ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, February 12, 2011 | 10:21 PM | 0 Comments

    TNI AL Temukan Benteng Peninggalan Jepang di Lakkang

    Tim penyisiran Lantamal VI Makassar saat meninjau bunker tua di delta sungai Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Makassar, Jumat 11 Februari.

    MAKASSAR -- Personil TNI AL berhasil menemukan benteng pertahanan peninggalan tentara Jepang di Kelurahan Lakkang. Benteng yang terdiri dari beberapa bunker itu ditemukan ketika pasukan dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar melakukan penyisiran di kawasan delta sungai Tallo, Kecamatan Tallo, Jumat 11 Februari, pagi kemarin.

    Menurut Komandan tim Intel Lantamal VI, Mayor Laut Dismet Kolmet yang memimpin survei persembunyian tentara Jepang tersebut, setidaknya menemukan beberapa tanda-tanda yang menunjukkan terowongan benteng pertahanan tentara Jepang.

    "Survei ini ditemukan sebanyak tujuh bunker. Dua diantaranya diperkirakan sebagai stan senjata untuk menembak jarak jauh," katanya.

    Menurut Dismet lagi, pihaknya memperkirakan masih ada beberapa bunker lagi di sekitar tempat mesiu. Ini dikarenakan bunker persembunyian biasanya di simpan melingkar.

    Informasi yang diperoleh tim penyisir Lantamal VI dari beberapa warga sekitar, kalau bunker tersebut juga diperkirakan masih berhubungan dengan sejarah keberadaan bunker tua di daratan aliran sungai Tallo.

    "Sebaiknya lokasi ini di sterilkan terlebih dahulu sebelum pembersihan. Ini dimungkinan adanya ranjau atau benda berbahaya lainnya di dalam bunker," kata salah seorang tim penyisiran Lantamal.

    Sumber: FAJAR
    Readmore --> TNI AL Temukan Benteng Peninggalan Jepang di Lakkang

    TNI AU dan Tim SAR Terus Bantu Evakuasi Korban


    Bangkai pesawat Cassa C212-100 milik PT Sabang Merauke Airline Charter (SMAC) jatuh di desa Berakit, Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Sabtu (12/2/2011)


    TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Hingga berita ini diturunkan proses evakuasi jatuhnya pesawat Cassa C 212-100 di Bintan masih terus dilakukan. Tim SAR dibantu dengan TNI-AU. Tim berusaha mengevakuasi lima penumpang yang terjebak di dalam badan pesawat.

    "Evakuasi terus dilakukan, dibantu pihak-pihak terkait seperti, Tim SAR dan TNI-AU," ujar AKBP Yohannes Sismardi Widodo kepada Tribunnews.com, Sabtu(12/2/2011).

    Yohannes mengatakan, pesawat awal mulanya terbang dari Bandara Hang Nadim, Batam pada pukul 13.18 WIB. Saat tiba di kawasan kecamatan Malangprapat, Bintan, Kepulauan Riau tepatnya pukul 13.45 WIB dikabarkan jatuh.

    "Pukul 13.45 dikabarkan jatuh, tepatnya di kecamatan Malangprapat, TKP-nya itu di hutan," jelasnya.

    Keadaan pesawat tersebut dikabarkan hancur lebur. Lokasi kejadian tersebut sendiri terjadi di tengah hutan atau tepatnya di Kecamatan Malangprapat, Bintan, Kepulauan Riau.

    Seperti diketahui sebelumnya, pesawat carter jenis Cassa C 212-100 jatuh di Bintan setelah terbang dari Bandara Hang Nadim, Batam. Peristiwa terjadi pada pukul 13.45 WIB. Kelima penumpang yang terjepit di dalam adalah Kapten Pilot, Abdul Hakim dengan kru-krunya bernama Richard, Sahrul Nasution dan Hendro Susanto. Satu kru dipastikan tewas bernama Suroto.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> TNI AU dan Tim SAR Terus Bantu Evakuasi Korban

    Kaveleri TNI AD Akan Mendapatkan 65 MBT, 52 Medium Tank Dan Panser Kanon Pada Tahun 2011 - 2014

    MBT Leopard 2A7+

    Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambahan peralatan baru sebanyak 65 unit kendaraan tempur MBT, 53 unit kendaraan tempur Tank Medium dan 60 unit kendaraan tempur Panser Kanon Medium dalam kurun tahun 2011-2014.


    Tambahan peralatan baru itu dalam rangka pemenuhan Satuan Kavaleri yang akan dibentuk maupun dalam rangka Rematerialisasi Alat utama Sistem Senjata satuan kavaleri pada satuan yang telah dibentuk serta melaksanakan Program retrofiting 65 unit kendaraan tempur Tank AMX-13.


    Hal itu disampaikan Danpusenkav Kodiklat TNI Angkatan Darat Brigadir Jendral TNI Burhanudin Siagian dalam amanatnya yang dibacakan Waasintel Kasdam I/BB, pada acara syukuran HUT ke 61 Kavaleri tahun 2011 di lapangan apel Makoyon Kav 6/Serbu di Asam Kumbang Medan, Rabu Malam (9/2).


    Hadir pada acara tersebut, Danyon Arhanudse 11/BS Letnan Kolonel Arh Sony Hendayana, Danyon Armed 2/105 Letkol Arm Surya Darma Damanik, Danyon Zipur 1/DD letkol Czi Ahmad Rijal Ramdhani SSos SH, Danyonif 100/Raider Letkol Inf Heri Susandi, Dandeninteldam I/BB Letkol Kav Hendi Suhendi SSos, para sesepuh Korps Kavaleri serta serta Ibu-ibu Ketua Persit Batalyon Kavaleri 6/Serbu dan tamu undangan lainnya
    Dalam amanatnya, Burhanudin Siagian menyampaikan, Pusenkav Kodiklat TNI AD telah melaksanakan Revisi Bujukbin Kavaleri. Semula satuan Kavaleri hanya berwenang melaksanakan pemeliharaan kendaraan tempur pada tingkat 0, sekarang ditingkatkan pada tingkat 2.


    “Di samping itu Pusenkav dan jajarannya juga telah melaksanakan beberapa penataan pangkalan, dari uraian tersebut dapat kita tarik benang merah bahwa tantangan tugas ke depan yang semakin berat dan kompleks, akan dapat dijawab apabila prajurit Kavaleri memiliki jati diri yang tangguh, dan selalu meningkatkan kemampuannya serta memegang teguh nilai-nilai kejujuran dan nilai-nilai kebenaran.”


    Sesuai dengan tema HUT Kavaleri ke 61 yakni Dengan semangat Jaya dimasa perang berguna dimasa damai, Korps Kavaleri bertekad meningkatkan profesionalisme prajurit dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat guna mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

    Sumber: HARIAN GLOBAL
    Readmore --> Kaveleri TNI AD Akan Mendapatkan 65 MBT, 52 Medium Tank Dan Panser Kanon Pada Tahun 2011 - 2014

    Korsel Tertarik Untuk Membeli Sukhoi Dari Rusia

    Pesawat Tempur Sukhoi.

    Seoul, Feb 11(MIK/WDN) - Korsel tertarik untuk membeli pesawat tempur sukhoi dari Rusia, ketua komite pertahanan dan keamanan dari parlemen Majelis Tinggi Federasi Rusia, Viktor Ozerov, mengatajab kepada kantor berita Rusia Itar-Tass dalam sebuah wawancara eksklusif pada hari kamis.

    Ozerovo merupakan pemimpin dari anggota delegasi parlemen Rusia ke Korsel. Menurut senator, Korea Selatan dan Rusia bekerja sama dalam bidang militer-teknis, karena fakta membuktikan bahwa tank Rusia, kendaraan tempur infanteri BMP-3 dan senjata anti-pesawat telah digunakan oleh Tentara Korea Selatan, dan kedua negara ingin melanjutkan kerjasama ke arah tersebut.

    "Selama pembicaraan kami dengan anggota parlemen Korea Selatan, menyatakan keinginan Korsel untuk membeli pesawat tempur Sukhoi. Saya akan membicarakannya dengan kepala Rostekhnologii Corporation, Sergei Chemezov," kata Ozerov.

    Dia mengatakan "Korsel puas dengan jenis senjata dan peralatan militer buatan kita(Rusia) untuk memasok alutsista ke Korea Selatan, meskipun ada beberapa pengamat mengatakan ada ketertarikan untuk membeli hovercraft Murena."

    "Dan kita harus membangun kerja sama tersebut yang memberi kita kemungkinan untuk menjaga perusahaan kami dalam industri pertahanan" kata kepala delegasi Rusia.

    Selain itu, pihak Korea Selatan telah menunjukkan minat untuk membeli 2-3 hovercrafts tambahan Murena.

    Sumber: BERNAMA
    Readmore --> Korsel Tertarik Untuk Membeli Sukhoi Dari Rusia

    Friday, February 11, 2011 | 11:52 AM | 0 Comments

    Presiden Bertolak Menuju Kupang dengan KRI

    KRI Slamet Riyadi dengan nomor lambung 352

    Atambua, NTT (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, Jumat pagi bertolak dari Atambua menuju Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggunakan KRI Slamet Riyadi dengan nomor lambung 352 dari Pelabuhan Atapupu.

    Presiden berada di Atambua dalam kunjungan kerja meninjau Batalyon 744/Setya Yudha Bakti di Atambua.

    Setibanya di Kupang, Presiden kemudian langsung bertolak menuju Jakarta dan mengakhiri kunjungan kerja selama empat hari sejak Selasa (8/2) hingga Jumat (11/2).

    Perjalanan dari Atambua menuju Kupang ditempuh dengan waktu sekitar tujuh jam.

