ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, March 5, 2011 | 7:30 PM | 0 Comments

    Rusia Mengklaim Memiliki Pesawat Tempur Tercepat Di Dunia

    Prototipe Sukhoi T-50.

    TRIBUNNEWS.COM - Negara mana yang memiliki pesawat tercepat? Rusia sukses melakukan tes prototipe dari generasi kelima pesawat tempur tercepat, futuristik, sangat cepat, dan akan dimiliki pasukan angkatan udara Rusia tahun 2013.

    Dilansir AP, jika klaim ini benar, maka negara ini selama dua dekade terakhir dengan sistem senjata teknologi terkini akan membuat Amerika Serikat (AS) terkalahkan. Pesawat ini disebut Sukhoi T-50.

    "Ini adalah sebuah pencapaian tertinggi Rusia pasca-Uni Soviet dan kami meninggalkan Eropa, China, dan Jepang tertinggal di belakang dengan membuat generasi kelima pesawat tempur," demikian disampaikan Alexander Khramchikin, ahli analis dari Institute of Political and Military Analysis.

    "Ini akan menempatkan Rusia pada level tertinggi militer dan mungkin lebih tinggi," ujarnya. China baru-baru ini melakukan pengetesan versi mereka pesawat tempur pengintai. Namun, ahli Rusia mengatakan pesawat jenis jet J-20 tidak memenuhi kriteria dari pesawat tempur generasi kelima yang memiliki kecepatan supersonik, kemampuan radar yang hebat, dan senjata terintegrasi.

    Sumber: TRIBUN NEWS
    Readmore --> Rusia Mengklaim Memiliki Pesawat Tempur Tercepat Di Dunia

    Anggaran Pertahanan China Mencapai Rekor $ 91,5 miliar




    TAIPEI - Cina telah mengumumkan kenaikan 12,7 persen anggaran pertahanan tahunan ke level tertinggi baru $ 9,15 miliar, naik dari $ 78,6 miliar pada 2010 dan kembali ke pertumbuhan dua digit tercatat hampir sepanjang tahun 2000-an. meningkat dari tahun lalu adalah 7,5 persen. anggaran pertahanan China meningkat dari $ 27,9 miliar pada tahun 2000 menjadi $ 60,1 miliar pada tahun 2008.
    Cina melampaui Jepang pada tahun 2007 dan Inggris pada tahun 2008 anggaran pertahanan dan sekarang kedua setelah Amerika Serikat

    analis pertahanan AS menuduh Cina menyembunyikan anggaran yang sebenarnya, yang selama beberapa tahun terakhir bisa lebih dari $ 100 miliar per tahun.

    "Tidak ada hal seperti pengeluaran apa yang disebut militer tersembunyi di China," kata Li Zhaoxing, juru bicara Sesi Keempat Kongres Rakyat Nasional 11, di sebuah konferensi pers 4 Maret mengumumkan anggaran.

    Li mengatakan sebagian besar pengeluaran tahun ini akan digunakan ke arah perbaikan moderat dalam persenjataan, pelatihan, pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur dan tinggal perbaikan standar untuk "grass root unit." Laporan keuangan anggaran pertahanan yang baru hanya 6 persen dari total anggaran China, katanya.

    "Saya pikir Li benar atas penjelasan kenaikan anggaran militer baru," kata Zhuang Jianzhong, wakil direktur Pusat Studi Strategi Nasional di Shanghai Jiao Tong University. Harga komoditas telah meningkat pesat, dan upah dan subsidi relatif rendah dibandingkan dengan personil militer Barat, katanya.

    Mayor Jenderal Zhu Chenghu, Direktur Jenderal, Departemen Kajian Strategis, Universitas Pertahanan Nasional, menggema penjelasan. gaji Militer berusaha untuk mengikuti dengan meningkatnya inflasi sebagai ekonomi Cina terus berkembang, katanya.

    militer China juga harus memenuhi tuntutan pendidikan dan pelatihan personil sebagai militer mengambil tanggung jawab internasional yang lebih, seperti patroli pembajakan di Teluk Aden dan keterlibatan lanjutan dalam operasi penjaga perdamaian PBB.

    Sebagai contoh, Zhuang dikutip keterlibatan militer Cina di evakuasi warga Cina dari Libya dan meremehkan kritikus yang menyarankan militer China sedang merencanakan ekspedisi asing. Cina tidak memiliki "niat untuk memperluas atau menyerang atau pangkalan militer luar negeri," katanya.

    Ada juga sebuah argumen bahwa militer ingin lebih menghormati dari Partai Komunis China (PKC). Richard Fisher, wakil presiden Penilaian Internasional yang berbasis di Washington dan Strategi Pusat, mengatakan PKC hidup dalam ketakutan dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Pimpinan partai perlu meningkatkan gaji pejabat, "jangan sampai inflasi berderap saat dan ketidakpuasan sosial yang dihasilkan mencuci ke PLA."

    kekuasaan Partai akan "runtuh jika PLA itu untuk bangun beberapa hari dan 'suara' menentangnya," yang "mencerminkan kekuatan, tapi juga takut."

    Tidak semua orang membeli "inflasi" dan "kenaikan gaji" argumen untuk peningkatan hampir 13 persen dalam anggaran pertahanan.

    "Mengingat tingkat inflasi sekitar 4 persen, yang merupakan kenaikan riil 8 persen," kata Richard Bitzinger, seorang analis intelijen AS mantan, sekarang anggota senior dengan S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura.

    "Meskipun mungkin sedikit lebih rendah daripada tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 15 tahun terakhir, masih naik dari tahun lalu dan tampaknya konsisten dengan penekanan lanjutan China pada menempatkan sumber daya yang cukup besar dalam membangun militer," katanya.

    "Jika kita menerapkan deflator paritas daya beli untuk yuan, akan berada pada ukuran yang sangat sedikit dua kali lipat dari anggaran pertahanan Cina."

    Transparansi tetap isu tidak hanya dalam pengeluaran pertahanan China, tetapi juga dengan kemampuan lain Cina dan niat, kata Andrew Erickson, seorang pertahanan China spesialis di US Naval War College.

    "Bahkan data yang paling dasar tentang anggaran pelayanan tetap tidak tersedia untuk peneliti asing," katanya. "Kemampuan militer China jelas tumbuh, tapi niat - setidaknya di luar menegaskan kontrol atas klaim teritorial dan maritim, untuk memasukkan Taiwan - tetap agak jelas."

    Erickson menunjuk upaya mahal oleh militer China untuk modernisasi kekuatan, termasuk pembukaan baru-baru ini pesawat tempur-20 sembunyi J, perlengkapan dari kapal induk Varyag mantan dan pengembangan dari rudal Dong Feng 21d balistik anti-kapal.

    Juga, tujuan strategis Beijing "sama sekali tidak memerlukan sumber daya militer bahwa Washington membutuhkan untuk melawan dua perang dan mempertahankan keberadaan global," katanya.

    Meskipun Cina adalah memperluas keberadaan globalnya dan sekarang melakukan operasi pertama militer di Mediterania mengevakuasi warga Cina dari Libya, itu masih jauh di belakang AS dalam jangkauan global dan tanggung jawab.

    Satu penjelasan untuk kembali China untuk double digit meningkatkan pengeluaran militer adalah bahwa kepemimpinan PKC "perlu meningkatkan pengeluaran karena banyak program, seperti kapal induk dan kapal selam rudal nuklir, memasuki fase pengadaan mahal mereka," kata Fisher.
    Readmore --> Anggaran Pertahanan China Mencapai Rekor $ 91,5 miliar

    Komandan USS Germantown Kunjungi Danlantamal V



    Surabaya (ANTARA News) - Komandan kapal perang Amerika Serikat USS Germantown, CDR Crary, melakukan kunjungan persahabatan ke Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Laksamana Pertama TNI M Atok Urrahman di Surabaya, Jumat.

    Kunjungan itu dilakukan di sela-sela persinggahan salah satu kapal perang US Navy tersebut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sejak Kamis (3/3).

    Dalam kunjungan tersebut, CDR Crary didampingi dua petinggi kapal USS Germantown, yakni Capt Jansen dan Major Gadsden.

    "Tidak ada pembicaraan khusus dalam pertemuan itu. Hanya kunjungan biasa untuk mempererat persahabatan antara kedua Angkatan Laut dan kedua negara," kata Danlantamal melalui Kabagpen Lantamal V Kapten Laut (KH) Agus Setiawan.

    Selama singgah di Surabaya, awak kapal perang milik US Navy itu juga melakukan kegiatan pertandingan sepak bola, basket dan bola voli dengan personel TNI AL di jajaran Koarmatim dan Lantamal V.

    Kapal perang USS Germantown merapat di Pelabuhan Tanjung Perak pada Kamis (3/3) dan dijadwalkan berada di Surabaya hingga Senin (7/3).

    Selama singgah di Kota Pahlawan, pimpinan dan anak buah kapal perang itu melakukan berbagai kegiatan, antara lain mengadakan kunjungan kehormatan ke Pangarmatim, Danlantamal V, Danpasmar I, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

    Selain itu, mereka juga mengadakan kegiatan "open ship" bagi pelajar dan mahasiswa Surabaya. Kesempatan ini dimanfaatkan ratusan pelajar dari 12 sekolah di Surabaya dan daerah sekitar untuk mengunjungi kapal perang canggih tersebut.

    Kapal USS Germantown merupakan kapal jenis "Landing Ship Dock" yang memiliki panjang 188 meter, lebar 25 meter, draft 6,4 meter, dan memiliki bobot 11.496 ton. Kapal ini juga dilengkapi dengan sejumlah persenjataan canggih.(*)
    Readmore --> Komandan USS Germantown Kunjungi Danlantamal V

    Panglima TNI : Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Netralitas



    Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga netralitas, serta tidak terlibat politik praktis.

    "Tingkatkan kewaspadaan dengan menjalin keterpaduan semua komponen nasional dan khususnya komponen TNI," katanya, saat menerima laporan kenaikan pangkat 37 perwira tinggi TNI di Jakarta, Jumat.

    Panglima TNI menambahkan, peningkatan kewaspadaan dan koordinasi dengan semua komponen bangsa dimaksudkan untuk menciptakan situasi politik nasional yang aman dan damai.

    Agus mengingatkan jajarannya untuk terus-menerus mencermati perkembangan global, regional dan nasional.

    "Wujudkan sinergitas, dan sinkronisasi pada setiap momentum agar menjadi jelas peta peranan dan batas gerak maju masing-masing fungsi, sehingga jelas pula siapa, berbuat apa, kapan dan bagaimana," katanya.

    Panglima TNI menegaskan pula, "pegang teguh dan amalkan komitmen netralitas TNI dalam politik praktis."

    Agus Suhartono juga menginstruksikan jajarannya untuk menjaga dan meningkatkan soliditas dan solidaritas perwira, baik internal maupun antarangkatan.

    "Tingkatkan semangat dan jiwa korsa yang tinggi, namun tidak picik dan sempit, terutama dalam menyikapi perbedaan pendapat atau bentuk-bentuk kesalahpahaman yang tidak perlu," katanya.

    Laporan Korps Kenaikan Pangkat 37 Pati TNI terdiri Pati TNI Angkatan Darat 14 orang, TNI Angkatan Laut 16 orang dan TNI Angkatan Udara tujuh orang.(*)
    Readmore --> Panglima TNI : Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Netralitas

    Friday, March 4, 2011 | 6:16 PM | 0 Comments

    TNI Hanya Urusi Perang?

