ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, April 16, 2011 | 3:29 PM | 0 Comments

    TNI AL Akan Uji Rudal Strategisnya

    Jakarta - TNI akan melakukan uji coba terhadap sejumlah senjata strategisnya pekan depan, kata juru bicara TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

    Dia mengatakan, uji coba dilakukan di Samudra Hindia atau sebelah barat Selat Sunda dengan melibatkan sejumlah unsur tempur lainnya.

    Sejumlah senjata strategis yang akan diuji coba adalah rudal Yakhont, Exocet MM-40, Torpedo SUT, Mistral, Sea Cat dan RBO 6000.

    "Masing-masing akan ditembakkan dari sebuah KRI menuju satu target sasaran berupa kapal di tengah laut," katanya, menambahkan.

    Iskandar menambahkan, rudal Yakhont yang akan ditembakkan KRI OWA-354, merupakan bagian dari empat rudal tersebut yang dibeli dalam sepanjang anggaran TNI hingga 2024.

    Sedangkan, Exocet MM-40 dan Mistral akan ditembakkan dari KRI Hassanuddin-366, sementara torpedo SUT ditembakkan dari KRI Cakra-402, `Sea Cat` ditembakkan dari KRI Karel Satsuit Tubun-358, dan RBO 6000 ditembakkan dari KRI Cut Nyak Dien, paparnya.

    Uji coba akan disaksikan pula oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI dan beberapa anggota Komisi I DPR.

    "Namun, itu masih harus dikonfirmasi kembali," katanya.

    Iskandar mengatakan, uji coba sejumlah senjata itu bertujuan memastikan persenjataan itu berfungsi baik.

    "Tak hanya itu, uji coba itu juga merupakan pertanggungjawaban TNI kepada publik. Ini kan dibeli dengan anggaran negara, maka kita tunjukkan inilah senjata yang kita memiliki untuk memperkuat sistem pertahanan kita," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AL Akan Uji Rudal Strategisnya

    Friday, April 15, 2011 | 11:21 PM | 0 Comments

    Pemerintah Klaim Sudah Kirim 401 Korps Marinir Dan Koppasus Ke Somalia

    Kapal Sinar Kudus.

    Jakarta - Tak mau dibilang lamban, pemerintah buka kartu soal pengiriman pasukan pembebasan awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak di Somalia. Dua kapal freigat dengan 401 orang tentara gabungan Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Korps Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat ditugaskan perairan sekitar benua Afrika.

    "Banyak pendapat, pemerintah tak ambil tindakan, pemerintah lemah," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Jumat (15/4). Padahal dari awal, opsi militer paling keras pun sudah menjadi pilihan.

    Dia memaparkan, tanggal 17 Maret pemerintah menerima informasi pembajakan kapal milik PT Samudera Indonesia. Esok harinya dirapatkan, lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan agar mengutamakan keselamatan awak kapal.

    Rapat kembali digelar 20-22 Maret, yang menghasilkan dua opsi. Yaitu, pemerintah mendukung negosiasi pemilik kapal dengan para lanun, sekaligus menyiapkan pasukan khusus untuk menyerbu dan merebut Sinar Kudus. Demi keselamatan awak, pemerintah memilih menonjolkan sisi negosiasi dan menyembunyikan opsi penyerbuan.

    Pada tanggal 23 Maret, kapal diberangkatkan. Agar segar dan siap tempur, anggota Kopassus terbang ke Kolombo, Sri Langka. Kapal merapat di Kolombo untuk menjemput mereka dan mengisi logistik. Pasukan bergerak dari Kolombo pada 30 Maret. Karena letak Somalia yang jauh, membuat kedua kapal itu terlambat mencegat Sinar Kudus. "Tanggal 2 April, Sinar Kudus lego jangkar, merapat ke daratan. Kami berharap ketemu di laut, tapi baru sampai di posisi lego jangkar tanggal 5," ucap Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

    Tentara menerbangkan helikopter, mengecek kondisi. Namun Sinar Kudus berada di dekat daratan, di tengah puluhan kapal yang dibajak penyamun. Pemerintah akhirnya memutuskan mengedepankan negosiasi, menempatkan kedua kapal freigat itu di dekat Somalia.

    Menurut Djoko, kedua kapal itu bersiaga mengawal Sinar Kudus pulang jika negosiasi berhasil. Tapi, ia menolak jika masyarakat menyebut operasi militer gagal. "Saya tidak senang kata gagal, karena operasi belum dijalankan," kata Djoko. "Media massa jangan bikin bikin polemik, jangan ada disinformasi ke publik."

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pemerintah Klaim Sudah Kirim 401 Korps Marinir Dan Koppasus Ke Somalia

    Menko Polhukam Akui Indonesia Telah Kirim Dua Kapal Perang

    Kapal Sinar Kudus.

    Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengatakan pemerintah sudah mengirim dua kapal ke perairan Somalia. Kapal ini semula akan dipakai untuk membebaskan 20 WNI dari Kapal MV Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia.

    Djoko menjelaskan dua kapal itu beranggotakan 40 personel dan telah berada di daerah sasaran. "Apabila kami gegabah dalam bertindak, itu berisiko pada keselamatan awak kapal," kata Djoko di kantornya, Jumat 15 April 2011.

    Saat dua kapal berangkat, Sinar Kudus masih berada di tengah laut. Saat itu, pemerintah hendak melaksanakan serbuan militer mengingat posisi Sinar Kudus yang masih ada di tengah laut.

    "Opsi penyerbuan militer bisa dilaksanakan dengan keberhasilan tinggi jika berada laut. Tapi, kalau (kapal) berada di pantai, berisiko tinggi," jelasnya.

    Namun, saat dua kapal tiba di sasaran, Sinar Kudus ternyata sudah merapat ke pantai bersama puluhan kapal sandera lainnya. Pemerintah pun urung melancarkan serbuan militer yang semula direncanakan dari Tanah Air.

    "Karena kapal sudah merapat, maka kami pikir jalur komunikasi melalui pemilik kapal."

    Dua kapal penyelamat tersebut kini masih menunggu perkembangan selanjutnya sambil mengisi bahan bakar dan logistik. "Karena sudah berada di pinggir pantai, kami kesulitan karena berisiko tinggi."

    Sebelum bersandar di pantai, Djoko menjelaskan kapal milik PT Samudera Indonesia itu pernah dipakai perompak untuk membajak kapal lain. Namun karena tidak menemukan target, para pembajak itu membawa kapal bersandar ke pantai.

    Terkait operasi milter, Menkopolhukan mengaku sudah berkomunikasi dengan keluarga anak buah kapal. "Mereka (keluarga) meminta agar berhati-hati, karena rawan apabila opsi tersebut dilakukan," imbuhnya.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Menko Polhukam Akui Indonesia Telah Kirim Dua Kapal Perang

    Kapal Perang Thailand Singgah di Belawan

    Medan - Dua kapal perang Thailand singgah di Pelabuhan Belawan, Medan, Jumat (15/4/2011). Kedua kapal yang membawa 582 personel ini, akan berada di Belawan hingga 18 April mendatang untuk kunjungan silaturahmi.

    Kedua kapal tersebut, masing-masing His Thai Majesty's Ship (HTMS) Taksin yang bernomor lambung 422 dan dinakhodai Capt. Aniruth Sawasdee, serta HTMS Saiburi bernomor lambung 458 yang dinakhodai Capt. Ed. Youwananggoon. Sejumlah kadet Angkatan Laut Kerajaan Thailand ikut serta dalam rombongan ini.

    Kedatangan kedua kapal ini disambut, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan, Laksamana Pertama TNI Amri Husaini. Dalam keterangannya, Danlantamal Amri Husaini menyatakan, kedatangan kedua kapal ini, tujuan utamanya adalah silaturrahmi kemiliteran. Selain itu untuk meningkatkan kerjasama dalam upaya menjaga keamanan perairan laut dari gangguan bajak laut.

    “Kita juga berbagi informasi di bidang militer untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas,” kata Amri Husaini.

    Dalam pelayarannya kali ini, HTMS Taksin dan HTMS Saiburi juga berperan sebagai unit training bagi para kadet Angkatan Laut Kerajaan Thailand. Keikutsertaan para kadet dalam kunjungan keluar negeri, merupakan bagian dari empat tahun masa pendidikannya.

    Kedua kapal ini akan menempuh perjalanan sepanjang 9.235 mil selama 70 hari atau 615 jam. Pelayarannya dimulai sejak 1 Maret lalu dan akan berakhir 10 Mei nanti. Pelayaran dimulai dari Pelabuhan Sattahip di Thailand, kemudian menuju Penang di Malaysia, lalu Colombo di Srilangka, dan Phuket di Thailand.

    Dari Phuket perjalanan menuju Belawan, dan rencananya akan menuju Bali, dan seterusnya menuju Singapura dan kembali ke Thailand.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Kapal Perang Thailand Singgah di Belawan

    Pengamat : Hibah F-16 Ke TNI AU Berbahaya Dalam Jangka Panjang

    F-16.

    Ada kabar terkini, bahwa Pemerintah Indonesia via Departemen Pertahanan dan Markas Besar TNI sudah pada fase-fase akhir kesepakatan untuk membeli pesawat jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat. Ini bukan perkembangan yang cukup menggembirakan. Justru mengkuatirkan.

    Betapa tidak. Sebagai produksi buatan Amerika, pesawat jet tempur F-16, Amerika praktis telah mengetahui kelemahan-kelemahannya yang paling utama dari produk-produk militernya yang dijual ke negara-negara lain. Tak terkecuali pesawat jet tempur F-16.

    Mau Bukti? Mari kita tengok kejadian beberapa waktu yang lalu. Juli 2003, pesawat jet tempur Amerika F-18 Hornet melewati daerah kedaulatan teritorial Indonesia. Ketika Amerika melakukan manuver pesawat ini, pesawat F-16 TNI Angkatan Udara kita waktu itu langsung melakukan pengejaran. Tapi apa yang terjadi kemudian? Pesawat F-16 milik TNI Angkatan Udara dengan serta merta berhasil dikunci sehingga tidak berkutik.

    Bayangkan. Kalau Angkatan Udara Amerika waktu mau, bisa saja langsung menembak jatuh pesawat F-16 tersebut. Mengapa bisa sampai terjadi peristiwa yang cukup memalukan bagi TNI Angkatan Udara kita itu? Karena Angkatan udara Amerika tahu persis titik lemah dari F-16 yang notabene produk Amerika itu sendiri. Kita sebagai pengguna, praktis akan berada dalam posisi yang rawan dan berbahaya ketika suatu saat akan berhadapan secara militer dengan Angkatan Udara Amerika.

    Apakah hal seperti ini tidak terpikir oleh para penentu kebijakan strategis pertahanan kita di saat dalam waktu dekat ini akan membeli beberapa buah pesawat Jet Tempur F-16?

    Sekadar informasi, pesawat tempur F-18 Hornet tersebut sejatinya baru sekadar pesawat yang lepas landas dari kapal induk Amerika. Bisa dibayangkan betapa runyamnya ketika yang harus dihadapi oleh TNI Angkatan Udara kita adalah pesawat Amerika yang tak terdeteksi radar kita seperti jenis F-117.

    Para perancang kebijakan strategis Indonesia sudah selayaknya memperhitungkan skenario terburuk ketika terjadi konflik bersenjata antara Indonesia dengan Amerika ataupun dengan salah satu negara sekutu Amerika. Bayangkan. Ketika dengan menggunakan pesawat jenis F-18 Hornet atau F-117, Amerika atau negara sekutu Amerika, bisa dengan mudahnya melakukan pemboman terhadap beberapa kota strategis di Indonesia.

