ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Friday, July 20, 2012 | 8:22 AM | 0 Comments

    Dirjen Renhan Kemhan: Pembangunan MEF TNI Dilakukan Bertahap

    Jakarta - Pembangunan kekuatan TNI diarahkan kepada struktur ideal. Namun dihadapkan dengan keterbatasan sumber daya yang ada, maka pembangunan kekuatan TNI dilakukan secara bertahap melalui pemenuhan kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF).

    Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan ( Dirjen Renhan Kemhan) Marsda TNI Sunaryo, Rabu Pagi (18/7) saat menjadi nara sumber dalam acara Talk Show “Sarapan Pagi” di Radio KBR 68H.

    Talkshow yang disiarkan secara on air dari Sudio Mini Pusat Komuikasi Publik Kemhan ini merupakan kerjasama antara Kemhan bersama Radio KBR 68H dalam rangka memberikan informasi secara rutin kepada publik terkait kebijakan Pemerintah melalui Kemhan di bidang pertahanan negara.

    Lebih lanjut Dirjen Renhan Kemhan mengatakan, dalam rangka mewujudkan MEF secara bertahap selama tiga Rencana Startegis (Renstra) yaitu Renstra 2010-2014, Renstra 2015-2019 dan Renstra 2020-2024, Pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 35 Tahun 2011 tentang Percepatan Pemenuhan Kekuatan Pokok Minimal TNI.

    Untuk tahun 2012 ini, diharapkan akan terwujud sasaran pembangunan yang meliputi terwujudnya postur pertahanan sebesar 28, 7 %, terbangunnya 25 Pos Pertahanan baru di wilayah perbatasan dan 6 pos di pulau terluar / terdepan beserta prajuritnya, revitalisasi industri pertahanan serta menurunnya gangguan keamanan laut atau pelanggaran hukum di laut.

    Lebih lanjut Dirjen Renhan Kemhan menjelaskan, pada tahun 2012 alokasi anggaran untuk pembangunan kekuatan pertahanan negara sebesar Rp. 72, 53 T dengan alokasi Kemhan Rp.19 T, Mabes TNI Rp. 6, 02 T, Mabes AD Rp.30,30 T dan Mabes AL Rp. 9,20 T, serta AU Rp. 8,01 T. Apabila berdasarkan jenis belanja adalah 48.05 % untuk belanja pegawai dan sisanya untuk belanja barang sebesar 15, 85 % dan belanja modal sebesar 36, 1 %.

    Terkait dengan kesejahteraan Prajurit TNI dan PNS Kemhan, Dirjen Renhan menjelaskan bahwa Pemerintah melalui Kemhan terus melakukan peningkatan kesejahteraan Prajurit TNI dan PNS Kemhan berupa, kenaikan gaji pokok sebanyak 10%, pemberian gaji ke 13, kenaikan uang lauk pauk, pemberian tunjangan operasi keamanan bagi TNI dan PNS yg bertugas di wilayah perbatasan dan pulau - pulau terkecil terluar dan pemberian tunjangan kinerja.

    Sumber : DMC
    Readmore --> Dirjen Renhan Kemhan: Pembangunan MEF TNI Dilakukan Bertahap

    Sukhoi Tertarik Kerjasama Pembuatan Komponen Pesawat Dengan PT DI

    Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengajukan desain pesawat untuk perusahaan penerbangan Sukhoi. Rencananya pengajuan desain tersebut telah diberikan kepada pihak Sukhoi pada awal tahun.

    "Kita lagi mengajukan penawaran untuk mereka, gambara awal tahun ini, mereka melakuka test flight perkenalan karyawan kami juga ikut karena telat,"ujar Direktur Utama PT DI Budi Santoso, di Kementerian BUMN, Kamis (19/7/2012).

    Menurut Budi Santoso, kalau pihak Sukhoi tertarik dengan model-model pesawat buatan Indonesia. Sukhoi mengakui kehebatan pesawat buatan Indonesia dari contoh Airbus. "Mereka percaya Indonesia berepa jenis pesawat kita punya keunggulan. Mereka tahunya dari Airbus. Jadi kalau kita tidak mengirim ke mereka ya pesawat mereka nggak jadi,"ungkap Budi Santoso.

    Budi Santoso menjelaskan, untuk membangun satu komponen pesawat pihak Sukhoi memerlukan waktu satu sampai dua pesawat bikin toolingnya. Untuk peralatannya, Budi mengatakan, produksinya perlu satu sampai dua tahun karena beda dengan bikin kapal. "Biasanya kita buat perlu satu sampai dua tahun. Kalau sukhoi, perlu 40 sampai 60 pesawat dalam setahun, bagian belakangnya pesawat, ekornya pesawat, mudah-mudahan bisa jalan,"papar Budi Santoso.

