ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Thursday, February 14, 2013 | 10:14 AM | 1 Comments

    Spanyol Berikan Lisensi CN 212-400 Kepada Indonesia

    Jakarta - Spanyol memberikan lisensi kepada Indonesia untuk merakit pesawat CASA sipil CN 212-400. Hal ini merupakan wujud kerja sama yang terjalin lama antara Indonesia dan Spanyol di bidang industri pesawat.

    "Pesawat CN 212-400 merupakan pesawat angkut kecil dan rencananya untuk pabrik akan dibangun di Bandung, kerja sama antara PT Dirgantara Indonesia dengan Spanyol," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai bertemu Menhan Spanyol Pedro Morenes Eulates, Rabu, 13 Februari 2013.

    Dalam kesempatan itu Purnomo mengharapkan Indonesia dapat menjadi agen pemasaran yang baik untuk pesawat angkut tersebut. Sebelumnya Indonesia juga pernah membeli pesawat CASA C-295 sebanyak 9 buah senilai US$325 juta.

    Sebelumnya tahun lalu, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang sempat lesu membuat kejutan. Perusahaan BUMN ini dapat proyek triliunan rupiah untuk menggarap beberapa perangkat militer dan sipil. Salah satunya bekerja sama dengan perusahaan CASA Spanyol, yaitu pesawat CN-212.

    Sekitar 25-50 engineer PT DI tahun lalu menjalani pelatihan untuk mendalami teknologi CN-295. Pesawat CN-212 hasil kerja sama RI-Spanyol juga diborong sebanyak 50 pesawat oleh PT Merpati Nusantara Airline seharga US$7 juta atau Rp66,03 miliar per unit.

    Sumber : Vivanews
    Readmore --> Spanyol Berikan Lisensi CN 212-400 Kepada Indonesia

    Indonesia Tertarik Tank Leopard Dan Kerjasama Perkapalan Spanyol

    Jakarta - Peningkatan kerjasama Indonesia dan Spanyol di berbagai bidang hari ini disepakati dalam pertemuan menteri pertahanan kedua negara. Salah satunya adalah kemungkinan pembelian kapal pengganti KRI Dewa Ruci.

    Kepala Badan Perencanaan Pertahanan, Mayjen Ediwan Prabowo, Rabu 13 Februari 2013, mengatakan bahwa galangan kapal di Spanyol adalah satu dari dua negara yang tengah dilirik Indonesia untuk memproduksi pengganti Dewa Ruci. Galangan kapal lainnya adalah milik Polandia.

    "Kami sudah mengunjungi kedua negara tersebut untuk melakukan survei dan saat ini sudah di tahap evaluasi untuk menentukan proses lelang," ujar Prabowo.

    Namun, belum ada informasi apapun perihal jenis kapal apa yang akan dibeli untuk menggantikan Kapal Dewa Ruci.

    Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, usai bertemu dengan Menhan Spanyol, Pedro Morenes Eulates, mengatakan bahwa Indonesia juga akan melakukan kerja sama dengan salah satu industri perkapalan Spanyol bernama Navantia.

    "Namun kami belum bisa menyebutkan secara spesifik kerja sama apa yang akan dilakukan dengan perusahaan galangan kapal tersebut," tutur Purnomo.

    Purnomo juga mengatakan bahwa Indonesia juga tertarik pada tank Leopard yang diproduksi Spanyol. "Saya juga baru tahu kalau ternyata Spanyol memiliki tank Leopard. Tapi nanti akan kita lihatlah kemungkinan kerja sama dalam hal itu," ujar Purnomo.