    Karena itu, rencana TNI Angkatan Udara untuk membeli ua skuadron pesawat tempur F-16A/B "Fighting Falcon," meskipun dari Hibah, sebaiknya ditinjau kembali.

    Bahkan alasan Panglima TNI bahwa kedua pesawat F-16/B Fighting Falcon itu dianggap efektif dan efisien, rasa-rasanya patut diragukan. Apalagi ketika berkembang informasi bahwa untuk proyeksi 2014 mendatang, TNI akan membeli sektiar 6 buah pesawat F-16 produk baru. Benarkah bahwa pengadaan 6 pesawat F-16 tersebut mampu meningkatkan daya tangkal TNI Angkatan Udara kita? Pengalaman pahit TNI AU Juli 2003 lalu sebaiknya jadi bahan pertimbangan serius untuk membatalkan pembelian tersebut.

    Sumber: Global Review
    Readmore --> Pengamat : Hibah F-16 Ke TNI AU Berbahaya Dalam Jangka Panjang

    PT Sari Bahari Dari Bengkel Knalpot ke Pembuat Bom


    Pekerja membawa bom tipe P-100L yang baru diproduksi di industri pembuatan bom PT Sari Bahari di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (5/4). Industri itu memanfaatkan komponen dalam negeri.

    Malang - Membuat persenjataan tidak hanya dilakukan badan usaha milik negara, sejumlah pengusaha kecil dapat berkarya dalam industri pertahanan (ordinance). Pabrik bom, perahu komando, perangkat amfibi untuk helikopter, dan rantai tank dapat diproduksi oleh sejumlah industri rumahan.

    Industri rumahan semacam itu bisa dilihat di Malang, Jawa Timur, dan Bogor, serta Depok, Jawa Barat.

    Saat berkunjung ke Malang, Jawa Timur (5-6/4), puluhan karyawan PT Sari Bahari sibuk membubut perkakas mesin, tabung las karbit, dan menyelesaikan tabung bom latih ukuran 100 kilogram. Itulah suasana bengkel yang semula memproduksi knalpot lalu berganti membuat bom latih dan bom ledak (live bomb) yang digunakan di pesawat tempur pengebom Sukhoi 27 dan Sukhoi 30 milik TNI AU.

    Bom yang digunakan pesawat canggih buatan Rusia itu, dirakit di bengkel sederhana milik Ricky H Egam yang ada di Kota Malang. Proses pencetakan (forging), penekuk pelat untuk membentuk cone (ujung runcing pada live bomb) dan sirip bom, dibuat dengan teliti menggunakan perkakas mekanik yang dibuat sendiri oleh Ricky dan pengawas tekniknya, Ahmad Hadi dan Ho Widianto.

    ”Kami belajar membuat bom sewaktu menjadi rekanan PT Pindad selama beberapa tahun. Kandungan lokal bom kami lebih dari 75 persen,” ujar Ricky.

    Industri itu dirintis sejak tahun 2005 dengan membuat bom latih yang diuji statis dan dinamis. Secara teknis, pengembangan bom tersebut dikerjakan bersama Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI Angkatan Udara.

    Ricky memilih membuat bom karena memiliki pengalaman di bidang metalurgi, dan penasaran terhadap tidak adanya persenjataan lengkap yang dimiliki jet tempur Sukhoi saat baru tiba di Indonesia.

    Setelah berhasil menguji coba bom latih di tahun 2007, pengembangan dilakukan lebih lanjut membuat bom hidup. Uji coba bom hidup berhasil dilakukan dalam pengeboman di Sangatta, Kalimantan Timur, akhir tahun 2010.

    Bom yang dibuat Ricky diberi alur di bagian dalam sehingga saat terjadi ledakan, serpihan (shrapnel) terukur. Kawah (crater) yang ditimbulkan oleh bom ukuran 100 kilogram (250 lbs) itu memiliki radius hingga dua puluh meter dengan kedalaman empat meter. Kerusakan tersebut memadai untuk menghancurkan landasan udara musuh dalam sebuah operasi tempur.

    Ricky juga mengembangkan bom latih ukuran 250 kilogram (500 lbs). Bom lainnya seperti ranjau laut turut dikembangkan bekerja sama dengan TNI AL.

    Dia mengaku ada permintaan bom itu dari sejumlah negara asing. ”Namun kami menanti izin pemerintah,” ujar Ricky.

    Rantai tank

    Usaha rumahan serupa juga dirintis di Kampung Sidamukti, Depok Timur, Jawa Barat. Edy Suyanto, seorang mantan pekerja pabrik ban berhasil mengembangkan rantai tank untuk varian tank AMX buatan Perancis, BTR Rusia, dan ban tahan peluru untuk kendaraan angkut personel (Armored Personnel Carrier-APC) VAB Perancis hingga panser BMP Rusia.

    ”Saya pernah mempelajari rantai tank M-1 Abrams saat tugas belajar di Amerika Serikat tahun 1980-an. Saat itu, saya bekerja di pabrik ban investasi Amerika Serikat di Bogor. Pengetahuan yang didapat membuat saya bisa mengembangkan rantai tank,” kata Edy.

    Pembuatan rantai tank semakin serius ditekuni setelah Indonesia diembargo oleh Inggris, terkait penggunaan tank Scorpion dalam penerapan Darurat Militer di Aceh Tahun 2003.

    Kini, sebuah distributor suku cadang AMX yang berbasis di Belgia sudah meminta Edy untuk memasarkan rantai tank buatannya melalui mereka.

    Tidak jauh dari Depok, di kawasan Kedung Halang Talang, Kota Bogor, sebuah toko perlengkapan olahraga luar ruang (outdoor) terlihat ramai dikunjungi pembeli. Anas Ridwan, pemilik Toko Boogey memeriksa produksi perahu karet di workshop yang terletak tidak jauh dari tokonya.

    Sebuah Rigid Inflatable Boat (RIB) terlihat diletakan di luar workshop. RIB jenis Sea Raider itu adalah salah satu produksi industri rumahan yang pernah digunakan dalam operasi khusus TNI AL. ”Semula kami diminta merawat Sea Raider buatan Avon dari Inggris yang lazim digunakan pasukan elite Inggris seperti SAS dan SBS. Kami kembangkan sendiri-Sea Raider-dan ternyata berhasil. Kami membuat selusin Sea Raider yang digunakan TNI AL. Kecepatan Sea Raider bisa mencapai 30 knot. Kapal jenis ini pernah digunakan dalam operasi militer di Aceh,” ujar Anas.

    Selain itu, Boogey membuat perahu karet Landing Craft Rubber (LCR), perahu karet komando yang dengan mesin khusus dapat mencapai kecepatan 100 kilometer per jam, rumah sakit lapangan yang dapat digelar dalam 10 menit, dan flotation gear (alat pendarat di air) yang digunakan helikopter Super Puma. Anas Ridwan yakin pengadaan alutsista di Indonesia bisa membuat negeri ini tidak bergantung pada produksi asing.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> PT Sari Bahari Dari Bengkel Knalpot ke Pembuat Bom

    Thursday, April 14, 2011 | 5:18 PM | 0 Comments

    Pengamat : Pangsa Pasar Kapal Selam Di Asia - Pasifik Sangat Menggiurkan

    Ilustrasii Galangan Kapal Selam.

    Seoul (WDN/MIK) - Secara geografis sebagian negara di Asia-Pasifik dikelilingi oleh laut.

    Untuk melindungi perbatasannya, negara-negara di Asia-Pasifik perlu untuk menjaga dan memelihara wilayah maritim mereka dengan meningkatkan kemampuan dan alutsista yang modern. Salah satu alutsista yang paling efektif yaitu kapal selam, yang memberikan dampak signifikan walaupun jumlah pasukan sedikit.

    Setelah pasca perang dunia II, negara-negara berkembang ingin memiliki armada kapal selam sendiri untuk meningkatkan kemampuan AL mereka. Pada pasca era perang dingin, kapal selam merupakan alutsista utama sebagai alutsista yang modern, menurut Institute of Peace and Conflict Studies negara-negara di Asia-Pasifik ingin memiliki kemampuan yang sama, namun karena mahalnya harga serta pemeliharaan kapal selam makanya hanya negara yang memiliki ekonomi yang kuat untuk membeli kapal selam tersebut.

    Tapi dengan kemajuan teknologi sekarang muncul kapal selam diesel elektrik yang lebih modern dan hemat biaya yang memungkinkan negara-negara yang mempunyai perekonomian yang stabil di kawasan Asia-Pasifik ingin menambah dan meningkatkan kemampuan AL mereka. China dan India merupakan bangsa yang mampu membuat kapal selam bertenaga nuklir. Negara - negara seperti Jepang, Korut, Korsel, Malaysia, Singapura, Pakistan, Thailand, Indonesia, Vietnam dan Australia akan memperkuat alutsista angkatan laut mereka dengan melakukan pengadaan kapal selam diesel-elektrik pada dekade yang akan datang.

    Kemampuan kapal selam dan angkatan laut

    Berikut ini menjelaskan kemampuan angkatan laut di Asia dan rencana pengadaan kapal selam dimasa yang akan datang, menurut laporan dari Media SHP.

    China

    Cina memiliki armada kapal selam paling kuat di wilayah Asia - Pasifik dengan rencana lebih dari 60 kapal selam yang dimiliki Tentara Pembebasan Rakyat Angkatan Laut China. Angkatan laut China telah Modernisasi kapal selam kelas Romeo yang berusia diatas 30 tahun yang akan digantikan dengan kapal selam Ming class, Song class, atau kapal selam Kilo buatan Rusia. Ada juga rencana pengadaan untuk kapal selam nuklir Rusia yaitu Akula, dan China berencana untuk membangun sebuah kapal selam bertenaga nuklir yang memiliki kemampuan rudal balistik yaitu Tipe 094 class.

    India

    Angkatan Laut India memiliki empat kapal selam HDW Shisumar class 209/1500, sepuluh kapal selam Sindhugosh 877EM class dan dua Foxtrot class yang akan dinonaktifkan. Selain rencana untuk meng-upgrade kapal selam yang ada, Angkatan Laut India telah melakukan pengadaan enam kapal selam Scorpene dan merencanakan untuk menambah enam kapal selam yang dilengkapi dengan sistem AIP.

    Indonesia

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah laut yang luas tetapi hanya memiliki dua kapal selam Tipe U-209 buatan Jerman yang baru ini sedang diupgrade. Indonesia berencana melakukan pengadaan setidaknya 12 kapal selam sebelum 2024. Ini termasuk Chang Bogo type U- 209/1200 dari Korea Selatan serta kapal selam Kilo class dan kelas Amur Rusia, ditambah tambahan kapal selam Tipe U-214 dari Jerman.


    Malaysia

    Angkatan Laut Diraja Malaysia (RMN) memiliki dua kapal selam Scorpene dikembangkan dan dibangun oleh DCNA dan Navantia. RMN berencana untuk melakukan pengadaan kapal selam dengan jenis yang sama tetapi desain Scorpene serta varian lebih kecil yang disebut Andrasta, dirancang untuk beroperasi di perairan pesisir pantai Malaysia.

