ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, January 8, 2011 | 9:49 PM | 0 Comments

    India & Indonesia Melakukan Kerjasama DaIam Bidang Keamanan


    India dan Indonesia akan melakukan kemitraan strategis dalam jangka lima tahun untuk membina kerjasama untuk melawan terorisme dengan perjanjian ekstradisi dan pakta untuk pencegahan perdagangan narkoba. Kerjasama ini akan ditandatangani selama kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Indonesia yang mulai 25 Januari.

    India merupakan salah satu negara yang mempunyai pertumbuhan ekonomi tercepat dalam perekonomian dunia dan Indonesia merupakan negara demokrasi sekuler dengan populasi Muslim terbesar di dunia serta menjadi ketua ASEAN,
    kedua negara juga berharap untuk memulai pembicaraan untuk menyelesaikan kesepakatan kemitraan ekonomi yang komprehensif, yang diharapkan dapat meningkatkan perdagangan bilateral sebesar $ 12000000000 (Rs.54, 480 rupee) dan saat ini terus menunjukan peningkatan.

    Yudhoyono, yang sebelumnya mengunjungi India pada 2005 ketika kedua negara meningkatkan hubungan mereka dengan kemitraan strategis, Dan merupakan tamu utama untuk perayaan 62 tahun Hari Republik India pada tanggal 26 Januari.

    Presiden pertama Indonesia, Sukarno juga merupakan tamu kepala negara pada perayaan pertama Hari Republik India pada tanggal 26 Januari 1950.

    "Ini merupakan kunjungan penting bagi kami dari sudut pandang sejarah," kata Leonard Hutabarat, sekretaris Kedutaan Indonesia di New Delhi, pada hari Jumat.

    "Ada diskusi tentang untuk menyimpulkan delapan sampai 10 perjanjian di berbagai bidang seperti pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan TI.

    Akan ada perjanjian ekstradisi dan lain tentang pencegahan perdagangan narkotika" yang diharapkan akan ditandatangani selama kunjungan, kata dia.

    Ekstradisi dan pencegahan pakta perdagangan narkoba " akan memberikan dasar untuk kerjasama di masa depan tentang counter-terorisme, mengingat bahwa kejahatan transnasional semakin lama semakin meningkat," kata Hutabarat, mengingat bahwa India dan Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman anti-terorisme pada tahun 2004.

    Dari sudut pandang India, "Indonesia negara penting di Asia Tenggara.

    Hal ini karena Indonesia merupakan bagian dari ASEAN, yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, tetapi juga demokrasi pluralistik, dan sebuah mosaik kelompok etnis dan agama yang berbeda, yang membuatnya mirip dengan India ", kata seorang pejabat kementerian luar negeri India yang dirahasiakan identitasanya.

    India memiliki penduduk Muslim terbesar kedua di dunia dan berperang melawan pemberontakan Islam di Kashmir.

    "Indonesia juga merupakan tetangga dekat perbatasalan langsung dengan kepulauan Andaman yang berjarak sekita 80km dari kepulauan Indonesia.

    Seperti kita, Indonesia memiliki masalah dengan terorisme, tetapi juga berhasil dalam pemumpasan terorisme," tambah pejabat itu.

    Hutabarat Menurut pihak berwenang Indonesia telah menemukan kaitan antara tindak terorisme di wilayah Indonesia dan Afghanistan di masa lalu. Selama pembicaraan dengan para pemimpin India di New Delhi, terorisme akan menjadi salah satu isu penting yang akan dibahas, katanya.

    Indonesia juga merupakan anggota Kelompok Dua puluh negara-negara maju dan berkembang yang telah dibentuk setelah krisis ekonomi global tiga tahun lalu.

    "Negara ini mencatat pertumbuhan 5,6% pada tahun lalu dan sekarang meningkatkan pertumbuhan mencapai 7% dalam beberapa tahun mendatang," kata Hutabarat.

    Mengkonsolidasikan kemitraan strategis yaitu patroli bersama oleh angkatan laut Indonesia dan India tentang bajak laut di Selat Malaka yang sudah berjalan, yang rute utama bagi negara-negara seperti China dan Jepang. India juga telah melakuakan pelatihan pilot pesawat Sukhoi, kata Hutabarat.

    Indonesia juga melihat bagaimana Komisi Nasional India pada Hak Asasi Manusia, otoritas manajemen bencana dan kerja Komisi Pemilihan Nasional, yang merupakan suatu kepentingan kerjasama yang lebih erat dalam hal ini untuk memperkuat lembaga-lembaganya, "kata katanya.(Livemint/WDN/MIK)
    Readmore --> India & Indonesia Melakukan Kerjasama DaIam Bidang Keamanan

    TNI AL Cari Pengganti KRI Dewaruci

    KRI Dewaruci

    Malang - Mengingat usia kapal layar sekaligus kapal latih KRI Dewaruci yang sudah cukup lama, kini TNI AL sedang membahas tentang penggantinya.

    Meski hingga sekarang belum ada gambaran pengganti kapal latih tersebut, namun penggantuan itu menjadi prioritas TNI AL untuk pengadaan kapal latih bagi calon perwira di jajaran TNI Angkatan Laut itu sendiri.

    Asisten Perencanna (Asreba) Kasal, Laksamana Muda TNI Among Margono saat ditemui di Malang baru-baru ini mengatakan, nantinya setelah ada pengganti kapal latih tersebut, tinggal pembagian penugasan saja.

    "Bisa saja KRI Dewaruci sebagai kapal latih didalam negeri sedang penggantinya untuk jalur luar negeri. Bagaimanapun, KRI Dewaruci adalah kapal latih monumental dan sangat bersejarah" katanya.

    Untuk pilihan negara pembuat kapal layar pengganti KRI Dewaruci juga masih belum ditentukan bisa saja dari Jerman, Spanyol ataupun Belanda. Yang pasti, kata dia, kapal baru itu pun tetap menggunakan layar.

    KRI Dewaruci dibuat oleh galangan kapal HC Stulchen & Soen Ship Yard, Hambrug Jerman. Masuk jenis kapal layar Barquentine Bertiang tiga, buatan tahun 1952.(Suara Merdeka/WDN/MIK).
    Readmore --> TNI AL Cari Pengganti KRI Dewaruci

    China Bisa Terlalu Percaya Diri

    J-20

    sydney, jumat - Analisis intelijen, yang disusun lembaga-lembaga intelijen Australia, mengungkapkan kekhawatiran bahwa China bisa terlalu percaya diri dengan kekuatannya sehingga akan membesar-besarkan kejadian sepele menjadi konflik besar yang mengganggu stabilitas kawasan.

    Analisis itu mengemuka dalam sebuah taklimat antara dinas intelijen Office of National Assessments (ONA), badan intelijen militer Defence Intelligence Organisation (DIO), Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan Australia pada 2006.

    Hasil taklimat itu disampaikan oleh pejabat Departemen Luar Negeri Australia kepada Kedutaan Besar AS di Canberra. Kawat diplomatik dari Kedubes AS mengenai isi taklimat tersebut menjadi salah satu kawat yang bocor di WikiLeaks dan dimuat harian Sydney Morning Herald, Jumat (7/1).

    Informasi intelijen Australia juga menunjukkan, banyak hal ditutup-tutupi oleh China terkait tujuan dan program pengembangan militernya. Salah satunya adalah belanja militer China pada 2006, yang ternyata mencapai 70 miliar dollar AS (Rp 632,1 triliun) atau dua kali lipat dari jumlah yang diumumkan.

    China selalu berdalih program pengembangan militernya bertujuan untuk pertahanan diri dan bukan untuk menyerang negara lain. Namun, pihak intelijen Australia berpendapat, pembangunan kekuatan militer China itu sudah melebihi kebutuhan untuk pertahanan diri dan menghadapi konflik dengan Taiwan.

    Pembangunan kekuatan militer ini, ditambah dengan kurangnya pengalaman Tentara Pembebasan Rakyat China, meningkatnya rasa nasionalisme rakyat China, dan semakin tingginya harapan untuk menaikkan status China di pentas global, bisa membawa Beijing terlalu percaya diri dengan kekuatan militernya.

    ”Ada potensi kesalahpahaman, yang bisa berujung pada salah perhitungan serius atau krisis, dan kejadian-kejadian sepele bisa meningkat eskalasinya dengan cepat,” ungkap isi analisis itu.

    China belakangan mengejutkan dunia dengan publikasi rencana peluncuran kapal induknya yang pertama, uji coba rudal pembunuh kapal induk, dan penampilan pesawat siluman pertama buatan China.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> China Bisa Terlalu Percaya Diri

    Jet Siluman China dan AU Kita


    J-20

    Sejak Perang Teluk 1991, dunia militer dibuat terpesona oleh kekuatan udara. Seolah membenarkan apa yang dulu diramalkan.

    Para penganjur kekuatan udara, seperti Giulio Douhet, William Mitchell, atau Alexander de Seversky, pernah meramalkan, perang dapat dimenangi oleh kekuatan udara. Meski tak semuanya sepakat, apa yang terjadi dewasa ini membesarkan keyakinan itu.

    AS, Rusia, dan Perancis, serta kemitraan Inggris-Italia-Jerman-Spanyol, memperlihatkan capaian mengesankan dalam pembuatan jet tempur pada pengujung abad ke-20. Namun, ingin jadi yang paling unggul di udara, AS memelopori pembuatan jet tempur yang lebih canggih lagi, melibatkan teknologi stealth, yang membuat pesawat tak bisa atau amat sulit dideteksi oleh radar lawan.

    Setelah mewujudkan dalam pesawat F-117 Nighthawk (yang kini sudah dipensiun), AS kini mengoperasikan pesawat keunggulan udara paling maju di dunia, yakni F-22 Raptor.

    Rusia, yang menjadi seteru utama semasa Perang Dingin, sebenarnya juga tak mau kalah. Ia juga punya program jet tempur canggih, seperti Su-47 Berkut atau Su-37, yang punya kemampuan membelok-belokkan dorongan jet (thrust vectoring), yang menambah kelincahan manuvernya.

    Kemarin kita baca di harian ini, China juga mengembangkan jet siluman yang diberi kode J-20. Langkah China masuk akal karena tanpa didukung oleh pesawat paling mutakhir, yang dikategorikan sebagai pesawat tempur generasi kelima, percuma saja kekuatan yang ada.

    Kita juga tidak bisa mengabaikan semua perkembangan di atas, yaitu munculnya jet canggih tidak kasatradar dan juga keyakinan akan semakin pentingnya kekuatan udara. Hanya saja, pada sisi lain, kita juga paham bahwa program apa pun menyangkut kekuatan udara selalu mahal. Jangankan F-22 yang harganya sekitar Rp 2,7 triliun sebuahnya, untuk membangun satu skuadron Sukhoi Su-30 yang sebuahnya sekitar Rp 450 miliar dengan senjata lengkap saja kita sudah terengah-engah.

    Namun, di tengah kendala yang ada, kita tetap harus serius memikirkan masalah ini karena meski ada tesis bahwa perang menjadi semakin mahal dan tak terjangkau oleh kebanyakan negara, irasionalitas bisa muncul sewaktu-waktu. Dan, manakala hal semacam itu terjadi, kekuatan udara diyakini akan memainkan peran menentukan.

    Kini, meski masih diliputi pro-kontra, kita juga punya program mengembangkan sendiri kemampuan membuat pesawat tempur bersama dengan Korea Selatan. Kita menempuh langkah itu, mengingat di dunia praktis tidak ada negara—di luar negara-negara yang bersekutu—yang bersedia berbagi teknologi kedirgantaraan militer yang dikembangkan dengan biaya mahal.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Jet Siluman China dan AU Kita

    Indonesia Jadi Hub Jaringan "Peacekeeping Centers"

    Ist

    Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia berupaya menjadi hub bagi jaringan pusat penjaga perdamaian di kawasan pada 2011 sebagai salah satu wujud komitmen pada pemeliharaan perdamaian dunia serta salah satu dari 20 negara pengirim pasukan perdamaian terbesar PBB.

    "Dalam isu operasi pemeliharaan perdamaian, Indonesia aktif berkontribusi pada pengembangan konsep strategis penggelaran misi pemeliharaan perdamaian dunia. Pada tahun 2011, Indonesia akan berupaya menjadi hub bagi jaringan peacekeeping centers di kawasan," kata Menlu Marty Natalegawa dalam Pernyataan Pers Tahunan di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat.

