ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, October 30, 2010 | 11:02 PM | 0 Comments

    Indonesia Resmi Ketua ASEAN


    TEMPO Interaktif, HANOI - Indonesia resmi menjabat sebagai Ketua Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) 2011. Penetapan itu diumumkan bersamaan dengan penutupan Pertemuan Puncak ke-17 ASEAN di Hanoi, Vietnam, Sabtu 30 Oktober 2010 malam.
    Dalam acara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pengumuman Indonesia menjadi Ketua ASEAN 2011 sekaligus menyampaikan visi Indonesia sebagai Ketua ASEAN dan tuan rumah pertemuan puncak ASEAN pada 2011.

    Dalam pidatonya, Presiden Yudhoyono menyatakan, Indonesia menempatkan ASEAN sebagai organisasi yang sangat penting. Menurut Presiden, ASEAN adalah salah satu patokan untuk menentukan kebijakan.

    Sejak awal berdiri, ASEAN telah mencapai kemajuan. Indonesia, yang kembali mendapat mandat untuk menjadi Ketua ASEAN, berkomitmen untuk terus meningkatkan kemajuan organisasi itu. "Masih banyak ruang bagi ASEAN untuk bekerja dan untuk menghadapi berbagai tantangan global," kata Presiden Yudhoyono.

    Sebagai Ketua ASEAN 2011, Presiden menegaskan, Indonesia akan mempercepat gerak menjadi pencapaian yang signifikan. "Kami akan mempercepat gerak, dari visi menjadi aksi, dari implementasi menjadi hasil yang nyata," katanya.

    Secara khusus, Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan kominitas ASEAN pada 2015. Indonesia juga akan menyatukan negara-negara anggota untuk memperkuat kerjasama ekonomi ASEAN.

    Presiden juga menekankan pentingnya menanamkan konsep keterhubungan ASEAN dalam setiap benak dan pemikiran warga negara anggota ASEAN.
    Indonesia mengemas visi sebagai ketua itu dalam satu tema besar, "Komunitas ASEAN dalam Komunitas Bangsa-bangsa Global."

    Di akhir pidato, Presiden mempersilakan semua yang hadir dalam acara itu untuk menyaksikan video singkat tentang profil dan kesiapan Indonesia untuk menjadi Ketua ASEAN sekaligus tuan rumah untuk pertemuan puncak berikutnya.

    Sementara itu, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung mengucapkan selamat kepada Indonesia yang menerima jabatan ketua bergilir organisasi negara Asia Tenggara itu.

    "Saya berharap Indonesia sukses menjalankan fungsi Ketua ASEAN 2011," kata Nguyen Tan Dung yang menjabat Ketua ASEAN 2010 saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Pertemuan Puncak ke-17 ASEAN.

    Pertemuan puncak yang diikuti oleh para pemimpin dari 10 negara Asia Tenggara secara resmi ditutup di National Convention Center, Hanoi, Vietnam, Sabtu malam.

    Para pemimpin ASEAN itu adalah Presiden Filipina Benigno Aquino, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Najib Razak, PM Thailand Abhisit Vejjajiva, PM Kamboja Hun Sen, PM Myanmar Thein Sein, Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah, PM Laos Bouasone Bouphavanh, PM Vietnam Nguyen Tan Dung, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Sementara itu, sejumlah kepala pemerintahan dan kepala negara mitra wicara ASEAN yang hadir antara lain PM Jepang Naoto Kan, PM Chian Wen Jiabao, PM Korea Selatan Lee Myung-bak, PM Australia Julia Gillard, PM India Manmohan Singh, Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan PM Selandia Baru John Key.

    ASEAN yang dibentuk pada 1967 beranggotakan Brunei,Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Indonesia telah dua kali menjabat sebagai Ketua ASEAN, yaitu pada 1976 dan 2003.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Indonesia Resmi Ketua ASEAN

    Aneka Senjata dan Ransum TNI Dipamerkan di CCC Makassar

    illustrasi

    MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM - Ingin melihat secara langsung senjata milik TNI? Datang ke Celebes Fair yang berlangsung di Celebes Convention Centre (CCC) Makassar. Aneka senjata andalan milik TNI dipamerkan secara tebuka di tempat itu. Pameran akan berakhir hari Minggu besok.

    Selain senjata api, Kodam VII Wirabuana juga memamerkan mobil-mobil lapis baja milik TNI yang selama ini digunakan untuk latihan perang. Ada mobil panser Saladin, dengan nomor kendaraan 7863- VII. Monil ini dilengkapi sembilan ban besar buatan Inggris yang hanya bisa memuat tiga orang.

    Berat mobil ini 11,60 ton, tingginya 2,35 meter, panjangnya mencapai 4.89 meter, dan lebar 2.54 meter. Mobil ini bisa dipacu dengan kecepatan 73,3 km per jam.

    Ada juga mobil jenis tank tipe AMX-13/Canon 75/105, dengan nomor kendaraan 7912-VII buatan Perancis, yang juga bisa memuat tentara tiga orang. Mobil ini dilengkapi sepuluh ban ukuran sedang dengan empat roda pemutar di sisi kanan dan kiri. Tank ini bisa mencapai jarak tempuh maksimalnya 65 km per jam, dan jika mendaki, derajatnya mencapai angka 31.

    Tak hanya itu, pengunjung pun dimanjakan oleh berbagai perlengkapan perang seperti amunisi, dari amunisi bahan peledak hingga granat ada di sini. Amunisi tersebut ditempel di dinding.

    Kodam juga tak lupa memamerkan aneka jenis pistol organik yang biasa digunakan oleh anggota TNI. Pistol-pistol buatan Amerika dan Indonesia yang dipamerkan antara lain pistol tipe P1 Pindad Alins, dengan panjang 197 mm yang bisa memuat delapan peluru. Pistol ini dapat ditembakkan dengan jarak tembak 25 meter dan kecepatan 380 km per detik.

    Juga senapan buatan negeri sendiri yang diciptakan tahun 1972, diberi nama senapan SP 1. Ada dua jenis senapan yang dipamerkan, yakni senapan semi otomatis dan otomatis penuh, dengan berat 4.1 kg, panjang 1040 MM, panjang larasnya 445 MM, dan isi peluru bisa sampai 20 butir.

    Aneka ransum bagi anggota TNI juga dipamerkan. Ransum yang diproduksi Mabes TNI ini dikemas praktis dan diberi logo TNI. Ransum ini berisi nasi bistik daging, nasi semur daging sapi, suplemen, biskuit dan susu, dan tidak lupa kompor lapangan plus bahan bakarnya.

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> Aneka Senjata dan Ransum TNI Dipamerkan di CCC Makassar

    Pengamat Rusia : Yak-130 bisa menang tender Untuk Pengadaan Pesawat Latih TNI AU

    UBS Yak-130

    Berdasarkan analisis ahli TSAMTO menyimpulkan bahwa pesawat tempur latih dari Rusia (UBS), Yak-130 memiliki potensi untuk menjadi pemenang tender untuk penyediaan Angkatan Udara Indonesia. Pesaing Yak-130 T-50 (Korea Selatan), L-159 (Republik Ceko) dan FTC-2000 (RRC).


    Kursi ganda di Yak-130 dirancang untuk melatih pilot, serta untuk digunakan memerangi target darat dan udara dalam kondisi cuaca yang sederhana dan buruk. Hal ini memiliki banyak keuntungan. Sebagai contoh, UBS Yak-130 menyediakan tingkat tinggi penerbangan dalam keselamatan melalui penggunaan empat kali lipat sistem pengendalian by-wire dengan pembatasan batas sudut serang, bermesin ganda sistem propulsi, serta kursi ejeksi kelas 0-0 dan karakteristik terbang tinggi.


    UBS Yak-130.

    The-Yak 130 dilengkapi dengan navigasi yang canggih dan peralatan radio komunikasi, kabin dengan menampilkan multifungsi berwarna (konsep Kaca kokpit, diimplementasikan dalam fighter dari 4 + dan 5). Dia memiliki tingkat tinggi tersendiri yang disediakan terpisah unit daya, sebuah penjaga chassis diperkuat peredam dan tangga di sisi kru yang memastikan pesawat dari lapangan udara sudah siap.

    UBS Yak-130 memiliki suspensi 9-point, dan kompatibel dengan berbagai senjata pesawat terbang, dari bom dipandu dan rudal, rudal udara-ke-udara, bom terarah dan untuk menembakkan rudal-rudal 5-50 kg dan 80-266 mm, masing-masing, dan 23-mm aerogun. Berat muatan maksimum adalah 3000 kg. Pesawat ini hemat biaya, yang disediakan oleh konstruksi modern (sumber daya yang ditunjuk 10 ribu jam, masa pakai sampai 30 tahun), efisiensi bahan bakar, kontrol yang tinggi dan kemudahan perawatan.

    Dirancang atas perintah Angkatan Udara Rusia, Yak-130 yang telah berhasil lulus ujian negara pada tahun 2009, mulai produksi massal dan pengiriman ke pasukan, menandatangani beberapa kontrak ekspor.


    TCB L-159V

    L-159V ("Aero Vodochody, Republik Ceko), salah satu pesaing UBS Yak-130 didasarkan pada dengan pendahulunya sekarang single-seater-L 159A, dan inferior ke Yak-130 pada sejumlah indikator.

    Diantaranya adalah keamanan (intake mesin tunggal udara dan tidak adanya sayap), tidak memungkinkan untuk melatih pilot pesawat tempur dari 4+ dan generasi 5 secara maksimal, dengan melihat perbandingan berat (kapasitas hampir 50% lebih rendah dari Yak-130), informasi-kontrol lapangan tidak konsisten dengan generasi pesawat modern 4 + dan 5G.

    Karena kekurangan order untuk program pesawat L-159B terancam bangkrut, dan memfokuskan untuk pesawat kecil.


    T-50 pesawat.

    T-50 (Korea Selatan) dirancang untuk melatih pilot pesawat tempur F-16, sehubungan dengan apa yang berwenang memiliki tingkat kesamaan yang tinggi dengan F-16 memiliki proporsi tinggi (50%) komponen buatan Amerika. Pesawat dibuat dalam dua versi - TCB T-50 pesawat tempur ringan dan AT-50.

    Yak 130 memiliki sistem keamanan yang lebih tinggi dari T-50, (mesin tunggal, katup udara tidak masuk, landing gear tidak disesuaikan dengan pilot untuk belajar mendarar dipermukaan yang kasar), jauh lebih kecil daripada sudut diperbolehkan serangan, konsumsi bahan bakar (mengkonsumsi 15-20% lebih besar dari Yak 130), serta jangkauan dan durasi penerbangan. Dari dimensi IFI T-50 memiliki kekurangan dari kabin Yak-130 bentuk campuran penyediaan informasi menghambat pengembangan lebih lanjut pesawat generasi 4 + dan 5G dengan prinsip modern membangun bidang cntrol taxi information.


    Untuk aplikasi pelatihan tempur, Anda harus memiliki modifikasi-AT 50 dan prosedur non-standar untuk perawatan sistem di dalam pesawat terbang yang mempersulit perawatan pesawat tersebut. Selain itu, sebagian besar bagian buatan Amerika di pesawat tidak mengecualikan kemungkinan untuk memaksakan pembatasan pada pasokan pesawat, dalam kasus keputusan oleh pemerintah Amerika Serikat (semua peralatan dan aksesori Yak-130 buatan Rusia).

    Beberapa keunggulan dari beberapa indikator, di seluruh pesawat T-50 memiliki sejumlah keterbatasan yang signifikan pada aplikasi ini sebagai pesawat latih, dan sebagai akibatnya, pada umumnya, lebih rendah ke Yak-130.