    Singapura


    Angkatan Laut Republik Singapura (RSN) telah mengupgrade empat kapal selam Sjoormen class agar bisa digunakan di iklim tropis yang sebelumnya bagian dari Angkatan Laut Kerajaan Swedia. Kapal selam ini dirancang dan dioptimalkan untuk laut dangkal dan cocok untuk perairan sekitarnya sekitar Singapura. Singapura juga mendapatkan kapal selam A-17 Vastergotland class dari Swedia sebagai pengganti kapal selam Challenger class.


    Thailand


    Royal Thai Navy (RTN) berkomitmen untuk membangun armada kapal selam mereka sendiri dan berencana untuk pengadaan kapal selam Amur class buatan Rusia atau dari kapal selam song class buatan China.

    Jepang

    Bela Diri Angkatan Laut Jepang telah memiliki 18 kelas kapal selam diesel-listrik Oyashio dan Harushio class. Jepang juga berencana membuat kapal selam yang lebih canggih Soryu yang memiliki kemampuan AIP.

    Korsel

    Angkatan Laut Korea Selatan memiliki sembilan kapal selam Chang Bogo tipe U209 class dan dua Jenis Wonyil Sohn tipe U-214 class. Pada 2018, Korea Selatan berencana untuk membangun tujuh lebih dari kapal selam tipe U-214 class hasil dari kerjasama dengan Jerman.

    Taiwan


    Karena tekanan dari pemerintah Cina, Angkatan Laut Taiwan mempunyai masalah untuk mendapatkan kapal selam diesel baru untuk menambah kapal selam mereka yaitu dua kapal selam Hai Lung class buatan ZWAARDVIS Belanda. Amerika Serikat telah menyetujui penjualan delapan kapal selam untuk Taiwan tetapisaat ini tidak memiliki kapasitas produksi untuk memenuhi pesanan.

    Pakistan


    Angkatan Laut Pakistan telah memiliki tiga kapal selam Agosta 90B class, empat kapal selam Daphne dan dua Agosta 70. Kapal selam kelas Daphne sudah saatnya untuk dinonaktifkan dan Pakistan memiliki rencana untuk melakukan pengadaan tiga kapal selam U-214.

    Australia


    Pemerintah Australia juga berencana untuk meningkatkan armada angkatan laut mereka yang lebih canggih untuk menggantikan kapal selam Collins class yang akan dinonaktifkan pada tahun 2026. Desain kapal selam generasi yang baru, Australia akan dimulai pada 2014-2015 dan akan melakukan pengadaan sebesar $ 25 milyar dan memakan waktu sampai 17 tahun untuk menyelesaikannya.

    Selain China, pangsa pasar kapal selam di Asia sebesar $ 50 miliar untuk lebih dari 90 kapal selam di dekade mendatang. Pengadaan ini tidak hanya akan berfokus pada teknologi konvensional kapal selam diesel-listrik, tapi banyak dari negara-negara Asia juga melihat untuk memperoleh kemampuan sistem propulsi bertenaga nuklir dan sistem AIP yang memiliki kemampuan siluman dibawah air.

    Sumber: Business And Techology
    Readmore --> Pengamat : Pangsa Pasar Kapal Selam Di Asia - Pasifik Sangat Menggiurkan

    Pengamat : Diusulkan Prajurit TNI AL Ikut Tangkap Ikan di Laut

    Ilustrasi.

    Jakarta - Hamparan lautan Indonesia disebut grup musik Koes Plus sebagai kolam susu. Ini karena saking melimpahnya kekayaan lautan kita. Pengamat politik Yudi Latif bahkan mengusulkan agar prajurit TNI turut menangkap ikan di laut itu.

    "Tentara dengan penguasaan lautnya bisa diberikan konsensi untuk menangkap ikan di laut kita. Lebih baik mainan itu daripada main illegal logging bikin rusak lingkungan," ujar Direktur Reform Institute, Yudi Latif saat berbicara dalam bedah buku 'Membangun Negara Equilibrium' di Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2011).

    Yudi mengatakan tiap musim dingin tiba di belahan bumi utara ikan akan bermigrasi ke selatan, begitu juga sebaliknya. Migrasi ikan itu, lanjut Yudi, melewati perairan laut Indonesia sehingga membuat laut Indonesia kaya.

    "Tangkap saja ikan-ikan itu. Kita sangat kaya sebenarnya. Jadi enggak perlu utang sama IMF," kata Yudi.

    Dengan menangkap ikan di lautan, gizi tentara akan tetap terjaga. Pundi-pundi keuangan negara akan semakin banyak berlipat. Dengan demikian pembaruan alutsista TNI bisa dilakukan.

    "Kapal perang kita itu, mau ngejar kapal nelayan Vietnam aja susah," ucapnya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Pengamat : Diusulkan Prajurit TNI AL Ikut Tangkap Ikan di Laut

    TNI Tetap Beli Pesawat Bekas Garuda, Meski belum Ada Persetujuan Dari DPR


    Bekasi - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan akan tetap melaksanakan pembelian terhadap dua pesawat bekas milik PT Garuda Indonesia, meski belum mendapat persetujuan resmi dari Komisi Pertahanan DPR. Panglima beralasan karena rencana pembelian itu telah masuk dalam program TNI Angkatan Udara.

    “Semestinya sudah karena telah disampaikan untuk pembelian pesawat itu,” kata Agus Suhartono, kepada wartawan seusai membuka acara bakti sosial dan pengobatan gratis di komplek perumahan eks pejuang operasi Seroja Timor-Timor, di Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis 14 April 2011.

    Dua pesawat bekas yang akan dibeli adalah Boeing 737-400, akan digunakan sebagai pesawat angkut VIP di Skuadron 17 Halim Perdana Kusuma. Selain untuk mendukung kegiatan Presiden dan Wakil Presiden, pesawat itu bisa digunakan untuk angkutan jika dibutuhkan.

    Anggaran untuk membeli dua pesawat bekas itu sebesar Rp 90 miliar. TNI, kata Agus, masih terus berkomunikasi dengan anggota Komisi Pertahanan untuk merealisasikan egenda pembelian pesawat itu.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> TNI Tetap Beli Pesawat Bekas Garuda, Meski belum Ada Persetujuan Dari DPR

    TNI AL Siap Berperang Melawan Malaysia

    Kapal Patroli Di Lantamal I Belawan.

    Belawan - TNI Angkatan Laut Lantamal I Belawan menegaskan bahwa mereka siap untuk perang membela Negara Indonesia apabila permasalahan batas wilayah tidak selesai. Hal tersebut dikarenakan, empat Helikopter Malaysia yang melakukan provokasi terhadap kapal HIU 001 yang berhasil menangkap kapal ikan Malaysia. Rabu (13/4).

    Hal tersebut dikatakan oleh Kadispen Lantamal I, Mayor Jeffri Irwandi. Dia mengatakan bahwa untuk kekuatan sendiri kita sangat mengungguli. Hal terseebut dilihat dari jumlah personil kita yang banyak.

    “Lantamal I Belawan punya 1.500 Personel. Indonesia punya 70.000 personel yang selalu siap perang,” ujarnya.

    Soal persenjataan, TNI AL tidak kalah dengan Malaysia. “Kita kalah ditahun pembuataan saja, karena mereka sudah memiliki senjata yang lebih baik,”katanya.

    Dia menambahkan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan ABK dua kapal nelayan Malaysia yang ditangkap saat mencuri ikan di perairan Indonesia, pekan lalu. “Mereka saja sudah mengku kalau mereka memasuki wilayah perairan Indonesia,” tambahnya.

    Sementara itu, Nahkoda dan ABK kapal Malaysia sendiri sekarang ditempatkan di ruangan Kadiskum. “Mereka kami letakkan di ruang kadiskum, untuk di pemeriksaan lebih lanjut,”jelasnya.

    Dia mengakui kesulitan untuk melakukan pemeriksaan karena mereka tidak mengerti bahasa Indonesia. “Mereka tidak bisa bahasa Indonesia, jadi kami sedikit kesulitan,’tegasnya.

    Setelah penangkapan kapal tersebut, nahkoda dan abk menjadi tanggungjawab pihak Angkatan laut. “Mereka makannya nbanyak-banyak, empat hari bias menghabiskan 15 Kg beras,”tambahnya.

    Sementara itu, Nahkoda HIU 001, Mochammad Nursalim mengatakan tantangan dalam melakukan patroli sebenarnya biasa saja tidak ada yang kami takutkan namun kami selalu jauh dari keluarga.

    “Biasa saja, namanya sudah tugas kami namun terkadang kami rindu keluarga,”ujarnya.
    Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa untuk DInas Perikanan dan Kelautan memiliki 25 kapal patroli. “kapal HIU 001 ini sudah hamper mengelilingi Indonesia,”tambahnya.

    Didalam kapal HIU 001 ini, jumlah personil yang melakukan patroli sebanyak 22 orang. Dan kami membawa lima senjata untuk berjaga-jaga.

    Dia menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberikan berkas penangkapan dua kapal nelayan Malaysia tersebut kepada Lantamal I Belawan. Saat ini Lantamal I Belawan sedang melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan abk. “Kami sudah serahkan ke Lantamal berkasnya,”tandasnya.

    Sumber: Sumut Post
    Readmore --> TNI AL Siap Berperang Melawan Malaysia

    Komisi I DPR Akan Melakukan Kunjungan Ke AS dan Eropa Untuk Pelajari Alutsista

    Jakarta - Mengisi masa reses Komisi I DPR berhamburan ke luar negeri. Mereka melakukan kunjungan kerja ke empat negara, yakni Perancis, Rusia, Turki, dan Amerika Serikat.

    Anggota Komisi I DPR dari fraksi Partai Demokrat Roy Suryo kunjungan kerja kali ini untuk mempelajari mengenai industri alat utama sistem persenjataan (alutsista).

    "Kunjungan kali ini beberapa kunjungan ke luar negeri sudah teragenda, ada empat negara yang akan dikunjungi terkait alustsista," ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (13/4).

    Menurut agenda yang diperolehnya kunjungan ke Italia berangkat Rabu (13/4). Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDIP Tubagus Hasanuddin. Kunjungan ke Turki dan Rusia rencananya akan diberangkatkan Sabtu (16/4).

    Sedangkan kunjungan ke Amerika Serikat rencananya dilaksanakan pada awal bulan depan. Kunjungan-kunjungan ini rencananya dilakukan selama 1 minggu untuk tiap negara.

    "Kalau tidak salah ketua tim untuk kunjungan ke Rusia dan Turki di antara Agus Gumiwang Kartasasmita dan Mahfudz Sidiq, di antara keduanyalah. Sedangkan untuk ke Amerika Serikat oleh Hayono Isman," ungkapnya.

    Roy Suryo sendiri mengikuti kunjungan ke Prancis. Tim ini akan melakukan kunjungan ke Delegation Generale pour I'Armenen (DGA), Direction des Constructions Navales Systemes and Services (DCNS), Defense Conseil International (DCI), European Aeronatic Defence and Space Company (EADS), dan Construction Industrielles de la Mediterranne (CNIM).

    Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP Helmi Fauzy menambahkan setiap tim kunjungan kerja akan diisi oleh sembilan anggota DPR, termasuk ketua tim. Ia menyatakan kunjungan komisi kali ini mendesak dilakukan karena tugas Komisi I DPR sangat berkaitan dengan negara lain.

    "Termasuk untuk kunjungan ke Amerika Serikat kami akan meninjau bagaimana sebenarnya hubungan kerjasama yang ada. karena selama ini dikatakan baik saja tetapi apakah implementasi disana sama baiknya," ungkapnya.

    Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi menyayangkan kunjungan ke luar negeri secara borongan ini. Mengisi masa reses, anggota DPR harusnya berkutat dengan konstituen.