    KabarIndonesia - Di negara manapun, tidak ada masalah yang didekati secara sektoral saja. Solusi atas masalah di berbagai bidang kehidupan yang dihadapi bangsa dan negara ini akan komprehensif bila juga memperhatikan dan mempertimbangkan dari aspek pertahanan dan keamanan.

    Kita memiliki Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), yang dapat dan telah difungsikan sebagai wadah pemerintah mengakomodasi darmabakti, sumbang saran, gagasan, aspirasi, dan pemikiran TNI untuk kemajuan bangsa dan negara ini, khususnya pengamatan dari aspek pertahanan dan keamanan terhadap berbagai konsep kebijakan nasional. Sekarang terpulang kepada kita, segenap komponen bangsa Indonesia, apakah kita mau dan sudah memanfaatkan pemikiran dan pandangan TNI yang konstruktif terhadap masalah-masalah yang dihadapi bangsa itu, untuk kepentingan nasional, agar setiap produk kebijakan negara diambil atas satu masalah bersifat komprehensif.

    Memang, tugas TNI menjaga kedaulatan negara dari pihak luar yang mengancam keselamatan bangsa. Tapi, tanggung jawab TNI bukan sekadar mempersepsikan ada atau tidaknya ancaman musuh dari luar secara fisik, tetapi juga ancaman nonfisik (seperti Narkoba atau pornografi) yang akan melemahkan bangsa ini secara keseluruhan. Sebagai bagian dari "rumah besar" bangsa-negara Indonesia, tentunya TNI dan juga Polri ikut terpanggil untuk memberikan pemikiran dalam mengatasi berbagai masalah tersebut. Tentu kita semua ingin TNI dapat kembali pada jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional. Karena jati diri prajurit TNI inilah yang menjadi sumber kekuatan moral pengabdian prajurit kepada negara dan bangsa.

    Profesionalitas TNI memang harus ditingkatkan kualitasnya agar mampu melaksanakan tugasnya menjaga keselamatan bangsa dan negara. Namun kekuatan TNI tidak sekadar kemampuan profesionalisme, namun perlu juga kekuatan mental/spirit perjuangan. Janganlah lagi muncul ungkapan "Tentara bagiannya hanya mengurusi perang. Tentara yang profesional. Bagianmu itu saja!". Bila masih ada juga pernyataan yang demikian, apalagi dilontarkan oleh mereka yang sebenarnya berpendidikan seperti mahasiswa, para pengamat maupun elite politik, maka sungguh menyedihkan bangsa ini.

    Posisi TNI yang dikotak-kotakkan seperti itu akan bisa menghilangkan jati dirinya. TNI ingin bersama rakyat, bukannya ingin memperalat rakyat. TNI ingin berbakti pada negara ini. TNI ingin mengabdi pada kepentingan rakyat karena jati dirinya memang berasal dari rakyat. Terlebih lagi, payung hukumnya sudah jelas, yakni UU 34 tahun 2004 tentang TNI telah mengatur bahwa TNI memiliki dua tugas, yakni OMP dan OMSP.

    Sumber: KabarIndonesia
    Readmore --> TNI Hanya Urusi Perang?

    TNI dan SAF Sepakat Tingkatkan Kerjasama Militer





    JAKARTA (Pos Kota) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan SAF ( Singapore Armed Forces) sepakat akan terus meningkatkan hubungan kerjasama militer yang telah terbina dengan baik selama ini, demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. saat menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Singapura Lieutenant General Neo Kian Hong di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (3/3).

    Sebelumnya Panglima Angkatan Bersenjata Singapura menerima jajar kehormatan di Plaza Mabes TNI Cilangkap. Adapun maksud kunjungan kehormatan ini selain untuk bersilaturahmi juga untuk memperkenalkan diri karena Lieutenant General Neo Kian Hong
    merupakan Panglima Angkatan Bersenjata Singapura yang baru.

    Kerjasama yang telah dilaksanakan TNI dengan SAF tidak hanya di bidang militer saja namun juga di bidang pendidikan. Dalam kerangka kerjasama militer dengan militer maupun angkatan dengan angkatan antara lain adalah ISJTC (Indonesia-Singapura Joint
    Training Committee), Safkar Indopura (Angkatan Darat), Joint Minex (Angkatan Laut) dan Elang Indopura (Angkatan Udara).

    Dalam waktu dekat Singapura juga terlibat dalam latihan penanggulangan bencana ARF Disaster Relief Exercise (DiREx) 2011 di Manado.

    Kedua Panglima Angkatan Bersenjata tersebut, merupakan alumni dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan (Sesko Angkatan) pada tahun 1994 – 1995, Lieutenant General Neo Kian Hong mengikuti pendidikan di Seskoad Bandung, sedangkan Panglima TNI mengikuti
    pendidikan di Seskoal Jakarta. Dalam kunjungan tersebut Panglima Angkatan Bersenjata Singapura didampingi Duta Besar Singapura H.E. Mr Ahok Mirpuri, Commander Officer Cadet School Colonel Chua Boon Keat, Commander 2nd Infantry Brigade Colonel
    Wong Yu Han, Head of Naval Personnel Colonel David Foo dan beberapa staf lainnya.

    Turut mendampingi Panglima TNIadalah Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Suparno, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsdya TNI Sukirno, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W., S.E., dan Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E.

    Selanjutnya, Panglima Angkatan Bersenjata Singapura didampingi oleh Panglima TNI beserta staf melaksanakan kunjungan ke Menteri Pertahanan (Menhan) RI dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI di Jakarta Pusat.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> TNI dan SAF Sepakat Tingkatkan Kerjasama Militer

    Kapal Selam Siluman Berbahan Bakar Hidrogen



    Eckernfoerde, Surya Online! - Kapal selam baru buatan Jerman U-212 A ini hampir tidak bersuara. Juga hampir tidak memancarkan radiasi panas dan sepenuhnya terbuat dari logam nonmagnetik.

    Kendati canggih kapal selam ini bukan sebuah kapal selam nuklir, tetapi juga bukan kapal selam diesel. U-212 A merupakan kapal selam tercanggih di dunia karena menggunakan sel bahan bakar hidrogen yang dikembangkan oleh galangan kapal angkatan laut Jerman Howaldtswerke Deutsche Werft, yang mengklaim itu menjadi “puncak teknologi kapal selam Jerman.”

    Kapal super-stealth ini adalah yang pertama dari jenisnya yang akan diaktifkan oleh sel bahan bakar hidrogen revolusioner yang memungkinkan itu pelayaran tanpa kebisingan atau knalpot panas.

    Itu penting, karena menurut Bernd Arjes, seorang kapten di Angkatan Laut Jerman. ”Kami beroperasi di perairan pesisir sekitar Eropa dan kapal selam ini dirancang khusus untuk menemukan kapal selam. Jika Anda ingin menemukan kapal selam lain tentu saja anda harus tak bersuara,” katanya. Dengan teknologi terbaru, ia menambahkan, “Kapal selam ini hampir tidak terdeteksi.”

    U-212 A tidak seperti kapal selam konvensional, yang perlu udara untuk membakar solar, fuel cell tidak memerlukan oksigen untuk beroperasi.
    Ini berarti dapat tetap terendam selama berminggu-minggu – menahan napas berkali-kali lebih lama dari sepupu kapal selam yang menenggak solar.

    Sebagai kapal selam pemukul kapal selam dipersenjatai 12 torpedo kelas berat yang dipandu, masing-masing mampu menghancurkan sebuah kapal perang atau menonaktifkan sebuah kapal induk.

    “Sebuah kapal induk tidak mungkin dapat dirusak dengan satu torpedo tapi mungkin mengenai kemudi atau sesuatu kemudian kapal induk mungkin tidak bisa bermanuverdan untuk menggunakan pesawat,” kata Arjes.

    Jerman, yang tidak memiliki senjata nuklir atau kapal bertenaga nuklir sendiri, adalah eksportir ketiga terbesar di dunia barang pertahanan.

    Edisi Ekspor telah dijual kepada angkatan laut Yunani, Portugal dan Korea Selatan. Dengan perangkat otomat, kapal selam hanya membutuhkan sedikit kru karenanya ada sedikit kenyamanan bagi mereka di kapal. Meskipun begitu kehidupan awak kapal selam masih tetap menjadi salah satu tempat tinggal terbatas .

    Sumber: SURYA
    Readmore --> Kapal Selam Siluman Berbahan Bakar Hidrogen

    Soal Alutsista, Pemerintah Diingatkan untuk tidak Lagi Berutang

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (bidang Hankam dan Luar Negeri), Fayakhun Andriadi, di Jakarta, Kamis (3/3), mengingatkan Pemerintah untuk tidak lagi berniat 'ngutang Alutsista' demi menuju kemandirian dan swasembada alat pertahanan. "Jika kita benar-benar mau mewujudkan 'Swasembada' alat utama sistem persenjataan (Alutsista), salah satu langkah awal paling penting adalah dengan menghilangkan niat terus 'ngutang', karena selama ini cuma mengenakkan pemasok serta mitranya di birokrasi," ungkapnya.

    Ia juga mengungkapkan, perhatian Pemerintah dan DPR RI, terutama Komisi I terhadap Alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya pada era 2009-2014, sangat ekstra serius. "Belanja Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI pada tahu 2005, nilainya sekitar Rp 21 triliun dengan biaya rutin gaji pegawai, pemeliharaan, dan belanja modal sudah mencapai hampir Rp 18 triliun," paparnya.

    Dengan kondisi itu, lanjutnya, mustahil dengan tiga triliun bisa mewujudkan Alutsista yang memadai. "Pada saat itu, jalan keluarnya adalah mekanisme 'ngutang, meminjam kepada negara lain dalam bentuk Kredit Ekspor (KE). Namun pada tahun anggaran (ta) 2011 telah berubah drastis," tuturnya.

    Belanja Kemhan dan TNI, menurutnya, kini menjadi Rp 47 triliun, ditambah 'minimum essential force' (MEF) sebesar Rp 9 triliun. "Jadi totalnya menjadi senilai Rp 58 triliun (diluar remunerasi). Semestinya nilai yang bisa dibelanjakan untuk Alutsista bisa lebih dari Rp 20 triliun," tegas politisi muda Partai Golkar yang kini tengah menuntaskan studi doktor ilmu politiknya di Universitas Indonesia.

    Fayakhun Andriadi mengatakan pula, apabila digunakan untuk membangun industri pertahanan dalam negeri, dana sebesar itu (yang dialirkan terus menerus) bisa mewujudkan Swasembada atau adanya kemandirian Alutsista. Namun yang terjadi kini, ujarnya, masih ada sistem pembelian Alutsista dengan mekanisme KE.

    "Padahal, membeli Alutsista impor ini, pada akhirnya adalah terjadi 'capital flight' dan ketergantungan suku cadang Alutsista pada negara lain," tuturnya.

    Malah, kata Fayakhun Andriadi, pada gilirannya nanti bisa menghilangkan martabat pertahanan bangsa karena negara yang minjami uang akan tahu dengan jelas spesifikasi Alutsista hasil pembelian kita dengan menggunakan (uang) pinjaman mereka. "Dengan semangat membangun MEF dan biaya belanja Alutsista yang besar pada tahun anggaran 2011 ini, saya berharap Kemhan dan TNI menghilangkan rencana membeli Alutsista secara ngutang," tegasnya.

    Ia mengajak semua komponen bangsa yang peduli terhadap martabat pertahanan negara agar memberi atensi serius terhadap masalah ini. "Pokoknya stop 'ngutang" sebab utang ditambah bunga adalah dosa kita kepada generasi yang akan datang," tegasnya lagi.

