ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, August 14, 2010 | 7:11 PM | 0 Comments

    Koarmatim Miliki Detasemen Intelijen


    Surabaya - Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) memiliki Detasemen Intelijen (Denintel) yang struktur dan kedudukannya setara dengan jajaran kedinasan di lingkup komando utama matra laut itu.

    Peresmian gedung Denintel di markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya, Selasa, itu juga ditandai dengan pelantikan Letkol Laut (E) G. Sugiono sebagai Komandan Denintel.

    "Terbentuknya Denintel ini diharapkan dapat lebih mempertajam tugas dan fungsi organisasi intelijen untuk menyamakan persepsi dan tindakan dalam implementasi tugas-tugas di lapangan dan mengikis rasa keraguan-raguan," kata Panglima Koarmatim, Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto.

    Ia juga berharap semua satuan kerja di bawah Koarmatim dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan Denintel dalam mewujudkan komando utama itu sebagai lembaga kemiliteran matra laut yang patut dibanggakan.

    Pangarmatim menjelaskan, peran dan fungsi intelijen sangat penting dan strategis di lingkungan TNI Angkatan Laut.

    "Pengetahuan intelijen menjadi salah satu referensi utama pada setiap tahapan penyelenggaraan kegiatan organisasi, mulai tahap perencanaan, formulasi kebijakan, pengambilan keputusan, pemilihan cara bertindak, hingga penggunaan dan penggelaran kekuatan militer," katanya.

    Pembentukan Denintel itu berdasarkan Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/52/IX/2008 tanggal 8 September 2008 tentang Persetujuan dan Pengesahan Pembentukan Organisasi Satuan Intelijen di tingkat Komando Utama Operasi TNI-AL dan TNI-AU.

    Dasar hukum lainnya adalah Peraturan KSAL Nomor Perkasal/27/IX/2007 tanggal 4 September 2007 tentang Pembentukan Detasemen Intelijen, Tim Intelijen, dan Unit Intelijen di lingkungan TNI-AL serta Telegram KSAL Nomor 091/SREN/0210 TWU 0225 tentang Implementasi Organisasi Satlak Intelijen TNI-AL.

    "Pembentukan Denintel itu juga bagian dari program reformasi internal dalam tubuh TNI agar mampu menghadapi segala perubahan dan dinamika tantangan penugasan yang semakin kompleks dan dinamis," kata mantan Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) itu.

    Peresmian dan pelantikan Denintel itu dihadiri Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Arief Rudianto, Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama TNI Widodo, Komandan Lantamal V Brigjen TNI (Mar) Halim A Hermanto, para Asisten Pangarmatim, komandan satuan kapal, dan para pejabat teras lainnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Koarmatim Miliki Detasemen Intelijen

    Rahasia Negara Rawan Bocor Lewat Negara Tetangga?

    Jakarta (ANTARA News) - Kalangan anggota DPR RI, terutama dari Komisi I (Bidang Luar Negeri, Pertahanan Keamanan, Intelijen, Komunikasi, dan Informatika), mengkhawatirkan adanya dugaan rahasia negara bocor ke luar via Singapura dan Malaysia.

    "Kita memang sudah ketinggalan dalam hal kemajuan dan penguasaan teknologi untuk berbagai aspek, utamanya di sektor teknologi informasi (TI). Kekhawatiran ini terus memuncak, apalagi banyak operator seluler dan internet kita memang dikendalikan dari dua negara itu," ujar anggota Komisi I DPR RI, Paskalis Kossay, menjawab pertanyaan ANTARA, Sabtu.

    Saat dihubungi lewat telefon dari Jayapura (Paskalis sedang menjalankan masa reses dengan mengunjungi konstituen di daerah pemilihan), mantan Wakil Ketua DPRD Papua ini juga mengakui, banyak pihak yang sepertinya belum menyadari pentingnya penguasaan TI, terutama terkait dengan urusan rahasia negara maupun bisnis bernilai miliaran dolar.

    "Saya kaget juga dengan info dari sebuah diskusi di Jakarta, bahwa seorang pakar IT yang alumni sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia mengungkapkan bahwa RI benar-benar semakin didikte Singapura dan Malaysia dalam hal telekomunikasi di samping perbankan," ungkapnya.

    Menurut dia, hal tersebut karena semua operator seluler dan internet berbasis di dua negeri jiran ini. Akibatnya, tiap "voucher" pulsa apa saja, juga setiap kali satu WNI buka internet (browse), langsung kena "charge" yang terhisap otomatis ke sana.

    "Artinya, mereka gemuk oleh kebodohan kita. Satu hal lagi, dengan keadaan seperti sekarang, maka informasi apa pun termasuk rahasia negara jadi telanjang di mata Singapura," kata Paskalis mengutip Benni T.B.N., pakar IT yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.

    Menurut pakar tersebut, lalu lintas jaring optik dikendalikan oleh "traffic administrator" di Singapura.

    "Karenanya semua jaringan internet dan seluler harus ditarik atau `dipaksa` melewati `persimpulan utama` di kota itu. Makanya, apalagi `rahasia negara` yang tak mereka tahu? Sialnya lagi, satelit Indosat (dulu Palapa) jadi mayoritas milik Temasek (sebuah BUMN Singapura)," kata Benny.

    "Akibatnya," lanjut dia, "selain kita jadi seperti `telanjang` dalam informasi apa pun, juga RI cuma berfungsi sebagai pelanggan seluler.Kita cuma `outlet`, tukang jual produk IT mereka. Dan yang jelas, banyak perusahaan `provider` kita cuma nama `doang` perusahaannya itu milik RI dengan mayoritas saham dikuasai mereka," ujarnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Rahasia Negara Rawan Bocor Lewat Negara Tetangga?

    Tiga Aparat KKP Ditahan Polisi Malaysia

    ilustrasi

    Batam, 14/8 (ANTARA) - Tiga aparat Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan ditahan Polisi Malaysia saat sedang mengamankan kapal nelayan Malaysia yang mencuri ikan di Perairan Bintan, Jumat (13/8) malam.

    Tiga orang itu di antaranya Asriadi dan Erwan ditahan kepolisian Malaysia saat sedang berada di atas kapal Malaysia, mengawal lima kapal untuk digiring ke Batam.

    "Sampai saat ini teman-teman kami masih ditahan," kata seorang aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Hermanto yang berhasil melarikan diri dari sergapan polisi Malaysia.

    Ia mengatakan saat kejadian dirinya bersama aparat KKP lainnya berada di kapal Dolphin milik DKP.

    Polisi Malaysia, kata dia, sempat menembak kapal KKP dua kali saat kapal berlayar di perairan Indonesia.

    "Mereka meminta kami naik dan menyerahkan nelayan Malaysia yang kami tahan. Tapi kami menolak dengan alasan kejadian berada di perairan Indonesia," kata dia.

    Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Brigjen Pol. Pudji Hartanto mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membebaskan dua aparat KKP.

    "Tapi, kondisi ketiganya aman," kata dia.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Tiga Aparat KKP Ditahan Polisi Malaysia

    Puluhan Prajurit TNI "Kepung" Istana


    JAKARTA - Tiga hari menjelang peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945, pengamanan di area Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, semakin diperketat.

    Berdasarkan pantauan okezone pagi ini, Sabtu (14/8/2010), kompleks Istana dikelilingi oleh para prajurit TNI berseragam loreng. Mereka berdiri dalam jarak sekira 20 meter satu sama lain, sambil memerhatikan semua pejalan kaki yang melewati trotoar di depan Istana, yang di dalamnya juga terdapat gedung Sekretariat Negara.

    Seperti dikabarkan, pekan lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengabarkan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang berniat tidak baik terhadap dirinya. Kala itu, Presiden juga mengungkapkan adanya ancaman terorisme saat peringatan Hari Kemerdekaan.

    Meski begitu, dia menegaskan, perayaan HUT Republik Indonesia tak boleh terganggu dan tetap akan berlangsung meriah di bawah pengamanan ketat oleh TNI dan Polri.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Puluhan Prajurit TNI "Kepung" Istana

    Pasukan Srilanka Gantikan Pasukan Garuda di Libanon

    INILAH.COM, Libanon - Director General Operations of Srilanka Army (GOSA) Mayor Jenderal Likugan Hewage Sharendra Chandana Silva mengadakan kunjungan kerja ke Tactical Operational Center Satgas 2nd Indo Force Protection Company (2nd Indo FPC) Kompi Mekanis Konga XXIII-C1 bertempat di Markas Besar UNIFIL, Naqoura Lebanon Selatan, Kamis (12/8).

    Rombongan diterima langsung oleh Komandan Kontingen Indonesia Kolonel Inf Restu Widiyantoro, beserta Dansatgas 2nd Indo FPC Kapten Inf Imam Wicaksana. Kunjungan pejabat militer dari Srilangka tersebut dalam rangka mempelajari serta mengetahui secara jelas tugas dan kewajiban dari Satgas 2nd Indo Force Protection Company yang nantinya, akan digantikan oleh Kompi dari Srilanka pada pertengahan Oktober 2010.

    Pada kunjungan ke Tactical Operational Center Satgas 2nd Indo FPC tersebut, Mayjen Likugan menerima paparan singkat satuan dari Kolonel Inf Restu Widiyantoro selaku Komandan FHQSU meliputi tugas pokok, organisasi dan kekuatan personel Indonesia.

    Selanjutnya Dansatgas 2nd Indo FPC Kapten Inf Imam Wicaksana memberikan paparan mengenai operasional satuannya serta tugas dan tanggung jawabnya selaku Kompi Pertahanan dan Pengamanan di Markas Besar UNIFIL.

    Pada kesempatan itu rombongan militer dari Srilangka meninjau Markas dan tempat tinggal prajurit dari Satgas 2nd Indo FPCKompi Mekanis Konga XXIII-C1 yang bertempat di Gianicolo Camp, New Land Naqoura Lebanon Selatan yang nantinya akan dihuni personel dari pasukan Srilanka.

    "Rombongan juga melihat kendaraan tempur yang dimiliki oleh Satgas 2nd Indo FPC seperti ANOA yang saat ini menjadi tumpuan utama Satgas 2nd Indo FPC untuk mengamankan wilayah tanggung jawab pengamanan Markas Besar UNIFIL," ujar Perwira Penerangan Konga XXVI-B1/Unifil, Lettu Laut Rully dalam keterangan tertulis yang diterima INILAH.COM Jumat (13/8).

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Pasukan Srilanka Gantikan Pasukan Garuda di Libanon

    Tunjangan Prajurit di Perbatasan Diserahkan

    Prajurit Perbatasan

    Jakarta, Kompas - Prajurit TNI yang bertugas di pulau-pulau terluar di wilayah perbatasan bisa bernapas lega. Tunjangan yang diberikan negara sejak 1 Januari 2010 kini sudah bisa dinikmati oleh mereka.

    Tunjangan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2010 itu diharapkan mampu mendongkrak moral prajurit dan PNS selama menjalankan tugas. ”Pemberian tunjangan dihitung sejak 1 Januari 2010. Itu berarti para prajurit sudah menabung delapan bulan, sejak Januari hingga Agustus,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat (13/8) di Kementerian Pertahanan, Jakarta, saat acara penyerahan Perpres No 49/2010 kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.

    Tunjangan bulanan sebesar 150 persen dari gaji pokok diberikan kepada prajurit yang bertugas dan tinggal di pulau-pulau terluar tanpa penduduk. Adapun prajurit yang bertugas di pulau-pulau terluar yang berpenduduk diberikan tunjangan 100 persen dari gaji pokok.

