ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, October 8, 2011 | 8:48 PM | 0 Comments

    Jepang Kandangkan 200 Pesawat F-15

    Tokyo - Jepang mengandangkan lebih dari 200 pesawat tempur F-15 setelah salah satu pesawat tempur itu mengalami kerusakan.

    Dalam sebuah misi latihan, tangki bahan bakar salah satu pesawat tempur tersebut terlepas dan jatuh.

    Api terlihat menjalar dibawah sayap dan bagian tangki yang terlepas jatuh disekitar kawasan barat kota Komatsu.

    Tangki dengan berat sekitar 155kg, dalam keadaan kosong, dan misil tiruan terlepas dari pesawat dan jatuh di sebuah lapangan dekat dengan landasan untuk mendarat. Puing dari tangki yang lepas itu jatuh di 10 lokasi, termasuk di saluran pembuangan kotoran.

    Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut dan pesawat tempur itu sendiri berhasil mendarat dengan aman.

    "Kami menangani kecelakaan ini dengan sangat serius, kata Jenderal Shigeru Iwasaki, Kepala Angkatan Udara Jepang, dalam sebuah keterangan pers.

    Dia mengatakan penyebab jatuhnya tangki F-15 masih dalam penyelidikan.

    Peremajaan pesawat

    Insiden copotnya tangki bahan bakar F-15 ini adalah yang kedua dalam tiga bulan terakhir.

    Juli silam, armada udara juga dikandangkan setelah sebuah pesawat jatuh di Laut Cina Selatan. Pilotnya, meski diyakini sudah tewas, tetapi tetap dimasukan ke dalam daftar hilang dan sampai saat ini belum ada penjelasan resmi terkait kecelakaan tersebut.

    Serangkaian kecelakaan yang melibatkan armada udara ini nampaknya membuat Angkatan Udara Jepang bersikap reaktif dengan mengandangkan semua pesawat tempur F-15 milik mereka.

    Pejabat Pasukan Pertahanan Udara Jepang mengatakan semua misi kecuali yang terkait dengan keadaan darurat kini dihentikan dan akan berakhir sampai 202 pesawat tempur F-15 Jepang sepenuhnya dinyatakan aman.

    Insiden terbaru ini terjadi disaat Tokyo juga tengah mencari pengganti pesawat yang sudah dimakan usia. Jepang tengah mempertimbangkan kemungkinan membeli pesawat baru baik dari pabrikan pesawat tempur AS dan dari Eurofighter Typhoon dalam sebuah kesepakatan yang kemungkinan akan dicapai akhir tahun ini dengan anggaran sebesar US$8 miliar.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Jepang Kandangkan 200 Pesawat F-15

    Friday, October 7, 2011 | 11:33 PM | 0 Comments

    Kemhan Anggarkan $ 325 Juta Dollar Untuk Pembelian Pesawat Angkut, Helikopter AKS Dan Torpedo

    Jakarta – Pemerintah menyiapkan dana sebesar USD 325 juta untuk pemenuhan kebutuhan pembelian pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU).

    “Kita mengalokasikan anggaran 225 juta dolar AS untuk angkutan sedang ini, tetapi kita mengikuti proses,” ujar Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI Purn Sjafrie Sjamsoeddin di Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (7/10).

    Sebelumnya bersama anggota DPR komisi I, III, dan VI, Wamenhan mengikuti demo terbang pesawat NC-295 buatan Spanyol dari Halim PK ke Lampung, dan kembali lagi ke Halim.

    Menurut Sjafrie, proses ini mencakup pertimbangan dari pengguna yakni TNI, DPR, dan pengambil keputusan (pemerintah).

    Sjafrie menjelaskan, pemerintah tengah menjajaki pembelian pesawat yang nantinya akan diproduksi PT DI berdasarkan lisensi EADS Military.

    Maggie Bergsma, Airbus Head of Media Relations Communications mengatakan, pihaknya akan mengadakan tinjauan performa PT DI berikut pembekalan manajemen sehingga memperkuat performa PT DI. Hal itu tidak hanya dalam memproduksi pesawat, tetapi juga dalam memasarkannya,” ujar Maggie.

    PT DI sendiri kini sudah mampu membuat pesawat sesuai kebutuhan TNI. Kebutuhan alutsista yang dapat dipenuhi PT DI dibagi dalam empat jenis. Pertama, produk pesawat terbang militer tipe CN235 MPA sebanyak 1 unit senilai Rp350 miliar per unit pada 2012 untuk TNI AU.

    Selain itu, juga bisa dibuatkan CN235 Patroli Maritim sebanyak tiga unit seharga masing-masing 30 juta dolar AS untuk TNI AL. Terakhir, pesawat pengganti F-27 dan NC-212 sebanyak 8 unit senilai USD 325 juta untuk TNI AU tahun 2011.

    Kedua, kelompok helikopter jenis BELL 412 EP tipe serbu sebanyak delapan unit bernilai 85 juta dolar AS pada tahun 2011 dan 2012. Lalu BELL 412 EP tipe angkut delapan unit senilai USD 85 juta .

    Selain itu, bisa juga dibuatkan helikopter jenis Fennec AS-550 sebanyak delapan unit seharga USD 90 juta pada tahun 2011. Ketiganya ditawarkan kepada TNI AD.

    Adapun helikopter yang ditawarkan ke TNI AU adalah helikopter jenis EC-725 Cougar Combat SAR sebanyak enam unit bernilai USD 200 juta dan helikopter NAS-332 Super Puma sebanyak dua unit senilai Rp.370 miliar.

    Sementara helikopter yang ditawarkan kepada TNI AL adalah tiga unit BELL 412 EP angkut sedang senilai USD 30 juta dan satu unit AS-565 Panther AKS sebesar Rp200 miliar.

    Ketiga, PT DI juga siap menyediakan dua unit SUT Torpedo tipe 364 MKO untuk TNI AL senilai Rp60 miliar (untuk penjualan tahun 2013-2014).

    Keempat, PT DI juga bisa menyediakan satu paket simulator terjun payung untuk TNI AD senilai Rp76 miliar.

    Dengan demikian, total potensi pasar dalam negeri yang ingin digaet PT DI antara 2011-2014 adalah USD 905 juta plus Rp1,087 triliun. Itu setara Rp9,23 triliun.

    Sumber : Poskota
    Readmore --> Kemhan Anggarkan $ 325 Juta Dollar Untuk Pembelian Pesawat Angkut, Helikopter AKS Dan Torpedo

    Menilik Performa Pesawat NC 295

    Jakarta - Sekitar pukul 09.00 WIB pesawat NC 295 dengan tim penerbang dari Airbus Military, yakni pilot kapten Alejandro Madurga Cruz, co-pilot Bernardo Saez de Benito,flight mechanic Yose Maria Gomez, flight test engineer Yuan Yose Baeza, take off membawa Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin beserta rombongan untuk bermanuver menuju Lampung di Skuadron 2, Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (7/10/2011).

    Rencananya, rombongan wartawan akan menjajal kemampuan pesawat transportasi militer tersebut pukul 13.00 WIB. Pesawat NC 295 yang diluncurkan pada 1996 merupakan pesawat transportasi militer taktis ukuran menengah.

    Pesawat yang memiliki kecepatan terbang normal hingga 260 knot (480 kilometer perjam) adalah pesawat generasi baru dengan perangkat pendaratan yang retractable. Pesawat ini mampu membawa muatan hingga 9 ton dengan ditenagai dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW127G sehingga memiliki performa panas dan tinggi yang luar biasa, konsumsi bahan bakar rendah, dan jangkauan yang jauh.

    Untuk proses memasukkan dan mengeluarkan palet kargo di daerah terpencil tanpa membutuhkan peralatan darat, pesawat ini memiliki sistem transfer palet kargo otomatis, yakni APTS (autonomous pallet transfer system).

    Dengan performa tersebut tidak heran bila pesawat berukuran panjang 12,7 meter ini mampu mengangkut hingga 71 pasukan, 49 penerjun payung, dan satu penerjun utama.

    Untuk sebuah konfigurasi evakuasi medis (MEDEVAC), NC 295 dapat membawa 24 tandu dengan 6 kursi petugas medis. Pesawat dengan desain sistem sederhana, kokoh, dan kemampuan yang multifungsi ini juga sudah berstandar keselamatan internasional termasuk persyaratan FAR 25.

    Keandalan NC 295 juga telah terbukti sukses menjalankan misi, salah satunya mendukung perang global melawan terorisme di Irak dan Afganistan. Pada lawatannya selama 2 minggu ke Indonesia yang bekerja sama dengan AURI dan PT DI, pesawat NC 295 akan memeragakan kemampuan multimisi dan operasional untuk dioperasikan di lingkungan Indonesia dan menjawab kebutuhan Angkatan Udara Republik Indonesia.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Menilik Performa Pesawat NC 295

    Widodo Harjoprawito, Sang Ahli Balistik yang Pernah Jadi Penasihat Militer Bolivia

    Jakarta - Widodo Harjoprawito adalah salah seorang produk sengketa politik pada 1965. Sempat hijrah ke berbagai negara karena kondisi tanah air runyam, dia kembali ke Indonesia membawa pengetahuan tentang persenjataan. Siapa dia?

    AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta

    DALAM sidang peninjauan kembali (PK) kasus pembunuhan bos PT Rajawali Putra Banjaran Nasruddin Zulkarnaen di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pekan lalu, Widodo tampil sebagai saksi ahli yang membela terpidana Antasari Azhar. Dari pemeriksaan kondisi dua peluru kaliber 0,38 inci yang membunuh Nasrudin, Widodo membeber fakta mengejutkan. Dia mengatakan, dua peluru itu meluncur dari dua pistol berbeda.

    Selain itu, melihat kondisi peluru tersebut, satu peluru ditembakkan tanpa medium. Artinya, peluru itu ditembakkan langsung ke kepala korban. Padahal, versi polisi selama ini menyebutkan bahwa suami siri Rani Juliani itu ditembak dari luar kaca mobil.

    "Satu peluru masih utuh saat diambil dari kepala korban, sedangkan satunya sudah penyok, bahkan berupa serpihan. Mereka tidak melewati medium yang sama," kata lelaki 76 tahun itu.

    Dasar pernyataan Widodo adalah berita acara pemeriksaan laboratoris kriminalistik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Satu peluru memiliki berat 9,605 gram dan satunya 5,855 gram. Jika belum ditembakkan, dua peluru tersebut memiliki berat yang sama, 10,1 gram.

    "Peluru pertama menunjukkan bahwa dia sangat mendekati utuh. Sedangkan peluru kedua seperti berupa serpihan karena melalui medium keras (kaca mobil, Red) sebelum sampai ke korban," katanya.

    Ini berarti membuka berbagai kemungkinan tentang kematian Nasruddin. Bisa jadi dia dihabisi sebelum Daniel Daen Sabon (eksekutor Nasruddin yang disewa Williardi Wizard) menembaknya dari luar mobil dalam perjalanan pulang dari padang golf Modern Land, Tangerang.

    Apalagi, posisi peluru tersebut berada di belakang-bawah telinga sebelah kiri menembus otak kecil. Dengan fakta itu, mustahil menembak Nasruddin dalam posisi duduk.

    "Saya tak mau berspekulasi. Saya cuma kasih pendapat bahwa satu peluru (yang ditembakkan mengenai otak kecil, Red), ditembakkan secara langsung, tanpa melewati medium keras seperti kaca. Itu tugas penyelidik untuk membuktikannya," kata Widodo yang ditemui di kawasan perkantoran Menteng, Jakarta Pusat baru-baru ini.

    Nama Widodo di jagat balistik memang jarang terdengar. Dia baru muncul saat memberikan kesaksian untuk Antasari dan Williardi Wizar (perwira menengah polisi yang juga menjadi terpidana kasus pembunuhan Nasruddin). Sebelumnya, nama Widodo nyaris tak pernah muncul.

