ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, June 5, 2010 | 4:53 PM | 0 Comments

    Myanmar Punya Program Nuklir?


    BANGKOK, KOMPAS.com — Negara junta militer Myanmar telah memulai program senjata nuklir dengan bantuan Korea Utara. Kesaksian pembelot militer berpangkat mayor dan laporan sangat rahasia bertahun-tahun menguatkan hal itu.

    Sebuah film dokumenter menunjukkan ribuan foto dan kesaksian pembelot yang menunjukkan ambisi nuklir dan jaringan terowongan bawah tanah rahasia. Film itu diduga dibuat dengan bantuan ahli Korea Utara. Demikian disampaikan jaringan televisi Al Jazeera, Jumat (4/6/2010).

    Pemberitaan itu dibuat oleh kelompok berita Suara Demokrasi Burma (DVB) asal Norwegia dan disiarkan oleh Al Jazeera, Jumat. Kabar itu telah membuat seorang senator Amerika Serikat membatalkan kunjungannya ke Myanmar, yang sebelumnya dikenal dengan nama Burma. Sebelumnya, Jim Webb dijadwalkan bertolak ke Myanmar, Kamis.

    Namun, ia mengatakan lawatan itu sebagai tindakan yang tidak bijaksana dan malah tidak produktif sampai ada klarifikasi lebih lanjut terhadap tuduhan kerja sama dengan negara bersenjata nuklir Korea Utara. Webb mengatakan, hasil temuan ini berisi dugaan baru yang merujuk pada kemungkinan Pemerintah Myanmar telah bekerja sama dengan Pyongyang dalam usaha mengembangkan program nuklir.

    Laporan Al Jazeera dalam jejaringnya, DVB, layanan berita yang dioperasikan oleh ekspatriat asal Myanmar, menunjukkan bahwa bukti program nuklir Myanmar datang dari bahan sangat rahasia yang diselundupkan ke luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Penyelidikan bertahun-tahun ini termasuk dari ratusan dokumen dan bukti lain dari pembelot Myanmar, Mayor Sai Thein Win, yang mengatakan bahwa ia adalah wakil komandan pabrik militer untuk membangun batalyon nuklir Myanmar. "Mereka sangat ingin membangun sebuah bom. Itu adalah tujuan utama," katanya dikutip dari film tersebut.

    Dalam film tersebut, dokumen yang melaporkan penyelundupan keluar Myanmar oleh Sai Thein Win telah dibaca oleh ahli, termasuk Robert Kelley, mantan Direktur International Atomic Energy Agency. "Kelihatannya seperti program senjata nuklir karena penggunaan untuk tenaga nuklir atau hal seperti itu tidak bisa dibayangkan," katanya, menurut Al Jazeera.

    Myanmar yang menjadi junta militer sejak 1962 sebelumnya dituduh melanggar larangan Dewan Keamanan PBB terkait ekspor persenjataan Korea Utara. Tuduhan ini telah dijatuhkan pada Juni tahun lalu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Myanmar Punya Program Nuklir?

    KSAD: Detasemen 81 Kopassus Masih Terbaik


    Semarang (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta menyatakan bahwa Satuan Penanggulangan Teror (Gultor) Detasemen 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) masih termasuk dalam kategori terbaik di tingkat dunia.

    "Dalam penanggulangan aksi terorisme kita juga masih mempunyai Detasemen Intai Tempur Kostrad namun kemampuannya masih terbatas dan berada di bawah Detasemen 81," katanya usai menyaksikan latihan terpadu penanggulangan teror di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Sabtu.

    Dalam kesempatan tersebut, KSAD didampingi oleh Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Lodewijk Freidrich Paulus, Panglima Daerah Militer IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Budiman, dan Komandan Pusat Penerbangan TNI AD Brigadir Jenderal Nabris Haska.

    George mengatakan, Detasemen 81 Kopassus siap membantu Detasemen Khusus 88 Antiteror yang dimiliki Polri jika diminta dalam menanggulangi aksi terorisme di Indonesia.

    "Kendati demikian kita berharap tidak pernah dimintai bantuan oleh Polri karena hal itu menunjukkan bahwa situasi aman terkendali," ujarnya.

    Menurut dia, diminta atau tidak oleh Polri, pihaknya akan tetap melakukan latihan untuk menjaga kemampuan yang dimiliki.

    "Pada intinya kita siap membantu Densus 88 Antiteror jika diminta," katanya.

    Terkait latihan terpadu bersandi "Kartika Jaya I" tersebut, George menjelaskan bahwa latihan ini merupakan uji siap tempur (UST) personel yang akan mengikuti latihan puncak yang akan dilaksanakan di Bandara Gatot Subroto, Sumatra Selatan, dalam waktu dekat.

    "Latihan tersebut dilakukan sebagai implementasi strategi penanggulangan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teroris yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah NKRI," ujarnya.

    Ia mengatakan, latihan terpadu yang melibatkan sekitar 250 anggota yang terdiri dari personel Kopassus, Kostrad, Penerbad, Batalyon 400/Raider, Kodim 0733/BS ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik dan taktik operasi penanggulangan teror.

    Materi yang dikembangkan dalam latihan dengan skenario pembebasan sandera di bandara yang dikuasai teroris ini adalah teknik infiltrasi dengan menggunakan kendaraan rantis, teknik serbuan, teknik pembersihan, teknik evakuasi, dan teknik exfiltrasi.

    Sebanyak empat unit helikopter jenis Helly MI-17, empat unit helikopter Bell 412 dan 205, tiga unit Helly Bolco 105 serta empat kendaraan rantis terlihat menunjukkan beberapa taktik manuver dalam penanggulangan teror.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> KSAD: Detasemen 81 Kopassus Masih Terbaik

    Friday, June 4, 2010 | 10:19 PM | 0 Comments

    TNI DUKUNG PENGIBARAN BENDERA DI PULAU KECIL


    Mataram - TNI Angkatan Laut (AL) mendukung rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengibarkan bendera Merah Putih di pulau-pulau kecil untuk mempertegas wilayah kepemilikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Kami mendukung rencana pengibaran Merah Putih di pulau-pulau kecil, tetapi itu program pemerintah daerah, kami siap membantu," kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Mataram Kolonel Marinir Budi Purnama di Mataram, Selasa.

    Ia mengakui, pihaknya menyiapkan dua unit KAL (Kapal Angkatan Laut) yakni KAL Ujung Bangka dan KAL Ampenan yang selalu siaga di bawah pengawasan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram, untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

    Rencana pengibaran Merah Putih di pulau-pulau kecil itu sendiri merupakan ide Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) NTB Ridwan Hidayat yang masih merangkat jabatan sebagai Penjabat Bupati Lombok Utara.

    Hidayat berupaya meyakinkan semua pihak dengan mengibarkan bendera Merah Putih di pulau-pulau kecil, terutama yang belum berpenghuni sebagai bukti kepemilikan NKRI.

    Upaya pengibaran bendera Merah Putih itu akan terus dilakukan sepanjang tahun ini yang melibatkan berbagai pihak terkait.

    Selain dengan TNI AL, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa serta pihak terkait lainnya untuk menggapai pulau-pulau kecil yang menjadi sasaran pengibaran Merah Putih.

    "Pengibaran bendera Merah Putih di pulau-pulau kecil itu merupakan bagian dari upaya menjaga kepemilikan pulau-pulau itu sekaligus membangkitkan rasa nasionalisme untuk mempertahankan NKRI dari berbagai ancaman," ujar Hidayat.

    Data Biro Pemerintahan Setda NTB, tercatat NTB memiliki 280 buah pulau yang menyebar 10 wilayah, termasuk dua pulau besar yakni Pulau Lombok dan Sumbawa serta satu pulau kecil yakni Pulau Kalong yang hingga kini batas wilayahnya masih bermasalah.

    Di Kabupaten Lombok Barat terdapat 38 buah pulau, Lombok Tengah 20 buah pulau, Lombok Timur 35 buah pulau, Sumbawa Barat 15 buah pulau, Sumbawa 62 buah pulau, Dompu 23 buah pulau dan Bima sebanyak 84 buah pulau.

    Satu-satunya pulau yang terletak di wilayah terluar NTB yakni Pulau Sophia Louisa yang kemudian diganti namanya menjadi Pulau Sepatang, yang secara administrasi berada di wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

    Ratusan pulau di wilayah NTB itu sudah dibakukan disertai namanya. Penamaan pun telah sesuai dengan ketentuan yakni tidak boleh menggunakan nama perusahaan, nama orang yang masih hidup atau nama dalam bahasa asing.

    Sumber : Antara
    Readmore --> TNI DUKUNG PENGIBARAN BENDERA DI PULAU KECIL

    50 Tahun Perjalanan KRI Teluk Langsa-501


    KOMANDO Lintas laut Militer mengoperasikan sedikitnya delapan kapal perang jenis landing ship tank (LST) dioperasikan TNI AL sejak tahun 60 an, diantaranya KRI Teluk Langsa-501 yang pada masa penugasan telah menghantarkan karier seorang perwira yang menjabat Komandan KRI berpangkat mayor Laut, yang pada perjalanan akhir tugasnya menyandang pangkat Laksamana dan pernah menduduki jabatan tertinggi di TNI AL yakni Laksamana TNI (Purn) Tanto Kuswanto.

    Demikian pula dengan mantan Komandan KRI Teluk Langsa 501 pada pada tahun 1995 dalam perjalanan tugas selanjutnya pernah mencapai karier menjabat sebagai Panglima Komando Lintas laut Militer yang menyandang pangkat Laksamana Muda TNI pada tahun 2008-2009. Tentu saja masih banyak para perwira lainnya yang pernah bertugas di KRI Teluk Langsa-501 pada masa akhir tugasnya mencapai Pangkat Perwira Tinggi di TNI AL.

    Perjalanan yang cukup panjang Kapal perang TNI AL yang mulai dioperasikan pada tanggal pada tanggal 16 Agustus 1960 dan kini telah genap berusia lima puluh tahun memperkuat jajaran kapal perang TNI AL.

    Kapal perang jenis landing ship tank yang mampu mengangkut sedikitnya 17 tank ampifi ataupun 18 kendaraan Truk ranpur dan mampu mengangkut sekitar 800 personel pasukan pendarat dalam kegiatan operasi pendaratan Administrasi dan saat itu mampu berlayar maksimal dengan kecepatan 12 knot.

    Dalam catatan perjalanan KRI yang diproduksi Amerika pada tahun 1945 dengan nama saat dioperasikan oleh angkatan laut Amerika USS Solano County (LST-1128) dan saat memperkuat TNI AL dengan Komandan yang pertama kali pada tahun 1960 dijabat oleh Mayor Laut (P) Mas Wibowo.

    Selama penugasan telah mengukir prestasi dan memberikan catatan sejarah selama dalam perjalanan kegiatan operasi dalam rangka mempertahankan wilayah kedaulatan RI maupun dalam latihan puncak TNI AL Armada Jaya dan Latihan gabungan TNI. Demikian pula telah berpartisipasi dalam kegiatan mengangkut bantuan pemerintah pusat ke daerah-daerah maupun bantuan korban bencana alam .

    Penugasan terakhir ke wilayah Indonesia bagian Timur, KRI Teluk Langsa-501 pada akhir tahun 2008 lalu melaksanakan operasi pergeseran pasukan (serpas) pasukan Yonif 320 /Badak Putih Kodam Siliwangi kekuatan 649 pasukan beserta perlengkapan tempur dibawah Komandan Batalyon Letkol Inf. Basuki selesai penugasan Pengamanan di wilayah perbatasan RI–PNG kembali ke pangkalan induk di Kodam Siliwangi.

    Kedatangan pasukan Yonif 320/Badak Putih ini disambut oleh Pangdam III Siliwangi yang saat itu dijabat oleh Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary didampingi Danrem dan Danyon jajaran Kodam III Siliwangi dalam upacara penyambutan bertempat di dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta.