    Selama di Kupang, selain menghadiri peringatan hari pers nasional, kepala negara juga memberikan pengarahan pada jajaran Pemprov NTT.

    Presiden dan rombongan saat menuju Atambua dari Kupang pada Rabu (9/2) bermalam di SoE, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan dan kemudian menuju Atambua.

    Selama menepuh perjalanan darat tersebut, kepala negara meninjau sejumlah fasilitas seperti pusat pengembangan benih ikan, pusat penyuluhan kelompok tani, rumah pintar dan juga situ atau tempat penampungan air buatan.

    Saat di Atambua, Presiden dan Ibu Negara menginap di markas Batalyon 744/SYB setelah sebelumnya memberikan pengarahan.

    Presiden pernah menjadi Komandan Batalyon 744/SYB pada kurun waktu 1986 hingga 1988 saat batalyon tersebut masih bermarkas di Dili, Timor Timur (kini Timor Leste).

    Setelah kemerdekaan Timor Leste, Batalyon 744/SYB kemudian direlokasi ke NTT dan menempati markas di Atambua.

    Presiden dan rombongan direncanakan akan tiba di Jakarta pada Jumat petang di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara El Tari Kupang.

    Sumber: YAHOO
    Readmore --> Presiden Bertolak Menuju Kupang dengan KRI

    KRI Banjarmasin Singgah di Balikpapan

    (Foto:ayunaja)

    (Foto:ayunaja)


    KRI Banjarmasin, kapal perang TNI AL yang singgah di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (10/2/2011).

    BALIKPAPAN, KOMPAS.com - KRI Banjarmasin, kapal perang untuk pendukung operasi amfibi milik TNI AL, merapat ke Pelabuhan Semayang, Balikpapan selama dua hari mulai Kamis (10/2/2011) dan Jumat (11/2/2011) besok. Warga diberi kesempatan untuk menaikinya.

    KRI Banjarmasin adalah salah satu dari empat kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang dimiliki TNI AL selain KRI Dr Suharso, KRI Makassar, dan KRI Surabaya. KRI Banjarmasin buatan terbaru, yang diluncurkan November 2009.

    KRI Banjarmasin langsung diuji performa dengan pelayaran panjang. Sebelum sampai Balikpapan, Makassar, Ambon, Gorontalo, dan Bitung disinggahi. Usai Balikpapan, kapal bertolak lagi ke Makassar, lalu Jakarta.

    Komandan KRI Banjarmasin, Letkol Laut (P) Eko Jokowiyono mengatakan, selain untuk menguji kemampuan kapal, KRI Banjarmasin juga ingin dikenal masyarakat. Indonesia bisa berbangga karena kapal ini, komponennya buatan dalam negeri, minus mesin yang masih impor dari Korea.

    Empat helikopter dan 17 tank/panser amphibi bisa disimpan kapal berawak 126 orang ini, berikut satu kapal pendarat pasukan amphibi, dan satu kapal sekoci pasukan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> KRI Banjarmasin Singgah di Balikpapan

    Pengadaan Alutsista Dinilai Sarat Kepentingan

    Jakarta, Kompas - Sistem pengadaan alat utama sistem persenjataan dinilai tidak pernah ada. Yang ada hanyalah akomodasi kepentingan jangka pendek di tingkat pimpinan dengan diselimuti kepentingan agen.

    Hal itu disimpulkan Wakil Ketua Komisi I DPR Hayono Isman seusai rapat dengar pendapat dengan para direktur utama industri pertahanan, Kamis (10/2). Hal serupa dinyatakan anggota DPR, Tritamtomo, yang menyayangkan TNI tidak tahu hal yang harus dipersiapkan serta banyaknya agen yang bermain dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

    Hadir dalam rapat itu Direktur Utama PT PAL Harsusanto, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso, Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono, Direktur Operasi dan Teknik PT INTI Tikno, Direktur Utama PT Lembaga Elektronik Nasional Wahyuddin Bagenda, serta Direktur Keuangan dan Pengembangan PT Dahana Harry Sampurno.

    Hayono mengatakan, berkaitan dengan pembelian alutsista dari luar negeri dengan menggunakan kredit ekspor, seharusnya melibatkan BUMN industri strategis terkait. Dengan demikian, ada sistem pertahanan yang terintegrasi.

    Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin juga menyatakan, harus ada koordinasi antara industri dalam negeri dan pembelian. Hal itu sudah berjalan di Malaysia yang membeli Sukhoi dengan mensyaratkan sistem avionik yang ditangani industri dalam negeri. Demikian juga dengan Singapura yang membeli F-16, tetapi sistem komunikasinya didesain di dalam negeri.

    Adik Avianto Soedarsono mengharapkan pemesanan bisa dilakukan dalam jangka waktu lama. Pasalnya, pembelian bahan baku di luar negeri membutuhkan waktu sampai delapan bulan. ”Kalau kita terlambat, jangan lalu dijadikan alasan untuk membeli dari luar negeri, padahal pesanannya mendadak,” katanya.

    Direktur Keuangan dan Pengembangan PT Dahana Harry Sampurno mengatakan, sejak keberadaan Komite Kebijakan Industri Pertahanan, BUMN industri pertahanan cukup terbantu, di antaranya dengan anggaran multitahun dan penunjukan langsung. Untuk jangka pendek, ia berharap ada kebijakan imbal beli yang bisa dicanangkan lewat peraturan presiden. Dengan demikian, Kementerian Pertahanan dan TNI tetap dapat membeli alutsista canggih dari luar negeri, tetapi disertai dengan kebijakan imbal beli.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pengadaan Alutsista Dinilai Sarat Kepentingan

    Thursday, February 10, 2011 | 10:30 PM | 0 Comments

    Amankan Pulau Terluar, TNI-AL Terjunkan 136 Marinir

    Ist

    REPUBLIKA.CO.ID,SIDOARJO--Sebanyak 136 prajurit Pasmar-1 yang bergabung dalam Satgas Pulau Terluar X siap mengamankan empat pulau terluar, yakni Miangas, Marampit, Marore, dan Dana Rote.

    Kesiapan itu terlihat dalam pengarahan Komandan Pasmar-1 yang diwakili Wadan Pasmar-1 Kolonel Marinir F. Saud Tambatua di Balai Prajurit Gedung Endianto, Brigif-1 Mar, Gedangan, Sidoarjo, Kamis.

    Pengarahan juga diberikan kepada 150 prajurit Pasmar-1 yang akan ditempatkan di Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XI Merauke.

    Satgas Pulau Terluar (Puter) X akan menggantikan Satgas Puter IX, sedangkan Yonmarhanlan XI Merauke yang baru dibentuk memerlukan dukungan 150 prajurit Pasmar-1 untuk pertahanan diujung timur Indonesia. Dalam pengarahannya, Wadan Pasmar-1 menyampaikan pesan Danpasmar-1 untuk tetap menjaga kebersamaan prajurit dan hindari pelanggaran-pelanggaran.

    "Jagalah nama baik Korps Marinir dan laksanakan tugas sesuai prosedur yang berlaku. Anda berangkat bertugas untuk kepentingan Negara Indonesia, karena itu bagi yang memiliki kepentingan-kepentingan pribadi hilangkan jauh-jauh dari pikiran," katanya.

    Kepada ratusan prajurit Pasmar-1, Wadan Pasmar-1 juga menyampaikan agar mereka jangan pernah terpancing oleh isu SARA. "TNI adalah netral, berdiri di atas semua golongan, karena kita yang menjaga orang terdepan dan terakhir untuk menjaga keutuhan NKRI," katanya dalam acara yang dihadiri para Dankolak Pasmar-1 dan Asisten Danpasmar-1 itu.

    Sebelumnya (1/2), Satgas "Trisila Aru Hiu 2011" yang melibatkan personel gabungan Angkatan Laut dilepas oleh Kepala Staf Guspurla Armatim Kolonel Laut Pelaut I Nyoman Nesa untuk berangkat ke wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang rawan penyelundupan.

    "Satgas Trisila akan bertugas selama kurang lebih 90 hari atau tiga bulan dengan melibatkan dua KRI (kapal perang RI) dari berbagai jenis dan dua pasukan khusus angkatan laut yaitu satu peleton dari Yonif-1 Marinir dan satu peleton dari pasukan katak," kata Kolonel Laut Pelaut I Nyoman Nesa.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Amankan Pulau Terluar, TNI-AL Terjunkan 136 Marinir

    Kodam Jaya Miliki Mobil Dapur Lapangan

    JAKARTA (Pos Kota) – Kesiapsiagaan Kodam Jaya/Jayakarta dalam menanggulangi bencana sudah menjadi prioritas utama dalam membantu masyarakat sesuai dengan sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI. Ikatan TNI khususnya Kodam Jaya/Jayakarta dengan masyarakat sangat erat.

    Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Marciano Norman sangat bangga dengan apa yang telah dimiliki Kodam Jaya untuk melaksanakan tugas pengabdiannya. Dalam membantu tugas satuan bawah Pangdam Jaya/Jayakarta menyerahkan mobil dapur lapangan kepada Kabekangdam Jaya untuk membantu tugas Bekangdam Jaya di Makodam Jaya.

    Kabekangdam Jaya Kolonel Cba Yayan Suryana, S.IP menjelaskan bahwa karakteristik mobil dapur ini dapat menempatkan menu makanan, kompor lapangan, alat dapur lapangan, rak tempat makanan, sarana dan air pencuci serta dilengkapi alat pemandam kebakaran.