    "Saya tak terlalu banyak muncul dan bicara soal persenjataan. Soalnya, nanti takut ada yang tersinggung kalau sampai saya sebut rahasia negara," katanya lantas terkekeh.

    Widodo saat ini berusia 76 tahun. Lama berkecimpung di dunia balistik membuat pendengarannya berkurang. Dalam sidang Antasari, dia harus didampingi seorang pengacara untuk mengulang pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan berbagai pihak.

    Meski sudah senior, Widodo selalu bersemangat kalau berbicara soal persenjataan. "Kalau orang sudah cinta pada profesi, apa saja dilakukan seperti melakukan hobi," katanya.

    Lelaki kelahiran Bojonegoro, Jatim, 1935 itu memang termasuk orang lama di dunia balistik Indonesia. Pada 1963, dia masuk ke PT Pindad di bagian penelitian dan pengembangan. Padahal, Widodo sama sekali tidak berlatar belakang militer.

    Dia hanya lulusan jurusan ilmu pasti Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Malang yang sekarang menjadi Universitas Negeri Malang. Setelah lulus pada 1958 dan menjadi guru di beberapa SMA, Widodo lantas melamar ke PT Pindad. "Saya hidup di masa perang. Karena itu, saya suka sekali terlibat di hal-hal tentang perang," katanya.

    Widodo termasuk orang yang menyaksikan sendiri sejumlah peperangan di Indonesia. Saat masih belasan tahun, dia sempat menyaksikan bom diluncurkan di dekat rumahnya di Bojonegoro dan beberapa kontak senjata di daerah Lamongan. "Dulu bapak saya kan pernah jadi camat di Semlarang, Lamongan. Makanya, sejak kecil saya selalu senang dengan peperangan," katanya.

    Di Pindad, gairah Widodo terhadap dunia militer terpenuhi. Dia menjadi orang yang mengurusi penelitian balistik dan roket. Penelitian dan pengembangan itu sempat menuai hasil. Pindad pernah mampu menerbangkan roket kecil berukuran 5 sentimeter bikinan sendiri.

    Prestasi itu diganjar oleh Kepala Laboratorium PT Pindad Azwar Anas (yang kemudian menjadi menteri perhubungan dan menko kesra di era Presiden Soeharto) untuk tugas belajar persenjataan ke Yugoslavia. Widodo berangkat ke negara Balkan itu pada 1964. Dia belajar persenjataan di Yugoslavia lima tahun hingga 1969.

    Masa belajar lima tahun itu tak dihabiskan Widodo hanya di kelas-kelas teori. Sering dia menyelidiki sendiri gudang-gudang senjata Yugoslavia. Ternyata, militer negeri yang pecah sejak 2003 lalu itu menyembunyikan senjata dengan dikubur dalam tanah jauh di dalam hutan. "Sebab, kalau diletakkan dalam gudang, tinggal di bom saja sama musuh," katanya.

    Gara-gara rasa penasaran yang tinggi itu, Widodo sempat ditangkap tentara Yugoslavia karena dianggap mata-mata. Mantan guru di SMA 6 Jakarta itu sempat meringkuk di tahanan empat hari sebelum akhirnya dilepaskan. "Saya bilang, saya bukan mata-mata. Indonesia tidak memiliki persoalan dengan Yugoslavia," katanya.

    Karena sedang tugas belajar di Yugoslavia itulah, Widodo tidak mengalami peristiwa kelam Gerakan 30 September (G 30 S). Namun, dia terus memonitor perkembangan di tanah air. "Saya bilang pada diri saya, itu bukan perang saya. Kalau PKI yang menang, bisa jadi orang-orang PNI (Partai Nasionalis Indonesia, Red) yang dibunuhi," katanya.

    Widodo memang aktivis tulen saat muda. Dia pernah menjadi Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) PTPG Malang. Karena itu, saat tugas belajarnya selesai pada 1969, Widodo menolak kembali ke Indonesia. Sebab, para aktivis GMNI ditangkapi oleh Orde Baru karena dianggap berafiliasi dengan PNI. "Beberapa kelompok di PNI dulu dianggap PKI, ditangkapi," katanya.

    Widodo pun desersi. Dia memutuskan untuk berimigrasi ke Kanada pada 1970. Bapak dua anak itu lantas bekerja di sebuah perusahaan asuransi. Salah seorang pimpinannya kemudian menawari dia bekerja di pertambangan emas di Bolivia. Sebab, pengetahuan Widodo tentang bahan peledak bisa dimanfaatkan. Widodo lantas hijrah ke Bolivia pada 1972.

    Di Bolivia, Widodo menikah dengan perempuan lokal. Dari pernikahan itu dia dikaruniai dua anak. Widodo masih penasaran dengan dunia militer. Karena itu, dia melamar ke angkatan bersenjata Bolivia pada 1976. Dia kebagian tugas di bidang litbang persenjataan. Pekerjaan Widodo bermacam-macam. Mulai pemeliharaan alat-alat bersenjata, meriam, pistol, hingga menguji senjata-senjata yang akan dibeli Bolivia. Widodo juga sempat mengajar perwira-perwira militer Bolivia.

    Selama sepuluh tahun, Widodo mengabdi pada militer Bolivia. Pada 1987, dia pulang ke Indonesia karena urusan keluarga. Sulung dari enam bersaudara itu akhirnya menetap di Indonesia sampai sekarang. Istrinya yang asli Bolovia dan dua anaknya dia bawa serta.

    Widodo menilai, paradigma terkait persenjataan saat ini harus diubah. Negara, kata dia, jangan berpikir terus-terusan soal pengadaan alutsista. Sebab, alutsista tak akan ada gunanya tanpa peluru. "Tank itu tidak bisa menghancurkan musuh. Yang bisa menghancurkan musuh itu peluru. Begitu juga pesawat dan alat-alat persenjataan lain," katanya.

    Selain itu, kata Widodo, pengadaan alutsista selama ini sering salah kaprah. Negara hanya berpikir membeli alat-alat yang dimiliki negara lain. "Tidak harus begitu. Kita harus berpikir bagaimana perkembangan militer musuh dan bagaimana kita menghadapi teknologi persenjataan mereka," katanya.

    Sumber : JPNN
    Readmore --> Widodo Harjoprawito, Sang Ahli Balistik yang Pernah Jadi Penasihat Militer Bolivia

    Thursday, October 6, 2011 | 9:47 PM | 0 Comments

    Roy Suryo : Mendukung Pengadaan Pesawat Hibah F-16 Dari AS

    Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo, mendukung upaya pemerintah untuk menambah anggaran TNI, untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

    “Target utama kali ini yaitu peningkatan revitalisasi (proses) pengadaan alutsista,” kata Roy Suryo kepada wartawan usai diskusi di Jakarta, Kamis (6/9/2011).

    Roy mencontohkan, alutsista yang dibutuhkan TNI diantaranya pembelian 6 pesawat baru F-16 dan Retrofit 24 pesawat tempur F-16 yang diberikan secara cuma-cuma dari Amerika Serikat. “Sampai sekarang pesawat tersebut masih ada di Arizona,” jelas pakar telematika itu.

    Penambahan pesawat baru ini, sambung Roy, rencananya akan dipergunakan untuk menambah kekuatan tempur TNI AU.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin mengatakan, pemberian 24 pesawat F-16 dari Amerika Serikat itu, bukan hibah, tetapi secara cuma-cuma.

    “Kami menyebut pemberian 24 pesawat dari Amerika itu dengan sebut Grant, dalam arti ini bukan hibah tapi pemberian cuma-cuma. Jadi jangan ditafsirkan hibah karena nanti pemahamannya berbeda," jelas Sjafrie Sjamsoeddin.

    Sjafrie mengharapkan pada Oktober 2014 dapat segera melakukan latihan dengan mendapatkan sebanyak 24 pesawat F16 tambahan. Artinya TNI AU akan menambah 1 squadron F16.

    Sumber : OKEZONE
    Readmore --> Roy Suryo : Mendukung Pengadaan Pesawat Hibah F-16 Dari AS

    DPR : Anggaran Pertahanan Naik Asal Prioritaskan Pembelian Alutsista Dalam Negeri

    Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan sepakat menaikkan anggaran Alat Utama Sistem Persenjataan TNI. Namun DPR mengajukan sejumlah syarat. Di antaranya TNI harus memprioritaskan untuk membeli alat-alat militer dari industri dalam negeri. "Kalau persyaratan itu tidak dipenuhi, mungkin rencana kami menaikkan anggaran militer urung dipenuhi," ujar Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso di Gedung Dewan, Rabu, 5 Oktober 2011.

    Menurut Priyo, Komisi I sudah menyepakati aturan ini. Pasalnya, persenjataan produksi BUMN dalam negeri seperti PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia dinilai sudah memenuhi standar. "Produk-produk persenjataan mereka sudah digunakan negara tetangga, militer kita malah menengok saja kagak, ini salah kaprah yang harus diluruskan," ujar Priyo.

    Saat ini kata Priyo, sudah ada kesepahaman di DPR untuk menambah anggaran TNI. Bahkan dalam pembicaraan terakhir sudah semua anggota DPR sepakat bahwa alat-alat perang yang saat ini dimiliki oleh TNI sudah ketinggalan zaman. "Untuk ukuran negara yang sebesar dan sedigdaya Indonesia persenjataan perlu ditingkatkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas."

    Untuk alutsista ini, DPR akan memberikan tambahan anggaran dalam dimensi yang besar. Meski begitu untuk menambah anggaran Priyo menyebutkan ada sejumlah titik rawan yang harus diperhatikan TNI. Masing-masing angkatan harus benar-benar memilih persenjataan yang dibutuhkan. "Ini penting, jangan sampai kemudian terkesan dana yang besar diberikan hanya untuk beli-beli saja tanpa ada usaha untuk meningkatkan kecanggihan alat militer."

    Selain itu dalam menentukan prioritas persenjataan yang akan dibeli, TNI diminta terus berkoordinasi dengan komisi I. "Jangan sampai Komisi I tidak tahu untuk apa uang itu digunakan."

    Mengenai rencana peningkatan anggaran TNI ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi tadi menyebutkan pemerintah telah menyiapkan rencana untuk menaikkan anggaran belanja TNI pada 2012 hingga 35 persen. Peningkatan anggaran itu terutama untuk pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

    Pemerintah, kata SBY, akan mengalokasikan anggaran hingga Rp 64,4 triliun untuk TNI pada 2012, meningkat dari anggaran tahun 2011 sebesar Rp 47,5 triliun. "Mendorong dan pengembangan alutsista sangat penting," kata SBY dalam sambutannya di upacara HUT ke-66 TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 5 Oktober 2011.

    Pembaruan persenjataan, kata SBY, juga harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia di jajaran TNI. Untuk meningkatkan kemampuan aparat TNI, SBY menilai perlu digelar latihan gabungan. Latihan gabungan juga perlu dilakukan bersama negara-negara lain.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> DPR : Anggaran Pertahanan Naik Asal Prioritaskan Pembelian Alutsista Dalam Negeri

    SBY : Imbangi Pengembangan Alutsista dengan SDM

    Jakarta - Modernisasi alat utama sistem senjata perlu disertai dengan pengembangan doktrin dan organisasi TNI. Pada saat yang sama, TNI diminta untuk menyiapkan sumber daya manusianya agar selaras dengan perkembangan teknologi dan peperangan modern abad ke-21.

    "Pada saatnya nanti, modernisasi alutsista, doktrin, organisasi, maupun SDM TNI, harus diuji dalam latihan-latihan, termasuk latihan gabungan TNI, serta penugasan secara berkelanjutan, untuk mewujudkan postur TNI dengan kemampuan penangkalan dan penindakan yang tinggi," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika memberikan kata sambutan pada Hari Ulang Tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10/2011).