    Anggota DPR harusnya menuntaskan polemik pembangunan gedung DPR. Mereka harus berhadapan dengan konstituen atas pembangunan gedung DPR.

    "Krisis antara DPR dengan rakyat semakin tinggi. Tidak bisa dibayangkan betapa borosnya DPR, sudah keras kepala bangun gedung baru masih mengisi reses dengan kunjungan ke luar negeri. Ini semakin menyakitkan," tandasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Komisi I DPR Akan Melakukan Kunjungan Ke AS dan Eropa Untuk Pelajari Alutsista

    Menkeu : Kemhan meminta tambahan Anggaran Untuk Memodernisasi Alutsista

    Menteri Keuangan Agus Martowardojo.


    Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan adanya permintaan tambahan belanja kementerian/lembaga (K/L) yang cukup besar sehingga dapat mendorong peningkatan defisit APBN.

    "Anggaran belanja tambahan itu permintaan dari kementerian kementerian untuk adanya belanja tambahan. Jumlahnya cukup besar. Kalau itu direalisasikan mungkin harus mengajukan revisi anggaran," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (13/4).

    Ia menambahkan, besarnya jumlah tambahan anggaran tersebut bila direalisasikan dapat mendorong defisit anggaran meningkat.

    Agus menyatakan, jumlah permintaan tambahan anggaran dari kementerian dan lembaga cukup besar diantaranya untuk alat utama sistem persenjataan dan reformasi birokrasi.

    Namun demikian, Menkeu tidak mau menjawab berapa jumlah total permintaan tambahan anggaran dari kementerian tersebut.

    "Belum bisa dibicarakan, belum bisa disebutkan juga (kementerian lembaga)," katanya.

    Menurut Menkeu, sampai saat ini APBN masih sehat meski ada beberapa tekanan yang datang dari sektor energi terutama harga minyak bumi dan lifting minyak yang sulit tercapai serta peningkatan harga pangan.

    Ia mengatakan, meski harga minyak terutama berdasarkan ICP saat ini terus meningkat, di atas US$110, namun rata-rata ICP dari April 2010 hingga Maret 2011 berada di kisaran US$87 atau masih terkendali di antara US$80-90.

    Hal ini menurut dia, belum terlalu menekan APBN. Namun demikian, pihaknya terus mencermati keadaan ini

    "Nah jadi kita mesti perhatikan itu bahwa ini belum terlalu tinggi. Tapi kalau kita lihat future market sudah cukup tinggi di atas US$100 jadi kalau seandainya beberapa asumsi itu kelihatan sudah selisih jauh, kita akan mempertimbangkan untuk melakukan revisi APBN," katanya.

    Namun demikian, menurut dia, ada beberapa kondisi yang berkembang mendukung secara positif. Diantaranya terkait dengan rupiah yang terus menguat di level Rp8.600-Rp8.700 yang membuat pembiayaan dalam bentuk dolar menurun.

    Selain itu, tambahnya, pemerintah juga masih terus mengusahakan penghematan sebesar Rp16,8 triliun dari belanja K/L yang telah diterbitkan dalam Inpres mengenai penghematan pembelanjaan anggaran kementerian dan lembaga 2011.

    Menurut dia, dengan penghematan tersebut dapat menjadi bantalan dalam APBN nantinya.

    "Rp16,8 triliun itu akan kita gunakan untuk diarahkan kepada prioritas pembangunan untuk mengakselerasi prioritas pembangunan. Tapi kalau sampai situasi genting, itu diarahkan ke prioritas pembangunan, kita bisa cadangkan juga untuk keperluan yang lain," katanya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Menkeu : Kemhan meminta tambahan Anggaran Untuk Memodernisasi Alutsista

    Tim Robot Dari Indonesia Percaya Bisa Ungguli Negara Lain


    Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional M Nuh (kanan) menyaksikan demo robot Institut Teknologi Bandung (ITB) di Gedung Kemendiknas kemarin. Bersama UGM dan Unikom, tim robotika ITB meraih juara di Amerika Serikat.

    JAKARTA–Apa yang ada dalam benak para tim robotika Indonesia yang berjaya pada ajang Trinity College Fire- Fighting Robot Contest di Hartford City, Connecticut, Amerika Serikat (AS) ternyata mempunyai satu kesamaan, yakni mereka yakin Indonesia mampu membuat robot yang kualitasnya sebanding dengan robot dari negara maju. Seperti diungkapkan Wahyu Wijayanto,anggota tim robotika dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

    Dia termotivasi untuk menunjukkan Indonesia mampu dan tidak boleh dipandang sebelah mata oleh bangsa lain dalam bidang robotika. Dengan nada bersemangat Wahyu berujar, sumber daya manusia di Indonesia sudah ada, tinggal bagaimana mereka yang haus akan teknologi ini disalurkan minatnya ke jalur yang tepat oleh pemerintah. Anak dari seorang petani ini juga ingin mengajak para kalangan muda lain bahwa membuat robot cukup mudah jika dilandasi pikiran positif.

    Untuk mahasiswa,katanya,sudah ada unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang bisa dimasuki sebagai tempat belajar.“Mereka bisa membuat robot yang bisa mengikuti garis. Selanjutnya mereka akan tertantang untuk membuat robot berkaki atau bersensor,” katanya seusai disambut Mendiknas Mohammad Nuh di Gedung Kemendiknas kemarin. Dia melanjutkan, kelemahan dari Indonesia ialah belum dikembangkannya industri teknologi yang memungkinkan pembuatan robot menggunakan produk lokal.

    Seperti ketika membuat Koplak dan Iron Fire, mereka membutuhkan sensor panas yang harus dibeli dari Amerika Serikat.Kalau saja pemerintah dari sekarang mengambil langkah untuk pengembangan teknologi, dia yakin akan makin banyak pihak yang membuat robot layaknya di negara maju lain. Tim UGM,Institut Teknologi Bandung (ITB),dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung menyabet prestasi di kontes robot tahunan tersebut.

    Robot UGM misalnya menyabet juara pertama dan kedua pada kategori wheeled robot atau robot beroda. Syawaluddin, peserta dari ITB juga tidak mau menyerah untuk menorehkan penghargaan di bidang robotika ini. Dia menceritakan, tahun lalu di kontes yang sama ia membawa robot ciptaannya, namun hanya meraih peringkat keempat. Saat itu kekalahan itu tertoreh karena ada peraturan yang tidak dimengerti olehnya.

    Selama setahun berikutnya, dia konsentrasi lagi membuat robot berkaki yang mampu memadamkan api. Di kategori walking division robot,teknologi yang ditanamkan pada robotnya mampu mencari sumber api di labirin.“Tahun lalu apinya tidak ketemu karena algoritma pemetaan yang saya buat salah. Namun, saya membuat penyempurnaan dan sekarang saya pun menang,”ujarnya. Mendiknas Mohammad Nuh pun mengapresiasi kemenangan terbaik putra bangsa ini.

    Menurut Nuh,kemenangan ini semacam pengobat rindu akan masih rendahnya prestasi di bidang robotika ini. Mendiknas pun berjanji akan memberikan beasiswa hingga lulus kepada para pemenang. Tidak hanya di dalam negeri, Kemendiknas juga mampu menyekolahkan para pemenang ini ke universitas di luar negeri.“Biaya sekolah dan biaya hidup akan ditanggung pemerintah,”janjinya.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Tim Robot Dari Indonesia Percaya Bisa Ungguli Negara Lain

    Wednesday, April 13, 2011 | 2:41 PM | 1 Comments

    Menhan : Strategi Untuk Hadapi Perompak Somalia Beda dengan Korea Selatan


    Purnomo Yusgiantoro.

    Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, penanganan penyanderaan awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia tak bisa disamakan dengan kasus Korea Selatan. "Situasi yang terjadi waktu itu berbeda dengan posisi kita sekarang," kata dia usai mengikuti rapat di kantor wakil presiden, Rabu (13/4).

    Pada 21 Januari 2011 lalu, Korea Selatan sukses menyerang pembajak Somalia. Sejak dikabarkan salah satu kapal berbendera Korea Selatan dibajak, pemerintah Korea Selatan langsung mengirim kapal, melacak keberadaan pembajak. Pasukan khusus Angkatan Laut Korea Selatan berhasil menyerbu kapal Samho Jewelry berbendera Korea Selatan yang dibajak dan membebaskan semua sandera. Dua warga negara Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal turut tersandera dalam kapal yang dibajak.

    Purnomo enggan merinci perbedaan upaya pembebasan sandera antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. "Kosentrasi kita menyelematkan sandera," kata Purnomo.

    Selain Korea Selatan, yang sukses menyerbu perompak Somalia adalah Malaysia. Serangan Malaysia dilancarkan pada Januari 2009 ketika kapal Malaysia Diraja Sri Indera Sakti dibajak. Pasukan Malaysia dengan helikopter menembaki dua kapal perampok Somalia. Pembajakan itu pun berhasil digagalkan dan mereka menangkap tujuh perompak dan membebaskan 23 awak.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Menhan : Strategi Untuk Hadapi Perompak Somalia Beda dengan Korea Selatan

    Indonesia Undang 11 Negara Untuk Bahas Masalah Perbatasan Laut

    Peta Indonesia.

    Kupang - Sebanyak 11 negara akan bertemu di Jakarta pada Mei 2011 untuk membahas berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah perbatasan laut antarnegara.

    "Saat ini memang banyak terjadi permasalahan di laut antarnegara. Kami sedang mempersiapkan pertemuan di Jakarta dengan menghadirkan 11 negara," kata Kepala Bidang Penyiapan Kebijakan Operasi Badan Koordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia, Sutriono di Kupang, Selasa.

    Negara-negara yang diundang dalam pertemuan itu antara lain, Australia, Timor Leste, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, India dan Sri Lanka, katanya menjawab pertanyaan seputar peran Bakorkamla dalam menyikapi berbagai permasalahan di wilayah perairan antarnegara yang terjadi selama ini.

    Di Nusa Tenggara Timur, misalnya, banyak nelayan tradisional yang ditangkap aparat keamanan Australia dengan tuduhan melanggar batas wilayah perairan Australia.

    Padahal, para nelayan tradisional ini mungkin saja tidak mengetahui bahwa wilayah penangkapan biota laut sudah memasuki wilayah perairan negara tetangga itu.

    "Nelayan ini tidak memiliki peralatan yang cangih. Mereka mungkin tidak mengetahui kalau sudah berada di wilayah perairan negara lain, tetapi juga masih ditangkap. Kasus-kasus seperti inilah yang juga akan dibicarakan," paparnya.

    Dia memahami bahwa apa yang dilakukan pemerintah Australia adalah bagian dari kebijakan negara untuk memproteksi orang asing masuk ke negara itu, tetapi bagaimana jalan keluarnya agar para nelayan ini tidak dikorbankan.

    Paling tidak, ada kontak person di setiap negara sehingga kalau ada permasalahan batas perairan antarnegara bisa dikomunikasikan dan mencari jalan keluar penyelesaian, kata Sutriono.

    "Artinya dalam pertemuan nanti, kita sudah punya kontak person dengan Australia, Timor Leste, Malaysia, Filipina dan negara-negara peserta pertemuan lainnya sehingga setiap ada persoalan perbatasan langsung dikomunikasikan," ujarnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Undang 11 Negara Untuk Bahas Masalah Perbatasan Laut

    Malaysia Membantah Helikopter Masuki Perairan Indonesia

    Medan - Malaysia membantah helikopternya memasuki wilayah perairan Indonesia ketika akan membebaskan dua kapal nelayan yang ditangkap petugas Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Indonesia.

