ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, August 7, 2010 | 10:33 PM | 0 Comments

    Rusia Sukses Uji Coba Dua Rudal Antarbenua



    Moskow (ANTARA News) - Rusia telah melakukan uji coba yang berhasil dua rudal balistik antarbenua yang diluncurkan oleh kapal selam, kata seorang jurubicara kementerian pertahanan sebagaimana dikutip oleh kantor berita Interfax.

    Kedua rudal Sineva (NATO mengenalinya sebagai SS-N-23) itu diluncurkan Jumat oleh kapal selam nuklir Tula dari Laut Barents ke arah tempat uji coba peluncuran peluru kendali Kura di semenanjung Kamkhatka di Rusia Timur Jauh.

    "Hulu ledaknya menghantam sasarannya pada waktu yang diperkirakan," kata jurubicara tersebut.



    Rudal Sineva mampu mambawa sebanyak 10 hulu ledak nuklir, menurut laman Internet GlobalSecurity.org, dan telah ditugasi oleh militer Rusia pada 2007.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Rusia Sukses Uji Coba Dua Rudal Antarbenua

    Yudhoyono Minta Masyarakat Maklumi Pengamanan Presiden

    Pangalengan, Jawa Barat (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat meninjau Sekolah Calon Tamtama Rindam III Siliwangi, Jawa Barat, Sabtu, meminta masyarakat Indonesia maklum jika pengamanan Presiden terlalu ketat.

    "Pasukan Pengamanan Presiden hanya melaksanakan tugas negara dan undang-undang. Kalau lalai menjalankan undang-undang, mereka salah," kata Yudhoyono.

    Dia meminta masyarakat memaklumi ketidaknyamanan yang harus dialami sebagian anggota masyarakat oleh pengamanan presiden itu.

    "Kalau ada pembatasan-pembatasan itu, (Pasukan Pengamanan Presiden) semata-mata hanya menjalankan tugasnya. Bukan mengada-ada," tegas Presiden.

    Presiden mengaku sebenarnya dia ingin lebih rileks dan lebih santai seperti warga lainnya serta bisa mampir ke warung-warung kecil untuk makan karedok (sejenis gado-gado ).

    Presiden mengaku mendapat informasi pengawalnya, bahwa ada sejumlah orang di sekitar Ciwidey (Jawa Barat) yang berniat tidak baik dan bermaksud mengancamnya mengganggu kelancaran kunjungan kerja tersebut.

    "Tidak akan pernah menang terorisme di bumi Indonesia ini,...Saya akan tetap menjalankan tugas dan tidak boleh terganggu dengan ancaman apa pun," katanya merujuk kunjungan kerja dua hari ke Bandung, Jawa Barat, 6-7 Agustus.

    Sabtu pagi, Kepala Negara mengunjungi Sekolah Unggulan Cinta Kasih di Pangalengan, dan siangnya ke Sekolah Calon Tamtama TNI AD serta Rumah Pintar di Desa Mekar Sari, Ciwidey.

    Jumat sore, Presiden meninjau pusat pelatihan pembangunan karakter atlet Prima (Program Indonesia Emas) di kompleks Kopassus Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, dan baru Sabtu petang kembali ke Jakarta .

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Yudhoyono Minta Masyarakat Maklumi Pengamanan Presiden

    Polisi Serahkan Pengamanan Presiden ke Paspampres



    TEMPO Interaktif, Jakarta - Markas Besar Kepolisian menyerahkan sepenuhnya komando pengamanan Presiden ke Pasukan Pengamanan Presiden. Menurut Kepala Bidang Penerangan Umum Komisaris Besar Marwoto pengamanan ring satu dan dua sepenuhnya berada di Paspampres.

    "Kami baru terlibat di ring tiga, berupa pengamanan fisik," kata Marwoto saat dihubungi, Sabtu (7/8). Pengamanan yang dilakukan polisi biasanya berupa pengamanan jalan-jalan yang dilalui iring-iringan Presiden.

    Menurut Marwoto, pihaknya belum mengetahui kaitan antara penangkapan dua orang yang diduga teroris di Bandung dan ancaman terhadap Presiden. "Saya sudah meminta laporan kepada petugas di sana, tapi jawaban belum masuk," ujarnya.
    Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan mendapat laporan dari tim pengamanan bahwa ada ancaman teroris di Ciwedey, Bandung. Laporan itu disampaikan Jumat malam (7/8). "Saya dapat laporan dari jajaran pengamanan ada anak bangsa yang punya niat tidak baik disekitar Ciwedey," kata Presiden dalam sambutan kunjungan di Secata Rindam III/Siliwangi, Pangalengan, Sabtu (7/8).

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Polisi Serahkan Pengamanan Presiden ke Paspampres

    TNI tidak Terlibat Baku Tembak di Perbatasan Israel-Lebanon


    SOLO--MI: Panglima TNI Jenderal Joko Santoso mengatakan insiden tembak-menembak di perbatasan Israel-Lebanon beberapa hari lalu sama sekali tidak melibatkan pasukan perdamaian asal Indonesia.

    Hal itu dikatakan Panglima TNI seusai meresmikan Monumen Mayor Achmadi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (7/8). Menurutnya, baku tembak itu sebenarnya terjadi antara tentara Lebanon dan Israel. Kebetulan lokasinya berada di zona tempat penugasan batalion TNI.

    "Sekarang sudah selesai, kita sudah ambil posisi sesuai perintah pelibatan pos komando PBB untuk mengambil posisi yang lebih bisa mengobservasi kontak tembak itu. Sekarang sudah reda," pungkasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI tidak Terlibat Baku Tembak di Perbatasan Israel-Lebanon

    Panglima TNI Resmikan Monumen Mayor Achmadi

    SOLO--MI: Panglima TNI Jenderal Joko Santoso meresmikan Monumen Mayor Achmadi di Kelurahan Stabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (7/8). Monumen itu diharapkan dapat menginspirasi generasi muda akan sebuah arti patriotisme.

    Mayor Achmadi merupakan komandan Tentara Pelajar Detasemen II Brigade 17 yang memimpin pertempuran melawan Belanda dalam serangan umum 4 hari di Solo pada 10 Agusutus 1949. Berkat ketokohannya itu, dia kemudian dipercaya oleh Presiden Sukarno sebagai Komandan Militer Kota (KMK).

    Untuk mengenang ketokohannya itulah Keluarga Besar Tentara Pelajar eks TNI Detasemen II Brigade XVII membangun monumen tersebut. Dananya dihimpun dari kalangan eks Tentara Pelajar yang masih hidup.

    "Ini tidak mudah. Saya sangat kagum karena eks TP menyumbangkan rupiah demi rupiah untuk membangun monumen ini," kata Joko dalam sambutan singkatnya.

    Hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Solo Joko Widodo, Wakil Wali Kota Hadi Rudyatmo, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Besar eks TP Detasemen II Brigade 17 Soeprapto Boedjosastro dan ratusan anggotanya, Ketua DPRD Solo YF Sukasno, serta ratusan pelajar dari berbagai sekolah.

    Selain sebagai tugu peringatan, Joko berharap monumen dapat menjadi salah satu wahana pembelajaran, karena bentuknya sebagai sebuah outdoor museum yang bisa disaksikan masyarakat.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Panglima TNI Resmikan Monumen Mayor Achmadi

    TNI Siapkan Penembak Jitu

    Para Sniper TNI(Foto: DETIK)

    SOLO--MI: TNI akan menyiagakan penembak jitu pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65 di Istana Negara, 17 Agustus mendatang. Kehadiran sniper itu sebagai langkah antisipasi atas ancaman serangan teroris terhadap presiden, pejabat negara, dan tamu VVIP yang hadir dalam kesempatan itu.

    "Kalau memang membutuhkan itu (sniper) akan digelar," kata Panglima TNI Jenderal Joko Santoso seusai meresmikan Monumen Mayor Achmadi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (7/8).

    Tapi bagaimana sistem pengamanan yang akan diberlakukan nantinya, Joko mengatakan dirinya tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Karena pergelaran keamanan itu merupakan suatu rahasia sehingga tidak mungkin untuk disampaikan secara terbuka kepada publik.

    Namun yang jelas, kata Joko, ancaman aksi terorisme itu sudah diantisipasi sejak dini oleh TNI bersama kepolisian. Mereka sudah menyiapkan sistem keamanan semaksimal mungkin.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Siapkan Penembak Jitu

    Prajurit Korsel Dilarang Omong Jorok

    VIVAnews - Selain menjaga keamanan negara, prajurit di Korea Selatan (Korsel) kini juga mendapat perintah baru: dilarang omong jorok atau berkata-kata vulgar. Untuk itu mereka diperintahkan menjalani kursus untuk berbicara dengan bahasa yang baik dan benar.

    Perintah itu dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Korsel, Kim Tae-young. Pekan ini dia menginstruksikan para staf untuk mengadakan kursus pelatihan berbahasa bagi para prajurit.

    Kim merasa prihatin bahwa para prajurit, terutama anak-anak muda yang tengah menjalani wajib militer, sering menggunakan kata-kata kotor atau tak enak didengar saat bercakap-cakap dengan sesama mereka.

    "Mereka sudah bukan lagi remaja," kata seorang pejabat Kementrian Pertahanan, yang dikutip harian The Korea Herald dan juga dipublikasikan oleh harian The Independent, Sabtu 7 Agustus 2010.

    "Begitu mereka dibebastugaskan di awal usia 20-an, mereka tidak bisa terus-terusan seenaknya. Itulah mengapa kami ingin melatih mereka berbahasa yang baik," lanjut pejabat yang tidak diungkapkan namanya itu.

    Namun, tidak diungkapkan lebih lanjut berapa lama kursus itu bakal berlangsung dan metode seperti apa yang akan digunakan bagi para prajurit muda tersebut.

    Di Korsel, semua laki-laki harus menjalani wajib militer selama 24 bulan. Program ini begitu penting bagi pemerintah Korsel mengingat mereka masih dalam status perang dengan negara tetangga, Korea Utara. Kedua Korea sempat berperang selama 1950 hingga 1953, namun hanya dihentikan oleh gencatan senjata yang disponsori PBB, bukan melalui perjanjian damai.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Prajurit Korsel Dilarang Omong Jorok

    TNI Mendukung Geliat Ekonomi Morotai


    Percobaan pesawat Hercules milik TNI AU mendarat di Lanud Pitu, Morotai, lepas maghrib, Selasa (3/8), menunjukkan bahwa bandara itu siap untuk aktivitas ekonomi yang berkesinambungan.

    Edna C Pattisina


    Waktu baru menunjukkan pukul 18.42 WIT. Seluruh badan pesawat Hercules tipe Cargo-130 B bernomor sayap A 1313 bergetar keras. Lepas dari Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Tengah, Hercules milik TNI AU kini mendarat di Pangkalan Udara Pitu, Morotai, Maluku Utara.

    Misi yang dipimpin instruktur pilot Mayor (Pnb) Kusmayadi dari Skuadron 32 ini relatif sederhana: mendarat lalu terbang malam ke dan dari Morotai di tepi Lautan Pasifik itu.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Erris Herryanto mengakui, dari segi teknis, tidak ada yang krusial dengan pendaratan malam. Namun, pendaratan ini lebih untuk menyampaikan ”pesan” bahwa pertahanan digunakan untuk mendukung ekonomi. Menurut Erris, pengembangan wilayah perbatasan menjadi prioritas dari konsep pertahanan untuk ekonomi itu.

    Dari segi ekonomi, potensi Morotai memang lebih banyak dimanfaatkan negara-negara tetangga daripada warga Morotai. Padahal, menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Morotai Ismail, potensi perikanan mencapai 61.167 ton per tahun. ”Itu baru bisa diambil maksimal 20 persen,” kata dia.