    Sedangkan penugasan ke wilayah Barat Indonesia terakhir saat melaksanakan pergeseran pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dari Jakarta menuju wilayah perbatasan dengan mengangkut 139 personel marinir dan pasukan katak TNI AL yang bertugas sebagai pasukan pengamanan daerah perbatasan di Pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan Negara tetangga Singapura dan Malaysia.

    Meskipun beberapa tahun sebelumnya tepatnya pada tahun 1997 kapal perang ini telah dilaksanakan repowering dalam rangka memperpanjang masa pakai dan dioperasikan sampai tahun 2008 lalu. Namun dengan pertimbangan Kondisi tehnis Kapal perang tersebut sejak akhir tahun lalu telah diusulkan dan direncanakan untuk dihapuskan dari TNI AL bersama-sama dengan beberapa KRI sejenis yang dioperasikan oleh Komando Lintas laut Militer diantaranya KRI Teluk Bayur 502, KRI Teluk Kau 504, KRI Teluk Tomini 508 .

    Kapal perang KRI Teluk Langsa -501 dibawah pembinaan satuan Lintas laut kini sudah tidak dioperasikan untuk kegiatan operasi pergeseran pasukan maupun kegiatan latihan dan saat ini sandar di dermaga Kolinlamil tanjung Priok Jakarta. Untuk mempertahankan daya apung kapal perang tersebut, saat ini masih diawaki 58 personel dengan komandan Mayor Laut (P) Bambang Triyanto.

    Sedangkan menjelang kegiatan hari liburan sekolah kali ini, KRI Teluk Langsa-501 tetap membuka kegiatan Open Ship bagi anak-anak sekolah sebagai tujuan Wisata sejarah di kapal perang TNI AL.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> 50 Tahun Perjalanan KRI Teluk Langsa-501

    TNI AU Akan Bangun Radar di Singkawang


    03 Juni 2010, Pontianak -- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara akan membangun radar militer di Singkawang, Kalimantan Barat, dengan target pengadaan pada tahun 2011.

    "Rencananya di tahun 2010 akan mendapat kredit ekspor untuk radar tersebut sehingga tahun 2011 akan dimulai proses pengadaannya di Kementerian Pertahanan," kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufa`at di sela kunjungan ke Pontianak, Kamis.

    Menurut dia, penempatan radar di daerah Singkawang tersebut mengingat hingga kini kawasan itu belum terawasi.

    Ia menambahkan, TNI juga berencana menambah armada pesawat tempur serta pesawat angkut dan transportasi sekaligus mengganti pesawat yang sudah tua di tahun 2019. Namun, lanjut dia, dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik diharapkan ada percepatan sehingga bisa menghasilkan kekuatan yang dibutuhkan pemerintah.

    Ia melanjutkan, di tahun 1960-an Angkatan Udara Indonesia merupakan yang terkuat di kawasan Asia. Masa itu adalah ketika Indonesia dalam proses pengambilan Irian Barat dari Belanda.

    "Itu diakui," kata dia. Kemudian, seiring berjalannya waktu kekuatan Angkatan Udara Indonesia tidak dapat dipertahankan seperti di tahun 1960-an. "Mudah-mudahan bisa mencapai kejayaan di masa mendatang," kata Imam Sufa`at.

    Imam Sufa`at mengatakan, Angkatan Udara adalah sistem pertahanan yang padat teknologi sehingga perlu pengawakan yang berkualitas.

    Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, dalam kontek pertahanan keamanan, TNI AU menjadi matra pertahanan yang mempunyai peran penting strategis untuk menjaga Negara Kesatuan RI.

    Christiandy Sanjaya berharap, berbagai rencana pembangunan pertahanan udara di Kalbar dapat terealisasi. Ia mencontohkan pengembangan Bandar Udara Putussibau di Kabupaten Kapuas Hulu untuk mendukung operasional TNI AU di wilayah perbatasan.

    Imam Sufa`at dan rombongan dari TNI AU sekaligus melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AU Akan Bangun Radar di Singkawang

    Boeing Perluas Bisnis Pertahanan ke Asia


    SINGAPURA, KOMPAS.com- Boeing ingin memperluas bisnis pertahanannya di luar Amerika Serikat (AS). Langkah itu untuk mengimbangi pengurangan anggaran pertahanan Washington.

    Presiden dan ketua eksekutif bagian Pertahanan, Luar Angkasa dan Keamanan Boeing, Dennis Muilenburg, Jumat (4/6) mengatakan, perusahaannya menargetkan untuk menjual pesawat tempur, pesawat pengangkut dan sistem penerbangan tanpa awak di Asia. Pasar internasional telah menyumbang 16 persen dari total pendapatan pertahanan per tahun dari 34 miliar dolar AS dan perusahaan tersebut berencana untuk ekspansi hingga 20-25 persen dalam lima tahun berikutnya, kata Muilenberg.

    Asia-Pasifik sekarang menyumbangkan setengah dari pendapatan di luar Amerika, katanya kepada wartawan di Singapura saat mengikuti forum tentang keamanan. "Kami melihat menurunnya anggaran pertahanan AS dan itu berdampak pada kami di beberapa bagian, seperti pertahanan rudal," katanya.

    Dengan permintaan produk utama yang tetap sehat, perusahaan tersebut memperluas pada beberapa bisnis lain seperti sistem penerbangan tanpa awak, sistem keamanan komputer dan pengamanan jaringan listrik. Mereka juga membuka bisnis baru diluar militer AS, dan sedang mencari kontrak lain di India, Singapura, Australia, Korea Selatan dan Jepang, kata Muilenberg.

    "Segmen bisnis internasional kami merupakan pertumbuhan bidang yang kuat," jelasnya.

    Keperluan pesawat untuk keperluan misi bantuan kemanusiaan dan pertolongan bencana alam menjadi permintaan penggerak untuk helikopter Chinook dan pesawat transpor militer C-17, katanya. India telah menandatangani perjanjian untuk membeli delapan pesawat anti-kapal selam P8i dari Boeing dan telah menyatakan minat membeli 10 pesawat transpor militer C-17.

    Boeing juga merupakan satu dari beberapa perusahaan yang bersaing untuk menjual pesawat jet tempur modern ke Angkatan Udara India.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Boeing Perluas Bisnis Pertahanan ke Asia

    KSAU: TNI akan Beli Empat Pesawat Tanpa Awak

    UAV Searcher II yang diinginkan DEPHAN

    Pontianak (ANTARA News) - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufa`at mengungkapkan bahwa Tentara Nasional Indonesia akan membeli empat unit pesawat tanpa awak untuk memperkuat kemampuan pemantauan kawasan perbatasan Indonesia.

    "Empat pesawat tanpa awak itu, di antaranya akan ditempatkan di Lanud Suryadarma dan Lanud Supadio mulai tahun 2011," kata KSAU Imam Sufa`at dalam jumpa pers di Pontianak, Jumat.

    Pesawat tanpa awak itu yang pertama di Indonesia, karena hingga kini Indonesia belum mempunyai pesawat jenis tersebut. Pesawat itu nantinya untuk memperkuat pemantauan kawasan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga, kata Imam.

    Menurut dia, pesawat tanpa awak mempunyai fungsi yang sangat strategis. "Di negara maju, pesawat ini dapat dioperasikan dari jarak jauh," katanya.

    Selain itu, lanjut dia, dapat dipersenjatai serta dilengkapi dengan peralatan pendeteksi untuk kondisi malam dan siang hari.

    Pesawat tersebut bisa dimanfaatkan untuk pemantauan aktivitas ilegal, di antaranya pengawasan penebangan hutan secara liar, pencurian ikan, dan kawasan alur laut kepulauan Indonesia (ALKI).

    Misalnya di Papua membutuhkan pesawat tersebut, maka pesawat tanpa awak bisa diangkut menggunakan Hercules beserta peralatannya untuk dibawa kesana.

    "Sangat bermanfaat sekali pesawat tanpa awak itu untuk menjaga NKRI," katanya.

    Dalam kesempatan itu, KSAU juga mengatakan, pada tahun 2010 TNI AU juga akan membangun radar militer di Marauke yang diperkirakan mulai operasi Nopember, Saumlaki di Kepulauan Maluku dekat Ambon, Timika dan Kota Singkawang, tahun 2011 mendatang.

    Kemudian juga akan ditempatkan radar militer, yakni di Kupang dan Bali, Morotai, kata Imam.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> KSAU: TNI akan Beli Empat Pesawat Tanpa Awak


    Polisi Periksa Dua Orang
    Malang - Surya- Meledaknya sekitar 7.500 detonator yang sedang diproduksi PT Pindad Persero, di Desa Sedayu, Turen, Kabupaten Malang, menimbulkan kecurigaan. Insiden yang menelan korban jiwa tiga karyawan perusahaan pelat merah itu diduga terjadi lantaran PT Pindad hanya mengejar order, tanpa memikirkan risiko.

    Akibatnya, menurut sumber Surya, Kamis (3/6), mesin perakit tak kuat dipakai memproduksi detonator yang overproduksi. Mesin menjadi panas akibat peningkatan gesekan dan tekanan, sehingga menyebabkan delay elemen terbakar.

    Terbakarnya delay elemen itu menimbulkan percikan api, sehingga menyebabkan satu detonator meletus kemudian memicu detonator lain meledak secara beruntun tiga kali, menyebabkan kerusakan bangunan, sekaligus meminta korban jiwa. Hanya, sumber itu tak menyebut, berapa ribu produksi detonator yang dihasilkan Pindad setiap hari.

    Namun, pihak Pindad membantah dugaan overproduksi itu. Menurut Dirut Pindad, Adik Avianto S, jumlah produksi detonator di perusahaannya wajar. Dia menjelaskan, kejadian ledakan itu berlangsung pada proses produksi atau perakitan. Sebagian detonator sudah ada yang selesai dirakit, sebagian lagi masih setengah jadi.

    “Ah, nggak benar terjadi overproduksi. Perakitan detonator sebanyak itu dalam sehari normal saja, dan masih rata-rata,” tegasnya, Kamis (3/6).

    Kebetulan, paparnya, saat muncul ledakan, para korban berada di gedung yang kena ledakan seraya mengerjakan tugas masing-masing. Ada yang mengepres detonator, dan ada yang mengepak detonator yang selesai diproduksi.

    Seperti diberitakan, 7.500 detonator meledak di PT Pindad, Rabu (2/6) siang. Kecelakaan itu menyebabkan tiga karyawan tewas dan empat luka. Ledakan juga merusakkan gedung tempat memproduksi detonator. (Surya, 3/6).

    Olah TKP

    Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Surabaya, Kamis (3/6) siang, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dipimpin AKBP Kusnadi, waka Labfor, olah TKP berlangsung tertutup untuk wartawan.

    “Olah TKP selesai. Beberapa peralatan dibawa tim untuk diteliti. Soal penyebab ledakan, masih menunggu hasil uji lab,” kata AKP Hartoyo SH SIk, kasat Reskrim Polres Malang.

    Ditemui seusai mendampingi tim labfor, Hartoyo menambahkan, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi. Mereka, Ir Widiarso, manajer Perusahan Pindad dan seorang karyawan bernama Aditya.

    “Aditya diperiksa karena satu regu dengan para korban, sedang Pak Widiarso sebagai penanggung jawab,” ungkapnya.

    Mengomentari insiden tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)) yang juga analis militer, Dr Muhadjir Effendy, menyarankan agar pemerintah merelokasi perusahaan pembuat amunisi itu ke tempat yang lebih representatif, yang terpencil. Dia mencontohkan Pulau Sempu sebagai lokasi yang jauh dari warga.

    “Lihat saja lokasi Pindad itu, di sekelilingnya pemurkiman penduduk. Harusnya pabrik senjata kan steril dan tertutup, sehingga kalau ada insiden tidak berdampak luas,” ujar Muhadjir.

