ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, May 7, 2011 | 7:36 PM | 0 Comments

    Komisi I DPR RI Kunjungi AS Untuk Membahas Kerjasama Pertahanan

    Jakarta - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan Kunjungan Kerja Luar Negeri ke Negara Amerika serikat, dalam rangka membahas kerjasama bidang pertahanan.

    Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi I Agus Gumiwang Kartasasmita (F-PG), tim akan terbang ke Amerika Serikat melalui bandara Soekarno Hatta pada tanggal 6 Mei 2011 dan dijadwalkan tiba kembali di Jakarta 12 Mei 2011.

    Pada era demokratisasi dunia dewasa ini, peran diplomasi internasional tidak lagi hanya menjadi domain dari Pemerintah, namun Parlemen sebagai kekuatan legislasi Negara juga mendapatkan peran dalam diplomasi internasional yang secara khusus disebut sebagai “Parliamentary Diplomacy”.

    Ditinjau dari sisi de facto maupun de jure, Parlemen adalah representasi dari rakyat disuatu Negara, hal ini menjadikan peran Parlemen dalam menjalankan diplomasi antar negara tidak dapat diabaikan karena dapat dianggap sebagai manifestasi hubungan antar bangsa kedua Negara.

    Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebagai Lembaga Representasi Rakyat, selain mempunyai fungsi dan tugas di bidang Legislasi, Pengawasan dan Anggaran, juga mempunyai peran untuk mendukung diplomasi internasional yang dilakukan pemerintah dalam rangka memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia, serta meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan negara-negara di dunia berdasarkan prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif yang diabdikan bagi kepentingan nasional. “Melalui Parliamentary Diplomacy, DPR RI ikut memperjuangkan tata kehidupan internasional berdasarkan prinsip perdamaian, demokrasi, mengedepankan HAM dan kerja sama yang saling menguntungkan”, tegas Agus Gumiwang.

    Komisi I DPR RI sebagai salah satu Alat Kelengkapan DPR RI mempunyai fungsi dan tugas yang terkait dengan Bidang Luar Negeri, Pertahanan, Komunikasi dan Informatika, serta Intelijen. Berkaitan dengan arah kebijakan Komisi I DPR RI di bidang luar negeri, Komisi I DPR RI mempunyai kewajiban untuk membina hubungan dan kerja sama dengan negara-negara di dunia, khususnya kerja sama antar parlemen, baik pada tingkat bilateral maupun multilateral dengan misi utama yang diemban adalah untuk memajukan Kepentingan Nasional Indonesia dalam kancah pergaulan antar bangsa di dunia, serta berpartisipasi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekanaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, dan melaksanakan prinsip politik luar negeri sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

    Disamping itu, berkaitan dengan Ruang Lingkup Komisi I DPR RI di bidang Pertahanan, Komisi I DPR RI tengah berupaya untuk mendukung sekaligus mendorong realisasi visi pembangunan kekuatan pertahanan nasional yang didukung oleh profesionalisme prajurit TNI, modernisasi Alutsista, serta kemandirian Alutsista melalui pemanfaatan dan pemberdayaan industri strategis nasional untuk pertahanan.

    Kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Amerika Serikat akan menjadi peran diplomasi parlemen untuk menjajaki berbagai kemungkinan kerja sama teknis militer dan berbagai kerja-sama terkait dengan upaya peningkatan pendidikan dan profesionalisem prajurit TNI.

    Lebih lanjut, kunjungan Komisi I DPR RI tersebut adalah untuk menciptakan diversifikasi kerjasama militer RI dengan negara-negara mitra, sekaligus untuk melihat dan memperoleh gambaran dari dekat tentang bagaimana pemanfaatan dan pemberdayaan industri-industri strategis untuk pertahanan dapat dilaksanakan di negara-negara tersebut, untuk menjadi masukan bagi industri strategis/pertahanan nasional, serta mendorong kerja sama antara industri strategis/pertahanan nasional.

    Untuk itu pada tanggal 9 hingga 11 Mei 2011, Komisi I akan mengadakan Kunjungan Unined Nation (UN) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pertemuan dengan Departement of Justice, Departement of Defense-Acquisition Technology and Logistics,defense inteligence, Deputy Assistant Secretary for East Asian and Pasific Affairs Mr.Joseph Yun, Deputy Assistant Scretary for Nuclear and Strategic Policy Marcy Ries, Federal Communication (FCC), Director Nasional Inteligence, Senate Foreign Relations Committe Dr.Jonah Blank, House Democracy Partnership-Rep.David Price (D-NC) dan (HDP).

    Selain itu, Delegasi Komisi I juga akan mengadakan pertemuan dengan Industri Pertahanan, yang akan diatur oleh Cohen Group menghadirkan Boeng (Stanley Roth), Northrop Grumman (Bill Ennis and Jhon Brooks), Locheed Martin (Chuck Jones and Rick Lirkland), Honeywell (Eric Wagner), Sikorsky dan Pratt & Whitney.

    Pada bidang pengawasan, Komisi I DPR RI melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah dan APBN, termasuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan tugas Duta Besar dan Perwakilan RI dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan program pemerintah serta mengetahui sejauhmana pelaksanaan tugas perlindungan dan pelayanan terhadap Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia di luar negeri.

    Selama ini Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri telah bekerja keras untuk memastikan pelayanan tersebut dengan prinsip “keberpihakan dan kepedulian” dengan sumber daya manusia yang ada. Kementerian Luar Negeri telah membentuk sistem pelayanan terpadu dan terintegrasi yang dilakukan oleh mekanisme citizen service.

    Untuk itu, Komisi I akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada tanggal 8 Mei 2011 dengan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan akan dihadri pula oleh Perwakilan Profesional Muda Indonesia yang bekerja di perusahaan Silicon Valley, serta pertemuan temuan delegasi dengan masyarakat Indonesia di Washington DC, dilanjutkan RDP dengan Dubes RI/Kepala Perwakilan RI di New York tanggal 11 mei 2011.

    Sumber: DPR RI
    Readmore --> Komisi I DPR RI Kunjungi AS Untuk Membahas Kerjasama Pertahanan

    Rusia Meminta Indonesia Untuk Segera Mengunakan Sisa KE 2007


    Suasana pertemuan Delegasi Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI dengan Federal Security on Military and technical Cooperation (FSMTC) Negara Federasi Rusia.

    Moscow - Komisi I DPR RI di bidang pertahanan melakukan pertemuan dengan Pimpinan Federal Security on Military and Technical Cooperation (FSMTC), Delegasi Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI mendapatkan komitmen pihak Russia pembangunan fasilitas service maintenance center atas alutsista yang diimpor Indonesia dari Negara Federasi Rusia.

    Delegasi menyampaikan kepada FSMTC Negara Federasi Russia bahwa mengingat kerjasama teknis militer yang telah begitu erat terjalin antara Indonesia dengan Negara Federasi Rusia selama lebih dari setengah abad ini, maka adalah sangat perlu untuk mengembangkan kerja sama agar makin erat dan makin menguntungkan bagi kepentingan nasional kedua negara.

    Delegasi juga mengharapkan dukungan FSMTC Negara Federasi Rusia untuk segera membantu terealisasikannya peran BUMNIP (Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan) Indonesia untuk dijadikan mitra lokal dalam proses maintenance, repair dan overhaul seluruh peralatan militer yang diimpor Indonesia dari Rusia.

    Hal ini sangat penting dalam rangka proses transfer of technology (ToT) kepada BUMNIP Indonesia sehingga pada saatnya nanti BUMNIP kita dapat secara mandiri menjadi agen maintenance, repair dan overhaul seluruh peralatan militer yang dimiliki Indonesia.

    Isu lain yang mengemuka saat pertemuan dengan FSMTC, dimana pihak FSMTS meminta pihak Indonesia untuk segera merealisasikan kesepakatan kredit pembelian Alutsista yang disepakati pada tahun 2007 sebesar 1 miliar Dollar AS dimana sampai dengan saat ini baru terealisasi 1/3 (sepertiga) dari nilai kesepakatan tersebut.

    Dalam kaitan ini, Pihak FSMTC sangat mengharapkan Indonesia agar segera menentukan Alutsista mana yang akan dibeli mengingat dalam proses pembuatan Alutsista dengan tekhnologi tinggi akan memerlukan waktu sedikitnya 2 tahun.

    Delegasi menyampaikan pula agar hal ini menjadi nilai dukung untuk segera dibukanya service maintenance center di Indonesia.


    Selain pertemuan dengan Kementerian Luar Negeri dan FSMTC Negara Federasi Rusia, Delegasi Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI juga mengadakan pertemuan dengan Institute Studi Asia Afrika (ISAA) Pusat Studi Ketimuran dimana Delegasi sempat bertemu dengan Rektor ISAA dan mahasiswa Rusia yang sedang belajar Budaya dan Bahasa Indonesia.

    Pada kesempatan ini, Delegasi menyatakan penghargaan yang sedalam-dalamnya mengingat studi tentang Indonesia telah ada sejak awal pendirian institute ini. Delegasi juga menekankan bahwa dengan mempelajari budaya dan bahasa suatu bangsa maka akan makin menyuburkan tumbuhnya saling pengertian antara bangsa Indonesia dan bangsa Rusia sehingga pada gilirannya akan menjadi mesin pendorong kerja sama kedua negara yang lebih erat kedepannya.

    Delegasi Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI ke Russia juga berkesempatan untuk mengunjungi Ria Novosti (Kantor Berita Rusia). Di Kantor Berita Ria Novosti tersebut, Delegasi diajak melihat-lihat kantor dari mulai ruang pembuatan berita dari berbagai belahan dunia, ruang editor dan tempat launching berita.

    Delegasi ditemui oleh Pimpinan Editor, Mrs. Stevana Mironyuk, dan Direktur Mr Nikoly Birunkov, dan mendapatkan informasi mengenai perkembangan Kantor Berita Ria Novosti sejak awal pembentukannya tahun 1941 sampai dengan sekarang dimana pada awal pendiriannya sebagai corong pemerintah dan sekarang berubah total menjadi perusahaan Media Massa yang bebas meskipun untuk pembayaran gaji karyawan dan pemeliharaan gedung dan peralatan Ria Novosti masih disuplay Pemerintah sebesar 70% dari total anggaran, namun Ria Novosti telah mampu menjadi media massa yang mandiri dan tidak lagi menjadi corong pemerintah.

    Dalam pertemuan dengan Retsesnev, Pabrik Pembuatan Satelit Telkom-3, dan PT Telekomunikasi Indonesia, Delegasi mendapatkan informasi mengenai kebutuhan atas satelit Telkom-3 yang nantinya dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia terlebih yang belum terjangkai oleh jaringan fiber optik. Satelit telkom 3 akan memiliki kapasitas 42 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder berkapasitas 36MHz Standar C-Band 8 transponder extension C-Band masing2 54MHz dan 4 transponder Ku-Band masing-masing 36MHz dan 6 transponder Ku-Band masing2 kapasitas 54MHz.

