ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Friday, September 28, 2012 | 4:35 PM | 7 Comments

    Update : Bodi KRI Klewang Terbelah Saat Terbakar

    Banyuwangi - Api yang membakar KRI Klewang sulit dijinakkan. Upaya petugas memadamkan api seperti sulit dilakukan. Selain api terlanjur membakar semua bagian Kapal, hembusan angin laut yang kencang juga membuat api makin membesar.

    Dari pantauan detiksurabaya.com, api melumat semua bodi kapal perang siluman tersebut. Bahkan kapal terbelah menjadi dua bagian. Ledakan kecil sesekali terdengar dari kobaran api. Meski petugas sudah berupaya untuk memadamkan si jago merah, namun upaya itu seolah sia-sia belaka.

    Sejumlah petugas AL hanya bisa mengamankan lokasi. Warga dilarang mendekat sekitar radius 100 meter. Hingga pukul 16.00 WIB, api masih terus berkobar.

    Asap hitam pekat membumbung tinggi. Belum ada pernyataan resmi dari pihak AL terkait kejadian ini. Sementara ratusan warga masih memadati lokasi untuk melihat.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Update : Bodi KRI Klewang Terbelah Saat Terbakar

    KRI KLEWANG TERBAKAR !!!!!!!

    Banyuwangi - KRI Klewang jenis Trimaran terbakar di Pangkalan AL Banyuwangi sekitar pukul 15.15 WIB, Jumat (28/9/2012). Asap hitam mengepul hingga ketinggian 25 meter.

    Warga yang mengetahui kebakaran itu berjubel di pinggir dermaga. KRI Klewang ini baru diresmikan sekitar 1 bulan lalu oleh pejabat AL.

    Dari pantauan detiksurabaya.com, terlihat api masih membumbung tinggi. Sesekali terdengar suara ledakan kecil. 1 Unit kapal PMK dan perahu karet milik TNI AL serta mobil PMK berupaya memadamkan api.

    "Api diketahui usai salat ashar. Taoi belum diketahui di titik mana," kata seorang anggota TNI AL yang enggan disebut namanya kepada detiksurabaya.com di lokasi.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> KRI KLEWANG TERBAKAR !!!!!!!

    Panther dan Pegasus Buka Pesta Dirgantara Bandung Air Show 2012

    Bandung - Event dirgantara bertajuk Bandung Air Show 2012 resmi dibuka kemarin. Acara yang digelar di Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung, itu berlangsung hingga Minggu (30/9). Upacara pembukaan ditandai atraksi terbang Satuan Black Panther yang menggunakan pesawat tempur jenis Hawk dan aksi akrobatik udara lima helikopter Calibri dari tim Pegasus. Tim Black Panther yang berasal dari Skuadron Udara Lanud Pekanbaru beraksi lebih dulu.

    Pesawat tempur jenis Hawk 100/200 buatan Inggris yang mereka kendarai berangkat dari Lapangan Udara Iswahjudi, Magetan,Jawa Timur. Tepat saat acara dibuka, sekitar pukul 09.20 WIB, tiga pesawat tim Black Panther tersebut langsung menunjukkan aksi terbang rendah di area Bandung Air Show 2012. Suara bising mesin pesawat tempur pun menggema di Lanud Husein Sastranegara. Manuver tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan penonton.

    Tiga kali atraksi seperti itu dilakukan, pengunjung pun semakin antusias menyaksikannya. Setelah Black Panther,giliran tim Pegasus dari Skuadron 7 Pangkalan TNI Suryadarma, Kalijati, Subang unjuk gigi. Mereka menggunakan helikopter jenis EC-120 Colibri buatan Prancis.Atraksi pertama yang ditampilkan adalah terbang rendah membentuk antrean dalam jarak dekat.Formasi tersebut dibentuk sambil memasuki area pameran.

    Setelah itu,lima helikopter beraksi seakan sedang melakukan baris-berbaris. Empat helikopter berperan sebagai prajurit, satu lainnya sebagai pemimpin barisan. Bandung Air Show 2012 dibuka Wali Kota Bandung Dada Rosada.Turut hadir Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsekal Muda TNI Bagus Paruhito,Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel (Pnb) Umar Sugeng Hariyono, dan Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Hengkie Kaluara.

    Dada Rosada mengatakan, Bandung Air Show 2012 merupakan aset wisata sehingga harus diambil langkah konkret agar event ini tetap bertahan. Bahkan,dia meminta Lanud Husein Sastranegara mengadakan Bandung Air Show setiap tahun. ”Tapi mungkin karena ada pertimbangan lain, lagipula waktu persiapannya tidak cukup beberapabulansaja,Komandan Lanud Husein Sastranegara memutuskan untuk dua tahun sekali,”tuturnya kemarin.

    Selain itu,Dada juga berharap waktu pergelaran diperpanjang. Jika Bandung Air Show 2010 dan Bandung Air Show 2012 hanya berlangsung tiga-empat hari,acara selanjutnya harus bisa diselenggarakan hingga sepekan. Ini untuk memberi kesempatan seluas mungkin bagi warga luar Kota Bandung yang ingin datang. Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsekal Muda TNI Bagus Paruhito mengatakan, Bandung Air Show merupakan bukti bahwa Kota Bandung maju dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

    ”Dunia dirgantara merupakan bagian dari teknologi sehingga semakin maju iptek, semakin maju pula dirgantara,” tuturnya. Setelah upacara pembukaan, pengunjung semakin banyak mendatangi Lanud Husein Sastranegara. Ribuan orang tampak antusias memperhatikan pesawat-pesawat yang dipamerkan.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Panther dan Pegasus Buka Pesta Dirgantara Bandung Air Show 2012

    Komisi I : Pengadaan Helikopter Apache Direalisasikan Setelah Tahun 2013

    Jakarta - Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq memastikan rencana pembelian enam unit helikopter serbu Apache dari Amerika Serikat, hingga kini belum pernah disampaikan ke DPR.