    Sumber: SURYA ONLINE
    Readmore -->

    Pangab Jepang Kunjungi Markas Kopassus


    JAKARTA (Pos Kota) – Panglima Angkatan Bersenjata Jepang, General Ryoichi Oriki, didampingi oleh Perwira Staf Angkatan Bersenjata Jepang serta Asintel Panglima TNI, Mayjen TNI Rasyid Qurnuen, mengadakan kunjungan persahabatan ke Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

    Kunjungan Pangab Jepang dan rombongan diterima langsung oleh Danjen Kopassus, Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus didampingi oleh para perwira stafnya, dengan suasana yang sangat hangat dan bersahabat.

    Kunjungan persahabatan tersebut dilaksanakan sebagai sarana dalam meningkatkan hubungan yang harmonis antara Angkatan Bersenjata Jepang dengan Kopassus. Dan tentunya tidak terlupakan adalah sebagai media koordinasi untuk kelancaran pelaksanaan operasional tugas kedua belah di lapangan.

    Rangkaian acara kunjungan ini dimulai dengan courtesy call di Ruang kerja Danjen Kopassus, dilanjutkan dengan tukar menukar cinderamata. Disamping itu, dijelaskan pula mengenai kegiatan operasional yang menjadi tugas pokok Kopassus. Acara dilanjutkan dengan pemutaran film Profil Kopassus dan foto bersama di Sasana Kusuma Bangsa Makopassus.

    Dalam sambutannya, Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Jepang, General Ryoichi Oriki mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan dan keramah tamahan dari tuan rumah serta mengharapkan agar kedua belah pihak dapat lebih meningkatkan lagi hubungan kerja sama dimasa depan.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Pangab Jepang Kunjungi Markas Kopassus

    Panglima TNI Terima Kunjungan Pangab Jepang

    JAKARTA (Pos Kota) – Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso, didampingi Kepala Staf Angkatan Laut, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, Kasum TNI, Asintel Panglima TNI, Kapuspen TNI dan Kabais TNI menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Jepang, General Ryoichi Oriki di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (2/6).

    Kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Jepang diawali dengan upacara penghormatan militer di Plaza Mabes TNI Cilangkap. Maksud kunjungan General Ryoichi Oriki adalah untuk memenuhi undangan Panglima TNI, serta untuk meningkatkan kerja sama antar kedua Angkatan Bersenjata.

    Kerja sama TNI dengan Angkatan Bersenjata Jepang terutama di bidang peningkatan sumber daya manusia telah berlangsung lama, dan saat ini Indonesia telah mengikutsertakan 8 lulusan SMA Taruna Nusantara di Akademi Militer Jepang, 2 orang Pamen TNI mengikuti pendidikan di Sesko Angkatan Darat Jepang dan Angkatan Udara Jepang serta 1 orang Kolonel TNI Angkatan Darat mengikuti pendidikan Lemhannas di Jepang.

    Ke depan, baik TNI maupun Tentara Beladiri Jepang akan lebih meningkatkan kerja sama, mengingat hal ini sangat bermanfaat dan memberikan peluang untuk saling bertukar ilmu pengetahuan dan teknologi. Diharapkan pertemuan akan berlanjut di tingkat Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara.

    TNI menawarkan keikutsertaan Tentara Beladiri Jepang pada Pusat Pelatihan Misi Perdamaian PBB yang ada di Indonesia untuk kerja sama dalam Peace Keeping Operation agar dapat lebih ditingkatkan, khususnya di bidang alih teknologi, penganggulangan terorisme dan bencana alam.

    Usai diterima Panglima TNI di Cilangkap, Panglima Angkatan Bersenjata Jepang didampingi oleh Kasum TNI, Asintel Panglima TNI dan Kapuspen TNI, Mayjen TNI Aslizar Tanjung, melaksanakan kunjungan ke Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kantor Menhan Jakarta Pusat.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Panglima TNI Terima Kunjungan Pangab Jepang

    Densus 88: Kunjungan Obama Masih Berisiko


    JAKARTA - Meski belum ada ancaman, Dnsus 88 Antiteror Mabes Polri menyatakan kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia, masih dinilai berisiko.

    Kadensus 88 Brigjen Pol Tito Karnavian menyatakan belakangan ini pihaknya berhasil melumpuhkan terduga teroris, namun diyakini masih ada sel-sel kelompok yang jumlahnya terbilang besar.

    Kelompok ini, menurut Tito, menyasar target-target dan kepentingan asing di Aceh, menjelang kedatangan Barack Obama pertengahan Juni mendatang. Beberapa pimpinan kelompok teroris tersebut masih berkeliaran dan dalam pengejaran.

    “Untuk rencana kedatangan Presiden Obama, kami belum menerima informasi apa pun terkait ancaman. Namun kami harus memberikan perhatian dan sangat hati-hati. Mengapa? Karena beberapa dari kelompok teroris masih ada,” ujar Tito seperti dikutip AFP, Kamis (3/6/2010).

    Rencana serangan itu, kata Tito sudah ada sejak Februari lalu. “Kami belum mengetahui apakah rencana itu sudah dihapuskan atau belum,” ujarnya.

    Pemerintahan Obama masih belum memastikan tanggal kedatangan Presiden yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia itu. Namun pihak Gedung Putih pada Rabu waktu setempat menyatakan bahwa rencana kedatangan masih sesuai jadwal, meski masih ada spekulasi akan ditunda. Namun alasan penundaan terkait tumpahan minyak British Petroleum (BP) di Teluk Meksiko.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Densus 88: Kunjungan Obama Masih Berisiko

    Tahun 2011 Alokasi KE Alutsista Indonesia Naik Rp 1 Triliun


    Jakarta, Kompas - Komisi I mempertanyakan konsistensi niat dan sikap pemerintah terkait kebijakan pertahanan, khususnya dalam hal pengadaan persenjataan dalam negeri, demi mengembangkan industri strategis pertahanan nasional.

    Konsistensi tersebut dipertanyakan karena dianggap sama sekali tidak tampak atau tecermin dalam rencana alokasi anggaran belanja pertahanan tahun anggaran (TA) 2011.

    Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDI-P TB Hasanuddin, Kamis (3/6), seusai mengikuti rapat dengar pendapat dengan jajaran Kementerian Pertahanan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemhan Marsdya Eris Herryanto.

    ”Katanya pemerintah mau menaikkan anggaran dan berkomitmen beli senjata yang bisa diproduksi sendiri untuk majukan industri pertahanan dalam negeri. Tapi, kok, justru alokasi anggaran untuk beli senjata dalam negeri TA 2011 malah turun?” ujar Hasanuddin.

    Menurut Hasanuddin, selama ini sudah terlalu banyak pernyataan komitmen dari pemerintah, mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga pejabat Kementerian Pertahanan beserta jajarannya.

    Tidak konsisten

    Akan tetapi, pada kenyataannya, menurut Hasanuddin, alokasi anggaran untuk pengadaan senjata turun dari TA 2010 sebesar Rp 850 miliar menjadi TA 2011 sebesar Rp 800 miliar. Sementara untuk pengadaan senjata dari luar negeri dalam bentuk alokasi kredit ekspor (KE) malah naik sekitar Rp 1 triliun dari Rp 5,5 triliun menjadi Rp 6,6 triliun.

    ”Lha, kok bisa begitu? Kenapa yang diomongkan tidak konsisten dengan yang dilakukan,” ujar Hasanuddin.

    Sementara itu, saat dihubungi terpisah, Sekjen Kemenhan Eris Herryanto menyatakan, tidak ada persoalan dalam pengalokasian anggaran, khususnya untuk pengadaan senjata. Selain itu, pemerintah, menurut dia, juga tetap konsisten dengan rencana mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Tahun 2011 Alokasi KE Alutsista Indonesia Naik Rp 1 Triliun

    Roket Antitank Pun Ikut Raib


    BRUSSEL, KOMPAS.com - Amunisi militer, termasuk roket antitank, telah dicuri dari tempat penimbunan senjata di Belgia barat laut, demikian kementerian pertahanan negara itu, Kamis (3/6/2010).

    Pencuri itu mengambil roket tipe M-72 LAW untuk senjata pegangan tangan dan Thunderflashes, pengganti pelatihan untuk granat, menurut kantor berita Belgia.

    Senjata itu berada dalam bunker yang dilindungi oleh sistem elektronik dan dijaga oleh patroli dan anjing keamanan.

    Militer, polisi dan penuntut umum Belgia semuanya telah memulai penyelidikan setelah pencurian itu diketahui di tempat penimbunan senjata di Bourg-Leopold. Rabu.

    Kementerian pertahanan menolak memberikan perincian mengenai kasus itu.

    Roket-roket curian itu mampu menghancurkan sasaran dari jarak sejauh 200 meter, menurut media Belgia.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Roket Antitank Pun Ikut Raib

    C-212 assembly set for Indonesian shift


    Future assembly of the C-212 light transport is likely to move to Indonesia


    Future assembly of the C-212 light transport is likely to move to Indonesia as part of an Airbus Military initiative to reduce the type's unit cost and allow its Spanish facilities to be dedicated to producing the larger CN-235 and C-295 models.

    "The question is: can we find an industrial arrangement on which we can continue to produce this aircraft in a very competitive way," says Airbus Military managing director Domingo Ureña.

    "We are working with our colleagues in Indonesia to see how we can jointly offer this product to the market," he reveals. Airbus Military has a long-standing partnership with Indonesian Aerospace on the CN-235, and Ureña says "an agreement has been reached" to extend this to also include assembly of the C-212.

    Ureña believes the C-212 can continue to meet requirements for operators in regions such as Asia Pacific, but says: "We need to be able to offer a cheap price. I hope in the short- to medium-term to go back to the market and say that we have the solution."

    Airbus Military is close to concluding a deal with Thailand for an undisclosed number of C-212s configured for fisheries protection duties. The company has also been selected to provide Vietnam with five, although a contract has yet to be signed.

    Developed initially for the Spanish air force and first flown in 1971, more than 480 C-212s have been ordered. It is now offered in its -400 production standard, a configuration that is less than 10 years old.

    Meanwhile, senior vice-president commercial Antonio Rodriguez-Barberán says Airbus Military is also "starting to consider not a replacement for the C-212, but a re-engineering of the aircraft to make it more modern".

    Airbus Military delivers around 24 CN-235s and C-295s a year from its San Pablo site near Seville, Spain, but has not yet produced the C-212 on its new assembly line.

    The company is believed to have initiated early studies on the development of a larger successor for both the CN-235 and C-295, but officially says that it is in no rush to replace the types.

    From: FG
    Readmore --> C-212 assembly set for Indonesian shift

    Thursday, June 3, 2010 | 6:00 PM | 0 Comments

    Tentara Israel Buang Mayat-Mayat Aktifis ke Laut

    ISTANBUL--MI: Ketua Yayasan Turki IHH Bulent Yildirimyang mengorganisir konvoi kapal Freedom Flotilla yang diserang Israel pada Senin (31/5) menyatakan bahwa tentara Israel membuang mayat-mayat aktifis yang mereka tembaki ke laut. Bulent membantah klaim Israel bahwa korban tewas hanya sembilan orang.

    Bulent Yildirim yang tiba di Istanbul, Turki, dari Israel, Kamis (3/6) pagi waktu setempat bersama ratusan aktivis lainnya mengatakan memang betul mereka merebut senjata dari pasukan Israel. Namun, mereka langsung membuangnya ke laut lepas. Para aktifis hanya menggunakan tongkat dan kursi untuk membela diri saat diserang.

    "Kalaupun kami menggunakan senjata, tetap saja yang kami lakukan adalah pembelaan diri yang sah," ujar pria yang berprofesi sebagai pengacara itu.