    Pesawat FTC-2000

    FTC-2000 (RRC) telah dikembangkan berdasarkan pesawat latih J-7 (MiG-21U, 50-ies. Pada penghujung abad 20. Kinerja dan operasional karakteristik pesawat dan mesin yang tidak memenuhi pesawat modern generasi 4. Saat ini, pesawat sudah ketinggalan jaman dan inferior ke Yak-130 untuk keamanan (mesin tunggal, katup udara masuk tidak ada, sistem keselamatan aktif, dan pembatasan penerbangan membatasi sudut serang), masalah dengan sistem ejeksi dan me-reset lampu.


    Dia mengakui adanya-Yak 130 dengan kemampuan manuver (sudut maksimum serangan 16 derajat Lebih dari 2 kali lebih rendah dari pada-Yak 130.), Tidak memberikan pelatihan penuh pada pilot pesawat tempur generasi terbaru, kabin tetap tidak memenuhi pesawat modern. FTC-2000 masih memiliki pilihan kompetitif dengan UBS-L 15 untuk Angkatan Udara Cina, dan dia memiliki konsumsi bahan bakar pesawat yang tinggi dan sumber daya kinerja rendah dan biaya perawatan mesin yang melebihi Yak-130 lebih dari 2,5 kali.

    Sumber: ARM EXPO
    Readmore --> Pengamat Rusia : Yak-130 bisa menang tender Untuk Pengadaan Pesawat Latih TNI AU

    Indonesia Ingin Ekspor Senjata ke Vietnam

    Hanoi (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia sedang menjajaki kemungkinan kerja sama ekspor senjata produksi PT Pindad ke Vietnam, kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Pitono Purnomo.

    "Kita mengarah pada industri pertahanan," kata Pitono ketika ditemui di sela-sela pertemuan puncak ke-17 ASEAN di Hanoi, Vietnam, Sabtu.

    Pitono menjelaskan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro telah menyerahkan contoh jenis senjata produksi Pindad kepada Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh .

    Pemerintah kedua negara juga telah menandatangani nota kesepahaman tentang pertahanan. Menurut Pitono, nota kesepahaman itu adalah payung hukum yang akan ditindaklanjuti oleh tim teknis.

    Kedutaan Besar Republik Indonesia di Vietnam, katanya, akan memfasilitasi untuk mewujudkan kerja sama di sektor industri pertahanan itu.

    Pitono menjelaskan, neraca perdagangan antara Indonesia dan Vietnam telah mencapai angka 2,5 miliar dolar AS per tahun. Dari jumlah itu, ekspor Indonesia ke Vietnam mencapai 1,7 miliar dolar AS, sedangkan sisanya adalah impor.

    Komoditi ekspor utama Indonesia adalah alat-alat elekttronik, pelumas, dan suku cadang kendaraan bermotor. Sedangkan impor Indonesia sebagian besar adalah produk pertanian.

    Indonesia dan Vietnam telah menandatangani nota kesepahaman di bidang penguatan hubungan pertahanan kedua negara dalam kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Hanoi, Vietnam, beberapa waktu lalu.

    Kerja sama itu antara lain akan berupa saling kunjung tentara, latihan bersama dan patroli keamanan laut.

    Komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama pertahanan di berbagai tingkatan dan lebih luas sesungguhnya telah terungkap dalam pertemuan antara Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, di sela-sela penyelenggaraan pertemuan ke-4 menteri pertahanan se-ASEAN, di Hanoi, 11-13 Mei.

    Pada kesempatan itu PM Dung mengatakan, kerja sama pertahanan kedua negara akan semakin meningkat dilandasi hubungan dan kerja sama tradisional antara kedua pihak yang telah berlangsung baik.

    Ia menambahkan, kerja sama pertahanan kedua negara ke depan juga akan semakin meningkat melalui pertukaran informasi dan pengalaman kedua pihak dalam kerja sama pertahanan nontradisional sesuai dengan tingkat ancaman yang dihadapi kedua negara.

    Dalam kunjungan kehormatannya pada PM Dung, Menhan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan beberapa hasil pembicaraan dengan mitranya, Menhan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh, yang tertuang dalam nota kesepahaman kerja sama pertahanan kedua negara.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Ingin Ekspor Senjata ke Vietnam

    Indonesia Ingin Ekspor Senjata ke Vietnam


    Hanoi (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia sedang menjajaki kemungkinan kerja sama ekspor senjata produksi PT Pindad ke Vietnam, kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Pitono Purnomo.

    "Kita mengarah pada industri pertahanan," kata Pitono ketika ditemui di sela-sela pertemuan puncak ke-17 ASEAN di Hanoi, Vietnam, Sabtu.

    Pitono menjelaskan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro telah menyerahkan contoh jenis senjata produksi Pindad kepada Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh .

    Pemerintah kedua negara juga telah menandatangani nota kesepahaman tentang pertahanan. Menurut Pitono, nota kesepahaman itu adalah payung hukum yang akan ditindaklanjuti oleh tim teknis.

    Kedutaan Besar Republik Indonesia di Vietnam, katanya, akan memfasilitasi untuk mewujudkan kerja sama di sektor industri pertahanan itu.

    Pitono menjelaskan, neraca perdagangan antara Indonesia dan Vietnam telah mencapai angka 2,5 miliar dolar AS per tahun. Dari jumlah itu, ekspor Indonesia ke Vietnam mencapai 1,7 miliar dolar AS, sedangkan sisanya adalah impor.

    Komoditi ekspor utama Indonesia adalah alat-alat elekttronik, pelumas, dan suku cadang kendaraan bermotor. Sedangkan impor Indonesia sebagian besar adalah produk pertanian.

    Indonesia dan Vietnam telah menandatangani nota kesepahaman di bidang penguatan hubungan pertahanan kedua negara dalam kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Hanoi, Vietnam, beberapa waktu lalu.

    Kerja sama itu antara lain akan berupa saling kunjung tentara, latihan bersama dan patroli keamanan laut.

    Komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama pertahanan di berbagai tingkatan dan lebih luas sesungguhnya telah terungkap dalam pertemuan antara Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, di sela-sela penyelenggaraan pertemuan ke-4 menteri pertahanan se-ASEAN, di Hanoi, 11-13 Mei.

    Pada kesempatan itu PM Dung mengatakan, kerja sama pertahanan kedua negara akan semakin meningkat dilandasi hubungan dan kerja sama tradisional antara kedua pihak yang telah berlangsung baik.

    Ia menambahkan, kerja sama pertahanan kedua negara ke depan juga akan semakin meningkat melalui pertukaran informasi dan pengalaman kedua pihak dalam kerja sama pertahanan nontradisional sesuai dengan tingkat ancaman yang dihadapi kedua negara.

    Dalam kunjungan kehormatannya pada PM Dung, Menhan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan beberapa hasil pembicaraan dengan mitranya, Menhan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh, yang tertuang dalam nota kesepahaman kerja sama pertahanan kedua negara.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Indonesia Ingin Ekspor Senjata ke Vietnam

    Georgia Tangkap 20 Tersangka Agen Rusia

    TBLISI, KOMPAS.com - Polisi Georgia menahan 20 orang yang diduga melakukan kegiatan mata-mata untuk Rusia, dua tahun setelah dua tetangga bekas Uni Soviet itu melancarkan perang singkat.

    Para tahanan itu, semuanya warga Georgia, diduga telah membentuk sebuah jaringan mata-mata dan mengirim informasi rahasia ke Rusia, demikian ungkap sumber keamanan Georgia kepada Reuters, Jumat (29/10). Kementerian dalam negeri Georga menolak mengonfirmasi atau membantah laporan tersebut.

    "Kami menahan diri untuk berkomentar sekarang. Pengumuman resmi akan diadakan pada konferensi pers pada 5 November," ujar jurubicara Kementerian dalam Negeri, Shota Utiashvili.

    Georgia kalah dalam perang singkatnya dengan Rusia, yang dimulai ketika militer Georgia yang dilatih Amerika Serkat (AS) melancarkan serangan di wilayah pemberontak Ossetia Selatan, yang memicu serangan balasan yang menghancurkan dari Rusia.

    Dua tahun sebelumnya, Georgia telah menahan empat pejabat militer Rusia dan 12 orang lain dengan tuduhan menjadi mata-mata. Para pejabat Georgia, waktu itu, mengatakan orang-orang Rusia yang ditahan itu dan para warga Georgia yang mereka rekrut telah mengumpulkan informasi mengenai hubungan Tbilisi dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan mengenai pelabuhan laut dan infrastruktur jalan kereta api, partai-partai oposisi dan militernya.

    Georgia telah menyerahkan orang-orang Rusia itu pada Rusia, yang mengatakan penahanan mereka sebagai petualangan tak pantas yang membuktikan kebijakan umum anti-Rusia dari kepemimpinan Georgia.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Georgia Tangkap 20 Tersangka Agen Rusia

    English News : Saudi Minister Visits Spain, Reportedly For Major Tank Deal

    Demonstration Leopard 2E Tanks(Photos:armyrecognition.com )

    MADRID - Saudi Arabia's deputy defense minister will visit Spain next week, officials said Oct. 29, and he is reportedly considering the purchase of Leopard 2E tanks for up to three billion euros.

    Prince Khaled bin Sultan, Saudi deputy minister of defense and aviation, will meet King Juan Carlos on Nov. 1, according to the Royal Palace's diary.

    He will also see Prime Minister Jose Luis Rodriguez Zapatero on Nov. 2, said a government spokesman, without giving details of their agenda.

    Spain's leading El Pais daily this week said the Saudi minister may conclude the purchase of 200 to 270 Leopard 2E tanks for up to three billion euros (4.1 billion dollars), which would be a record deal for the country's defense export industry.

    Spanish officials have not confirmed the report.

    "There is still no contract. There is the possibility of an acquisition of combat tanks," said Raul Alvarez, spokesman for the defense sector of the major union Comisiones Obreras.

    Alvarez said the contract could involve about 200 tanks.

    Spain signed a military cooperation agreement with Saudi Arabia in June 2008, seeking to strengthen relations particularly in training and scientific and technical cooperation.

    Up to now cooperation has been focused on training Saudi pilots on the Eurofighter at southern Spanish air base of Moron.

    Khaled is the de facto head of the defense ministry in the absence of his father, Saudi Crown Prince and Defence Minister Sultan bin Abdul Aziz, whose health has sparked concerns in recent years.

    On Wednesday, Khaled said his father was in good health and taking his annual vacation.

    Prince Sultan, minister of defense and aviation since 1962 and crown prince since 2005, left the country in November 2008 to undergo surgery in the United States and then to convalesce in Morocco, returning in December 2009.

    From: DN
    Readmore --> English News : Saudi Minister Visits Spain, Reportedly For Major Tank Deal

    Australia Diminta Tekan RI

    SYDNEY, JUMAT - Perdana Menteri Australia Julia Gillard didesak agar menekan Indonesia. Tujuannya adalah agar Indonesia segera menginvestigasi insiden penyiksaan oleh sejumlah aparat Tentara Nasional Indonesia terhadap dua warga Papua beberapa waktu lalu.

    Menurut Direktur Human Rights Watch (HRW) Deputi Asia Elaine Pearson, desakan itu harus disampaikan Gillard ketika bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat melawat ke Indonesia, awal November mendatang. Sebelumnya beredar rekaman video yang mempertontonkan aksi penyiksaan itu di situs Youtube.

    ”Gillard harus menekan Pemerintah Indonesia agar kasus penyiksaan bisa segera diinvestigasi secara kredibel, bukan disembunyikan ’ke bawah karpet’,” ujar Elaine.