    Fayakhun Andriadi mengatakan pula, 'budget' yang ada harus bisa ditata dan direncanakan secara baik, lalu mengajak industri pertahanan dalam negeri bersama-sama membangun swasembada Alutsista, demi martabat serta harga diri bangsa.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Soal Alutsista, Pemerintah Diingatkan untuk tidak Lagi Berutang

    Jepang Khawatirkan Pesawat China

    Y-8 AEW

    TOKYO - Jepang menyatakan kekhawatiran terbarunya mengenai perkembangan kekuatan militer China pada Kamis (3/3/2011). Sehari sebelumnya, dua pesawat militer China terbang di dekat kepulauan sengketa di Laut China Timur.

    Juru bicara pemerintah Yukio Edano mengatakan Jepang mengirimkan pesawat jet tempur untuk mengusir pesawat China tersebut pada jarak 55 kilometer dari kepulauan yang disebut Senkaku dalam bahasa Jepang dan Diaoyu dalam bahasa China. Menurut laporan media Jepang yang mengutip pejabat yang tidak menyebutkan identitasnya, peristiwa itu adalah jarak terdekat yang dilakukan pesawat militer China ke kepulauan yang tengah menjadi pusat perselisihan kedua raksasa Asia itu.

    Namun, pesawat China yang diidentifikasi oleh Kantor Berita Kyodo sebagai pesawat mata-mata dan anti kapal selam Y-8 tidak memasuki wilayah Jepang dan langsung pergi setelah mereka berhadapan dengan pesawat Jepang. "Kami memperhatikan modernisasi kekuatan militer China dan menjadikan pertumbuhan dan aktivitas intensifnya sebagai bahan pertimbangan kami," kata Sekretaris Kabinet Edano.

    "Negara kami akan terus memperhatikan penuh gerakan militer China," imbuhnya. Ia mengatakan Jepang sejauh ini tidak memiliki rencana untuk mengajukan keluhan resmi atas penerbangan tersebut yang disebutnya berada di luar wewenang udara negara kami dan tidak melanggar hukum internasional.

    Aktivitas militer China yang meningkat memicu pemikiran ulang tentang masalah pertahanan dengan Jepang mengatakan pihaknya berencana untuk mengirimkan lebih banyak tentara ke kepulauannya yang tersebar di sebelah selatan dan lebih jauh dari lokasi masa Perang Dingin di utara dekat Rusia.

    Tahun lalu pasukan pertahanan Jepang mengirim pesawat tempur sebanyak 48 kali sebagai respon atas pesawat militer China yang terbang dekat ke wilayah Jepang antara April dan Desember menurut harian Yomiuri Shimbun.

    Kedua kekuatan Asia itu mengalami perselisihan diplomatik yang makin buruk selama bertahun-tahun setelah konflik di perairan yang masih dalam sengketa pada September antara dua kapal patroli pantai Jepang dengan satu kapal nelayan China.

    Kedua pihak bersama Taiwan mengakui wilayah yang saat ini berada di bawah kendali Jepang sekaligus kaya sumber daya alam tersebut sebagai miliknya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Jepang Khawatirkan Pesawat China

    Thursday, March 3, 2011 | 4:35 PM | 0 Comments

    LAPAN Akan Membangun Pusat Teknologi Penerbangan

    Pelantikan Kepala Lapan Bambang Setiawan Tejasukmana yang dipimpin oleh Menristek Suharna Surapranata di Kantor LAPAN di Jakarta, Rabu (2/3). (ANTARA/LAPAN)

    Jakarta (ANTARA News) - Drs Bambang Setiawan Tejasukmana Dipl Ing, Rabu, dilantik menjadi Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggantikan Dr Adi Sadewo Salatun MSc yang telah memasuki masa pensiun Januari 2011.

    Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala LAPAN yang baru itu dipimpin oleh Menteri Riset dan Teknologi Drs Suharna Surapranata MT di kantor LAPAN di Jakarta.

    Dalam pidatonya, Menristek mengatakan bahwa program LAPAN yang sudah ada harus terus dijalankan dan dikembangkan. Dalam pengembangan IPTEK, LAPAN perlu bersinergi dengan berbagai pihak agar peningkatan yang dicapai lebih cepat dan efisien.

    Bambang Setiawan Tejasukmana sebelumnya menjabat sebagai Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN.

    Ditemui usai pelantikan, Kepala LAPAN yang baru itu mengungkapkan bahwa dirinya akan membangun sinergi dengan lembaga lain yang terkait, sehingga LAPAN semakin kuat bila bekerja dalam jaringan.

    Menurut Bambang, untuk menciptakan potensi nasional, program LAPAN memerlukan sinergi yang sangat besar. Program kedepan LAPAN diantaranya peluncuran roket, satelit, radar, penginderaan jauh, hingga mengajukan rumusan undang-undang antariksa nasional.

    "Kita akan meluncurkan roket untuk program jangka panjang," kata Bambang di Balai pertemuan Dirgantara LAPAN Rawamangun Jakarta

    Menurutnya, roket yang bernama RX550 diharapkan akan menjadi basis roket peluncur satelit Indonesia, dimana LAPAN akan melakukan tes statis terlebih dahulu (tes di permukaan guna mengukur kekuatan daya dorong) di daerah Pamengpeuk, Garut, Jawa barat.

    LAPAN juga akan meluncurkan dua mikro satelit yang sekarang berada dalam tahap integrasi. Jika India meluncurkan satelitnya pada tahun ini, maka Indonesia juga akan ikut meluncurkan satelit observasi equatorial.

    Dalam proses itu LAPAN mempersiapkan satelit untuk ketahanan pangan yang akan membantu pemantauan sawah, hutan. Khusus untuk satelit dan radar yang lebih besar LAPAN bekerja sama dengan pihak asing.antara lain untuk pemantauan kapal dan illegal fishing di wilayah equatorial.

    Tetapi, menurut Bambang, hal itu masih bergantung pada persetujuan pemerintah untuk mewujudkan semua program itu karena dananya besar. Hal pertama yang dilakukan LAPAN adalah visibilitas karena anggarannya sudah disiapkan sehingga bisa diuji potensinya seperti apa.

    LAPAN kedepan juga akan membangun pusat teknologi penerbangan yang dimulai dari pesawat terbang kecepatan tinggi.

    Sedangkan dari sisi penginderaan jauh, Lapan tetap akan membangun satelit berkemampuan menyediakan data. Sementara program perumusan undang-undang antariksa nasional, LAPAN sudah mengajukannya ke Kementerian Hukum dan HAM dan bila sudah selesai akan segera diajukan ke DPR RI.

    Selain dihadiri oleh Menristek acara Pelantikan dan serah terima Jabatan itu juga dihadiri Kepala LIPI.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> LAPAN Akan Membangun Pusat Teknologi Penerbangan

    Panglima TNI: Mati Aku...!

    JAKARTA - "Mati aku...!!!," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono spontan saat mengetahui sejumlah radio komunikasi prajurit di perbatasan darat RI-Malaysia kurang baik. Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur itu pun meneguhkan keterkejutannya, saat meninjau perbatasan darat Kalimantan Barat-Serawak akhir pekan lalu.

    "Jadi, kalau radionya bermasalah, dibawa ke Kodam lalu tunggu selesai diperbaiki, baru dikirim pulang ke perbatasan?," katanya terheran. "Lah...selama tidak ada radio komunikasi karena sedang diperbaiki, bagaimana kondisi perbatasan dapat dipantau atau diawasi," katanya.

    Perbatasan Kalbar-Serawak memiliki panjang 966 kilometer, dijaga dan diawasi melalui 32 pos pengamanan perbatasan yang diawaki 650 personel TNI. Selain keterbatasan sarana infrastruktur seperti jalan, air bersih, listrik dan sarana telekomunikasi umum, prajurit di perbatasan masih dihadapkan pada terbatasnya sarana prasarana yang dimilikinya untuk mendukung tugas pokoknya menjaga keutuhan kedaulatan negara di perbatasan.

    Dalam paparan yang disampaikan Komandan Satgas Pamtas Yonif 641/Bru Letkol Inf Trisaktiono di Pos Jagoi Babang, Panglima TNI mengetahui jika banyak radio komunikasi yang tidak dapat beroperasi maksimal. Tidak itu saja, motor trail yang digunakan untuk memantau wilayah perbatasan yang melintasi 116 desa di lima Kabupaten di Kalbar pun, tidak semuannya layak dioperasionalkan. "Jadi suku cadangnya sulit didapat," kata Panglima TNI prihatin.

    Lulusan Akademi Angkatan Laut 1978 itu pun menambahkan,"jadi merek sepeda motor apa yang suku cadangnya mudah didapat, ganti dengan motor merek tersebut." Tak hanya radio komunikasi dan motor yang tidak berada dalam kondisi prima, masih ada genset, perahu karet, dan lainnya, yang diantaranya masuk kategori rusak ringan atau berat.

    Agus Suhartono yang sempat menjabat Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut langsung menginstruksikan para asistennya untuk segera mendata semua persoalan yang dihadapi prajurit di perbatasan terutama sarana prasarana pendukungnya, untuk segera ditindaklanjuti. "Masalah perbatasan, tidak bisa dianggap enteng, harus ditangani secara serius, tidak saja oleh TNI tetapi oleh semua komponen bangsa lainnya, karena wilayah perbatasan adalah beranda terdepan negara kita, kedaulatan kita," tuturnya.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Panglima TNI: Mati Aku...!

    Korsel Akan Terima Pesawat Pengintai Berdaya Jelajah Tinggi

    Boeing Sedang Pesawat modifikasi Boeing 737 Airborne Early Warning and Control (AEW&C).(Foto: airforce-technology)

    Seoul, (Analisa)

    Korea Selatan (Korsel) akan menerima pesawat pengintai canggih dari perusahaan penerbangan Amerika Serikat (AS), Boeing, pada tahun ini, kata pejabat setempat, Rabu (2/3).

    Pesawat modifikasi Boeing 737 Airborne Early Warning and Control (AEW&C) akan dikirim ke angkatan udara Korsel pada Juli, kata jurubicara kementerian pertahanan. Mereka telah menyelesaikan uji terbang dan sekarang dalam tahap evaluasi akhir, katanya.

    Sisa tiga pesawat lain dari kesepakatan pada 2006 senilai 1,6 miliar dolar AS akan dikirimkan pada akhir 2012, katanya. Pejabat militer mengatakan pesawat tersebut akan memperkuat kemampuan Seoul dalam mengintai keadaan udara Korea Utara (Korut). Korsel tidak memiliki perangkat pengawasan berdaya jelajah tinggi dan mengandalkan pesawat pengintai AS, yang berpangkalan di Okinawa, Jepang.

    Pesawat AEW&C memiliki berbagai kemampuan kendali dan sistem radar canggih, yang dapat mengawasi secara bersamaan sasaran udara dan laut serta mengarahkan pesawat tempur jet dan kapal laut untuk melawan sasaran tersebut. Pesawat itu memiliki kemampuan jelajah tinggi hingga 12.400 meter dan mengangkut dua pilot serta 10 awak.