    Satelit ini rencananya akan diluncurkan pada bulan Nopember tahun 2011 ini di Boikonur, Kazakstan. Delegasi juga diyakinkan adanya upaya transfer of technology dari proses pembuatan satelit telkom-3 ini dengan keterlibatan 10 (sepuluh) orang pejabat Lapan dan PT Telkom Indonesia untuk memantau pembuatan satelit telkom-3.

    Sumber: DPR RI
    Readmore --> Rusia Meminta Indonesia Untuk Segera Mengunakan Sisa KE 2007

    TNI Mengambil Alih Pengamanan KTT ASEAN

    Ilustrasi.

    Jakarta - Pengamanan The 18th ASEAN Summit (KTT ASEAN) diserahkan kepada TNI. Penyerahan itu merupakan prosedur tetap (protap) pengamanan kepala negara.

    Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto menyatakan pengamanan areal lokasi The 18th ASEAN Summit mulai tengah malam nanti (7/5) diserahkan kepada TNI.

    "Nanti diserahkan kepada TNI, sekitar tengah malamlah," ujarnya saat mendampingi presiden Susilo bambang Yudhoyono melakukan peninjauan The 18th ASEAN Summit di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, (6/5).

    Ia menyatakan penyerahan ini merupakan protap pengamanan kepala negara. Seluruh kepala negara ASEAN akan hadir dalam acara ini, kecuali Singapuran karena penyelenggaraan pemilu. Makanya pengamanan akan diperketat demi kelancaran acara.

    "Kalau setingkat kepala negara ini merupakan protapnya," jelasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI Mengambil Alih Pengamanan KTT ASEAN

    Friday, May 6, 2011 | 7:48 PM | 1 Comments

    Update : Indonesia Telah Membayar $ 10 Juta Dalam Pengembangan Proyek KF-X Untuk Dua Tahun Kedepan


    KFX Merupakan pesawat tempur yang memiliki teknologi generasi 4.5 generation technology (Foto : hangkong)

    Seoul (WDN/MIK) - Departemen Pertahanan Korsel melalui Korea National Defense Research Institute (ADD) dan Litbag Pertahanan Indonesia akan melakukan penelitian dan pengembangan pada tanggal 20 bulan ini untuk menandatangani proyek pembuatan pesawat tempur KF-X bersama.

    Menurut hasil kontrak, Litbag Pertahanan Indonesia telah memberikan $ 10 juta dolar ke ADD untuk pengembangan dalam dua tahun ke depan atau 20% dari hasil biaya R & D, dan Indonesia mengirim lebih dari 30 peneliti ke Korsel, pihak Korsel dan Indonesia akan membangun R & D Center untuk melakukan pengembangan bersama.

    Direktur ADD pengembangan proyek KF-X dan Korea Aerospace Industries (KAI) serta LIG Nex1 (pusat penelitian) Departemen Pertahanan Indonesia ikut berpartisipasi dalam pengembangan dan pengguna pesawat tersebut. Pada bulan juli tahun lalu, Korsel dan Indonesia melalui departemen pertahanan telah melakukakn nota kesepahaman (MoU) dalam pengembangan pesawat tempur KF-X, berdasarkan perjanjian tersebut Indonesia akan menanggung 20% dari pembiayaan proyek pesawat tempur KF-X dan Indonesia akan mendapatkan lebih dari 50 pesawat tempur KF-X.

    Menurut pejabat yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut mengatakan kepada India Han (Nepal) menjelaskan bahwa pengembangan bersama dibutuhkan kedua kondisi dasar dalam tahapan-tahapan proses yaitu berpartisipasi pembagian pembiayaan dan metode pembayaran dan pembagian kerja dan lainnya.

    Sumber: BBWDM.CN/MIK/WDN
    Readmore --> Update : Indonesia Telah Membayar $ 10 Juta Dalam Pengembangan Proyek KF-X Untuk Dua Tahun Kedepan

    Pindad Musnahkan Bahan Peledak Kadaluarsa Sebanyak 45 Ton


    Ilustrasi.

    Lumajang - PT Perusahaan Industri Angkatan Darat (Pindad) Jum’at, 6 Mei 2011, mulai memusnahkan 45 ton bahan peledak kadaluwarsa.

    Pemusnahan dilakukan di Lapangan Tembak (Air Shoot Range) TNI Angkatan Udara di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, proses pemusnahan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan berlangsung hingga Jum’at, 13 Mei 2011 pekan depan.

    Wartawan Tempo tidak bisa menyaksikan langsung pemusnahan tersebut. Pintu masuk di kawasan Air Shoot Range ditutup. Tidak seorang pun diperbolehkan masuk.

    Aparat TNI Angkatan Udara yang berjaga di pintu masuk menuju lapangan tembak mengingatkan Tempo agar tidak meliput kegiatan tersebut. “Jangan diliput,” ucapnya.

    Informasi resmi kegiatan pemusnahan bahan peladak tersebut hanya diperoleh Tempo dari Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lumajang, Soetomo.

    “Kami diminta bantuan oleh PT Pindad untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, seperti terjadi kebakaran,” katanya, Jum’at siang, 6 Mei 2011.

    Menurut Soetomo, PMK menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran beserta tiga personil dan empat tabung alat pemadam kebakaran ringan. “Kami hanya antisipasi saja. Bagaimana pelaksanaan pemusnahan, kami tidak tahu,” ujarnya.

    Sementara itu, sumber Tempo di lokasi pemusnahan menjelaskan, penanggung jawab operasional kegiatan pemusnahan adalah Kepolisian Daerah Jawa Timur. “Surat perintahnya langsung dari Kapolda,” paparnya.

    Suni, 40 tahun, warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, yang berbatasan dengan Desa Pandanwangi, mengatakan kegiatan pemusnahan sudah biasa terjadi.

    “Biasanya, setelah usai latihan perang dan ada bom yang tidak meledak, maka akan dimusnahkan,” tutur Suni saat ditemui di rumahnya.

    Suni juga mengatakan, proses pemusnahan tidak menimbulkan ledakan. “Informasinya hanya dibakar saja,” kata Suni.

    Itu sebabnya Suni dan warga lainnya tidak merasa khawatir dengan proses pemusnahan bom kadaluwarsa tersebut. “Masyarakat juga dilarang memasuki kawasan lapangan tembak selama kegiatan pemusnahan berlangsung,” kata Suni.

    Warga setempat sempat mendengar satu kali suara ledakan yang berasal dari lapangan tembak yang menjadi lokasi pemusnahan. “Baru sekali berbunyi ledakan. Tetapi tidak begitu besar,” kata seorang warga yang berada sekitar dua kilometer dari lokasi pemusnahan.

    Hingga berita ini ditulis belum diperoleh konfirmasi dari pihak PT. Pindad.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pindad Musnahkan Bahan Peledak Kadaluarsa Sebanyak 45 Ton

    Amerika Serikat Gunakan Heli "Siluman"?


    Reruntuhan bagian ekor helikopter yang digunakan pasukan Navy SEALs AS untuk menyerang rumah persembunyian Osama bin Laden tampak teronggok di salah satu sudut kompleks rumah di Abbottabad, Pakistan, itu, Senin (2/5). Para pakar penerbangan menduga ini adalah bagian dari helikopter tipe baru yang berkemampuan "siluman".

    Washington - Direktur CIA Leon Panetta menyebutkan, dua helikopter Blackhawk digunakan untuk mengangkut tim penyerang rumah Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, Senin lalu. Namun, reruntuhan helikopter yang jatuh sama sekali tak menunjukkan ciri-ciri helikopter Blackhawk.

    Foto-foto reruntuhan helikopter AS yang jatuh dan kemudian diledakkan oleh anggota pasukan khusus Navy SEALs membuat heboh kalangan pengamat dunia penerbangan di internet. Sisa-sisa bagian ekor, yang menunjukkan baling-baling belakang, sirip tegak, dan sayap horizontal, sama sekali tak menunjukkan ciri-ciri bagian ekor helikopter MH-60 Blackhawk, yang biasa digunakan untuk mengangkut pasukan khusus AS.

    Salah satu perbedaan paling mencolok adalah di bagian sayap horizontal. Pada Blackhawk biasa, bagian sayap ini berbentuk membulat di bagian depan seperti umumnya sayap pesawat terbang, dengan guratan garis-garis melintang di sepanjang sayap. Sementara di reruntuhan helikopter ini, ciri-ciri bentuk sayap Blackhawk itu tak ditemukan.

    Alih-alih, bagian helikopter di Abbottabad ini justru mengingatkan pada bentuk khas pesawat-pesawat "stealth", seperti F-117, yakni permukaan yang mulus berlapis bahan berwarna gelap, dengan bentuk-bentuk menyudut di bagian sisi. Di bagian motor baling-baling terdapat lapisan penutup menyerupai perisai. Jumlah bilah baling-baling pun lebih banyak daripada jumlah bilah baling-baling Blackhawk standar.

    Seketika muncul dugaan, pasukan khusus yang menyerbu rumah Osama itu datang menggunakan helikopter baru berteknologi siluman, yang belum pernah diketahui publik.

    "Sekarang kita tahu mengapa sulit mengidentifikasi helikopter yang jatuh itu. Itu adalah helikopter siluman yang dikembangkan secara rahasia, yang kemungkinan adalah versi modifikasi lanjut dari seri H-60 Blackhawk," tutur Bill Sweetman, editor majalah penerbangan Aviation Week.

    Tak terdeteksi


    Perbedaan Antara Helikopter Siluman Dengan Helikopter Black Hawk.

    Bahan pelapis dan bentuk-bentuk menyudut khas pesawat siluman itu bertujuan untuk memperkecil bidang pantul radar sehingga pesawat ini sulit dideteksi radar. Sementara jumlah bilah baling-baling yang lebih banyak dan lapisan penutup baling-baling, menurut Sweetman, bertujuan mengurangi kebisingan suara khas helikopter. "Bilah baling-baling yang lebih banyak mengurangi suara ’whop-whop’ (akibat kibasan baling-baling) yang khas," tutur Sweetman.

    Salah satu saksi di Abbottabad, yang diwawancara ABC News, mengaku, ia sama sekali tak mendengar suara helikopter-helikopter itu mendekat. Suara helikopter baru terdengar setelah berada tepat di atas kepala. Penggunaan helikopter berteknologi siluman menjelaskan bagaimana pasukan AS bisa masuk jauh hingga pedalaman wilayah Pakistan dan kemudian keluar ke Afganistan tanpa terdeteksi sistem radar pertahanan udara negara itu.

