ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, June 18, 2011 | 10:08 AM | 0 Comments

    Indonesia Dan Jepang Sepakat Kerja Sama Atasi Perompak


    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Jepang Naoto Kan.

    Tokyo - Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat meningkatkan kemitraan strategis di bidang politik, perekonomian, serta pertahanan dan keamanan. Penegasan itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai bertemu Perdana Menteri Jepang Naoto Kan di Tokyo, Jumat, 17 Juni 2011 malam.

    "Berdasarkan success story RI-Jepang dalam kerja sama ekonomi dan melihat tantangan ke depan, kami sepakat meneruskan kerja sama investasi dan perdagangan, energi, pertanian, dan pembangunan infrastruktur," kata Presiden SBY.

    Di bidang politik, kata SBY, disepakati untuk meneruskan kerja sama maritim menghadapi perompak di laut dan keamanan wilayah. Pun demikian dengan kerja sama regional.

    Apalagi tahun ini Indonesia menjadi Ketua ASEAN dan tuan rumah KTT Asia Timur. "Kami pandang perlu kerja sama ASEAN-Jepang dalam konektivitas agar lebih hidup," ujarnya. "Ini membawa manfaat, baik bagi negara-negara ASEAN maupun Jepang sendiri."

    Pertama kali, kata SBY, KTT Asia Timur akan menghadirkan Rusia dan Amerika Serikat. Sejauh ini, sebagai host, Presiden SBY telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin maupun Presiden AS Barack Obama untuk memastikan agenda summit tersebut tepat dan sesuai harapan 10 negara ASEAN dan delapan negara mitra.

    "Saya senang Perdana Menteri Naoto Kan juga bersetuju bahwa East Asia Summit bukan forum untuk meningkatkan ketegangan dan konflik di kawasan, tapi untuk meneguhkan komitmen tinggi untuk menjaga perdamaian dan mencari solusi damai," ujar SBY.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Indonesia Dan Jepang Sepakat Kerja Sama Atasi Perompak

    Indonesia Dan China Sukses Lakukan Latihan Bersama Di Knife Sharp 2011


    Bandung - Pelatihan bersama yang diberi nama "Knife Sharp 2011" antara pasukan khusus Cina dan Indonesia berakhir dengan sukses pada hari Jumat (17/6) di Bandung.

    Hou Shusen, wakil kepala staf umum Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), dan Budiman, wakil kepala staf Tentara Nasional Indonesia (TNI-AD), bersama-sama menghadiri upacara penutupan dan menghadiri konferensi pers setelah menyaksikan secara langsung latihan bersama itu, sebagaimana dikutip Xinhua.

    Hou mengatakan bahwa baik PLA dan TNI telah mencapai perkembangan besar dalam hubungan mereka dalam beberapa tahun terakhir ini, baik kerja sama pragmatis dalam pengembangan pelatihan personil, peralatan dan teknologi, pelatihan bersama, latihan keamanan lepas pantai dan maupun dialog multilateral yang secara tegas mengalami peningkatan.

    Hou juga mengatakan bahwa dua kekuatan ini telah saling belajar satu sama lain, membuat pelatihan bersama dan saling bertukar keterampilan dalam aksi kontra-teror dan taktik melalui Latihan "Knife Sharp 2011" yang dilakukan dalam beberapa hari.

    "Mereka tidak hanya memperoleh hasil pelatihan yang baik tetapi juga mempromosikan sikap saling pengertian dan percaya antara mereka, serta konsolidasi dan mengembangkan persahabatan tradisional antara kedua negara," tambah Hou.

    Budiman mengatakan bahwa tentara Cina dan Indonesia memiliki perbedaan dalam sejarah, tradisi budaya, dan dalam cara berpikir militer, tetapi dua negara berbagi persahabatan dalam sejarah tradisional.

    Sumber: RRI
    Readmore --> Indonesia Dan China Sukses Lakukan Latihan Bersama Di Knife Sharp 2011

    China Akan Mengirim 6000 Pasukan Di Laut China Selatan Pada Tahun 2020

    Beijing - China akan memperbanyak pasukan penjaga pantai dengan menambah kapal dan 6.000 personel pada 2020. Pengumuman ini disampaikan ketika Beijing tengah terlibat konflik maritim.

    Pernyataan yang diungkapkan kemarin itu tampaknya kian memanaskan hubungan dengan beberapa negara yang kini terlibat sengketa maritim. Penambahan pasukan Pengawas Maritim China (CMS) itu diumumkan dua hari setelah negara itu mengirim kapal patroli maritim terbesar ke Laut China Selatan.

    “CMS yang berada di bawah Departemen Samudra Negara (SOA) akan memiliki 16 pesawat dan 350 kapal pada akhir rencana lima tahun pada 2015 dan lebih dari 15.000 personel dan 520 kapal pada 2020,”tulis China Daily kemarin,mengutip seorang pejabat senior. China Daily tidak menjelaskan berapa dana yang dikucurkan Pemerintah China untuk membiayai rencana tersebut.

    CMS merupakan badan penegak hukum paramiliter yang berpatroli di perairan China. “Ada banyak peningkatan jumlah penerobosan batas secara ilegal oleh kapal dan pesawat asing di perairan dan ruang angkasa China dalam beberapa tahun terakhir,” papar China Daily.

    Media resmi Pemerintah China ini menyebutkan, pasukan penjaga pantai berhasil mencatat, ada 1.303 kapal asing dan 214 pesawat yang menerobos perbatasan secara ilegal pada 2010,sedangkan pada 2007 hanya 110 kasus. Ketegangan di Laut China Selatan meningkat pada bulan lalu karena China dituduh semakin agresif di kawasan tersebut.

    China mengklaim wilayah terbesar meliputi 1,7 juta km persegi,termasuk kepulauan Spratly dan Paracel.Negara lain yang turut mengklaimnya adalah Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan,dan Vietnam. Pekan ini Beijing memperingatkan negara di luar kawasan agar tidak turut campur.

    Sebelumnya Vietnam mengatakan, negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dapat membantu meredakan ketegangan. China menuduh Vietnam melanggar klaimnya di Spratly dan laut sekitar. China menyebut kepulauan itu Nansha. Beijing pekan lalu mengatakan hendak menggelar latihan angkatan laut pada Juni di Samudra Pasifik bagian barat.

    Angkatan laut China juga berencana meluncurkan kapal induk pertamanya secepatnya tahun ini. Pasukan maritim meningkat pesat sejak Liu Cigui, 55, mengambil alih sebagai pemimpin SOA pada Maret silam, setelah menjalankan tugas sebagai wali kota Xiamen. Liu yang memimpin biro perikanan dan samudra Fujian pada 2000–2002, bukan orang asing untuk masalah-masalah maritim.

    iu juga telah meningkatkan ekonomi laut China sebesar USD586,8 miliar pada 2010,sekitar 9,7% GDP. “Liu Cigui memutuskan menguatkan CMS dengan menambah kapal dan helikopter untuk armada Laut Selatan, Laut Timur,dan Laut Utara,untuk menjaga wilayah perairan dan ekonomi laut negara,” tutur seorang sumber yang dekat dengan SOA.

    Sebagian besar personel CMS merupakan purnawirawan angkatan laut.CMS didirikan pada 1998 dan kewajibannya termasuk melindungi lingkungan laut.“China memiliki 32.000 km dan 350.000 km persegi wilayah perairan dan perairan dalam,” ungkap kantor berita Xinhua. Pasukan maritim China dianggap masih lemah untuk menjaga wilayah seluas itu.

    Kemarin China menggelar latihan militer tiga hari di Laut China Selatan.Menurut Global Times, sebanyak 14 kapal angkatan laut China terlibat dalam latihan di perairan dekat pulau tropis Hainan, China. Dalam latihan itu militer China juga melakukan manuver anti-kapal selam dan pendaratan pasukan di pantai.

    “Latihan di Laut China Selatan bertujuan mempertahankan pulau-pulau karang dan melindungi garis laut,” tulis Global Times. Pada Rabu (15/6) China mengirimkan Haixun-31, kapal patroli terbesar,ke Laut China Selatan.“Haixun-31 akan mengawasi kapal dan melindungi keamanan maritim dalam perjalanan ke Singapura,”ungkap media China.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebut,perjalanan itu rutin dilakukan. Kapal berbobot 3.000 ton itu dioperasikan oleh Departemen Keamanan Maritim China.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> China Akan Mengirim 6000 Pasukan Di Laut China Selatan Pada Tahun 2020

    Friday, June 17, 2011 | 2:41 PM | 0 Comments

    KSAL Minta Prajurit TNI AL Tekan Zero Accident Dalam Penggunaan Alutsista

    Surabaya - KSAL Laksamana TNI Soeparno meminta kepada seluruh prajurit penerbang TNI AL untuk meminimalisir kecelakaan atau zero accident saat menjalankan tugas. Meski menggunakan Alutsista yang sudah tua, prajurit diminta tidak patah arang.

    "Zero accident mari terus kita junjung tinggi dalam menjalankan tugas," kata KSAL saat memberikan amanah HUT Penerbangan TNI AL ke-55, di Lanudal Juanda, Jumat (17/6/2011).

