ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, March 19, 2011 | 10:15 PM | 0 Comments

    Russian 5G subs to be equipped with ballistic, cruise missiles

    Russian nuclear submarines

    Russia's proposed fifth-generation nuclear submarines will be armed with both ballistic and cruise missiles, a senior Navy source told RIA Novosti on Saturday.
    He did not specify the names of the missiles.

    Russia is planning to develop its newest fifth-generation submarine by 2020 under a 2011-2020 arms procurement program, First Deputy Defense Minister Vladimir Popovkin said last month.

    Russia also plans to build eight fourth-generation strategic nuclear submarines by 2020 and equip them with Bulava submarine-launched ballistic missiles, which are expected to be put into service this year.

    Defense Ministry submitted the 19 trillion ruble ($651 billion) arms procurement spending plan for 2011-2020 to the government in December. Some 80% of the funds will be spent on buying weapons and 10% will be spent on scientific research.

    From: RIA
    Readmore --> Russian 5G subs to be equipped with ballistic, cruise missiles

    580 Personel TNI AL Amankan Bandara Juanda

    Sidoarjo - Teror bom akhir-akhir ini marak terjadi di Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia termasuk di Surabaya. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di Bandara International Juanda, sebanyak 580 personel pengamanan dari Aviation Security Bandara Juanda dan TNI AL diturunkan.

    "Untuk merespon itu, otomatis kami meningkatkan pengamanan tapi tidak merubah apa yang sudah kami siapkan," kata Manager Security Bandara PT Angkasa Pura I Bandara International Juanda, Pujiono kepada detiksurabaya.com, Sabtu (19/3/2011).

    Pujiono mengatakan, prosedur pengamanan di Bandara Juanda selama ini sudah dilakukan dan statusnya selalu siaga, karena bandara termasuk salah satu objek vital. Bahkan saat memasuki akse ke bandara, sudah dilakukan pemeriksaan orang maupun barang bawaan pengunjung bandara. Namun, dengan adanya maraknya teror bom, pihak bandara tidak ingin kecolongan.

    "Kalau dalam kondisi normal, patroli dilakukan sekitar 2 jam, tapi dengan kondisi saat ini patroli kita tingkatkan bisa satu jam sekali atau tergantung situasi dan kondisi di lapangan," ujarnya.

    Untuk memantau keamanan di bandara, sebanyak 420 personel dari security bandara,
    sedangkan sisanya dari TNI AL. Untuk petugas dari TNI Al seperti dari Pomal, anti teror dan pasukan dari kesatuan TNI AL yang tergabung dalam satgas, membantu berpatroli di area publik seperti di ruang tunggu. Selain petugas berpakaian preman, juga terlihat petugas yang mengenakan seragam dan menurunkan anjing pelacak.

    Ketika ditanya lebih lanjut, apakah patroli pasukan tentara berpakain lengkap disertai alat-alatnya tidak menganggu kenyamanan pengunjung maupun malah membuat ketakutan masyarakat, Pujiono menampiknya.

    "Justru dengan banyaknya petugas yang berpatroli akan membuat pengunjung maupun masyarakat dalam negeri atau luar negeri merasa nyaman melihat kesiapsiagaan kita. Kita juga mensosialisasikan kepada seluruh orang di bandara untuk peduli dengan cara secepatnya memberikan informasi jika menemukan hal-hal yang aneh, jangan panik dan tetap tenang. Di bandara Juanda pengamannya sesuai standart internasional tidak perlu khawatir, tapi tidak boleh gegabah dan harus waspada," jelasnya.

    Sampai kapankah peningkatan pengamanan di Bandara Juanda akan berlaku, Pujiono belum berani memastikannya. "Ya kita lihat situasinya serta informasi dari teman-teman yang mempunyai jaringan dengan kita seperti intelijen, TNI AL maupun kepolisian. Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan smeuanya," jelasnya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> 580 Personel TNI AL Amankan Bandara Juanda

    Pesawat Tempur MIG 23 Libya Jatuh di Dekat Benghazi

    Pemberontak menembak pesawat tempur yang membom kota yang dikuasai kelompok anti Gaddafi

    Suara ledakan terdengar di Kota Benghazi yang dikuasai kelompok pemberontak.

    Wartawan BBC di Benghazi, Ian Pannel melaporkan sebuah pesawat tempur terkena tembakan ditengah pertempuran senjata yang terjadi di wilayah itu, meskipun PBB memberlakukan zona larangan terbang di Libia.

    Reporter Associated Press melihat pesawat jatuh di luar Kota Benghazi pada Sabtu (19/3) dan menimbulkan asap hitam di wilayah tersebut. Pesawat yang sebelumnya membom kota yang dikuasai kelompok anti Gaddafi itu, terkena tembakan kelompok pemberontak.

    Suara pesawat jatuh dan tembakan terdengar dari jarak jauh.

    Kelompok pemberontak mengatakan mereka diserang oleh pasukan pro Gaddafi, tetapi sulit untuk memverifikasi laporan tersebut.

    Sabtu (19/3) ini pemimpin sejumlah negara antara lain Inggris, AS, Prancis dan negara-negara Arab bertemu di Paris untuk membahas aksi militer di Libia dalam kerangkan resolusi PBB yang baru.

    Sekjen PBB, mengatakan dunia harus satu suara tentang kekerasan yang terjadi di Libia.

    Rseolusi PBB disahkan untuk melindungi penduduk sipil Libia.

    Sabtu ini, pemberontak mengatakan mereka terdesak oleh pasukan pendukung Kolonel Gaddafi, yang berada di sekitar 20 km dari Benghazi, seperti diberitakan Reuters, saat ini sulit untuk mendapatkan konfirmasi yang independen mengenai pertempuran di Libia.

    Pemerintah Libia mengatakan sudah melakukan gencatan senjata secara sepihak, tetapi sejumlah laporan menyebutkan serangan terhadap pemberontak masih terjadi.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Pesawat Tempur MIG 23 Libya Jatuh di Dekat Benghazi

    Friday, March 18, 2011 | 10:19 PM | 0 Comments

    TNI Berangkatkan Operasi Siaga Tempur

    JAKARTA – Operasi Siaga Tempur Laut dengan sandi “Arung Pari-11” yang melibatkan kekuatan laut berupa 5 kapal perang, sebuah helikopter TNI AL jenis Bolkow, satu tim Komando Pasukan Katak, satu tim Intai Amfibi Marinir, satu tim Kesehatan, dan dua tim Repair diberangkatkan menuju medan tugas oleh Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Jumat (18/3) di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

    “Arung Pari-11” adalah operasi siaga tempur laut, merupakan implementasi tugas operasi militer untuk perang (OMP) yang dilakukan oleh Komando Armada RI Kawasan Barat selaku Kotama Operasi TNI dengan tujuan menjaga kedaulatan Negara dan penegakkan hukum di laut.

    Menurut Asops Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah kegiatan operasi ini akan berlangsung selama 180 hari (sekitar 6 bulan) dan terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia bagian Barat, terutama di daerah rawan strategis sebagai antisipasi dan dampak penangkalan dari berbagai kemungkinan ancaman yang timbul. Menurut Asops, dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di silang dua benua dan dua samudera memungkinkan memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap terjadinya pelanggaran kedaulatan negara dan hukum di laut. “Kerawanan dan pelanggaran tersebut seperti konflik perbatasan, pelanggaran wilayah, terorisme, sea robbery, illegal fishing, illegal trafficking dan kegiatan illegal lainnya,” kata Asops Panglima TNI.

    Untuk itu, tambah Asops Panglima TNI, Operasi Siaga Tempur Laut dengan nama sandi “Arung Pari-11” yang dilaksanakan oleh unsur-unsur TNI AL merupakan tugas kehormatan yang memiliki makna strategis dalam rangka menjaga kepentingan dan kedaulatan Negara.
    Pemberangkatan Operasi Siaga Tempur Laut yang dilaksanakan di Tanjung Priok Jakarta Utara digelar melalui upacara militer dengan inspektur upacara Asops Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah. Melatar belakangi pasukan upacara 5 kapal perang TNI AL yang akan berlayar dalam operasi tersebut. Kelima kapal perang TNI AL itu adalah KRI Yos Sudarso-353, KRI Teuku Umar-385, KRI Patiunus-384, KRI Lemadang-806, dan KRI Kalahitam-828.

    Hadir pada upacara pemberangkatan Operasi Siaga Tempur Laut tersebut Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksda TNI Slamet Yulistiono, Panglima Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Hari Bowo, Kepala Staf (Kas) Armabar Laksma TNI Herry Setianegara, serta Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI INGN Aryatmaja.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> TNI Berangkatkan Operasi Siaga Tempur

    AL Indonesia - Singapura Dirikan Radar Intai Surveillance Picture

    Jakarta - TNI Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Laut Singapura sepakat memantapkan kerja sama di berbagai bidang dan kegiatan terutama di perbatasan laut kedua negara.

    Upaya meningkatkan kerja sama itu terungkap dalam pertemuan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dengan Kepala Staf Angkatan Laut Singapura Laksamana Muda Chew Men Leong, di Mabes TNI Angkatan Laut Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat.

    Juru Bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo mengatakan, selama ini hubungan militer khususnya angkatan laut kedua negara berjalan baik.

    Selain pendidikan, pertukaran perwira, kedua angkatan laut juga rutin menggelar latihan bersama, katanya menambahkan.

    "Kami bahkan sudah lama bekerja sama dalam patroli keamanan laut baik bilateral, maupun multilateral bersama Malaysia dan Thailand dalam pengamanan Selat Malaka" ujar Tri.

    Untuk keamanan maritim di perbatasan laut kedua negara, kedua negara juga bekerja sama mendirikan radar intai yakni "Surveillance Picture" (Surpic) 2 untuk memantau situasi di Selat Singapura secara "real time".

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> AL Indonesia - Singapura Dirikan Radar Intai Surveillance Picture

    Russian military to buy 36 ICBMs, 2 missile subs in 2011


    Topol-M Missile.

    The Russian Defense Ministry will buy 36 strategic ballistic missiles, two strategic missile submarines and 20 strategic cruise missiles this year, Minister Anatoly Serdyukov said on Friday.

    Over 19 trillion rubles ($665 billion) has been set aside for the state arms procurement program, Serdyukov told a military board meeting attended by Russian President Dmitry Medvedev.

    The budget will also cover spacecraft (5), warplanes (35), helicopters (109), missile defense systems (21), multirole nuclear powered submarines (3) and a surface warship, he said.

    From : RIA
    Readmore --> Russian military to buy 36 ICBMs, 2 missile subs in 2011

    Pesawat Canggih Barat akan Ronda di Libya


    F-22 Dan F-16 Melakukan Patroli Bersama.

    LONDON — Menyusul resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang menetapkan zona larangan terbang di Libya serta tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi warga sipil di sana, sejumlah pesawat canggih milik Barat akan melakukan ronda di wilayah udara Libya.

    Menurut theaustralian,co.au, AS kemungkinan akan menggunakan pesawat super canggih F 22 Raptor untuk pertama kalinya dalam situasi perang sesungguhnya. Pesawat siluman ini akan ditempatkan di Aviano, Italia, bersama 40 unit F 16 yang bermarkas di sana. AS juga dapat menggunakan F 18 Super Hornet yang berpangkalan di USS Enterprise yang dibantu sejumlah kapal perang lainnya.

