ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, May 8, 2010 | 8:26 PM | 0 Comments

    TNI AL Tingkatkan Patroli


    SABANG - TNI AL terus melancarkan patroli di perairan barat Indonesia guna menangkal setiap upaya pelanggaran batas teritorial laut Indonesia. Kepala Staf Gugus Tempur Laut Armada Barat (Guspurlabar), Kolonel Laut (P) H Mintoro Yunianto didampingi Asintel Guspurlabar, Kolonel Laut (P) Paulus Rahmad Wahyudi, mengatakan, patroli itu masih dalam rangka Operasi Arung Pari 10 yang berlangsung selama 180 hari. “Tugas kita menjaga kedaulatan dan meingkatkan pengamanan di wilayah perairan barat Indonesia, ZEE, dan pulau-pula terluar,” tukas Mintoro kepada wartawan, Jumat (7/5). Ditambahkan, operasi ini bertujuan memberi dampak penangkalan terhadap tindak pidana di laut seperti penyelundupan, perompakan, pencurian sumber daya alam, dan pelintas batas teritorial. Kepala Staf Guspurlabar tiba di Sabang Jumat (7/5) pagi, disambut Danlanal Sabang Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono. Sebelum tiba di Sabang, KRI Ahmad Yani menggelar patroli di sepanjang pantai barat Sumatera, meliputi Bengkulu, Sumbar, Sibolga, Simeulu, dan pantai barat Aceh.

    Sumber: SERAMBI NEWS
    Readmore --> TNI AL Tingkatkan Patroli

    India Ingatkan AS Perihal Pakistan


    Perdana Menteri Inggris Gordon Brown (kiri tengah) berbicara dengan Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani di wisma PM di Islamabad, Pakistan, Minggu (14/12). Brown berjanji memberikan lebih banyak dukungan teknis guna membantu Pakistan dan India dalam upaya memberantas terorisme. Kedua negara itu kini berupaya mengatasi terorisme menyusul aksi serangan ke Mumbai, India, akhir November lalu, yang menyebabkan lebih dari 160 orang tewas.


    NEW DELHI, KOMPAS.com - Menteri pertahanan India, Jumat (7/5), memperingatkan Amerika Serikat menyangkut pasokan militer kepada Pakistan. India mengatakan, perangkat keras itu bisa dialihkan untuk menghadapi India.

    Peringatan itu datang setelah Amerika Serikat (AS) Maret lalu mengatakan pihaknya akan mengirim pesawat-pesawat tidak berawak kepada Pakistan dan kurang dari sebulan setelah negara itu mengutarakan rencana untuk mentransfer uang 600 juta dolar AS kepada Islamabad untuk membayar operasi-operasi anti-gerilyawan.

    Menteri Pertahanan India, AK Antony mengemukakan kepada wartawan di New Delhi bahwa peringatan India itu telah disampaikan kepada Washington. "Kendatipun AS memberikan peralatan militer kepada Pakistan untuk memerangi gerilyawan Taliban, kami merasa ada kemungkinan (Pakistan) mengalihkan sebagian besar peralatan itu ke perbatasan India," kata Antony.

    "Kami telah menyampaikan kekhawatiran kami tentang transfer peralatan kepada Pakistan. Kami memberitahu AS bahwa mereka harus hati-hati tentang hal itu," kata menteri pertahanan India itu.

    Pakistan, sekutu penting Washington dalam perangnya melawan kelompok gerilyawan telah memproduksi pesawat-pesawat pengintai tetapi negara itu memberitahu AS Maret lalu bahwa pihaknya menginginkan pesawat buatan AS yang canggih. Pentagon kemudian mengatakan pihaknya akan mengirim dalam waktu setahun sekitar 12 pesawat tidak berawak ke Islamabad untuk membantu operasinya terhadap gerilyawan Al Qaeda dan Taliban di Pakistan.

    Militer India menegaskan beberapa perangkat keras yang dipasok AS dan dana sebagian telah dialihkan oleh Pakistan agaknya untuk menunjang persenjataannya menghadapi tetangga Asia Selatannya. Kedua negara itu terlibat tiga kali perang sejak merdeka dari Inggris tahun 1947 dan nyaris terlibat konflik senjata keempat tahun 2001 setelah serangan terhadap kompleks parlemen nasional India oleh pria-pria bersenjata yang India salahkan pada Pakistan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> India Ingatkan AS Perihal Pakistan

    Lebanon Tuduh Kolonel Mata-Mata Israel

    Para pendukung Hizbullah, Lebanon memperingati ulang tahun kedua pembunuhan komandan Hizbullah Imad Mughnieh, yang tewas dalam pemboman mobil di ibukota Suriah Damaskus dua tahun lalu.


    BEIRUT, KOMPAS.com - Jaksa Lebanon, Jumat (7/5), menuduh seorang kolonel angkatan darat melakukan kegiatan mata-mata untuk Israel dan menyerahkan kasus itu ke pengadilan militer.

    Beberapa sumber keamanan mengatakan bahwa Kolonel Gazwan Shahin, perwira keempat yang ditahan atas tuduhan spionase sejak tahun lalu, ditangkap beberapa bulan lalu. Sebuah sumber keamanan mengatakan, Shahin memberi badan spionase Israel gambar, informasi dan koordinat pos-pos militer dan sipil selama dan setelah perang 34 hari pada 2006 antara Hezbullah dan Israel.

    Penyelidikan atas kegiatan mata-mata untuk Israel telah mengarah pada penangkapan lebih dari 50 orang sejak tahun lalu, termasuk seorang mantan brigadir jenderal di direktorat keamanan umum. Lebih dari 20 orang telah dituntut secara resmi.

    Lebanon, yang masih berada dalam keadaan perang dengan Israel, menyebut penangkapan-penangkapan itu sebagai pukulan besar bagi jaringan spionase Israel di negara tersebut. Hezbullah menyerukan hukuman mati bagi semua tersangka yang terbukti melakukan tindakan mata-mata untuk Israel.

    Salah seorang dari para tersangka itu mengaku membantu pembunuhan seorang komandan Hezbullah tahun 2004.

    Israel belum memberikan komentar mengenai penangkapan-penangkapan itu. Pengadilan-pengadilan Lebanon menjatuhkan hukuman yang dianggap kalangan luas sebagai ringan terhadap warga yang terbukti bekerja sama dengan pasukan pendudukan Israel dan milisi-milisi lokalnya setelah negara Yahudi itu mengakhiri pendudukan 22 tahun di wilayah Lebanon selatan yang berpenduduk mayoritas Syiah pada Mei 2000.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Lebanon Tuduh Kolonel Mata-Mata Israel

    Pangeran Harry Siap Terbangkan Helikopter Tempur Apache


    LONDON--Pemimpin Militer Inggris memilih Pangeran Harry untuk dilatih sebagai salah satu pilot helikopter tempur Apache, sebagai langkah untuk meningkatkan harapan dari putra Pangeran Charles itu untuk kembali bertugas di lini depan di Afganistan. Demikian pernyataan resmi, Jumat (7/5).

    Pangeran Harry diharapkan akan menerima penghargaan sebagi pilot dari Ayahnya, Jumat mendatang (14/5).

    "Masih ada bentangan gunung tinggi yang harus saya panjat jika ingin lulus dari kursus pelatihan Apache," ujar Harry dalam sebuah pernyataan dari kantornya di London.

    "Sejujurnya, saya pikir hal itu adalah salah satu tantangan terbesar dalam hidup saya selama ini," tambahnya.

    "Namun, saya sudah bertekad kuat, saya juga tidak ingi mengecewakan orang yang sudah mempercayai kemampuan saya untuk operasi penerbangan itu," tutur Harry.

    Pangeran Harry yang berada di garis ketiga di kerajaan Inggris juga dikenal sebagai Letnan Harry Wales, berhasil menuntaskan pelatihan helikopter dasar bulan lalu.

    Hal itu membuatnya berhak untuk memilih pelatihan lanjutan antara helikopter tempur, Apache atau Lynx. Pihak Angkatan Darat menyatakan, kemampuan Pangeran Harry sangat cocok untuk Apache yang didesain untuk mencari dan menghancurkan tank.

    Helikopter Apache sering digunakan di Afganistan untuk menyerang musuh yang berada di darat sekaligus melindungi helikopter dengan beban berat.

    Pangeran Harry tidak pernah berusaha menyembunyikan keinginannya untuk kembali berada di garis depan Afganistan.

    Dia pernah ditolak ke Iraq karena pihak Militer Inggris mengatakan hal itu terlalu berbahaya. Kemudian, Pangeran Harry bertugas di Afganistan pada tahun 2008 sebagai salah satu pengontrol udara pertempuran, namun segera dihentikan, setelah diketahui media.

    Memiliki kemampuan penerbangan memang sudah mendarahdaging bagi keluarga bangsawan Inggris tersebut. Pangeran William, kakak Pangeran Harry belajar untuk menerbangkan helikopter pencari dan penyelamat.

    Kemudian, Pangeran Charles dikenal sebagai pilot helikopter pada tahun 1974 serta pamannya, Pangeran Andrew menerbangkan helikopter Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada Perang Falkland.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Pangeran Harry Siap Terbangkan Helikopter Tempur Apache

    Friday, May 7, 2010 | 11:06 PM | 0 Comments

    Helikopter IRAN lebih hebat dari helikopter Cobra milik USA


    Sumber militer Israel mengatakan bahwa Iran Toufan (badai) meluncurkan helikopter selama latihan angkatan laut Iran selama 8 hari sangat ditingkatkan dan lebih baik daripada Cobra AS.

    Iran membuat Cobra helikopter lepas landas dan mendarat di Iran, Äôs merupakan kekuatan tempur tentara angkatan laut selama fase dari permainan perang di Straight of Hormuz dan Laut Oman, berhasil melaksanakan operasi taktis. Mereka menyerang dan menembak jatuh permukaan dan sub-permukaan target musuh pada hari kedua latihan angkatan laut yang disebut (Velayat-89) pada hari Kamis.

    helikopter tempur Iran juga dikirim ke daerah itu bertindak untuk sebagai penutup untuk helikopter Cobra selama operasi taktis di perairan teritorial Iran.

    Situs Debkafile mengutip sumber-sumber militer Israel mengatakan bahwa jika Iran memang dirancang senjata dari jenis dan kualitas (Toufan), itu telah datang dengan jawaban yang kuat untuk AS dan Israel. Rudal jelajah, merupakan ancaman Äúbiggest, AU Iran fasilitas nuklir dalam serangan militer.

    Angkatan Udara Iran telah menerima 10 helikopter baru "serangan helikopter Toufan" berdasarkan desain Bell AH-1K Laut Cobra. Setelah mempelajari foto-foto, sumber militer Barat mengatakan versi Iran telah sangat ditingkatkan dibandingkan dengan yang asli.

    sumber-sumber intelijen Debkafile juga dicatat bahwa AU Iran di Badar Base untuk pesawat ringan dan helikopter di Esfahan, Iran tengah yang bisa menampung 1.000 kendaraan militer udara dari berbagai jenis, dan merupakan pangkalan udara terbesar dari jenisnya di Timur Tengah dan Asia Barat Daya.

    Iran juga berhasil melakukan operasi intersepsi oleh drones pada hari Kamis. drone surveilans Flying dapat mengumpulkan informasi tentang kekuatan musuh hipotetis.