    Para relawan bersikeras bahwa tujuan konvoi mereka untuk menembus blokade Jalur Gaza selama tiga tahun hanya untuk membawa makanan dan persediaan lain terhadap warga Palestina.


    "Tentara menembak dokter, dan aktifis-aktifgis lain yang sudah menyerah. Mereka kemudian melempar mayat ke laut. Kami tidak tahu ke mana perginya mayat-mayat itu," ujar Bulent yang membantah klaim Israel mengenai jumlah korban tewas

    Israel mengklaim "hanya" sembilan orang tewas dalam serangan tersebut. Kendati demikian, para saksi mata memberikan kesaksian bahwa jumlah 19 orang, seperti yang dilansir dalam kawat berita, mungkin adalah yang paling benar.

    Bulent menambahkan pasukan Komando Israel memaksa relawan bertekuk lutut dengan tangan di atas kepala begitu mereka terjun dari helikopter.

    "Helikopter terbang di atas kami dan terus mengawasi," ujar Bulent seperti yang dilansir Reuters.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Tentara Israel Buang Mayat-Mayat Aktifis ke Laut

    Densus 88 Bakal Ganti Nama Jadi Korps 88


    JAKARTA- Detasemen Khusus 88 Antiteror akan diubah menjadi sebuah korps di institusi Polri. Mabes Polri berencana akan memisahkan Densus 88 dari jajaran Bareskrim Polri.

    “Densus 88 akan jadi Korps 88 Polri,” ucap Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan hasil audit keuangan di gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Kamis (3/6/2010).

    Lebih lanjut Kapolri mengatakan bahwa Korps 88 ini nantinya akan dipimpin oleh perwira tinggi polri dengan pangkat inspektur jenderal. "Yang level bintang dua," sambungnya.

    Dengan dijadikannya Densus 88 sebagai korps maka institusi itu akan langsung berada di bawah kendali Mabes Polri. Satuan Densus 88 di daerah ditiadakan.

    "Tidak ada lagi Densus 88 di jajaran wilayah. Haya ada CRT, sebagai pemukul yang sudah dididik di Amerika dan satuan Brimob," imbuhnya.

    Tak hanya Densus yang akan dijadikan korps, Direktorat Lalu Lintas juga akan dirombak. "Nanti lalu lintas jadi korps lalu lintas Polri dengan level naik bintang dua," bebernya.

    Polri juga akan menghapus jajaran Polwil dan Polwiltabes di daerah-daerah. "Pengelolaan keuangan polwil kami serahkan ke polres," kata dia.

    Kapolri mengatakan, restrukturisasi ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi di jajaran Polri. "Saat ini kami akan merestruksi sekarang sudah ada di meja Presiden. Nanti akan ada restruksasi sehingga pelayanan publik lebih prima," tutupnya.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Densus 88 Bakal Ganti Nama Jadi Korps 88

    Pengamat: PT Pindad Harus Direlokasi


    Malang - Pengamat militer Dr Muhadjir Effendi menyatakan PT Pindad yang berada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, harus segera di relokasi karena tidak layak.

    "Lokasi PT Pindad yang berada di tengah pemukiman warga itu tidak memenuhi kelayakan sebuah industri amunisi skala besar. Seharusnya PT Pindad itu berada di lokasi yang lebih ideal dan jauh dari pemukiman warga," ucap Muhadjir di Malang, Kamis.

    Selain lokasinya yang tidak memenuhi standar kelayakan, katanya, standar keamanan dan keamanan produksi juga tidak terjaga, bahkan juga tidak dilengkapi dengan radar sebagai alat pertahanan udara.

    Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengungkapkan, lokasi PT Pindad sama sekali tidak memiliki sistem perlindungan keamanan yang memadai, bahkan kesannya justru seperti pabrik rokok yang banyak ditemui di wilayah Kota dan Kabupaten Malang.

    "Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa lokasi itu sebagai kawasan industri amunisi terbesar milik militer sama sekali tidak ada. Kondisi ini kan memprihatinkan," ujar Muhadjir yang pernah belajar kemiliteran di Pentagon (Departemen Pertahanan AS) itu.

    Lebih lanjut Muhadjir mengemukakan, lokasi yang tepat untuk merelokasi PT Pindad tersebut adalah Pulau Sempu yang berada di kawasan Pantai Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

    Selain lokasinya tidak berada di lingkungan pemukiman penduduk, juga dekat dengan sumber air."Pulau Sempu sangat ideal untuk lokasi PT Pindad, karena selain dekat dengan air sebagai antisipasi terjadinya insiden, kerahasiaan amunisi yang diproduksi juga akan terjaga," paparnya.

    Menurut dia, yang harus direlokasi ke lokasi yang lebih ideal itu tidak hanya PT Pindad yang ada di Malang saja, tapi yang ada di Bandung juga harus di relokasi pula karena kondisinya hampir sama dengan yanga ada Malang.

    "Kondisi kedua perusahaan milik militer ini secara umum tidak representatif sebagai pusat industri amunisi dan peralatan persenjataan," katanya menegaskan.

    PT Pindad yang berlokasi di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mengalami ledakan dua kali, dan insiden terbaru terjadi Rabu (2/6) sekitar pukul 13.45 WIB.

    Akibat ledakan di ruang produksi detonator tersebut kondisi bangunan hancur, tiga korban meninggal, yakni Tri Nurhuda (27), Muchlis Usman (22) dan Sandi (23) serta tiga lainnya mengalami luka-luka.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pengamat: PT Pindad Harus Direlokasi

    Lanud Tarakan disiagakan dua pesawat


    TARAKAN, tribunkaltim.co.id - Komando Operasi TNI AU (Koopsau II) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Agus Munandar bersama istri beserta rombongan tiba di Bandara Juata Tarakan, Rabu (2/6/2010) pukul 09.00. Rombongan Koopsau II ini datang dengan menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737.

    Kedatangan Agus ini untuk melihat pembangunan Lanud Tarakan. Agus mengatakan, hingga saat ini pembangunan Lanud Tarakan Type C ini masih mencapai 60 persen, sehingga masih tersisa 40 persen lagi.

    "Yah mudah-mudahan pembangunan Lanud Tarakan ini segera cepat selesai. Sebab dari tahun 2006 hingga 2010 ini belum juga selesai. Ini dikarenakan pembangunan menggunakan sistem multiyears," ucapnya.

    Agus berharap pembangunan Lanud Tarakan, dapat segera dapat selesai, karena Lanud Tarakan ini sngat penting untuk melakukan pengamanan wilayah di daerah perbatasan Indonesia di Kalimantan Timur bagian Utara.

    "Tentunnya pengamanan ini harus dilakukan untuk menghindari ancaman fakutal dan potensial yang ada," ucapnya.

    Sekadar informasi, Lanud Tarakan, memiliki luas sekitar 160 hektare. Di atas lahan ini akan dibangun 200 rumah untuk anggota prajurit TNI AU. Sedangkan personel yang disiapkan sebanyak 250 anggota.

    Tak hanya itu nantinya Nanti di Lanud Tarakan disiagakan dua pesawat masing-masing jenis F-5 dan F-16.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> Lanud Tarakan disiagakan dua pesawat

    TNI Buka Pendidikan Calon Penerbang


    JAKARTA--MI: TNI membuka lowongan bagi warga negara Indonesia yang ingin dididik menjadi penerbang melalui Pendidikan Pertama Perwira PSDP Penerbang TNI. Pendaftaran dibuka mulai 1 sampai 30 Juni 2010, di Ajendam setempat/terdekat (di Kodam seluruh Indonesia).

    Persyaratan yang wajib dipenuhi setiap pelamar adalah jenis kelamin laki-laki (bukan Prajurit TNI, Polri dan PNS) yang berusia setinggi-tingginya 22 tahun dan sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan pada saat pembukaan pendidikan pertama. Yang bersangkutan memiliki tinggi badan minimal 165 cm dan panjang kaki minimal 100 cm, sehat jasmani, rohani, bebas narkoba dan tidak berkaca mata, dan berijazah serendah-rendahnya Sekolah Menengah Atas

    (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) jurusan IPA dengan rata-rata Nilai Akhir Ujian Nasional untuk lulusan tahun 2010 ditentukan kemudian setelah pelaksanaan Ujian Nasional dan untuk lulusan tahun 2006 sampai 2009 tidak kurang dari 6,5 dan tidak ada nilai yang kurang dari 6.

    Pelamar juga tidak kehilangan hak untuk menjadi Prajurit TNI

    berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, belum pernah nikah dan sanggup untuk tidak menikah, selama mengikuti pendidikan pertama dan selama 2 tahun setelah

    selesai pendidikan pertama serta Bersedia melaksanakan Ikatan Dinas Pendek (IDP) keprajuritan selama 10 tahun terhitung mulai diangkat sebagai Letnan Dua dan dapat diangkat kembali menjadi prajurit karier sesuai dengan persyaratan. Pelamar juga harus bersedia ditempatkan dan ditugaskan di seluruh wilayah NKRI dan tidak memiliki catatan

    kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri. Bagi yang sudah berkerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan diharuskan memiliki surat persetujuan dari Kepala Jawatan/Instansi yang bersangkutan, bersedia diberhentikan dari status pegawai bila diterima menjadi siswa Perwira PSDP Penerbang TNI.

    Materi seleksi meliputi Administrasi, Kesehatan, Kesamaptaan Jasmani, Psikologi, Mental Ideologi, Test Bakat Terbang dan Akademik (PKPN, Bahasa Inggris, Fisika dan Matematika). Penjelasan lebih rinci dapat ditanyakan di tempat pendaftaran atau situs www.tni.mil.id.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Buka Pendidikan Calon Penerbang

    KSAL Kunjungi Lanal Bengkulu


    BENGKULU--MI: Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Agus Suhartono mengunjungi Pangkalan TNI-Al (Lanal) Bengkulu, untuk memantau persiapan dan perkembangan keamanan laut di wilayah tersebut.

    Komandan Lanal Bengkulu Letkol Laut (P) Deri Suhendi melalui Pasi Intel W Sugijatno, Kamis (3/6), mengatakan kunjungan kerja Kasal tersebut langsung meninjau kawasan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

    "Beliau akan melihat langsung kondisi peralatan di Lanal Bengkulu termasuk kendaraan operasional, karena wilayah Bengkulu berhadapan dengan laut Hindia," katanya.

    Lanal Bengkulu sangat membutuhkan armada berkapasitas besar mengingat wilayah ini merupakan perairan terluas dan perlu peningkatanan keamanan termasuk antisipasi kapal-kapal dari luar.

    Di sekitar perairan Enggano, setiap bulan diduga masih ada kapal ikan berbendera asing yang sering diperegoki nelayan lokal, namun untuk mengusir kapal tersebut armada Lanal Bengkulu belum mampu mengejarnya.

    Armada operasional dimiliki Lanal Bengkulu sebagian besar berkapasitas kecil dan sudah tua, dengan demikian diharapkan kunjungan Kasal ke daerah ini bisa mengganti atau menambah armada yang ada di Lanal Bengkulu tersebut.

    Kunjungan KSAL tersebut, katanya juga berkaitan dengan keamanan rencan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yodhoyono untuk membuka Musyabakah Tilawati Quran nasional (MTQN) ke-23 di Provinsi Bengkulu akhir pekan ini.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> KSAL Kunjungi Lanal Bengkulu

    RI-Malaysia Perketat Penjagaan Perbatasan


    PONTIANAK--MI: TNI Angkatan Darat (AD) dan tentara Malaysia akan meningkatkan frekuensi dan intensitas patroli bersama di sepanjang perbatasan kedua negara di Kalimantan Barat (Kalbar).

    "Patroli gabungan yang semula rutin dilaksanakan setiap dua kali dalam setahun akan ditambah frekuensinya menjadi tiga kali setahun," kata Komandan Komando Resor Militer (Korem) 121/Alam Bhana Wanawai Pontianak Kolonel Toto Rinanto, Kamis (3/6).