    Sumber: ANALISA
    Readmore --> Korsel Akan Terima Pesawat Pengintai Berdaya Jelajah Tinggi

    USS Germantown Merapat di Pelabuhan Tanjung Perak

    suarasurabaya.net| Kapal perang USS Germantown berkunjung ke Surabaya dan akan berlabuh di Dermaga Jamrud, Kamis (03/03). Dari e-mail yang dikirimkan Konjen Amerika Serikat ke suarasurabaya.net disebutkan kapal perang ini datang untuk memperkuat hubungan yang terus berkembang, mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

    CDR MIKE CRARY Commanding Officer USS Germantown mengatakan kedatangan kapal perang AS ini juga sebagai bagian dari hubungan yang terus berkembang antara Amerika dan Indonesia di bawah kerjasama “Kemitraan Komprehensif”. Dalam kunjungan ke Pelabuhan Jamrud, Tanjung Perak, Surabaya ini USS Germantown dan para krunya menjadi duta persahabatan di Surabaya.

    Kapal perang USS Germantown adalah kapal pertama dalam kelas sejenis yang bertugas di Pasifik. Nama USS Germantown diambil dari daerah bersejarah Germantown di kawasan Pennsylvania yang terkenal sebagai situs sebuah pertempuran penting dalam Revolusi Amerika.

    USS Germantown akan berada di Surabaya selama 5 hari. Selama di pelabuhan, kapal akan terbuka untuk menerima kunjungan dari siswa dan masyarakat yang telah diundang. Para pelaut juga disebut akan berpartisipasi pula dalam pertandingan olah raga persahabatan serta bertemu dengan mitra mereka dari pihak TNI. Resepsi untuk pemerintah, anggota militer dan masyarakat sipil juga akan diselenggarakan di atas kapal.

    “Kami adalah mitra dan teman secara alamiah dan kami berharap terus melanjutkan untuk memperkuat ikatan dan komunikasi antara Angkatan Laut Amerika dan Indonesia, serta meningkatkan hubungan kami. Lebih jauh lagi, hubungan ini juga memberikan kesempatan kepada anggota kami untuk melihat secara langsung negara yang besar ini, serta memperkuat hubungan persahabatan kita,” kata CDR MIKE CRARY

    USS Germantown punya kemampuan canggih dan sanggup menjalankan berbagai jenis tugas. Misi kapal perang amfibi ini adalah untuk membawa dan meluncurkan kendaraan-kendaraan dan kapal-kapal amfibi. Dapat secara cepat dan efektif menyelamatkan orang-orang sipil yang terdesak atau mengalami tekanan-tekanan di daerah yang berbahaya, serta membawa serta mengantarkan ratusan ton bahan batuan untuk korban hanya dalam beberapa jam setelah kapal tiba di suatu daerah.

    Kapal ini juga telah dilengkapi dengan peralatan medis dan perawatan gigi yang canggih sehingga Germantown tidak hanya berfungsi sebagai kapal perang, tetapi juga kapal perdamaian.

    Sumber: SURABAYA.NET
    Readmore --> USS Germantown Merapat di Pelabuhan Tanjung Perak

    Pangarmabar : Reklamasi Singapura Tidak Geser Batas Indonesia



    Karimun, Kepri (ANTARA) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda Hari Bowo mengatakan, reklamasi pantai di Singapura tidak akan menggeser batas teritorial Indonesia karena penentuan batas wilayah satu negara bukan berdasarkan fisik, tetapi titik koordinat atau garis lintang bujur.

    "Batas wilayah satu negara di atur berdasarkan lintang bujur (titik koordinat), bukan fisik. Jadi, reklamasi pantai yang dilakukan Singapura tidak akan menggeser batas wilayah mereka dengan negara kita," katanya di Bandar Sei Bati, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu.

    Menurut Pangarmabar Hari Bowo, Singapura juga telah mengakui sejak awal, bukan setelah pereklamasian pantai.

    Mengenai rencana Pemkab Karimun mendalami alur pelayaran, menurut Pangarmabar rencana tersebut tidak ada pengaruhnya dengan batas wilayah Indonesia dengan negara lain.

    "Tidak ada pengaruhnya. Fisik boleh bergeser, tapi garis lintang bujur tidak," katanya menegaskan.

    Lebih lanjut dia mengatakan, pengamanan wilayah perbatasan lebih difokuskan pada batas wilayah, tetapi pada pelanggaran batas wilayah serta mengawasi kekuatan tempur negara asing yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

    "Kita fokus pada penegakan hukum di wilayah perbatasan, di antaranya dengan cara menggelar operasi, termasuk pengamanan pulau terluar seperti di Pulau Sekatung dan Pulau Nipah yang sudah terawasi oleh anggota marinir," tuturnya.

    Sedangkan menyangkut tindak kejahatan seperti penyelundupan, menurut Pangarmabar dilaksanakan melalui operasi keamanan laut dalam wadah Badan Koordinasi Keamanan Laut.

    "Kendala pengamanan wilayah perbatasan tidak ada. Hanya saja, kami berharap masukan dari masyarakat untuk mengantisipasi suatu kegiatan yang mengancam pertahanan dan keamanan di perbatasan," ucapnya.

    Mengenai kesiapan armada dan sarana prasarana, lanjut Pangarmabar juga tidak menjadi masalah karena dalam melaksanakan operasi, TNI senantiasa bekerja sama dengan instansi lain yang juga punya kewenangan sama.

    "Kita ada Bakorkamla, ada Kementerian Perikanan dan Kelautan dan instansi teknis lainnya. Selain itu, kita juga secara rutin menggelar patroli terkoordinasi dengan Singapura, Malaysia dan Thailand terutama mengamankan Selat Singapura," lanjutnya.

    Kesiapan Prajurit


    Pangarmabar Hari Bowo mengatakan kunjungannya ke Tanjung Balai Karimun bertujuan untuk meninjau kesiapan prajurit mengamankan daerah perbatasan.

    "Selaku Pangamabar yang baru, saya tentu harus meninjau kesiapan prajurit, terutama di jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) di bawah Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjungpinang. Sebelum ke Karimun, saya juga sudah meninjau kesiapan personel di Tanjungpinang, Natuna dan Tarempa," katanya.

    Lantalamal IV Tanjungpinang, menurut dia menjadi prioritas kunjungannya karena berada di daerah perbatasan.

    "Besok, saya akan minta laporan kepada Danlanal Tanjung Balai Karimun. Tujuannya mencari masukan menyangkut operasi pengamanan perbatasan dan kemudian akan kita upayakan mencari solusinya," katanya.

    Pangarmabar Hari Bowo tiba di Karimun menggunakan pesawat milik TNI-AL di Bandara Sei Bati, Kecamatan Tebing Rabu pukul 17.15 WIB.

    Hari Bowo beserta istri didampingi Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Djoko Teguh Wahoyo beserta sejumlah perwira menengah di jajaran Lantamal IV Tanjungpinang.

    Mantan Komandan Akademi Angkatan Laut (AAL) itu disambut Bupati Karimun Nurdin Basirun, Danlanal Karimun Letkol Laut Fauzi, Kapolres Karimun AKBP Benyamin Sapta, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun Demu Sitepu dan sejumlah pejabat instansi vertikal.

    Sumber: Yahoo
    Readmore --> Pangarmabar : Reklamasi Singapura Tidak Geser Batas Indonesia

    Wednesday, March 2, 2011 | 7:54 PM | 9 Comments

    Lion Air Kerja Sama Angkut Polisi

    Ilustrasi.


    JAKARTA, KOMPAS.com — Lion Air dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menandatangani kesepakatan kerja sama dalam rangka mengangkut dan memobilisasi personel Polri. Kerja sama ini ditandatangani Direktur Niaga Lion Air Achmad Hasan dan Asisten Kapolri Bidang Operasi Inspektur Jenderal Drs Sunarko DA, Rabu (2/3/2011) di Jakarta.

    ”Adalah suatu kebanggaan bagi Lion Air dapat bekerja sama dengan Polri untuk kepentingan nusa dan bangsa,” kata Rusdi Kirana, Direktur Utama Lion Air, Rabu kemarin.

    Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dalam sambutannya mengatakan, kerja sama hari ini bisa dikembangkan dan lebih optimal di berbagai bidang sejalan dengan kesiapan Polri dalam menghadapi dinamika apa pun .

    Lion Air terpanggil untuk berperan serta memperlancar aktivitas para personel Polri dengan menyediakan sarana transportasi udara bagi kelancaran tugas Polri ke seluruh wilayah Indonesia.

    Maskapai Lion Air sebagai perusahaan penerbangan swasta nasional siap menyediakan jasa angkutan udara tersebut karena Lion Air sudah beroperasi di 43 kota dengan jumlah frekuensi penerbangan sebanyak 3.033 per minggu di wilayah Nusantara.

    Operasi penerbangan didukung oleh armada Lion Air dan Wings Air yang seluruhnya berjumlah 81 pesawat serta dikelola oleh kurang lebih 10.000 karyawan. Pesawat-pesawat tersebut selain ditempatkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga di 22 bandara beserta awak pesawat.

    Dengan demikian, pesawat-pesawat tersebut dapat dimanfaatkan atau diterbangkan setiap saat jika ada kebutuhan mendesak untuk mengangkut personel kepolisian demi kepentingan pengamanan Negara.

    Kini, Lion Air bersama Wings Air melayani 3.033 penerbangan setiap minggunya dan menerbangi 54 kota tujuan di seluruh Indonesia dan 5 kota di regional/internasional.

    Armada Lion Air berjumlah 63 pesawat, yaitu 44 Boeing 737-900 ER, 2 Boeing 747-400, 4 Boeing 737-300, 9 Boeing 737-400, dan 4 MD-90. Armada Wings Air berjumlah 15 pesawat, yaitu 10 ATR 72-500, 2 Dash-8, dan 3 MD-82. Total armada Lion Air dan Wings Air sebanyak 78 pesawat.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Lion Air Kerja Sama Angkut Polisi

    Inggris Pecat 11.000 Tentara

    LONDON--MICOM: Inggris, Selasa (2/3), mengatakan pihaknya akan memberhentikan sekitar 11.000 personil angkatan bersenjatanya sebagai bagian dari pengurangan anggaran pertahanannya untuk membantu meringankan defisit anggaran negara itu.

    Pengumuman itu merupakan rincian dari data luas yang digariskan menteri keuangan George Osborne dalam peninjauan kembali pengeluaran Oktober lalu.

    "Akan ada peluang bagi individu-individu untuk menjadi relawan dan ada kemungkinan kami akan memenuhi target personil melalui relawan-relawan," kata Menteri Pertahanan Loam Fox dalam satu pernyataan.

    "Tetapi beberapa pilihan sulit tidak dapat dielakkan," tambahnya.

    Pengurangan pasukan itu mungkin akan berdampak pada pasukan garis depan di Afghanistan, di mana Inggris memiliki 9.500 personil,yang merupakan penyumbang terbesar kedua setelah Amerika Serikat pada Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO.

    Menurut surat kabar Telegraph, menteri-menteri menginformasikan kepada militer bahwa tidak ada pasukan yang bertugas di Afghanistan apabila pengurangan dimulai September.

    Akan tetapi, bahwa itu akan berarti hampir seluruh personil yang kini di negara yang porak poranda akibat perang itu memenuhi syarat bagi pemberhentian apabila mereka pulang sebelum batas waktu pengurangan September.

    Brigjen Richard Nugee dari bagian personil militer, mengemukakan kepada surat kabar itu bahwa "pesan-pesan akan dikirim ke para para komandan."

    "Mereka akan memberikan penjelasan kepada individu-individu yang berada di lapangan, apakah mereka yang berada di Afghanistan atau apakah mereka di tempat-tampat lainnya ," tambahnya.

