan spesifikasi peralatan militer ini dan semuanya jadi baru, termasuk mesinnya dan tipenya sesuai dengan yang kita inginkan,” ujar Sjafrie ketika itu.

    Sumber : Berita Satu
    Readmore --> Parlemen Jerman Setujui Penjualan 100 Tank Leopard Ke Indonesia

    Thursday, May 2, 2013 | 8:33 PM | 0 Comments

    Dari Atas KRI Makasar, Presiden Akan Saksikan Penembakan Rudal C802

    Situbondo - Memasuki hari kedua kunjungannya ke Jawa Timur, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II pada Kamis (2/5) ini akan menghabiskan harinya di atas KRI Makasar, dalam perjalanan menuju Pantai Banongan, Situbondo, guna menyaksikan Latihan Gabungan (Latgab) TNI.

    Selama dalam perjalanan menuju Situbondo, Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono akan melakukan berbagai kegiatan, di antaranya menyaksikan rangkaian latihan penembakan MFT, ADEX, Screnex, Aswex, Cross Deck Hely, RAS, SUL, Sag Ex (penembakan meriam 76 mm), dan sailing pass (formasi penghormatan).

    Selain itu, setelah santap siang hari ini, dari anjungan KRI Makasar itu, Presiden didampingi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kepala Staf Angkatan akan menyaksikan penembakan Exocet MM40 Blok II dari KRI Sultan Iskandar Muda, penembakan Rudal C802 dari KRI Abdul Halim Perdanakusuma, dan penembakan Torpedo SUT dari KRI Cakra.

    Presiden dan rombongan diperkirakan akan tiba di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, pada Jumat (3/5) pukul 05.25, dan selanjutnya didampingi Wakil Presiden Boediono yang bergabung di sana akan menyaksikan rangkaian kegiatan latihan dalam rangka Latihan Gabungan TNI 2013.

    Seusai melaksanakan shalat Jumat, Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono didampingi Wapres Boediono, Ibu Herawati Boediono, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan para Kepala Staf TNI, serta sejumlah menteri KIB II, akan santap siang bersama 1.500 prajurit peserta Latihan Gabungan TNI di dalam tenda di lapangan.

    Sumber : Setkab
    Readmore --> Dari Atas KRI Makasar, Presiden Akan Saksikan Penembakan Rudal C802

    Besok, 16 Ribu Prajurit TNI Latihan Tempur Di Situbondo

    Situbondo - Sebanyak 16.745 prajurit TNI akan menggelar latihan gabungan (latgab) TNI di Pusat Latihan Tempur Marinir, Karangtekok, Situbondo, Jumat besok, 3 Mei 2013. Latihan akan dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono dan Wakil Presiden Boediono. "Ini merupakan latgab terbesar," kata Komandan Satuan Tugas Penerangan Latihan Gabungan TNI 2013, Kolonel Bedjo Suprapto, Kamis, 2 Mei 2013.

    Menurut Bedjo, TNI AL akan mengerahkan 36 kapal perang, dan 17 unit tank amfibi BMP-3F NBO-105. TNI AU mengerahkan lima pesawat Sukhoi SU 27/30, lima pesawat Hawk SPO, lima F-16, serta 11 pesawat C-30. Sedangkan TNI AD menunrukan 14 unit Tank Scorpion, 12 unit helikopter Mi-17, 21 meriam dan 12 helikopter Bell.

    Acara akan dimulai sekitar pukul 05.00 didahului dengan pendaratan KRI Makassar dan sejumlah amfibi yang membawa SBY-Boediono di Pantai Banongan. Skenarionya, pasukan marinir akan merebut sasaran pantai didukung bantuan tembakan arteleri medan, dilanjutkan dengan operasi lintas udara dari jajaran Yonif Linud 501/Brajamusti. Setelah sasaran pantai berhasil dikuasai, operasi darat gabungan prajurit Infantri, Kaveleri Marinir dan Kostrad akan menghancurkan musuh utama.

