ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, March 26, 2011 | 9:48 AM | 0 Comments

    English News : Russian intelligence : Ground operation in Libya could start in April


    The international coalition force is planning a ground operation in Libya that could start in late April, a high-ranking Russian intelligence service source said on Friday.

    "Information coming via different channels shows that NATO countries, with the active participation of Britain and the United States, are developing a plan for a ground operation on Libyan territory," he said.

    "From all indications, a ground operation will be launched if the alliance fails to force the Gaddafi regime to capitulate with air strikes and missile attacks."

    If the events in Libya follow this scenario, the ground operation could start "in late April-early May," he added.

    The UN Security Council imposed a no-fly zone over Libya on March 17, allowing "all necessary measures" to protect civilians from Muammar Gaddafi's attacks on rebel-held towns.

    The operation to enforce the no-fly zone, codenamed Odyssey Dawn, is being conducted jointly by 13 states, including the United States, Britain and France.

    Western warplanes have flown more than 300 sorties over the North African country and fired 162 Tomahawk missiles in the UN mission.

    From : RIA
    Readmore --> English News : Russian intelligence : Ground operation in Libya could start in April

    Jakarta International Defense Dialogue 2011 Ditutup Oleh Panglima TNI

    Jakarta - Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 2011 telah sukses diselenggarakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan secara resmi ditutup oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Jum’at (25/3) di Jakarta Convention Center, Jakarta. JIDD 2011 telah menjadi sarana yang baik bagi promosi kerjasama antar pemerintah untuk menghadapi berbagai ancaman dan permasalahan keamanan baik regional maupun internasional.

    Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan, JIDD telah menjadi sebuah forum multilateral yang membahas isu - isu pertahanan dan keamanan dalam rangka keberlanjutan menciptakan suasana yang kondusif di masa - masa mendatang. "34 delegasi dari negara sahabat yang hadir telah mejawab perkembangan strategi pertahanan dan keamanan, ini menunjukan keberhasilan JIDD sebagai forum pertahanan dan keamanan", tambah Panglima TNI.

    Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, hasil dari JIDD diharapkan dapat diimplementasikan lebih lanjut melalui kemitraan komprehensif untuk merespon ancaman dan tantangan yang muncul, yang terpenting untuk menciptakan persahabatan yang berkelanjutan.

    Sementara itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat ditanya wartawan mengatakan, melalui forum petemuan JIDD ini telah tercapai beberapa sasaran diantaranya terbentuknya suatu forum dialog informal baik di dalam panel diskusi maupun forum diskusi yang terjadi di luar ruangan.

    Selain itu, juga ada pertemuan bilateral bahkan pertemuan trilateral baik antara tiga menteri pertahanan maupun antara tiga Panglima Angkatan Bersenjata yang saling bertukar pandangan mengenai permasalahan - permasalahan dunia yang sedang berkembang.

    Selain terbentuknya forum dialog, disisi lain melalui JIDD ini juga telah tercapai kepentingan - kepentingan bisnis dalam rangka mempromosikan industri pertahanan dalam negeri.

    Menhan mengungkapkan, setelah melihat paparan dari industri pertahanan Indonesia, beberapa negara menyatakan tidak menyangka bahwa industri pertahanan Indonesia sudah sedemikian maju, beberapa negara seperti Inggris juga menyatakan tidak menyadari bahwa industri pertahanan Indonesia sudah mampu membangun kapal jenis LPD .

    Lebih lanjut Menhan mengatakan, beberapa negara seperti Papua New Guinea telah menyampaikan keinginannya untuk menjajaki pembelian Pesawat CN-235 produksi PT. DI. Delegasi Papua New Guinea yang hadir dalam forum JIDD tersebut selanjutnya berencana akan berkunjung ke PT.DI di Bandung, guna melihat produk – produk PT. DI misalnya Pesawat CN-235, Cassa dan lain sebagainya.

    Sementara itu, Timor Leste juga sudah memastikan akan membeli Fast Patrol Boat produksi PT. PAL Indonesia. Selain Papua New Guinea dan Timor Leste, Philipina juga berencana ingin membeli kapal jenis LPD produksi PT. PAL, karena memiliki kelebihan diantaranya yaitu disamping dapat digunakan untuk operasi keamanan juga dapat digunakan untuk operasi penanggulangan bencana.

    Dengan melihat hasil positif yang telah dicapai dalam penyelenggaraan JIDD 2011, maka menurut Menhan telah diputuskan oleh Bapak Presiden RI agar penyelenggaraan JIDD akan selenggarakan kembali pada tahun depan. “Forum ini menjadi forum dialog, forum pertemuan tukar menukar pendapat dan lain sebagainya, jadi saya lihat ini berhasil dan sudah ditetapkan tahun depan akan diadakan lagi”, jelas Menhan.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Jakarta International Defense Dialogue 2011 Ditutup Oleh Panglima TNI

    Papua Nugini Akan Membeli Pesawat Dan Kapal Patroli Dari Indonesia

    Illustrasi.

    Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Kamis (24/3) menerima Courtesy Call (CC) negara sahabat diantaranya Menhan Papua New Guinea (PNG) HE Bob Dadae MP, Panglima Angkatan Bersenjata Afrika Selatan yang diwakili Lt. Gen Temba Templeton Matanzima dan Wakil Menhan Polandia ZM. Mosowidz, di JCC, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung diantara jadwal acara JIDD ini, dimanfaaatkan sebagai pertemuan bilateral guna meningkatkan kerjasama antara Indonesia juga negara-negara tersebut baik dalam pertahanan maupun ekonomi. Dari sinilah akan terbentuk suatu simbiosis pertahanan antar ketiga negara.

    Dalam kunjungannya, Menhan PNG memberikan beberapa pandangan tentang alusista Indonesia dimana alusista Indonesia dianggap sudah baik dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara. Sebelumnya PNG juga sudah membeli beberapa kapal patroli Indonesia.

    Kerjasama militer Indonesia dan Papua New Guinea memang perlu dilakukan karena wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea dan Australia maka perlu diadakannya beberapa kebijakkan yang tepat. Kerjasama yang terjalin adalah membangun koorporasi dibidang security, stabilitas nasional, dan komunikasi. Apabila hal tersebut terpenuhi akan membuat jalinan persahabatan yang ada semakin erat.

    Dalam kesempatan ini, Menhan PNG juga mengungkapkan berniat membeli kembali pesawat tempur Indonesia dan kapal patroli serta ingin bekerja sama dengan PT.PAL Indonesia dalam pengadaan alusista negaranya guna menunjang pertahanan dan ekonomi negara.

    Lt. Gen Temba Templeton Matanzima selaku Panglima Angkatan Bersenjata Afrika Selatan dalam kesempatan tersebut pun menyatakan ingin adanya pertukaran mahasiswanya, agar dapat menimba ilmu di Universitas Pertahanan (UNHAN) dan juga menawarkan beberapa program pertahanan Afrika Selatan untuk bisa dipelajari oleh Indonesia agar dapat mendukung kerjasama yang sudah ada. Disinggung pula perihal alusista pasukan bersenjata, dimana alusista merupakan hal penting sebagai sarana pertahanan.

    Kedekatan kedua negara antara Indonesia –Afrika Selatan, sudah berjalan baik selama ini, karena pernah diadakannya perjanjian alusita tahun 2008 tentang pengadaan radio komunikasi militer dan persenjataan.

    Dan pertemuan terakhir Menhan dengan Wakil Menhan Polandia, masih menbicarakan perihal pertahanan yang telah di bangun karena ancaman yang ada saat ini sudah mulai beralih ke arah ancaman non militer, ini membangkitkan semangat untuk menciptakan teknologi dan solusi penyelesaian yang dianggap terbaik untuk menghadapinya.

    Selain memberikan berberapa pandangan alusista Polandia, Menhan menekankan kembali agenda JIDD, yaitu: manajemen pertahanan, pertahanan ekonomi, dan strategi pertahanan. Ini menjadi pembahasan karena perang yang terjadi saat ini bukan antar negara tapi perang horizontal, seperti demontrasi dan terorisme yang dilakukan oleh individu ataupun organisasi. Ini yang menjadi dasar pembentukan program JIDD.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Papua Nugini Akan Membeli Pesawat Dan Kapal Patroli Dari Indonesia

    Menhan : Indonesia Bangun Pusat Pelatihan Pasukan Perdamaian Terbesar Di Asean

    Jakarta - Indonesia kembangkan pusat pelatihan peacekeeping (pasukan penjaga perdamaian) center. Indonesia merupakan pengirim pasukan perdamaian terbesar di ASEAN.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk membuka tempat pusat pelatihan peacekeeping terbesar di ASEAN. Pusat pelatihan dibangun di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

    "Di kompleks ini nantinya akan dibangun untuk mencakup semua jenis pelatihan," jelasnya ketika ditemui seusai Jakarta Internastional Defence Dialogue (JIDD) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (25/3).

    Ia mengungkapkan kompleks itu kini tengah menyediakan pusat pelatihan penangkal teror, standby force dan penjagaan keamanan. Nantinya pelatihan akan mencakupi permasalahan bencana yang ditangani oleh militer.

    Menurutnya, masalah bencana merupakan ancaman nontradisional terhadap keamanan negara. Makanya militer harus turut ambil andil dalam penanggulangan dan pertolongan. Apalagi TNI memiliki aparat hingga ke kawasan tak terjangkau. "Ancaman bencana itu merupakan serangan nontradisional," jelasnya.

    Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menambahkan, Indonesia merupakan negara yang paling banyak mengirimkan pasukan perdamaian di ASEAN. Setidaknya terdapat sekitar 1.800-an pasukan perdamaian yang dikirim dari Indonesia.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Menhan : Indonesia Bangun Pusat Pelatihan Pasukan Perdamaian Terbesar Di Asean

    Menhan : Tidak Menutup Kemungkinan Bom Sukhoi Akan Diekspor


    Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Sukirno (ketiga dari kiri) menunjau bom P-100L buatan dalam negeri (kiri) seusai pembukaan acara JIDD Di JCC Jakarta, Rabu (23/3).

    Jakarta - Embargo senjata dan tekanan internasional terhadap Pemerintah Indonesia pada masa reformasi membuat banyak pihak geram, tetapi tidak putus asa. Suku cadang pesawat militer buatan Amerika Serikat sempat diembargo, juga pembelian pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia tak disertai persenjataan andal.

    Kondisi itu mendorong Ricky Egam, pengusaha kecil asal Malang, Jawa Timur, mengembangkan persenjataan bagi pesawat tempur Sukhoi. Ricky sejak tahun 2005 merancang bangun beragam bom P-100 L ukuran 100 kilogram (250 lbs) hingga P-200 L 200 kilogram (500 lbs) yang dapat digunakan pesawat tempur TNI Angkatan Udara.

    Ditemui di salah satu sudut pameran Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 23-25 Maret 2011, Ricky menunjukkan sederet bom warna biru dan hijau yang ditampilkan di stan Sari Bahari, perusahaan miliknya. ”Akhir tahun lalu, Sukhoi kita sudah uji coba pengeboman dengan bom buatan dalam negeri ini di Sangatta, Kalimantan Timur. Bom ini bisa juga dibawa dengan pesawat tempur F-16 Falcon dan F-5E Tiger. Sukhoi dapat membawa 20-30 unit bom dalam satu kali penerbangan (sortie),” tutur Ricky.