    PT Dirgantara Akan Produksi Ekor Sukhoi

    PT Dirgantara Indonesia menerima pesanan untuk mengerjakan ekor pesawat Sukhoi. "Mereka minta kami membuat bagian belakang, dari vertical fin ke belakang," kata Direktur Utama Dirgantara Indonesia, Budi Santosa, di Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Budi menuturkan nilai kerja sama itu diperkirakan US$ 40-60 juta per set.

    Budi mengatakan saat ini Dirgantara Indonesia masih mengajukan gambar dan penawaran kepada Sukhoi. Menurut dia, gambar tersebut ditargetkan selesai awal tahun depan. Budi menjelaskan Sukhoi tertarik untuk bekerja sama karena melihat air frame Airbus yang dikerjakan Dirgantara Indonesia. Untuk saat ini kerja sama masih sebatas tahap negosiasi.

    Budi mengatakan pengerjaan peralatan produksi untuk membuat komponen pesawat memakan waktu satu hingga dua tahun. Sukhoi sendiri, kata Budi, membutuhkan 40-60 pesawat setiap tahun. Menurut Budi, pengerjaan bagian belakang pesawat Sukhoi nantinya akan ditangani ahli teknik dari Dirgantara Indonesia.

    Budi menuturkan mayoritas produksi perusahaannya saat ini untuk memenuhi pesanan militer. "Pesanan untuk militer mencapai 70-80 persen," ujar Budi. Sebanyak 80 persen tersebut merupakan pesanan yang harus dipenuhi sampai dengan 2016. Budi berharap setelah 2016 porsi pesanan akan berbalik, yaitu 70-80 persen untuk keperluan penerbangan sipil dan sisanya untuk militer.

    Sumber : Tribun/TEMPO
    Readmore --> Sukhoi Tertarik Kerjasama Pembuatan Komponen Pesawat Dengan PT DI

    KSAD : Hercules Berasap Cerminan Kondisi Alutsista Saat Ini

    Bandung - Salah satu hal yang dikenang oleh peserta Ekspedisi Khatulistiwa yang menjelajahi Pulau Kalimantan selama 3,5 bulan ternyata moda transportasi. Salah satunya yakni menaiki pesawat Hercules yang membawa dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan.

    "Ternyata pesawat ini beroperasi sejak tahun 1964," kata peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Abdul Haris Mustari, Kamis (19/7).

    Abdul Haris didaulat menjadi perwakilan peneliti yang memberikan kesan selama mengikuti Ekspedisi Khatulistiwa selama 3,5 bulan terakhir. Menyambung soal pesawat Hercules, dia mengaku ternyata pengalaman tersebut cukup mendebarkan. Salah satunya, sewaktu di udara, muncul asap di dalam pesawat.

    Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Pramono Edhie Wibowo, menjelaskan bahwa hal itu merupakan cerminan alutsista yang dimiliki TNI saat ini. Dia berharap agar modernisasi peralatan tempur bisa segera dilakukan setelah terhenti selama 20 tahun terakhir.

    Sembari bercanda, Pramono menuturkan bahwa penumpang sipil tidak perlu khawatir bila menaiki Hercules bersama tentara. Bila tentara masih bernyanyi di dalam pesawat, berarti belum ada masalah. Indikator lain yang bisa dilihat, apakah sang pilot sudah berkeringat. "Bila belum berkeringat, artinya dia yakin masih bisa mendaratkan pesawat ini," ujarnya.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> KSAD : Hercules Berasap Cerminan Kondisi Alutsista Saat Ini

    Merpati Pesan 20 Unit CN-212 Buatan PT DI

    Bandung - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA)memesan 20 unit pesawat jenis CN 212 kepada PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan harga per unit berkisar 6-7 juta dolar AS.

    Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) jual beli dilakukan antara Dirut PT DI Budi Santoso dan Dirut Merpati Rudi Setyoputro yang disaksikan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

    "Dari 20 unit yang dipesan Merpati itu, sebanyak 4-5 unit pesawat akan diserahkan pada tahun ini juga (2012), selebihnya diserahkan bertahap pada tahun-tahun berikutnya," kata Budi Santoso.

    "Kerja sama ini merupakan langkah awal dan kembangkitan kembali kedua perusahaan, sebagai perwujudan dari sinergi di antara BUMN," ujar Budi Santoso.