    Soeparno juga terus mengingatkan para prajurit penerbang TNI AL agar tidak patah arang meski peralatan yang dimiliki sudah tua. "Tolong jaga, dan jangan pernah patah arang. Maju terus serta tingkatkan kemampuan," ujarnya.

    Sebelum memimpin upacara, KSAL menjalani prosesi penerbangan di atas perairan Selat Madura dengan menggunakan helikopter jenis Bell 417. Prosesi penerbangan ini dilakukan sebagai salah satu persyaratan sebelum menerima Brevet Penerbang dan diangkat sebagai warga Kehormatan Prajurit Elang Laut.

    Devile pasukan serta demo operasi penumpasan aksi teror yang dilakukan Intai Ampibi-Taifib I Marinir dan Kopaska diperagakan dalam HUT ke-55 ini.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> KSAL Minta Prajurit TNI AL Tekan Zero Accident Dalam Penggunaan Alutsista

    TNI AL Telah Pesan Dua Helikopter Dan Tiga Pesawat Angkut Dari PT DI

    Surabaya - Kesatuan Penerbangan TNI AL adalah tulang punggung dan ujung tombak kesatuannya dalam menjaga kesatuan NKRI maupun dalam peperangan. Untuk itu TNI AL akan menambah 2 helikopter dan 3 pesawat angkut.

    "Ibaratnya mata, telinga, kaki dan tangannya AL. Kalau AL tanpa penerbangan yang kuat sama seperti orang buta, tuli dan pikun," kata KSAL Laksamana TNI Soeparno kepada wartawan seusai peringatan HUT Penerbangan TNI AL ke-55 di Lanudal Juanda, Jumat (17/6/2011).

    Oleh karena itu, Soeparno mengaku jika pihaknya akan meningkatkan kekuatannya dengan menambah heli dan pesawat pengangkut pasukan. Bahkan, pesawat-pesawat ini sudah dipesan di PT Dirgantara Indonesia (DI). "Paling tidak 2 heli akan kita beli dan 3 pesawat angkut sudah dipesan di PT DI," ujarnya.

    Tidak hanya itu, Soeparno mengatakan jika akan melakukan pengembangan Kesatuan Penerbangan TNI AL. Namun penambahan baru akan dilihat kekuatannya.

    Ditanya mengenai peralatan utama sistem pertahanan yang sudah tua. Soeparno menegaskan pihaknya akan segera menghapus. "Nanti akan dihapuskan, kalau bisa kita akali untuk alutsista yang sudah tua tapi justru dengan mempertimbangkan," ujarnya.

    Lebih lanjut ditanya mengenai program zero accident, Soeparno menjawab jika pihaknya memang mengutamakan hal tersebut meski alusista yang dimiliki sudah berumur.

    "Kehilangan personel justru kita hilangkan, karena personel merupakan pilar kita. Makanya, untuk alutsista yang tua akan kita lihat dulu kalau bisa diakali ya kita akali tentunya dengan mempertimbangkan zero accident," tandas Soeparno.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> TNI AL Telah Pesan Dua Helikopter Dan Tiga Pesawat Angkut Dari PT DI

    Thursday, June 16, 2011 | 8:12 PM | 0 Comments

    Indonesia Memerlukan Sekitar 1500 Unit Pesawat Untuk Menjaga Wilayah Udaranya

    Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU.

    Makassar - Marsekal TNI AU Eddy Suyanto mengatakan "bahwa Indonesia untuk menjaga wilayah udaranya yang dilewati 6.000 pesawat per hari harus membutuhkan monitoring sampai 24 jam," katanya saat ulang tahun ke 60 Koopsau di pangkalan udara Sultan Hasanuddin di Makasar kemarin.

    menurut Eddy, memerlukan kerja keras dan dedikasi yang memumpuni untuk mengawasi wilayah udara Indonesia karena mengingat terbatasnya jumlah pesawat tempur TNI AU, "Indonesia harus memiliki 1.500 unit, tapi saat ini hanya memiliki 250 unit," katanya.

    Eddy menambahkan bahwa TNI AU memiliki empat sektor, yaitu Jakarta (sektor I), Makassar (sektor II), Medan (sektor III) dan Biak (sektor IV). Sektor II berada di Makassar yang mengawasi Gorontalo, Tarakan, Balikpapan, Malang, dan Jombang. "Penempatan 4 Sektor merupakan rencana strategis TNI AU yang telah disesuaikan dengan anggaran pertahanan dari pemerintah", katanya.

    Menurut Eddy, perencanaan strategis juga diperlukan, termasuk pelatihan dan penambahan pesawat sukhoi. "Pertahanan udara tidak hanya terdiri dari pesawat tetapi sistem radar, pesawat tempur, rudal, dan elemen lain yang harus diperbaiki" tambahnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Indonesia Memerlukan Sekitar 1500 Unit Pesawat Untuk Menjaga Wilayah Udaranya

    Indonesia Dan AS Lakukan Kerjasama Pelatihan Kapal Selam Dan Penyapu Ranjau

    Jakarta - TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sepakat untuk meningkatkan materi kerja sama dalam bidang latihan yakni operasi kapal selam dan penyapau ranjau laut.

    Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis mengatakan penambahan materia latihan itu disesuaikan dengan pola dan prediksi ancaman ke depan.

    Usai menghadiri pertemuan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Soeparno dengan Panglima Armada Ketujuh AS Laksamana Madya Scott Van Buskirk, ia mengatakan materi tersebut akan dilaksanakan pada latihan bersama tahun mendatang.

    Tri menambahkan, terkait itu kedua pihak kini akan terus memantapkan pola dan mekanisme kerja sama yang akan dilakukan tersebut yakni latihan bersama kapal selam dan sapu ranjau.

    Pada pertemuan tertutup itu, kedua pihak secara umum membahas berbagai kerja sama yang telah berjalan baik selama ini.

    "Selama ini kita memiliki kerja sama berupa latihan bersama dan pertukaran perwira," kata Tri.

    Ia mencontohkan, secara rutin TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut AS melakukan latihan bersama Cooperation Afloat Readiness and Training atau CARAT.

    "Materi latihan kerja sama kapal selam dan penyapau ranjau kemungkinan akan dimasukkan ke latihan tersebut," kata Tri menambahkan.

    Selain mengadakan kunjungan kepada Kasal Laksamana TNI Soeparno, Van Buskirk juga melakukan kunjungan Markas Komando Armada RI Kawasan Barat.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Dan AS Lakukan Kerjasama Pelatihan Kapal Selam Dan Penyapu Ranjau

    Wednesday, June 15, 2011 | 6:37 PM | 0 Comments

    Indonesia Desak Singapura Untuk Bebaskan Gemini

    Jakarta - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, mengatakan Pemerintah Indonesia mendesak Pemerintah Singapura segera membebaskan kapal MT Gemini yang telah disandera perompak sejak 30 April 2011. Kapal berbendera Singapura itu disandera perompak di sekitar perairan Somalia. Di kapal itu, ada 13 warga negara Indonesia.

    "Kami terus mendesak dan Pemerintah Singapura pun telah berkomitmen membebaskan para awak kapal," kata Michael Tene di Jakarta, Rabu, 15 Juni 2011.

    Menurut Tene, belum ada kabar menggembirakan dari proses pembebasan kapal MT Gemini. Dari informasi yang diperoleh, Pemerintah Singapura dan pemilik kapal MT Gemini masih terus melakukan negosiasi dengan para perompak. "Pemilik kapal masih terus melakukan komunikasi dan negosiasi dalam pembebasan kapal," kata Tene.

    Tene menuturkan komunikasi pemilik kapal dengan kapal dan perompak memang agak sulit dibandingkan kasus pembebasan Kapal Sinar Kudus. Kapal berbendera Indonesia itu dibebaskan dalam waktu 48 hari. "Komunikasinya sangat berbeda dengan kondisi saat pembebasan kapal Sinar Kudus," kata Tene. "Komunikasi hanya seminggu sekali, sehingga sulit bernegosiasi."

    Pemerintah tak bisa bertindak secepat pembebasan kapal Sinar Kudus. Saat itu, Indonesia bisa fokus dan total karena karena kebijakan tindakan di tangan pemerintah. Sedangkan kondisi saat ini, berkaitan dengan Pemerintah Singapura dan pemilik kapal dari Singapura. Apalagi dalam kasus kapal MT Gemini ini, kata dia, pelaku perompaknya berbeda dengan yang membajak kapal Sinar Kudus.

    Meski demikian, Tene meyakinkan jika anak buah kapal MT Gemini dalam keadaan sehat dan selamat. Anak buah kapal ini berasal dari Indonesia, Cina, Korea, dan Myanmar. "Semua dalam keadaan sehat," kata Tene.

    Soal tebusan, Tene mengaku tak tahu persoalan teknis. Menurut dia, penanganan pembebasan Kapal MT Gemini sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Singapura. "Kami hanya menawarkan bantuan saja," kata Tene. Termasuk uang tebusan, Indonesia siap. "Prinsipnya kami mendorong pembebasan secepatnya."