    Bagaimana bisa maksimal jika nelayan Indonesia dengan perahu kecil sejenis ketinting dan sampan berdaya jelajah 3-4 mil itu harus berhadapan dengan kapal ikan besar milik nelayan Filipina, Taiwan, Thailand, dan China yang bisa membawa 20 ton-50 ton sekali angkut. Mereka tidak hanya hadir di laut lepas, tetapi sampai masuk ke batas teritorial 12 mil. Tidak heran kalau cuaca buruk, ada kapal-kapal yang merapat. TNI Angkatan Laut hanya punya pos dengan perahu karet, sementara kepolisian tidak ada sama sekali. ”Kapal-kapal dari luar negeri itu banyak yang bawa senapan, seperti M16,” ujar Komisaris Polisi Ramli, perwira penghubung di Morotai.

    Padahal, selain ikan kerapu hitam yang mahal, laut seputar Morotai penuh dengan cakalang dan tuna yang berat per ekornya rata-rata 150 kilogram. Ini belum termasuk mutiaranya. Namun, di tengah lumbung ”emas” itu, para nelayan hanya menangkap untuk keperluan rumah tangga dan dijual di desa saja karena tidak ada pabrik es. Fasilitas ruang pendingin pun hancur gara-gara kerusuhan beberapa waktu silam.

    Morotai memang ibarat mutiara yang dibiarkan terbenam di lumpur. Dari segi pertahanan pun, pulau di bibir Samudra Pasifik ini terhitung sangat strategis. Tidak heran, di pulau inilah di bawah komando Panglima Divisi VII AS Jenderal Douglas MacArthur, pada masa Perang Dunia Ke-2, menggalang kekuatan untuk menggempur Jepang. Ada tujuh landasan pacu yang selama beberapa bulan ini menerima pendaratan 63 batalion sejak 15 September 1944.

    Saat ini, dari tujuh landasan pacu itu, sudah ada dua yang diperbaiki TNI AU. Dari 3.000 meter panjang landasan, yang telah diperbaiki sepanjang 2.400 meter dengan lebar 30 meter. Komandan Pangkalan Udara Pitu Mayor (Lek) Sadewo menjelaskan, ada pesawat sipil dari Express Air dan Merpati yang kadang-kadang mendarat. ”Tapi, tidak ada jadwalnya,” kata Sadewo.

    Erris mengakui, kepentingan militer menjadi alasan nomor dua setelah kepentingan ekonomi. Hal itu tentunya masih berhubungan dengan semakin memanasnya Laut China Selatan saat China semakin mengintensifkan kekuatan AL-nya,

    Bupati Pulau Morotai Sukemi Sahab berterima kasih atas uji coba penerbangan malam itu. Ia berharap, hal itu bisa menunjukkan bahwa Morotai memiliki infrastruktur untuk ekspor hasil laut langsung ke luar negeri.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> TNI Mendukung Geliat Ekonomi Morotai

    Friday, August 6, 2010 | 9:48 PM | 0 Comments

    Lazuardi dan Obsesi Sejarah Bahari


    Maria Serenade Sinurat

    Lazuardi Adha Mahendra, pemuda asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ini memulai proyek idealisnya untuk mendokumentasikan sejarah kapal perang Republik Indonesia. Ia, antara lain, membuat miniatur Pasopati 401 disertai keterangan sejarah pembuatan, spesifikasi mesin, dan jejak operasionalnya di lautan Indonesia.

    Langkah yang dipilih Mahendra relatif sederhana. Ia membuat miniatur kapal selam KRI Pasopati 401 itu dari bahan plastik. Kapal yang aslinya buatan Vladivostok, Rusia, berukuran panjang 76,6 meter dan lebar 6,3 meter itu dibuatnya menjadi miniatur berukuran 20 sentimeter x 2 sentimeter (cm).

    Mengikuti bentuk aslinya, lambung kapal dipulas warna hitam, sedangkan bagian geladak mulai dari haluan hingga buritan diwarnai hijau toska. Di bengkel kerjanya di Sidoarjo, miniatur Pasopati 401 itu tampak sudah dikemas rapi dalam kotak plastik.
    Setiap kemasan disertai dengan keterangan sejarah pembuatan, spesifikasi mesin, dan jejak-jejak operasional kapal tersebut. Selain Pasopati 401, miniatur KRI Ajak Fast Patrol Boat 57 yang masuk jenis kapal cepat torpedo berbahan resin juga sedang dia kerjakan.

    ”Setiap bulan saya akan mengeluarkan jenis KRI yang berbeda, sampai semua kapal Indonesia ada miniaturnya,” ujar Lazuardi.

    Mengusung merek dagang Ruci, dia siap melepas Pasopati 401 ke pasar dengan harga sekitar Rp 200.000 per unit. Kapal ini dipilih sebagai produk pertama karena inilah cinta pertamanya kepada sejarah kelautan Nusantara.

    Saat masih kecil, Lazuardi mengagumi kapal yang diabadikan sebagai Monumen Kapal Selam (Monkasel) di jantung Kota Surabaya. Ketika kuliah pada jurusan Teknik Sipil Institut Teknik Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, ia melampiaskan kesukaannya pada dunia bahari dengan menyelam.

    Lazuardi adalah bagian dari generasi yang percaya, kecintaan kepada sesuatu bisa diubah menjadi hasrat untuk berproduksi. ”Saya terpesona kepada lautan dan sejarah kelautan kita. Mengapa saya tidak bisa membuat sesuatu yang menghasilkan dari hal itu,” ujar bungsu dari tiga bersaudara ini.

    Maka, lahirlah Ruci yang memproduksi mainan edukatif. Dia percaya, mainan pun bisa menularkan pengetahuan. Dia mencontohkan kemunculan komik Jepang, Kapten Tsubasa, buatan Yoichi Takahashi yang berkisah tentang tim sepak bola anak-anak.
    Komik yang muncul pada 1981 itu berhasil ”menyetrum” generasi muda Jepang mencintai sepak bola. Dua puluh tahun kemudian, Jepang adalah salah satu kekuatan sepak bola Asia. ”Saya ingin anak muda Indonesia kembali ke laut dan berani mengeksplorasi kekayaan laut kita,” ujarnya bersemangat.

    Semangat itu pula yang membuat dia membuka situs rucitoys.blogspot.com. Situs ini tidak melulu berisi promosi produk. Di sini Lazuardi juga menulis tentang isu-isu kelautan. Bahkan, dalam sebuah posting-nya, dia menuliskan tentang lagu ”Beramai-ramai ke Laut” ciptaan Saridjah Niung atau lebih dikenal sebagai Ibu Soed.
    Lirik lagu yang berbunyi ”... nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudera... ” seakan menjadi pengingat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia tangguh di lautan.
    ”Sekarang ini, siapa anak muda yang masih ke laut? Hasil laut kita dirampok (bangsa lain) saja, kita diam,” ucapnya.

    Riset

    Melalui Ruci, Lazuardi berniat membuat tiga kategori kapal, yakni kapal perang modern Indonesia, kapal perang kemerdekaan Indonesia, dan kapal Nusantara. Untuk mewujudkan semua keinginannya itu ternyata bukan perkara mudah karena referensi literatur tentang sejarah kelautan Indonesia sulit dicari.

    Bersandar pada informasi di internet saja tak mungkin karena Lazuardi juga berniat membeberkan fakta sejarah kapal-kapal perang itu. Dia harus melakukan riset agar bisa menyertakan pula semua informasi mengenai setiap miniatur kapal perang tersebut.
    Proyek inilah yang ternyata membuat Lazuardi bisa menjalin relasi dengan Dinas Kelautan dan TNI Angkatan Laut. Mereka banyak membantu dia mencarikan sumber-sumber tertulisnya.
    ”Saya ikut belajar tentang sejarah kapal Indonesia dan jadi semakin bersemangat,” ungkapnya.

    Dari para kenalan barunya pula, tercetus ide untuk membantu TNI AL membuat museum kapal laut Indonesia. Lazuardi bermimpi, suatu saat akan ada diorama yang bercerita tentang kisah-kisah kapal laut yang ikut menjaga keutuhan wilayah Republik Indonesia.
    Dari serat gelas
    Merek Ruci yang berlogo seorang anak dengan sampan di sampingnya itu menjadi awal bagi Lazuardi untuk mewujudkan impiannya. Dia membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun untuk mewujudkannya.

    Lazuardi, yang sebelumnya sempat mencoba berjualan bakso, awalnya lebih dikenal karena produk miniatur kapal laut buatannya yang berbahan serat gelas (fiberglass). Pada 2002, dia mulai memproduksi kapal laut berbahan serat gelas dengan bendera Miniaturindo.
    Perusahaannya lebih banyak menerima pesanan pembuatan miniatur kapal dari berbagai perusahaan di luar negeri. Beberapa produk miniatur kapal yang pernah dibuatnya adalah kapal tanker pesanan perusahaan di Iran dan kapal pengeboran minyak lepas pantai permintaan perusahaan di Norwegia.
    Sampai kini sekitar 300 miniatur kapal untuk pemesan dari Amerika Serikat, Jerman, dan China telah dibuatnya. Satu miniatur kapal pesanan dengan ukuran panjang 60 cm dijual seharga Rp 4 juta-Rp 4,5 juta.
    Miniatur kapal termahal yang dibuatnya adalah pesanan dari Norwegia seharga Rp 25 juta per unit. Nama Miniaturindo pun dikenal luas, apalagi setelah dia juga beriklan di Alibaba.com.

    Bagi Lazuardi, membuat miniatur kapal untuk pesanan saja tak cukup. Mimpi utamanya adalah membuat miniatur kapal Indonesia. Keuntungan yang dia peroleh dari Miniaturindo lalu diinvestasikan untuk memulai Ruci, anak perusahaan Miniaturindo.
    ”Lewat Miniaturindo akhirnya saya bisa mewujudkan idealisme saya di Ruci,” katanya.
    Meski telah menjadi wirausahawan sukses, Lazuardi tetap lebih memilih mempekerjakan pemuda lulusan SMKN Perkapalan Sidoarjo. Alasannya, agar mereka bisa menerapkan ilmunya.

    Bahkan, karena ingin melibatkan warga Sidoarjo, tempatnya dibesarkan, untuk tahap pengemasan miniatur kapal pun ia melibatkan siswa dari sekolah luar biasa.
    Lazuardi telah menunjukkan bahwa masa depannya terinspirasi dari laut. Dia sungguh-sungguh meyakini semboyan, ”Di Laut Kita Jaya” pada Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Lazuardi dan Obsesi Sejarah Bahari

    Korsel Teruskan Latihan


    Seorang anggota kru Angkatan Laut Korea Selatan untuk kapal berlandasan panjang, Dokdo, memberikan aba-aba pada sebuah helikopter jenis UH-60 saat berlangsung latihan militer di Laut Kuning, Korea Selatan, Kamis (5/8). Korea menggelar latihan tempur anti-kapal selam terbesar, termasuk penggunaan peluru sungguhan, di perbatasan Korea Utara meskipun pihak Korea Utara mengancam tak akan menoleransi tindakan provokasi di Laut Kuning.


    SEOUL, Kamis - Saat Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan penghapusan senjata nuklir demi perdamaian dunia pada peringatan 65 tahun jatuhnya bom atom di Nagasaki, Jepang, Kamis (5/8). Korea Selatan memulai latihan perang anti-kapal selam terbesar dalam sejarahnya di Laut Kuning. Perdamaian terasa makin jauh.
    Sebanyak 4.500 personel militer Korea Selatan terlibat dalam latihan perang yang akan berlangsung lima hari ke depan. Latihan dimulai dengan pelepasan serentetan tembakan artileri dan pelepasan perangkat sonar ke dalam laut dalam sebuah skenario perburuan kapal selam.

    Sedikitnya 29 kapal, termasuk tiga kapal selam dan satu kapal perusak, ditambah 50 pesawat, termasuk jet-jet pemburu dan helikopter tempur, mendukung latihan yang diprotes keras oleh Korea Utara itu.
    ”Ini adalah latihan perang anti-kapal selam terbesar dalam sejarah militer kami dengan melibatkan Angkatan Darat, Laut, Udara, dan Marinir,” ungkap juru bicara Kepala Staf Gabungan militer Korsel.

    Menurut juru bicara itu, pasukan Marinir akan ditempatkan di pulau-pulau dekat perbatasan laut yang disengketakan pihak Korut. Mereka akan menembakkan artileri berisi amunisi hidup, tetapi tembakan tak akan diarahkan ke utara.