    Sebelumnya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto membenarkan rekaman itu sekaligus menyebut prajurit TNI yang terlibat sebagai ”tidak profesional”.

    Namun, menanggapi hal itu, Djoko Suyanto kepada Kompas mengatakan, Australia tidak perlu repot-repot menekan Indonesia. Selain karena persoalan itu adalah urusan dalam negeri Indonesia, pemerintah, menyusul insiden di Papua, juga sudah bersikap tanggap dengan mengakui serta kemudian segera memerintahkan investigasi dan penuntasannya.

    ”Saya tidak yakin PM Australia akan melakukannya. Kami sudah merespons kasus tersebut tanpa ada tekanan dari siapa pun,”
    ujar Djoko.

    Saat ditanya soal perkembangan penanganan kasus penyiksaan warga Papua, Djoko mengatakan, saat ini proses penyidikan sudah berjalan di tingkat Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih dan Markas Besar TNI Angkatan Darat.

    Pendapat senada juga disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah dan Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDI-P TB Hasanuddin.

    Saat dihubungi, Faizasyah sedang berada di Hanoi. Dia mengingatkan, kunjungan tersebut harus dilandasi semangat konsolidasi kerja sama bilateral dan hubungan baik yang telah terbangun. Juga harus diingat, penanganan kasus Papua sepenuhnya adalah kewenangan dan urusan dalam negeri Indonesia.

    ”Komitmen Indonesia dalam penanganan dan penuntasan kasus itu tidak perlu diragukan. Langkah investigasi tidak kita lakukan atas dasar tekanan dari pihak lain. Perintah Presiden Yudhoyono soal itu muncul akibat geram terhadap praktik seperti itu,” ujar Faizasyah.

    Konsumsi politik separatis

    TB Hasanuddin mengingatkan, persoalan itu bakal menjadi konsumsi politik kelompok-kelompok separatis, yang memang ingin memisahkan diri dari Indonesia. Untuk mencegah itu, dia minta pemerintah segera mengumumkan hasil investigasi dan juga langkah hukum yang diambil sebelum kunjungan PM Australia itu.

    ”Kita memang tidak bisa melarang orang luar bertanya. Namun, harus diingat, jangan kita biarkan kebiasaan jelek dengan mendiamkan masalah hingga dilupakan. Masalahnya orang luar tidak pernah lupa akan keburukan kita. Kasus ini harus dituntaskan supaya tidak terulang,” ujar Hasanuddin.

    Secara terpisah, pengamat militer Universitas Indonesia, Andi Widjojanto, di China mengingatkan pentingnya sistem hukum pidana militer nasional untuk mengadopsi prinsip-prinsip humanitarian internasional, seperti Konvensi Geneva, Konvensi Antipenyiksaan, Statuta Roma, serta Protokol I dan II.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Australia Diminta Tekan RI

    Revitalisasi Industri Strategis Desain Pertahanan Indonesia Tidak Jelas

    Anoa Merupakan Alutsista Buatan Dalam Negeri

    SURABAYA, KOMPAS.com - Desain strategi serta postur pertahanan dan keamanan Indonesia saat ini dianggap tidak jelas.

    Meskipun kebutuhan pertahanan minimal sudah digagas, postur pertahanan Indonesia sudah sangat ketinggalan. Sementara itu, revitalisasi industri strategis Indonesia masih mencoba mencari arah.

    Hal ini terungkap dalam diskusi bertajuk Revitalisasi Industri Strategis Indonesia di Sasana Diskusi Ruang Cakra Gedung C FISIP Universitas Airlangga, Jumat (29/10/2010).

    Hadir sebagai narasumber dalam diskusi yang diikuti dosen dan mahasiswa, pengajar jurusan Matematika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Subchan, dan peneliti Centre for Strategic and Global Studies (CSGS) Departemen Hubungan Internasional FISIP Unair, Djoko Sulistyo.

    Setelah reformasi, kata Djoko, banyak slogan yang dikeluarkan pemimpin Indonesia. Terakhir, dalam pidato kenegaraan di depan DPR dan DPD pada 16 Agustus, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, akan menempuh politik luar negeri ke segala arah.

    Dengan demikian, Indonesia akan mempunyai sejuta kawan, tanpa musuh (a million friends, zero enemy ). "Kalau paradigma itu yang dikembangkan, postur pertahanan tidak menjadi prioritas dan tidak perlu ada industri pertahanan yang menjadi pendukung," tutur Djoko Sulistyo.

    Namun, lanjut Direktur Riset CSGS Joko Susanto, slogan ini sangat bertentangan dengan Rancangan Undang-Undang tentang Revitalisasi Industri Strategis Pertahanan dan Keamanan.

    Sebab, dalam RUU yang mulai dibahas di Kementerian Hukum dan HAM, industri strategis lebih pada produksi alat-alat perang. Ini seakan-akan Indonesia akan perang dalam lima tahun ke depan.

    Industri strategis yang bermanfaat untuk masyarakat dan negara seperti pengembangan sarana transportasi massal, teknologi informasi, atau teknologi nano malah tidak mendapat tempat dalam pembahasan RUU itu.

    Padahal, berbagai industri strategis seperti itu akan membuat Indonesia berdaya saing dan mandiri.

    Kenyataannya, menurut Subchan, industri pertahanan Indonesia saat ini ketinggalan jauh dari negara lain kendati sebelum reformasi sempat disegani di Asia. Subchan pernah menerima penghargaan di bidang teknologi persenjataan tanpa awak dari Kementerian Pertahanan Inggris Raya.

    Menurut Subchan, pada 1990-an, Indonesia memiliki PT Inka, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad. Kini, perusahaan-perusahaan ini sulit berkembang karena tidak ada perhatian dari pemerintah. Dari anggaran untuk kekuatan minimum esensial yang memerlukan Rp 11 triliun, hanya dialokasikan Rp 2 triliun.

    Para pimpinan juga lebih senang mengadakan alat utama sistem persenjataan dari luar negeri. Pertama, makelar akan mendapat untung. Selain itu, membeli dari luar negeri artinya membuka kesempatan untuk berjalan-jalan dan mendapatkan uang dinas.

    "Ada juga kendala ketidakmampuan bekerja bersinergi. Para ahli mencari proyek sendiri-sendiri. Padahal, bila kemampuan pakar di Indonesia dipetakan dan semua disinergikan, bukan tidak mungkin ada kemandirian dalam industri pertahanan keamanan," katanya.

    Untuk mengefektifkan pelaksanaan dan pengembangan industri pertahanan, dibentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).

    Peraturan Presiden tentang KKIP sudah disetujui 12 Juli 2010 meskipun dirasa kurang sempurna karena belum melibatkan Kementerian Pendidikan Nasional sebagai yang menangani pendidikan sumber daya manusia.

    Kini, diharapkan RUU Revitalisasi Industri Strategis lebih luas, bermanfaat, dan mampu meningkatkan daya saing Indonesia.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Revitalisasi Industri Strategis Desain Pertahanan Indonesia Tidak Jelas

    Friday, October 29, 2010 | 11:43 PM | 0 Comments

    English News : Russia floats out first of new class of frigate


    Russia's first Project 22350 frigate was floated out at the Severnaya Verf shipyard in St. Petersburg on Friday.

    The Admiral Gorshkov frigate will be able to execute long-range strike, anti-submarine and escort missions in remote areas.

    However, it will be some time yet before it enters service because the ship is only 40% complete, officials said.

    The next Gorshkov-class frigate, the Admiral Kasatonov, is under construction and expected to be launched in 2012.

    The Russian Navy will receive up to 10 new ocean-going frigates in the next 10 years, a Defense Ministry source said.

    The Russian Navy needs between 20 and 30 such frigates, which will be the 21st century's main ocean-going surface ship.

    The Admiral Gorshkov has a displacement of 4,500 tons, a speed of 29 knots, a range of 4000 nm at 14 knots, and endurance of 15 days.

    It has a crew of 210 and an assortment of weaponry, including a 130 mm A-192 gun, a Kashtan close-in weapon system (CIWS), eight Oniks 3M55 (SS-N-26) anti-ship missiles, the Shtil I (SA-N-12 "Grizzly") medium range antiaircraft missile complex, four 533mm torpedo tubes, RPK-9 Medvedka-VE (SS-N-29) anti-submarine rockets, and 24 Uragan SAM missiles.

    From : RIA
    Readmore --> English News : Russia floats out first of new class of frigate

    DPR Berharap Obama Tidak Bahas Papua

    Presiden SBY berbincang dengan Presiden US Barrac Obama (Foto: MATANEWS)

    Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berharap Presiden Amerika Serikat Barrack Obama tidak membahas persoalan Papua, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Indonesia pada November 2010.

    Mahfudz mengatakan, masalah Papua sudah selesai setelah keluarnya konsensus nasional oleh pemerintah Indonesia yang memberikan otonomi khusus ke daerah itu.

    "Indonesia harus tegas terhadap Amerika Serikata soal Papua karena masalah Papua sudah selesai. Pemerintah Amerika Serikat harus menghargai apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia," kata Mahfudz.

    Ia mengemukakan, diangkatnya masalah Papua dalam kunjungannya ke Indonesia terlihat dari kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia ke Papua guna meninjau langsung apa yang sedang terjadi di Papua.

    "Siapapun, negara manapun, harus menghormati apa yang dilakukan Indonesia, termasuk Amerika Serikat," ujarnya.

    Mahfudz meminta Pemerintah Indonesia menegaskankan kembali komitmen AS untuk membantu meningkatkan kapasitas militer dan industri pertahanan dalam negeri.

    "Indonesia harus meminta kepada Amerika Serikat agar bagaimana ke depan, AS bisa memberikan kebijakan yang lebih baik dan kuat terhadap masalah pertahanan Indonesia," katanya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia harus kembali mengingatkan Amerika Serikat soal kemerdekaan Palestina.

    Ia menyebutkan, Pemerintah Indonesia juga perlu mengingatkan agar hubungan Islam dengan Barat perlu disinkronisasikan sehingga tidak menimbulkan pandangan negatif terhadap Islam.

    "Itu juga bagus untuk diangkat sebab Obama memiliki pandangan yang sama dengan Indonesia terkait hubungan Islam dan dunia barat," kata politisi dari Golkar itu.

    Presiden Amerika Serikat Barrrac Obama akan mengunjungi Indonesia pada 9 November 2010 setelah dari India. Di Indonesia, salah satu lokasi yang akan dikunjungi adalah mesjid Istiqlal.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> DPR Berharap Obama Tidak Bahas Papua

    Pembangunan Kawasan Perbatasan Dilaksanakan Serentak

    infrakstruktur daerah perbatasan

    Jakarta (ANTARA News) - Menteri Dalam Negeri selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Gamawan Fauzi mengatakan, program pembangunan di kawasan perbatasan akan dilaksanakan secara serentak, baik pembangunan fisik maupun nonfisik.

    "Program (pembangunan) dilakukan secara serentak di segala bidang, bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," katanya, di Jakarta, Jumat.

    Gamawan mengatakan, BNPP hanya berfungsi untuk pengoordinasian penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan serta pemanfaatan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan.

    Selain itu, BNPP juga berfungsi untuk menyusun program dan kebijakan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan serta sarana lain di kawasan perbatasan.

    Eksekusi pelaksanaan program pembangunan dilaksanakan oleh kementerian terkait yang bertanggungjawab.

    "Kementerian sudah banyak bekerja tetapi selama ini berjalan sendiri-sendiri, belum berdasarkan program yang kita susun. Eksekutor adalah masing-masing kementerian di bawah koordinasi BNPP, jika ada yang bandel maka kita ingatkan," katanya.