    Sumber : VIvanews
    Readmore --> Indonesia Tertarik Tank Leopard Dan Kerjasama Perkapalan Spanyol

    Wednesday, February 13, 2013 | 3:46 PM | 0 Comments

    Menhan Spanyol Kunjungi Indonesia Untuk Membahas MoU

    Jakarta – Guna meningkatkan hubungan kerjasama di Bidang Pertahanan antara Spanyol dan Indonesia, Menteri Pertahanan Spanyol, Pedro Morenes Eulate, Selasa (12/2), tiba di Lanud Halim Perdanakusuma untuk melakukan serangkaian kunjungan kenegaraan di Indonesia. Mengawali kunjungan kenegaraan di Indonesia Menhan Spanyol Pedro Morenes Eulate beserta Delegasi Spanyol lainnya, Rabu (13/2) akan melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Menhan RI Purnomo Yusgiantoro. Kedatangan Menhan Pedro Morenes Eulate di Kantor Kementerian Pertahanan RI disambut dengan upacara militer Jajar Kehormatan.

    Dalam pertemuan kedua Menhan tersebut rencananya akan dibahas seputar peningkatan hubungan dan kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara, antara lain kerja sama pendidikan, bidang perencanaan, inovasi, dukungan logistik dan akuisisi produk pertahanan. Selain itu, kerja sama bidang sains dan teknologi berkaitan dengan akuisisi penggunaan sistem dan perangkat militer dalam rangka transfer teknologi Bumnis di Indonesia.

    Pada kesempatan tersebut Menteri Pertahanan kedua negara akan melaksanakan penanda tanganan MoU kerjasama bidang pertahanan. Adapun MoU tersebut mencakup atensi kedua negara untuk memfasilitasi peningkatan hubungan pertahanan melalui kerja sama teknologi dan pengetahuan, promosi dan melakukan kegiatan pendekatan.

    Memorandum of Understanding (MoU) peningkatan kerja sama militer Spanyol-Indonesia telah digagas kedua negara sejak tahun 2007 atas kebijakan Pemerintah Spanyol untuk mengembangkan dan meningkatkan hubungan dengan kawasan Asia Pasifik yang diterapkan bukan saja oleh Kemlu tapi juga Kemhan.

    Masih dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Indonesia, Menhan Spanyol juga dijadwalkan akan bertemu dengan Gubernur Lemhannas, Budi Susilo Soepandji untuk membicarakan bidang pendidikan militer.

    Turut serta dalam delegasi Spanyol mendampingi Menhan Spanyol, diantaranya Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Rafael Conde de Saro, Kepala Staf Angkatan Laut Spanyol, Laksamana D. Jaime Munoz-Delgado, kepala Kabinet Laksamana D. Javier Pery Parades dan para pajabat dijajaran Kementerian Pertahanan Spanyol.

    Pada dasarnya pemerintah RI dan Spanyol memiliki kerjasama industri strategis yang telah terjalin cukup lama di bidang pesawat terbang. Hal ini ditandai dengan produksi pesawat terbang jenis Cassa Sipil dan militer sejak tahun 70an. Oleh karena itu pihak Spanyol berharap kedepannya dapat mengintensifkan berbagai bidang industri lainnya, seperti industri perkapalan Spanyol, Navantia yang bersedia untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan kapal Indonesia.

    Sumber : DMC
    Readmore --> Menhan Spanyol Kunjungi Indonesia Untuk Membahas MoU

    KSAU Terima Kunjungan Dubes Korsel

    Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal Madya TNI Ida Bagus Putu Dunia menerima kunjungan Dubes Korea Selatan H.E Kim Young Son di Mabesau Jakarta, Selasa (12/2). Dalam kunjungan tersebut dibahas berbagai permasalahan strategis terkait dengan kerjasama industri pertahanan khususnya dalam rangka mempererat hubungan kerjasama antar Angkatan Udara dan kedua negara.

    Menurut Kasau, dalam kerjasama antara TNI AU dengan ROKAF (Royal of Korea Air Force) selama ini sudah berlangsung dengan baik, khususnya dalam pengadaan pesawat latih KT-1B Wong Bee dengan program teknik representatif dan pelatihan serta perawatan pesawat latih KT-1B Wong Bee yang dilakukan secara berkala sampai delivery pesawat pada tahun 2003. Dengan adanya rencana kedatangan pesawat T-50 secara bertahap tahun ini, Kasau berharap akan dilanjutkan dengan latihan bagi para instruktur, penerbang, termasuk pelatihan bagi aerobatik tim dari TNI AU.