    Tunjangan lebih kecil, 75 persen dari gaji pokok, diberikan kepada prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan lainnya. Khusus prajurit yang menjalani tugas dalam waktu-waktu tertentu (sementara) di wilayah pulau terluar mendapat tunjangan 50 persen dari gaji pokok. Jumlah total prajurit yang bertugas di perbatasan, menurut Purnomo, sekitar 9.000 orang. ”Terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah,” ujar Panglima TNI.

    Secara terpisah, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Kemhan untuk menyediakan rumah dinas bagi prajurit. Untuk pembangunan rumah prajurit ini, selain pembangunan 20 menara rumah susun (twinblock), juga akan dibangun sekolah di Magelang.

    Untuk rumah di perbatasan, dalam empat tahun ke depan targetnya 1.000 unit. Idealnya, sekitar 357.874 rumah negara, tetapi yang tersedia baru 198.170 unit.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Tunjangan Prajurit di Perbatasan Diserahkan

    KOSTRAD Harus Berstandar Internasional


    Latihan terjun payung taktis Yonif Linud 328/DGH Kostrad di Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/8).

    Pasukan Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad dituntut memiliki kemampuan berstandar internasional. Tuntutan itu harus tetap menjadi patokan di tengah keterbatasan alat utama sistem persenjataan. Kemampuan berstandar internasional itu, menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta, tidak bisa ditawar lagi.

    Secara umum, prioritas Angkatan Darat tahun ini adalah peningkatan profesionalisme,” kata George Toisutta di sela-sela latihan terjun Batalyon Lintas Udara (Linud) 328/DGH, Selasa (10/8). Menurut George, walaupun fasilitas yang dimiliki Linud kurang, kemampuan prajuritnya harus sesuai dengan standar operasi internasional. Hal ini termasuk kualitas kemampuannya dan pendekatan yang tidak melanggar hak asasi manusia.

    Di sela-sela latihan terjun Yonif Linud 328/DGH di Cibenda, Sukabumi, Panglima Kostrad Letjen Burhanudin Amin menyatakan, Linud seharusnya didukung ketersediaan pesawat yang memadai. Namun, jumlah pesawat belum cukup. ”Sekarang baru ada dua pesawat, seharusnya minimal empat pesawat,” kata George Toissuta yang juga mantan Pangkostrad.

    Kostrad merupakan pasukan tempur pemukul terbesar yang dimiliki TNI saat ini dengan sekitar 36.000 personel. Posisinya sangat strategis karena harus siap untuk tiba-tiba dikirim ke mana saja. Kostrad memang diciptakan untuk menjadi pasukan pemukul yang harus bekerja dalam waktu singkat.

    Tetap siaga

    Tidak heran, pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) yang terdiri dari tiga angkatan, yaitu AD, AL, dan AU, yang berada langsung di bawah Panglima TNI, unsur utamanya diambil dari Brigade Infanteri Lintas Udara. Merekalah yang harus tiba secepatnya di wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai lokasi bermasalah. Dalam kondisi negara aman dan damai, PPRC tetap siaga penuh di markas setiap angkatan.

    Berkaitan dengan pengembangan Kostrad, George mengatakan, pembentukan Divisi 3 Kostrad yang diperuntukkan bagi kawasan timur Indonesia masih dalam kajian. Menurut dia, masih dalam kajian juga apakah di Papua akan diadakan kodam baru atau dibentuk divisi 3 saja.

    ”Kalau kodam baru yang di Kalimantan Barat itu memang kajiannya telah selesai dan DPRD Kalbar yang memintanya,” kata George.

    Latihan yang diadakan Selasa lalu di Cibenda ini meliputi terjun statik dan terjun bebas (freefall). Terjun statik merupakan kualifikasi terjun yang dibutuhkan pasukan Linud untuk sebuah serbuan militer. Ceritanya, para prajurit Linud diterjunkan ke wilayah sasaran untuk melaksanakan perebutan cepat sebuah target atau wilayah. Sementara terjun bebas adalah penerjunan di mana penerjun terjun bebas dari pesawat dan payung baru dibuka di ketinggian tertentu untuk mencapai sasaran dengan tepat.

    ”Ini cuma latihan penyegaran saja. Medannya perlu berubah-ubah supaya keterampilan meningkat,” kata Letjen Burhanudin. Payung yang digunakan adalah payung bulat MC 11 buatan AS dan MC 11C buatan Korea. Penerjunan dilakukan dari Hercules long body yang terbang dengan ketinggian sekitar 370 meter dan kecepatan pesawat 64 meter/detik dalam empat gelombang dengan jumlah penerjun masing-masing 92 orang. Gelombang pertama dipimpin Komandan Batalyon Linud 328 Letkol Inf Budiman.

    Penghijauan

    Selain berlatih terjun, Kostrad juga membagi-bagikan bahan kebutuhan pokok dan melakukan penghijauan. Hal ini dilakukan dengan dasar berpikir untuk mengurangi pemanasan global. Berdasarkan catatan, jumlah pohon mencapai 6.000 batang, yang terdiri dari pohon trembesi, mahoni, nangka, durian, jambu air, mangga, pete cina, akasia, dan waru gunung. Sekitar 700 warga dan anak sekolah bersama-sama prajurit AD menanam pohon yang didahului secara simbolis oleh KSAD dan Pangkostrad.

    Setiawan, perwakilan warga dari Kecamatan Ciemas, mengatakan, pada masa awal-awal reformasi, pembalakan liar marak di kawasan Cibenda, Kecamatan Ciemas. Saat ini Sungai Ciletuh dan Cimarinjung juga mengalami kekurangan debit air walau tidak sampai kering.

    Anwar Haeruman, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Kehutanan Kabupaten Sukabumi, menyambut upaya TNI tersebut. Namun, menurut dia, waktu penanaman akan lebih efektif kalau dilakukan pada musim hujan.

    Dia berharap agar selain upaya penanaman, yang juga harus diperhatikan adalah pemeliharaan. Pasalnya, masyarakat tak bisa masuk ke lokasi penanaman pohon yang merupakan instalasi militer tersebut. ”Nanam-nya sih gampang, yang susah itu peliharanya,” ucap Anwar.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> KOSTRAD Harus Berstandar Internasional

    Friday, August 13, 2010 | 10:39 PM | 0 Comments

    Latihan AL AS-Korsel Provokasi China

    BEIJING, KOMPAS.com - Keputusan AS menggunakan kapal induk bertenaga nuklir dalam latihan bersama angkatan laut dengan Korsel merupakan provokasi terbaru terhadap China dan negara tetangganya.

    Dalam komentarnya yang diterbitkan di surat kabar resmi China Daily, Laksamana Madya Yang Yi, Jumat (13/8/2010) mengatakan, Washington akan membayar harga untuk keputusannya yang kacau atas keikutsertaannya pada latihan di dekat wilayah China, yang ditentang Beijing.

    Yang memperingatkan, itu tindakan tidak bijaksana untuk menekan negara berpenduduk 1,3 miliar. Ada ruang lingkup yang luas bagi kerjasama angkatan laut AS-China. Hendaknya Washington memilih rute secara hati-hati.

    Pekan lalu, juru bicara Pentagon, Geoof Morrell mengatakan, latihan bersama AS-Korsel mendatang akan melibatkan kapal induk bertenaga nuklir USS George Washington di Laut Kuning, yang memisahkan semenanjung Korea dari China.

    "Ini akan menjadi provokasi terbaru setelah serangkaian kegiatan gabungan AS-Korea Selatan yang telah menyebabkan ketegangan-ketegangan di Asia Timur," kata Yang.

    "Menyinggung rakyat China adalah tidak sebagai kepentingan mendasar bagi AS," kata laksamana madya, yang mantan direktur Lembaga Pengkajian Strategis pada Universitas Pertahanan Nasional Tentara Pembebasan Rakyat.

    "Suatu kegiatan yang ditujukan untuk menekan negara dengan penduduk 1,3 miliar dengan potensi yang besar, tidak akan bijaksana."

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Latihan AL AS-Korsel Provokasi China

    DPR minta TNI & Kemhan tak berikan info yang salah soal ULP

    Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR Hayono Isman menyayangkan sikap Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI tidak memberikan informasi bahwa ada penambahan personel TNI untuk bertugas di wilayah perbatasan.

    "Itu bukan pemotongan, ada penambahan prajurit 34 menjadi 90 orang dan mereka sepakat diantara prajurit karena dana Uang Lauk Pauk (ULP) belum turun, 34 dibagi 90 orang," katanya usai acara penyerahan Perpres Tunjangan Bagi Prajurit TNI dan PNS yang bertugas di pulau-pulau terluar perbatasan, di Kemhan, Jakarta, Jumat (13/8).

    Menurutnya pihaknya gembira ULP Rp23ribu sudah diterima oleh Prajurit dengan lancar. Namun didirnya mengatakan ada kekurangan Rp12 ribu.

    "Kita minta kekurangan 56 orang dipenuhi oleh Panglima TNI. Ini bukan pemotongan, kesepakatan mereka diantara prajurit," tandasnya.

    Dirinya berharap TNI dan Kemhan tidak lagi memberikan informasi yang salah pada Komisi I DPR. "Jadi heboh gini, memang tidak konfirmasi. Mustinya diinformasikan ke Komisi I sehingga tidak menimbulkan miss informasi,"katanya.

    Sumber: PRIMAIRONLINE
    Readmore --> DPR minta TNI & Kemhan tak berikan info yang salah soal ULP

    Russian air force completing MiG-31BM modernization program


    The Russian air force is completing a modification program for its MiG-31 interceptor aircraft to the MiG-31BM standard, the force's commander Col.Gen. Alexander Zelin said on Friday.

    "The air force is currently carrying out the vital task of deep modification of the MiG-31 aircraft to MiG-31BM standard. This task is being successfully carried out," he said.

    The MiG-31BM is fitted with upgraded avionics and digital datalinks, a new multimode radar, color multi-function cockpit displays, a new, more powerful computer and ability to carry new air-to-air and possibly air-to-surface missiles such as the AS-17 Krypton anti-radar missile.

    Information on display next to a MiG-31BM in 2009 associated the aircraft with air-to-air missiles including the Vympel R-73 (AA-11 Archer), R-77 (AA-12 Adder), and R-33S (upgraded AA-9 Amos) and the K-37M (AA-X-13 Arrow).

    The air force is also accepting other new aircraft, including the Su-34 strike aircraft, the forthcoming Su-35, the Yak-130 advanced trainer, and Ka-52 and Mi-28 helicopters, he said.

    Manufacturer's tests are also underway on the Sukhoi T-50 fifth generation fighter prototype.

    From: RIA
    Readmore --> Russian air force completing MiG-31BM modernization program

    KRI SBY Dukung Upacara Proklamasi di Pulau Terluar


    Surabaya, 13 Agustus 2010 KRI Surabaya (SBY) dengan nomor lambung 591 merupakan Kapal Perang RI (KRI) jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dilengkapi dengan pesawat helikopter.

    Beberapa pekan yang lalu telah mendukung kegiatan Sail Banda 2010, saat ini kapal perang yang masuk jajaran unsur Satuan Kapal Amfibi Komando Armada RI Kawasan Timur (Satfib Koarmatim) tersebut dipersiapkan untuk mendukung lanjutan rangkaian kegiatan Sail Banda 2010, berupa peringatan detik-detik proklamasi HUT Kemerdekaan RI yang ke 65 di Pulau Kisar, merupakan wilayah Propinsi Maluku sebagai pulau terluar yang berbatasan dengan Negara Timor Leste.

