ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4795) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (448) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (226) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Saturday, March 20, 2010 | 5:21 PM | 0 Comments

    Jaga Muktamar, TNI - Polri Kerahkan Sniper dan 2.000 Prajurit


    TEMPO Interaktif, Makassar -Pelaksanaan Muktamar Nahdatul Ulama ke 32 yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (23/3) mendatang, akan dijaga sekitar 2.000 prajurit gabungan TNI-Polri.

    Bahkan penembak jitu atau sniper pun dilibatkan menjaga acara tersebut. Hal itu diungkap Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayor Jendral Hari Krisnomo selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan RI-I.

    Panglima berbintang dua itu mengungkapkannya disela gelar pasukan, Sabtu (20/3), guna melihat secara langsung kesipan TNI dan Polri demi kelancaran acara tersebut.

    “Sebanyak 2.000 personil disiagakan. Kami mengharapkan kerjasamanya dalam mengamankan wilayah ini, khususnya warga Sulawesi Selatan dalam mewujudkan rasa aman, supaya menorehkan citra positif dalam eksistensi kedepan,” kata Hari dalam sambutannya di halaman Makodam VII Wirabuana.

    Mukmatamar 32 itu merupakan Muktamar pertama yang dilaksanakn di wilayah Indonesia Timur. Rencananya akan hadir para pejabat negara, menteri, dan duta besar negara sahabat.

    Juru bicara Kodam VII Wirabuana, Mayor Infantri Rustam Efendi mengatakan sekam kedatangan SBY ke kota ini, ia juga akan melibatkan sniper. Gunanya mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

    “Belum tahu berapa banyak sniper yang dilibatkan, karena masih dibahas pekan depan. Soal jalur yang akn dilewati SBY maaf itu tidak bisa diungkap karena rahasia kami,” kata dia.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Jaga Muktamar, TNI - Polri Kerahkan Sniper dan 2.000 Prajurit

    Penundaan Kedatangan Obama Untungkan Militer Indonesia

    JAKARTA--MI: Penundaan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendatangkan keuntungan bagi militer Indonesia. Situasi ini memberi waktu bagi pemerintah mematangkan proposal yang lebih baik untuk ditawarkan.

    Hal ini disampaikan oleh pengamat militer LIPI Hermawan Sulistyo dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (20/3). "Kalau sampai Juni, kita bisa merumuskan lebih tajam apa mau kita. Kalau sampai Mei negosiasi alot, kita bisa terima. Ini momen bagus untuk merumuskan maunya apa, tapi kalau berharap kerjasama atau hibah itu jangan mimpi," ujarnya.

    Ia menyatakan porsi kegiatan filantropis dalam pemerintahan Demokrat sudah jauh berkurang. Ia mencatat bahwa hanya ada 157 juta dolar Amerika untuk membiayai pendidikan dimana porsi itu tak dimanfaatkan Indonesia.

    Sementara, bidang militer yang membutuhkan sokongan alutsista, tidak ditanggapi secara proporsional oleh Amerika Serikat selama ini. Indonesia semestinya bisa menyiasati dengan diversifikasi senjata meski ia nilai telat dilakukan oleh militer sekarang.

    "Tapi, kalau militer faktanya kita kesulitan menjangkau alutsista disana. Diversifikasi senjata itu telat dilakukan. Semestinya kalau tidak bisa menggunakan M16, bisa gunakan B3. Nah, pengalaman ini tak mampu dimanfaatkan, kita masih kekurangan skill teknis dan jaringan, jadi kita belum dianggap ancaman," jelasnya.

    Ia berpendapat semestinya Indonesia merumuskan dengan jelas militer yang akan dibangun dinilai dari ancaman yang dihadapi serta posisi Indonesia di masa depan. Doktrin yang tercantum dalam buku putih pertahanan, sambung dia, tidak mengandung visi yang jelas sehingga benchmarknya tidak terpetakan dengan baik.

    "Konsep amburadul. Dari teknis, dikasih pesawat ga boleh dipakaikan rudal. Kita harus merumuskan diri. Kita malah sering ribut didalam, tidak melihat kondisi diri sendiri. Tidak bisa memetakan Indonesia pada 20 tahun mendatang," tukasnya

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Penundaan Kedatangan Obama Untungkan Militer Indonesia

    Bocorkan Markas Rahasia, Google Didamprat

    KOMPAS.com — Petinggi militer Inggris menegur Google, Jumat (19/3/2010), karena fitur Street View-nya berisiko membocorkan rahasia keamanan, yaitu dengan memasukkan foto mendetail daerah sekitar markas rahasia Special Air Service (SAS).