    Pejabat Kementerian Luar Negeri Pakistan Salman Bashir mengaku, Angkatan Udara Pakistan menerbangkan dua pesawat F-16 sekitar 35 menit setelah mendeteksi aktivitas asing di wilayah udaranya. Namun, terbukti pesawat-pesawat tersebut tak berhasil menemukan helikopter-helikopter AS.

    Pemakaian helikopter yang sangat rahasia itu menunjukkan bagaimana AS memandang misi ini sangat penting dan sensitif. Meski demikian, terungkapnya proyek helikopter siluman ini mengejutkan para pengamat penerbangan.

    AS pernah mengembangkan helikopter berteknologi siluman RAH-66 Comanche pada pertengahan 1990-an. Namun, proyek ini dibatalkan pada 2004 karena biayanya yang terlalu tinggi.

    Departemen Pertahanan AS waktu itu berjanji akan menerapkan teknologi Comanche untuk melengkapi armada helikopter yang sudah mereka miliki.

    Hingga saat ini tak ada konfirmasi resmi dari pejabat AS tentang helikopter misterius di Abbottabad itu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Amerika Serikat Gunakan Heli "Siluman"?

    Danlantamal-I Resmikan Lanal Simeulue Sumatra Barat

    KRI Teluk Cirebon bersandar di Pelabuhan Kargo, Sinabang, Senin (2/5). Kedatangan KRI Teluk Cirebon di Simeulue dalam rangka peresmian Pangkalan TNI AL Simeulue yang direncanakan, Kamis (5/5).(Harian Aceh)

    Simeulue - Keberadaan Pangkalan TNI-AL (Lanal ) di Simeulue sangat penting mengingat posisi wilayahnya merupakan pulau terluar di pantai barat Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga rawan ancaman tindak pidana laut, infiltrasi dan bahaya terorisme.

    Ditinjau dari sudut pertahanan, Pulau Simeulue merupakan jalur pendekat pihak musuh dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Untuk itulah perlu diperlakukan pengamanan sebagai antisipasi agar terbebas dari ancaman.

    Demikian amanat Pangarmabar Laksamana Muda TNI Hari Bowo M.Sc yang dibacakan Danlantamal-I Belawan Laksma TNI Amri Husaini pada upacara peresmian Lanal Simeulue di lapangan Dermaga Cargo Kabupaten Simeulue, Kamis (5/5). Selain itu, ditinjau dari sudut ekonomi pulau ini menyimpan potensi wisata yang dapat dikelola, guna menunjang pembangunan ekonomi di daerah maupun nasional.

    Menurut Danlantamal-I, hal inilah yang mendasari dan alasan atas perubahan/peningkatan status Pos Pengamat TNI AL (Posal) kelas A Sinabang tersebut menjadi Lanal kelas C Simeulue.

    Peresmian ini pada hakikatnya juga sebagai realisasi dari kebijakan pemimpin TNI-AL, tentang gelar kekuatan di wilayah Sumatera bagian barat serta upaya pembangunan dan pembinaan kekuatan TNI AL secara keseluruhan.

    "Artinya, bila terjadi pencemaran laut seperti akibat pembuangan limbah kapal, dapat dikontrol dan dikendalikan," kata Danlantamal-I seraya menambahkan, untuk sementara ini di Lanal Simeulue akan siagakan sebanyak 29 personil.

    Begitu juga unsur pendukung lainnya Patkamla dan KAL agar tahun ini juga dapat segera dikerahkan guna melakukan patroli pengamanan di perairan ini.

    Pada upacara peresmian yang dihadiri Bupati Simeulue, Drs H.Darmili dan unsur Muspida plus ini, dirangkai pengukuhan Komandan Pangkalan TNI AL Simeulue Letkol Laut (E) Monang Hatorangan Sitompul. Menariknya upacara ini dimeriahkan atraksi bela diri Taekwondo Marinir, koloni senapan Yonmarhanlan-I Belawan serta Air Modelling yang dikomandoi Letkol Elfanda.

    Peresmian

    Dalam sambutannya Bupati Simeulue, Darmili menyebutkan, awalnya Pemkab telah mengusulkan kepada KASAL agarmeningkatkan status Posal pada 2004 lalu. Akhirnya 2010 pihaknya diundang Kasal masa itu dijabat Agus Suhartono yang menyetujui secara lisan dan merealisasikannya tahun ini.

    Dengan semboyan Lanal "Mi Jago Fani Tegok" yang berarti kami jaga Pulau Simeulue dengan sekuat tenaga ini, diharapkan Bupati, TNI-AL bisa menjaga potensi kelautannya agar tidak di eksploitasi pihak asing. Bupati pada kesempatan itu juga menyerahkan surat tanah kepada Danalantamal-I seluas 3 ha agar menjadi aset TNI AL.

    Kegiatan peresmian Lanal Simeule yang dihadiri aggota DPRK, Dandim 1.15, Kejati Sinabang, Kapolres Simeulue ini ditandai penandatanganan prasasti oleh Danlantamal- I, pengguntingan pita oleh Ketua Jalasenastri Lantamal-I Belawan, Nyonya Amri Husaini serta meninjau Lanal Simeulu di Jalan Pahlawan tersebut.

    Sumber: HARIAN ANALISA
    Readmore --> Danlantamal-I Resmikan Lanal Simeulue Sumatra Barat

    Kopassus TNI Tingkatkan Sinergi

    Komando Pasukan Khusus TNI.

    Jakarta - Komando pasukan khusus TNI Angkatan Laut dan komando pasukan khusus TNI Angkatan Darat, sepakat untuk memantapkan sinergi, agar mampu melaksanakan tugas pokok menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan lebih utuh dan kuat.

    "Pertemuan ini untuk memantapkan kerja sama antara komando pasukan khusus TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat, yang selama ini sudah berjalan baik," kata juru bicara TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo, usai menghadiri pertemuan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno dan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) Mayjen TNI Lodewijk F Paulus di Jakarta, Kamis (5/5).

    Laksamana Tri Prasodjo mengatakan, beragam ancaman yang terjadi saat ini memiliki kekuatan tri matra, darat laut dan udara. Karena itu, TNI juga harus menghadapinya dengan kekuatan penuh yang saling bersinergi dan terintegrasi dengan baik, yakni melalui kerja sama antarsatuan khusus masing-masing angkatan yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

    "Tanpa ada sinergi yang baik dan utuh antarsatuan khusus masing-masing angkatan maka beragam ancaman yang ada akan sulit untuk diatasi secara maksimal," kata Tri seperti dikutip Antara.

    Dia mencontohkan, pembebasan kapal "Sinar Kudus" yang dibajak oleh perompak Somalia, yang melibatkan Komando Pasukan Katak (TNI Angkatan Laut), Kopassus dan Kostrad. "Kerja sama dan sinergi antarsatuan khusus di masing-masing sangat perlu untuk ditingkatkan sesuai dengan pola dan tingkat ancaman yang beragam," kata Tri menambahkan.

    Latihan gabungan antarsatuan khusus dari ketiga angkatan rutin dilakukan untuk meningkatkan koordinasi, kerja sama sehingga terwujud satu kekuatan yang utuh dalam menghadapi beragam tingkat dan pola ancaman yang ada.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Kopassus TNI Tingkatkan Sinergi

    Uji Materi Undang - Undang TNI Di Tolak Oleh MK

    Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menguatkan kedudukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam menyusun kebijakan pertahanan negara.

    Uji materi UU No 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia yang dimohonkan Mohammad Riyadi Setyarto dan Rasma ditolak. Ketua MK Mahfud MD dalam amar putusannya mengatakan menolak permohonan untuk seluruhnya. Dengan demikian, kedudukan TNI masih tetap di bawah koordinasi Kemhan, bukan berada di bawah presiden langsung. “Dalil-dalil para pemohon dalam pokok permohonan tidak beralasan hukum. Mahkamah menyatakan menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya,”ujarnya dalam sidang pleno pembacaan putusan di Jakarta kemarin. Sebelumnya Setyarto dan Rasma yang pernah berprofesi sebagai nelayan memohon uji materi Pasal 3 ayat (2),Pasal 15 ayat (7), (8), (9), Pasal 66 ayat (2),Pasal 67, dan Pasal 68 ayat (2) UU No 34/2004 tentang TNI.

    Pasal-pasal itu intinya mengatur setiap tugas Panglima TNI dikoordinasikan dengan Menhan untuk menyusun kebijakan pertahanan negara. Mereka berdua menilai keberadaan TNI di bawah Kemhan menjadi penyebab terjadinya pelanggaran batas wilayah atau pencurian hasil bumi di daerah perbatasan.Mereka dirugikan karena hasil tangkapan berkurang. Karena itu, pemohon meminta agar TNI dikembalikan posisinya di bawah presiden. Sebab, posisi TNI di bawah Kemhan menyebabkan keamanan dan perlindungan warga negara,termasuk diri pemohon, menjadi berkurang.Karena itu,pasal-pasal itu dianggap bertentangan dengan Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28 I ayat (4) UUD 1945.

    Dalam pertimbangannya, MK berpendapat pasal-pasal yang dimohonkan mengatur tata hubungan organisasi Kemhan- TNI yang merupakan kebijakan hukum terbuka (opened legal policy) dari pembentuk undang-undang. Pengaturan itu meletakkan manajemen tentang dukungan administrasi pertahanan negara kepada Kemhan yang juga unit organisasi yang secara langsung membantu pelaksanaan tugastugas presiden. Karena itu dalil pemohon bahwa TNI harus berada langsung di bawah presiden tidak benar dan tidak pula mengurangi efektivitas peran dan fungsi substansinya hanya karena Kemhan mengurus soal-soal administrasi dukungan terhadap TNI. Efektivitas peran dan fungsi substansinya tetap berada di bawah komando presiden secara berjenjang menurut susunan organisasi.

    “Keberadaan Kemhan merupakan kementerian yang secara eksplisit disebutkan dalam Pasal 8 ayat (3) UUD 1945 yang secara konstitusional berkaitnya dengan TNI sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat (2) UUD 1945. Sebab, kedua unit organisasi pemerintahan itu sama-sama mempunyai tugas pokok di bidang pertahanan, utamanya kedaulatan negara,” tutur hakim konstitusi Muhammad Alim. Panglima tertinggi dalam pengerahan TNI untuk operasi tempur langsung dipegang oleh presiden. Lebih dari itu penetapan Panglima TNI harus dengan pertimbangan DPR dan pernyataan perang harus dengan persetujuan DPR.

    Tudingan terjadinya pelanggaran kedaulatan negara berupa pencurian ikan, pencurian kayu,pencurian sumber daya alam lainnya, pendudukan pulau-pulau terluar oleh negara asing disebabkan oleh berlakunya pasal-pasal yang diuji dinilai tidak tepat.Sebab, tidak ada hubungan kausalitas. “Itu hanya bersifat coaccident saja, tidak ada bukti, dan hanya berdasarkan asumsi para pemohon belaka.Dengan demikian dalil para pemohon itu tidak beralasan hukum,” kata Alim.