    Anggaran pertahanan negara meningkat dari Rp 47,5 triliun pada 2011 menjadi Rp 64,4 triliun pada 2012 atau sekitar 35 persen. Sebagian anggaran digunakan untuk melakukan peremajaan, modernisasi, serta kualitas pemeliharaan dan kesiapan alutsista TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Presiden mengatakan, modernisasi alutsista, doktrin, organisasi, maupun SDM TNI penting untuk mewujudkan postur TNI dengan kemampuan penangkalan yang tinggi, dan kemampuan melaksanakan tugas-tugas operasional yang efektif.

    "Pada tahun-tahun mendatang, anggaran pertahanan negara akan terus kita perbesar, agar postur militer kita makin kuat, sehingga misi penegakan kedaulatan negara dan penjagaan keutuhan wilayah dapat kita laksanakan dengan efektif," kata Presiden.

    Kepala Negara juga meminta seluruh jajaran TNI agar terus meningkatkan profesionalisme dan keterpaduan antarmatra TNI, sesuai dengan doktrin Tri Darma Eka Karma. TNI harus dapat mengatasi tantangan faktual, antara lain pengamanan Selat Malaka, penanganan terorisme dan separatisme, pelanggaran wilayah perbatasan, hingga penanganan bencana alam.

    "Tidak hanya itu, perlu kita tingkatkan pula kerjasama dengan komponen bangsa lainnya, dalam mengatasi tantangan yang bersifat potensial seperti pemanasan global, pencemaran lingkungan, penyakit pandemik, cyber crime, hingga potensi agresi militer asing," kata Presiden.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> SBY : Imbangi Pengembangan Alutsista dengan SDM

    Mahfudz Siddiq : Tidak Ingin TNI Kembali Berpolitik

    Jakarta - Rencana pengaktifan Komando Teritorial (Koter), sebagaimana yang diinstruksikan Presiden saat Hari Ulang Tahun ke-66 TNI, tidak boleh dimaknai bahwa TNI kembali berperan dalam politik seperti era Orde Baru.

    "Pengaktifan kembali Komando Teritorial jangan kemudian dimaknai atau ditindaklanjuti dalam suatu kebijakan politik teritorial, karena itu juga bertabrakan dengan semangat reformasi TNI. Kita tidak ingin melihat TNI kembali berpolitik," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq kepada INILAH.COM, Kamis (6/10/2011).

    Menurutnya, selama ini Koter sudah berjalan untuk membantu penanggulangan bencana dan ikut berperan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

    "Dalam persoalan bencana alam belum bisa sepenuhnya diatasi BNPB, TNI memang punya fungsi salah satunya OMSP (Operasi Militer Selain Perang) selama ini karena sikapnya perbantuan banyak TNI belum maksimal dimanfaatkan fungsinya untuk hal itu," katanya.

    Terkait dalam masalah penanganan terorisme, Mahfudz menilai tidak ada salahnya jika TNI ikut diterjunkan. Koter memiliki jaringan yang mengakar di daerah-daerah, karena memang TNI memantau betul gejolak sosial yang terjadi di masyarakat. "Program-program keamanan yang belum bisa sepenuhnya bisa dihandel aparat kemanan," ujar Mahfudz.

    Mahfudz menyatakan pengaktifan Koter yang paling utama adalah untuk mengendus ancaman-ancaman keamanan yang mempengaruhi pertahanan dan kedaulatan Indonesia. Terorisme dan separatisme, menurutnya, tak hanya dimaknai sebagai ancaman keamanan.

    "OMSP ini harus dimaknai berbeda dari dwifungsi TNI, dwifungsi ini adalah bidang politik dan sosial. OMSP ini adalah sifatnya perbantuan terhadap beberapa bencana, membantu polisi masalah terorisme, separatisme," paparnya.

    Sebelumnya, dalam pidato peringatan HUT ke-66 TNI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan untuk pengaktifan kembali Koter TNI di daerah.

    "TNI dalam tugas dan kewenangannya yang diberikan oleh undang-undang harus mendukung Polri untuk menanggulangi aksi terorisme. Aktifkan kembali peran Komando Teritorial TNI dalam menjaga kondisi keamanan di daerah-daerah," kata presiden SBY di Markas Besar TNI, Jakarta, Rabu (5/10/2011).

    Pengaktifan Koter bisa mengingatkan kembali memori di masa lalu. Jangan sampai melupakan sejarah dwifungsi ABRI yang masih menyisakan trauma dan luka.

    Sumber : INILAH
    Readmore --> Mahfudz Siddiq : Tidak Ingin TNI Kembali Berpolitik

    TNI Bantah Dusun Camar Bulan Dicaplok Malaysia

    Pontianak – Jika Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis tidak terima dengan berita masuknya Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, seluas 1.499 hektar ke dalam wilayah administratif Pemerintah Diraja Malaysia. Tidak demikian dengan Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen Geerhan Lantara.

    Dalam jumpa pers usai memimpin upacara peringatan HUT ke-66 TNI di Makodam, Geerhan menyebut TNI mengacu pada perjanjian terbaru, yaitu kesepakatan antara Pemerintah RI dengan Malaysia di Semarang tahun 1978. “TNI hanya menjaga perbatasan sesuai kesepakatan kedua negara. Di luar tapal batas Indonesia, kami tidak boleh masuk. Karena itu namanya menginvasi negara lain,” sebutnya.

    Sementara Cornelis, beberapa waktu yang lalu menegaskan jika wilayah tersebut masuk wilayah Indonesia yang sah berdasarkan Traktat London tahun 1824. “Sebagai seorang gubernur, tak sejengkal tanah pun akan saya serahkan kepada Pemerintah Malaysia. Tanah itu akan tetap saya pertahankan,” tegas Cornelis di Pontianak, Kamis (29/9) lalu.

    Menurutnya, Traktat London adalah kesepakatan bersama antara Kerajaan Inggris dan Belanda terkait pembagian wilayah administrasi tanah jajahan kedua negara. Salah satu isi perjanjian itu adalah batas negara antara Indonesia dan Malaysia di Kalimantan didasarkan pada watershead. Artinya, pemisahan aliran sungai atau gunung, deretan gunung, batas alam dalam bentuk punggung pegunungan sebagai tanda pemisah.

    “Kita sudah tahu bahwa karakter Dusun Camar Bulan itu datar. Tidak ada gunung atau pegunungan Juga tidak ada sungai di sana. Sehingga sangat tidak memenuhi syarat sebagai watershead. Lalu kenapa wilayah itu harus masuk ke peta Malaysia,” tegas Cornelis.

    Gubernur Kalbar meminta hasil pertemuan antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia di Kinabalu pada 1976 dan hasil pertemuan kedua negara di Semarang, Jawa Tengah tahun 1978 yang menyebut Camar Bulan masuk wilayah Malaysia segera dibatalkan karena bertentangan dengan Traktat London, Peta Belanda, dan Peta Inggris.

    “Saya juga mendapat informasi bahwa Badan Survei dan Pemetaan Nasional sudah membuat peta yang memasukkan Camar Bulan ke dalam wilayah Malaysia supaya tidak ditandatangani karena sangat merugikan Indonesia, khususnya wilayah administrasi Kalbar. Saya juga akan mengajukan protes ke pemerintah pusat terhadap permasalahan Camar Bulan,” pinta Cornelis.

    Sebaiknya, kata Cornelis, pengukuran itu ditinjau kembali dengan nafas yang sama, yakni Traktat London. “Kita bisa lihat patok batas 104 buatan Belanda. Semua materialnya sudah diuji laboratorium dan persis sama dengan material patok batas yang ada di Tanjung Datuk, Sambas. Bandingkan dengan patok batas 104 yang baru dibuat dan ditancap jauh sampai 1.499 hektare ke dalam wilayah kekuasaan NKRI,” pungkasnya.

    Sumber : JPNN
    Readmore --> TNI Bantah Dusun Camar Bulan Dicaplok Malaysia

    Wakil Menhan: AS Prioritaskan Grant F-16 untuk Indonesia

    Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, Amerika Serikat telah memilih memprioritaskan Indonesia dalam pemberian pesawat tempur jenis F-16 secara cuma-cuma atau grant. Padahal, menurutnya, saat ini puluhan negara antre demi mendapatkan pemberian grant tersebut dari Amerika.

    Hal itu terbukti karena Amerika Serikat memberikan 24 pesawat tempur F-16 kepada TNI Angkatan Udara di HUT TNI ke-66 yang jatuh hari ini [baca: TNI AU Dihadiahi F-16 dari AS].

    "Perlu diketahui, sudah sekian puluh negara yang mengantre ingin mendapatkan grant dari Amerika Serikat," kata Sjafrie kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10). "Grant itu adalah pemberian secara cuma-cuma. Sehingga kita diprioritaskan oleh Amerika Serikat sebanyak 24 (pesawat).

    Sjafrie menambahkan, pesawat tempur yang akan diberikan itu nanti juga harus diupgrade dan ditingkatkan lagi teknologinya. Untuk meng-upgrade dan meningkatkan teknologi tersebut, maka diperlukan anggaran. Anggran tersebut berasal dari penambahan anggaran terhadap Alutsista TNI dari APBN. "Nah, anggaran tersebut akan digunakan untuk meng-upgrade pesawat tempur F-16 itu," ucapnya.

    Dengan adanya Penambahan pesawat tempur jenis F-16 ini maka TNI AU akan memiliki satu squadron tambahan. Penambahan 24 pesawat F-16 sekaligus menambah koleksi pesawat tempur TNI jenis F-16 sebanyak 34 pesawat.

    Sumber : Liputan 6

    Baca Juga :

    TNI AU Dihadiahi F-16 Dari AS

    Jakarta - TNI Angkatan Udara mendapat kado 24 unit pesawat tempur jenis F-16 dalam perayaan Hari Ulang Tahun TNI ke-66. Pesawat tersebut didapat secara cuma-cuma dari Amerika Serikat. "Kami mendapatkan pesawat F-16 tempur dari Amerika Serikat (AS) secara grant," tutur Wakil Menteri Pertahanan, Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, kepada wartawan usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, jakarta, Rabu (5/10).

    Namun, Sjafrie tidak ingin penyebutan grant diartikan sebagai hibah. "Grant dalam arti ini bukan hibah lho ya tapi pemberian cuma-cuma. Jadi jangan ditafsirkan hibah karena nanti pemahamannya berbeda," ucapnya.

    Dengan adanya penambahan pesawat tempur jenis F-16, maka TNI AU akan memiliki satu squadron tambahan. Dan penambahan pesawat F-16 akan menambah koleksi pesawat tempur TNI sebanyak 34 pesawat. Selain penambahan satu squadron pesawat tempur, penambahan lain, yakni satu pesawat angkut yang nantinya juga akan ditambah dengan meningkatnya anggaran Alutsista untuk TNI.

    Sumber : Lipuran 6
    Readmore --> Wakil Menhan: AS Prioritaskan Grant F-16 untuk Indonesia

    Wamehan : TNI AD Akan Melakukan Pengadaan Helikopter Serang Dan MLRS

    Jakarta - Kementerian Pertahanan akan melakukan modernisasi terhadap Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI apabila pembahasan pagu anggaran yang diajukan sebesar 64 trilliun tersebut disetujui oleh DPR dan Pemerintah.

    Menurut Wamenhan, Sjafrie Sjamsoedin anggaran tersebut akan difokuskan pada seluruh institusi TNI.

    "Kita mau fokuskan adalah bagaimana modernisasi AD, AU dan AL. Oleh karena itu angkatan darat sekarang akan membeli, male detector tank, meriam polutser 155 mm yang kita belum punya sebelumnya, kemudian menambah helikopter serang, menambah peluru kendali multy rocket sistem, kemudian membeli anti pesawat serang atau mistral. Itu yang kita lakukan," ujar Sjafrie kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/10/2011).