    ”Kami tak akan menembak ke arah perbatasan meski pihak Utara kadang-kadang melakukan itu untuk memprovokasi kami,” tutur dia sambil menambahkan, ini adalah sebuah latihan pertahanan untuk mencegah serangan dari laut.

    Latihan perang anti-kapal selam ini merupakan rangkaian reaksi Korsel atas insiden tenggelamnya kapal korvet Cheonan yang menewaskan 46 pelautnya di Laut Kuning, Maret lalu. Kapal tersebut diduga ditorpedo oleh kapal selam Korut meski pihak Pyongyang membantah keras.
    Hanya delapan hari lalu, Korsel juga menggelar latihan laut bersama AS di Laut Jepang sebagai unjuk kekuatan untuk memperingatkan Korut. Pyongyang sempat mengancam akan membalas latihan itu dengan serangan nuklir, tetapi tak terjadi apa pun hingga latihan usai.

    Pihak Korut menganggap latihan perang Korsel ini sebagai sebuah provokasi militer yang akan mengobarkan lagi perang di Semenanjung Korea.

    ”Jika mereka berani menyulut perang, kami akan menghancurkan mereka tanpa ampun,” seru Komite Reunifikasi Damai Ibu Pertiwi dari Pyongyang melalui kantor berita Korut, KCNA.

    Namun, hingga Kamis siang, pihak Kepala Staf Gabungan Korsel melaporkan tidak ada pergerakan signifikan pasukan Korut.

    Rudal baru

    Illustrasi

    Bersamaan dengan dimulainya latihan perang laut Korsel ini, China juga sedang menyelesaikan latihan perang udara yang dimulai sejak Selasa. China adalah sekutu terdekat Korut dan agresivitas militernya akhir-akhir ini membuat AS dan negara-negara sekutunya di Asia mulai resah.

    Kecemasan AS makin besar dengan santernya kabar China sudah memasuki tahap akhir pengembangan rudal penghancur kapal induk Dong Feng DF-21D. Rudal balistik jarak menengah berhulu ledak konvensional yang mampu melesat dengan kecepatan Mach 10 itu mampu menghancurkan kapal induk sekelas USS George Washington pada jarak 1.900 kilometer.

    ”(Dengan rudal itu) China bisa menyerang armada AS sebelum kapal-kapal AS berada cukup dekat dengan daratan untuk menyerang balik,” ungkap Profesor Toshi Yoshihara dari US Naval War College kepada Associated Press.

    Jika itu benar, China akan membalik perimbangan kekuatan militer di Asia Timur atau bahkan dunia. Selama ini, kekuatan militer Amerika tidak terkalahkan karena didukung armada angkatan laut berbasis kapal induk.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Korsel Teruskan Latihan

    Buat Peraturan soal Laut China Selatan

    Asean (Foto: BULGARIA)
    MANILA, KOMPAS.com - ASEAN ingin membuat satu peraturan resmi menyangkut Laut China Selatan untuk menghindari ketegangan di wilayah-wilayah yang disengketakan, kata seorang diplomat senior Filipina, Jumat (6/8/2010).

    Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam, Filipina, China, dan Taiwan semuanya mengklaim wilayah di Laut China Selatan itu. Semuanya kecuali Brunei menggelar militer di daerah itu, dan klaim-klaim perbatasan telah memicu bentrokan angkatan laut yang menimbulkan korban jiwa.

    "Kita harus mulai membicarakan tentang ketentuan-ketntuan dari satu peraturan regional dan ini untuk menjamin Laut China Selatan tetap satu tempat yang damai dan stabil di mana kapal-kapal dapat lewat dengan aman," kata Erlinda Basilio, wakil menlu urusan kebijakan dalam satu forum media.

    Negara-negara Asia Tenggara menjadi cemas akibat sikap agresif China yang meningkat menyangkut sengketa-sengketa yang ruwet itu.

    Pekan lalu, angkatan laut China melakukan pelatihan di perairan selatan yang disegketakan saat ketegangan dengan Washington menyangkut keamanan di semenjung Korea dan di Laut China Selatan.

    Pada 2002, China dan ASEAN menandatangani satu pernyataan untuk menghentikan kegiatan-kegiatan militer dan memajukan kerja sama mengenai sains, lingkungan dan proyek-proyek nonmiliter untuk meredakan ketegangan setelah China dan Vietnam terlibat baku tembak angkatan laut akhir tahun 1980-an.

    Basilio mengatakan ASEAN akan mengusulkan satu peraturan yang resmi dan mengikat di Laut China Selatan dalam pertemuannya dengan China mendatang. ASEAN beranggotakan Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. "Kita hanya menginginkan stabilitas dan satu lingkungan yang damai, tidak hanya di sana tetapi di seluruh kawasan itu," katanya.

    Ia mengatakan sengketa-sengketa selalu dibicarakan dalam pertemuan-pertemuan keamanan d Forum Regional ASEAN (ARF), di mana negara-negara di luar kawasan itu, seperti Amerika Serikat, Rusia, India, Australia dan Jepang bergabung bersama ASEAN dan China. "Banyak peserta di ARF adalah negara-negara dagang dan karena itu adalah penting bagi mereka untuk memiliki akses tanpa hambatan ke perairan di Laut China Selatan," katanya.

    Pada hari Rabu, Rudy Lupton, komandan kapal pemimpin Armada VII Angkatan Laut Amerika Serikat, mendesak China bertindak secara bertanggung jawab di daerah-daerah sengketa di Laut China Selatan untuk menghindari masalah-masalah politik dan keamanan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Buat Peraturan soal Laut China Selatan

    Klarifikasi INDOBATT masalah baku tembak perbatasan Lebanon - Israel

    PUSPEN (6/8),- Prajurit Satgas Yon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indobatt) dengan sigap bertindak profesional dan imparsial dalam mengemban tugas serta tanggung jawabnya selaku Peacekeeper saat terjadi ketegangan antara IDF (Israeli Defence Forces) dan LAF (Lebanese Armed Forces) di salah satu Observation Post (OP) di daerah Al-Adaisse yang terkenal dengan sebutan ”Panorama Point” dan masih dalam Area of Responsibility (AOR) Indobatt di Lebanon Selatan, Selasa (3/8).

    Menurut Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/Indobatt), Letkol Inf Andi Perdana Kahar, tindakan menengahi yang sangat berani dilakukan oleh prajurit TNI berawal dari rencana kegiatan pemotongan batang pohon cemara yang tumbang dan mengenai pagar/Technical Fence oleh pihak IDF (Israeli Defence Forces). Kegiatan IDF ini tidak disetujui LAF (Lebanese Armed Forces) dan mendapat tentangan, karena menurut LAF pohon tersebut berada di wilayah negaranya. Walaupun kegiatan ini telah dipantau dan mendapatkan ijin dari UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) selaku pemegang mandat pemelihara perdamaian di wilayah Lebanon Selatan, namun pada kenyataannya kegiatan IDF di lapangan ini mendapatkan tentangan yang sangat keras dari LAF serta memicu ketegangan antara kedua belah pihak.

    Lebih lanjut Komandan Indobatt menyatakan, sebagai pasukan penjaga perdamaian, Kompi A Indobatt telah melakukan segala upaya prosedural se-maksimal mungkin untuk meredakan situasi. Upaya negosiasi kedua pihak di lapangan yang dimediasi oleh Indobatt dan Liaison Officer (LO) dari markas UNIFIL, telah dilakukan selama kurang lebih 4 (empat) jam. Demi meredakan ketegangan yang terjadi, Danki A Indobatt Kapten Inf Fardin Wardhana mengambil resiko meloncati pagar pengaman jalan, kemudian turun mendekat ke area Blue-Line yang belum sepenuhnya bersih oleh ranjau (UXO), dengan mengibar-ngibarkan bendera PBB dan berdiri di tengah-tengah kedua belah pihak yang sedang berhadap-hadapan dengan bersenjata lengkap (pointing). Bukan hanya itu saja, anggota Tim Kompi A Indobatt yang saat itu berjaga-jaga di Observation Post (OP) tersebut, seluruhnya membantu dengan mengibarkan bendera sambil mengangkat tangan serta meminta kepada kedua pihak agar dapat menahan diri dan dapat mencari kata sepakat mengenai pemotongan pohon cemara tersebut.

    Menurut keterangan yang diperoleh dari saksi mata Lettu Inf Arief Widyanto, selaku Perwira Force Protection Indobatt yang saat itu berada di tempat kejadian, dijelaskan bahwa situasi menjadi makin menegangkan dan sangat tidak terkendali saat salah satu pihak melepaskan tembakan. Tembakan tersebut selanjutnya memicu terjadinya kontak tembak antara IDF dan LAF. Sesuai prosedur, prajurit Indobatt melakukan tindakan taktis mencari tempat perlindungan di sekitar lokasi kejadian saat terjadi baku tembak antara LAF dan IDF. Sesuai dengan perintah Komando, prajurit Indobatt kemudian melaksanakan pengunduran diri mencari posisi berlindung yang aman dan menunggu perintah lebih lanjut. Baku tembak ini melibatkan dua pesawat Heli Apache dan 3 (tiga) Tank ”Markava” IDF, yang melepaskan tembakan ke arah kedudukan pasukan LAF.

    Situasi pertempuran yang makin hebat dan membahayakan personel Unifil dalam hal ini Indobatt, memaksa Markas Komando Sektor Timur Unifil mengambil keputusan dan memerintahkan Komandan Indobatt untuk menarik personel Indobatt yang berada di lokasi kontak tembak ke posisi yang lebih aman sambil tetap memonitor keadaan. Dalam proses penarikan pasukan tersebut, personel Kompi A Indobatt terpecah menjadi dua kelompok yang terpisah satu sama lain karena gencarnya tembakan yang dikeluarkan oleh kedua pihak dalam pertempuran tersebut. Satu kelompok ke arah Al-Adaisse dan kelompok yang lain ke arah Kafer Kela. Dari hasil pengecekan personel, didapati masih ada dua personel yang belum diketahui keberadaannya dan putus kontak dengan induk pasukan.

    Selama satu jam lebih, keberadaan dua prajurit tersebut ternyata masih berada di lokasi peristiwa kontak senjata. Kedua prajurit Indobatt ini, terjebak dalam kontak senjata kedua belah pihak dan hanya bisa berlindung di balik bangunan tanpa dapat malakukan pengunduran dari daerah pertempuran. Setelah kontak tembak sedikit mereda Kopda Zulkarnain dan Praka Oksa berusaha mencari pasukan kawan ke arah Kafer Kela yang merupakan Area of Responsibility (AoR) Spain Battalion. Kedua prajurit ini tidak bertemu dengan satupun anggota Peacekeeper yang diharapkan berada di pos pengamatan Spainbatt, karena telah ditarik mundur oleh Komando Atas.

    Dari keterangan kedua prajurit tersebut, mereka memutuskan untuk menuju ke arah Fatima Gate, persimpangan jalan dimana terdapat OP (Observation Post) Spainbatt lainnya. Sama seperti kejadian pada pos sebelumnya, mereka tidak menemukan satupun anggota UN yang siaga di tempat tersebut. Dalam keadaan putus hubungan komunikasi dengan pasukan induk serta tanpa mengetahui situasi terakhir, mereka menerima bantuan salah satu masyarakat Lebanon yang bersedia mengantarkannya ke markas Indobatt UN Posn 7-1 desa Adshit Al-Qusayr yang berjarak 15 Km dari Fatima-Gate.

    Dari peristiwa kontak tembak antara LAF dan IDF telah jatuh korban dari kedua belah pihak. Dari pihak Lebanon, tiga anggota LAF dan satu orang jurnalis AL-Akhbar Lebanese tewas di tempat. Sedangkan dari pihak IDF, dua orang Perwiranya menjadi korban dan meninggal dunia. Untuk pihak Indobatt sendiri, tidak ada kerugian personel maupun material. Hal ini dikarenakan kesigapan prajurit Indobatt dalam melaksanakan tindakan pengunduran pasukan sesuai dengan STIR (Standardize Tactical Incident Reaction) yang dilakukan berdasarkan perintah Komando Atas dalam hal ini oleh Sektor Timur UNIFIL.