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Indonesia Desak Singapura Untuk Bebaskan Gemini

    TNI AU : Belum Ada Pembicaraan Dengan Mensetneg Untuk Pilot Pesawat Kepresidenan

    Boeing BBJ2.

    Jakarta - Markas Besar TNI Angkatan Udara menyatakan belum ada permintaan dari Sekretariat Negara tentang personel yang mengawaki pesawat kepresidenan mendatang.

    "Hingga kini belum ada pembicaraan atau permintaan terkait personel yang akan mengawaki pesawat kepresidenan nantinya," kata juru bicara TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro ketika dikonfimasi ANTARA di Jakarta, Rabu.

    Pemerintah akhirnya memutuskan untuk membeli pesawat khusus kepresidenan. Rencana tersebut telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

    Jika semuanya lancar, pesawat dengan "platform" Boeing 737-800 yang akan dirakit mulai tahun depan tersebut, sudah bisa digunakan pada 2013.

    Dalam anggaran tahun ini, pemerintah menyiapkan dana Rp200 miliar untuk membayar uang muka pembelian pesawat itu.

    Pemerintah pun telah berhasil menekan harga pesawat jenis Boeing Business Jet 2 itu dari 62 juta dolar AS menjadi 58 juta dolar AS atau sekitar Rp494 miliar, atau ada penghematan sebesar 4 juta dolar AS yang setara dengan Rp34 miliar.

    TNI Angkatan Udara selama ini memiliki Skuadron Udara 17 VVIP di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

    Skuadron Udara 17 VVIP memiliki pesawat Boeing 737-200, Boeing 737-400, Fokker 28 dan Helikopter Pumma serta Super Pumma untuk mendukung kunjungan kerja Presiden, Wakil Presiden dan pejabat negara lainnya.

    Khusus untuk pesawat Boeing, TNI Angkatan Udara kini tercatat memiliki 29 pilot.

    "Jika mereka dipercaya untuk mengawaki pesawat kepresiden nantinya, maka akan dilakukan langkah-langkah adaptasi lagi yang harus dijalaninya," ujar Bambang, menambahkan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AU : Belum Ada Pembicaraan Dengan Mensetneg Untuk Pilot Pesawat Kepresidenan

    Indonesia Anggarkan Rp 47 T Untuk Menjaga Pulau Terdepan

    Pulau Sekatung.

    Jakarta - Untuk menjaga ketahanan Indonesia sebagai negara kepulauan, pemerintah menganggarkan Rp 47 triliun dari APBN tahun ini. Dari anggaran tersebut, pemerintah juga menetapkan 12 pulau terluar yang mendapat penjagaan khusus.

    "Paling besar anggaran untuk Angkatan Darat," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dalam konferensi persnya di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu 15 Juni 2011.

    Purnomo mengatakan, Indonesia memiliki 92 pulau terluar, tapi 12 di antaranya menjadi prioritas karena letaknya strategis dan berbatasan dengan negara lain.

    Di 12 pulau prioritas itu Kementerian Pertahanan menempatkan pasukan khusus yang dilengkapi persenjataan. Sedangkan puluhan lainnya yang tidak masuk prioritas dijaga dengan patroli rutin. "Karena potensi kelautan di pulau strategis itu besar," kata Purnomo.

    Kedua belas pulau itu di antaranya Pulau Berhala di Selat Malaka, Pulau Rondo di Aceh, Pulau Nipa di Riau yang berdekatan dengan Singapura, dan Pulau Miangas yang berdekatan dengan Filipina. Kementerian Pertahanan juga berencana menambah personel keamanan di Pulau Sekatung untuk mengantisipasi konflik di Laut Cina Selatan.

    Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mendukung adanya pertahanan khusus di pulau-pulau terluar Indonesia. Sebab, kata dia, di pulau terluar seluruh penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan.

    "Pulau-pulau kita saat ini rawan over fishing, dan illegal fishing. Karena itu, keamanan laut menjadi sangat penting dalam mendukung perekonomian masyarakat di pulau-pulau terluar," kata Fadel dalam kesempatan sama.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Indonesia Anggarkan Rp 47 T Untuk Menjaga Pulau Terdepan

    Indonesia Dan Korsel Mantapkan Kerjasama Anti Perompak

    Jakarta - TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Korea Selatan (ROKN) sepakat untuk menjajaki kerja sama penanganan perompakan dan pembajakan, serta beragam kejahatan di laut lainnya, untuk mengantisipasi perompakan dan pembajakan di Laut Somalia.

    Juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu mengatakan, kedua pihak sepakat untuk saling bertukar informasi hingga melakukan latihan bersama yang menyangkut teknik dan taktis operasi mengahadapi perompakan atau pembajakan serta kejahatan di laut lainnya.

    Kapal niaga berbendera Indonesia sempat dibajak oleh perombak Somalia. Kapal MV Sinar Kudus yang membawa 20 ABK itu dibajak selama 46 hari dan berhasil dibebaskan dengan membayar tebusan dan operasi militer yang melibatkan pasukan khusus TNI.

    "Kita akan rumuskan lebih rinci lagi, seperti apa bentuk kerja samanya. Yang jelas kita perlu untuk saling bertukar informasi operasi anti perompakan, ancaman kejahatan di laut rawan perompak dan evaluasi," kata Laksamana Pertama Tri Prasodjo menambahkan.

    Kerja sama penanganan antiperompak antara angkatan laut kedua negara itu, menjadi salah satu topik bahasan forum pembicaraan bilateral angkatan laut kedua pihak (navy to navy talk) ke-8 yang berlangsung akhir pekan lalu di Jakarta.

    Selain menjajaki kerja sama antiperompakan, dalam forum tersebut juga dibahas kemungkinan kerja sama dalam bidang kapal selam, dan pemantapan beragam kerja sama yang telah dilaksanakan kedua pihak selama ini.

    Beberapa kerja sama yang telah dilakukan angkatan laut kedua pihak antara lain program pertukaran siswa antara kedua sesko Angkatan Laut pada 2012 . TNI AL menawarkan kursus "Maritime Hydro Oceanography" dengan partisipasi perwira junior setingkat kapten atau mayor untuk 2012.

    "TNI AL juga mengundang perwira remaja ROKN untuk mengikuti program Cruise Training dengan "on board" di KRI Dewaruci dari bulan Juli sampai dengan Augustus 2011," kata Tri menambahkan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Dan Korsel Mantapkan Kerjasama Anti Perompak

    Kopaska Menangkap Sembilan Orang Yang Membajak KM Bintang Jaya

    Surabaya - Komando Pasukan Katak (Kopaska) Armada Timur (Armatim) TNI AL memastikan telah menangkap sembilan orang yang diduga membajak (menduduki) sebuah kapal motor (KM) di perairan Gresik.

    ”Kita mendapat perintah dari Pangarmatim dan langsung terjun ke lapangan. Kita cek ke lokasi ternyata benar.Di atas kapal ada gerombolan ABK mencurigakan. Setelah kita cek ternyata tidak bisa menunjukkan dokumen-dokumen,” kata Komandan Satuan Kopaska Armatim TNI AL Kolonel Laut (P) Yeheskiel Katian Dagho kemarin. Saat itu, kata dia, sejumlah personel dikerahkan ke KM Bintang Jaya XV yang diduduki sejumlah anak buah kapal (ABK) yang mengaku sebagai pemilik.

    Namun mereka tak bisa menunjukkan dokumen kepemilikan.KM Bintang Jaya XV memang sedang bersengketa dengan KM Bintang Jaya IX.”Sembilan orang kita amankan,” tegasnya. Penangkapan dilaksanakan Kopaska pada Minggu (12/6) malam.

    Hingga kemarin, personel Kopaska masih disiagakan untuk melakukan pengamanan di KM Bintang Jaya XV.Sementara sembilan orang yang diamankan dibawa ke Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya untuk diproses secara hukum. ”Kasus sudah diambil alih Lantamal,” kata Kolonel Laut (P) Yeheskiel Katian Dagho. Sayangnya pihak Lantamal belum bisa dikonfirmasi terkait perkembangan kasus yang berawal dari sengketa dua KM itu.

    Sumber: SEPUTAR INDONESIA
    Readmore --> Kopaska Menangkap Sembilan Orang Yang Membajak KM Bintang Jaya

    Helikopter TNI AL Melakukan Formasi Anak Panah Getarkan Juanda


    Ilustrasi.

    Surabaya - Delapan helikopter jenis Colibri, Bolkow dan NBell-412, kemarin bersaing dengan deru pesawat komersial di Juanda. Pesawatpesawat itu lantas membentuk formasi anak panah mengelilingi podium yang disediakan di Apron Hanggar Lanudal Juanda.

    Ada apakah gerangan? Pesawat milik Pusat Penerbangan TNI AL ini sedang berlatih serius dalam rangka peringatan Hari Penerbangan ke-55 yang akan digelar Jumat (17/6) nanti. Setidaknya 30 pesawat berbagai jenis akan memeriahkan peringatan itu. Bisa dikatakan kami telah siap 80% dan saat HUT berlangsung semua sudah 100%,” jelas Wakil Ketua HUT Penerbangan TNI AL 2011 Mayor Laut (P) CN Ardiantoro di sela-sela geladi HUT ke-55 Penerbangan TNI AL di Lanudal Juanda.