    Sekitar 500 personel yang terdiri dari TNI, Polri dan PNS menjadi peserta upacara HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2010, akan diberangkatkan pada tanggal 14 Agustus 2010 menggunakan KRI Surabaya-591 dari Dermaga Irian Halong Lantamal IX Ambon. Perjalanan ke Pulau Kisar sejauh 285 mil akan ditempuh selama 1 hari 1 malam. KRI Surabaya-591 dikomandani Letkol Laut (P) Ali Triswanto dengan jumlah ABK sebanyak 134 orang. Selama di Pulau Kisar, KRI Surabaya-591 sekaligus berfungsi sebagai penginapan terapung.

    KRI Surabaya-591 sebelumnya telah tercatat mengikuti beberapa kegiatan operasi antara lain Operasi penyeberangan Korsel – Indonesia pada tahun 2007, Latihan Operasi Laut Gabungan TNI tahun 2007, Uji Coba Penembakan Rudal C – 802, Armada Jaya XXVII-A/2008, Latihan Parsial VI tahun 2008, Latihan Gabungan TNI tahun 2008, Latihan GKK Satfibarmatim tahun 2009, Exercise New Horizon tahun 2009, International Fleet Review tahun 2009, Armada Jaya XXVIII/2009 dan Pengamanan Presiden RI di Kupang tahun 2010. Kasubdispenum Dispenarmatim Mayor Laut Drs Kariono, MAP

    Sumber: KOARMATIM
    Readmore --> KRI SBY Dukung Upacara Proklamasi di Pulau Terluar

    Besar anggaran pertahanan tergantung kondisi ekonomi


    JAKARTA. Kementerian Pertahanan harus bersabar untuk mendapatkan kenaikan porsi anggaran pertahanan sebesar 1,5% dari pendapatan domestik bruto. Pasalnya, keputusan untuk memperbesar anggaran itu bergantung pada perkembangan ekonomi.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, keputusan menaikkan porsi anggaran pertahanan menjadi 1,2% hingga 1,5% dari pendapatan domestik bruto bila Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dua kali lipat dari sekarang. "Kalau anggarannya dua kali lipat maka pemerintah akan membuka kesempatan bagi kementrian pertahanan itu 1,5% dari PDB," kata Purnomo usai acara Penyerahan Perpres dan Permenhan Tentang Tunjangan Operasi Pengamanan Pulau Terluar dan Perbatasan, Jumat (13/8).

    Sebelumnya, Purnomo mengatakan, idealnya anggaran pertahanan sebesar 1,5% dari pendapatan domestik bruto. Purnomo menargetkan, setidaknya pada 2014, angka ideal tersebut sudah tercapai.

    Presiden juga berjanji akan mengerek anggaran pertahanan hingga mencapai titik yang paling optimal. Catatan saja, tahun ini, belanja Kementerian Pertahanan baru sebesar Rp 42,63 triliun saja.

    Sumber: KONTAN
    Readmore --> Besar anggaran pertahanan tergantung kondisi ekonomi

    Kekuatan Pasukan Khusus TNI AL Bertambah

    Surabaya - TNI AL kembali mendapat penguatan jumlah pasukan khusus. Penambahan kekuatan ini berasal dari pasukan Intai Amfibi (Taifib) dan Pasukan katak (Paska). Para prajurit ini berhasil menyelesaikan pendidikan selama 10 bulan di Sekolah Khusus Pusdik Infantri Marinir (Pusdikifmar) dan Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) Kodikopsla, Komando Pengembangan dan Pendidkan Angkatan Laut (Kobangdikal).

    Komandan Kobangdikal Laksda TNI Sumartono resmi melantik ke 53 orang Pasukan Khusus TNI AL tersebut, Jumat (13/8/2010) di Lapangan Laut Seram, Staf Mako Lama Kobangdikal.

    Hadir dalam kesempatan itu Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Marinir P. Verry Kunto.G, Komandan Kodikopsla Laksma TNI Totok Permanto, Dankodikmar Kolonel Marinir Purwadi serta pejabat teras Kobangdikal lainnya.

    Dari 53 orang pasukan khusus tersebut, 33 orang diantaranya adalah mantan siswa Diktaifib angkatan ke-36, sementara itu 20 orang lainnya adalah mantan siswa Dikspaska angkatan ke-33.

    Pasukan Taifib baru itu lima orang diantaranya berpangkat Perwira, 10 bintara dan 18 orang lainnya dari strata tamtama. Sementara itu Pasukan Katak, tujuh orang diantaranya perwira, empat orang Bintara dan sembilan orang tamtama.

    Menurut Dankobangdikal, menjadi seorang prajurit handal berkualifikasi khusus untuk diterjunkan di medan yang khusus, merupakan perjuangan yang berat dan melelahkan, seperti halnya Taifib dan Paska ini.

    "Selamat kalian telah berhasil lalui pendidikan berat ini, Brivet Paska dan Trimedia yang membanggakan itu adalah sesuatu yang tidak semua bisa mendapatkannya. Hanya prajurit pilihan seperti kalianlah yang bisa menyandang brivert," kata orang nomor satu dijajaran Kobangdikal ini.

    Sebagai seorang pasukan khusus TNI AL, lanjut Laksamana bintang dua ini, harus menghayati tugas pokok dan fungsi pasukan khusus, karena tugas yang diberikan adalah amanah yang harus dilaksanakan secara professional. Hanya dengan sikap, perilaku disiplin, bermoral dan profesional TNI AL akan bergerak maju pada sosok jati diri sejati menuju TNI AL yang besar, kuat dan professional.

    "Asahlah terus kemampuan yang telah dimiliki dengan latihah yang bertingkat dan berlanjut, jangan malas karna itu biang dari kehancuran organisasi," tandasnya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Kekuatan Pasukan Khusus TNI AL Bertambah

    Belum Mendesak Dibentuk


    Jakarta, Kompas - Pembahasan Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan diminta tidak tergesa-gesa. Salah satu alasannya, komponen cadangan dinilai belum mendesak untuk dibentuk dalam waktu dekat ini. Malah, yang lebih penting adalah masalah alutsista dan kesejahteraan prajurit.

    Direktur Program Imparsial Al Araf, Kamis (12/8) di Jakarta, mengatakan, pemerintah memproyeksikan sekitar 10.000 orang yang direkrut setiap tahun untuk menjadi anggota komponen cadangan. Jadi, selama lima tahun akan didapat personel komponen cadangan sebanyak 50.000 orang. Imparsial menghitung perekrutan orang sebanyak itu memerlukan dana sekitar Rp 100 miliar per tahun.

    ”Pemerintah sendiri yang mengatakan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia sekarang masih dalam tahap minimum essential forces (tahap minimal). Jadi, akan lebih tepat jika anggaran Rp 100 miliar per tahun dipakai untuk memperkuat alutsista (alat utama sistem persenjataan) dan peningkatan kesejahteraan prajurit TNI yang merupakan komponen utama pertahanan,” ujar Al Araf.

    RUU Komponen Cadangan, yang diprakarsai Kementerian Pertahanan sejak bertahun-tahun silam, kini berada di DPR. Kemhan menjadikan RUU ini sebagai prioritas karena menilai komponen cadangan adalah bagian cukup penting dalam membangun sistem pertahanan RI yang menganut pertahanan semesta (melibatkan masyarakat). Sistem pertahanan semesta, menurut Kemhan, harus disiapkan sedini mungkin.

    Selain persoalan prioritas anggaran, Imparsial berpendapat, RUU Komponen Cadangan perlu ditunda karena masih belum memberikan cukup ruang bagi warga negara untuk menolak ikut dalam perekrutan komponen cadangan. ”RUU itu memberikan ancaman pidana bagi warga yang menolaknya tanpa alasan yang sah,” ujar Al Araf.

    Imparsial juga melihat RUU Komponen Cadangan belum mengatur mekanisme penolakan yang sungguh-sungguh (conscientious objection). Hal diartikan sebagai penolakan berdasarkan kepercayaan dan keyakinan. Menurut Imparsial, sejumlah negara tetap memberikan kesempatan bagi warganya untuk menolak program wajib militer dengan kewajiban menjalani pengabdian sosial.

    Atas dasar itulah Imparsial mendesak DPR untuk tidak memprioritaskan pembahasan dan pengesahan RUU Komponen Cadangan pada tahun ini. Di sisi lain, Imparsial meminta pemerintah dan DPR mengutamakan RUU Keamanan Nasional karena akan mampu mempercepat reformasi di sektor keamanan.

    Namun, pengamat militer Kusnanto Anggoro menekankan, RUU Komponen Cadangan bukan merupakan bentuk wajib militer. Menurut dia, memang ada beberapa kalangan yang wajib, seperti pegawai negeri sipil, bekas anggota TNI, dan bekas anggota Polri. Namun, masih ada beberapa persyaratan lagi, seperti usia, fisik, dan kompetensi. ”Mereka yang wajib ini, kalau menolak, baru kena hukum pidananya,” katanya.

    Menurut Kusnanto, masyarakat sipil yang bekerja di sektor swasta tidak dikenai kewajiban. Hanya orang-orang yang sukarela yang akan diseleksi lagi dengan sejumlah kriteria, seperti kompetensi dan kemampuan fisik. ”Misalnya, kemampuan lari,” katanya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Belum Mendesak Dibentuk

    Sekatung, Pulau Jenderal

    Rasanya tak banyak orang Indonesia yang pernah mendengar nama Pulau Sekatung. Berada 1.000 kilometer lebih dari Jakarta, pulau ini adalah salah satu pulau terluar. Berukuran mungil, luas daratan hanya sekitar 1,65 kilometer persegi, Pulau Sekatung berbatasan langsung dengan Vietnam.

    ”Dari Pulau Sekatung, kami lebih dekat ke Ho Chi Minh City (Vietnam) daripada ke Jakarta,” kata Kepala Desa Tanjung Pala Khairuddin, pekan lalu. Desa Tanjung Pala berpusat di Pulau Laut yang hanya dipisahkan selat selebar 900 meter dari Pulau Sekatung. Secara administratif, Pulau Sekatung berada dalam cakupan desa itu.

    Mengingat letak geografisnya, tidak pelak Pulau Sekatung bernilai strategis. Pulau ini, bersama pulau terluar lain, menjadi titik dasar dari garis pangkal kepulauan yang menentukan wilayah perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan Landas Kontinen Indonesia. Sederhananya, Pulau Sekatung penting karena membentuk batas wilayah kedaulatan Indonesia.

    Di Jakarta, kedaulatan negara adalah konsep abstrak. Kedaulatan terasa tidak berhubungan dengan hidup keseharian warga Ibu Kota. Tanpa memusingkan kedaulatan dan batasnya, warga Jakarta bisa mencari nafkah dengan nyaman dan tenang.

    Sebaliknya, bagi warga daerah perbatasan, seperti di Pulau Laut dan Sekatung, kedaulatan bukan sekadar konsep abstrak. Kedaulatan dan batasnya terasa riil. Kedaulatan dan batasnya berhubungan langsung dengan urusan periuk nasi atau perut.

    ”Pada malam hari, perairan di sekitar Pulau Sekatung terang benderang. Kapal asing dengan lampu yang terang mencari ikan di perairan dekat sini,” kata Arfan, warga Sekatung.

    Berkali-kali kapal asing mencari ikan hingga ke wilayah Indonesia. Dengan sarana yang lebih canggih, nelayan asing, antara lain dari Thailand dan China, menangkap ikan besar. Warga hanya kebagian sisanya alias mendapat ikan kecil.

    Dalam konteks demikian, kedaulatan terasa riil bagi warga Pulau Sekatung dan Laut. Mereka marah dengan kapal asing yang melanggar batas kedaulatan Indonesia. Kehadiran mereka membuat hasil tangkapan nelayan setempat pun minim.