    Serangkaian uji coba, secara statis di Jawa Timur dan peledakan dinamis dengan sejumlah varian pesawat tempur, berjalan mulus. Uji coba selalu didampingi pihak TNI dan instansi terkait.

    Seorang perwira teknik TNI AU asal Pangkalan Udara Hasanuddin yang ditemui di sela-sela acara JIDD mengakui, uji coba pengeboman berlangsung efektif. ”Sukhoi kita sudah memiliki kanon 30 milimeter dan bom. Kita tinggal menunggu misil untuk memperlengkapi persenjataan Sukhoi yang sudah ada,” ujar perwira tersebut.

    Bom buatan Malang itu meledak dengan mekanisme benturan (impact fuse). Casing baja bagian dalam dibuat alur sedemikian rupa sehingga pecahan ledakan menciptakan serpihan (shrapnel) dengan ukuran terukur dan dapat menghancurkan sasaran di sekitarnya.

    Bom lain yang dibuat adalah bom latihan yang mengeluarkan asap apabila jatuh ke sasaran. Bom tersebut juga memiliki bobot 100 kg (250 lbs). Teknologi lain seperti pemicu dengan jeda waktu (delayed action fuse) telah dikuasai Sari Bahari. Demikian pula penjatuhan bom dengan menggunakan parasut.

    Ricky mengaku pihaknya menguasai teknologi cetak dan tempa (forging and casting) untuk membuat bom-bom canggih. Pihaknya juga sukses membuat roket dengan bilah sirip lipat (folded fin assault rocket/FFAR). Roket itu dapat diluncurkan dari pesawat ataupun platform darat seperti tabung penembak tak ubahnya senjata roket Katyusha buatan Rusia yang banyak dipakai dalam konflik di Timur Tengah.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pembuatan bom Sukhoi di dalam negeri mengurangi ketergantungan Indonesia akan produk impor. ”Tak tertutup kemungkinan produk itu diekspor ke negara yang mengoperasikan pesawat Sukhoi,” katanya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Menhan : Tidak Menutup Kemungkinan Bom Sukhoi Akan Diekspor

    NATO Ambil Alih Komando Operasi Militer Di Libya


    Brussels - Pakta Pertahanan Atlantik Utara, Kamis (24/3) malam di Brussels, Belgia, bersepakat mengambil alih komando operasi militer di Libya dari Amerika Serikat. Pada saat yang sama, jet tempur Perancis menghancurkan pesawat militer Moammar Khadafy di pangkalan udara Misrata, Libya barat.

    Misi operasi zona larangan terbang di atas Libya oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) diperkirakan berlangsung 90 hari. ”Namun, masih bisa diperpanjang atau dipersingkat sesuai keperluan,” kata seorang pejabat NATO di Brussels, Jumat.

    NATO memutuskan menegakkan zona larangan terbang. Namun, NATO belum mau mengambil tindakan penuh meski sudah didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi Nomor 1973. Operasi itu bertujuan untuk melindungi warga sipil dari pasukan loyalis Moammar Khadafy.

    Pejabat dari 28 negara anggota NATO sudah meneken perjanjian untuk mengambil alih komando operasi militer di Libya dari koalisi Barat yang dipimpin Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. ”NATO sepakat melancarkan tindakan yang dibutuhkan untuk menegakkan zona larangan terbang dan embargo senjata,” ungkap seorang diplomat.

    Sedang dibahas

    Mandat aliansi NATO itu tidak akan keluar dari Resolusi PBB terkait embargo senjata dan zona larangan terbang di atas Libya. Pola operasi dan apakah aksi militer akan diperluas atau tidak, termasuk serangan darat, sedang dibahas dan baru ditetapkan hari Minggu. ”Sekarang masih akan ada operasi bersama koalisi dan NATO,” kata Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen.

    Pada 17 Maret lalu, dihasilkan Resolusi Dewan Keamanan PBB. Dari 15 anggota yang hadir, 10 anggota mendukung zona larangan terbang di atas Libya demi mengurangi jatuhnya korban rakyat sipil akibat serangan udara militer Khadafy. Rezim Khadafy telah menewaskan lebih dari 2.000 rakyat sipil.

    Pertemuan pejabat tinggi 22 negara di Paris, 19 Maret lalu, diikuti Liga Arab dan Uni Afrika, pun mendukung Resolusi PBB yang mencakup enam butir. Intinya terletak pada butir ke-4, yakni harus diambil ”tindakan apa pun yang dibutuhkan” (all necessary measures) guna melindungi warga dari serangan pemerintah sendiri. Kewenangan semua negara anggota mengambil langkah itu.

    Hal itu dijabarkan oleh koalisi yang dipimpin AS, Perancis, dan Inggris sebagai ”ruang yang luas” melakukan operasi militer di Libya. Intervensi koalisi dinilai melampaui batas sehingga banyak negara, termasuk Turki, salah satu anggota NATO, mengecam. Kamis malam, Turki akhirnya setuju NATO memimpin operasi.

    ”Sekarang pada prinsipnya sudah disetujui,” kata Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu. ”Operasi akan dialihkan sepenuhnya kepada NATO dan hanya ada satu komando dan kontrol.”

    Turki menyumbang satu kapal selam dan beberapa kapal perang untuk melaksanakan embargo senjata di laut. Uni Emirat Arab menyumbang 12 pesawat tempur untuk mendukung operasi zona larangan terbang di Libya.

    Pejabat AS mengatakan, 350 lebih jet tempur akan digunakan dalam operasi militer di Libya. Separuh lebih dari jumlah itu dari AS. Tampaknya AS ”serba salah”, tak mau terlibat terlalu jauh setelah melihat kasus Irak dan Afganistan.

    Di Ajdabiya dan Tripoli

    Pertempuran sengit masih terjadi di sejumlah kota di Libya, Jumat. Pesawat tempur Inggris dan Perancis menghancurkan kekuatan Khadafy yang sedang berperang melawan koalisi di Ajdabiya dan Tajura. Ledakan dan tembakan senjata berat juga terdengar di Tripoli. Kamis malam, jet tempur Perancis menembakkan rudal yang menyasar pesawat militer yang sedang berada di pangkalan udara Misrata.

    Pertempuran di darat antara pasukan pro dan kontra-Khadafy terus berlangsung di kota-kota lain di Libya. Perancis telah mengoperasikan 15 jet tempurnya. Pemerintah Libya melaporkan, sekitar 15 orang, termasuk warga sipil, tewas akibat serangan koalisi ke Tripoli, Kamis.

    ”Mayat itu berasal dari serangan udara hari ini dan kemarin. Mereka menyerang tempat militer dan sipil,” kata Ahmed Hussein, petugas kamar mayat di sebuah rumah sakit di Tripoli, Kamis malam. ”Sudah 100 rakyat sipil tewas dalam lima hari operasi militer koalisi,” kata

    Mussa Ibrahim, juru bicara Pemerintah Libya, di Tripoli Kamis malam.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> NATO Ambil Alih Komando Operasi Militer Di Libya

    Anggaran Perang AS Ke Libya Jadi Sorotan



    WASHINGTON - Biaya yang harus dikeluarkan Amerika Serikat (AS) untuk operasi militer terkait Libya memang tidak akan besar.Setidaknya jika itu dilihat dari ukuran defisit USD1,6 triliun tahun ini atau USD118 triliun yang diminta Pentagon untuk membiayai perang di Irak dan Afghanistan.

    Tapi, tentu saja masih ada harga yang harus dibayar.Zona larangan terbang tak pernah menjadi murah. Pengalaman tiga bulan pemberlakuan zona itu di bekas Yugoslavia memakan USD1,8 miliar dan 11 tahun zona larangan terbang di Irak menghabiskan biaya USD700 juta per tahun. Sejauh ini pemerintah Barack Obama tidak mengumumkan biaya secara keseluruhan dari serangan udara dan laut AS.

    Namun, kampanye militer, pengerahan kapal perang dan pesawat, serta amunisi yang digunakan bisa dipastikan membutuhkan anggaran yang tidak murah.Biaya perang itu diperkirakan menembus USD1 miliar. Pada hari-hari pertama operasi militer terhadap rezim MuammarKhadafidiLibyasaja, AS dan Inggris menembakkan sedikitnya 162 rudal penjelajah Tomahawk yang nilai per unitnya mencapai USD1-1,5 juta.

    Tiap satu dari 45 bom yang dijatuhkan bomber B-2 di Libya menghabiskan dana USD30.000-40.000. Adapun jet tempur AS F-15 yang jatuh harganya mencapai USD75 juta. Selain biaya amunisi, biaya operasi pesawat juga sangat mahal. Pesawat-pesawat F-15 dan F-16 tiap satu jam terbangnya membutuhkan biaya USD10.000. Angka ini belum termasuk biaya operasi dan kru 11 kapal perang dan kapal selam AS yang diterjunkan dalam operasi ini.

    Pusat Strategis dan Taksiran Anggaran, sebuah lembaga think tank,memperkirakan tahap awal operasi Libya itu akan menghabiskanUSD400-800juta dan sepekan pemberlakuan zona larangan terbang akan menelanbiaya dariUSD30-100juta. Menteri Pertahanan AS Robert Gates belum bisa memprediksi kapan operasi itu akan berakhir.Kondisi ini pun menjadi perhatian Kongres.Dalam briefing untuk staf Kongres, mereka menekan beberapa pejabat Departemen Luar Negeri, Pentagon, dan Departemen Keuangan terkait biaya perang.

    Anggota Kongres Dennis Kucinich dari Demokrat Ohio meminta agar Kongres tidak membiayai operasi militer di Libya.Ketua DPR (House of Representative) AS John Boehner juga sudah mempertanyakan rencana Obama untuk membiayai operasi militer AS di Libya.

    Kepala Institut Lexington yang berbasis di Virginia,Loren Thompson memprediksi, Kongres akan keberatan bila Pemerintah AS mengeluarkan dana untuk operasi Libya ini. Sebelumnya pemerintah sudah mengoperasikan serangkaian kegiatan yang memakan dana besar tahun ini di tengah pemotongan anggaran, termasuk pertahanan.“Pentagon benarbenar harus mengerem pengeluarannya,” ujarnya.

    Sumber : SINDO
    Readmore --> Anggaran Perang AS Ke Libya Jadi Sorotan

    Friday, March 25, 2011 | 11:43 PM | 0 Comments

    Jakarta International Defense Dialogue Berhasil Picu Kerja Sama Pertahanan

    Presiden SBY buka JIDD 2011. (Foto: KONTAN)

    Jakarta - Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) berhasil menjalin kerja sama pertahanan antar negara. Forum ini turut menjadi ajang promosi bagi industri pertahanan dalam negeri.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku JIDD mampu memicu kerja sama pertahanan negara peserta dialog. Forum ini telah ditindaklanjuti langsung melalui pertemuan bilateral maupun trilateral oleh beberapa negara peserta.

    "Dialog tidak hanya terjadi di panel tetapi juga di luar forum, ada pertemuan bilateral dan trilateral. bahkan tingkat menteri pertahanan," ujarnya ketika ditemui usai penutupan JIDD di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (25/3).

    Masing-masing negara berbagi pandangan mengenai keamanan wilayah dan permasalahan dunia. Mereka berharap pertemuan-pertemuan ini menghasilkan solusi komperhensif atas permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing negara.