    Sementara itu, Dirut Merpati Rudi Setyoputro mengatakan, pengadaan pesawat dengan pola sewa beli leasing purchase) tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kegiatan operasional Merpati secara berkesinambungan.

    Ia menjelaskan, dengan penambahan pesawat tersebut maka jumlah pesawat Merpati akan menjadi sekitar 50 unit dari saat ini sebanyak 30 unit pesawat. "Kami proyeksikan penambahan 20 unit pesawat baru akan memberi kontribusi paling tidak 20 persen terhadap total pendapatan," ucapnya.

    Sumber : Seruu
    Readmore --> Merpati Pesan 20 Unit CN-212 Buatan PT DI

    Thursday, July 19, 2012 | 7:55 AM | 0 Comments

    BPPT Ciptakan Ciptakan Mobile Shooting Range Untuk Polri

    Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berharap wahana menembak simulasi berjalan (mobile shooting range/MSR) bisa diproduksi massal dan dimiliki oleh kepolisian di seluruh Indonesia.

    Hal ini dikemukakan Kepala BPPT Marzan Azis Iskandar pada serah terima pengalihan status barang milik negara berupa MSR kepada Kepala Puslitbang Polri Brigjen Mangisi Situmorang di Jakarta, kemarin.

    "Kehadiran wahana simulasi menembak berjalan atau mobile shooting range (MSR) diharapkan bisa diproduksi massal dan dimiliki oleh kepolisian di seluruh Indonesia," kata Marzan.

    Dia juga berharap antara BPPT dan Polri terjalin terpelihara dan berkembang program kerja sama guna memenuhi kebutuhan Polri. Kerja sama mengenai MSR merupakan hasil perekayasaan BPPT, PT Pindad, dan Polri. MSR dikembangkan di pusat teknologi industri pertahanan dan keamanan yang dimiliki BPPT. Alat latihan menembak ini sudah digunakan di lingkungan Polri. Sedangkan di bidang pertahanan, BPPT sudah mengembangkan sistem amunisi, panser, dan pesawat udara tanpa awak.

    "Ke depan tentunya membutuhkan penyempurnaan. Bagaimana teknik menembak tanpa perlu mengunakan peluru tajam atau peluru asli karena harganya cukup mahal. Bisa juga dengan simulasi yang dapat dianalisis arah tembakannya. Seperti orang main golf, sekarang sudah bisa disimulasikan tanpa perlu pergi ke lapangan," ujar Marzan.

    Semnentara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri Brigjen Mangisi Situmorang mengungkapkan satu mobil prototipe MSR adalah salah satu kerja sama di bidang inovasi dan perekayasaan.

    "Kerja sama inovasi dan perekayasaan harus terus ditingkatkan. Kami berharap ada kerjasama dan bantuan-bantuan teknologi lainnya," ujar Situmorang.

    MSR yang kini digunakan Polri masih satu alat, digunakan sebagai simulasi latihan menembak dengan jarak minimal 10 meter. Untuk pengembangan prototipe ini menghabiskan dana sebesar Rp 1,2 miliar.

    Sumber : Suara Karya
    Readmore --> BPPT Ciptakan Ciptakan Mobile Shooting Range Untuk Polri

    Wednesday, July 18, 2012 | 4:46 PM | 0 Comments

    PT DI Rekrut 1.500 Karyawan Baru Hingga 2015

    Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menargetkan perekrutan sebanyak 1.500 karyawan baru hingga 2015 dalam rangka revitalisasi industri kedirgantaraan nasional itu.

    "Perekrutan dilakukan mulai 2012 ini, ditargetkan peremajaan SDM akan dilakukan hingga 2015 dengan target 1.500 karyawan baru, semuanya tenaga ahli di bidang manufaktur dan kedirgantaraan," kata Direktur Umum dan SDM PT Dirgantara Indonesia, Sukatwikanto, di Bandung, Rabu.

    Menurut Sukatwikanto, peremajaan karyawan itu juga dalam rangka regenerasi SDM di lingkungan PT DI dimana jumlah karyawan yang memasuki masa pensiun 2013 - 2015 cukup besar. "Pada 2013 hingga 2015 banyak karyawan yang memasuki masa pensiun, sehingga harus dilakukan regenerasi dan saat ini sudah mulai dilakukan, mempersiapkan mereka cukup hingga setahun," katanya.

    Ia mengakui sejumlah insinyur atau ahli di bidangnya mempunyai peluang diperpanjang hingga usia 60 tahun. Renegerasi sumber daya manuia yang dilakukan PT DI, kata dia merupakan kebutuhan bagi perusahaan untuk tetap mempertahankan performance dan kinerja.