    Sumber: TNI
    Readmore --> Klarifikasi INDOBATT masalah baku tembak perbatasan Lebanon - Israel

    Komisi I Kesal Diperlihatkan Toilet Legislatif Kuching

    Komisi I Kesal Diperlihatkan Toilet Legislatif Kuching

    Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI, Paskalis Kossay, yang tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) bersama beberapa rekannya di perbatasan RI-Malaysia, merasa kesal oleh sikap Ketua Legislatif setempat yang membawa mereka melihat toilet.

    "Saya sangat kesal dengan sikap Ketua Legislatif Kuching, karena rombongan kami diajak melihat toiletnya, bukannya menerima kami berdialog seputar masalah-masalah perbatasan kedua negara," katanya melalui hubungan telefon dari Kuching, Kamis.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Paskalis Kossay dan 10 rekannya tengah meninjau alur dan pos-pos perbatasan darat antara Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dengan kawasan Sarawak (Malaysia Timur).

    Selain masalah perbaikan infrastruktur jalan darat di kawasan perbatasan yang mayoritas tidak memadai, para anggota Komisi I DPR RI juga bermaksud menampung aspirasi warga terkait peningkatan kesejahteraaannya, juga pembenahan fasilitas pos-pos militer sekaligus perbaikan renumerasi prajurit TNI.

    "Juga tentunya untuk memantau langsung bagaimana upaya otoritas di kedua wilayah perbatasan menangani berbagai kejahatan lintas batas, termasuk kemungkinan arus teroris, perdagangan senjata ilegal, perdagangan obat bius, kejahatan `trafficking` dan sebagainya," ujar Paskalis Kossay.

    Tetapi, ia dan kawan-kawan benar-benar dibuat kaget, karena ketika berkesempatan melintas ke Kuching, mereka diterima di kantor Dewan lokal setempat.

    "Di sinilah terjadi sikap yang kurang senonoh dari Ketua Legislatif Kuching. Dia bawa pimpinan rombongan kami melihat toiletnya. Entah ini sengaja atau bagaimana, tetapi yang pasti hal itu terkesan kurang sopan. Saya bisa menilai, inilah upaya mereka (Malaysia) untuk terus merendahkan martabat bangsa Indonesia yang berdaulat. Ini sungguh perbuatan tidak etis," ujar mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Papua dari Fraksi Partai Golkar ini.

    Bagi dia, situasi ini semakin menambah panjang daftar upaya pelecehan pihak pejabat Malaysia melalui ekspresi sikap-sikap yang mencederai persahabatan kedua negara berbatasan.

    "Saya tidak tersinggung. Hanya kesal. Boleh-boleh saja bangsa kami dikritik demi perbaikan, tapi jangan dengan cara-cara yang tidak sopan seperti itu. Kami bangsa Indonesia dari Tanah Papua juga tahu sopan santun berhubungan dengan siapa saja kan," kata Paskalis Kossay dalam nada tinggi.

    Sumber: YAHOO
    Readmore --> Komisi I Kesal Diperlihatkan Toilet Legislatif Kuching

    Karya Peneliti ITS Tak Tergarap Optimal

    ilustrasi Karya ITS kapal trimaran Bersirip(Foto: Alutsista)

    SURABAYA – Pekerjaan besar menunggu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Dari 60 karya yang sudah dipatenkan, baru sebagian kecil saja karya yang bisa diproduksi massal dan berguna bagi masyarakat.

    Ketua Pusat Bisnis dan Teknologi dan Industri Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) ITS Nyoman Pujawan mengakui banyak karya ITS yang telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), namun kini belum diproduksi secara massal. Hal itu terjadi karena peneliti tidak memiliki kemampuan memasarkan. Selain itu, butuh biaya yang tidak sedikit untuk memproduksi massal.

    ”Kami kan tidak punya unit usaha. Kemudian, waktu dan tenaga untuk pemasaran juga tidak ada. Ini yang membuat banyak hasil penelitian kami ”diam” di kampus saja,” ungkap Nyoman di sela-sela acara Forum Peneliti Industri di Ruang Rektorat ITS, Kamis 5 Agustus.

    Pria asal Bali ini menambahkan, keberadaan peneliti industri di ITS sebenarnya bertujuan untuk mempertemukan antara teori dan hasil-hasil kajian kampus dengan pelaku industri. Setidaknya, ada lebih dari 20 pelaku industri dalam kegiatan yang baru pertama kali digelar kampus yang berada kawasan Surabaya Timur ini. Diharapkan, dari pertemuan ini ada pelaku industri yang tertarik untuk memproduksi hasil karya dari para peneliti ITS.

    Sedikitnya ada sembilan karya dari ITS yang ditawarkan pada pelaku industri. Karya itu antara lain kapal trimaran, filter air, sepeda fleksibel, dan diagnosis penyakit. ”Nah, kami punya alat dan orang lain yang memproduksi,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Unit HAKI LPPM ITS Didik Prasetyoko memaparkan, tahun ini ITS menargetkan tujuh karya dari peneliti ITS terdaftar di HAKI. Namun, sejauh ini baru empat karya yang mengantongi hak paten. ”Saat ini sudah ada tujuh karya yang tersertifikasi,” tuturnya.

    Salah satu jenis karya yang dipatenkan adalah Kapal Trimaran Bersirip. Kapal ini menggunakan alat disebut sirip yang dipasangkan pada bagian depan dari haluan kapal jenis trimaran. Fungsi sirip ini untuk membuat gaya angkat sehingga dengan sendirinya, badan kapal bagian depan akan terangkat ke atas. Ini terjadi apabila kapal tersebut diberi gaya dorong pada kecepatan tertentu. Dengan terangkatnya kapal ini, tahanan akan semakin kecil. Dampaknya, dengan kecepatan tertentu akan ditempuh jarak yang lebih jauh dibandingkan kapal yang tidak terangkat. Karya Paulus Indiyono, Jurusan Teknik Kelautan Fakultas Teknologi Kelautan ITS ini mengantongi hak paten sejak Desember 2006 dengan nomor paten: P00200700040.

    Sumber:OKEZONE
    Readmore --> Karya Peneliti ITS Tak Tergarap Optimal

    Tindakan Anggota TNI di Lebanon Sesuai Prosedur


    JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya menilai, tindakan dua tentara Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) menghindari baku tembak antara Lebanon dan Israel, sudah tepat.
    Dia mengatakan, sebagai pasukan penjaga perdamaian, prajurit TNI yang dikirim ke daerah konflik tidak dapat ikut dalam konfrontasi antara dua belah pihak yang bertikai di kawasan tersebut.

    “Sudah sangat jelas tugas Kontingen Garuda di daerah tersebut, yakni mengawasi dan merazia. Sebisa mungkin melerai,” ujar Tantowi di Jakarta, Kamis 6 Agustus.

    Dia pun menyesalkan pemberitaan media Lebanon yang menyudutkan prajurit TNI dengan mengatakan bahwa dua prajurit tersebut kabur.

    “Saya tidak setuju dengan pemberitaan itu dan tidak bisa menerima jika konfrontasi tersebut karena kelemahan prajurit kita,” tegasnya.

    Menurut Tantowi, kedua prajurit tersebut tentu sudah bertindak sesuai prosedur standar yang telah ditetapkan PBB.

    “Yang dikirim ke sana pasti prajurit (TNI) terbaik yang kita punya. Dan apa yang mereka jalankan harusnya sesuai dengan kebijakan komandan mereka di lapangan. Pihak Lebanon seharusnya berterima kasih kepada Indonesia yang sudah terlibat dalam peace keeping operation di sana,” tandas Tantowi.

    Baku tembak antara tentara Lebanon dan Israel terjadi Selasa 3 Agustus. Hezbollah mengklaim, tentara Israel menyeberangi perbatasan dan menyerang Lebanon. Namun, Israel membantah keterangan Hezbollah. Di wilayah perbatasan diperkirakan ada 13.000 pasukan UNIFIL dari berbagai negara yang bertugas di sana. Pasukan UNIFIL sudah ada di wilayah itu sejak 1978. Mantan komandan UNIFIL memahami situasi sulit yang dihadapi pasukan perdamaian PBB, seperti yang menimpa prajurit Indonesia.

    “Persoalannya, dalam kasus seperti ini, kalau kita mengintervensi untuk melindungi IDF, misalnya, UNIFIL akan dituduh melindungi Israel oleh Hezbollah atau masyarakat dan bekerja sama dengan musuh,” ujar Mayor Jenderal Alain Pellegrini, komandan pasukan UNIFIL pada 2004-2007.

    “Di sisi lain, kalau kami melakukan hal yang sama untuk melindungi Lebanon, Israel akan menuding UNIFIL bekerja sama dengan Hezbollah,” ujarnya.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Tindakan Anggota TNI di Lebanon Sesuai Prosedur

    Israel Kritik Dukungan TNI pada Libanon


    Yerusalem - Pejabat-pejabat pemerintah Israel mengkritik pasukan perdamaian di Libanon (UNIFIL) menyusul pertempuran di perbatasan Israel dan Libanon pada Selasa, 3 Agustus lalu. Israel menyerukan agar UNIFIL lebih agresif.

    Media Israel, The Jerusalem Post memberitakan, kritikan terhadap UNIFIL berawal dari gambar-gambar pada Selasa yang memperlihatkan pasukan UNIFIL, dalam hal ini pasukan Indonesia, berdiri di samping tentara-tentara Libanon, yang bukannya berupaya menghentikan pertempuran, malah menyerukan Israel untuk menghentikan penebangan pohon. Padahal Israel telah memberitahu UNIFIL soal penebangan pohon tersebut enam jam sebelumnya.

    Para pejabat diplomatik Israel malah menyalahkan pasukan TNI yang tergabung dalam UNIFIL dan mengkhawatirkan dukungan TNI pada Libanon.

    Menurut sumber diplomatik, seperti dilansir media Israel, The Jerusalem Post, Jumat (6/8/2010), Israel prihatin akan "simpati Indonesia pada pihak lain."

    Seperti diberitakan sebelumnya, kontak senjata antara pasukan Israel dan Libanon pada 3 Agustus lalu bermula dari penebangan pohon di perbatasan kedua negara yang dilakukan pasukan Israel.

    Namun UNIFIL menyatakan, pohon-pohon yang ditebang pasukan Israel berlokasi di sebelah selatan Garis Biru di wilayah Israel. Dengan kata lain, penebangan itu sah dilakukan karena berada di wilayah Israel.

    Atas pernyataan UNIFIL tersebut, Departemen Luar Negeri AS menyebut penembakan yang dilakukan tentara Libanon terhadap pasukan Israel tak bisa dibenarkan.

    "PBB telah menyatakan bahwa pohon-pohon yang ditebang oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berada di pihak Israel pada garis yang memisahkan Israel dan Libanon," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS P.J. Crowley.

    "Penembakan oleh Pasukan Bersenjata Libanon sangat tak bisa dibenarkan dan tidak beralasan," tandasnya.

    Lima orang diberitakan tewas dalam pertempuran antara pasukan Israel dan Libanon pada 3 Agustus lalu.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Israel Kritik Dukungan TNI pada Libanon

    DPR Apresiasi Semangat Pasukan TNI di Libanon

    Jakarta - DPR mengapresiasi semangat pasukan TNI dalam misi perdamaian di Libanon. DPR menilai dua prajurit TNI yang dianggap lari oleh media di Libanon layak diberi penghargaan karena sebenarnya mereka tidak lari, tetapi menuruti perintah dan menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian.

    "Kami bangga terhadap tentara kita yang bertugas ke Libanon. Mereka sudah melakukan langkah sesuai prosedur dan layak kita apresiasi," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso kepada detikcom, Kamis (5/8/2010).

    Priyo mengaku kecewa karena sejumlah media massa di Libanon terkesan menyudutkan tentara Indonesia. Padahal UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang mengkoordinir pasukan perdamaian mengakui pasukan Indonesia ada dalam posisi sulit.