    "Komisi I belum pernah diajak bicara soal rencana pembelian 6 Apache dari AS, oleh Kemhan. Sehingga Komisi I belum menyikapi hal ini. Karena sejauh ini keterangan rencana pembelian heli serbu Apache hanya kami dengar dan baca di media massa, dan Kemhan belum pernah menyampaikannya secara resmi ke Komisi I DPR," ujar Mahfudz Siddiq kepada Jurnalparlemen.com, Kamis (27/9).

    Mahfudz mengatakan, dalam pembahasan anggaran 2013 untuk Kemhan, sejauh ini juga tidak ada alokasi anggaran yang diajukan untuk keperluan pembelian pesawat Apache tersebut. "Sehingga kemungkinan pengadaan Apache itu tidak dalam waktu dekat. Karena di APBN 2013 yang anggarannya masih dibahas di Komisi I, pihak Kemhan tidak menyebutkan adanya keperluan anggaran untuk belanja pesawat serbu tersebut," tegasnya.

    Karena itu, kata Mahfudz, kemungkinan pengadaan helikopter Apache baru direalisasikan setelah 2013.

    Komisi I sendiri, kata Mahfudz, sebelumnya telah menyarankan pihak Kemhan untuk membeli helikopter pengangkut yang besar, seperti Chinook. Namun sayangnya sejauh ini, pihak Kemhan tidak pernah merespons usulan Komisi I untuk membeli heli Chinook.

    Lanjut Mahfudz, Komisi I menilai TNI perlu memiliki helikopter multifungsi seperti Chinook, untuk mengangkut logistik, pasukan dan lainnya. "Karena heli itu cocok dan sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Baik untuk kepentingan militer maupun untuk membantu penanganan korban bencana," kata politisi PKS ini.

    Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan, rencana pengadaan helikopter serbu Apache dari AS, hingga kini masih dikaji dan dipelajari oleh TNI AD, sebagai salah satu opsi pengadaan helikopter serbu. Setelah kajian TNI AD selesai, akan diserahkan ke Mabes TNI, Kemhan, dan Komisi I DPR.

    Seperti diketahui pemerintah AS berencana untuk menjual 8 Helikopter Apache ke Indonesia. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton, mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia akan membeli delapan unit helikopter Apache dari AS. Rencana penjualan delapan unit AH-64D Longbow Apache ini juga sudah diberitahukan oleh Presiden Barack Obama pada Kongres Amerika. Penjualan itu akan memperkuat kerja sama Indonesia-AS dan memperbaiki usaha memelihara keamanan di kawasan Asia Tenggara.

    Sumber : Jurnal Parlemen
    Readmore --> Komisi I : Pengadaan Helikopter Apache Direalisasikan Setelah Tahun 2013

    TNI AL Akan Meluncurkan Rudal Yakhont Di KRI Nanggala?

    Jakarta - TNI untuk pertama kalinya akan meluncurkan peluru kendali (rudal) jelajah dari kapal selam.

    Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama (TNI) Untung Surapati di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Rabu (26/9), uji coba itu merupakan tonggak sejarah TNI. “Rudal jelajah Yakhont ditembakkan dari kapal selam KRI Nanggala. Rudal tersebut memiliki jangkauan hingga 300 kilometer dengan hulu ledah 200-an kilogram,” katanya.

    Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN yang mengoperasikan rudal buatan Rusia seharga hampir Rp. 100 miliar per unit itu. Penempatan rudal Yakhont di Selat Malaka dapat menjangkau Malaysia dan Singapura.

    Namun, Direktur Institute for Defense Security and Peace Studies Mufti Makarim mengkritisi minimnya kerjasama TNI AU dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan RI.

    Sumber : KOMPAS Cetak
    Readmore --> TNI AL Akan Meluncurkan Rudal Yakhont Di KRI Nanggala?

    Thursday, September 27, 2012 | 8:00 AM | 1 Comments

    Lapan Kembali Ujicoba Motor Roket RX-550

    Garut - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) kembali mematangkan persiapan uji coba peluncuran roket RX-550. Selasa (25/9), Lapan memasang instalasi alat pengukur performa roket di Stasiun Peluncuran Roket Lapan,Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pemasangan alat ukur ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan uji statis motor RX-550 pada Sabtu (29/9).

    Kepala Balai Produksi dan Pengujian Roket Lapan Sudihartono menjelaskan,sejumlah alat dipasang pada roket tersebut, antara lain alat untuk mengukurdaya dorong,tekanan,vibrasi, temperatur, dan data visual. Sejumlah peralatan tersebut akan menentukan apakah motor roket senilai Rp5 miliar ini akan layak menjalani uji terbang atau tidak pada 2013 nanti. Sudi mengatakan, roket RX- 550 masih dalam tahapan penelitian dan penyempurna an. Pada 2011 lalu Lapan sempat melakukan uji statis.

    ” Namun,karena tidak sempurnanya struktur material pada bagian nozel motor roket saat itu,RX-550 belum bisadikatakanlayakujiterbang. Sekarang, uji statis motor pendorongnya akan kita lakukan kembali,” ujarnya di Garut kemarin. Menurut dia, belum sempurnanya struktur komponen nozel motor roket disebabkan terbatasnya kualitas material logam.Saat itu,logam pada komponen nozel motor roket hanya memiliki ketebalan 3 mm.

    ”Idealnya,ketebalan struktur material 6 mm sehingga dapat menahan panas sebesar 3.000 derajat Celsius selama pembakaran propelan selama 14 detik. Karena ketebalannya kurang, ini malah hanya tahan dalam waktu 7 detik saja.Akibatnya, saat memasuki detik ke 8, material nozel roketnya robek dan pecah, ”ungkapnya. Sudi melanjutkan, menjelang uji statis, Lapan terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan struktur material nozel.