    Mobil dapur ini juga mempunyai kemampuan dalam pemasakan kekuatan 200 – 400 orang sesuai kondisinya. Dan dengan keunggulan manufer cepat untuk mendukung kegiatan bencana atau kegiatan sosial lainnya dan dapat cepat dalam memberikan dukungan dapur serta sangat efisiensi tempat dalam pengolahan bahan mentah menjadi bahan makanan siap saji.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Kodam Jaya Miliki Mobil Dapur Lapangan

    Pesawat Tempur Generasi Ke 5 Akan Menelan Biaya Lebih Dari $ 6 Milyar Dolar

    Prototipe Pesawat Tempur Generasi Ke 5 T-50.

    BANGALORE (WDN/MIK)- Pengembangan pesawat tempur generasi kelima antara Rusia dan India akan menelan biaya sebesar $ 6 milyar dolar, kata direktur keuangan Hindustan Aeronautics Ltd.(HAL) D.Shivamurti.

    Rusia dan India telah meneken kontrak pada akhir desember tahun lalu yaitu pengembangan bersama dalam pembuatan desain pesawat tempur multirole generasi ke 5.

    Sukhoi holding Rusia dan Hindustan Aeronautics Limited menyutujui penandatangan pada tahun 2010 untuk pengembangan pesawat tempur generasi ke 5 yaitu mengunakan desain T-50.

    "Sebuah fase secara detail untuk desain pesawat, termasuk biaya proyek, kemungkinan biaya akan menelan anggaran lebih dari $ 6 milyar," kata Shivamurti.

    "Pekerjaan pesawat tempur ini kami dan mereka [India dan Rusia] masing-masing dengan proporsi 35/65."

    Rusia telah mengembangkan pesawat generasi ke 5 sejak tahun 1990an. Prototipe kini, dikenal sebagai T-50, dirancang oleh biro desain Sukhoi dan dibangun di pabrik di Komsomolsk-on-Amur di daerah timur Rusia.

    Para pejabat Rusia telah memuji pesawat tempur tersebut sebagai "pesawat tempur yang unik" yang menggabungkan kemampuan sebuah pesawat tempur superior di udara dan pertempuran di udara.

    Rusia berencana untuk menggunakan pesawat tempur 5G yang akan dikembangkan menjadi versi ekspor T-50, sementara India mengharapkan pesawat baru untuk bergabung dengan angkatan udara pada tahun 2020.

    Sumber: RIA/WDN/MIK
    Readmore --> Pesawat Tempur Generasi Ke 5 Akan Menelan Biaya Lebih Dari $ 6 Milyar Dolar

    Inilah Hasil Uji HAM Calon Panglima TNI

    Ist

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Calon Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono ternyata sejauh ini dianggap belum punya cacat dalam pelanggaran HAM. Komisi Nasional HAM malah menilai Kepala Staf Angkatan Laut yang hari ini menjalani uji kelayakan di DPR itu, punya prestasi soal penegakkan HAM.

    Agus dinilai punya andil dalam upaya mencegah masuknya kapal pendukung Timorleste ketika terjadi konflik pada tahun 1999." Agus punya sejarah yang fenomenal. Ketika jamannya Timor Leste mau lepas, Agus sempat mencegah masuknya kapal yang membawa pendukung Timor Merdeka ke tanah Timor. Yang menarik, dalam tindakan itu tidak ada insiden pelanggaran HAM. "kata Ketua Komisi HAM Ifdhal Kasim usai pertemuan dengan Komisi Pertahanan DPR, Rabu 22 September.

    Pertemuan Komisi HAM dengan tim DPR kemarin memang membahas investigasi dua lembaga soal track record sosok calon Panglima TNI. Selain track record dari Mabes TNI, Komisi DPR juga menguji kelayakan sosok panglima itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi dan Komisi HAM.

    Dan hasilnya? "Sejauh ini belum ada record pelanggaran HAM oleh si calon" kata Ifdhal Kasim.

    Setidaknya ada tiga variabel yang dipakai Komisi HAM untuk menguji Agus. Pertama karir militernya. Kedua perspektif HAM, apakah dia memajukan HAM dalam lingkungan TNI AL dan TNI secara keseluruhan. Terakhir, apakah ada pelanggaran HAM yang dilakukannya dalam menjalankan tugas selama ini.

    "Sepanjang karirnya, Komnas HAM sejauh ini mendapatkan kesan ada pemahaman HAM dari Agus dalam setiap operasi yang dilakukannya," kata Ifdhal.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Inilah Hasil Uji HAM Calon Panglima TNI

    DI : Indonesia Dan Korsel Akan Membuat Helikopter Serang Ringan

    Model Helikopter Serang Ringan Buatan Korsel (photo : Network54)

    Perusahaan Pesawat Indonesia, PT Dirgantara Indonesia akan mengembangkan sebuah helikopter serang ringan dan kerjasama militer dengan Korea Selatan, kata presiden direktur PT.DI pada hari Kamis.

    "Kami bekerja sama dengan Angkatan Darat Indonesia untuk mengembangkan helikopter serang ringan yang dapat digunakan untuk menghadapi separatis dan penyelundup," kata Budi Santoso, presiden direktur PT Dirgantara Indonesia dalam sidang parlemen.

    Dia mengatakan bahwa karakteristik dari helikopter MI35 berbeda dari yang dirancang untuk pertempuran terbuka di mana mempunyai kebisingan yang rendah. "Unsur yang paling penting dari helikopter serang ringan adalah kebisingan rendah saat terbang.

    Kita tidak perlu seperti helikopter MI35 bahwa kebisingan bisa didengar dari jarak 10 kilometer," kata Santoso.

    Dia juga mengatakan bahwa Departemen Pertahanan dan mitra Korea Selatan yang sedang mengembangkan sebuah program bernama Fighter Korea Program (KFP). "Ini adalah kesempatan kami untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian baru yang terus ditingkatkan, terutama di bidang teknik,"katanya.

    Menurut Santoso, seumur hidup umum pesawat adalah sekitar 20 - 30 tahun.

    "Namun, selama masih bisa digunakan, kita mampu mengupgrade dua kali atau tiga kali untuk upgrade pada persenjataan dan sistem avionik.

    Jika kita memiliki keahlian,kita bisa upgrade sesuai dengan kebutuhan kita,"katanya.

    Sumber: CRI ENGLISH
    Readmore --> DI : Indonesia Dan Korsel Akan Membuat Helikopter Serang Ringan

    PT DI Dilanda Krisis, 5 Bulan Gaji Karyawan Telat Terus

    Bandung - BUMN pembuat pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (DI) tengah mengalami krisis keuangan. Krisis tersebut ditandai dengan selalu telatnya pembayaran gaji karyawan dalam 5 bulan terakhir.

    Hal itu diungkapkan Ketua Umum Serikat Pekerja DI (Spedi) Haribes dalam jumpa pers di Garasi Detikbandung, Jalan Lombok 33, Kamis (10/2/2011). Ia menggambarkan, saat ini PT DI tengah mengalami serangan stroke.

    "PT DI ini seperti orang kena stroke. Aliran darah ke tubuh terganggu karena cash flow nya juga tidak lancar. Sejak September tahun lalu, gaji karyawan tak pernah dibayar tepat waktu," ujar Haribes.

    Gaji yang seharusnya dibayarkan pada tanggal 25 atau 26 di setiap bulan selalu dibayarkan di bulan kemudian.

    "Bahkan gaji di bulan Oktober dibayarkan di Desember. Gaji bulan Oktober dibayar tanggal 2 Desember, sementara gaji November dibayar 8 Desember. Gaji bulan Januari ini saja belum dibayar sepenuhnya," jelasnya.

    Krisis keuangan yang terjadi di PT DI menurut Haribes akibat tidak seimbangnya pendapatan dan pengeluaran. Sinyal penurunan performa dari PT DI menurutnya telah terasa sejak 2008.

    Saat ini, kata Haribes, PT DI tengah ditangani PT PPA (Perusahaan Pengelola Aset). "PT DI masuk ICU, yaitu dengan ditangani PT PPA untuk diobservasi," katanya.

    Namun yang disayangkan Sense of Crisis pihak menagemen justru tak terlihat. Malah pada Agustus 2010 ada kenaikan tunjangan jabatan.

    "Kalau lagi untung besar ya wajar. Kenaikan untuk kepala divisi sampai 400 persen. Sebelumnya pada bulan Februari gaji direksi naik dari Rp 40 juta menjadi Rp 70 juta," katanya.

    Ironis, sebulan berikutnya pembayaran gaji karyawan lalu macet. Haribes menduga, kondisi tersebut terjadi karena perusahaan sudah tak bisa lagi menjaminkan asetnya.

    "Sebelumnya, kondisi tidak sehat ini masih bisa ditutupi dengan menjaminkan aset. Sampai akhirnya September, mungkin sudah tak ada lagi yang bisa dijaminkan," tuturnya.

    Terkait keterlambatan gaji bulan ini, kata Haribes, perusahaan selalu mengatakan hal itu karena perusahaan tak memiliki uang.

    "Bahkan sebelumnya, tak ada penjelasan pada karyawan. Sampai akhirnya kami meminta direksi turun, baru ada penjelasan," katanya.

    Untuk keterlambatan per pembayaran gaji bulan Januari 2011, direksi pun telah mengeluarkan surat edaran yang isinya, bahwa karyawan yang penghasilannya kurang dari Rp 2,5 juta akan dibayarkan pada 28 Januari 2011. Sementara karyawan yang gajinya di atas Rp 2,5 juta akan dibayar Rp 2,5 juta pada 28 Januari dan sisanya akan dibayar secepatnya.

    "Secepatnya itu kapan. Kami ingin kepastian. Sekarang ini banyak karyawan resah dan merasa tidak aman dengan kondisi seperti ini," katanya.

    Haribes menambahkan, keterlambatan ini dialami oleh seluruh karyawan yang jumlahnya sekitar 3.000 ribu karyawan.