    "Dua personel pasukan kita itu sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan pertikaian disana. Saya minta media massa di Libanon berhenti menyudutkan tentara kita," kecam Priyo.

    Priyo pun berharap kedua pasukan TNI ini diberi penghargaan. " Kalau mereka pulang ke tanah air harus diberi medali penghargaan," ujarnya.

    Sebelumnya, media-media Libanon mengecam tentara Indonesia karena pergi dengan taksi menyusul bentrok Israel-Libanon. UNIFIL pun memberikan pembelaan.

    Menurut UNIFIL, 2 Personel pasukan penjaga perdamaian itu dikatakan sudah berusaha sekuat tenaga menghentikan perang. Akhirnya mereka diperintahkan mundur untuk diganti dengan pasukan UNIFIL lain yang lebih besar.

    Televisi Al Manar menampilkan tayangan dua tentara Indonesia itu sampai mengalami dehidrasi karena mencoba menghentikan pertempuran. Warga setempat lalu menolong tentara Indonesia itu dengan minuman dan kendaraan tumpangan.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> DPR Apresiasi Semangat Pasukan TNI di Libanon

    DPR: Kalau Tak Dihargai, Tarik Saja TNI dari Libanon

    Jakarta - Wakil Ketua DPR bidang hubungan internasional Priyo Budi Santoso kecewa dengan sikap media massa Libanon yang terkesan melecehkan pasukan TNI. Kalau pemerintah Libanon tidak berterima kasih dengan partisipasi TNI, Priyo meminta Panglima TNI menarik pasukan TNI dari Libanon.

    "Jika mereka salah paham seperti ini lebih baik kita tarik TNI dari misi perdamaian di Libanon kita tambahkan saja yang ada di Palestina," ujar Priyo kepada detikcom, Kamis (5/8/2010).

    Priyo menyampaikan, Indonesia sudah beritikad baik mewujudkan perdamaian di Libanon. Priyo menilai sudah selayaknya pemerintah Libanon mengapresiasi niat tulus TNI.

    "Mestinya pihak terkait yakni pemerintah Libanon seharusnya berterimakasih terhadap dukungan pemerintah Indonesia selama ini," terang Priyo.

    "Lebih baik kita bantu tentara Palestina. Yang ada di Libanon kita pindahkan saja untuk membantu Palestina," tutupnya.

    Sebelumnya Media-media Libanon mengecam tentara Indonesia karena pergi dengan taksi menyusul bentrok Israel-Libanon. UNIFIL pun memberikan pembelaan.

    UNIFIL menjelaskan bahwa dua Personel pasukan penjaga perdamaian itu dikatakan sudah berusaha sekuat tenaga menghentikan perang. Akhirnya mereka diperintahkan mundur untuk diganti dengan pasukan UNIFIL lain yang lebih besar.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> DPR: Kalau Tak Dihargai, Tarik Saja TNI dari Libanon

    Kemhan Serah Terimakan Digital Radio Trunking System EADS Tetra kepada Mabes TNI



    Jakarta, DMC - Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui Direktorat Jenderal Sarana Pertahanan (Ditjen Ranahan) Kemhan yang diwakili oleh PLT Dirjen Ranahan Laksma TNI Susilo melakukan penyerahan secara simbolis Digital Radio Trunking System EADS Tetra dari Kemhan kepada Mabes TNI selaku pengguna, Rabu (4/8), di gedung Ditjen Ranahan Kemhan, Jakarta. Dalam acara serah terima dan penandatanganan settlement agreement tersebut, pihak Mabes TNI diwakili oleh Waas Komlek Panglima TNI Brigjen TNI Supriyadi dan pihak EADS Perancis (European Aeronautic Defence and Space Company) diwakili oleh Head of Representative Laurent Godin.

    Dalam sambutannya PLT Dirjen Ranahan menyampaikan harapannya agar Digital Radio Trunking System dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesiapan operasional sistem pengamanan garnisun ibukota maupun untuk mendukung kegiatan dan tugas-tugas operasional Mabes TNI lainnya.

    Selaku wakil dari Kemhan, PLT Dirjen Ranahan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan dan rekomendasinya dalam pelaksanaan instalasi, pelatihan, commisioning, dan uji fungsi dari Digital Radio Trunking System EADS Tetra.

    Dalam kesempatan yang sama Waas Komlek Panglima TNI saat membacakan amanat Askomlek Panglima TNI menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan Digital Tetra EADS didukung oleh peralatan modern yang ditempatkan di lima lokasi, telah berfungsi dengan baik serta siap operasional untuk digunakan oleh TNI khususnya Kodam Jaya dan jajarannya dalam rangka untuk mendukung pengamanan ibukota Jakarta.

    Satu hal yang patut menjadi perhatian adalah masih rendahnya kesiapan dan penguasaan prosedur operasional Tetra EADS oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengawaki peralatan tersebut. Mengingat peralatan tersebut tergolong canggih dalam pengoperasionalannya, serta komplesitas keseluruhan fitur-fitur yang ada didalamnya, maka diharapkan agar rencana penataan ulang oleh pihak EADS terhadap operator Satkomlek TNI, Hubdam Jaya, Hubrem dan Kodim tentang penggunaan sistem komunikasi data dapat dilaksanakan secepat mungkin. Sehingga penggunaan peralatan trunking EADS dan Network Management System oleh Kodam Jaya beserta jajarannya dapat berjalan dengan optimal.

    Sekilas Mengenai Teknologi Tetra

    Aplikasi monitoring pergerakan pasukan sistem komunikasi digital tetra merupakan salah satu aplikasi pada Sistem Komunikasi Digital Tetra yang merupakan teknologi komunikasi digital termodern saat ini yang akan segera digunakan oleh TNI. Aplikasi Monitoring Pergerakan Pasukan menggunakan fitur GPS yang ada pada terminal Tetra baik Handled Radio maupun Mobile Radio.

    Aplikasi ini sangat membantu komando di pusat kendali (Command Control) melakukan pengendalian pasukan di lapangan pada situasi kerusuhan atau gangguan keamanan lainnya. Setiap Radio Tetra yang digunakan oleh pasukan di lapangan memiliki identitas yang khas (ID) yang kemudian diterjemahkan pada digital map yang ada di komando dengan identitas warna tertentu sesuai fungsinya di lapangan, misalnya: warna hijau untuk pasukan pemukul, warna merah untuk agen penyusup dan warna ungu untuk penembak jitu (sniper).

    Aplikasi ini memungkinkan Komandan lapangan untuk melokalisir daerah sasaran (agen penyusup), mengetahui posisi unit penindak dan mengetahui pergerakan pasukan (auto personal tracking)

    Sumber: DMC
    Readmore --> Kemhan Serah Terimakan Digital Radio Trunking System EADS Tetra kepada Mabes TNI

    Kopassus Akan Latihan Bersama Pasukan Khusus Australia


    Jakarta (ANTARA News) - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen TNI Lodewijk Freidrich Paulus, mengatakan, pihaknya akan kembali menggelar latihan bersama dengan pasukan khusus Australia pada September 2010.

    "Latihan akan dilaksanakan di Bali, pada September 2010 setelah Hari Raya Idul Fitri," kata Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Lodewijk, menjawab ANTARA News di Jakarta, Kamis.

    Lodewijk mengemukakan, hubungan Kopassus dan pasukan khusus Australia (SAS) semakin baik dengan menggelar latihan bersama secara rutin, untuk meningkatkan kemampuan dan profesional masing-masing sebagai pasukan khusus.

    "Latihan dilakukan secara rutin, hanya tempatnya bergantian kadang di Indonesia, kadang di Australia. Tahun ini, kita akan adakan di Bali," ujarnya.

    Tentang materi yang akan dilatihkan bersama, Lodewijk mengatakan, materi latihan akan difokuskan pada pemberantasan terorisme.

    Kerjasama Kopassus- SAS sempat terhenti sejak 1999 menyusulnya terjadinya kerusuhan di Timor-Timur (kini Timor Leste) seusai jajak pendapat.

    Pemulihan kerja sama Kopassus-SAS, Australia berawal dari kunjungan Komandan SAS Australia yang kemudian diikuti kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Australia, Letjen Peter Leahy pada akhir 2002.

    Langkah pemulihan diambil Australia, pasca ledakan Bom Bali I pada Oktober 2002 yang menewaskan sebagian besar warga negara Australia yang tengah berada di Pulau Dewata.

    Selain Australia, Kopassus juga rutin mengadakan latihan bersama dengan Singapura dan Thailand. Kini Kopassus tengah merumuskan kembali latihan bersama dengan pasukan khusus Amerika Serikat (AS) yang juga sempat terhenti pada sekitar sebelas tahun silam, karena dugaan pelanggaran HAM oleh TNI di Timor-Timur.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kopassus Akan Latihan Bersama Pasukan Khusus Australia

    Thursday, August 5, 2010 | 11:20 PM | 0 Comments

    Israel Khawatir Atas Militer Lebanon

    Perbatasan Lebanon Israel(Foto: KASKUS)

    YERUSALEM - Kemampuan militer Lebanon seperti mengundang ketakutan dari pihak Israel. Militer Israel khawatir jika militer Lebanon mendapat pengaruh dari kelompok Hisbullah.

    "Ada ancaman bahaya jika militer Lebanon dipengaruhi oleh Hisbullah. Hal ini dapat dilihat jika militer mereka bertingkah seperti Hisbullah," ungkap Deputi Perdana Menteri Israel Danny Ayalon seperti dikutip Associated Press, Kamis (5/8/2010).

    "Jika Hisbullah berhasil memegang kendali dari militer Lebanon, ancaman terhadap militer kami akan jauh lebih berbahaya," imbuh Ayalon.

    Komentar ini dikeluarkan oleh Ayalon setelah sehari sebelumnya pasukan Israel terlibat baku tembak dengan militer Lebanon pada Selasa 3 Agustus. Pertempuran tersebut menyebabkan dua prajurit dan seorang jurnalis Lebanon terbunuh. Baku tembak juga mengakibatkan seorang perwira militer turut tewas.

    Pejabat Israel sendiri menepis jika Hisbullah terlibat dalam pertempuran tersebut. Mereka menyebut baku tembak tersebut sebagai insiden tertutup.

    Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menambahkan, jika baku tembak tersebut terjadi akibat provokasi, namun tidak ada indikasi jika militer Lebanon merencanakan serangan. "Insiden itu tidak direncanakan oleh pimpinan militer Lebanon di Beirut ataupun oleh Hisbullah," tandas Ehud Barak.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Israel Khawatir Atas Militer Lebanon

    AS Siap Lego Dua Kapal Perang Bekas

    ilustrasi

    KOMPAS.com — Amerika Serikat (AS) menawarkan dua kapal perang bekasnya kepada Taiwan. Kapal berbanderol total 40 juta dollar AS itu, kata pihak AS, bisa dipakai Taiwan untuk memperkuat diri andai China memperkuat basis tempurnya.

    Kapal perang itu jenisnya kapal perusak (frigate). Kelasnya, Perry.

    Kendati demikian, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Taiwan Hsia Yu-teh mengisyaratkan tidak buru-buru menerima tawaran dari AS. "Kami tengah membuat delapan kapal perusak sejak 2008. Kapal-kapal itu akan diluncurkan pada 2013," kata Yu-teh sebagaimana warta AFP pada Kamis (5/8/2010).

    Lebih lanjut, menurut Yu-teh, negaranya juga tengah mempersiapkan kapal-kapal selam konvensional untuk makin menambah kemampuan peralatan angkatan perangnya. Termasuk di sini adalah penyediaan kapal patroli bersenjata lengkap.

    Kendati demikian, upaya pembangunan armada laut itu difokuskan untuk menjaga keamanan Selat Taiwan. Apalagi, sejak Kuomintang yang pro-China berkuasa di Taiwan, Presiden Ma Ying-joeu sudah menjalin hubungan perbaikan dengan China daratan demi meningkatkan perdagangan dan pariwisata.