    Kepala Bidang Motor Roket Lapan Saeri mengatakan,pembenahan RX-550 saat ini hanya terletak pada desain struktur. ”Dari pengalaman uji statis tahun lalu, desain propulsi roket RX-550 tidak bermasalah. Hanya desain strukturnya saja yang mesti disempurnakan melalui penambahan lapisan pada material nozel. Jadi desain masih tetap sama,”katanya. Kendati mengalami kegagalan pada struktur material nozel, Saeri optimistis motor roket RX-550 dapat menghasilkan daya dorong yang diharapkan.

    Pada serangkaian uji statis 2011 lalu, motor roket ini mampu menghasilkan daya dorong sebesar 25 ton. ”Kita berharap daya dorong kali ini bisa melebihi 25 ton yang dihasilkan dalam waktu 7 detik. Adapun pada proses pembakaran propelan mencapai 14 detik hingga bahan bakarnya habis. Bila struktur material nozel bisa tahan selama itu, kami berharap daya dorongnya bisa lebih dari sebelumnya,” ujarnya.

    Roket RX-550 berdiameter 550 mm dan memiliki panjang keseluruhan 9,5 meter. Fungsi khusus roket RX-550 adalah sebagai pendorong (booster) utama yang akan membawa satelit ke luar angkasa dengan kapasitas bahan bakar jenis HTPB (hydroxyl toluen poly butadiene) sebanyak 1,8 ton. Roket ini diprediksi memiliki jarak tempuh sejauh 150 km dengan jangkauan 300 km.

    Roket RX-550 ini merupakan penyempurnaan beberapa roket produksi Lapan sebelumnya, yaitu RX-320 buatan 2008 dan RX-420 buatan 2009. Karena belum bisa menjangkau target yang ditetapkan, roket RX-320 dan RX-420 disempurnakan kembali melalui proyek pembangunan roket RX-550 yang menelan dana Rp5 miliar.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Lapan Kembali Ujicoba Motor Roket RX-550

    CN-295 Dijadwalkan Tiba 30 September 2012

    Jakarta - Pesawat CN-295 yang akan dikembangkan PT Dirgantara Indonesia dengan Airbus Military dijadwalkan mendarat di Bandung pada 30 September 2012.

    "Berdasarkan jadwal, pesawat CN-295 akan mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 30 September mendatang," kata Komandan Pangkalan Udara Husein Sastranegara Bandung, Kolonel Pnb Umar Sugeng di Bandung, Rabu.

    Pesawat CN-295 tersebut, kata Umar Sugeng akan masuk langsung ke hanggar PT Dirgantara Indonesia.

    Ia berharap pesawat itu bisa menjadi salah satu yang dipamerkan pada Bandung Air Show 2012 yang digelar di Lanud Husein Sastranegara.

    "Yang pasti penonton kemungkinan bisa menyaksikan pendaratan pertama CN-295 di Lanud Husein, karena bertepatan dengan hari terakhir Bandung Air show 2012," kata Umar.

    Pesawat CN-295 itu merupakan pesawat yang diproduksi dan dikembangkan oleh Airbus Military, dan ke depan akan dikembangkan bersama PT Dirgantara Indonesia.

    PTDI sendiri sudah memegang lisensi sebagai ujung tombak pemasaran pesawat jenis propeler atau baling-baling itu untuk pasar Asia Fasific.

    Pesawat itu memiliki kemampuan pendaratan di landasan pacu yang pendek, serta memiliki manuver yang cukup lincah dan cocok untuk angkutan logistik pada operasi militer maupun penerbangan sipil.

    Pesawat itu bisa diproduksi untuk versi sipil maupun militer, serta untuk VVIP. Departemen Pertahanan sendiri akan menggunakan pesawat CN-295 itu untuk menggantikan pesawat militer jenis Fokker yang sudah diistirahatkan.

    Sementara itu PTDI telah melakukan langkah-langkah revitalisasi produksi dengan menambah peralatan baru untuk bersiap memproduksi pesawat dalam jumlah yang banyak guna memenuhi pesanan baik dari dalam maupun luar negeri.

    Sumber :ANTARA
    Readmore --> CN-295 Dijadwalkan Tiba 30 September 2012

    Inggris Ingin Tingkatkan Kerjasama Pertahanan Dengan Indonesia

    Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI) Marsdya TNI Eris Herryanto, S.IP., menerima kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Mark Canning, Selasa (25/9) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam kunjungan ini, Dubes Inggris menyampaikan keinginan Pemerintah Inggris untuk meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan dengan Indonesia.

    Dubes Inggris menyampaikan ingin menindaklajuti pertemuan bilateral antara Presiden RI dengan Perdana Menteri Inggris pada bulan April yang lalu, yang salah satunya adalah keinginan untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan antara kedua negara.

    Menurutnya, meski hubungan kerja sama pertahanan Indonesia-Inggris sempat terganggu saat diembargonya penjualan spare part pesawat tempur Hawk buatan Inggris ke Indonesia beberapa tahun lalu, namun saat ini Inggris berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan hubungan kerjasama tersebut. Selama dua tiga bulan ini, kerjasama pertahanan kedua negara telah mengalami peningkatan terutama kerjasama di bidang pendidikan.

    Dubes Inggris berharap, dalam waktu dekat diharapkan akan ada pertemuan lebih lanjut untuk membicarakan kemungkinan pembahasan MoU kerjasama pertahanan kedua negara. Melalui pembahasan ini, kedua negara dapat melihat kemungkinan kerjasama yang dapat dikembangkan antara kedua negara di bidang pertahanan.