    Sementara itu, saat ini BNPP tengah menyiapkan rencana induk pengelolaan kawasan perbatasan untuk lima tahun hingga 25 tahun mendatang. Koordinasi pembangunan ini akan dimulai pada 2011.

    Dalam rangka menyusun rencana induk ini, tim dari BNPP telah turun ke kawasan perbatasan untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam pembangunan kawasan perbatasan.

    Data tersebut meliputi jumlah penduduk, luas wilayah, kondisi infrastruktur, kesehatan, pendidikan, tingkat pendapatan dan data lainnya.

    "Dengan demikian kita tahu apa yang harus kita perbaiki terlebih dahulu dan dapat bekerja dengan terencana," katanya.

    Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2010 tentang BNPP, badan ini mempunyai tugas menetapkan kebijakan program pembangunan perbatasan, menetapkan rencana kebutuhan anggaran, mengoordinasikan pelaksanaan dan melaksanakan evaluasi serta pengawasan terhadap pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan.

    Untuk melaksanakan tugas tersebut, BNPP menyelenggarakan fungsi, di antaranya, penyusunan dan penetapan rencana induk dan rencana aksi pembangunan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan.

    Selain itu, BNPP memiliki fungsi pengkoordinasian penetapan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan, pengelolaan serta pemanfaatan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan.

    BNPP juga berfungsi untuk menyusun program dan kebijakan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan dan sarana lain di kawasan perbatasan. Selain itu, menyusun anggaran pembangunan dan pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan sesuai dengan skala prioritas.

    Susunan keanggotaan BNPP ini terdiri atas Ketua Pengarah yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wakil Ketua Pengarah I, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Wakil Ketua II Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dan selaku Kepala BNPP adalah Mendagri.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pembangunan Kawasan Perbatasan Dilaksanakan Serentak

    TNI-AL Bentuk Satgas Penanggulangan Gempa di Mentawai


    Padang (ANTARA News) - Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Laksamana Pertama, TNI-AL Aswad, menyatakan TNI-AL telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan gempa dan Tsunami yang menimpa warga di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

    Hal ini dikatakan oleh Danlatamal II Teluk Bayur, Laksamana Pertama, TNI-AL, Aswad, ketika persiapan kebarangkatan beberapa orang personil TNI-AL ke Kabupaten Mentawai, Jumat (29/10).

    "Kita telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan gempa dan Tsunami yang menimpa kepulauan Mentawai,"kata Danlatamal II Teluk Bayur, Laksamana Pertama, TNI-AL, Aswad.

    Menurutnya, Satgas yang telah dibentuk tersebut guna membantu misi kemanusia bagi korban gempa dan Tsunami di Kabupaten Mentawai.

    "Disamping itu Satgas juga mengobati warga yang berada di tempat pengungsian serta mendirikan Rumah Sakit Lapangan di Kabupaten Mentawai," katanya.

    Dia menambahkan, disamping itu Satgas TNI-AL juga membantu dalam pencarian warga yang hilang dan korban tewas akibat diterjang gempa dan tsunami.

    "Mereka akan bergabung dengan Tim SAR yang telah lama berada di Kabupaten Mentawai dalam pencarian warga yang hilang muapun korban tewas," katanya.

    Dia mengatakan, kita juga mengerahkan beberapa buah kapal perang dalam membawa barang bantuan kemanusia bagi korban gempa dan Tsunami.

    "Sudah beroperasi ke Mentawai untuk misi kemanusian yakni KRI Tanah Rencong, serta KRI Teluk Manado,"katanya.

    KRI Tanah Rencong datang pada Rabu (27/10) membawa tim medis, serta obat-obatan untuk membantu korban gempa dan Tsunami. "Sedangkan KRI Teluk Manado sudah merapat ke Pelabuhan Sikakap Kabupaten Mentawai pada Jumat (29/10).

    Dia menambahkan, ada beberapa kapal milik TNI-AL yang akan datang untuk membawa barang bantuan ke Kabupaten Mentawai, yakni KRI Imam Bonjol, KRI Gilimanuk.

    "Disamping itu ada satu Pesawat Hercules milik TNI-AL yang digunakan untuk mendistrubusikan barang bantuan dari para donatur," katanya.

    Ada dua kapal perang lagi yang mau berangkat untuk misi kemanusian dalam membantu kroban gempa dan Tsunami di Kabupaten Mentawai. "Kapal yang mau berangkat tersebut yakni KRI Peleng dan KRI Sabang," kata Aswad.

    Berdasarkan data BPBD Sumbar, jumlah meninggal dunia yang berhasil ditemukan sebanyak 413 orang, jumlah korban luka berat tercatat 207 orang dan luka ringan 142 orang.

    Jumlah rumah warga yang rusak berat dan yang hilang diseret tsunami terdata sebanyak 517 unit dan yang rusak.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI-AL Bentuk Satgas Penanggulangan Gempa di Mentawai

    Saling Tembak di Perbatasan Korea

    illustrasi

    KOMPAS.com — Insiden saling tembak di dekat perbatasan dua Korea terjadi lagi. Laporan Yonhap pada Jumat (29/10/2010) mengatakan, tentara Korea Utara (Korut) lebih dulu menembakkan peluru dua kali ke arah tentara Korea Selatan (Korsel) di pos penjagaan Hwacheon, wilayah Korsel. "Tentara Korsel lalu balas menembak," begitu kata pihak militer Korsel.

    Kendati demikian, insiden itu tidak menimbulkan korban di kedua belah pihak. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Korsel, khususnya, tengah menyelidiki insiden ini.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Saling Tembak di Perbatasan Korea

    TNI Siagakan Empat KRI untuk Mentawai

    KRI Teluk Cirebon

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--TNI menyiagakan empat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk membantu penanganan korban bencana tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

    Kadispenum Puspen TNI Kolonel Cpl Minulyo di Jakarta, Jumat mengatakan, empat KRI yang sewaktu-waktu siap diberangkatkan ke lokasi bencana yaitu KRI Imam Bonjol, KRI Gilimanuk, KRI Peleng dan KRI Sabang.
    Untuk penanggulangan bencana di Mentawai, TNI telah memberangkatkan 2 (dua) Kapal Republik Indonesia (KRI), pada Rabu (27/10) yaitu KRI Teluk Manado dan KRI Teluk Cirebon.

    Selain KRI, TNI juga telah menerbangkan satu pesawat Hercules A-1321 yang membawa dua ton bantuan sosial dari Presiden RI. "TNI juga menyiagakan satu pesawat Hercules A-1328 untuk pengiriman bantuan ke lokasi bencana," kata Minulyo.

    Ia menambahkan, personel TNI yang ditugaskan ke Mentawai akan bergabung dengan Badan Penanggulangan Bencana Propinsi Sumatera Barat dan Basarnas untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban serta melakukan pengobatan terhadap warga masyarakat setempat dengan mendirikan Rumah Sakit Lapangan.
    Sedangkan untuk penanggulangan bencana letusan Gunung Merapi di DIY, TNI khususnya yang berlokasi di wilayah Kodam IV/Diponegoro telah menyiagakan 5.665 personel dan peralatannya yang terdiri dari alat berat, truk angkut personel, mobil tangki air, tenda, dapur umum, genset dan berbagai peralatan lain serta kebutuhan logistik yang apabila sewaktu-waktu digerakkan, untuk menghadapi kemungkinan terburuk akibat letusan Gunung Merapi.

    "Dari kekuatan yang disiagakan, 2.165 personel TNI telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk membantu evakuasi masyarakat, pencarian korban dan pertolongan kepada para pengungsi di lokasi pengungsian," kata Minulyo.

    Sumber: Republika
    Readmore --> TNI Siagakan Empat KRI untuk Mentawai

    KSAD Isyaratkan Percepatan Mutasi Perwira Tinggi


    KSAD Jenderal TNI George Toisutta memeriksa pasukan saat acara sertijab di Markas Kopasus, Cijantung, Jakarta, (4/12). TEMPO/Subekti

    TEMPO Interaktif, BANDUNG - Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI George Toisutta mengatakan, akan ada percepatan dalam pergantian jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.

    ”Akan ada percepatan personil-personil tertentu yang diarahkan untuk menjadi calon pimpinan Angkatan Darat ke depan,” kata George di Bandung, Jumat (29/10).

    George tidak menyebutkan jabatan yang dimaksudnya. Hanya dia menyebutkan, percepatan itu sengaja dilakukan Angkatan Darat gara-gara adanya kesenjangan jumlah perwira tinggi.

    Dia mencontohkan, perwira TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer 1975 jumlahnya sama banyak dibandingkan lulusan angkatan 1977 hingga 1980 jika digabungkan. ”Sehingga yang di bawah harus segera mengisi,” kata George.

    George menyebutkan pengangkatan Panglima Kodam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Pramono Edie Wibowo, lulusan Akademi Militer 1980 menjadi Panglima Kostrad sebagai contoh percepatan itu. Panglima Kostrad saat ini Letnan Jenderal TNI Burhanuddin Amin sendiri lulusan Akademi Militer 1976.

    Panglima Kodam III/Siliwangi yang ditinggalkan Pramono, ditempati Mayor Jenderal TNI Moeldoko yang merupakan lulusan Akademi Militer 1981. ”Jadi tidak ada hal yang aneh bin ajaib,” kata George.

    Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal S Widjanarko mengatakan, percepatan ini untuk mengantisipasi pensiunnya sejumlah perwira tinggi lulusan Akademi Militer Angkatan 1975 dan 1976. ”Kalau sekarang sudah mulai dipercepat, sesuai dengan norma aturannya, mudah-mudahan tidak terjadi kekosongan jabatan,” katanya.

    Widjanarko menjelaskan, kesenjangan jumlah perwira tinggi itu disebabkan perbedaan jumlah rekruitmen pada pendidikan Akademi Militer dulu. Dia mencontohkan, angkatannya, lulusan Akademi Militer 1980 jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang lulus tahun 1975. ”Lulusan angkatan kami sekitar seratusan orang,” katanya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> KSAD Isyaratkan Percepatan Mutasi Perwira Tinggi

    Rusia Uji Coba Tiga Rudal Strategis


    MOSKOWA, KOMPAS.com - Rusia, Kamis, sukses melakukan uji coba tiga rudal balistik antar-benua yang berbeda sebagai bagian dari uji coba regular atas arsenal strategisnya, lapor kantor-kantor berita setempat.

    Pasukan bersenjata memulai uji coba dengan meluncurkan rudal Topol RS-12M (yang disebut SS-25 Sickle oleh NATO) dari kosmodrom Plesetsk, di utara Rusia menuju sasaran di semenanjung Kamchatka di Lautan Pasifik. Rudal antar-benua Topol memiliki jarak tembak 10.000 kilometer. Rudal tersebut pertama diujicoba tahun 1983 dan dimasukkan ke dalam arsenal nuklir Uni Soviet tahun 1988. Peluru kendali itu awalnya dirancang untuk digunakan selama 10 tahun.

    Pasukan Rusia pada uji coba itu meluncurkan dua rudal antarbenua dari kapal selam nuklir di laut utara, kata sumber militer yang dikutip kantor-kantor berita Rusia. Rudal yang pertama adalah P-29P (RSM-50), dengan jarak 6.500 kilometer, yang dapat diluncurkan dari kedalaman 50 meter (atau 160 kaki). Beberapa menit kemudian, pasukan meluncurkan rudal Sineva (dirujuk sebagai Skiff oleh NATO) dari Laut Barents. Rudal yang dimasukkan ke dalam arsenal Rusia tahun 2007 dan 2008 itu mencatat jarak tembak terpanjangnya 11.574 kilometer.