    Dalam jumpa pers ini, hadir pula Sukamto Ketua IV Spedi dan juga Henni Andrianto Ketua Serikat Karyawan DI (SKDI). Di PT DI total ada 4 organisasi pekerja, dari sekitar 3 ribu karyawan hanya 600 saja yang tidak tergabung dalam serikat atau organisasi pekerja.

    Sumber: DETIK BANDUNG
    Readmore --> PT DI Dilanda Krisis, 5 Bulan Gaji Karyawan Telat Terus

    Saingi Menara Jakarta, BUMN Siapkan Gedung Setinggi 600 Meter

    Jakarta - Sejumlah BUMN strategis sedang menggarap pembangunan gedung setinggi 600 meter di kawasan komplek Kemayoran, Jakarta. Gedung ini bakal siap menyaingi Menara Jakarta yang juga akan berdiri di Kemayoran setinggi 558 meter.

    Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK) Hendardji Soepandji mengatakan gedung ini merupakan rencana gabungan para kantor BUMN bidang strategis seperti Pindad, BUMN baja, dan lain-lain. Nama gedung itu diberi nama Gedung Badan Industri Strategis (BPIS).

    "Itu 600 meter. Lebih tinggi dari Menara Jakarta, proyeknya BUMN," kata Hendardji di lokasi MGK Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/2/2011).

    Ia menambahkan gedung BPIS akan dibangun disebelah utara lapangan golf Kemayoran seluas 4 hektar. Kini lokasinya masih dihuni oleh pemukiman penduduk kumuh yang menduduki kawasan Kemayoran.

    "Itu BUMN, bukan BUMN Tower lain lagi," katanya.

    Mantan Komandan Pusat Pasukan Militer ini menambahkan, rencana pembangunan Menara BPIS sebenarnya sudah lama. Dan setelah PPKK di bawah kepemimpinannya, Hendardji berjanji akan mendorong pembangunannya. Ia mengaku sudah menemui menteri BUMN Mustafa Abubakar.

    "Saya sudah menghadap menteri BUMN, tapi belum ada jawaban kapannya," katanya.

    Mengenai proses pembangunan Menara Jakarta, pada tahun 2011 ini proses pembangunannya akan dilanjutkan kembali.

    "Menara Jakarta, tahun ini dia akan meneruskan," katanya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Saingi Menara Jakarta, BUMN Siapkan Gedung Setinggi 600 Meter

    Stasiun Peluncur Satelit Lapan di Enggano Bisa Ganggu Ekosistem

    BENGKULU--MICOM: Pembangunan stasiun peluncur satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional di Pulau Enggano dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem pulau itu.

    "Apalagi rencana lokasi peluncuran tersebut berada di dalam kawasan konservasi Taman Buru Gunung Nanua tentu akan mempengaruhi ekosistem kawasan lindung itu dan Pulau Enggano secara keseluruhan," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Amon Zamora di Bengkulu, Kamis (10/2).

    Hasil survei awal Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Bengkulu terdapat tiga lokasi yang ditawarkan kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Dua lokasi berada di sekitar Cagar Alam Kioyo dan satu di dalam Taman Buru Gunung Nanua.

    "Dari tiga lokasi itu, yang paling strategis menurut tim survei adalah yang ada di dalam Taman Buru Nanua," katanya. Kawasan CA Kioyo dan Taman Buru Gunung Nanua merupakan habitat sejumlah burung edemik Pulau Enggano sehingga proyek tersebut akan mengganggu habitat sejumlah satwa lindung lainnya.

    "Kami sudah melakukan survei awal dan ada tiga titik lokasi yang menjadi alternatif dan akan ditawarkan kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Bengkulu Winarkus. Tiga lokasi tersebut yakni Tanjung Komang, Kioyo, dan Tanjung Laboko. Ketiganya berada di sebelah Selatan pulau atau di sisi sebalik permukiman warga.

    Sumber: MI
    Readmore --> Stasiun Peluncur Satelit Lapan di Enggano Bisa Ganggu Ekosistem

    TNI AU Kembangkan Kekuatan Satuan Radar

    JAKARTA (Suara Karya): TNI Angkatan Udara secara bertahap mengembangkan kekuatan satuan radar untuk mengawal dan mempertahankan wilayah udara nasional. Penambahan kekuatan satuan radar dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan udara Indonesia oleh Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas).

    "Kekuatan satuan radar diharapkan mampu mengawasi dan mengontrol ruang udara seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), " ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat dalam amanatnya yang dibacakan Panglima Kohanudnas Marsda TNI Eddy Suyanto dalam upacara memperingati HUT ke-49 Kohanudnas di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (9/2).

    Secara spesifik, TNI AU melalui Kohanudnas memberikan pengawasan ekstra terhadap wilayah perbatasan Indonesia dengan negara - negara tetangga serta jalur lalu lintas penerbangan yang padat dan rawan.

    "Untuk itu Kohanudnas diharapkan berani bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang memasuki wilayah udara yurisdiksi nasional, dengan tetap berpedoman pada prosedur hukum yang berlaku," ujar KSAU.

    Pengembangan satuan radar, kata Imam, cermin Kohanudnas memiliki lingkup tugas dan tanggung jawab yang sangat strategis sebagai alat pertahanan udara yang tangguh. Tugas dan tanggung jawab Kohanudnas adalah mendeteksi dini dan menindak cepat dan tepat setiap pelanggaran wilayah udara yang masuk illegal ke yurisdiksi udara nasional.

    "Terlebih jika dihadapkan dengan luas wilayah udara yurisdiksi nasional yang terbentang dari Sabang hingga Papua termasuk di dalamnya objek vital yang ada perlu mendapatkan pengawasan dan pengamanan oleh alat utama sistem senjata pertahanan udara yang handal," ujarnya.

    Keseimbangan Kekuatan

    Karena itu, ke depan TNI AU menyiapkan Kohanudnas dalam keseimbangan peningkatan kekuatan, seperti yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) II TNI tahun 2010 - 2014. Tugas Kohanudnas semakin berat menyusul tantangan dan ancaman yang ada. "TNI AU bertekad untuk menyiapkan, meningkatkan dan mengembangkan kemampuan maupun kekuatan jajaran Kohanudnas," ujar dia.

    Perkembangan lingkungan strategis yang terus berubah secara cepat di tingkat internasional, regional maupun nasional, mengisyaratkan, bahwa tugas dan tanggung jawab Kohanudnas dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan dan kedaulatan serta integritas nasional di masa mendatang akan menghadapi tantangan yang semakin berat.

    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> TNI AU Kembangkan Kekuatan Satuan Radar

    Pembelian 6 Kapal Patroli Sebesar 6 Milyar Ringgit Masih Wajar

    SGPV akan mengadopsi Gowind class tipe Littoral Combat Ship dengan panjang 99,5m dan bobot penuh 2.200 ton (Foto: Defense Studies)

    Kuala Lumpur - Alokasi Sebesar RM6 miliar untuk membeli enam unit kapal patroli generasi kedua (SGPV-LCS) untuk penggunaan Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) dianggap masih rasional dalam usaha untuk meningkatkan kemampuan Cadangan itu.

    Panglima TLDM, Laksamana Tan Sri Abdul Aziz Jaafar, mengatakan pembelian peralatan dan peralatan baru itu juga memenuhi kebutuhan saat ini, khususnya dalam kondisi tugas melindungi kedaulatan perairan negara yang semakin menantang.

    "Belanja RM6 miliar itu wajar karena permbuatan kapal tersebut bukan saja mencakup biaya konstruksi setiap unit kapal tersebut, malah turut memperhitungkan biaya instalasi sistem persenjataan, teknologi radar dan peralatan lain terkait.

    "Jadi, tidak wajar membandingkan jumlah biaya itu dengan biaya dikeluarkan negara lain untuk membeli kapal seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, Prancis dan Australia memiliki keahlian dan kemampuan sendiri dalam membangun peralatan militer, termasuk kapal patroli jika dibandingkan kita, "katanya kepada wartawan semalam.

    Ia mengatakan hal tersebut untuk menyangkal pernyataan Anggota Parlemen Petaling Jaya Utara, Tony Pua dalam blognya yang berhubungan biaya yang dianggarkan pemerintah Malaysia untuk membeli enam SGPV-LCS adalah 870 persen mahal dari negara lain.

    Dia berpendapat ketentuan RM6 miliar itu sangat tidak wajar dibandingkan biaya dikeluarkan negara seperti Amerika Serikat, Irlandia, Jerman dan Israel.

    Anggota Parlemen DAP itu mengklaim pembelian kapal patroli pantai (OPV) oleh Angkatan Laut Kerajaan Selandia Baru tahun lalu hanya bernilai NZ $ 90 juta (RM210 juta) setiap. Kapal Roisin Class buatan Irlandia dikatakan hanya bernilai US $ 34 juta (RM103 juta); Super Vita dari Yunani senilai US $ 108 juta (RM329 juta); Type 130 dari Jerman (AS $ 188 juta atau RM572 juta), sedangkan Saar V dari Israel senilai US $ 260 juta atau RM791 juta.

    Abdul Aziz mengatakan, biaya dinyatakan anggota oposisi itu tak tepat karena tidak mencakup semua biaya konstruksi dan instalasi berbagai peralatan diperlukan dalam sebuah kapal patroli atau kapal perang.

    "Perbandingan harga juga tidak wajar karena biaya dibelanjakan negara tersebut bukan pada harga terbaru," katanya.

    Sumber: HARIAN ONLINE
    Readmore --> Pembelian 6 Kapal Patroli Sebesar 6 Milyar Ringgit Masih Wajar

    Indonesia-Filipina Sepakati Perluasan Wilayah Patroli

    Perbatasan Indonesia - Filipina

    Manado (ANTARA News) - Pertemuan sidang tingkat ketua, Republik Indonesia- Republik Filipina Border Committee (RI-RPBC) menyepakati adanya perluasan wilayah patroli. Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Amril Amir di Manado, Rabu, mengatakan, selama dalam pelaksanaan sidang, ada sepuluh item yang disepakati.