    Menanggapi apa yang disampaikan Dubes Inggris untuk Indonesia tersebut, Sekjen Kemhan RI menyambut baik atas keinginan pemerintah Inggris. Menurutnya, kerjasama pertahanan kedua negara sudah berlangsung sejak lama. Sekjen Kemhan RI juga berharap, hubungan kerjasama pertahanan kedua negara dapat ditingkatkan lagi berdasarkan hubungan saling membutuhkan dan menguntungkan bagi kedua negara.

    Turut mendampingi Sekjen Kemhan RI dalam kesempatan tersebut, Direktur Kerjasama Internasional Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Jan Pieter Ate M.Bus.

    Sumber : DMC
    Readmore --> Inggris Ingin Tingkatkan Kerjasama Pertahanan Dengan Indonesia

    Wednesday, September 26, 2012 | 7:57 AM | 0 Comments

    Janjikan Berbagai Atraksi, Bandung Air Show 2012 Hadirkan 50 Pesawat

    Bandung - Pameran dirgantara dua tahunan bertajuk Bandung Air Showkembali digelar. Acara yang berlangsung di Lapangan Udara Husein Sastranegara, Kota Bandung tersebut digelar 27–30 September.

    Persiapan yang lebih matang membuat penyelenggara acara menargetkan jumlah pengunjung dua kali lipat dari Bandung Air Show 2010. Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Husein Sastranegara Kolonel (Pnb) Umar Sugeng Hariyono mengatakan, persiapan Bandung Air Show 2012 dilakukan sejak setahun lalu. Pembukaan Bandung Air Show 2012, dilaksanakan Kamis (27/9) pukul 08.30 WIB. ”Ini dalam rangka HUT ke- 202 Kota Bandung.

    Kami menargetkan 80.000 pengunjung bahkan lebih, jumlah itu dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya sekitar 45.000.Berdasarkan pengalaman sebelumnya, antusiasme warga Kota Bandung saja sudah sangat besar, belum lagi ditambah luar kota bahkan luar negeri. Bandung Air Show 2010itu kanacara pertama dan pionir, jadi segala sesuatunya disempurnakan di event yang sama tahun ini,” ujarnya di area persiapan pameran Bandung Air Show 2012, Hanggar F Lanud Husein Sastranegara,kemarin.

    Dalam pergelaran selama empat hari tersebut, para pengunjung disuguhi berbagai atraksi dan pengetahuan seputar dunia penerbangan, baik nasional maupun internasional. Umar menyebutkan, pertunjukan 50 pesawat yang ikut ambil bagian itu mencakup static showdan dynamic show. Pada static show, pesawatpesawat dipajang di area pameran, sedangkan untuk dynamic show para penerbang dan awaknya akan unjuk kebolehan melakukan manuver pesawat terbang.

    ”Dynamic show akan dilakukan setiap hari pameran pada pukul 09.00–10.00 WIB dan 14.00–15.00 WIB.Tapi tentu itu tergantung cuaca, semoga saja selama pameran ini cuaca Bandung bagus. Karena kalau gerimis sedikit saja, tentu tidak bisa dilakukan penerbangan,” ujarnya. Dia menyebutkan,beberapa negara yang turut meramaikan event ini di antaranya Australia, Malaysia,dan Amerika Serikat.

    Sementara pihak penerbangan dalam negeri yang ikut berpartisipasi antara lain TNI Angkatan Udara, PT Dirgantara Indonesia, berbagai sekolah penerbangan, dan komunitas olahraga dirgantara. ”Sekolah penerbangan di Bandung,Jakarta,dan Cirebon juga turut meramaikan. Termasuk SMK 12 Kota Bandung yang berhasil membuat pesawat eksperimental. Pesawat dari luar negeri sekitar 28 yang akan datang secara bertahap mulai besok (hari ini).

    Ini berbeda dengan Bandung Air Show dua tahun lalu yang hanya diikuti insan penerbangan dalam negeri,”terangnya. Direktur Greenlite Kreasi Indonesia Susi Nurliah mengatakan, sebagai event organizer, pihaknya menyiapkan berbagai pelayanan bagi para pengunjung. Hal yang paling diutamakan adalah keselamatan saat menghadiri pameran.

    Dia menyebutkan, warga yang hendak mengunjungi Bandung Air Show 2012 dapat membeli tiket di loket yang tersebar di sekitar lokasi acara. Tiket juga dapat diperoleh di sejumlah travel dan pusat perbelanjaan di Kota Bandung.” Untuk pelajar Rp5.000, sedangkan untuk masyarakat umum dapat membeli tiket seharga Rp15.000,”tuturnya.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Janjikan Berbagai Atraksi, Bandung Air Show 2012 Hadirkan 50 Pesawat

    Tank Leopard 2A6 Bisa Disaksikan Di Indo Defense PRJ 2012

    Jakarta - Publik bisa melihat kecanggihan tank tempur utama Leopard 2A6 di PRJ.

    Masyarakat yang ingin menyaksikan kecanggihan tank tempur utama Leopard 2A6 yang dibeli pemerintah Indonesia dari pemerintah Jerman akan dapat melihatnya pada awal bulan November ketika tank itu melakukan demo di pameran industri pertahanan Indonesia atau Indo Defense di Pekan Raya Jakarta (PRJ).

    “Bulan November akan sudah ada di PRJ dan melakukan demonstrasi, nanti lihat saja di PRJ,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin, kepada wartawan, di Markas Divisi Infanteri I/Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad), hari ini.

    Hartind mengatakan saat ini Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo sedang berada di Jerman untuk mengurus proses pengiriman tank Leopard tersebut ke Indonesia.