    Dengan regenerasi SDM ini, maka diharapkan pada 2020 bisa siap mendukung PT DI menjadi menufactur sesuai dengan rencana kerja perusahaan.

    "Ke depan program dan proyek yang akan ditangani PT DI semakin besar dan berkembang dengan mengoptimalkan jejaring bisnis kedirgantaraan yang terus digenjot," katanya.

    Regenerasi SDM itu juga merupakan bagian dari revitalisasi PT DI yang juga dilakukan di sektor mesin produksi, revitaliasi bisnis serta revitaliasi modal kerja.

    Khusus untuk revitalisasi permesinan untuk mendukung produksi pembuatan komponen pesawat, PTDI menganggarkan dana sebesar Rp500 miliar untuk pengadaan mesin-mesin produksi yang baru.

    "Mesin-mesin baru itu akan menggenjot kinerja dua kali lipat dalam pengerjaan proyek pembuatan komponen, namun mesin-mesin lama tetap digunakan," katanya.

    Tahun 2011 hingga 2012 sudah dilakukan pengadaan mesin baru, namun angkanya masih kecil. Namun setelah adanya Penyertaan Modal Negara program revitalisasi mesin-mesin PT DI akan digulirkan.

    "Mesin-mesin baru itu akan meningkatkan kinerja dan penyelesaian pesanan komponen dari sejumlah perusahaan kedirgantaraan dunia," katanya.

    Salah satunya, kata Sukatwikanto, untuk proyek N-295, A-235 serta sejumlah komponen lain. Khusus untuk N-295, PT DI ditunjuk untuk menangani di kawasan Asia Pasifik.

    "Saat ini tidak ada satupun perusahaan kedirgantaraan dunia yang membuat pesawat sendirian, semuanya dilakukan dengan memanfaatkan grup dan jaringan dengan perusahaan kedirgantaraan lainnya," katanya.

    Begitu juga dengan PT DI selain membuat pesawat juga menjadi bagian dalam proyek pengadaan komponen pesawat dari sejumlah pabrikan pesawat dunia," katanya.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> PT DI Rekrut 1.500 Karyawan Baru Hingga 2015

    PT DI : Pengadaan CN-295 Masih Terhambat Tanda Bintang DPR

    Bandung - Selain pembangunan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi yang terganjal dananya oleh DPR, ternyata ada juga penganggaran lain yang terhambat, yakni pengadaan sembilan pesawat CN 295 oleh Kementerian Pertahanan yang komponennya dikerjakan PT Dirgantara Indonesia. Hingga kini belum jelas apakah dana pembayaran kepada PT DI bisa segera dikucurkan, mengingat mereka sudah mengirimkan sebagian komponen untuk dirakit.

    Hal tersebut diutarakan Kepala Tim Komunikasi PT DI Sonny Saleh Ibrahim. Kontrak pemesanan sembilan pesawat CN 295 diteken Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dalam acara Singapore Air Show bulan Februari 2012. Hingga kini, anggaran senilai 325 juta dollar AS belum juga dikucurkan karena masih diberi tanda bintang yang berarti masih harus diklarifikasi.

    "Saat ini pembahasan sudah masuk pada Badan Anggaran. Kami tidak tahu di mana masalahnya," kata Sonny, Rabu (18/7/2012).

    Meski belum jelas kapan dana pembelian dikucurkan, PT DI sudah mengirimkan sebagian komponen pesawat ke pabrik Airbus Military di Spanyol. Tindakan itu disebutnya sebagai inisiatif agar dana bisa segera turun.

    Disinggung mengenai kontrak lainnya, Sonny mengaku bahwa tidak ada masalah dengan pembelian pesawat oleh angkatan bersenjata lainnya, seperti TNI Angkatan Laut yang memesan helikopter jenis Bell 412EP yang dirakit PT DI.

    Sumber : KOMPAS
    Readmore --> PT DI : Pengadaan CN-295 Masih Terhambat Tanda Bintang DPR

    Indonesia Mengirim 4 Sukhoi Ke Australia Dalam Rangka Exercise Pitch Black 2012

    Canberra (WDN/MIK) - Indonesia akan mengirim pesawat tempur Sukhoi untuk mengambil bagian dalam latihan simulasi pertempuran udara di Australia pada bulan ini, hal ini juga menandakan era baru dalam peningkatan kerjasama pertahanan antara kedua negara tersebut.

    Sebelumnya TNI AU tidak memberi akses untuk melakukan latihan bersama dengan Angkatan udara Australia untuk menjajal pesawat tempur buatan Rusia tersebut, yang sengaja dibangun untuk menyaingi pesawat tempur generasi ke empat pesawat buatan AS.