    Ia mengatakan, peningkatan frekuensi patroli bersama itu untuk meminimalisasi potensi gangguan keamanan di sepanjang perbatasan kedua negara. Selain itu, juga untuk meningkatkan jalinan komunikasi dan saling pengertian antara sesama personel yang bertugas.

    "Paling tidak, akan memperkuat ikatan emosional antara kedua pasukan (Indonesia dan Malaysia) yang sedang bertugas. Jadi, kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran perbatasan, bisa langsung diselesasikan di lapangan. Kecuali, hal-hal prinsip, harus dilaporkan ke pimpinan masing-masing," jelas Danrem.

    Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar terbentang sepanjang kurang lebih 966 kilometer (km), yakni mulai dari Tanjung Datuk di Kabupaten Sambas hingga Gunung Cemeru di Kabupaten Kapuas Hulu. Panjang perbatasan tersebut mencakup sekitar 70,58% dari 1.200 km garis perbatasan kedua negara di Pulau Kalimantan.

    Dari 966 km panjang perbatasan darat itu, masih terdapat sekitar 200 km yang tanpa penjagaan aparat keamanan Indonesia. Oleh karena itu, Markas Besar (Mabes) TNI merencanakan penambahan sejumlah pos pengamanan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar tersebut.

    "Kami akan membangun pos gabma (gabungan bersama Indonesia-Malaysia) di Desa Sajingan Besar (Sambas) dan Nangabadau (Kapuas Hulu). Pembangunannya masih dalam tahap persiapan fisik dan penyediaan bahan material," ungkap Danrem.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> RI-Malaysia Perketat Penjagaan Perbatasan

    KASAU : LANUD PEKANBARU DAPAT DIANDALKAN


    Pangkalan TNI Angkatan Udara Pekanbaru dapat diandalkan untuk melaksanakan dukungan operasi dan operasi udara, demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Sufa’at S, Ip, pada saat diwawancarai beberapa wartawan disela-sela kunjungan kerja di Lanud Pekanbaru, (Rabu, 2/6)

    Hal tersebut disampaikan Kasau setelah meninjau langsung kesiapan fasilitas dan sarana prasarana pendukung yang ada di Lanud Pekanbaru, untuk itu Kasau mengharapkan kondisi yang ada saat ini tetap dipertahankan, sedangkan untuk kedepan kesiapan operasi tersebut akan terus ditingkatkan. Guna mendukung hal tersebut Kasau akan memprioritaskan peningkatan kesiapan alutsista pesawat tempur Hawk 100/200 Skadron Udara 12. Hal yang paling diprioritaskan adalah kebutuhan spare part pesawat, sehingga jumlah pesawat yang operasional di Skadron Udara 12 bisa lebih banyak lagi, demikian disampaikan Kasau.

    Adanya wacana peningkatan status Lanud Pekanbaru dari type B menjadi type A, Kasau menegaskan bahwa hal tersebut bukan hanya sekedar wacana, tetapi sudah ada Keputusan untuk peningkatan status Lanud Pekanbaru, namun internal TNI AU sendiri belum merealisasikannya, hal ini terkendala dengan persyaratan yang harus dipenuhi, dimana Lanud type A harus memiliki dua skadron pesawat, sementara untuk merealisasikan hal tersebut sangat tergantung dari anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah. Namun peningkatan status Lanud Pekanbaru tersebut dapat direalisasikan apabila tingginya frekwensi latihan bersama dengan negara lain yang dilaksanakan di Lanud Pekanbaru.

    Kunjungan Kerja Kasau ke Lanud Pekanbaru yang berlangsung selama dua hari tersebut turut didampingi oleh para pejabat teras Mabesau, Pangkoopsau I, Dankodikau, serta Dankorpaskhasau.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> KASAU : LANUD PEKANBARU DAPAT DIANDALKAN

    Russian missile cruiser ready to visit San Francisco


    The Varyag is a Slava class missile cruiser, designed as a surface strike ship with some anti-air and ASW capability


    A task force from the Russian Pacific Fleet led by the missile cruiser Varyag will set sail on June 4 on a friendly visit to the United States, the fleet's spokesman said on Thursday.

    The naval group, which also includes the Fotiy Krylov salvage tug and the Boris Butoma tanker, will make a port call in San Francisco during a month-long voyage.

    "During a visit to San Francisco the Russian sailors will get acquainted with the city and its history...while San Francisco residents will be able to visit the ship, meet with the crew and listen to the music performed by the Pacific Fleet's orchestra," the official said.

    The Varyag is a Slava class missile cruiser, designed as a surface strike ship with some anti-air and ASW capability. The sixteen SS-N-12 Sandbox nuclear-capable supersonic anti-ship missiles are mounted in four pairs on either side of the superstructure, giving the ship a distinctive appearance.

    NATO experts had dubbed Russian combat ships of this class "the killer of aircraft carriers," as it can launch 1,000 kg of high-explosives or a tactical nuclear warhead out to a range of 300 nautical miles.

    In April 2009 the Varyag led a group of 21 foreign naval vessels participating in a parade to mark the 60th anniversary of China's Navy off the coast of the eastern city of Qingdao.

    In November last year the flagship of the Pacific Fleet visited Singapore.

    from: RIA
    Readmore --> Russian missile cruiser ready to visit San Francisco

    Indonesia Paling Siap Membangun PLTN


    JAKARTA (Pos Kota)-Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo mengakui, dibanding negara tetangga lainnya Indonesia paling siap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

    “Secara infrastruktur kita paling siap membangun PLTN dibandingkan negara lain, sayangnya belum ada keputusan pemerintah untuk Go nuklir” ujarnya, kemarin.

    Menurut Hudi penundaan penerapan PLTN mengandung risiko besar. Pasalnya, jika negara sekitar atau Asia sudah lebih dulu membangun PLTN maka negara kita akan menjadi daftar tunggu yang semakin panjang untuk bangun PLTN.

    Selain itu sumber daya manusia (SDM) ahli nuklir Indonesia akhirnya memilih bekerja ke luar negeri untuk mengaplikasikan keahliannya. Ia mengingatkan, bahwa energi adalah penunjang kemajuan perekonomian negara oleh.

    Karena itu kebutuhan akan energi listrik di masa depan dipastikan semakin tinggi. PLTN harus menjadi salah satu bagian dari rencana pengembangan energi nasional agar kebutuhan tersebut tercukupi.

    Sementara itu Kepala Divisi Perencanaan Sistem-PLN Joko Prasetyo mengatakan, meningkatnya kebutuhan akan energi listrik di wilayah Jawa dan Bali menjadikan tempat ini yang paling sesuai untuk pengembangan PLTN.

    Sedangan pakar teknologi nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Zaki Su`ud mengungkapkan, bahwa pada tahun 2025 diproyeksikan kebutuhan pembangkit listrik terbesar di daerah Jawa dan Bali yaitu sebesar 100 Gwe dan dengan ini diproyeksikan adanya empat PLTN dengan kapasitas 1 Gwe per-unit.

    Untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik dia mengharapkan pada tahun 2017 dua unit pertama reaktor PLTN sudah mulai beroperasi.

    Terkait dengan faktor lingkungan, menurut Zaki, Keunggulan PLTN dibandingan dengan pembangkit lainnya adalah tidak adanya polusi gas rumah kaca yang ditimbulkan.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Indonesia Paling Siap Membangun PLTN

    Supadio Akan Miliki Skadron Pesawat Tanpa Awak


    Pontianak (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara akan menambah satu skadron berupa pesawat tanpa awak di Pangkalan Udara Supadio Pontianak untuk memperkuat kemampuan pemantauan termasuk daerah perbatasan di Kalimantan Barat.

    Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufa`at di Pontianak, Rabu malam mengatakan, pesawat tanpa awak mempunyai fungsi yang sangat strategis.

    "Di negara maju, pesawat ini dapat dioperasikan dari jarak jauh," katanya.

    Selain itu, lanjut dia, dapat dipersenjatai serta dilengkapi dengan peralatan pendeteksi untuk kondisi malam dan siang hari.

    Ia menambahkan, status Lanud Supadio Pontianak akan ditingkatkan menjadi Kelas A atau Bintang 1. Salah satu syarat minimalnya mempunyai dua skadron.

    Saat ini Lanud Supadio menjadi pangkalan Skadron Udara I Elang Khatulistiwa. Pesawat yang digunakan jenis Hawk.

    "Kalau ada skadron pesawat tanpa awak, Supadio bisa menjadi pangkalan udara Kelas A," kata mantan Komandan Lanud Supadio tahun 2000 - 2002 itu.

    Pengadaan pesawat tersebut diharapkan terwujud awal tahun depan. Ia melanjutkan, untuk alat utama sistem senjata (Alutsista) pengadaan dilakukan oleh Mabes TNI.

    Sementara Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, banyak isu strategis di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia.

    "Seperti pergeseran patok, kegiatan ilegal yang melibatkan warga kedua negara. Misalnya ilegal tambang, perdagangan manusia dan pembalakan liar," kata Christiandy Sanjaya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Supadio Akan Miliki Skadron Pesawat Tanpa Awak

    Kemhan: Beli alutsista asing boleh, asal ada transfer teknologi


    Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) tetap mengizinkan pengadaan alutsista TNI dari luar negeri jika alutsista tersebut tidak bisa dibuat di dalam negeri. Namun, apabila pengadaan tersebut dari luar maka tetap harus melakukan transfer teknologi.

    "Kebijakan yang dikeluarkan Menhan itu jika pengadaan alutsista yang tidak bisa dibuat di dalam negeri. Tapi harus ada transfer teknologi sehingga peralatan kita beli paling tidak bisa mendukung keberadaan TNI," kata Sekjen Kemhan Marsdya Eris Haryanto, di Jakarta, Rabu (2/6).

    Menurutnya, transfer teknologi tersebut menjadi utama bagi pertimbangan pemerintah, sehingga ke depan bisa mengerjakan barang itu dengan sendiri.

    Diakuinya, pembelian untuk pengadaan alutsista memang saat ini terbatas dengan anggaran. Untuk bisa transfer teknologi, lanjut dia, harus ditempel dalam pengadaan sehingga bisa mendukung dari dalam negeri dan bisa membuat sendiri.

    "Hal ini sudah diketahui oleh semua prinsip-prinsip yang beroperasi. Dalam pengadaan barang mereka memahami sehingga saat menawarkan selalu disertakan dengan program transfer of technology," papar Eris.

    Sumber: PRIMAIRONLINE
    Readmore --> Kemhan: Beli alutsista asing boleh, asal ada transfer teknologi

    Russia-Vietnam submarine deal worth record $3.2 bln


    Last year's contract on the delivery of six Kilo class diesel submarines to Vietnam, worth a total of $3.2 billion, is the largest deal in the history of Russian exports of naval equipment, a Russian magazine says.

    The contract was signed in December 2009 during the visit of Vietnamese Prime Minister Nguyen Tan Dung to Russia.

    "The construction cost is $2.1 billion, but the building of all necessary coastal infrastructure and the delivery of armaments and other equipment may bring the total to $3.2 bln, which makes this deal the largest in the history of Russian exports of naval equipment," the Export of Arms magazine says in an editorial published in its June issue.

    Admiralty Shipyards in St. Petersburg will build the submarines with the rate of one vessel per year.

    State-run arms exporter Rosoboronexport previously said Russia could sell up to 40 fourth-generation diesel-electric submarines to foreign customers by 2015.

    Kilo class submarines, nicknamed "Black Holes" for their ability to avoid detection, are considered to be among the quietest diesel-electric submarines in the world.

    The submarine is designed for anti-submarine warfare and anti-surface-ship warfare, and also for general reconnaissance and patrol missions.

    The vessel has a displacement of 2,300 tons, a maximum depth of 350 meters (1,200 feet), a range of 6,000 miles, and a crew of 57. It is equipped with six 533-mm torpedo tubes.