    Skenario formasi pesawat udara akan diawali sebuah helikopter Bolkow BO-105 pembawa banner bertulis, Dirgahayu Penerbangan TNI AL ke-55. Menyusul kemudian flypass Gurita Flight yakni delapan helikopter jenis Colibri, Bolkow dan NBell-412. Baru setelah itu empat pesawat latih jenis Tobago Flight (Tobago TB- 10) terbang dalam formasi diamond.

    Tak lama kemudian menyusul 10 deretan pesawat Nomad Flight (Nomad N-22/24) dalam formasi anak panah.Formasi udara ini sembilan pesawat Casa Flight (Casa NC- 212) dalam formasi delta melintas di depan podium.Atraksi diakhiri dengan Bomburst Nomad Flight dari arah utara menuju selatan dengan ketinggian 500 kaki.

    Selain itu, adapula aksi dropping pasukan menggunakan metode fastrope dan rappeling oleh 14 personel pasukan dengan menggunakan dua Helikopter jenis Nbell-412. Mereka akan meluncur dari helikopter dengan tali untuk melakukan penyelamatan. Dalam HUT Penerbangan TNI AL ini juga disematkan Brivet Kehormatan Penerbang pada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno. ”Ini menjadi tradisi karena Kasal bukan dari penerbang sehingga akan diberi Brivet Kehormatan Penerbang,” jelas Mayor Ardiantoro.

    Sumber: SEPUTAR INDONESIA
    Readmore --> Helikopter TNI AL Melakukan Formasi Anak Panah Getarkan Juanda

    F-16 Ke Banjarmasin Hanya Numpang Lewat

    Ratusan anak TK terlihat antusias berfoto dengan latar belakang pesawat F-16 yang mendarat di Pangkalan Udara Sjamsudin Noor.

    Jakarta - Di era 90-an, jet-jet tempur milik TNI AU kerap unjuk kebolehan di langit Kalsel dengan homebase Landasan Udara (Lanud) Syamsudin Noor.

    Pilot jet tempur jenis skyhawk itu melakukan atraksi-atraksi di atas langit dengan manuver berbahaya. Seperti terbang sangat rendah dan menukik seakan jatuh membuat penonton berdebar.

    Ada juga pesawat ringan dengan baling-baling atau warga sering menyebutnya pesawat capung yang mampu melakukan atraksi berputar-putar seakan lepas kendali.

    Sayang, atraksi yang membuat anak bangsa itu bangga akan kekuatan militer negerinya dan kehandalan personel TNI AU di udara kini tak pernah lagi terlihat di Kalsel.

    Pagi ini sebanyak empat jet tempur tiba-tiba saja melintasi langit Banjarmasin. Suaranya yang menggelegar dan bentuk pesawat yang tipis langsing tapi sangar itu menjadi tontonan sebagian warga Kota Seribu Sungai.

    Muncul pertanyaan dari warga apakah di Lanud Syamsudin Noor sedang digelar latihan dirgantara.

    "Wah bisa di Syamsudin Noor lagi latihan. Kalau dekat saya pasti ke sana. Jarang-jarang ada latihan tempur," ujar Bahar warga Kompleks Surya Gemilang, Alalak Utara, Banjarmasin.

    Lagi-lagi sayang, karena menurut salah seorang petugas di Bandara Syamsudin Noor, pesawat jet tempur yang barusan melintas itu cuma lewat.

    "Memang selain pesawat tempur sekarang ini ada Hercules juga di Bandara Syamsudin Noor. Tapi bukan untuk latihan melainkan numpang lewat. Mereka dari pangkalan Madiun menuju Manado," ujar seorang petugas Bandara yang tidak ingin namanya dikutip.

    Di Bandara Syamsudin Noor, pesawat hercules dan empat jet tempur itu mampir untuk mengisi bahan bakar. Rupanya sang pilot jet tempur menyempatkan diri untuk unjuk kebolehan di langit Banjarmasin.

    Meski hanya sekejap, hal itu mampu menunjukan kepada publik Banjarmasin bahwa kekuatan TNI AU itu masih ada.

    Sumber: Banjarmasin Post
    Readmore --> F-16 Ke Banjarmasin Hanya Numpang Lewat

    Pemerintah Siapkan 400 Rusunawa untuk TNI

    Ilustrasi.

    Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat akan membangun 400 rumah tinggal bagi tentara aktif di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada semester II 2011 ini.

    Pembangunan perumahan tersebut memakan lahan minimal 3.000 meter persegi (m2). Menurut Pangihutan Marpaung, Deputi Perumahan Formal, rumah paling kecil bertipe 36.

    "Ini sudah komitmen kami dengan sejumlah pengembang termasuk MOU dengan Kementerian Pertahanan awal tahun ini," kata Pangihutan, Selasa (14/6/2011).

    Rusunawa untuk pasukan Kodam VI Mulawarman berlokasi dekat Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan. Dengan KPR, nantinya setiap rumah dilego mulai kisaran Rp 70 juta hingga Rp 80 juta per unit.

    Kepala Bidang Rumah Susun Sederhana Kemenpera Bernaldy menjelaskan, penghuni bakal dikenakan biaya tambahan untuk pemeliharaan, pengelolaan, dan kebersihan. Jika dalam waktu dekat ada yang mengajukan KPR, pembangunan dimulai bertahap. Saat ini lahan tersebut mulai didesain.

    Menurut dia, pengembang proyek kali ini dari internal Kemenpera. Menurut Bernaldy, sejak 2005 Kemenpera sudah membangun 187 blok rusunawa di seluruh Indonesia. Setiap blok berlantai 5 terdiri dari 96 unit.

    "Kami memang berkomitmen memenuhi kebutuhan tempat tinggal TNI aktif. Sedangkan untuk pensiunan TNI nantinya difasilitasi dengan rusunami," kata dia.

    Untuk Kalimantan Timur, Nunukan dan Samarinda juga menjadi sasaran pembangunan rumah sederhana Kemenpera.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pemerintah Siapkan 400 Rusunawa untuk TNI

    Tuesday, June 14, 2011 | 7:52 PM | 0 Comments

    TNI AL Dan AL Filipina Sepakat Tingkatkan Pengamanan Perbatasan

    Jakarta - Militer Indonesia dan Filipina sepakat untuk meningkatkan pengamanan wilayah perbatasan negara, terutama perbatasan laut melalui patroli terkoordinasi.

    Patroli terkoordinasi yang dilakukan angkatan laut kedua negara, merupakan bagian dari kerja sama militer kedua pihak yang telah berjalan baik selama ini, kata juru bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul usai menghadiri pertemuan Panglima TNI Agus Suhartono dengan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Eduardo San Lorenzo Oban di Jakarta, Selasa.

    Dalam pertemuan tertutup di Markas Besar TNI itu, kedua petinggi militer itu menmbahas kerja sama militer yang telah berlangsung selama ini, baik di bidang pendidikan dan latihan maupun operasi khususnya patroli terkoordinasi di perairan perbatasan kedua negara, kata Laksamana Muda Iskandar Sitompul .

    Tak hanya itu, pertemuan juga membahas keterlibatan militer dalam penanganan korban bencana alam yang sering terjadi di negara masing-masing.

    Pada akhir pertemuan, kedua Panglima Angkatan bersenjata bersepakat untuk melanjutkan dan meningkatkan program kerja sama militer berupa pertukaran kunjungan, pendidikan dan latihan serta "Service to Service" (Army, Navy and Air Force) Talk atau "Armed Forces to Armed Forces Talk".

    Setelah pertemuan tersebut, Panglima Angkatan Bersenjata Filipina didampingi Panglima TNI melanjutkan kunjungan kehormatan ke Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kementerian Pertahanan.

    Jenderal Oban juga dijadwalkan mengunjungi PT. Pindad dan PT. DI di Bandung.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AL Dan AL Filipina Sepakat Tingkatkan Pengamanan Perbatasan

    Kemhan Evaluasi Sembilan Produsen Bahan Peledak

    Jakarta - Kementerian Pertahanan akan mengevaluasi sembilan badan usaha produsen bahan peledak mengingat belum terpenuhinya kebutuhan bahan peledak di dalam negeri secara optimal.

    Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Pos M Hutabarat di Jakarta Selasa mengatakan, selain perijinan sembilan perusahaan itu sudah mendekati selesai, evaluasi difokuskan pada konsistensi mereka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

    "Selama ini, dari kebutuhan dalam negeri sekitar 450 ribu ton per tahun baru dapat dipenuhi sekitar 40 hingga 60 ribu ton oleh badan usaha bahan peledak dalam negeri," paparnya.

    Padahal, lanjut Pos Hutabarat, bahan baku bahan peledak berupa amonium nitrat di dalam negeri cukup melimpah.

    "Hanya campurannya saja yang masih impor. Namun, kondisi saat ini baik bahan baku maupun bahan campurannya kebanyakan masih impor. Padahal, kita ingin Indonesia bisa memproduksi bahan peledak utamanya untuk pasar dalam negeri baik untuk kepentingan militer maupun komersial," ujarnya.