    Empat pesawat tempur Sukhoi akan melakukan Exercise Pitch Black 2012 di Northern Australia untuk melakukan simulasi duel pertempuran udara dengan pesawat tempur F-18 milik AU Australia di wilayah udara Australia dan Indonesia.

    Selain itu pesawat tempur AS juga ikut berpartisipasi dalam latihan yang dimulai pada 27 Juli hingga 17 Agustus dan akan di markas angkatan udara di Darwin dan Tindal.

    Menurut pengamat militer John Farell mengatakan keputusan untuk mengirim pesawat tempur Sukhoi ke Australia akan mempererat kerjasama pertahanan antara ADF dan TNI AU.

    "Selama ini Indonesia sendiri belum siap untuk mengirim pesawat tempur utama untuk melakukan latihan di luar negeri," kata Farrel, yang menerbitkan Majalah Defender Australia dan Selandia Baru.

    "Pengiriman pesawat tempur menunjukkan bahwa Australia dan Indonesia telah melihat ada ancaman yang lebih besar di wilayah kedua negara tersebut,"katanya, hal ini merujuk kepada China dan India.

    "Pesawat tempur Su-27 merupakan aset pertahanan udara paling rahasia. Dan hal ini sekaligus membuka kepercayaan kepada Australia yang selama satu dekade hubungan militer kedua negara sempat membeku."

    Hal ini juga merupakan mosi percaya dalam hubungan pertahanan setelah Indonesia menyatakan keprihatinan atas penempatan marinir AS di Darwin.

    Juru bicara TNI AU kolonel Agung Sasongkojati membenarkan pengiriman pesawat tempur ke Australia dalam rangka Exercise Pitch Black 2012.

    Dia juga mengatakan pengirim pesawat tempur TNI AU juga bertujuan untuk melatih pilot dalam melakukan latihan bersama dengan negara asing.

    TNI AU baru-baru ini telah membeli pesawat tempur sukhoi. TNI AU juga saat ini telah mengoperasikan 10 pesawat tempur sukhoi diantaranya 6 Su-27 dan 4 Su-30MK2, selain itu TNI AU juga akan menambah enam pesawat tempur Su-30MK2.

    Sebuah pertemuan Joint Community yang disahkan antara Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudoyono dan Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan bahwa kerjasama antara Australia dan Indonesia untuk melakukan kerjsama pertahanan yang didasar atas kesetaraan dan mendorong para Menteri pertahanan kedua negara untuk meninjau lagi kerjasama keamanan yang sudah dulu dibentuk.

    Saat ini Australia dan Indonesia sedang melakukan bernegoisasi dalam membentuk peraturan kerjasama pertahanan.

    Hubungan militer antara Australia dan Indonesia sempat tegang selama bertahun-tahun. Hubungan militer antar kedua negara pada titik terendah saat tahun 1999, ketika itu Austalia mengirim tentaranya ke Timor timur untuk meredam kelompok-kelompok milisi pro-Indonesia.

    Tetapi dalam tahun-tahun terakhir hubungan militer kedua negara mencair dengan adanya bantuan tenaga ahli ke Indonesia untuk menumpas teroris.

    Keputusan pesawat tempur Sukhoi sendiri diyakini sudah mendapatkan restu dari Presiden Indonesia.

    Sumber : Casey Weekly Rerwick
    Readmore --> Indonesia Mengirim 4 Sukhoi Ke Australia Dalam Rangka Exercise Pitch Black 2012

    Komisi I : Penolakan Dua Anggota Parlemen Jerman Soal Leopard Itu Lumprah

    Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat mendukung pembelian tank Leopard dari Jerman. Secara politik, kata Ketua Komisi I DRP Mahfud Siddiq, tak ada hambatan di parlemen.

    Produsen tank Leopard, Krauss Maffei Wegman atau KMW, memastikan kesepakatan jual-beli terserbut tak memiliki kondisinalitas politik, persyaratan politik, dan telah memberikan persetujuan mengenai jual-beli tersebut.

    "Mengenai keberatan hukum dari parlemen Jerman, itu seharusnya menjadi agenda yang diselesaikan pihak Jerman, bukan Indonesia," ujar Mahfud Siddiq kepada Detik kemarin.