    Gerbang masuk markas rahasia itu di Credenhill, Herefordshire, sempat tampil di internet, padahal sebelumnya tempat ini dilarang ditampilkan di peta demi alasan keamanan. Markas itu sempat diberi label "SAS Inggris" di peta online, bahkan ada tampilan 180 derajat dari sekeliling lokasi itu.

    Pihak militer telah menegur agar Google mencabut foto-foto tersebut karena dikhawatirkan bisa mengundang serangan teroris.

    Paul Keetch, tokoh Liberal Demokrat dari Hereford, berkomentar, "Citra-citra itu sungguh tak boleh (ditampilkan) di zaman yang berisiko terorisme ini. Saya tak mau ada teroris yang mendapat ide dari foto-foto itu dan akan sangat mengejutkan kalau fitur ini membantu musuh kita."

    Ia juga menyatakan bahwa memang banyak orang sudah tahu di mana markas itu, tapi masalahnya adalah kalau ada tampilan yang begitu mendetail sehingga aspek keamanan gedung itu terancam, itu bisa jadi masalah.

    Tampilan satelit dari Google Earth juga bisa memberikan gambaran tata letak gedung dan jenis-jenis mobil yang diparkir di sana.

    Akan tetapi, Google bersikeras untuk membela fiturnya itu. Jubir Google Laura Scott menyatakan bahwa 20 persen dari populasi telah memakai Google Street View guna mencari rumah untuk dibeli dan fitur ini telah diluncurkan di 20 negara tanpa muncul masalah keamanan apa-apa.

    "Google hanya mengambil gambar dari sudut pandang jalanan umum, tak ada bedanya dengan pemandangan yang dilihat orang kalau jalan melewati daerah itu, jadi tak ada ancaman keamanan yang berat. Kami bersedia mendiskusikan masalah apa pun yang mungkin timbul."

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Bocorkan Markas Rahasia, Google Didamprat

    TNI-Polri Latihan Penanggulangan Teroris di Sentul


    BOGOR--MI: Penundaan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tidak menghentikan latihan pengamanan Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Pelatihan penanggulangan teroris di SICC yang direncanakan akan dikunjungi Obama, tetap dilakukan TNI-Polri, Sabtu (20/3).

    Dalam pelatihan tersebut sedikitnya dilibatkan 1.500 personel gabungan TNI-Polri Kujang Lodaya. Latihan tersebut dipimpin langsung Pangdam III Siliwingi Mayjen Pramono Edi Wibowo dan Kapolda Jabar Komjen Timur Pradopo.

    Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Dade Ahmad, latihan dimulai sejak pukul 09.45 WIB. Kepala Penerangan Kodam (kapendam) III Siliwangi Letkol Infantri Isa Haryanto mengatakan skenario dalam latihan ini adalah serangan teroris dalam sebuah seminar.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> TNI-Polri Latihan Penanggulangan Teroris di Sentul

    Sukses China dengan Helikopter Sipil


    KOMPAS.com - Industri aviasi China kembali membuat langkah baru dengan peluncuran helikopter AC313. Burung besi buatan perusahaan penerbangan milik China, Avic, merupakan helikopter sipil. Sebagaimana ditulis China Daily pada Kamis (18/3/2010), helikopter berdaya angkut 27 penumpang itu sukses melakukan penerbangan perdana di Jingdezhen, Provinsi Jiangxi, China timur.

    Pihak China memaparkan, helikopter berdaya muat 13,8 ton itu dimanfaatkan untuk misi penyelamatan bencana alam. Helikopter AC313 baru ini berjarak tempuh maksimum 900 km.

    Sebelumnya, industri penerbangan China juga memamerkan pesawat komersial buatan sendiri. Pesawat yang kali pertama muncul ke khalayak pada pameran udara di Singapura, Februari lalu, diberi nama Comac C919. China berambisi menandingi Boeing 737 dan Airbus A320 dengan Comac tersebut.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Sukses China dengan Helikopter Sipil

    Russian strategic bombers complete 3-day efficiency drills


    Russian Tu-95MS Bear strategic bombers have completed a series of efficiency drills, an Air Force spokesman said on Friday.