    Pembicaraan ini cukup serius karena mereka berkomitmen untuk menindaklanjuti dengan pertemuan di tingkatan politik di negara masing-masing.

    Purnomo mengakui Indonesia dan Malaysia pun berhasil duduk bersama untuk membicarakan permasalahan perbatasan. Pihak Malaysia mengaku bahwa pengelolaan perbatasan di negara mereka mengalami kendala yang sama.

    Pengelolaan perbatasan dilakukan oleh banyak banyak instansi seperti halnya di Indonesia. "Kan sama permasalahan mereka. Mereka juga bertumpuk. Kalau di sini ada polisi perairan, TNI AL, Bakorkamla, Bea Cukai, KKP. Ini yang harus disatukan," jelasnya.

    Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengaku optimistis bahwa ketegangan perbatasan dapat dicairkan dengan kedekatannya dengan Menteri Pertahanan Indonesia. Walaupun sebagian masyarakat masih mempermasalahkan ketegangan ini. Apalagi hubungan kepala negara kedua belah pihak cukup baik untuk melakukan penyelesaian.

    Ia memberikan catatan, permasalahan perbatasan harus menitikberatkan pada penyelesaian masalah, pembagian hasil alam, dan prolem ketenagakerjaan. Secara tegas, Ahmad meminta media dapat memberikan sumbangan penyelesaian masalah dengan pemberitaan yang baik.

    "Semangat ini penting apalagi saya pikir beberapa media memberikan atmosfer yang berbeda dalam pemberitaan," jelasnya.

    Jakarta - Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) berhasil menjalin kerja sama pertahanan antar negara. Forum ini turut menjadi ajang promosi bagi industri pertahanan dalam negeri.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku JIDD mampu memicu kerja sama pertahanan negara peserta dialog. Forum ini telah ditindaklanjuti langsung melalui pertemuan bilateral maupun trilateral oleh beberapa negara peserta.

    "Dialog tidak hanya terjadi di panel tetapi juga di luar forum, ada pertemuan bilateral dan trilateral. bahkan tingkat menteri pertahanan," ujarnya ketika ditemui usai penutupan JIDD di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (25/3).

    Masing-masing negara berbagi pandangan mengenai keamanan wilayah dan permasalahan dunia. Mereka berharap pertemuan-pertemuan ini menghasilkan solusi komperhensif atas permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing negara.

    Pembicaraan ini cukup serius karena mereka berkomitmen untuk menindaklanjuti dengan pertemuan di tingkatan politik di negara masing-masing.

    Purnomo mengakui Indonesia dan Malaysia pun berhasil duduk bersama untuk membicarakan permasalahan perbatasan. Pihak Malaysia mengaku bahwa pengelolaan perbatasan di negara mereka mengalami kendala yang sama.

    Pengelolaan perbatasan dilakukan oleh banyak banyak instansi seperti halnya di Indonesia. "Kan sama permasalahan mereka. Mereka juga bertumpuk. Kalau di sini ada polisi perairan, TNI AL, Bakorkamla, Bea Cukai, KKP. Ini yang harus disatukan," jelasnya.

    Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengaku optimistis bahwa ketegangan perbatasan dapat dicairkan dengan kedekatannya dengan Menteri Pertahanan Indonesia. Walaupun sebagian masyarakat masih mempermasalahkan ketegangan ini. Apalagi hubungan kepala negara kedua belah pihak cukup baik untuk melakukan penyelesaian.

    Ia memberikan catatan, permasalahan perbatasan harus menitikberatkan pada penyelesaian masalah, pembagian hasil alam, dan prolem ketenagakerjaan. Secara tegas, Ahmad meminta media dapat memberikan sumbangan penyelesaian masalah dengan pemberitaan yang baik.

    "Semangat ini penting apalagi saya pikir beberapa media memberikan atmosfer yang berbeda dalam pemberitaan," jelasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Jakarta International Defense Dialogue Berhasil Picu Kerja Sama Pertahanan

    Pilot TNI AU Mayor David Ali Berhasil Terbang Solo Dengan Sukhoi


    Makasar – Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Mujianto, ST memimpin upacara tradisi terbang solo atas nama Mayor Pnb David Ali yang telah berhasil melaksanakan terbang solo dengan pesawat tempur Sukhoi 27/30 yang ditandai dengan penyiraman air bunga dan pemecahan telur di kepala Mayor Pnb David Ali.

    Selain Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, turut menyiram air bunga diantaranya Kepala Dinas Personel Kolonel Adm Drs.Moh Frans Yusuf, M.M , Komandan Skadron Udara 11 Wing 5 Letkol Pnb Toni Haryono, Komandan Skatek 044 Letkol Tek Ganang, di Shelter Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin.

    Penyiraman air bunga kepada Mayor Pnb David Ali AAU tahun 1998 atas keberhasilan terbang solo dengan pesawat tempur Sukhoi merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena telah melaksanakan dan menyelesaikan terbang solo dengan pesawat tempur Sukhoi 27/30 dengan baik dan lancar.

    Mayor Pnb David Ali mulai bertugas di Skadron Udara 11 Wing 5 tahun 2010 sebagai penerbang Sukhoi 27/30 telah mengantongi 130 jam terbang, sebelumnya bertugas sebagai Instruktur penerbang Wingdik Terbang Lanud Adi Sucipto Yogyakarta.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Pilot TNI AU Mayor David Ali Berhasil Terbang Solo Dengan Sukhoi

    Panglima TNI : Kudeta Akan Berhadapan Dengan Rakyat dan TNI


    JAKARTA – Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, menegaskan setiap bentuk kudeta di Indonesia akan berhadapan dengan rakyat dan TNI.

    “Tugas TNI itu menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Kalau ada yang mencoba mengganggu keutuhan bangsa dan negara itu akan berhadapan dengan TNI,” ucap Agus usai penutupan Jakarta Internasional Defence Dialog, di JCC Jakarta, Jumat (25/3).

    Panglima menambahkan, kudeta itu adalah upaya menggulingkan pemerintahan yang sah. Sementara di Indonesia Presiden terpilih adalah hasil pilihan rakyat. Makanya jika ada kudeta akan pula berhadapan langsung dengan rakyat.

    Agus mengaku belum menerima informasi adanya dugaan kudeta yang dinyatakan oleh salah satu purnawirawan TNI. “Saya belum menerima informasi dari staf soal intelijen tentang kudeta, Sumbernya juga saya tidak tahu dari mana pernyataan tersebut,” katanya.

    Ketika ditanya apakah pernyataan purnawirawan tersebut sebagai ancaman negara, Agus mengaku dirinya belum mendengar pernyataan tersebut. “Saya tidak mendegar pembicaraan secara resmi secara lengkap seperti apa,” jawab dia.

    Panglima mengaku pihaknya belum melakukan komunikasi dengan para purnawirawan terkait isu tersebut. Menurut dia, organisasi purnawirawan, atau Pepabri yang nanti akan mengkomunikasikan. “Saya belum komunikasi, untuk pertemuan informal maupun formal,” ungkap dia.
    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Panglima TNI : Kudeta Akan Berhadapan Dengan Rakyat dan TNI

    Indonesia Sosialisasikan ASEAN di Rusia

    London - Indonesia sebagai ketua dari anggota ASEAN memang belum begitu dikenal di kalangan umum Rusia, untuk itu Indonesia melakukan sosialisasi ASEAN dikalangan akademisi di Rusia dalam berbagai kegiatan.

    Seiring dengan keketuaan Indonesia di ASEAN tahun ini, KBRI Moskow menggandeng ASEAN Centre of Russia mengelar `Indonesia Day` di Universitas Hubungan Internasional paling maju di Moskow, MGIMO.

    Penanggungjwab Pensosbud dan Pendidikan KBRI Moskow, M. Aji Surya dalam keterangannya yang diterima Antara London, Rabu mengatakan walaupun kemasannya adalah Indonesia Day, namun lebih mengedepankan soal-soal ASEAN.

    Dalam acara Indonesian Day yang dibuka Dubes Hamid Awaludin diawali dengan diskusi `live on air` bersama Direktur ASEAN Centre of Russia di Moskow, Prof. Victor Sumky beserta Wakil Sekjen ASEAN, Dirjen ASEAN Kemlu dan Dubes Rusia di Jakarta dipandu RRI Pusat dan disiarkan secara nasional diikuti kalangan mahasiswa dan dosen di MGIMO.

    "Saya bersama para Dubes ASEAN di Moskow melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Rusia tentang ASEAN, "ujar Dubes Hamid.

    Sementara di sisi lain, KBRI juga terus memperkenalkan diri kepada khalayak ramai dalam suguhan budaya, kuliner dan diskusi

    Dalam diskusi berjarak 9800 km tersebut menyimpulkan bahwa hubungan ASEAN dan Rusia perlu mendapatkan perhatian lebih dan ditingkatkan di kemudian hari.

    Banyak sektor yang mesti digarap, seperti perdagangan, ilmu pengetahuan serta investasi. Pada tataran permukaan semua tampak mudah, namun dalam detailnya perlu penanganan yang lebih serius.

    "Potensi yang ada belum tereksploitasi secara maksimal,"ujar pendengar diskusi di ruangan ASEAN Centre, Moskow.

    Dalam rangkaian itu pula, Dubes Hamid bersama Wakil Rektor MGIMO meresmikan pameran foto Indonesia di hall univesitas seluas 500 meter persegi.

    Kegiatan yang dihadiri mahasiswa dan juga kalangan diplomatik itu mengetengahkan 67 foto karya seorang fotografer Rusia, Sergey Kovalchuk tentang aneka sisi kehidupan Indonesia. Mulai keindahan Candi Borobudur, kehidupan petani hingga preman di Jakarta.

    "Saya percaya pameran ini akan memperkenal salah satu negara ASEAN kepada mahasiswa kita yang berjumlah ribuan, "ujar Victor Sumsky, Direktur ASEAN Centre of Russia.

    Dikatakannya mereka perlu memahami satu persatu negara ASEAN yang berjumlah 10 itu meskipun hanya melalui gambar. Apa yang dilakukan Indonesia ini diharapkan dapat diikuti negara ASEAN lainnya

    Acara hari itu ditutup dengan kuliah Dubes di hadapan 150 mahasiswa dan akademisi MGIMO dipandu Wakil Rektor Hubungan Internasional MGIMO itu membahas kohesifitas ASEAN, peran Rusia di masa datang serta berbagai persoalan yang dihadapi ASEAN saat ini.

    Beberapa waktu sebelumnya, mantan PM Malaysia, Mahathir Mohammad, juga menyampaikan kuliah umum serupa.

    "Kita di ASEAN mengucapkan terima kasih kepada rakyat Rusia yang mengkonsumsi produk ASEAN seperti teh, coklat dan kelapa sawit. Teruslah mengkonsumsi produk kita, agar kita bisa juga terus membeli pesawat tempur Rusia, "ujar Dubes Hamid yang disambut dengan tepuk tangan meriah hadirin.

    Menurut M. Aji Surya, Counsellor KBRI Moskow, pameran foto-foto Indonesia di hall MGIMO akan berlangsung dalam kurun waktu dua minggu dan diperpanjang bila diperlukan.