    Menteri Pertahanan Iran Brigjen. Jenderal Ahmad Vahidi juga mengumumkan pada hari Rabu pengembangan "Mesbah 1" (Lentera), sistem pertahanan udara baru untuk melawan pesawat, rudal jelajah, helikopter dan ancaman rendah ketinggian lainnya. Dia mengatakan sistem baru, yang mampu menembak, Äúfour ribu putaran per menit,, AU memiliki fitur unik yang membedakannya dari yang lain sistem pertahanan udara yang sama.

    Sistem baru ini dilengkapi dengan radar intersepsi tiga-dimensi dan sistem panduan optik, tambahnya.

    Sementara itu dan menurut kantor berita Fars, Iran kapal perusak Angkatan Laut disertai dengan frigat dan kapal selam dilakukan manuver misi pengintaian selama hari Kamis.

    Laksamana Qassem Rostam Abadi, juru bicara manuver ", mengatakan misi pengintai itu bertujuan untuk mengamankan rute pengiriman Iran di Laut Oman. Pasukan Iran dijadwalkan untuk melakukan perang elektronik dan anti-elektronik dan mengumpulkan informasi radar di kawasan itu, pejabat militer ditambah.

    Sementara itu, Brigadir Jenderal Kiumars Ahadi - komandan lain dengan Militer Iran - mengatakan, pasukan dan peralatan militer akan dikirim ke daerah tersebut selama latihan melalui operasi khusus.

    Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Habibollah Sayyari mengatakan sebelumnya bahwa dengan memegang manuver itu, Teheran berusaha mengirim pesan "perdamaian dan persahabatan" untuk negara-negara regional.

    Akhir bulan lalu, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menggelar empat hari manuver di Teluk Persia dan Selat Hormuz, rudal pengujian dan speedboat baru mampu menghancurkan kapal musuh.

    Sumber: Al-Manar/@MIK
    Readmore --> Helikopter IRAN lebih hebat dari helikopter Cobra milik USA

    Kapal Korsel Karam akibat Terpedo


    SEOUL--MI: Para penyelidik kapal angkatan laut Korea Selatan yang karam dan menelan banyak korban pada Maret dekat Korea Utara menyimpulkan, bahwa terpedo menjadi penyebab ledakan yang merusak kapal perang tersebut.

    Tim Korea Selatan dan para penyelidik asing menemukan jejak ledakan-ledakan yang digunakan dalam terpedo pada beberapa bagian kapal yang tenggelam itu, di samping kepingan-kepingan logam yang digunakan dalam senjata sejenis itu, kata kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengutip seorang penjabat senior pemerintah, Jumat (7/5).

    Para penjabat Korea Selatan secara tidak resmi menuduh Korea Utara, namun hanya sedikit rahasia yang mereka miliki tentang keterlibatan Pyongyang terkait tenggelamnya korvet Cheonan berbobot 1.200 ton itu.

    Peristiwa itu terjadi di dekat perbatasan laut yang mereka sengketakan, diduga sebagai balasan atas serangan yang membuat terbakarnya kapal angkatan laut Korut tahun lalu.

    Serpihan logam dan residu kimia yang ditemukan sama seperti jenis terpedo buatan Jerman. Ini mengisyaratkan bahwa Korut diduga sedang berusaha menyimpangkan keterlibatannya dengan menghindarkan senjata buatan China sekutunya dan Rusia, kata Yonhap mengutip penjabat itu.

    Korea Utara telah membantah keterlibatannya dan menuduh pemerintah Presiden Korsel Lee Myung-Bak berupaya menggunakan insiden itu untuk meraih dukungan politik menjelang pemilihan lokal Juni depan.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Kapal Korsel Karam akibat Terpedo

    Tunjangan Prajurit Perbatasan Akhirnya Cair


    JAKARTA--MI: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui APBN Perubahan yang diajukan oleh pemerintah, khususnya terkait alokasi untuk Kementerian Pertahanan dan TNI sebesar Rp680 miliar. Salah satu program yang akan dibiayai oleh APBN-P tersebut adalah pemberian tunjangan bagi prajurit yang bertugas di perbatasan serta pulau kecil dan terluar.

    Itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari F-PDIP Tb Hasanuddin kepada Media Indonesia di Jakarta, Jumat (7/5). "Total APBN-P yang disetujui adalah Rp680 miliar. Salah satunya adalah untuk insentif bagi prajurit yang bertugas di perbatasan dan pulau-pulau terluar dan terpencil," ujarnya.

    Ia menyebut, total anggaran yang tersedot dari APBN-P untuk tunjangan perbatasan tersebut mencapai Rp179 miliar. Nominal itu untuk membiayai 9.709 prajurit dan PNS berdasarkan data yang tercatat di Kementerian Pertahanan. Dengan demikian, Kementerian Pertahanan sudah melaksanakan tugas yang terdaftar dalam program seratus hari KIB II. "Itu merupakan prioritas dari pemerintah," sambungnya.

    Peraturan Menkeu Nomor S-15/MK.02/2010 sebelumnya terbit sebagai dasar perhitungan bagi pemberian tunjangan perbatasan. Pertama, prajurit TNI dan PNS yang tinggal di pulau terpencil tanpa penduduk ditingkatkan sebesar 150 persen dari gaji pokok. Kedua, prajurit TNI dan PNS yang tinggal di pulau-pulau kecil terluar berpenduduk ditingkatkan 100 persen dari gaji pokok dan 75 persen bagi prajurit yang berada di perbatasan. Ketiga, prajurit TNI dan PNS yang bertugas di wilayah udara dan laut serta beroperasi di pulau-pulau kecil terluar ditingkatkan hingga 50 persen dari gaji pokok.

    Meski demikian, pemerintah masih mengeluhkan keterbatasan anggaran perawatan dan pemeliharaan alutsista karena tidak seluruh usulan APBN-P yang diajukan dikabulkan. Pemerintah sebelumnya meminta tambahan sebesar Rp2 triliun untuk dapat mendukung pembiayaan perawatan alutsista yang dimiliki TNI. Atas hal ini, Hasanuddin menyatakan bahwa DPR sudah berupaya untuk meloloskan seluruhnya.

    Itu terlihat dari jumlah anggaran yang sebelumnya disetujui hanya Rp380 miliar meningkat hingga hampir seratus persen. "Kami sudah memperjuangkan. Tadinya hanya akan disetujui Rp380 miliar tapi akhirnya sampai Rp680 miliar. DPR sebenarnya menilai permintaan penambahan anggaran yang diajukan Kemenhan itu (Rp2 triliun) wajar. Hanya, pemerintah mungkin melihat prioritas berbeda. Anggaran yang diajukan juga sudah dirinci hingga satuan tiga supaya DPR mudah mengeceknya," tandasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Tunjangan Prajurit Perbatasan Akhirnya Cair

    Menhan RI Lakukan Kunjungan Kehormatan ke Singapura


    Singapura, DMC - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro melakukan rangkaian kunjungan kehormatan ke Singapura selama dua hari, Jumat dan Sabtu (6-7/5). Kunjungan Menhan kali ini dimaksudkan dalam rangka untuk mempererat dan meningkatkan hubungan kerjasama RI dengan Singapura khususnya kerjasama di bidang pertahanan.

    Dalam kunjungannya ke Singapura, Menhan RI melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Wakil Perdana Menteri Singapura Shanmugam Jayakumar, dilanjutkan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Singapura SR Nathan, Jum’at (7/5) di Istana Kepresidenan Singapura.

    Turut mendampingi Menhan RI antara lain Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Syarifudin Tippe, S.Ip, M.Si, Staf Ahli Menhan Bidang Indtek Prof. Dr. Ir. Eddy Sumarno Siradj, M.Sc, Dirkersin Ditjen Stahan Kemhan Brigjen TNI (Mar) Ir. Syaiful Anwar, M.Bus, MA dan Athan RI di Singapura.

    Sebelumnya pada hari Kamis (6/5) Menhan RI juga melakukan kunjungan dan peninjauan ke Singapore Technologies Kinetics (ST Kinetics). ST Kinetics adalah salah satu perusahaan terkemuka di Asia yang memproduksi kendaraan khusus untuk pertahanan. Selain itu Menhan RI juga melakukan kunjungan dan peninjauan ke Pangkalan Udara Paya Lebar.

    Hubungan pertahanan antara RI dengan Singapura telah dirintis sejak lama melalui kunjungan para pejabat, pertukaran siswa, pendidikan dan latihan, operasi oleh ketiga angkatan, namun saat kedua negara belum memiliki MoU sebagai payung dalam bidang pertahanan.

    Melalui kunjungan ini diharapkan kerjasama pertahanan yang terjalin selama ini antara kedua negara dapat terus ditingkatkan. Kerjasama di bidang pertahanan yang perlu ditingkatkan diantaranya bidang patroli maritim bersama keamanan di perbatasan kedua negara, patroli terkoordinasi khususnya di Selat Malaka, baik patroli laut maupun udara dan kerjasama di bidang pendidikan antara Angkatan Bersenjata dari kedua negara.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Menhan RI Lakukan Kunjungan Kehormatan ke Singapura

    Kemhan Komitmen Kembangkan Industri Pertahanan Non Alutsista


    Jakarta, DMC - Menteri Pertahanan mengatakan, dalam rangka mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri, selain memberdayakan dan mengembangkan industri pertahanan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) untuk pemenuhan kebutuhan TNI, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan juga berkomitmen mengembangkan industri pertahanan non Alutsista.

    “Komitemen kita ada untuk kembangkan industri pertahanan non Alutsista”, ungkap Menhan Purnomo Yusgiantoro saat menerima Asosiasi Industri Pertahanan Non Alutsista (IPNAS), Rabu (5/5) di kantor Kemhan, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut, Wamenhan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin dan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI dan Angkatan.

    Lebih lanjut Menhan mengatakan, selain komitmen dari Kemhan, Mabes TNI juga pastinya akan berkomitmen untuk menggunakan produk – produk IPNAS. Saat ini dalam pengadaan Alutsista, TNI sudah memprioritaskan menggunakan produk industri pertahanan dalam negeri. Sedangkan untuk pengadaan non Alutsista, pastinya juga tidak diragukan lagi bahwa TNI akan membuka domestic market untuk mendukung perkembangan IPNAS.

    Menhan menegaskan bahwa semua pihak juga harus ikut berkomitmen untuk mengembangkan IPNAS sebagai bagian dalam rangka mendorong pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri. “IPNAS adalah bagian dari industri pertahanan, dan ini semua sejalan dengan program pemerintah dimana pemerintah ingin menggalakan industri pertahanan”, tambah Menhan.

    Selain itu, menurut Menhan dengan memberdayakan dan mengembangkan IPNAS berarti juga ikut membesarkan industri dalam negeri yang tentunya akan memberikan kegiatan ekonomi, membuka lapangan kerja dan pada akhirnya akan mengurangi angka kemiskinan.

    Senada dengan Menhan, Ketua Asosiasi IPNAS Mburak Ginting mengatakan, bahwa keberadaan industri pertahanan non Alutsista dari swasta ini sebenarnya juga telah menunjang program pemerintah dalam rangka menumbuhkan kegiatan ekonoomi, membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran sekaligus pengentasan kemiskinan.

    Ketua Asosiasi IPNAS menjelaskan, sejak dibentuk pada tahun 2007 sampai dengan sekarang, dalam kurun waktu tiga tahun kegiatan IPNAS sudah sangat memadai, baik pada tingkat nasional maupun internasional diantaranya yaitu memberikan dukungan logistik kepada pasukan perdamaian PBB dan lain sebagainya.

    Untuk itu, lebih lanjut Ketua Asosiasi IPNAS menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kemhan dan Mebes TNI yang telah memberikan dorongan sehingga IPNAS dapat berkembang dan menghasilkan produk – produk sesuai standar operasional.