    Sumber: SEPUTAR INDONESIA
    Readmore --> Uji Materi Undang - Undang TNI Di Tolak Oleh MK

    Thursday, May 5, 2011 | 7:36 PM | 0 Comments

    Update : Agar Bisa Bertahan PT DI Butuh Modal Rp.600 Milyar


    Seorang wartawan memotret pesawat CN235-220 AT versi VIP, yang akan diserahkan ke Senegal Air Force, Afrika, di PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Kota Bandung, Kamis (5/5). Pesawat pesanan negara Senegal yang "free flight"nya dilaksabakan hari ini, merupakan modifikasi dari pesawat CN235-110 eks pesawat Merpati Nusantara Airline (MNA).Foto: Pikiran Rakyat

    Bandung - Agar perusahaan tetap berjalan, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) membutuhkan modal kerja sekitar Rp 600 miliar atau sepertiga dari target penjualan per tahun. Saat ini meski ada pesanan, PT DI tak berani menerimanya karena tak punya modal cukup.

    "Kita masih bisa maintance, kalau punya sale Rp 1,5 sampai Rp 2 triliun per tahun. Dulu kita tidak punya order yang cukup, tapi di 2008-2009 kita punya backlog di atas Rp 2 triliun. Jadi kalau kita punya modal cukup dengan order seperti itu bisa jalan lagi perusahaan ini," ujar Dirut PT DI Budi Santoso saat ditemui dalam acara Ferry Flight CN235-220 ke Senegal Afrika, di Hanggar PTDI, Kamis (5/5/2011).

    Ia mengungkapkan saat ini target tersebut sulit tercapai karena ketiadaan modal kerja. "Jadi 2010 kemarin bukan karena enggak dapat order, tapi karena enggak berani. Kalau saya dapat kan saya harus punya modal kerja. Karena kalau saya ngambil order saya bisa kena denda karena enggak punya modal cukup. Buat yang nyelesein proyek yang ada aja utangnya udah pol-polan. Udah nggak mungkin utang lagi," katanya.

    Jumlah kebutuhan modal kerja, disebut Budi dibutuhkan sekitar Rp 600 miliar. Modal kerja tersebut disebut Budi akan digunakan untuk memaksimalkan order.

    "Modal kerja yang dibutuhkan sekitar Rp 600 miliar. Muternya juga agak lama, lebih dari 1 tahun. Kalau ada order kita bikin, itu 1-2 tahun baru jadi cash lagi. Jadi modalnya memang agak besar," katanya.

    Meski begitu Budi mengaku dari sisi marketing, PT DI masih terbilang baik karena masih banyak yang percaya pada kemampuan PT DI. "Marketing relatif baik, dengan kondisi perusahaan seperti ini kita masih dapat kepercayaan dari luar negeri. Ini juga harus dimaintance kepercayaan ini," katanya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Update : Agar Bisa Bertahan PT DI Butuh Modal Rp.600 Milyar

    Update : Setelah Kirim Ke Afrika, DI Akan Serahkan Dua Pesawat Ke Korsel


    Seorang wartawan memotret pesawat CN235-220 AT versi VIP, yang akan diserahkan ke Senegal Air Force, Afrika, di PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Kota Bandung, Kamis (5/5). Pesawat pesanan negara Senegal yang "free flight"nya dilaksabakan hari ini, merupakan modifikasi dari pesawat CN235-110 eks pesawat Merpati Nusantara Airline (MNA).Foto: Pikiran Rakyat

    Bandung - Selain mengirimkan pesawat ke Senegal Afrika, PT Dirgantara Indonesia juga akan mengirimkan dua pesawat terbang CN235 Maritime Patrol Aircraft (MPA) pada Korea Coast Guard. Satu pesawat akan diterbangkan pada Sabtu (7/5/2011) dan lainnya akan terbang pada Jumat (13/5/2011). Kedua pesawat tersebut akan diterbangkan oleh tim pilot PT DI.

    "Minggu ini begitu berarti bagi PT DI karena selain hari ini akan menerbangkan pesawat ke akan berangkat Senegal, pada akhir pekan ini kami juga akan mengiirimkan pesawat ke Korea. Namun karena pilot yang kami miliki terbatas, jadi diterbangkannya tidak bisa bersamaan," ujar Dirut PT DI Budi Santoso saat ditemui dalam acara Ferry Flight CN235-220 ke Senegal Afrika, di Hanggar PTDI, Kamis (5/5/2011).

    Pilot akan menerbangkan pesawat selama tiga hari untuk sampai ke Korea. Kemudian mereka pun akan kembali ke tanah air untuk kembali menerbangkan pesawat kedua. Untuk Korea Coast Guard (KCG), masih ada dua pesawat lainnya yang harus diselesaikan oleh PT DI. Nilai kontrak untuk empat pesawat tersebut mencapai 94 juta US dolar.

    Budi mengaku, pengiriman pesawat untuk KCG mengalami keterlambatan, hal itu disebabkan mision system yang akan dipasangkan pada pesawat tersebut baru diapprove oleh pemesan di akhir pengiriman.

    "Sebenarnya per November dan Desember 2010 lalu pesawatnya sudah jadi tapi aprove final acceptment tes untuk mision sistem baru dilakukan baru-baru ini," katanya.

    Sistem yang dipasang pada pesawat KCG ini disebut Budi bisa mendeteksi adanya polusi laut, misalnya tumpahan minyak di perairan Korea.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Update : Setelah Kirim Ke Afrika, DI Akan Serahkan Dua Pesawat Ke Korsel

    Gara - Gara Hujan, Tiga F-16 TNI AU Terpaksa Mendarat DI Soetta


    F-16 TNI AU.

    Jakarta - Tiga pesawat F-16 Fighting Falcon terpaksa mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta seusai patroli udara pengamanan KTT ke-18 ASEAN, karena hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya.

    Seperti beberapa hari sebelumnya, pada Kamis (5/5) satu flight F-16 Fighting Falcon melakukan patroli udara pengamanan KTT ASEAN 2011. Patroli dilakukan bergantian rutin sejak pagi hingga siang, bahkan sore dan malam.

    Namun, hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak pagi, membuat tiga pesawat F-16 terpaksa menunda kembali ke Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma dengan mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

    Kehadiran satu flight pesawat tempur F-16 itu merupakan bagian dari Satuan Tugas Pengamanan Wilayah Udara (Satgaspamwilud) dengan Panglima Kohanudnas sebagai Komandan Satgaspamwilud.

    Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Suryo Prabowo selaku Ketua Koordinator Bidang Pengamanan/Komandan Komando mengatakan, "Satgaspamwilud akan menyiagakan pesawat tempur sergap dan helikopter serta satuan radar untuk mendeteksi seawal mungkin kemungkinan ancaman dan gangguan di wilayah udara nasional selama pelaksanaan KTT ke-18 ASEAN".

    Selain pesawat tempur, helikopter dan satuan radar, pengamanan udara selama KTT ke-18 ASEAN juga didukung peralatan CMOV (communication and monitoring observation vehicle) and COMOB (communication mobile) dan Jammer Mobile yang dimiliki Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) TNI.

    Alat itu berfungsi sebagai komando pengendali utama Pangkohanudnas dalam setiap operasi dan latihan yang dilaksanakan Kohanudnas.

    Dalam operasionalnya peralatan tersebut berfungsi sebagai alat memonitor data radar dan komunikasi dengan pesawat dalam latihan, selain itu peralatan ini juga dilengkapi dengan sarana interconnect yang dapat digunakan untuk berkomunikasi antara Kohanudnas dengan satuan jajaran.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Gara - Gara Hujan, Tiga F-16 TNI AU Terpaksa Mendarat DI Soetta

    PT DI Serahkan CN 235 Ke Senegal

    Pesawat CN235-220 Buatan PT DI.

    Bandung - Satu unit pesawat CN235-220 AT versi VIP yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia akan diterbangkan untuk pertama kalinya (ferry flight) ke Senagal Afrika Selatan, Kamis (5/5/2011). Ini merupakan penyerahan pesawat yang kedua kalinya, karena pada November 2010 lalu PT DI juga telah menyerahkan pesawat jenis yang sama. Nilai kontrak untuk kedua pesawat tersebut mencapai 13 juta US dolar.

    "Pesawat yang akan diterbangkan hari ini merupakan upgrade dan modifikasi dari pesawat CN235-1100," ujar Dirut PT DI Budi Santoso dalam Pres Confrence di Hanggar PT DI.

    Modifikasi yang dilakukan pada pesawat eks Merpati Nusantara Airline (MNA) ini antara lain mengubah pesawat sipil menjadi pesawat angkut militer (Military Transport) dengan mengganti mesin pesawat CT7-7A 14.000 kg menjadi 16.000 kg.

    "Secara keseluruhan, hingga saat ini PT DI sudah menyerahkan 3 pesawat CN235-220 versi Military Transport ke Afrika," kata Budi.

    Satu unit diserahkan ke negara Burkina Faso dan 2 lainnya ke negara Senegal.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> PT DI Serahkan CN 235 Ke Senegal

    Wednesday, May 4, 2011 | 6:16 PM | 0 Comments

    Inilah Beberapa Peralatan Yang Digunakan Navy Seals

    Jakarta – Navy SEALs Amerika Serikat (AS) berhasil membunuh buronan nomor satu AS, Osama bin Laden. Berikut, ‘perlengkapan’ yang mereka miliki untuk ‘berburu’.

    Navy SEALs memiliki perlengkapan khusus, mulai dari kendaraan hingga baju dan senjata. Berikut, ‘perlengkapan’ tersebut.

    Kendaraan


    Tiap kendaraan Navy SEALs digunakan untuk mengantarkan tim ke tujuan tertentu dengan keuntungan dan utilitas tertentu.

    Kendaraan Pengiriman SEAL (SDV) beroperasi di bawah permukaan air untuk mengirim keperluan perlengkapan dalam satu misi. Selain itu, terdapat beberapa kendaraan serupa, termasuk CRRC, SOC-R, RHIB, dan MK V.

    Scuba

    Sistem Sirkuit Terbuka (OCS) merupakan sistem bernapas yang memungkinkan penyelam bernapas dari tanki suplai dan menghembuskan udara ke air.

    Sistem Oksigen Sirkuit Tertutup (CCOS) memungkinkan penyelam bernapas oksigen 100%, dan menghembuskannya dalam alat yang kemudian disaring dan diubah kembali menjadi udara yang bisa dihirup.