    Diraja Malaysia melalui Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan, Norlin Othman, mengatakan dua helikopter jenis AW139 dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (PMM) dan dua helicopter jenis Super Lynk dan Fennec milik Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) hanya mengikuti hingga batas perairan di Selat Malaka, Malaysia, pada koordinat 0447,0 Utara dan 9932,0 Timur.

    "Setelah memasuki perairan Indonesia, pesawat Diraja Malaysia tidak lagi mengikuti kapal patroli Indonesia," kata Norlin.

    Seperti diberitakan sebelumnya, petugas Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Indonesia menangkap dua kapal Malaysia dengan nomor lambung KF5195 dan KF5325 beserta 10 ABK nya.

    Dalam operasi ini, Kapten Kapal 001, Nursalin, mengatakan sempat melihat senjata di helikopter tersebut sudah disiagakan dan mengarah ke mereka.

    Meski begitu petugas tetap mengiring kedua kapal Malaysia itu ke Pelabuhan Belawan, Sumut.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Malaysia Membantah Helikopter Masuki Perairan Indonesia

    NATO Paksa Pesawat Tempur Mig-23 Pemberontak Libya Mendarat

    Ilustrasi.

    Brussels - Pesawat-pesawat perang NATO telah mencegat sebuah jet tempur MIG-23 yang dioperasikan oleh seorang pilot pemberontak, Sabtu, dan memaksanya mendarat karena telah melanggar zona larangan terbang yang diperintahkan PBB, menurut seorang pejabat aliansi itu.

    Jet itu berangkat dari sebuah lapangan terbang yang dikuasai pemberontak dekat kota Benghazi di Libya timur pada pagi hari dan dicegat dalam beberapa menit, kata pejabat tersebut tanoa menyebut nama. Tidak ada senjata yang telah ditembakkan oleh masing-masing pihak.

    "Tidak ada tindakan agresif yang dipertontonkan oleh MIGH-23 dan pesawat-pesawat NATO mulai memaksanya mendarat kembali di lapangan terbang Benghazi itu," kata pejabat tersebut dikutip AFP.

    Pejabat itu menambahkan bahwa pemberontak tidak memperingatkan NATO bahwa salah satu jet mereka telah take off.

    Itu adalah pertama kali sebuah pesawat melanggar zona larangan terbang sejak NATO mengambil komando misi dari koalisi pimpinan Amerika Serikat pada 31 Maret.

    "Permintaan untuk terbang oleh siapa saja di zona larangan terbang akan diperiksa dengan teliti dan harus ada alasan yang sangat memaksa bagi sebuah pesawat untuk terbang," kata pejabat itu.

    Dewan Keamanan PBB memberlakukan, bulan lalu, zona larangan terbang di atas Libya untuk mencegah Muamar Gaddafi menggunakan pasukan udaranya untuk menyerang warga sipil setelah pemimpin Libya itu menindak keras demonstrasi pro-demokrasi.

    NATO juga telah melakukan serangan udara terhadap pasukan darat Gaddafi menurut mandat PBB untuk menggunakan "semua cara seperlunya" guna melindungi penduduk.

    Mengikuti prosedur biasa, jet-jet NATO berjuang untuk mencegat MIG-23 itu setelah jet tempur itu terdeteksi oleh sebuah pesawat pengawasan AWAC, kata pejabat NATO tersebut.

    Dua pesawat NATO terbang di samping MIG itu dan membuat kontak visual dengan pilot Libyanya, dengan menggunakan isyarat internasional untuk mengindikasikan bahwa ia harus mendarat. Isyarat itu biasanya dilakukan dengan tangan atau dengan merebahkan sayap pesawat.

    "Ia menurut dan pesawat itu mendarat dengan cepat setelah bertolak," kata pejabat tersebu. "(Pesawat) itu hanya di udara beberapa menit."

    "Dalam kasus ini tidak ada kelakuan yang agresif, yang berarti tidak ada kekuatan mematikan telah diminta."

    NATO menduga pilot itu bagian dari oposisi karena Benghazi berada di tangan pemberontak, yang menyita beberapa jet tempur Libya.

    "Itu menunjukkan kami tidak memihak, zona larangan terbang diberlakukan pada setiap pesawat. "Zona larangan terbang adalah zona larangan terbang."

    Pencegatan itu terjadi segera setelah dua insiden tembakan bersahabat di Libya.

    Pesawat perang NATO dengan keliru menyerang sejumlah tank NATO, Kamis, yang menewaskan empat orang. Aliansi itu mengakui bahwa mereka tidk menyadari pemberontak telah menggunakan tank dalam konflik.

    Sepekan sebelumnya, pesawat perang NATO telah menembak sebagai bela diri setelah beberapa petempur menembakkan peluru berapi di udara untuk perayaan. Sembilan pemberontak dan empar warga sipil tewas dalam insiden itu.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> NATO Paksa Pesawat Tempur Mig-23 Pemberontak Libya Mendarat

    BMG Akan Bangun Radar di Perbatasan Indonesia - Malaysia-Pilipina

    Radar Cuaca.

    Balikpapan - Badan Meteorologi dan Geofisika Balikpapan, Kalimantan Timur akan membangun radar cuaca di wilayah perbatasan Indfonesia-Malaysia. Peralatan seharga Rp 15 miliar ini mampu mencakup seluruh wilayah perbatasan di Kalimantan dalam radius 200 – 250 kilometer. "Lokasinya di Tarakan, di Bandara Juata," kata Kepala BMG Balikpapan, Sugiman, Selasa (12/4).

    Sugiman mengatakan, pihaknya sudah membangun peralatan radar cuaca serupa di Bandara Sepinggan Balikpapan. Radar berfungsi untuk meramalkan kondisi cuaca, dunia penerbangan, dan keperluan operasi militer TNI. "Fungsi utamanya untuk menunjang dunia penerbangan dan pertahanan keamanan Indonesia," kata dia.

    Pemilihan lokasi Tarakan, kata Sugiman disengaja mengingat letaknya yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Pilipina. Sepanjang wilayah perbatasan Indonesia belum termonitor peralatan radar dengan jangkauan jauh. Kantor BMG sudah berencana membangun 51 stasiun radar cuaca di sejumlah titik lokasi di Indonesia. Pembangunan stasiun radar cuaca di Tarakan diharapkan terealisasi pada 2013 mendatang.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> BMG Akan Bangun Radar di Perbatasan Indonesia - Malaysia-Pilipina

    TNI Perkuat Alat Komunikasi D Perbatasan Kalbar Dan Sarawak

    Ilustrasi.

    Pontianak - TNI berencana memperkuat alat komunikasi di pos perbatasan sepanjang Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia, untuk mendukung optimalisasi pengawasan di kawasan tersebut.

    "Kemampuan alat komunikasi yang akan diprioritaskan di perbatasan karena sekarang masih terbatas," kata Komandan Korem 121/ABW Kolonel (Inf) Toto Rinanto , di Pontianak, Selasa.

    Menurut dia, peningkatan kemampuan alat komunikasi itu akan mempermudah koordinasi dan pelaporan dari pos yang ada di perbatasan.

    Ia mengakui, selama ini sistem komunikasi yang ada sudah berjalan dengan baik. "Tetapi perlu dioptimalisasikan kembali dengan memanfaatkan kemajuan teknologi," ucapnya.

    Toto Rinanto beberapa waktu lalu telah melakukan kunjungan ke daerah perbatasan bersama Panglima Kodam XII/Tanjungpura.

    Namun, lanjut dia, sebelum melakukan penggantian akan dikaji peralatan komunikasi yang paling pas untuk kawasan perbatasan.

    Selain itu, tahun ini akan ditambah satu batalyon pasukan untuk memperkuat pengamanan di perbatasan Kalbar dan Sarawak.

    "Tetapi realisasinya juga melihat kesiapan di lapangan," kata dia.

    Saat ini terdapat 32 pos pengamanan di perbatasan Kalbar - Sarawak yang memanjang 966 kilometer. Sepanjang 200 kilometer di antaranya masuk dalam kawasan taman nasional, sehingga tidak terdapat pos pengamanan dari TNI.

    Ia menambahkan, penambahan pasukan akan berdampak pada jumlah pos penjagaan di perbatasan.

    "Kesiapan di lapangan, misalnya, pembebasan lahan, siapa yang membangun pos tersebut karena ditentukan Mabes TNI," ujarnya.

    Penambahan lokasi juga dengan melihat jarak antarpos di perbatasan.

    Saat ini jarak terdekat antarpos di perbatasan yakni 16 kilometer. Jumlah personel di tiap pos bervariasi, antara 10 orang hingga 15 orang.

    Sumber: KEMHAN
    Readmore --> TNI Perkuat Alat Komunikasi D Perbatasan Kalbar Dan Sarawak

    Tuesday, April 12, 2011 | 7:48 PM | 0 Comments

    Kolinlamil Libatkan 10 Kapal Perang & 4 Tank 2 Pesawat Untuk Latihan Pratugas

    Jakarta - Latihan Pratugas Unsur KRI jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) meningkatkan profesionalisme dan ketanggapsegeraan prajurit dan kesiapan alutsista dalam mewujudkan dan mengoptimalkan peranan angkutan laut militer dan bantuan angkutan laut, demikian penegasan Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksda TNI Didit Herdiawan, MPA., MBA. pada upacara pembukaan Latpratugas Kolinlamil TA 2011 yang dibacakan Kaskolinlamil Laksma TNI I.N.G.N. Ary Atmadja, S.E. di Mako Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, Selasa. (12/4).

    Pangkolinlamil Laksda TNI Herdiawan, MPA., MBA. dalam kesempatan tersebut mengatakan sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 10 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi TNI, Kolinlamil merupakan bagian integral dari TNI AL melaksanakan peran, tugas dan fungsi sebagai komando pelaksana utama pembinaan dan operasional yang bertugas menyelenggarakan operasi angkutan laut TNI, dalam rangka OMP dan OMSP (Operasi Militer Selain Perang).

    Lebih lanjut dikatakan dalam rangka kesiapan operasional untuk melaksanakan angkutan laut militer meliputi personel, alat peralatan dan perbekalan yang bersifat taktis, strategis dan administrasi diperlukan adanya pembinaan kemampuan dalam rangka penggunaan kekuatan, tambahnya.

    Dalam latihan pratugas ini kata Pangkolinlamil, perlu mewujudkan tiga sasaran yang dapat dicapai, pertama terwujudnya kemampuan, kesiapsiagaan dan profesionalisme personel dan pengawak unsur-unsur KRI satgas Kolinlamil; kedua terwujudnya pengetahuan, pemahaman, ketrampilan para peserta latihan dalam melaksanakan angkutan laut militer; ketiga terbentuk dan terjalin nya koordinasi dan kerjasama antar anggota satgas yang terkait dalam pelaksanaan tugas operasi.

    Kepada para peserta latihan, Pangkolinlamil menekankan agar tetap mengutamakan keselamatan /zero accident dan patuhi segala peraturan yang berlaku sesuai dengan S.O.P.

    Asisten Operasi Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Kris Sri Hod Irian T., S.Pi. dalam laporan kesiapan Latihan Pratugas 2011 mengatakan bahwa materi latihan yang dilaksanakan antara lain meliputi pembekalan profesional prajurit, latihan tempur, latihan bantuan dan pengamanan tempur, latihan bantuan administrasi dan logistik, dan latihan bantuan khusus.