    Ketua Asosiasi IPNAS berharap, komunikasi antara Asosiasi IPNAS, Kemhan dan Mabes TNI diharapkan terus terjalin lebih baik dalam rangka saling membangun kerjasama yang konstruktif, sehingga dimasa mendatang IPNAS lebih mampu lagi untuk memantapkan kualitasnya.


    Asosiasi Industri Pertahanan Non Alutsista (IPNAS)


    Asosiasi IPNAS adalah suatu wadah atau asosiasi yang berisikan produsen perlengkapan non alutsista baik untuk keperluan perorangan maupun satuan, untuk kebutuhan militer maupun organisasi sejenisnya. Asosiasi IPNAS dibentuk dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan industri non alutsista untuk mendukung kebijakan dan program kemandirian industri pertahanan

    Asosiasi IPNAS ini mempunyai visi yaitu mewujudkan kemandirian non alutsista dalam mendukung kepentingan pertahanan. Sedangkan misinya adalah, pertama mendukung penguatan industri nasional, penyediaan lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Kedua mengembangkan dan memanfaatkan produk industri non alutsista dalam negeri untuk kepentingan petahanan negara. Dan ketiga menerapkan Iptek untuk mengembangkan kualitas produk yang mampu bersaing untuk produk luar negeri.

    Asosiasi IPNAS beranggotakan perusahaan swasta dalam negeri yang memproduksi perlengkapan non Alutsista antara lain PT. Multi Indo Sentosa : perlengkapan perorangan, PT. Armylis Kusuma Putra : perlengkapan pendukung Alutsista, PT. Batara Indra : konserven, PT. Bumi Putera Industri : perlengkapan KLP / BBP, PT. Intra Fajar : perlengkapan perorangan, PT. Jangkar Nusantara Megah : ransum tempur, PT. Goeno : perlengkapan satuan lapangan / tenda, PT. Mitra Agung Antasco : sepatu dinas lapangan, PT. Paramartha Dharmaguna : pemanas perorangan, PT. Mancawahana Bhakti : perlengkapan pendukung Alutsista, PT. Subur Sakti Putra : peralatan telekomunikasi, PT. Damar Delapan Utama : pelumas khusus, PT. Green World Nusantara : peralatan energi terbarukan, PT. Patria Damareka : perlengkapan pendukung Alutsista.

    Produk – produk dari IPNAS pemasarannya baik untuk keperluan domestik yaitu Mabes TNI dan Angkatan, juga telah menembus pasar internasional antara lain untuk keperluan pasukan perdamaian PBB, negara – negara Asean, Papua New Guinea dan Timor Leste.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Kemhan Komitmen Kembangkan Industri Pertahanan Non Alutsista

    TNI AL Perketat Pemantauan Pulau Terluar



    MATARAM (Suara Karya): TNI AL memperketat pengamanan pulau terluar. Seperti dilakukan Satuan TNI di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram, yang akan menggelar operasi pemantauan daratan yang ada di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengetahui kondisi pulau-pulau tersebut.

    "Kegiatan pemantuan itu sebagai bentuk kolaborasi. Kalau patroli rutin setiap hari kami laksanakan. Tetapi mengajak unsur muspida melihat kondisi pulau terluar di perairan NTB, mugkin ini baru pertama kali," kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Mataram Kolonel Marinir Budi Purnama, di Mataram, Kamis (6/5).

    Namun, tutur dia, rencana oprasi pemantauan pulau terluar di perairan NTB belum bisa dipastikan pelaksanaannya karena masih menunggu koordinasi dukungan kapal besar dari Pimpinan TNI AL.

    Selain itu, pihaknya juga tidak memiliki anggaran khusus untuk operasi dan akan menggunakan anggaran rutin patroli sehari-hari yang dilaksanakan oleh TNI AL. "Rencana ini sudah kita laporkan ke Pimpinan TNI AL dan mudah-mudahan mendapat dukungan dan respon yang baik," ujarnya.

    Ia mengatakan, operasi pemantauan pulau-pulau terluar bersama unsur Muspida NTB, akan difokuskan di perairan utara pulau Lombok, sedangkan di wilayah perairan selatan pulau Lombok belum bisa dilaksanakan karena membutuhkan kapal besar untuk menghadapi gelombang tinggi.

    Menurut dia, meskipun pulau terluar yang ada di perairan utara pulau Lombok tidak berbatasan langsung dengan negara lain seperti di perairan selatan yang berbatasan dengan Australia, namun dipandang perlu untuk diketahui bagaimana kondisi yang sebenarnya.

    "Kalau ke utara saya kira tidak terlalu riskan dengan masalah perbatasan, hanya memang perlu kita lihat seperti apa kondisi sesungguhnya," ujarnya.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> TNI AL Perketat Pemantauan Pulau Terluar

    PT DI mengembangkan pesawat baru untuk 19 kursi


    Dirgantara Indonesia (PT. DI) sedang mengembangkan sebuah pesawat turboprop 19-kursi baru, N219.

    harga N219 sekitar $ 3,5 juta, dan sedang dipasarkan sebagian besar ke operator charter kecil yang memerlukan pesawat kaut dan handal dan harganya terjangkau, kata direktur PT. DI dari aero-struktur Andi Alisjahbana.

    N219 memiliki tiga tempat duduk sejajar dan salah satu kabin penumpang terbesar di kelasnya, ia menambahkan.

    Indonesia merupakan negara kepulauan dari 17.000 pulau sehingga ada permintaan besar untuk perjalanan udara, kata Alisjahbana.

    Pesawat ini akan memiliki sayap yang lebih besar daripada rata-rata dan "kita akan menjadi sayap runcing", tambahnya.

    berat maksimum pesawat pada waktu lepas landas akan sekitar 7t dan payload maksimum, penumpang dan bagasi, akan 2.5t, katanya. PT.DI memastikan pesawat N219 bisa mendarat di landasan pacu lebih pendek dari 600 (1.967 kaki).

    rendah tinggi sayap lepas landas dan pendaratan pesawat akan didukung oleh dua mesin turboprop 850-900hp dan pabriknya kemungkinan untuk memilih Pratt & Whitney Canada PT6, kata Alisjahbana.

    Saat ini PT. DI belum memutuskan untuk tipe avioniknya tetapi kemungkinan akan memilih antara G1000 Garmin dan sistem Honeywell Apex, katanya.

    N219 akan menjadi Bagian 23, daripada pesawat Bagian 25,, ia menambahkan.

    PT.DI belum menetapkan jangka waktu untuk program tapi Alisjahbana mengatakan akan mengambil tiga tahun untuk mengembangkan, membangun dan mendapatkan sertifikat pesawat tersebut.

    Kata Alisjahbana untuk mengantisipasi PT.DI akan membutuhkan 30 pesawat untuk memulai program ini. PT.DI melakukan roadshow penjualan di seluruh Indonesia.

    PT.DI akan fokus untuk mendapatkan sertifikasi Indonesia dan PT.DI berencana untuk memperoleh sertifikasi FAA atau EASA untuk N219, kata Alisjahbana.

    Sehingga pesawat bisa dijual di negara-negara Asia Tenggara dan lainnya karena mereka mengakui proses sertifikasi di Indonesia, ia menambahkan.

    PT.DI juga memproduksi CASA 212-200 di bawah lisensi dari CASA Spanyol tetapi N219 sedang dikembangkan sendiri oleh PT.DI.

    CASA 212-200 terdiri dari 25 Bagian pesawat 24 penumpang, kata Alisjahbana.

    Irzal Rinaldi Zailani, mengatakan PT.DI memiliki MoU untuk memproduksi enam lebih CASA 212-200 sebelum izin 212-200 izin berakhir.

    Ia juga memiliki perjanjian dengan CASA untuk memproduksi model terbaru, 212-400, katanya.

    Pada tahun 2008, Indonesia carrier milik negara Merpati Nusantara menandatangani perjanjian untuk 10 212-400-an dengan PT.DI, kata Irzal.

    PT.DI berencana untuk membuat 212-400 terutama untuk pelanggan asing, dan N219 untuk pasar lokal, ia menambahkan.

    Sumber: @MIK/FlightGlobal
    Readmore --> PT DI mengembangkan pesawat baru untuk 19 kursi

    Indonesia Siapkan KRI Kaisiepo ke Lebanon



    Jakarta, Kompas - Pemerintah Republik Indonesia menyiapkan Kapal Republik Indonesia Frans Kaisiepo nomor lambung 368 untuk menyertai gugus tugas maritim untuk United Nation Interim Forces in Lebanon di perbatasan laut Lebanon-Israel. Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes TNI Kolonel (AD) Prakoso yang dihubungi, Kamis (6/5), menjelaskan, KRI Frans Kaisiepo bertugas menggantikan KRI 365 Diponegoro.

    ”KRI Diponegoro sudah setahun bertugas di Lebanon. Keberangkatan KRI Frans Kaisiepo tinggal menunggu persetujuan Panglima TNI,” kata Prakoso.

    Wilayah patroli Maritime Taskforce UNIFIL berada di sekitar Kota Pelabuhan Tyre dan Al Naqura di perbatasan Lebanon-Israel.

    Mayor Ari Yulianto, perwira Kopassus yang bertugas di misi UNIFIL tahun 2006, dalam buku Lebanon, Pra-Pasca Perang 34 Hari Israel Vs Hisbullah terbitan Gramedia Pustaka Utama, Januari tahun 2010, mencatat, wilayah Lebanon selatan yang bergejolak mencakup kawasan seluas 2.000 kilometer persegi dengan penduduk sekitar 360.000 jiwa. Penduduk terbagi dalam komunitas Sunni, Syiah, Ortodoks, Katolik, Armenia, dan Protestan. Terdapat dua kota besar di Lebanon selatan, yakni Sidon atau Saida dan Tyre.

    Banyak lokasi pertanian terbengkalai karena sisa ranjau dan klaster bom peninggalan pendudukan militer Israel di Lebanon selatan. Bahan peledak tersebut banyak memakan korban warga sipil Lebanon.

    Kapal perang baru

    KRI 368 Frans Kaisiepo memiliki awak seratus orang yang menghimpun perwira, bintara, dan tamtama. Kapal tersebut merupakan salah satu korvet terbaru jenis Sigma yang dibuat di galangan Schelde, Vlissingen, Kerajaan Belanda, dan diserahkan kepada Pemerintah RI pada Mei 2009.

    KRI 368 Frans Kaisiepo direncanakan bertugas selama setahun di perairan Lebanon. Selain di perairan, personel TNI AL juga terlibat dalam Kontingen Garuda XXIII di daratan Lebanon selatan yang berbatasan dengan Israel dan Suriah.

    Kapal tersebut memiliki bobot 1.700 ton, panjang 90,71 meter, lebar 13,2 meter, dan kecepatan maksimum 28 knots.

    Adapun KRI Diponegoro yang digantikan juga berasal dari kelas Sigma yang dibuat di galangan Schelde, Vlissingen, Kerajaan Belanda.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Indonesia Siapkan KRI Kaisiepo ke Lebanon

    Thursday, May 6, 2010 | 8:17 PM | 0 Comments

    Rusia Segera Bangun Proyek Satelit di Biak


    Illustrasi

    VIVAnews - Rusia tetap berharap bisa segera membangun pusat peluncuran satelit di Pulau Biak, Papua. Namun, proyek itu terus "mengapung" selama bertahun-tahun karena belum tuntasnya kesepakatan antar pemerintah kedua negara menyangkut hal teknis, misalnya menyangkut jaminan perlindungan teknologi roket.