    Angkatan Udara Inggris (RAF) akan kembali mengandalkan pesawat serang Tornado GR4 yang biasa digunakan Inggris dalam berbagai operasi militer. Penempur segala cuaca itu saat ini bermarkas di Lossiemouth di Skotlandia dan Marham di Norfolk.

    Menurut Guardian.co.uk, Inggris juga dapat menjajal kemampuan penempur terbarunya, Eurofighter Typhoons, untuk pertama kalinya dalam situasi perang. Inggris dapat melibatkan enam hingga delapan pesawat canggih tersebut untuk melakukan patroli di Benghazi, yang didukung dua atau tiga pesawat tanker udara dan pesawat intai Nimrod R1.

    Sementara Prancis kemungkinan akan mengandalkan jet tempur Mirage 2000, Rafale atau Super Etendard yang berpangkalan di kapal induk Charles de Gaulle di Mediterania. Kanada juga akan mengirimkan enam jet tempurnya ke Libya. Para menteri anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melakukan pertemuan setelah DK PBB mengeluarkan resolusi tersebut.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Pesawat Canggih Barat akan Ronda di Libya

    Wamenhan Terima Kasal Singapura

    Ilustrasi.

    Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jumat (18/3), menerima kunjungan kehormatan Chief of Navy Republic of Singapore Navy, Rear Admiral Chew Men Leong, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kedatangannya kepada Wamenhan kali ini untuk berpamitan atas berakhirnya masa jabatannya sebagai Kasal Singapura pada akhir Maret ini. Sebelum menemui Wamenhan, Kasal Singapura juga bertemu dengan Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut.

    Dalam pertemuannya dengan Wamenhan, Kasal Singapura mengatakan bahwa selama berdinas sebagai Kasal Singapura telah meneruskan membangun kerjasama dan hubungan baik terutama dengan negara-negara tetangga. Dirinya berharap, kerjasama dan hubungan baik antara TNI dan angkatan bersenjata Singapura dapat diteruskan dan ditingkatkan. Angkatan Laut kedua negara selama ini telah melaksanakan kerjasama antara lain maritime surveillance (pengawasan perairan) di Selat Malaka, latihan bersama, serta saling tukar pelatihan dan pendidikan bagi personel Angkatan Laut kedua negara.

    Wamenhan mengatakan bahwa dalam tiga tahun lebih kepemimpinan Kasal Singapura tentunya telah banyak kiprah yang telah dilakukan dalam membangun dan meningkatkan kerjasama militer antara Angkatan Laut kedua negara. Selama ini kedua negara memang berusaha membangun kerjasama pertahanan di segala aspek yang strategis dalam mendukung stabilitas keamanan regional. Karena menurut Wamenhan, sangat penting membina hubungan kerjasama militer bahkan sampai ke tingkat individu untuk mengurangi potensi konflik kedua negara. Karena itulah saat ini banyak dilakukan saling kunjung, saling kirim personel militer dan latihan bersama antara kedua negara.

    Dalam kunjungan di Kemhan tersebut Kepala Staf AL Singapura Rear Admiral Chew Men Leong diterima Wamenhan yang didampingi oleh Wakil Kepala Staf TNI AL Laksdya TNI Marsetio MM, Kepala Pusat Komunikasi Publik Brigjen TNI I Wayan Midhio dan Kasubdit Bin Athan Dit Kersin Ditjen Strahan Kemhan Kol. Kuat Sitanggang.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Wamenhan Terima Kasal Singapura

    Menhan: TNI Belum Akan Dikerahkan Tangani Teror

    Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, TNI belum akan dikerahkan untuk menangani rangkaian teror bom buku.

    "Rangkaian teror bom buku, masih merupakan ancaman bagi publik, bukan ancaman terhadap kedaulatan negara," katanya di Jakarta, Kamis.

    Purnomo menilai, rangkaian aksi teror bom buku masih menjadi ancaman publik sehingga masih menjadi kewenangan Polri untuk menanganinya.

    "Meski begitu, TNI akan tetap memantau dan baru dapat dikerahkan jika rangkaian teror itu sudah mengarah pada ancaman terhadap negara," tutur Menhan.

    Ia menambahkan "Pada kondisi itu (ancaman terhadap negara) kita masuk dan kita tidak ada hitung-hitungan lagi semua pasukan khusus kita turunkan,".

    Sebelumnya, juru bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengatakan, berdasar Undang-Undang No 34/2004 tugas pokok TNI itu pada prinsipnya ada tiga, yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan.

    "Tugas pokok tersebut dilaksanakan melalui Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti untuk penanganan teror, bencana alam," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Menhan: TNI Belum Akan Dikerahkan Tangani Teror

    Kemhan Siapkan Operasi Militer Untuk Atasi Perompak Somalia

    Pasukan Kopaska Sedang Melakukan Simulasi Perompakan.

    KEPALA Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI I Wayan Midhio mengatakan Kementerian Pertahanan siap mengerahkan kekuatan untuk operasi militer untuk membebaskan warga Indonesia yang disandera oleh perompak di sekitar perairan Somalia. "Jika itu diperlukan, Kita siap mengerahkan kekuatan militer untuk membebaskan warga Indonesia yang disandera itu," kata I Wayan Midhio saat dihubungi jurnas.com, Jumat (18/3) pagi.

    Sekelompok orang berjumlah 30 hingga 50 orang membajak kapal kargo berbendera Indonesia MV Sinar Kudus sekitar 320 mil laut timur laut dari Pulau Socotra, pada hari Rabu (16/3). Kapal milik PT Samudera Indonesia itu mengangkut 20 pelaut Indonesia dan barang curah berupa nikel dengan tujuan akhir Pelabuhan Rotterdam, Belanda.

    Kapal itu lantas digunakan sebagai kapal induk untuk melancarkan serangan pada kapal lain. Sinar Kudus lalu digunakan untuk menyerang kapal kargo Emperor berbendera Liberia, namun pembajakan itu berhasil digagalkan pasukan keamanan bersenjata setelah terjadi adu tembak.

    Kementerian Pertahanan, kata Wayan, sejauh ini memonitor perkembangan informasi pembajakan kapal tersebut. Hingga saat ini, Kemhan menunggu dari Kemlu bagaimana menangani masalah itu, termasuk mengidentifikasi kapal itu milik siapa, berapa warga Indonesia atau apakah hanya menggunakan nama Indonesia. Itu semua perlu dicek.

    Setelah diketahui akan dilakukan negosiasi. “Sejauh ini belum diketahui, posisi kapal dimana. Kalau kita memang memerlukan pengerahan kekuatan militer, kita akan lakukan. Sampai saat ini, belum dilakukan, hanya memantau saja. Kami menunggu dari Kementerian Luar Negeri,” kata Wayan.

    Menurutnya, Kemhan belum mendapatkan laporan hasil resmi dari Kemlu. “Kita kedepankan dulu fungsi Kemlu untuk melakukan upaya-upaya negosiasi,” katanya.

    Sumber: JURNAL
    Readmore --> Kemhan Siapkan Operasi Militer Untuk Atasi Perompak Somalia

    AS Akan Mulai Lakukan Inspeksi Senjata Rusia

    Rudal Topol-M Buatan Rusia.

    Moskow - Sebuah tim AS akan tiba di Rusia bulan depan untuk menginspeksi jumlah rudal nuklir terbaru negara itu berdasarkan pakta perlucutan senjata baru yang ditandatangani kedua belah pihak tahun ini, demikian dikatakan kementerian luar negeri AS, Kamis (17/3).

    Menlu Hillary Clinton dan Menlu Rusia Sergei Lavrov bertukaran dokumen secara resmi memberlakukan pakta START baru di Munich pada 5 Pebruari.

    Selain mengurangi hulu ledak nuklir sekarang dan penetapan batas rudal, pakta itu mengizinkan kedua belah pihak menginspeksi fasilitas nuklir masing-masing negara -- dianggap sebagai langkah penting membangun kepercayaan.

    Inspeksi langsung lengkap diizinkan dalam waktu 60 hari pakta itu diberlakukan, dan seorang diplomat senior Rusia mengatakan pada Kamis mereka bisa memulai pemeriksaan pada April.

    "Inspeksi pertama akan dilakukan dua bulan setelah penandatanganan pakta START baru, ujar Deputi Menlu Rusia Sergei Ryabkov seperti dikutip Interfax.

    Komentar Ryabkov dikeluarkan beberapa saat setelah salah satu perancang senjata nuklir senior Rusia menyatakan harapannya tim pertama AS tiba pekan ini.

    Yury Solomonov, ketua Lembaga Teknologi Termal Moskow yang mengembangkan rudal balistik kapal selam Bulava, mengatakan, para penyelidik pertama akan melakukan pemeriksaan pada rudal balistik interkontinental Yars terbaru Rusia.

    Menurutnya, pihak AS sudah memeriksa rudal-rudal Topol-M Rusia berdasarkan Pakta START lama yang habis masa berlakunya akhir 2009.

    "Maka sudah sewajarnya pihak AS ingin memeriksa rudal-rudal baru, yang belum diperlihatkan sebelumnya," kata Solomonov seperti dikutip Interfax.

    Sumber: HARIAN ANALISA
    Readmore --> AS Akan Mulai Lakukan Inspeksi Senjata Rusia

    Iran Gelar Uji Coba Roket Luar Angkasa

    TEHERAN : Iran telah melakukan uji coba terhadap roket terbaru mereka yang mampu mengirimkan satelit dan mengangkut makhluk hidup ke luar angkasa. Hal itu diungkapkan kantor berita Iran IRNA, Kamis (17/3).

    Dalam perkembangan terbaru program luar angkasa dan misil Iran yang dikhawatirkan Washington, roket luar angkasa Kavoshgar-4 diluncurkan pada Selasa (15/3) membawa kapsul yang didesain untuk membawa organisme hidup, sebagai uji coba untuk mengirimkan monyet pada peluncuran mendatang sebelum akhirnya mengirimkan manusia.

    Peluncuran kali ini, tulis IRNA, bertujuan untuk menguji kinerja mesin, bagan peluncuran, kapsul, dan sistem elektronik roket tersebut.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Iran Gelar Uji Coba Roket Luar Angkasa

    Thursday, March 17, 2011 | 6:25 PM | 0 Comments

    KRI Teluk Bayur-502 Akhiri Masa Tugas

    JAKARTA – Salah satu unsur kapal perang TNI AL, KRI Teluk Bayur-502 direncanakan akan mengakhiri tugas sebagai Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) ditandai dengan upacara penurunan ular-ular perang yang direncanakan Jumat (18/3) pagi besok di dermaga TNI AL Surabaya

    Kapal perang produksi Amerika Serikat tahun 1942 tersebut , telah memperkuat TNI AL sejak tanggal 17 Juni 1961. Dan Selama penugasan telah banyak menorehkan catatan sejarah mulai dari penugasan dalam operasi penegakkan kedaulatan RI dan berbagai latihan serta bantuan angkutan untuk pembangunan di daerah seluruh wilayah NKRI.