    “Tank-nya akan diangkut dengan (pesawat) Antonov yang bisa mengangkut sekaligus dua tank, dan akan dikombinasikan pengirimannya dengan kapal laut,” ujar Hartind.

    Dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Jerman untuk Indonesia Heeidrun Tempel pada awal bulan ini, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan rencana pembelian sejumlah 103 unit Leopard, tank jenis Marder 1A3 sebanyak 50 unit dan tank pendukung 10 unit.

    Produsen tank Jerman, Rheinmetall, akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu keempat September 2012.

    Sjafrie juga mengatakan pihak Rheinmetall telah mempersiapkan pengiriman perdana Leopard sesuai dengan target Kementerian Pertahanan, namun ada beberapa kendala administrasi dan logistik yang perlu diselesaikan antara kedua belah pihak.

    Sumber : Berita Satu
    Readmore --> Tank Leopard 2A6 Bisa Disaksikan Di Indo Defense PRJ 2012

    Tuesday, September 25, 2012 | 10:52 PM | 0 Comments

    Tank Leopard Akan Tiba Awal November 2012

    Jakarta - Sebagian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard dan tank tempur medium Marder dari Jerman dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal November 2012 dengan pengiriman dilakukan melalui angkutan udara dan laut.

    "Leopard akan dikirim bersama dengan Marder pada awal November 2012 nanti. Sekarang Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sedang di sana dan akan pulang tanggal 30 September 2012," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin di Makodiv-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa.

    Pengiriman tahap pertama ini, lanjut dia, akan datang sekitar 15 unit tank berbobot 60 ton itu, sementara untuk tank Marder belum diketahui berapa yang akan datang.

    Staf Ahli Menhan bidang keamanan itu mengatakan, dipersiapkan dua unit pesawat yang akan digunakan khusus mengangkut tank-tank tersebut. "Tapi nanti kombinasi pengirimannya, ada yg melalui pesawat, ada juga melalui kapal," kata Hartind.

    Pengiriman ini molor dari rencana semula pada Oktober 2012 mendatang karena terkendala administrasi. Pada November mendatang, tank-tank tersebut akan ditunjukkan kepada publik.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan, pemerintah membeli tank Leopard sebanyak 103 unit, tank Marder sejumlah 50 unit dan membeli 10 tank pendukung.

    Finalisasi penandatanganan kontrak diharapkan bisa dilakukan akhir September 2012. "Pihak Rheinmetall (produsen) akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012," katanya.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Tank Leopard Akan Tiba Awal November 2012

    TNI AL Akan Ujicoba Senjata Strategis

    Surabaya - TNI Angkatan Laut akan menggelar latihan perang laut secara besar-besaran dalam Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Indonesia Kawasan Timur pada tanggal 25 September sampai 22 Oktober 2012. Latihan kali ini akan diikuti dengan pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut seperti rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari Kapal Selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran Kapal Permukaan.

    Demikian diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dalam sambutannya yang dibacakan Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M. pada Upacara Pembukaan Geladi Posko Latihan Armada Jaya XXXI/12 tahun 2012, Selasa (25/9/2012) di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan.

    Lebih lanjut Kasal mengatakan, Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI Angkatan Laut pada siklus latihan tahunan, yang bertujuan mengukur kesiapan operasi, dari hasil pembinaan kekuatan dan kemampuan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu yang dilaksanakan Kotama dan Satuan Kerja di Jajaran TNI Angkatan Laut, sekaligus guna mendukung peningkatan kesiagaan operasi TNI, dalam rangka mengantisipasi serta menghadapi kemungkinan timbulnya ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    “Pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut merupakan kesempatan yang sangat baik, disamping untuk menguji kehandalan senjata peluru kendali dan torpedo yang kita miliki, juga merupakan ajang pengukuran penguasaan prosedur dan mekanisme proses penembakan oleh para pengawaknya serta menjadi bukti nyata tingkat profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut,” tegas Kasal.

    Latihan akan dilaksanakan mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur. Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan akan digelar pada latihan kali ini. Tidak kurang dari 35 kapal perang TNI AL dari berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda) akan dikerahkan dan 10 di antaranya akan menembakkan peluru kendali. Latihan puncak yang melibatkan kurang lebih 5.500 personel ini juga mengerahkan 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

    Latihan Armada Jaya XXXI/12 dilaksanakan dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dilaksanakan kegiatan Geladi Posko tanggal 25 September sampai 2 Oktober 2012 di Seskoal. Sedangkan tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan Geladi Lapangan atau Manuver Lapangan tanggal 9 sampai 22 Oktober 2012 di Laut Jawa dan Pantai Sangatta.

    Sementara pada bagian lain Kasal menyampaikan bahwa pada tahun 2012 ini, sesuai dengan siklus Latihan TNI, akan dilaksakanan Latihan Gabungan TNI, sehingga Latihan Armada Jaya ini dapat dimanfaatkan sebagai latihan parsial guna menyongsong Latgab TNI 2012. “Untuk itu laksanakan latihan ini secara sungguh-sungguh dan serius sesuai dengan pentahapan latihan, ikuti proses perencanaan dan pemecahan masalah serta pengambilan keputusan sesuai dengan skenario latihan yang sudah disiapkan oleh komando latihan, pahami dan ikuti berbagai prosedur sesuai standar operasi yang sudah ditetapkan, cermati kehandalan berbagai piranti lunak pendukung guna memberikan masukan penyempurnaannya, kembangkan kreatifitas dan inovasi untuk mendapatkan ide-ide lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan kekuatan dan kemampuan TNI AL pada khususnya, serta TNI pada umumnya,” tegas Kasal.

    Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL dan dilaksanakan setiap tahun di wilayah yang berbeda, bahkan diusahakan seluruh pantai yang ada di Indonesia pernah dijadikan sebagai daerah latihan. Dengan menggelar latihan di daerah tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi TNI AL, jika sewaktu-waktu dibutuhkan operasi sebenarnya. Armada Jaya XXXI/2012 merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Sangatta, yang pertama pada tahun 2005. Sedangkan tahun 2007 latihan terbesar TNI AL dilaksanakan di Kaimana, Papua serta tahun 2008 di Pantai Banongan dan tahun 2009 di Pantai Banyuwangi, Situbondo Jawa Timur.

    Kesuksesan latihan ini merupakan salah satu indikator bahwa TNI AL siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari setiap ancaman di manapun dan kapanpun.

    Sumber : TNI AL
    Readmore --> TNI AL Akan Ujicoba Senjata Strategis

    Pengamat : Adakah 'Permainan' Di Balik Pengadaan Apache Indonesia

    Jakarta - Tercium bau tak sedap dari rencana pemerintah untuk mengakuisisi delapan unit helikopter serang AH-64 Apache dari Amerika Serikat (AS). Pasalnya, dengan dana US$ 1,4 miliar, India mendapatkan 22 unit helikopter yang sama.

    Kepada itoday, Senin (24/9), pengamat pertahanan Muradi mengatakan, rencana pembelian tersebut harus diperiksa, apakah Indonesia membeli langsung dari produsen atau menggunakan jasa broker. Sebab menurutnya, jika melalui jalur normal, maka seharusnya Indonesia mendapatkan jumlah dan kualitas yang sama dengan India.

    Muradi juga menekankan bahwa jalur apa yang digunakan dalam pengadaan Apache ini harus dibahas secara tersendiri. Sebab dalam konteks Indonesia, mark up dalam pengadaan sudah menjadi rahasia umum.

    “Apakah kita membeli dari tangan pertama? Jika benar maka seharusnya jumlah yang diterima dengan India. Ini menjadi preseden dan terjadi berulang-ulang, “ tambahnya.

    Menurut dosen FISIP Universitas Padjadjaran, Bandung ini, jika pengadaan Alutsista sudah menggunakan jalur G to G, tidak alasan Indonesia tidak mendapatkan spesifikasi barang yang kurang dari India beli. Muradi menduga, ada permainan di pihak Indonesia.

    “Dugaan yang paling gampang, adalah permainan mark up di Indonesia, bukan di AS-nya, “ tuturnya.

    Bukan tanpa alasan Muradi menduga ada permainan dalam pengadaan helikopter serang ini, sebab jika bicara masalah rezim persenjataan internasional, pengadaan senjata sangatlah ketat, tidak segampang membeli kacang goreng.

    Indonesia sendiri dikabarkan menyiapkan dana sebesar US$ 1,4 miliar untuk mendatangkan delapan unit AH-64D Apachel Block III Longbow beserta 19 mesin T-700-GE-701D, sembilan Modernized Target Acquistion and Designation Sight/Modernized Pilot Night Vision Sensor, empat AN/APG-78 Fire Control Radars, empat AN/APR-48A Radar Frequency Interferomerters, sepuluh AAR-57(V) 3/5 Common Missile Warning Systems (CMWS) yang disertai Sensor and Improved Countermeasure Dispenser, sepuluh AN/AVR-2B Laser Detecting Sets, sepuluh AN/APR-39A(V) 4 Radar Signal Detecting Sets, 24 Integrated Helmet and Display Sight Systems (IHDSS-21), 32 M299A1 HELLFIRE Missile Launchers, dan 140 rudal HELLFIRE AGM-114R3.

    Tidak hanya itu, paket pembelian senilai US$ 1,4 miliar itu juga meliputi alat pendeteksik kawan/lawan Identification Friend or Foe transponders, senapan mesin 30mm beserta amunisi, peralatan komunikasi, peralatan tes, paket pelatihan, simulator, generator, transportasi, kendaraan pendukung, suku cadang, peralatn pendukung, pelatihan personel, dan peralatan keperluan latihan.

    Sedangkan India, dengan nilai yang sama mendapatkan 22 unit AH-64D Apache Block III Longbow beserta 50 mesin T700-GE-701D, 12 AN/APG-78 Fire Control Radars, 12 AN/APR-48A Radar Frequency Interferometers, 812 rudal AGM-114L-3 HELLFIRE LONGBOW, 542 rudal AGM-114R-3 HELLFIRE II, 245 STINGER Block I-92H missiles, and 23 Modernized Target Acquisition Designation Sight/Pilot Night Vision Sensors, rockets, rudal untuk latihan dan amunisi 30 mm beserta paket pelatihan, suku cadang dan lain-lain.

    Sumber : Itoday
    Readmore --> Pengamat : Adakah 'Permainan' Di Balik Pengadaan Apache Indonesia

    Pengamat : Inovasi Ditengah Keterbatasan Anggaran Pertahanan

    Jakarta - Pertahanan dan keamanan di laut, kini menjadi salah satu prioritas. Ini karena laut telah menjadi salah satu sumber Trans National Organized Crime (TNOC) yang utama. Banyak kejahatan dan tindak pelanggaran di laut berkembang menjadi kriminal lintas negara yang terorganisir dan melibatkan para pemilik modal besar. Pencemaran laut, kini juga menjadi isu yang dominan baik di kawasan regional maupun internasional.

    Kawasan Asia Pasifik tercatat sebagai kawasan dengan tingkat pelanggaran cukup tinggi. Sejumlah isu utama yang menonjol, antara lain pembajakan dan perdagangan manusia, terorisme dan penyelundupan terutama senjata.