    Sistem Gas Sirkuit Gabungan (CCMGS), sistem ini merupakan perpaduan OCS dan CCOS. Alhasil, sistem ini bisa meningkatkan kedalaman yang bisa diselam SEALs dan memperpanjang waktu selam.

    Pakaian

    Tak aneh jika SEALs juga membutuhkan pakaian khusus. Termasuk untuk berenang, menghadapi cuara dingin yang ekstrem, juga cuaca panas.

    Untuk cuaca dingin ekstrem, pakaian SEALs bisa mencegah panas yang ada menghilang, termasuk radiasi dan penguapan.

    Untuk menghasilkan panas, SEALs harus melakukan aktivitas fisik. Namun jika SEALs pergi ke tempat yang panas, baju akan menjadi sangat panas dan membuat SEALs kepanasan. Pelapisan dan ventilasi memungkinkan terjadinya pendinginan dan membantu baju tetap kering.

    Senjata


    SEALs menggunakan pistol, termasuk 9mm SIG Sauer P226 dan MK23 MOD 0 45-Caliber yang dilengkapi peredam dan laser untuk membidik.

    SEALs juga menggunakan senapan laras panjang, termasuk M4A1 5,56 mm dan AK-47. Mereka juga menggunakan shotgun (MK43), senapan mesin (M3HB) dan senapan sub-mesin )HK MP5 9mm).

    Selain itu, mereka juga dibekali sniper M88 .50 PIP dan M-14 bersama peluncur granat, mortar, dan roket antitank. SEALs bisa memilih senjata yang sesuai misinya.

    Berbagai teknologi inilah yang dimiliki SEALs saat di medan perang. Perlengkapan ini membantu tim menyelesaikan misi dan memastikan keselamatan tim.

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Inilah Beberapa Peralatan Yang Digunakan Navy Seals

    Menhan Akan Beberkan Dana Pembebasan Kapal Sinar Kudus

    Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berjanji akan mengungkap besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk menggelar operasi pembebasan sandera 20 awak kapal MV Sinar Kudus di perairan Somalia. "Pasti akan dibuka karena sudah diatur dalam peraturan menteri," kata Purnomo di Jakarta, Rabu 4 Mei 2011.

    Namun, untuk membukanya, menurut Purnomo, kementeriannya masih harus menunggu seluruh satuan tugas pembebasan sandera menyelesaikan misinya, dan kembali ke Tanah Air. Setelah itu, Kementerian Pertahanan baru bisa memberikan informasi besaran anggaran yang dihabiskan untuk operasi tersebut.

    Seperti diberitakan sejumlah media, PT Samudera Indonesia, pemilik kapal Sinar Kudus, kabarnya menggelontorkan dana hingga lebih dari US$ 4 juta sebagai tebusan untuk membebaskan 20 awak Sinar Kudus yang disandera lanun Somalia itu. Belum lagi anggaran untuk mengirim pasukan TNI yang disiapkan untuk melakukan operasi militer.

    Meski akhirnya memilih memberikan uang tebusan, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengklaim pasukannya berhasil menembak mati empat perompak. Setelah dibebaskan, para awak kapal Sinar Kudus bersama pasukan TNI kini masih berada di wilayah Oman, dan akan kembali ke Tanah Air.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Menhan Akan Beberkan Dana Pembebasan Kapal Sinar Kudus

    TNI AU Memiliki Simulator F-16 A Tercanggih Di Asia

    Simulator F-16 A (Foto: thebaynet)

    Magetan - Memang tidak terlibat langsung dalam operasi udara yang selama ini dilaksanakan oleh Skadron Udara tetapi perannya tidak dapat diabaikan dalam ikut serta mencetak para penerbang tempur terutama penerbang tempur F-16, siapakah dia ?, Si- bola pintar itu ternyata disebut simulator.

    Bersamaan dengan semakin modern-nya Alutsista yang ditempatkan di Lanud Iswahjudi, Simulator yang keberadaanya di bawah Faslat Wing 3 yang lebih dikenal dengan Fasilitas Full Mission Simulator (FMS) F-16 A-nya, dan merupakan simulator F-16 A tercanggih di Asia yang dilengkapi dengan fasilitas latihan diantaranya Full Mission Simulator, Air Combact Exellence Trainer (ACE-T), Simalted Aircraft Maintenance Trainer (SAMT) dan Hidrolik/Elektric System Maintenance Trainer (H/ESMT).

    Demikian, di sampaikan Mayor Lek M. Noor yang setiap harinya menjabat Kafaslat Wing 3 Lanud Iswahjudi pada briefing pagi di ruang Teddy Kustari, Rabu (4/5), yang dihadiri Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Ismono Wijayanto, Danwing 3, Kolonel Pnb Samsul Rizal, para Kadis, Danskadron, para Kasi, dan penerbang.

    Menurutnya, semua peralatan yang ditangani merupakan produk yang berbasis teknologi tinggi sehingga ada suatu motto No Limit Except Your Brain yang bermakna bahwa pengoperasian simulator tidak dibatasi oleh ruang dan waktu kecuali kemampuan teknisi simulator untuk menangani sistem yang sangat canggih dan rumit tersebut.

    Dalam penggunaanya, simulator memiliki keuntungan dari segi ekonomis, Ready for Use, Safety dan Kontrol lingkungan. Namun membutuhkan biaya yang sangat mahal untuk dapat memilikinya karena harganya dua kali lipat lebih dari harga pesawat F-16 A.

    Sumber: TNI
    Readmore --> TNI AU Memiliki Simulator F-16 A Tercanggih Di Asia

    Satelit Telekomunikasi Tersebut Hanya Untuk Pemerintah

    Bandung - Satelit telekomunikasi yang rencananya akan dibuat oleh Kementerian Riset dan Teknologi hanya diperuntukan bagi pemerintah. Pihak swasta tidak akan dilibatkan.

    Alasan peruntukan ini, diungkapkan oleh Engkos Koswara, Staf Ahli Bidang Teknologi Informasi, Komunikasi dan Transportasi, Kemenristek karena tidak ingin membunuh bisnis telekomunikasi di Indonesia.

    "Ini hanya untuk pemerintah. Mungkin nanti namanya Broadband Goverment Telekomunication Satelite. Atau apalah nanti kita pikirkan namanya. Yang jelas ini peruntukannya hanya untuk pemerintah," katanya saat berbincang dengan detikINET di Novotel Bandung.

    Alasan Engkos tidak mau melibatkan pihak swasta dalam proyek ini adalah karena teknologi yang dipergunakan bisa menjadi 'pembunuh' bagi industri telekomunikasi di Indonesia.

    "Kalau dilempar ke swasta itu bisa mati semua. Ini killer teknologi bagi bisnis telekomunikasi. Karenanya kita benar-benar akan gunakan ini untuk kepentingan pemerintah saja. Tidak untuk komersil," paparnya.

    Teknologi yang nantinya akan ditanamkan dalam satelit ini, sambungnya, akan memungkinkan penggunaan pita lebar. Bahkan cakupannya bisa seluruh Indonesia.

    "Kecepatannya bisa mencapai 191 Gbps dengan cakupan seluruh Indonesia. Tinggal ground stationnya saja kita pasang. Dan ground station tersebut menggunakan teknologi terbaru. Bentuknya kecil tidak besar seperti yang dulu," terangnya.

    Kemenristek berencana membuat satelit komunikasi ini bersama dengan ITB. Rencananya dalam 3 tahun mendatang, satelit ini bisa mengangkasa. Masa pakai satelit ini bisa mencapai 15 tahun.

    "Untuk urusan itu kita kan punya slot. Tapi slot satelit harus dari Kominfo. Satelit Garuda 1 kan sudah mati. Kita bisa pakai bekas slotnya di atas Sulawesi. Mudah-mudahan Kominfo mau memberikan. Ini kan buat pemerintah juga," harapnya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Satelit Telekomunikasi Tersebut Hanya Untuk Pemerintah

    Melalui ITB, Menristek Akan Membuat Satelit Telekomunikasi

    ilustrasi

    Jakarta - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) saat ini tengah menggodok rencananya untuk membuat satelit telekomunikasi yang bisa digunakan untuk pemerintah.

    Hal ini diungkap oleh Prof. Dr. Engkos Koswara N., M.Sc, Staf Ahli Bidang Teknologi Informasi, Komunikasi dan Transportasi, Kementrian Riset dan Teknologi saat berbincang dengan detikINET di sela acara ASEAN Workshop to Draft The Implementation Plans of Commite in Science and Technology (COST) Flagship Programmes.

    Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menggodok rencana pembuatan satelit telekomunikasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Biaya komunikasi yang terlalu mahal menjadi landasan pembuatan satelit tersebut.

    "Kita sudah ngobrol dengan tim ITB. Kebutuhannya mendesak karena komunikasi di kita terlalu mahal," katanya saat ditemui di Novotel Bandung, Jalan Cihampelas, Selasa (3/5/2011).

    Engkos menambahkan, selama ini biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk komunikasi sangat besar. Besarnya biaya ini dikarenakan harus menyewa bandwith.

    "Informasinya, untuk Jardiknas saja perlu Rp 200 jutaan buat sewa bandwith. Kalau kita punya sendiri pasti lebih murah karena tidak perlu bayar sewa ke luar," katanya mencontohkan.

    Keseriusan Kemenristek dalam membuat satelit ini pun dibuktikan oleh Engkos dengan menggandeng pihak-pihak yang terkait. Khususnya instansi pemerintah yang membutuhkan akses komunikasi.

    "Minggu depan saya akan bicara dengan pihak lain yang berkepentingan. Seperti Migas, Hankam, Diknas, Dinkes, TNI dan Polri. Mereka ini kan juga membutuhkan. Ayo kita sama-sama duduk bareng, membicarakan ini," katanya.

    Selain Kemenristek, LAPAN juga tengah menyiapkan satelit. Namun satelit ini adalah satelit terestrial. "LAPAN juga lagi buat. Tapi satelit terestrial. Mudah-mudahan sih ada komunikasinya juga. Jadi kan bisa membantu," harapnya.

    Di masa lalu, Indonesia termasuk sebagai negara yang mampu memproduksi satelit. Bahkan menempati posisi nomer 3 di Asia yang mampu membuat satelit.

    "Dulu kita nomer tiga loh. Sekarang kenapa ngga bisa? Bisa dan harus bisa terealisasi satelit ini," katanya saat ditanya kemungkinan keberhasilan proyek ini.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Melalui ITB, Menristek Akan Membuat Satelit Telekomunikasi

    Rusia Dan Indonesia Akan Melakukan Latgab Pada Bulan Mei 2011

    Moscow (MIK/WDN)- Sebuah kapal perang anti kapal selam dan sebuah kapal penyelamat tugboat dari Armada Pasifik Rusia sedang menuju ke Singapura dan Indonesia

    Kapal perang Admiral Panteleyev dan Fotii Krylov dijadwalkan akan sampai ke tujuan pada tanggal 16 mei dalam rangka unutk mengambil bagian dalam acara pameran senjata internasional 0IMDEX 2011.