    Para pemimpin militer menyatakan khawatir bahwa pengurangan itu dapat berdampak pada kondisi di garis depan. "Tentu ancaman pengurangan itu akan berdampak pada moral prajurit di lapangan . Kenapa tidak?" kata Kolonel Douglas Young, ketua eksekutif Federasi Angkatan Bersenjata Inggris, kepada surat kabar itu.

    Kementerian Pertahanan (MoD) juga mengakui bahwa staf Angkatan Udara Kerajaan (RAF) yang kini bertugas akan menghadapi kehilangan pekerjaan pada 1 September jika mereka pulang, kata surat kabar Guardian.

    Osborne pada Oktober mengumumkan pemerintah akan mengurangi pengeluaran pertahanan delapan persen dalam empat tahun kedepan dalam usaha mengatasi defisit yang berkisar 10 persen dari Pendapatan Kotor Domestik.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Inggris Pecat 11.000 Tentara

    TNI AL Tindak Tegas Prajurit yang Melanggar


    KOMANDAN Detasemen Markas (Dandenma) Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) Kolonel Marinir R. Gatot Suprapto melepas pakaian dan atribut TNI AL yang dikenakan Koptu RUM Choirul Firman, Rabu (02/3), pada Apel Luar Biasa dan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (BDTH) di Lapangan Detasemen Markas Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.

    JAKARTA, (PRLM).- Pelanggaran yang dilakukan personel TNI Angkatan Laut mengandung konsekuensi yang tegas. Dan bagi yang melanggar akan mendapatkan sanksi hukuman atas perbuatan yang sudah dilakukan. Itu semua dilaksanakan agar profesionalitas prajurit tetap terjaga, sehingga kebanggaan akan selalu melekat pada diri Prajurit Matra Laut. Demikian dikatakan Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) Kolonel Marinir R. Gatot Suprapto, Rabu (02/3), pada Apel Luar Biasa Dan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (BDTH) di Lapangan Detasemen Markas Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.

    Apel Luar Biasa diikuti sekitar dua ribu personel TNI AL yang berdinas di Mabesal itu dilaksanakan terkait dengan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (BDTH) terhadap Kopral Satu (Koptu) RUM Choirul Firman NRP. 64401 sesuai Surat Telegram Kasal Nomor STR/14/2011 tanggal 20 Februari 2011 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat dari dinas TNI Angkatan Laut karena telah melakukan tindakan melanggar hukum dan disiplin keprajuritan. Koptu RUM Choirul Firman, tamtama yang berdinas di Mabesal itu dipecat dari dinas TNI AL karena berbuat desersi alias tidak masuk dinas selama lebih dari sebulan serta terbukti pula mengkonsumsi narkoba.

    Pada kesempatan tersebut, Dandenma juga mengatakan bahwa perbuatan yang dilakukan Koptu RUM Choirul Firman termasuk pelanggaran yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang personel TNI Angkatan Laut, sehingga perlu diberikan sanksi tegas atas perbuatan yang dilakukannya. “Sebagai Prajurit Matra Laut harus selalu berpegang teguh kepada hukum dan aturan yang sudah berlaku,” tegasnya.

    Ditambahkan Dandenma Kolonel Marinir R. Gatot Suprapto, saat ini TNI AL sedang giat-giatnya menanamkan kepada semua prajurit, dari pangkat terendah hingga pangkat tertinggi, baik yang masih aktif maupun yang sudah purnawirawan, untuk selalu berusaha menjaga nama baik dan menjaga keharuman nama TNI AL. “Hal inilah yang menyebabkan Pemimpin TNI AL merasa kecewa dan terpukul atas segala tindakan yang dilakukan oleh Koptu RUM Choirul Firman,” katanya.

    Sebelum menutup Apel Luar Biasa, Dandenma juga memberikan beberapa penekanan kepada seluruh personel Mabesal, yaitu : Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral yang kokoh dalam pengabdian kepada TNI Angkatan Laut. Tingkatkan kedisiplinan, tata tertib dan Peraturan Dinas Dalam (PDD) TNI Angkatan Laut sehingga menjadi contoh dan tauladan. “Jaga nama baik diri sendiri dan nama baik TNI Angkatan Laut dan jadikanlah apel Pemberhentian Dengan Tidak Hormat ini sebagai pelajaran yang berharga dalam pengabdian kita kepada TNI AL, bangsa dan negara,” tambah Komandan Denma Mabesal Kolonel Marinir R. Gatot Suprapto mengakhiri amanatnya.

    Sumber: PIKIRAN RAKYAT
    Readmore --> TNI AL Tindak Tegas Prajurit yang Melanggar

    Detasemen Anti-Anarki Hingga Polsek

    Ilustrasi.

    Jakarta - Markas Besar Kepolisian menyiapkan Detasemen Anti-Anarki hingga tingkat kepolisian sektor. ”Ada satuan-satuan pelaksana di kepolisian daerah, kepolisian resort dan kepolisian sektor," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Bahrul Alam seusai meneken kerja sama dengan Federal Bereau of Investigation (FBI) di Ruang Rupatama Kepolisian Republik Indonesia, Selasa (2/3)

    Detasemen ini akan berpusat di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Di tingkat kepolisian daerah, Anton menjelaskan, hadir satuan anti-anarkis. Anggota detasemen akan mendapat pelatihan khusus dan biayanya sudah dianggarkan kepolisian. Namun, Anton belum bisa menyebutkan jumlah anggaran tersebut. “Nanti detail biaya akan kami sampaikan,” ujar Anton.


    Pada 8 Oktober 2010, kepolisian menerbitkan prosedur penetapan (Protap) Anti-Anarki. Lahirnya prosedur tersebut bermula dari kejadian penyerbuan kantor Kepolisian Sektor Hamparan Perak, Medan. Protap tersebut setidaknya mengacu pada 16 acuan peraturan perundang-undangan. Prosedur ini ditandatangani oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri menjadi Protap No 1 Tahun 2010. Setelah kejadian di Cikeusik dan Temanggung, Kepolisian membentuk Detasemen Anti-Anarki.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Detasemen Anti-Anarki Hingga Polsek

    TNI Jamin Alutsista dalam Kondisi Baik

    ilustrasi.


    DEPOK – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Divisi Infranti Kostrad TNI Angkatan Darat menjamin seluruh perangkat alat utama sistem senjata (alutsista) saat ini berfungsi dengan baik. Bahkan seluruh alutsista yang berada di asrama TNI Kostrad Cilodong Depok siap pakai kapan saja.

    Hal itu diungkapkan Panglima Divisi Infantri I TNI AD Kostrad Cilodong Depok Mayjen Muhammad Nizam saat mengajak wartawan se Jabodetabek mengikuti simulasi latihan menembak. Nizam menambahkan anggaran alutsista setiap tahun selalu meningkat dan diatur oleh Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) Angkatan Darat Mabes TNI AD.

    "Alutsista secara rutin dilaksanakan bagus tidak ada masalah, yang tak bisa kita lakukan ditangani Balakpus, tiap tahun anggarannya ada di balakpus, kondisi alutsista keseluruhan bagus 100 persen siap pakai," katanya kepada wartawan, Selasa (2/03/11).

    Nizam menambahkan saat ini pihaknya tengah merancang untuk memodernisasi keseluruhan alutsista TNI AD. Hal itu guna meningkatkan kualitas alutsista yang dimiliki TNI AD.

    "Sekarang ini sedang dirancang untuk modernisasi alutsista, target 1 sampai 2 bulan ke depan sudah bisa dipakai," tegasnya.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> TNI Jamin Alutsista dalam Kondisi Baik

    Pangdam: TNI Optimalkan Intelijen

    SEMARANG (Suara Karya): Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistyono menyatakan akan terus meningkatkan kemampuan intelijen untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan massa dan terorisme.

    "Seluruh jajaran Kodam juga telah saya perintahkan untuk mendukung penuh kepolisian setempat saat menangani aksi teror dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Pangdam di sela acara syukuran Hari Ulang Tahun Ke-61 Kodam IV/Diponegoro di Lapangan Parade Makodam, di Semarang, kemarin.

    Ia mengatakan, pelaksanaan dukungan terhadap kepolisian tersebut sesuai Undang-undang yang berlaku dan kepolisian akan tetap sebagai pemegang komando dengan dukungan TNI. "Pada intinya adalah TNI akan melindungi seluruh masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban," ujarnya.

    Terkait HUT Ke-61 Kodam IV/Diponegoro yang diperingati dengan sederhana tanpa upacara militer, Pangdam mengatakan hal tersebut sesuai instruksi Panglima TNI dan untuk penghematan anggaran.

    "Mulai tahun ini peringatan HUT yang boleh dirayakan hanya HUT TNI Angkatan Darat dan Hari Juang Kartika, sedangkan HUT korps atau kesatuan cukup dengan acara syukuran sederhana saja," katanya.

    Menurut dia, dalam suatu peringatan HUT kesatuan TNI yang terpenting adalah kegiatan bakti sosial seperti donor darah, pengobatan dan sunatan massal, serta anjangsana ke panti asuhan.

    Sementara itu, Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-E/UNIFIL (Indobatt/Indonesian Battalion) menggelar "Market Day" untuk mendekatkan diri dengan masyarakat Lebanon.

    Komandan Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/ UNIFIL Letkol Inf Hendy Antariksa melalui surat elektronik dari Lebanon, Selasa (1/3), melaporkan, "Market Day" itu digelar di Lapangan Soekarno Base UN POSN 7-1,Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan (27/2).

    Pembukaan secara resmi ditandai dengan pemotongan pita oleh Komandan FHQSU yang juga bertindak selaku Komandan Kontingen Indonesia, Kolonel Pnb. Yulianta, didampingi Wadan Sektor Timur Kolonel Laut (E) Joko Edi S.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Pangdam: TNI Optimalkan Intelijen

    Iran Akan Produksi Pesawat Tempur Canggih

    illustrasi.

    Teheran : Angkatan Udara Republik Islam Iran memulai kegiatan untuk merancang dan membangun pesawat jet tempur tercanggih, demikian dilaporkan siaran televisi berbahasa Inggris Iran, Press TV, Minggu (27/2).

    Brigadir Jenderal Mohammadreza Karshki, komandan Angkatan Udara Iran, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dalam proyek tersebut, yang masih dalam tahap awal.

    Jet tempur tersebut dirancang berkemampuan serupa dengan F/A-18 buatan Amerika Serikat, sementara berbentuk seperti F-5E/F Tiger II, kata Press TV.

    Pesawat pembom berkursi tunggal itu mampu mengintai pesawat musuh, melakukan perlawanan, membidik sejumlah tempat di darat, dan membawa berbagai jenis senjata dan peledak, kata laporan itu.

    Iran pada Februari tahun lalu menyatakan telah berhasil menguji pesawat tempur siluman, yang tak dapat dijejaki radar, karena bentuk fisik dan bahan badan pesawat tersebut.

    Sumber: ANALISA
    Readmore --> Iran Akan Produksi Pesawat Tempur Canggih

    Pangarmatim Uji Coba Hovercraf


    Haover Craft : Pangarmatim mengikuti uji coba Hover Craft yang di modifikasi sistem pendorongnya di laut Sekitar Dermaga Koarmatim. Selasa (01/03)

    Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Bambang Suwarto melaksanakan uji coba kendaraan amfibi atau Houver Craf yang dimiliki Koarmatim di sekitar perairan Koarmatim, Selasa (1/3). Uji coba kendaraan amfibi ini merupakan uji kemampuan kendaraan itu setelah mengalami perbaikan.