    Ia mengatakan bahwa sepanjang 2010, Indonesia telah mengirim sekitar 1.785 personil di tujuh misi PBB sebagai cerminan komitmen dalam pemeliharaan perdamaian dunia. Dengan demikian, Indonesia merupakan salah satu dari 20 negara pengirim pasukan perdamaian PBB terbesar.

    "Ke depan, diplomasi Indonesia akan terus menampilkan kesiapan Indonesia meningkatkan kontribusinya dalam misi perdamaian PBB untuk menjadi sepuluh negara penyumbang terbesar pasukan PBB," katanya.

    Menurut Menlu, peningkatan kontribusi pasukan Indonesia tidak hanya terlihat dalam jumlah personil, melainkan juga dalam penambahan unit. Indonesia telah mengirimkan KRI Kaisiepo pada Agustus 2010 untuk bergabung dalam Maritime Task Force (MTF) UNIFIL. Hal itu adalah partisipasi kedua setelah KRI Diponegoro yang bergabung dengan MTF pada bulan April-September 2009.

    Indonesia, kata Menlu, juga terus mendorong peningkatan peran sipil atau White Helmet untuk mendukung berbagai program pembangunan dan rehabilitasi wilayah pasca konflik bersenjata. Namun hal ini dilakukan dengan senantiasa mengedepankan kepemilikan nasional negara terkait.

    Selain berupaya meningkatkan kontribusi pada pasukan penjaga perdamaian, dalam upayanya menciptakan keamanan dan perdamaian internasional, Indonesia, kata Menlu, Indonesia juga memainkan peran sentral dalam isu perlucutan senjata nuklir guna mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir.

    "Keputusan Indonesia untuk memulai proses ratifikasi Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji coba Senjata Nuklir/CTBT telah mendapatkan sambutan sangat positif oleh masyarakat internasional. Pada 2011 ini, Indonesia Insya Allah dapat merampungkan proses ratifikasi tersebut dan akan mendorong berbagai pihak agar traktat CTBT tersebut dapat segera diimplementasikan," katanya.

    Pernyataan pers tahunan Menlu itu dihadiri oleh antara lain Dr. Alwi Shibab (Menlu periode 1999-2001), Dr. N. Hassan Wirajuda (Menlu periode 2001-2009), Joop Ave (Menparpostel periode 1993-1998), Agus Gumiwang (Wakil Ketua Komisi I DPR RI) dan Sidharto Danusubroto (Wakil Ketua BKSAP DPR RI) serta sedikitnya 340 undangan dari kalangan media, diplomatik, akademisi, instansi pemerintah serta pejabat Kemlu.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Jadi Hub Jaringan "Peacekeeping Centers"

    Kemhan Fokus Penuhi Operasional TNI

    Ist

    JAKARTA(SINDO) – Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan memfokuskan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk memenuhi kesiapan operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2011.

    Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, Kemhan akan melanjutkan pengadaan alutsista untuk tahun 2011, terutama untuk kesiapan operasional TNI seperti kebutuhan transportasi, mobilitas, persenjataan, dan peningkatan daya tangkal. Sjafrie menyatakan,pengadaan alutsista tersebut seperti pembelian kapal guna memperkuat patroli laut TNI AL.Selain itu,untuk kesiapan penggantian peralatanperalatan TNI Angkatan Udara.

    “Semisal mengganti pesawat tempur untuk lawan insurgensi,” jelas Sjafrie di Jakarta kemarin. Meski demikian,Sjafrie enggan mengungkapkan perincian jenisjenis alutsista yang akan dibeli tersebut. “Itu masih ada rapat teknis lagi. Jadi rapat ini rapat induk, nanti ada rapat teknis lagi. Karena itu,belum bisa kita breakdownsampai ke tingkat yang lebih kecil. Ini baru rapat policy. Nanti ada rapat teknis,”jelasnya.

    Diketahui sebelumnya,TNI Angkatan Udara akan mengganti pesawat tempur Oviten-10 Bronco yang di-grounded.Rencananya, pesawat Super Tucano buatan Brasil akan menggantikan pesawat tersebut. Kemhan,lanjut mantan Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI itu, juga akan mewajibkan penggunaan produksi dalam negeri, terutama bagi alutsista yang masih bisa diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri.

    “Tentunya dengan kualitas dan spesifikasi yang diperlukan TNI.Selain itu,di tahun 2011 ini Kemhan juga mengusahakan dapat mencapai tingkat pemeliharaan kemampuan peralatan TNI,”paparnya. Untuk regulasi,Kemhan tahun ini memprioritaskan rampungnya beberapa draf rancangan undangundang, di antaranya tentang pertahanan negara.Kemhan juga akan meningkatkan pengawasan komprehensif terhadap pengelolaan anggaran,mulai dari perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan.

    “Itu esensi dari kebi-jakan tahun ini,”katanya. Sementara itu, pengamat militer Universitas Indonesia Andi Widjojanto menilai,permasalahan utama dalam pengembangan alutsista TNI ada pada anggaran.“Komitmen anggaran pemerintah seperti apa? Presiden telah menyetujui anggaran Rp150 triliun, tapi dalam sidang Komisi I DPR yang mengundang Menkeu dan Kepala Bappenas,mereka kesulitan mengalokasikan anggaran seperti itu,” ungkapnya.

    Kendala berikutnya terkait dengan remunerasi bagi TNI. Meskipun sangat ideal,hal itu berpeluang merusak proporsi anggaran pertahanan. Idealnya, menurut dia, porsi terbesar anggaran pertahanan itu diberikan kepada pengembangan alustsita.Namun, dengan adanya remunerasi, ada kemungkinan anggaran bisa tersedot untuk alokasi anggaran rutin dan gaji.

    “Bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan prajurit tanpa mengurangi anggaran alutsista, itu salah satu tantangannya,”ujarnya. Andi juga mengatakan, seharusnya pada periode 2009–2014, produk legislasi di bidang pertahanan dapat dihasilkan Kementerian Pertahanan. Sebab, pada periode sebelumnya, tidak ada satu pun legislasi pertahanan yang dihasilkan.“UU Peradilan Militer gagal, begitu pun UU Rahasia Negara,” katanya.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Kemhan Fokus Penuhi Operasional TNI

    Indonesia Membeli Sherpa Light Scout Dari Renault

    Sherpa light Scout.

    Renault Trucks Defense telah menandatangani dua kontrak dengan PT Pindad (Persero) untuk memasok kendaraan ringan jenis Sherpa Scout kit dan merakit powerpacks Panser, untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata Indonesia. Renault Trucks Defense memberikan PT Pindad, sebagai penyedia peralatan. Dari unit pertama Sherpa Scout dilengkap dengan top-loading hard drive. Angkatan bersenjata Indonesia telah memilih Sherpa sebagai kendaraan pengintai ringan untuk menemani Panser lapis baja 6 x 6. Renault Trucks Defense akan menyediakan 12 unit VAB powerpacks 320 (mesin, transmisi, sistem pendingin, kotak drop) untuk melengkapi kendaraan panser. Dua tahun lalu, Renault melakukan pengadaan 150 paket untuk powerpacks PT Pindad.

    Sumber: RENAULT
    Readmore --> Indonesia Membeli Sherpa Light Scout Dari Renault

    Friday, January 7, 2011 | 10:52 PM | 0 Comments

    Agen Mossad: Jangan Diserang Dulu, Iran Baru Punya Bom Nuklir 2015

    Meir Dagan, mantan direktur Mossad

    REPUBLIKA.CO.ID, Program nuklir Iran mau tak mau membuat Israel cemas. Bahkan beberapa pejabat tinggi memunculkan usulan serangan militer pencegahan, demikian menurut penilaian intelijen yang dipublikasikan, Jumat (7/1)

    Namun sikap terkini, Israel meyakini Iran tidak akan mampu memproduksi bom nuklir sebelum 2015. Direktur mata-mata Mossad yang telah pensiun, Meir Dagon, pada Kamis, menyatakan bahwa ada keyakinan baru pada Israel atas sanksi dan aksi rahasia--dipimpin AS--yang ditujukan untuk menghambat atau menghadang program pengayaan uranium Iran.

    "Jika itu maksudnya, maka Iran tidak akan mencapai tingkat bom nuklir sebelum 2015," ujar Dagan. Sebelumnya, pada Juni 2009, Dagan sempat meyakini bahwa Iran dapat memiliki hulu ledak nuklirnya yang pertama pada 2014 dan menyampaikan kecemasan itu ke panel parlemen Israel.

    Dagan, mantan jenderal yang mengabdi pada Mossad selama delapan tahun memang cukup berhati-hati dengan prospek menggunakan kekuatan senjata terhadap fasilitas nuklir Iran.

    Serangan itu dapat memprovokasi Iran, yang menyangkal membuat bom, untuk berhenti dari Pakta Non-Proliferasi nuklir dan sebaliknya akan terus menggenjot program nuklirnya serta bebas dari pemeriksaan PBB.

    "Israel jangan sampai mempercepat serangan ke Iran. Langkah itu dilakukan hanya bila pedang sudah di ujung leher," ujar Dagan.

    Israel diasumsikan adalah satu-satunya negara yang memiliki persenjataan nuklir di kawasan Timur Tengah. Namun banyak pengamat mengatakan angkatan udara Israel terlalu kecil bila toh ingin melakukan serangan sendirian terhadap fasilitas nuklir Iran yang konon tersebar dan dibentengi kuat.

    Israel juga waspada dengan risiko serangan balik dari Iran. Amerika Serikat selama ini selalu menegaskan tidak ingin menyaksikan perang di kawasan tersebut, namun seperti Israel, ia tak berkuasa untuk memaksa Iran menghentikan fasilitas nuklirnya.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Agen Mossad: Jangan Diserang Dulu, Iran Baru Punya Bom Nuklir 2015

    Imparsial Nilai Sikap TNI Lindungi Kesalahan Anggotanya


    TEMPO Interaktif, Jakarta - Lembaga advokasi HAM Imparsial mengecam sikap Panglima TNI dalam menangani kasus kekerasan prajurit TNI di Papua. Imparsial menilai sikap Panglima TNI adalah melindungi kesalahan anggotanya dengan hanya mengadilinya di tingkat pengadilan militer.

    "Kami kecam sikap yang menyatakan bahwa pengadilan militer lebih berat hukumannya dari hukuman sipil," ujar Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti dalam keterangan persnya di kantor Imparsial, di Jakarta (7/1/2011).

    Menurut Poengky, penting untuk dicermati perbedaan antara hukuman bagi pelaku penganiayaan dalam pengadilan sipil dengan KUHP dan pengadilan militer. "Dalam KUHP hukuman dari 5 hingga 7 tahun, sedangkan dalam kasus kekerasan aparat militer di Papua dalam peradilan militer hanya divonis 5-7 bulan penjara," kata Poengky.

    Vonis tersebut, kata dia, tidak setara dengan tindakan kekerasan aparat militer yang mengakibatkan hilangnya nyawa masyarakat sipil. Apalagi, praktek kekerasan serupa terus terjadi di bumi Papua.

    Poengky menilai kasus kekerasan di Papua itu tidak hanya sekadar pelanggaran HAM dan bisa diselesaikan di pengadilan militer, melainkan seharusnya dapat dibawa hingga pengadilan HAM.

    "Ada unsur yang meluas dan masif di dalamnya. Dari laporan komite anti penyiksaan PBB di 2008 terhadap kasus di Papua, tidak terlihat ada perubahan," ungkap Poengky.

    Apabila kasus kekerasan di Papua yang telah berlangsung sejak lama itu tidak diselesaikan, kata Poengky, hal itu justru dapat memperburuk citra militer. Terlebih lagi selama ini ada stigmatisasi separatis terhadap warga di sana. "Dan itu dijadikan justifikasi aparat untuk melegalkan kekerasan," ujar Poengky.

    Direktur Program Imparsial Al Araf menambahkan, ada banyak harapan terhadap Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. Ia berharap panglima tidak bersikap permisif dan melindungi anggotanya yang melakukan kekerasan. "Hukuman ringan, bisa timbulkan kekerasan baru karena tidak ada efek jera. Itu yang harus dihindari," kata Araf.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Imparsial Nilai Sikap TNI Lindungi Kesalahan Anggotanya

    Perancang Rudal Patriot Meninggal Dunia



    MOSKOW--MICOM: Kepala perancang peluru kendali Patriot Zdzislaw Starostecki meninggal dunia di Amerika Serikat (AS) dalam usia 91 tahun. Hal itu dilaporkan Radio milik Polandia, Jumat (7/1) .