    Dalam pertemuan tersebut, Kasau yang didampingi Asrena Kasau Marsda TNI Ismono Wijayanto, Aslog Kasau Marsda TNI Ida Bagus Anom, Waaspam Kasau Marsma TNI Warsono, Waasops Kasau Marsma TNI Abdul Muis, dan Sesdispenau Kolonel Sus M. Akbar Linggaprana berharap, agar Korean Technical Command Group dapat dijadikan sebagai sarana untuk melakukan diskusi antara kedua pihak terkait dengan penggunaan pesawat KT-1B Wong Bee dan T-50, baik tentang produksi operasional, pemeliharaan, maupun pengadaan suku cadangnya.

    Terkait dengan rencana hibah pesawat F-5, Kasau mendapat informasi dan konfirmasi secara lebih rinci tentang kesiapan operasional pesawat. Pembicaraan tersebut akan ditindaklanjuti secara lebih rinci pada saat kunjungan Kepala Staf Angkatan Udara Korea Selatan yang rencananya akan berkunjung ke Indonesia pada bulan Maret 2013 dan pada akhir pertemuan, kedua pejabat saling bertukar cinderamata.

    Sumber : Pos kota
    Readmore --> KSAU Terima Kunjungan Dubes Korsel

    DPR Setujui Anggaran Alutsista 14 Triliun Untuk TNI AD

    Medan - TNI Angkatan Darat (AD) mendapatkan anggaran Rp14 triliun untuk membeli dan menyempurnakan alat utama sistem senjata (alutsista) setelah mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat. "Total yang sudah diketok DPR Rp14 triliun," kata Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo usai meninjau alutsista Kodam I Bukit Barisan di Medan, Rabu (13/2).

    KSAD enggan menanggapi mengenai tingkat kecukupan anggaran Rp 14 triliun tersebut untuk membeli dan menyempurnakan alutsista di lingkungan TNI AD. Menurut dia, anggaran Rp 14 triliun tersebut disetujui dan dialokasikan DPR RI untuk kepentingan pengadaan alutsista untuk saat ini.

    Sebagai prajurit yang mendapatkan amanah dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan NKRI, pihaknya berkewajiban untuk mengamankan proses pengadaan alutsista tersebut. "Kalau negara menyiapkan Rp14 triliun, saya harus mengamankan pada saat pengadaan Rp 14 triliun," kata mantan Pangkostrad itu.

    KSAD mengakui jika terdapat sejumlah alutsista di lingkungan TNI-AD yang perlu mendapatkan penggantian secara simultan dan bertahap. Setelah adanya persetujuan dari DPR RI tersebut, pihaknya akan melaksanakan pembelian alutsista itu dari negara produsen sesuai dengan aturan jual beli senjata.

    Pencairan anggaran untuk pembelian alutsista tersebut sudah sampai tahap akhir di Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan. Untuk lingkungan TNI-AD, alutsista yang akan dibeli tersebut dikaitkan dengan fungsi organisasi dalam sistem pertahanan dan keamanan yang dijalankan guna menjaga keutuhan NKRI.

    Ia mencontohkan pembelian tank leopard, meriam, dan roket yang memiliki jarak tembak mencapai 100 km. "Bukan beratnya tetapi jarak tembaknya bisa mencapai 100 km," katanya didampingi Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus.

    Pihaknya juga akan melengkapi alutsista bagian penerbangan TNI-AD dengan membeli 24 helikopter jenis 412 dan sedang menegosiasikan 20 helikopter jenis blakc hawk. Jika pembelian alutsista tersebut telah direalisasikan, pihaknya akan mendistribusikannya ke berbagai satuan atau cadangan dari pusat yang siap untuk digerakkan sewaktu-waktu.