    Ia mengatakan evaluasi dilakukan terhadap perijinan usaha, perijinan produksi, pengadaan dan penyimpanan. "Evaluasi perijinan juga dilakukan pada ijin pendistribusian, dan jasa peledakan."

    Kewenangan Kemhan untuk mengatur perijinan Badan Usaha Bahan Peledak sesuai Keputusan Presiden Nomor 125/1999 tentang Bahan Peledak yang merupakan salah satu kebijakan strategis nasionmal di bidang bahan peledak.

    Keputusan presiden itu kemudian dijabarkan dalam Peraturan Menteri Pertahanan No22/2006 tentang pedoman, pengaturan, pembinaan, dan pengembangan Badan Usaha Bahan Peledak Komersial.

    Perijinan untuk badan usaha yanhg dimaksud adalah Ijin Usaha Produksi di pabrik berlaku 10 tahun, Ijin Usaha Produksi di Lapangan berlaku dua tahun dan Ijin Pengadaan dan Pendistribusian berlaku dua tahun, Ijin Usaha Pergudangan dan Jasa Peledakan berlaku untuk dua tahun.

    Keputusan Pemberian Jumlah Kuota Handak berlaku satu tahun, dan Rekomendasi Importir

    Pos Hutabarat menambahkan Kemhan akan memberikan sanksi bagi perusahaan atau badan usaha yang terbukti tidak melakukan kegiatannya sesuai perijinan yang dikantonginya.

    "Sanksi bisa berupa peringatan, pencabutan ijin maupun tidak diberikan rekomendasi lagi untuk mengimpor," katanya menegaskan.

    Pos Hutabarat mengatakan evaluasi akan dilakukan segera mungkin, sehingga pada Juli 2011 dapat ditentukan tindaklanjut terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

    Sembilan badan usaha bahan peledak itu PT Pindad, PT Dahana, Multi Nitrotama Kimia, Armindo Prima, Trifita Perkasa, Tridaya Esta Asa Karya Multi Pratama, Aneka Gas Industri, dan Meksis.

    Evaluasi juga meliputi hubungan sinergitas dengan Badan Intelijen Negara dan Polri serta lembaga terkait lainnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Kemhan Evaluasi Sembilan Produsen Bahan Peledak

    Ratusan Anak TK Di Banjarmasin Antusias Melihat F-16 TNI AU

    Ratusan anak TK terlihat antusias berfoto dengan latar belakang pesawat F-16 yang mendarat di Pangkalan Udara Sjamsudin Noor.

    Banjarbaru - Ratusan anak TK terlihat antusias berfoto dengan latar belakang pesawat F-16 yang mendarat di Pangkalan Udara Syamsudin Noor. Evan murid TK Angkasa mengaku senang. Pesawatnya, bagus sekali.

    "Saya senang lihat. Pesawatnya bagus sekali,"ungkapnya.

    Pagi ini, pesawat F16 Skuadron Udara III singgah di Pangkalan Udara Syamsuddin Noor. Mereka tengah melakukan pengamanan alur laut kepulauan Indonesia serta pengamanan perbatasan.

    Komandan Skuadron Udara III, Letkol Pnb IAN Puadi mengatakan setelah dari Lanud Syamsudin Noor mereka akan melanjutkan perjalanan ke Manado.
    Kegiatan para penerbang itu untuk pembinaan potensi dirgantara terutama anak-anak di sini untuk menumbuhkan motivasi agar tertarik dengan kedirgantaraan.

    "Kita ada empat unit pesawat F16. Setelah ini kita akan terbang ke Manado untuk melaksanakan operasi pengamanan alur laut kepulauan Indonesia,"ujar Ian.

    Sumber: BANJARMASIN POST
    Readmore --> Ratusan Anak TK Di Banjarmasin Antusias Melihat F-16 TNI AU

    TNI Kerahkan 1000 Personel Untuk Menjaga Obama Ke Bali

    Jakarta - Untuk kali keduanya, Barack Obama akan datang ke kampung halaman masa kecilnya, ke Indonesia sebagai Presiden Amerika Serikat. Setelah Jakarta, giliran Bali yang akan ia jejak.

    Obama dijadwalkan menghadiri East Asia Summit yang akan berlangsung di Nusa Dua, November 2011 mendatang. Ia mungkin juga akan menyempatkan diri menikmati keindahan Pulau Dewata.

    Empat bulan jelang kunjungan Obama, Bali bersiap, termasuk untuk pengamanan Sang Presiden. Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Leonard mengungkapkan pihaknya mengerahkan 1.000 personel Angkatan Darat untuk berlatih intensif mengamankan Obama.

    "Kami sudah mendapatkan petunjuk dari atasan untuk segera mempersiapkan segala latihan yang perlu dalam rangka melakukan pengamanan terhadap kedatangan Presiden Obama yang rencananya akan tiba di Indonesia dan Bali pada November 2011 nanti," ujar Pangdam saat ditemui di Kodam IX Udayana Denpasar, Selasa 14 Juni 2011.

    Menurut Leonard, pengamanan yang dimaksud adalah pengamanan VVIP setingkat kepala negara. Jumlah personel bisa jadi berubah, kemungkinan besar akan ditambah bila diperlukan.

    Mengapa hanya angkatan darat, bagaimana dengan yang lain? Soal ini, Pangdam mengaku belum ada petunjuk untuk melibatkan dari kesatuan lainnya di Bali.

    Soal kepastian tanggal berapa kedatangan Obama ke Bali juga belum diketahui. Ia hanya tahu Obama akan datang November 2011. Hingga saat ini Kodam IX Udayana Denpasar belum menerima petunjuk langsung dari pusat dan juga dari pasukan Amerika Serikat yang akan datang ke Bali. "Kami belum menerima petunjuk langsung tentang prosedur pengamanan dari pasukan Amerika Serikat. Namun, kita tetap menggelar latihan sesuai prosedur pengamanan kepala negara yang ada saja," ujar Leonard.

    Petunjuk yang dimaksud adalah tempat yang akan dikunjungi, tempat penginapan dan sebagainya. Biasanya, lokasi tersebut akan disurvei sendiri oleh pasukan Amerika yang dalam waktu dekat akan segera tiba di Indonesia.

    Ada beberapa lokasi wisata yang akan ditawarkan ke pihak Gedung Putih. Diduga di antaranya adalah Pura Uluwatu, Monkey Forest, Ubud, Kabupaten Gianyar, Universitas Udayana Bali, dan obyek wisata Tanah Lot Kabupaten Tabanan.

    Selain TNI, Polda Bali juga telah melakukan gelar pasukan pengamanan Obama.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> TNI Kerahkan 1000 Personel Untuk Menjaga Obama Ke Bali

    TNI AL Kirim Dua Kapal Perang Ke Singapura Untuk Latihan Bersama

    Ilustrasi.

    Jakarta – Dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan latihan Passage Exercise (Passex) dengan Royal Singapore Navy (RSN) di Perairan Selat Malaka, pada saat kunjungan kapal perang RSN di Belawan, Selasa (14/6).

    Passex ini digelar bersifat insidensial yang dilakukan saat kapal perang RSN ke Indonesia melakukan kunjungan atau lawatan ke negara lain. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme personel Angkatan Laut pengawak kapal perang kedua negara.

    TNI AL dalam hal ini Koarmabar pada latihan Passex kali ini melibatkan dua KRI yakni KRI Barakuda – 814 yang termasuk dalam jenis Fast Patrol Boat (FPB) dan KRI Viper – 820 yang termasuk jenis Patroli Cepat (PC 40 class), sedangkan RSN melibatkan RSS Freedom dan RSS Independence yang termasuk dalam Fearless class. Passex yang akan digelar di Selat Malaka akan menguji kemampuan personel masing-masing Kapal Perang dalam hal penguasaan bendera, manuver serta pertukaran informasi situasi laut.

    Sebelum pelaksanaan latihan di selat Malak tersebut para personel masing-masing kapal perang telah dibekali dengan pemberian materi latihan di pangkalan yang bertempat di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan. Selain kegiatan yang tersebut diatas para perserta juga mengadakan kegitan olah raga bersama yang diikuti oleh anak buah kapal perang.

    Pelaksanaan passex ini digelar sampai dengan 16 Juni 2011. Saat ini kedua kapal perang RSN yang akan melaksanakan latihan Passex telah berada di Belawan.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> TNI AL Kirim Dua Kapal Perang Ke Singapura Untuk Latihan Bersama

    Monday, June 13, 2011 | 10:36 PM | 0 Comments

    Indonesia Dan Embraer Telah Menandatangani Kontrak Final Sebanyak 8 Unit Super Tucano

    Pesawat Super Tucano.

    Brasilia (MIK/WDN) - Indonesia dan Embraer telah menandatangani kontrak final dalam pengadaan 8 EMB-314 Super Tucano, dan akan dikirim mulai tahun 2012.