    Latihan tempur di Situbondo ini merupakan latihan pendahuluan. Latihan lanjutan akan dilaksanakan di Sangata, Kalimantan Timur dan Bima, Nusa Tenggara Barat pada 6-24 Mei 2013. Selain SBY-Boediono, pembukaan latihan ini juga akan dihadiri para menteri seperti Menko Polhukam Djoko Suyanto, dan Menhankam Purnomo Yusgiantoro.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Besok, 16 Ribu Prajurit TNI Latihan Tempur Di Situbondo

    Presiden : Alutsista Indonesia Harus Lebih Besar Dan Modern Dari Tetangga

    Jakarta - Lima tahun terakhir pemerintah melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) agar TNI bisa mendekati postur minimum essential force. Mengingat luas wilayah, Indonesia mutlak harus punya kekuatan militer lebih besar dan modern dibanding negara tetangga.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu saat memberikan arahan kepada Komandan Latihan Gabungan (Latgab) TNI Letnan Jenderal Munir, di Lounge Room, KRI Makassar, Kamis (2/5) pagi. Saat ini, KRI Makassar sudah berada di perairan Bangkalan, Madura, untuk meninjau latgab di perairan Situbondo, Jawa Timur.

    "NKRI adalah harga mati. Kekuatan militer kita harus lebih besar dan modern dibanding negara-negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan lain-lain. Mengingat luas negara kita, kekuatan militer Indonesia mutlak harus lebih besar," Presiden SBY menegaskan.

    Presiden mengingatkan, dalam sebuah perang kita harus memahami kekuatan dan kampanye lawan. "Ambil pelajaran dari perang-perang modern yang terjadi di akhir abad 20," kata SBY.

    Sebelumnya, Presiden mendengarkan paparan dar Komandan Latgab TNI Letjen Munir mengenai Latgab TNI tahun 2013. Latihan ini sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban TNI terhadap rakyat dan bangsa Indonesia.

    "Tujuan Latgab adalah untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI dalam melaksanakan operasi militer gabungan. Selain itu juga untuk meningkatkan dan menguji kemampuan prajurit dan satuan TNI dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan mekanisme operasi gabungan," Munir, yang juga Panglima Kostrad, menjelaskan.

    Materi latihan yang dikembangkan adalah proses dan mekanisme pengambilan keputusan militer, proses dan mekanisme pengecekan, gelar kesiapan dan latihan pendahuluan serta komando pengendalian kampanye militer dan operasi militer gabungan TNI.

    Siang ini, Presiden dijadwalkan menyaksikan sejumlah rangkaian latihan, antara lain latihan penembakan MFT, ADEX, Screnez, Aswex (RBU), Cross Deck Hely, RAS, SUL, SAg Ex (penembakan meriam 76 MM), dan Sailing Pass (Formasi Penghormatan).

    Mendampingi Presiden pada kesempatan kali ini, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Timur Pradopo, dan Kasal Laksamana Marsetio.

    Sumber : Presiden RI
    Readmore --> Presiden : Alutsista Indonesia Harus Lebih Besar Dan Modern Dari Tetangga

    Habibie Siap Bangun Industri Pesawat Di Batam

    Batam - Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan mantan Presiden BJ Habibie menyampaikan komitmen untuk merintis industri pesawat terbang di Bandara Internasional Hang Nadim, Kepulauan Riau.

    "Beberapa waktu lalu Pak Habibie sudah menyampaikan komitmennya untuk merintis industri penerbangan di Batam. Ia menyatakan hanya akan merintis selama tiga tahun, setelah itu pensiun dan menyerahkan pada anak-anak terbaik bangsa ini," kata dia.

    Hal tersebut, kata Djoko, disampaikan pada Kepala BP Batam Mustofa Widjaja dan sejumlah petinggi BP Batam di Jakarta saat penandatanganan pengalokasian 62 hektare dari 100 hektare lahan yang akan dibangun perkantoran, hanggar, perbaikan dan perawatan berat (maintenance, repair and overhaul/MRO) oleh PT Indonesia Aero Maintence (IAM) dan Habibie di perusahaan ituy adalah ketua dewan komisaris.

    "Habibie mengatakan hanya mempersiapkan perusahaan. Suatu saat nanti pemerintah diharapkan yang akan mengambil perusahaan industri pesawat itu," kata dia.

    Djoko mengatakan, Habibie yang juga pernah menjabat kepala Otorita Batam (sekarang BP Batam) sekitar 18 tahun yakin dalam tiga tahun perusahaan tersebut akan berkembang pesat sehingga sudah bisa berjalan sendiri. "Tujuan lain dari Habibie merintis perusahaan pesawat di Batam untuk lebih mendapat manfaat dari posisi Batam yang lebih strategis. Bukan hanya Singapura dan Malaysia yang mendapatkan manfaat," kata Djoko saat memperdengarkan rekaman pidato Habibie.