    Dalam uji coba tersebut, Pangarmatim turut mengikuti pelayaran dengan menggunakan kendaraan tempur itu mengitari seluruh perairan Pangkalan Basis Koarmatim. Selama dalam pelayaran uji coba itu, Pangarmatim menerima penjelasan dari Kolonel Laut (T) Cahyono selaku ketua tim Modifikasi Houver Craf yang sehari-hari menjabat sebagai Sahli Pangarmatim Bidang Teknologi.

    Modifikasi Houver Craf ini dilakukan oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya. Uji coba berlangsung dari pukul 10.30 Wib sampai dengan pukul 12.00 Wib.

    Turut menyertai Pangarmatim dalam uji coba kendaraan amfibi itu, antara lain Kepala Staf Koarmatim Laksma TNI Arief Rudijanto, SE. Komandan Guspurlatim Kolonel Laut (P) Sulaeman Banjar Nahor, SE, dan para Asisten Pangarmatim.

    Sumber: PANGARMATIM
    Readmore --> Pangarmatim Uji Coba Hovercraf

    Pembangunan Satuan Radar Diminta Dipercepat

    JAKARTA (Suara Karya): Komisi I DPR mendukung upaya Tentara Nasional Indonesia (TNI) membangun kekuatan radar di wilayah perbatasan negara Indonesia dengan negara tetangga. Pembangunan radar pengamatan akan dipercepat guna mendukung kinerja TNI mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    "Panitia Kerja (Panja) alat utama system persenjataan (alutsista) Komisi I DPR sangat merespons kebutuhan radar guna memantau konidisi wilayah udara nasional yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, Papua," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin di sela-sela kunjungan ke Markas Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) dan Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (28/2).

    Selain bersilaturahmi, kunker Panja Alutsista Komisi I DPR untuk mengetahui kondisi nyata kesiapan alutsista yang dimiliki Kohanudnas, seperti kekuatan radar pengamatan serta menyinkronkan pelaksanaan tugas yang diemban TNI Angkatan Udara.

    Selain kebutuhan radar pengamatan, dikatakan Hasanuddin, TNI masih membutuhkan pesawat tempur. Komponen inipun masih jadi prirotas dukungan DPR. "Pembangunan satuan radar akan diselaraskan pada pembangunan alutsista udara," ujar Hasanuddin. Secara terpisah dihubungi Suara Karya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro menjelaskan, TNI AU akan memiliki 18 radar pengamatan. Satu radar bertambah di Papua yang masih di bawah binaan Komando Sektor Udara Biak.

    Walau begitu, Bambang mengakui, 18 radar pengamatan masih jauh dari ideal, apabila disiagakan untuk memantau luas wilayah Indonesia. "Idealnya yang dibutuhkan 32 radar," ujarnya.

    Kepala Staf Kohanudnas Marsekal Pertama TNI Chaerudin Ray mengatakan, untuk mengamankan wilayah udara nasional, Kohanudnas harus di dukung alutsista yang memadai. Misalnya, pengadaan pesawat tempur sergap, peluru kendali dan radar yang dapat mengawasi seluruh wilayah udara nasional.

    Sementara itu, jajaran TNI di lingkungan Komando Distrik Militer (Kodim) 0708 Purworejo, diminta agar mampu mengelola perbedaan dan keberagaman, serta menyikapinya dengan arif bijaksana.

    "Perbedaan dan keberagaman merupakan sebuah keniscayaan yang tidak terpisahkan dari bagian kehidupan bermasyarakat. Tanpa sikap yang arif, maka bisa menjadi sumber konflik," kata Komandan Kodim (Dandim) 0708 Purworejo Letkol Inf Ade Adrian, dalam amanatnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW keluarga besar Kodim 0708 di gedung Jenderal Sudirman kompleks Makodim Purworejo, kemarin.

    Acara tersebut dihadiri seluruh keluarga besar Kodim dan Koramil se Kabupaten Purworejo. Peringatan maulid nabi di sini menghadirkan pembicara Ustadz H Ahmad Abdul Haq.

    Dalam tausiyahnya, Ustadz H Ahmad Abdul Haq menjelaskan, Indonesia merupakan negara majemuk dengan berbagai latar belakang kehidupan.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Pembangunan Satuan Radar Diminta Dipercepat

    Komisi I DPR Kunjungi Denarhanud Rudal 003/Dam Jaya

    JAKARTA (Pos Kota) – Denarhanud Rudal 003/I/Kodam Jaya/Jayakarta dikunjungi anggota Panja Alutsista Komisi I DPR RI yang diterima langsung oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Mayor Jenderal TNI Marciano Norman bertempat di Markas Komando Denarhanud Rudal 003 Cikupa, Tangerang, Banten.

    Rombongan yang dipimpin oleh TB Hasanudin tersebut tiba di Mako Den Arhanud Rudal 003 sekitar pukul 13.30 Wib yang terdiri dari Salim Mengga, Aswan Abubakar, RA Yaya dan Nuning Kentopati dan lain-lain.

    Rombongan diterima oleh Pangdam jaya dengan didampingi Wadanpus Arhanud, Irdam Jaya, Asops Kasdam Jaya, Danmen Arhanud-I/Faletehan, Kabekangdam, Dam jaya, Kapaldam Jaya, Kahubdam Jaya dan Kapendam Jaya.

    Dalam pengantarnya Pangdam Jaya Mayjen TNI Marciano Norman menyampaikan harapannya setelah kunjungan Komisi I DPR RI ini semoga Den Arhanud Rudal 003 kedepan akan semakin baik.

    Sementara itu TB Hasanudin mengatakan Panja Allutsista Komisi I DPR RI merespon mengenai alutsista TNI khususnya masalah radar guna memantau seluruh wilayah Tanah Air dari gangguan musuh. Kunjungan diakhiri dengan peragaan Sistem Kerja Alutsista yang dimiliki oleh Den Arhanud Rudal 003.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Komisi I DPR Kunjungi Denarhanud Rudal 003/Dam Jaya

    TNI AL Akan Ujicoba Tembak 3 Senjata Strategis

    Tabung Peluncuran KRI Diponegoro.

    JAKARTA (Pos Kota) – Sedikitnya tiga jenis senjata strategis terbaru TNI Angkatan Laut dalam waktu dekat akan dilaksanakan uji coba penembakan. Ketiga senjata tersebut yakni Peluru Kendali (Rudal) Yakhont, Rudal Exocet MM 40 dan Rudal Penangkis Serang Udara Mistral.

    Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, Selasa (01/3), saat memberikan pengarahan dihadapan 300 Pejabat TNI AL, Pangkotama, dan Perwira Menengah setingkat Kolonel Kotama wilayah Jakarta, di Gedung Serba Guna Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.

    Menurut Kasal, rencana uji coba penembakan Rudal Yakhont akan dilakukan dari KRI Oswald Siahaan-354, sebuah kapal perang TNI AL jenis Vanspeik, sedangkan Rudal Exocet MM 40 dan Rudal Penangkis Serangan Udara Mistral akan ditembakkan dari kapal tercanggih milik TNI AL saat ini jenis Sigma class KRI Diponegoro-365. “Ketiga senjata itu saat ini telah selesai diinstalasikan di kapal,” kata Kasal.

    Pada kesempatan tersebut Kasal menginstruksikan kepada Perwira yang terlibat untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. “Siapkan dan rencanakan dengan sungguh-sungguh agar tugas yang diemban dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tegasnya.
    Pertemuan dan pengarahan Kasal yang dikemas dalam bentuk acara minum kopi ini digelar sebagai sarana silaturahmi antara Pemimpin TNI AL dengan para Pejabat Struktural di jajaran TNI AL, sekaligus merupakan sarana penyampaian informasi terkini serta media informill untuk mendiskusikan situasi dan kondisi TNI AL saat ini. “Diharapkan dengan diselenggarakannya acara ini hubungan tali silaturahmi di antara kita semua dapat lebih terjaga dan lebih erat, sekaligus akan didapatkan masukan yang bersifat bottom up demi kebaikan dan kemajuan kita,” kata Kasal.

    Pada kesempatan tersebut, dalam rangka validasi organisasi, Kasal juga mengungkapkan tentang rencana peresmian beberapa Pangkalan Angkatan Laut (Lanal), diantaranya Lanal Morotai dan Lanal Saumlaki yang berkedudukan langsung di bawah Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon, kemudian Lanal Simeulue yang berkedudukan langsung di bawah Lantamal II Padang, serta Lanal Melonguane yang berkedudukan langsung di bawah Lantamal VIII Menado. “Diharapkan adanya beberapa Lanal tersebut akan dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kemampuan dukungan kepada unsur-unsur operasional TNI AL serta guna menjamin tetap tegaknya keutuhan NKRI,” tambah Kasal.

    Acara minum kopi dengan pejabat struktural TNI AL tersebut dihadiri pejabat TNI AL antara lain Irjenal Laksda TNI Harry Yuwono, SMN, Asops Kasal Laksda TNI Slamet Yulistiono, Aspers Kasal Laksda TNI Bambang Budianto, Asrena Kasal Laksda TNI Among Margono, SE, Koorsahli Kasal Laksda TNI Adi Prabawa, S.IP, M.M., serta Kadispenal Laksma TNI Tri Prasodjo.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> TNI AL Akan Ujicoba Tembak 3 Senjata Strategis

    Tuesday, March 1, 2011 | 6:20 PM | 0 Comments

    Pemerintah Mengevaluasi Industri Pertahanan Dalam Negeri



    (Senin)- Pemerintah menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung industri senjata dalam negeri dengan membentuk sebuah program untuk Komite untuk Industri Pertahanan (KKIP) yang akan dilaksanakan tahun ini.

    "Program tahun ini mencakup penilaian kinerja perusahaan milik negara pertahanan," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam konferensi pers setelah rapat pleno KKIP di Departemen Pertahanan.

    "Ada dana yang cukup bagi kita untuk memperoleh senjata dari industri pertahanan dalam negeri," katanya tanpa memberikan angka yang tepat.

    Pertemuan pada hari ini juga menilai program KKIP pada tahun 2010.

    Purnomo, yang merupakan ketua KKIP, mengatakan pemerintah juga mendorong perusahaan pertahanan untuk memasuki pasar pertahanan sebesar $ 20 miliar dari ASEAN.

    Juga pada pertemuan KKIP tersebut dihadiri Menteri BUMN dan Wakil ketua KKIP Mustafa Abubakar, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Riset dan Teknologi Suharno Surapranata, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Jenderal Polisi Nasional Timur Pradopo dan Wakil Kepala Pertahanan dan Wakil Sekretaris Jenderal Sjamsoeddin KKIP Sjafrie.

    Petinggi dari Industri pertahanan dan pemangku kepentingan lainnya juga menghadiri pertemuan tersebut.

    Mustafa mengatakan, negara harus memberdayakan industri pertahanan dalam negeri, dan menambahkan bahwa pendekatan komersial tidak akan cukup.

    "Kami masih memiliki masalah dari masa lalu, seperti hutang yang harus diselesaikan. Dia mengatakan "Industri pertahanan dalam negeri mungkin perlu restrukturisasi organisasi mereka, yang meliputi keuangan dan pemasaran.

    Mustafa mengatakan bahwa kontrak multi-year telah diberikan kepada industri pertahanan dalam negeri untuk menambah dan menggantikan sistem alutsista TNI.

    "Selain itu industri pertahanan juga menerima pesanan dari luar negeri."

    "Industri pertahanan dalam negeri telah menerima banyak pesanan, walaupun belum mencapai skala ekonomi".