    "Ketiga uji coba yang berhasil itu mengonfirmasi spesifikasi rudal-rudal tersebut dan kapasitas tempur kekuatan nuklir strategis negara," kata seorang jurubicara kementerian pertahanan pada kantor berita Interfax.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia Uji Coba Tiga Rudal Strategis

    Thursday, October 28, 2010 | 5:47 PM | 0 Comments

    KRI Soeharso Tetap Bertolak ke Wasior

    suarasurabaya.net| KRI dr. Soeharso-990 akhirnya diberangkatkan ke Wasior Papua Barat sesuai rencana semula. Perubahan tujuan ini diterima tim KRI dr. Soeharso, Kamis (28/10).

    Keberangkatan KRI dr. Soeharso-990 merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Wasior. Kepastian ini ditegaskan Letkol Laut YAYAN SUGIANA Kepala Dispenarmatim.

    Sebelumnya, kapal perang TNI AL jenis RS apung itu sempat dialihkan tujuannya dari Wasior ke Mentawai, melihat kondisi daerah itu pasca gempa dan tsunami, Senin (25/10) lalu. Namun, hari ini rupanya, pusat menginstruksikan KRI dr. Soeharso bertolak ke Wasior Papua Barat.

    Letkol Laut (P) HERIBERTUS YUDHO WARSONO Komandan kapal KRI dr. Soeharso menambahkan selama ini kebutuhan untuk korban Wasior belum terpenuhi. Selain itu, berbagai bantuan yang telah masuk dan diterima oleh Komando Armatim memang ditujukan untuk korban bencana banjir Wasior.

    "Ini sesuai kebijaksanaan pimpinan. Selama ini wasior bahan bantuan blm terpenuhi. Lagipula pesanan dari awal memang ke Wasior, ini yang diutamakan," kata YUDHO pada suarasurabaya.net, Kamis (28/0).

    Kapal tersebut akan membawa 80 orang tim medis yang terdiri dari dokter dan asisten dengan keahlian anestesi, bedah tulang, bedah umum, kesehatan gigi, kulit dan kelamin, mata, THT, penyakit dalam, serta perawat. TNI AL juga membawa serta 126 ABK dan 400 orang dari Zeni Marinir, Infanteri dan perbekalan yang siap bertugas di lapangan.

    Tidak hanya itu, kapal tersebut juga mengangkut sejumlah bahan bantuan hasil sumbangan dari masyarakat. Diantaranya makanan, obat-obatan, pakaian, genset dan tenda.

    Sumber: SUARASURABAYA
    Readmore --> KRI Soeharso Tetap Bertolak ke Wasior

    KRI Soeharso Tetap Bertolak ke Wasior


    suarasurabaya.net| KRI dr. Soeharso-990 akhirnya diberangkatkan ke Wasior Papua Barat sesuai rencana semula. Perubahan tujuan ini diterima tim KRI dr. Soeharso, Kamis (28/10).

    Keberangkatan KRI dr. Soeharso-990 merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Wasior. Kepastian ini ditegaskan Letkol Laut YAYAN SUGIANA Kepala Dispenarmatim.

    Sebelumnya, kapal perang TNI AL jenis RS apung itu sempat dialihkan tujuannya dari Wasior ke Mentawai, melihat kondisi daerah itu pasca gempa dan tsunami, Senin (25/10) lalu. Namun, hari ini rupanya, pusat menginstruksikan KRI dr. Soeharso bertolak ke Wasior Papua Barat.

    Letkol Laut (P) HERIBERTUS YUDHO WARSONO Komandan kapal KRI dr. Soeharso menambahkan selama ini kebutuhan untuk korban Wasior belum terpenuhi. Selain itu, berbagai bantuan yang telah masuk dan diterima oleh Komando Armatim memang ditujukan untuk korban bencana banjir Wasior.

    "Ini sesuai kebijaksanaan pimpinan. Selama ini wasior bahan bantuan blm terpenuhi. Lagipula pesanan dari awal memang ke Wasior, ini yang diutamakan," kata YUDHO pada suarasurabaya.net, Kamis (28/0).

    Kapal tersebut akan membawa 80 orang tim medis yang terdiri dari dokter dan asisten dengan keahlian anestesi, bedah tulang, bedah umum, kesehatan gigi, kulit dan kelamin, mata, THT, penyakit dalam, serta perawat. TNI AL juga membawa serta 126 ABK dan 400 orang dari Zeni Marinir, Infanteri dan perbekalan yang siap bertugas di lapangan.

    Tidak hanya itu, kapal tersebut juga mengangkut sejumlah bahan bantuan hasil sumbangan dari masyarakat. Diantaranya makanan, obat-obatan, pakaian, genset dan tenda.

    Sumber: SUARASURABAYA
    Readmore --> KRI Soeharso Tetap Bertolak ke Wasior

    Bom Nuklir Kini Tak Butuh Misil, Cukup Taruh di Kargo Pesawat

    Jakarta - Bom-bom berhulu ledak nuklir kini tidak lagi harus diluncurkan ke sasaran dengan misil-misil antar negara atau antar benua. Cukup taruh bom di kargo pesawat penumpang dan arahkan pesawat yang sarat penumpang tersebut ke sasaran.

    "Ada kecenderungan semacam itu. Itu mengapa kini pemerintah AS sangat teliti mengenai kargo," ujar Robert E Kelley, seorang ilmuwan nuklir Amerika Serikat.

    Hal itu disampaikan Kelley dalam diskusi soal ambisi Nuklir Burma di Hotel Akmani, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2010).

    Kelley merupakan mantan direktur di international Atomic Energy Agency (IAEA). Dia memiliki 30 tahun pengalaman di US Nuclear Complex. Kelly juga memiliki pengalaman lapangan menginpeksi senjata nuklir di Irak, Afrika Selatan dan Libia.

    "Kita tidak bisa mengecek satu per satu bawaan di Kargo dengan seksama. Coba anda bayangkan, ada berapa ribu pesawat yang terbang setiap harinya," jelas Kelley.

    Terkait ambisi nuklir Burma, Kelley menilai saat ini Burma, belum dapat membuat bom. Tapi inilah yang sedang mereka persiapkan sekarang.

    "Bayangkan sebuah pesawat terbang dari Rangoon. Membawa sebuah bom nuklir dalam kargonya dan penuh penumpang untuk menuju ke satu tempat," terang dia.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Bom Nuklir Kini Tak Butuh Misil, Cukup Taruh di Kargo Pesawat

    Ambisi Nuklir Burma Bahayakan Wilayah ASEAN, Termasuk RI

    Fasilitas Nuklir Myanmar (Foto: isis-online.org)

    Jakarta - Robert E Kelley, seorang ilmuwan nuklir Amerika Serikat, melaporkan hasil investigasinya. Diduga Junta Militer Burma kini tengah mengembangkan senjata nuklir.

    "Mereka menambang uranium. Bukan untuk keperluan medis, pembangkit listrik tetapi kemungkinan untuk senjata nuklir," ujar Kelley dalam diskusi soal Ambisi Nuklir Burma di Hotel Akmani, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2010).

    Kelley merupakan mantan direktur di international Atomic Energy Agency (IAEA). Dia memiliki 30 tahun pengalaman di US Nuclear Complex. Kelly juga memiliki pengalaman lapangan menginpeksi senjata nuklir di Irak, Afrika Selatan dan Libia.

    "Untuk Burma, kami memiliki data-data dari sumber yang kuat. Kami juga memiliki foto-foto yang jelas menggambarkan aktivitas ini," terang Kelly.

    Diduga para insinyur Burma dikirim dan dilatih di Rusia. Korea Utara pun diduga memberikan bantuan pada Burma untuk program ini.

    Menurut seorang pengamat pertahanan dan peneliti asal Burma, Maung Zarni, program Nuklir Burma ini merupakan ambisi dari junta militer sebagai pertahanan luar negeri. Dengan senjata nuklir, junta merasa lebih aman untuk terus menerus melanggar ketentuan internasional soal HAM.

    "Mereka tidak butuh nuklir untuk keamanan dalam negeri. Tapi agar mereka merasa lebih aman menghadapi dunia internasional," terang Zarni.

    Zarni menjelaskan adanya nuklir di satu kawasan mengancam negara-negara sekitarnya. Kemungkinan perang nuklir atau penanganan reaktor yang tidak tepat akan membahayakan negara-negara di sekitarnya.

    "Karena itu anggota ASEAN yang lain harus duduk bersama untuk meyakinkan Burma bahwa masalah nuklir bukan masalah internal Burma saja, tetapi ini membahayakan ASEAN," terang ahli dalam bidang militer Burma ini.

    Zarni pun optimistis kepemimpinan Indonesia di dalam ASEAN mampu menyelesaikan persoalan ini. "Indonesia adalah negara besar dan negara yang demokratis. Dengan kepemimpinannya, saya yakin banyak yang bisa dilakukan," tutup dia.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Ambisi Nuklir Burma Bahayakan Wilayah ASEAN, Termasuk RI

    TNI AD Kerahkan Dua Batalyon di Mentawai

    illustrasi

    Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta akan mengerahkan dua batalyon dari satuan kesehatan dan bantuan perbekalan kepada korban gempa bumi dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat.

    "Satu batalyon dari wilayah Timur akan berangkat pada Kamis siang nanti, sementara dari wilayah Barat sudah disiagakan untuk berangkat ke Mentawai," katanya kepada wartawan usai membuka seminar `Pembangunan Moral dan Karakter Bangsa` di Balai Komando Kopassus Cijantung, Jakarta, Kamis.

    Untuk pendistribusian bantuan perbekalan, seperti bahan makanan, tenda dan obat-obatan, kata George, pihak akan menggunakan pesawat Hercules karena banyak wilayah yang terisolasi akibat tsunami di Mentawai.

    "Kami menggunakan pesawat Hercules karena lokasinya sulit dijangkau. Peterjun "free fall" dari Kostrad akan mendampingi bantuan perbekalan yang diterjunkan," katanya.

    Namun, lanjut dia, yang menjadi hambatan bila gelombang laut di Mentawai meningkat karena akan menyulitkan personilnya untuk mendistribusikan bantuan yang diterjunkan itu.

    Sementara itu, untuk wilayah di Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta, TNI AD sudah mengerahkan sekitar 2.000 personil dari empat penjuru mata angin, yakni Timur, Barat, Utara dan Selatan untuk membantu mengevakuasi para korban meletusnya Gunung Merapi pada (26/10).

    "Pasukan di Gunung Merapi lebih banyak dikerahkan dibanding di Mentawai karena lokasinya sulit dijangkau," katanya.

    Kadis Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Sunaryo Widjonarko, menambahkan, pasukan dari empat penjuru mata angin itu sudah masuk ke wilayah Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta untuk membantu evakuasi para korban dan masyarakat yang ada di sekitar lokasi.

    Tsunami yang terjadi di Mentawai, Sumbar itu menyebabkan sekitar 300 orang lebih meninggal dunia dan ratusan lainnya hilang, sementara jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Merapi pada Selasa (26/10) petang bertambah menjadi 29 orang.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI AD Kerahkan Dua Batalyon di Mentawai

    TNI Kerahkan 6 Kapal dan 2 Herkules untuk Bantu Korban Mentawai

    illustrasi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia mengerahkan personel dan alutsistanya dalam penanggulangan dampak gempa bumi dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kemarin, TNI telah memberangkatkan dua Kapal Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Teluk Manado dan KRI Teluk Cirebon ke lokasi bencana.