    Demikian menurut Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov. Menurut Ivanov, proyek yang siap dikerjakan oleh perusahaan Russian Air Launch Aerospace tersebut belum bisa diimplementasikan karena belum tercapai kesepakatan final mengenai "missile technology safeguard" antara pemerintah Indonesia dan Rusia.

    Rusia siap melaksanakan proyek itu kapan saja bila perjanjian telah ditandatangani. Sekarang, semua tergantung pada pemerintah Indonesia.

    "Saya hanya bisa bilang kalau bola ada di tangan Indonesia. Semua tergantung pada Indonesia, kami [bahkan] siap mengimplementasikannya besok kalau perjanjian telah tercapai dan ditandatangani," kata Ivanov di Pusat Kebudayaan Rusia, Jakarta, Kamis 6 Mei 2010.

    Ivanov mengatakan, dia sudah mengunjungi Pulau Biak dan berbicara dengan pemimpin suku setempat. "Saya jelaskan bahwa implementasi proyek ini akan membuka peluang yang sangat baik bagi penduduk lokal karena mereka akan terlibat dalam pembangunan infrastruktur, mereka akan dapat pekerjaan, belajar profesi baru, dan terlebih lagi Rusia juga akan membangun sekolah dan rumah sakit di sana yang akan sangat berguna bagi penduduk lokal," terang Ivanov.

    Menurut dia, bila terwujud, perusahaan lokal juga akan dilibatkan dalam proyek itu.

    Negosiasi mengenai kesepakatan yang belum dituntaskan tersebut, kata Ivanov, sedang berlangsung.

    Pasalnya, Rusia merupakan anggota dari mekanisme internasional yang mengatur perlindungan teknologi roket atau rudal (Missile Technology Control Regime), sedangkan Indonesia tidak masuk dalam mekanisme itu. Maka, harus ada semacam kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Rusia.

    "Saya kira kalau kesepakatan itu telah ditandatangani, kita bisa mulai implementasi praktis dari proyek yang sangat penting ini karena bila ini sudah diimplementasikan, Indonesia akan menjadi space state [negara yang mampu meluncurkan program ke luar angkasa]," kata Ivanov.

    Posisi Pulau Biak sangat dekat dengan dengan garis khatulistiwa. Maka Rusia memandang peluncuran dari Biak dapat menghemat biaya lebih murah delapan hingga sepuluh kali lipat.

    "Kami di Rusia punya teknologi unik untuk peluncuran satelit komersial bukan dari permukaan Bumi, tetapi dari sebuah pesawat yang sangat besar, sangat ramah lingkungan, dan berbiaya efektif. Itulah kenapa kami mengajukan pada Indonesia untuk melaksanakan proyek tersebut," kata Ivanov.

    Sumber: VIVA NEWS
    Readmore --> Rusia Segera Bangun Proyek Satelit di Biak

    Kapal Perang Rusia Bebaskan Tanker


    NAIROBI, KOMPAS.com - Kapal tempur Rusia telah membebaskan kapal tanker berbendera Liberia yang dibajak perompak Somalia, demikian dikatakan Angkatan Laut Uni Eropa, Kamis (6/5/2010).

    Jurubicara Angkatan Laut Uni Eropa, John Harbour mengatakan kapal tempur Rusia, Marshal Shaposhidov, dilaporkan sedang berlayar berkecepatan tinggi menuju ke posisi pembajakan.

    "Pada pagi hari, Marshal Shaposhnikov tiba di posisi tanker minyak Moscow University dan mengirim satu helikopter untuk menyelidiki. Helikopter tersebut sempat ditembak oleh pembajak yang menahan kapal tanker itu," kata Harbour.

    Kapal tanker berbendera Liberia yang dioperasikan warga Rusia itu dibajak sekitar 350 mil laut dari Socatra.

    Dilaporkan, para awak mengunci diri mereka di dalam ruang kemudi dan satu pesawat patroli maritim sempat mengontak para awak beberapa jam kemudian untuk mengkonfirmasi keselamatan mereka.

    "Angkatan Laut Uni Eropa di kawasan itu menawarkan bantuan kepada kapal Rusia itu dan pesawat patroli maritim Angkatan Laut Uni Eropa membuat tanda peringatan untuk bantuan operasi," kata Harbour.

    Ia mengatakan kapal perang Rusia, yang telah mengetahui para awak telah berada dalam keadaan aman di ruang terkunci, pun melepaskan tembakan kepada para pembajak.

    "Sesaat kemudian, kapal tempur Rusia itu berhasil merapat ke kapal tanker tersebut, menangkap semua perompak dan membebaskan para awak. Semua awak selamat dan dalam kondisi sehat," katanya.

    Serangan-serangan perompak di lepas pantai Somalia masih terus berlangsung kendati sejumlah kapal tempur Angkatan Laut NATO, Uni Eropa, Rusia, China dan Korea Utara dikerahkan ke kawasan itu untuk melindungi kapal-kapal di salah satu kawasan pelayaran tersibuk di dunia itu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kapal Perang Rusia Bebaskan Tanker

    DENPOM VI/4 PONTIANAK, MELAKSANAKAN LATIHAN TAKTIK BERTEMPUR


    KODAM VI/TPR (6/5),- Detasemen Polisi Militer VI/4 Pontianak yang merupakan satuan penegak hukum, disiplin dan tata tertib TNI-AD di wilayah Kalimantan Barat tidak mau kalah dengan satuan-satuan lainnya yang ada di jajaran Korem 121/Abw.

    Minggu militer di Denpom VI/4 Pontianak yang diisi dengan kegiatan sosialisasi taktik bertempur baru yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tentang taktik tempur bagi prajurit Kodam VI/Tpr khususnya Denpom VI/4 Pontianak guna mengoptimalkan tugas pokok satuan. Sehingga dapat menjadikan prajurit yang lebih profesional dalam menghadapi tugas-tugasnya yang dihadapkan dengan tuntutan tugas, perkembangan tehnologi serta pengaruh global pada saat ini.

    Materi yang diberikan selama minggu militer kepada seluruh prajurit Denpom VI/4 Pontianak berupa tehnik gerakan perorangan dan kelompok yang terdiri dari tehnik gerakan, tanda isyarat, memberikan pertolongan dalam pertempuran perkotaan.

    Tehnik bergerak di daerah pemukiman dan perkotaan, daerah bahaya, pembersihan bangunan/rumah, mengatasi rintangan di daerah pemukiman dan menembak di dalam daerah pemukiman, seluruh prajurit Denpom VI/4 Pontianak juga mendapat pengetahuan tentang cara pemeriksaan personil/materiil yang terdiri dari pengamanan, pemeriksaan tawanan dan pengamanan pemeriksaan materiil, serta tehnik serbuan di ruangan

    Sumber: TNI
    Readmore --> DENPOM VI/4 PONTIANAK, MELAKSANAKAN LATIHAN TAKTIK BERTEMPUR

    Unifil: Di Lebanon Tak Ada Rudal Scud


    illustrasi Rudal Scud


    BEIRUT, KOMPAS.com - Komandan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) Jenderal Alberto Asarta Cuevas menekankan dalam pernyataan yang disiarkan Rabu (5/5/2010) bahwa tak ada bukti Suriah telah mengirim rudal Scud kepada Hizbullah.

    "Kami memiliki sebanyak 12.000 prajurit dan tiga brigade Angkatan Darat Lebanon di satu daerah kecil. Kami tak melihat apa pun," kata Asarta Cuevas kepada harian An Nahar.

    "Rudal Scud itu besar. Saya yakin tak ada Scud karena sangat sulit untuk menyembunyikannya," tambahnya.

    Presiden Israel Shimon Peres pada April menuduh Suriah memasok Hizbullah dengan rudal jarak-jauh Scud, tuduhan yang dibantah dengan keras oleh Damaskus, sementara kelompok Syiah yang bersenjata itu menolak untuk mengkonfirmasi atau membantahnya.

    Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton memperingatkan Presiden Suriah Bashar Al-Assad mengenai risiko memicu perang regional kalau ia memasok Hizbullah dengan rudal tersebut.

    Ketika ditanya mengenai kemungkinan meletusnya perang baru, komandan UNIFIL itu mengatakan tak ada keinginan untuk menyebabkan perang.

    Koordinator khusus PBB buat Lebanon Michael Williams juga mengatakan pada April ia tak percaya akan ada perang di wilayah itu kendati ketegangan meningkat mengenai tuduhan rudal Scud tersebut.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Unifil: Di Lebanon Tak Ada Rudal Scud

    Europe-Wide Missile Shield Would Cost $250M


    illustration anti missile


    BRUSSELS - Linking up anti-missile systems to protect NATO's European nations would cost under 200 million euros ($250 million) over 10 years, NATO Secretary General Anders Fogh Rasmussen said May 5.

    "We have a sufficient intelligence to know that we're faced with a real threat, with Iranian aspirations as regards missile technology and nuclear programs," Rasmussen said at a news conference at NATO headquarters. "For this additional cost of less than 200 million euros over 10 years, you'll get full coverage geographically as well as protection against the threat we can envisage today.

    "It is not a big cost to get real protection against a real threat," he said, adding that there was a growing consensus among NATO allies on the threats they face.

    NATO is already developing an anti-missile system to protect its soldiers on missions, but the bigger plan would extend that protection to civilians as well.

    Rasmussen said he was "confident" of getting agreement for his plan at a NATO summit in Lisbon in November.

    "As far as military feasibility is concerned, our military has investigated that carefully and will present a report to be discussed by ministers," he assured. "They'll have solid ground to take a political decision."

    The command and control system would rely on the missile systems that are either already in place or under construction, such as the German and Dutch schemes and the one the United States intends to deploy in eastern Europe.

    Rasmussen's plans are different from the "shield" proposed by former U.S. President George W. Bush, which fell amid Russian resistance.

    It would "make sense, from political and military perspectives, to speak with Russia," Rasmussen reiterated, after a series of recent overtures to Moscow inviting Russia to create a shared missile defense umbrella stretching from "Vancouver to Vladivostock."

    From: DN
    Readmore --> Europe-Wide Missile Shield Would Cost $250M

    KRI Dewaruci di Mesir


    KRI DEWARUCI

    Jakarta (ANTARA News) - Kapal latih tiang tinggi TNI-AL, KRI Dewaruci, dengan 88 kadet Akademi Angkatan Laut (AAL), Selasa (4/5) berlabuh di Port Said, 220 km timur laut Kairo, Mesir, dalam pelayaran muhibah ke Eropa untuk mengikuti beberapa perlombaan kapal layar internasional.

    Siaran Pers Kedutaan Besar RI Kairo yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu menyebutkan, KRI Dewaruci di bawah pimpinan Letkol Laut (P) Suharto selama empat hari sandar di Port Said sebelum melanjutkan pelayaran ke Yunani.

    Duta Besar Besar RI untuk Mesir AM Fachir menyelenggarakan resepsi di atas dek kapal. Pada resepsi tersebut, Duta Besar Fachir didampingi Atase Pertahanan RI Kolonel Laut (P) R. Teguh Isgunanto dan mitra kerjanya Komandan Pangkalan AL Mesir di Port Said, Mayor Jenderal Ahmad Syarif beserta stafnya.

    Pada kesempatan singgah itu, awak kapal KRI Dewaruci menampilkan pertunjukan seni dari berbagai daerah nusantara, seperti tari badinding (Sumatra Barat), tari Saman (Aceh), reog Pornorogo, tari perang (Papua), rampak gendang (Jawa Barat), dan tarian khas Sulawesi Utara, poco-poco.