    Waktu pelaksanaan latihan berlangsung sampai dengan 3 Mei 2011 yang terbagi meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap pengakhiran.

    Latihan tersebut melibatkan sekitar 1.712 pesonel antara lain terdiri dari staf perancang latihan, pelatih dan pendukung serta pelaku. Sedangkan alutsista yang dilibatkan sejumlah 10 KRI unsur jajaran Kolinlamil; dan dari Korps Marinir melibatkan 4 tank amfibi, 2 panser amfibi Marinir dan sejumlah pasukan marinir serta melibatkan 2 unit pesawat Helly BO dan Bell .

    Dalam upacara pembukaan tersebut dilaksanakan penyematan tanda peserta latihan kepada Komandan Satgas Latpratugas TA 2011 Kolonel Laut (P) Irwan Achmadi yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya, perwira penilai dan perwira pelaku dari pasukan Marinir.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Kolinlamil Libatkan 10 Kapal Perang & 4 Tank 2 Pesawat Untuk Latihan Pratugas

    Indonesia Akan Beli Puluhan Helikopter Dan Pesawat Kepresidenan

    Jakarta (Reuter/MIK/WDN)- Indonesia berencana membeli puluhan helikopter buatan Eurocopter dan 16 unit pesawat latih dari Korsel dalam sebuah wawancara dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada Reuter.

    Indonesia perlu memperkuat alutsista mereka dengan membeli pesawat tempur ringan dan helikopter untuk menangani ancaman yang menggangu kepentingan nasional, Ujarnya.

    "Kami butuh helikopter angkut dan helikopter tersebut beli dari Eurocopter". Kata Menhan, Ia juga menambahkan sedang melakukan negosiasi untuk membeli puluhan helikopter tersebut, tapi tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang spesifikasi helikopter tersebut.


    Dia juga mengatakan tujuan Indonesia membeli helikopter agar kita bisa lakukan "joint production" atau produksi bersama di Indonesia.

    Eurocopter adalah produsen terbesar helikopter sipil di dunia, yang dimiliki oleh EADS.

    Yusgiantoro menambahkan bahwa Indonesia juga telah memutuskan untuk membeli pesawat Boeing untuk pesawat kepresidenan.

    Sumber: REUTER/WDN/MIK
    Readmore --> Indonesia Akan Beli Puluhan Helikopter Dan Pesawat Kepresidenan

    KAI Akan Melakukan Negosiasi Harga T-50 Indonesia

    Pesawat Latih T-50 Milik Korsel.

    Seoul (Yonhap/MIK/WDN)- Indonesia telah memilih produsen pesawat asal Korsel sebagai pemenang pengadaan pesawat latih untuk Indonesia, kata pejabat pada hari selasa. Hal ini membuka peluang pihak Korsel untuk menjual pesawat latihnya di Asia Tenggara.

    Pada hari selasa sore, Indonesia telah menginformasikan dari Departemen Pertahanan kepada pihak Korea Aerospace Industries (KAI) bahwa pihak KAI sebagai pemenang tender pengadaan pesawat latih untuk Indonesia.

    "Kami telah sepakat memegang komitmen untuk mencapai nota kesepakatan selama sembilan bulan", Katanya.

    Hal ini merupakan keputusan akhir, jika benar maka akan menandai keberhasilan pertama kali pihak Korsel menjual pesawat latih T-50 diluar Korsel.

    Sebagai pemenang tender pihak KAI memegang kontrol dalam menegosiasikan untuk pengadaan proyek selanjutnya di Indonesia.

    "Setelah ditunjuk sebagai pemenang tender, kami akan melakukan negosiasi dengan pemerintah Indonesia dalam waktu dekat, seperti melakukan negosiasi harga untuk pesawat latih T-50", Kata pejabat tersebut.

    Korsel pertama kali meluncurkan pesawat latih T-50 pada tahun 2005 setelah KAI melakukan pengembangan pesawat latih supersonik dengan perusahaan Lockheed Martin AS, Hal ini menempatkan posisi Korsel ke 12 sebagai produsen pesawat supersonik.

    Pihak Korsel sendiri telah mencoba untuk mengekspor pesawat latih Indonesia untuk mengganti pesawat latih Hawk MK-53 yang akan dinonaktifkan pada tahun ini.

    Korsel sendiri akan mengekspor sebanyak 16 unit T-50 senilai $ 400 juta dollar.

    Media di Indonesia telah memberitakan sebelumnya bahwa TNI AU akan membeli 16 unit T-50.

    Bulan lalu, Kasau Imam Syafaat melakukan perjalanan selama tiga hari ke Korsel untuk melihat pabrik pesawat latih T-50.

    Sumber: Yonhap/WDN/MIK
    Readmore --> KAI Akan Melakukan Negosiasi Harga T-50 Indonesia

    Warga Tolak Rencana Uji Coba Senjata Berat Baru TNI AD

    Ilustrasi.

    Kebumen - Warga Desa Setrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menolak rencana uji coba persenjataan baru milik jajaran Kodam IV/Diponegoro pada hari ini karena khawatir lahan yang telah ditanami berbagai tanaman pertanian tersebut menjadi rusak.

    Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Letnan Kolonel Infanteri Zaenal yang dihubungi melalui telepon, dari Semarang, Senin malam, mengatakan pertemuan antara pihak terkait dengan para warga yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Kebumen masih berlangsung.

    "Pertemuan dengan puluhan warga setempat dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistyono, Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang dan difasilitasi Bupati Kebumen Buyar Winarso masih berlangsung hingga Senin (11/4) malam," ujarnya.

    Ia mengatakan, pertemuan sejumlah pihak terkait para warga tersebut untuk mencari titik temu dalam permasalahan tersebut dan menghindari tindakan anarkis yang kemungkinan dilakukan pihak-pihak tertentu.

    Menurut dia, rencana uji coba persenjataan baru jenis artileri medan jarak jauh di kawasan yang dikenal dengan nama Urut Sewu ini direncanakan hanya berlangsung Senin (11/4).

    "Senjata berat yang akan diuji coba tersebut biasa digunakan untuk pertempuran jarak jauh," ujarnya.

    Ia mengungkapkan, lokasi uji coba senjata sebenarnya milik Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat dan telah digunakan sejak tahun 1949.

    "Lokasi tersebut digunakan oleh masyarakat setempat untuk bercocok tanam dan TNI AD tidak melakukan pelarangan terkait hal tersebut," katanya.

    Terkait dengan hasil pertemuan, Zaenal berjanji akan memberitahu lebih lanjut.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Warga Tolak Rencana Uji Coba Senjata Berat Baru TNI AD

    Monday, April 11, 2011 | 9:42 PM | 0 Comments

    Menhan Purnomo Yusgiantoro : Industri Pertahanan ASEAN Perlu Spesialisasi

    Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berpendapat bahwa untuk menjadikan kawasan ASEAN sebagai wilayah yang memiliki posisi tawar kuat dalam percaturan global, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan, menuntut keberadaan industri pertahanan yang terspesialisasi diantara negara anggotanya.

    Demikian disampaikan menteri pertahanan di Jakarta, Senin, saat menerima panitia penyelenggara seminar mengenai industri pertahanan yang terdiri dari pimpinan redaksi kantor berita Antara dan harian sore Sinar Harapan.

    Panitia yang hadir Wakil Pemimpin Umum Sinar Harapan Daud Sinjal, Pemimpin Redaksi kantor berita ANTARA Saiful Hadi, Pemimpin Redaksi Sinar Harapan Kris Kaban, wartawan senior Kristanto dan Benny S Butarbutar.

    "Tujuan pembentukan masyarakat ASEAN tahun 2015 yang memiliki kapasitas ekonomi yang kuat tidak akan pernah tercapai jika persyaratan mutlak akan suatu kemandirian ekonomi kawasan, yaitu situasi keamanan yang kondusif tidak tercapai," katanya.

    Untuk itu, kata Purnomo, seluruh potensi kekuatan masing-masing negara perlu diteliti dengan benar, termasuk industri pertahanannya agar sinergi yang dibutuhkan bisa benar-benar direalisasikan. masing-masing negara sudah saatnya memiliki keunggulan khusus dalam industri pertahanan seperti yang dimiliki Uni Eropa.

    "Pembangunan industri pertahanan di negara-negara anggota ASEAN bisa dengan cepat terwujud jika masing-masing negara berbenah dam bisa fokus pada kekuatan yang paling unggul dan paling dominan yang dimiliki satu negara. Setelah itu akan muncul peta kekuatan pertahanan ASEAN," kata mantan menteri energi dan sumber daya manusia tersebut.

    Dengan mensinergikan kekuatan dari masing-masing industri pertahanannya, maka kawasan ASEAN akan lebih cepat dalam mewujudkan kekuatan keamanan kawasan yang secara otomatis menjadi pilar penopang pertumbuhan kawasan baik sekaligus meningkatkan posisi daya saingnya di regional maupun global.

    Semenara itu, Daud Sinjal mengatakan, posisi Indonesia sebagai ketua ASEAN pada tahun ini perlu membuktikan diri memiliki peran kuat di ASEAN. Oleh karananya perlu membangun kesadaran publik akan potensi kekuatan kawasan ASEAN.

    "Seminar industri pertahanan merupakan salah satu cara, mengingat kemajuan suatu kawasan mutlak memerlukan kerjasama keamanan guna menopang kekuatan ekonomi ASEAN. Kesadaran akan potensi besar yang dimilki ASEAN perlu diketahui secara luas sehingga menggugah kesadaran publik," katanya.

    Masyarakat ASEAN 2015 merupakan implementasi dari piagam ASEAN yang bertujuan masing-masing negara anggota ASEAN akan lebih kuat kapasitas ekonominya dalam menghadapi dinamikan globalisasi. Tentu saja masing-masing negara perlu bekerjasama meningkatkan daya saing, kapasitas dan kekuatannya untuk bisa menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan rakyat ASEAN.

    Seminar diharapkan berlangsung pada bulan Mei bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dan juga pertemuan para menteri pertahanan ASEAN di Jakarta.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Menhan Purnomo Yusgiantoro : Industri Pertahanan ASEAN Perlu Spesialisasi

    Indonesia Dan Arab Saudi Pererat Kerjasama Pertahanan

    Jakarta – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Arab Saudi menyetujui mengembangkan peluang kerjasama bidang pertahanan. Persamaan keinginan kedua Negara ini muncul pada saat Wamenhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin berkunjung ke Saudi Arabia dan melakukan pertemuan dengan Prince Khalid bin Sultan pada tanggal 9 April lalu, .

    Pada kesempatan pertemuan itu, kedua pejabat membahas upaya peningkatan hubungan kerja sama bilateral Indonesia-Saudi di bidang kegiatan pertahanan yang mencakup Pendidikan dan Pelatihan (Latma), tukar menukar personil dan kerja sama pengembangan industri pertahanan.

    Sebagai langkah lanjutan dari upaya kerjasama ini dalam waktu dekat akan dilakukan inventarisasi ruang lingkup kerja sama pertahanan dengan membentuk suatu Working Group/ Military Joint Committee (WG/MJC) di bidang pertahanan yang dipayungi oleh suatu perangkat perjanjian bilateral (MoU) di bidang pertahanan.

    Pertemuan pertama WG/MJC itu sendiri direncanakan akan diadakan di Riyadh, Saudi Arabia atau di Jakarta, Indonesia pada bulan Juni 2011. Selain itu, usai pertemuan forum WG/MJC nantinya juga akan diikuti dengan penandatanganan suatu MoU pada bulan Desember 2011.