    Hubungan China dan Taiwan memang belumlah berjalan mulus. Soalnya, China masih menganggap Taiwan adalah salah satu dari provinsinya. Sementara Taiwan memproklamasikan diri sebagai negara sendiri sejak 1949.

    Berangkat dari situlah, kedua negara acap berlomba membenahi sistem pertahanan. China, pada 2001 hingga 2008, misalnya, sudah menambah fasilitas persenjataannya dari 300 mencapai 1.400 peluru kendali.

    Sementara itu, dengan dukungan AS, Taiwan juga sempat membenahi peralatan perangnya. Pada Januari tahun ini, AS sudah siap menawarkan paket untuk Taiwan berupa rudal-rudal Patriot, helikopter Black Hawk, dan perlengkapan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS Siap Lego Dua Kapal Perang Bekas

    Ibukota Bali Diusulkan Pindah ke Buleleng


    View Larger Map
    DENPASAR--MI: Janji Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat kampanye untuk memeratakan pembangunan ditagih masyarakat yang tergabung dalam Pasementonan Buleleng Bersatu (PBB) di sekretariatnya di Tukad Pancoran, Denpasar.

    Mereka terdiri dari aktivis, pengusaha dan mahasiswa, dan masyarakat Buleleng, Forum Alumni KMHDI, Payuguban Semeton Karangasem Buleleng. Anggota Ormas Garda Buleleng Pasek Dibia Atmaja menilai kini saatnya Pastika melakukan pemeratakan pembangunan di Bali dengan memindahkan ibukota provinsi ke Buleleng. "Dulu Pastika berjanji memeratakan pembangunan di Bali tapi hingga kini belum diwujudkan," katanya, Kamis (4/8).

    Hal senada disampaikan pengurus Banser Buleleng Ketut Artha. Ia mengatakan Pastika yang berasal dari Buleleng sudah seharusnya memajukan mantan ibukota Sunda Kecil ini. "Rugi memiliki pemimpin orang Buleleng tapi tidak memikirkan pembangunan secara adil dan merata," kata Artha.

    Menurutnya pemindahan ibukota provinsi ke Buleleng diyakini bisa menghindari kemacetan di Bali Selatan yang kian parah. Buleleng dinilai layak menjadi ibu kota karena memiliki infrastruktur dan sejarah sebagai pusat pemerintahan Sunda Kecil.

    Presiden PBB Made Bull Sunarsa mengatakan usulan memindahkan Ibu Kota Bali di Denpasar ke Buleleng karena terjadinya ketimpangan pembangunan di Bali. "Pembangunan di Bali saat ini hanya terpusat dari Bali Selatan sedangkan Bali Utara dan daerah lainnya sangat tertinggal," kata Sunarsa.

    Ia menilai pembangunan di Bali Selatan sudah sangat jenuh. Bahkan diprediksi, kondisi Denpasar dan Badung akan seperti Jakarta 10 tahun mendatang. "Saat ini, telah terjadi kemacetan luar biasa di Denpasar dan Badung. Jangan jadikan Denpasar seperti Jakarta," katanya.

    Sementara itu, Ketua Forum Alumni KMHDI Buleleng Ketut Udi Prayudi mengatakan Buleleng memiliki geografis dan infrastruktur yang sangat mendukung. Buleleng telah memiliki bandara perintis Letkol Wisnu dan lahan membangun bandara yang lebih besar dari Bandara Ngurah Rai.

    Di Buleleng juga terdapat pelabuhan seperti Pelabuhan Buleleng sebagai perdagangan, pelabuhan industri Celukan Bawang dan pelabuhan perikanan di Sangsit. "Geografis Buleleng dan insfrastruktur sangat mendukung," kata Prayudi.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Ibukota Bali Diusulkan Pindah ke Buleleng

    KSAD Ancam Pecat Prajurit Perusak Kehormatan TNI

    PALEMBANG--MI: Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta menginstruksikan kepada jajarannya untuk memecat prajurit yang merusak kehormatan TNI AD.

    Ia mengatakan itu terkait dengan peristiwa perusakan kantor Kepolisian Resor (Polres) Muara Enim dan Polsek Lawang Kidul, Sumatra Selatan, oleh anggota TNI AD pada 4 Juli lalu. Menurutnya, tidak ada belas kasihan terhadap prajurit yang busuk dan jelek.

    "Pecat kalau merusak kehormatan saya, kehormatan prajurit, dan kehormatan Kodam II Sriwijaya. Saya kemarin dilapori. Atau jangan-jangan Danki atau Danton-nya yang bloon," katanya, saat serah terima jabatan Pangdam Kodam II/ Sriwijaya di lapangan parkir Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Kamis (5/8)

    KSAD mengingatkan agar tentara tidak lagi berkelahi dengan polisi atau dengan rakyat karena masalah sepele. "Lebih baik kalian menghindar. Kalian bukan buruh yang ribut makan atau
    tukang becak yang rebutan penumpang," tutur George. Namun, tambahnya, masalah tersebut sudah selesai.

    Menurut mantan Pangkostrad itu, tentara jangan mencederai kehormatan TNI AD seperti tidak memakai helm saat berkendaraan dan memarahi tukang parkir saat dimintai uang parkir. Sebab, itu tidak sesuai dengan aturan.

    "Tentara dihargai karena baju lorengnya. Apa yang terjadi di Muara Enim harus diwaspadai sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh prajurit TNI AD." Katanya.

    Kepada prajurit Kodam II/ Sriwijaya KSAD meminta agar membuang sifat beguyur. Menurutnya, beguyur merupakan sifat pemalas dan meminta prajurit berjaya karena pemimpin sekadar mengarahkan saja. Padahal, tugas pokok tentara adalah bertempur dan tidak ada hari tanpa latihan. Dengan demikian, prajurit tidak mudah dilecehkan orang lain.

    Dalam kesempatan itu George mengakui saat ini fasilitas dan dana yang dimiliki TNI AD kurang. Namun itu tidak membuat tentara menyerah. "Pakai akal kamu untuk tetap bisa berlatih, dan jangan menyerah," ujar George.


    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> KSAD Ancam Pecat Prajurit Perusak Kehormatan TNI

    Informasi Navigasi Tak Lagi Dikontrol Singapura

    Flight Information Region singapura

    KUTA, KOMPAS.com - Sistem informasi navigasi penerbangan yang selama ini dikontrol oleh Singapura, akan mulai dialihkan ke Indonesia pada Januari 2011. Dengan cara ini, kedaulatan negara dilihat dari pengawasan areal udara menjadi jauh lebih jelas.

    "Selama ini, informasi navigasi udara untuk penerbangan di sekitar kawasan Singapura (terutama Batam dan sekitarnya) dikontrol atau harus melapor ke Singapura. Karena wilayah udara Singapura sangat sempit, sehingga setiap pesawat yang tinggal landas akan langsung melampaui wilayah udaranya, sehingga laporannnya ke Singapura. Setelah FIR (Flight Information Region) Indonesia digabungkan, maka laporan itu akan dialihkan ke Indonesia," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Tommy Soetomo di Kuta, Bali,

    Menurut Tommy, selama ini, wilayah udara Indonesia dibagi atas dua area FIR, yakni FIR Barat yang diawasi PT Angkasa Pura II dan FIR Timur yang dikelola PT Angkasa Pura I. Mulai Januari 2011, kedua FIR itu akan digabungkan menjadi satu FIR saja.

    "Kemudian pengawasannya pun akan dilakukan oleh satu lembaga atau badan usaha. Dan seluruh aset navigasi yang saat ini dikelola Angkasa Pura I dan II akan diserahkan ke lembaga khusus itu," ujarnya.

    Ada dua opsi tentang lembaga pengelola FIR tersebut. Pertama, diserahkan kepada Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah komando Kementerian Perhubungan. Kedua, ada pembagian usaha antara Angkasa Pura I dan II, bisa saja Angkasa Pura I mengelola FIR dan Angkasa Pura II mengelola aset bandar udara, atau sebaliknya.

    "Namun, saat ini sedang menunggu pematangan. Usulannya sedang digodok di Sekretariat Negara serta Kementerian Hukum dan HAM. Bagi kami, semua opsi itu bagus," ujar Tommy.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Informasi Navigasi Tak Lagi Dikontrol Singapura

    PBB: Israel Tidak Melanggar Perbatasan

    Israel menebang pohon di dekat Garis Biru, garis perbatasan antara Israel-Libanon yang dijaga PBB. AP/Lutfallah Daher

    TEMPO Interaktif, Pasukan perdamaian PBB di Libanon selatan membenarkan bahwa serdadu Israel tidak melanggar perbatasan Libanon menyusul kericuhan di perbatasan menyebabkan empat korban tewas, Selasa.

    Bentrok berdarah bermula setelah seorang anggota angkatan bersenjata Israel menebang pohon di dekat Garis Biru, garis perbatasan antara Israel-Libanon yang dijaga PBB. Kedua negara mengklaim pohon tersebut berada di wilayahnya.

    Dalam jumpa pers di New York, Rabu, Alain de Roy selaku Kepala Pasukan Perdamaian PBB, membenarkan bahwa pohon-pohon tersebut berada di sisi perbatasan Israel.

    "Unifil (pasukan perdamaian PBB) membenarkan bahwa pohon-pohon yang ditebang oleh anggota angkatan bersenjata Israel berada di selatan Garis Biru, sisi perbatasan Israel," jelas le Roy.

    Pohon-pohon tersebut tumbuh di kawasan antara Garis Biru dan "pagar teknis", pembangunan fisik di dekat perbatasan kedua negara. Pemerintah Libanon yakin bahwa pepohonan tersebut berada di teritorinya.

    "Libanon sangat menghargai Garis Biru namun perlu kami tegaskan bahwa Garis Biru bukan perbatasan internasional, dan ada area di selatan Garis Biru yang berada di teritori Libanon," jelas Tareq Mitri, menteri penerangan Libanon dalam jumpa pers di Beirut, Rabu.

    Le Roy juga membenarkan bahwa "beberapa jam" sebelum menebang pohon Unifil sudah memberitahu serdadu Israel, dan Unifil meneruskan pemberitahuan tersebut kepada angkatan bersenjata Libanon.

    Akibat bentrok senjata, Selasa, sedikitnya dua tentara Libanon tewas dan seorang serdadu Israel,termasuk seorang jurnalis Libanon. Seluruhnya empat mayat dimakamkan hari Rabu.

    Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak berusaha meredam konflik perbatasan. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara dengan radio. Menurutnya, kejadian itu tidak didak diatur oleh tokoh-tokoh senior militer Libanon.

    "Ini adalah provokasi yang sangat serius dan kami bereaksi secara terukur," ujarnya. "Kejadiannya tidak direncanakan oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata di Beirut atau Hezbollah."

    Namun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan tak melihat tangung jawab pemerintah Libanon atas konflik tersebut.

    "Kebijaksanaan kami jelas: Israel memberikan respon dan akan melanjutkan respon tersebut dengan kekuatan militer terhadap serangan ditujukan kepada warga dan militer Israel," katanya.

    Beberapa jam usai pertempuran, pemimpin Hezbollah Hasan Nasrallah memperingatkan Israel agar tak melakukan agresi. "Kami katakan, militan kami masih sanggup menahan diri tidak melakukan gerakan apapun," jelas Nasrallah dalam pidatonya, Selasa, yang disiarkan melalui jaringan video kepada ribuan pendukungnya di pinggiran selatan Beirut.

    "Mulai sekarang, jika militer (Israel) menyerang kawasan ini dimana Hezbollah berada, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan memotong tangan serdadu Israel yang menyerang angkatan bersenjata Libanon," ujarnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> PBB: Israel Tidak Melanggar Perbatasan

    Lapangan Udara Morotai Akan Dibuka Kembali

    Landasan Morotai Tahun 1944(Foto: andit2anggi)

    MOROTAI--MI: Lampu Precision Approach Path Indicator (PAPI) di landasan pacu lapangan terbang Pitu, Morotai tampak menyorot ke arah Hercules C-130 yang melayang di atasnya pada Senin (2/8) sore lalu. Penerbangan yang menyertakan Sekretaris Jendral Menteri Pertahanan Eris Herryanto itu akan menguji coba kelayakan landasan sepanjang 2,4 km itu untuk pendaratan malam hari.