    "Kesepuluh item itu di antaranya perluasan wilayah patroli, latihan SAR bersama, pertukaran informasi intelijen dan pengawasan untuk pelintas batas," kata Amril Amir usai pelaksanaan (RI-RPBC) di Manado.

    Amril Amir, juga Ketua Delegasi Indonesia mengatakan, dalam diskusi pada pertemuan sebelumnya di Davao Filipina, pembahasan telah dilakukan secara cermat untuk mendapatkan kesepakatan itu seperti tentang perluasan wilayah patroli antara kedua belah pihak.

    Dalam perluasan wilayah itu ada area yang telah disepakati bersama, mana area yang dapat dimasuki angkatan laut Filipina dan mana dimasuki angkatan laut Indpnesia.

    "Itulah yang disepakati bersama area perluasan tersebut," katanya.

    Dia mengatakan, kerja sama yang dilakukan antara Indonesia dan Filipina dalam pertemuan seperti ini telah berlangsung lama sejak tahun 1980.

    "Ini merupakan yang ke-29 kali, dan dalam perjalanannya, kita memperbaiki dan evaluasi tentang kerjasama itu," katanya.

    Panglima Mindano Timur Mayjen Arthur I Tabaquero mengatakan, sebagai negara tetangga dan anggota Asean, kegiatan bersama ini sangat penting.

    "Kegiatan ini juga untuk meningkatkan persahabatan antar kedua negara," kata Tabaquero juga Ketua Delegasi Filipina.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia-Filipina Sepakati Perluasan Wilayah Patroli

    Russia plans to send first Mistral ships to protect Kurils


    The Mistral class amphibious assault ship

    The two Mistral class amphibious assault ships built in France for the Russian Navy will be put in service with the Pacific Fleet, a Russian Defense Ministry source said Wednesday.

    "After the [first two] Mistral ships are built and enter service, they are expected to join the Pacific Fleet," the source said.

    Russian President Dmitry Medvedev earlier on Wednesday ordered naval and ground-based units deployed on the disputed South Kuril Islands, located in the Pacific, to be equipped with advanced weaponry.

    Moscow and Paris signed an intergovernmental agreement to jointly build four Mistral class ships on January 25.

    Under the Russian-French agreement the first Mistral-class ship, with a price tag of 720 million euros, is expected to be built in late 2013-early 2014 and the second in late 2014-early 2015.

    A Mistral-class ship is capable of carrying 16 helicopters, four landing vessels, 70 armored vehicles, and 450 personnel.

    Russia will also invest heavily in the modernization of the defense infrastructure on the four Kuril Islands and in the upgrade of weaponry used by units deployed on these islands.

    The South Kuril Islands were seized from Japan by Soviet troops at the end of World War Two and remain a source of tension between Moscow and Tokyo. Russia claims that the islands are "unalienable Russian territory."

    From: RIA
    Readmore --> Russia plans to send first Mistral ships to protect Kurils

    Para Menhan ASEAN Bahas Laut China Selatan

    ADMM 2010 Yang Diselengarakan Di Vietnam Tahun Lalu.

    Jakarta, Kompas - Pertemuan Menteri Pertahanan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN Defense Ministers Meeting/ADMM) akan berlangsung pada Februari ini. Isu Laut China Selatan akan menjadi topik pertemuan.

    Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Erris Herryanto, Rabu (9/2) di Jakarta.

    ASEAN berencana membentuk tiga pilar komunitas pada tahun 2015, yaitu ekonomi, sosial-budaya, dan politik-keamanan. Untuk menuju ke sana, ADMM akan menyusun ASEAN Security Outlook untuk tiga tahun ke depan. Hal ini juga menjadi tugas Indonesia, yang pada 2011 menjadi tuan rumah ADMM.

    Sejumlah tema utama yang dibahas adalah keamanan laut, kontraterorisme, manajemen bencana, pengobatan militer, dan penjaga perdamaian. Semua tema utama itu dianggap menjadi kepentingan semua negara ASEAN.

    Erris mengatakan, pembahasan tentang keamanan maritim akan dipimpin oleh Malaysia dan Australia, sementara Indonesia berpasangan dengan AS untuk membahas antiterorisme. Sejumlah negara non-ASEAN juga akan ikut dalam ADMM ini, seperti Selandia Baru.

    Erris juga menyampaikan perkembangan kerja sama berupa hibah pesawat tempur F-16 dari AS. Menurut Erris, hingga kini AS belum memberikan keputusan. Setelah tawaran itu diterima Pemerintah Indonesia, barulah Kementerian Pertahanan bisa membuat berbagai pertimbangan, termasuk tentang operasional dan anggaran. ”Kita masih tunggu keputusan AS,” katanya.

    RI-Filipina

    Dari Manado diberitakan bahwa Indonesia dan Filipina sepakat melaksanakan pengawasan intensif terhadap pelintas batas dan awak kapal yang melintasi wilayah perairan kedua negara. Operasi militer perbatasan kedua negara juga diperluas hingga perairan Tarakan, Kalimantan.

    Ketua delegasi Indonesia, Panglima Kodam VII Wirabuana Mayjen Amril Amir, dan ketua delegasi Filipina, Panglima Militer Mindanao Mayjen Arthur Tabaquero, menyatakan hal itu kepada wartawan di Manado, Rabu.

    Delegasi militer Indonesia dan Filipina melakukan pertemuan Komisi Perbatasan Ke-29. Rombongan pejabat militer Filipina sebanyak 15 orang kemarin langsung kembali ke Manila melalui Davao setelah berada dua hari di Manado.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Para Menhan ASEAN Bahas Laut China Selatan

    Wednesday, February 9, 2011 | 5:43 PM | 0 Comments

    Basarnas Dapat Hibah Delapan Mi-17

    PADANG — Badan SAR Nasional akan segera mendapatkan hibah berupa delapan unit helikopter transpor Mi-17/ Mi-18 bekas pakai Angkatan Udara Bulgaria. ”Ini sedang proses. Insya Allah tahun ini sudah terealisasi,” kata Kepala Badan SAR Nasional Letjen (Mar) Nono Sampono seusai meresmikan penggunaan Rescue Boat 213/Padang 01 di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Kota Padang, Selasa (8/2). Menurut Nono, helikopter itu dihibahkan sebagai bagian kesepakatan bergabungnya Bulgaria ke dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Basarnas Dapat Hibah Delapan Mi-17

    Twin Otter Pertimbangkan Pabrik di RI

    JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrikan pesawat asal Kanada, Twin Otter, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk membuat pabrik pesawat di Indonesia. Kabar ini disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayudha Gumay kepada wartawan di Jakarta.

    "Mereka masih mengkaji, salah satunya adalah mereka akan ke Indonesia bila operator di Indonesia telah membeli pesawat Twin Otter minimal 30 unit. Pada kenyataannya, pesawat Twin Otter di Indonesia sudah lebih dari itu," kata Herry.

    Disebutkan, kemungkinan Twin Otter, akan bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia (DI) membangun pabrik pesawat di Bandung.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Twin Otter Pertimbangkan Pabrik di RI

    Menhan Tinjau Satuan Radar 241 TNI AU di Buraen, NTT

    Ist

    Kupang, DMC - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meninjau Satuan Radar (Satrad) 241 TNI AU, Senin (7/2) di Buraen, Nusa Tenggara Timur. Peninjauan tersebut dilakukan disela – sela kujungannya selama lima hari dalam rangka mendampingi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangkaian kunjungan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Turut mendampingi Menhan dalam kunjungan tersebut antara lain Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Renhan Kemhan) Marsda TNI Bongas Silaen dan Direktur Wilayah Pertahanan Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dir Wilhan Ditjen Strahan) Kemhan Laksma TNI Susetyo.
    Dalam peninjauan tersebut, Menhan dan rombongan diterima Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) IV Marsma TNI M. Syaugi S.Sos beserta jajaran Satrad 241 TNI AU.

    Menhan menyampaikan bahwa kunjungannya ke NTT kali ini dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung kesiapan dan kesiagaan Satrad 241 TNI AU sekaligus berinteraksi langsung dengan para prajurit yang bertugas di daerah perbatasan.

    Menurut Menhan keberadaan radar sangat penting dalam rangka mendukung kekuatan pertahanan negara khususnya di wilayah perbatasan. Radar menjadi sebuah pagar dalam menghadapi berbagai upaya infiltrasi yang ingin masuk ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Oleh karena itu, lebih lanjut Menhan mengungkapkan bahwa saat ini Kemhan juga tengah memikirkan agar seluruh wilayah NKRI dapat dipagari dengan satu kesatuan radar elektronik antara radar laut dan udara yang kompatible. Sehingga radar-radar yang sudah ada menjadi suatu satu kesatuan pagar untuk menghadapi apapun infiltrasi yang masuk ke wilayah NKRI.

    Kesejahteraan Prajurit di Perbatasan

    Selain membahas tentang kesiapan dan kesiapsiagaan Satrad 241 TNI AU, dalam kunjungannya tersebut Menhan juga menanyakan tentang keadaan para prajurit yang bertugas di Satrad 241 TNI AU. Menhan menanyakan langsung kepada para prajurit tentang penerimaan tunjangan kinerja (remunerasi) dan tunjuangan khusus pengamanan perbatasan.

    Menhan menegaskan bahwa mulai tahun 2010 merupakan tahun kesejahteraan dimana pemerintah telah memperhatikan peningkatan kesejahteraan prajurit TNI dan PNS melalui pemberian tunjangan kinerja dan tunjangan khusus bagi prajurit TNI yang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan.