    Di kawasan Asia Tenggara, penyelundupan senjata diperkirakan mencapai ribuan pucuk per tahun, sekitar 80 persennya dilakukan melalui laut. Meski sebagian besar TNOC ini tergolong kejahatan dan pelanggaran non-militer namun dampak dan kerugian yang ditimbulkan sangat signifikan. Tidak hanya secara ekonomi, sosial, dan ekologi, berbagai praktik TNOC tersebut juga bisa melemahkan kedaulatan wilayah suatu bangsa.

    Berada di antara dua samudera dan dua benua, membuat posisi Indonesia sangat strategis sebagai urat nadi pelayaran niaga internasional. Dari segi potensi, Indonesia adalah salah satu negara yang termasuk dalam Coral Triangle, yakni negara dengan potensi maritim terbesar di dunia. Potensi maritim Indonesia diperkirakan mencapai Rp 7 ribu triliun per tahun.

    Sedikitnya ada 11 sektor ekonomi kelautan yang dimiliki Indonesia. Yakni, perikanan tangkap, perikanan budi daya, industri pengelolaan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, hutan mangrove, perhubungan laut, sumber daya pulau-pulau kecil, industri dan jasa maritim, serta sumber daya alam (SDA) non-konvensional. Secara keseluruhan, potensi nilai total ekonomi kesebelas sektor kelautan tersebut diperkirakan mencapai 500 miliar dolar AS (sekitar Rp 4.500 triliiun) per tahun. (Slamet Soebiyanto, 2007)

    Posisi yang strategis dan potensi ekonomi maritim yang luar biasa seharusnya menjadi modal besar bagi Indonesia untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat. Sayang, diperkirakan baru sekitar 10 persen dari berbagai potensi maratim Indonesia yang mampu dirambah. Ini pun baru dalam tataran pengeksploitasian SDA laut. Pemberdayaan potensi maritim untuk kesejahteraan kian terhambat oleh berbagai TNOC yang kian marak terjadi di laut Indonesia. Dampak dan kerugian yang ditimbulkan pun sangat besar.

    Untuk illegal fishing saja, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 80 triliun. Kerugian tersebut terdiri dari potensi ikan yang hilang mencapai Rp 30 triliun dan kehilangan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 50 triliun setiap tahun. Diperkirakan sekitar 3.180 kapal nelayan asing beroperasi secara ilegal setiap tahunnya di perairan Indonesia, terutama di perairan Natuna, Sulut dan Arafuru.

    Sementara, penyelundupan kayu diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 6,6 triliun per tahun. Belum lagi, pencemaran laut yang diperkirakan mencapai jarak sepanjang 167.000 km. Berbagai kerugian ini akan terus bertambah jika paradigma kita terhadap keamanan di laut tidak juga berubah dan tidak diikuti oleh sejumlah langkah konkrit untuk mengantisipasinya. Pertahanan dan keamanan laut yang kokoh kini menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi.

    Bagi Indonesia, terdapat sejumlah masalah dan kendala dalam mengantisipasi ancaman TNOC. Salah satunya adalah masalah anggaran. Anggaran pertahanan keamanan Indonesia relatif kecil, yakni baru sekitar lima persen dari APBN. Meski terjadi penambahan anggaran pertahanan dari Rp 64 triliun menjadi Rp 77 triliun pada tahun 2013, namun jumlah ini sebenarnya masih jauh dari ideal dan kalah jauh dari negara lain. Singapura, misalnya.

    Meski hanya berpenduduk sekitar 4 juta orang, anggaran militer Singapura merupakan yang terbesar di antara negara-negara anggota ASEAN. Bahkan, sejak 1970, Singapura telah mengalokasikan rata-rata 6 persen dari PDB-nya untuk pengeluaran pertahanan. Tak heran, jika teknologi militer Singapura paling maju di ASEAN.

    Pada dekade 1960-an, anggaran pertahanan Indonesia sebenarnya pernah mencapai 29 persen dari PDB. Namun, jumlah ini terus menyusut sehingga kadangkala perlengkapan armada dan personil laut kita kalah canggih dengan perlengkapan nelayan kapal asing yang melakukan penjarahan.

    Minimnya anggaran berdampak krusial pada banyak aspek. Secara politis, posisi tawar Indonesia menjadi rendah di mata internasional sehingga memberi peluang bagi negara lain untuk memprovokasi bahkan mengganggu kedaulatan NKRI. Minimnya anggaran juga berdampak pada lemahnya pengawasan daerah perairan sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Selain masalah anggaran, keterbatasan teknologi dan SDM juga menjadi masalah serius.

    Berbagai keterbatasan di atas tidak boleh menyurutkan langkah kita untuk terus mengupayakan pengamanan wilayah laut agar tetap optimal. Berbagai inovasi harus dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut (AL) dan sejumlah pihak terkait, melalui pembangunan kapal perang antiradar KRI Klewang-625 yang baru saja diluncurkan, beberapa waktu lalu.

    Pembangunan kapal perang canggih di dalam negeri oleh putra-putri Indonesia sendiri diharapkan tidak hanya bisa menyiasati keterbatasan anggaran, memunculkan kecintaan, rasa memiliki dan tanggung jawab namun sekaligus mampu meningkatkan keamanan laut Indonesia dari berbagai ancaman TNOC. Perjuangan masih panjang namun ini bisa menjadi momentum yang bagus untuk membangun kekuatan pertahanan dan keamanan laut Indonesia yang handal. Sebuah fondasi bagi terwujudnya negara maritim yang kita cita-citakan bersama. Semoga.

    Sumber : Suara Karya
    Readmore --> Pengamat : Inovasi Ditengah Keterbatasan Anggaran Pertahanan

    Pengadaan Persenjataan KRI Banjarmasin Masih Dalam Proses

    Jakarta - Kapal perang terbesar buatan anak negeri milik TNI AL KRI Banjarmasin ternyata pernah digunakan dalam operasi penyelamatan internasional. KRI Banjarmasin dengan didampingi kapal tempur Belanda menyelamatkan KM Sinar Jaya Kudus yang dibajak di Somalia beberapa waktu lalu.