    Landasan tersebut sudah ada di Kabupaten Morotai, area perbatasan Indonesia-Filipina, sejak 1942. Amerika Serikat membuat tujuh landasan pacu di area tersebut untuk mempersiapkan penyerangan atas Jepang, musuhnya dalam Perang Dunia II.

    Pemanfaatan kembali lapangan terbang itu, sebagaimana dikatakan Eris, adalah salah satu upaya Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk mendukung sektor perekonomian. "Jadi istilahnya, defence supporting economy. Artinya, aset-aset apa dari Kemenhan yang kira-kira bisa digunakan untuk mendukung ekonomi masyarakat, kita berdayagunakan," tutur Eris di Bandara Babullah, Ternate, Senin (2/8) lalu.

    Sasaran itu juga menjadi tujuan Eris dan Kemenhan bagi masyarakat di Morotai. Menurut penuturan Sukemi Sahab, pelaksana tugas Bupati Morotai, kehidupan masyarkatnya yang berjumlah 64 ribu orang sangat bergantung pada hasil laut dan industri pariwisata.

    Laut Morotai mampu menghasilkan ikan tuna, kerapu dan juga rumput laut dalam jumlah besar. Bahkan PT Morotai Maritim Culture (MMC), satu-satunya perusahaan perikanan di Morotai, bisa melakukan ekspor hingga ke Hongkong.

    "Setiap kali ekspor jumlahnya mencapai 12 ton. Tahun ini MMC sudah ekspor dua kali, bulan Januari dan Maret," ungkap Ismail, kepala dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian Kabupaten Morotai.

    Masyarakat Morotai, termasuk Sukemi pun berharap, pemanfaatan kembali Lapangan Terbang Pitu bisa menyokong ekspor hasil laut yang juga akan berimbas pada pemasukan daerah. "Karena saat ini kalau mau ekspor ikan perlu 8 hari untuk sampai ke Cina. Kalau bisa pakai (lapangan) ini, mungkin perusahaan bisa sewa pesawat cargo untuk ekspor," kata Sukemi.

    Berdasar keterangan Komandan Pangkalan Udara Pitu (Danlanud), Mayor Sadewo, dari tujuh landasan pacu yang terdapat di Lapangan Terbang Pitu, hanya empat saja yang layak untuk digunakan. "Selama ini, pangkalan yang merawat landasan, dengan anggaran dari pusat," ucap Sadewo yang juga ikut dalam uji coba terbang malam ke Morotai.

    Mengenai pesawat apa saja yang nantinya akan memanfaatkan Lapangan Terbang Pitu, Eris tak banyak berkomentar. "Belum dibicarakan pesawatnya apa saja. Tapi nanti kita akan mendiskusikannya lagi dengan Dinas Perhubungan," kata Eris.

    Lapangan Udara Pitu dikategorikan dalam kategori D. Hal ini dipengaruhi oleh pangkat Danlanud dan juga berbagai fasilitas yang terdapat di landasan tersebut.

    "Memang masih banyak yang harus ditambah di (bandara) sini. Seperti avication aid

    , radar cuaca, radio komunikasi, dan lain sebagainya," imbuh Sadewo.

    Saat menghadiri jamuan makan malam di kediaman Sukemi Suhab, Eris sempat meluangkan waktu untuk melakukan dialog dengan masyarakat Morotai. Banyak di antara mereka yang berharap agar pihak Kemhan memberikan dukungan berupa fasilitas seperti perahu boat

    dan anggaran lainnya sebagai kelanjutan dari kunjungan tersebut.

    "Saya tidak bisa menjanjikan apa-apa. Tapi yang barusan bapak-ibu sampaikan, akan saya teruskan kepada pihak-pihak yang terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, dan sebagainya," tutur Eris, diplomatis.

    Eris tak menampik, wilayah perbatasan menjadi salah satu fokus utama Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro dalam masa kepemimpinannya saat ini. Selain Morotai, dalam beberapa pekan ke depan Kemhan berencana untuk menyambangi wilayah perbatasan lainnya, salah satunya, pulau Natuna.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Lapangan Udara Morotai Akan Dibuka Kembali

    Belanda Tak Mampu Gaji Tentara Baru


    AMTERDAM, KOMPAS.com - Krisis rupanya sudah menerpa ke mana-mana. Militer Belanda saat ini menghadapi kesulitan yang sebelumnya tidak mereka alami. Ada banyak pemuda-pemudi Belanda yang berminat mengabdikan diri menjadi tentara, tetapi negara tidak memiliki cukup uang.

    Kementerian Pertahanan Belanda mengatakan, Selasa (3/8), bahwa mereka akan menunda perekrutan tentara baru karena pengetatan anggaran. Padahal, sudah ada 467 tentara baru yang sudah mendaftar dan dinyatakan diterima masuk ke dinas tentara. Ternyata negara tidak memiliki cukup uang untuk menggaji mereka.

    Mereka menambahkan bahwa calon tentara baru tersebut memahami apa yang menjadi kesulitan pemerintah. Militer Belanda adalah salah satu institusi bergengsi di negara itu. Untuk tahun ini, kementerian hanya merekrut pegawai baru untuk bidang teknik dan medis. Perekrutan berikutnya akan diadakan pada tahun 2011.

    Belanda mulai menarik pulang 2.000 tentaranya dari Afganistan hari Minggu lalu. Hal itu merupakan konsekuensi dari perselisihan politik yang terjadi di pemerintahan tahun ini.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Belanda Tak Mampu Gaji Tentara Baru

    Pemerintah Kaltim Hibahkan Helikopter untuk Patroli Perbatasan

    helikopter jenis Bell 412 TNI AD

    TEMPO Interaktif, Balikpapan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menghibahkan helikopter jenis Bell 412 kepada Komando Daerah Militer VI Mulawarman. Helikopter tersebut digunakan untuk patroli kawasan perbatasan Kalimantan–Malaysia di wilayah Nunukan, Bulungan, Kutai Barat dan Kutai Timur.

    “Kami hibahkan helikopter agar bisa dimanfaatkan TNI,” kata Wakil Gubernur Farid Wadjdy, Kamis (5/8). Farid mengharapkan keberadaan helikopter serba guna tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjaga kawasan perbatasan di Kalimantan Timur.

    Patroli dimaksudkan untuk mengatasi maraknya aktivitas pembalakan kayu liar di wilayah perbatasan. “Ini bukti peran serta Kaltim dalam mendukung tugas-tugas pengamanan yang dilaksanakan personel TNI di perbatasan,” ujarnya.

    Pemerintah daerah, menurut Farid, menyadari keterbatasan anggaran TNI dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI. Profesionalisme prajurit TNI harus memperoleh dukungan perlengkapan yang memadai. “Prajurit TNI tidak perlu diragukan keandalannya, tapi peralatannya memang perlu diperhatikan,” tuturnya.

    Panglima Kodam Mulawarman, Mayor Jenderal Tan Aspan menyambut baik langkah pemerintah daerah yang berinisiatif menghibahkan helikopter untuk pengamanan perbatasan. Dia mengakui keterbatasan sarana dan prasarana pendukung TNI dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

    Untuk menjaga 1.380 kilometer panjang perbatasan Kalimantan Timur, Tan Aspan mengaku hanya mengandalkan helikopter tua buatan tahun 80-an. Helikopter ini difungsikan untuk mengangkut delapan personel TNI yang bertugas di perbatasan. “Memang helikopter kami yang ada sudah tua,” tuturnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pemerintah Kaltim Hibahkan Helikopter untuk Patroli Perbatasan

    Kapal Perang AL Singapura Merapat di Surabaya

    RSS Tenacious

    Surabaya - Dua kapal perang Angkatan Laut Singapura (Republic Singapore Navy) merapat di Dermaga Gapura Surya, Tanjung Perak, Surabaya, Selasa.

    Kepala Sub-Dinas Penerangan Umum Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Mayor Laut Kariono di Surabaya mengatakan, kedatangan dua kapal perang, yakni RSS Tenacious dan RSS Vigour itu, untuk diikutsertakan dalam latihan bersama yang digelar TNI-AL dan RSN.

    Kedua kapal perang itu di bawah komando Wakil Kepala Staf RSN Kolonel SG Son. Begitu merapat dan bersandar di Dermaga Gapura Surya, para tamu dari RSN itu disambut Komandan Satgas Latihan Bersama "Ex-Eagle 21/10" Kolonel Laut (P) Dadi Hartanto.

    "Latihan bersama ini sudah digelar sebanyak 21 kali," kata Dadi yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Patroli Koarmatim.

    Latihan tersebut digelar di tiga tempat, yakni di Singapura, Laut Jawa dan markas Koarmatim di Surabaya.
    Selain kedua kapal perang tersebut, RSN juga mengirimkan satu unit pesawat F50-MPA, sedangkan di TNI-AL mengerahkan KRI Hasanuddin-366, KRI Fatahilah-361 dan satu unit pesawat jenis Cassa.

    "Pembukaan latihan ini berlangsung pada 28 Juli lalu dengan meninjau fasilitas pangkalan RSN di Changi Naval Base dan melaksanakan Eagle Cup I di tempat yang sama di Singapura," katanya.

    Kemudian pada tahap manuver lapangan dilaksanakan di sekitar perairan Selat Singapura, Laut Jawa dan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

    Untuk tahap akhir dilaksanakan pada 3-5 Agustus 2010 di Koarmatim Surabaya dengan rangkaian kegiatan, meliputi "Courtesy Call", "Community Services", "Eagle Cup II", pengkajian ulang dan penutupan.

    Kariono menambahkan, selama ini Eagle 21/10" terbukti saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik dari segi teknis maupun taktis matra laut.

    "Latihan ini juga memberikan dampak positif di masa yang akan datang guna membina dan meningkatkan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Singapura," katanya.

    Sasaran yang ingin dicapai dalam latihan itu, di antaranya, meningkatkan hubungan antarkedua negara, terutama armada laut dalam memantapkan keamanan regional.
    Selain itu, latihan bersama tersebut diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan kerja sama taktis antarunsur angkatan laut kedua negara.

    Materi latihan bersama itu, meliputi kemampuan mengaplikasikan dan mengembangkan doktrin, taktik, dan prosedur operasi Laut.

    Kemampuan mengaplikasikan prosedur "Maritime Interdiction Operation" (MIO) terhadap kapal-kapal yang dicurigai dan kerja sama taktis dalam melaksanakan "Search and Rescue" (SAR) juga turut diaplikasikan dalam program latihan itu.

    Sumber: ANTARA JATIM
    Readmore --> Kapal Perang AL Singapura Merapat di Surabaya

    “AIR TO GROUND”, UPAYA MENGASAH KEMAMPUAN PENERBANG TEMPUR

    Para teknisi persenjataan memasang roket di badan pesawat tempur Hawk MK-53 di shelter Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Rabu (4/8). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).

    Sebagai bagian dari upaya mengasah kemampuan tempur para penerbang Lanud Iswahjudi, selama empat hari (2-6/8) melaksanakan latihan penembakan “Air To Ground” di Air Weapon Range (AWR) Pulung, Ponorogo dengan melibatkan pesawat tempur F-16/ Fighting Falcon dari Skadron UDara 3, F-5/Tiger dari Skadron Udara 14 dan Hawk- MK-53 dari Skadron Udara 15.


    Kegita jenis pesawat tempur untuk bombing menggunakan bom latih asap BDU 33 dan Rokecting menggunakan FFAR 2,75 inch, dan terbang diatas ketinggian antara 4000-4500 kaki. Dalam latihan menembak ketepatan tersebut ada beberapa factor yang mempengaruhi seperti kecepatan pesawat, sudut penembakan, arah angin dan jarak pandang.


    Dengan adanya Latihan penembakan “Air To Ground” diharapkan akan semakin meningkatkan profesionalisme dalam menembak dari udara ke darat yaitu dapat menembak sasaran dengan tepat. Jadi latihan ini dapat meningkatkan kemampuan para penerbang yang sudah ada, sehingga suatu saat ketika mendapat tugas menghancurkan musuh dengan sasaran di darat tidak ragu lagi.