    KRI Teluk Bayur-502 jenis Landhing Ship Tank (LST) , pertama kalinya jabatan Komandan KRI dijabat oleh Mayor laut (P) Handayana Sukendar . Kapal perang ini masuk memperkuat unsur jajaran Komando Lintas laut Militer pada tahun 1975 , dan sehari-hari dibawah pembinaan Satuan Lintas laut Militer (Satlinlamil ) Surabaya

    Kapal perang dengan spesifikasi panjang 99,89 meter dan lebar 15,25 meter saat masih aktif mampu menempuh kecepatan 8 knot memiliki dengan kemampuan angkut 17 tank di dek kapal dan pasukan sampai dengan 800 personel dengan perlengkapan lapangan.

    Dalam berbagai penugasan selama ini,KRI Teluk Bayur-502 telah mengemban berbagai penugasan operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP) ke berbagai wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penugasan tersebut diantaranya ikut dalam operasi angkutan pergeseran pasukan ke Timor–Timur dan berbagai penugasan operas lainnya ke Wilayah Indonesia

    Selain itu dalam kegiatan pembangunan pernah ditugaskan untuk mengangkut alat-alat berat Departemen Pekerjaan Umum ke beberapa daerah dan mengangkut berbagai kebutuhan pertanian untuk pemukiman transmigrasi serta kegitan bantuan sosial lainnya ke beberapa pulau di Indonesia.

    Setelah bertugas hampir mencapai 50 tahun memperkuat jajaran TNI AL, direncanakan pada hari jumat ini dilaksanakan Upacara penurunan Ular-ular perang di dermaga Pangkalan TNI AL di Surabaya .

    Upacara penurunan ular-ular perang merupakan simbol kapal perang yang harus berkibar di tiang gafel, sebagai salah satu tanda dari Kapal Perang Republik Indonesia. Selain penurunasn ular-ular perang merupakan suatu peristiwa simbolik yang menandakan berakhirnya perjalanan sejarah pengabdian suatu KRI sebagai unsur kekuatan TNI AL.

    Kolinlamil sampai saat ini masih diperkuat beberapa unsur kapal perang sejenis yang mendekati masa pengabdian sampai dengan 50 tahun, diantaranya Teluk Langsa-501, KRI Teluk Kau-504 dan Teluk Tomini-508. Kapal perang tersebut saat ini dalam tahap konservasi, dan tidak dilibatkan dalam kegiatan operasi.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> KRI Teluk Bayur-502 Akhiri Masa Tugas

    Dephan, Ristek Dan BPPT MoU Pembuatan 250 Roket Per Tahun

    JAKARTA - Dalam rangka mendukung revitalisasi industri pertahanan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan, Kementerian Pertahanan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) tentang pengkajian dan pengembangan teknologi untuk mendukung pertahanan negara, di Kantor Kemhan, Kamis (17/3).

    Dalam nota kesepakatan tersebut Kemhan dan BPPT sepakat untuk melaksanakan kerjasama antar kedua pihak dan bertujuan melaksanakan kerjasama pengkajian, penerapan, dan pengembangan teknologi untuk mendukung pertahanan negara.

    “Tujuanya untuk membangun sinergitas dalam kerjasama Menhan dan Ristek serta memberikan payung hukum bagi kerjasama ini dan perdagangan ke depan. Karena dalam pembangunan alutista kita perlu payung hukum,“ kata Menhan, Purnomo Yusgiantoro.

    Selain itu, dalam kerjasama ini juga untuk memanfaatkan BPPT di dalam pembangunan teknologi alutista. “Kita kemarin di Baturaja melakukan uji coba untuk roket R 122 hasil kerjasama dengan BPPT dan Balitbang dan itu berhasil," tutur Purnomo.

    Untuk itu, dalam kabinet Indonesia Bersatu II, Kemhan dan Kemenristek sepakat memproduksi 1000 roket tahun 2011-2014 sebagai senjata Artileri Indonesia. "Untuk multiple launch, diluncurkan bersama-sama dengan jarak 15 kilometer. Seribu roket untuk 4 tahun artinya setiap tahun produksi 250 roket," tandasnya.

    Sumber: JPNN
    Readmore --> Dephan, Ristek Dan BPPT MoU Pembuatan 250 Roket Per Tahun

    Kemhan dan BPPT Tandatangani MoU Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Untuk Pertahanan Negara



    Jakarta - Dalam rangka mendukung Program Revitalisasi Industri Pertahanan serta pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertahanan guna mewujudkan kemandirian sarana pertahanan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengkajian dan pengembangan teknologi untuk mendukung pertahanan negara.

    MoU ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan Mardya TNI Eris Herryanto dengan Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar serta disaksikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata serta Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (17/3) di kantor Kemhan, Jakarta. Hadir pula sejumlah pejabat di jajaran Kemhan, Kementerian Ristek dan BPPT.

    Dalam MoU tersebut, Kemhan dan BPPT sepakat untuk melaksanakan kerjasama dalam bidang pengkajian dan pengembangan teknologi untuk mendukung pertahanan negara. Kesepakatan bersama ini bertujuan melaksanakan kerjasama pengkajian, penerapan dan pegembangan teknologi untuk mendukung pertahanan negara, sehingga dapat meningkatkan sistem pertahanan negara yang lebih tertata, terintegrasi dengan tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi.

    Ruang lingkup kerjasama meliputi, penelitian, pengkajian, penerapan dan pengembangan teknologi untuk sarana pertahanan, pemetaan teknologi untuk kebutuhan sarana pertahanan, pengkajian mengenai pembangunan dan pengembangan industri pertahanan, audit teknologi untuk industri dan sarana pertahanan dan kegiatan terkait lainnya yang dipandang perlu dan disepakati oleh kedua pihak.

    Sedangkan bentuk kerjasamanya meliputi, pemanfaatan sarana prasarana yang sesuai dengan kebutuhan, bantuan dan pelayanan teknologi serta pendidikan dan pelatihan.

    Selanjutnya dalam rangka merealisasikan kesepakatan bersama ini, kedua pihak setuju dan sepakat untuk membentuk tim yang terdiri dari wakil dari masing- masing pihak, untuk membahas setiap kegiatan yang disepekati oleh kedua pihak yang dijabarkan dan dituangkan dalam suatu perjanjian kerjasama tersendiri sesuai bidang kegiatan yang akan dikerjasamakan dengan mengacu pada MoU tersebut.

    Menhan Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya mengatakan, maksud dan tujuan dari MoU ini adalah pertama untuk mensinergikan dua kementerian yaitu Kemhan dan Kemenristek dalam hal ini BPPT, kedua memberikan payung bagi langkah – langkah yang akan dikerjakan antara Kemhan dan BPPT terutama dalam pengkajian dan pengembangan Iptek teknologi pertahanan yang terus berkembang pesat dari waktu kewaktu, dan ketiga dalam rangka membangun kemandirian Alutsista TNI.

    “Dengan dukungan dari BPPT kita harap, kedepan nanti ini kita akan dapat kita lakukan lebih cepat lagi untuk meningkatkan local content”, tambah Menhan.

    Lebih lanjut Menhan mengatakan, kerjasama antara Kemhan dan Kemenristek dalam hal ini BPPT secara konkrit kedepan dalam waktu dekat diantaranya adalah mewujudkan pembangunan 1000 Roket RHan 122 yang telah dicanangkan untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.

    Sementara itu, Kepala BPPT menegaskan bahwa BPPT siap mendukung program revitalisasi industri pertahanan. Dukungan yang dapat diberikan BPPT antara lain meliputi pertama melakukan audit teknologi pada sejumlah industri pertahanan strategis, kedua menyediakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana pengujian produk Alutsista yang dikembangkan oleh industry pertahanan, ketiga memberikan solusi teknologi dengan mengembangkan produk – produk Alutsista yang dibutuhkan TNI, keempat memberikan layanan teknologi pada sistem jaringan informasi dan manajemen database di lingkungan Kemhan dengan aman dan cepat, dan kelima bersama Kemhan dan stakeholders lainnya membentuk sistem standarisasi dan akreditasi produk – produk pertahanan yang menjadi prioritas.

    Lebih lanjut Kepala BPPT berharap, melalui penandatanganan kesepakatan bersama ini nantinya akan lebih banyak lagi implementasi di dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi di bidang pertahanan yang dapat dilaksanakan bersama – sama.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Kemhan dan BPPT Tandatangani MoU Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Untuk Pertahanan Negara

    Wednesday, March 16, 2011 | 11:18 PM | 0 Comments

    KASAL Bertemu Dengan Degelasi Dari Rosoboronexport

    Direktur Dari Rosoboronexport Sedang Berbincang-bincang Dengan Kasal Laksamana TNI Soeparno .

    Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno menerima kunjungan kerja dari Direktur Jenderal Perusahaan Federal Rusia “Rosoboronexsport” Mr. Anatoliy Isaykin, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mr. Alexander A. Ivanov, dan Dubes RI untuk Rusia Hamid Awaludin di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/03).

    Saat menerima kunjungan tersebut, Kasal didampingi Wakasal Laksdya TNI Marsetio, M.M, Asisten Logistik (Aslog) Laksda TNI Drs. Didik Suhari, Asisten Operasi (Asops) Laksda TNI Slamet Yulistiyono, Wakil Asisten Pengamanan (Waaspam) Laksma TNI Agus Heryana, Kepala Dinas Persenjataan dan Elektronika Angkatan Laut (Kadissenlekal) Laksma TNI Dwi Ujianto, dan Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Suryo Djati Prabowo. Tampak Kasal sedang berbincang-bincang dengan Mr. Anatoliy Isaykin di ruang tamu Kasal.

    Sumber: TNI AL
    Readmore --> KASAL Bertemu Dengan Degelasi Dari Rosoboronexport

    PT DI Akan Luncurkan Prototype Pesawat Kapasitas 19 Seat Pada Tahun 2014


    Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) saat ini tengah mengerjakan proyek pembuatan pesawat terbang baru N-219. Prototype pesawat kecil berkapasitas 19 ini akan selesai pada 2014 mendatang.

    Direktur Aerostructure PT DI Andi Alisjahbana mengungkapkan kendala dalam pembuatan pesawat N-219 ini adalah mencari dana untuk pengerjaannya. "Paling sulit itu mencari dananya. Sekarang ini belum ada, tapi dekat sekali untuk sampai ada," ujar Andi saat ditemui usai acara penyerahan DOA di Gedung Pusat Manajemen PT DI, Jalan Pajajaran, Rabu (16/3/2011).

    Pesawat ini akan menggunakan dua mesin berkekuatan 850 service power buatan luar negeri. "Engine buatan luar negeri. Ada dua option, tapi kemungkinan yang buatan Kanada," tuturnya.

    Dari segi komponen dan main hour pengerjaan, N-219 ini 70 persen buatan lokal produksi PT DI. Namun dari segi harga, mesin diakui lebih mahal. "Bagian yang tidak kita kerjakan sendiri adalah mesin dan avionik. 70 persen pesawat buatan asli kita (Indonesia-red)," tuturnya.

    Harga pesawat yang akan dikembangkan ini, disebut Andi nantinya lebih murah dibandingkan pesawat sejenis di kelasnya. Namun ia belum mau menyebut berapa
    kisaran harga untuk N-219 ini. Kompetitor untuk N-219 di antaranya Twin Otter dari Kanada dan Wi-12 dari Cina.