    Starostecki meninggal dunia di rumahnya di Sarasota, Florida pada malam Tahun Baru. Dia lahir di Lodz pada 1919 dan berjuang bagi negaranya saat operasi militer September 1939 yang bernasib buruk. Sewaktu dia berusaha kabur dari Polandia yang dijajah, Starostecki tertangkap pasukan Uni Soviet dan dijatuhi hukuman penjara selama delapan tahun. Setelah itu dia diasingkan ke Siberia untuk bekerja sebagai penambang emas di Kolyma.

    Starostecki dibebaskan pada 1941 karena amnesti resmi saat kebangkitan invasi Jerman dibawah Hitler. Dia meninggalkan Uni Soviet dan bertugas di Kesatuan Kedua Rakyat Polandia pada operasi militer Italia.

    Setelah belajar di Inggris, dia berpindah ke AS bersama istri dan kedua anaknya. Kemudian Starostecki dipekerjakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan milik Angkatan Darat AS.

    Pada 1980 dia menjabat sebagai kepala perancang program peluru kendali Patriot. "Ironisnya, rudal yang dulu pernah dirancang olehnya saat ini akan dioperasikan di Polandia sebagai bagian sistem keamanan yang disepakati dengan AS," ungkap radio tersebut.

    Sumber: MI-COM
    Readmore --> Perancang Rudal Patriot Meninggal Dunia

    Taiwan Pantau Jet Tempur Siluman China


    TAIPEI, KOMPAS.com — Kementerian Pertahanan Taiwan, Jumat (7/1/2011), mengatakan, pihaknya memantau ketat pengembangan jet tempur siluman pertama China dan akan terus mengupayakan pengadaan pesawat canggih dari Amerika Serikat.

    "Kami tengah mencermati situasi itu secara saksama dan terus mengumpulkan informasi yang relevan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Yu Sy-tue. Ia menanggapi laporan baru-baru ini bahwa China telah merampungkan sebuah prototipe jet tempur siluman, J-20.

    Washington sejauh ini meremehkan pentingnya pesawat tempur baru itu. Seorang pejabat tinggi Angkatan Laut AS memperkirakan, butuh waktu bertahun-tahun sebelum jet tempur itu benar-benar bisa diopersikan.

    Namun, ancaman mungkin memang terasa lebih tajam di Taiwan, yang telah lebih dari 60 tahun hidup di bawah ancaman invasi China, saat suatu laporan militer tahun lalu mengakui bahwa Beijing memiliki jet tempur yang lebih baik ketimbang yang dimiliki negara pulau itu. "Taiwan perlu memperkuat pertahanan udaranya terkait dengan perkembangan yang tidak seimbang antarkedua belah pihak. Kami perlu pesawat tempur canggih dan kami akan menegaskan niat kami untuk membeli jet dari Amerika Serikat," katanya.

    Taipei mengajukan kepada pemerintah AS untuk membeli 66 unit jet tempur F-16 C/D pada awal tahun 2007. Namun, para pengamat mengatakan, Washington menarik ulur kesepakatan itu karena takut akan kemarahan Beijing. China menentang setiap penjualan senjata ke Taiwan, yang dianggap sebagai bagian dari wilayahnya yang menunggu proses reunifikasi. Hal tersebut dilakukan dengan kekerasan jika perlu meskipun kedua belah pihak berpisah sejak tahun 1949 setelah perang saudara dan diperintah secara terpisah sejak itu.

    Taiwan berpendapat masih perlu mempertahankan diri meskipun dalam beberapa tahun belakangan meningkatkan hubungan dengan China daratan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Taiwan Pantau Jet Tempur Siluman China

    Pemerintah Bahas Penjaga Perairan


    Jakarta, Kompas - Pembentukan penjaga perairan atau coast guard masih dalam pengkajian. Pasalnya, pembentukan pasukan itu masih berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang hanya mencakup pengamanan pelayaran semata.

    ”Padahal, fungsi coast guard itu untuk pengamanan laut dalam aspek yang lebih luas,” kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Rabu (5/1) di Jakarta, seusai menghadiri perayaan ulang tahun keempat Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla).

    Karena itu, saat ini sedang dilakukan pengkajian antara Kemenko Polhukam dan Kementerian Perhubungan.

    Kajian itu untuk menemukan bentuk pasukan penjaga perairan yang paling bagus. ”Ini, kan, tidak mudah. UU harus direvisi DPR. Jadi, harus matang dulu di internal, baru diubah di DPR,” kata Djoko lagi.

    Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana Madya Didik Heru Purnomo mengatakan, untuk masa mendatang, masalah keamanan di laut bersifat lebih menyeluruh. Keamanan tidak saja berhubungan dengan pelayaran, tetapi ada juga tindak pidana khusus, pencemaran, search and rescue (SAR), dan imigran gelap. ”Jadi, harus ada sinkronisasi koordinasi keamanan,” katanya.

    Selain itu, ada perkembangan global yang harus dicermati. Di Amerika Serikat, misalnya, penjaga perairan berkembang menjadi angkatan bersenjata kelima yang urusannya total berkaitan dengan militer. Bentuk untuk Indonesia kini masih dicari.

    Tentang batas waktu, menurut Didik, harus dilaksanakan sebelum akhir 2011. Hal ini sesuai amanat UU Pelayaran yang disahkan tahun 2008. ”UU mengamanatkan, coast guard harus dibentuk tiga tahun setelah UU Pelayaran disahkan,” katanya.

    Soal teknis hukum, Didik menyatakan, ia menyerahkan kepada Menko Polhukam. Yang jelas, substansi penjaga perairan akan lebih daripada keamanan pelayaran. Pasalnya, ancaman di laut lebih luas dan membutuhkan sinkronisasi koordinasi. ”Walau tidak ada di Indonesia, perompakan dan pembajakan sekarang banyak yang memakai alat militer,” imbuhnya.

    Didik menyatakan optimistis bisa memenuhi target penyelamatan potensi kerugian negara sebesar Rp 400 miliar selama tahun 2011. Jumlah tersebut berarti hampir tiga kali lipat daripada hasil yang diperoleh selama 2010, yaitu Rp 150 miliar.

    Pasukan Katak


    Secara terpisah, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut (AL) membutuhkan perlengkapan modern. Panglima Armada Barat TNI AL Laksamana Muda Hari Bowo di Tanjung Pasir, Tangerang, Selasa, menjelaskan, dia akan menyampaikan permintaan Kopaska kepada Mabes TNI.

    ”Kami akan ajukan sesuai skala prioritas dan kekuatan operasional minum agar terpenuhi,” kata Hari Bowo.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pemerintah Bahas Penjaga Perairan

    Mistral yang Memikat Rusia



    Kapal induk helikopter terbaru buatan Perancis, Mistral, bersandar di tepi Sungai Neva dalam kunjungan ke kota St Petersburg, Rusia, 23 November 2009. Rusia akhirnya memutuskan membeli dua kapal kelas Mistral, akhir Desember 2010, untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Laut-nya. Ini adalah transaksi pembelian senjata terbesar yang dilakukan Rusia dengan negara anggota NATO.

    Sepanjang sejarah, Rusia dikenal sebagai produsen dan eksportir senjata. Mulai dari pistol sampai kapal induk, negara itu memiliki kemampuan untuk membuat sendiri dan menjualnya ke negara lain. Tak pernah terbayangkan Rusia akan mengimpor alat utama sistem persenjataannya.

    Namun, pekan lalu, dunia dikejutkan dengan kabar Rusia memutuskan membeli dua kapal perang kelas Mistral dari Perancis. Pembelian kapal induk helikopter Perancis oleh Rusia itu adalah transaksi perdagangan senjata terbesar antara Moskwa dan negara anggota NATO dalam sejarah.

    Rusia dikabarkan akan mengeluarkan uang sebesar 1,37 miliar euro (Rp 16,4 triliun) untuk membeli dua kapal tersebut. ”Kapal pertama seharga 720 juta euro dan kapal kedua 650 juta euro,” tutur seorang pejabat Rusia yang mengikuti proses negosiasi pembelian kapal itu, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti, 30 Desember 2010.

    Perbedaan harga tersebut disebabkan Rusia berencana terlibat dalam pembuatan kapal. ”Jika pada kapal pertama Rusia memiliki andil 20 persen dalam proses pembuatan kapal, pada kapal kedua nanti peran Rusia bisa mencapai 40 persen,” tutur sumber yang dikutip RIA Novosti.

    Rilis resmi dari Kantor Kepresidenan Perancis menyebutkan, kapal tersebut akan dibangun oleh sebuah konsorsium yang beranggotakan dua perusahaan Perancis, yakni DCNS dan STX, serta satu perusahaan Rusia, United Shipbuilding Corporation (OSK).

    Menurut rencana, Rusia akan membeli total empat kapal jenis B√Ętiments de Projection et de Commandement (BPC), kapal komando dan proyeksi kekuatan) itu. Dua kapal pertama dibangun di Perancis, sementara dua kapal berikutnya dibuat di galangan kapal Rusia.

    Rencana transaksi alutsista di antara dua negara besar ini menuai protes jauh hari sebelumnya. Protes datang terutama dari sekutu Perancis sendiri di NATO, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Baltik eks Uni Soviet yang kini menjadi anggota NATO.

    Hanya tiga hari setelah pengumuman transaksi itu, Menteri Pertahanan Lituania Rasa Jukneviciene menyebut keputusan Perancis menjual kapal-kapal perang canggih itu kepada Rusia adalah sebuah ”kesalahan besar”. Menurut Jukneviciene, keamanan kawasan Laut Baltik dipertaruhkan apabila Rusia nanti mulai mengoperasikan kapal-kapal itu.

    Kekhawatiran senada dilontarkan Georgia, negara yang punya pengalaman pahit berperang dengan Rusia, 2008. Dalam salah satu bocoran kawat diplomatik rahasia AS di WikiLeaks, Menteri Luar Negeri Georgia Grigol Vashadze mengungkapkan kekhawatiran bahwa kapal-kapal kelas Mistral itu kelak tak hanya mengancam Georgia, tetapi juga seluruh kawasan Laut Hitam.

    Kekhawatiran Georgia ini sangat beralasan mengingat dalam salah satu pernyataan pada tahun 2009 Kepala Staf Angkatan Laut Rusia Laksamana Vladimir Vysotsky menyebutkan, kapal-kapal buatan Perancis itu akan melipatgandakan kecepatan operasi pasukan Rusia.

    Vysotsky mengambil contoh, dengan kapal itu, operasi penyerbuan seperti ke Georgia tahun 2008 bisa dilakukan hanya dalam tempo 40 menit, tidak 26 jam seperti yang dibutuhkan Armada Laut Hitam Rusia waktu itu.

    Apa yang membuat kapal-kapal sekelas Mistral ini begitu hebat sehingga diminati negara sebesar Rusia dan ditakuti negara-negara lain?

    Kapal tipe BPC pada awalnya dibangun oleh Perancis untuk meningkatkan kemampuan amfibi dan pendaratan pasukan AL Perancis. Kapal ini dirancang untuk menggantikan kapal-kapal pendarat tipe landing platform docks (LPD) kelas Ouragan dan Foudre yang sudah dioperasikan AL Perancis sejak akhir 1960-an.

    Perang dan damai


    Namun, pada perkembangannya, gagasan itu berkembang sesuai dengan tuntutan perang amfibi modern yang membutuhkan dukungan kekuatan udara serta kemampuan untuk mengangkut kendaraan tempur dan pasukan yang lebih besar.

    Menurut naval-technology.com, kapal BPC itu dilengkapi dengan fasilitas komunikasi canggih buatan perusahaan elektronik Perancis, Thales. Itu yang membuat kapal tersebut bisa menjadi kapal komando dan mampu menjalankan operasi gabungan multinasional.

    Saat ini, AL Perancis baru mengoperasikan dua BPC yang dibuat di galangan kapal Saint Nazaire, Perancis barat, yakni Mistral (dioperasikan sejak Februari 2006) dan Tonnerre (Februari 2007). Kapal ketiga, Dixmude, baru dipesan pada 2009 dan dijadwalkan mulai beroperasi 2012.