    Sumber : Republika
    Readmore --> Habibie Siap Bangun Industri Pesawat Di Batam

    Tuesday, April 30, 2013 | 6:47 PM | 1 Comments

    TNI AU Kembali Terima 8 Mesin Sukhoi Dari Rusia

    Lanud Sultan Hassanudin - Setelah beberapa waktu yang lalu 2 (dua) Pesawat Tempur SU-30 MK 2 dari 6 (enam) Pesawat pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia memperkuat Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Tim penerimaan kedatangan Pesawat tempur Sukhoi Lanud Sultan Hasanuddin, Sabtu siang (27/4) kembali disibukan untuk menerima kedatangan 8 (delapan) engine Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 yang diangkut dengan menggunakan Pesawat Antonov AH-124-100 VDA-6192 dengan Pilot Chevron, Co Pilot Morenko.

    Kedatangan Pesawat AH-124-100 yang parkir di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin tersebut disaksikan oleh Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Danet Hendriyanrto, para Kepala Dinas, Komandan Satuan, Tim dari Kemhan, Mabes TNI dan Mabesau serta Pejabat dari PT. Trimarga Rekatama.

    Pesawat AH-124-100 mempunyai panjang badan 68.96 M dan lebar sayap 73.3 M serta tinggi 20.78 M, yang membawa empat engine pesawat tempur SU-27/30 buatan KNAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia, Take off dari Bandara Dzemgi Rusia dengan rute penerbangan Bandara Dzemgi Rusia- Manila - Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, yang merupakan satu rangkaian tahapan dari kedatangan 6 (enam) unit pesawat Temnpur SU-30 MK2 pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia.

    Sumber : TNI AU
    Readmore --> TNI AU Kembali Terima 8 Mesin Sukhoi Dari Rusia

    Monday, April 29, 2013 | 8:14 AM | 0 Comments

    Misi Damai PBB, TNI Bawa Helikopter Mi-17V5 ke Sudan

    Jakarta - Pasukan pemelihara perdamaian PBB dari TNI segera bertugas ke Darfur, Sudan. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Sabtu (27/4) mengecek kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) yang akan digunakan. KSAD juga meninjau kesiapan latihan gabungan TNI di Markas Penerbad (Penerbangan TNI AD) Semarang, Jawa Tengah.

    Dalam kesempatan itu KSAD memotivasi 120 prajurit yang akan bertugas ke benua hitam tersebut. "Kalau tidak bisa membawa nama baik nama Indonesia, akan ditarik dan dipecat. Kalian ini bukan lagi membawa nama korps, tetapi atas nama negara Indonesia, sehingga jangan sampai membuat malu bangsa ini," ungkap adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

    Prajurit yang akan bergabung dalam korps baret biru muda PBB itu dilengkapi dengan tiga helikopter tipe MI17-V5. Pasukan itu juga akan turut dalam latihan gabungan matra darat, laut, dan udara, yang berlangsung di Asem Bagus, Situbondo, Jawa Timur, 1-4 Mei. Sementara untuk latihan gabungan, akan digunakan 5 helikopter tempur canggih MI 35 serta 4 unit MI 17-V5 sebagai helikopter angkut personel.

    Selain itu, ada helikopter Bell 205 (2 buah), Bell 412 (10 buah), NBO 105 (3 buah), serta 1 buah pesawat Casa. Dalam latihan gabungan ini, kata Pramono, fungsi Penerbad adalah mendukung tembakan dari udara bagi satuan darat yang bergerak di lapangan. "Jadi, ini latihan terbesar yang melibatkan pesawat puluhan helikopter dan satu pesawat," katanya. Pasukan yang dikirim ke Darfur adalah pasukan Garuda 35 A UNAMID.

    Salah seorang prajurit, Letda Deswiwi, mengaku baru pertama menjadi pasukan perdamaian PBB. Rencananya dia bertugas di Sudan selama setahun. "Perlu dipersiapkan segalanya karena satu tahun harus meninggalkan keluarga," ungkap ibu dengan dua anak ini.

    Deswiwi mengakui ada perasaan takut sekaligus bangga ketika dipilih menjadi pasukan PBB. "Rasa takut itu pasti ada, tetapi itu manusiawi. Sebagai anak bangsa saya merasa bangga bisa mengikuti pengiriman prajurit untuk perdamaian di Sudan," katanya.