    KRI Teluk Cirebon berangkat dari Medan membawa seribu dus mi instan dan air mineral. Sementara KRI Teluk Manado berangkat dari Tanjung Priok, mengangkut satu Batalyon Kesehatan Kostrad sekaligus membawa barang-barang bantuan dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta.

    Barang-barang bantuan yang dikirim berupa obat-obatan, makanan, dan peralatan pengungsi dari Kementerian Kesehatan, Pusat Kesehatan TNI, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Bank Rakyat Indonesia, dan Artha Graha Peduli. "Termasuk juga mengangkut para relawan dan wartawan dari berbagai media," kata Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Minulyo S., Kamis (28/10).

    TNI juga menyiapkan 4 kapal lainnya yang sewaktu-waktu siap digerakkan ke lokasi bencana, antara lain KRI Imam Bonjol, KRI Gilimanuk, KRI Peleng, dan KRI Sabang. Selain itu, lanjut Minulyo, TNI juga menerbangkan satu pesawat Hercules yang membawa dua ton bantuan sosial dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Satu pesawat Hercules lain disiagakan untuk pengiriman bantuan tambahan ke lokasi bencana.

    Personel TNI yang ditugaskan ke Mentawai akan langsung bergabung dengan personel Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat dan Badan SAR Nasional (Basarnas). Mereka bertugas mencari dan mengevakuasi para korban yang masih tercecer di lokasi terjangan tsunami, serta mengobati masyarakat setempat dengan mendirikan Rumah Sakit Lapangan.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> TNI Kerahkan 6 Kapal dan 2 Herkules untuk Bantu Korban Mentawai

    Pengamat Tak Masalahkan Presiden Kembali ke Hanoi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Usai mengunjungi korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana kembali ke Hanoi, Vietnam. Kembalinya Presiden ke Hanoi sedianya untuk menghadiri KTT ASEAN dan KTT Asia Timur.

    Menurut pengamat politik Universitas indonesia, Arbi Sanit, Yudhoyono memang harus kembali ke Hanoi untuk menghadiri dua pertemuan itu. Alasannya, “Pertemuan itu untuk menjaga posisi politik dan militer Indonesia di ASEAN,” kata Arbi, Kamis (28/10).

    Kalau Yudhoyono tidak menghadiri pertemuan itu, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan posisi Indonesia di Asean akan tergeser. Arbi pun tidak percaya bila kehadiran Yudhoyono bisa digantikan para pembantunya. “Menteri siapa yang mau dikirim? Kinerja menteri kita kan kedodoran, belepotan. Menteri luar negeri juga tidak bisa diharapkan,” ujar dia.

    Di KTT ASEAN, Presiden akan menjalani prosesi serah terima tugas sebagai Ketua ASEAN dari Presiden Vietnam, Nguyen Minh Triet. Serah terima tugas itu akan mengawali jabatan Yudhoyono selaku Chairman of ASEAN dan ASEAN Summit.

    Pendapat serupa juga dikatakan pengamat politik Andrinof Chaniago. Menurutnya, Presiden bisa kembali ke Hanoi usai mengunjungi Mentawai dan Yogyakarta. “Yang penting Presiden sudah melihat sendiri kondisi korban dan lokasi bencana.” Di Hanoi, lanjut dia, Yudhoyono bisa memantau kinerja para menteri dan pemerintah daerah. “Toh kalau sudah melihat langsung kondisi di lokasi gempa, Presiden bisa memberi perintah dari jarak jauh,” ujarnya.

    Andrinof juga tidak setuju kalau Yudhoyono mengutus seorang menteri untuk mewakili dirinya di KTT ASEAN dan KTT Asia Timur. Alasannya, pertemuan itu bukan untuk tingkat menteri, tapi khusus kepala negara. “Kalau Presiden mengirim menteri, negara lain bisa merasa tidak dihormati oleh Indonesia.”

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pengamat Tak Masalahkan Presiden Kembali ke Hanoi

    Pengamat Tak Masalahkan Presiden Kembali ke Hanoi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Usai mengunjungi korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana kembali ke Hanoi, Vietnam. Kembalinya Presiden ke Hanoi sedianya untuk menghadiri KTT ASEAN dan KTT Asia Timur.

    Menurut pengamat politik Universitas indonesia, Arbi Sanit, Yudhoyono memang harus kembali ke Hanoi untuk menghadiri dua pertemuan itu. Alasannya, “Pertemuan itu untuk menjaga posisi politik dan militer Indonesia di ASEAN,” kata Arbi, Kamis (28/10).

    Kalau Yudhoyono tidak menghadiri pertemuan itu, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan posisi Indonesia di Asean akan tergeser. Arbi pun tidak percaya bila kehadiran Yudhoyono bisa digantikan para pembantunya. “Menteri siapa yang mau dikirim? Kinerja menteri kita kan kedodoran, belepotan. Menteri luar negeri juga tidak bisa diharapkan,” ujar dia.

    Di KTT ASEAN, Presiden akan menjalani prosesi serah terima tugas sebagai Ketua ASEAN dari Presiden Vietnam, Nguyen Minh Triet. Serah terima tugas itu akan mengawali jabatan Yudhoyono selaku Chairman of ASEAN dan ASEAN Summit.

    Pendapat serupa juga dikatakan pengamat politik Andrinof Chaniago. Menurutnya, Presiden bisa kembali ke Hanoi usai mengunjungi Mentawai dan Yogyakarta. “Yang penting Presiden sudah melihat sendiri kondisi korban dan lokasi bencana.” Di Hanoi, lanjut dia, Yudhoyono bisa memantau kinerja para menteri dan pemerintah daerah. “Toh kalau sudah melihat langsung kondisi di lokasi gempa, Presiden bisa memberi perintah dari jarak jauh,” ujarnya.

    Andrinof juga tidak setuju kalau Yudhoyono mengutus seorang menteri untuk mewakili dirinya di KTT ASEAN dan KTT Asia Timur. Alasannya, pertemuan itu bukan untuk tingkat menteri, tapi khusus kepala negara. “Kalau Presiden mengirim menteri, negara lain bisa merasa tidak dihormati oleh Indonesia.”

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pengamat Tak Masalahkan Presiden Kembali ke Hanoi

    5.665 Personel TNI Disiagakan di Lokasi Bencana Merapi

    Korban Merapi.

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Tentara Nasional Indonesia dari satuan Kodam IV/Diponegoro telah menyiagakan setidaknya 5.665 personel untuk dikerahkan membantu penanggulangan bencana letusan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Dari total personel yang disiagakan, sebanyak 2.165 personel di antaranya telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi masyarakat. "Personel juga dikerahkan untuk pencarian korban dan pertolongan kepada para pengungsi di lokasi pengungsian," kata Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI, Kolonel Minulyo S. dalam siaran pers, Kamis (28/10).

    Selain personel, lanjut Minulyo, TNI juga mengerahkan peralatan yang terdiri dari alat berat, truk pengangkut personel, mobil tangki air, tenda, dapur umum, genset, dan berbagai peralatan lain. "Kami juga memasok kebutuhan logistik yang sewaktu-waktu dapat digerakkan jika harus menghadapi kemungkinan terburuk akibat letusan Gunung Merapi," ujarnya.

    Dua hari lalu pukul 17.02 WIB Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel. Korban tewas akibat terjangan awan panas Merapi mencapai 30 orang, termasuk di antaranya Mbah Maridjan, juru kunci Merapi. Ribuan warga di sekitar lereng gunung juga terpaksa diungsikan untuk mencegah bertambahnya jumlah korban.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> 5.665 Personel TNI Disiagakan di Lokasi Bencana Merapi

    Perbatasan Malaysia Tak Ingin Indonesia Tumbuh

    Ilustrasi: Malaysia mengambil keuntungan dengan keberadaan tenaga kerja murah dari Indonesia.

    PONTIANAK, KOMPAS.com- Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Kerja Sama Kalimantan Barat Robert Nusanto kembali mengingatkan bahwa Malaysia tidak pernah menginginkan perekonomian Indonesia tumbuh. Jika ekonomi Indonesia tumbuh, Malaysia akan kehilangan para pekerja Indonesia yang diupah murah.

    Robert menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi desk Kalimantan tentang Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan (P2WP), di Hotel Kini, Pontianak, Kalimantan Barat Kamis (28/10/2010).

    "Maka, kita harus mewaspadai agenda itu setiap kali melangkah dalam rangka percepatan pembangunan di kawasan perbatasan. Faktanya, Malaysia memang mengambil keuntungan dari kemiskinan dan keterisolasian di perbatasan Indonesia," kata Robert.

    Jika perekonomian Indonesia tumbuh baik, akan semakin banyak tenaga kerja yang terserap. Padahal, ada sekitar 1,2 juta TKI yang bekerja di Malaysia. "Malaysia sangat takut kehilangan pekerja asal Indonesia yang bisa diupah murah," kata Robert.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Perbatasan Malaysia Tak Ingin Indonesia Tumbuh

    China Perbanyak Kapal Pengintai AL

    BEIJING, KOMPAS.com — China sedang memperbanyak kapal pengintai angkatan laut demi memproteksi hak-hak maritimnya dengan lebih baik. Hal tersebut disampaikan media negara itu, Kamis, di tengah sengketa sengit wilayah laut dalam dengan negara-negara tetangganya.

    Menurut harian resmi China Daily, seorang pejabat di Badan Kelautan Negara (SOA) yang mengawasi hak-hak maritim China mengatakan bahwa satu kapal inspeksi telah bergabung dalam armada dan 36 lainnya akan ditambahkan kemudian. Kapal China Marine Surveillance 75 akan berpatroli di Laut China Selatan, tempat sejumlah sengketa wilayah atas pulau-pulau yang berpotensi memiliki kekayaan sumber daya alam.

    China menegaskan, pihaknya berdaulat penuh atas kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan. Namun, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan juga mengklaim pulau-pulau tersebut.

    Juli lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, yang akan melakukan kunjungan ke China pada akhir pekan ini, menyerukan perlunya perundingan-perundingan multilateral mengenai sengketa itu, suatu pendapat yang ditentang Beijing. China juga terlibat dalam sengketa sengit dengan Jepang terhadap gugusan pulau di Laut China Timur. Wilayah itu dikenal sebagai Diaoyu di China dan Senkaku di Jepang.

    Pang Zhongying, seorang pakar kajian Asia Pasifik di Universitas Renmin Beijing, sebagaimana dikutip China Daily, mengatakan, penambahan dalam armada bukanlah suatu gerakan agresif. "Itu bukan berarti bahwa kami sekarang melakukan langkah agresif, melainkan karena kami telah tertinggal di belakang terlalu banyak dan terlalu lama, mengingat besarnya wilayah maritim China."

    Masih menurut laporan itu, Li Lixin selaku direktur cabang Laut China Selatan, SOA, mengatakan, China akan membangun banyak kapal pengintai.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> China Perbanyak Kapal Pengintai AL

    Pesawat Jatuh di Nabire Jenazah Tiga Korban Skytruck Ditemukan


    NABIRE, PAPUA, KOMPAS.com - Kepala bidang Humas Polda Papua Kombes Wachyono mengabarkan, telah ditemukan tiga jenazah korban jatuhnya pesawat Skytruck milik Polri yang mengalami kecelakaan di kawasan Wami, Distrik Wanggar, Nabire, Papua dalam penerbangan dari Jayapura menuju Ambon.

    Wachyono menjelaskan, sekitar pukul 15.55 WIT, Rabu (27/10/2010) pesawat naas itu sempat transit untuk mengisi bahan bakar di Nabire. "Selanjutnya mulai pukul 16.30 WIT lost contact, dan belum tiba di Ambon," kata Wachyono dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Kamis (28/10/2010).