    ”Sebelum ada kapal patroli, kapal asing begitu leluasa di wilayah kita. Jarang nelayan kita mendapat ikan tongkol besar. Baru sejak ada kapal patroli, nelayan kita bisa mendapat ikan besar,” kata Bupati Natuna Raja Amirullah di Pulau Sekatung.

    Meski bernilai sangat strategis, Pulau Sekatung baru berpenghuni pada 2007. Waktu itu, pemerintah kabupaten membuatkan lima rumah untuk ditempati lima keluarga. Tak lama kemudian ditempatkan satu peleton pasukan TNI Angkatan Darat di pulau itu. Mereka memiliki pos penjagaan di area puncak bukit Pulau Sekatung. Pos ini menghadap ke Pulau Laut, bukan ke arah perbatasan dengan negara asing.

    Kehadiran 30-an personel itu tak dilengkapi dengan barak sehingga mereka tinggal di sebagian rumah yang diperuntukkan bagi penduduk. Absennya fasilitas barak di Pulau Sekatung merupakan salah satu persoalan yang diinventaris rombongan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat berkunjung ke pulau itu.

    Selain tidak ada barak, Pulau Sekatung juga tidak memiliki sumber air bersih. Situasi ini membuat makin sedikit warga yang benar-benar tinggal di Pulau Sekatung. Arfan pun hanya menjadikan pulau itu sebagai tempat beristirahat sementara sehabis mencari ikan. Keluarganya tinggal di Pulau Laut.

    Untuk membuat Pulau Sekatung lebih nyaman dihuni, juga diperlukan jembatan penghubung dengan Pulau Laut. Jembatan akan membuat lalu lintas logistik lancar. Sayangnya, jembatan itu tak juga dibangun.

    Dengan dikelilingi air laut yang masih bening, Pulau Sekatung sangat indah. Udaranya pun segar dan bebas polusi. Sayangnya, pulau ini memiliki fasilitas yang minim sehingga tak nyaman dihuni.

    Padahal, kehadiran penduduk memegang peranan penting guna menandai pulau itu adalah bagian dari Indonesia. ”Kami menjuluki Pulau Sekatung sebagai Pulau Para Jenderal. Berkali-kali pulau ini didatangi pejabat militer berpangkat jenderal, namun sampai sekarang tidak ada kemajuan di Pulau Sekatung,” kata Raja.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Sekatung, Pulau Jenderal

    Thursday, August 12, 2010 | 7:30 PM | 0 Comments

    Indonesia Harus Jadi Negara Maritim yang Kuat


    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-–Pembahasan rancangan undang-undang (RUU) tentang kelautan di DPR RI membuka harapan besar banyak kalangan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat. Setidaknya, mereka berharap undang-undang yang dihasilkan tentang kelautan akan berkualitas dan bahkan akan mengembalikan kekuatan citra Indonesia sebagai negara maritim yang kuat.

    Indonesia Maritime Institute (IMI), organisasi yang konsentrasi dalam masalah kelautan, mengungkapkan hasil undang-undang itu nantinya akan menjadi tolak ukur tentang seberapa bangkit Indonesia ditinjau dari segi maritimnya. “Indonesia harus jadi negara maritim yang kuat. Makanya, ini momentum bagi DPR RI untuk mewujudkannya,” kata direktur eksekutif IMI, Y. Paonganan, menanggapi adanya pembahasan RUU kelautan di Jakarta, Kamis (12/8).

    Menurutnya, konsep Negara Kepulauan (Nusantara), dengan letak geografis yang strategis di antara dua benua dan dua samudra memberikan anugerah yang luar biasa pada bangsa Indonesia. Dengan kondisi itu, kata Paonganan, paling tidak 70 persen angkutan barang melalui laut dari Eropa, Timur Tengah dan Asia Selatan ke wilayah Pasifik dan sebaliknya, harus melalui perairan kita.

    Selain itu, wilayah laut yang demikian luas dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 buah, kata dia, tentunya memberikan nilai yang luar biasa pada sumber daya alam seperti ikan, terumbu karang dengan kekayaan biologi yang bernilai ekonomi tinggi, wilayah wisata bahari, sumber energi terbarukan, minyak dan gas bumi, mineral langka dan juga media transportasi antar pulau yang sangat ekonomis. “Kondisi ini tentunya akan menempatkan Indonesia sebagai Negara Maritim yang terbesar di dunia dan harus menjadi acuan dasar dalam menyusun Undang-Undang Kelautan yang yang kuat,” jelas dia.

    Oleh karenanya, IMI, kata Paonganan, akan mengawal proses pembahasan RUU Kelautan tersebut dan akan memberikan masukan ke DPR RI agar RUU Kelautan tesebut dapat menyentuh seluruh kepentingan Rakyat dan Bangsa Indonesia. “Kami berharap dengan UU itu nantinya, masyarakat Indonesia nantinya dapat mengotimalkan pemanfaatan dan pengelolaan potensi laut yang besar ini dengan tetap mengedepankan kelestarian dan keberlanjutan segala potensi yang ada.”

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Indonesia Harus Jadi Negara Maritim yang Kuat

    TNI AL Kirim Kapal Perang ke Lebanon


    Surabaya (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali mengirimkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo-368 beserta personelnya dalam misi perdamaian dunia di Lebanon pada akhir Agustus mendatang.

    Sekitar 100 personel KRI Frans Kaisiepo yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) Kontingen Garuda XXVIII-B/UNIFIL itu, mulai mengikuti latihan pratugas di Pusat Latihan Operasi Laut Kolatarmatim Ujung Surabaya, Kamis.

    Kegiatan latihan yang berlangsung hingga menjelang keberangkatan menuju Lebanon itu dibuka Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Soehartono Suratman.

    Hadir dalam kesempatan tersebut Kapuspen TNI Mayjen Aslizar Tanjung, Asops KSAL Laksda TNI Dadiek Surarto, Pangarmatim Laksda TNI Bambang Suwarto, dan pejabat TNI lainnya.

    "Ini merupakan pengiriman kapal perang kedua dalam misi perdamaian ke Lebanon. Pada tahun lalu, TNI juga telah mengirimkan KRI Diponegoro-365 untuk tugas yang sama," kata Asops Panglima TNI.

    Jenderal bintang dua yang akrab disapa Tono Suratman ini menjelaskan pengiriman pasukan TNI dalam misi perdamaian PBB sejak 1957 saat Kontingen Garuda (Konga) pertama diterjunkan.

    Sampai saat ini, kata dia, pengiriman pasukan untuk misi perdamaian ke sejumlah negara yang sedang terjadi konflik masih terus dilakukan, termasuk ke Lebanon.

    "Pemerintah, DPR, Kementerian Luar Negeri, dan lembaga terkait lainnya sangat mendukung tugas mulia ini. Karena itu, TNI selalu siap mengirimkan pasukan jika diminta," kata Tono usai membuka pelatihan.

    Selama berada di Lebanon, KRI Frans Kaisiepo dan seluruh personelnya akan bergabung dengan pasukan perdamaian dari 34 negara lainnya, seperti China, Spanyol, Prancis, Italia, dan Korea Selatan.

    "Mereka akan bertugas di Lebanon selama enam bulan. Karena itu, fisik dan mental harus benar-benar disiapkan selain juga kesiapan pendukung tugas lainnya," kata Asops Panglima TNI.

    Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo-368 yang dikomandani Letnan Kolonel Laut (P) Wasis Priyono itu, membawa satu unit helikopter BO-105 beserta tujuh orang krunya, 88 ABK, dua tenaga paramedis, satu anggota Pasukan Katak (Kopaska), dan dua orang penyelam.

    Dalam pelayaran menuju Lebanon sekitar hampir satu bulan, kapal perang jenis Sigma Klas Korvet Belanda dari jajaran Satkorarmatim itu, akan berangkat dari Surabaya dengan melintasi Jakarta, Belawan, Cochin, Salalah, Port Said, dan Beirut.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AL Kirim Kapal Perang ke Lebanon

    Panglima TNI Terima Bintang Kehormatan


    KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia memberi bintang kehormatan Panglima Gagah Angkatan Tentera kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso atas prestasi di TNI dan upayanya dalam meningkatkan hubungan baik antara TNI dengan Angkatan Tentera Malaysia.

    Menteri Pertahanan Zahid Hamidi mewakili Yang Dipertuan Agong Malaysia menyematkan bintang kehormatan itu kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di Kuala Lumpur, Kamis (12/8/2010) disaksikan Panglima ATM Jenderal Azizan Arifin dan Dubes RI Da’i Bachtiar.

    Para kepala staf ATM hadir dan juga pejabat Kementerian Pertahanan Malaysia.

    Usai menerima penghargaan itu, Jenderal Djoko Santoso mengatakan, sangat bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Malaysia atas penghargaan dan penghormatan yang diberikan kepadanya, bangsa dan negara Indonesia.

    Panglima TNI itu juga menerima penghormatan khusus dari ATM di halaman Kementerian Pertahanan sebelum kembali ke Tanah Air.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Panglima TNI Terima Bintang Kehormatan

    AS Berencana Jual Patriot ke Kuwait

    WASHINGTON, KOMPAS.com — Pemerintah Barack Obama, Rabu (11/8/2010), mengemukakan kepada Kongres bahwa pihaknya berencana menjual kepada Kuwait rudal pencegat Patriot produksi versi terbaru Raytheon Co’s untuk meningkatkan pertahanan terhadap ancaman rudal yang tidak terduga dari Iran.

    Kuwait sedang berusaha memiliki sebanyak 209 pencegat GEM-T Patriot MIM-104E seharga sekitar 900 juta dollar AS, kata Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan Pentagon dalam satu pemberitahuan kepada para anggota Kongres. "Kuwait memerlukan rudal-rudal ini untuk menghadapi ancaman-ancaman senjata udara ke darat musuh sekarang dan di masa depan," kata nota itu.

    Juga dikatakan, Kuwait menggunakan kemampuan yang meningkat itu sebagai tindakan pencegahan terhadap ancaman-ancaman regional dan memperkuat pertahanan dalam negerinya.

    Guidance Enhanced Missile-T (GEM-T) Patriot itu dirancang untuk menghadapi rudal musuh dan ancaman-ancaman udara, termasuk rudal-rudal balistik yang dapat diisi dengan bahan kimia, nuklir, atau senjata-senjata biologi.

    Pemberitahuan menyangkut rencana penjualan itu diperlukan undang-undang dan tidak berarti penjualan itu telah diputuskan. Kongres memiliki waktu 30 hari untuk membahas penjualan yang diusulkan itu.

    Penjualan itu tidak akan mengubah perimbangan militer dasar di kawasan itu, kata nota itu.

    Kenneth Katzman, seorang pakar Timur Tengah di Badan Riset Kongres, mengatakan, penjualan yang diusulkan itu adalah bagian dari usaha AS untuk menghadapi kekuatan militer Iran yang meningkat dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan Iran memiliki kemampuan nuklir.

    AS juga sedang meningkatkan kemampuan anti-rudal, antara lain, untuk Uni Emirat Arab dan Israel.

    Kontraktor utama bagi penjualan GEM-T yang diusulkan kepada Kuwait itu adalah Waltham, Raytheon yang berpangkalan di Massachusetts, pembuat rudal terbesar dunia, kata Pentagon.

    Penjualan rudal itu akan membantu kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan membantu meningkatkan keamanan satu sekutu penting non-NATO, yang telah dan tetap menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Timur Tengah, kata Pentagon.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS Berencana Jual Patriot ke Kuwait

    Jika Amerika mendikte

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Komisi Pertahanan DPR, Kemal Azis Stamboel mengatakan jika memang ada persyaratan yang diajukan dalam kerjasama militer antara Amerika dan Indonesia, pemerintah disarankan untuk menolaknya. "Jika mendikte, bilang saja No," ujarnya kepada TEMPO, Kamis (12/8).