    "During three-day exercises, Tu-95MS Bear strategic bombers and Il-78 aerial tankers practiced various types of flight drills, including in-flight refueling," Lt. Col. Vladimir Drik said.

    The flights were conducted in poor weather conditions over the Arctic from air bases in Engels in the Volga region and Ryazan located in central Russia.

    Russia resumed strategic bomber patrol flights over the Pacific, Atlantic and Arctic oceans in August 2007, following an order from then-President Vladimir Putin.

    From: RIA
    Readmore --> Russian strategic bombers complete 3-day efficiency drills

    Russia plans four test launches of Bulava missile in June


    The Russian Navy is planning to conduct at least four test launches of the Bulava ballistic missile at the end of June, a senior Navy official told RIA Novosti on Friday.

    "Two Bulava launches will be carried out from the Dmitry Donskoy nuclear submarine, followed by two launches from the Yury Dolgoruky nuclear sub," the source said.

    "The second test on the Yury Dolgoruky will be a salvo launch," he said.

    The Yury Dolgoruky is the first of Russia's Borey class strategic nuclear submarines, which have been exclusively designed for the Bulava, and is currently undergoing sea trials.

    The source said that if the tests are successful, both the submarine and the missile could be put into service with the Russian Navy by the end of 2010.

    The Bulava (SS-NX-30) is a three-stage liquid and solid-propellant submarine-launched ballistic missile (SLBM). It carries up to 10 MIRV warheads and has a range of over 8,000 kilometers (5,000 miles).

    The future development of Bulava has been questioned by some lawmakers and defense industry officials following a series of test failures. Only five of 12 Bulava test launches from the Dmitry Donskoy sub have been officially reported as being successful.

    Some analysts suggest that in reality the number of failures was considerably larger, with Russian military expert Pavel Felgenhauer contending that of the Bulava's 12 test launches, only one was entirely successful.

    But the military has insisted there is no alternative to the Bulava and said the tests of the missile would continue until it is ready to enter service with the Russian Navy.

    From: RIA
    Readmore --> Russia plans four test launches of Bulava missile in June

    Friday, March 19, 2010 | 8:48 PM | 0 Comments

    PAL finalisasi pembuatan kapal perang LPD 125


    SURABAYA (Bisnis.com): PT PAL Indonesia (Persero) menangani proses akhir pembuatan kapal perang ke-2 jenis landing platform dock 125 meter (LPD 125 meter) senilai US$15,4 juta per unit pesanan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat armada TNI-AL.

    Sementara Kementerian Perindustrian mendorong pemberdayaan industri galangan lokal dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, terutama kapal perang, melalui dukungan dana dari perbankan dalam negeri.

    Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan industri galangan merupakan sektor yang diprioritaskan pengembangannya guna memenuhi kebutuhan berbagai jenis kapal, termasuk kapal perang yang dibutuhkan TNI AL dan Polri.

    Menurut dia, pengadaan alutsista tidak dapat menggantungkan terhadap luar negeri, industri galangan lokal perlu diberikan kesempatan mengembangkan kemampuannya seperti yang dilakukan di negara-negara lain semisal Jepang, Korea, China serta Eropa.

    "Industri galangan kapal lokal harus diberdayakan, dan TNI bisa berperan mengembangkan sektor industri tersebut melalui dukungan pendanaan dari perbankan domestik," ujarnya saat peluncuran kapal LPD 125 meter di dok kapal perang PT PAL, hari ini.

    Kapal LPD 125 meter itu dijadwalkan rampung produksinya pada pertengahan tahun ini, dan merupakan kapal sejenis ke-2 yang pengerjaannya dilakukan PT PAL.

    Tahun lalu PAL telah menyerahkan kapal LPD pertama yang dinamakan KRI Banjarmasin pesanan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat armada TNI-AL.

    Dirut PT PAL Indonesia Harsusanto menyebutkan harga kontrak pembuatan kapal LPD 125 meter itu US$15,4 juta per unit, yang sebagian besar komponennya masih diimpor.

    "Kami bangga dapat berperan aktif dalam mendukung pengadaan alutsista TNI AL, dan diharapkan kontrak pembuatan kapal perang berlanjut lagi di masa mendatang," tuturnya.