    At least 29 Kilo class subs have been exported to China, India, Iran, Poland, Romania and Algeria.

    Export of Arms is a specialized Moscow-based technical and analytical magazine, published bimonthly by Russia's Centre for Strategic and Technological Analysis.

    From: RIA
    Readmore --> Russia-Vietnam submarine deal worth record $3.2 bln

    Pemerintah Bungkus 18 Pesawat Fixed Wing


    JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membeli 18 pesawat fixed wing untuk keperluan Sekolah Tinggi Penerbang Indonesia (STPI) Curug tahun ini. Saat ini proses tender tengah berjalan dengan melibatkan beberapa produsen pesawat latih seperti Diamond, Piper dan Cessna.

    Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemenhub Dedi Darmawan menjelaskan, 18 pesawat tersebut harusnya sudah dibeli tahun lalu. Namun proses tender waktu itu batal karena pemenang tidak bisa memenuhi spesifikasi pesawat yang diinginkan.

    "Tendernya kami buka lagi untuk jumlah yang sama. Harga satu fixed wing di pasaran Rp 2,5 miliar. Jadi untuk 18 pesawat nilai totalnya Rp 45 miliar," kata Dedi, Rabu (2/6/2010).

    STPI Curug tidak akan langsung menerima seluruh pesawat tersebut. Pasalnya, Kemenhub akan mendanai pengadaannya secara bertahap sampai tahun depan. Pengiriman perdana pesawat sendiri direncanakan dilakukan November 2010.

    "Sekarang Curug sudah punya 33 pesawat fixed wing dan 3 helikopter latih. Tetapi semuanya pesawat tua, rata-rata usianya dibawah 1995," imbuhnya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pemerintah Bungkus 18 Pesawat Fixed Wing

    Iran tidak akan Hentikan Program Nuklir


    TEHERAN--MI: Sanksi-sanksi baru dunia internasional terhadap Iran terkait dengan program nuklirnya tidak akan menghentikan upaya negara itu memperoleh energi atom untuk kepentingan damai. Hal itu dikatakan ketua parlemen Ali Larijani, Rabu (2/6).

    Larijani, seorang tokoh konservatif dan mantan perunding utama nuklir Iran, mengatakan, sanksi baru juga bisa membuat Teheran meninjau lagi hubungannya dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Iran tidak akan Hentikan Program Nuklir

    Oktober Nanti Indonesia Punya Satu Skuadron Tempur Sukhoi


    JAKARTA. Jumlah pesawat Sukhoi Indonesia makin bertambah. Kementerian Pertahanan memastikan pada September nanti tiga pesawat Sukhoi yang dipesan dari Rusia tiba di Jakarta.

    Dengan begitu pada bulan Oktober nanti Indonesia sudah memiliki satu skuadron tempur Sukhoi. "Sukhoi yang tiga lagi akan datang pada September ini, karena diharapkan sudah bisa diterbangkan pada Oktober," ujar Direktur Pengadaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sarana Pertahanan, Marsekal Pertama Mukhtar Lubis di Kementerian Pertahanan, Rabu (2/6).

    Tiga Sukhoi yang akan tiba tiga bulan lag itu adalah jenis Su-27SKM. Saat ini, menurut Lubis, Ditjen Sarana Pertahanan sedang melatih para teknisi untuk menangani pesawat canggih itu.

    Sekadar informasi, sebelumnya pemerintah pernah membeli dua Sukhoi jenis SU-30MK dan dua SU-27SK pada tahun 2003 lalu. kemudian
    Kementerian Pertahanan memesan lagi enam pesawat Sukhoi pada 2007 senilai sekitar US$ 300 juta atau senilai Rp 2,85 triliun.

    Enam pesawat Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga jenis Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009.'

    Sumber: KONTAN
    Readmore --> Oktober Nanti Indonesia Punya Satu Skuadron Tempur Sukhoi

    Okinawa, Anak Tiri Negeri Jepang


    Sebuah foto dokumentasi yang diambil pada 24 April 2010 menunjukkan sejumlah pesawat dan helikopter bertengger di tarmak Pangkalan Angkatan Laut AS Futenma di Ginowan, Okinawa, Jepang. PM Hatoyama gagal mewujudkan janjinya untuk memindahkan pangkalan ini ke tempat lain.


    Kepulauan Okinawa yang membentang di selatan Kerajaan Jepang dan berada di utara Taiwan adalah ”anak tiri” negara Matahari Terbit. Gagalnya pemindahan pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa membuat warga kecewa dan memaksa Perdana Menteri Yukio Hatoyama mundur.

    Warga Okinawa menyebut diri sebagai ”uchinanchu”, berbeda dengan warga Jepang lain yang disebut ”yamato unchu” atau ”naicha”. Warga Okinawa hingga kini seperti warga kelas dua di Jepang. Diskriminasi terjadi meski tak setajam masa lalu.

    Sejarawan Matsumura Toshio yang sedang menyelesaikan program doktoral di Universitas Tokyo mengatakan, kehidupan di Okinawa keras sehingga warga harus merantau ke kota Tokyo dan Osaka untuk mencari sesuap nasi. Warga Okinawa hidup sebagai nelayan atau petani marjinal di kampung halaman.

    ”Sebelum Perang Dunia II terasa betul ada diskriminasi terhadap warga Okinawa oleh warga Jepang dari pulau besar seperti Honshu, Shikoku, dan Kyushu. Warga Okinawa memiliki dialek tersendiri yang berbeda dengan mayoritas warga Jepang di pulau-pulau besar,” kata Toshio.

    Mereka pun tinggal berkelompok untuk dapat bertahan hidup di perantauan. Kebiasaan merantau ke luar negeri juga dilakukan orang Okinawa.

    Menurut Toshio, sebagian besar warga keturunan Jepang (Nisei) di Brasilia berasal dari kepulauan Okinawa.

    Perlakuan berbeda juga diterapkan kepada warga Okinawa yang diwajibkan membawa paspor saat meninggalkan wilayah mereka untuk memasuki pulau-pulau utama di Jepang. Analis politik Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Atsushi Sano, menjelaskan, kebijakan itu berlaku hingga akhir masa pendudukan militer Amerika Serikat (AS) di Okinawa selepas Perang Dunia II.

    ”Kewajiban itu dihapus awal tahun 1970-an. Pendudukan Amerika berlangsung tiga dasawarsa lebih di sana,” kata Sano.

    Rebutan Tiongkok-Jepang

    Pada awal abad ke-19, Kepulauan Ryukyu merupakan daerah perluasan pengaruh kerajaan Tiongkok dan kerajaan Jepang. Wilayah itu sempat berdiri sendiri sebagai kerajaan Ryukyu.

    Matsumura Toshio menerangkan, pada paruh kedua abad ke-19, saat restorasi Meiji, Ryukyu sepenuhnya dikuasai kekaisaran Jepang. ”Selanjutnya ekspansi berlanjut ke Taiwan setelah perang Tiongkok-Jepang tahun 1895 dan pendudukan Korea pada tahun 1910. Okinawa menjadi daerah strategis bagi kekaisaran Jepang yang memasuki era industrialisasi,” kata Toshio.

    Pada kurun waktu tersebut, Kaigun (Angkatan Laut) Jepang menggoreskan sejarah sebagai bangsa Asia pertama yang mengalahkan bangsa kulit putih saat menghantam Angkatan Laut Kekaisaran Rusia dalam pertempuran Selat Tsushima (1905).

    Pada masa pendudukan Jepang terhadap Semenanjung Korea, Taiwan, dan Manchuria (sekarang timur laut Tiongkok atau kawasan Dong Bei), timbul sebutan ”san goku jin” atau orang jajahan yang bermakna merendahkan.

    Meski sebutan tersebut tidak digunakan untuk merujuk kepada orang Okinawa, dalam pelbagai bidang kehidupan, lanjut Toshio, seorang Okinawa dipandang rendah oleh masyarakat asli Jepang.

    Perlakuan berbeda, kata Toshio, juga terjadi atas orang Tionghoa dan orang Korea yang tinggal turun-temurun di Honshu, Shikoku, dan Kyushu.

    Militer Amerika Serikat

    Pada babak akhir Perang Dunia II, bulan April 1945, terjadi pertempuran berdarah di Okinawa antara militer Amerika Serikat melawan tentara kekaisaran Jepang yang terdesak, tetapi melawan dengan berani.

    Kemenangan AS dibayar mahal dengan korban 12.000 prajurit tewas dan 38.000 terluka. Adapun Jepang kehilangan 100.000 prajurit.

    Penduduk Okinawa menjadi korban dalam pertempuran itu. Menurut Museum Prefektur Okinawa, sekitar 100.000 warga setempat tewas akibat kelaparan dan sebagian lagi dipaksa militer Jepang untuk bunuh diri.

    Pendudukan AS di bawah Jenderal Douglas MacArthur mengambil alih pangkalan militer Jepang. Semasa Perang Tiongkok (1945-1949), Perang Korea (1950-1953), dan Perang Vietnam pada dekade 1960-an hingga jatuhnya Saigon, April 1975, Okinawa menjadi pangkalan strategis bagi Amerika dan sekutu.

    Saat ini, dari 47.000 prajurit AS yang berada di Jepang, lebih dari separuh berada di Okinawa. Pangkalan militer AS menduduki 19 persen wilayah Okinawa.

    Meski ekonomi lokal tumbuh dengan keberadaan pangkalan militer di Futenma dan Kadena, warga Okinawa resah. Mereka melihat Okinawa dibiarkan menjadi pusat militer AS karena tidak diinginkan berada di pulau-pulau utama Jepang.

    Keberadaan militer AS menimbulkan efek samping, seperti kasus pemerkosaan terhadap bocah perempuan berusia 12 tahun oleh tiga prajurit AS. Okinawa masih menjadi anak tiri Jepang....

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Okinawa, Anak Tiri Negeri Jepang

    Robot Berperan di Masa Depan


    DU-114 merupakan salah satu robot unggulan karya mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Bandung, Jumat (14/5). Robot karya putra bangsa ini menjadi jawara dalam ajang internasional.


    Untuk kedua kalinya karya anak bangsa berjaya di Robogames 2010 di San Mateo Event Center, Amerika Serikat, 24-25 April lalu. Robot DU-114 berhasil mempertahankan gelar di kelas yang sama.

    Tahun lalu, Indonesia merebut medali emas di kelas yang sama, yaitu Open Autonomous Fire Fighting alias robot pemadam api di ajang serupa.

    Robot DU-114 berhasil mengungguli pesaingnya dari beberapa negara maju dalam pengembangan teknologi, seperti Amerika Serikat, Mesir, dan Inggris. Teknologi robot juara Robogames 2010 karya mahasiswa Teknik Komputer Universitas Komputer Bandung, Rodi Hartono, ini diklaim lebih canggih ketimbang DU-114, juara 2009.

    ”Secara garis besar tidak banyak berubah. Namun, kami mencoba mengembangkan sistem operasi robot menjadi lebih peka dan mampu bergerak lebih cepat dalam memadamkan api. Sebelumnya 18 detik, sekarang 13 detik saja untuk mencari titik api,” kata Rodi membandingkan dua tipe DU-114 buatannya.

    Robogames adalah kejuaraan desain robot tingkat internasional. Pesertanya sekitar 20 negara yang bersaing di 72 kelas. Kelas paling bergengsi dalam pertandingan ini adalah Open Autonomous Fire Fighting.

    Dosen Pembimbing Divisi Robotika Unikom Bandung, Yu s rila Kerlooza, mengatakan, keikutsertaan mereka dalam kompetisi internasional ini sebenarnya dilatarbelakangi keberhasilan meraih prestasi dalam negeri ketika menjadi juara I Divisi Senior Beroda Kompetisi Robot Cerdas Indonesia Tingkat Regional II dan Tingkat Nasional sejak tahun 2008. Mereka ingin menguji kemampuan dengan ikut pertandingan yang lebih besar, salah satunya Robogames.