    Pada tanggal 20 mei kedua kapal akan menuju ke Makassar Indonesia untuk berpartisipasi dalam latihan gabungan dengan TNI AL Indonesia untuk latihan penanganan anti pembajakan.

    Sumber: RUVR.RU
    Readmore --> Rusia Dan Indonesia Akan Melakukan Latgab Pada Bulan Mei 2011

    Pindad Lakukan Uji Coba Mortir Di Rahlat Puslatpur

    Jakarta - Pada saat ini PT. Pindad telah memproduksi berbagai macam alutsista guna kepentingan Pertahanan Nasional, khususnya untuk keperluan TNI.

    Salah satu produksinya adalah Mortir 60 Komando, Mortir 60 LR dan Mortir 81 Tampela yang telah diuji coba pada tanggal 2 Mei 2011 di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD.

    Mortir buatan PT. Pindad yang diuji coba adalah Mortir 60 Komando 3 pucuk, Mortir 60 LR 3 pucuk dan Mortir 81 Tampela 3 pucuk dengan jarak penembakan maksimal 8 km.

    Adapun Tim uji coba terdiri dari 15 orang PT. Pindad yang dipimpin oleh Bapak Iriyanto, 1 orang dari Pussenif Kapten Inf Jainal Abidin dan 4 orang prajurit Puslatpur Kodiklat TNI AD.

    Sumber: TNI AD
    Readmore --> Pindad Lakukan Uji Coba Mortir Di Rahlat Puslatpur

    Tuesday, May 3, 2011 | 10:31 PM | 0 Comments

    TNI AU Kerahkan F-16 Untuk Mengamankan KTT Asean

    Jakarta - Tentara Nasional Indonesia mengerahkan satu "flight" F-16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 3 Pangkalan Udara Iswahjudi untuk mendukung pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi ke-18 ASEAN di Jakarta, 4-8 Mei.

    Satu "flight" F-16 Fighting Falcon itu tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa.

    Pengamanan KTT ASEAN 2011 oleh satu "flight" F-16 Fighting Falcon itu dipimpin langsung Komandan Skuadron 3 Pangkalan Udara Iswahjudi Letkol Pnb Ian Fuady.

    Satu flight F-16 Fighting Falcon setiap hari secara bergantian melakukan patroli udara untuk mengamankan wilayah udara Jakarta dan sekitarnya, menjelang, saat, maupun beberapa hari sesudah pelaksanaan KTT ke-18 ASEAN.

    Kehadiran satu flight pesawat tempur F-16 itu merupakan bagian dari Satuan Tugas Pengamanan Wilayah Udara (Satgaspamwilud) dengan Panglima Kohanudnas sebagai Komandan Satgaspamwilud.

    Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Suryo Prabowo selaku Ketua Koordinator Bidang Pengamanan/ Komandan Komando mengatakan, "Satgaspamwilud akan menyiagakan pesawat tempur sergap dan helikopter serta satuan radar untuk mendeteksi seawal mungkin kemungkinan ancaman dan gangguan di wilayah udara nasional selama pelaksanaan KTT ke-18 ASEAN,".

    Selain pesawat tempur, helikopter dan satuan radar, pengamanan udara selama KTT ke-18 ASEAN juga didukung

    peralatan CMOV (Communication and Monitoring Observation Vehicle) and COMOB (Communication Mobile) dan Jammer Mobile yang dimiliki Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) TNI.

    Alat itu berfungsi sebagai komando pengendali utama Pangkohanudnas dalam setiap operasi dan latihan yang dilaksanakan Kohanudnas.

    Dalam operasionalnya peralatan tersebut berfungsi sebagai alat memonitor data radar dan komunikasi dengan pesawat dalam latihan, selain itu peralatan ini juga dilengkapi dengan sarana "interconnect" yang dapat digunakan untuk berkomunikasi antara Kohanudnas dengan satuan jajaran.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AU Kerahkan F-16 Untuk Mengamankan KTT Asean

    USS Guardian McM 5 Singgah Ke Bali


    Denpasar - USS Guardian McM 5, kapal perang khusus penjinak ranjau milik Amerika Serikat, singgah di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (3/5). Kapal datang untuk misi kerja sama latihan dengan TNI Angkatan Laut.

    "Hari ini tepat pukul 09.00 Wita, kita kedatangan Kapal US Navi yang sudah lama ingin singgah ke sini, dan baru hari ini kesampaian bisa tiba di Bali," ungkap Komandan Pangkalan Laut Denpasar Letkol TNI (P) Wayan Suarjaya seusai menyambut kedatangan USS Guardian dengan menghadirkan tarian tradisional Bali.

    Suarjaya mengatakan, kedatangan kapal tersebut salah satunya untuk menjalin kerja sama dan mempererat persaudaraan TNI AL dengan US Navi.

    "Salah satunya untuk mempererat persaudaraan TNI AL, oleh karena itu nanti akan dilaksanakan kegiatan olahraga bersama. Dan juga ke depannya akan lebih banyak lagi kapal-kapal negara-negara lain yang akan singgah di Bali," harap Suarjaya.

    Terkait isu teroris, Suarjaya mengungkapkan bahwa meski tidak ada indikasi teroris, namun sejauh ini TNI AL terus melaksanakan pengamanan-pengamanan di jalur laut atau pintu masuk pulau Bali.

    "Kalau kita di AL selalu ada operasi sehari-hari dan itu rutin. Bukan hanya terkait teroris, tapi di seluruh wilayah akan selalu di cek. Sejauh ini di wilayah saya tidak ada," katanya.

    Ia mengungkapkan, terkait kedatangan kapal Amerika itu, pengamanan sekitar pelabuhan diperketat. "Saya rasa memang ini sudah standar pengamanan kita," ujarnya.

    Sementara itu, Kapten kapal USS Guardian Leutnant Comander K.R Brown yang diwakili oleh Capt Adrian Jansen, Atase AL Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia di Jakarta mengatakan selain untuk kerjasama bidang pelatihan angkatan laut, awak kapalnya juga melakukan liburan selama lima hari di Bali sebelum berangkat latihan bersama di Surabaya.

    "Rencananya mereka akan tinggal di Bali lima hari untuk menikmati Bali sebagai pulau yang indah, sebelum melakukan perjalanan ke Surabaya untuk latihan disana," katanya.

    Capt Adrian menjelaskan, USS Gaurdian yang ditumpangi 84 awak kapal tersebut memiliki berat 1.250 ton dan panjang 67 meter. Kapal tersebut menggabungkan teknologi tindakan balik ranjau.

    "Kapal ini memang khusus untuk penjinak ranjau, sehingga ketika kita dihadapkan dengan ranjau di dasar laut, maka kapal inilah yang posisinya paling depan," ujarnya.

    Sumber: Metronews
    Readmore --> USS Guardian McM 5 Singgah Ke Bali

    KRI Banda Aceh Darat Tank PT-76 Di Kepulauan Seribu

    Ilustrasi.

    Jakarta - Salah satu unsur kapal perang yang tergabung dalam Lapratugas Unsur KRI Kolinlamil 2011 melaksanakan peran undocking dalam rangka latihan pendaratan dengan meluncurkan kendaraan tempur sejumlah tiga tank amfibi PT-76 Marinir dan LCVP dengan mengangkut sejumlah pasukan Marinir di sekitar perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

    Latihan pendaratan yang digelar ini sebagai salah satu serial materi latihan dalam manuvra lapangan (manlap)Latpratugas unsur Kolinlamil yang dilaksanakan sejak Selasa lalu dan berakhir Senin (2/5).

    Latihan pratugas dengan melibatkan 10 KRI di antaranya KRI Banda Aceh-593, KRI Tanjung Nusanive-973, KRI Teluk Manado-537, KRI Karimata-960, KRI Teluk Lampung-540, KRI Teluk Parigi-539, dan KRI Teluk Bone-511 melaksanakan serial latihan mulai dari pangkalan menuju daerah latihan di sekitar perairan Kepulauan Seribu sampai dengan perairan Laut Jawa di sebelah Utara Tanjung Rakit, Cirebon.

    Menurut Kadispen Kolinolamil Letkol Laut (Kh) Drs Agus Cahyono, selama latihan manuvra lapangan di laut digelar berbagai serial latihan termasuk kegiatan manuvra taktis, pembekalan di laut sampai dengan latihan penembakan dengan sasaran atas air mulai dengan senjata kaliber 20 mm sampai dengan 37 mm oleh sejumlah KRI yang terlibat dalam latihan tersebut.

    Demikian pula dilaksanakan latihan penembakan pada malam hari dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan serta profesionalisme para prajurit pengawak unsur KRI dalam menghadapi tugas operasi yang ditugaskan oleh komando atas.

    Dalam serial pentahapan latihan tersebut dilaksanakan pula peran undocking dan sekaligus sebagai ujicoba/sea trial KRI Banda Aceh-593 dalam rangka mendaratkan pasukan dan kendaraan tempur dengan meluncurkan tank amfibi dan LCVP dari deck kapal
    melalui buritan kapal.

    Peran undocking ini dilaksanakan dengan meluncurkan sejumlah Tank PT-76 dan ranpur angkut pasukan serta pendaratan pasukan dengan menggunakan LCVP (Landing Craft Vehicle Personnel).

    Demikian dilaksanakan latihan operasi perpindahan pasukan dengan kekuatan satu kompi pasukan menggunakan LCVP dari KRI Banda Aceh-593 menuju KRI Teluk Manado-537 dengan menggunakan sarana jaring pasukan di lambung KRI, yang diskenariokan adanya perpindahan pasukan pada saat menuju daerah operasi.

    Selain itu digelar latihan RAS (pembekalan di laut) diantaranya digelar manuvra taktis dengan membentuk formasi unsur kapal perang saat menuju daerah sasaran operasi, latihan komunikasi taktis, latihan peran menghadapi bahaya udara.

    Sumber: HARIAN PELITA
    Readmore --> KRI Banda Aceh Darat Tank PT-76 Di Kepulauan Seribu

    China Menambah 1000 Pasukan Di Laut China Selatan

    Tentara Pembebasan Rakyat China.

    Beijing - Laut China Selatan makin menjadi penting bagi China saat ini. Berbagai sumber daya alam, seperti ikan, gas alam, dan minyak bumi, memang menjadi kekayaan laut tersebut. Dalam kaitan dengan hal inilah China pun menaruh peduli.