    Dengan adanya KKIP akan memungkinkan TNI/POLRI untuk menentukan apa yang mereka butuhkan sehingga Kementerian Riset dan Teknologi akan melakukan penelitian yang diperlukan, kata Suharna.

    TNI dan POLRI juga menegaskan komitmen untuk menggunakan alutsista dari industri dalam negeri, Agus juga mengatakan TNI/POLRI akan menggunakan industri pertahanan dalam negeri sebanyak mungkin.

    Timur pradopo juga mendesak industri pertahanan dalam negeri menjadi kompetitif dan efisien. Saat ini ada tiga negara industri pertahanan utama: pemproduksi pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (PT DI), pemproduksi senjata dan amunisi PT Pindad dan galangan kapal PT PAL Indonesia.

    Sjafrie yang baru saja kembali dari kunjungan ke Brunei Darussalam, mengatakan, Kesultanan Brunei Darussalam telah menyatakan minatnya untuk membeli senapan serbu dan pengangkut personel lapis baja dari PT.Pindad, dan meningkatkan armada CN-235 buatan PT DI.

    Sumber: JAKARTA POST
    Readmore --> Pemerintah Mengevaluasi Industri Pertahanan Dalam Negeri

    Rencana Perbaikan Untuk Tampilan Helm JSF



    Perbaikan dalam beberapa item pesawat yang telah menjangkiti helm F-35 (mount display),kata seorang pejabat dari Vision Systems International, yang memproduksi helm ini.

    Di antara masalah pilot mengeluhkan adalah dimana pencitraan gambar tidak mengikuti gerakan kepala pilot dan pencitraan yang tidak sejajar dengan penglihatan pilot dan gambar terlihat kabur.

    Masalahnya adalah sangat jelas dengan sistem penglihatan malam helm, yang dimaksudkan untuk menampilkan gambar dari enam kamera inframerah dipasang di sekitar pesawat pesawat itu, kata Wakil Laksamana David Venlet,kepala program Joint Strike Fighter.

    Program ini untuk melihat sistem penglihatan malam alternatif untuk unit pelatihan pertama,yang dijadwalkan akan menerima F-35 pertama pada bulan Mei.

    Venlet mengatakan perbaikan jangka pendek dapat mencakup pergerakan citra untuk menampilkan kepala menghadap bawah pesawat flat-panel, dan pilot juga mempunyai kacamata penglihatan malam konvensional.

    Tapi ini bukan solusi jangka panjang yang memuaskan, katanya.

    "Kami tidak menyerah pada keluhan yang diajukan oleh pengguna" kata Venlet.

    Presiden Vision Systems International mengatakan perusahaan itu memiliki solusi jangka panjang.

    "Kami memiliki beberapa perubahan teknik, yang kita telah terintegrasi dalam rencana blok," kata Presiden perusahaan Drew Brugal.

    Brugal mengatakan modifikasi awal telah dipasang di dua helm pertama tingkat produksi rendah. memperbaiki Ini "beberapa masalah interferensi mekanik antara shell helm dan unit tampilan," katanya.

    Perubahan utama adalah penyisipan sebuah shim, 8/1000ths dari inci lebar, antara shell helm dan komponen video.

    Brugal mengatakan sistem ini adalah salah satu helm dengan beberapa modifikasi yang telah terbang empat kali penerbangan dan menunjukkan tampilan perbaikan dramatis dalam kualitas gambar.

    Ia mengatakan perusahaannya juga menulis perangkat lunak untuk mengurangi masalah jitter, yang disebabkan oleh pelacak helm magnetik bereaksi terhadap getaran kursi ejeksi. Dalam modifikasi tambahan berikutnya, perusahaan berencana untuk menginstal sebuah unit pengukuran inersia kecil ke helm untuk lebih mengurangi permasalahan tersebut, katanya.

    Tapi mengkoreksi masalah-masalah dalam penglihatan malam akan sedikit lebih sulit. Sistem penglihatan malam pesawat belum diuji terbang, tetapi ada indikasi tampilan saat ini tidak memiliki resolusi untuk menyesuaikan kacamata konvensional malam, katanya.

    Rencananya, akan segera disajikan oleh perusahaan dan F-35 prima kontraktor Lockheed Martin ke kantor F-35 program, adalah membangun helm dengan teknologi yang lebih baru daripada yang tersedia ketika desain saat ini telah selesai enam tahun lalu.

    Perbaikan pertama kemungkinan akan menjadi lebih baik tracker magnetik, yang akan tiba dalam waktu kurang dari setahun, katanya.

    Mungkin dua tahun off adalah layar resolusi lebih tinggi yang mungkin akan melampaui setiap kacamata penglihatan malam yang ada saat ini, katanya.

    Brugal mengatakan bahwa F-35 training unit, sekarang berdiri di Eglin Air Force Base, Florida, tidak akan terbang di malam hari selama dua tahun.

    "Kami pikir rencana kami akan dapat memenuhi jadwal," kata Brugal.

    Selain itu, perangkat lunak baru akan memungkinkan tampilan helm untuk mengurangi latency dan sekering informasi dari berbagai sensor pesawat.

    Di masa depan, Vision Systems International berharap untuk meng-upgrade helm dengan layar warna, yang akan menarik lebih banyak informasi dari berbagai sensor F-35 dan membantu pilot mengidentifikasi target dalam sekejap.

    "Warna yang akan dimasukkan ke dalam tampilan depan Itu bukan bagian dari peta jalan kami,. Tapi kami memasukkan warna dalam penawaran kami yang lain, saya akan mengantisipasi warna yang bagian akan dari F-35 di masa mendatang," kata Brugal.

    Readmore --> Rencana Perbaikan Untuk Tampilan Helm JSF

    Seluruh Pulau dalam Pantauan TNI




    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--TNI menegaskan seluruh pulau yang menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah berada dalam pantauan patroli. Dugaan penjualan pulau-pulau kecil kepada pihak asing merupakan domain dari pemerintah daerah, polisi, dan pihak lainnya. TNI baru akan bertindak jika jual beli lahan atau pulau menimbulkan ancaman terhadap keamanan negara.

    Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tri Prasojo, Senin (28/2). Tri menyampaikan hal itu menanggapi Himpunan Masyarakat Adat Pulau Rempang Galang (Himad Purelang) yang melaporkan penjualan bagian pulau terluar kepada Mabes Polri pada Senin (28/2). Lima pulau yang dijual itu adalah Pulau Penempan, Pulau Pengalap, Pulau Tanjungrame, Pulau Segayang dan sebagian Pulang Galang.

    "Semua pulau-pulau di Indonesia, termasuk pulau terluar menjadi bagian dari patroli TNI," kata Tri. Dia mengatakan, patroli itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan TNI AL, bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan negara. Patroli juga dilakukan di pulau-pulau yang termasuk dalam bagian Kepulauan Riau.

    "Kalau memang ada penjualan lahan, pulau, dan hal lainnya yang bersifat administratif, itu merupakan wewenang pemerintah daerah dan pihak terkait," kata Tri. TNI, lanjut dia, tetap menjalankan tugas rutinnya dalam melakukan patroli dan operasi. Tri mengaku, belum mendapat informasi terkait dugaan penjualan pulau tersebut.

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah sedang mempertimbangkan rencana penambahan pulau terluar yang akan dijaga oleh TNI. Saat ini, Indonesia memiliki 92 pulau terkecil di bagian terluar, sedangkan yang dilakukan penjagaan sebanyak 12 pulau. Dalam waktu dekat, 12 pulau tersebut akan bertambah jika anggarannya memungkinkan.

    Hal itu disampaikan Purnomo ketika membuka seminar bertajuk 'Peran Riset dalam Mencari Solusi Permasalahan Perbatasan' di Kementerian Pertahanan, Rabu (23/2). Purnomo mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan survei untuk menentukan pulau-pulau yang akan ditambah penjagaannya.

    Penambahan pulau yang akan dijaga itu berada di kawasan Laut Cina Selatan. "Karena di Laut Cina Selatan itu hanya ada satu (pulau yang dijaga), Pulau Sekatung. Kita sedang lihat lagi beberapa pulau yang akan kita tempatkan pasukan pos penjagaan," ujar Purnomo menegaskan.

    Purnomo belum menentukan pulau-pulau yang dimaksud. "Belum, kan ada banyak sekali pulau kecil-kecil itu," katanya. Menurut dia, pemerintah perlu mempertimbangkan fasilitas yang ada di pulau itu. Penjagaan akan dilakukan oleh prajurit TNI Angkatan Laut, sehingga perlu disediakan terlebih dahulu fasilitasnya.

    Berapa banyak pulau yang akan dilakukan penjagaan? "Kita belum tahu, apakah satu, dua, atau tiga, atau empat. Kan ini bergantung pada budget juga. menempatkan pasukan, fasilitas, dan lain-lain," ujar Purnomo. Fasilitas utama yang harus tersedia adalah listrik dan air bersih.

    Ketika ditanya anggaran yang dimiliki Kementerian Pertahanan untuk rencana itu, Purnomo mengatakan, rencana tersebut bukan tergantung dari anggaran yang dimiliki, tapi anggaran yang diajukan. "Tapi, budget yang ada sekarang itu ya untuk 12 pulau," ujar Purnomo menegaskan.
    Readmore --> Seluruh Pulau dalam Pantauan TNI

    Inilah Kapal Induk Tertua di Dunia




    INILAH.COM, Jakarta- Kapal induk tertua di dunia milik Angkatan Laut Inggris berhasil ditemukan di bawah Sungai Thames. Meskipun begitu, yang tampak hanyalah bongkahan berkarat.

    Meskipun dengan panjang 58 kaki, kapal Thorneycroft Seaplane Lighter keluaran tahun 1918 ini merupakan kapal amfibi modern pertama milik Angkatan Laut Inggris. “Kapal itu tampak kecil tapi menyebabkan perkembangan besar terhadap kapal induk besar modern,” ujar kepala Museum Fleet Air Arm, Jon Jefferies.

    Kapal tersebut dibuang di sungai seperti benda tidak berguna meskipun menjadi saksi utama Perang Dunia Pertama. Kini kapal tersebut sedang diperbaiki oleh ahli di Museum Fleet Air Arm di Somerset, Inggris.

    Direktur museum Graham Mottram mengaku sempat putus asa untuk menemukan salah satu kapal yang berasal dari awal abad ke-20. Setelah melihat kapal induk itu, Mottram mengatur agar bisa diangkat dari air dan dibawa ke museum untuk diperbaiki.

    “Saya sangat menyadari kapal itu sangat berharga tapi saya terkejut bisa menemukan salah satunya yang masih utuh,” kata Mottram lagi.
    Readmore --> Inilah Kapal Induk Tertua di Dunia

    Hanggar Dibangun di Lanud Abdurahman Saleh Untuk Super Tucano



    MALANG--MICOM: Hanggar atau tempat parkir pesawat tempur berteknologi canggih telah siap dibangun di Lanud Abdurahman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada triwulan II tahun 2011 atau sekitar April, Mei, Juni.

    Komandan Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Letkol Pnb Ferlianto, Kamis (24/2), mengatakan, kecanggihan hanggar ini meliputi adanya tempat data link yang tersambung dengan komputerisasi, ruang simulator untuk percobaan pesawat, ditambah dengan teknologi Ground Support Equipment (GSE).

    Pembangunan hanggar, bertujuan menunjang fasilitas terkait kedatangan pesawat tempur Super Tucano 314 buatan Brasil yang direncanakan tiba secara bertahap dari total 16 pesawat Super Tucano. "Guna menunjang kedatangan pesawat itu, saat ini kami sediakan
    pembangunan fasilitasnya, termasuk hanggar atau selter pesawat tersebut. Rencananya, pesawat akan tiba empat unit dulu pada tahun ini," katanya.