    Berbobot 21.300 ton, panjang 199 meter dan lebar 32 meter, kapal BPC mampu mengangkut 16 helikopter tempur kelas menengah-berat, seperti SA330 Puma dan AS665 Tigre buatan Perancis atau Kamov Ka-50/52 buatan Rusia. Helikopter-helikopter itu disimpan di hanggar seluas 1.800 meter persegi di bawah geladak kapal.

    Geladaknya dilengkapi landasan helikopter yang mampu mengakomodasi pergerakan enam helikopter secara simultan di enam titik pendaratan. Dengan kemampuan ini, kapal kelas Mistral lebih populer dengan sebutan kapal induk helikopter.

    Di dalam perutnya, kapal yang dilengkapi dua sistem rudal anti-serangan udara Simbad ini juga mampu membawa satu batalyon kavaleri berisi 40 tank tempur utama sekelas Leclerc buatan Perancis atau T-90 buatan Rusia. Atau dalam konfigurasi lain, mengangkut 13 tank tempur utama dan 46 kendaraan militer lainnya.

    Kapal ini juga bisa membawa 450 tentara untuk pelayaran selama enam bulan atau 700 tentara untuk misi yang lebih pendek durasinya. Pasukan tersebut bisa langsung didaratkan di daerah sasaran dengan empat perahu pendarat yang tersedia di dalam kapal itu.

    BPC juga dilengkapi dengan rumah sakit seluas 900 meter persegi, yang memiliki 20 kamar, 69 ranjang perawatan, 2 kamar operasi, dan fasilitas lain setara sebuah rumah sakit di kota kecil. Dengan segala kemampuannya ini, sebuah kapal kelas Mistral juga bisa digunakan secara efektif untuk operasi kemanusiaan di samping misi-misi tempur.

    Bahkan, misi perdana Mistral pada 2006 adalah mengungsikan warga negara Perancis dari Lebanon dalam konflik antara Israel dan milisi Hezbollah di Lebanon.

    Pihak AL Rusia, seperti dikutip GlobalSecurity.org, menyebutkan, misi utama kapal-kapal BPC ini nantinya adalah untuk mengangkut pasukan, misi pemeliharaan perdamaian, misi penyelamatan, dan kemungkinan juga akan berpartisipasi dalam misi antibajak laut di perairan Somalia.

    Tak perlu dikhawatirkan

    Menurut pengamat pertahanan Pierre Conesa dari Paris, kapal-kapal BPC milik Rusia itu kemungkinan besar akan ditempatkan di Armada Pasifik Rusia, yang berpangkalan di Vladivostok, dekat Jepang dan Korea, jadi tak perlu dikhawatirkan oleh negara-negara Baltik.

    Conesa menambahkan, kekhawatiran negara-negara Baltik dan Georgia itu menunjukkan negara-negara tersebut masih melihat ke masa lalu, bukan masa depan. ”Masa lalu mereka dan kita sangat berbeda. Mereka pernah diduduki oleh Uni Soviet, dan dalam kasus Georgia, pernah berkonflik dengan Rusia. Tetapi, jalan terbaik untuk membangun hubungan yang damai dan stabil dengan Rusia adalah dengan menganggap Moskwa adalah mitra kita,” papar Conesa.

    Conesa juga menepis kekhawatiran bahwa penjualan kapal-kapal BPC itu ke Rusia akan berdampak pada ”transfer teknologi” militer NATO ke Rusia. Ia mengatakan, penjualan kapal perang itu harus dilihat dalam konteks masa kini, saat NATO berniat menggandeng Rusia dalam program perisai rudal Eropa.

    ”Dalam (program) sistem pertahanan antirudal itu nanti, kerja sama (antara Rusia dan negara-negara NATO) akan lebih dalam dan melibatkan teknologi yang lebih sensitif daripada yang terpasang di Mistral,” ujar Conesa.

    Meski demikian, tak ada jaminan apa pun kapal-kapal itu nantinya tidak akan digunakan untuk misi agresif, seperti yang dilakukan terhadap Georgia. Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin menegaskan, terserah Rusia untuk memutuskan di mana dan bagaimana mengoperasikan sistem persenjataannya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Mistral yang Memikat Rusia

    Thursday, January 6, 2011 | 10:15 PM | 0 Comments

    Diduga Pesawat, Lanud Iswahyudi Akan Telusuri Sumber Ledakan

    Illustrasi F-16 Melakukan Sonic Boom.


    Surabaya - Suara ledakan keras di udara Kota Kediri diduga berasal dari pesawat latih milik TNI AU. Dugaan awal, suara itu berasal dari sonic boom pesawat yang sedang melakukan proses tes terbang (flight test).

    Untuk itu, Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Iswahyudi, Madiun, Mayor Sutrisno, saat dihubungi detiksurabaya.com, Kamis (6/1/2011) berjanji akan menelusuri suara ledakan yang mengagetkan warga Kota Kediri.

    Menurut Mayor Sutrisno, latihan tersebut biasanya memang rutin dilakukan untuk mencoba kemampuan terbang pesawat setelah melalui proses service. Sebelum dioperasikan, setiap pesawat memang wajib melalui flight tes.

    Namun, dia mengaku masih belum tahu persis apakah ada pesawat latih yang melakukan flight test antara pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB.

    "Saya masih belum mendapat laporan. Namun, dugaan awal saya, itu hanya tes terbang atau flight test seperti biasa. Sebelum pesawat dioperasikan, memang harus melalui tes terbang terlebih dahulu," tutur Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lapangan Udara Iswahyudi, Mayor Sutrisno.

    Bila memang ada kerusakan atau ledakan pesawat, lanjut Mayor Sutrisno, pasti ada
    kepingan yang berhamburan di udara. Namun, hingga sore ini pihaknya belum mendapat laporan apapun.

    "Suara ledakan mungkin berasal dari sonic boom atau seperti pada motor saat masuk porsneling 1 lalu tancap gas. Kalau memang ada kerusakan, misalnya ledakan pesawat, kepingannya pasti berhamburan di udara," tambahnya.

    Seperti dikutip dari wikipedia, sonic boom adalah istilah bagi gelombang kejut di udara yang dapat ditangkap telinga manusia. Istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk kepada kejutan yang disebabkan pesawat-pesawat supersonik.

    Saat pesawat terbang melebihi kecepatan suara, muncullah gelombang kejut pada bagian tertentu pesawat. Gelombang kejut adalah daerah di udara dimana terjadi perubahan (tekanan udara, temperatur, densitas) secara dadakan. Gelombang kejut ini merambat dalam bentuk kerucut dan bisa sampai ke permukaan tanah, membuat pekak dan memecahkan kaca.

    Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB, warga Kota Kediri mengaku mendengar suara ledakan keras di udara. Sebagian masyarakat menduga, sumber ledakan tersebut berasal dari pesawat tempur yang melintas di atas Kota Kediri.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Diduga Pesawat, Lanud Iswahyudi Akan Telusuri Sumber Ledakan

    2011, Kemenhan Fokus Penuhi Operasional TNI

    Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin.

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Pertahanan tahun ini akan memfokuskan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk memenuhi kesiapan operasional TNI. Kemenhan juga mengusahakan dapat mencapai tingkat pemeliharaan kemampuan peralatan TNI.

    Soal perincian alutsista yang akan dibeli, Sjafrie masih enggan mengutarakannya. "Itu masih ada rapat teknis lagi, belum bisa kita breakdown sampai ke tingkat bawah," kata Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoedin, usai acara Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, di Jakarta, Kamis (6/1).

    Sjafrie mengatakan, Kemenhan tahun ini memprioritaskan rampungnya beberapa kebijakan. Di antaranya, tentang regulasi pertahanan negara, peningkatan target pencapaian kebutuhan alutsista TNI, terselenggaranya kesejahteraan prajurit dan PNS, dan pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

    Untuk alutsista, Kementerian akan mewajibkan penggunaan produksi dalam negeri. "Kalau itu masih bisa kita produksi dengan kualitas dan spesifikasi yang diperlukan TNI," ujarnya.

    Kementerian, lanjutnya, juga akan meningkatkan pengawasan komprehensif terhadap pengelolaan anggaran, mulai dari perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan. "Itu esensi dari kebijakan tahun ini," kata dia.

    Sjafrie mengatakan, Kemenhan tahun ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 11 triliun untuk pengadaan dan pemeliharaan alutsista TNI. Sebanyak Rp 2 triliun sudah masuk APBN 2011, sisanya akan dimasukkan ke dalam APBN Perubahan 2011.

    Sjafrie mengatakan, anggaran alutsista itu nantinya akan digunakan TNI untuk pemenuhan kebutuhan transportasi, mobilitas, persenjataan, dan peningkatan daya tangkal.

    Dana itu, kata Sjafrie, juga digunakan untuk pembelian kapal guna memperkuat patroli laut TNI AL, serta kesiapan penggantian peralatan-peralatan TNI AU yang dibutuhkan untuk kepentingan melawan insurgensi. "Mengganti pesawat tempur untuk lawan insurgensi," imbuhnya.

    Ketika ditanya perkembangan hibah pesawat jet tempur jenis F-16 yang ditawarkan Amerika Serikat, Sjafrie mengatakan hal itu masih dikaji di tingkat kementerian dan belum ada hasil final. "Kita lihat perkembangannya. Masih dalam pembicaraan di tingkat kementerian," ujarnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> 2011, Kemenhan Fokus Penuhi Operasional TNI

    Pangarmabar: Kualitas Prajurit TNI AL Terus Ditingkatkan

    Ist

    JAKARTA (Suara Karya): Kekuatan pertahanan laut Indonesia masih membutuhkan tambahan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk memaksimalkan pengawasan sejumlah kawasan perairan Indonesia, termasuk di kawasan perbatasan.

    Demikian disampaikan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Hari Bowo di sela acara penyematan Brevet Kehormatan Manusia Katak kepada Pangarmabar yang dilakukan Komandan Satuan Pasukan Katak Koarmabar (Dansatpaskaarmabar) Kolonel Laut (T) Andy Kriswanto di Tanjung Pasir, Banten, Selasa (4/1) malam.

    "Banyak kebutuhan, misalnya pengadaan kapal selam. Namun, itu semua sangat tergantung dari kemampuan APBN. Tapi kami berusaha untuk dapat memenuhinya," katanya.

    Hari menjelaskan, dalam waktu dekat ini akan didatangkan Kendaraan Tempur Bawah Air (KTBA) dari Inggris yang diharapkan mampu memperkuat sistem pertahanan Indonesia.

    "Ini yang sekarang menjadi perhatian pemerintah. Ada dua unit KTBA dari Inggris. Itu sudah masuk di dalam anggaran pengadaan alutsista tahun 2011," ujarnya.

    Hari mengatakan, pihaknya akan terus berusaha meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia, baik itu dari kemampuan maupun sumber daya manusianya.

    Terkait dengan peningkatan kualitas para prajurit TNI, dia menjelaskan, berbagai program pembinaan telah dilakukan. Antara lain, dengan melakukan pendidikan hingga latihan gabungan dengan negara lain. Salah satunya, yakni kerja sama dengan Malaysia maupun Singapura terkait kawasan perbatasan.

    Sementara itu, terkait penyematan Brevet Kehormatan Manusia Katak itu sendiri diberikan kepada setiap perwira tinggi TNI yang berjasa dan telah memberikan dharma bakti sumbangan berupa pikiran, tenaga, dukungan, rasa simpati dan moril untuk perkembangan dan kemajuan Komando Pasukan Katak TNI AL (Kopaska TNI AL) di masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang.

    Manuver Taktis

    Prosesi kegiatan penyematan itu diawali dari pantai Mutiara Pluit. Pangarmabar yang didampingi Komandan Pasukan Satuan Pasukan Katak (Dansatpaska) dengan menggunakan combat boat Halilintar bergerak dengan kecepatan tinggi menuju check point diperairan Untung Jawa.

    Selama dalam pelayaran tersebut para prajurit Kopaska memperlihatkan kemampuan mereka melakukan cast (lompatan dari perahu dengan kecepatan tinggi). Kemudian, di perairan Tanjung Pasir Banten dalam kegelapan malam satuan pasukan katak bergerak dalam manuver taktis satuan kecil yang dipimpin langsung oleh Pangarmabar untuk menghancurkan sasaran musuh.