    Menurut Kemal, saat Menteri Pertahanan Amerika, Robert Gates, berkunjung ke Indonesia, 22 Juli lalu, menyebutkan, bahwa tidak ada syarat apapun dalam kerjasama ini. Tapi, Robert menjelaskan, adanya perbedaan sikap antara pemerintahan Amerika dengan Kongres Amerika soal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

    Kopassus, kata dia, masih dipertanyakan soal pelanggaran Hak Asasi Manusia yang pernah didugakan kepada kesatuan itu. "Kongres masih menilai negatif pasukan elit kita," ujarnya. Namun, kata Kemal, menteri pertahanan AS akan menyelesaikan hal itu di internal Amerika.

    Seperti diketahui, hubungan kerjasama militer antara dua pasukan elit Amerika Serikat dengan Indonesia kembali terjalin. Namun langkah itu akan mengalami hambatan karena unit Kopassus di masa lalu dinilai AS terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia, termasuk di Timor Timur. Beberapa orang di Kongres AS telah menentang untuk merangkul Kopassus terkait masa lalunya itu.

    Amerika Serikat memutus hubungan kerjasama dengan Kopassus pada tahun 1998. Itu diputuskan berdasarkan hukum AS yang melarang kerja sama dengan tentara asing yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia. Kopassus oleh AS dituduh melakukan pelanggaran di Timor Timur dan Aceh pada masa Presiden Soeharto tahun 1990-an.

    Kemal mengatakan kerjasama militer akan berbentuk banyak paket pelatihan yang akan diikuti oleh kedua pasukan elit. "Tinggal tunggu waktunya," ujarnya.

    Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Samsoeddin menegaskan, pihaknya tidak mau didikte oleh pihak manapun yang ingin menjalin kerja sama militer dengan Indonesia. Dalam kerja sama itu tidak ada persyaratan apapun yang diminta pemerintah Amerika, "Termasuk soal kopassus," ujarnya

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Jika Amerika mendikte

    Jaga Perdamaian, 100 Prajurit TNI AL Berangkat ke Libanon

    Pasukan Indobatt(foto: detik)

    Surabaya - Indonesia kembali mendapat kepercayaan dari PBB untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian. Kali ini yang dikirim adalah pasukan dari TNI AL yang akan bertugas di laut.

    Pasukan yang akan dikirim nantinya berjumlah 100 personel, plus 1 unit kapal yakni KRI Frans Kaisiepo 368 dan 1 unit helikopter BO 105. Karena itu dibutuhkan peningkatan kualitas pasukan dengan standar internasional.

    "Ini merupakan kedua kalinya bagi TNI AL diminta PBB untuk bergaung dalam penjagaan misi perdamaian di Libanon selama 6 bulan kedepan," kata Asisten Operasi Panglima TNI Mayjend TNI Soehartono Suratman kepada wartawan usai membuka pelatihan pasukan penjaga perdamaian dalam United Nation Interm Forces in Libanon (UNIFIL) di Koarmatim, Ujung, Surabaya, Kamis (12/8/2010).

    Menurut Suratman, para prajurit terpilih ini akan mendapatkan pelatihan yang mempunyai standart internasional. "Mereka nantinya akan diberi pelatihan yang standar training moduls baik penguasaan alusista maupun komunikasi berbahasa Inggris," tuturnya.

    Suratman juuga berpesan kepada prajurit yang akan berangkat agar selama menjalankan tugas mulia ini bisa mengenal karakterisitik baik geografis, gaya hidup, latar belakang konflik di lapangan serta hindari konflik senjata.

    "Jangan sampai pemberitaan di media membuat kalian ciut nyali. Tapi tugas kalian adalah tugas mulia yang membawa nama bangsa sehingga kalian harus tahu latar belakang konflik agar tidak terjadi konflik senjata baik serta tidak diplot sebagai pihak yang membela salah satu pihak," tegasnya.

    Pasukan perdamaian yang akan berangkat pada akhir Agustus, nantinya akan bergabung dengan negara-negara eropa diantaranya, Italia, Prancis, Spanyol, dan Inggris.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Jaga Perdamaian, 100 Prajurit TNI AL Berangkat ke Libanon

    Tiga Sukhoi Dari Rusia Tiba September 2010


    pesawat Sukhoi SU-27SKM akan tiba september 2010

    Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengungkapkan, tiga unit pesawat jet tempur Sukhoi yang dipesan dari Rusia, tiba di tanah air pada awal September 2010.

    "Jadwal tersebut lebih cepat dari semula 11 September 2010. Namun, datangnya bertahap tidak sekaligus," katanya, ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.

    Ia mengatakan, tiga unit pesawat Sukhoi SU-27SKM itu dua diantaranya tiba pada awal September, dan satu unit lagi tiba pada minggu ketiga.

    "Pesawat akan langsung mendarat di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, untuk dirakit dan diuji terbang," ungkap Imam.

    Dengan begitu, lanjut dia, tujuh pesawat Sukhoi yang baru diharapkan siap untuk tampil pada peringatan HUT ke-65 TNI pada 5 Oktober mendatang, dalam formasi terbang lintas.

    Pada sejak 2003 Indonesia telah memiliki tujuh pesawat tempur Sukhoi yang diadakan dari Rusia. Pada 2003 Indonesia membeli empat Sukhoi jenis SU-30MK dan SU-27SK, masing-masing dua unit.

    Indonesia kemudian membeli enam pesawat Sukhoi lagi pada 2007 setelah perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur Sukhoi pada 21 Agustus 2007 mengumumkan penjualan enam pesawat tempur tersebut kepada Indonesia senilai sekitar 300 juta dollar AS atau senilai Rp 2,85 triliun.

    Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Tiga Sukhoi Dari Rusia Tiba September 2010

    Kasau: T-50 Lebih Potensial Gantikan MK-53

    T-50 Kandidat terkuat pengganti MK-53

    Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Imam Sufaat, mengatakan bahwa pesawat T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan, lebih potensial menggantikan pesawat Hawk MK-53 yang akan habis masa pakainya pada 2011.

    "Saat ini memang ada tiga jenis pesawat yang lolos seleksi untuk menggantikan MK-53 yakni T-50 Golden Eagle (Korea Selatan), Yakovlev Yak 130 (Rusia) dan Aero L159 Alca (Ceko)," katanya, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

    Namun, lanjut Imam, ada beberapa pertimbangan untuk memastikan T-50 sebagai pengganti MK-53.

    "T-50 adalah pesawat generasi keempat Korea Selatan dengan berbagai keunggulan muktahir, yang tidak lagi dimiliki L-159," ungkapnya.

    Sedangkan, Yak 130 juga potensial menggantikan MK-53 namun prosedur dan mekanisme pembelian dari Rusia terkadang sangat ketat.

    Tak hanya itu, lanjut Kasau, sudah ada kesepakatan antara RI dan Korea Selatan untuk bekerja sama dalam industri pertahanan seperti produksi bersama pesawat T-50.

    "Jadi ada beberapa keuntungan jika kita menggunakan T-50. Selain, merupakan pesawat generasi keempat dengan teknologi muktahir juga ada kesimbungan, melalui produksi bersama tersebut," tutur Imam.

    Namun, lanjut dia, semua kemungkinan masih dibahas mendalam. "Kami tetap ajukan tiga jenis pesawat pengganti MK-53, agar dibahas mendalam untuk segera diputuskan Kementerian Pertahanan," katanya menambahkan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kasau: T-50 Lebih Potensial Gantikan MK-53

    Tentara Israel Diperintah Hormati Ramadan

    VIVAnews - Tentara Israel yang berjaga di Tepi Barat diminta menahan diri dari makan, minum dan merokok di depan umum terutama di perbatasan dengan Palestina selama Ramadan. Mereka diminta "menunjukkan pengertian dan penghormatan yang tinggi" kepada warga Muslim yang berpuasa mulai Rabu, 11 Agustus 2010 ini.

    Seperti dilansir the Jerusalem Post, tentara Israel juga dibekali dengan jadwal dan tradisi Ramadan. Pemerintahan Israel akan berkoordinasi dengan otoritas keagamaan Palestina mengenai jadwal sembahyang dan kegiataan keagamaan.

    Selama Ramadan dan Lebaran nanti, Israel memperpanjang jam kerja sampai tengah malam di Jalama dan Rehan yang melintas Jenin, Beit Mishpat melintas ke Ramallah dan Rachel melintas ke Bethlehem. Keluarga Palestina bisa mengunjungi saudara di Israel sepanjang Ramadan. Juga ada 200 izin diberikan kepada warga negara Arab untuk masuk ke Judea dan Samaria karena alasan kemanusiaan.

    Namun perintah ini dikecam Komite Warga Samaria. Tentara Israel dinilai lebih memperhatikan Islam daripada Yudaisme. "Apakah Menteri Pertahanan namanya Ehud Barak atau Ahmed Barak?" mereka bertanya, sinis

    Akses ke Aqsa

    Namun di tengah perubahan sikap tentara Israel ini, di saat yang sama akses ke Masjidil Aqsa dibatasi. Arabnews.com melansir, warga Palestina yang hendak salat Jumat di Masjidil Aqsa, salah satu tempat suci Islam, dibatasi selama Ramadan.

    Di Jerusalem, hanya laki-laki Palestina berumur di atas 50 tahun dan perempuan di atas 45 tahun bisa bebas masuk ke Masjidil Aqsa. Pria berusia 45-50 tahun dan wanita berusia 30-45 tahun juga bisa dengan izin khusus.

    Namun warga Arab Palestina yang tinggal di Jerusalem Timur yang masuk Israel tidak dibatasi masuk ke kawasan yang pernah menjadi tempat kebangkitan perjuangan Palestina di tahun 2000 itu. Sejak itu, warga Tepi Barat sulit sekali memasuki Jerusalem.

    Sumber: VIVA NEWS
    Readmore --> Tentara Israel Diperintah Hormati Ramadan

    Rusia Kerahkan Rudal Pertahanan Udara di Abkhazia

    S-300

    REPUBLIKA.CO.ID,MOSKOW--Rusia mengerahkan rudal pertahanan udara berketepatan tinggi di wilayah Abkhazia, yang memisahkan diri dari Georgia, Rabu (11/8). Rusia mengirim sinyal menantang pada Tbilisi dan Barat dua tahun setelah perang dengan Georgia.

    Sistim rudal S-300 yang hebat itu menyokong kehadiran militer Moskow di wilayah yang disengketakan itu dan memancing tanggapan marah dari Georgia. Jendral Alexander Zelin, komandan pasukan udara Rusia, mengatakan bahwa pertahanan udara tipe lainnya telah dikerahkan di wilayah pemberontak Georgia lainnya yang didukung Rusia, Ossetia Selatan.

    "Tugas pertahanan udara itu tidak hanya mencakup wilayah Abkhazia dan Ossetia Selatan, tapi juga untuk menghindari pelanggaran perbatasan negara mereka (kedua wilayah itu) di udara dan menghancurkan kendaraan yang secara tidak sah menyusupi ruang udara mereka," jelas Zelin.

    Zelin menambahkan, sistim pertahanan udara itu juga akan melindungi pangkalan Rusia di Abkhazia dan Ossetia Selatan. "Pada waktu yang sama, tugas pertahanan udara Abkhazia dan Ossetia Selatan juga akan dilaksanakan di dekat garis depan dan penerbangan militer yang melakukan tugas tempar di sana," ujar Zelin.