    Dalam setiap briefing penerbangan yang dilaksanakan setiap pagi sebelum operasi latihan penembakan “Air To Ground” dimulai, para penerbang selalu mendapat penekanan dari Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Ismono Wijayanto, agar latihan tersebut dilaksanakan secara maksimal dengan tidak meninggalkan unsure-unsur Keselamatan Terbang dan Kerja (lambangja), sehingga operasi latihan tetap dapat berjalan dengan lancer dan keselamatan seluruh personel baik peenrbang maupun “Ground Crew” serta alutsistanya tetap terjaga dengan baik pula.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> “AIR TO GROUND”, UPAYA MENGASAH KEMAMPUAN PENERBANG TEMPUR

    Wednesday, August 4, 2010 | 10:45 PM | 0 Comments

    Radio "Garuda FM" Mengudara di Kongo


    Jakarta (ANTARA News) - Kontingen Garuda (Konga) XX-G yang bertugas di Kongo, mendirikan stasiun radio mini "Radio Garuda FM", untuk memberikan informasi dan hiburan bagi prajurit TNI dan masyarakat yang di Dungu-Kongo.

    Perwira Penerangan Konga XX-G/Monuc, Kapten Caj Agus Hermansyah dalam surat elektroniknya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu, mengatakan, radio yang mengudara di frekuensi 98,7 mampu mengudara hingga radius 15 kilometer di Kota Dungu-Kongo.

    "Radio itu, berdiri atas permintaan anggota Kontingen Garuda (Konga) XX-G yang menginginkan informasi dan hiburan yang bisa didengarkan saat bekerja diluar kamp dan juga dapat dinikmati oleh masyarakat Dungu dan masyarakat disekitarnya," katanya.

    Agus menuturkan, stasiun radio kecil itu dibangun berdasar pengalaman dan bantuan serta kerjasama dari anggota Satgas Perhubungan Konga XX-G dengan salah satu anggota Tim Jihandak Konga XX-G, dimotori Sertu Mar Sutriyono dan Sertu Yudo Budi Santoso.

    "Berdirinya stasiun radio ini hanya bermodalkan pembuatan Oscilator Frekuensi FM Broadcast 88 sampai108 MHz di posisi Frekuensi 87,90 Mhz berdaya 30 Watt ditambah Boster PRC 1077 serta Beststation Motorola GP 300," katanya.

    Agus menambahkan, dalam aktifitas penyiarannya, siapapun anggota Satgas Kompi Zeni TNI yang tergabung dalam Konga XX-G, yang memiliki jiwa menghibur baik sebagai penyiar maupun pelawak.

    Radio Garuda FM mulai mengudara pukul 08.00 hingga pukul 23.00 waktu Kongo. Program acara yang disuguhkan, antara lain lagu-lagu berbahasa Inggris, Prancis, Latin, Arab, India dan China.

    "Para pendengar juga dapat meminta lagu favoritnyauntgk diputar melalui saluran 12 radio tersebut,: ujarnya.

    Agus menambahkan, selain untuk menghibur pendengarnya, Radio "Garuda FM" juga memberikan informasi antara lain bidang kesehatan, keagamaan, cuaca dan informasi kegiatan untuk esok hari serta informasi tentang situasi dan kondisi kota Dungu dan sekitarnya.

    Radio "Garuda FM" pun menjadi sarana hiburan dan informasi tidak saja bagi prajurit, masyarakat Dungu-Kongo, tetapi juga pasukan militer negara lain yang menjadi bagian misi perdamaian PBB di Kongo.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Radio "Garuda FM" Mengudara di Kongo

    Melanggar, 2 Kapal Ditangkap Kapal Perang TNI AL

    KRI Fatahillah-361

    JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Kolonel Laut (P) Herry Setianegara S.Sos, SH, MM, mengatakan Kapal Perang TNI Angkatan Laut, masing-masing KRI Fatahillah-361 dan KRI Todak-803 mengamankan dua kapal berbendera Indonesia yang melakukan pelanggaran tindak pidana hukum di laut yuridiksi nasional Indonesia.

    Kedua kapal tersebut antara lain, kapal Tug Boat Apollo-IX berbobot 24 gross ton berbendera Indonesia dengan nakhoda Hamzah menggandeng Tongkang Golden Sari II yang sedang mengangkut batu koral sebanyak 900 m3 dari Tanjung Selor ke Nunukan Kalimantan Timur. Kapal ini diamankan KRI Fatahillah-361 karena ditemukan empat indikasi pelanggaran awal diantaranya; tidak memiliki SPB (Surat Persetujuan Berlayar) yang dulunya sering dikenal dengan sebutan SIB (Surat Izin Berlayar) yang dikeluarkan oleh Syah Bandar, tidak memiliki surat sertifikat pengoperasian kapal tramper, tidak memiliki SIUPAL (Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut) dan tidak memiliki surat sertifikat garis muat.

    Sedangkan Kapal Motor (KM) Suka Maju berbobot 33 gross ton, jenis kapal ikan Indonesia yang dinakhodai oleh Suhaimi dan 24 orang ABK (Anak Buah Kapal), dengan muatan kurang lebih lima ton jenis ikan campuran diamankan KRI Todak-803 karena tidak memiliki surat VMS (Vessel Monitoring System/system pemantauan kapal perikanan) dan tidak memiliki Sijil (buku yang berisi daftar awak kapal yang bekerja diatas kapal).

    Menurut Kadispenal, Nakhoda kapal Tug Boat Apollo-IX, Hamzah yang menggandeng Tongkang Golden Sari II dan kelima ABK-nya akan dijerat hukum dengan UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Sementara Suhaimi dan 24 orang ABK-nya akan dijerat hukum dengan UU nomor 45 tahun 2009 perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

    Kedua Nakhoda kapal tersebut berikut ABK dan barang buktui lainnya saat ini sudah diamankan di Pangkalan Angkatan Laut untuk proses hukum. Hamzah Nakhoda kapal Tug Boat Apollo-IX diamankan dan disidik di Lanal Tarempa sedangkan Suhaimi nakhoda Kapal Motor (KM) Suka Maju diamankan dan disidik di Lanal Tarakan.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Melanggar, 2 Kapal Ditangkap Kapal Perang TNI AL

    TNI AL Ujicoba Pelumas Kapal Perang Buatan Dalam Negeri

    JAKARTA (Pos Kota) – TNI Angkatan Laut telah memiliki beberapa kapal perang baru berteknologi canggih, diantaranya dari jenis korvet kelas Sigma buatan Belanda atau kapal perang kelas KRI Diponegoro-365. Untuk meningkatkan perawatan sejumlah kapal perang tersebut, TNI Angkatan Laut akan melaksanakan uji coba dan penelitian penggantian minyak pelumas pada motor pokok kapal perang yang berteknologi siluman ini dari produksi impor menjadi produk dalam negeri.

    Untuk melaksanakan ujicoba dan penelitian minyak pelumas motor pokok kapal perang kelas KRI Diponegoro-365 ini, TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan PT. Pertamina (Persero) yang diwujudkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama TNI Ir. Rachmad Lubis dengan Direktur Utama Vice Presiden Unit Pelumas PT. Pertamina (Persero), Supriyanto di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (3/8).

    Menurut Kadismatal bahwa lingkup kerja sama dalam Perjanjian Kerja Sama ini mencakup dimensi yang cukup luas, diantaranya adalah uji coba dan penelitian pelumas pokok KRI Kelas Diponegoro milik TNI Angkatan Laut.

    TNI Angkatan Laut memahami bahwa emban tugas, baik pada aspek penegakan kedaulatan dan keamanan di laut, maupun dalam menunjang pembangunan nasional senantiasa terkait erat dengan komponen-komponen bangsa yang lain dalam tatanan sistem nasional. Menyadari hal ini, TNI AL berupaya mencari terobosan baru, antara lain mengembangkan pola kerja sama dan koordinasi dengan berbagai komponen bangsa, baik dari institusi pemerintah maupun swasta yang pencapaiannya diarahkan untuk tujuan dan kepentingan nasional secara menyeluruh serta implementasinya dirumuskan dalam batas-batas yang proporsional dan profesional, ujar Laksma TNI Ir. Rachmad Lubis.

    “Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah kerja sama dalam pertukaran data dan informasi yang diperlukan kedua belah pihak, dengan tetap memperhatikan faktor-faktor kerahasiaan dan kepentingan negara,” tegasnya.

    Selain itu, lanjut Kadismatal bahwa faktor kemudahan dalam proses pembekalan, memutuskan ketergantungan terhadap produk luar negeri, sekaligus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Efisiensi anggaran juga merupakan hal yang menjadi perhatian. Sebelumnya, KRI kelas Diponegoro-365 menggunakan minyak pelumas jenis Shell Sirius X40 yang merupakan produk dari luar negeri (Shell). “Kita akan melaksanakan uji coba dan penelitian terhadap KRI Diponegoro menggunakan produk dalam negeri yaitu Salyx 415. Perjanjian uji coba ini berlaku sejak ditandatanganinya sampai dengan waktu berakhirnya Market Test selama seribu jam putar motor pokok atau sampai satu tahun, mana yang dicapai terlebih dahulu,” jelasnya.

    Dalam jangka waktu tersebut, TNI AL akan menyediakan sarana atau fasilitas yang diperlukan untuk pelaksanaan uji coba, sedangkan pihak Pertamina yang akan melaksanakan uji coba dengan menyediakan pelumas untuk kebutuhan operasional KRI dan bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan teknis pada mesin yang digunakan pada market test.


    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> TNI AL Ujicoba Pelumas Kapal Perang Buatan Dalam Negeri

    TNI-AU LATIHAN TERJUN JARAK DEKAT

    Bandung, Memasuki hari ke-11 pelaksanaan latihan bersama TNI Angkatan Udara dengan Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Kamis, prajurit TNI AU akan diberi pelatihan mengenai teknik penerjunan "High Attitude Low Openning" (HALO).

    Letkol Navigator Triswan Larossa, mengatakan, bahwa dalam penerjunan jarak dekat yang akan dilakukan oleh prajurit TNI AU dari Skadron Udara 31 itu dii tiga titik yang telah ditentukan.

    Ketiga titik itu, yakni titik A di wilayah (Bandung, Nagreg, Citandangan, Tasikmalaya, Danau Duku Badak, Cirebon, Karangampel, Eretan Wetan, Subang, Plered, ip slow down drop Lanud Sulaeman), titik B (Bandung, Sumedang, Indramayu, Eretan wetan, Pamanukan, Cikampek, Plered, drop zone di Lanud Sulaeman), titik C (Bandung, Sumedang, Bantar Asem, Pagaden, Cikampek, Plered, slow down drop zone Lanud Sulaeman).

    Dalam teknik HALO, kata dia, pasukan diharapkan dapat menyerang markas musuh disuatu daerah tertentu, dengan cara khusus.

    "Pesawat pun akan terbang dengan ketinggian 10.000 meter, lalu setelah dekat daerah musuh penerjun akan terjun, tetapi mereka akan membuka parasut pada ketinggian 300 meter, sehingga musuh akan terkejut dengan serbuan kita," ungkap Letkol Triswan.

    Dalam penerjunan tersebut pasukan menggunakan parasut khusus dengan tipe yang berjenis 464 disertai oksigen.

    "Ini sebagai bentuk infiltrasi khusus," ungkap Letkol Triswan.

    Dari kegiatan yang dilaksanakan ini, banyak keuntungan yang didapat dari kedua belah pihak, hanya saja teknologi yang dimiliki TNI AU masih jauh tertinggal dengan US Air Force.

    "Keuntungan yang kita dapatkan banyak sekali, selain ilmu kemiliteran khususnya di bidang kedirgantaraan, juga pengenalan teknologi yang sudah dimiliki US Air Force, yang mudah-mudahan nantinya dimiliki oleh Indonesia," ungkap Triswan.

    Sumber: DEPHAN
    Readmore --> TNI-AU LATIHAN TERJUN JARAK DEKAT

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.