    Sedangkan untuk TNI Angkatan Laut kata dia akan menambah kapal diatas permukaan dan kapal selam baru. Pembelian kapal selam itu sudah direncanakan sejak tahun 2005 lalu.

    "Untuk angkatan udara pesawat tempur dan pesawat angkut. Pesawat tempur kita akan menambah Squadron F16 dengan cara grand dari Amerika Serikat. Grand itu adalah pemberian secara cuma-cuma. Sehingga kita di prioritaskan oleh Amerika Serikat sebanyak 24 unit. Jadi kita tidak membeli pesawat tapi kita diberi pesawat. Nah pesawat itu yang di upgrade itu memerlukan anggaran," kata dia.

    Sjafrie mengharapkan pada Oktober 2014 dapat segera melakukan latihan dengan mendapatkan sebanyak 24 pesawat F16 tambahan. Artinya TNI AU akan menambah 1 squadron F16.

    "Kalo kita mau jumlah berarti kita punya stok 35 pesawat F16. Dan ini masih dalam proses pembahasan oleh DPR," pungkasnya.

    Sumber : Okezone
    Readmore --> Wamehan : TNI AD Akan Melakukan Pengadaan Helikopter Serang Dan MLRS

    DPR : Reformasi di TNI Dinilai Lebih Baik dari Institusi Lain

    Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pramono Anung membenarkan modernisasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia masih berjalan lambat. Hal itu tecermin dari lambatnya peningkatan mutu persenjataan bagi aparat TNI. Kendati demikian, di sisi lain Pramono mengapresiasi proses reformasi TNI yang sudah berjalan.

    "Saya melihat proses reformasi yang dilakukan TNI relatif lebih baik dari institusi lain," ujar Pramono menanggapi TNI yang hari ini berusia 66 tahun, di Gedung Dewan, Rabu, 5 Oktober 2011.

    Menurut politikus PDI Perjuangan itu sejauh ini permasalahan di tubuh TNI lebih kecil dibanding institusi lain. TNI juga dinilai mampu menempatkan diri sebagai penjaga pertahanan negara. "Ini tentu harus diberi apresiasi," ujar dia. Pramono juga menyampaikan apresiasi atas kemampuan TNI memisahkan diri dari ranah politik.

    Di sisi lain Pramono mengakui dalam pengelolaan alutsista TNI juga masih lambat. Namun dia mengakui keterlambatan itu bukan semata persoalan TNI, tapi karena terbatasnya anggaran yang disediakan untuk TNI. Meski anggaran TNI termasuk besar di APBN, tetap belum mencukupi untuk perbaikan alutsista. "Memang anggarannya terbesar, tapi luas wilayah yang besar membuat anggaran itu terbatas."

    Dia mencontohkan lambatnya modernisasi alat kelengkapan terjadi di Angkatan Darat dan Angkatan Laut. "Radar kita misalnya belum mencakup seluruh negara kesatuan," ujarnya.

    Soal anggaran untuk TNI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pagi tadi menyebutkan pemerintah telah menyiapkan rencana untuk menaikkan anggaran belanja TNI pada 2012 hingga 35 persen. Peningkatan anggaran itu terutama untuk pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutista) TNI.

    Pemerintah, kata SBY, akan mengalokasikan anggaran hingga Rp 64,4 triliun untuk TNI pada 2012, meningkat dari anggaran tahun 2011 sebesar Rp 47,5 triliun. "Mendorong dan pengembangan alutsista sangat penting," kata SBY dalam sambutannya di upacara HUT ke-66 TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu pagi tadi, 5 Oktober 2011.

    Pembaruan persenjataan, kata SBY, juga harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia di jajaran TNI. Untuk meningkatkan kemampuan aparat TNI, SBY menilai perlu digelar latihan gabungan. Latihan gabungan juga perlu dilakukan bersama negara-negara lain.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> DPR : Reformasi di TNI Dinilai Lebih Baik dari Institusi Lain

    Redaksi Metro TV : Membangun Kembali Kekuatan TNI

    Jakarta - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia ditandai dengan semangat untuk membangun kembali TNI sebagai kekuatan militer yang bertugas melindungi segenap Tanah Air. Secara bertahap alat utama sistem pertahanan (alutsista) diperbarui agar sesuai dengan tantangan zaman.

    Selama bertahun-tahun kita membiarkan kekuatan militer yang ada, sehingga membuat kita tampak tidak berdaya. Anggaran yang ada pun seringkali dipakai tanpa arah pembangunan alutsista yang terarah.

    Sekarang Kementerian Pertahanan mendapat tugas untuk menyusun penyediaan alutsista yang diperlukan untuk memperbaiki kekuatan militer kita. Bersama tiga matra darat, laut, dan udara yang akan menjadi pengguna, dirumuskan cetak biru pengadaan alutsista untuk beberapa tahun mendatang.

    Mahalnya harga peralatan militer membuat kita tidak bisa memperbaruinya sekaligus. Pembangunan dilakukan secara bertahap dan agar ada kesinambungannya diperlukan cetak biru pembangunan alusista yang jelas.

    DPR sebagai mitra pemerintah ikut mengawasi penyusunan cetak biru dan pelaksanaan pengadaannya. Sebagai pihak yang ikut menentukan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, DPR harus bisa menjamin bahwa pembangunan alutsista benar-benar terarah untuk menghasilkan kekuatan militer Indonesia yang cukup disegani.

    Arah kebijakan yang ditetapkan Kementerian Pertahanan dengan jelas menggariskan, pengadaan alutsista tidak dilakukan hanya dengan membeli dari luar. Kita ingin memberdayakan industri strategis yang dimiliki, sehingga ketergantungan kepada negara lain bisa dikurangi.

    Pola kerja sama produksi dengan negara-negara produsen peralatan militer terus dijajaki. Presiden meminta agar kerja sama dengan negara yang mau melakukan produksi bersama dengan industri strategis dalam negeri didahulukan. Kita ingin pengadaan alutsista diikuti dengan peningkatan kemampuan putra-putra Indonesia dalam penguasaan teknologi militer.

    Kita memiliki industri strategis yang dibutuhkan untuk membangun kekuatan militer yang andal. Kita punya PT Pindad untuk pengadaan kebutuhan militer bagi Angkatan Darat. Kita punya PT PAL yang mampu membangun kapal-kapal yang kuat. Kita juga punya PT Dirgantara Indonesia yang menghasilkan pesawat militer untuk negara-negara di kawasan.

    Hanya selama ini kita tidak memedulikan keberadaan mereka. Baru ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta TNI untuk memanfaatkan PT Pindad dalam pengadaan panser, terbuka kembali mata kita bahwa industri strategis yang kita miliki cukup andal. Kita hanya membutuhkan kemauan politik yang kuat untuk membuat kita tidak terlalu harus tergantung pada bangsa lain.

    Satu hal yang perlu diperhatikan adalah godaan terhadap penggunaan anggaran. Dengan alokasi anggaran yang cukup besar, maka ketidakhati-hatian dalam pengelolaan uang akan membuat keinginan untuk membangun kembali kekuatan militer yang diandalkan, bisa hanya menjadi impian.

    Apalagi di tengah situasi besar di mana kebiasaan untuk mengakali anggaran begitu besar. Berbagai kasus yang terjadi di kementerian dan Badan Anggaran DPR sekarang ini menunjukkan bahwa godaan untuk terjadinya kebocoran dan pemborosan anggaran sangat kuat.

    Tentunya TNI tidak boleh menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan untuk bisa membangun kekuatan militer yang diandalkan. Kebiasaan lama untuk mendapatkan imbalan atau kick-back dari pengadaan alutsista harus ditinggalkan. Seperti sering diingatkan Presiden, Kementerian Pertahanan tidak boleh lagi menjadi kementerian yang "bobo", bocor dan boros.

    Kesempatan untuk membangun kembali TNI sebagai kekuatan yang bisa diandalkan ada di depan mata. Sekarang tinggal terpulang kepada TNI sendiri untuk bisa atau tidak memanfaatkan kesempatan emas tersebut.

    Pilihan untuk menyediakan anggaran yang lebih bagi pembangunan kekuatan militer bukanlah perkara yang mudah. Namun kita menyadari bahwa kita tidak mungkin pula untuk tambal-sulam seperti sekarang. Harus ada konsep pembangunan TNI dan pengadaan alutsistanya secara jelas.

    Kita memang diingatkan oleh pemeo "kalau kita mau perdamaian, maka kita harus siap berperang". Kita membangun kembali kekuatan militer bukanlah untuk gagah-gagahan. Kita hanya tidak mau lagi dilecehkan oleh negara-negara lain sebagai negara besar yang tidak berdaya.

    Dirgahayu ke-66 Tentara Nasional Indonesia!

    Sumber : Metro News TV
    Readmore --> Redaksi Metro TV : Membangun Kembali Kekuatan TNI

    Insiyur Indonesia Di Boeing Berharap Industri Pesawat Indonesia Bangkit

    Jakarta - Boeing 787 Dreamliner yang super keren itu lahir dengan sentuhan insinyur asal Indonesia. Bagaimana tidak, ada 4 insinyur yang terlibat dalam pembuatan burung besi keluaran terbaru perusahaan pesawat asal AS, Boeing, itu.

    "Di Boeing ada sekitar 32 orang lebih orang Indonesia. Yang di 787 Dreamliner itu ada sekitar 4 orang dari Indonesia," ujar salah satu insinyur asal RI yang terlibat dalam pembuatan 787 Dreamliner, Bram Djermani, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (5/10/2011).

    Bram bergabung dengan tim bagian produksi. Sedangkan 3 insinyur Indonesia lainnya bergabung dengan tim planning engineer, liaison engineer dan stress engineer. Mereka bersama hampir 500 orang lainnya dipercaya Boeing untuk terlibat dalam pembuatan hingga pengiriman pesawat.

    "Saya gabung dengan Boeing 4 tahun lalu, dan langsung involve di Dreamliner. Jadi sejak pesawat pertama (Dreamliner) hingga yang sekarang ini," tutur pria kelahiran Jerman ini.

    Dengan fasih, Bram menuturkan keunggulan pesawat ini dibanding pesawat-pesawat lainnya. Dia menyebut Dreamliner 787 terbuat dari komposit sehingga lebih ringan dari pesawat kebanyakan. Selain itu pesawat didesain agar irit bahan bakar. Dibanding pesawat lainnya, Dreamliner 787 lebih irit pemakaian bahan bakar hingga 20 persen.

    "Penumpang yang naik juga tidak cepat capek karena lebih lembab," sambung ayah 3 anak ini.

    Jendela Dreamliner 787 menggunakan kaca gelap, sehingga penumpang tidak akan silau dengan cahaya matahari dari luar yang menerobos ke pesawat. Tak hanya itu, para penumpang juga dimanjakan televisi Panasonic layar sentuh yang berbasis Android.

    Langit-langit pesawat pun didesai tak kalah keren. Warna langit-langit bisa berubah-ubah sesuai keadaan langit. Jika matahari baru terbit, warna langit-langit pesawat berubah warna dari oranye menjadi biru. Penumpang semakin dimanjakan dengan adanya bar dalam tubuh pesawat sepanjang 58 meter tersebut.

    "Di Boeing ada banyak orang dari berbagai negara. Kami bangga bisa terlibat di sini, mampu bersaing dengan orang-orang dari luar lainnya. Tapi kami tidak kehilangan nasionalisme," sambung Bram yang berharap suatu saat industri pesawat Indonesia mampu bangkit dan bersaing dengan produk serupa dari negara lainnya.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Insiyur Indonesia Di Boeing Berharap Industri Pesawat Indonesia Bangkit

    Pengamat : Teknologi Alutsista TNI Masih Di Bawah Singapura & Malaysia

    Jakarta - Teknologi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) milik TNI dinilai masih berada di bawah Malaysia dan Singapura. Namun untuk kemampuan tempur pasukan, TNI boleh berbangga hati.