    Lalu, sekitar pukul 23.30 WIT, ada laporan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa ada pesawat jatuh di lokasi tersebut. "Sekarang telah ditemukan tiga jenazah dengan kondisi terpisah-pisah, pesawat hancur Pak," kata Wachyono.

    Wachyono mengatakan, saat ini ketiga jenazah tengah dievakuasi. Namun ia belum mampu mengidentifikasi ketiga korban yang telah ditemukan itu. Adapun pesawat yang juga belum diketahui muatannya itu dipiloti oleh AKP. Irwan, dibantu Iptu Bayu (copilot). Tercatat pula, ada tiga kru lainnya, yakni Ipda Moh. Amri, Briptu Hadirianto, dan Briptu Aipul Bahri.

    Kondisi mereka hingga kini belum bisa dipastikan. Tim evakuasi, diakuinya, mengalami kesulitan akibat medan yang berat berupa kondisi alam dan harus melintasi lautan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pesawat Jatuh di Nabire Jenazah Tiga Korban Skytruck Ditemukan

    Sukhoi TNI AU Mempunyai Kemampuan Diatas Negara Tetangga


    BALIKPAPAN- Lagi-lagi jajaran skadron Sukhoi membuktikan kehebatannya. Semua taget dalam latihan puncak TNI AU dengan sandi ‘Angkasa Yudha 2010’ yang dilangsungkan di Kota Sengatta Kutai Timur berhasil diselesaikan dengan baik oleh jajaran pesawat tempur Sukhoi produksi Rusia ini.

    Hal ini dikatakan oleh Letkol (Pnb) Tonny Haryanto selaku komandan Skadron 11 Makassar, Rabu (27/10) kemarin saat ditemui di Base Ops Lanud Balikpapan. “Alhamdulillah tadi target latihan berhasil kami selesaikan. Meskipun tadi sempat ada awan yang menghalangi pandangan dan juga hujan tipis, tapi bukan masalah,” ucap lulusan Akabri tahun 1993 itu.

    Kepada harian ini Tonny juga menceritakan beberapa keampuhan pesawat yang diterbangkannya mulai tahun 2005 itu. Diakui Sukhoi memiliki kemampuan di atas pesawat tempur yang dimiliki oleh negara-negara tetangga. “Jadi tinggal sumber daya manusiannya saja,” imbuhnya. Sekilas saja tentang Sukhoi, Tonny menjelaskan bahwa pesawat ini memiliki kecepatan maksimal dua kali kecepan suara.

    Selain itu pesawat ini juga sudah memiliki dilengkapi dengan beberapa senjata untuk penyerangan dari udara ke darat. “Air to ground kita sudah ada bom, gun, dan roket. Sedangkan untuk air to air sudah kontrak sudah disiapkan,” ungkap mantan penerbang pesawat F-16 ini. Ditambahkan TNI Angkatan Udara (AU) memiliki 4 tipe Sukhoi, yaitu Sukhoi 27 SK, Sukhoi 27 MK, Sukhoi 27 SKM, Sukhoi 30 MK2.

    Saat ini, AU memiliki 10 unit Sukhoi. “Secara bertahap sampai 2014 nanti akan mencapai 16 pesawat,” tuturnya di sela Static Show. Adapun keunggulan pesawat tempur yang telah memperkuat Alutsista TNI AU sejak 2003 itu memiliki banyak keunggulan dalam persenjataan, di antaranya mampu melakukan tracking dan mengunci 10 posisi lawan secara bersamaan dalam satu kesempatan.

    Sukhoi juga mampu menembakkan peluru kendali udara ke udara (air to air missile) terhadap dua sasaran yang berbeda sekaligus. “Jadi saya kira negara tetangga juga akan berfikir dua kali jika akan melanggar batas udara NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonsia),” pungkas Tonny setelah membeberkan kemampuan pesawat yang diterbangkannya itu.

    Sumber: Post Metro Balikpapan
    Readmore --> Sukhoi TNI AU Mempunyai Kemampuan Diatas Negara Tetangga

    English News : Russia, India to begin design of 5G-fighter in December


    Russia is planning to sign in December an agreement with India on the preliminary design of a joint fifth-generation fighter aircraft, a senior Russian aircraft industry official said on Wednesday.

    Russian Sukhoi holding and Indian Hindustan Aeronautics Limited (HAL) agreed in early 2010 to jointly develop a fifth-generation fighter jet, tentatively dubbed PAK FA.

    "An agreement with India on the pre-design of the PAK FA will be signed in December," said Alexei Fyodorov, head of Russia's United Aircraft Corporation.

    The sides agreed to develop both a single-seat and a two-seat version of the aircraft by 2016, focusing on the single-seat version in the initial stages of development.

    The new aircraft will most likely be based on Russia's T-50 prototype fifth-generation fighter, which has already made several test flights and is expected to join the Russian Air Force in 2015.

    Russia has been developing its fifth-generation fighter since the 1990s. The current prototype, known as the T-50, was designed by the Sukhoi design bureau and built at a plant in Komsomolsk-on-Amur in Russia's Far East.

    Russian officials have already hailed the fighter as "a unique warplane" that combines the capabilities of an air superiority fighter and attack aircraft.

    From : RIA
    Readmore --> English News : Russia, India to begin design of 5G-fighter in December

    Daya Tempur Udara Masih Butuh Kerja Keras


    SANGATA (Suara Karya): TNI Angkatan Udara (AU) masih harus meningkatkan latihan, dalam rangka mewujudkan ketangguhan daya tempur dan operasi udara menghadapi musuh. Saat ini, TNI AU harus berjuang keras untuk menambah alat utama sistem senjata (alustsista) canggih dan berteknologi tinggi yang disesuaikan dengan luas wilayah Indonesia.

    "Karena keterbatasan anggaran, maka kita harus meningkatkan kualitas pasukan disamping menambah alutsista secara bertahap," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, usai menyaksikan latihan operasi udara yang dengan sandi Angkasa Yudha 2010, di Sangata Kutai Timur, Kalimantan Timur, Rabu (27/10).

    Latihan operasi udara yang melibatkan 1235 prajurit TNI AU dari Koops TNI AU I dan Koops TNI AU II, Kohanudnas dan Kopaskhas ini mengambil tema Komando Tugas Udara dan Komando Pertahanan Udara Nasional Melaksanakan Operasi Udara di Kalimantan Timur Dalam Rangka Menegakan Integritas Kedaulatan NKRI.

    Selain itu, Angkasa Yudha 2010 melibatkan pesawat-pesawat tempur canggih yang dimiliki TNI AU, seperti 4 unit Sukhoi buatan Rusia, 4 unit F-16 buatan Amerika Serikat (AS), 6 unit F-5 Tiger, 8 Hawk 109/209 serta 4 pesawat angkut personil Hercules, Casa dan Helikopter Puma.

    Imam mengatakan, TNI AU sangat membutuhkan pesawat intai tanpa awak yang sudah masuk dalam renstra pertahanan Indonesia. Pesawat tanpa awak cukup membantu untuk mendukung operasi udara, seperti menentukan titik kordinat target atau sasaran.

    "Setelah kita saksikan langsung dalam latihan, beberapa sasaran harus dihancurkan setelah dibombardir berkali-kali. Seharusnya, kita tak perlu lagi mengeluarkan banyak roket untuk menghancurkan satu target apabila ada pendukung untuk menunjukan kordinat sasaran," ujarnya.

    Karena itu, ia menyakini, keberadaan pesawat intai tanpa awak semakin mengefektifkan daya tempur dan operasi udara yang dilaksanakan TNI AU uuntuk menangkal musuh. "Operasi udara itu tidak bisa langsung mengadakan pengeboman. Melainkan, operasi itu harus berdasarkan informasi intelijen, yang diawali dengan pesawat recognize," ujar KSAU.

    Artinya, pesawat intai tanpa awak mampu mendeteksi posisi dan kekuatan musuh. "Dengan kedatangan pesawat tanpa awak, kita bisa mendeteksi lebih dini dan centre of gravity kedudukan musuh," ujarnya.

    Bukan Politis

    Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Bambang Samoedro, menepis anggapan bahwa Angkasa Yudha 2010 dalam rangka pertunjukan aksi kekuatan udara Indonesia ke negara tetangga, Malaysia.

    "Malaysia pasti tahu kalau kita sedang melaksanakan latihan operasi udara. Tapi, bukan berarti TNI AU pamer kekuatan," ujarnya.

    Menurut Bambang, pemilihan Sangata sebagai latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha karena lokasinya cukup ideal untuk latihan penembakan dari udara ke darat (air to ground). Karena itu, menurut dia, Bukit Tinjau Sangata perlu dipertahankan dan dikembangkan sebagai area latihan militer TNI AU, TNI AL dan TNI AD.

    Imam menjelaskan, pemilihan Sangata sebagai tempat puncak latihan juga ditinjau dari aspek kesiapan pangkalan sekitarnya.


    Sumber: SUARA KARYA
    Readmore --> Daya Tempur Udara Masih Butuh Kerja Keras

    BIN Jadi Koordinator Intelijen


    JAKARTA - Lemahnya koordinasi antarbadan intelijen masih memprihatinkan. Hampir semua intitusi hukum dan keamanan memiliki unit tilik sandi itu. Namun, mereka bekerja tidak terpadu sehingga tak efektif. Dalam pembahasan draf RUU Intelijen di DPR, akan dimasukkan skema penunjukan Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai koordinator.

    "BIN perlu payung hukum untuk mengoordinasi jajaran intelijen yang lain. Sebab, masing-masing badan sekarang ini mempunyai undang-undang tersendiri," kata Ketua Fraksi PDIP di DPR Tjahjo Kumolo di Jakarta kemarin (27/10).

    BIN merupakan lembaga di bawah kepresidenan yang bertujuan memberikan info langsung ke presiden. Selain itu, TNI, Polri, kejaksaan, serta intansi seperti bea cukai dan imigrasi mempunyai lembaga serupa. Bahkan, lembaga tersebut mempunyai jaringan di setiap kantor perwakilan di daerah.

    Menjalankan skema BIN sebagai koordinator, tegas Tjahjo, tidak cukup hanya dengan keppres. Diperlukan undang-undang yang lebih kuat. Menurut dia, kendala terbesar intelijen di Indonesia ini adalah lemahnya jaringan koordinasi. "Koordinasi intelijen yang dilakukan BIN dan poswil BIN di daerah sangat penting," tegasnya.

    Berbagai institusi intelijen yang kini melekat di sejumlah kementerian diharapkan legawa menerima BIN sebagai koordinator. "Egoisme sektoral intelijen harus dihilangkan," ujar anggota Komisi I?DPR yang juga Sekjen DPP PDIP itu.

    Tjahjo menyebutkan, pengolahan dan analisis data intelijen ke depan harus berjalan lebih sistematis. Dengan demikian, penyajian informasi kepada presiden sebagai user bisa lebih akurat dan potensi kecolongan bisa ditekan.

    Dia menambahkan, Komisi I DPR sedang menginventaris masalah dan menggali pendapat dari berbagai pihak. Semua itu merupakan bagian dari pengayaan materi RUU Intelijen yang masuk prioritas untuk dibahas pada 2010 ini. "Ancaman semakin kompleks, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," ingat Tjahjo.

    Direktur Program Imparsial Al Araf menentang usul tersebut. Menurut dia, harus bisa dipisahkan antara lembaga yang mengerjakan fungsi serta tugas operasional dan lembaga yang melakukan koordinasi. Sebagai bagian dari institusi intelijen, BIN memiliki fungsi dan tugas operasional. "Biarkan BIN menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik, tidak perlu melakukan kerja koordinasi," ungkap alumnus HMI dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya itu.