    Sumber : JPNN
    Readmore --> Misi Damai PBB, TNI Bawa Helikopter Mi-17V5 ke Sudan

    Kemhan Kirim Tim Khusus untuk Pembelian Helikopter Apache

    Semarang - Rencana pembelian helikopter (heli) serbu Apache bakal terealisasi. Sebab, dalam waktu dekat tim khusus Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI AD sudah akan melihat beberapa varian heli ini.

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, rencana penguatan sistem persenjataan TNI dengan pembelian heli Apache ini tetap ditindaklanjuti pemerintah.

    Sekarang prosesnya ada di Kemenhan, tetapi dalam waktu dekat ada tim khusus yang akan berangkat ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Dari TNI AD tim khusus ini akan dipimpin Wakasad dan dari Kemenhan akan dipimpin Sekjen Kemenhan.

    Tim khusus TNI AD dan Kemenhan ini, ia menjelaskan, akan melihat langsung beberapa pilihan sebagai pembanding untuk heli-heli yang akan datang. Menurut KSAD, ada banyak pilihan heli yang akan dilihat.

    "Misalnya ada tipe Zulu yang merupakan Super Cobra spesifikasi serang/ serbu yang bisa menjadi pembanding," ujar Pramono, usai memberi pengarahan kepada pasukan latihan gabungan (latgab) TNI dan Satgas TNI untuk misi perdamaian Darfur, Sudan (UNAMID), di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Sabtu (27/4).

    Selanjutnya, masih menurut KSAD, juga heli jenis Bell 412 yang akan dilengkapi dengan roket dan tentunya Blackhawk. "Yang jelas kalau Apache sudah akan dilihat bulan depan. Namun kalau Blackhawk masih kita koordinasikan," katanya menambahkan.

    Sementara terkait dengan latihan gabungan (latgab) Matra TNI yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang, Pramono mengakui, TNI AD akan mengerahkan Satuan Helikopter terbesar.

    Latgab akan diawali dengan latihan parsiil (pralatgab), mulai 1 hingga 4 Mei mendatang di Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Satuan helikopter TNI AD, ini nantinya akan menjadi satuan untuk mendukung serangan udara satuan darat dalam gerak di lapangan.

    Selain itu juga untuk mendukung mobilitas dan pemindahan pasukan secara cepat. Sedikitnya 10 helikopter jenis Bel 412, MI 17, MI 35 untuk bantuan serangan dari udara. Meski mengerahkan armada heli terbesar, latihan ini tidak terkait dengan adanya ancaman terhadap keutuhan NKRI.

    Tetapi latgab ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan pasukan TNI. "Ini merupakan wujud kesiapan prajurit TNI dan kelanjutan dari latihan- latihan sebelumnya," kata Pramono menjelaskan.

    Sumber : Republika
    Readmore --> Kemhan Kirim Tim Khusus untuk Pembelian Helikopter Apache

    PT DI Serahkan Tiga Heli Pesanan TNI AL

    Sidoarjo - TNI AL menambah lagi kekuatan alutsistanya. Tiga Helikopter BELL-412 EP akan melengkapi kekuatan penerbangan TNI Angkatan Laut.

    Helikopter buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) ini diserahkan ke Puspenerbal di base ops Puspenerbal Juanda, Kamis (26/4/2013).

    Tiga helikopter bernomor lambung HU-418, HU-419, HU-420 tersebut merupakan helikopter generasi terbaru yang dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia. Helikopter yang difungsikan untuk dukungan logistik ini mampu menampung pilot, co-pilot, dan 13 penumpang.

    "Helikopter ini tidak kalah dengan heli-heli milik negara tetangga. Dilengkapi dengan 3 autopilot, meringankan beban pilot. Sehingga lebih statis," ujar Budi Santoso, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia.

    Tak hanya itu, TNI AL tak behenti disini dalam mengembangkan alutsistanya. Ditemui wartawan seusai acara penyerahan helikopter TNI AL, Asisten Logistik Kasal Laksamana Muda Sru Handayanto mengatakan, TNI AL sedang menyiapkan alutsista lain berupa CN 235.

    "Pesawat ini ditargertkan segera selesai tahun depan," pungkasnya.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> PT DI Serahkan Tiga Heli Pesanan TNI AL

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.