    Dalam kunjungan kerja Komisi I ke Jerman, perusahaan KMW menjelaskan mereka telah mendapatkan lisensi untuk menjual, memperlihatkan persyaratan perizinan dari perlemen, serta menyertakan garansi pembelian ke Indonesia. Proses pembelian tersebut menunjukkan kemajuan bahwa KMW akan menyiapkan kebutuhan TNI AD dan menyiapkan draf kerjasama tranfer teknologi dengan PT Pindad.

    Sebelumnya, Komisi I sempat berkeberatan atas pengajuan permohonan pembelian tank Leopard dari Belanda, ditambah pihak parlemen Belanda menolak jual-beli tersebut. "Tapi pihak angkata darat berkeras menginginkan tank Leopard, akhirnya Komisi I menawarkan pilihan dari Jerman. Kondisi terakhir seperti itu dan belum ada pembahasan kembali," katanya.

    Tapi dua anggota partai kiri tengah Sosial Demokrat dan Partai Hijau di parlemen Jerman, Gernot Erler dan Katja Keul, menilai penjualan tersebut ilegal menurut hukum di Jerman dengan alasan situasi penegakan hak asasi manusia di Indonesia meragukan dan menglanggar ekspor senjata.

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I Ramadhan Pohan mengadakan opini parlemen bebas disampaikan dalam negeri demokrasi seperti Indonesia. Pohan mengatakan pemerintah Indonesia dan parlemen Jerman tak memilik ganjalan politik. "Dalam politik, segala sesuatu tak cuma berpatok legal atau ilegal. Legal itu formalistik, mengikat. Dalam beropini mengenai pembelian tank Leopard, demokrasi tetap memberi ruang. Tak jadi masalah," kata Pohan kepada Detik.

    Sumber : DETIK EPAPER
    Readmore --> Komisi I : Penolakan Dua Anggota Parlemen Jerman Soal Leopard Itu Lumprah

    KSAU: Penyelidikan Fokker 27 Sudah Selesai

    Kulon Progo - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengungkapkan penyelidikan jatuhnya pesawat Fokker 27 di Lanud Halim Perdanakusuma beberapa waktu lalu sudah final.

    Hal tersebut diungkapkan perwira bintang empat itu seusai peringatan Hari Bakti TNI AU ke 65 di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Selasa (17/7).

    Menurutnya, penyebab jatuhnya Fokker 27 adalah kerusakan pada mesin pesawat. “Ibaratnya seperti power steering pada mobil, kalau salah satu mesinnya tidak berfungsi maka akan berat sekali. Pesawat tentu saja beda dengan mobil, kalau mogok risikonya ada,” ujar KSAU. Menurut dia, berdasarkan road map zero accident, TNI AU sudah mengandangkan pesawat jenis Fokker 27 tersebut. Sebagai gantinya, saat ini TNI AU tengah mengupayakan pengadaan pesawat angkut baru yang diproduksi dalam negeri seperti CN 253.

    “Ke depan kami berharap semua kebutuhan alutsisa TNI AU bisa diproduksi sendiri. Saat ini sudah ada berbagai jenis pesawat transportasi, helikopter Cougar diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia. Untuk pesawat tempur, akan ada kerjasama dengan Korea,” ujarnya. Terkait hibah empat pesawat Hercules dari Australia, menurut Imam pesawat tersebut masih layak terbang karena baru mengantongi 15.000 jam terbang.

    “Karena masih bagus jadi kami terima, karena memang untuk satu unit pesawat jenis itu kalau beli baru harganya mencapai $100 juta. Ke depan akan ditambah enam unit lagi dan ditempatkan di Lanud Hasanudin Makassar untuk membantu berbagai operasi nonmiliter,” ujarnya. Sumber : SOLOPOST
    Readmore --> KSAU: Penyelidikan Fokker 27 Sudah Selesai

    Tuesday, July 17, 2012 | 10:28 AM | 0 Comments

    TNI AU Akan Tempatkan 16 Unit F-16 Di Pekanbaru

    Pekanbaru - Sebanyak 16 unit pesawat tempur F-16 bakal hadir di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Realisasi kehadiran F-16 ini pada 2014 mendatang.

    Sebelumnya 2013, Lanud yang menjadi induk tempur wilayah barat Sumatera ini akan dikembangkan menjadi tipe A.

    ‘’Untuk proses naik kelas dari B ke tipe A ini, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru tinggal pelaksanaan. SK presiden sudah keluar melalui Panglima TNI AU,’’ kata Danlanud Kolonel Pnb Bowo Budiarto SE, melalui Kepala Dinas Logistik, Letkol Tek P Siboro saat menjamu wartawan di VIP Room Lanud, Senin (16/7).