    KBRI Moskow juga akan kembali mesosialiasikan ASEAN di kalangan akademisi dan `think tanks` di Rusia di waktu-waktu mendatang.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Sosialisasikan ASEAN di Rusia

    Menhan Malaysia Kritik Media Indonesia Tentang Perbatasan

    Jakarta - Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi meminta media Indonesia membuat pemberitaan yang kondusif terkait permasalahan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. "Media konvensional seperti elektronik dan cetak, juga media sosial, harus berperan menciptakan atmosfir yang baik," katanya dalam Jakarta International Defense Dialogue di Balai Sidang Jakarta, Jumat 25 Maret 2011.

    Ia tak menunjuk media apa dan dari negara mana yang telah menciptakan atmosfir buruk. Namun, menurutnya selama ini media di Indonesia kerap menyerang kebijakan perbatasan negeri jiran tersebut. Adapun media konvensional di Malaysia, karena mayoritas dikendalikan pemerintah, cenderung menurunkan berita yang lebih "aman".

    Menurut Ahmad, Presiden Indonesia dan Perdana Menteri Malaysia telah sama-sama bekerja keras merampungkan sengketa perbatasan. Tapi jika rakyatnya menciptakan masalah, maka masalah perbatasan akan makin pelik.

    "Yang penting bukan hanya aspek legal tentang perbatasan, tapi semangat untuk menyelesaikan masalah, dan pembagian sumber daya alam yang ada di kedua negara," ucapnya. Ia yakin masalah perbatasan bisa diselesaikan dalam waktu dekat, meski ia tak menyebutkan target waktunya.

    Di sesi yang sama, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan perundingan perbatasan itu akan memakan waktu. Pasalnya, banyak hal yang perlu disepakati kedua negara.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Menhan Malaysia Kritik Media Indonesia Tentang Perbatasan

    TNI Kirim Pasukan Bantuan ke Haiti


    Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono memeriksa pasukan Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

    Jakarta - Tentara Nasional Indonesia akan mengirim pasukan ke Haiti untuk membantu proses rekonstruksi di negara tersebut. "(Kami) akan kirim satu kompi zeni," ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono seusai Jakarta International Defense Dialogue di Balai Sidang Jakarta, Jumat 25 Maret 2011.

    Haiti dilanda gempa 7 skala Richter pada 12 Januari 2010 lalu. Pemerintah Haiti menghitung gempa itu menyebabkan 316 ribu orang tewas, 300 ribu orang terluka, dan sekitar sejuta orang kehilangan tempat tinggal.

    Namun, ia belum tahu pasti kapan kompi tersebut bakal diberangkatkan dan berapa lama mereka akan bertugas. "Menyesuaikan kebutuhan mereka dan kemampuan TNI," katanya.

    Ia mengatakan kini Indonesia adalah negara yang duduk di peringkat ke-17 penyumbang personil terbanyak bagi misi perdamaian. Jumlah personil yang telah dikirim Indonesia tak kurang dari 1.618 orang. "(Itu) menunjukkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan dan reputasi TNI," ucapnya.

    Dengan prinsip saling menghormati dan saling percaya, Indonesia terlibat aktif dalam sejumlah misi perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa, antara lain di Kongo, Liberia, Sudan, Nepal, dan Libanon. Partisipasi dalam misi PBB, kata Agus, adalah perwujudan pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yang menyebutkan bangsa Indonesia melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menambahkan, Indonesia berniat membuat pusat pemeliharaan perdamaian atau Peacekeeping Center di Sentul, Bogor. "Kompleks ini nantinya besar karena di dalamnya ada pelatihan antiteror, disaster relief (penanganan bencana), standby forces (pasukan siaga), dan peacekeeping," tuturnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> TNI Kirim Pasukan Bantuan ke Haiti

    PT PAL butuh suntikan modal negara sebesar Rp 3 triliun

    JAKARTA - Walau Indonesia negara bahari, PT PAL Indonesia (Persero) BUMN produsen berbagai macam kapal laut di negeri ini tengah sakit parah. Kondisi Menurut Harsutanto Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), perusahaan ini membutuhkan dana Penyertaan Modal Negara (PNM) sebesar Rp 3,009 triliun tahun ini.

    "PNM untuk dapat menghidupkan kembali produksi PT PAL yang boleh dikatakan sudah kolaps," ujarnya saat rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR, Kamis (24/03). Harsutanto menjelaskan, dana PNM tersebut untuk membiayai segala pembuatan kapal baru yang diproduksi oleh PT PAL yang saat ini masih terbengkalai diakibatkan, bank di Indonesia terutama bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak ingin meminhttp://www.blogger.com/img/blank.gifjamkan PT PAL. "Itulah sebabnya saya membutuhkan dana PNM dari pemerintah," jelasnya.

    Selain untuk mengurangi utang, PNM ini akan dipakai untuk meningkatkan gross margin sekitar 13%-16% dan juga untuk kebutuhan pemasaran produksi PT PAL tahun 2011-2015 sebanyak Rp 1,3 triliun- 2,5 triliun. "Dana PMN untuk kebutuhan tercapainya Going Concern PT PAL pada tahun 2013," tuturnya.

    Harsutanto menambahkan, PT PAL masih bisa bertahan sampai sekarang karena mengandalkan pendapatan dari perbaikan kapal-kapal komersial maupun dari instansi pemerintah baik itu TNI, dan Polri. "Tetapi banyak peralatannya berusia di atas 30 tahun dan biaya perawatannya mahal sekali," jelasnya.

    Sumber: KONTAN
    Readmore --> PT PAL butuh suntikan modal negara sebesar Rp 3 triliun

    Kemlu Tolak Pindad Untuk Menjual Panser Anoa Ke Sudan

    Panser Anoa 6x6 Buatan Pindad

    Dirut PT PAL Harsusanto:

    Terimakasih, saya mengucapkan terimakasih atas dibentuknya panja PMN, kami harapkan bisa betul-betul menolong kami. PMN yang kami minta Rp 3,099 miliar, kami sudah berkonsultasi dengan menkeu dan meneg BUMN. Menkeu mengatakan jangan separo-separo, dilihat sepenuhnya kebutuhan PT PAL. Yang melatarbelakangi permintaan kami adalah bleeding selama 6 tahun terkahir. Ada banyak kendala yang kami alami, pembangunan kapal tidak bisa memberikan kontribusi kepada kami, kami hanya bisa menghidupi diri kami dari pemeliharaan dan perawatan.

    Selalu terjadi akumulasi utang kepada pihak ketiga. Fasilitas yang kami miliki sudah tua. Kalau kapal selesai, kami masih menanggung rugi. Kami jug atidak mampu melankutkan perawatan karena tidak ada dana sama sekali. Kaderisasi kami terhambat karena kami belum bisa menerima pegawai baru, pegawai kami rata-rata berusia di atas 45 tahun. Setelah fase restrukturisasi, kami akan memulai fase profitisasi dengan menggandeng mitra strategis. PMN cashyang kami perlukan adalah sebesar 2,159 trilyun dengan perincian seperti yang telah kami sampaikan. Proyeksi laba rugi telah kami sampaikan, kita akan mulai untung pada tahun 2014.

    Demikian paparan kami.

    Dirut PT Pindad Adik Avianto Sudarsono:

    Terima kasih. PT Pindad kondisinya cukup baik, tetapi kami masih ada kesulitan untuk memproduksi produk-produk yang diimpor. Kita masih mengalami hambatan untuk memproduksi produk-produk baru karena masalah pendanaan. Kami memproduksi senjata ringan dan senjata kelompok. Amunisi juga kami produksi. Senjata kami produksi di Bandung, sementara amunisi di Malang.

    Dari tahun ke tahun kita terus berkembang dengna memproduksi varian dan turunan senjata yang lisensinya kit abeli dari belgia. Pada tahun 2005 kami bisa memproduksi senjata sendiri yaitu SS2. Untuk senjata genggam, kami sudah berhasil membuat senjata genggam sejak tahun 2005. Kami telah mengekspor SS1, kalau SS baru digunakan oleh Kopassus.

    Sejak 2008 kami telah memproduksi panser saat ini telah mencari pembiayaan untuk suplai ke Afrika. Dari Sudan, permintaan ditolak deplu karena mendukung gerilya. Ada beberapa kontrak dari luar negeri yang dibatalkan oleh kemlu. Pengadaan alusista memang terkait dengan kondisi konflik. Saat ini kami sedang pameran di balai sidang hingga besok, dibuka oleh presiden hari Rabu kemarin.

    Kami sudah diinstruksikan oleh pemerintah untuk menyiapkan tank Canon untuk tahun 2014. Dari segi keuangan kami untung, tetapi akumulasi rugi kami akibat restrukturisasi tahun 1998 masih terjadi. Pemesanan senjata marginnya paling besar. Kendala yang kami hadapi adalah mesin-mesin yang cukup tua, yang paling tua adalah mesin tahun 1938 buatan belanda. Kita investasi mesin terkahir tahun 1993, dampaknya kita hanya bisa berproduksi menggunakan mesin-mesin yang ada.

    Sumber: JURNAL PARLEMEN
    Readmore --> Kemlu Tolak Pindad Untuk Menjual Panser Anoa Ke Sudan

    Militer Thailand Tolak Intervensi Indonesia

    Pasukan Thailand bersiaga di dekat perbatasan dengan Kamboja.

    Bangkok - Usaha Indonesia sebagai penengah dalam konflik antara Kamboja dan Thailand mendapat penolakan dari Menteri Pertahanan Thailand, Prawit Wongsuwan. Dia menolak intervensi Indonesia dengan mengirimkan pemantau di perbatasan kedua negara.

    Seperti dimuat dalam Bangkok Post, Rabu, 23 Maret 2011, pernyataan Wongsuwan ini disampaikan oleh panglima tinggi militer, Prayuth Chan-ocha. Dia mengatakan bahwa menhan dan semua petinggi angkatan bersenjata Thailand menolak campur tangan pihak ketiga, apalagi sampai mengirimkan pemantaunya di perbatasan.

    Prayuth mengatakan bahwa militer Thailand ingin agar konflik kedua negara diselesaikan melalui dialog bilateral, tanpa perlu adanya penengah dari pihak luar.

    "Thailand dan Kamboja dapat mencapai kesepakatan melalui negosiasi, terutama di antara para tentara," ujarnya.

    Dia mengatakan bahwa pihak militer Thailand telah menyampaikan proposal kepada pemerintah Kamboja melalui Kementerian Luar Negerinya untuk membuat sebuah pos pemeriksaan bersama di wilayah konflik. Pengawasan teknis pos ini nantinya akan dilakukan oleh sebuah badan pengawas khusus.

    Badan pengawas ini, ujar Prayuth, haruslah terdiri dari tentara Kamboja dan Thailand saja. Tidak perlu adanya pemantau dari Indonesia.

    Jika Kamboja bersikeras perlunya campur tangan pemantau Indonesia, maka pemantau ini harus melakukan tugasnya di luar wilayah konflik.

    "Kenapa mereka mau memasuki wilayah konflik? tempat itu tidak aman. Pertanyaannya adalah, jika pemantau Indonesia datang, apakah mereka dapat memerintahkan tentara Kamboja untuk tidak melanggar Nota Kesepahaman yang telah dibuat?"

    Pernyataan Prayuth ini bertentangan dengan kesepakatan yang diambil oleh menteri luar negeri kedua negara di Jakarta pada 22 Februari lalu. Pada pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan negara-negara ASEAN tersebut, kedua negara sepakat meminta Indonesia mengirimkan tim pemantaunya ke perbatasan, untuk mengawasi gencatan senjata berjalan dengan baik.

    Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan bahwa mereka akan mengirimkan 30 orang yang dibagi dua, ditempatkan di masing-masing perbatasan. Natalegawa menjelaskan bahwa proposal teknis mengenai jalannya pemantauan telah dikirimkan kepada Kamboja dan Thailand. Kamboja dilaporkan telah menyetujui proposal tersebut, namun Thailand belum menyetujui beberapa bagian dari proposal.

    Sampai saat ini, pemantau tidak bisa dikirim karena masalah tersebut.

    Selain menolak adanya pemantau dari Indonesia, Prayuth juga mengatakan bahwa para petinggi militer tidak akan menghadiri pertemuan General Border Committee (GBC) yang rencananya akan diadakan di Indonesia pada 7-8 April.

    "GRC ke 8 awalnya akan diadakan di Kamboja. Jika Kamboja tidak dapat menjadi tuan rumah pertemuan itu, maka kami menawarkan diri. Kami sudah menghubungi Menteri Pertahanan Kamboja, Gen Tea Banh, mengenai masalah ini," ujar Prayuth.

    Jika memang pihak Kamboja menolak pertemuan itu diadakan di kedua negara, "Maka pertemuan tidak diadakan," ujar Prayuth.

    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Militer Thailand Tolak Intervensi Indonesia

    Indonesia Salah Satu Negara Top Twenties Pasukan Perdamaian PBB

    Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. menerima kunjungan kehormatan Dari Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Misi Perdamaian.

    JAKARTA – Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. menerima kunjungan kehormatan Mr. Alain Le Roy, Under Secretary General For United Nations Departement of Peace Keeping Operations (USG UN DPKO) atau Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Misi Perdamaian, didampingi oleh Letjen Sabacar Gaye Asisten Sekjen PBB untuk Urusan Militer (Assistant-Secretary General for Military Affairs) dan Letkol Chb Iroth Sonny Edhie (Asisten Penasehat Militer RI New York), di Hotel Sultan,Jakarta.

    Kunjungan petinggi PBB ini bertujuan untuk bertukar pikiran dan mendapatkan masukan dari negara-negara utama penyumbang misi perdamaian PBB (Troop Contributing Countries) guna mendukung operasi misi perdamaian PBB di seluruh dunia. Merupakan suatu kebanggan bagi Indonesia, karena tidak semua negara mendapatkan kunjungan kehormatan ini. Indonesia dipilih menjadi salah satu negara yang dikunjungi Mr. Alain Le Roy karena dinilai memiliki peran signifikan dan prestasi menonjol di dalam mendukung operasi perdamaian PBB.

    Hingga saat ini Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 20 negara terbanyak (top twenties) yang menyumbangkan pasukan dalam operasi misi perdamaian PBB. Indonesia sekarang berada pada peringkat 16 Negara Penyumbang Pasukan (Troops Contributing Countries), dengan jumlah personel sebanyak 1.692 orang. Saat ini Indonesia terlibat aktif di tujuh misi perdamaian PBB yang yang tersebar di enam negara yaitu Lebanon, Sudan, Congo, Liberia, Nepal dan paling terbaru, Haiti.

    Selain itu, Indonesia memiliki kredibilitas dan image yang sangat baik dalam semua misi tersebut. Kontingen Garuda Indonesia juga diakui oleh pihak PBB sebagai pasukan perdamaian yang memiliki profesionalitas yang tinggi serta dekat di hati masyarakat setempat.

    Menanggapi kunjungan tersebut, Panglima TNI menyambut baik dan berterimakasih atas dukungan USG UN DPKO selama ini terhadap TNI, khususnya terkait misi pemeliharaan perdamaian dunia di bawah bendera PBB. Lebih lanjut, Panglima TNI berharap agar USG UN DPKO dapat terus mendukung dan meningkatkan peran TNI dalam semua misi PBB, baik di negara-negara yang tengah dilanda konflik maupun di Markas Besar PBB New York, khususnya di UN DPKO.

    Turut hadir mendampingi Panglima TNI saat menerima kunjungan tersebut antara lain, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W., S.E., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E., Ka PMPP TNI Brigjen TNI I Gede Sumertha KY, PSC dan Staf Khusus Panglima TNI Marsma TNI Y. Prayitno.

    Selain bertemu dengan Panglima TNI, kedatangan Mr. Alain Le Roy dalam rangka menghadiri Konferensi Regional Misi Perdamaian PBB di Hotel Sultan dan menjadi Key Note Speaker pada acara Jakarta International Defence Dialog (JIDD) di JHCC pada tanggal 25 Maret 2011 dengan topic pembicaraan International Strategies and Models for success in Counter Terrorism, Peacekeeping, Humanitarian Relief dan Disaster Response.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Indonesia Salah Satu Negara Top Twenties Pasukan Perdamaian PBB

    Telkom Siapkan Satelit Baru Dari Rusia

    Satelit Telkom-3 senilai total sekitar 200 juta dollar AS sedang disiapkan di pabrik satelit ISS-Reshetnev, Rusia. Selain untuk keperluan komersial, satelit ini juga dimaksudkan meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur ICT, serta mendukung sistem pertahanan dan keamanan (militer) pemerintah.

    ”Telkom-3 akan memperkuat jaringan kami untuk mengatasi kebutuhan saluran yang belum terjangkau jaringan teresterial serat optik,” kata Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication Telkom pada sharing session Satelit Telkom 3 dengan para pengguna layanan Satelit Telkom di Jakarta, Kamis (24/3).

    Satelit yang akan diluncurkan dengan roket Proton M-breeze itu menggunakan subsistem komunikasi buatan Thales Aleniaspace Perancis. Menurut rencana, Telkom-3 akan diluncurkan akhir tahun 2011. Adapun kapasitasnya setara 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz standar C-band, 8 transponder @54 MHz ext C-band, dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band. Cakupan geografis untuk standar C-band Indonesia dan ASEAN, ext C-band Indonesia dan Malaysia, sedangkan Ku-Band Indonesia.

    Sekitar 40-45 persen kapasitasnya (sekitar 20 transponder) akan dikomersialkan, sedangkan sisanya menambah kapasitas seluruh layanan Grup Telkom. Sebelumnya, Telkom mengoperasikan Telkom-2 yang diluncurkan 12 November 2005 dengan roket Ariane-5 milik perusahaan Ariane Space di Kouroue, Guyana, Perancis.

    Sebelumnya, Indosat meluncurkan satelit Palapa D menggantikan Palapa-C2. Kapasitas satelit Palapa-D sebanyak 40 transponder, terdiri atas 24 standar C-band, 11 extended C-Band, dan 5 Ku-band dengan jangkauan Indonesia, negara ASEAN, Asia Pasifik, Timur Tengah dan Australia.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Telkom Siapkan Satelit Baru Dari Rusia

    Indonesia Memberikan Kredit Ekspor Untuk Pembelian Alutsista

    Kapal Patroli Cepat 57 meter NAV V Buatan PT.PAL

    Jakarta - Sejumlah negara tetangga, seperti Papua Niugini, Filipina, dan Brunei, menjajaki kemungkinan pembelian persenjataan serta memperoleh kredit ekspor dari Pemerintah Republik Indonesia.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang ditemui di Jakarta, Kamis (24/3), menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan banyak permintaan untuk memenuhi kebutuhan persenjataan dari sejumlah negara tetangga dalam Jakarta International Defense Dialogue (JIDD).

    ”Timor Leste sudah mendapat kredit ekspor 40 juta dollar AS untuk pembelian dua kapal patroli cepat (fast patrol boat/FPB), ternyata sejumlah negara juga mempertanyakan kemungkinan mendapat fasilitas serupa,” ujar Purnomo.

    FPB yang dibuat PT PAL Surabaya itu memiliki dimensi panjang dari 15 meter, 30 meter, 40 meter, hingga 60 meter.

    Seusai pertemuan dengan delegasi Papua Niugini, negara tetangga tersebut ingin mengunjungi PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia. Mereka telah mengoperasikan sejumlah pesawat CASA-Nurtanio (CN) buatan Indonesia.

    Pemerintah Filipina menyiapkan dana 100 juta dollar AS (sekitar Rp 900 miliar) untuk membeli tiga kapal landing platform dock (LPD) bagi angkatan lautnya. ”Kita sedang merundingkan spesifikasi LPD yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki Filipina,” kata Purnomo.

    Brunei

    Selain itu, lanjut Purnomo, pemerintah Brunei juga berminat untuk membeli senapan serbu varian dua (SS-V2) buatan PT Pindad. Menurut dia, Pemerintah Brunei baru menyadari Indonesia telah memproduksi senjata jenis tersebut, yang merupakan produk Indonesia yang berbasis dari senapan Fabrique Nationale Belgia. Militer Brunei juga mengoperasikan perahu karet untuk satuan taktis yang dibuat di Bogor, Jawa Barat.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Indonesia Memberikan Kredit Ekspor Untuk Pembelian Alutsista

    Thursday, March 24, 2011 | 10:58 PM | 0 Comments

    Presiden RI Meyakini Dalam JIDD Akan Terjadi Diskusi Yang Produktif


    Jakarta - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (23/3), didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro membuka Jakarta International Defence Dialogue di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, yang berlangsung 23-25 Maret 2011. Saat membuka JIDD, Presiden RI mengatakan bahwa dengan daftar pembicara JIDD yang telah disiapkan, Presiden yakin akan terjadi diskusi yang produktif dalam JIDD ini.

    Dalam pembukaannya, Presiden mengatakan, saat ini di dunia tengah terjadi banyak hal seperti konflik di Libya, bencana nuklir di Jepang , demonstrasi di jalanan negara Arab, pengungsi dari negara-negara yang sedang berkonflik yang semua tragedi ini berimplikasi terhadap situasi keamanan.

    Dikatakan oleh Presiden, keamanan Internasional menjadi lebih saling terkait antar negara di dunia dan bukannya menjadi lebih mudah, melainkan lebih rumit. Presiden juga menganggap aksi-aksi terorisme semakin gigih, dan kapasitas kelompok teroris juga meningkat dan memberikan tantangan baru dalam penanganannya seperti paket bom yang sedang terjadi di Indonesia.

    Negara-negara di kawasan Asia Pasifik, jelas Presiden, saat ini sedang mencari keseimbangan baru yang dapat memastikan stabilitas keamanan yang lebih baik. Setiap komponen bangsa turut berperan dalam perubahan pandangan strategis yang memaksa kita untuk berfikir secara berbeda. Dirinya mencontohkan, seperti sekelompok kecil orang yang mengelola wikileaks dengan agendanya dapat menjadi masalah bagi pemerintah di berbagai negara dengan membawa implikasi politis dan keamanan.

    Sementara itu, Menhan Purnomo Yusgiantoro dalam sambutan pembukanya mengatakan, JIDD diharapkan menjadi wadah bagi para ahli dan yang berkecimpung langsung di bidang keamanan dan pertahanan untuk saling berbagi pandangan dan saling bertukar pengetahuan serta pendapat dengan bebas sehingga tercipta dialog yang sehat. JIDD ini juga diharapkan dapat memperkaya dan melengkapi forum-forum serupa yang telah ada. Menhan sangat bangga karena total sekitar 300 peserta dialog berasal dari 34 negara. Meningkatnya keinginan dari komunitas internasional bekerjasama dalam hal strategi dan keamanan.