    Dengan gerakan taktis dan penuh kerahasiaan satu persatu anggota satuan Pasukan Katak mencari, mendekati dan menghancurkan kekuatan musuh.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Pangarmabar: Kualitas Prajurit TNI AL Terus Ditingkatkan

    Kemhan/TNI Deklarasikan Antikorupsi

    Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertahanan dan TNI mendeklarasikan dirinya antikorupsi di sela-sela Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan 2011, di Jakarta, Kamis.

    Pendeklarasian antikorupsi itu ditandai dengan penandatangan naskah deklarasi oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI dan kepala staf tiga angkatan.

    Deklarasi antikorupsi di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI juga dilakukan bersama Kepala BPKP, Kepala LKPP, Kepala BPN, dan Kepala BP Migas.

    "Penandatangan deklarasi antikorupsi dilakukan oleh pimpinan lembaga negara tersebut bagian dari Rapim Kemhan 2011 sebagai pedoman Kemhan dan TNI dalam penyelenggaraan pertahanan negara," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan I Wayan Medhio.

    Selain itu, deklarasi antikorupsi itu merupakan tekad Kementerian Pertahanan dan TNI untuk lebih efesien dalam penyelenggaraan pertahanan negara dan dapat langsung dapat diterapkan oleh semua pihak yang terlibat dalam deklarasi itu.

    Menurut Medhio, Rapim Kemhan 2011 juga diisi dengan sejumlah penandatanganan nota kesepahaman tentang Pembangunan Rumah Prajurit dengan Kementerian Perumahan Rakyat, serta nota kesepahaman tentang pemanfaatan Bandara atau Lanud dan lanal atau pelabuhan.

    "Ada pula MoU tentang pengamanan kegiatan usaha BP Migas dengan Instansi BP Migas, MoU tentang penyelesaian sengketa tanah dengan Badan Pertanahan Nasional serta MoU tentang kerja sama penanggulangan bencana dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kemhan/TNI Deklarasikan Antikorupsi

    Ketua KPK Ceramahi Pejabat TNI & Kemenhan tentang Remunerasi

    Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas diundang untuk memberikan materi dalam rapat pimpinan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI. Busyro pun menceramahi para jenderal TNI dan pejabat Kemenhan soal remunerasi.

    "Lembaga yang mendapatkan remunerasi itu, itu diawasi. Remunerasi itu bisa ditinjau ulang, tidak dicabut tapi bisa ditinjau ulang. Diharapkan dengan renumerasi ini semua jajaran menjadi transparan dan lebih berkualitas tinggi," ujar Busyro di Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (6/1/2011).

    Usai Busyro memberikan materinya, salah satu peserta pun ada yang bertanya.

    "Apa gaji yang rendah itu salah satu variabel (penyebab korupsi)? Dan apakah dengan remunerasi bisa mencegah korupsi?" tanya peserta itu.

    Busyro pun menjawab, gaji yang rendah itu hanya salah satu variabel penyebab korupsi. Namun, itu tidak serta merta diperbaiki dengan perbaikan remunerasi.

    "Remunerasi tidak berpengaruh pada tingkat turunnya korupsi di sejumlah negara. Korelasinya harus ada reformasi birokrasi. Sistem kepemimpinan yang baik adalah kata kunci pengelolaan negara yang transparan dan akuntabel. Karena itu di KPK, pencegahan itu menjadi porsi utama," jelas mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) ini.

    Seperti diketahui DPR dan pemerintah baru menyetujui remunerasi pada personel TNI dan PNS di lingkungan TNI.

    Total anggaran remunerasi yang dicairkan sebesar Rp 5,358 triliun. TNI sendiri mendapatkan porsi anggaran remunerasi terbesar, yaitu sekitar Rp 3,3 triliun.

    Mekanisme pemberian remunerasi ini akan dilakukan dengan cara dirapel hingga enam bulan terakhir. Pemberiannya dihitung sejak 1 Juli 2010. Pencairannya akan dilakukan mulai 1 Januari 2011. Keputusan Presiden (Keppres) remunerasi bagi TNI segera diterbitkan.

    Sebanyak 640 ribu prajurit TNI berbagai tingkatan serta pegawai Kemenhan segera menerima remunerasi. Remunerasi sebesar 40 persen dari gaji pokok itu akan dirapel dari bulan Juli hingga Desember ini.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Ketua KPK Ceramahi Pejabat TNI & Kemenhan tentang Remunerasi

    HOVERCRAFT TNI AL DIMODIFIKASI


    HOVERCRAFT TNI AL DIMODIFIKASI Hovercraft yand dimiliki TNI Angkatan Laut sedang dimodifikasi sistim pendorongnya. Ada Lima unit Hovercraft yang dimiliki oleh Koarmatim yang di awaki oleh anggota Divisi Pantai yang berada dibawah jajaran Satuan Kapal Amfibi (satfib) Koarmatim yang saat ini diujicobakan dilaut sekitar Dermaga Koarmatim Kamis (06/01).

    Sistim pendorong yang dirubah dari semula menggunakan Fix Propeler menjadi Picth Propeler yang memiliki sistim kerja yang berbeda. Sistim lama Fix Propeler memiliki kelemahan jika mesin di start, maka kendaraan tersebut langsung berjalan atau melaju.

    Sedangkan sistim baru Picth Propeler memiliki keunggulan jika mesin distart kendaraan tersebut masih dalam kondisi diam ditempat. Dalam proses modifikasi Hovercraft dibawah ketua koordinasi Kolonel Laut (T) Cahyono R. SE yang merupakan Staf Ahli (Sahli) Pangarmatim bidang Teknologi Logistik bekerjasama dengan Fasilitas Pemeliharaan dan Pangkalan (Fasharkan) Surabaya serta Divisi pantai.

    “Rencananya kelima Hovercraft yang ada di Koarmatim semuanya akan dimodifikasi jika dalam uji coba kali ini berhasil tanpa ada hambatan”, tegas Sahli Pangarmatim bidang Teknologi Logistik. Ada beberapa spesifikasi yang dimiliki oleh Hovercrat TNI AL buatan industry Nasional tahun 2005 yang ada sekarang diantaranya adalah kendaraan ini memiliki peralatan radar navigasi, Global Position Sistym (GPS) radio komunikasi, mampu mengangkut 20 personel dengan beban berat maksimum 2000 kilo gram. Kecepatan maksimum 33 knot, kecepatan jelajah 28 knot dengan menggunakan mesin 466HP. Deutz BF 8M 1015 CP buatan Jerman berbahan bakar solar yang mampu berjalan diatas gelombang setinggi 100 Cm menggunakan sistim kemudi hidrolik.

    Yang belum diketahui oleh banyak orang bahwa hovercraft ini saat berjalan posisinya adalah tidak menyentuh air atau darat, tetapi melayang sekitar tiga sentimeter dari permukaan. Selain mampu menjelajah lautan juga mampu berjalan di rawa-rawa dan daratan. Fungsi hovercraft dikalangan TNI AL sebagai sarana mendukung operasi pendaratan amfibi, ambulan air dan angkut personel.

    Sumber: Dispenarmatim
    Readmore --> HOVERCRAFT TNI AL DIMODIFIKASI

    Kemhan Evaluasi Kinerja Selama 2010

    Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan kembali menggelar Rapat Pimpinan untuk mengevaluasi kinerja selama 2010 dan mematangkan perencanaan pada 2011.

    Rapat pimpinan Kementerian Pertahanan dibuka Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Kamis.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengemukakan, agenda Rapim adalah penyampaian refleksi dan evaluasi kebijakan pada 2010 untuk merumuskan kebijakan pertahanan negara 2011.

    Dicontohkannya, dibidang strategi pertahanan masih diperlukan penajaman kembali regulasi mekanisme transformasi informasi komunitas intelijen, dan kebijakan pembangunan Kekuatan Pertahanan (Minimal Essential Force /MEF) masih terbatasnya dukungan anggaran dan singkronisasi daftar belanja alutsista.

    Dievaluasi pula kerja sama internasional terkait proses penyiapan ketentuan pelaksanaan ADMM 2011.

    Sedangkan dibidang kewilayahan pertahanan dijelaskan tentang telah ditandatanganinya pertukaran ratifikasi hasil perundingan batas laut teretorial RI-Singapura serta penanganan 10 Outstanding Boudary Problems batas darat RI-Malaysia.

    Sjafrie menambahkan, disisi perencanaan pertahanan pihaknya terus memprioritaskan kelanjutan pembangunan kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force /MEF) melalui modernisasi alutsista TNI AD, AL dan AU dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp279, 86 triliun.

    "Di mana 2010 merupakan awal perdana program tersebut dengan anggaran sebesar Rp42,310,14 triliun . Untuk memepercepat pencapaian MEF telah disetujui tambahan anggaran sebesar Rp57 triliun, " katanya.

    Sumber: Yahoo
    Readmore --> Kemhan Evaluasi Kinerja Selama 2010

    Batalyon Penjaga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Dirotasi

    Ist

    Denpasar (ANTARA News) - Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Letkol Art I Kadek Arya menyatakan, Batalyon Infantri 742/Satya Wira Yudha telah digantikan mitranya, Batalyon Infantri 743/Pradnya Samapta Yudha sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Timor Leste (STPPIT) Markas Besar TNI sejak awal Januari ini.

    "Pasukan Batalyon Infantri 742 telah digeser ke Pelabuhan Tenau, Kupang untuk diberangkatkan memakai kapal perang kita menuju markasnya di Mataram, NTB. Penggantinya, Batalyon Infantri 743 kebetulan ada di Pulau Timor, jadi pergeserannya bisa lebih lancar," katanya kepada ANTARA di Denpasar, Kamis pagi.

    Arya menyatakan, sejak ditugaskan sebagai STPPIT Markas Besar TNI awal tahun lalu, relatif tidak ada masalah terhadap pelaksanaan tugas oleh Batalyon Infantri 742/SWY. "Tiap tahun selalu dievaluasi terhadap kualitas dan kemajuan pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan negara kita ini. Oleh pimpinan, hasil evaluasi itu lalu disosialisasikan dan disempurnakan lagi," katanya.

    Sejak empat tahun lalu, STPPIT Markas Besar TNI dipercayakan kepada satuan di lingkungan Komando Daerah Militer IX/Udayana dengan kekuatan hanya satu batalyon infantri didukung sejumlah satuan lain yang terkait. Sebelumnya, tugas pengamanan perbatasan itu dibebankan kepada satuan TNI-AD berkekuatan tiga batalyon.

    Satuan TNI-AD pertama yang dipercayakan menjadi STPPIT Markas Besar TNI dengan kekuatan satu batalyon itu adalah Batalyon Infantri 742/SWY pada periode penugasan September 2006-September 2007.

    Dalam perjalanannya, STPPIT Markas Besar TNI berkekuatan tiga batalyon itu berasal bukan cuma dari lingkungan Komando Daerah Militer IX/Udayana saja, melainkan dari komando utama lain, di antaranya Divisi II Kostrad yang bermarkas di Malang, Jawa Timur.

    Menurut Arya, sebelum benar-benar ditempatkan ke medan penugasan itu, pasukan pengganti telah dilatih sejumlah kemampuan dasar dan tambahan. Selain kemampuan dasar kemiliteran, mereka juga harus mampu mengetahui prosedur keimigrasian, kebeacukaian, sosiologi, dan lain sebagainya.

    "Dengan begitu, diharapkan kualitas pelaksanaan tugas bisa semakin baik. Yang ideal memang masa penugasan cuma enam bulan saja karena secara psikologis kemampuan manusia dalam penugasan seperti itu memang demikian. Namun karena menggeser pasukan itu perlu biaya mahal maka bisa tidak demikian," katanya.

    Perbatasan negara Indonesia-Timor Leste adalah satu-satunya garis perbatasan Indonesia yang paling mudah diakses. Dari Atambua, ibukota Kabupaten Belu, hanya memerlukan waktu perjalanan sekitar 40 menit berkendara untuk bisa tiba di Pintu Lintas Batas (PLB) Utama Mota Ain yang berbatasan dengan Distrik Bobonaro, Timor Leste.

    Wilayah perbatasan negara yang harus dikawal oleh STPPIT Markas Besar TNI itu juga memiliki keunikan karena ada satu enklav Timor Leste yang berada di wilayah Indonesia, yaitu Distrik Oekusi yang berbatasan dengan Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT.