    "Pesawat jenis ini yang buatan Cina harganya sekitar 4,5 juta dollar. Kalau Twin Otter harganya diatas 5 juta dollar," katanya.

    Ditemui dalam acara yang sama, Dita Ardonni Jafri, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, menyebutkan nilai investasi untuk membuat 1 prototype N-219 berkisar US$ 30 juta. Senada dengan Andi, ia pun mengungkap, bahwa sudah ada perusahaan dalam negeri yang menyanggupi pembiayaan untuk proyek tersebut.

    "Kalau kita ada uang sekarang, tambah 2,5 tahun kita akan buat 2 pesawat N-219," katanya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> PT DI Akan Luncurkan Prototype Pesawat Kapasitas 19 Seat Pada Tahun 2014

    Tim Jupiter TNI AU Kembali Mengudara


    Pesawat KT-1B Woong Bee Jupiter Aerobatik Team.(Foto: Alex "Viper" Sidharta)

    Yogyakarta - Setelah vakum hampir selama satu dekade, Jupiter Aerobatik Team TNI Angkatan Udara kembali diluncurkan. Sebanyak 8 pesawat latih KT-1B Woong Bee buatan Korea Selatan yang dicat dengan warna Merah-Putih, menjadi bagian tim ini. Enam pesawat melakukan 17 kali manuver dalam acara peluncuran tim ini, di Lapangan Udara Adisucipto Yogyakarta, Rabu 16 Maret 2011 petang.

    “Warna Merah-Putih lambang keberanian dan kesucian Indonesia, kami ambil dari warna bendera kita, kami bangga, dari bangga dan berusaha membangkitkan Angkatan Udara,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Imam Sufaat.

    Pesawat buatan Korea Selatan tahun 2003 itu sebelumnya dicat dengan warna abu-abu. Tim aerobatik ini diharapkan tak hanya tampil pada upacara hari Ulang Tahun TNI saja, tapi juga pada acara-acara lain di semua tingkatan. Para pilot yang menerbangkan pesawat latih aerobatik pun dipilih dari penerbang yang berprestasi dan jam terbang tinggi.

    Jupiter Aerobatik Team merupakan salah satu tim aerobatik milik TNI AU dalam bentuk skuadron khusus yang terbentuk sejak tahun 1996. Awalnya, tim ini hanya menggunakan 4 pesawat model Hawk MK-53. Namun, Jupiter Aerobatik Team sempat vakum sejak tahun 2002 dan mulai muncul kembali ke permukaan tahun 2008 dengan pesawat latih KT-1B Woong Bee buatan Korsel yang berjumlah 8 buah.

    Pesawat jenis ini adalah pesawat yang menggunakan propeler di depannya. Proses perubahan warna menjadi merah-putih ini berlangsung sejak Februari 2011 lalu. Selain pengecatan, juga dilakukan pemasangan Smoke Trail. Usai menyaksikan manuver pesawat itu, Imam berkomentar, “wonderful."

    Wakil Kepala Penerangan dan Perpustakaan TNI AU, Syaiful M, pada September 2010, Jupiter Aerobatik Team bekerjasama dengan Roulettes mengirim dua orang anggotanya untuk belajar bermanuver. “Tim sudah siap dengan pertunjukan aerobatik yang memukau,” kata dia.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Tim Jupiter TNI AU Kembali Mengudara

    TNI-AU Bakal Reposisi Beberapa Radarnya yang Lama

    MERAUKE - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Imam Sufaat mengatakan, pihaknya akan mereposisi atau mengganti sejumlah radar lama dengan yang baru. "Kami berencana mengganti sejumlah radar lama dengan yang baru, antara lain radar di Congot, Ngliyep dan Ploso," katanya usai meresmikan Satuan Radar 244 Merauke di Merauke, Papua, Rabu (16/3).

    Imam mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 18 satuan radar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, tambah Kasau, ada radar yang memiliki usia lebih dari 20 tahun dan harus segera diganti dengan yang baru.

    "Saat ini sudah ada penawaran dari beberapa perusahaan baik dalam maupun luar negeri. Tentunya ini sangat baik, jika ada perusahaan dalam negeri yang akan membuatkan radar untuk kami," kata Imam.

    Ia menegaskan, Indonesia dengan wilayah sangat luas tentu membutuhkan 'mata dan telinga' yang maksimal untuk menjaga kedaulatan wilayahnya serta mendeteksi adanya ancaman pelanggaran wilayah udara RI. "Kita membutuhkan setidaknya 32 satuan radar di seluruh wilayah Indonesia," ungkap Kasau.

    Keberadaan radar-radar tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab TNI Angkatan Udara untuk menjaga keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> TNI-AU Bakal Reposisi Beberapa Radarnya yang Lama

    Update : Alutsista Marinir Perlu Perbaikan


    Inspeksi pasukan oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (tengah) saat kunjungan ke Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Rabu (16/3/2011). Kunjungan panglima diterima langsung Komandan Korps Marinir Mayjen TNI M Alfan Baharudin.

    JAKARTA — Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki Korps Marinir TNI AL masih perlu perbaikan. ”Yang perlu diperbaiki adalah sepatu tank yang sudah rusak dan penambahan jumlah amunisi agar kemampuan prajurit dalam menembak dapat ditingkatkan,” kata Panglima TNI di sela-sela kunjungan kerja di kompleks Korps Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (16/3/2011).

    Menurut Agus, kunjungannya ke Korps Marinir untuk mengetahui hasil pembinaan satuan tersebut selama setahun ini. ”Dalam kunjungan ini, saya bisa melihat apa yang telah dilakukan prajurit, apa yang akan dipersiapkan, dan mana saja yang membutuhkan perhatian,” katanya.

    Di sisi lain, Panglima TNI juga ingin mengetahui kemampuan pasukan khusus TNI dalam penanggulangan terorisme. ”Secara jumlah, alutsistanya sudah cukup. Tapi, yang perlu ditingkatkan adalah kualitasnya,” ujar Agus.

    Ia tidak menampik bahwa tank-tank yang ada di Korps Marinir sudah tua, seperti tank amfibi PT-76. Namun, sudah mengalami retrofit sehingga seperti baru. ”Kemampuan tempurnya sudah seperti baru. Tetapi kami menyadari, jika dihadapkan dengan perkembangan teknologi sekarang, memang harus ditingkatkan. Ini yang perlahan secara bertahap akan diganti,” katanya.

    Dalam kunjungannya di Korps Marinir, Panglima TNI menyaksikan atraksi dan gelar pasukan yang dilakukan oleh prajurit Marinir. Gelar kekuatan pasukan itu terdiri dari satu batalyon tim pendarat yang diperkuat oleh unsur-unsur kesenjataan, baik infanteri, kavaleri, artileri maupun satuan tempur Korps Marinir, yakni Amfibi.

    Panglima TNI juga menyaksikan atraksi menembak jitu dengan jarak 300 meter, menyaksikan gelar material dan Batalyon Tim Pendarat (BTP), serta menyaksikan gelar rumah sakit lapangan (rumkitlap).

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Update : Alutsista Marinir Perlu Perbaikan

    Dubes Korsel : Korsel Akan Memfasilitasi Tae Kwon Do Untuk TNI AD

    JAKARTA – Pangdam Jaya/Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Marciano Norman, melakukan kunjungan silaturahmi ke Duta Besar Korea Selatan Kim Ho Young di Plaza Office Tower lantai 30 Jl. MH. Thamrin Kav 28-30 Jakarta Pusat, Rabu (16/3).

    Kedua pejabat yang kebetulan akan sama-sama berakhir masa tugasnya sebagai Duta Besar dan Pangdam Jaya/Jayakarta tersebut, disamping membahas masalah hubungan AD Korea Selatan dan TNI AD juga banyak membahas masalah perkembangan Tae Kwon Do Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Pangdam Jaya/Jayakarta.

    Kim Ho Young mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan sangat menaruh perhatian besar terhadap kemajuan olah raga Tae Kwon Do Indonesia yang mana olah raga Tae Kwon Do merupakan olah raga Nasional bangsa Korea Selatan. Oleh karena itu Duta Besar Korea Selatan berjanji akan membantu fasilitas seperti pelatih demi kemajuan olah raga Tae Kwon Do di Indonesia termasuk Beladiri Yong Moodo yang saat ini dikembangkan dilingkungan TNI AD.

    Pada kesempatan tersebut Pangdam Jaya juga menyampaikan bahwa begitu terpilih menjadi Ketua Umum Tae Kwon Do Indonesia bertekad akan membina olah raga ini sampai ke pelosok tanah air, oleh karena itu perlu dukungan pemerintah Korea Selatan.

    Dalam menerima tamunya Duta Besar Korea Selatan didampingi oleh Atase Pertahanan Kolonel Moon Dae Chcol dan Pangdam Jaya didampingi oleh Kapendam Jaya Letkol Inf Ruminta dan Kaspri Pangdam Jaya Letkol Inf Robert Dona.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Dubes Korsel : Korsel Akan Memfasilitasi Tae Kwon Do Untuk TNI AD

    Panglima TNI Tinjau Gelar Kekuatan Marinir

    JAKARTA – Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Soeparno, Wakil Kepala Staf Angakatan Laut Laksmana Madya Marsetio,M.M dan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin melaksanakan kunjungan kerja di Kesatrian Marinir Cilandak, Jakarta Selatan dalam rangka melihat secara langsung gelar kekuatan Batalyon Tim Pendarat 2 Korps Marinir dan satu Batalyon Pengamanan Khusus Ibukota, Rabu (16/3).

    Gelar kekuatan diawali dengan simulasi operasi amfibi yang merupakan suatu bentuk serbuan Pasukan Pendarat Marinir yang dilancarkan dari laut ke darat, dan pasukan pendarat yang di muat dalam kapal perang Landing Ship Tank serta sarana amfibi lainnya yang didaratkan di pantai musuh untuk menguasai tumpuan pantai dan serangan darat lanjutan. Simulasi tersebut melibatkan satu batalyon tim pendarat yang diperkuat oleh unsur-unsur kesenjataan Marinir lainnya, baik infantri, kavaleri, artileri serta unsur-unsur satuan bantuan tempur (Banpur) dari Korp Marinir TNI AL.

    Dalam rangkaian acara tersebut selain menghadirkan puluhan kendaraan tempur dari berbagai jenis, juga diwarnai dengan demonstrasi dari satuan anti teror Detasemen Jalamangkara, demonstrasi Tarzan Cros dari satuan Intai Amfibi Pasmar-2, Demonstrasi tembak Sniper, peninjauan Rumah Sakit Lapangan dan meninjau Dapur Lapangan (Purlap) dari Pasmar-2 jakarta.

    Acara peninjaun gelar kekuatan Pasukan Marinir ini juga dihadiri Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul S.E, para Pejabat teras Mabes TNI dan Mabes TNI AL serta para Pangkotama TNI AL.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Panglima TNI Tinjau Gelar Kekuatan Marinir

    Australia Sumbang 3 Kapal Patroli untuk Polri

    Ilustrasi.