    Selain itu, lebih lanjut Menhan mengatakan bahwa bentuk dari peningkatan kesejahteraan lainnya adalah terkait dengan kesehatan prajurit beserta keluarganya. Menhan menegaskan bahwa tahun lalu telah ditandatangani MoU antara Menteri Pertahanan dan Menteri Kesehatan, dimana MoU tersebut menegaskan para prajurit TNI dan PNS beserta keluarganya dapat berobat ke Pukesmas dan Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.

    “Sudah ada MoU antara Menhan dengan Menkes, jadi apabila ada hal-hal yang diperlukan dan mungkin apabila tidak dapat ditangani oleh Rumah Sakit di lingkungan TNI, maka dapat dirujuk ke Rumah Sakit Daerah dan Rumah Sakit lain di luar TNI atau di Pukesmas”, jelas Menhan.

    Lebih lanjut Menhan menjelaskan, dengan MoU tersebut dimungkinkan para prajurit TNI dan PNS mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama di Pukesmas maupun di Rumah Sakit Umum milik pemerintah lainnya, ini sangat penting terutama bagi prajurit beserta keluarganya yang bertugas di daerah perbatasan yang jauh dari akses pelayanan kesehatan.

    Pada kesempatan tersebut Menhan mengharapkan kepada para prajurit di jajaran Satrad 241 TNI AU untuk terus meningkatkan profesionalismenya. Disampaing itu, Menhan atas nama pemerintah juga menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada para prajurit yang bertugas di Satrad 241 TNI AU yang telah menunjukan pengabdiannya sebagai prajurit kepada bangsa dan negara.

    “Saya atas nama permerintah mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas tugas saudara, disini memang terpencil tetapi ini adalah wujud pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara” ungkap Menhan kepada para prajurit di jajaran Satrad 243 TNI AU.

    Selain meninjau Satrad 241 TNI AU, pada hari yang sama Menhan juga memberikan kuliah umum kepada Mahasiswa Univeritas Katolik Widya Mandira, Kupang. Disampingi itu, Menhan akan melakukan peninjauan ke Pulau Dana Rote, Selasa (8/2).

    Sumber: DMC
    Readmore --> Menhan Tinjau Satuan Radar 241 TNI AU di Buraen, NTT

    Wamenhan: ADMM Ajang Tingkatkan Kerjasama Bilateral dan Multilateral

    ADMM 2010 Di Vietnam Tahun Lalu.

    Jakarta, DMC – Tahun ini Indonesia diberi kesempatan sebagai tuan rumah (host) yang sekaligus juga sebagai ketua (leader) ADMM 2011 (Asean Defence Minister Meeting), dimana pertemuan tersebut dapat digunakan sebagai ajang untuk meningkatkan kerjasama bilateral maupun multilateral diantara negara peserta ADMM.

    Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamdoeddin, Senin (7/2) saat menerima Panglima Angkatan Bersenjata atau Armed Forces of the Philippines (AFP) Chief of Staff, General Ricardo A. David JR beserta rombongan, di ruang kerjanya, di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Wamenhan didampingi Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Puguh Santoso, S.T., Kapuspen TNI Iskandar Sitompul, S.E., Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara dan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI I Wayan Midhio, M.Phil.

    Lebih lanjut Wamenhan menegaskan bahwa pertahanan, keamanan dan angkatan bersenjata dapat menjadi vocal point dalam ADMM 2011 untuk memperkuat stabilitas keamanan baik di wilayah Asean maupun secara global.

    Dalam pertemuan tersebut baik Wamenhan maupun Panglima AB Philipina berharap negara Kambodia dan Thailand dapat menggunakan ajang ADMM tersebut untuk menyelesaikan masalah diantara kedua negara berdasarkan prinsip ASEAN yang menggunakan azas perdamaian.

    Menurut Panglima AB Philipina, dalam tahun ini ADMM ini akan menjadi isu terhangat di kawasan dan ASEAN merupakan tempat yang tepat bagi negara peserta ADMM untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul baik internal maupun eksternal seperti yang terjadi pada negara Thailand dan Philipina.

    Sebelum bertemu Wamenhan, pada hari yang sama delegasi Philipina diterima Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, di Cilangkap, Jakarta. Selanjutnya delegasi Philipina direncanakan akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Jakarta dan sekitarnya.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Wamenhan: ADMM Ajang Tingkatkan Kerjasama Bilateral dan Multilateral

    Pangkolinlamil Tinjau KRI Banjarmasin-592 Latihan Pendaratan Tank Amfibi

    JAKARTA (Pos Kota) – Panglima Komando Lintas laut Militer (Pangkolinlamil ) Laksma TNI Didit Herdiawan,MPA.,MBA. meninjau langsung KRI Banjarmasin-592 dalam latihan pendaratan tank amfibi Marinir dalam rangkaian kegiatan Long Sea Trial keliling perairan Indonesia bagian Timur saat melaksanakan latihan pendaratan di pantai Mapalus Wangurer Barat Kecamatan Madidir. Bitung.

    Dalam kegiatan tersebut Pangkolinlamil Laksma TNI Didit Herdiawan,MPA.,MBA. didampingi Komandan Lantamal VIII Laksma TNI Agus Purwoto ,dan para pejabat teras Lantamal VIII Menado dan para pejabat muspida Bitung

    Saat Kunjungan ke KRI Banjarmasin-592 Pangkolinlamil Laksma TNI Didit Herdiawan MPA.,MBA memberikan pengarahan dan penekanan kepada seluruh Perwira pengawak unsur kapal perang KRI Banjarmasin-592.

    Demikian pula pengarahan diberikan kepada para prajurit yang mengawaki unsur KRI dan pasukan Marinir sejumlah satu kompi sebagai pelaku latihan pendaratan dan pengawak tank amfibi dan ranpur yang tergabung dalam kegiatan Long sea Trial dan sekaligus safari produksi dalam negeri keliling Indonesia bagian Timur.

    Dalam penekannya Pangkolinlamil Laksma TNI Didit Herdiawan MPA.,MBA. antara lain mengatakan agar seluruh pengawak KRI Banjarmasin-592 menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pemimpin dengan penuh rasa tanggung jawab dalam mengawaki unsur kapal perang kebanggaan TNI AL produksi dalam negeri.

    Selain itu tingkatkan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan berbagai serial latihan mulai dari peran-peran tempur maupun dalam latihan pendaratan amfibi dengan melibatkan pesawat udara TNI AL .

    Selain itu selama melaksanakan kunjungan kerja , Pangkolinlamil Laksma TNI Didit Herdiawan MPA.,MBA. didampingi Komandan lantamal VIII Menado Laksma TNI Agus Purwoto melaksanakn kunjungan kehormatan kepada Gubernur Sulawesi Utara.

    Dalam kunjungan di Bitung , Pangkolinlamil beserta rombongan diterima oleh Walikota Bitung Hanny Sondakh, didampingi oleh Plt Sekot Drs Edison Humiang MSi,dan pejabat teras muspida Bitung.

    Selanjutnya Pangkolinlamil Laksma TNI Didit Herdiawan,MPA.,MBA. didampingi Komandan Lantamal VIII Menado Laksma TNI Agus Purwoto, Asops Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Yusup dan Kadisharkap Kolinlamil Kolonel laut (T) Rachmad Hartoyo, Walikota Bitung Hanny Sondakh, dan para pejabat Muspida Bitung ,Komandan Kodim Komandan Lanud dan Kapolres Bitung menyanksikan secara langsung latihan pendaratan amfibi di pantai Mapalus Bitung

    Pelaksanaan latihan pendaratan amfibi yang dilaksanakan dari KRI Banjarmasin-592 ,diawali dengan dengan berbagai tahap operasi serbuan sampai dengan pendarata Amfibi, dengan melibatkan 3 tank amfibi PT 76 , 3 ranpur BTR -50, 1 pesud Cassa dan 1 helly NV 41 , 1 buah LCU dan 2 buah LCVP,2 buah sea reader dan 2 buah sekoci karet dan engan kekuatan satu kompi paukan marinir.

    Diawali dengan peran penggelapan di kapal perang KRI Banjarmasin-592 dan kapal perang menempati posisi diagram serbuan . Setelah pada jam “J” perintah daratkan pasukan pendarat, kegiatan selanjutnya diawali dengan kegiatan serangan udara langsung (SUL) yang diperankan oleh pesawat Cassa TNI AL an helly Bell NV-412.

    Selanjutnya gerakan GKK dengan didukung kekuatan 1 kompi Marinnir dengan melibatkan 3 buah Tank Amfibi dan 3 buaf kendaraan ampifi (Ranfib ). 1 buah LCU dan didukung dengan 2 buah Sea Reader, 2 LCVV dan dua sekoci karet dengan melibatkan satu kompi pasukan Marinir medarat di pantai Mapalus Bitung dan dilanjutkan dengan pameran kendaraan tempur kepada warga masyarakat setempat.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Pangkolinlamil Tinjau KRI Banjarmasin-592 Latihan Pendaratan Tank Amfibi

    Tuesday, February 8, 2011 | 9:47 AM | 0 Comments

    Harga Kapal Perang Patroli Yang Akan Dibuat Oleh Malaysia Lebih Mahal 870%

    Ilustrasi

    Kuala Lumpur (WDN/MIK) - Departemen Pertahanan Malaysia menjadi sorotan karena Dephan Malaysia membuat 6 kapal perang dengan biaya 870% lebih mahal dari pada buatan negera lain dengan jenis yang sama.

    Menurut anggota parlemen Palinta Jaya Tony pua, Kapal patroli jenis OPV dibeli jenis ini juga dibeli oleh AL Selandia Baru dengan mengandeng perusahaan BAE System dengan harga $ 90 Juta NZ atau sekitar RM 210 juta ringgit per unitnya.