    "Untuk teknologi memang berada di bawah Malaysia dan Singapura. Tapi saya kira kemampuan personel masih lebih unggul," ujar pengamat militer Mufti Makarim saat dihubungi detikcom, Kamis (6/10/2011).

    Namun Indonesia tentunya tidak bisa terus berbangga dengan kemampuan personelnya saja. Tuntutan ke depan, kemampuan personel yang tinggi harus didukung dengan alutsista yang modern.

    Dalam membangun sistem persenjataan, TNI harus memprediksi ancaman ke depan. Jika masih merasa ancaman lebih banyak dari dalam negeri, maka fokus pertahanan tetap di darat dengan komando teritorial menjadi intinya. Namun jika TNI sudah merasa ancaman terbesar dari luar, maka pembangunan kekuatan akan fokus pada kekuatan laut dan udara.

    "Kalau fokusnya tetap menambah pasukan untuk digelar di seluruh Indonesia ya pasti anggarannya akan habis untuk belanja prajurit, bukan untuk membari alutsista," katanya.

    Menurutnya ada dimensi yang harus dipertimbangkan saat membeli alutsista. Yang pertama adalah pertimbangan Alutsista bukan hanya dibeli, tetapi juga harus dirawat. Jangan sampai saat akan digunakan untuk bertempur ternyata tidak ada suku cadangnya.

    "Lalu kemampuan sinerginya. Ini berkaca pada pengalaman masa lalu. TNI mempunyai banyak senjata dari macam-macam negara. Akibatnya, jangankan menghadapi musuh dari luar, saat operasi militer di Aceh saja kebingungan," jelasnya.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Pengamat : Teknologi Alutsista TNI Masih Di Bawah Singapura & Malaysia

    Pengamat : TNI Butuh Jet Tempur & Kapal Selam Daripada Tank & Meriam

    Jakarta - Anggaran TNI akan meningkat dari Rp 47,5 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 64,4 triliun pada tahun 2012. Untuk meningkatkan kualitas alutsista, TNI dirasakan lebih membutuhkan jet tempur, kapal perang dan kapal selam dibanding meriam artileri, dan tank baja.

    "Kecenderungan perang ke depan bukan lagi konvensional dimana tentara berhadapan dengan tentara. Karena itu jika ada pilihan, lebih baik membeli pesawat tempur, atau kapal selam daripada senjata ringan, tank atau meriam untuk artileri," ujar pengamat militer Mufti Makarim saat dihubungi detikcom, Kamis (6/10/2011).

    Mufti menambahkan TNI juga perlu memperbarui serta menambah peralatan pengintaian seperti radar untuk cegah tangkal. Saat ini radar milik TNI dirasa kurang untuk mengcover seluruh wilayah RI yang luas.

    Mengenai hibah 30 pesawat F-16 dari AS, Mufti meminta pemerintah dan DPR mempertimbangkannya masak-masak. Biaya hibah dan upgrade pesawat bekas memang lebih murah dari membeli pesawat baru. Tetapi namanya barang bekas, tentu ada hal-hal yang selalu harus dipertimbangkan.

    "Harus dipikirkan juga biaya perawatannya. Jam terbangnya juga. Jangan sampai nanti begitu ada kebutuhan operasi malah tidak bisa digunakan," tambahnya.

    Mufti juga menilai embargo persenjataan bisa saja terjadi kembali, bukan hanya dari AS, tetapi juga negara-negara lain. Hal ini tentunya harus dipertimbangkan juga saat membeli senjata.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Pengamat : TNI Butuh Jet Tempur & Kapal Selam Daripada Tank & Meriam

    Surabaya Akan Menjadi Mabes Kowila TNI AL

    Jakarta - Rencana penambahan armada laut baru di Makassar dan pergeseran Markas Komando Armada Kawasan Timur (Koarmatim) dari Surabaya ke Sorong akan membawa sejumlah perubahan di fungsi markas komando.

    Selain markas Koarmatim di Surabaya, perubahan juga terjadi di markas komando Lantamal VI di Makassar. Sementara Koarmabar di Jakarta masih aman dari perubahan. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengungkapkan, markas Koarmatim yang kini ada di Surabaya nantinya digeser ke Sorong.

    Pergeseran termasuk juga Divisi Marinir yang ada di sana. Semula bukan Sorong yang diproyeksikan sebagai markas komando baru untuk Armada Timur, tapi Ambon. Namun karena pertimbangan berbagai hal, terutama geopolitik dan geostrategi, lokasi dialihkan ke Sorong.

    “Sekarang prosesnya mulai berjalan. Sebagian lahan sudah kita bebaskan,” ujarnya usai upacara HUT ke-66 TNI di Mabes TNI kemarin.Dengan pergeseran ini, selanjutnya Surabaya akan ditingkatkan fungsinya menjadi markas komando besar yang membawahi tiga armada laut, yakni barat, tengah, dan timur.

    Pimpinan di markas ini akan dijabat oleh perwira TNI Angkatan Laut berpangkat bintang tiga (laksamana madya atau letnan jenderal untuk Marinir). Adapun untuk lokasi markas komando armada laut di wilayah tengah yang akan dipusatkan di Makassar, rencananya menggunakan markas komando Lantamal.

    “Mako yang ada sekarang mungkin akan kita geser karena akan digunakan untuk calon Armada Tengah,” sebut Untung. Sejauh ini, kata dia, proses pembentukan armada baru masih terus digodok.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Surabaya Akan Menjadi Mabes Kowila TNI AL

    SBY : Tingkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kemampuan industri pertahanan dalam negeri ditingkatkan. Selain itu, Presiden juga meminta agar pemanfaatan produk industri pertahanan nasional dioptimalkan, dalam pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Hentikan ketergantungan yang tidak perlu pada luar negeri dalam pengadaan alutsista,” kata Presiden di sela-sela upacara hari ulang tahun ke-66 TNI, di Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10).

    Presiden melanjutkan, mengingat peran penting dan strategis TNI, pemerintah memberikan perhatian yang besar pada pembangunan kekuatan TNI. Kebutuhan anggaran pertahanan terus ditambah, untuk mewujudkan kekuatan pokok minimum (minimum essential force). “Tambahan anggaran itu kita fokuskan pada modernisasi alutsista, serta peningkatan kesejahteraan prajurit dan PNS TNI beserta keluarganya. Itulah bagian dari komitmen pemerintah, untuk membangun TNI yang makin profesional, modern dan capable, serta makin meningkat kesejahteraannya,” ujar Kepala Negara.

    Di tahun 2012 mendatang, menurut Presiden, pemerintah meningkatkan secara signifikan dukungan anggaran untuk kepentingan pertahanan negara kita. “Dalam RAPBN tahun 2012, anggaran pertahanan dinaikkan dari Rp47,5 triliun pada 2011 menjadi Rp64,4 triliun di tahun 2012, atau naik lebih dari 35 persen. Dengan dukungan anggaran yang makin besar itu, kita lanjutkan peremajaan, modernisasi, serta kualitas pemeliharaan dan kesiapan alutsista TNI AD, TNI AL, dan TNI AU,” ucap Presiden.

    Dengan dukungan anggaran yang makin besar itu pula, Presiden menyerukan untuk melanjutkan peningkatan daya tempur dan kemampuan pertahanan TNI di ketiga angkatan. “Upaya modernisasi, pengembangan, penggantian serta pemeliharaan alutsista, sangat penting untuk mewujudkan postur TNI dengan kemampuan penangkalan yang tinggi, dan kemampuan melaksanakan tugas-tugas operasional yang efektif. Pada tahun-tahun mendatang, anggaran pertahanan negara akan terus diperbesar, agar postur militer kita makin kuat, sehingga misi penegakan kedaulatan negara dan penjagaan keutuhan wilayah dapat kita laksanakan dengan efektif,” ujar Kepala Negara.

    Sumber : Jurnas
    Readmore --> SBY : Tingkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Nasional

    Presiden: Optimalkan Alutsista Buatan Dalam Negeri

    Jakarta - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meminta TNI memaksimalkan penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) produksi dalam negeri. Pengadaan alutsista ini akan terus ditingkatkan dengan penambahan anggaran pertahanan.

    "Pastikan peningkatan alutsista. Optimalkan produk industri pertahanan nasional untuk TNI, dan hentikan ketergantungan yang tak perlu ke luar negeri untuk alutsista,"kata Presiden dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 66 di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10).

    Menurut Presiden, pemerintah telah berkomitmen membangun kekuatan pertahanan dengan memenuhi minimum essential forces (MEF). Komitmen ini dibuktikan dengan peningkatan alokasi dana TNI untuk tahun anggaran 2012 sebesar lebih dari 35 persen, dari yang semula 47,5 menjadi 64,4 persen.

    Presiden berharap, dengan penambahan anggaran ini TNI dapat melakukan peremajaan dan modernisasi alutsista untuk ketiga matra sehingga dapat meningkatkan daya tempur di tiga angkatan. “Sangat penting mewujudkan postur TNI untuk melaksanakan tugas yang efektif. Tahun mendatang akan terus diperbesar. Agar misi penegakan dan penjagaan keutuhan wilayah dapat dilaksanakan dengan berhasil," jelas Presiden.

    Ditambahkan Presiden, TNI juga harus dapat mengatasi tantangan faktual yang terjadi seperti di Selat Malaka, aksi terorisme, persoalan perbatasan, penanganan bencana alam serta meningkatkan kerja sama dengan komponen bangsa lainnya.

    Presiden memerintahkan Kementerian Pertahanan dan kementerian terkait untuk berkoordinasi dalam membangun kekuatan pertahanan yang makin tangguh. Langkah ini diharapkan selaras dengan pengoptimalisasian produk industri pertahanan dalam negeri.

    Hal yang tak kalah penting, kata Presiden, adalah peningkatan SDM dengan pengujian didalam latihan agara dapat sejalan dengan modernisasi alutsista.

    Sumber : Jurnas
    Readmore --> Presiden: Optimalkan Alutsista Buatan Dalam Negeri

    Wednesday, October 5, 2011 | 8:07 PM | 0 Comments

    PT PPA Akan Biayai Produksi NC-295 Buatan PT DI

    Jakarta - PT Dirgantara Indonesia dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) serta Airbus Military melakukan perjanjian kerjasama pembuatan dan pemasaran pesawat-pesawat buatan PT DI ke luar negeri.

    Perjanjian Kerja Bersama atau teaming agreement masing-masing ditandatangani oleh Direktur Utama PT DI Budi Santoso, Direktur Utama PT PPA Boyke W Mukijat dan CEO Airbus Military, Domingo Urena Raso di Jakarta, Rabu (5/10/2011).

    Teaming Agreement merupakan implementasi dari Perjanjian Kerjasama Strategis (Strategic Collaboration Agreement) diantara ketiga perusahaan yang telah ditandatangani pada tanggal 6 Juli 2011 lalu di hadapan Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar.

    Dengan dukungan pembiayaan dari PT PPA, maka PTDI akan memiliki peluang untuk memasarkan dan memproduksi bersama NC295 dengan Airbus Military dan pesawat ini sudah digunakan oleh negara-negara seperti Korea Selatan, Vietnam dan Thailand.

    "Dengan performa yang sudah diuji di negara-negara tersebut, maka NC295 juga dapat mendukung kebutuhan TNI Angkatan Udara dan direncanakan menggantikan armada Fokker 27 yang hampir habis masa pakainya," kata Budi Santoso.