    Jakarta - Pemerintah Australia menyumbang tiga kapal patroli senilai US$ 5 juta untuk menanggulangi penyelundupan manusia yang melewati jalur Indonesia-Australia. "Kapal patroli berkecepatan tinggi ini akan ditempatkan di berbagai lokasi strategis di Indonesia," kata Menteri Dalam Negeri Australia, Brendan O'Connor usai bertemu Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo di Markas Besar Polri, Rabu 16 Maret 2011.

    Saat ini tiga kapal sumbangan itu masih digarap oleh perusahaan Australia, serta dirakit secara bertahap di Perth,Vietnam dan Singapura. Selain kapal, negeri Kangguru itu juga menyumbang dana sebesar US$ 4,8 juta untuk melengkapi peralatan di tempat konstruksi Pusat Kejahatan Dunia Maya (Cyber Crime Center) di kompleks Markas Besar Polri di Jakarta.

    Fasilitas yang diperbarui itu adalah komputer forensik dan teknik penyelidikan kejahatan teknologi tinggi untuk menyelidiki pendanaan penyelundupan manusia serta kejahatan lintas batas lainnya.

    Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo berharap bantuan yang diberikan pihak Australia ini dapat segera dimanfaatkan pada Mei mendatang. Fokus Australia, kata dia, adalah memberikan bantuan khusus untuk pembangunan laboratorium forensik.

    Laboratorium forensik ini, menurut Timur, untuk upaya penanggulangan kejahatan trans nasional seperti pencucian uang, penyelundupan manusia dan peredaran narkotika serta obat-obatan terlarang.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Australia Sumbang 3 Kapal Patroli untuk Polri

    PT DI raih sertifikat organisasi rancang bangun

    BANDUNG : PT Dirgantara Indonesia hari ini menerima sertifikat organisasi rancang bangun dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Sertifikat ini merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki oleh industri pembuat pesawat udara.

    Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI Dita Ardonni Jafri mengatakan dengan diterima sertifikat ini berarti BUMN itu telah memenuhi semua persyaratan yang harus dimiliki industri pesawat udara.

    Sebelumnya, perusahaan telah memiliki production certificate, approved maintenance organization, dan distrubutor certificate of approva, disamping berbagai personnel certification dan types certificates.

    “Ini tentu menjadi kabar baik bagi perusahaan dalam menjalankan bisnis,” katanya dalam sambutannya hari ini.

    Penyerahan sertifikat organisasi rancang bangun atau design organization approval dilakukan oleh Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubud Kemenhub Yurlis Hasibuan.

    Yurlis meminta perusahaan terus meningkatkan kinerja dengan penerapan proses dan pelatihan pekerja yang baik. “Ini diperlukan untuk meningkatkan daya asing industri pesawat dalam negeri,” katanya.

    Sumber: BISNIS JABAR
    Readmore --> PT DI raih sertifikat organisasi rancang bangun

    Kemhan Adakan Pertemuan Ke-2 RI-Turki Dalam Bidang Kerjasama Industri Pertahanan

    Ilustrasi.

    Jakarta - Kementerian Pertahanan dalam hal ini Direktorat Teknologi dan Industri Pertahanan Ditjen Pothan Kemhan, Kamis (16/3), di Kantor Kemhan, Jakarta, menjadi tuan rumah dalam pertemuan ke-2 kerjasama industri pertahanan antara RI – Turki. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini akan membahas kelanjutan realisasi rencana kerjasama antar industri pertahanan kedua negara. Delegasi Turki yang dipimpin oleh Deputy under secretary of Defence, MG Mihak.

    Dalam amanat pembukanya Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan Brigjen TNI Agus Suyarso yang mewakili Dirjen Pothan Kemhan Dr Ir Pos M Hutabarat MA, dijelaskan bahwa untuk meningkatkan hubungan bilateral pertahanan kedua negara, pertemuan ini adalah pertemuan lanjutan dalam bidang peningkatan kerjasama di bidang industri pertahanan yang pertemuan pertamanya diadakan pada bulan 19 dan 20 Januari tahun 2011 ini.

    Pada tahap pertama kedua negara telah menyetujui kerjasama industri pertahanan dan menuangkannya dalam MoU antara industri pertahanan kedua negara yaitu kerjasama dalam membangun beberapa alutsita bersama. Dalam pertemuan ini diharapkan dapat mencapai kesepakatan untuk membangun target-target alutsista yang diharapkan. Target-target tersebut dapat tercapai dengan keseriusan kedua belah pihak dalam membangun komunikasi yang efisien dan menghasilkan keuntungan di kedua belah pihak.

    Dengan adanya kesepakatan antara kedua negara dalam bidang industri pertahanan yangtelah ditandatangani oleh menteri pertahanan kedua negara, kerjasama antara kedua negara akan meliputi antara lain ; peningkatan kemampuan fasilitas penting dalam hal kerjasama penelitian, pengembangan produksi dan modernisasi proyek, serta perbaikan dan perawatan alutsista. Dalam bidang kerjasama penelitian, produksi dan desain oleh industri pertahanan dan masing-masing angkatan.

    Dirtekind Ditjen Pothan berharap, pertemuan dua hari ini dapat menghasilkan proyek-proyek konkret dalam hal kerjasama industri pertahanan kedua negara untuk jangka menengah dan jangka panjang. Diharapkan, pada kunjungan Menteri Pertahanan Turki pada bulan April mendatang, proyek-proyek bersama itu sudah terumuskan.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Kemhan Adakan Pertemuan Ke-2 RI-Turki Dalam Bidang Kerjasama Industri Pertahanan

    TNI AL Siapkan 100 Prajurit Jago Tembak di Bangka Belitung

    Marinir TNI AL Sedang Melakukan Simulasi.

    SUNGAILIAT -- Sekurangnya 100 personel TNI Angkatan Laut (AL) Provinsi Bangka Belitung (Babel), memperketat penjagaan kawasan utara laut Bangka karena dianggap titik rawan tindak pelanggaran hukum.

    "Pelanggaran hukum yang terjadi di utara laut Bangka yang berbatasan dengan Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau cenderung lebih banyak pelanggaran dibandingkan dengan kawasan laut lainnya di Bangka Belitung," kata Komandan Lanal Babel, Kolonel Laut (P), Umar Arief di Sungailiat, Rabu.

    Ia mengatakan, tingginya pelanggaran hukum di kawasan perbatasan karena lebih banyak dipergunakan sebagai lintasan kapal yang beraktivitas melakukan kegiatan penangkapan ikan maupun kapal angkutan barang.

    "Pelanggaran yang sering terjadi di kawasan perbatasan adalah penangkapan ikan yang dilakukan nelayan asing yang tidak dilengkapi dengan dokumen resmi dari instansi berwenang," katanya.

    Umar mengatakan, dalam melakukan penjagaan di kawasan perbatasan tersebut, pihaknya telah menyiapkan sekitar 100 personel prajurit TNI AL yang sudah terlatih dan berpengalaman. "Prajurit yang melakukan penjagaan semuanya sudah terlatih baik menembak maupun memburu penjahat," katanya.

    Dari data 2010 kata dia, jumlah kasus pencurian ikan yang dilakukan nelayan asing terutama dari Thailand tercatat tiga kasus yang semuanya sudah diproses secara hukum. "Sedangkan untuk kasus penyelundupan bijih timah dari Pulau Bangka ke pulau lain tidak terjadi dan saya berharap selamanya tidak akan terjadi," ujarnya.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> TNI AL Siapkan 100 Prajurit Jago Tembak di Bangka Belitung

    Radar Merauke Perkuat Pengamanan Wilayah Timur Indonesia

    Ilustrasi.

    Merauke - Satuan Radar 244 Merauke yang memperkuat pengamanan wilayah udara nasional di Timur Indonesia diresmikan lewat upacara militer yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Merauke, Rabu.

    Radar yang digunakan Satuan Radar 244 adalah peralatan "Master T" buatan Prancis yang memiliki jangkauan 240 mil laut.

    Selama ini keamanan wilayah udara Timur Indonesia dipantau oleh tiga satuan radar yakni Satuan Radar 241 di Buraen, Kupang (NTT), dan Satuan Radar 242 Tanjung Warari (Biak).

    Satuan Radar 244 Meurauke menjadikan wilayah udara Timur Indonesia telah diawasi dan diamankan dengan tiga Satuan Radar dari lima yang direncanakan.

    Satuan Radar 244 dikomandani Letkol Lek Budi Santoso dengan 30 personel.

    TNI Angkatan Udara berencana menambah dua satuan radar yakni Satuan Radar 243 di Timika (Papua) dan Satuan Radar 245 di Saumlaki (Maluku Tenggara Barat).

    Satuan Radar 243 akan diresmikan pada Agustus 2011 sedangkan Satuan Radar 245 Saumlaki akan diresmikan pada awal 2012.

    Lima satuan radar wilayah Indonesia Timur berada di bawah Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosek Hanudna) IV yang bermarkas di Biak.

    Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, relatif tingginya tingkat pelanggaran wilayah udara nasional di wilayah Timur Indonesia maka penambahan satuan radar di wilayah itu sangat penting.

    "Dengan satuan radar yang akan dikembangkan di wilayah Timur Indonesia akan mampu menjadi mata dan telinga baik sebagai sarana dan bagian sistem pertahanan udara nasional, maupun sebagai media untuk melakukan deteksi dini dan intersep setiap pelanggaran wilayah udara nasional yang terjadi," katanya.

    Imam menambahkan, pendirian satuan radar di wilayah Timur Indonesia sangat penting mengingat adanya beberapa obyek vital nasional dan sebagai bagian dari jalur penerbangan internasional.

    Satuan Radar 244 Merauke dibangun sejak 2008 dan berdiri diatas lahan seluas 17,5 hektare.

    Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional Marsekal Pertama TNI M Syaugi mengatakan, penambahan radar di wilayah Timur Indonesia juga dilandasi pertimbangan sebagian wilayah berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini dan Australia.

    "Jadi radar ini penting untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya di wilayah di Timur," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Radar Merauke Perkuat Pengamanan Wilayah Timur Indonesia

    Bangkai Kapal Perang Belanda Ditemukan di Perairan Madura

    Ilustrasi.

    Sisa-sisa sejarah invansi Belanda ke Tanah Air kembali terkuak. Sebuah bangkai kapal yang ditemukan nelayan di perairan Kepulauan Giliraja, Kabupaten Sumenep,Jawa Timur,pada Januari 2011 mulai diteliti para arkeolog dan TNI Angkatan Laut, kemarin.

    Hasil sementara penelitian menyebutkan bahwa bangkai kapal itu diperkirakan kapal perang milik Belanda yang karam di perairan Sumenep. Setelah terlihat nelayan Kepulauan Giliraja secara tidak sengaja awal tahun ini, penemuan tersebut dilaporkan ke kepala desa Banmaleng,Kepulauan Giliraja,dan diteruskan ke Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sumenep.Atas permintaan Pemkab Sumenep,TNI AL dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jatim di Trowulan,Mojokerto, akhirnya menyelam untuk meneliti dan membersihkan bangkai kapal.