    Terkait dengan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah, Wamenhan RI menyampaikan penghargaan pemerintah Indonesia atas kemampuan Arab Saudi mengatasi stabilitas politik dan keamanannya, sementara di negara-negara sekitar Arab Saudi mengalami instabilitas politik. Menanggapi hal ini, Prince Khalid meyakinkan bahwa Arab Saudi merupakan milik masyarakat internasional dimana terdapat 2 masjid suci yang merupakan tanggung jawab seluruh umat muslim di dunia. Arab Saudi pun mempunyai peran sebagai stabilisator global di bidang energi (minyak). Oleh karena itu stabilitas di Kerajaan Arab Saudi sangat diperlukan dan dipahami oleh semua pihak.

    Dalam kesempatan pertemuan itu juga Sjafrie Sjamsoeddin memperkenalkan sejumlah produk militer buatan Indonesia kepada Prince Khalid bin Sultan dengan memberikan sebuah senjata jenis rifle SS2 V1 produksi terbaru PT. Pindad dan sebuah miniatur model pesawat angkut medium jenis CN 235 produksi PT Dirgantara Indonesia sebagai cendera mata.

    Selama berada di Riyadh, Wamenhan juga berkesempatan untuk berkunjung ke Shaqr Al-Jazeera Museum atau dikenal dengan Museum Militer King Abdul Aziz yang merupakan museum sejarah aviasi Arab Saudi, serta Advance Electronic Company yang merupakan perusahaan elektronik mutakhir milik Kemenhan Arab Saudi.

    Selain itu Wamenhan RI dan rombongan juga berkesempatan melakukan kegiatan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia di Riyadh di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Dihadapan lebih kurang 230 orang masyarakat Indonesia serta seluruh jajaran staf KBRI, Wamenhan RI menjelaskan mengenai paradigma Kemenhan RI di bidang pertahanan dimana sebelumnya lebih banyak difokuskan kepada penyelesaian konflik-konflik internal dan hal-hal yang sifatnya mengancam keutuhan NKRI. Sejak Kabinet Indonesia Bersatu I, orientasi Kemenhan telah go international untuk menjaga perdamaian dunia.

    Disampaikan pula bahwa saat ini tengah dilakukan pembahasan RUU Keamanan Nasional dan RUU Intelijen, serta RUU Industri Pertahanan dengan DPR RI. Diharapkan pada akhir tahun dapat diselesaikan. Wamenhan juga menjelaskan kebijakan Kemenhan sekarang ini adalah Membangun pertahanan untuk ikut mendorong pembangunan ekonomi nasional, dan masyarakat adalah bagian dari kedaulatan dan keutuhan NKRI sistem pertahanan . Disebutkan pula 4 pilar yang menjadi landasan prinsip persatuan dan kesatuan bangsa, antara lain memegang teguh Pancasila, memegang teguh bhineka tunggal ika, berpedoman kepada konstitusi UUD45, dan menjaga NKRI.

    Dalam lawatannya ke Arab Saudi, pada tanggal 8 s/d 12 April 2011, Wakil Menteri Pertahanan RI, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin didampingi oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Drs. Gatot Abdullah Mansyur, Pangkostrad, Letjen TNI Pramono Edhi Wibowo dan Dirjen Strategi Pertahanan, Mayjen TNI Puguh Santoso serta Atase Pertahanan KBRI Riyadh, Kolonel Kav. Achmad Riad telah melakukan serangkaian pertemuan dengan Wakil Pertahanan Arab Saudi, Prince Khalid bin Sultan dan Direktur Jenderal Topografi, Mayjen Abdul Aziz Rubaida.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Indonesia Dan Arab Saudi Pererat Kerjasama Pertahanan

    Denjen Kompassus : Kopassus Siap Bebaskan Sandera Perompak

    Danjen Kopassus Mayjen Lodewijk FP.

    Untuk operasi laut Kopassus memiliki satu tim khusus yang dibentuk dan dilatih bersama AL.

    Jakarta - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyatakan siap melakukan operasi pembebasan anak buah kapal atau ABK Kapal Kapal Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia. Hampir sebulan, 20 ABK warga negara Indonesia disandera perompak Somalia.

    "Jika diminta Panglima (TNI) kami tentunya akan mendukung kebijakan atau perintah Panglima kepada Kopassus," kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus di Balai Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin, 11 Maret 2011.

    Untuk operasi laut, Kopassus memiliki satu tim khusus operasi laut yang dibentuk dan dilatih bersama Angkatan Laut. "Tim pasukan katak."

    Meski begitu, Jenderal bintang dua ini enggan memberikan informasi lebih jauh terkait pelaksanaan silent operation oleh TNI yang melibatkan anggota Kopassus atas perompak Somalia di Teluk Aden. "Bukan kami tapi dari TNI. Sekali lagi tolong tanyakan Panglima TNI," katanya.

    Para perompak Somalia kini telah meningkatkan permintaan tebusan untuk pembebasan awak Kapal Sinar Kudus. Sebelumnya meminta tebusan US$2,6 juta, kini mereka menaikkannya menjadi US$3,5 juta.

    Berdasarkan komunikasi terakhir antara nahkoda kapal, Slamet Juari, dan anaknya, Resky Judiana, pada Minggu pagi, 10 Maret 2010, para perompak akan menaikkan lagi permintaan uang tebusan untuk pembebasan 20 ABK itu.

    Uang tebusan mungkin akan dinaikkan lagi karena tenggat kedua yang ditetapkan pembajak telah lewat, yakni pada Sabtu, 9 April 2011 kemarin. Hal ini karena pemerintah Indonesia tidak segera merespons tuntutan mereka.

    Sumber: VIVA NEWS
    Readmore --> Denjen Kompassus : Kopassus Siap Bebaskan Sandera Perompak

    ITB Akan Bangun Pusat Pelatihan Teknologi


    Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Rektor ITB Akhmaloka, Dubes China untuk Indonesia Zhang Qiyue dan Presdir Huawei Pasifik Selatan Ma Yue saat penandatanganan kerjasama pembangunan pusat pelatihan ITB dan H

    Bandung - PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama membangun pusat pelatihan teknologi di kampus ITB Jalan Ganesa Kota Bandung.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Tiffatul Sembiring mengatakan, kerja sama ini merupakan sebuah kontribusi dari industri teknologi informatika dalam pengembangan sumberdaya manusia menuju daya saing yang lebih tinggi.

    "Kami memang mendorong untuk memperkuat hubungan antara inovator dan industri dalam meningkatkan bisnis teknologi informasi dalam negeri. Pada 2009 saja, volume bisnis teknologi informasi di Indonesia mencapai Rp300 triliun," katanya di sela-sela Peresmian Pusat Penelitian Huawei-ITB di kampus ITB Jalan Ganesha, Senin (11/4/2011).

    Menurutnya, penetrasi penggunaan perangkat IT di Indonesia saat ini sudah mencapai 180 juta untuk pengguna handphone, serta 45 juta untuk pengguna internet di dalam negeri.

    Rektor ITB Akhmaloka mengatakan pusat pelatihan teknologi bisa menjadi modal akademisi untuk mengetahui sejauh mana permasalahan TI di dunia industri yang sebenarnya.

    Pertemuan antara periset dan dunia industri, katanya, juga bisa menjadi ajang untuk menciptakan sesuatu produk yang baru yang dibutuhkan masyarakat.

    "Kami menyambut baik adanya kerja sama ini sehingga mahasiswa, dosen, dan semua yang lain juga bisa menggunakan fasilitas pusat pelatihan ini," ujarnya.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> ITB Akan Bangun Pusat Pelatihan Teknologi

    ITB Juara Kontes Robot Dunia di Amerika Serikat


    Bandung - Tim robotika Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih juara pada 18th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest yang diadakan di Hartforf, Connecticut, Amerika Serikat pada 9-10 April 2010.

    Rektor ITB Akhmaloka mengatakan institut itu mengirimkan satu tim robotika ke kontes di Amerika Serikat tersebut, yang terdiri dari tiga mahasiswa didampingi seorang dosen, yakni Kusprasapta Mutijarsa.

    "Ya, kami mendapat juara 1 dan 2 pada 18th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest untuk walking division atau robot berjalan," katanya di sela-sela Pembukaan Pusat Pelatihan ITB-Huawei Indonesia di kampus ITB Jalan Ganesha, Senin (11/4/2011).

    Selain robot ITB, robot dari Unikom Bandung juga memperoleh juara 1 dan 2 untuk kategori robowaiter. Sementara tim dari UGM memperoleh juara 1 dan 2 untuk kategori robot beroda.

    Ia mengaku ITB sudah mempersiapkan tim robotika yang akan berlaga di Connecticut AS dengan bantuan dari sponsor. Menurutnya, hari ini dikabarkan tim robotika ITB akan tiba di tanah air.

    "Kabarnya tim robot dari ITB, juga Unikom dan UGM mengungguli peserta dari berbagai negara lainnya, seperti dari Amerika Serikat dan China," katanya.

    Dekan Sekolah Tinggi Elektronika dan Informatika (STIE) ITB Suwarno mengatakan, ITB juga pernah mengirimkan tim robotika ke kontes tersebut, seperti pada tahun lalu. Namun tim robotika ITB tidak meraih juara karena terlalu percaya diri mengambil kategori yang sulit.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> ITB Juara Kontes Robot Dunia di Amerika Serikat

    Lanud Palembang Layak Untuk Pangkalan Pesawat Tempur TNI AU

    Lanud Palembang.

    Palembang – Lanud Palembang dinilai layak untuk dijadikan pangkalan armada tenpur TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah negara di udara. Hal itu mengingat fasilitas penunjang telah mencukupi.

    “Palembang sangat layak untuk dijadikan pangkalan armada untuk menjaga ibukota Jakarta,” ujar Danlanud Palembang, Letkol Pnb Rudi Iskandar kemarin (9/4) usai upacara peringatan HUT ke-65 TNI AU, kemarin (9/4).

    Saat ini untuk wilayah udara barat baru ada dua pangkalan terdekat yakni Pekanbaru dan Pontianak. Sementara Palembang sebenarnya cukup dekat dengan Jakarta sehingga pengamanan ibu kota dapat dilakukan secara optimal.

    Sementara ini Lanud Palembang masih berstatus Pangkalan AJU yakni pangkalan yang dijadikan tempat pesinggahan pesawat TNI AU yang sedang melaksanakan operasi militer. “Setiap minggu atau setiap bulan selalu ada pesawat yang singgah sebelum melanjutkan misinya. Minimal pesawat tersebut mengisi bahan bakar,” tambahnya.

    Beberapa pesawat yang rutin bersinggah di Lanud Palembang di antaranya Boeing 737 Partoli Maritim, Hercules, CN 235 dan sejumlah helikopter milik TNI AU. Namun saat ini kata Rudi, TNI AU sedang fokus terhadap peningkatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU. Seperti pengadaan rudal atau peluru kendali jarang sedang dan jarak menengah.

    Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diantisipasi, diantaranya kesiapan TNI AU berikut sumberdayanya dalam menyambut modernisasi alutsista sesuai perencanaan strategis yang dibuat. Kedaulatan negara di udara sangat bergantung kemampuan TNI AU dalam menjaga wilayah udara dari pelanggaran hukum.