    Teaming agreement ini dianggap akan membuka peluang besar khususnya bagi
    PT DI untuk tetap eksis setelah tahun 2014 mendatang. NC295 saat ini merupakan pesawat yang cukup kompetitif. Bagi PT DI memproduksi NC295 merupakan langkah lanjut karena
    sudah mengenal lama C212 dan CN235, yang merupakan generasi sebelumnya.

    Dengan masuknya pesawat terbang NC295 ke dalam jajaran produk yang dihasilkan PT DI, maka ragam produk yang dihasilkan juga makin bertambah, PT DI menjual upper medium class untuk memenuhi kebutuhan ALUTSISTA Pemerintah RI dan juga pasar di Asia Pasifik.

    Sumber : Tribun
    Readmore --> PT PPA Akan Biayai Produksi NC-295 Buatan PT DI

    Kadispen TNI AL : Armada TNI AL Sebagian Besar Berumur 20 Tahun Lebih

    Jakarta - Kadispen TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati, membenarkan jika armada laut yang dimiliki AL sudah berusia tua di atas 20 tahun. Namun, ia membantah jika armada laut TNI AL sudah tidak layak untuk digunakan.

    "Benar adalah kalau sebagian besar kapal kita sudah berumur 20 tahun ke atas. Soal berapa presentasenya saya belum tahu," ujar Untung, usai menghadiri upacara peringatan HUT TNI 66 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (5/10/2011).

    Menurut Untung, armada laut yang sudah berusia tua bukan berati sudah tidak layak pakai. Ia mencontohkan bahwa, KRI Dewa Ruci yang sudah berumur 50 tahun lebih, masih tetap tangguh.

    "KRI Dewa Ruci buktinya bisa mengelilingi dunia di usia seperti itu," kata Untung.

    Guna mengoptimalkan armada laut TNI AL, Untung mengatakan pihaknya akan melakukan penghapusan bagi Kapal yang sudah hilang kekuatan. Idealnya sebuah tapal tempur hanya bisa beroperasi selama 30 tahun.

    "KRI Dewa Ruci juga akan diganti. Namun kita belum tahu penggantinya," ucapnya.

    Sebelumnya pada Rabu (4/10/2011), LSM Imparsial menyatakan, dari 148 KRI. Hanya 50 persen armada laut TNI AL sudah berusia di atas 20 tahun dan sudah tidak layak.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Kadispen TNI AL : Armada TNI AL Sebagian Besar Berumur 20 Tahun Lebih

    DPR : Anggaran Alutsista 2012 Hanya Untuk Alutsista Lokal

    Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat dengan pemerintah untuk menambah anggaran pembelian alat utama sistem persenjataan atau alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2012 .

    "Kita sepakati alutsista perlu kita tambah anggarannnya," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Komplek DPR, Rabu (5/10/2011).

    Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam perayaan HUT ke-66 TNI mengatakan, ada peningkatan anggaran pertahanan negara dari Rp 47,5 triliun pada 2011 menjadi Rp 64,4 triliun pada 2012. Sebagian anggaran itu, kata Presiden, digunakan untuk melakukan peremajaan, modernisasi, serta kualitas pemeliharaan dan kesiapan alutsista TNI.

    Priyo menilai alutsista TNI sudah kuno untuk ukuran negara sebesar Indonesia. Dia membandingkan anggaran alutsista Indonesia yang lebih kecil dibanding Rusia dan China serta membandingkan alutsista TNI yang kalah dibanding milik tentara Malaysia dan Singapura.

    Untuk itu, lanjut Priyo, diperlukan perbaikan alutsista baik segi kualitas maupun kuantitas. Nantinya, kata dia, pimpinan DPR dan pimpinan Komisi I sepakat agar Kementerian Pertahanan dan setiap angkatan di TNI menyusun daftar alutsista yang sangat diperlukan.

    "Ini penting karena jangan sampai terkesan dana besar yang kita berikan ini hanya untuk beli-beli saja tanpa ada ikhtiar, tanpa tingkatkan alat-alat canggih kemiliteran kita," ucap politisi Partai Golkar itu.

    Priyo menambahkan, pimpinan DPR dan Komisi I juga sepakat agar lebih mengutamakan membeli produk dalam negeri. Pasalnya, kata dia, produk Indonesia sudah digunakan tentara di negara lain.

    "Militer kita malah menengok saja kagak. Ini salah kaprah yang harus diluruskan. Kalau persyaratan itu tidak dipenuhi (membeli produk lokal), mungkin rencana kami menaikkkan anggaran militer urung dipenuhi," pungkas Priyo.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> DPR : Anggaran Alutsista 2012 Hanya Untuk Alutsista Lokal

    English News : Development Of S-500 Air Fefense Systems Behind Schedule

    Moskow - The development of Russia's formidable S-500 air defense system is lagging behind schedule by at least two years, the Izvestia daily said on Wednesday citing a defense industry source.

    According to the source, the first prototypes will be ready and tested by 2015, while the deliveries to the Russian army could start in 2017 at the earliest.

    "The production cycle of this system is about two years. Therefore, even if the prototypes are ready by 2015, the military will not receive production models earlier than in 2017," the source said.

    A source in the Russian Defense Ministry confirmed that the earlier announced schedule of S-500 deliveries in 2015 was "too optimistic," as the prototypes should have already been undergoing field tests to meet the deadlines.

    The S-500, a long-range air defense missile system, is expected to become the backbone of a unified aerospace defense system being formed in Russia.

    The system is expected to have an extended range of up to 600 km (over 370 miles) and simultaneously engage up to 10 targets.

    The Russian military has demanded that the system must be capable of intercepting ballistic missiles and hypersonic cruise missiles and plans to order at least ten S-500 battalions for the future Russian Aerospace Defense.

    Source :  RIA
    Readmore --> English News : Development Of S-500 Air Fefense Systems Behind Schedule

    SBY : Jadilah Tentara yang Dicintai Rakyat

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika menyampaikan instruksinya pada Hari Ulang Tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (5/10/2011), berharap TNI dapat menjadi tentara yang mencintai dan dicintai rakyat.

    "Kepada seluruh prajurit TNI di mana pun saudara berada, jalankan tugas dengan penuh kesungguhan. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jadilah tentara rakyat dan tentara pejuang, yang dicintai dan mencintai rakyat," kata Presiden.

    Turut hadir pada HUT ke-66 TNI, antara lai, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, Ibu Herawati Boediono, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono beserta pimpinan TNI, anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan lembaga tinggi negara, duta besar negara sahabat, dan lainnya.

    Presiden mengatakan, 66 tahun yang lalu, TNI lahir dari rahim rakyat, berjuang bersama rakyat, dan membangun untuk kepentingan rakyat. Lebih dari enam dasawarsa, TNI telah menorehkan sejarah gemilang dalam membela, mempertahankan, dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Pada kesempatan itu, Presiden mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada prajurit TNI yang telah dan sedang melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara, mengemban tugas di perbatasan negara dan pulau-pulau terdepan, serta mengemban tugas misi perdamaian di berbagai belahan dunia.

    "Secara khusus saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas operasi militer TNI untuk membebaskan kapal dan warga negara Indonesia yang disandera oleh perompak Somalia, termasuk kesiapan melaksanakan operasi militer lanjutan jika diperlukan, demi kehormatan dan nama baik negara kita. Kita semua berharap, ke depan TNI dapat terus meningkatkan pengabdiannya dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya sesuai amanat konstitusi," kata Presiden.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> SBY : Jadilah Tentara yang Dicintai Rakyat

    Perayaan Hari Ulang Tahun ke-66 TNI Lebih Sederhana Dari Tahun Lalu

    Jakarta - Upacara peringatan ulang tahun ke-66 Tentara Nasional Indonesia (TNI) hari ini, Rabu 5 Oktober 2011, berlangsung lebih sederhana dibanding tahun lalu. Upacara kali ini digelar untuk kalangan terbatas di Plaza Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

    Jika tahun sebelumnya upacara dibuka untuk masyarakat umum dan diwarnai dengan demonstrasi akrobatik dari pesawat-pesawat tempur dan latih TNI, kali ini pesawat-pesawat itu hanya melintas dari ketinggian tertentu di atas markas besar TNI. Dua pesawat yang akan melintas adalah Sukhoi 27 dan Hawk 100/200.

    Namun, gelar persenjataan tetap dilakukan dalam upacara kali ini. Antara lain, 4 peluru kendali rudal detasemen artileri pertahanan udara Kodam Jaya, 8 kendaraan taktis Anoa Batalyon Infanteri Mekanis 201/Kodam Jaya, 2 unit roket multi laras 70 grade Marinir, 4 unit tank BMP-3 F Marinir, 2 unit tank Howitzer Marinir, 2 unit landing vehicle tank, 2 unit radar portabel milik Pasukan Khas TNI Angkatan Udara dan 3 unit helikopter terdiri dari helikopter MI35 TNI AD, helikopter Bell TNI AL dan helikopter Super Puma TNI AU.

    Selain itu, dalam upacara HUT TNI kali ini juga akan ditampilkan demonstrasi terjun payung dari anggota TNI dan kepolisian, beladiri militer Yong Moodo, beladiri militer MAA, rampak beduk, dan tarian dari daerah Papua.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Perayaan Hari Ulang Tahun ke-66 TNI Lebih Sederhana Dari Tahun Lalu

    Presiden : TNI Dan Polri Harus Bersatu Mencegah Aksi Teror dan Kekerasan

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut berperan menjaga keamanan dan keutuhan bangsa. Beberapa waktu terakhir ini Indonesia menghadapi gangguan keamanan seperti aksi terorisme, bentrokan sosial, benturan horizontal, dan kegiatan separatis.

    "Saya instruksikan aparat melakukan pencegahan dan tindakan yang efektif terhadap terorisme dan aksi kekerasan," kata SBY dalam sambutannya di Peringatan Hari Lahir ke-66 TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 5 Oktober 2011.

    Presiden SBY mengatakan rakyat tidak boleh mendapat ancaman dan gerakan separatis tidak boleh mengancam keutuhan bangsa. Aparat keamanan dan TNI harus bisa melindungi dan mengayomi masyarakat. "Ini harus dicegah dan dihentikan, keamanan dan keutuhan itu menjadi tanggung jawab kepolisian, tapi TNI bisa ikut mencegah aksi kekerasan dan terorisme," ujar SBY.

    Dia mengatakan peran dan tugas yang cukup besar dalam menjaga keamanan dan keutuhan negara merupakan komitmen TNI di masa reformasi. TNI kini telah menjalankan tugasnya secara profesional. Dulu, kata SBY, TNI sering dikritik dalam perannya pada sosial dan politik. Kini TNI murni menjalankan tugasnya sesuai dengan undang-undang, sesuai dengan demokrasi, menghormati aturan hukum (rule of law), dan hak asasi manusia.

    Selain TNI dan polisi, SBY juga meminta peran intelijen dalam mengantisipasi segala aksi yang bisa mengancam keutuhan dan keamanan negara. TNI, kata dia, bisa meningkatkan perannya dalam komando teritorial hingga ke daerah.

    Dalam upacara Hari Ulang Tahun ke-66 TNI itu Presiden SBY didampingi Ibu Negara Kristiani Herrawati, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparno, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

    Peringatan ini dimeriahkan demonstrasi flypass pesawat tempur TNI Angkatan Udara, free fall, bela diri militer Yong Moodo, bela diri militer MAA, rampak bedug, dan tarian Papua. TNI juga memamerkan persenjataan, peluru kendali PORRAD Detasemen Artileri Pertahanan Udara, kendaraan taktis Anoa, roket multilaras 70 Grade Marinir, BMP-3 F, Howitzer, radar portabel Paskhas, dan helikopter TNI.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Presiden : TNI Dan Polri Harus Bersatu Mencegah Aksi Teror dan Kekerasan

    Presiden : Tahun 2012, Anggaran Belanja TNI Meningkat 35 Persen

    Jakarta - Seiring dengan tugas berat yang diemban, pemerintah berkomitmen meningkatkan anggaran bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah telah menyiapkan rencana untuk menaikkan anggaran belanja TNI pada 2012 hingga 35 persen. Peningkatan anggaran itu terutama untuk pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

    Pemerintah, kata SBY, akan mengalokasikan anggaran hingga Rp 64,4 triliun untuk TNI pada 2012, meningkat dari anggaran tahun 2011 sebesar Rp 47,5 triliun. "Mendorong dan pengembangan alutsista sangat penting," kata SBY dalam sambutannya di upacara HUT ke-66 TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 5 Oktober 2011.