    LPD 125 meter dirancang untuk mampu dipasangi senjata meriam hingga kaliber 57 mm dan dilengkapi sistem kendali senjata (fire control system). Kapal perang tersebut didesain untuk memenuhi tugas operasi di antaranya pendaratan pasukan, operasi amphibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, operasi kemanusiaan, dan penanggulangan bencana. Kecepatan maksimum 15 knots dan dapat mengangkut 5 helikopter.

    Sumber: BISNIS INDONESIA
    Readmore --> PAL finalisasi pembuatan kapal perang LPD 125

    AS Buka Kemungkinan Jual Senjata Baru ke Taiwan


    WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat membuka kemungkinan penjualan senjata baru kepada Taiwan. Pejabat Departemen Luar Negeri AS, David Shear, Kamis, mengemukakan kepada sebuah tim dari Kongres bahwa Amerika Serikat tetap siap dengan komitmen, berdasarkan undang-undang AS, untuk memberikan kepada Taiwan senjata-senjata guna mempertahankan dirinya sendiri. "Taiwan harus yakin bahwa pulau itu harus memiliki kemampuan fisik untuk melawan intimidasi dan aksi kekerasan dari China daratan," kata Shear, wakil asisten menteri luar negeri untuk urusan Asia Timur.

    Dalam memberikan penjelasan di hadapan Komisi Ekonomi dan Peninjauan Keamanan AS-China, para pejabat AS menolak mengatakan apakah pemerintah Obama akan setuju dengan daftar keinginan Taiwan, yaitu jet-jet tempur F-16. Kendatipun punya usahanya untuk memperbaiki hubungan dengan Beijing, Presiden Taiwan Ma Ying-jeou tetap berusaha mendapatkan jet tempur F-16 demi memperbarui armada udaranya yang sudah tua. Satu laporan terbaru kementerian pertahanan Taiwan menemukan, China unggul dalam kekuatan udara.

    Pemerintah Presiden Barack Obama Januari lalu menyetujui paket penjualan senjata senilai 6,4 miliar dollar untuk Taiwan termasuk helikopter-helikopter, rudal-rudal Patriot dan kapal-kapal penyapu ranjau, yang membuat Beijing marah.

    China telah meningkatkan belanja militer selama bertahun-tahun sebagai bagian dari usaha modernisasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA)-nya. "Kendatipun kepentingan-kepentingan China meningkat di seluruh dunia, kami yakin fokus utama peningkatan kekuatan PLA tetap berorientasi pada persiapan bagi kemungkinan-kemungkinan di Selat Taiwan," kata Schiffer. Ia menambahkan, "Tampaknya strategi jangka panjang Beijing adalah menggunakan kekuatan politik, diplomatik, ekonomi dan kebudayaan untuk mengusahakan unifikasi dengan Taiwan, sementara membangun ancaman militer yang dapat dipercaya untuk menyerang pulau itu jika ada kejadian-kejadian yang dianggap Beijing sebagai arah yang salah."

    Taiwan dikuasai kelompok nasionalis yang melarikan diri dari China tahun 1949 setelah kalah dalam perang saudara di China daratan. Beijing menganggap pulau itu bagian dari wilayahnya yang menunggu reunifikasi, jika perlu dengan kekuatan militer.

    China menentang keras penjualan senjata AS kepada Taiwan. Tindakan itu bertentangan dengan pengakuan AS tahun 1979 bahwa Beijing sebagai satu-satunya pemerintah China. China menanggapi dengan keras penjualan senjata Januari itu, dengan memperingatkan bahwa AS membuat hubungan mundur dan mengancam pengenaan sanksi-sanksi terhadap perusahaan-perusahaan AS yang terlibat dalam kontrak-kontrak itu.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> AS Buka Kemungkinan Jual Senjata Baru ke Taiwan

    TNI-AL Adakan Latihan Bersama dengan AL Singapura


    Surabaya (ANTARA News) - Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut (AL) mengadakan latihan bersama dengan Unit Selam AL Singapura (Naval Diving Unit Republic of Singapore Navy) di Surabaya pada 18-31 Maret 2010.

    Latihan dengan sandi "Exercise Pandu-10/10" itu dibuka Asisten Operasi (Asops) Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda TNI Ignatius Dadiek Surarto di Lapangan Tembak Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Dermaga Ujung, Surabaya, Kamis.