    KRI Dewaruci di Eropa akan mengikuti sejumlah lomba layar yaitu The Historical Seas Tall Ships Regatta 2010 pada 12 Mei – 4 Juni dengan rute: Yunani-Bulgaria-Turki; 13 Juli-7 Agustus 2010 ikut The Tall Ships Race 2010 dengan rute: Belgia (Antwerp)-Denmark (Aalborg)-Norwegia (Kristiansand)-Inggris (Hartlepool); 20-23 Agustus mengikuti festival Sail Amsterdam di Belanda; 25–29 Agustus 2010 Sail Brernerhaven 2010 di Jerman, dan 8–13 September 2010 mengikuti Festival International Mediferraneo And Velieri di Cagliari (Italia).

    Secara keseluruhan, KRI Dewaruci menempuh jarak 24.676 mil laut (45.650 km) selama 9 bulan dan singgah di 25 negara. Rute pelayaran keliling Eropa tersebut meliputi: Surabaya-Jakarta-Sabang-Cochin (India)-Salalah (Oman)-Jeddah (Arab Saudi)-Port Said (Mesir)-Volos (Yunani)-Varna (Bulgaria)-Istanbul (Turki)-Lavrion (Yunani)-Tunisia-Algiers (Aljazair)-Malaga (Spanyol)-Cherbourg (Perancis)-Antwerp (Belgia)-Aalborg (Denmark)-Kristiansand (Norwegia)-Hartlepool (Inggris)-Brest (Perancis)-Amsterdam (Belanda)-Brernerhaven (Jerman)-Cadiz (Spanyol)-Cagliari (Italia)-Alexandria (Mesir)-Jeddah (Arab Saudi)-Aden (Yaman)-Mumbay (India)-Colombo (Sri Langka)-Belawan-Jakarta-Surabaya.

    KRI Dewaruci dibuat tahun 1952 oleh H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman Barat, dan diluncurkan 24 Januari 1953. Panjang kapal 58,30m, lebar lambung 9,50m , draft 4,50 m dengan bobot mati 847 ton. Kapal tipe Barquentin ini memiliki 3 tiang utama dengan 16 layar seluas total 1091 m2, Selain menggunakan layar, KRI Dewaruci juga menggunakan mesin diesel 986 PK dengan satu propeler berdaun 4. Kecepatan penuh 10,5 knot dengan mesin, 9 knot dengan layar.

    KRI Dewaruci yang segera mengakhiri dinas aktifnya di TNI-AL telah berkali-kali melakukan pelayaran keliling dunia. Terakhir ia berlayar ke Eropa tahun 2005; dan tahun 2007 berlayar ke benua Amerika.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> KRI Dewaruci di Mesir

    Koarmatim Amankan Lima Kapal Tak Berdokumen


    Fatahilah-361

    Surabaya - Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengamankan lima kapal ikan tak berdokumen yang mayoritas awaknya warga negara asing.

    Kepala Subdinas Penerangan Umum Koarmatim, Mayor Laut TNI Kariono, di Surabaya, Rabu, mengatakan bahwa penangkapan kelima kapal ikan itu dilakukan personel Koarmatim yang mengawaki Kapal perang Republik Indonesia (KRI) Fatahilah-361.

    "Lokasi penangkapan kelima kapal ikan itu berada di sekitar perairan Laut Arafuru," katanya mengenai operasi keamanan laut yang dipimpin Komandan KRI Fatahilah, Letkol Laut (P) Antonius Widyo Utomo, itu.

    Ia menyebutkan, kelima kapal ikan tak berdokumen itu adalah KM Dwi Karya-23 dengan nakhoda Fang Jiangsong. Sebanyak 15 dari 17 anak buah kapal (ABK) merupakan warga negara asing. Saat ditangkap kapal itu sedang mengangkut 100 ton ikan dari berbagai jenis.

    Selanjutnya KRI Fatahilah juga berhasil menghentikan KM Dwi Karya-26 yang dinakhodai Zhou Yuqiang warga negara asing. Sebanyak 19 dari 22 ABK juga berkewarganegaraan asing. Kapal itu mengangkut 25 ton ikan dari berbagai jenis.

    Sasaran KRI Fatahilah berikutnya adalah KM Dwi Karya- 32 yang dinakhodai Zhou Mengya dengan 19 ABK, sebanyak 17 di antaranya warga negara asing. Kapal itu mengangkut 20 ton ikan.

    KM Dwi Karya-37 yang dinakhodai Chen Alajian juga tak luput dari sasaran KRI Fatahilah. Sebanyak 18 ABK, 16 di antanya warga negara asing juga turut ditahan. Kapal itu membawa muatan 105 ton ikan.

    Sasaran terakhir KRI Fatahilah adalah KM Dwi Karya-53. Kapal yang dinakhodai Zhang Zhenfu itu mengangkut 40 ton ikan dari berbagai jenis. Sebanyak 19 dari 21 ABK merupakan warga negara asing.

    "Jenis pelanggaran kelima kapal itu hampir sama, yakni alat penangkap ikan tidak sesuai dengan SIPI-01 dan tidak ada sertifikat kecakapan nakhoda," kata Kariono. Ia menambahkan, khusus KM Dwi Karya-23 pelanggaran lain yang dilakukan adalah tidak memasang tanda pendaftaran kapal, sedangkan KM Dwi Karya-37 tidak mengaktifkan radio VM3.

    Untuk penyidikan dan proses hukum lebih lanjut semua kapal berikut ABK dan barang bukti kini diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tual, Maluku Tenggara.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Koarmatim Amankan Lima Kapal Tak Berdokumen

    Diplomasi "Bersenjata" ala Indonesia


    Pengunjung pameran tengah mengamati sejumlah senjata personel berbagai jenis dan varian produksi unggulan PT Pindad dalam pameran dan ekshibisi Defence Services Asia Exhibition and Conference 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, April lalu.


    Suasana hari terakhir pameran produk pertahanan dan persenjataan, Defence Services Asia Exhibition and Conference ke-13 di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-22 April 2010, terbilang sangat ramai. Para pengunjung, sebagian besar dari mereka berseragam, hilir mudik mendatangi satu per satu stan produsen senjata asal negara-negara kawasan Asia, Eropa, Rusia, dan Afrika Selatan.

    Beberapa produsen senjata, semisal Defence Services Sdn Bhd dan SME Ordnance Sdn Bhd asal tuan rumah, bahkan berani menyewa area stan yang terbilang sangat luas sehingga mampu memuat berbagai jenis kendaraan tempur, meriam, atau bahkan prototipe tank berukuran raksasa.

    Akan tetapi, pemandangan sama dipastikan tidak tampak di stan milik PT Pindad. Selain hanya menggelar ”barang dagangan” di stan yang tidak terlalu luas, PT Pindad juga hanya membawa dan memamerkan sedikit produk senjata unggulan.

    Beberapa jenis senjata yang ditampilkan, yaitu senjata laras panjang (assault rifle) berbagai jenis dan varian, pistol, serta senapan penembak jitu (sniper rifle). Kalaupun PT Pindad mencoba memamerkan produk ”primadona”, seperti kendaraan tempur (armoured personnel carrier) Anoa 6x6, kehadirannya hanya diwakili sejumlah miniatur dan poster.

    Sayangnya, dari 726 perusahaan peserta pameran asal 40-an negara, seperti juga tercatat dalam situs http://dsaexhibition.com, nama PT Pindad tidak tercantum sebagai peserta pameran asal Indonesia bersama tiga perusahaan lain, yaitu PT South Pacific Viscose Indonesia, PT Sri Rejeki Isman Indonesia, dan PT Napindo Indonesia.

    Meski demikian, kehadiran PT Pindad yang mendirikan stan bersebelahan dengan stan milik SME Ordnance Sdn Bhd boleh jadi cukup menarik perhatian pengunjung militer asing.

    Tampak Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto di lokasi stan perusahaannya. Kehadirannya dipastikan terkait dengan acara penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara PT Pindad dan produsen senjata Malaysia, SME Ordnance Sdn Bhd.

    Dari Malaysia tampak hadir Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd Najib bin Tun Hj Abdul Razak dan Menteri Pertahanan Malaysia Dato’ Sri Zahid Hamidi, sementara dari Indonesia hadir Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar.

    Dalam acara penandatanganan MOU itu, pihak Indonesia memberikan ”buah tangan” berupa 10 senapan laras panjang jenis SS2-5 dan miniatur APC Anoa 6x6 kepada PM dan Menhan Malaysia.

    Dapat diandalkan

    Dalam pidato sambutan, Purnomo memuji senjata buatan PT Pindad sebagai senjata yang dapat diandalkan dan cocok dengan postur orang Asia. Memang hal itu bukan sekadar basa-basi. Produk senapan serbu buatan PT Pindad itu sudah berkali-kali teruji keandalannya. Berkali-kali Indonesia, dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia (TNI), memenangi kejuaraan menembak antar-kekuatan militer di Asia Tenggara.

    Berdasarkan data dari PT Pindad, pada 2004, kontingen Indonesia yang menggunakan senjata jenis SS1 berhasil meraih gelar juara umum dalam ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) di Jakarta. Sementara dalam kejuaraan Brunei International Skill at Arms Meet (BISAM), 2005 dan 2008, kontingen Indonesia dengan menggunakan senjata SS2-V4 HB juga meraih gelar sama sebagai juara umum.

    Pada 2006, dengan senjata jenis SS1, Indonesia menjadi juara umum pertandingan sama di Vietnam, pada 2008 juga meraih juara umum dengan senjata jenis SS2, dan 2009 menjadi juara umum di Singapura dengan senjata SS2.

    Selain senjata SS1 dan SS2, produk PT Pindad lain, seperti kendaraan tempur APC Anoa 6x6, juga telah diakui sebagai kendaraan tempur standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Delegasi TNI di Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (Unifil) menggunakan 13 kendaraan tempur itu dalam operasi mereka di sana.

    Di area pameran, Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto, seperti juga dibenarkan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, menyebutkan, ada peluang Pemerintah Malaysia melirik kendaraan tempur Anoa 6x6 untuk memenuhi kebutuhan militer mereka sebanyak 32 unit.

    ”Kami belum fokus ke cari untung dahulu. Yang penting sekarang bagaimana produk PT Pindad bisa menciptakan kesadaran (awareness) dan diakui negara lain, termasuk mengikuti pameran ini,” ungkap Adik. Dalam konteks kemandirian industri pertahanan, Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Diplomasi "Bersenjata" ala Indonesia

    Anggaran Pertahanan Harus Realistis



    Anggaran TAHUN 2000-2009


    Jakarta, Kompas - Rencana pemerintah menggenjot kenaikan anggaran belanja pertahanan secara signifikan lima tahun ke depan dari 0,9 persen dari produk domestik bruto atau PDB menjadi 1,5 persen dari PDB dinilai hanya bisa terlaksana jika pemerintah dapat menjamin besaran kenaikan bisa tetap stabil, Rp 12 triliun-Rp 15 triliun per tahun.

    Jika kenaikan besaran anggaran yang stabil tadi bisa konsisten dilakukan, ditambah sejumlah upaya lain, semacam perbaikan dan perubahan sistem pengelolaan sumber daya manusia prajurit TNI, diyakini alokasi anggaran, khusus pengadaan senjata, bisa naik sampai 50 persen dari yang ada sekarang.

    Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDI-P TB Hasanuddin, Rabu (5/5), saat dihubungi Kompas. Jika semua prasyarat tadi tidak bisa dipenuhi, dia pesimistis rencana menaikkan alokasi anggaran tadi akan efektif meningkatkan dan memodernisasi kekuatan serta kemampuan pertahanan Indonesia, terutama TNI. ”Dalam buku putih Kementerian Pertahanan terkait pembangunan postur pertahanan disebutkan, untuk 2010-2014 sebetulnya diproyeksikan kenaikan 1,8 persen-2,1 persen dari PDB,” ujar Hasanuddin.

    Saat dihubungi terpisah, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jaleswari Pramowardhani, meminta kenaikan anggaran yang diajukan bisa dijamin dapat terserap dengan baik. Apalagi secara logika, kenaikan itu diturunkan dari perencanaan dan program pemerintah sendiri.

    Setelah itu yang harus dipikirkan kemudian adalah bagaimana memisahkan alokasi anggaran yang diberikan antara alokasi belanja rutin yang memuat komponen gaji pegawai dan alokasi untuk fungsi-fungsi pertahanan sehingga anggaran yang ada tidak lagi terserap sebagian besar untuk belanja pegawai, seperti selalu terjadi sebelumnya.

    ”Idealnya, anggaran untuk membiayai kesejahteraan prajurit TNI, semacam terkait perumahan, kesehatan, dan pendidikan, bisa dititipkan ke alokasi anggaran kementerian terkait. Dengan begitu, anggaran untuk keperluan pertahanan, yang selama ini dipahami selalu minim, tidak perlu lagi dibebani oleh keperluan lain,” ujar Jaleswari.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Anggaran Pertahanan Harus Realistis

    Wednesday, May 5, 2010 | 11:46 PM | 0 Comments

    Pastikan Anggaran Terserap dengan Baik



    Prajurit Kavaleri Marinir TNI Angkatan Laut dengan latar belakang tank PT-76 bersiaga dalam Latihan Pemantapan Terpadu Marinir Wilayah Timur di Karang Tekok, Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (21/4). Sebanyak 4.728 prajurit Marinir, peralatan senjata, dan kendaraan tempur ikut dalam latihan yang berlangsung dari 17 Maret hingga 22 April ini


    JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramowardhani meminta kenaikan anggaran yang diajukan bisa dijamin dapat terserap dengan baik. Apalagi secara logika, kenaikan itu diturunkan dari perencanaan dan program pemerintah sendiri. Hal itu disampaikan Jaleswari, Rabu (5/5/2010), menanggapi keputusan pemerintah menaikkan alokasi anggaran pertahanan secara signifikan, dari yang sebelumnya selalu di bawah satu persen, menjadi 1,2-1,5 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

    Setelah itu yang harus dipikirkan kemudian, tambah Jaleswari, adalah bagaimana memisahkan alokasi anggaran yang diberikan, antara alokasi belanja rutin yang memuat komponen gaji pegawai dengan alokasi untuk fungsi-fungsi pertahanan, sehingga tidak lagi anggaran yang ada terserap sebagian besar untuk belanja pegawai seperti selalu terjadi sebelumnya.

    "Idealnya, anggaran untuk membiayai kesejahteraan prajurit TNI macam terkait perumahan, kesehatan, dan pendidikan, bisa dititipkan ke alokasi anggaran kementerian terkait. Dengan begitu, anggaran untuk keperluan pertahanan, yang selama ini dipahami selalu minim, tidak perlu lagi dibebani oleh keperluan lain," ujar Jaleswari.

    Dengan begitu kenaikan alokasi anggaran pertahanan tidak selalu dipakai untuk pos pengeluaran rutin melulu karena pengadaan perumahan prajurit TNI bisa ditangani oleh Kementerian Perumahan Rakyat, kebutuhan kesehatan bisa ditanggung oleh Kementerian Kesehatan, dan urusan pendidikan baik untuk prajurit TNI maupun anak-anak mereka bisa ditanggung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pastikan Anggaran Terserap dengan Baik

    AL Iran Gelar Latihan di Teluk Persia


    TEHERAN--MI: Angkatan laut Iran pada Rabu (5/5) melakukan pelatihan delapan hari, kata laporan-laporan media, persis kurang dari dua minggu setelah pelatihan-pelatian perang yang sama dilakukan Pengawal Revolusi negara itu.

    Pelatihan angkatan laut yang diselenggarakan di Teluk Persia, Laut Oman dan Samudra India itu mencakup satu daerah sekitar 250.000 kilometer persegi.

    Media Iran memberitakan kapal perang Jamaran buatan dalam negeri dan baru digelar Negara itu juga akan ikut serta dalam pelatihan itu. Iran mengatakan kapal perang yang memilki bobot mati 1.400 ton itu dilengkapi dengan radar-radar modern dan kemampuan perang eletronik.

    Pada tahun lalu Angkatan Laut Iran melakukan sejumlah misi di Teluk Persia dan lepas pantai Somalia untuk mengawal kapal-kapal tangki minyak dan niaga Iran.

    Angkatan bersenjata Iran secara reguler melakukan pelatihan-pelatihan seperti itu untuk menunjukkan kemampuan militer mereka dan sering melakukan uji coba apa yang mereka sebut rudal-rudal buatan dalam negeri selama pelatihan-pelatihan itu.

    Akhir bulan lalu Pengawal Revolusi melakukan pelatihan perang di Teluk dan rute minyak penting Selat Hormuz.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> AL Iran Gelar Latihan di Teluk Persia

    AAL Ciptakan Sistem Kontrol Meriam dan Sonar



    Sonar Lopas 8300

    Surabaya - Para kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) menciptakan sistem kontrol meriam 57 mm SU-60 dan Sonar Lopas 8300.

    "Ini merupakan bagian dari upaya kami menggiatkan inovasi dan kreativitas para kadet dalam melengkapi dan modernisasi persenjataan TNI-AL," kata Gubernur AAL, Laksamana Pertama TNI Bambang Suwarto di Surabaya, Rabu.

    Ia mengucapkan terima kasih kepada anak didiknya yang yang mampu menciptakan sistem persenjataan modern itu.

    Kadet AAL yang berhasil menciptakan sistem kontrol meriam 57 mm SU-60 adalah SMDK (E) Michael Kaseke, SMDK (E) Yoga Prihantoro, SMDK (E) Siswanto Bennie, SMDK (E) Teguh Ulin, dan SKD (E) M Zulkhaidar dibawah dosen pembimbing Mayor Laut (E) A. Sardjono dan Mayor Laut (ES) Oman Ukirman.

    Mereka mampu memodifikasi meriam 57 MM/S-60 buatan Rusia tahun 1964 sehingga menjadi sebuah meriam yang beroperasi dengan bantuan komputer.

    Meriam 57MM/S-60 itu berfungsi sebagai alat instruksi bagi kadet AAL dan menjadi wahana efektif serta efisien untuk melatih kemampuan teknik sistem pemograman dan pengendalian bagi kadet Korps Eletronika AAL.

    Parameter pengoperasian yang dilakukan awak menggunakan "joystick" sebagai pengendali, sedangkan sistem mekanikal peralatan meriam 57 mm itu tidak dilakukan modifikasi, hanya diperbaiki untuk tetap mempertahankan kinerja meriam tersebut.

    Beberapa kadet lain, yakni SMDK (E) Susilo N. Dony A, SMDK (E) Tony Arkayudha P, SMDK (E) Kirono Yakti Asmoro, SMDK (E) Ghanosa Adityawarman, dan SMDK (E) Aditya Pradhana Purcha dibawah bimbingan Mayor Laut (ES) Oman Ukirman dan Kapten Laut (E) Nanang Sugiyantoro juga berhasil menciptakan "Panoramic Passive Sonar" dengan menggunakan metode "Software Imaging".

    "Ini murni menggunakan piranti lunak secara utuh tanpa menggunakan piranti keras lain, seperti "hydrophone" dan "preamplifier" yang ada di kapal," kata Kepala Departemen Elektronika AAL Kolonel Laut (E) Endarto Pantja Irianto.

    Ia menjelaskan, pengoperasian sonar tersebut tidak hanya untuk kapal selam, melainkan juga untuk kapal-kapal permukaan yang memiliki kemampuan tempur di bawah air.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> AAL Ciptakan Sistem Kontrol Meriam dan Sonar

    TNI belum Tahu Penghapusan Utang BBM


    JAKARTA--MI: Wakil Menhan Letjen Sjafrie Sjamsuddin menyatakan utang BBM TNI sejak tahun 2002 sudah dihapuskan oleh Kementerian Keuangan. Namun TNI mengaku belum tahu kabar tersebut.

    Hal ini disampaikan oleh Kapuspen TNI Mayjen Aslizar Tanjung kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (5/5).

    "Kita belum tahu. Tapi, pastinya BBM yang kita gunakan adalah untuk tugas negara sehingga nanti biayanya akan ditanggung negara," kata dia.

    Ia menyatakan bahwa utang BBM TNI kepada Pertamina adalah sebesar Rp5 triliun. Jumlah itu merupakan akumulasi penggunaan BBM sejak tahun 2002 dan membengkak saat TNI ikut dalam penanganan bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004. Selain itu, alokasi BBM yang menggunakan skema rupiah juga turut menciptakan pembengkakan utang.

    "Kita tetap meminta agar BBM untuk TNI diberikan dalam skema kuantum. Tapi, hingga saat ini belum disetujui. Lagipula, BBM kita itu bukan utang tapi karena perhitungan harganya berbeda dari yang sudah ditetapkan. Akhirnya, jadilah yang disebut utang itu," sambungnya.

    Sambil menunggu perkembangan, pihaknya masih menunggu proses verifikasi penggunaan BBM oleh BPKP. Hal ini dilakukan sebagai kelanjutan dari verifikasi perencanaan BBM yang sudah dilakukannya sebelumnya.

    "Ini masih proses verifikasi dan kita sudah dapatkan pendampingan dari BPKP untuk mengaudit dan mengklarifikasi penggunaan BBM TNI. Saya belum tahu selesai kapan," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI belum Tahu Penghapusan Utang BBM

    Indonesia Perlu Kebersamaan TNI-AL, KKP dan Stakeholders


    Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) didorong menjadi kementerian yang fokus dalam ekonomi. Untuk itu, hal-hal yang terkait dengan pengamanan akan dialihkan pada institusi lain yang merupakan tugasnya. Disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad pada acara Coffee Morning antara TNI AL, KKP dan perwakilan stakeholders kelautan dan perikanan di Gedung Neptunus, Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Selatan (4/5).

    Menurut KASAL, Laksamana TNI Agus Suhartono, menjelaskan bahwa hal yang mendasar dalam membangun kelautan dan perikanan di Indonesia adalah trust, saling percaya di antara kita semua, TNI AL, KKP dan para pemangku kepentingan.

    Dalam kesempatan tersebut, Fadel juga menawarkan anggaran 1,5 triliun yang ada di KKP untuk kegiatan pengawasan dapat dimanfaatkan bersama dengan TNI AL, asalkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

    Dengan demikian, KKP akan lebih fokus menangani kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan, dan meningkatkan kontribusi kelautan dan perikanan terhadap perekonomian nasional. Diskusi yang berlangsung secara hangat bak gayung bersambut, karena dalam kesempatan tersebut para pemangku kepentingan kelautan dan perikanan juga menyampaikan beragam pertanyaan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, dan KASAL.

    Pemangku kepentingan menegaskan bahwa peraturan dan perundangan-undangan yang ada sekarang ini sangat positif, namun sering berbeda penafsiran dan pelaksanaan di lapangan yang merepotkan pengusaha dan nelayan.