    Jika ada warga Timor Leste atau WNA lain yang ingin memasuki Distrik Oekusi dari PLB Utama Mota Ain, maka dia harus melintasi jalan penghubung yang membentang di Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara, menuju PLB Wini di Kabupaten TTU itu.

    Di laut perbatasan Kabupaten Kupang dan Distrik Oekusi ini terdapat Pulau Batek, pulau karang tidak berpenghuni yang menjadi batas laut terluar Indonesia dengan distrik itu.

    "Di seluruh wilayah tanggung jawab Kodam IX/Udayana ini terdapat 600 pulau besar dan kecil, berpenghuni dan masih kosong. Khusus Pulau Batek, dijaga bersama oleh jajaran kami dan jajaran TNI-AL, sedangkan Pulau Dana Rote sepenuhnya dijaga Korps Marinir TNI-AL," kata Arya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Batalyon Penjaga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Dirotasi

    Panglima TNI: Kelompok Bersenjata Masih Banyak

    Jakarta, Kompas - Menanggapi hasil Pemantauan dan Penyelidikan Kekerasan di Puncak Jaya, Provinsi Papua, yang dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan, harus dipahami, masih banyak kelompok bersenjata di Papua.

    ”Irjen TNI dan Komnas HAM akan bersama-sama membicarakannya agar ada kesamaan persepsi,” kata Agus Suhartono di Jakarta, Rabu (5/1).

    Sebelumnya, TNI menyatakan, tidak ada pelanggaran HAM dalam kasus penyiksaan di Papua. Putusan Pengadilan Militer Cendrawasih menyatakan, para prajurit yang terlibat dalam penyiksaan itu dinyatakan melanggar perintah atasan. Para prajurit yang terlibat dihukum lima bulan dan tujuh bulan penjara.

    Sementara hasil temuan Komnas HAM yang dipublikasikan Selasa lalu menyatakan, ada pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan Pendeta Kinderman Gire, dalam proses interogasi dan penyiksaan seperti pernah tersebar di situs Youtube.

    Agus Suhartono mengatakan, TNI akan mengundang Komnas HAM untuk duduk bersama dalam menilai kasus tersebut. Dengan demikian, bisa diperoleh persamaan persepsi tentang apa yang terjadi. ”Kalau hanya melihat dari luar dan tidak memahami dan mendalami di dalamnya, kacamatanya jadi berbeda,” katanya.

    Tentang proses pengadilan dalam Pengadilan Militer, Agus menyatakan, pihaknya tetap menjamin bahwa akan tercapai rasa keadilan di masyarakat. Bahkan, menurut dia, hukuman militer lebih berat daripada hukuman sipil. Tentang jumlah hukuman yang hanya tujuh bulan penjara, menurut dia itu sudah sesuai dengan kesalahan prajurit. ”Kita lihat prosesnya seperti apa. Pengakuan seperti apa. Kebenarannya seperti apa. Baru kita bisa memahami,” paparnya.

    Menurut Agus, kasus penyiksaan di Papua itu tidak bersifat sistematis dan murni merupakan kesalahan anak buah.

    Ia menekankan perbedaan situasi di Papua dan wilayah lain di Indonesia. Menurut dia, di Papua masih banyak kelompok yang memiliki senjata yang sewaktu-waktu bisa digunakan.

    ”Hal ini menjadi pengetahuan umum prajurit, termasuk masyarakat yang sulit mengakui akan keberadaan senjata tersebut,” kata Agus.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Panglima TNI: Kelompok Bersenjata Masih Banyak

    KONFRONTASI Sepak Terjang Pasukan Katak TNI di Singapura-Johor

    Ist

    Di belahan dunia barat, Perang Korea, pada tahun 1950-1953, dikenal sebagai perang yang terlupakan (forgotten war). Di Asia Tenggara, peristiwa Konfrontasi ”Ganjang Malaysia” (1963-1966) juga menjadi perang terlupakan di antara Indonesia melawan Malaysia, Singapura, Brunei, dan Persemakmuran Inggris Raya.

    ”Saya berulang kali menyusup ke Singapura dari pangkalan di Pulau Sambu dan Belakang Padang di sekitar Pulau Batam. Saya masuk lewat Pelabuhan Singapura dengan menyamar jadi nelayan biasa,” kata Iin Supardi (69), yang kala itu berpangkat kelasi dua pada satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut (AL), Selasa (4/1) di Tangerang.

    Di Singapura, Iin menggelar operasi intelijen berupa agitasi, provokasi, hingga upaya sabotase. ”Saya mendatangi kelompok pemuda Tionghoa dan pemuda Melayu untuk membangun kecurigaan antara mereka. Saya menghasut kelompok melawan kelompok. Saya menyamar bekerja sebagai buruh pada taukeh Tionghoa di daerah Jurong,” kata Iin mengenang operasi intelijen tahun 1963-1965 itu.

    Sambil mengantar barang dagangan berupa hasil bumi ke Singapura atau berlayar mengantar barang selundupan elektronik, celana, dan rokok dari Singapura ke Kepulauan Riau, Iin menyelundupkan bahan peledak berulang kali ke pelbagai lokasi aman di seantero Singapura.

    ”Saya sering kucing-kucingan dengan Es Ai Di (yang dimaksud adalah Reserse Kepolisian Singapura alias CID). Harus kasih uang suap hingga 50 straits dollar,” kata Iin yang fasih berdialek Melayu Semenanjung dan sedikit menguasai dialek Hokkian yang lazim digunakan di Singapura,

    Sebelum bertugas di Kepulauan Riau, Iin melatih Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) yang dikenal sebagai Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak (PGRS) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku). Dia melatih TNKU di kamp pelatihan milik TNI di Bengkayang, Kalimantan Barat.

    Anggota Kopaska menyusup ke Singapura dari pangkalan di Kepulauan Riau di sekitar Batam, Tanjung Balai Asahan, dan daerah sekitarnya. Mereka biasanya menggunakan perahu kecil dengan motor tempel dan menyamar menjadi warga setempat yang memang biasanya memiliki kerabat di Semenanjung Malaya dan Singapura.

    Idjad (70), seorang kopral Kopaska asal Sulawesi Selatan, mengaku masuk ke kawasan perkotaan Singapura dan ke Johor di Semenanjung Malaya. ”Saya punya kontak agen lokal bernama Usman yang sangat pro-Indonesia. Usman tinggal di daerah Kampung Melayu. Ketika saya dan teman-teman tertangkap, dia juga ikut ditahan di Singapura,” kata Idjad, yang juga anggota Kopaska.

    Idjad mengingat ketiga rekannya sesama Sukarelawan (Sukwan) Dwikora ditangkap di perbatasan Singapura-Johor di Causeway di dekat Kranji dan Woodlands. Ketika itu, para Sukwan sudah bersiap-siap mengebom pipa air yang memasok kebutuhan air di Singapura dari Johor.

    Idjad pun masih teringat saat-saat terakhir ketika Sersan KKO (Marinir) Usman Djanatin akan menyeberang ke Singapura sebelum ditangkap, lalu akhirnya dihukum gantung karena mengebom pusat perbelanjaan di Orchard Road bersama rekannya yang bernama Harun. ”Dia minta dicukur kumis sebelum berangkat agar terlihat rapi,” kenang Idjad.

    Ketika dibebaskan dari tahanan di Singapura setelah perjanjian damai Indonesia-Malaysia, Usman masih ditahan di Singapura. Idjad mengaku bertemu kembali dengan Usman pada tahun 1972 saat berlangsung latihan gabungan militer Indonesia-Malaysia dan Singapura. Usman tinggal di daerah Changi dan masih terlihat paranoid karena merasa selalu diawasi aparat. ”Meski begitu, dia yakin Merah Putih seharusnya berkibar di Singapura dan Malaysia,” ujar Idjad.

    Seorang veteran lainnya, Liem Hwie Tek (71), asal Cirebon yang ditemui tahun lalu, mengaku, para veteran Dwikora di daerah asalnya semakin terlupakan. Liem masih menyimpan ribuan negatif foto konfrontasi di sektor Kepulauan Riau, tempatnya bertugas di seberang Singapura yang belum dipublikasikan hingga kini.

    Meski peran mereka terlupakan, para veteran Konfrontasi di Indonesia bangga dan tetap yakin pada cita-cita politik Soekarno menentang neokolonialisme melalui pembentukan Malaysia kala itu.

    Fakta hari ini memang membuktikan, tahun 2000-an, bentuk penjajahan baru dari imperialisme perusahaan-perusahaan asing asal negara maju memang menguasai bangsa-bangsa Asia-Afrika yang gagal membangun kemakmuran pascakolonialisme seusai Perang Dunia II. Kita pun boleh mengingat pesan Bung Karno, ”Djangan Sekali-kali Meloepakan Sedjarah”....

    Sumber: KOMPAS

    Readmore --> KONFRONTASI Sepak Terjang Pasukan Katak TNI di Singapura-Johor

    Wednesday, January 5, 2011 | 4:52 PM | 0 Comments

    Wamenhan Pimpin Pra Rapim Kemhan Tahun 2011


    Jakarta, DMC - Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa pagi (4/1) membuka sekaligus memimpin langsung kegiatan Pra Rapat Pimpinan (Pra Rapim) Kemhan, Tahun 2011 di Kantor Kemhan RI, Jakarta Pusat. Kegiatan Pra Rapim saat ini dihadiri oleh sekitar 83 peserta yang berasal dari pejabat esselon I dan II sebagai penentu kebijakan Satuan Kerja (Satker) yang ada di lingkungan Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Mabes Angkatan, serta Universitas Pertahanan (UNHAN).

    Dalam pengarahannya, Wamenhan mengatakan esensi dari kegiatan Pra Rapim Kemhan 2011 ini adalah suatu konsolidasi dalam menghadapi Rapat Pimpinan (Rapim) Kemhan di tahun 2011 pada tanggal 6 Januari 2011 mendatang. Adapun agendanya antaralain, penyampaian refleksi dan evaluasi kebijakan Tahun 2010 dari setiap pejabat esselon I sebagai penentu kebijakan. Menurut Wamnehan, hal tersebut dimaksudkan sebagai referensi bagi Menteri Pertahanan didalam merumuskan kebijakan pertahanan negara tahun 2011 yang akan disampaikan pada rapim Kemhan 2011 mendatang.

    Selain itu agenda lainnya adalah pembahasan pemutakhiran data-data dalam rangka program pendekatan dan pencapaian Kekuatan Pokok Minimal atau MEF (Minimum Essential Force) untuk memenuhi kebutuhan Alutsista TNI pada tahun 2011. Selain itu juga untuk memformulasikan perencanaan Blue Book kebutuhan alutsista dengan menggunakan pinjaman luar negeri yang berperiode 2010-2014.

    Diharapkan Wamenhan, pembahasan agenda saat ini akan memberikan manfaat yang besar didalam merumuskan bobot dari Rapim Kemhan nanti. Diharapkan juga adanya masukan-masukan yang ada kaitannya dengan kebijakan-kebijakan dan pemutakhiran data mengenai kebutuhan alutsista untuk tahun 2011.

    Penyelenggaraan kegiatan Pra Rapim 2011 dilaksanakan dalam rangka merumuskan kebijakan Pertahanan Tahun 2011 dan pembahasan Updating MEF (Minimal Esensial Force) untuk Tahun 2011-2014. Disamping itu pada kegiatan tersebut juga di bahas tentang refleksi dan evaluasi kebijakan tahun 2010 dari masing-masing Satuan Kerja penentu kebijakan dengan dihadapkan pada kebijakan umum Pertahanan Negara yang telah ditetapkan oleh Presiden. Sehingga nantinya diharapkan akan diketemukan Formulasi kebijakan pertahanan Tahun. 2011 setelah melalui suatu diskusi dari masing-masing peserta.

    Terkait proses untuk memformulasi rumusan kebijakan pertahanan Tahun 2011 tersebut juga melibatkan urusan-urusan perencanaan dari Mabes TNI dan Mabes Angkatan yang sejak awal penetuan kebijakan pertahanan tahun 2010 telah terlibat.

    Melalui proses diskusi yang melibatkan semua Satker di Kemhan dan UNHAN perencana di Mabes TNI dan Angkatan diharapkan tersusun Kebijakan Pertahanan Negara tahun 2011 yang lebih komprehensif, tepat sasaran dan sesuai tantangan dan ancaman yang dihadapai dimasa yang akan datang.