    Warta dari Xinhua, AP, dan AFP pada Senin (2/5/2011) menunjukkan, China memiliki rencana menambah 1.000 tentara angkatan laut di Laut China Selatan. Selain itu, China juga bakal menyiapkan peralatan-peralatan tempur baru di kawasan tersebut.
    "Kami juga akan meningkatkan frekuensi kegiatan patroli laut," kata petugas pengawas perairan China, Sun Shuxian.

    Pada 2010, China dan Jepang berseteru secara diplomatik terkait Pulau Senkaku dalam bahasa Jepang atau Pulau Diayou dalam bahasa China. Pulau itu letaknya di Laut China Timur.

    Sementara di Laut China Selatan, Negeri Tirai Bambu itu pun berselisih dengan sejumlah negara dalam klaim kedaulatan atas kawasan Kepulauan Spratly dan Paracel. Pada kurun waktu lima tahun ke depan, China akan menambah 36 kapal pengawas untuk mengawasi wilayah itu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> China Menambah 1000 Pasukan Di Laut China Selatan

    Monday, May 2, 2011 | 11:34 PM | 0 Comments

    TNI Sedang Menjajaki Penempatan Kapal Perang Di Perairan Somalia

    Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

    Jakarta - Tentara Nasional Indonesia menjajaki beragam kemungkinan untuk menangani pembajakan kapal berbendera Indonesia di kawasan perairan Somalia, salah satunya dengan menempatkan satu kapal komando di wilayah itu.

    "Kemungkinan kedua, kita tempatkan satu personel pengamanan di setiap kapal berbendera indonesia yang akan melintasi wilayah perairan Somalia," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Jakarta, Senin.

    Ia menambahkan, penempatan kapal komando atau personel pengamanan di setiap kapal berbendera Indonesia yang melintasi perairan sangat dimungkinkan namun itu harus dilakukan melalui pertimbangan yang matang.

    "Salah satunya, frekuensi kapal-kapal berbendera Indonesia yang melintasi perairan Somalia. Apakah efektif kita menempatkan kapal komando dibandingkan dengan frekuensi kapal berbendera Indonesia yang melintasi perairan Somalia, atau efektifkan dengan menempatkan satu personel pengamanan di setiap kapal berbendera Indonesia. Ini akan kita kaji," kata Agus menambahkan.

    Tentang kemungkinan Indonesia bergabung dalam satuan tugas maritim di Somalia atau Combined Task Force One Five One (CTF 151) yang diketuai Singapura, Panglima TNI mengatakan," pihaknya sudah mengirimkan dua orang perwira menengahnya ke dalam CTF 151,".

    "Keberadaan perwira kita di gugus tugas itu terbukti efektif terutama untuk pengamanan kapal-kapal berbendera Indonesia yang melintasi perairan Somalia. Bahkan mereka membantu secara intensif keberadaan satgas TNI dengan CTF dalam proses pembebasan kapal MV Sinar Kudus," katanya.

    Agus menuturkan, keberadaan CTF hanya untuk mengamankan jalur pelayaran di Teluk Aden.

    "Jadi sepanjang jalur pelayaran itu dijaga oleh pasukan multinasional, dimana kapal-kapal yang melintas di kawasan itu harus melalui titik tertentu yang sudah dijamin keamananya oleh mereka. namun belum ada pembahasan bagaimana menyelesaikan kapal-kapal yang dibajak," kata Agus.

    Ia menambahkan, perlu ada kesepakatan dari sejumlah negara yang kapalnya kerap dibajak perompak Somalia untuk mengatasi pembajakan itu.

    "Tentu kita harus bersama-sama untuk mengatasinya dengan persetujuan Dewan Keamanan PBB," ujar Panglima TNI.

    Sejumlah negara yang kapal niaganya kerap dibajak oleh perompak Somalia, kini mengantisipasinya dengan bergabung dengan CTF 151 atau menyertakan kapal militer untuk mengawal.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI Sedang Menjajaki Penempatan Kapal Perang Di Perairan Somalia

    Indonesia Dan Singapura Koordinasi Dalam Pembebasan MT Gemini

    Jakarta - Pemerintah Indonesia akan melakukan koordinasi dengan pemerintah Singapura untuk pembebasan Kapal MT Gemini yang membawa 13 warga negara Indonesia (WNI) yang dibajak perompak Somalia sejak Sabtu (30/4).

    "Benar, ada kapal berbendera Singapura dari 25 ABK, 13 diantaranya WNI. Kita akan koordinasi dengan Singapura, sehingga kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan harus seizin pemerintah Singapura untuk kelibatan bersama-sama membebaskan sandera," kata Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, di Jakarta, Senin.

    Ia mengemukakan, upaya pembebasan kemungkinan akan dilakukan oleh Satuan Tugas TNI yang melakukan operasi militer di Somalia.

    Dalam operasi militer pembebasan kapal Indonesia MV Sinar Kudus di Somalia, TNI mengerahkan satu kapal jenis Landing Platform Dock (LPD), yakni kapal besar untuk pendaratan besar-besaran pasukan dan peralatanya, dua kapal fregat, satu helikopter dan pasukan khusus yang terdiri atas unsur marinir TNI Angkatan Laut (AL), komando pasukan khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (AD), dan Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad).

    Pemilik kapal MT Gemini, Glory Ship Management, menyatakan kapal itu direbut para perompak pada Sabtu pekan lalu (30/4), sewaktu kapal tersebut berlayar menuju kota pelabuhan Mombasa, di Kenya.

    Pihak manajemen menyatakan, mereka yakin perompak merebut kapal MT Gemini yang berawak, diantaranya 13 WNI, lima warga Tiongkok, empat Korea Selatan dan tiga warga Myanmar.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Dan Singapura Koordinasi Dalam Pembebasan MT Gemini

    Menteri Perhubungan Meminta TNI Untuk Menempatkan Kapal Perangnya Di Perairan Somalia

    Ilustrasi.

    Jakarta - Pemerintah RI mengkaji perlunya penempatan kapal perang TNI di perairan Somalia, Afrika. Keberadaan kapal tersebut untuk mengawal kapal-kapal berbendera Indonesia yang melewati daerah rawan perompakan tersebut.

    "Untuk mengamankan kapal-kapal Indonesia, kita sedang mengkaji beberapa alternatif. Apakah akan ada kapal perang TNI yang harus bersiaga disana untuk mengawal di tengah laut atau yang lain," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta, Senin (2/5/2011).

    Penempatan kapal perang di Perairan Somalia, jelasnya, dimungkinkan karena, laut tersebut sudah masuk dalam perairan internasional. "Boleh dong, itukan laut internasional, tidak ada wilayah negara yang kita langgar," ujarnya.

    Freddy menyatakan hal tersebut sehubungan dengan dibajaknya kapal MV Sinar Kudus di Perairan Somalia. Kapal milik PT Samudera Indonesia Tbk tersebut dibajak oleh kawanan perompak di perairan Teluk Aden, Laut Merah, kawasan Terusan Suez.

    Untuk menempatkan kapal perang, jelas Menhub, butuh dana yang cukup besar, karenanya butuh payung hukum. Menko Polhukam akan menelaah usulan ini. "Kalau untuk keperluan darurat, misalnya pengawalan Kapal Labobar untuk membawa pulang TKI telantar di Jeddah, itu sudah dikawal," jelas Freddy.

    Selain itu, jelasnya, butuh kerjasama internasional melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menangani perompakan di Perairan Somalia.

    Sumber: Tribun
    Readmore --> Menteri Perhubungan Meminta TNI Untuk Menempatkan Kapal Perangnya Di Perairan Somalia

    Kronologi TNI Di Somalia : TNI Kirim Tiga Kapal Perang, 1 Pesawat Dan 800 Pasukan

    Ilustrasi.

    Jakarta - TNI akhirnya membuka diri mengenai misi militer yang dikirim untuk alternatif pembebasan MV Sinar Kudus yang disandera bajak laut Somalia sejak 16 Maret 2011. ”Kami mengirim pasukan sejak 23 Maret. Ada tiga kapal perang, satu pesawat, dan satu helikopter.

    Meski akhirnya serbuan militer dibatalkan, KRI dan satuan udara terus membayangi MV Sinar Kudus dan mengumpulkan data tentang bajak laut,” kata Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul di Jakarta, Minggu (1/5/2011).

    Keputusan mengirim 800-an personel militer diambil setelah Presiden RI memimpin rapat kabinet terbatas pada 18 Maret 2011. Ditetapkanlah satuan tugas (satgas) dengan sandi Duta Samudra I/2011.

    Akhirnya pada 23 Maret diberangkatkan dua fregat, KRI Abdul Halim Perdanakusumah dan KRI Yos Sudarso, dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta. Sepasang fregat ini bertolak menuju Kolombo, Sri Lanka, dengan singgah di Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat.

    Selanjutnya pada 29 Maret, sebuah Boeing 737 TNI AU mengangkut personel Kopassus TNI AD dan Intai Amfibi TNI AL. Pasukan khusus diberangkatkan ke dua KRI yang berada di Sri Lanka. Perjalanan dilanjutkan ke daerah operasi pada 30 Maret.

    Satgas mengumpulkan data intelijen dan pengintaian (reconnaissance) di perairan Somalia pada 5 April. Ada tambahan kekuatan berupa KRI Banjarmasin, sebuah kapal tipe landing platform dock, yang mampu mengangkut beberapa helikopter dan puluhan kendaraan tempur. Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Kolinlamil, 21 April.

    Pada 25 April, Satgas Duta Samudra tiba di Pelabuhan Salalah, Oman, untuk mengisi ulang perbekalan.

    Pada 26 April, Satgas Duta Samudra kembali ke daerah operasi di Perairan Somalia. MV Sinar Kudus berada di pesisir Eil, kampung nelayan sekaligus sarang bajak laut Somalia yang berada 500 mil sebelah utara ibu kota Mogadishu.

    Pada 1 Mei pukul 06.00 waktu setempat (pukul 11.00 WIB), Satgas Duta Samudra berada dalam jarak 15 mil laut dari MV Sinar Kudus. Jarak tersebut memungkinkan kontak visual dengan mata telanjang. Jangkauan mata manusia adalah 20 mil horizon di lautan luas.

    ”KRI kita membayangi para bajak laut dan MV Sinar Kudus yang bergerak. Kami mengawal sampai semua bajak laut turun meninggalkan kapal. Kami mencegah agar jangan sampai ada kelompok bajak laut lain yang mengambil kesempatan. Ada sekurangnya 15 kelompok besar bajak laut di sana,” ujar Iskandar Sitompul.

    Iskandar Sitompul mengatakan, serangan militer tidak dilakukan karena permintaan keluarga dan para nakhoda kapal niaga serta para sandera berada di tempat terpisah.

    ”Namun, kami menjaga seluruh proses dan mengawal Sinar Kudus hingga selamat tiba di Oman,” kata Sitompul. MV Sinar Kudus dengan muatan dan 20 awak kini bergerak dengan kecepatan 12 knot menuju Salalah di barat Oman, dekat perbatasan Yaman.