    "Bahkan Lockheed Martin dan General Dynamics, dua perusahaan terbaik dan militer terbesar di dunia, AS membangun Littoral Combat Ship (LCS) dengan anggaran kurang dari US $ 300 juta (RM913 juta ) pada tahun 2004, "Pua (kiri) mengatakan dalam sebuah pernyataan hari ini.

    Ia mempertanyakan mengapa pembelian itu tidak dilakukan melalui tender yang kompetitif, bahkan ketika negara dengan tentara yang paling canggih di dunia, seperti Amerika Serikat, melakukannya untuk kebutuhan militer mereka.

    Pada hari Sabtu, Menteri Pertahanan Ahmad Zahid Hamidi mengumumkan bahwa pemerintah telah sepakat untuk mengalokasikan RM6 miliar untuk membeli enam OPVs dari Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd.

    Ahmad Zahid mengatakan kesepakatan itu akan memberi industri pertahanan lokal dorongan setidaknya RM2 miliar dari alokasi akan bermanfaat bagi 632 perusahaan dalam kemitraan yang bergabung dengan Boustead Naval Shipyard.

    Namun, Menteri menambahkan penentuan harga belum "selesai", hal ini membuat heran Pua, yang bertanya-tanya "kenapa membuat pengumuman seperti itu".

    Selain itu anak perusahaan dari Boustead Holdings Boustead Naval DCNS Corporation Sdn Bhd, telah memperoleh kontrak senilai RM1.3 miliar untuk pemeliharaan dua kapal selam Scorpene AL Malaysia.

    Menurut anggota parlemen Liew Chin Tong, Bousted merupakan perusahaan yang mendapatkan talangan dana dan kemudian menganti nama PSCI, karena gagal mengirim kapal perang jenis OPV."


    Namun ia mengakui manfaat dari pengembangan industri pertahanan dalam negeri, Liew, yang merupakan anggota parlemen dibidang pertahanan, dan ia mempertanyakan apakah bijaksana untuk melakukannya dengan mengorbankan kualitas dan biaya.

    "Kita ambil contoh suatu penawaran tender internasional dilepas dengan setengah harga dan kualitas yang lebih baik, apakah kita masih bersikeras bangunan ini segmen tertentu dari industri lokal?".

    Hal tersebut senada dengan Klang MP Charles Santiago juga mengangkat isu "belanja dengan bijak", mengatakan bahwa pengadaaan dengan jumlah besar RM6 miliar lebih baik digunakan menangani hal-hal yang lebih mendesak.

    "Ambil Contoh Korea Selatan baru-baru ini mengatakan, membuat kesepakatan untuk membuat frigat yang lebih besar dan modern dengan harga $ 300 juta dolar per unitnya, tapi tidak seperti di Malaysia, negara yang berada dalam konflik dengan negara tetangga yang merupakan memiliki salah satu tentara terbaik dan terbesar di dunia."

    "Dengan kenaikan harga bahan pokok dan komoditas di Malaysia tersebut sebagai akibat dari 'subsidi rasionalisasi' hal ini perlu ditanyakan adalah apakah hal ini dianggap sebagai pengeluaran yang bijaksana?"

    Para anggota parlemen juga menyerukan kepada komite parlemen menyelidiki dan mempetimbangkan transaksi sebesar RM100 juta tersebut.

    Sumber: Brudirect/WDN/MIK
    Readmore --> Harga Kapal Perang Patroli Yang Akan Dibuat Oleh Malaysia Lebih Mahal 870%

    TNI - ANGKATAN BERSENJATA FILIPINA SEPAKAT BERANTAS TERORIS

    TNI AL - AL Filipina Melakukan Kerjasama Latgap.

    Jakarta, Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Bersenjata Filipina sepakat untuk meningkatkan kerja sama, termasuk dalam operasi militer selain perang yakni terorisme dan penanggulangan bencana.

    Hal itu terungkap dalam pertemuan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dengan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Ricardo A. David Jr. AFP di Jakarta, Senin.

    Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI Kolonel Cpl TNI Minulyo Suprapto usai menghadiri pertemuan tertutup itu, mengatakan, kedua petinggi militer tersebut membahas berbagai bentuk kerja sama kedua pihak yang telah terjalin lama cukup baik.

    "Militer kedua negara sudah menjalin kerja sama cukup baik, baik dalam bentuk pendidikan maupun latihan. Khusus untuk operasi militer selain perang, kedua militer juga telah memiliki kerja sama untuk terorisme," katanya.

    Sebelumnya beberapa waktu lalu, sejumlah Warga Negara Indonesia ditengarai melakukan eksodus dan latihan militer di Mindanao, Filipina Selatan. Tak hanya itu, sejumlah senjata beberapa aksi separatisme di Indonesia juga diselundupkan melalui Filipina.

    Terkait itu, militer Indonesia dan Filipina telah melakukan pengamanan bersama di wilayah perbatasan kedua negara.

    Selain terorisme, militer Indonesia dan Filipina sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalan penanangan bencana alam, antara lain dengan melakukan latihan bersama.

    "Latihan bersama tersebut juga akan melibatkan negara-negara ASEAN, untuk melatih kesiapsiagaan para prajuritnya dalam menanggulangi akibat bencana alam," kata Minulyo.

    Indonesia dan Filipina sama-sama merupakan negara yang terletak dalam lingkaran gunung berapi dunia, sehingga upaya untuk melakukan latihan penanggulangan bencana alam kedua negara atau bersama dengan sesama negara ASEAN perlu terus ditingkatkan.

    Sumber: DEPHAN
    Readmore --> TNI - ANGKATAN BERSENJATA FILIPINA SEPAKAT BERANTAS TERORIS

    KRI Banjarmasin Melakukan Long Sea Trial Di Bitung


    BITUNG, 7/2 - PELAYARAN JARAK JAUH. KRI Banjarmasin - 592 saat melakukan proses penggenangan (platform) untuk mengeluarkan tank amfibi di Pantai Mapalus, Bitung, Sulawesi Utara, Senin (7/2). KRI Banjarmasin - 592 berada di Bitung dalam rangka melakukan uji coba pelayaran jarak jauh ( Long Sea Trial) selama 30 hari ke wilayah timur perairan Indonesia. FOTO ANTARA/Basrul Haq/ed/ama/11



    BITUNG, 7/2 - PENDARATAN AMFIBI. Pasukan Korps Marinir bersiap melakukan penyerangan ke markas musuh setelah tank amfibi yang membawa mereka mendarat di Pantai Mapalus, Bitung, Sulawesi Utara, saat latihan, Senin (7/2). Latihan tersebut dalam rangka melatih dan mengasah kemampuan prajurit serta menguji peralatan tempur yang dimiliki oleh Korps Marinir. FOTO ANTARA/Basrul Haq/ed/ama/11.
    Readmore --> KRI Banjarmasin Melakukan Long Sea Trial Di Bitung

    Monday, February 7, 2011 | 1:28 PM | 1 Comments

    Militer Thailand dan Kamboja Bentrok


    Sebuah foto yang menunjukkan Kuil Preah Vihear di Provinsi Preah Vihear, sekitar 500km di utara Phnom Penh, di perbatasan dengan Thailand, pada 24 Januari 2010

    BANGKOK, KOMPAS.com - Bentrokan pecah antara militer Thailand dan Komboja di sepanjang perbatasan kedua negara, Minggu (6/2/2011), di dekat kuil yang disengketakan. Bentrokan itu mengahiri kesepakatan gencatan senjata setelah pertempuran yang menewaskan sedikitnya lima orang. "Kami bertempur sekarang. Mereka (pasukan Thailand di seberang perbatasan) menembaki kami lebih dulu," kata komandan tentara Kamboja kepada kantor berita Perancis AFP.

    Juru bicara tentara Thailand Kolonel Sunsern Kaewkumnerd memastikan kerusuhan baru itu, tapi menuduh pihak Kamboja sebagai pemicu dengan melepaskan "kembang api" dan menembak. "Thailand membalas. Pertempuran itu masih berlangsung. Tidak ada laporan tentang korban," katanya.

    Seorang tentara Kamboja, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan, mortir, roket dan senjata berat digunakan dalam baku tembak itu. Bentrokan terbaru itu, yang meletus pada sekitar pukul 18.35 waktu setempat (18.35 WIB), terjadi sehari setelah negara bertetangga itu menyetujui gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran sengit di sekitar candi abad ke-11 Preah Vihear. Kedua pihak mendaku tanah di sekitar kuil itu dan pengamat menyatakan, sengketa tersebut digunakan sebagai titik simpul untuk membangkitkan rasa kebangsaan di Thailand dan Kamboja.

    Bentrok ketiga dengan senjata berat dalam beberapa hari terjadi, meski kepastian dari Thailand dan Kamboja pada Minggu bahwa mereka bekerja untuk meredakan ketegangan perbatasan tersebut. Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, yang menghadapi tekanan dari kelompok kuat "Kaus Kuning" di dalam negerinya atas penanganan masalah itu, mengatakan, "Tentara dan kementerian luar negeri kedua negara tersebut bekerja untuk memulihkan keadaan."

    Komandan tentara Kamboja yang ditempatkan di Preah Vihear menyatakan, tentara Thailand dan Kamboja mengadakan pembicaraan untuk memperbaiki keadaan tersebut, meskipun ia mengingatkan bahwa suasana tetap "tegang" dan kedua pihak "masih siaga". Hubungan di antara kedua negara tetangga itu tegang sejak candi itu diberi kedudukan Warisan Dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Juli 2008.

    Pengadilan Dunia pada 1962 memutuskan Preah Vihear milik Kamboja, walaupun pintu masuk utamanya terletak di Thailand dan wilayah 4,6 kilometer persegi di sekitar candi itu didaku kedua pihak tersebut.