    Dari penyelaman itu diketahui pada dinding bangkai kapal terdapat pelat bertuliskan ”Fyenoord 1914”. Diduga kuat,tulisan ini merupakan nama kapal sekaligus tahun pembuatannya.Sedangkan di bagian pinggir kapal, juga tertera lengkap angka 455-456.Kemungkinan besar angka ini adalah nomor lambung kapal.TNI AL sudah membersihkan angka tersebut dari karat dan lumut. Saat diteliti kemarin,kapal buatan Belanda itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 50 meter dan lebar 6,5 meter.

    Peneliti belum berhasil memastikan panjangnya karena setengah lebih badan kapal terbenam dalam pasir danlumpur di dasar laut.Sejauh ini yang baru berhasil diukur sepanjang 1,5 meter. ”Kami telah menyelam sekaligus mendata ciri-ciri dari bangkai kapal tersebut,” ujar salah satu anggota Basarnas TNI AL Serma Muhadi kemarin. Dia mengakui,identitas kapal diketahui setelah petugas menemukan pelat yang berisi informasi tahun pembuatan serta asal kapal.

    Sedangkan di ruang mesin kapal terdapat tulisan dalam bahasa Belanda. Isinya,kurang lebih berupa peringatan terhadap awak kapal,”Apabila terjadi panas lebih dari 90 derajat,mesin harus dimatikan”.Kapal perang tersebut masih menggunakan ketel uap. ”Jenis kapal kurang lebih sama dengan kapal perang milik AL tahun 1980-an,yakni jenis kapal torpedo dengan menggunakan ketel uap,” imbuh dia. Muhadi menyatakan,proses pembersihan lumpur dari dalam bangkai kapal masih berlangsung.

    ”Untuk sementara, kami fokus pada pembersihan saja.Barang-barang yang memungkinkan untuk diangkat,kita amankan ke daratan,”tegasnya Pelaksana Tugas Kepala BP3 Jatim di Trowulan Aris Soviani menegaskan,kapal tersebut adalah kapal perang milik Belanda yang dibuat pada tahun 1914.”Kapal itu dibuat di Rotterdam dengan nomor lambung 455 – 456,”terang Aris saat dihubungi SINDO,kemarin. Dia menambahkan,temuan kapal perang bersejarah ini akan dilaporkan ke Direktorat Peninggalan Bawah Air Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar).

    Aris menyarankan agar kapal tersebut berada di posisi semula dan dijadikan objek wisata air.”Laporan lisan saja.Untuk laporan tertulis sedang kami susun,” tutur Aris. Jika usulan kapal kuno ini disetujui Kemenbudpar, secara otomatis posisi kapal tak akan digeser.Hanya, dibutuhkan waktu untuk mengangkat lumpur agar semua badan kapal tampak jelas.

    Dengan demikian, keindahan dan desain kapal bisa dinikmati utuh dengan cara menyelam.”Ini akan menjadi objek wisata bawah air yang menarik,”cetusnya. Mengenai kapan keputusan tindak lanjut atas temuan itu sendiri,Aris tak bisa memastikan.Langkah lanjutan,sambung dia,baru akan dilakukan jika sudah ada perintah selanjutnya dari Kemenbudpar.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Bangkai Kapal Perang Belanda Ditemukan di Perairan Madura

    ARF DiREx : Kerja Sama Sipil-Militer


    Kesiapan ARF DiREx 2011 Di Manado (Foto: Detik).

    MANADO - Bencana alam harus menjadi perhatian dan persoalan seluruh komunitas internasional. Kerja sama antara sipil dan militer serta multipihak perlu dipererat dalam manajemen penanggulangan bencana alam. Militer memiliki kemampuan respons cepat dan dapat dimobilisasi dalam jumlah besar dalam penanggulangan bencana.

    Demikian benang merah pidato pembukaan ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF DiREx) oleh Wakil Presiden Boediono, Selasa (15/3) di Manado, Sulawesi Utara. Acara ini merupakan pelatihan penanggulangan bencana alam yang diikuti sekitar 5.000 peserta dari 20 negara dengan tuan rumah bersama antara Indonesia dan Jepang.

    Hadir dalam acara pembukaan, antara lain, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Sosial Salim Segaf Al'jufrie, dan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Makiko Kikuta.

    Menurut Boediono, untuk merespons bencana alam yang datang tiba-tiba, perlu kesiapan multipihak, baik sipil ataupun militer, maupun instansi pemerintah lain. Karena bencana alam memiliki dimensi internasional, pihak imigrasi, kepabeanan, dan hal-hal yang terkait dengan keamanan perlu dilibatkan. ”Melalui pelatihan inilah, kita dapat menguji dan menyiapkan prosedur operasional standar penanggulangan bencana,” kata Boediono.

    Sebelum pidato pembukaan, Boediono mengajak mengheningkan cipta atas musibah tsunami yang terjadi di Jepang dan banjir di Aceh. Boediono juga menyampaikan ucapan dukacita untuk rakyat Jepang yang menjadi korban tsunami.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan, ARF DiREx merupakan kegiatan bersama antaranggota ARF yang meliputi kerja sama bidang politik dan keamanan. Ia berharap, ada sinergisme antara sipil dan militer dalam hal penanggulangan bencana. ”Kegiatan ini sekaligus untuk memupuk kerja sama sipil dan militer dalam menanggulangi bencana. Sipil dan militer harus bahu-membahu untuk menanggulangi bencana yang sedang terjadi,” kata Purnomo.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menambahkan, militer memiliki prosedur operasional standar penanggulangan bencana. Selain itu, militer merupakan unsur yang paling mudah digerakkan dalam jumlah besar saat bencana terjadi. Pelibatan militer dalam penanggulangan bencana sangat penting. ”Masyarakat sipil perlu juga belajar kepada militer dalam hal penanggulangan bencana,” kata Tifatul.

    Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Makiko Kikuta mengatakan, keputusannya berada di Indonesia merupakan keputusan yang sulit karena Jepang saat ini tengah dilanda bencana tsunami. Namun, komitmen Jepang sebagai salah satu tuan rumah kegiatan ini membuat dirinya tetap bertahan di Indonesia.

    ARF adalah forum yang dibentuk ASEAN pada tahun 1994 dan kini beranggotakan 27 negara. Kegiatan pada ARF Direx 2011 di Manado berupa latihan penanggulangan bencana alam, seperti tsunami, banjir, dan gempa bumi. Kegiatan ini direncanakan berakhir pada 19 Maret nanti.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> ARF DiREx : Kerja Sama Sipil-Militer

    Update : Pindad Siapkan Kendaraan Tempur Yang Rampung 2013

    Pindad Sedang Merancang Tank K-21 Dari Korea Yang Rampung 2013.

    BANDUNG - PT Pindad mempersiapkan desain kendaraan tempur untuk memenuhi keterbatasan persenjataan yang dimiliki TNI. Rencananya purwarupa kendaraan itu rampung 2013 dan produksi sudah dimulai tahun berikutnya.

    Demikian pernyataan Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Sudarsono dalam pertemuan di Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav), Bandung, Senin (14/3).

    Pindad mulai menggarap pasar kendaraan tempur setelah perakitan tank jenis Scorpion pada 1997. Saat ini, Pindad juga belajar banyak dari perakitan 11 unit tank jenis Tarantula dari Korea Selatan dan diperkirakan rampung 2012.

    ”Pindad sebetulnya sudah memproduksi 154 kendaraan untuk TNI tapi untuk membawa personel,” ujar Adik. Produksi kendaraan tempur buatan sendiri ini diharapkan menjadi solusi sebagai pasar kendaraan tempur yang 90 persen dari luar negeri.

    Komandan Pussenkav Brigadir Jenderal Burhanuddin Siagian melanjutkan, saat ini pihaknya memiliki 1.025 unit kendaraan tempur yang diproduksi berbagai negara, seperti Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Rusia, dan Korsel. Hanya saja, kebanyakan kendaraan miliknya sudah berumur 50 tahunan. Contohnya kendaraan jenis AMX-13 buatan Perancis yang dibuat 1952. ”Kesiapan operasional kendaran tempur kami hanya 65 persen bila meliputi komponen otomotif, senjata, dan komunikasi,” ujar Siagian.

    Anggota Komisi I DPR, Tri Tamtomo, menuturkan, Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2010 tentang Komite Kebijakan Industri Pertahanan diharapkan mendorong industri dalam negeri. Kalaupun harus membeli dari luar negeri, diusahakan seminimal mungkin dan dengan syarat ketat seperti harus ada transfer teknologi dan ada imbal dagang.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Update : Pindad Siapkan Kendaraan Tempur Yang Rampung 2013

    WIKILEAKS : Perang Asimetri, Perang Tanpa Mesiu


    Wajah koran The Age edisi Jumat (11/3/2011)

    Setelah teknologi perang nuklir, dunia mengenal istilah baru, perang asimetri atau assimetric warfare. Perang asimetri berlangsung dalam pelbagai mandala, seperti pemberitaan media massa, jejaring sosial dunia maya, tanpa satuan tempur, dan terkadang tanpa aktor negara sebagai belligerent atau pihak yang bertempur.

    Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoedin yang ditemui di Jakarta, Senin (14/3) malam, mengatakan, dunia strategi dan pertahanan sedang memasuki babakan baru, yakni perang asimetris. ”Kita harus menanggalkan cara berpikir perang konvensional. Banyak hal yang terjadi tanpa disadari adalah dampak perang asimetri. Media digunakan sedemikian rupa mengumbar sensasi. Perang asimetri itu bukan menghadapkan senjata dengan senjata atau tentara melawan tentara,” ujarnya.

    Ia mengingatkan, negara yang secara ekonomi dan kesenjataan lemah adalah sasaran utama perang asimetris. Sebagai contoh, media internet atau media massa tanpa sadar dipakai untuk memengaruhi cara berpikir atau melemahkan bangsa.

    Tayangan sinetron yang menjadi candu bagi warga menengah ke bawah, dengan cerita tentang bagaimana orang miskin mendadak kaya serta perselingkuhan, adalah contoh dari memengaruhi cara berpikir. ”Salah satu cara yang dipakai dalam perang asimetris adalah merusak nalar berpikir,” tegas Sjafrie.

    Dalam kondisi pikiran yang diracuni tayangan audiovisual yang memberi pesan hidup dapat berubah seperti disulap tanpa harus kerja-keras, tak heran generasi muda Indonesia lebih memilih menjadi pemain sinetron dibandingkan belajar menjadi cendekiawan kelas dunia!

    Terkait pemikiran strategis dan nonkonvensional, anggota DPR, Gandjar Pranowo, dalam Seminar Perbatasan Indonesia, beberapa waktu lalu, membenarkan pentingnya membangun strategi berpikir asimetris.

    ”Perbatasan tak bisa dipagar dengan tembok atau tentara. Strategi menjaga daerah terluar adalah dengan membangun kedaulatan ekonomi demi mendukung kedaulatan negara. Cara berpikir itulah yang harus diterapkan dalam mengelola wilayah terluar dan membangun kedaulatan Republik Indonesia,” kata Ganjar.

    Negara makmur disegani dan menjadi idola bagi rakyat yang miskin dan terabaikan. Fenomena itu terlihat di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat, Polandia-Jerman, dan Indonesia-Malaysia. Rakyat di negara terbelakang selalu kagum pada wilayah yang dianggap makmur.