    Kesepakatan tersebut telah diumumkan pada bulan November 2010 dan diikuti dalam pengadaan pesawat lainnya, termasuk KT-1 buatan KAI yang telah digunakan TNI AU sebanyak 11 unit sebagai pesawat latih.

    "Kontrak ini merupakan langkah yang tepat untuk Super Tucano agar dikenal oleh dunia" kata Orlando Neto, wakil presiden senior untuk Embraer dalam bidang pertahanan dan keamanan. "Kami menyambut TNI AU sebagai operator terbaru dalam penggunaan produk Embraer, dan mereka puas dengan kualitas, keunggulan yang sama dan efisiensi yang mencakup semua pelanggan Embraer".

    Menurut perusahaan asal Brasil tersebut mengatakan bahwa Indonesia akan menggunakan pesawat tersebut dalam berbagai peran, seperti pesawat serang ringan, patroli, duel udara dan kontra terorisme.

    Super Tucano dapat dioperasikan dalam landasan tak beraspal dengan membawa senjata, yang ditempatkan dikedua sayap yang menggunakan jenis senapan mesin 12,7 mm, bom konvensional dan laser guided, ditambah dengan roket dan rudal duel udara. Pesawat ini juga terdapat sensor elektro optikal/infrared, pemandu laser dan keamanan radio melalui datalink.

    Walaupun Indonesia sebagian wilayah aman dari konflik, tetapi masih terjadi pemberontakan di provinsi-provinsi di Indonesia seperti Aceh dan Papua barat. Super Tucano akan menggantikan pesawat OV-Bronco yang telah melakukan berbagai misi seperti konflik di Timor-Timur pada tahun 1975-2002.

    Super Tucano telah dioperasikan oleh AU Brasil, Chile, Kolombia, Republik Dominika dan Ekuador, yang sampai saat ini telah memiliki 120.000 jam terbang.

    Sumber: FG
    Readmore --> Indonesia Dan Embraer Telah Menandatangani Kontrak Final Sebanyak 8 Unit Super Tucano

    Kapal Perang Amerika Serikat Cegat Kapal Korea Utara

    Washington - Angkatan Laut Amerika Serikat mencegat sebuah kapal kargo milik Korea Utara karena diduga mengangkut suku cadang senjata ilegal untuk Myanmar dua pekan lalu. Demikian laporan New York Times, Ahad, 12 Juni 2011, mengutip keterangan pejabat senior Amerika Serikat.

    Koran ini juga melaporkan kapal kargo Korea Utara segera diminta balik badan setelah dihentikan di tengah laut dan mendapatkan tekanan diplomatik dari Amerika Serikat dan negara-negara Asia.

    Namun demikian, laporan New York Times tidak mendapatkan tanggapan dari pejabat Angkatan Laut Amerika serikat dan Kementerian Pertahanan.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan sanksi kepada Korea Utara setelah negeri ini melakukan uji coba senjata nuklir pada 2006 dan 2009. PBB juga melarang seluruh negara melakukan perdagangan persenjataan nuklir dengan Korea Utara.

    Menurut laporan Times, kapal angkatan laut Amerika Serikat yang mencegat itu adalah jenis perusak USS McCampbell. Kapal perang ini sengaja mencegat kapal kargo Korea Utara M/V Light di tengah laut pada 26 Mei 2011 setelah para pejabat Amerika Serikat yakin bahwa kapal tersebut mengangkut bahan baku terlarang.

    Salah seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan saat ditangkap kapal Korea Utara itu berbendera Belize. Demikian New York Times.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Kapal Perang Amerika Serikat Cegat Kapal Korea Utara

    AL Vietnam Gelar Latihan Menembak Di Laut Cina Selatan

    Hanoi - Angkatan laut Vietnam hari ini, Senin 13 Juni 2011, mulai latihan menembak di Laut Cina Selatan. Latihan berlangsung di tengah memanasnya hubungan antara Hanoi dan Beijing terkait sengketa teritorial yang sudah lama mendera kedua negara. "Angkatan laut Vietnam pertama kali menembak pada pukul 08.00 pagi (waktu setempat) dan akan berakhir sampai pukul 12.00 siang," kata seorang petugas yang berkantor di Kota Danang, tapi menolak menyebutkan namanya.

    Dia menambahkan, latihan berlangsung di sekitar Pulau Hon Ong, sekitar 40 kilometer di Provinsi Quang Nam, Vietnam tengah. Babak kedua latihan menembak berlangsung sekitar enam jam dan mulai pukul 18.00 waktu setempat. Kementerian Luar Negeri Vietnam mengatakan latihan ini merupakan bagian dari latihan rutin tahunan angkatan laut negara itu.

    Mengenai jumlah armada yang dilibatkan dalam latihan itu, petugas tersebut menolak menyebutnya. "Saya tidak dapat mengungkapkan jumlah kapal Vietnam yang dimobilisasi untuk latihan ini, tapi akan ada penembakan senjata, bukan misil," tandasnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> AL Vietnam Gelar Latihan Menembak Di Laut Cina Selatan

    TNI AL Dan AL Malaysia Akan Melakukan Patroli Di Selat Malaka

    Jakarta - TNI Angkatan Laut dan Tentara Laut Diraja Malaysia kembali menggelar operasi pengamanan di Selat Malaka. Sandi yang dipakai adalah Patroli Koordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor Malindo).

    Menurut Komandan Gugus Keamanan Laut Wilayah Barat (Guskamlabar) Laksamana Pertama TNI D A Mamahit ketika dikonformasi di Jakarta, Senin (13/6), menjelaskan operasi pengamanan di Selat Malaka dilaksanakan mulai 13 hingga 27 Juni 2011 dengan melibatkan kapal perang dan pesawat udara TNI AL serta kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM).

    Mamahit mengatakan, kegiatan operasi pengamanan Selat Malaka Indonesia-Malaysia itu merupakan yang ke-112 kali. Patkor Malindo digelar sepanjang tahun secara bertahap sebanyak empat kali dalam kurun waktu yang telah ditetapkan bersama oleh angkatan laut kedua negara.

    Pengamanan selat terpadat di dunia itu selama ini dilakukan oleh tiga negara pantai, yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura. Operasi terkoordinasi bersama antartiga negara pantai itu dilakukan, baik secara bilateral maupun trilateral.

    Patroli koordinasi yang dilakukan secara bilateral yaitu Indonesia-Malaysia (Patkor Malindo), Indonesia-Singapura (Patkor Indosin). Sedangkan patroli koordinasi secara trilateral yakni Malaysia, Singapura dan Indonesia dikenal dengan Patkor Malsindo.

    Terakhir Thailand yang berada di utara Selat Malaka juga bergabung dalam patroli terkoordinasi yang dilakukan tiga negara pantai tersebut. Sejak operasi pengamanan di Selat Malaka intensif dilakukan oleh tiga negara pantai melalui patroli terkoordinasi, tingkat kejahatan laut di selat tersebut turun hingga 70 persen.

    Sumber: METRO TV
    Readmore --> TNI AL Dan AL Malaysia Akan Melakukan Patroli Di Selat Malaka

    George Toisutta Dilantik sebagai Komisaris Utama PT Pindad

    Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal George Toisutta, diangkat menjadi Komisaris Utama PT Pindad (Persero). "Rapat umum pemegang saham telah menetapkan pengangkatan George Toisutta sebagai Komisaris Utama Pindad," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Senin 13 Juni 2011 dalam pelantikan sejumlah BUMN, di Kementerian BUMN Jakarta.

    George menggantikan Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo sebagai Komisaris Utama Pindad. Selain George, Menteri BUMN juga mengangkat Brigjen TNI Maman Soemantri sebagai anggota Dewan Komisaris, menggantikan Mayjen (Purn) Sardan Marbun.

    Selain Pindad, Menteri BUMN juga melantik sejumlah Komisaris beberapa BUMN lainnya, di antaranya PT PAL Indonesia (Persero). Menteri melantik Soeparno sebagai Komisaris Utama, Sunardjo sebagai Wakil Komisaris Utama, Ateng Alibasyah sebagai anggota Dewan Komisaris, Sambas Mulyana sebagai anggota Dewan Komisaris, dan Silmy Karim sebagai anggota Dewan Komisaris.

    Pengangkatan tersebut untuk menggantikan Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno sebagai Komisaris Utama, Thomas Daryanto sebagai Wakil Komisaris Utama, Laksda TNI Sudaryanto sebagai anggotan Dewan Komisaris, Wahono Sumaryono sebagai anggotan Dewan Komisaris, dan Laksda TNI Banu Kastoyo sebagai anggota Dewan Komisaris.

    Pada PT Dirgantara Indonesia (Persero), Menteri melantik Marsekal TNI Imam Sufaat sebagai Komisaris Utama, untuk menggantikan Marsekal TNI Subandrio. Sementara, pada PT Kereta Api Indonesia (Persero), Menteri melantik Imam Haryatna sebagai Komisaris Utama, untuk menggantikan Bambang Hendarso Danuri.