    Pembaruan persenjataan, kata SBY, juga harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia di jajaran TNI. Untuk meningkatkan kemampuan aparat TNI, SBY menilai perlu digelar latihan gabungan. Latihan gabungan juga perlu dilakukan bersama negara-negara lain.

    SBY berharap tambahan anggaran nantinya juga bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. Menurut dia, pemerintah tetap memedulikan nasib para prajurit yang telah memberikan pengabdian kepada bangsa.

    Dalam kesempatan tersebut Presiden juga menyampaikan terima kasihnya atas peran TNI dalam upaya pembebasan Kapal Sinar Kudus yang dibajak para perompak Somalia beberapa waktu lalu.

    Dalam upacara itu Presiden SBY didampingi Ibu Negara Kristiani Herrawati, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparno, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

    Peringatan ini dimeriahkan demonstrasi flypass pesawat tempur TNI Angkatan Udara, free fall, bela diri militer Yong Moodo, bela diri militer MAA, rampak bedug, dan tarian Papua. TNI juga memamerkan persenjataan, peluru kendali PORRAD Detasemen Artileri Pertahanan Udara, kendaraan taktis Anoa, roket multilaras 70 Grade Marinir, BMP-3 F, Howitzer, radar portabel Paskhas, dan helikopter TNI.

    Sumber : TEMPO
    Readmore --> Presiden : Tahun 2012, Anggaran Belanja TNI Meningkat 35 Persen

    DPR : TNI Harus Modernisasi Alutsista

    Jakarta - Modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dinilai belum berjalan dengan baik. TNI didesak segera melakukan modernisasi mengingat besarnya anggaran yang didapat.

    Demikian dikatakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pramono Anung di Komplek DPR, Rabu (5/10/2011). Pramono dimintai tanggapan HUT ke-66 TNI.

    Pramono menyoroti angkatan laut dan udara yang belum melakukan perbaikan alutsista. Pramono membandingkan kekuatan persenjataan TNI AU yang kalah kuat dibanding negara tentangga yakni Malaysia dan Singapura. Padahal, wilayah kedua negara itu jauh lebih kecil.

    "Sederhana saja, pengadaan radar. Radar kita belum mencakup seluruh negara kesatuan. Jadi, kalau ada pesawat perang masuk, kita belum bisa mendeteksi secara keseluruhan. Harusnya moderinasi sudah dilakukan," ucap dia.

    Meski demikian, Pramono menilai positif reformasi di internal TNI yang berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari permasalahan di tubuh TNI yang lebih kecil dibanding institusi lainnya.

    "Sekarang TNI sudah bisa menempatkan diri sebagai penjaga pertahanan negara. Itu tentunya kita berikan apresiasi kepada TNI. Itu tidak gampang, tapi mereka bisa melakukan," pungkas politisi PDI-P itu.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> DPR : TNI Harus Modernisasi Alutsista

    Panglima TNI : Alutsista yang Modern Tingkatkan Moril Prajurit

    Jakarta - Keberadaan alutsista yang modern dan kesejahteraan prajurit yang makin meningkat, akan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas TNI, termasuk meningkatkan moril para prajurit dalam mengemban tugas-tugas yang diberikan oleh negara.

    Demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Laksamana Muda TNI Ir. Sudirman, S.E., M.A.P saat bertindak selaku inspektur upacara pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (5/10).

    Peringatan HUT ke-66 TNI di Mabesal diikuti sekitar dua ribu personel yang terdiri dari Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS TNI AL yang berdinas di lingkungan Mabesal. Selain digelar di Mabesal peringatan yang sama juga dilaksanakan di seluruh Kotama dan Satuan TNI AL di segenap penjuru tanah air dan termasuk di luar negeri. Di samping itu, sebagian pasukan TNI AL juga melaksanakan Upacara Peringatan HUT TNI di Markas Besar TNI dengan inspektur upacara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

    Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. mengatakan, tema peringatan HUT ke-66 TNI Tahun 2011 ini adalah ”Dengan Keterpaduan dan Profesionalisme, TNI Bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan Menegakkan Kedaulatan serta Keutuhan NKRI”. “Tema ini merefleksikan niat, tekad dan semangat seluruh keluarga besar TNI untuk berbuat dan berkarya dengan lebih baik, lebih berkualitas dan lebih berkapasitas. Disamping itu, tema ini dapat dimaknai sebagai komitmen dan upaya TNI untuk mengingatkan bahwa seluruh komponen bangsa dan setiap warga negara memiliki tanggung jawab dalam pembelaan negara,” katanya.

    Panglima TNI juga mengatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat luas, dengan posisi geografis yang amat strategis, tentu memerlukan sistem pertahanan yang tangguh dan didukung oleh tentara yang kuat dan profesional. Dalam membangun kemampuan tangkal tersebut, lanjut Panglima TNI, Pemerintah telah memberikan perhatian besar pada pembangunan kekuatan TNI, melalui upaya modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan dan pembangunan “Kekuatan Minimal” serta peningkatan kesejahteraan prajurit. “Bahkan pada RAPBN 2012, Pemerintah telah menaikan anggaran pertahanan yang signifikan dari anggaran di tahun sebelumnya,” kata Panglima TNI.

    Menurut Panglima TNI, sesuai amanah konstitusi, TNI mengemban tugas pokok untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. “Sebagai manifestasi dari peran internasional, TNI mengemban tugas pemeliharaan perdamaian di berbagai wilayah konflik di dunia. Di samping itu, TNI juga melaksanakan berbagai tugas, untuk membantu masyarakat mengatasi kesulitan atau kedaruratan tertentu, seperti bencana alam. Tugas-tugas konstitusional itu dilaksanakan baik melalui operasi militer untuk perang, maupun operasi militer selain perang,” lanjut Panglima TNI.

    Sumber : Pikiran Rakyat
    Readmore --> Panglima TNI : Alutsista yang Modern Tingkatkan Moril Prajurit

    TNI Pamerkan Alutsista di Hari Ulang Tahunnya ke-66

    Jakarta- Tentara Nasional Indonesia (TNI) merayakan hari ulang tahunnya ke-66 pada hari ini, Rabu 5 Oktober 2011. Dalam perayaan HUT TNI kali ini pasukan upacara akan menggelar beberapa alat utama sistem senjata (alutsista).

    Perayaan yang digelar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur ini dimulai tepat pukul 09.00
    WIB. Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono hadir dalam acara tersebut. Hadir pula para pejabat TNI seperti Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, KSAL Laksamana TNI Soeparno dan KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat. Selain itu sejumlah menteri di kabinet tampak hadir.

    HUT TNI ke 66 ini bertema "Dengan keterpaduan dan profesionalisme, TNI bersama komponen bangsa siap menjaga dan menegakkan kedaulatan serta keutuhan NKRI".

    Sejumlah alutsista yang dipamerkan diantaranya empat pucuk peluru kendali (Rudal) PORRAD Datasemen Artileri Pertahanan Udara (Denarhanud) Rudal 003/Kodam Jaya. Delapan unit Kendaraan Taktis (rantis) ANOA (empat unit putih dan empat unit loreng) batalyon infanteri mekanis 201/kodam jaya. Dua unit roket multi laras 70 grade marinir. Empat unit BMP tiga F marinir. Dua unit HOWITZER Marinir. Dua unit LVT-7 Marinir. Dua unit Radar Portable Paskhas. Tiga Unit Helikopter TNI (1 MI 35 TNI AD, satu unit Bell TNI AL, dan satu unit Super Puma TNI AU).

    Perayaan ini juga diwarnai oleh aksi demonstrasi dari para anggota TNI seperti Fly Pass Pesawat Tempur TNI AU, Free Fall, Beladiri Militer Yong Moodo, Beladiri Militer MAA, Rampak Bedug dan Tarian Papua. Terakhir acara tambahan yakni penandatanganan sampul hari pertama perangko seri TNI.

    Hingga pukul 09.15 WIB acara masih berlangsung. Presiden menjadi inspektur upacara di mimbar kehormatan didampingi pejabat-pejabat TNI.(DETIK/WDN)
    Readmore --> TNI Pamerkan Alutsista di Hari Ulang Tahunnya ke-66

    KSAL : Armatim Akan Geser Ke Sorong

    Jakarta - Dalam kurun 2010–2014, Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengembangkan kekuatan dengan membentuk armada, satuan, dan skuadron baru.

    Pengembangan ini diharapkan berjalan dengan tidak sertamerta diikuti penambahan jumlah personel.Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, postur dan struktur yang dikembangkan ke depan bercirikan peningkatan profesionalisme TNI dengan memusatkan diri pada tugas-tugas pertahanan, baik dalam bentuk operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).

    “Dalam konteks ini, fokus pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan alutsista menjadi agenda mendesak,” katanya seusai geladi bersih peringatan HUT ke-66 TNI di Jakarta kemarin. Agus menyebut, hingga 2014 tersebut akan dibentuk armada laut, satuan angkatan darat, dan skuadron udara baru.

    Untuk TNI Angkatan Laut diharapkan sudah terbentuk armada baru. “Dalam kurun waktu tersebut dibangun menjadi tiga armada (sebelumnya dua, timur dan barat) dan tiga Pasmar,”ujarnya. Adapun untuk TNI Angkatan Darat, diharapkan Kostrad menambah satu Divisi Lanud, satu Yonarmed,dua Brigif,dan dua Yonif.

    “Di beberapa Kodam juga dibangun satuan tempur setingkat Brigade dan Batalion,” sebut dia. Sedangkan matra udara membentuk empat skuadron udara berbagai jenis pesawat dan helikopter. “Juga tiga satuan radar dan tiga detasemen khusus, serta mengembangkan Paskhas dan pembentukan beberapa Lanud,”bebernya.

    Program-program pengembangan tersebut harus sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan dalam setiap pembentukan satuan.“Pertama ada rezising, kedua adalah zero growth.Ini perlu dipegang, sehingga pembentukan satuan baru tidak serta-merta menambah jumlah personel.Tapi,relokasi sedemikian rupa sehingga jumlah personel kita pertahankan,” tegasnya.

    Panglima menekankan, kedua rambu-rambu tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki postur anggaran di tubuh TNI. Pihaknya menghindari adanya pembengkakan anggaran untuk keperluan belanja pegawai karena akan berdampak pada ketersediaan anggaran bagi belanja modal.

    “Kalau sebagian besar untuk belanja pegawai, yang untuk perawatan dan penambahan alutsista jadi berkurang. Untuk kita konsisten dengan perencanaan kita, menambah satuan bisa, tapi tidak sertamerta mengembangkan jumlah personel,”tandas Agus.

    Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno menuturkan, dengan adanya pengembangan armada, maka nantinya jumlah armada menjadi tiga setelah selama ini hanya ada dua,yakni Armada Barat dan Armada Timur.“Nanti ada Armada Tengah. Tapi, pelaksanaannya tidak bisa sulapan. Kami harus menyiapkan sarana dan prasarana, anggaran, juga penataan personel sesuai arahan Panglima TNI agar memerhatikan zero growhtdan rezising,”tuturnya.