    Pembukaan latihan militer itu ditandai dengan penyematan tanda peserta latihan kepada peserta perwakilan oleh Asops KSAL. Kemudian dilanjutkan dengan penyematan brevet Kopaska kepada Atase Pertahanan Singapura Letkol Tan Bian.

    Berikutnya Komandan Unit Selam AL Singapura Letkol Yip Wai Choong juga menyematkan brevet NDU kepada Asops KSAL, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim dan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang.

    Setelah upacara pembukaan, digelar lomba "triathlon" yang diikiuti para peserta mulai dari Lapangan Tembak Koarmatim dilanjutkan dengan renang melintasi Selat Madura dan diakhiri dengan latihan menembak.

    Kegiatan tersebut dihadiri Panglima Koarmatim Laksamana Muda TNI Among Margono didampingi pejabat teras Koarmatim dan para Komandan Satuan Kapal serta Kasatker Koarmatim.

    Dari pihak AL Singapura, tampak Asops KSAL RDM Tan Wee Beng, Komandan Unit Selam Letkol Yip Wai Choong, dan empat perwira staf.

    Menurut Among Margono, berbagai materi latihan yang akan dijalani para peserta, di antaranya "Explosive Vapour Detector", "Improvised Explosive Device", "Shallow Water Mine Clearence", "Procedure Standart Operation SWMC", "Alpha Sonar Diving Training", menembak dengan menggunakan pistol, "Closed Quarter Battle", "EOD Weapon Drill", "Junggle Survival", dan "Booby Trap".

    "Latihan bersama ini juga akan dilaksanakan di Pantai Banongan (Situbondo) dan Selogiri (Banyuwangi)," kata Pangarmatim didampingi Kepala Dinas Penerangan Koarmatim, Letkol Laut (Kh) Toni Syaiful.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI-AL Adakan Latihan Bersama dengan AL Singapura

    AS Anggap Masih Butuh Pangkalan Militer di Jepang


    WASHINGTON--MI: Amerika Serikat (AS) menegaskan pihaknya perlu untuk mempertahankan pangkalan militer di Pulau Okinawa, Jepang, untuk mempertahankan kawasan itu, di saat pemerintah baru Jepang mempertimbangkan untuk mengganti rencana awal.

    Pejabat senior AS mengatakan kepada kongres bahwa sekalipun mereka menghormati keputusan pemerintahan Perdana Menteri Yukio Hatoyama yang berusia enam bulan, mereka berharap untuk tetap melanjutkan rencana awal guna memindahkan pangkalan militer Futenma di Okinawa.

    Michael Schiffer, seorang pejabat senior Pentagon, berkata dalam sebuah panel kongres bahwa pasukan di Okinawa adalah satu-satunya pasukan yang berada di darat antara Hawai dan India yang dapat dengan cepat dikirim apabila dibutuhkan.

    "Futenma boleh jadi satu pangkalan dan satu bagian dari sebuah hubungan persekutuan yang lebih besar, namun perdamaian dan stabilitas di kawasan --tidak sedikit-- tergantung dari kehadiran pasukan AS di Jepang, kata Schiffer, wakil menteri pertahanan urusan Asia, Rabu waktu setempat atau Kamis (18/3).

    "AS tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam perjanjian untuk mempertahankan Jepang, tidak dapat menjawab krisis kemanusiaan atau bencana alam, tidak dapat memenuhi komitmennya untuk perdamaian kawasan dan stabilitas tanpa lebih jauh menempatkan pasukan di Jepang," katanya.

    Berdasarkan perjanjian, Futenma akan dipindahkan dari kawasan padat di Ginowa ke lokasi yang lebih sepi. Schiffer dan Joseph Donovan, timpalannya dari Departemen Luar Negeri, mengatakan bahwa kesepakatan itu adalah yang penyelesaian terbaik untuk meminimalkan dampak terhadap Okinawa, dengan tetap mempertahankan pasukan di kawasan.

    Namun sejumlah sekutu kiri Hatoyama menginginkan agar pangkalan itu dipindahkan ke luar Jepang dan menyalahkan pasukan atas keramaian dan kejahatan.

    Sekalipun dukungan Presiden Barack Obama atas kesepakatan 2006, sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat telah menyuarakan simpati atas kasus Okinawa. Â

    Namun tokoh Republik dari California Ed Royce mengatakan bahwa pemerintahan Hatoyama telah "menangani dengan buruk" kasus Futenma. "Sekutu telah menjadi sebuah kekuatan untuk stabilitas di kawasan yang keras itu namun ada sebab yang menjadi perhatian," kata Royce.