    Georgia beraksi dengan cepat, menuduh Moskow telah memperkuat citra dan perannya sebagai negara pendudukan."Itu menunjukkan, bahwa Rusia tidak bermaksud untuk menarik tentaranya dari Abkhazia dan Ossetia Selatan, tapi memperkuat pengawasan militernya atas wilayah tersebut," kata Eka Tkeshelashvili, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Georgia.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Rusia Kerahkan Rudal Pertahanan Udara di Abkhazia

    Gagalnya Operasi Komando Israel

    ilustrasi

    Dalam upaya meyakinkan publik tentang kemampuan Hezbollah menyadap sinyal gambar yang dikirim pesawat pengintai Israel tanpa awak ke kamar komando di Israel, Sekjen Hezbollah Hassan Nasrullah dalam jumpa pers, Senin (9/8) malam, mengungkapkan tentang keberhasilan Hezbollah menggagalkan operasi komando Israel di Desa Ansariyah tahun 1997. Gagalnya operasi komando Israel itu telah membawa korban 12 pasukan komando Israel tewas.

    Israel kemudian membalas kegagalan operasi komando Ansariyah itu dengan membunuh salah seorang petinggi Hezbollah, Ali Dib (Abu Hassan), dan dua saudaranya.

    Nasrullah juga memberikan contoh dengan menayangkan gambar video pesawat pengintai Israel yang terbang di atas wilayah di mana salah seorang petinggi Hezbollah, Ali Dib (Abu Hassan), dan dua saudaranya dibunuh oleh Israel beberapa hari setelah itu. Pola itu, kata Nasrullah, persis seperti pola ketika membunuh Hariri.

    Nasrullah mengungkapkan, beberapa hari sebelum operasi komando Israel di Ansariyah pada 1997 Hezbollah berhasil menyadap titik sinyal yang dikirim pesawat pengintai Israel tanpa awak tipe ”MK” yang melakukan pemotretan di atas wilayah Lebanon Selatan ke kamar komando di Israel.

    ”Kami berhasil menyadap jalur pengiriman sinyal dari pesawat pengintai tanpa awak Israel yang memungkinkan semua sinyal pesan dari pesawat pengintai itu yang masuk ke kamar komando di Israel juga masuk ke kamar komando Hezbollah. Ini prestasi teknologi bagi kami dan kami terus mempertahankan kemampuan itu dan juga terus menyadap semua sinyal yang dikirim pesawat pengintai Israel tersebut,” ungkap Nasrullah.

    Nasrullah mengakui, semula memang sulit membaca sinyal pesan yang ditangkap dari pesawat pengintai Israel dan tidak semua orang yang berhasil mendeteksi sinyal pesan itu bisa memahaminya langsung.

    Nasrullah lalu menceritakan kisah gagalnya operasi komando Israel di Desa Ansariyah itu.

    Ia mengungkapkan, suatu ketika kader-kader Hezbollah secara kebetulan menyadap gambar udara dari pesawat pengintai tanpa awak Israel yang melakukan pemotretan dari wilayah pantai hingga wilayah perkebunan di Lebanon Selatan dan akhirnya mencapai Desa Ansariyah.

    ”Kader-kader Hezbollah kemudian membuat perangkap di beberapa tempat dekat jalan menuju Desa Ansariyah itu. Pada 5 September 1997, sejumlah pasukan komando Israel tiba-tiba datang menyelusuri jalan menuju Ansariyah hingga sampai ke tempat yang terdapat perangkap tersebut. Pada saat itu pula langsung terjadi bentrok senjata yang menewaskan 12 pasukan komando Israel,” ungkap Nasrullah.

    Menurut pakar militer, Brigadir Jenderal (Purn) Hisyam Jaber, tindakan Nasrullah memaparkan gambar jalur pesawat pengintai Israel ”MK” yang memotret jalannya operasi komando di Ansariyah untuk menunjukkan kepada publik tentang kemampuan sumber daya manusia dan teknologi yang dimiliki Hezbollah sejak tahun 1997.

    Jaber mengatakan, Hezbollah ingin memberikan pesan bahwa ia mampu menyadap sinyal gambar jalan dari hasil pemotretan pesawat pengintai Israel yang akan dilalui mantan PM Rafik Hariri di dalam dan di luar Beirut pada 2005, seperti halnya ia mampu menyadap sinyal gambar jalan dari hasil pemotretan pesawat pengintai Israel yang akan dilalui pasukan komando Israel dalam operasi komando Ansariyah pada tahun 1997.

    Harian terkemuka Israel, Yediot Aharonot, mengutip pejabat tinggi militer yang terlibat operasi komando Ansariyah mengatakan, tidak menutup kemungkinan gambar video yang ditayangkan Hezbollah itu tentang operasi komando di Ansariyah pada tahun 1997 mengandung kebenaran.

    ”Tidak mungkin menghapus kemungkinan bahwa tragedi operasi komando di Ansariyah akibat kelalaian intelijen,” tulis Yediot Aharonot.

    Menurut Yediot Aharonot, Israel pada tahun 1997 tidak memiliki informasi yang memadai tentang pengaruh kuat Iran terhadap Hezbollah dan akibatnya tidak mengira Hezbollah memiliki kemampuan teknologi menyadap sinyal gambar dari pesawat pengintai tanpa awak.

    Israel, lanjut Yediot Aharonot, saat itu tidak menaruh perhitungan tentang kemampuan teknologi Iran dalam menyadap sinyal gambar dari pesawat pengintai tanpa awak.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Gagalnya Operasi Komando Israel

    Purnomo: Indonesia Ingin Membuat Pesawat Tempur tahun ini [lanjutan]


    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan) dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae-young memberikan keterangan bersama seusai mengadakan pertemuan tertutup di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (11/8). Pertemuan bilateral kedua pihak tersebut membahas peningkatan kerja sama di bidang industri pertahanan.

    Jakarta, Kompas - Indonesia berkeinginan membuat pesawat tempur. Keinginan itu, antara lain, mulai terwujud melalui kerja sama pembuatan yang dilakukan dalam jangka panjang dengan Pemerintah Korea Selatan.

    Selain itu, Pemerintah Indonesia juga berharap dapat meningkatkan kerja sama yang lebih baik di bidang pertahanan dengan Korsel. ”Dalam hal hubungan bilateral ini, Korsel dan Indonesia memiliki sejarah yang baik. Kita dulu pernah memesan LST (landing ship tank) di Korsel. Kita juga pernah bekerja sama membuat joint production (produksi bersama) LPD (landing platform deck) yang sekarang salah satunya dipakai untuk kapal rumah sakit,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (11/8) di Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam jumpa pers itu, Purnomo didampingi Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-young.

    Sebelum jumpa pers, Purnomo dan Kim menggelar pertemuan selama hampir dua jam. Dalam pertemuan, Purnomo, antara lain, didampingi Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal Tono Suratman.

    Purnomo menyebutkan, Indonesia juga mendapat hibah dari Korsel berupa kapal amfibi pendarat marinir yang dipakai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk pendaratan di Lampung.

    Hubungan Korsel dan Indonesia semakin kuat setelah pada 2006 kedua negara menandatangani kemitraan strategis. Kerja sama pertahanan itu lebih maju setelah pada Juli 2010 kedua negara menandatangani nota kesepahaman kerja sama pembuatan pesawat tempur KFX.

    Menurut Sjafrie, pembuatan prototipe pesawat tempur merupakan proyek jangka panjang. Meski demikian, proyek itu mulai dikerjakan pada tahun ini.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Purnomo: Indonesia Ingin Membuat Pesawat Tempur tahun ini [lanjutan]

    Korsel Berterima Kasih atas Dukungan Indonesia

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan) dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae-young memberikan keterangan bersama seusai mengadakan pertemuan tertutup di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (11/8). Pertemuan bilateral kedua pihak tersebut membahas peningkatan kerja sama di bidang industri pertahanan.

    Jakarta, Kompas - Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae-young berterima kasih atas dukungan Indonesia dalam insiden kapal perang Cheonan. Indonesia dinilai cukup memberikan bantuan hingga akhirnya Dewan Keamanan PBB mengecam insiden yang menewaskan 46 pelaut Korsel itu.

    ”Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kejadian itu. Dalam proses tersebut, ada dukungan dari Indonesia,” kata Kim, Rabu (11/8), dalam jumpa pers bersama Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

    Insiden kapal perang Cheonan terjadi pada 26 Maret 2010. Waktu itu kapal korvet Cheonan yang berbobot mati 1.200 ton tenggelam di Laut Kuning setelah sebelumnya diduga dihantam torpedo dari kapal selam milik Korea Utara.

    Tim investigasi independen dari sejumlah negara bekerja untuk kasus ini dan akhirnya memang menemukan bahwa kapal meledak serta tenggelam akibat tembakan torpedo dari petugas patroli Angkatan Laut Korea Utara. Tim investigasi juga menyimpulkan, ledakan menyebabkan lambung kapal Cheonan robek.

    Menurut Kim, selama dua bulan setelah insiden terjadi, Pemerintah Korea Selatan berusaha mengambil berbagai barang atau suku cadang yang tersisa dari kapal tersebut. Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Swedia, dan Kanada lantas membentuk tim investigasi guna menyelidiki insiden tenggelamnya kapal Cheonan. ”Jumlah total anggota tim mencapai 70 orang dan baru pada 20 Mei bisa mengumumkan hasil investigasi,” ujar Kim.

    Meski sudah didukung oleh tim investigasi yang anggotanya berasal dari sejumlah negara, Korea Selatan tetap harus berusaha berjuang memberikan penjelasan mengenai insiden itu dan penyebabnya kepada Dewan Keamanan PBB.

    Hasilnya, menurut Kim, pada 9 Juli 2010, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan yang mengutuk insiden tenggelamnya kapal Cheonan.

    Dukungan Indonesia itu disampaikan melalui Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro pada saat berlangsungnya pertemuan menteri pertahanan sejumlah negara di Singapura, beberapa waktu yang silam.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Korsel Berterima Kasih atas Dukungan Indonesia

    9 Ribu Prajurit TNI di Wilayah Perbatasan Akan Dapat Tunjangan Khusus

    Pasukan Marinir TNI-AL menuju KRI Lampung di Dermaga E Markas Komando Armada Timur, Surabaya (2/1). 130 Marinir tersebut akan bertugas di perairan Ambalat, menjaga perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengemukakan, arah kebijakan Kementerian Pertahanan adalah menuju sistem pertahanan negara yang pro-kesejahteraan, termasuk untuk lingkup prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    Salah satu perkembangan yang ada, telah diterbitkan peraturan presiden tentang tunjangan khusus bagi 9.000 prajurit TNI yang bertugas di pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan Indonesia. "Tugas mereka sangat berat," ujar Purnomo ketika ditemui di kantornya, Rabu (11/8) sore.

    Purnomo menjelaskan, besarnya tunjangan adalah 150 persen dari gaji pokok bagi prajurit TNI yang bertugas di pulau terluar tidak berpenduduk, 100 persen bagi yang bertugas di pulau terluar berpenduduk, 75 persen bagi yang bertugas di wilayah perbatasan, dan 50 persen bagi yang berpatroli di wilayah-wilayah tersebut.

    Tunjangan tersebut dihitung mulai 1 Januari tahun ini, dan penyerahannya akan dirapel. Namun, Purnomo belum bisa memastikan kapan tunjangan akan diserahkan. "Dalam waktu dekat ini," ujarnya singkat. Ia juga hanya tersenyum ketika ditanya apakah tunjangan akan diserahkan sebelum hari raya Lebaran.

    Lebih lanjut, Purnomo mengemukakan, salah satu agenda prioritas Kementerian Pertahanan pada tahun anggaran 2010 ini adalah mendorong perekonomian nasional melalui industri pertahanan. "Kami harap industri alusista di dalam negeri saja, supaya bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian," ujarnya.