    ”Dengan begitu kami mengetahui kemampuan, kelemahan, dan kelebihan kami sekaligus robot buatan negara lain. Itu berguna untuk mengembangkan konsep robot selanjutnya,” ujar Yusrila.

    Ketekunan dan ketelitian

    Bentuk robot berukuran 28 cm x 23 cm x 21 cm ini, menurut Yusrila, terinspirasi bentuk tank, kendaraan lapis baja penjelajah segala jenis medan dalam perang. Hal itu bisa dilihat dari tubuh dan roda yang dipakai. Bentuk seperti ini memudahkan robot menaklukkan jalan datar atau menaiki tangga.

    ”Bahan untuk tubuh dan roda robot kami ambil dari bahan mainan anak-anak, sedangkan material lain dibuat sendiri,” ujarnya.

    Meskipun bentuknya sangat mendukung kinerja robot, ada beberapa hal lain yang menjadi kekuatan robot.

    Dari aplikasi sensor, DU-114 memiliki tiga buah sensor berbeda. Pertama adalah sensor api yang bisa mendeteksi titik api. Sensor ini menggunakan Uvtron dan Phototransistor. Letaknya ada di bagian depan robot. Selain itu, ada juga sensor jarak menggunakan mekanisme ultrasonik.

    Gunanya, memberikan panduan pada robot untuk melihat sejauh mana penghalang yang ada di depan dan belakang serta samping kiri dan kanan. Jumlahnya 8 buah dan tersebar di sekeliling tubuh robot. Adapun sensor ketiga adalah sensor lantai yang berguna mendeteksi batas tertentu sebelum memasuki ruangan. Sensor lantai ini menggunakan mekanisme pantulan cahaya yang diletakkan di bawah tubuh robot.

    Kelebihan lain, menurut Rodi, ada pada sistem pengendali. Robot ini memiliki dua mikrokontroler untuk sensor dan gerak roda. Untuk pembaca sensor dipakai BasicStamp, sedangkan gerak roda menggunakan AVR.

    Adapun untuk catu daya, robot ini menggunakan baterai 5 volt untuk sensor dan mikrokontroler serta 12V untuk roda, pompa air, dan kipas.

    ”Kipas dan air gunanya untuk memadamkan api. Kami sengaja membuatnya menjadi dua karena berjaga-jaga bila salah satunya mati. Khusus untuk air, kami rasa lebih efektif karena bisa memadamkan api lebih cepat,” ujar Rodi.

    Sementara itu, untuk bahasa pemograman, DU-114 menggunakan bahasa pemograman C yang dinilai lebih efektif dan mudah diterapkan. Meskipun banyak digunakan di robot buatan orang lain, kunci keberhasilan terletak pada percobaan berulang yang diterapkan.

    ”Ketekunan dan ketelitian mengamati pergerakan robot guna melihat kelemahan terus kami lakukan. Untuk satu pertandingan, misalnya, kami melakukan percobaan hingga ratusan kali,” u j a r ny a .

    Membantu manusia

    Yusrila mengatakan, sistem kerja DU-114 sebenarnya sama dengan robot lainnya. Setelah dihidupkan, robot masuk ke dalam lorong untuk mencari sumber api dengan batuan sensor ultrasonik. Setelah itu robot berusaha menemukan ruangan yang berisi api menggunakan sensor lantai dan segera memadamkan api dengan bantuan sensor api.

    Ke depannya, Yusrila bersama Divisi Robotika Unikom ingin teknologi ini dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi. Salah satunya, RoboCup Rescue.

    Dalam pertandingan ini, Robot- robot bertanding menunjukkan kecepatan dan keahlian mereka dalam mencari dan melakukan operasi penyelamatan. Yang dinilai, antara lain, adalah kecepatan dan kestabilan saat menuruni tangga.

    Salah satu yang dipertandingkan adalah kemampuan robot mendeteksi korban bencana alam di lingkungan buatan yang menyerupai kondisi bencana sesungguhnya.

    Bila hal ini bisa terwujud, Yu s rila yakin akan memberikan sesuatu yang berarti pada teknologi penyelamatan bencana di Indonesia atau dunia. Robot bisa membantu manusia mengatasi beragam hal yang sebelumnya sulit dilakukan, termasuk memadamkan api. Sejak awal, konsep yang diusung adalah robot membantu tugas manusia dan bukan menggantinya.

    ”Awalnya mungkin dari pemadam kebakaran dan penanganan bencana. Namun, ke depannya, bukan tidak mungkin diterapkan pada teknologi dan peralatan canggih lainnya buatan anak bangsa,” ujar Yusrila.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Robot Berperan di Masa Depan

    Indonesia-Korsel Buat Pesawat Tempur


    Jakarta, Kompas - Tahun ini, Indonesia diharapkan bisa menandatangani perjanjian kerja sama dengan Korea Selatan untuk pembuatan pesawat tempur. Dengan demikian, Indonesia diharapkan tak akan bergantung kepada negara lain dalam hal penyediaan pesawat tempur.

    Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Erris Herryanto, Rabu (2/6). ”Kemungkinan besar tahun ini sudah ditandatangani,” kata Erris. Kesepakatan untuk studi kelayakan ditandatangani tahun lalu.

    Kementerian Pertahanan menerima hasil studi kelayakan pada Juli 2009. Dalam studi itu disebutkan, Indonesia layak untuk berpartner membuat pesawat tempur. Spesifikasi pesawat tempur dengan kode KFX ini kira-kira berada di atas F-16, tetapi di bawah spesifikasi F-35.

    Menurut Erris, langkah tersebut merupakan suatu kemajuan karena tidak banyak negara yang bisa membuat pesawat tempur. Apabila memiliki pabrik pesawat tempur, Indonesia tidak akan bergantung lagi kepada negara lain.

    Menurut Erris, masalah komitmen dan perjanjian secara rinci tengah dibahas. Namun, tidak ada perbedaan yang mencolok. Saat ini tengah disusun redaksional perjanjian di antara kedua belah pihak. Erris belum bisa merinci beberapa hal yang tertuang dalam perjanjian itu, termasuk apa saja yang akan diperoleh Indonesia dan apa saja yang harus disediakan. ”Yang jelas, kita punya PT Dirgantara Indonesia dan tenaga ahli,” kata Erris.

    Kebutuhan biaya yang diajukan sekitar 8 miliar dollar Amerika Serikat dengan jangka waktu kerja hingga tahun 2020. Pada tahun 2020 diharapkan sudah bisa disiapkan lima prototipe. Dari keseluruhan anggaran itu, Indonesia diharapkan menanggung sebesar 20 persen. Akan tetapi, ujar Erris, belum ada kesepakatan soal keuangan tersebut.

    Super Tucano

    Mengenai pengadaan pengganti pesawat OV-10 Bronco, Direktur Pengadaan Direktorat Jenderal Sarana Pertahanan Marsekal Pertama Mukhtar Lubis mengatakan belum ada kepastian. Mabes TNI masih mengevaluasi masukan dari TNI AU. Menurut Mukhtar, pihaknya belum bisa memastikan bahwa pesawat yang akan dibeli adalah Super Tucano dari Brasil. ”Masih harus diteliti dulu spesifikasi dan juga prosedurnya,” katanya.

    Soal Sukhoi, kata Mukhtar, pihaknya tengah mengirim sejumlah personel untuk mengikuti pelatihan. Hal itu dilakukan untuk persiapan kedatangan lagi tiga pesawat Sukhoi Su-27SKM yang diharapkan tiba pada September mendatang. ”Soal persenjataan, kita beli dengan paket yang berbeda,” kata Erris.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Indonesia-Korsel Buat Pesawat Tempur

    Wednesday, June 2, 2010 | 6:21 PM | 0 Comments

    Russia to supply Su-30, Yak-130 planes to Algeria in 2011

    Su-30

    Russia will supply Su-30 Flanker fighters and Yak-130 Mitten trainer/light attack jets to Algeria in 2011, the deputy head of the Russian Federal Service for Military Technical Cooperation, Vyacheslav Dzirkalin, said.
    YAK-130
    "The delivery of Su-30s and Yak-130s [to Algeria] is due to begin next year, this is no military secret," Dzirkalin said.

    Earlier in April, the head of Russian Technologies state Corporation, Sergei Chemezov, in an interview with the Novaya Gazeta weekly said Russia would ship to Algeria "a party of modern Russian fighters" at a price of about $1 billion.

    Dzirkalin did not specify the number of aircraft to be delivered to Algeria.

    Speaking about Russian-Algerian Navy partnership, Dzirkalin said that "636 series diesel submarines are being repaired and modernized, but the Algerian side has not stated anything on the purchase of the new subs."

    The 636 Kilo diesel-electric submarine is a more advanced version of a 877 Paltus sub. The Chinese Navy has two Russian Kilo submarines built at one of the leading submarine shipbuilding companies, Admiralty Shipyards in St.Petersburg.

    From: RIA
    Readmore --> Russia to supply Su-30, Yak-130 planes to Algeria in 2011

    Russia, UAE hold talks on modernizing BMP-3 infantry vehicles


    Russia, UAE hold talks on modernizing BMP-3 infantry vehicles


    Russia and the United Arab Emirates are holding negotiations on modernizing a large number of BMP-3 infantry fighting vehicles, a defense industry official said on Wednesday.

    Vyacheslav Dzirkaln, deputy head of the Federal Service for Military and Technical Cooperation, is heading the Russian delegation at a meeting of the Russia-UAE intergovernmental committee for military and technical cooperation.

    The talks in Abu Dhabi are to focus on the "full modernization of a large number of BMP-3s in an effort to seriously increase their combat capability," the Russian official said.

    "We have succeeded in this direction," Dzirkaln said.

    The infantry fighting vehicles had been earlier supplied to the UAE by Kurganmashzavod, a Russian machine building company based in Kurgan, western Siberia.

    The official said that the military officials in the United Arab Emirates have "a good attitude for cooperating with Russia." "Therefore I make the conclusion that our cooperation has a future."

    Dzirkaln also confirmed that Russia will finish delivering Pantsir-S1 short-range air defense systems to the United Arab Emirates by late 2010.

    "This year the delivery will be completed. Two more shipments of these vehicles will be delivered and the contract on the delivery will be fulfilled," he said.

    Russian media reports said Moscow had signed a $734-million contract with the United Arab Emirates in 2000 on purchasing 50 Pantsir-S1s.

    Pantsir-S1 is a short-to-medium range combined surface-to-air missile and antiaircraft artillery system manufactured by the Tula-based Instrument Making Design Bureau (KPB).

    It is designed to protect point and area targets and carries up to 12 two-stage solid-fuel surface-to-air missiles in sealed ready-to-launch containers.

    The system also has two dual 30 mm automatic cannons that can engage targets at a range of up to 4 km.

    The Russian official said it was too early to speak about the prospects of further delivery of Pantsir-S1s to the UAE.

    "Further development will consist of providing service maintenance and continuing training UAE specialists in the aspects of operation, repair and service maintenance," he said.

    From: RIA
    Readmore --> Russia, UAE hold talks on modernizing BMP-3 infantry vehicles

    Algeria, Libya set to buy Russian Pantsir-S1 short-range air defense systems


    Pantsir-S1


    Algeria and Libya are ready to buy Russian Pantsir-S1 short-range air defense systems, deputy head of the Russian Military-Technical Cooperation Service Vyacheslav Dzirkaln said on Wednesday.

    "The new system has shown high efficiency. Algeria and Libya have shown interest. Syria has already bought these systems in the past," Dzirkaln said, adding that other potential customers were likely to appear.

    Earlier in March the Russian press said Algeria was planning to buy 40 Pantsir-S1s for $500 million.