    Sedangkan, pada PT Dahana (Persero), Menteri melantik Eddy Sumarno Siradj sebagai Komisaris Utama, Ferial Manaf sebagai anggotan Dewan Komisaris, dan Marzan Aziz Iskandar sebagai anggota Dewan Komisaris. Itu untuk menggantikan Lilik Hendrajaya sebagai Komisaris Utama, dan Mayjen Pol (Purn) I Wayan Karya sebagai anggota Dewan Komisaris.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> George Toisutta Dilantik sebagai Komisaris Utama PT Pindad

    Perguruan Tinggi Di Indonesia Ditantang Ciptakan Robot Aplikatif

    Yogyakarta - Antusiasme kalangan perguruan tinggi menyeruak dalam ajang Kontes Robot Nasional (KRN) 2011 yang berakhir tadi malam di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

    Namun, yang patut dicatat, teknologi robot baru sebatas dikembangkan ketika akan mengikuti kontes, baik dalam skala regional, nasional maupun internasional. Perangkat mekanik yang telah terprogram untuk menjalankan aktivitas manusia ini belum mampu menjadi media yang berguna bagi kegiatan manusia secara luas.

    ”Memang saat ini sudah banyak yang menggemari robot.Tapi itu kan hanya hobi saja dan belum aplikatif,” ujar pembimbing tim robot P-Next dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Fernando Ardilla kemarin. Teknologi robot tidak hanya dikonsumsi oleh kalangan perguruan tinggi.

    Saat ini bahkan mulai menyebar ke lembaga pendidikan yang lebih luas seperti SMK,SMA,SMP. Fernando menyatakan, sebenarnya teknologi robot Indonesia tidak kalah jika dibandingkan dengan pencapaian sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam. Tapi, jika dibandingkan dengan Jepang, Indonesia kalah jauh. Menurut dia,di Jepang,teknologi robot sudah mampu membantu pekerjaan masyarakat.

    Misalnya pada sektor pertanian. Sebelum menanam tanaman tertentu, petani di Negeri Matahari Terbit ini menggunakan robot untuk mendeteksi kondisi tanah. Hasil dari rekaman robot ini akan dijadikan acuan petani untuk menanam. Teknologi robot di Indonesia belum mengarah ke sana. ”Kami yang dari kampus mulai mengonsep bagaimana merancang robot yang berguna bagi masyarakat, khususnya petani.

    Artinya, robot yang tercipta itu mampu membantu pekerjaan tani,”kata Nando. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Joko Santoso mengharapkan, robot karya mahasiswa bukan hanya berhenti sebagai karya kejuaraan saja, tetapi juga bermanfaat di dunia industri dan ekonomi.

    Dengan keterlibatan serta dukungan dari dunia industri pada pengembangan robot ini, masa depan pengembangan robotika di Indonesia diperkirakan akan semakin maju. ”Para kontingen dan mahasiswa yang menang pada kompetisi ini nantinya diharapkan bisa menunjukkan kekuatannya di kancah internasional.” ”Apalagi di era persaingan yang ketat seperti saat ini, kita terus berusaha agar bisa menunjukkan kekuatan kita di tingkat global pada bidang robotika,” ungkap Joko saat menyaksikan KRN 2011 kemarin.

    Rektor UGM Sudjarwadi menambahkan,KRN tahun ini bisa dijadikan sebagai sarana mengembangkan dan memajukan dunia robotika di Indonesia. Sebanyak 101 tim dari 51 perguruan tinggi di Indonesia bertanding dalam KRN 2011. Kontes ini merupakan kompetisi yang mempertemukan para pemenang kontes robot di tingkat regional. Tiga kategori yang dipertandingkan adalah Kontes Robot Indonesia (KRI),Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI).

    KRI diikuti 24 tim, KRCI 78 tim yang terdiri atas divisi robot beroda 24 tim,robot berkaki 20 tim,dan battle 17 tim, dan KRSI sebanyak 16 tim. Tema KRI adalah larungan yang mengadaptasi tema Asia- Pacific Broadcasting Union (ABU) Robocon 2011, yakni loy kranthong. Pemenang pada kategori itu berhak mewakili Indonesia dalam kontes robot internasional ABU Robocon 2011 di Bangkok,Thailand, 9 September 2011.

    Tema KRCI baik divisi beroda maupun berkaki adalah ”robot cerdas pemadam api”,KRCI battlebertema ”robot cerdas pemain bola”, dan KRSI bertema ”robot tari klono topeng”. Pada KRCI divisi beroda dan berkaki robot beradu kecepatan memadamkan api, sedangkan pada divisi KRCI battle, dua robot bertanding memasukkan bola sebanyak mungkin ke gawang lawan.

    Juara pertama KRCI battle akan menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi RoboCup 2012 di Meksiko. Di tengah persaingan yang cukup ketat,Tim Barelang 5.1 dari Politeknik Batam menjadi juara dengan mengalahkan Pnext karya Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pada final Kontes Robot Indonesia (KRI) pada ajang KRN tadi malam.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Perguruan Tinggi Di Indonesia Ditantang Ciptakan Robot Aplikatif

    Taiwan Kerahkan Kapal Perang Rudal Di Kepulauan Yang Disengketankan

    Taipeh - Taiwan berencana mengerahkan kapal-kapal bersenjata rudal di Laut China Selatan, serta tank-tank di kepulauan yang diperebutkan dengan negara-negara lain.

    Kementerian Pertahanan Taiwan menegaskan sikap tersebut kemarin. Mereka mengkhawatirkan para penjaga pantai yang kini ditempatkan di Spratly yang diklaim beberapa negara, dan kepulauan Prata atau Paracel yang diklaim China. Alasan Taiwan, mereka tidak memiliki persenjataan berat yang cukup untuk menghadapi potensi konflik.

    ”Saat ini para penjaga pantai di Nansha (Spratly) dan Tungsha (Prata) hanya memiliki persenjataan ringan,” papar juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan David Lo. ”Kapal-kapal rudal dan tanktank merupakan opsi yang telah kami tawarkan pada para penjaga pantai.” Kementerian Pertahanan Taiwan tidak menjelaskan jumlah kapal dan tank yang dikerahkan.

    Selain itu,Taiwan juga menyatakan, para penjaga pantai belum membuat keputusan akhir. Media lokal menyebutkan, kehadiran kapal-kapal rudal akan menjadi langkah pencegahan. Setiap kapal kelas Seagull berbobot 47 ton milik Taiwan dipersenjatai dua rudal Hsiungfeng I. Rudal itu merupakan persenjataan dari kapal ke kapal dengan jangkauan 40 kilometer.

    Pernyataan Taiwan itu muncul saat China menjadi lebih agresif di perairan Laut China Selatan yang kaya sumber daya alam.Padahal beberapa tahun sebelumnya, China relatif tenang-tenang saja. Taiwan pada Sabtu (11/6) menegaskan lagi klaimnya terhadap Spratly, bersama tiga kelompok pulau lainnya di Laut China Selatan, di tengah meningkatkan ketegangan regional terkait perbatasan maritim.

    Taiwan, Vietnam, Brunei, China, Malaysia, dan Filipina mengklaim seluruh atau sebagian Spratly terletak di atas cadangan minyak yang melimpah. Penjaga pantai Taiwan saat ini memiliki 130 personel di Taiping, pulau terbesar di Spratlys yang memiliki landasan untuk dukungan logistik.

    Sedangkan militer Filipina pada April berencana menggunakan kapal patroli buatan Amerika Serikat (AS) di perairan tersebut setelah memprotes kapal-kapal patroli China yang mengganggu kapal eksplorasi minyak Filipina di wilayah tersebut. Sementara Vietnam menyatakan pada Jumat (10/6), mereka hendak menggelar latihan penembakan peluru aktif di Laut China Selatan hari ini.

    Langkah tersebut setelah perdebatan dengan China terkait kedaulatan di daerah itu. Vietnam memperingatkan kapal-kapal menjauh dari wilayah itu saat latihan dilakukan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Nguyen Phuong Nga membenarkan latihan penembakan tersebut. ”Ini merupakan aktivitas latihan tahunan rutin angkatan laut Vietnam di daerah itu yang diprogramkan untuk unit-unit Militer Rakyat Vietnam,” paparnya.

    Saat ditanya tentang kemungkinan peran Amerika Serikat (AS) atau negara lainnya dalam menyelesaikan perselisihan di kawasan itu, Nga menjelaskan, ”Menjaga perdamaian, stabilitas,keamanan, dan keselamatan maritim di Laut Timur merupakan kepentingan bersama seluruh negara dalam dan luar kawasan,” katanya.

    ”Setiap upaya oleh komunitas internasional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Timur kami sambut,” ujar Nga, yang menyebut Laut China Selatan dengan istilah yang umum dipakai rakyat Vietnam,Laut Timur. China marah setelah Vietnam menyatakan, sebuah kapal nelayan China menabrak kabel-kabel dari satu kapal eksplorasi minyak di zona ekonomi eksklusif.

    Beijing mengklaim, kapal-kapal nelayan China diusir oleh kapal-kapal militer Vietnam dalam insiden pada Kamis (9/6). ”Salah satu kapal China terlilit kabel-kabel kapal eksplorasi minyak Vietnam, yang terus menahan kapal China selama lebih dari satu jam sebelum jaring dipotong,” papar Kementerian Luar Negeri China.