    Purnomo menambahkan, Kementerian Pertahanan beserta delapan institusi lainnya, termasuk Polri, tengah mengajukan usulan remunerasi bagi prajurit TNI. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> 9 Ribu Prajurit TNI di Wilayah Perbatasan Akan Dapat Tunjangan Khusus

    Motor Militer yang Sanggup Minum 7 Jenis BBM



    LONDON- Namanya M1030-M2. Aneh memang, karena motor ini bukan kendaraan biasa melainkan ditakdirkan sebagai alat militer.

    Sebagai motor militer, tentu kuda besi ini didesain memiliki kekuatan yang diatas rata-rata motor pada umumnya.

    Dan uniknya, motor tersebut juga sanggup meminum tujuh jenis bahan bakar berbeda. Motor ini bisa diisi dengan bahan bakar jenis Solar, BioFuel, Aviation, atau empat bahan bakar lain yang biasanya digunakan pada kendaraan militer pada umumnya.

    "Motor juga bisa melintasi genangan air hingga kedalaman 60 cm dan bila tanki bahan bakar terisi penuh maka sanggup menggerakkan kendaraan sejauh hampir 500 km," tulis Motorcyclenews, Rabu (11/8/2010).

    Hayes Diversified Technologies Inc selaku pihak pengembang mengklaim M1030 merupakan trobosan dalam teknologi kendaraan militer.

    Urusan mesin, motor militer ini dibekali jeroan berkapasitas silinder 670 4 silinder yang sanggup menciptakan tenaga sebesar 33 bhp. Ketika gas diputar penuh, maka motor mampu mencapai kecepatan maksimum 150 km/jam.

    Dengan perkiraan harga mencapai Rp165 juta, para tentara bayaran dan pasukan khusus militer berharap untuk bisa memiliki motor tersebut dengan perubahan bagian body yang menggunakan baja.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Motor Militer yang Sanggup Minum 7 Jenis BBM

    Wednesday, August 11, 2010 | 11:20 PM | 0 Comments

    Korea ingin Indonesia Memilih T-50 untuk kebutuhan Pesawat jet latih

    Pesawat latih tempur T-50 Korea selatan

    Indonesia telah memilih T-50 Golden Eagle Korea untuk kebutuhan pesawat latih yang merupakan salah satu dari tiga calon pesawat jet latih , Program Akuisisi Pertahanan Administrasi (DAPA) mengatakan Senin.

    Pesaing T-50 merupakan Rusia Yak-130 dan buatan Ceko L-159B, para pejabat kata DAPA. Indonesia berencana untuk membeli 16 pesawat jet canggih.

    T-50, bersama-sama dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin dari Amerika Serikat, merupakan pesawat latih supersonik dan dianggap di antara yang terbaik di pasar global.

    Tapi T-50 tampaknya kalah bersaing dengan Italia M-346 dalam kontes di Uni Emirat Arab (UEA) dan Singapura.

    "Indonesia merupakan salah satu mitra utama Korea, dan kedua belah pihak telah puas dengan program kerja sama bilateral," kata seorang pejabat DAPA. "Kami membuat usaha sepenuhnya dan pertama kali menjual T-50 ke luar negeri"

    Indonesia telah membeli pesawat latih KAI KT-1 pada tahun 2001 dan 2005. Hal ini juga baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman pada pengembangan pesawat tempur KF-X.

    Bulan lalu, sebuah delegasi pemerintah berkunjung ke Indonesia untuk melakukan pembicaraan atas ekspor T-50 katanya. Seorang pejabat tinggi dari Seoul Kementerian Pertahanan Nasional juga dijadwalkan untuk mengunjungi negara Asia Tenggara nanti minggu ini untuk mengajukan T-50 Golden Eagle.

    KAI juga berharap untuk membuka kembali pembicaraan dengan UEA untuk penjualan T-50, karena Italia Alenia Aermacchi telah gagal untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Uni Emirat selama setahun.

    Pesawat latih bermesin tunggal dengan fitur kontrol penerbangan digital dan sistem pelatihan yang berbasis modern ground, yang membantu pilot baru agar lancar transisi ke pesawat tempur canggih, seperti F-22 Raptor dan F-35 Lightening II, serta F-16 Fighting Falcon.

    T-50 memiliki kecepatan puncak Mach 1,5, dan harga per unit adalah sekitar $ 25 juta.

    Pemerintah mempercepat upaya-upaya untuk menjual T-50 ke luar negeri untuk pertama kalinya, mengingngat keberhasilan jet bisa membangkitlan perekonomian dan exportir.

    Pemerintah bertujuan untuk mencapai $ 3 miliar pada tahun 2012 uuntuk ekspor pertahanan, dan industri dan pejabat pemerintah setuju bahwa penjualan T-50 sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut.

    T-50 juga bersaing dengan Italia M-346 dalam penjualan di Israel, Polandia dan Irak.

    Amerika Serikat juga mengatakan akan mencari untuk membuka tawaran untuk akuisisi pesawat latihnya dalam waktu dekat.

    Sumber: KOREA TIMES
    Readmore --> Korea ingin Indonesia Memilih T-50 untuk kebutuhan Pesawat jet latih

    AL Iran Produksi Massal Tiruan Kapal Cepat Andalan Inggris

    Bladerunner 51

    REPUBLIKA.CO.ID, Seorang pemimpin militer Iran mengatakan negaranya akan memproduksi masal replika Bladerunner 51, speedboat ciptaan Inggris yang diakui sebagai yang tercepat dalam jenisnya di dunia. Produksi ditujukan demi memperkuat persenjataan negara teluk tersebut. Iran akan melengkapi pula speedboat tiruan itu dengan misil dan torpedo berbarengan dengan rencana membangun pangkalan militer di Selat Hormuz

    Jendral Ali Fadavi dari angkatan laut Garda Revolusi, kepada AFP mengatakan Bladerunner adalah kapal Inggris yang memegang rekor kecepatan tinggi di dunia. "Kami menirunya dan juga membuat perubahan sehingga kapal nanti dapat meluncurkan peluru kendali udara maupun bawah laut," ujarnya.

    "Garda Revolusi akan diperalati dengan banyak kapal seperti itu dalam setahun," ujarnya dalam upaca penanda dilengkapinya 12 speedboat dengan misil dan torpedo untuk pasukan Garda.

    Bladerunner 51, berbobot 16 ton dengan panjang 15,5 meter dirakit oleh pabrik kapal ICE Marine, Inggris. Kapal itu mampu mencapai kecepatan maksimum hingga 65 knot. Kapal tersebut, yang dijalankan dua mesin 1.000 tenaga kuda, dilaporkan pernah melakukan tur melintasi pulau-pulai kecil Inggris lebih dari 27 jam dengan rata-rata kecepatan 63 knot.

    Pada akhir 2005, kapal itu memecahkan Rekor Dunia Mengeliling Inggris dalam 27 jam 10 menit dengan kecepatan rata-rata 63 m/jam (sekitar 102.2 km/jam). Rekor itu mebuktikan kemampuan dan kecepatan jelajah lautnya yang tinggi

    Jendral Fadavi tidak menjelaskan secara detail bagaimana Iran bisa mendapat desain tiruan kapal tersebut. Ia hanya mengatakan memperoleh lewat Afrika Selatan.

    Ia mengatakan sebuah kapal AS sempat mencoba mencegat kapal itu sebelum memasuki perairan Iran 18 bulan lalu. Namun, Fadavi menambahkan, tentara Iran melindunginya dan memastikan kapal tiba dengan selamat ke Iran.

    Fadavi juga memperingatkan bahwa 'sewaktu-waktu Iran dapat menghadapi konflik dengan musuh di mana saja,". Ia menegaskan Iran memiliki kontrol strategis atas Selat Hormuz meski 40 persen pemasok minyak dari luar kini telah hengkang akibat resolusi terkini PBB.

    Sumber: Republika
    Readmore --> AL Iran Produksi Massal Tiruan Kapal Cepat Andalan Inggris

    Nvidia Digandeng Militer AS Kembangkan Chip

    illustrasi

    SAN FRANCISCO - Nvidia mengatakan mereka memimpin sebuah tim bentukan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) untuk menciptakan sebuah chip yang membuat komputer super. Untuk proyek ini mereka mendapatkan dana sebesar USD25 juta.

    Tim Nvidia bersama beberapa ilmuwan DARPA ditujukan untuk membuat superkomputer seribu kali lebih kuat dengan teknologi dari graphics processing unit (GPU) yang biasa digunakan agar video game hadir lebih realistis.

    "Nvidia mengakui kalau ini adalah investasi yang besar dalam bidang pemrosesan paralel dan menyoroti posisi GPU komputer sebagai salah satu jalan paling menjanjikan untuk komputasi exascale," kata kepala ilmuwan Nvidia Bill Bill Dally, seperti dikutip AFP, Rabu (11/8/2010).

    "Kami berharap dapat bekerja sama untuk mengembangkan program sistem scalable yang tidak memakan biaya terlalu banyak namun memberikan peningkatan kinerja yang lebih banyak bagi supercomputer," tambahnya.

    Nvidia sendiri termasuk anggota tim Laboratorium Nasional Oak Ridge di Tennessee yang merupakan perusahaan superkomputer yang berbasis di Seattle Cray Inc.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Nvidia Digandeng Militer AS Kembangkan Chip

    Korsel Minta Korut Kembalikan Kapalnya

    illustrasi

    SEOUL--MI: Korea Selatan mengirim pesan kepada Korea Utara, Rabu (11/8), mendesak Pyongyang agar membebaskan tujuh awak dan kapal nelayan Korea Selatan yang ditangkapnya akhir pekan lalu.


    Juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel Lee Jong-Joo mengatakan, dalam pesan yang difaksimilkan melalui jalur khusus militer itu, pihaknya meminta Korea Utara agar membebaskan kapal dan awaknya berdasarkan hukum internasional dan adat serta semangat kemanusiaan

    Penangkapan kapal penangkap cumi-cumi itu berbobot 41 ton itu dan awaknya - empat warga Korea Selatan dan tiga China - meningkatkan ketegangan yang telah berlangsung beberapa bulan antara kedua pihak.

    Pesan itu dikirim atas nama Palang Merah Korea Selatan kepada timpalannya di Korea Utara, suatu bentuk komunikasi yang digunakan di masa lalu untuk menangani kapal-kapal nelayan yang menyeberangi perbatasan laut kedua negara.

    Pasukan penjaga pantai Korea Selatan mengatakan, kapal tersebut diduga memasuki zona ekonomi eksklusif yang diakui oleh Korea Utara di Laut Jepang (Laut Timur), saat ditangkap. Sejauh ini tidak ada pernyataan dari Pyongyang mengenai insiden itu.

    Penangkapan itu dilakukan pada saat latihan besar angkatan laut Korea Selatan di Laut Kuning, di mana Korea Utara mengancam melakukan balasan.

    Ketegangan-ketegangan lintas-perbatasan telah meningkat sejak Korea Selatan dan Amerika Serikat menuduh Korea Utara Mei lalu mentorpedo kapal perang Seoul, Cheonan, yang menewaskan 46 orang. Korea Utara membantah keras terlibat dalam insiden kapal perang tersebut.

    Pyongyang mengatakan, latihan angkatan laut itu digelar sebagai tanggapan atas tenggelamnya kapal tersebut, juga gladi resik untuk suatu agresi.

    Pada Senin lalu, sesaat setelah latihan angkatan laut Korea Selatan berakhir, Korea Utara menembakkan sekitar 130 artileri ke dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan.