    Several Russian papers also reported that Russia had signed a $734-million contract with the United Arab Emirates (UAE) in 2000 on purchasing 50 Pantsir-S1s.

    Dzirkaln confirmed the reports and said Russia would finish delivering the Pantsir-S1's to the UAE this year.

    Pantsir-S1 is a short-to-medium range combined surface-to-air missile and antiaircraft artillery system manufactured by the Tula-based Instrument Making Design Bureau (KPB).

    It is designed to protect point and area targets and carries up to 12 two-stage solid-fuel surface-to-air missiles in sealed ready-to-launch containers.

    The system also has two dual 30 mm automatic cannons that can engage targets at a range of up to 4 km.

    FROM: RIA
    Readmore --> Algeria, Libya set to buy Russian Pantsir-S1 short-range air defense systems

    AS-Korsel Gelar Latihan Militer


    SEOUL, KOMPAS.com - Amerika Serikat dan Korea Selatan akan menggelar latihan angkatan laut skala besar di Laut Kuning pekan depan, untuk mengirim "isyarat kuat" kepada Pyongyang, kata kantor berita Yonhap yang mengutip pejabat pertahanan Korea Selatan.

    Latihan itu, akan diselenggarakan 8-11 Juni, dimaksudkan untuk menunjukkan kepada Korea Utara postur pertahanan gabungan Washington dan Seoul, kata pejabat yang tak bersedia disebut namanya itu. Hubungan-hubungan antara Korea Utara dan Selatan memburuk setelah Seoul menuduh Pyongyang menenggelamkan korvet Cheonan berbobot 1,200 ton. Kapal tersebut tenggelam di dekat Garis Batas Utara yang disengketakan pada 26 Maret, yang menyebabkan 46 pelaut Korea Selatan tewas.

    Suatu investigasi internasional kemudian membenarkan kecurigaan-kecurigaan, bahwa kapal tersebut dihantam torpedo yang diluncurkan dari kapal selam Korea Utara.

    Kedua negara secara teknis masih dalam keadaan perang karena konflik mereka pada tahun 1950-1953 hanya diakhiri dengan gencatan senjata. Pejabat Korea Selatan mengatakan kepada Yonhap, bahwa AS akan mengerahkan kapal induk nuklir berbobot 97.000 ton USS George Washington bersama dengan sebuah kapa perusak tipe aegis dan satu kapal selam nuklir.

    Korea Selatan dilaporkan akan mengerahkan sebuah destroyer 4.500 ton, sebuah kapal selam dan jet-jet tempur F-15K.

    Pejabat tersebut mengatakan, meriam-meriam akan ditembakkan, bom-bom anti-kapal selam dijatuhkan dan komunikasi musuh dicegat dalam latihan yang diduga nyaris sama dengan perang sebenarnya.

    Pekan lalu, Angkatan Laut Korea Selatan mengadakan latihan-latihan anti-kapal selam mandiri di Laut Kuning, sebagai bagian tindakan-tindakan untuk menghadapi serangan-serangan yang dilakukan Korea Utara. Latihan-latihan itu melibatkan sekitar 10 kapal perang, yang mempraktekkan tembakan peluru tajam serta menjatuhkan bom-bom anti-kapal selam.

    Korea Utara, yang marah oleh tuduhan-tuduhan Seoul, telah mengumumkan bahwa pihaknya memutus semua hubungan dengan Korea Selatan, dan mengancam menggagalkan perjanjian mengenai pencegahan bentrokan angkatan laut dengan tetangganya di selatan.

    Korea Selatan mengupayakan sanksi-sanksi baru terhadap Korea Utara berkaitan dengan serangan atas kapal perangnya.

    Tindakan itu akan menjadi pukulan lain bagi ekonomi Korea Utara yang rusak oleh sanksi-sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebelumnya sebagaiupaya untuk menekan Pyongyang agar melepas program nuklirnya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS-Korsel Gelar Latihan Militer

    Kemandirian Persenjataan


    Jakarta - Pertahanan negara adalah sistem keamanan terhadap kegiatan yang bersumber kekuatan luar negeri dan umumnya bersifat serangan dengan kekuatan militer oleh negara lain (Suryohadiprojo, 2005: 6)

    Pernyataan di atas secara tegas menunjukkan bahwa kekuatan militer mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap sebuah pertahanan negara. Kekuatan militer dalam dunia pertahanan dapat memberikan dua dampak yang saling bertolak belakang.

    Di satu sisi dia dapat mengancam pertahanan dan kedaulatan negara lain. Sedangkan di sisi lainnya dengan adanya kekuatan militer dapat membantu memberikan rasa aman bagi terciptanya stabilitas pertahanan negara dan kawasan.

    Meskipun tatanan dunia sudah mulai berubah pasca berakhirnya perang dingin namun bukan berarti ancaman terhadap pertahanan negara dengan penggunaan kekuatan militer lenyap begitu saja dari permukaan bumi. Seiring dengan perkembangan dunia teknologi justru eskalasi ancaman dengan penggunaan kekuatan militer dapat saja semakin meningkat. Mengingat banyaknya negara-negara di dunia saat ini yang telah mengalokasikan anggaran pertahanan untuk meningkatkan dan membangun kekuatan militernya baik dengan cara melakukan riset teknologi persenjataan maupun dengan pembelian peralatan militer berteknologi tinggi dari negara lain.

    Potensi Ancaman Terhadap Indonesia
    Tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan di bidang pertahanan sangat begitu kompleks. Kesalahan kecil dalam mengantisipasi permasalahan di sektor ini dapat berdampak pada terganggunya roda pemerintahan, stabilitas negara, serta kehidupan masyarakat. Banyak contoh kasus terjadinya gangguan atau ancaman terhadap pertahanan negara kita yang bisa dijadikan pelajaran untuk membangun dan memperkuat sistem pertahanan yang tangguh.

    Sebagai sebuah negara yang berlokasi di wilayah strategis dan dengan segala kekayaan yang dimilikinya maka ancaman kekuatan militer terhadap Indonesia dapat saja muncul kembali di suatu waktu. Meskipun keadaan saat ini masih berada dalam kondisi yang relatif stabil namun tidak menutup kemungkinan konflik dengan negara-negara tetangga di wilayah perbatasan kembali memanas. Sebagaimana yang pernah terjadi antara Indonesia dengan Malaysia ketika terjadi persengketaan pulau (Ambalat, Sipadan, dan Ligitan) dan perbatasan beberapa waktu yang lalu yang berujung pada kontak senjata.

    Konflik militer memang bukan suatu hal yang diharapkan. Namun, terkadang hal ini terjadi sewaktu-waktu dengan tanpa diduga. Khususnya di daerah-daerah perbatasan seperti di Kalimantan, Papua, dan Pulau Timor. Ancaman terhadap kedaulatan wilayah juga tidak mengenal lokasi apakah dia terjadi di darat, udara, maupun laut. Sebab, banyak terjadi kasus pelanggaran perbatasan oleh kapal laut Tentara Diraja Malaysia di samping juga Pesawat F-18 Amerika Serikat yang melintasi wilayah teritorial udara Indonesia tanpa izin.

    Dari banyaknya potensi ancaman yang mengancam kedaulatan negara kita maka dapat diketahui bahwa pengamanan perbatasan yang dilakukan Indonesia masih lemah. Hal ini sebenarnya juga tidak terlepas dari minimnya alat utama sistem persenjataan (alutsista) negara kita.

    Postur Pertahanan
    Indonesia adalah negara yang berdaulat dan hal itu terdapat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea kedua. Tetapi, dalam konteks isu pertahanan Indonesia beberapa terakhir ini cenderung bersikap lunak sehingga kedaulatannyapun kemudian dipertanyakan.

    Sekiranya kita ingin memiliki kembali visi dan cita-cita untuk menjadi 'pemain' terkuat dan disegani di oleh negara-negara lain dan bilamana pula kita sungguh-sungguh menganggap bahwa ancaman utama terhadap keselamatan nasional adalah dari luar adalah berbahaya, maka mengubah postur pertahanan tentu merupakan langkah yang tepat.

    Mengubah postur pertahanan yang ideal dapat dilakukan dengan mengubah kekuatan dari titik berat yang semula hanya pada Angkatan Darat kemudian merata ke seluruh angkatan (Darat, Laut, dan Udara). Dengan adanya pemerataan ini maka tentunya juga harus didukung dengan alutsista yang memadai untuk masing-masing angkatan, dan tidak dapat dipungkiri penggunaan alutsista dengan teknologi modern mutlak diperlukan.

    Tidak hanya oleh AD tetapi juga oleh AU dan AL. Untuk itu tentunya diperlukan anggaran yang besar terlebih membangun kekuatan persenjataan AU dan AL jauh lebih mahal dari AD itu sendiri.

    Sejauh ini postur pertahanan nasional yang dibuat Dephan untuk masa sampai tahun 2029 menyatakan bahwa pertahanan nasional kita mengacu kepada apa yang disebut sebagai 'minimal essential force' mengingat hingga saat ini masih adanya keterbatasan anggaran untuk pembelian alutsista. Sampai taraf tertentu hal ini pasti memang akan menyulitkan kita untuk membeli alat-alat pertahanan yang canggih atau sedikit bergengsi guna menciptakan deterrent effect atau 'memenangkan perang tanpa berperang'.

    Jika memang kesulitan mendapatkan alutsista berteknologi tinggi dikarenakan oleh masalah anggaran maka apakah anggaran yang memang harus menentukan postur pertahanan kita? Untuk mengatasi permasalah ini kita perlu mencoba membuat suatu sinergi antara persoalan tersebut maka apakah tidak mungkin kita menjadikan industri pertahanan nasional sebagai salah satu lokomotif untuk mengatasi permasalahan minimnya alutsista.

    Dengan dijadikannya industri pertahanan nasional sebagai lokomotif maka kita akan dapat mengatasi masalah minimnya alutsista di ketiga matra angkatan. Sebab, harga yang harus dibayar tentunya jauh lebih murah. Di samping itu besar kemungkinanan industri ini juga akan dapat membantu menarik gerbong ekonomi nasional Indonesia.

    Revitalisasi Industri Pertahanan
    Indonesia bukanlah negara yang tanpa potensi sumber daya untuk membangun kekuatan industri pertahanannya secara mandiri. Banyak sumber daya manusia Indonesia yang pada kenyataannya sudah mampu menghasilkan produk-produk alutsista dan itu sudah diakui oleh negara-negara lain.

    Akan tetapi karena ketidakpercayaan dan minimnya dukungan dari pemerintah hingga saat ini maka potensi tersebut menjadi mengendap dan tidak termanfaatkan. Bahkan, sudah banyak SDM kita yang lari ke negara-negara lain untuk bekerja dan mengembangkan riset teknologi persenjataan.

    Mengingat kebutuhan akan peremajaan alutsista sangatlah mendesak dan di sisi lain adanya keterbatasan anggaran dari pemerintah untuk membeli persenjataan dari luar negeri maka tidak salah apabila wacana revitalisasi industri pertahanan nasional kembali harus dicuatkan. Revitalisasi industri pertahanan nasional diharapkan mampu memotong besarnya biaya kebutuhan pembelian alutsista dari luar negeri yang begitu mahal. Di sisi lain hal ini juga diharapkan dapat kembali menggerakkan kondisi perekonomian nasional serta mengurangi angka pengangguran.

    Tentunya dengan revitalisasi industri pertahanan Indonesia juga dapat meneruskan dan mengembangkan berbagai proyek dan riset strategis yang pernah ada sebelumnya. Kita hingga saat ini masih mencatat bahwa PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan lain-lain pernah membuat suatu produk alutsista yang berkualitas dan diakui kehebatannya oleh negara-negara lain, dan tentunya ini perlu dukungan dari pemerintah beserta seluruh rakyat untuk memajukannya kembali.

    Sumber: DETIK COM
    Readmore --> Kemandirian Persenjataan

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.