    Direktur Institute for Defense Security and Peace Studies Mufti Makarim mengatakan, belajar dari kasus WikiLeaks dan pemberitaan tentang pejabat Indonesia di media Australia, masyarakat harus belajar tentang fungsi diplomatik. Semua korps diplomatik suatu negara harus mencari tahu data strategis di negara penempatan. Ini adalah bagian dari perang asimetris itu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> WIKILEAKS : Perang Asimetri, Perang Tanpa Mesiu

    Tuesday, March 15, 2011 | 9:47 PM | 0 Comments

    Pangarmabar Bekali Cawak Kapal Waspada Class

    Jakarta - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Hari Bowo M.Sc., memberikan pembekalan kepada calon pengawak (cawak) Kapal Eks Waspada Class Brunai di Aula Gedung Yos Sudarso, Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jl. Gunung Sahari No. 67, Jakarta Pusat, Selasa (15/3).

    Dalam arahannya Pangarmabar mengatakan cawak yang akan diberangkatkan ke Brunai agar mempersiapkan mental dan fisik, serta menambah wawasan dan profesional pelaut yang diberikan di Komando Latihan (Kolat) Koarmabar. Keberadaan cawak di Brunai bukan hanya mewakili TNI AL tetapi juga Indonesia, sehingga diharapkan dapat menjaga nama baik Bangsa Indonesia.

    Lebih lanjut Pangarmabar mengharapkan agar seluruh cawak mengikuti pelatihan di Brunai dengan baik, menjaga kekompakan / team work dan memanfaatkan waktu selama di Brunai untuk mempelajari segala pengetahuan terkait data teknis, pengoperasian kapal dan perencanaan navigasi penyebrangan, serta menjaga keselamatan personel dan material.

    Cawak Kapal Eks Waspada Class Brunai yang berjumlah 94 orang terdiri dari 14 perwira dan 80 Bintara dan Tamtama rencananya akana di berangkatakan menuju Brunei pada tanggal 20 Maret 2011 yang akan datang.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Pangarmabar Bekali Cawak Kapal Waspada Class

    Pemerintah Usulkan Nama FAF untuk Jet Tempur Kolaborasi RI-Korsel

    Ilustrasi.


    Jakarta - Setelah kerjasama pembuatan pesawat jet tempur KFX antara RI dan Korea Selatan dimulai, Pemerintah Indonesia akan mengajukan usulan perubahan nama pesawat jet tempur hasil kolaborasi dua negara itu.

    "Soal nama masih akan dibahas, kita inginkan ada nama Indonesia di dalamnya," kata Direktur Teknik Industri Pertahanan, Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Agus Suyarso kepada Tempo, kemarin, Senin 14 Maret 2011.

    Awalnya, pihak Indonesia mengajukan nama pesawat tempur KFX (Korea Fighter Xperiment) itu diubah menjadi KIFX atau Korea-Indonesia Fighter Xperiment. Namun pihak Korea Selatan kurang setuju. "Akhirnya kita sepakat nama akan diubah, dan Indonesia mengusulkan pesawat tempur FFA atau Future Fighter Aircraft."

    Penggabungan nama dua pihak yang berkolaborasi ini, menurut Agus, pernah diterapkan saat Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Spanyol membuat pesawat angkut jenis CN 235 di era Presiden Soeharto.

    Nama kode 'CN' dibelakang seri pesawat itu adalah inisial dua perusahaan yang berkolaborasi, yakni Casa, perusahaan pesawat terbang Spanyol dan Nurtanio atau Industri Pesawat terbang Nusantara (IPTN) yang kini menjadi PT Dirgantara Indonesia. "Saat itu Casa menyumbang 50 persen dan Nurtanio 50 persennya," kata Agus, yang juga menjabat Kepala Sekretariat Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) ini. .

    Kerjasama pembuatan pesawat tempur dengan Korsel kali ini juga akan melibatkan industri pesawat terbang masing-masing negara. Pemerintah Indonesia kembali akan melibatkan PT Dirgantara Indonesia.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pemerintah Usulkan Nama FAF untuk Jet Tempur Kolaborasi RI-Korsel

    RI-Korsel Tandatangani Perjanjian Kerjasama Jet Tempur KFX

    Ilustrasi.

    Jakarta - Setelah dijajaki sejak tahun lalu, Pemerintah akhirnya menandatangani perjanjian proyek kerjasama atau Project Agreement dengan Pemerintah Korea Selatan untuk membuat pesawat tempur KFX. Proyek bersama pembuatan jet tempur.

    KFX atau Korea Fighter Xperiment ini akan berlangsung selama 10 tahun.

    Penandatanganan perjanjian proyek telah dilakukan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (11/3) pekan lalu. Setelah Project Agreement, pada pertengahan April mendatang Pemerintah RI dan Korsel kemudian akan menandatangani kontrak kerjasama atau Contract Agreement.

    "Kalau sudah contract agreement April nanti, baru kita (RI dan Korsel) mulai berbagi rancang bangun, share pembuatan prototipenya," kata Direktur Teknik Industri Pertahanan, Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Agus Suyarso kepada Tempo, kemarin, Senin 14 Maret 2011.

    Pembagian rancang bangun prototipe pesawat tempur ini adalah, 20 persen bagian Indonesia dan 80 persennya menjadi bagian Korea. Agus berharap Indonesia akan mendapat bagian membuat air frame atau struktur kerangka pesawat. "Minimal kita dapat 20 persen, syukur-syukur dapat 40 persen untuk air frame-nya nggak masalah," kata Agus, yang juga menjabat Kepala Sekretariat Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) ini.

    Agus menambahkan, proyek jangka panjang ini terdiri dari beberapa fase. Setelah penandatanganan kontrak kerjasama pada April mendatang, dua negara akan memasuki fase Technical Development atau pengembangan teknis dalam kurun waktu setahun (2011-2012). Setelah itu, pada awal 2013 kerjasama akan masuk dalam fase Engineering Development. "Pengembangan teknologi ini akan berlangsung selama 8 tahun sampai tahun 2020," katanya.

    Pasca 2020, dua negara baru akan melakukan persiapan produksi pesawat jet tempur tersebut. "Baru kemudian masing-masing negara mau beli berapa unit. Misalnya Indonesia 50 unit, Korsel berapa unit."

    Meski tahap produksi masih jauh alias 10 tahun lagi, kedua negara sudah berbagi modal kerjasama. Anggaran awal yang dibutuhkan dalam kerjasama pengembangan pesawat jet tempur ini adalah US$ 50 juta untuk 2 tahun ke depan. "Saat ini sudah share 20 persen Indonesia atau US$ 10 juta dan 80 persen Korea atau US$ 40 juta," kata Agus. "Ini diluar (anggaran) untuk infrastruktur yang akan dibangun."

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> RI-Korsel Tandatangani Perjanjian Kerjasama Jet Tempur KFX

    Komitmen Bersama Dalam Pengembangan Kapal Perang



    Kementerian Riset dan Teknologi memprakarsai lahirnya sebuah komitmen dalam bingkai konsorsium pengembangan Kapal Perang. Dengan dukungan dari Kementerian pertahanan dan TNI AL, telah diselenggarakan diskusi untuk membangun sinergi antara lembaga kebijakan, Lembaga penelitian dan akademisi, industri serta pihak user di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI Diponegoro).

    Diskusi yang dihadiri oleh Asdep Produktivitas iptek Strategis (Kementerian Riset dan Teknologi), Kementerian Pertahanan, BPPT, Nasdec (National Ship Desain Center) – ITS, PENS, ITB, Ka Div Teknologi PT PAL, Dirut PT Dumas, Dirut PT Terafulk dan Komandan KRI Diponegoro serta Asisten Operasi Panglima Armada Timur –TNI AL menghasilkan sebuah pernyataan bahwa dengan seluruh kekuatan komponen bangsa, layak kalau Kapal Perang dibangun di Indonesia. Sebagai industri Utama PT PAL akan didukung oleh seluruh potensi dalam negeri, yaitu : BPPT, Nasdec ITS, PT Dumas dan PT Terafulk dalam pembangunan konstruksi kapal serta PT LEN, PENS-ITS dan ITB dalam pengembangan CMS.

    Komitmen itu terbangun setelah tim melakukan diskusi dengan pihak Komandan angkatan laut dan Asisten operasi Panglima Armatim serta melakukan kunjungan ke dalam KRI Dipenegoro – Sigma Class buatan Damen Schalde Nabal Shipbuilding. Kunjungan dilakukan baik untuk mengamati konstruksi Kapal Perang maupun Sistem Manajemen Kombat.

    Diharapkan konsorsium yang ada dapat berkontribusi baik dalam mendukung proyek pengembangan Kapal Perang Kementerian Pertahanan/ TNI AL maupun dalam proses updating dan maintenance Kapal Perang yang telah ada.

    Sumber: RISTEK
    Readmore --> Komitmen Bersama Dalam Pengembangan Kapal Perang

    Anggota Komisi : 'Masa TNI Tempur Pakai Pesawat Bekas?'

    JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi menegaskan, pihaknya sejak awal telah menolak pembelian pesawat bekas untuk kepentingan militer oleh TNI dan Kemenhan, yakni dua unit Boeing 737 eks Garuda tanpa persetujuan DPR RI.

    "Ketika itu Komisi I mempertanyakan, mana lebih tinggi, standar militer atau standar sipil? Dijawab bahwa standar militer lebih tinggi dan lebih 'sophisticated' dari standar penerbangan sipil biasa," katanya, Selasa.

    Lalu, lanjut Fayakhun Andriadi, dari situlah Komisi I menolak pembelian dua pesawat bekas tersebut. "Dengan pertimbangan, pesawat itu hendak digunakan untuk kepentingan VIP, VVIP TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan)," tandasnya.

    Selain itu, ujarnya, pesawat tersebut akan menjadi cadangan bagi pesawat kepresidenan bila diperlukan mendesak. "Masa TNI katakanlah akan tempur, pakai pesawat bekas? Di mana letak harga diri dan profesionalisme militer," kritik dia.

    Politisi muda Partai Golkar ini menambahkan, berdasar dua pertimbangan tadi, Komisi I DPR RI meminta agar TNI Angkatan Udara (AU) dan Kemenhan lebih baik membeli dua unit pesawat terbaru, daripada 'barang bekas' Garuda.

    "Dengan pertimbangan, bahwa sebaiknya belilah yang terbaru dengan 'spek' khusus VIP, VVIP militer. Bila perlu pesan khusus dari pabrik," tegasnya. Jika yang dibeli pesawat baru, menurutnya, umur teknisnya akan lebih lama.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Anggota Komisi : 'Masa TNI Tempur Pakai Pesawat Bekas?'

    Vnesheconom bank Akan Memberikan Pinjaman Kepada Indonesia Untuk Membeli Alutsista Dari Rusia

    Sukhoi TNI AU.

    Rusia(MIK/WDN) - Vnesheconom bank (VEB dalam Bahasa Inggris :Bank of Foreign Economic Activity) telah memberikan pinjaman ke pemerintah Indonesia sebesar $ 5,95 juta dollar untuk membeli alutsista dari Rusia, yang dikutip oleh Interfax. Sesuai perjanjian KE (Kredit Ekspor) dari pemerintah Rusia dengan Indonesia, Departemen Keuangan Indonesia berniat menggunakan sisa kontrak kredit ekspor untuk membeli alusista dari Rosoboronexport, tetapi tidak dijelaskan secara detail pengadaan alutsista tersebut.