    "Pernah digunakan untuk operasi pembebasan kapal Sinar Kudus di Somalia. Kita jalan bareng kapal tempur kecil Belanda, dan operasi mereka berangkat duluan, baru dari Colombo sama-sama ke Somalia," kata Nahkoda KRI Banjarmasin, Letkol Laut Stanley Lekahena, di ruang nahkoda KRI Banjarmasin, Markas Komando Lintas Laut, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (24/9/2012).

    Hal ini berarti kapal buatan anak negeri telah diakui dunia internasional dengan dukungan navigasi dan kemampuan yang tidak bisa dianggap remeh. Hanya saja KRI Banjarmasin belum mendapatkan identitas internasional untuk berlayar di laut internasional.

    "Kapal ini punya dua radar BR-3440, didukung peta digital, GPS, echo sounder, dan wheather text. Jadi untuk internasional kita sudah standar, tinggal transponder yang belum dipasang. Itu Automatic Identification System yang belum kita miliki," ujar Stanley. Kapal ini sendiri akan dilengkapi persenjataan meriam boffors 40 mm dan metraliur Oerlikon 20 mm, senapan anti udara. Namun kapal ini memang tidak diperuntukan untuk perang terbuka.

    "Persenjataan masih dalam proses, masih belum ada sekarang tapi akan dipasang senapan anti udara," ujar Stanley.

    Kapal KRI Banjarmasin dibuat oleh PT PAL dan yang terbesar yang pernah dibuat anak negeri. KRI Banjarmasin memiliki saudara kembar yakni KRI Banda Aceh yang diparkir di Jakarta dan KRI Banjarmasin sebenarnya di parkir di Surabaya.

    "Kapal ini diperuntukan di Surabaya, sedangkan KRI Banda Aceh di Jakarta," ujar Stanley.

    Sumber : DETIK
    Readmore --> Pengadaan Persenjataan KRI Banjarmasin Masih Dalam Proses

    Monday, September 24, 2012 | 8:07 AM | 0 Comments

    Panglima TNI : TNI AD Masih Kaji Pembelian Helikopter Apache

    Jakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat (AD) masih melakukan kajian terkait rencana pembelian delapan unit helikopter serbu, Apache dari Amerika Serikat.

    "Di dalam konteks pembangunan kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force/MEF) memang ada heli serbu yang mau dibeli oleh Angkatan Darat. Heli serbu itu bermacam-macam, ada Apache, Black Hawk dan lainnya," katanya di Jakarta, Minggu.

    Ia mengatakan hal itu setelah membuka Kejuaraan Terjun Payung Militer pertama atau Dewan Olahraga Militer Internasional (Concil International du Sport Militaire/CISM) dan Kejuaraan Terjun Payung TNI Terbuka 2012 yang diselenggarakan sejak 23 September hingga 30 September 2012 di Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    Menurut dia, TNI AD sendiri masih mengkaji pilihan antara Apache atau Black Hawk.

    "Saya serahkan sepenuhnya kepada TNI AD untuk mengkaji dan menentukan pilihannya karena pembinanya Angkatan Darat, penggunanya memang Panglima TNI," katanya.

    "Saya hanya melihat konteks dalam penggunaan ketiga matra apakah bisa kita satukan atau tidak. Kalau semuanya memungkinkan, kita akan lakukan bersama-bersama," katanya juga.

    Pemerintah belum menyiapkan langkah apapun terkait rencana pengadaan helikopter serbu Apache dari Amerika Serikat itu.

    Pemerintah juga belum pernah melakukan pengajuan resmi untuk membeli alat utama sistem senjata (alutsista) tersebut.

    Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal TNI Hartind Asrin sebelumnya mengatakan, selama ini memang sudah ada lobi-lobi antara kedua negara terkait kemungkinan pengadaan helikopter serbu Apache itu.

    "Sejauh ini Indonesia belum mempersiapkan apa-apa. Kita tunggu surat penawaran resmi dari mereka. Bukan kita yang mengajukan, mereka yang menawarkan. Kita hanya berpesan kalau mau jual Apache, tolong kita diberi tahu," kata Hartind.

    Jika surat penawaran tersebut diterima, maka akan ada tim yang dikirim ke Amerika Serikat untuk melakukan pengecekan berbagai hal, seperti spesifikasi teknis helikopter, dan perlengkapan persenjataan.

    Tim tersebut berasal dari TNI Angkatan Darat, selaku calon pengguna Apache.

    Selanjutnya, tim melakukan pemaparan kepada Mabes TNI untuk kemudian diteruskan ke Kementerian Pertahanan dan dilakukan rapat anggaran.

    Sementara itu, pengamat militer Wawan Hari Purwanto menilai, pengadaan delapan unit Helikopter Apache dari Amerika Serikat bakal menambah kekuatan pertahanan Indonesia. Ini karena alutsista TNI yang sudah usang dan tua, sekitar 60-70 tahun.

    "Prajurit kita yang terbaik meninggal bukan di pertempuran, tetapi pada saat latihan. Ini disebabkan alutsista kita sudah usang," katanya disela-sela "Exibition Bola Volley Timnas Selection dan Coaching Clinic" Siswa SMA se-Jabodetabek di SMAN 106 Pekayon, Jakarta Timur, Jumat (21/9).

    Helikopter Apache merupakan salah satu jenis helikopter jenis serbu yang andal, dan merupakan yang diandalkan militer beberapa negara, termasuk Angkatan Darat Amerika Serikat.

    Sumber : ANTARA
    Readmore --> Panglima TNI : TNI AD Masih Kaji Pembelian Helikopter Apache

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.