    Karena itu, lanjut dia, pihaknya harus menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan bagi pembentukan sebuah armada.“Alutsista yang ada akan dibagi rata sesuai dengan kebutuhan masing-masing, termasuk personel. Jadi, tidak ada penambahan personel, tidak ada penambahan alutsista secara signifikan. Kita atur alutsista itu bagaimana sesuai kebutuhan masing-masing,” terang Soeparno.

    Dia menerangkan, ada beberapa hal yang mendasari pembentukan armada baru tersebut,yakni adanya daerah rawan di setiap armada, adanya tiga alur laut di Kepulauan Indonesia yang tiap alur akan diawasi oleh masing-masing armada. “Juga perbandingan luas laut tiap-tiap armada,dan jumlah alutsista untuk diversinya agar merata,”sebut dia.

    Soeparno menambahkan, untuk markas komando Armada Barat nanti berada di Jakarta. Sedangkan Armada Timur dari semula di Surabaya menjadi Sorong, serta Armada Tengah di Makassar.“Tiga armada ini dibawahi oleh Komando Wilayah Laut RI atau Kowila. Diharapkan nanti perwira bintang tiga,”katanya.

    Sebelumnya,Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku telah memperhitungkan berapa jumlah skuadron udara yang akan dibangun, termasuk di mana saja lokasinya. Namun, mantan menteri ESDM ini enggan untuk menerangkan secara lebih detail. “Cukup banyak, lebih dari tiga skuadron,”kata dia.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> KSAL : Armatim Akan Geser Ke Sorong

    Tuesday, October 4, 2011 | 7:07 PM | 0 Comments

    Airbus Akan Bantu PT DI Asal Dapat Jatah Proyek Pembuatan Pesawat Fokker

    Jakarta - Airbus Military bakal membantu PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk merestrukturisasi perusahaan dengan menjalin kerja sama usaha. Sebagai imbalan, Airbus minta kemudahan mengantongi pesanan pesawat yang akan dibuat Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

    "Airbus minta supaya Fokker, salah satu perusahaan yang diakuisisi Airbus ini, untuk mendapat jatah pesanan pesawat yang akan dibuat Kemenhan," ujar Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Selasa (4/10).

    Sekadar informasi, PT DI merupakan sub kontraktor untuk industri pesawat terbang besar di dunia, seperti Airbus dan Boeing.

    Tak hanya terkenal sebagai produsen pesawat berbadan besar seperti Airbus A320, perusahaan ini juga ahli membuat prototipe pesawat komersial dan militer.

    Hidayat menjelaskan, dalam kerja sama restrukturisasi, Airbus tak hanya membantu melakukan bimbingan teknis dan kinerja selama satu hingga dua tahun, namun juga membantu penjualan pesawat ke luar negeri, di luar wilayah ASEAN.

    Dalam program restrukturisasi ini, Airbus pun berperan sebagai konsultan dengan membantu menyusun program kerja. "Setelah bimbingan teknis selesai, kedua perusahaan itu nanti akan melanjutkan kesepakatan kerja sama patungan," ujarnya.

    Sumber : KONTAN
    Readmore --> Airbus Akan Bantu PT DI Asal Dapat Jatah Proyek Pembuatan Pesawat Fokker

    Imparsial : HUT ke-66 TNI, Armada Angkatan Laut Masih Memprihatinkan

    Jakarta - Kekuatan armada militer Angkatan Laut Indonesia memprihatinkan. Dengan luas teritorial laut sebesar 7,9 juta kilometer persegi, Indonesia hanya memiliki 148 KRI. Itu pun 50 persennya berusia di atas 20 tahun bahkan mencapai 60 tahun.

    Hal itu diungkapkan, Direktur Program Imparsial, Al Araf, saat jumpa pers '66 Tahun TNI' di Sekertariat Imparsial, Jl Slamet Riyadi, Jakarta, Selasa (4/10/2011).

    "Dengan kekuatan seperti itu, TNI AL kita hanya mampu meng-cover 30 persen teritorial laut. Data tersebut diperoleh dari laporan TNI pada tahun 2011," jelas Al Araf.

    Untuk mencakup seluruh wilayah laut Indonesia, Al Araf menyarankan, agar TNI AL memiliki minimal 300 KRI dalam kondisi baik. Ia juga mengatakan, sampai saat ini zona perbatasan Indonesia masih menjadi titik rawan sengketa.

    "Di Ambalat masih terdapat sepuluh titik bermasalah, di Kalimantan merupakan titik api yang berpotensi menjadi sumber sengketa," ucapnya.

    Selain itu, lanjut Al Araf, infrastruktur TNI AL di wilayah perbatasan laut Indonesia masih minim. Al Araf, yang baru saja melakukan pengamatan langsung di perairan Sebatik, Kalimantan, mengatakan radar TNI AL sudah tidak bisa digunakan.

    "Baru saja 2 hari yang lalu, saya menuju Sebatik. Saya lihat sendiri, radar Pangkalan Angkatan Laut di sana sudah tidak aktif selama 9 bulan, padahal radar tersebut masih dalam golongan baru dan hibah dari Amerika," tuturnya pria lulusan Manajemen Pertahanan ITB ini.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Imparsial : HUT ke-66 TNI, Armada Angkatan Laut Masih Memprihatinkan

    KSAL : Indonesia Perlu Kapal Selam dan Fregat Baru

    Jakarta - Indonesia sedang menjajaki pembelian kapal selam dan kapal perang baru jenis fregat.

    "Kemungkinan besar kita membeli dari negara Asia. Saat ini sudah dijajaki kapal selam buatan Korea Selatan," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Suparno, Selasa (4/10/2011) di Jakarta.

    Suparno menjelaskan, pihaknya tidak memilih kapal selam buatan Eropa Barat karena disesuaikan kemampuan keuangan. Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan untuk membeli dari produsen lain di Asia, selaian Korea Selatan.

    Korea Selatan kini sedang memperbaiki kapal selam KRI Nanggala yang akan kembali beroperasi awal tahun depan di Indonesia. Sedangkan pengadaan fregat, menurut Suparno, diharapkan bisa diwujudkan sebanyak tiga unit.

    "Pembangunan fregat direncanakan dalam bentuk kerja sama asing dan dalam negeri. Sebagian modul dibuat di dalam negeri," kata Suparno.

    Selain persenjataan, Suparno menegaskan, sangat penting menyediakan perumahan dan perbaikan kesejahteraan prajurit TNI AL. Dengan memenuhi kebutuhan dasar prajurit, mereka akan lebih fokus dalam bertugas.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> KSAL : Indonesia Perlu Kapal Selam dan Fregat Baru

    TNI AL Sedang Menjajaki Pengadaan Helikopter Anti Kapal Selam

    Jakarta - TNI Angkatan Laut mengincar helikopter tempur Sea Wolf untuk masuk jajaran tempur memperkuat armada laut Indonesia.

    Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Suparno di Jakarta, Selasa (4/10/2011), mengatakan, helikopter tersebut memiliki fungsi perang antikapal selam. "Kami merencanakan membeli satu skuadron Sea Wolf untuk mendukung operasi pengamanan laut dan juga mampu menggelar peran antikapal selam," kata Suparno.

    Helikopter Sea Wolf buatan Amerika Serikat diketahui juga dapat berperan sebagai gunship atau dilengkapi senjata berat untuk memberi dukungan tembakan udara-permukaan.

    Sebelumnya, sempat dikabarkan adanya rencana pembelian helikopter Lynx atau Super Lynx.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> TNI AL Sedang Menjajaki Pengadaan Helikopter Anti Kapal Selam

    Pesawat A400M Mendarat Di Bandara Halim Perdana Kusuma

    Jakarta - Pesawat angkut militer modern buatan Airbus tipe A400M mendarat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (4/10/2011).

    Kepala Dinas Penerangan Lanud Halim Mayor (Sus) Gerardus Maliti menjelaskan, pesawat singgah beberapa hari di Jakarta. "Pesawat tersebut akan mengadakan demonstrasi dan joy flight yang dapat diikuti media yang dijadwalkan Kamis atau Jumat. Pesawat tersebut kini berada di Skuadron Udara 2 di Lanud Halim," kata Maliti.

    Kementerian Pertahanan RI, siang ini, akan menandatangani kerja sama dengan pihak Airbus terkait rencana pengembangan pesawat transport militer yang mungkin dibangun bersama antara Airbus dan Indonesia. Saat ini, Airbus tipe A400M dioperasikan di banyak negara Eropa Barat sebagai pengganti pesawat angkut C-130 Hercules dan C-160 Transall yang sudah beroperasi sejak tahun 1960-an. Daya angkut A400M adalah dua kali kemampuan Hercules dan Transall.

    Airbus A400M dapat terbang hingga ketinggian 37.000 kaki dengan kecepatan maksimum 0,72 kecepatan suara. A400M bermesin turboprop dengan penggerak delapan bilah di tiap baling-baling pesawat bermesin empat itu. A400M dapat mengangkut 116 pasukan para dan mampu mengisi bahan bakar di udara (air refueling).

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> Pesawat A400M Mendarat Di Bandara Halim Perdana Kusuma

    Direktur PT DI : KF-X / IF-X Memiliki Kemampuan 4,5 Jam Terbang Dan Daya Angkut 6000 Kg

    Jakarta - PT Dirgantara Indonesia ( PT DI) siap menggarap proyek pengembangan pesawat tempur generasi 4,5 dengan Korea Selatan. Sebanyak 35 staf PT DI kini sudah berada di Seoul buat mematangkan proyek ini.

    "Mereka dikirimkan dalam tugas negara yang diberikan kepada PT DI oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertahanan," kata Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis PT DI, Dita Ardonni Jafri di Jakarta, Senin (3/10).

    Kementerian Pertahanan menjadi koordinator program dengan melibatkan TNI-AU, PT DI, ITB, Kementerian Riset dan Teknologi serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

    Persiapan untuk pembuatan pesawat tempur masa depan yang sementara ini diberi kode KF-X/IF-X (Korea Fighter Experiment/Indonesia Fighter Experiment) tersebut akan berjalan panjang dan sertifikasi baru akan keluar sekitar tahun 2021.

    Pesawat tempur akan berkelas di atas F-16 atau Sukhoi-30, namun masih di bawah F-35 Amerika Serikat yang sudah masuk generasi 5.

    Di luar Amerika Serikat, baru Indonesia dan Korea Selatan yang serius mempersiapkan pesawat tempur sekelas ini dan dirancang terbang berdaya tahan terbang 4,5 jam dan berdaya angkut 6.000 kg, termasuk sistem persenjataan.

    Dalam program ini, Indonesia berusaha memajukan industri nasional dengan aktif merancang, memproduksi, mengintegrasi dan mengujikan pesawat tempur ini.

    Rancangannya diarahkan memenuhi persyaratan operasi jangka pendek, menengah dan jangka panjang TNI AU, disamping guna meningkatkan kemampuan industri, pengembangan teknologi nasional, dan kemandirian sistem pertahanan nasional di masa datang.

    Kedua pemerintah telah menandatangani Letter of Intent proyek ini pada 6 Maret 2009 dan Nota Kesepahaman (MOU) pada 15 Juli 2010, lalu Kesepakatan Penjagaan Kerahasiaan pada 20 November 2010 serta Hak Kekayaan Intelektual dan Persetujuan Proyek pada 11 Maret 2011.

    Program KF-X/IF-X memasuki fase pengembangan teknologi selama setahun (2011-2012), kemudian akan memasuki fase pengembangan rekayasa manufaktur mulai 2013 sampai 2020, dan produksi pada 2021.

    Sumber : MetroTV News
    Readmore --> Direktur PT DI : KF-X / IF-X Memiliki Kemampuan 4,5 Jam Terbang Dan Daya Angkut 6000 Kg

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.