    Pertanyaan tersisa, apakah TNI akan bergabung dengan patroli internasional membasmi bajak laut di Somalia?.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Kronologi TNI Di Somalia : TNI Kirim Tiga Kapal Perang, 1 Pesawat Dan 800 Pasukan

    Media Korsel : Korsel Optimis Dalam Pengadaan Kapal Selam Indonesia Sebesar $ 1 Milyar Dolar

    Kapal Selam Changbogo Buatan Korsel.

    Seoul (WDN/MIK) - Daewoo bersaing dalam pengadaaan kapal selam Indonesia sebesar $ 1 Milyar dolar. Indonesia berencana membeli empat kapal selam diesel elektrik.

    Daewoo telah mengeluarkan produknya yaitu kapal selam U-209 seberat 1.300 ton yang akan bersaing dengan Rusia, Jerman dan Prancis. Kapal selam jenis U-209 ini dibangun dibawah pengawasan bantuan teknis dengan HDW Jerman.

    Kapal selam diesel elektrik ini memiliki panjang 56 meter dan lebar 5 meter, sehingga kapal selam ini dapat menyelam hingga kedalaman 250 meter dan memiliki daya selam sekitar dua minggu.

    "Saya yakin dengan alih teknologi dan program pelatihan kapal selam untuk Indonesia, kita akan bisa bersaing dengan negara yang mengikuti tender kapal selam", Kata Nam. "Negosiasi saat ini masih berlangsung dan kami berharap untuk mendapatkan hasil yang terbaik".

    Sumber: Koreatimes/MIK/WDN
    Readmore --> Media Korsel : Korsel Optimis Dalam Pengadaan Kapal Selam Indonesia Sebesar $ 1 Milyar Dolar

    TNI AU Akan Tambah Radar dan Rudal

    Ilustrasi.

    Surabaya - Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, SIP beserta staf melakukan kunjungan kerja di Pusat Pendidikan dan Latihan Pertahanan Udara Nasional (Pusdiklat Hanudnas), di Kenjeran, Surabaya, pekan lalu.

    Kepada Kasau, Komandan Pusdiklat Kolonel Pnb Supriharsanto menjelaskan Pusdilat Hanudnas merupakan pelaksana program pendidikan dan latihan sistem pertahan udara nasional diantaranya pendidikan Pelatihan Sistem Hanudnas untuk para Pamen, Ground Control Interseption (GCI), Identifikasi, Pernika Hanudnas, Suspa Tranmisi Data Air Situation (TDAS); dan Sishanudnas bagi para Pama, Ploter, dan Military Civil Coordination (MCC) bagi Bintara dan Tamtama serta pelaksanaan praktik para siswa menggunakan Simulator Pusdiklat telah memadai.

    Kasau mengatakan program TNI Angkatan Udara kedepan dalam mewujudkan Minimum Esensial Force (MEF) akan menambah radar-radar untuk memenuhi kebutuhan penginderaan wilayah udara nasional yang sangat luas. Untuk itu peran Pusdiklat Hanudnas sangat penting sehingga harus selalu diperbarui sesuai perkembangan teknologi.

    Selain itu juga akan menambah satuan Peluru Kendali (Rudal) jarak menengah guna menjaga kedaulatan NKRI, jelasnya. Kunker ke Lanud Abd Saleh Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, SIP didampingi para staf melakukan kunjungan kerja di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pekan lalu.

    Menurut Kadispenau Marsma TNI Bambang Samoedro, pada kesempatan itu, Kasau disambut Komandan Lanud Abdulrahman Saleh Marsma TNI Agus Dwi Putranto, Komandan Koharmatau Marsda TNI Ferdinan Alexander Myne, para Komandan Sekadron, dan pejabat staf Lanud Abdulrachman Saleh.

    Kujungan kerja tersebut, dimaksudkan untuk silaturahmi dan melihat serta mendengar secara langsung tentang pelaksanaan program kerja dan pembinaan baik di bidang operasi dan latihan, personel dan logistik di Lanud Abdulrachman Saleh serta kendala
    yang dihadapi saat ini, guna mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Udara.

    Kasau menekankan kepada seluruh personel Angkatan Udara khususnya yang berada di Lanud, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh radikalisme yang sedang marak mempengaruhi kepada anak-anak khususnya bagi yang sedang kuliah, menghindari penyalahgunaan Narkoba karena bagi siapa yang menggunakan maupun mengedarkan akan ditindak tegas.

    Selain itu, jangan sampai anggota TNI AU terlibat pencurian kendaraan bermotor curanmor)dan menghindari perbuatan perzinahan, karena hal itu disamping menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat juga merupakan dosa besar, kata Kasau.

    Dalam perekrutan prajurit, Lanud Abdulrachman Saleh sebagai pintu masuk wilayah Jawa Timur jangan sampai melakukan tindakan yang tercela dengan merugikan masyarakat. Saya mengharapkan panitia penerimaan daerah dapat memilih calon-calon prajurit yang benar-benar terbaik, sehingga SDM TNI Angkatan Udara kedepan akan lebih berkualitas, tegas Kasau.

    Dalam kunjungan tersebut, Kasau melakukan peresmian Stadion Dirgantara dan peninjauan di Skadron Udara-32, Skadron Udara-4, Skadron Udara-21, Skadron Tehnik-22, mess-mess, komplek, dan masjid di Lanud.

    Sumber: HARIAN PELITA
    Readmore --> TNI AU Akan Tambah Radar dan Rudal

    MV Sinar Kudus Selamat, Pasukan TNI Tewaskan 4 Perompak Somalia

    Ilusrtrasi.

    Jakarta - Ternyata kisah pembebasan kapal dan awak Sinar Kudus masih bersambung. Usai penyerahan uang tebusan pada perompak Somalia, pasukan elite TNI mengejar perompak. 4 Perompak tewas dalam baku tembak yang terjadi Minggu (1/5/2011) malam itu.

    "Peristiwanya setelah para sandera dibebaskan. Para perompak kan tidak sekaligus meninggalkan kapal MV Kudus. Ada 35 perompak dalam kapal itu. Di titik A mereka turun sedikit, di titik B mereka turun sedikit, di titik C turun lagi, begitu sistemnya," ujar Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul kepada detikcom, Senin (2/5/2011).

    Menurut Iskandar hal itu merupakan strategi perompak. Mereka masih mengawal kapal hingga ke laut lepas.

    Begitu rombongan perompak terakhir turun dari kapal dengan perahu kayu, pasukan elite TNI langsung mengejar. Hal itu mereka lakukan setelah memastikan seluruh sandera dalam keadaan aman.

    "Kita kejar dengan sea rider dan helikopter. 4 Orang itu terkejar," jelas jenderal bintang dua ini.

    Di laut lepas, terjadi tembak menembak antara pasukan elite TNI dengan perompak Somalia. Suasana cukup menegangkan saat itu. Akhirnya, 4 perompak tewas, sementara seluruh personel TNI tidak ada yang terluka.

    "Operasi itu dilakukan personel pasukan gabungan TNI, Kopassus Marinir dan Kostrad," kata dia.

    Selanjutnya TNI mengawal kapal MV Sinar Kudus hingga pelabuhan Wa Salala, Oman. Selanjutnya kapal akan melakukan pengecekan dan melanjutkan perjalanan ke Rotterdam, Belanda.

    MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia Tbk dibebaskan oleh perompak pada Minggu siang. Ketika BUMN itu menggelar jumpa pers bersama TNI pada Minggu petang di Jakarta, baku tembak tersebut belum terjadi. Baru pada pagi ini, TNI bicara pada pers.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> MV Sinar Kudus Selamat, Pasukan TNI Tewaskan 4 Perompak Somalia

    Sunday, May 1, 2011 | 6:18 PM | 0 Comments

    Lanud Supadio Pontianak Akan Diperkuat Pesawat Tanpa Awak

    UAV Searcher Yang Dipakai Oleh Angkatan Laut India.

    Pontianak - Panglima Komando Operasi TNI AU I Marsekal Muda TNI Dede Rusamsi mengatakan untuk memperkuat pertahanan Pangkalan Udara TNI AU Supadio Pontianak, akan ditempatkan pesawat tanpa awak serta kelengkapan alat utama sistem pertahanan lainnya.

    "Pesawat jenis itu juga digunakan AB India guna menjaga perbatasannya dengan China dan Pakistan rencananya kita akan menambah satu skuadron berupa pesawat tanpa awak di Pangkalan Udara Supadio Pontianak untuk memperkuat kemampuan pemantauan termasuk daerah perbatasan di Kalimantan Barat," katanya di Sungai Raya, Sabtu.

    Menurut dia, untuk mempersiapkan kedatangan pesawat tersebut, saat ini proses pembangunan hanggar sedang dilakukan.

    "Karena anggarannya terbatas, maka pembangunannya akan dilakukan secara bertahap. Namun, saat ini sudah mulai dikerjakan," ucapnya.

    Dede mengatakan, pesawat tanpa awak mempunyai fungsi yang sangat strategis untuk mempertahankan kedaulatan NKRI karena dapat dikendalikan dari jarak jauh.

    Selain itu, pesawat tersebut juga dapat dipersenjatai serta dilengkapi dengan peralatan pendeteksi untuk kondisi malam dan siang hari.

    "Ditargetkan tahun depan satu skuadron pesawat itu sudah bisa dipindahkan ke Lanud Supadio," ucapnya.

    Dia juga menambahkan, terkait rencana pembelian Pesawat T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan dan hibah 24 pesawat F-16 dari Amerika, jika terealisasi pesawat-pesawat tersebut akan ditempatkan di Madiun.

    Dede menjelaskan, pengadaan pesawat T-50 dimaksudkan sebagai pengganti dari berbagai pesawat latih dan serang ringan. Termasuk T-38 dan F-5B untuk pelatihan dan Cessna A-37B Close Air Support yang dioperasionalkan di Indonesia.

    Ia melanjutkan, program itu pada awalnya dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat latih secara mandiri yang mampu mencapai kecepatan supersonik guna persiapan pilot bagi pesawat Sukhoi.

    Sementara untuk kelengkapan Alutsista lainnya sesuai dengan program pengadaan peralatan tempur Mabes TNI AU akan terus dilakukan hingga 2024 mendatang.

    "Untuk Lanud Supadio sendiri, karena statusnya akan ditingkatkan menjadi Bintang 1 atau A, dalam waktu dekat rencana pengadaan Radar di Kalimantan Barat juga akan direalisasikan. Yang jelas kita akan terus memperbaiki sistem persenjataan kita," ucapnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Lanud Supadio Pontianak Akan Diperkuat Pesawat Tanpa Awak

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.