    Kamboja menyatakan, dua tentara dan satu warganya tewas dalam pertempuran hari Jumat, sementara Thailand menyatakan warga desa di sisi perbatasannya juga meninggal. Satu tentara Thailand tewas dalam kelanjutan bakutembak singkat pada Sabtu pagi. Media di kedua negara itu menyatakan jumlah korban bisa jauh lebih tinggi, tetapi koran Thailand menyatakan, 64 tentara Kamboja tewas. Di seberang perbatasan, dilaporkan bahwa sedikitnya 30 tentara Thailand tewas.

    Ribuan orang mengungsi saat desa dikosongkan di kedua sisi perbatasan itu ketika pertempuran meletus. Tapi Somsak Suwansujarit, gubernur propinsi perbatasan Thailand Sri Sa Ket, menyatakan warga sudah mulai kembali ke rumah mereka.

    Ketegangan berkobar dalam beberapa pekan belakangan setelah penangkapan tujuh warga Thailand akibat masuk secara gelap ke Kamboja pada akhir Desember. Dua dari mereka dijatuhi hukuman penjara untuk aktivitas mata-mata, dalam perkara yang menyebabkan kemarahan di kalangan nasionalis Kaus Kuning. Sekitar 5.000 massa Kaus Kuning berkumpul di luar gedung pemerintah di Bangkok, Sabtu. Mereka menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva atas masalah itu.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Militer Thailand dan Kamboja Bentrok

    Danlanal: Sekatung Rawan Konflik

    Perbatasan Indonesia Dengan Negara Tetangga.

    Komandan Lanal (Danlanal) Ranai Kolonel Nur Singgih Prihartono mengatakan, TNI Angkatan Laut akan meningkatkan pengamanan pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan.

    Dari 92 jumlah pulau terluar, terdapat 12 pulau terluar yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga. Dua di antaranya ada di Kepulauan Riau (Kepri) yakni, Pulau Sekatung (Natuna) berbatasan dengan Vietnam dan Pulau Nipah (Batam) berbatasan dengan Singapura.

    ”12 pulau ini yang rawan konflik. Termasuk Sekatung dan Nipah,” kata Nur, Jumat (4/2).

    Untuk meningkatkan pengamanan terhadap pulau-pulau terluar, terutama Pulau Sekatung. Lanal Ranai akan menggelar operasi pengamanan dengan mengerahkan kapal perang dan pesawat udara patroli maritim. Juga akan melaksanakan survei hidrografi untuk menetapkan batas wilayah negara di laut.

    ”Selain itu, TNI AL juga akan menempatkan pasukan Marinir di pulau-pulau terluar yang tidak berpenghuni,” jelas Nur.

    Menurut Nur, salah satu yang menjadi rawan konflik di Pulau Sekatung adalah mengenai batas wilayah laut. Internasional mengakui, batas wilayah laut Pulau Sekatung Utara adalah 60 mil dan 200 mil berada pada Zona Ekonomi Eklusif (ZEE). Kenyataan di lapangan, kapal patroli asing terutama China, seringkali tidak mengakui batas wilayah tersebut dan sering memasuki perairan laut Indonesia tersebut.

    ”Justru yang sering terjadi itu dengan China. Bukan dengan Vietnam. Padahal Vietnam justru yang lebih dekat dengan kita. Yakni 50 mil dari ZEE,” jelasnya.

    Bahkan kata Nur, pada tahun 2010 bulan Juni lalu, kapal patroli China mengawal kapal nelayan negaranya hingga memasuki perairan laut Indonesia. Mengetahui kejadian itu, kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan mendekat dan menyuruh mereka keluar dari daerah Indonesia.

    Namun bukannya keluar, mereka malah menggertak dan menodongkan senjata ke arah kapal patroli DKP. Melihat situasi seperti itu, DKP lalu mundur dan melaporkan ke Lanal Ranai. Dengan segera pasukan marinir turun dan sempat terjadi ketegangan.

    Setelah itu kedua pihak sama-sama melaporkan ke atasan mereka masing-masing terkait persoalan ini. Tak lama kemudian, kapal patroli China berikut kapal-kapal nelayan mereka meninggalkan wilayah perairan Indonesia.

    ”Sampai saat ini China belum mengakui batas wilayah Indonesia yang 60 mil itu. Ini yang sering terjadi di Pulau Sekatung,” tekannya.

    Sejumlah pulau terluar selain Pulau Sekatung dan Pulau Nipah, adalah Pulau Rondo Nangroe Aceh Darussalam berbatasan dengan India, Pulau Berhala Sumatera Utara berbatasan dengan Malaysia, Pulau Marore, Pulau Marampit, dan Pulau Miangas di Sulawesi Utara berbatasan dengan Filipina.

    Kemudian Pulau Fanildo, Pulau Bras, dan Pulau Fani berbatasan dengan Palau. Lalu Pulau Batek Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan Timor Leste serta Pulau Rote berbatasan dengan Australia.

    Sumber: BATAM POST
    Readmore --> Danlanal: Sekatung Rawan Konflik

    PESAWAT C-130 HERCULES A. 1312 KEMBALI

    Setelah dilakukan perawatan dan perbaikan selama satu setengah tahun bulan di Bandung, pesawat Hercules A.1312 milik Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abd Saleh tiba di Lanud dan diterima langsung oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI A. Dwi Putranto dengan upacara militer yang bertempat di lapangan Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh (4/2).

    Dalam upacara tersebut Komandan menerima sertifikat kelaikan udara dari Komandan Skadron Udara 32 Letkol Pnb Wayan Superman di saksikan seluruh anggota Skadron Udara 32 dan para pejabat Lanud Abd Saleh.

    Sejarah telah membuktikan bahwa selama ini pesawat Hercules sebagai pendukung operasi dalam hal angkut personel dan logistik, telah menunjukkan keberhasilan dalam berbagai operasi, demikian sambutan Komandan setelah menerima laporan dari Komandan Skadron Udara 32.

    Lebih lanjut dikatakan, pesawat Hercules tidak hanya memberikan kontribusi bagi kepentingan operasi militer namun juga memberi andil pada berbagai operasi kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia. Mengingat jam terbang pesawat Hercules begitu besar, maka diperlukan perawatan berkala dan menyeluruh agar pesawat dapat beroperasi maksimal.

    Komandan mengharapkan dengan selesainya program perawatan dan perbaikan yang baru saja dilaksanakan, tidak ada lagi adanya accident dan incident terhadap pesawat Hercules yang ada di Lanud Abd Saleh dan dapat menambah kekuatan dan kesiapan pesawat Hercules kita dalam mendukung tugas-tugas operasi ke depan.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> PESAWAT C-130 HERCULES A. 1312 KEMBALI

    Sunday, February 6, 2011 | 1:30 PM | 0 Comments

    Warga Tionghoa Juga Berminat Masuk TNI Lho

    Laksda TNI Purn John Lie/Laksamana Muda TNI (Purnawirawan) Jahja Daniel Dharma Merupakan Contoh Warga Thionghoa Yang Menjadi TNI.

    REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA - Anggapan bahwa warga Thionghoa hanya ingin menggeluti dunia usaha atau dagang dibantah oleh tokoh warga keturunan di Kalimantan Timur. Rupanya banyak di antara mereka berminat untuk masuk jadi anggota TNI atau PNS.

    "Anggapan seperti itu keliru, pasalnya, banyak di antaranya putera dan puteri Thionghoa berminat menjadi anggota TNI, PNS, polisi dan berbagai pekerjaan yang dianggap bagian dari pengabdian terhadap negara dan bangsa Indonesia," kata tokoh senior warga Thionghoa Kaltim, H. Yos Sutomo di Samarinda, Sabtu, (5/2).

    Yos yang juga Penasehat Forum Komunikasi dan Persaudaraan Masyarakat Kalimantan Timur (FKPMKT) Yos Sutomo memaparkan bahwa keinginan dan minat tersebut tidak terealisasi karena kurangnya akses bagi generasi muda warga keturunan.

    Yos Sutomo yang juga panitia Perayaan Tahun Baru China (Imlek) yang digelar di Hotel Bumi Senyiur Samarinda menambahkan bahwa pihaknya berharap ke depannya hal itu bisa terealisasi.

    "Kami mengharapkan dukungan semua pihak, agar bisa membantu atau memberikan akses informasi terkait berbagai persyaratannya. Hal ini penting di dalam membangun nilai-nilai kebersamaan, kebangsaan dan nasionalisme bagi generasi muda," papar Yos


    "Sekiranya ada wajib militer, maka generasi muda warga Thionghoa siap mengikutinya," ujar dia. Ia menilai bahwa pemerintah sudah saatnya memikirkan pelaksaan Wamil itu. Pasalnya, bisa menumbuhkan rasa nasionalisme bagi generasi muda tidak hanya warga Thionghoa namun juga warga pribumi.

    "Kami para orangtua mendorong bagi generasi muda agar aktif dalam berbagai lini kehidupan, jika ada kesempatan menjadi PNS, TNI, Polri dan lainnya, maka etnis Tionghoa segera mendaftarkan diri," katanya.

    Dia juga mengaku bangga karena saat ini sudah ada 20 persen warga Tionghoa yang memeluk agama Islam. Dia juga berharap agar saudara-saudaranya sesama Tionghoa yang belum masuk Islam agar segera menjadi Muslim.

    "Saya meminta etnis Tionghoa masuk Islam karena Islam itu adalah Rohmatan Lil Alamin, yakni agama yang mengayomi semua, tidak memandang suku, agama, ras maupun golongan," katanya.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Warga Tionghoa Juga Berminat Masuk TNI Lho

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.