    Di dalam JIDD ini, lanjut Menhan, diharapkan para ahli dibidang keamanan dan pertahanan dapat mengemukakan pemikiran-pemikirannya sehingga menjadi pelajaran bagi peserta dialog yang lebih muda. Menurut Menhan, even besar semacam JIDD ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang mengembangkan kerjasama bilateral antar negara maupun antara peserta JIDD.

    JIDD yang bertemakan memperkuat keamanan dan stabilitas ini diselenggarakan memperingati Dies Natalis Universitas Pertahanan Indonesia yang ke-2 yang dihadiri pula Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dan Anggota DPR RI, Panglima TNI, Kapolri, Walikota Jakarta, serta pejabat Asean. JIDD ini juga diikuti oleh 34 negara partisipan, wakil-wakil dari generasi muda seperti Taruna Akademi Militer, perwakilan mahasiswa dari perbagai perguruan tinggi negeri dan swasta serta Sekolah-Sekolah Tinggi Negeri lainnya.

    Menjadi pembicara dalam JIDD yang berlangsung selama tiga hari ini antara lain; Pangeran Ahmed Bolkiah dari Brunei, Menteri Strategi Keamanan Internasional dari Inggris Gerald Howard MP, Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean, dan Wakil Sekjen Operasional PBB Alain Le Roy.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Presiden RI Meyakini Dalam JIDD Akan Terjadi Diskusi Yang Produktif

    Dekan UI : Pemerintah Didesak Selaraskan Teknologi dalam Pembelian Senjata


    Presiden SBY mencoba senapan buatan PT Pindad di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta (25/1).

    Jakarta - Pemerintah didesak mensinergikan teknologi lokal dalam pembelian alat utama sistem persenjataan dari luar negeri. Soalnya, industri pertahanan domestik dinilai belum mampu untuk menopang kebutuhan pertahanan yang bersifat teknologi tinggi.

    Desakan itu datang dari Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah dalam Jakarta International Defense Dialogue di Balai Sidang Jakarta, Kamis (24/3). "Indonesia sudah pengalaman dengan pembelian pesawat F-16 dan Sukhoi. Tetapi bagaimana memasukkannya dalam industri pertahanan kita sendiri?" ujarnya.

    Ia menyatakan pemerintah harus memperhitungkan kesiapan industri dalam negeri untuk menanggung beban teknologi dalam offset pembelian alutsista. Dia berpendapat kemampuan teknologi yang dimiliki Indonesia belum mampu menanggung teknologi tingkat tinggi.

    Hal utama yang harus dilakukan, katanya, ialah mengaitkan industri tingkat tinggi dengan yang menengah dan kecil. Firmanzah yakin peningkatan teknologi dalam industri pertahanan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Maka, sinergi teknologi tetap harus dilakukan pemerintah.

    "Offset kini telah menjadi tren di Kementerian Pertahanan. Makanya perlu dipikirkan juga soal kekuatan dan melakukan sinergi," ucapnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Dekan UI : Pemerintah Didesak Selaraskan Teknologi dalam Pembelian Senjata

    Penandatanganan MoU dan Lol Antara Kemhan RI Dan SASTIND China

    Presiden Melakukan Pembukaan Jakarta International Defence Dialogue.(Foto: Ant)

    Jakarta - 22 Maret 2011, Kementerian Pertahanan RI dan Badan Negara Urusan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Pertahanan Nasional Republik Rakyat China atau State Administration for Science, Techonology and Industry for National Defence (SASTIND) telah mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama di bidang industri pertahanan kedua negara.

    Hal tersebut dituangkan dalam naskah perjanjian yang ditandatangani oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Bapak Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kepala SASTIND, Mr. Chen Qiufa, di Jakarta, pada tanggal 22 Maret 2011

    Selain menandatangani naskah perjanjinan di bidang industri pertahanan, kedua pihak juga melakukan dialog atau kosultansi untuk mempercepat hubungan antar kedua negara khususnya pertahanan secara luas demi mencipatakan rasa saling percaya dan stabilitas kawasan yang lebih baik.


    Sumber: DMC
    Readmore --> Penandatanganan MoU dan Lol Antara Kemhan RI Dan SASTIND China

    Calon Awak Kapal Berangkat ke Brunai


    Jakarta - Sebanyak 100 orang calon awak kapal (cawak) tipe “Waspada Class” Brunei dan tim Basic Maintenance Training (BMT) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) diberangkatkan dari lapangan terbang Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat Hercules A.1319 milik TNI Angkatan Udara menuju Brunei Darussalam.

    Sebelum diberangkatkan para cawak tersebut telah medapat pembekalan yang dilaksanakan Komando Latihan Koarmabar (Kolatarmabar) selama tiga minggu dengan materi terkait data teknis, pengoperasian kapal dan perencanaan navigasi penyeberangan serta keselamatan personel dan material.

    Para cawak tersebut nantinya akan mengawaki dua kapal tipe Eks “Waspada Class” yang masing-masing bernama KRI Salawaku – 642 dengan Komandan Mayor Laut (P) Komaruddin dan KRI Badau – 643 dengan Komandan Mayor Laut (P) Alferd Daniel Matthewd.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Calon Awak Kapal Berangkat ke Brunai

    Komisi I : JIDD Diharapkan Pacu Pengembangan BUMNIS

    Nurhayati Ali Assegaf.

    Jakarta - Penyelenggaraan Jakarta International Defense Dialogue diharapkan akan mampu memacu pengembangan industri strategis di bidang pertahanan yang akan dikelola BUMN Industri Strategis.

    Demikian disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Nurhayati Ali Assegaf di Jakarta, Rabu berkaitan dengan penyelenggaraan Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) yang berlangsung 23-25 Maret di Balai Sidang Jakarta.

    "Kita sedang buat BUMNIS. Kita harap bisa belajar banyak dari acara itu," kata Nurhayati yang juga Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI itu.

    Dia mengatakan, Indonesia bisa belajar dari negara lain yang telah berhasil dari pertemuan-pertemuan seperti itu. Misalnya stabilitas keamanan di Malaysia, Singapura dan Korea Selatan. "Kalau itu terjaga, investasi akan masuk," katanya.

    Dari dialog itu, Indonesia bisa mempengaruhi negara-negara lain seperti masalah perbatasan. "Kita tidak hanya jadi pendengar. Jangan jadi pendengar dan menjadi penonton dalam dialog," katanya.

    Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini juga mengatakan, Indonesia harus berperan dalam mengamankan perbatasan. "Kita harus bisa mempengaruhi negara lain. Kita harus bisa menjual alat militer kita kepada negara-negara peserta, jangan Indonesia jadi konsumer," katanya.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan.

    JIDD bertema "Strengthening Security and Stability" dihadiri perwakilan dari 40 negara yang melibatkan menteri pertahanan serta panglima dari beberapa negara.

    Dialog menghadirkan 50 orang pembicara internasional dan diikuti oleh 1.300 peserta dari luar negeri.

    JIDD bertujuan mempertemukan para pemimpin, perwira militer, akademisi dan pembuat kebijakan dari seluruh wilayah Asia Pasifik dan sekitarnya untuk memperkuat harmonisasi prioritas keamanan dan strategi serta dialog dan keterlibatan antara pasukan pertahanan yang sangat penting bagi stabilitas masa depan wilayah Asia Pasifik.

    Selain itu, JIDD juga bertujuan untuk mempromosikan kerja sama antarpemerintah guna menghadapi berbagai ancaman dan permasalahan keamanan baik di kawasan regional maupun internasional.

    Terdapat tiga tema yang akan diangkat dalam JIDD 2011, yaitu membangun kerja sama strategis dalam memperkuat stabilitas keamanan di kawasan internasional, peningkatan keterbukaan di kawasan internasional baik dalam hal kerja sama maupun organisasi, serta membentuk model strategis pertahanan keamanan.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Komisi I : JIDD Diharapkan Pacu Pengembangan BUMNIS

    Panglima TNI: Ancaman Bergeser dari Militer ke Non Militer


    Jakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyatakan, saat ini bentuk ancaman telah bergeser dari ancaman militer menjadi ancaman non militer. Paradigma perang juga telah bergeser, dari bentuk perang konvesional menjadi perang dalam segala aspek kehidupan.

    “Hal ini ditandai oleh timbulnya konflik bersenjata di antara anak bangsa seperti yang terjadi di berbagai tempat di dunia,” kata Agus saat berbicara dalam Konferensi Regional PBB Ke-3 (The 3rd UN Regional Conference Workshop) di Hotel Sultan Jakarta, Rabu 23 Maret 2011 kemarin. Konferensi yang telah digelar selama tiga hari berturut-turut itu kemarin secara resmi ditutup.

    Konferensi ini digelar sejalan dengan perubahan paradigma ancaman tersebut, terutama terkait Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Pertemuan yang diikuti perwakilan sejumlah negara ini digelar untuk mencari solusi-solusi damai atas konflik yang terjadi di berbagai tempat di dunia.

    Pertemuan juga akan mengarah pada kerja sama diantara negara-negara pengirim pasukan (TCC/Troops Cotributing Countries) dan negara-negara donor. Pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Regional PBB ke 3 untuk wilayah Asia ini, dengan pertimbangan partisipasi Indonesia dalam berbagai misi pemeliharaan perdamaian PBB.

    Sampai saat ini Indonesia menempati peringkat 16 Negara Penyumbang Pasukan (Troops Contributing Countries), dengan jumlah personil sebanyak 1.692 orang. Saat ini Indonesia terlibat aktif di 7 misi perdamaian PBB (UNPKO) yang tersebar di 6 negara yakni Lebanon, Sudan, Kongo, Liberia, Nepal dan Haiti.

    Usai menutup pertemuan itu, Panglima TNI juga mengadakan pertemuan dengan Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Australia Letnan Jenderal David Hurley dan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Misi perdamaian (USG UNDPKO), Alain Le Roy.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Panglima TNI: Ancaman Bergeser dari Militer ke Non Militer

    Berkenalan KRI Pasopati dengan Awak Kapal Selam


    KRI Pasopati.

    Surabaya - Monumen Kapal Selam atau akrab disebut Monkasel merupakan salah satu obyek wisata yang sering dikunjungi oleh anak-anak di Surabaya, Jawa Timur, baik itu anak-anak dari rombongan sekolah maupun keluarga. Bagaimana tidak, anak-anak bisa masuk ke dalam kapal selam dan merasakan sendiri bagaimana berada di perut kapal selam. Kunjungan semakin menarik karena biasanya yang memandu anak-anak adalah bukan sembarang pemandu. Pemandu itu bernama Dijono, mantan awak kapal selam. Jadi, anak-anak pun bisa mendengar cerita langsung dari saksi hidup petualangan Dijono menjadi awak kapal selam.

    Kapal selam tampak gagah tampil di kawasan ini adalah KRI Pasopati dengan nomor lambung 410. Ia telah pensiun sejak 25 Januari 1990. KRI Pasopati berjenis SS type Whiskey Class buatan Rusia di tahun 1952. Si kapal selam ini bergabung dengan TNI AL pada 29 Januari 1962. Ia telah mengarungi lautan puluhan tahun dan menciptakan aneka kisah heroik.

    Perannya tak tanggung-tanggung, karena KRI Pasopati bertugas untuk menghancurkan garis lintas musuh dan pengintaian. Salah satunya aktif terlibat langsung di garis depan pada saat Operasi Trikora saat merebut Irian Barat. Para awak menggunakan KRI Pasopati untuk memberikan tekanan-tekanan psikologis terhadap lawan.