    China menuduh Vietnam melanggar kedaulatannya dan mengatakan aksi Vietnam membahayakan nyawa pelaut China. Sebaliknya,Vietnam menganggap insiden itu bagian upaya China mengontrol perairan yang diperselisihkan. Hari ini Vietnam berencana menggelar latihan penembakan amunisi aktif di Provinsi Quang Nam.Menurut Vietnam, keputusan menggelar latihan itu dibuat pada 7 Juni.

    Laut China selatan merupakan salah satu jalur pelayanan penting dan mungkin mengandung cadangan minyak serta gas bumi. Karena itu, setiap negara di dekat wilayah itu berusaha meluaskan pengaruhnya. Filipina, Malaysia, Brunei, dan Taiwan juga mengklaim kawasan di Laut China Selatan. Tapi, klaim China jauh lebih lebar, sekitar 1,7 juta km persegi, termasuk kepulauan Spratly dan Paracel.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Taiwan Kerahkan Kapal Perang Rudal Di Kepulauan Yang Disengketankan

    Panglima TNI Telah Serahkan Nama Calon KSAD Ke Presiden

    Jakarta - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono telah menyerahkan nama-nama calon Kepala staf Angkatan Darat (KSAD) pengganti Jenderal TNI George Toisutta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Usai mengantar keberangkatan Presiden Yudhoyono di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, Panglima TNI tidak menyebutkan nama-nama calon yang ia serahkan maupun jumlah calon yang ia ajukan.

    "Pokoknya sudah kita usulkan kepada Presiden," ujarnya.

    KSAD George Toisutta secara resmi akan pensiun pada 1 Juli 2011. Pada 1 Juni 2011, usia Toisutta sudah memasuki 58 tahun.

    Sementara itu Kapolri Jend Pol Timur Pradopo di tempat yang sama mengatakan akan menyampaikan nama-nama calon Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) pengganti Komjen Pol Ito Sumardi yang juga segera memasuki masa pensiun.

    "Nanti akan kami sampaikan nama-namanya," ujarnya.

    Sedangkan Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman yang namanya disebut-sebut akan menggantikan Ito mengaku siap apabila dicalonkan sebagai Kabareskrim.

    "Kalau pimpinan perintah kan laksanakan saja," demikian Sutarman.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Panglima TNI Telah Serahkan Nama Calon KSAD Ke Presiden

    Lanal Semarang Akan Tambah Dua Pos TNI AL Di Demak Dan Kendal

    Semarang - Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang, menambah 2 Pos TNI AL di Demak dan Kendal. Sebelumnya Lanal Semarang memiliki beberapa Pos TNI AL di Jepara, Rembang, Karimunjawa dan Juwana.

    Keberadaan Pos TNI AL di beberapa wilayah tersebut, menurut Komandan Lanal Semarang Kolonel Laut (T) Moelyanto, sangat membantu fungsi dan tugas TNI AL dalam pengamanan wilayah laut atau perairan dimana menjadi lalu lintas kapal dan adanya dermaga.
    Diakui, bahwa wilayah perairan pantai Pulau Jawa hingga Bali masih rawan terhadap keberadaan ranjau-ranjau laut peninggalan Jepang pada masa Perang Dunia II.

    Hal ini menuntut kerja keras TNI AL dalam mengamankan kawasan rawan tersebut, agar tidak berdampak buruk bagi pelayaran sipil. Keberadaan Pos TNI AL di beberapa wilayah melekat pada keberadaan dermaga atau tempat sandarnya kapal atau perahu, termasuk perahu nelayan.

    Selain memberi pengamanan terhadap jalur-jalur mereka dari bahaya ranjau dan ancaman lainnya, juga melaksanakan pengawasan terhadap gangguan yang berpotensi mengancam pertahanan negara.

    Terhadap ranjau sisa perang tersebut, Pos TNI AL diminta perannya untuk intensif melakukan pengawasan dan penginderaan melalui patroli-patroli rutin. Dengan ditemukannya saat patroli, maka akan memudahkan pemetaan wilayah mana yang rawan untuk segera diambil tindakan dengan penyapuan ranjau oleh kapal-kapal TNI AL yang memiliki klasifikasi penjinak atau penyapu ranjau.

    Sumber: Kedaulatan Rakyat
    Readmore --> Lanal Semarang Akan Tambah Dua Pos TNI AL Di Demak Dan Kendal

    Komisi I DPR Mendesak Kemhan Serius Dalam Penganggaran MEF

    Jakarta - Anggota Komisi I bidang Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi, dan Informatika DPR RI Roy Suryo mendesak pihak Kementerian Pertahanan agar menyeriusi penyediaan anggaran serta pengelolaan kebutuhan esensi minimum pertahanan nasional.

    "Kami berharap, `minimum essentian force` (MEF) ini harus bisa diupayakan dari anggaran yang tersedia, terutama dalam konteks memberdayakan serta memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) kita dalam rangka Sistem Pertahanan Nasional (`National Defence System`)," katanya di Jakarta, Sabtu.

    Ia mengatakan itu masih dalam rangka meluruskan pemberitaan yang menyebutkan seolah-olah pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah mengajukan anggaran sebesar Rp80-an triliun, tetapi kemungkinan Komisi I DPR RI merasionalisasinya menjadi hanya Rp61 triliun.

    "Angka Rp61 triliun itu adalah pagu anggaran dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Jangan salah," katanya.

    Menganggarkan bidang pertahanan, menurut dia, memang tidaklah mudah karena merupakan investasi jangka panjang dan hasilnya belum dapat dilihat sesaat.

    "Tetapi ini sangat strategis, karena menyangkut pertahanan NKRI yang begitu luas. Makanya perlu perhitungan matang, terukur dan tetap mengingat bahwa anggaran tersebut adalah uang rakyat," tegasnya.

    Seharusnya, menurut Roy Suryo, Rp61 triliun itu bisa merupakan angka yang realistis.

    "Apalagi jika kita bandingkan dengan (usulan) Rp80-an triliun itu, ternyata kan untuk pembelian dan pemberdayaan serta penguatan alutsista-nya cuma di bawah Rp10 triliun. Sebagian besar untuk belanja rutin, seperti gaji dan seterusnya," ujarnya.

    Makanya, Roy Suryo menekan pentingnya skala prioritas dan upaya memaksimalkan pemanfaatan anggaran yang tiap tahun pasti didukung Komisi I DPR RI untuk meningkat, terutama dalam konteks pembangunan kehandalan Sistem Pertahanan Nasional.

    Sumber: YAHOO
    Readmore --> Komisi I DPR Mendesak Kemhan Serius Dalam Penganggaran MEF

    Sunday, June 12, 2011 | 3:06 PM | 0 Comments

    Korsel Akan Siagakan Apache Untuk Hadapi Korut Di Perbatasan

    Seoul - Korea Selatan berencana menggelar helikopter-helikopter Apache di satu pulau perbatasan untuk menghadapi serangan-serangan Korea Utara setelah Pyongyang pada November lalu menembaki sebuah pulau di perbatasan kedua negara, demikian kantor berita Yonhap melaporkan, Minggu (12/6/2011).

    Militer Korea Selatan (Korsel) sedang membangun hanggar-hanggar untuk menampung beberapa helikopter tempur di Pulau Baengnyeong dekat perbatasan maritim di Laut Kuning, Yonhap mengutip pernyataan seorang sumber militer. Pada Oktober 2012 militer Korsel akan memiliki 36 helikopter tempur Apache yang dipersenjatai dengan rudal-rudal dan roket-roket, beberapa di antaranya akan digelar di pulau paling terdekat dengan perbatasan yang disengketakan dengan Korut itu, lanjut Yonhap.

    Media lokal memberitakan Korut baru-baru ini membangun satu pangkalan angkatan laut baru di Goampo, sekitar 50 kilometer utara Baengnyeong yang dapat mengirim sekitar 60 pesawat amfibi dengan parakomando militer di dalamnya ke Korsel. "Kami sekarang membutuhkan helikopter-helikopter tempur besar sejak Korut membangun pangkalan angkatan laut yang lebih besar ketimbang yang kami duga sebelumnya, yang dapat menimbulkan ancaman lebih besar bagi penyusupan," kata satu sumber yang dikutip Yonhap.

    Seorang juru bicara kementerian pertahanan mengatakan bahwa pihaknya sedang berusaha memperkuat kehadiran militer dekat perbatasan tersebut, tetapi menolak menjelaskan lebih jauh. Perbatasan Laut Kuning menjadi ajang bentrokan angkatan laut yang menelan korban jiwa di kedua Korea tahun 1999, 2002 dan November 2009. Salah satu dari lima pulau perbatasan—Yeonpyeong—ditembaki Korut dengan artileri yang menewaskan empat warga Korsel termasuk dua marinir. Sejak itu Seoul menggelar lebih banyak pasukan dan senjata di pulau-pulau garis depan yang sejak lama dijaga ribuan marinir dan pasukan angkatan laut.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Korsel Akan Siagakan Apache Untuk Hadapi Korut Di Perbatasan

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.