    Indonesia bukan pertama kali nya melakukan pinjaman melalui kredit ekspor dari Rusia untuk melakukan pengadaan alutsista Indonesia. Pada bulan September 2007, Rusia setuju untuk memberikan pinjaman sebesar $ 1 Millyar dollar kepada pemerintah Indonesia untuk pengadaan kendaraan lapis baja BMP-3F untuk Korps Marinir, Helikopter angkut Mi-17, helikopter tempur Mi-35m, dan kapal selam jenis kilo (project 877). Dan tahun ini pemerintah Indonesia akan menentukan pemenang untuk tender kapal selam.

    Pada bulan september 2010, Departemen Pertahanan Indonesia telah mengumumkan bahwa Indonesia berniat untuk membeli sekitar 180 sukhoi dalam waktu 20 tahun kedepan. Dari jumlah tersebut, maka Indonesia akan memiliki 10 skuadron pesawat tempur sukhoi. Saat ini Indonesia memiliki pesawat tempur sukhoi jenis dua Su-30MK, tiga Su-30MK2, Su-27SK dua dan tiga Su-27SKM. Untuk Sukhoi versi SK dan MK akan diupgrade menjadi versi SKM dan MK2. Selain itu, pada tahun 2011 pemerintah Indonesia berencana untuk menambah 6 unit pesawat tempur Su-30MK2 dari Rusia.

    Sumber: Lenta/MIK/WDN
    Readmore --> Vnesheconom bank Akan Memberikan Pinjaman Kepada Indonesia Untuk Membeli Alutsista Dari Rusia

    Media Asing : ARF DiREx Tak Ubahnya Dengan Parade Militer


    MANADO - KAPAL BANTALAN UDARA . Sejumlah warga mengamati kapal bantalan udara atau Hovercraft milik TNI Angkatan Laut yang telah disiagakan di pantai Manado, Sulawesi Utara.(Foto: ANT)

    MANADO : Di balik terik matahari dan angin yang berhembus kencang, Wakil Presiden Boediono membuka ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DiREx) secara resmi di kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (15/3).

    Acara pembukaan itu dihadiri para menteri dan pejabat negara seperti, Menkes Endang rahayu Sedyaninghsih, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menko kesra Agung Laksono, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mensos Salim Segaff, Menristek Suharna Surapranata, Kepala BNPB Syamsul Maarif serta Gubernur Sulut SH Sarundajang. Jepang selaku tuan rumah bersama mengirimkan wakil Menlu Makiko Kikuta. Sementara negara-negara lainnya diwakili oleh para duta besar.

    "Penanganan bencana merupakan kerja yang kompleks dan multi dimensional. Tidak hanya kerja sama dan koordinasi, akan tetapi penanganan bencana juga berkaitan dengan logistik, sumber daya, mobilisasi, komando dan kontrol, penanganan bencana alam itu sendiri, selain harus memberikan informasi kepada media," ujar Boediono dalam pidato sambutannya.

    Menurutnya, belajar dari pengalaman Tsunami Aceh di tahun 2004 serta bencana tsunami yang baru terjadi beberapa hari silam di Jepang menjadi tolak ukur untuk memperkuat kerjasama dalam penanganan bencana.

    Setelah membuka acara, para tamu dari berbagai negara disuguhkan oleh atraksi latihan penanganan bencana alam. Simulasi tersebut melibatkan banyak peralatan mulai dari sepeda motor hingga pesawat terbang dan beberapa peralatan milik TNI lainnya seperti Hovercraft. Akan tetapi, beberapa tamu asing yang hadir sedikit merasa kecewa dengan simulasi latihan ini. Beberapa wartawan asal berkulit putih tersebut menilai simulasi yang seharusnya melibatkan koordinasi TNI-sipil ini tidak ubahnya seperti pameran peragaan peralatan militer.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Media Asing : ARF DiREx Tak Ubahnya Dengan Parade Militer

    Pengamat : Mengejar PIA dengan Sukhoi

    Jakarta - Dalam bukunya yang berjudul Pertahanan Indonesia, angkatan perang negara kepulauan, Marsekal TNI (purn) Chappy Hakim menguraikan ada dua perang udara yang bisa dijadikan dan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi sistem pertahanan negara untuk mempertahankan wilayah atau pangkalan udaranya, yaitu Battle of Britain dan Pearl Harbor.

    Kedua pelajaran itu adalah, pertama, pentingnya fungsi radar. Dengan radar, Inggris dapat memantau pesawat-pesawat Jerman yang ancang-ancang siap menyerbu. Selain itu, dengan radar, AU Inggris, Royal Force, dapat memantau di mana posisi pesawat AU Jerman. Dengan radar tersebut, Inggris sukses membendung serangan udara besar-besaran Jerman. Kedua, seluruh kekuatan peperangan, harus siap siaga selama 24 jam. Hancurnya pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor terjadi akibat lengahnya sistem pertahanan militer. Amerika Serikat sebenarnya memiliki armada laut dan udara yang cukup banyak, namun lengah dan menganggap sepele ancaman serangan Jepang, akibatnya serangan dadakan itu membuat Amerika Serikat malu. Dari peristiwa itu membuat doktrin bagi sistem pertahanan Blok Barat dan Blok Timur, saat terjadi Perang Dingin, bahwa mereka harus selalu siaga satu atau maintain 24 hours in alert.

    Pelajaran tersebut juga menjadi acuan bagi TNI AU, buktinya di masa damai, TNI AU berhasil mencegah dan memaksa beberapa penerbangan ilegal. Ketika Pakistan Internasional Airlines (PIA), jenis Boeing 737 seri 300, melintas wilayah udara Indonesia tanpa izin, dan gerak pesawat terdeteksi oleh radar Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II di Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, serta merta dua Sukhoi yang ada di Skuadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin langsung terbang dan memberikan peringatan pesawat asing itu mendarat darurat. Disebutkan dua pesawat milik TNI AU itu mengejar pesawat dan berhasil memaksa pesawat PIA mendarat di Lanud Hasanuddin.

    Langkah yang dilakukan oleh TNIAU dalam menjaga wilayah udara Indonesia itu patut diapresiasi. Di tengah minimnya anggaran TNI, TNI AU masih setia dan siaga mengawal wilayah udara. Penerbangan ilegal lain yang juga pernah digagalkan oleh TNI adalah ketika pesawat jenis BAE 146-200 yang membawa rombongan keluarga Kerajaan Melaka dari Dili menuju Kuala Lumpur, Malaysia, mendarat darurat untuk isi bahan bakar. Menjadi masalah karena pesawat tersebut hanya mengantongi izin melintas bukan izin mendarat. Karena pendaratan ilegal di Bandara Internasional Djuanda Surabaya itu maka TNI sempat menahannya, sama seperti PIA yang ditahan beberapa jam.

    Menjadi pertanyaan, jika TNI AU sukses menahan pesawat-pesawat sipil yang terbang atau mendarat secara ilegal di wilayah udara Indonesia, lalu bagaimana ketika yang melakukan itu pesawat tempur, apalagi pesawat tempur itu dari negara yang mempunyai pengalaman perang yang hebat dan handal? Sepertinya kita, pemerintah Indonesia dan TNI tidak bisa berbuat banyak. Perdebatannya bukan pada pelanggaran penerbangan namun pada masalah hukum internasional mengenai alur bebas bagi pelayaran internasional.

    Hal itu pernah terjadi ketika 5 pesawat F-18 Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) terbang dan bermanuver di perairan Bawean, Juli 2003. Tindakan yang disebut sebagai provokasi itu sebenarnya terdeteksi oleh radar sipil maupun TNI. Sebagai pengaman wilayah udara Indonesia, maka TNI AU pun mengirim 3 pesawat F-16 untuk memantau pesawat itu. Akibatnya bersiteganglah 3 pesawat F-16 dan F-18 itu. Bahkan dua Air Born dari kapal induk US Navy siap membantu 5 F-18 bila dogfight terjadi.

    Karena merasa inferior, kalah jumlah, tidak mempunyai pengalaman dogfight, dan alutsista yang dimiliki Indonesia jauh tertinggal meski saat itu F-16 dilengkapi dengan misil, akhirnya kita tidak bisa berbuat banyak kepada pelanggaran penerbangan itu. Dan TNI AU pun tidak dapat memaksa pesawat-pesawar US Navy itu mendarat.

    Dalam bukunya, Chappy Hakim mengupas panjang lebar mengenai pentingnya pertahanan Indonesia yang bertumpu pada matra laut dan udara. Namun karena kebijakan saat Orde Baru yang lebih bertumpu pada darat, serta banyak faktor lainnya maka pertahanan Indonesia jauh dari ideal dan wajar sehingga rentan terhadap penyusupan atau penerbangan ilegal.

    Dalam sejarah pertempuran di Indonesia, selama ini mungkin belum menempatkan TNIAU pada posisi yang bagus. Kalau kita lihat AL dan AD sudah memberi catatan-catatan sejarah pertempuran membela NKRI. Dalam Pertempuran Laut Aru, misalnya terlihat betapa gagah beraninya TNIAL dalam bertempur melawan dua kapal destroyer dan pesawat Neptune dan Frely milik Belanda menyerang KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau. Dalam pertempuran itu akhirnya KRI Macan Tutul yang di pimpin Komodor Yos Sudarso tenggelam.

    Dalam pertempuran itu, ada beberapa pihak yang menyalahkan AURI (TNI AU) karena tidak terlibat dalam pertempuran. Akibatnya dari peristiwa itu maka membuat KSAU Suryadarma mengundurkan diri. Pertempuran itu sebenarnya momen bagi fighter pilots TNI AU menjadi war pilots. Akibat minimnya pertempuran udara yang diikuti oleh TNI AU, maka di jajaran TNI AU hanya Komodor Udara Ignatius Dewanto yang hanya pernah melakukan dogfight (War Pilots, Dari Perang Dunia I Hingga Perang Teluk, Angkasa Edisi Koleksi). Minimnya pengalaman pertempuran udara yang dimiliki membuat TNI AU tidak memiliki ace, sebutan pilot yang jago tempur, jago udara, jago tembak, dan jago terbang. Justru Vietnam yang memiliki banyak ace, seperti Mai Van Cuong dan Nguyen Van Bay. Selain Amerika Serikat yang memiliki banyak ace, Jerman, Rusia, Inggris, Jepang, dan negara-negara yang memiliki angkatan udara yang tangguh juga banyak memiliki ace.

    Bila di masa Orde Lama kekuatan TNI AU bisa dikatakan handal dengan jumlah pesawat mencapai 443 pesawat (pada tahun 1966) maka selepas pasca pemberontakan G 30 S, kekuatan TNI AU semakin melemah, tercatat pada tahun 2010 hanya 256 pesawat yang dimiliki. Kondisi yang demikianlah yang mungkin menyebabkan TNI AU tidak bisa memaksa mendarat penerbangan ilegal pesawat tempur US Navy.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Pengamat : Mengejar PIA dengan Sukhoi

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.