    Mengenai evaluasi kebijakan tahun 2010 Universitas Pertahanan (UNHAN), Rektor Unhan, Mayjen TNI Syarifudin Tippe selain menyampaikan evaluasi terhadap pembangunan empat Program Studi (Prodi Strategi Perang Semesta, Prodi Manajemen Pertahanan, Prodi Ekonomi Pertahanan dan Prodi Manajemen Bencana ) yang menyertai berdirinya UNHAN. Rektor Unhan juga menyampaikan kegiatan penting yang telah dilaksanakan pada tahun 2010, seperti pelaksanaan Seminar Internasional, pelaksanaan Simposium Nasional tentang kedaulatan NKRI, UNhan telah berhasil menjadi Co-Chaiman pada 14th ARF HDUCIM di NDU Washington DC.

    Terkait rencana kegiatan tahun 2011, Rektor menjelaskan beberapa kegiatan yang telah dirintis, seperti penyususnan Naskah Akademik posisi ilmu pertahanan dalam rumpun keilmuan, rencana penyelenggaraan Jakarta Internasional Defence Dialoue (JIDD) dan rencana penyelenggaraan 15th ASEAN Regional Forum Heads Of Defense University /College/Institute Meeting.

    Bidang Strategi

    Ditjen Strategi Pertahanan (Strahan) menyampaikan beberapa hal yang menonjol seperti analisis Strategi masih diperlukannya penajaman kembali regulasi mekanisme transformasi informasi komunitas intelijen, kebijakan pembangunan Kekuatan Pertahanan Minimal Essential Force (MEF) masih terbatasnya dukungan anggaran dan singkronisasi Shopping list Alutsista, Kerjasama Internasional disampaikan terkait dengan proses penyiapan ketentuan dari pelaksanaan ADMM 2011 mendatang dan bidang Wilhan dijelaskan tentang telah ditandatanganinya pertukaran Ratifikasi hasil perundingan batas laut teretorial RI-Singapura serta penanganan 10 Outstanding Boudary Problems batas darat RI – Malaysia.

    Bidang Pengawasan dan Pengendalian

    Itjen Kemhan menyoroti bahwa selama pelaksanaan tahun anggaran 2010, satker-satker di lingkungan Kemhan RI, dalam melaksanakan program-programnya, masih belum secara optimal menerapkan manajemen mulai dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai dengan evaluasi dan pelaporan. Inspektorat baik dari internal (dhi Kemhan RI) ataupun eksternal (BPK RI) masih menemui adanya dugaan penyimpangan proses pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan oleh satker-satker di lingkungan Kemhan, hal ini tentunya .dapat mempengaruhi akuntabilitas kinerja Kemhan secara keseluruhan.

    Sehingga pada tahun 2011 ini, segenap pimpinan dan personel di lingkungan Kemhan dituntut dapat meningkatkan daya pikir dan inovasi guna memformulasikan kebijakan Kemhan sehingga mampu memperoleh hasil yang diharapkan. Selain itu diharapkan para satker dapat melakuakan pembenahan manajemen dan administrasinya secara menyeluruh ke depan, khususnya pengelolaan Barang Milik Negara, sebagai upaya mendukung Laporan keuangan Kemhan dan TNI, pada akhirnya opini disclaimer “wajar tanpa pengecualian” dapat tercapai.

    Bidang Perencanaan

    Ditjen Renhan dalam refleksi kebijakannya terus memprioritaskan kelanjutan pembangunan Minimum Essential Force (MEF) melalui modernisasi alutsista TNI AD, AL dan AU dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp. 279, 86 trilyun, di mana tahun 2010 merupakan awal perdana program tersebut dengan anggaran sebesar 42. 310,14 Milyar rupiah. Untuk memepercepat pencapaian MEF telah disetujui tambahan anggaran sebesar Rp. 57 Triliun, dengan rincian Tahun 2010 sebesar Rp. 7 Trilun, Tahun 2011 sebesar Rp. 11 Trilun, Tahun 2012 sebesar Rp.12 Triliun, Tahun 2013 sebesar Rp. 13 Triliun dan tahun 2013 sebesar 14 Triliun.

    Dan pada tahun anggaran 2011 total anggaran yang direncakan sebesar Rp. 47.498.500.000 dengan perincian belanja pegawai sebesar Rp. 22.583.830.000, belanja barang sebesar Rp.10.193.790.000 dan belanja modal sebesar Rp. 14.720.880.000

    Sedangkan hal mendapat sorotan Ditjen Renhan adalah terealisasinya pembayaran tunjangan kinerja bagi personel TNI dan Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Kemhan dan TNI serta tunjanagn khusus prbatasan bagi prajurit dan PNS yang bertugas di wilayah pulau-pulau kecil terluar dan wilayah perbatasan NKRI. Saat ini terdapat 12 pulau terluar yang dijaga oleh TNI dari 92 pulau terluar yang ada dan tiga wilayah perbatasan darat, di mana prajurit yang menjaga dirasa perlu mendapatkan tunjangan tersebut. Namun demikian, Renhan mengharapkan adanya up dating data secara kuantitatif, sehingga penyaluran tunjangan dapat tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Bidang Kekuatan Pertahanan

    Ditjen Kuathan melihat perlu peningkatan pengembangan Sistem Manajemen Akuntabilitas Barang Milik Negara (SIMAK BMN) dengan melengkapi piranti lunak atau kerasnya. Dan dalam perencanaan kebutuhan materiel terutama pengadaan alat kesehatan masih belum sesuai dengan rencana kebutuhan yang dialokasikan.

    Hal ini terkait dengan upaya penertiban BMN dan upaya untuk memperoleh opini WTP dari BPK. Ditjen Kuathan mengharapkan adanya kesinambungan anggaran untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pengembangan SIMAK BMN ke depan.

    Bidang Potensi Pertahanan

    Ditjen Pothan sebagai pelaksana tugas dan fungsi Kemhan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang potensi pertahanan telah menyusun RUU tentang Komponen Pendukung dan Bela Negara serta Rancangan Peraturan Presiden tentang Komponen Cadangan dan Bela Negara, serta kegiatan sosialisasi terhadap produk tersebut.

    Namun mengingat RUU Kompenen Cadangan yang diajukan Kemhan belum mendapatkan pengesahan dari DPR, Ditjen Pothan mengharapkan perlunya intensitas pendekatan terhadap Dewan dalam rangka mempercepat pengesahan RUU Komponen Cadangan.

    Bidang Pendidikan dan Pelatihan

    Sebagai unsur pelaksana tugas dan fungsi dalam penyelanggaran bidang pendidikan dan pelatihan di bidang pertahanan, Badiklat Kemhan selama tahun 2010, secara umum telah menjawab peningkatan kompetensi personel Kemhan/TNI yang dibutuhkan organisasi atau untuk menjawab sistem di lingkungan Kemhan yaitu pemenuhan jabatan struktural dan fungsional tertentu atau umum. Kegiatan workshop bagi pejabat baru eselon II, II dan IV tentang Sistem Pertahanan Negara dan atau ketrampilan melalui Geladi Olah Krida Nusantara Jaya juga telah mampu diselenggarakan oleh Badiklat Kemhan RI, selain penyelenggaraan pendidikan yang rutin dilaksanakan.

    Bidang Penelitian dan Pengembangan

    Balitbang menyoroti keterbatasan anggaran dan keterbatasan tekhnologi dalam pembuatan prototipe Rudal jelajah Surface to Surface berjarak 100-150 km kurang efektif, mengingat pembuatan litbang harus terpadu antara sistem peluncuran dan pengendalian. Litbang juga mengharapkan program pembuatan Warhead Impact Fuze untuk rudal, pembuatan material komposit alumminium paduan, Glade Smart Bomb, Alkom Manfapack dan Alkompur Ruset UHF yang saat ini masih pada taraf model, dilanjutkan sampai dengan taraf prototype pada tahun 2011.

    Bidang Sarana Pertahanan

    Badan sarana Pertahanan dalam evaluasi prgram kerjanya tahun 2010 telah berhasil melibatkan Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang dan badan Usaha Milik negara Industri Pertahanan dalam peningkatan kemampuan dan inovasi membuat rancang bangun serta mendorong dan mensinegiskan industri pertahanan lelaui revilatisasi industri pertahanan dalam negeri. Selain itu beberapa alutsista dengan tekhnologi canggih juga telah berhasil didatangkan untuk memperkuat TNI, beberapa diantaranya pesawat Shukoi untuk TNI AU, Helikopter MI35P untuk TNI AD dan Tank BMP3F untuk TNI AL. Baranahan melalui direktorat konstruksi juga telah memulai pembangunan PMPP yang diharapkan siap beroperasi pada tahun 2013.

    Selanjutnya dari pihak Mabes TNI dan Angkatan yang diwakili oleh para Staf Perencanaan telah menyampaikan kebutuhan alutsista TNI pada Tahun 2010-2014 secara rinci dengan pengadaan Multiyear system. Dalam pengadaan alutsista tersebut juga ditentukan alutsista mana saja yang akan diadakan di dalam negeri dan pengadaan luar negeri. Pada dasarnya pengadaan alutsista TNI tersebut telah melalui pembahasan bersama dengan Menhan beserta angkatan.

    Sementara itu pada sesi tanggapan Pra Rapim 2011 yang dipimpin oleh Wamenhan, telah dibahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengadaan alutsista TNI untuk tahun 2011 hingga 2014. berbagai masukan telah dibahas dengan mendapatkan hal yang proporsional. Penuturan Wamenhan terkait dengan pengintegrasian sistem dan peralatan yang ada di masing-masing matra dan penekanan pada fungsi matra pada pelaksanaan tugas secara umum.

    Pada bagian akhir sebelum Pra Rapim 2011 ditutup, Wamenhan menekankan agar ada keseragaman sistematika pengadaan Alutsista dan sarana prasarana, sehingga ada data yang factual terkait dengan alokasi anggaran pada masing-masing bagian yang direncanakan.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Wamenhan Pimpin Pra Rapim Kemhan Tahun 2011

    Gadget Pendeteksi Sniper Besutan Inggris


    Page 48 graphic

    VIVAnews - Inggris saat ini tengah menguji sebuah senjata revolusioner yang dapat melacak lokasi penembak jitu pasukan musuh dengan cepat dan akurat dari jarak 1.000 yards atau sekitar 900 m.

    Seperti dikutip dari DailyMail, perangkat kecil ini sudah dikembangkan oleh ilmuwan yang bekerja pada lab rahasia Defence Science and Technology Laboratory di Wiltshire, Inggris.

    Perangkat bernama Boomerang Warrior-X itu mampu mendeteksi lokasi penembak jitu dengan cepat, sehingga pasukan Inggris akan bisa menyerang balik penembak jitu tadi.

    Detektor ini menggunakan teknologi pemrosesan akustik yang canggih untuk mengevaluasi posisi musuh dengan menentukan koordinat target pada sebuah sebuah layar kecil sebagai indikatornya.

    Warrior-X yang dilengkapi dengan prosesor yang memiliki detektor paling canggih di pasaran. Detektor itu telah juga dimodifikasi oleh ilmuwan militer AS untuk digunakan di Irak.

    Saat musuh menembak, maka sistem akustik akan mengetahui arah tembakan musuh, dan display alat itu akan menunjukkan indikator panah yang memperlihatkan lokasi musuh.

    Teknologi ini juga menggunakan sebuah software yang mampu menyediakan update secara berkala atas lokasi musuh, bahkan saat musuh sudah bergerak karena merasa tersudut.

    Tak hanya itu, Warrior-X juga bisa terhubung dengan sistem senjata Joint Tactical Air Controllers untuk memberikan lokasi musuh yang tepat kepada pilot pesawat tempur yang hendak melakukan serangan udara.

    Senjata yang secara resmi dikenal dengan nama Compact Soldier Worn Shooter-Detector System itu, tiap unitnya dijual seharga 10 ribu poundsterling atau sekitar Rp 140 juta.

    Pasukan Inggris telah memesan 1.000 unit Warrior-X untuk digunakan di Provinsi Helmand Afganistan. Bila alat in terbukti membantu, Inggris akan melengkapi lebih banyak lagi pasukannya dengan gadget ini.