    “Lalu kondisi wilayah geografis Indonesia yang rawan bencana merupakan ancaman yang sulit diduga. Terkahir, masyarakat berharap agar TNI AU mampu menyajikan organisasi TNI yang bersih dan berwibawa,” jelas Rudi.

    Sementara itu, peringatan HUT TNI AU di Palembang berlangsung sederhana dan hanya diisi dengan apel dan pembacaan sambutan dari KSAU, Marsekal TNI Imam Sufaat yang dibacakan oleh Danlanud Palembang, Letkol Pnb Rudi Iskandar. Selanjutnya pemotongan tumpeng oleh Danlanud. Tapak hadir sejumlah pejabat daerah berikut pimpinan TNI dari berbagai angkatan dan dari Polresta Palembang.

    Sumber: Sumeks
    Readmore --> Lanud Palembang Layak Untuk Pangkalan Pesawat Tempur TNI AU

    Panglima TNI : Sorry Soal Pengiriman Pasukan Ke Somalia Saya Tidak Bisa Sampaikan

    Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

    Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan semua opsi masih terbuka untuk melakukan penyelamatan warga negara Indonesia yang disandera perompak Somalia. "Semua opsi sangat mungkin tapi keselamatan jiwa paling diutamakan," kata Agus saat memimpin serah terima jabatan Komandan Pasukan Pengawal Presiden di Jakarta, pagi tadi.

    Menurut dia, pemerintah Indonesia sebenarnya sudah mendapat tawaran dari India untuk melakukan operasi penyelamatan. Tapi tindakan semacam itu dipandang belum perlu.

    Menurut Agus sesuai resolusi PBB di daerah Teluk Aden dan perairan Somalia terdapat Combine Maritimme Task Force Command. Kapal-kapal dari seluruh dunia melakukan pengamanan terhadap kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut di bawah pimpinan Singapura

    "Ada Combine Task Force 50 untuk menangani tindakan terorisme dan 52 untuk peristiwa pembajakan dan perompakan," katanya. Tawaran India merupakan bagian dari fungsi task force ini. Namun tindakan semacam itu saat ini dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan awak yang disandera.

    Panglima TNI menegaskan yang terpenting pemerintah sudah mengambil langkah-langkah penting, terutama diplomasi sesuai dengan yang diminta oleh Kapten Kapal yang dibajak. Terdapat hampir 26 kapal yang dibajak di perairan Somalia saat ini, salah satunya Sinar Kudus yang berbendera Indonesia.

    Panglima dan pemerintah akan terus memantau kondisi terkini sebelum memutuskan melakukan operasi militer. Ketika ditanya apakah benar TNI sudah mengirim pasukan ke Somalia, Agus menolak menjawab.

    "Eskalasi situasi akan terus diikuti. Tapi ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan. Sorry soal itu (pengiriman pasukan) saya tidak bisa sampaikan," katanya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Panglima TNI : Sorry Soal Pengiriman Pasukan Ke Somalia Saya Tidak Bisa Sampaikan

    Kapal Perang Australia Dan AS Berlabuh Di Makassar

    kapal perang Australia HMAS Yarra.

    Makassar - Dua kapal perang Australia HMAS Yarra dan HMAS Huon dan satu kapal perang Amerika Serikat, USS Guardian, dijadwalkan sandar di Pelabuhan Hatta atau pelabuhan peti kemas, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/4/2011) ini.

    Ketiga kapal tersebut ke Makassar untuk membawa misi perdamaian. Rencana kedatangan tiga kapal ini disampaikan Kepala Dinas Penerangan Pangkalan Utama TNI AL VI, Mayor Imam Danu Pranoto kepada Tribun Timur, Minggu (10/4/2011).

    "Insya Allah besok sandar dua kapal perang Australia dan satu Amerika. Kami harap wartawan datang meliput kedatangan kapal tersebut," kata Imam Danu. HMAS Yarra diproduksi di Newcastle, Australia dan pertama kali beroperasi, 1 Maret 2003.

    Kapal ini dapat mengidentifikasi dan menetralisir ranjau serta dilengkapi kamera sonar sorot yang dikendalikan dari ruang kemudi.

    Kapal ini memiliki panjang 52,5 meter, bobot 720 ton, dan memiliki kecepatan 14 knot. HMAS Huon diproduksi untuk Angkatan Laut Australia oleh Industri Pertahanan Australia di Newcastle, North South Wales.

    Kapal ini diklaim sebagai kapal tercanggih di dunia dan terbuat dari fiber. Beroperasi pertama kali pada 15 Mei 1999, ia memiliki panjang 52,5 meter, bobot 720 ton, dan kecepatan 14 knot. Sedangkan USS Guardian pertama kali beroperasi 16 Desember 1989.

    Kapal penyapu ranjau ini memiliki bobot 1.389 ton dan memiliki panjang 68 meter. Kapal ini memiliki kecepatan 14 knot. Sebelumnya, dua kapal perang Australia itu juga bersandar di Pelabuhan Umum Tenau Kupang selama beberapa hari.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kapal Perang Australia Dan AS Berlabuh Di Makassar

    Sunday, April 10, 2011 | 11:20 PM | 0 Comments

    TNI AU Segera Bangun Apron di Lanud Tarakan Selesai Pada Tahun 2012

    Pesawat Tempur F-5 Sedang Melakukan Take Off Di Lanud Tarakan.

    Tarakan - Direncanakan Mei 2011, TNI AU bangun apron (tempat parkir) pesawat tempur dengan luas tiga hektar di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Tarakan.

    Apron ini nantinya akan dapat menampung minimal 12 pesawat tempur dengan berbagai jenis. Diantaranya jenis hawk, F-16, dan sukhoi.

    Ditargetkan pembangunan apron akan selesai tahun 2012. "Saat ini sedang melakukan berbagai persiapan untuk pembangunan apron. Kami harap tahun 2012 apron telah selesai, sehingga pesawat tempur kita sudah bisa standby di Lanud Tarakan," ungkap Danlanud Tarakan, Letkol Nav Budi Handoyo di Lanud Tarakan, Minggu (10/4/2011).

    Budi mengungkapkan, keberadan pesawat tempur di Lanud Tarakan sangat dibutuhkan, karena Tarakan merupakan daerah yang sangat strategis di bagian utara Kaltim dan berdekatan dengan daerah perbatasan.

    "Apabila sewaktu-waktu ada bahaya yang datang dari luar, kami bisa langsung mengoperasionalkan pesawat tempur yang ada di sini. Tentunya ini sangat memudahkan dalam melakukan pengamanan udara," tandasnya.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> TNI AU Segera Bangun Apron di Lanud Tarakan Selesai Pada Tahun 2012

    TNI Pelajari Kemungkinan Pembebasan Sandera di Somalia

    TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul.

    Jakarta - Tentara Nasional Indonesia masih mempelajari kemungkinan pengiriman pasukan untuk membebaskan awak kapal MV Sinar Kudus. “Akan kami proses,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul kepada Tempo, Ahad 10 April.

    Sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat meminta TNI untuk mengirimkan pasukan khusus ke Somalia. Meski demikian, permintaan itu belum disampaikan langsung ke TNI. “Kami baru mendengarnya dari media,” ujar Iskandar.

    Ia mengatakan meski tidak sering, TNI pernah mengirimkan pasukan khusus untuk membebaskan WNI yang disandera di luar negeri. “Bukan biasa mengirim pasukan khusus, tapi pernah,” katanya. Iskandar mencontohkan pembebasan 48 orang penumpang Garuda DC-9 di Don Muang, Thailand, pada 31 Maret 1981.

    Mekanisme pengiriman pasukan ini tergantung pada situasi tiap kasus. “Yang pasti, ada perintah dari Panglima,” ujar Iskandar.

    Kapal kargo ini tengah berlayar dari Pamala, Sulawesi Barat, menuju Rotterdam, Belanda, saat dicegat bajak laut Somalia di perairan dekat Pulau Socotra, Semenanjung Arab, pada 13 Maret lalu. Selain 20 awak kapal yang semuanya berkewarganegaraan Indonesia, kapal ini membawa nikel milik PT Aneka Tambang.

    Kini, kapal beserta semua awaknya ditepikan di Pantai Eil, Somalia. Mereka menunggu proses pembebasan yang dilakukan Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> TNI Pelajari Kemungkinan Pembebasan Sandera di Somalia

    LAPAN Luncurkan Prangko Satelit dan Roket Pengorbit Satelit (RPS)

    Jakarta - Memperingati keberhasilan dunia dalam bidang antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional meluncurkan dua prangko seri satelit Lapan-Tubsat dan Roket Pengorbit Satelit (RPS).

    Dua prangko seri satelit itu diharapkan akan menjadi pengingat dan semangat Indonesia untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam bidang antariksa, kata LAPAN dalam siaran persnya belum lama ini.

    Dua prangko itu bernilai nominal masing-masing Rp2.500.

    Lapan-Tubsat merupakan satelit buatan Indonesia atas kerjasama dengan Technische Universitat Berlin, Jerman, dan diluncurkan pada 2007.

    Sekarang Lapan sedang mengembangkan tiga satelit, Lapan A2, Lapan-Orari, dan Lapan-IPB.

    Lembaga ini juga sedang mempersiapkan RPS yang akan menjadi kendaraan bagi peluncuran satelit ke orbit. Pembuatan RPS ini diperkirakan selesai dan bisa diluncurkan pada 2014.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> LAPAN Luncurkan Prangko Satelit dan Roket Pengorbit Satelit (RPS)

    Indonesia Dijadikan Sasaran Serangan Intelijen Asing

    Jakarta - Mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad Said Ali menilai Indonesia kini dijadikan sebagai sasaran perang asimetris intelijen asing.

    "Perang asimetris itu mencakup semuanya. Yang pasti semua serangan opini negatif yang dilakukan pihak luar, jelas kerja-kerja intelijen," kata As'ad dalam siaran persnya, Sabtu (9/4).

    Ia mencontohkan berita di situs TIME edisi 1 April 2011 yang menurunkan artikel berjudul Holidays in Hell: Bali's Ongoing Woes. Artikel yang ditulis Andrew Marshall itu menyebut berlibur di Bali bagai berlibur di neraka. Sebagai daerah tujuan wisata, Bali disebut penuh sampah serta informasi miring lainnya.

    Sebelumnya, The Wall Street Journal edisi 30 Maret 2011 merilis tulisan opini Kelley Currie, mantan Asisten Khusus Wakil Menlu AS untuk Demokrasi dan Urusan Global dan Koordinator Khusus untuk Isu Tibet di Departemen Luar Negeri AS, yang mendiskreditkan Pemerintah Indonesia. Currie menyoroti sejumlah kegagalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengelola sistem politik, hukum, dan HAM.

    Pada 11 Maret, dua media Australia, The Age dan Sydney Morning Herald, mengangkat pemberitaan yang bersumber dari WikiLeaks yang menyudutkan pemerintah. Menurut As'ad yang kini menjabat Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, berbagai serangan tersebut dimaksudkan untuk menguasai Indonesia. "Ini bisa motifnya kepentingan pengusaha dengan menggunakan alat negara," katanya.

    Menurutnya pada era globalisasi invansi atau serangan langsung secara fisik ke negara lain sudah tidak lagi populer. Invansi model baru lebih memilih cara tidak langsung, misalnya menggunakan instrumen internasional seperti PBB, IMF, Bank Dunia, dan organisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat (LSM). "Model invansi ini tentu lebih berbahaya ketimbang serangan fisik," kata As'ad.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Indonesia Dijadikan Sasaran Serangan Intelijen Asing

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.