    Menanggapai hal tersebut, KASAL menjawab bahwa permasalahan tersebut dapat dihindari apabila telah terbangun trust atau kepercayaan. Sebagai contoh, apabila suatu asosiasi perusahaan memiliki anggota yang "kredibel", dalam arti terbukti kejujuran para anggotanya, maka para aparat pengawas juga akan bersifat positif dan wajar.

    Sebaliknya, apabila kondisi usaha dalam bidang perikanan banyak dijumpai kecurangan atau ketidakbenaran, maka petugas keamanan akan bersikap lebih cermat dan aktif.

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad mengajak para stakeholders untuk bersama-sama, bahu-membahu, memecahkan permasalahan restrukturisasi armada perikanan, permodalan dari perbankan serta ketersediaan BBM bersubsidi bagi nelayan.

    Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Soen'an H. Poernomo, M. Ed, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP. 08161933911)

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Perlu Kebersamaan TNI-AL, KKP dan Stakeholders

    Indonesia Berpartisipasi dalam Latihan Militer

    Militer dari 14 negara termasuk Indonesia berencana untuk berpartisipasi dalam Rim of the Pacific Exercise atau Rimpac. Latihan militer tersebut akan dimulai musim panas ini, pada 23 Juni sampai 1 Agustus.

    Rimpac adalah latihan maritim internasional terbesar di dunia yang bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas antara angkatan bersenjata Pacific Rim, sebagai sarana untuk meningkatkan stabilitas di kawasan itu demi kepentingan semua negara yang berpartisipasi.

    Pasukan Angkatan Laut AS akan menjadi tuan rumah dalam latihan yang akan melibatkan 20 ribu personel, 34 kapal, lima kapal selam, dan lebih dari 100 pesawat terbang.

    Selain AS dan Indonesia, latihan militer itu diikuti juga oleh Australia, Kanada, Cile, Kolombia, Prancis, Jepang, Malaysia, Belanda, Peru, Korsel, Singapura, dan Thailand.

    Para pejabat militer AS mengatakan Rimpac menunjukkan komitmen negara-negara di dunia untuk bekerja sama menjaga jalur laut, melindungi kepentingan negara di luar negeri, dan menjamin kebebasan navigasi yang merupakan dasar dari perdamaian dan kemakmuran global.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Indonesia Berpartisipasi dalam Latihan Militer

    “HYENA” GANTIKAN “RED WOLF”


    LANUD ISWAHJUDI (5/5),- Letkol Pnb Ian Fuady, penerbang pesawat tempur F-16/Fighting Falcon yang memiliki callsign “Hyena”, Selasa (4/5), dilantik sebagai Komandan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi menggantikan Letkol Pnb Fajar Adriyanto yang juga penerbang F-16 dengan callsign “Red Wolf”, dalam suatu upacara militer dengan Irup Komandan Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Ismono Wijayanto di shelter Sekadron Udara 3.

    Dalam sambutannya Komandan Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Ismono Wijayanto mengatakan, pergantian pejabat merupakan bagian dari sistem pembinaan personel yang akan memberikan keanekaragaman penugasan bagi personel yang bersangkutan dengan tujuan agar dapat menambah pengalaman serta memperluas cakrawala pandang untuk tugas-tugas yang lebih kompleks.

    Dengan pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pemikiran, kreativitas dan ide-ide yang segar dan positif guna menunjang upaya peningkatan kinerja untuk memperoleh tingkatan kesiapan operasional secara maksimal.

    Letkol Pnb Ian Fuady, merupakan penerbang yang pernah meraih 1000 jam terbang dengan F-16 Fighting Falcon, lahir di kota Cimahi, Bandung tahun 1972, sebelumnya menjabat Kabinlat Wing 3 Lanud Iswahjudi, merupakan lulusan AAU (Akademi Angkatan Udara) tahun 1993 dan Sekbang tahun 1995.

    Selain F-16 Fighting Falcon “Hyena” yang beristerikan Dian Kartika Boediarti, juga pernah menerbangkan beberapa jenis pesawat diantaranya AS 202 Bravo, T-34 Charlie, KT-IB/Wong Bee, dan pesawat Hawk MK-53 sehingga memiliki total jam terbang 2389 jam 20 menit.

    Selanjutnya pejabat lama Letkol Pnb Fajar Adriyanto yang sejak awal kariernya sebagai penerbang tempur F-16 Fighting Falcon di Sekadron Udara 3 Lanud Iswahjudi akan menduduki jabatan baru sebagai Pabandyaops Sops Kohanudnas.

    Pada saat yang sama diadakan pula serah terima jabatan Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 01-2/D II Sekadron Udara 3 dari Ny. Fajar Adriyanto kepada pengantinya Ny. Ian Fuady, yang dipimpin langsung oleh Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 2/D II, Ny. Leni Ismono Wijayanto di ruang rekreasi Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi.

    Sumber: TNI
    Readmore --> “HYENA” GANTIKAN “RED WOLF”

    Pemeliharaan Alutsista dengan Bujet Minimal

    JAKARTA--MI: Perubahan anggaran yang diajukan Kementerian Pertahanan hanya diloloskan setengah dari yang diperlukan. Akibatnya pemerintah mengambil kebijakan agar anggaran perawatan dan pemeliharaan alutsista tetap dengan budget minimal. Dukungan anggaran hanya untuk operasional nyata saja.

    Hal ini disampaikan Wakil Menhan Letjen Sjafrie Sjamsuddin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/5). "Nominal yang diperlukan masih berkisar Rp2 triliun, tapi tentunya dengan kondisi sekarang belum terpenuhi. Langkah kita sambil tunggu alokasi tahun 2011 adalah memperketat disiplin perawatan dan pemeliharaan," kata Sjafrie.

    Dengan terjadinya pengetatan anggaran perawatan dan pemeliharaan, TNI selanjutnya tak bisa terlalu royal menggunakan alutsista yang dimiliki. Fokus operasional hanya pada operasi rutin yang sudah ditetapkan sejak awal diantaranya patroli perbatasan dan persiapan pasukan untuk menghadapi perbantuan kondisi bencana. Sementara, operasi militer selain perang lainnya tidak akan banyak didukung oleh militer, seperti angkutan para pejabat sipil ke daerah-daerah.

    "Semakin sering alutsista dioperasikan, biaya perawatannya tentu semakin tinggi. Maka itu kita lebih fokus pada operasional yang nyata saja," ujarnya.

    Kebutuhan perawatan dan pemeliharaan alutsista dan non alutsista sebenarnya diajukan karena sudah dirasa mendesak. APBN 2010 hanya mengalokasikan Rp5 triliun dari total anggaran Rp42 triliun untuk perawatan dan pemeliharaan alutsista. Hanya saja, Kementerian Keuangan belum menerima sepenuhnya aplikasi yang diajukan.

    Kementerian Keuangan lebih memprioritaskan untuk menghapus utang BBM TNI yang selama ini menunggak ke PT Pertamina sebesar Rp7,1 triliun mulai dari tahun 2002. "Belum sepenuhnya kebutuhan mendesak yang kita ajukan dalam perubahan itu diterima, aplikasinya terbatas. Yang paling krusial adalah kita tidak ada lagi pada utang BBM. Itu bisa difinalisasikan oleh Kemenkeu, tinggal pemeliharaan dan perawatan," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Pemeliharaan Alutsista dengan Bujet Minimal

    TNI AL Jaga Sungai Musi dari Pemburu Harta Karun


    PALEMBANG--MI: Maraknya aksi perburuan harta karun di sejumlah wilayah Indonesia membuat Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang melakukan pengawasan khusus di wilayah perairan Sungai Musi, Sumatra Utara.

    Aksi perburuan harta karun di sungai Musi sebelumnya pernah dilakukan terkait adanya isu ditemukan benda-benda peninggalan kerajaan Sriwijaya, seperti guci, patung, serta keramik. Pemerintah Kota Palembang kemudian mengeluarkan aturan yang melarang perburuan harta karun di Sungai Musi.

    Eko Wahjono, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Palembang mengatakan pihaknya saat ini masih mendatang lokasi di Sungai Musi yang diperkirakan terdapat harta karun. "Saat ini kita masih meminta keterangan berbagai pihak untuk mencari tahu titik-titik sepanjang sungai Musi yang diperkirakan berisi harta karun," ujar Eko, Rabu (5/5).

    Dikatakan Eko keberadaan titik-titik harta karun sangat penting sehingga tidak terjadi kecolongan seperti selama ini, jika hal ini masih juga terjadi maka pihaknya tidak akan segan-segan akan melakukan tindakan sesuai dengan proses hukum yang berlaku. "Kita akan tindak semua aksi perburuan harta karun di wilayah perairan sungai Musi," katanya.

    Dijelaskannya keberadaan harta karun merupakan benda cagar budaya yang telah mendapat perlindungan dari undang-undang. Dalam pengamanan ini TNI AL akan menggunakan berbagai peraralatan yang dimiliki termasuk combat boat.

    "Untuk melakukan pengawasan ini kita lakukan hingga ke Selat Bangka, kalau terjadi pencurian dirasakan cukup dengan kapal berkecapatan 40 knot," jelasnya.

    Kepala Arkeologi Kota Palembang, Retno Purwanti mengatakan aksi perburuan harta karun di Sungai Musi sudah terjadi sejak 1970-an. Namun ia mengaku hingga kini belum pernah mengetahui harta karun apa saja yang telah ditemukan para pemburu harta karun. "Kita memang tidak memungkirinya aksi pemburuan harta karun di sungai Musi memang sangat banyak terjadi," ujarnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI AL Jaga Sungai Musi dari Pemburu Harta Karun

    Pindad Ganti Mesin Panser, Menang Tender Malaysia


    JAKARTA -- PT Pindad memenangkan tender pengadaan panser untuk Tentara Diraja Malaysia. Karena bersaing dengan kompetitornya Renault, Perancis, Pindad mengganti mesinnya. Pindad sedang mempertimbangkan mesin Mercedes Benz. Juru bicara PT Pindad Timbul Sitompul mengatakan tender kontrak bisa dipenuhi dalam waktu dekat. "Nanti sekitar akhir Mei akan ditandatangani kontrak sekitar 32 buah," katanya saat dihubungi kemarin.

    PT Pindad bersaing dengan Renault dan pabrikan lainnya asal Korea Selatan dalam tender pengadaan panser untuk Tentara Diraja Malaysia itu. Pihak Malaysia sudah melakukan survei ke Bandung, Jawa Barat. Hasilnya, Pindad dianggap memenuhi syarat.

    "Karena Renault menjadi kompetitor kami, maka ada rencana untuk mengganti mesin," katanya. Selain menjual panser ke Malaysia, Pindad juga sedang menjajaki Vietnam dan Filipina. "Mereka sudah mengirimkan proposal ketertarikan," katanya.

    Panser pesanan Malaysia masih dalam proses uji coba dengan beberapa komponen, seperti mesin, sistem pendingin, dan transmisi yang disempurnakan. "Teknisi kami bekerja semaksimal mungkin," katanya.

    Panser ini mirip dengan Anoa, produk Pindad yang sudah digunakan TNI. Saat Jawa Pos melakukan test drive Anoa beberapa waktu lalu, panser ini mampu dipacu hingga 100 km/jam. Anoa bermesin Euro 3 buatan Renault.

    Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat. Seluruh bodi Anoa dilapisi baja tahan peluru. Apabila diberondong senapan AK-47 atau M-16 sih dijamin tidak bakal tembus.