    Kontrak pembelian pesawat tempur baru telah ditandatangani Desember 2010. Dalam rentang waktu 2010-2014, pihak Lanud Abdurahman Saleh telah menyiapkan pengadaannya.

    "Pada Januari lalu, Wakil KSAU melakukan kunjungan ke sini, karena pada triwulan
    I sudah dilakukan pengukuran maupun survei lapangan terhadap lokasi pembangunan hanggar yang akan digunakan pengembangan fasilitas Skadron Udara 21," ujarnya.

    Pesawat tersebut dibeli sebagai pengganti pesawat OV-10F Bronco yang sudah dinyatakan grounded pada 2007. Keunggulan pesawat Super Tucano, yakni mampu melaksanakan manuver dengan kecepatan tinggi dan rendah, melaksanakan operasi pada malam hari dengan kemampuan terbang mini (Endurance) 02.30 jam tanpa Ext tank.

    Untuk level Asia, Indonesia adalah yang pertama memiliki pesawat jenis ini dan merupakan pesawat generasi kelima. Selain Indonesia, pemakai lainnya tercatat antara lain Argentina, Prancis, Kuwait, dan Paraguay.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Hanggar Dibangun di Lanud Abdurahman Saleh Untuk Super Tucano

    Monday, February 28, 2011 | 11:42 PM | 0 Comments

    KEMHAN BAHAS MASTER PLAN BELI ALUTSISTA DALAM NEGERI

    Industri Pertahanan Dalam Negeri. (Foto: ARDAVA)

    Jakarta, 28/2/2011 (Kominfo-Newsroom)
    Kementerian Pertahanan membahas grand strategy master plan program khusus mengenai pembelian alutsista dalam negeri dan rencana UU Revatalisasi Industri Pertahahan serta evaluasi BUMN Industri Pertahanan dan user, untuk program kerja tahun 2011.

    “Pembahasan ini tidak hanya TNI dan Polri namun termasuk sektor-sektor lain yang memerlukan alutsista,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai rapat Pleno Komite Industri Pertahanan, di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (28/2).

    Menurut Menhan, pembangunan industri pertahanan dalam negeri sudah ditetapkan oleh pemerintah pagu yang bisa dipakai untuk alokasi pendanaan. “Itu cukup besar dalam mendukung pemenuhan MEF. Sekarang masih dalam proses penyusunan bluebook di Bappenas. Setelah itu ditetapkan oleh Menkeu dan akan menjadi pegangan bagi kita untuk pembelajaan alutsista kita,” tutur Menhan.

    Dijelaskan Menhan, Lima tahun lalu ada pagu alokasi pinjaman yang baru dipakai sebagian dan sebagian lagi bisa di carry over untuk dipakai dan dengan jumlah yang cukup besar.

    “Lima tahun lalu baru terpakai 40 hingga 50 persen ditambahkan untuk pagu pinjaman saat ini,” ujar dia.

    Menurut Purnomo, tidak semua pagu pinjaman saat ini berasal dari kredit ekspor. Karena kredit ekspor akan semakin menurun, dan akan membesarkan pinjaman dalam negeri dan APBN. Jadi sudah jelas komitmen pemerintah,” tandas Purnomo.

    Dia menambahkan anggapan bahwa kebijakan anggaran untuk pembiayaan industri pertahanan belum mencerminkan kuatnya komitmen pemerintah untuk revitalisasi itu tidak benar apalagi kredit ekspor sekitar Rp5 triliun dibandingkan pembiayaan industri pertahanan sekitar Rp835 miliar.

    “Itu tidak betul jika dikatakan komitmen pemerintah tidak ada pada pembangunan industri pertahanan dalam negeri,” ujarnya.

    Menurut Purnomo, kebijakan anggaran untuk pembiayaan industri pertahanan dalam negeri jangan melihat tahun per tahun, tetapi harusnya secara multi years. Pagu sudah ditetapkan dan cukup besar dalam mendukung pemenuhan MEF.

    Sementara itu, ditempat yang sama Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, mengatakan pembiayaan untuk industri pertahanan dilakukan kontrak-kontrak dalam model multi years guna memperkuat dan memberi kepastian kepada BUMN. Selain itu juga untuk memperkuar organisasi dan manajemen, termasuk mengganti order luar negeri dan kerjasama dengan perusahaan seperti Boeing dengan PT DI.

    “Kita sadari banyak utang masa lalu yang masih harus kita selesaikan. Adapun strateginya kita akan rundingkan dengan DPR. Karena memang harus ada keberpihakan negara,” “ujar Mustafa.http://www.blogger.com/img/blank.gif

    Menurut dia, BUMN juga sedang mengevaluasi struktur organisasi BUMN strategis termasuk nanti penguatan BUMN. Menteri mengakui ada tiga kesulitan mendasar pada industri pertahanan dalam negeri yaitu kesulitan dalam bidang keuangan atau fiscal, kedua kurang kuat dalam manajemen, ketiga perlu penguatan pemasaran.

    Sementara Menteri Perindustrian MS Hidayat, optimis keinginan pemenuhan industri pertahanan dalam lima tahun mendatang dapat dipenuhi secara optimal oleh produksi dalam negeri. Namun apabila industri dalam negeri belum mampu mengupayakan optimal pemerintah mengusahakan sinergi produksi atau teknologi dari luar negeri.

    “Dengan melakukan proses ToT diharapkan bisa memperkuat daya saing nasional khususnya dalam bidang ini,” ujar Hidayat.

    Sumber: KOMINFO
    Readmore --> KEMHAN BAHAS MASTER PLAN BELI ALUTSISTA DALAM NEGERI

    Komisi I DPR RI Kunjungi Kohanudnas dan Lanud Halim

    Kas Kohanudnas Marsma TNI Chaerudin Ray (berdiri) sedang menjawab beberapa pertanyaan dari anggota Panja Alutsista Komisi I DPR RI di ruang VIP Room SUMA 2 Lanud Halim P.

    Anggota Panja Alutsista Komisi I DPR RI mengadakan kunjungan kerja ke Makohanudnas dan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Rombongan yang dipimpin TB. Hasanuddin, SE, MM diterima Kas Kohanudnas Marsma TNI Chaerudin Ray mewakili Pangkohanudnas, Senin, (28/2), di Ruang VIP Room SUMA 2 Lanud Halim P. Turut mendampingi pada acara tersebut Pangkosekhanudnas I Jakarta Marsma TNI M. Barkah, Danlanud Halim Marsma TNI M. Nurullah, S.IP, para Asisten Kas Kohanudnas dan beberapa pejabat staf Mabesau.

    Kunjungan kerja Panja Alutsista Komisi I DPR RI dimaksudkan selain bersilaturrahmi juga bertujuan untuk mengetahui kondisi nyata dilapangan sampai sejauhmana kesiapan alutsista yang dimiliki Kohanudnas khususnya alutsista Radar, serta mensinkronisasikan pendapat agar kesemuanya dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan bidang tugas yang diberikan.

    Pangkohanudnas Marsda TNI Eddy Suyanto, ST dalam kata sambutannya yang dibacakan Kas Kohanudnas Marsma TNI Chaerudin Ray mengatakan, sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya dalam menjaga keutuhan dan keamanan wilayah udara nasional, Kohanudnas merupakan salah satu Kotama ops TNI yang secara terus menerus melaksanakan operasi sepanjang tahun dengan mengoptimalkan Kosekhanudnas dan Satuan Radar jajaran serta mengoperasikan Detasemen Rudal TNI AD dan KRI TNI AL yang mempunyai kemampuan hanud.

    Kas Kohanudnas, Marsma TNI Chaerudin Ray dalam paparanya mengatakan, bahwa untuk mampu mengamankan wilayah udara nasional, Kohanudnas harus di dukung dengan peralatan Alutsista yang memadai antara lain pengadaan pesawat tempur sergap, peluru kendali dan radar yang dapat mengawasi seluruh wilayah udara nasional sehingga tidak memberikan celah bagi penerbangan gelap yang mencoba untuk memasuki wilayah udara nasional Indonesia.

    Sementara itu TB. Hasanuddin, SE, MM selaku pimpinan rombongan mengatakan, Panja Alutsista Komisi I DPR RI merespon mengenai Alutsista yang dibutuhkan TNI khususnya masalah radar guna memantau kondisi wilayah udara nasional yang terbentang dari Sabang, Merauke hingga Papua. Begitu pula masukan dan harapan tentang kebutuhan pengadaan alutsista Satuan Radar akan diusahakan untuk segera dipenuhi. Hal ini penting agar Kohanudnas dan satuan jajaran mampu melaksanakan pemantauan seluruh wilayah udara nasional tersebut. Menurut rencana rombongan Panja Alutsista Komisi I DPR RI akan melanjutkan kunjungan kerja ke Detasemen Rudal Kodam Jaya, Cikupa, Tangerang. Pertemuan tersebut diakhiri dengan tukar menukar cindera mata.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Komisi I DPR RI Kunjungi Kohanudnas dan Lanud Halim

    Pulau Terluar di Batam Nyaris Tenggelam

    Batam (ANTARA News) - Pulau Batu Berantai, pulau terluar Indonesia yang berada di Batam, Kepulauan Riau, nyaris tenggelam.

    "Pulau itu hanya ada (terlihat) saat surut, sedang waktu pasang dia tenggelam," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, Senin.

    Ia mengatakan, keberadaan Pulau Batu Berantai penting bagi kedaulatan NKRI, karena pulau itu satu dari tiga pulau terluar yang berbatasan dengan Perairan Singapura.

    "Jaraknya hanya tiga sampai lima km dari Singapura," kata Wali Kota.

    Pemerintah Kota Batam, kata dia, meminta Pemerintah Pusat untuk segera mereklamasi Pulau Batu Berantai, agar tidak hilang.

    Permintaan itu disampaikan langsung kepada Presiden Yudhoyono di Bintan beberapa waktu lalu. Dan Wali Kota mengatakan Presiden merespons positif permintaan itu dan akan melakukan kajian bersama.

    "Jawabannya baru akan diberikan dua bulan lagi," kata Wali Kota.

    Dan bila pulau kecil itu sudah direklamasi, Wali Kota mengatakan akan membangun tugu yang menyatakan pulau itu bagian dari NKRI.

    Ia mengatakan tidak akan merelokasi penduduk untuk tinggal di pulau terdepan. Pulau Batu Berantai merupakan satu dari tigapulau terdepan yang terdapat di wilayah administratif Kota Batam selain Pulau Nipah dan Pulau Puteri.

    Menurut Wali Kota, kondisi Pulau Nipah dan Pulau Puteri relatif lebih baik ketimbang Pulau Batu Berantai, karena sudah direklamasi dan dijaga tentara.

    Di tempat terpisah Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Yusfa Hendri mengatakan Pulau Batu Berantai nyaris tenggelam karena kondisi pulau yang hanya karang atol.

    Yusfa membantah pulau nyaris tenggelam akibat aktivitas penggalian pasir darat. "Dia karang atol, tapi karena merupakan titik terdepan Indonesia, maka perlu direklamasi," kata Yusfa.

    Sebelumnya, Pulau Nipah juga nyaris tenggelam akibat pengerukan pasir darat. Kemudian pulau itu direklamasi oleh Pemerintah Pusat dengan biaya triliunan rupiah.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pulau Terluar di Batam Nyaris Tenggelam

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.