    Dijelaskannya, syarat untuk naik kelas, jauh-jauh hari sudah dilakukan, dan hal yang paling penting itu adalah penambahan satu Skadron tempur lagi yang sudah dirancang pembangunannya.

    ‘’Saat ini kami sudah merancang pembangunan satu skadron tambahan untuk memenuhi syarat naik kelas pangkalan ini, namun untuk pelaksanaanya masih menunggu instruksi. Lokasi hanggarnya sudah disiapkan,’’ tambah Siboro yang saat acara didampingi juga oleh Kepala Dinas Personel Letkol Adm Robert Simanjuntak, Komandan Skatek 045 Letkol Tek Shobarul, Danyon 462 Paskhas Letkol Pasukan Supomo, dan juga Kapentak Kapten Sus Filfadri.

    Jika penambahan satu skadron sudah selesai, artinya skadron sudah mencukupi dua, maka untuk proses masuknya F-16 dapat menjadi kenyataan.

    Untuk satu skadron itu diperkirakan cukup menampung 16 unit F-16.

    ‘’Untuk syaratnya harus ada dua skadron udara di pangkalan udara. Saat ini baru satu skadron yaitu skadron udara 12. Sementara yang akan dibangun itu adalah skadron 16,’’ ujarnya.

    Ditambahkan Kepala Dinas Personil Letkol Adm Robert Simanjuntak, alasan dinaikkan kelas Lanud Roesmin Nurjadin, sesuai dengan letaknya yang strategis dalam melakukan pengamanan dari ancaman dari pihak luar.

    ‘’Jika ini dapat terealisasi, maka untuk pangkalan yang berstatus tipe itu Lanud Roesmin Nurjadin merupakan yang ke tujuh. dan untuk wilayah Sumatera merupakan yang pertama,’’ jelasnya.

    Sumber : RIAU POS
    Readmore --> TNI AU Akan Tempatkan 16 Unit F-16 Di Pekanbaru

    Monday, July 16, 2012 | 8:28 AM | 0 Comments

    Indonesia-China Tingkatkan Kerja Sama Antiteror

    Jinan - Militer Indonesia dan China sepakat untuk memperluas kerja sama antiteror, untuk mengantisipasi ancaman terorisme yang makin beragam tidak saja di darat, tetapi juga di laut dan udara.

    Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim menjawab ANTARA di Jinan, Shandong, China, Minggu, mengatakan ancaman terorisme dari waktu ke waktu semakin beragam sehingga perlu peningkatan kerja antiteror antarnegara khususnya antara Indonesia dan China.

    "Kami sekarang telah memulai latihan bersama antiteror antara Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat dengan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata China, kedepan mungkin dapat ditingkatkan menjadi latihan antiteror antarpasukan khusus laut dan udara kedua militer," ujarnya.

    Ia menambahkan selain untuk mempererat kerja sama yang telah berjalan baik, perluasan kerja sama antiteror antara militer Indonesia dan China, juga bertujuan meningkatkan profesionalisme satuan pasukan khusus kedua negara di masing-masing matra tidak saja darat tetapi juga laut dan udara.

    "Perluasan kerja sama juga penting untuk mengantisipasi ancaman terorisme yang makin beragam terutama di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik," kata Dedi.

    Hal senada diungkapkan Kepala Staf Kodam Jinan Letjen TNI Zhao Zhongqi yang mengatakan pihaknya sangat berharap latihan bersama antarpasukan khusus militer kedua negara dapat terus ditingkatkan di masa datang dengan material yang lebih beragam sesuai dengan pola dan ragam ancaman terorisme yang berkembang.

    "Latihan bersama ini merupakan kesepakatan pimpinan kedua negara dan diharapkan dapat terus ditingkatkan di masa datang. Pada latihan pertama kita telah belajar bagaimana komandan memimpin sebuah operasi khusus dan pada tahap kedua, latihan difokuskan pada keterampilan dan kemampuan individu pasukan khusus dalam menangani ancaman terorisme," katanya.

    Zhongqi berharap materi dan pola latihan dapat terus dikembangkan sesuai dengan ancaman yang dihadapi utamanya ancaman terorisme di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

    Kopassus dan pasukan khusus China untuk kedua kalinya menggelar latihan bersama dengan sandi "Sharp Knife II/2012" di Pangkalan Latihan Terpadu di Kodam Jinan, Shandong, China, sejak 3--15 Juli 2012.