    "Alat ini sedikit banyak bisa membantu pasukan untuk lebih menjaga keselamatan mereka. Model awal yang lebih besar dari alat ini telah digunakan oleh pasukan AS di Irak, juga di Afganistan. Namun, ini pertama bagi Inggris dan bisa dipandang sebagai alat yang revolusioner," ujar sumber senior militer Inggris.

    Sumber: VIVANEWS

    Readmore --> Gadget Pendeteksi Sniper Besutan Inggris

    Helm Tempur Canggih Sekali Tatap, Musuh Langsung Musnah


    Helm pilot pesawat tempur rancangan Inggris bisa mengunci musuh dengan tatapan pilot.

    LONDON, KOMPAS.com — Satu lagi inovasi teknologi militer dikembangkan Inggris. Kali ini negeri itu mengembangkan helm pilot militer baru bernama Striker yang memungkinkan pilot pesawat tempur mengarahkan serangan kepada musuh hanya dengan melihatnya. Sekali tatap, musuh langsung musnah.

    Helm tersebut dikembangkan BAE System dan telah diuji coba dalam penerbangan pesawat RAF Typhoon. Juru bicara BAE mengatakan, "Helm ini dilengkapi optik detektor canggih yang terintegrasi untuk mendukung keakuratan pada ketinggian rendah, sedang, dan tinggi."

    "Biasanya kami harus menguntit di belakang pesawat lawan untuk menguncinya dan menyerang (disebut dogfight dalam istilah militer). Dengan helm ini kami tinggal mengarahkan senjata dengan kepala," kata Mark Bowman, pemimpin pilot, kepada harian The Sun.

    Untuk melakukan serangan dengan alat ini, langkah pertama yang harus dilakukan pilot adalah membaca radar untuk mengetahui posisi musuh. Selanjutnya, ketika musuh sudah ada dalam jangkauan pandang, pilot tinggal menatapnya dan memberi perintah serangan.

    Ketika pilot menatap, optik yang ada pada helm akan bekerja mendeteksi. Selanjutnya, hasil bacaan dikirim ke sensor di bagian kokpit. Mekanisme selanjutnya adalah pengantaran perintah ke bagian persenjataan. Ketika perintah sudah dibuat, musuh pun akan segera musnah.

    Juru bicara BAE mengatakan, "Sementara sistem dikembangkan oleh Eurofighter Typhoon, desain modularnya bisa dipakai di semua platform." Helm tersebut rencananya dijual dengan harga 250.000 poundsterling.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Helm Tempur Canggih Sekali Tatap, Musuh Langsung Musnah

    TNI Janji Terbuka kepada Media Massa

    JAKARTA--MICOM: Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksamana Muda (Laksda) Iskandar Sitompul menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan media massa terkait pertukaran informasi yang akurat dan jelas.

    Dalam kunjungannya ke Redaksi Metro TV dan Media Indonesia, di Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (5/1), Iskandar menjelaskan hubungan dan sikap TNI dengan media massa. Dengan ditemani beberapa stafnya, Iskandar bahkan berjanji akan menyediakan fasilitas pendukung untuk melengkapi informasi yang didapat media massa berkaitan dengan TNI.

    "Keterbukaan kepada media massa itu perlu, karena untuk membangun TNI dibutuhkan kritik yang lebih baik. Kami dari TNI siap bekerja sama dengan media massa dalam memberikan informasi yang akurat. Kunjungan ini sekaligus juga untuk membuka komunikasi dengan Media Indonesia dan Metro TV," ujar Iskandar.

    "Hubungan baik dengan media massa juga bisa menciptakan adanya keseimbangan berita," imbuhnya.

    Pernyataan Iskandar ini tentu saja disambut positif Pemimpin Redaksi Metro TV, Elman Saragih. Dia juga menyampaikan harapannya kepada Iskandar agar TNI tidak lagi bersikap tertutup kepada media massa.

    "Saya berharap Pak Iskandar, karena baru saja menjabat sebagai Kapuspen TNI, untuk menjadi juru bicara yang lebih terbuka dan mudah dihubungi," tandas Elman.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Janji Terbuka kepada Media Massa

    KEMHAN PRIORITASKAN PEMBANGUNAN MEF

    Ist

    Jakarta, 5/1/2011 (Kominfo-Newsroom) Direktorat Jenderal Perencanaan Pertahanan (Ditjen Renhan) Kementerian Pertahanan akan terus memprioritaskan kelanjutan pembangunan Minimum Essential Force (MEF) melalui modernisasi alutsista TNI AD, AL dan AU dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp279,86 triliun. Awal 2010, program tersebut direalisasikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp42.310,14 miliar.

    “Guna mempercepat pencapaian MEF telah disetujui tambahan anggaran sebesar Rp57 triliun, dengan rincian 2010 sebesar Rp7 trilun, 2011 sebesar Rp11 trilun, 2012 sebesar Rp12 triliun, 2013 sebesar Rp13 triliun dan 2014 sebesar 14 triliun,” kata Dirjen Perencanaan Pertahanan, Marsekal Muda TNI Bonggas S Silaen SIP, di Jakarta, Rabu (5/1).

    Menurutnya pada tahun anggaran 2011 total anggaran yang direncakan sebesar Rp47.498.500.000 dengan perincian belanja pegawai sebesar Rp22.583.830.000, belanja barang sebesar Rp10.193.790.000 dan belanja modal sebesar Rp14.720.880.000.

    Ditjen Renhan juga menjelaskan realisasi pembayaran tunjangan kinerja bagi personel TNI dan Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Kemhan dan TNI serta tunjangan khusus perbatasan bagi prajurit dan PNS yang bertugas di wilayah pulau-pulau kecil terluar dan wilayah perbatasan NKRI.

    “Saat ini terdapat 12 pulau terluar yang dijaga oleh TNI dari 92 pulau terluar yang ada dan tiga wilayah perbatasan darat, dimana prajurit yang menjaga dirasa perlu mendapatkan tunjangan tersebut,” ujarnya.

    Namun demikian, lanjut Dirjen, Renhan mengharapkan adanya up dating data secara kuantitatif, sehingga penyaluran tunjangan dapat tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Sumber: KOMINFO
    Readmore --> KEMHAN PRIORITASKAN PEMBANGUNAN MEF

    'Ada Anggota TNI yang Sontoloyo, akan Saya Sikat'

    Ist

    REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Pangdam III Siliwangi, Mayjen (TNI) Moeldoko, menegaskan agar masyarakat aktif memberitahukan bila ada anggota TNI yang bersikap ugal-ugalan atau unjuk kekuatan.

    "Bila ada anggota yang sontoloyo, akan saya sikat langsung. Tak boleh ada yang berperilaku macam-macam dan negatif," katanya pada acara Silaturahmi dengan Insan Pers Jawa Barat di Makodam III Siliwangi Bandung, Rabu.

    Ia menambahkan, jajaran Kodam Siliwangi tidak alergi kritik yang disampaikan berbagai elemen masyarakat termasuk media massa.

    "Kami tidak alergi kritik, saya tekankan kritik dan masukan adalah aspirasi yang harus kita apresiasi dan saya tegaskan Kodam III Siliwangi berkewajiban menjawab keinginan masyarakat," kata Pangam III Siliwangi.

    Pada kesempatan itu, Pangdam juga menyatakan komitmen membantu dan terlibat menyelesaikan berbagai masalah strategis yang dihadapi oleh pemerintah daerah, kepolisian dan masyarakat Jawa Barat.

    Tentara tidak hanya terlibat secara moril dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat, namun turun langsung seperti dalam pengentasan kasus geng motor, penghijauan lahan kritis, peningkatan kualitas infrastruktur daerah serta kegiatan lainnya.

    "Saat ini TNI harus mampu menjawab keinginan pelanggan, coorporate. Dan coorporatenya adalah rakyat, jadi keinginan rakyat harus kita jawab," kata Pangdam.

    Sumber: Republika
    Readmore --> 'Ada Anggota TNI yang Sontoloyo, akan Saya Sikat'

    Telkomsel Sediakan Layanan Internet di Kapal TNI AL


    Ist

    Surabaya - Operator seluler PT Telkomsel bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, menyediakan layanan akses internet di dua kapal perang RI (KRI).

    Manager Direct Sales Telkomsel Metro Surabaya, Tomy Luxianto, di Surabaya, Selasa malam, mengatakan dua kapal TNI AL yang diberi fasilitas internet adalah KRI Sultan Nuku dan KRI Sutedi Seno Putra.

    "Sebuah kebanggaan bagi kami bisa ikut terlibat dalam mendukung tugas negara dengan terpilihnya Telkomsel-Flash untuk memenuhi kebutuhan layanan internet bagi dua kapal perang TNI AL tersebut," katanya.

    Sebagai penyedia layanan "broadband" terbesar di Indonesia, lanjut Tomy, Telkomsel tidak pernah berhenti memberikan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan, mulai perorangan hingga instansi pemerintahan.

    Ia menambahkan pihaknya telah melakukan pemasangan instalasi "receiver" penguat sinyal di beberapa area tertentu di kedua kapal perang tersebut.

    Saat ini, Telkomsel telah meningkatkan kapasitas "bandwidth" untuk international internet gateway menjadi 9 Gbps, seiring penggelaran jaringan HSDPA/HSPA+ untuk layanan mobile broadband di 25 kota di Indonesia.

    Tomy Luxianto menambahkan program layanan internet untuk KRI Sultan Nuku dan KRI Sutedi Seno Putra merupakan program percontohan yang segera diterapkan untuk kapal-kapal perang TNI AL lainnya pada tahun ini.

    "Kenyamanan awak kapal untuk memaksimalkan kecepatan akses internet juga didukung lebih dari 7.000 Node B (BTS 3G) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dari Sumatera hingga wilayah Indonesia timur," katanya menambahkan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Telkomsel Sediakan Layanan Internet di Kapal TNI AL

    Arab Saudi Tangkap Burung Mata-mata Israel

    Ist

    VIVAnews -- Aparat Arab Saudi menangkap Burung Nasar, burung pemakan bangkai dengan tuduhan menjadi mata-mata badan intelijen Israel, Mossad.

    Di badan burung yang ditangkap itu dipasangi pemancar GPS dan label bertuliskan kode R65 dari Universitas Tel Aviv. Burung itu masuk ke wilayah pedesaan Arab Saudi beberapa minggu lalu.

    Penduduk lokal menduga ini bagian dari plot zionis, atau setidaknya ada misi intelijen yang diemban burung berkepala botak itu.

    Koran Arab Saudi, al-Weeam adalah kali pertamanya yang memuat insiden ini. Burung bangkai itu disebutkan mendarat di dekat rumah seorang syekh dalam komunitas Hayel. Artikel koran itu menyebut, bau busuk ke luar dari mulut burung itu.

    Sementara, koran lokal Israel, Ma'ariv memberitakan penemuan burung itu telah menciptakan histeria massal di negara-negara Arab -- tentang pertumbuhan kekuatan militer Israel.

    Aparat Israel mengklaim burung itu tak bersalah. GPS dan label kode adalah bagian dari studi tentang pola migrasi burung bangkai itu.

    Insiden itu terjadi hanya beberapa minggu pasca laporan seorang pejabat Mesir tentang hiu yang menyerang turis di perairan Sharm el Sheikh juga terkait kegiatan intelijen Israel.

    Penggunaan burung dalam aktivitas intelijen telah lama dikenal. Dulu, informasi rahasia ditulis di secarik kertas yang dipasangkan di kaki Burung Merpati. Oktober 2008, aparat keamanan Iran menangkap dua Merpati yang diduga mengintai Natanz -- lokasi markas pengayaan uranium Iran.

    Hewan itu dipasangi cincin baja dan peralatan kecil yang sulit dilihat oleh mata normal. Mei 2010 lalu, hal serupa dilakukan aparat India. Seekor burung dara yang ditangkap diduga jadi mata-mata musuh bebuyutan India, Pakistan.

    Strategisnya peran burung juga mengilhami markas Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, untuk memproduksi kendaraan jenis nano aerial vehicles (NAV), berukuran mini yang bisa terbang. Tugasnya, memata-matai musuh di area perkotaan.

    Alat yang dilengkapi sensor canggih tersebut akan menyerupai burung Hummingbird atau Kolibri, jenis burung terkecil di dunia yang beratnya bisa hanya 1,8 gram.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Arab Saudi Tangkap Burung Mata-mata Israel

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.