    Dia menambahkan, BIN juga bukan institusi intelijen yang menjadi bagian dari sistem penegakan hukum (non-judicial system). Bila diposisikan sebagai koordinator, BIN akan menghadapi kesulitan untuk mengoordinasi intelijen di sejumlah institusi penegak hukum. Misalnya, intelijen kejaksaan dan intelijen kepolisian.

    Selain itu, lanjut dia, kalau memang ingin melakukan reformasi intelijen, BIN seharusnya berada di bawah salah satu departemen. Artinya, BIN juga kurang pantas untuk punya fungsi koordinasi. "Yang dibutuhkan pemerintah itu suatu lembaga koordinasi intelijen yang bersifat permanen seperti di Inggris, Amerika, dan Australia," tegas Al Araf.

    Dia mengingatkan bahwa masih terdapat intelijen lain di Indonesia. Di antaranya, Badan Intelijen Strategis (Bais), intelijen militer yang melekat di komando teritorial, intelijen bea cukai, dan intelijen imigrasi.

    Dia meyatakan bahwa RUU Intelijen bias kepentingan BIN. Ada upaya untuk memperkuat positioning dan kewenangan BIN. "Sekitar 70 persen pasal di dalamnya berbicara tentang BIN," tegasnya.

    Sumber: JPNN
    Readmore --> BIN Jadi Koordinator Intelijen

    TNI-AU Perlu 10 Skuadron Pesawat Tempur


    Sangata (ANTARA News)- TNI AU membutuhkan 10 skuadron atau 160 pesawat hingga 2024 untuk memperkuat pertahanan negara. "Sesuai dengan strategi TNI-AU kedepan sampai 2024 kita membutuhkan 10 Skuadron atau 160 buah pesawat tempur," kata Kepala Staf TNI-AU Marsekal Imam Syufaat, di Sangata, Rabu.

    Menurut KASAU Imam Syufaat, mulai tahun 2011 TNI-AU akan mendatangkan pesawat intai tanpa awak sebanyak 4 unit dan juga pesawat tempur Sukhoi. Pengadaan itu masih diproses di Departemen Pertahanan.

    "Pesawat jenis F.16 dan Sukhoi dibutuhkan untuk mendukung diplomasi kita," kata KASAU Marsekal Imam Syufaat menjawab pertanyaan wartawan usai menyaksikan kegiatan puncak kegiatan TNI-AU yang dilaksanakan di Sangata.

    "Untuk menghadapi kondisi dan geografis yang butuhkan adalah jenis pesawat berbadan besar seperti Hercules dan tentunya kita masih membutuhkan pesawat seperti Sukhoi," katanya.

    Ia menambahkan bahwa standar Alutsista TNI-AU memiliki peralatan yang sedang menuju ke 60 persen. "Karena anggaran kita sejak tahun 2008 kecil sekali sehingga pesawat kita sangat minim.Tahun 2010 ini lumayan besar," kata KASAU.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI-AU Perlu 10 Skuadron Pesawat Tempur

    Wednesday, October 27, 2010 | 11:02 PM | 0 Comments

    Dialihkan ke Mentawai, KRI Soeharso Batal ke Wasior


    REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso batal berangkat ke Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, setelah mendapatkan perintah untuk mengalihkan arah tujuan ke Mentawai, Sumatera Barat. "Hari ini (27/10), kapal itu seharusnya berangkat ke Wasior, namun semalam ada perintah dari Panglima TNI melalui KSAL agar keberangkatannya dibatalkan dan diarahkan menuju Mentawai," kata Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (Kh) Yayan Sugiana di Surabaya, Rabu.

    Kapal dari unsur Koarmatim bernomor lambung 990 itu akan bertolak dari Dermaga Ujung, Surabaya, pada Kamis (28/10) pukul 10.00 WIB. Kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit terapung itu akan bertugas menjalankan misi kemanusiaan di lokasi gempa Mentawai selama satu bulan. "Sebelumnya kapal itu diproyeksikan berada di Wasior selama satu bulan. Makanya, tugasnya di Mentawai juga sama dengan proyeksi di Wasior," kata Yayan.

    Kapal itu berangkat ke Mentawai dengan mengangkut bantuan logistik berupa makanan dan minuman serta obat-obatan yang sebelumnya diperuntukkan bagi korban bencana banjir bandang di Wasior. Selain itu, kapal buatan Korea Selatan yang sudah berpengalaman menangani korban bencana di Tanah Air itu membawa personel TNI-AL yang ditambah dengan 22 dokter dan perawat.

    Mereka memiliki keahlian di bidang anestesi (bius), bedah tulang, bedah umum, kesehatan gigi, kulit dan kelamin, mata, THT, penyakit dalam, kesehatan umum, saluran pencernaan, saluran pernapasan, malaria, hipertensi, diabetes, dan kejiwaan.

    Koarmatim masih menunggu perintah dari Panglima TNI dan KSAL untuk mengirimkan armada tambahan ke Mentawai. "Untuk sementara satu unit KRI ini dulu, karena di sana juga sudah ada KRI dari Koarmabar (Komando Armada RI Kawasan Barat)," katanya.

    Sementara itu, di Wasior sampai saat masih terdapat lima unit KRI dari unsur Koarmatim, termasuk KRI Kalakay yang mengangkut bantuan logistik dari Manokwari.


    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Dialihkan ke Mentawai, KRI Soeharso Batal ke Wasior

    English News :Russian arms exporter denies MiG-31 fighter contract with Syria


    Russia does not have a contract to supply MiG-31 Foxhound fighter jets to Syria, the head of the Russian state-run arms exporter Rosoboronexport said on Wednesday.

    Media rumors about the sales of at least six MiG-31 aircraft to Damascus under a 2007 contract sparked criticism in the West and Israel, which consider arming Syria a threat to regional security.

    "The existence of a contract on the delivery of MiG-31 interceptors to Syria is a journalistic hoax," Rosoboronexport General Director Anatoly Isaykin told reporters at the Euronaval 2010 exhibition in Paris.

    The MiG-31 Foxhound is a two-seater supersonic interceptor aircraft developed to replace the MiG-25 Foxbat. It is equipped with two D-30F6 turbofan two-shaft engines with a common afterburner and a variable supersonic nozzle, which allow the aircraft to fly at supersonic speeds of up to Mach 2.83.

    The interceptor also features unique air-to-air missiles capable of hitting targets at ranges exceeding 200 kilometers (125 miles), including aircraft with stealth capabilities, cruise missiles, and supersonic aircraft.

    From: RIA
    Readmore --> English News :Russian arms exporter denies MiG-31 fighter contract with Syria

    MIKHAIL GORBACHEV NATO Sudah Pasti Keok

    KOMPAS.com — Para petinggi NATO hendaknya makin sering mendengar petuah Mikhail Gorbachev. Mantan orang nomor satu di Uni Soviet itu sudah mewanti-wanti kalau pasukan militer di bawah NATO bakal keok alias kalah total dalam peperangan di Afganistan.

    Sudah barang tentu, omongan Gorbachev yang sohor dengan perestroika dan glasnost itu bukan pepesan kosong. Soalnya, Uni Soviet pun pernah jeblok di Afganistan hingga akhirnya memilih hengkang dari Negeri Mullah.

    "Hal yang bisa dilakukan kini adalah membantu Afganistan pulih dari kondisi pascaperang," katanya sebagaimana warta media AP dan AFP pada Rabu (27/10/2010).

    Gorbachev memuji keputusan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang mulai menarik mundur pasukan AS pada musim panas tahun depan. Namun, selain memuji, Gorbachev melontarkan kritik terhadap keterlibatan Amerika di Afganistan pada dua dekade lalu.

    "Dengan bantuan keuangan dari Arab Saudi, Amerika melatih kelompok-kelompok militan yang kini meneror Afganistan dan terlebih lagi Pakistan," kata Gorbachev.

    "Dengan kondisi itu, Amerika akan lebih sulit keluar dari masalah ini. Tapi adakah alternatif lain? Vietnam yang lain? Mengirim setengah juta pasukan? Itu tidak akan menyelesaikan masalah," tambah Gorbachev.

    Sejauh ini, jumlah pasukan NATO di Afganistan mencapai 150.000 personel. Dari jumlah itu, 90.000 personel adalah pasukan asal Amerika Serikat.
    Sejak invasi ke Afganistan pada 2001, lebih dari 2.000 prajurit NATO tewas. Dari jumlah itu, 1.350 orang adalah pasukan Amerika Serikat.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> MIKHAIL GORBACHEV NATO Sudah Pasti Keok

    Rusia Ingatkan NATO

    MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia menginginkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menahan diri dalam pengerahan pasukan "penting" di negara-negara anggota baru blok militer tersebut dan telah menyusun rancangan persetujuan hukum yang mengikat guna mengatasi dampak tersebut, kata suatu laporan pada Rabu (27/10/2010).

    Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah menyerahkan rancangan tersebut kepada Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen pada Desember lalu, namun kedua pihak belum dapat mencapai kesepakatan terkait pengertian "pasukan tempur penting" itu, tulis harian berbahasa Rusia Kommersant.

    "Pasukan NATO akan melakukan modernisasi sehingga situasi militer penentuan Barat bagi kami telah berubah." kata wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov seperti dikutip harian tersebut.

    "Jadi bila tidak ada ancaman akan suatu konflik, maka perlu ada pernyataan tertulis mengenai sesuatu demi menciptakan kepastian adanya jaminan militer bagi kami," imbuhnya.

    Persetujuan itu akan menetapkan pengurangan pasukan di negara anggota baru NATO seperti Slovenia dan Kroasia.

    Sumber dari markas NATO di Brussel mengonfirmasi tulisan harian itu dengan mengatakan bahwa NATO telah menerima usulan Rusia namun mengatakan masih belum jelas apakah akan berlanjut ke persetujuan yang mengikat atau tidak karena masih terdapat ketidaksepakatan kedua pihak mengenai jumlah pasukan.

    Duta besar Rusia untuk NATO Dimtry Rogozin mengatakan kepada Kommersant bahwa definisi "pasukan tempur penting" dapat berarti pengurangan secara permanen atau pengerahan sementara brigade manuve, batalion helikopter atau resimen udara.

    Hal itu juga bisa merujuk pengerahan lebih dari 41 tank tempur, 188 kendaraan lapis baja atau 24 pesawat jet tempur dan helikopter tempur dan pasukan lainnya. "Gagasan utama kami adalah untuk mengubah kewajiban politik menjadi kewajiban hukum," tambah Rogozin sembari mengatakan Rusia tidak akan menjadi subjek dari perjanjian tersebut karena Rusia tidak melakukan ekspansi ke arah barat.

    Dalam pertemuan puncak NATO di Lisabon pada 19-20 November direncanakan akan mempertimbangkan konsep strategis baru blok militer tersebut dan juga akan mendiskusikan penetapan suatu aliansi perisai rudal bersama.

    Presiden Rusia Dmitry Medvedev pekan lalu setuju untuk ikut serta dalam pertemuan puncak itu meski ia menekankan Moskwa perlu untuk mendengar lebih banyak mengenai ide tentang perisai rudal tersebut.

    Rusia dan negara-negara Barat masih berselisih faham terkait perlucutan senjata konvensional di Eropa, situasi di Georgia setelah perang Rusia-Georgia pada 2008, dan tentang perluasan pengaruh NATO di Eropa Timur.

    Koran Kommersant mengutip sumber di kementerian luar negeri, mengatakan Rasmussen berencana mengunjungi Moskwa pada 5 November.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia Ingatkan NATO

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.