    Dijono sudah menjadi awak KRI Pasopati 410 selama 11 tahun mulai dari tahun 1967. Ia sempat mengarungi lautan bersama KRI Pasopati 410 pada saat Perang Timor Timur di tahun 1975. Sekali menjelajahi lautan, Dijono dan para awak lainnya harus berada di dalam perut kapal selam selama tiga hari tiga malam.

    "Selama tiga hari tiga malam tidak bisa mandi atau cuci. Kita bawa 11 ton air bersih untuk makan. Tapi sekali melaut, bisa selama 2 sampai 3 bulan, baru kemudian pulang," katanya.

    Saat perang di Timor Timur, tugas KRI Pasopati adalah melakukan pengintaian dan penyusupan. Apakah tugas Dijono? Ternyata ia seorang juru telegrafis yang jago dengan sandi morse.

    Saat pensiun, KRI Pasopati dipotong menjadi 16 blok. Potongan-potongan ini kemudian dibawa ke lokasi monumen sekarang dan dirakit kembali. Monkasel pun terbuka untuk umum pada 15 Juli 1998. Di dalam Kapal Selam KRI Pasopati 410, anak-anak bisa melihat tujuh ruangan. Ruangan pertama adalah ruang torpedo haluan dan juga tempat istirahat awak.

    Sementara di ruang kedua adalah ruang makan dan tempat kerja perwira. Ruang Pusat Informasi Tempur atau di ruang ketiga adalah tempat pengoperasian kapal dan pusat kegiatan tempur. Ruangan ini menjadi salah satu favorit anak-anak, karena mereka bisa melihat periskop kapal selam. Periskop yang berfungsi untuk melihat keadaan di luar kapal selam.

    Siapa sangka ruangan keempat yang sangat sempit ternyata adalah dapur. Sementara di ruangan kelima dan keenam adalah tempat motor pengendalian. Ruangan ini merupakan ruang diesel pendorong dan ruang listrik. Sedangkan di ruangan ketujuh adalah ruangan torpedo buritan. Anak-anak umumnya sangat tertarik dengan torpedo tersebut. Ada dua peluncur torpedo yang berfungsi sebagai penyerang dan penghindar. Dengan panjang 76,6 meter dan lebar hanya 6,30 meter, kapal selam ini memuat 63 awak termasuk komandan.

    Tak sekedar melihat kapal selam, anak-anak pun belajar sejarah mengenai KRI Pasopati 410 melalui film. Suasana asri penuh pepohonan dan berada di tepi sungai, membuat anak-anak gemar berlarian di kawasan ini. Di dekat sungai Kalimas dan masih di area Monkasel, terdapat tempat duduk-duduk santai untuk keluarga. Tak lupa pula hiburan wisata air di Kalimas yang bisa menambah keriaan keluarga. Tertarik untuk membawa anak Anda menjelajahi kapal selam nan heroik ini? Datang saja ke Monumen Kapal Selam di Bantaran Kalimas, Jl Pemuda 39, Surabaya.

    Buka setiap hari Senin-Minggu dengan harga tiket yang sangat murah, hanya Rp 5.000. Namun ilmu yang didapat si kecil begitu berharga. Buktinya, salah satu pengunjung bernama Edward (6) kepada Kompas.com mengaku sangat senang berkunjung ke Monkasel. "Aku mau kalau diajak ke sini lagi," katanya sambil asyik melihat kapal selam KRI Pasopati nan megah di depan matanya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Berkenalan KRI Pasopati dengan Awak Kapal Selam

    Pembuatan Rudal Dilakukan Secara Bertahap Melalui ToT

    Rudal C-705.

    JAKARTA – Kerja sama pembuatan peluru kendali jenis C 705 dengan Republik Rakyat China akan dilakukan secara bertahap melalui transfer teknologi dan produksi bersama sampai nantinya Indonesia bisa mencapai kemandirian.

    Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) dari China, termasuk peluru kendali jenis C 705, akan diikuti dengan tahapan transfer teknologi serta proses produksi bersama.Peluru kendali ini dipakai untuk perlengkapan persenjataan kapal perang TNI Angkatan Laut. “Di samping kita beli, kita juga harus mengantisipasi dengan joint production,” tegas Sjafrie yang ditemui di sela-sela Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) di Jakarta kemarin. Dengan tahapan tersebut, ujarnya, dalam kurun waktu tertentu Indonesia akan mampu memasuki posisi kemandirian dalam memproduksi alutsista jenis rudal.

    “Dengan transfer of technology dan joint production, kita akan bisa memasuki kemandirian. Begitulah tahapannya,”jelasnya. Tahapan yang sama, jelas Sjafrie, juga dilakukan saat akan melakukan produksi panser Anoa oleh PT Pindad. “Seperti pada proses panser Pindad. Dulu kan kita tidak bisa membuat. Makanya, kita beli, didukung oleh tim litbang untuk pengembangannya dan akhirnya kita bisa membangun. Yang sekarang masih diimpor yakni gear box dan mesinnya saja,”paparnya. Sedangkan untuk teknis pelaksanaan kerja sama, menurut Sjafrie, akan dibahas oleh pejabat setingkat direktur jenderal, baik untuk pembelian serta proses transfer teknologi serta produksi bersama. “Untuk pembelian, nantinya akan diurus oleh Badan Sarana Pertahanan dan transfer teknologinya oleh Dirjen Potensi Pertahanan,”jelasnya.

    Sjafrie melanjutkan, kesepakatan untuk melakukan transfer teknologi dan produksi bersama peralatan militer dengan pabrik persenjataan yang ada di China merupakan salah satu butir dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Badan Negara Urusan Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional Republik Rakyat China (SASTIND) di Jakarta pada Selasa (22/3). “SASTIND ini merupakan regulator peralatan-peralatan militer yang mau diekspor keluar. Dia yang mengatakan ya atau tidaknya peralatan diekspor keluar negeri. Dia yang membawahi pabrik-pabrik yang memproduksi peralatan militer,”paparnya.

    Secara terpisah, peneliti alutsista PT Pindad Bandung, Wien Intarto, mengatakan, pembuatan peluru kendali memerlukan kerja sama antarindustri pertahanan. “Jadi, tidak bisa dilakukan oleh Pindad saja atau PT DI saja,”paparnya. Dia menambahkan, PT Pindad bisa disiapkan untuk memproduksi badan rudal, peluncur, mekanik, serta war head, sedangkan pengendali tetap harus diserahkan pada industri pertahanan lainnya.

    Sumber: Sindo
    Readmore --> Pembuatan Rudal Dilakukan Secara Bertahap Melalui ToT

    Wednesday, March 23, 2011 | 11:04 PM | 0 Comments

    Menhan: Pemerintah Siap Hadapi Kudeta

    Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan bahwa pihaknya belum pernah mendengar mengenai adanya rencana kudeta oleh sejumlah purnawirawan TNI, namun bila itu terjadi pemerintah siap menghadapinya.

    "Kalau ada kudeta, kita siap hadapi dengan kekuatan militer," katanya disela penyelenggaraan Dialog Pertahanan Internasional di Jakarta, Rabu.

    Ia mengaku belum pernah mendengar adanya rencana sejumlah purnawirawan jenderal TNI, yang ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan menggunakan kelompok Islam garis keras.

    "Tidak pernah kita (pemerintah) mendengar rencana itu. Tidak pernah ada laporan yang masuk ke kita soal adanya kudeta," kata Purnomo.

    Namun demikian, pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan, menggunakan perangkat keamanan untuk memerinci kebenaran informasi tersebut. Purnomo menegaskan, pemerintah akan menghadapi rencana itu dengan kekuatan militer.

    "Saat ini, pemerintah belum akan mengambil tindakan apa pun hingga ada data dan informasi yang rinci tentang rencana kudeta tersebut," katanya.

    Sebelumnya, Al Jazeera melaporkan adanya sejumlah purnawirawan jenderal bintang tiga di Indonesia di balik gerakan anti-Ahmadiyah serta kekerasan terhadap jemaatnya. Para jenderal itu diam-diam mendukung organisasi itu karena memiliki tujuan sama yakni menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari kekuasaannya.

    "Dia (datang) ngasih support saja," kata Pimpinan Gerakan Reformasi Islam (Garis) Chep Hernawan seperti dikutip dari laporan investigasi Al Jazeera, Selasa (22/3) kemarin. "Dia mengatakan jihad tetap harus jalan terus. Kita tidak boleh mundur sampai pembohong itu jatuh."

    Menurut pengakuan Chep, para purnawirawan jenderal mendekatinya akhir Januari, atau sekitar sebulan sebelum kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah di Cikeusik terjadi. Sang Jenderal muak dengan kebohongan pemerintahan Yudhoyono. "Para bintang tiga ini (bertanya) apa yang diangkat untuk menumbangkan Susilo Bambang Yudhoyono. Isunya apa? Kasus Century tidak mampu? Barangkali isu Ahmadiyah."

    Dari pengakuan itu, jurnalis Al Jazeera Step Vassen menyebut, sang Jenderal pun mendukung gerakan organisasi Islam. Sang Jenderal menganggap Yudhoyono terlalu lemah dan terlalu reformis.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Menhan: Pemerintah Siap Hadapi Kudeta

    IDSPS : Industri Strategis Diusulkan Dalam Pengawasan Presiden


    Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Defense Security and Peace Studies (IDSPS) Mufti Makaarim meminta pelaksanaan Undang-Undang Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Strategis Nasional untuk Pertahanan berada di bawah pengawasan presiden. "Karena lebih memaksa, dan lebih kuat dibanding kementerian," kata Makarim dalam Rapat Dengar Pendapat Umum RUU Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Strategis Untuk Pertahanan Nasional dengan Komisi Pertahanan DPR, Rabu, 23 Maret 2011.

    Urgensinya presiden harus memegang langsung industri strategis, karena presiden memiliki kewenangan yang besar dalam sisi finansial dan secara politis. Industri pertahanan strategis adalah industri yang membutuhkan dukungan finansial yang sangat besar. Sementara presiden dianggap memiliki kewenangan lebih besar untuk menentukan anggaran dibandingkan level menteri. "Kalau menteri pertahanan kan tidak mungkin mendesak menteri keuangan," ujarnya.

    Selain membutuhkan pendanaan yang besar, industri strategis pertahanan juga memiliki resiko yang besar pula. Menurutnya, resiko kerugian dalam industri pertahanan sangat besar, sehingga secara politis dibutuhkan lembaga yang memiliki kekuatan besar untuk mempertanggungjawabkannya. Selain itu, presiden juga dianggap lebih memiliki kekuatan untuk melakukan koordinasi dalam menentukan kebijakan industri pertahanan ini.

    Sementara itu, Ketua Komisi Inovasi Nasional Zulha mengatakan, pendanaan untuk industri pertahanan Indonesia merupakan yang terendah di kalangan negara-negara ASEAN. "Hanya 0,6 persen dari GDP," ujarnya. Sementara negara-negara lain, seperti Malaysia dan Thailand, memiliki anggaran yang mendekati 2 persen dari GDP.