    Namun pendistribusian tersebut akan dilakukan secara bertahap disebabkan adanya daerah lain yang juga membutuhkan penyempurnaan alutsista. Di jajaran Kodam I Bukit Barisan, alutsista yang akan direalisasikan tersebut berupa panser untuk mengganti alat yang telah digunakan cukup lama.

    Demikian juga dengan penempatan helikopter serang sekitar enam unit untuk mendukung Kodam I Bukit Barisan yang cukup tinggi. "Di sini bergerak ke utara dan selatan karena menjadi pusat pergerakan kekuatan dalam mengamankan Selat Malaka," katanya.

    Sumber : Republika
    Readmore --> DPR Setujui Anggaran Alutsista 14 Triliun Untuk TNI AD

    Tuesday, February 12, 2013 | 3:47 PM | 2 Comments

    Bila Diinginkan, Indonesia Dengan Mudah Membuat Senjata Nuklir

    Jakarta - Indonesia disebut dapat dengan mudah membuat senjata nuklir apabila diinginkan. Hal itu dikarenakan Indonesia kini telah memiliki teknologi nuklir yang cukup maju untuk membuat senjata nuklir.

    “Patut diketahui Indonesia dapat dengan mudah memiliki senjata nuklir jika mau. Teknologi nuklir yang kini Indonesia miliki dapat dengan mudah diubah menjadi teknologi untuk mebuat senjata nuklir,” ujar anggota Komisi I DPR, M. Nadjib, dalam seminar Kawasan ASEAN Bebas Nuklir di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

    “Itu sebabnya komunitas internasional mengawasi sangat ketat negara-negara yang diketahui memiliki tenaga nuklir, seperti Iran,” lanjut Nadjib.

    Nadjib menyebut komunitas internasional curiga dengan niat Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir karena teknologi tersebut memang dapat dengan mudah diselewangkan untuk membuat senjata nuklir.

    “Iran walaupun sampai sekarang tidak terbukti mengembangkan senjata dan mau bekerja sama dengan IAEA, namun tetap saja pihak Barat curiga dengan Iran,” terang anggota DPR itu.

    Namun Indonesia Tidak Akan Pernah Buat Senjata Nuklir

    Indonesia berkomitmen untuk tidak menggunakan teknologi nuklirnya untuk membuat senjata nuklir. Indonesia pun dianggap berhak untuk meminta kompensasi dari negara-negara maju atas komitmennya tersebut.

    "Indonesia sudah berkomitmen untuk tidak membuat senjata nuklir. Indonesia hanya akan menggunakan teknologi nuklirnya untuk hal-hal yang bermanfaat untuk manusia dan kemanusiaan," ujar anggota Komisi I DPR, M. Nadjib, di sela-sela seminar Kawasan ASEAN Tanpa Senjata Nuklir di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

    "Dengan komitmennya itu Indonesia berhak untuk mendapatkan kompensasi dari negara-negara maju yang mendukung pemusnahan senjata nuklir," lanjut Nadjib.

    Nadjib menerangkan kompensasi yang telah didapatkan Indonesia antara lain bantuan pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang teknologi nuklir. Menurutnya hal tersebut sangat bermanfaat bagi Indonesia karena teknologi nuklir juga dapat digunakan untuk memantau bencana alam.

    "Alat-alat yang digunakan dalam teknologi nuklir sangatlah canggih dan dapat juga dipakai untuk memantau bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, seperti tsunami maupun gunung meletus," pungkas anggota Komisi I itu.

    Sumber : OKEZONE
    Readmore --> Bila Diinginkan, Indonesia Dengan Mudah Membuat Senjata Nuklir

    Komisi I : UU Industri Pertahanan Tak Haramkan Impor Alutsista

    Jakarta - Komisi I DPR menjelaskan Undang Undang (UU) Industri Pertahanan yang telah disahkan DPR sebenarnya tak mengharamkan pemerintah mengimpor alutsista dari luar negeri. Asal produsen alutsista Indonesia belum mampu memproduksi alutsista yang jauh lebih canggih.