    Sekitar 10 dari tembakan-tembakan meriam itu mendarat di selatan garis perbatasan, yang memicu militer Korea Selatan Selasa berikrar akan memberikan tanggapan tegas terhadap provokasi masa depan.

    China, satu-satunya sekutu kuat Korea Utara, telah menyatakan keprihatinan atas penahanan warganya sebagai awak dalam kapal nelayan itu.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Korsel Minta Korut Kembalikan Kapalnya

    Redam Bentrok Libanon-Israel, TNI Raih Penghargaan

    JAKARTA--MI: Komandan Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Libanon Selatan (UNIFIL) memberikan perghargaan kepada prajurit TNI karena berhasil meredam perselisihan militer Libanon dan Israel di perbatasan kedua negara pada 3 Agustus 2010.

    Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Juan Gomez De Salazar Minguez, mengatakan, perselisihan militer Libanon dan Israel itu berpotensi menimbulkan konflik lebih besar. "Namun, karena tindakan profesional Kontingen TNI maka potensi itu dapat diredam," katanya, dalam rilis Mabes TNI yang diterima di Jakarta, Rabu (11/8).

    Minquez yang juga Komandan Kontingen Spanyol itu menambahkan, insiden antara militer Lebanon (LAF) dan militer Israel (IDF) terjadi tiba-tiba dan hanya pasukan yang terlatih dan profesional serta sikap antisipatif seorang komandan, peningkatan eskalasi dapat dicegah.

    Surat Penghargaan dari Komandan UNIFIL Sektor Timur itu, diberikan kepada Satuan Tugas Batalyon Infanteri Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-D/UNIFIL pada misi UNIFIL.

    Penghargaan diterima Komandan Satgas Letnan Kolonel Inf Andi Perdana Kahar dengan tembusan kepada Komandan Kontingen Indonesia di UNIFIL, Kolonel Inf Restu Widiyantoro.

    Sebelumnya diberitakan dalam sebuah media cetak Al Mannar, dua prajurit TNI meninggalkan medan tempur dengan taksi saat terjadi insiden antara militer Libanon dan Israel. Hal itu dibantah Komandan Satgas Letnan Kolonel Inf Andi Perdana Kahar yang mengatakan, sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB, prajurit TNI memiliki tugas pokok memelihara perdamaian di wilayah Lebanon Selatan dan tidak berpihak.

    "Dalam menjalankan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 (United Nations Security Council Resolution 1701), pasukan TNI harus mematuhi prosedur, hukum dan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan oleh PBB, seperti SOP (Standard Operating Procedure), ROE (Role of Engagement) maupun STIR (Standardize Tactical Incident Reaction)," tuturnya.

    Andi menegaskan, apa yang dilakukan dua prajurit TNI dalam insiden tersebut telah sesuai dengan seluruh ketentuan PBB yang berlaku.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Redam Bentrok Libanon-Israel, TNI Raih Penghargaan

    Iran Tawarkan Bantuan ke Militer Lebanon

    komandan militer Lebanon Jean Kahwaj(Foto: nowlebanon)

    BEIRUT, KOMPAS.com - Iran menawarkan dukungan kepada militer Lebanon, seminggu setelah satu bentrokan di perbatasan antara Israel dan Lebanon yang memicu anggota Kongres AS memblokir dana untuk militer Lebanon.

    Tawaran Iran, yang mendukung kelompok garis keras Hezbollah Lebanon itu, dapat meningkatkan kekhawatiran Barat bahwa Iran sedang meningkatkan pengaruhnya dekat perbatasan utara Israel itu. Israel mengatakan pihaknya menyampaikan keluhan kepada Washington dan Paris tentang dana-dana untuk tentara Lebanon itu setelah baku tembak yang menewaskan dua tentara Lebanon dan seorang perwira senior Israel serta seorang wartawan Lebanon dalam aksi kekerasan terburuk di perbatasan sejak perang antara gerilyawan Hezbollah dan tentara Israel tahun 2006.

    Duta besar Iran untuk Lebanon bertemu dengan komandan militer Lebanon Jean Kahwaji, Senin, dan mengatakan Teheran siap "bekerja sama dengan militer Lebanon dalam segala bidang yang akan membantu militer dalam melaksanakan peran nasionalnya mempertahankan Lebanon."

    Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad diperkirakan akan mengunjungi Beirut pekan depan.

    Departemen Luar Negeri AS mengatakan pernyataan Iran itu menegaskan perlunya Amerika Seikat mengetahui lebih jauh soal itu dengan Lebanon.

    Dua anggota Kongres Demokrat AS mengatakan mereka menangguhkan dana sekitar 100 juta dolar yang telah disetujui untuk militer Lebanon belum dikeluarkan.

    Seorang anggota senior Kongres dari partai Republik, Eric Cantor, mengatakan dana masa mendatang juga harus dihentikan, sambil menunggu penyelidikan bentrokan senjata itu. Cantor mengatakan garis-garis antara Hezbollah, militer dan pemerintah Lebanon "kabur."

    Perlengkapan militer Lebanon sangat menyedihkan bila dibandingkan dengan Hezbollah yang diperkirakan telah dipersenjatai kembali sejak perang dengan Israel tahun 2006.

    Amerika Serikat memberikan lebih dari 720 juta dolar bantuan kepada militer Lebanon sejak tahun 2006.

    Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan, mempersenjatai militer Lebanon dengan senjata-senjata canggih adalah satu kesalahan karena senjata itu dapat digunakan tentara tersebut terhadap negara Yahudi itu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Iran Tawarkan Bantuan ke Militer Lebanon

    RI-Korsel Mantapkan Kerja Sama Pertahanan


    Kerjasama Industri Pertahanan
    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan) berbincang dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae-Young (kiri) usai mengadakan pertemuan di Jakarta, Rabu (11/8). Pertemuan bilateral kedua pihak membahas mengenai peningkatan kerjasama dalam bidang industri pertahanan. (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo).

    Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) sepakat memantapkan kerja sama pertahanan kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis.

    "Kita mantapkan dengan memperbarui kerja sama yang telah ada selama ini," kata Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro usai bertemu mitranya Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae Young, di Jakarta, Rabu.



    Sejak ditandatanganinya deklarasi Kemitraan Strategis antara Indonesia dan Korsel pada 2006, masing-masing pihak berkomitmen mengembangkan kerja sama di berbagai bidang termasuk pertahanan.

    Kementerian Pertahanan kedua negara menggelar forum tahunan "Joint Committee and Logistic Meeting" untuk membahas berbagai bidang kerja sama yang telah dan akan dilakukan kedua pihak.

    "Nah ini akan kita perbarui dengan ruang lingkup yang lebih luas dalam kerangka kemitraan strategis," ujar Purnomo.

    Sebelumnya, Sekjen Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herryanto mengatakan, melalui "Joint Committee" kedua kementerian pertahanan, telah berhasil melaksanakan beberapa kegiatan kerjasama pertahanan.

    "Antara lain ditandai dengan semakin meningkatnya kerjasama produksi, pemeliharaan, hibah dan proses alih teknologi alutista," ujarnya.

    Tak hanya itu, Indonesia juga mementingkan alih teknologi dari setiap kerja sama yang dilaksanakan.

    "Proses alih teknologi tersebut akan dapat mendorong peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri untuk menghasilkan produk yang sesuai spesfikasi TNI sebagai pengguna," ujar Eris.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> RI-Korsel Mantapkan Kerja Sama Pertahanan

    Prototiype Pesawat Tempur KFX akan Diproduksi 2012

    Maket Pesawat Tempur KFX Korea-Indonesia

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Kementerian Pertahanan menyatakan Indonesia siap melakukan kerja sama produksi pesawat tempur dengan pihak Korea Selatan. Hal itu dinyatakan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae Young seusai melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, Rabu (11/8).

    Kerjasama pesawat tempur ini, kata Purnomo, merupakan perjanjian yang ditandatangani pada Juli 2010. Menyambung perjanjian sebelumnya yang diteken 2006. "Kemitraan strategis memang jadi salah satu fokusnya," ujarnya.

    Purnomo mengatakan proyek kerjasama dalam pembuatan pesawat tempur KFX akan dimulai pada 2012. Diharapkan, kata dia, proyek kedua negara ini bisa menghasilkan sebuah prototipe pesawat tempur pada tahun 2020. "Kami berharap Indonesia bisa menjadi base produksinya," ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin mengatakan Indonesia akan meminta hak penjualan juga atas pesawat yang di produksi nantinya. Saat ini, kata dia, kedua negara saedang membentuk kelompok kerja untuk terus membahas soal ini. "Ada tim pula yang pergi ke sana melihat awal proses pembuatan pesawat," ujarnya.

    Sjafrie mengatakan dalam deklarasi kemitraan strategis antara Indonesia dengan Korea Selatan pada tahun 2006 silam disebut khusus soal pembuatan pesawat. Selain itu kerjasama dibangun untuk melakukan promosi bersama, fasilitasi kerja sama dalam produksi, alih teknologi, serta transfer pengetahuan terkait alat utama sistem persenjataan.

    Menanggapi permintaan kerja sama ini, Menteri Pertahanan Korea Selatan HE Kim Tae Young mengatakan sungguh menguntungkan bisa bekerja sama dengan Indonesia dalam hal pembuatan pesawar tempur. Pasalnya, semua bahan baku dan industri pertahanan sudah dimiliki Indonesia, sehingga bisa memperlancar kerjasama pembuatan produk pertahanan ini.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Prototiype Pesawat Tempur KFX akan Diproduksi 2012

    Militer RI-Singapura Luncurkan Radar Surpic 2

    radar Surveillance Picture(Foto: DEFENSE STUDIES)

    JAKARTA--MI: TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Singapura meluncurkan radar Surveillance Picture (Surpic) 2 untuk memantau keamanan laut di wilayah kedua negara, terutama di Selat Malaka.

    Peluncuran radar itu disaksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Staf Angkatan Laut Singapura Laksamana Muda Chew Men Leong, di Mabes TNI Angkatan laut di Cilangkap, Jakarta, Selasa (10/8).

    Di sela-sela peluncuran itu diadakan demo yang diskenariokan ada dua insiden di tempat yang berbeda.

    Insiden pertama, diskenariokan kapal kargo Singapura MV Sanuki pada 10 Agustus 2010 pukul 08.00 waktu setempat pada posisi 01 14.36N 104 09.20E yang mendekat wilayah Indonesia dengan kecepatan tinggi yang terdeteksi Information Fusion Centre (IFC).

    Laporan yang diterima "Surpic 2" diterima Puskodal Batam yang juga dimonitor Mabes TNI Angkatan Laut, yang langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan KRI Boa-807 untuk melakukan penyelidikan.

    Beberapa waktu kemudian terjadi insiden kedua, yakni kapal tanker MV Laut Adriatik berbendera Liberia melaporkan telah mendeteksi sebuah perahu mencurigakan mendekati kapal pada 10 Agustus 2010 pukul 08.30 waktu setempat pada posisi 01 09.27N 103 42.38E.

    IFC kemudian melaporkan melalui "Surpic 2" yang diterima Puskodal Batam dan diteruskan ke Satgas Keamanan Laut (MSTF) Singapura dan ditindaklanjuti dengan mengerahkan kapal Angkatan Laut Singapura RSS Dauntless.

    Radar "Surpic 2" itu dapat difungsikan secara maksimal oleh TNI AL dan RSN pada medio Desember 2010.

    "Surpic" merupakan instrumen atau instalasi elektronika radar modern yang dapat memonitor perkembangan situasi di perairan Selat Malaka secara real time.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Militer RI-Singapura Luncurkan Radar Surpic 2

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.