    Kendala anggaran menjadi hambatan terbesar dalam pengembangan industri pertahanan. Ia mengatakan, Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya yang besar untuk mengembangkan industri ini. "Infrastruktur Iptek kita sudah cukup memadai. Wind tunnel kita di Serpong terbaik di Asia. Untuk laut, kita bisa menggunakan Hidro Dinamic di Surakarta," ujarnya.

    Ia berharap dengan lahirnya undang-undang ini, permasalahan pendanaan dapat dituntaskan. Senada dengan Zulha, Mufti menilai ketiadaan payung hukum berupa undang-undang menjadikan pengembangan industri pertahanan tersendat.

    Namun, hal itu dibantah Anggota Komisi I dari Partai PKS, Yoyo Yusroh. Menurutnya, hambatan pengembangan industri strategis ini bukan dikarenakan tdk adanya payung hukum. "Tetapi tidak ada political will," ujarnya. Ia pun merujuk pada berkembangnya industri serupa di Amerika dan India yang tak memiliki dasar legislasi khusus untuk pengembangan industri ini. "Karena itu kami dukung lahirnya undang-undang ini," ujarnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> IDSPS : Industri Strategis Diusulkan Dalam Pengawasan Presiden

    Korsel Melakukan Latihan Menggunakan Peluru Tajam Untuk Peringati Insiden Incheon

    Sebuah kapal Angkatan Laut Korea Selatan meninggalkan pangkalan di pelabuhan Incheon, di barat Seoul tanggal 24 November 2010 menuju pulau Yeonpyeong setelah pulau itu dihajar artileri Korea Utara sehari sebelumnya.

    Seoul, Rabu (23/3/2011), mengatakan, militernya akan melakukan latihan penembakan peluru tajam pekan ini untuk memperingati ulang tahun pertama tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan di dekat perbatasan Korea Utara.

    Pesawat-pesawat tempur dan unit-unit artileri Korea Selatan (Korsel) akan melakukan latihan gabungan pada Kamis di dekat perbatasan laut yang tegang dengan Korea Utara (Korut), kata Kementerian Pertahanan. Latihan di Pocheon, 30 km utara Seoul akan diikuti dengan latihan penembakan kapal-kapal angkatan laut, Sabtu, katanya.

    Korsel memulai latihan seminggu dari Senin dalam unjuk kekuatan memperingati ulang tahun pertama tenggelamnya kapal perangnya pada 26 Maret tahun lalu di dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan, kata seorang juru bicara kementerian itu. Korsel menuduh Korut menorpedo kapal yang menewaskan 46 pelautnya. Pyongyang membantah tuduhan itu.

    Surat kabar-surat kabar mengatakan, kapal-kapal perang Korsel dan pesawat tempur akan dikerahkan dalam latihan tiga hari mulai Jumat untuk serangan-serangan simulasi oleh kapal-kapal selam, kapal-kapal perang, dan jet-jet tempur Korut.

    Badan Hidrografi dan Oseanografi Korea mengeluarkan satu peringatan pada kapal-kapal sipil bahwa latihan-latihan penembakan kapal-kapal perang akan diselenggarakan pada Sabtu di tiga lokasi lepas pantai semenanjung itu. Badan itu juga memperingatkan latihan-latihan penembakan lepas pantai akan dilakukan pada setiap saat antara 28 Maret dan 1 April.

    Korsel, yang tetap secara teknis berada dalam perang dengan Korut karena konflik mereka 60 tahun lalu, mengatakan, latihan itu adalah untuk tujuan pertahanan. Tetapi, ketegangan antara kedua negara itu meningkat sejak Korut menembaki satu pulau perbatasan pada 23 November yang menewaskan empat orang.

    Pasukan Amerika Serikat dan Korsel melakukan latihan tahunan Key Resolve/Foal Eagle pada 28 Februari. Mereka menyelesaikan latihan perang yang dikomputerisasi pada 10 Maret, tetapi latihan bersama di lapangan akan dilanjutkan pada Maret dan April.

    Dua latihan itu, yang dikecam Korut sebagai latihan untuk invasi, melibatkan 12.300 tentara AS dan sekitar 200.000 tentara Korsel, termasuk pasukan cadangan. Mulai Selasa, sekutu-sekutu itu telah melakukan latihan laut tiga hari untuk meningkatkan kemampuan mereka mengerahkan peralatan militer yang banyak dan pasokan-pasokan tanpa satu pelabuhan pasti.

    Sebanyak 20 kapal dan kendaraan amfibi ikut serta dalam latihan itu, pertama tipe itu di Laut Kuning, kata Kementerian Pertahanan.

    Para pejabat Korsel dan kelompok-kelompok sipil melakukan berbagai kegiatan pekan ini. Satu kelompok pembangkang Korut akan melakukan propaganda selebaran pada Jumat atau Sabtu dari satu pulau perbatasan, kendatipun ancaman-ancaman Pyongyang akan menembakkan artileri sebagai balasan bagi penyebaran pamflet itu.

    Mereka berencana akan menyebarkan sekitar 200.000 selebaran yang berisikan berita-berita tentang pemberontakan di Arab dan menyerukan penggulingan rezim Korut. Militer Korsel juga dikabarkan mengirim selebaran-selebaran dengan berita tentang pemberontakan di Timur Tengah.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Korsel Melakukan Latihan Menggunakan Peluru Tajam Untuk Peringati Insiden Incheon

    Mengapa F-22 Raptor Tak Muncul di Libya?

    F-22 Raptor Buatan AS.

    Amerika Serikat sebenarnya memiliki pesawat tempur andalan bernama F-22 Raptor. Pesawat tempur supermanuver dengan twin engine generasi kelima ini direncanakan menjadi pesawat tempur superior, tetapi juga dilengkapi dengan kemampuan tambahan, seperti serangan darat, perang elektronik, dan signal inteligence.

    Pesawat ini dirancang untuk mampu membawa peluru kendali (rudal) dalam badan pesawat sehingga tak terdeteksi musuh. Selain itu, pesawat ini juga bisa membawa bom seperti Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Small-Diameter Bomb (SDB) serta tak mampu dideteksi radar. F-22 dikembangkan oleh Lockheed Martin yang bermitra dengan Boeing.

    Kepala Staf Angkatan Udara Amerika Serikat Jenderal Norton Schwartz dalam pertemuan tanggal 17 Maret 2011 lalu mengatakan bahwa F-22 akan digunakan dalam serangan awal di Libya. Namun, sejak serangan tanggal 19 Maret 2011 lalu, pesawat yang digunakan hanya tiga Northrop Grumman B-2 Spirit, empat Boeing F-15E Eagle, dan delapan Lockheed Martin F-16CJ Fighting Falcon. Lalu, di mana F-22?

    Loren Thompson, analis dan kepala operasional di Lexington Institute, mengatakan, "Para desainer F-22 memiliki dilema, apakah memilih konektivitas yang memungkinkan fleksibilitas atau kemampuan radio silence yang bisa mendukung kemampuan pesawat sebagai pesawat siluman. Pilihan itu dilakukan karena adanya keterbatasan jaringan data."

    Keterbatasan F-22 adalah ketidakmampuan untuk berkomunikasi dengan pesawat koalisi dan keterbatasan menyerang target darat. F22 cuma mampu berkomunikasi dengan F-22 lainnya lewat intraflight data link. Itu pun hanya sebatas menerima, tidak mentransmisikan data. Thompson mengatakan, sebagai pesawat siluman, F-22 tak memiliki konektivitas yang bisa ditemukan di pesawat tempur lain.

    Kelemahan lainnya adalah F-22 hanya dapat menggunakan 1.000 pound JDAM yang digunakan untuk menyerang sasaran diam. Pesawat yang diproduksi sejak tahun 1997 ini juga belum mampu membawa 250 pound SDB atau membuat peta radar berupa gambar hitam putih kualitas tinggi permukaan Bumi yang diperlukan untuk memilih targetnya sendiri di darat.

    Sebenarnya, hardware dan software pesawat ini akan di-upgrade menjadi Increment 3.1 tahun ini. Namun, meski upgrade tersebut dilakukan, F-22 hanya akan mampu menetapkan dua target dari delapan buah SDB yang bisa dibawanya. Upgrade tersebut juga tak akan mampu memperbaiki untuk membuat pesawat mampu terhubung dengan pesawat tempur lainnya.

    Upgrade selanjutnya, yakni Increment 3.2, sebenarnya direncanakan dengan Multifunction Advanced Data Link (MADL) yang juga ditemukan pada F-35 Joint Strike Fighter. Hanya dengan upgrade tersebut F-22 bisa menetapkan delapan target untuk delapan SDB yang dibawanya.

    Sesuai doktrin angkatan udara, F-22 Raptor akan dipergunakan untuk membantu tugas pengebom siluman Spirit B-2 dalam "membuka pintu" untuk menyerang pertahanan udara musuh. Namun, komando US Africa yang menjalankan Operasi Dawn Odyssey di Libya mengonfirmasi bahwa F-22 tak akan terbang dalam penyerangan tersebut.

    Mayor Eric Hilliard, juru bicara komando Afrika, mengatakan, "Saya tidak melihat indikasi F-22 akan digunakan untuk membantu misi B-2 ataupun digunakan untuk misi selanjutnya dalam penyerangan Libya." Seperti diketahui, pengebom siluman B-2 Spirit telah digunakan dalam Operasi Fajar Oddysey untuk melumpuhkan Libya.

    Selain itu, alasan lain tidak menggunakan Raptor tersebut adalah armada tempur udara Libya yang sebenarnya masih kuno. Padahal, F-22 dirancang untuk menjadi mesin dengan keunggulan udara (air superiority) dalam melawan pesawat lain. Mark Gunzinger dari Center for Strategic and Budgetary Analysis, Washington, mengatakan, "Raptor itu mungkin tak diperlukan. Pertahanan Libya tak sedemikian kuat sehingga bisa dilumpuhkan dengan mudah."

    F-22 sendiri merupakan pesawat tempur dengan masa pengembangan yang cukup lama. Prototipe dari pesawat ini diberi nama YF-22, lalu berganti menjadi F/A 22 dan akhirnya disebut F-22. Hingga tahun 2004, sebanyak 51 F-22 telah didistribusikan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Mengapa F-22 Raptor Tak Muncul di Libya?

    Helikopter Chinook RSAF Singgah Ke Lanud Supadio Setelah Berpartisipasi Dalam ARF DIREx


    KUBU RAYA, 23/3 - MENDARAT DI SUPADIO. Beberapa personil helikopter Chinook CH 47SD milik Republic of Singapore Air Force (RSAF) mencek mesin heli ketika singgah di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Selasa (22/3). Dua Helikopter Chinook berpenumpang 28 personil militer itu akan kembali ke negaranya setelah melaksanakan Latihan Bersama Penanggulangan Bencana Alam ARF DIREx di Manado, Sulawesi Utara.


    Seorang anggota Brigade Anjing Satuan Polisi Militer TNI-AU bersiaga di sekitar helikopter Chinook CH 47SD milik Republic of Singapore Air Force (RSAF), yang singgah di Lanud Supadio, Kab. Kubu Raya, Kalbar, Selasa (22/3). Dua Helikopter Chinook berpenumpang 28 personil militer itu akan kembali ke negaranya setelah melaksanakan Latihan Bersama Penanggulangan Bencana Alam ARF DIREx di Manado, Sulawesi Utara.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Helikopter Chinook RSAF Singgah Ke Lanud Supadio Setelah Berpartisipasi Dalam ARF DIREx

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.