    "Dalam UU Industri Pertahanan kita tidak mengharamkan pemerintah maupun TNI mengimpor alutsista. Selama produsen dalam negeri belum mampu membuatnya," kata Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya di acara Yellow Forum for Young Leader (YFYL) dengan tema 'Urgensi Penguatan Sistem Pertahanan Indonesia' di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (11/2/2013).

    Selain itu, Tantowi yang juga Wakil Sekjen Partai Golkar ini menjelaskan, pemerintah juga boleh mengimpor alutsista bila transfer teknologi oleh negara yang memproduksi alutsista itu untuk penguatan pertahanan di Indonesia.

    "Impor alutsista itu bisa dilakukan asalkan ada transfer teknologi. Jadi kami tidak mengharamkan impor alutsista melalui UU Industri Pertahanan itu," tuturnya.

    Tantowi mengungkapkan kini Kementerian Pertahanan mendapat tambahan anggaran pada 2013 sebesar Rp 77,7 Triliun. Dari anggaran itu, hanya 33 persen untuk alutsista dan sisanya untuk belanja rutin pegawai seperti gaji dan lain-lain.

    "Jadi yang 33 persen itu bukan untuk alutsista saja, karena 33 persen itu untuk penguatan pengelolaan di perbatasan, pulau terluar dan mengatasi konflik-konflik horizontal. Jadi memang masih kurang dan memang harus ada peningkatan anggaran, karena angka itu belum sanggup bikin efek gentar," pungkasnya.

    Sumber : Liputan 6
    Readmore --> Komisi I : UU Industri Pertahanan Tak Haramkan Impor Alutsista

    KSAD : TNI AD Akan Beli 20 Helikopter Black Hawk dari AS

    Banda Aceh - TNI Angkatan Darat (AD) akan membeli 20 unit helikopter tempur jenis Black Hawk dari Amerika Serikat untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista).

    “Saya sedang berkomunikasi dengan satuan pembuat atau negara pembuat, Insya Allah kalau diizinkan dan data itu ada, kami akan membeli Black Hawk 20 unit dari Amerika,” kata KSDA, Jenderal TNI Pramono Edi Wibowo, kepada wartawan di Makodam Iskandar Muda Aceh, Senin (11/2/2013).

    TNI AD, kata dia, juga memesan 20 unit helikopter serba guna jenis Bell 412 EP. Dari 20 unit yang dipesan, 10 unit di antaranya sudah kelar.

    Heli tersebut akan dijadikan cadangan pusat dan dibagi kepada satuan-satuan utama TNI AD di Indonesia. “Agar lebih mudah untuk mengendalikan keamanan,” terang Pramono.

    Menurutnya, penjagaan keamanan wilayah NKRI, khususnya di Aceh, saat ini berjalan baik. Kepada semua pihak di Aceh, Pramono berpesan agar terus menjaga perdamaian dan keamanan untuk pembangunan Aceh lebih baik.

    Sumber : OKEZONE
    Readmore --> KSAD : TNI AD Akan Beli 20 Helikopter Black Hawk dari AS

    Wamenhan : Saya Akan Siap Tindak Anak Buahn Yang Korup

    "Kalau ada pengawakan yang keliru dan punya implikasi hukum, maka kita tidak segan-segan mengambil tindakan hukum," jelas Letnan Jenderal (Purn) tersebut.

    Menurutnya, ada tiga tingkatan dalam melakukan parameter penggunaan anggaran. "Pertama, kita beritahu, kedua, kita tegur dan yang ketiga kita beri sanksi pertama sanksi administrasi dan hukum. Silahkan kita buktikan bersama," simpulnya.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Wamenhan : Saya Akan Siap Tindak Anak Buahn Yang Korup

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.