    Selain itu, Anoa dibekali sistem navigasi generasi terbaru dan alat komunikasi anti jamming. Kendaraan tempur tersebut bisa digunakan untuk bermacam fungsi. Mulai pembawa pasukan, kendaraan komando, hingga rumah sakit berjalan di medan tempur. Persenjataan yang sudah terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Grenade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri.

    Pindad belum memastikan apakah panser yang akan dijual ke Malaysia akan menggunakan mesin Mercedes Benz atau lauinnya. Timbul menyebut ada dua pilihan mesin yang akan dipakai untuk panser tersebut, yaitu Mercedes-Benz atau Deutz yang hampir sama dengan mesin Renault berkapasitas 7.000 cc dan berkekuatan 320 tenaga kuda. "Nanti kalau kontraknya sudah selesai, baru diputuskan. Tapi yang jelas tidak pakai Renault," katanya.

    Sumber: JPPN
    Readmore --> Pindad Ganti Mesin Panser, Menang Tender Malaysia

    MENJADI “AIRMANSHIP” KARBOL DIKENALKAN TERBANG LAYANG


    Karbol AAU mendapat pengarahan dari Instruktur Terla sebelum melaksanakan terbang, Selasa Sore.

    Seorang Karbol dituntut untuk dapat memahami dan menanamkan jiwa airmanship dimanapun dia berada, pada hakekatnya seorang Karbol disiapkan untuk menjadi seorang pilot. Sehingga dalam keseharian dia juga harus mengedepankan kehidupan sebagai seorang airmanship sebagai awak pesawat atau crew. Demikian dikatakan Kolonel Pnb Firdaus Kepala Departemen Matra kemarin sore (4/5).

    Lebih jauh beliau mengatakan kehidupan seorang airmanship perlu di kenalkan sejak dini, oleh karenanya pemberian materi Terbang layang bagi Karbol TK II sangatlah tepat. Dan perlu di catat selain membiasakan diri menjadi seorang Airmanship juga perlunya pembentukan karakter (character building) bagi Karbol. Mulai bulan Januari 2010, Karbol AAU Tingkat II (sersan Karbol) werving 2008 digembleng dan diperkenalkan Terbang Layang (terla). Hingga saat ini pelaksanaan latihan sudah mencapai 98%, dan menurut rencana besok pagi akan diadakan upacara penutupan sekaligus penyematan brevet terbang layang (terla). Pencapaian jam terbang 128 orang ditargetkan 600 sorte, sehingga tujuan latihan Terbang Layang bisa tercapai. Latihan Terla ini dilaksanakan di pangkalan udara Adi Sutjipto, Yogyakarta.

    Masih menurut beliau keberhasilan latihan terla selain pencapaian habit seorang Karbol matra udara, keberhasilan latihan juga diukur dari safety-nya latihan. Faktor Lambangja include menjadi tujuan latihan. Prosedural yang ditaati akan meminimal mungkin resiko kecelakaan yang ada. Sebelum melaksanakan latihan Terla Karbol wajib melakukan chek kesehatan dan dilanjutkan dengan pengarahan dari intruktur Terla. Didampingi oleh kapten Tek Sasmita, Letda Tek Saiful dan Sertu Ninang yang tiap hari mendampingi para Karbol melaksanakan terbang layang.

    Latihan terla ini dilaksanakan mulai hari Senin-hingga Jumat, mulai pukul 14.30 WIB hingga 17.00 dan hari Sabtu pukul 07.00 WIB. sesuai perkembangan situasi dan kondisi. (Pen AAU).

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> MENJADI “AIRMANSHIP” KARBOL DIKENALKAN TERBANG LAYANG

    Pangkosek Hanudnas II Patroli Perbatasan Ambalat


    Dalam pelaksanaan Operasi Hanud Perbatasan Ambalat, Pangkosek Hanudnas II Marsekal Pertama TNI John Dalas Sembiring turut terbang dengan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Agus Supriatna dan para penerbang Sukhoi (SU-27/30) yang sedang patroli di wilayah Ambalat, Selasa (4/5).

    Operasi Ambalat ini dilaksanakan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) beserta perkuatannya untuk menyelenggarakan upaya pengamanan perbatasan Ambalat di wilayah udara perbatasan RI dan Malaysia guna terwujudnya keamanan, penguasaan udara dan tidak terjadinya pelanggaran wilayah dalam rangka menegakkan kedaulatan, keutuhan dan hukum udara di NKRI.

    “Dengan terbang langsung bersama para penerbang Sukhoi lainnya, saya dapat melihat situasi dan kondisi di wilayah Ambalat selain melaksanakan pengamatan udara dengan mengoperasikan radar dari Satuan Radar (Satrad) 223 Balikpapan, Satrad 224 Kwandang dan Satrad 225 Tarakan,” ujar Pangkosek.

    Tambahnya, “Pengendalian di Pusat Operasi Sektor Makosek Hanudnas II sementara saya serahkan ke Asops Kosek Hanudnas II, Kolonel Pnb Marsudiranto.”

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Pangkosek Hanudnas II Patroli Perbatasan Ambalat

    Pangkalan Militer Amerika Membuat Repot Perdana Menteri Jepang

    REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO Interaktif, Okinawa -Disambut ratusan warga yang berdemo di balai kota di Naha, Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama bertemu dengan Gubernur Okinawa Hirokazu Nakaima. Para pemrotes menuntut Hatoyama memegang janjinya. Sang perdana menteri membujuk warga pulau itu menerima sebuah kompromi pelibatan sebagian relokasi pangkalan Marinir Amerika Serikat sebelum tenggat perjanjian, Mei ini.

    Ribut-ribut soal pemindahan pangkalan Korps Marinir Amerika Serikat Futenma telah mengguncang hubungan Jepang dengan Washington dan berdampak pada melorotnya dukungan bagi Hatoyama menjelang pemilihan umum untuk majelis tinggi, padahal Partai Demokrat harus menang untuk menghindari kebuntuan politik.

    Pada lawatan pertamanya ke pulau di bagian selatan Jepang itu sejak berkuasa, Hatoyama mengatakan ingin warga pulau menerima satu rencana yang akan membuat beberapa fasilitas Futenma di dalam prefektur.

    "Ketika Anda memindahkan sebuah pangkalan atau membangun baru, bakal ada suara-suara pedas dari warga lokal," tutur Hatoyama kepada wartawan setelah bertemu dengan Nakaima. "Saya harus menerimanya, tapi saya lebih suka rakyat seluruh negeri memahami dan berbagi, karena pangkalan itu penting buat keamanan nasional." Dia tak memberi detail proposal pemerintah. "Kami menghadapi situasi yang secara realistis sulit memindahkan semuanya keluar dari prefektur itu."

    Okinawa berperan sebagai tuan rumah bagi sekitar setengah dari 49 ribu personel militer Amerika Serikat di Jepang. Kebencian warga atas kebisingan, kejahatan, dan kecelakaan yang berkaitan dengan kehadiran militer secara berkala berujung ricuh.

    Jajak pendapat menunjukkan bahwa pemilih berpikir Hatoyama tidak memiliki kemampuan mengambil keputusan-keputusan sulit. Amerika Serikat ingin melanjutkan perjanjian 2006 untuk memindahkan fasilitas Futenma ke Camp Schwab, pangkalan Marinir lain yang lebih terpencil di Okinawa.

    Begitulah, warga Okinawa menagih janji Hatoyama. "Dari sebelum pemilu ia berjanji memindahkan pangkalan," kata Chikako Toguchi, 48 tahun, dari Nago. "Itulah sebabnya saya dan banyak teman memilih Partai Demokrat. Jika itu hanya demi pemilu, dia membodohi warga Okinawa."

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pangkalan Militer Amerika Membuat Repot Perdana Menteri Jepang

    Korut Kirim 50.000 Pasukan Khusus ke Perbatasan


    illustrasi Pasukan khusus Korea Utara

    SEOUL--MI: Korea Utara telah merampungkan pengiriman sekitar 50.000 anggota pasukan khusus di sepanjang perbatasan dengan Korea Selatan, di tengah puncak ketegangan atas karamnya kapal perang Seoul.

    Penyebaran pasukan itu dimulai dua atau tiga tahun lalu dan tujuh divisi masing-masing berkekuatan 7.000 kini telah berada di tempat yang ditetapkan, kata seorang penjabat senior pemerintah yang tak disebut namanya kepada kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Rabu (5/5).

    "Ancaman Korea Utara itu mungkin infiltrasi pasukan khusus untuk membatasi perang telah menjadi kenyataan," kata kantor berita itu, mengutip seorang penjabat senior kementerian pertahanan secara terpisah.

    Kementerian pertahanan menolak untuk membenarkan laporan Yonhap itu. Namun Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak membahas kemampuan perang khusus Korea Utara dalam pertemuan yang tak pernah terjadi sebelumnya, Selasa, dengan 150 perwira tinggi dari semua angkatan.

    Pada pertemuan itu, Lee memberikan isyarat kuat bahwa Korea Utara terlibat dalam karamnya kapal perang Korea Selatan, yang menewaskan 46 pelautnya, di dekat perbatasan laut yang disengketakan pada 26 Maret.

    Kecurigaan berkembang bahwa kapal Cheonan berbobot 1.200 ton itu dihantam oleh sebuah terpedo dari negara komunis tersebut, yang telah membantah keterlibatannya.

    Lee mengatakan, Korea Selatan harus mempersiapkan diri lebih baik untuk mengatasi ancaman militer 'asimetris' termasuk unit-unit perang khusus.

    Laporan kementerian pertahanan 2008 mengatakan, Korea Utara-sedang mempelajari dari perang Irak-telah memperkuat kemampuan perang khususnya dengan menambah satuan-satuan infantri ringan dan meningkatkan perang jalanan mereka, perang malam dan pelatihan mendaki gunung.

    Korea Utara telah memiliki sekitar 180.000 prajurit pasukan khusus, yang akan digunakan untuk melakukan beragam jenis serangan dan perang gabungan terhadap Korea Selatan.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Korut Kirim 50.000 Pasukan Khusus ke Perbatasan

    Hindari Cuaca Buruk, Kapal Ekspedisi AS Merapat di Pangandaran


    illustrasi kapal ekspedisi

    TASIKMALAYA--MI: Sebuah kapal ekpedisi dari Amerika Serikat, hingga Rabu (5/5) pagi, masih berlindung di pantai laut timur Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sejak Minggu (2/5) akibat cuaca buruk.

    Petugas Polisi Perairan Pangandaran AIPTU Suradji, di Tasikmalaya, mengatakan kapal ekpedisi AS tersebut masih menunggu cuaca dan angin laut aman di perairan Pangandaran.

    Kapal ekpedisi yang dilengkapi dengan surat izin dari kementerian luar negeri Indonesia itu terpaksa berlabuh di pantai Pangandaran karena khawatir cuaca buruk akan membayakan keselamatan jiwa awak kapal.

    Dua awak kapal ekspedisi yakni John Allen,37, kewarganegaraan Amerika dan Danika,26, warga Australia, kata Suradji bertujuan menjelajahi lautan antarnegara untuk kepentingan kepariwisataan.

    "Belum dapat dipastikan kapan mereka bisa berlayar kembali, pastinya menunggu cuaca dan kondisi angin laut aman untuk melanjutkan pelayaran," katanya.

    Sementara itu, kapal jenis phinisi lainnya yang bernama Cacafuego, kata Suradji juga akan berlayar jika kondisi cuaca laut aman menuju ke wilayah Ujung Kulon Banten dan perairan laut lainnya di wilayah Indonesia bagian barat.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Hindari Cuaca Buruk, Kapal Ekspedisi AS Merapat di Pangandaran

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.