    Masing-masing komando pasukan khusus mengerahkan 76 personelnya untuk melakukan latihan antiteror.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Indonesia-China Tingkatkan Kerja Sama Antiteror

    Indonesia-China Barometer Stabilitas Kawasan

    Jinan - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan Indonesia dan China merupakan dua negara besar di Asia yang menjadi barometer stabilitas keamanan di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

    "Karenanya, sangat wajar jika Indonesia dan China, khususnya angkatan bersenjata kedua negara saling bekerja sama untuk membina dan menjaga stabilitas kawasan," katanya, dalam sambutan tertulis pada penutupan latihan bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat dan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata China (PLA) di Jinan, Shandong, China Minggu.

    Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Dedi Kusnandi Thamim, Panglima TNI mengatakan semangat kebersamaan dan persahabatan serta profesionalisme yang telah ditunjukkan selama latihan adalah modal bagi peningkatan kerja sama kemitraan antara Indonesia dan China, khususnya angkatan bersenjata kedua negara di masa datang.

    "Hubungan dan kerja sama yang baik antara angkatan bersenjata kedua negara merupakan bagian dari kemitraan srategis yang disepakati kedua negara, untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas kedua pihak dalam memelihara perdamaian dan keamanan regional dan internasional," kata Agus Suhartono.

    Ia menegaskan, Indonesia dan China merupakan dua negara yang menjadi barometer stabilitas kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik yang memiliki nilai dan posisi yang sangat strategis.

    "Indonesia dan China, utamanya angkatan bersenjata kedua negara harus terus bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam menangani berbagai ancaman keamanan di dua kawasan tersebut, termasuk menghadapi ancaman terorisme, penanganan epidemi, kejahatan transnasional," katanya.

    Panglima TNI menambahkan latihan bersama antiteror telah memberikan motivasi, inspirasi, dan pencerahan tentang aspek-aspek penanggulangan terorisme, termasuk yang terjadi di kawasan sesuai dengan perkembangan strategis yang ada.

    Sementara itu Kepala Staf Kodam Jinan Letnan Jenderal Zhao Zhongqi mengatakan latihan bersama antara Kopassus dan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata China merupakan tonggak baru bagi hubungan kedua negara, khususnya angkatan bersenjata kedua pihak.

    "Para peserta latihan bersama ini, tidak saja menjadi saksi mata makin kokohnya kemitraan strategis yang telah dijalankan kedua negara utamanya untuk bersama-sama membangun dan memelihara perdamaian dan keamanan regional dan internasional," katanya.

    Zhongqi mengatakan latihan bersama itu meruakan salah satu bentuk reaksi dan antisipasi terhadap berbagai ancaman yang terjadi di kawasan dan internasional. "Semua materi latihan diselesaikan secara baik dan lancar sesuai harapan, melalui saling percaya, saling berbagi pengalaman dan mempererat hubungan dan kerja sama dalam mengantisipasi berbagai ancaman yang terjadi," ujarnya.

    Kopassus dan pasukan khusus China untuk kedua kalinya menggelar latihan bersama dengan sandi "Sharp Knife II/2012" di Pangkalan Latihan Terpadu di Kodam Jinan, Shandong, China sejak 3 Juli hingga 15 Juli 2012.

    Masing-masing komando pasukan khusus mengerahkan 76 personelnya untuk melakukan latihan antiteror.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Indonesia-China Barometer Stabilitas Kawasan

    Sunday, July 15, 2012 | 1:58 PM | 0 Comments

    Wamenhan : Realisasi Tank Leopard Tinggal Tunggu Administrasi

    Jakarta - Kabar baik bagi Anda yang ingin melihat Tank Leopard beraksi di Indonesia. Setelah mendapat lampu hijau dari DPR, proses selanjutnya adalah administrasi pengadaan antara pihak kementerian dengan produsen.

    "Realisasi dukungannya adalah pencabutan tanda bintang agar supaya anggaran itu dapat dialirkan oleh menkeu," kata Wakil Menhan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin saat ditemui detikcom, Sabtu (14/7/12), selepas acara bedah buku "Celotehan Linda" di restoran Omah Btari Sri, Jl Ampera Raya No 11, Jakarta Selatan.

    Rencananya tank buatan Jerman ini akan tiba di Indonesia pada bulan Oktober tahun ini. Sjafrie berharap proses pembelian yang berbiaya US$ 250 juta ini berlangsung cepat dan lancar.

    "Apabila proses administrasi itu sudah selesai maka tentunya kita akan masuk kedalam tahap produksi," lanjutnya.

    Berapa jumlah tank leopard yang akan dipesan? "Maksimal kita minta 15, minimal 4," kata mantan Pangdam Jaya itu.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Wamenhan : Realisasi Tank Leopard Tinggal Tunggu Administrasi

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.