    "Pemerintah Jepang tidak berpengalaman. Sejumlah pemimpin Jepang akan senang melihat Tokyo lebih condong ke Beijing," katanya.

    Hatoyama telah menyeru sebuah hubungan yang lebih setara antara Tokyo dan Washington dan menyarankan upaya menciptakan sebuah jaringan kawasan Asia Timur tanpa AS, yang menempatkan 47.000 prajuritnya di Jepang.

    Ichiro Ozawa, salah satu tokoh Partai Demokrat, pada Desember membawa ratusan anggota parlemen untuk berkunjung ke Beijing, mengirimkan pesan ke AS agar lebih banyak mengundang anggota parlemen Jepang ke Washington.

    Namun kebanyakan pengamat AS meragukan perubahan perhatian menuju Beijing, menyebut bahwa Jepang telah memiliki ketegangan yang mengakar dengan China dan keprihatinan mendalam terhadap negara tetangganya yang meningkatkan dana militer.

    Harapan AS pada Jepang boleh jadi didasari oleh kepemimpinan Junichiro Koizumi pada 2001-2006 yang melawan tabu dengan mengirimkan pasukan ke Irak dan menentang China, kata Michael Auslin, seorang akademisi di Institut Amerika.

    "Kecenderungan pembuat kebijakan di Jepang yang saat ini terjadi, termasuk upaya Jepang menjangkau China, mencerminkan kembalinya posisi tradisional Jepang yang mencoba membangun kesetimbangan dalam kebijakan luar negeri Jepang," kata Auslin.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> AS Anggap Masih Butuh Pangkalan Militer di Jepang

    Hujan Peluru Awali Latihan Pemantapan Terpadu Marinir

    Tak ubahnya cuaca pada hari-hari sebelumnya, kawasan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baluran, Kabupaten Situbondo terasa sangat menyengat. Namun suhu udara yang panas ini tidak sedikit pun mengurangi semangat para prajurit Korps Marinir untuk menjajal medan latihan yang cukup menantang.

    "Para prajurit melakukan uji nyali dengan cara merayap di antara derasnya renteten peluru tajam yang dihujankan para pelatihnya dari belakang," kata Kasi Humas Dispen Korps Marinir, Lettu Mar Mardiono, dalan rilis yang dikirim ke redaksi, Kamis (18/3/2010).

    Latihan penuh resiko yang diberi nama Dopper itu tidak hanya diikuti oleh para pelaku dari strata bawah, tetapi seluruh unsur pendukung bahkan para Komandan Satuan Korps Marinir justru diwajibkan untuk mengawali merayap dan ditembaki sebelah kanan dan kiri tubuhnya di tanah berlumpur itu dari arah belakang.

    Tanah berlumpur dengan jarak tempuh 30 meter itu rata-rata dapat ditempuh oleh para peserta latihan dalam waktu kurang dari 5 menit.

    Kegiatan bergengsi itu merupakan bagian dari latihan yang bertajuk Latihan Pemantapan Terpadu (Lattapdu) Korps Marinir Wilayah Timur 2010.

    Latihan yang melibatkan 4.728 prajurit lengkap dengan material tempurnya diantaranya Tank Amfibi PT-76, BVP-2, Roket Multi Laras (RM-70 Grad), Howitzer 105, dan lain-lain itu rencana akan dikunjungi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono.

    Lattapdu Korps Marinir wilayah timur tahun 2010 yang dihelat mulai 18 Maret sampai 22 April 2010 di Pasewaran, hutan selogiri, Banyuwangi, serta Karangtekok, Situbondo, dan sekitarnya itu merupakan kelanjutan dari latihan yang telah dilakukan oleh Marinir wilayah barat yang telah digelar di Lampung 25 januari hingga 10 Maret.

    Materi dari latihan yang diikuti seluruh kesenjataan Korps Marinir itu terdiri dari 5 tahap. Tahap 1(di hutan Selogiri): lempar granat, lempar pisau dan kapak, penanganan tawanan perang,serangan munisi tajam, serta tembak tempur di atas pohon.

    Untuk tahap 2 (di Bengkak): renang laut siang dan malam, renang pertolongan, renang penyelamatan. Tahap 3(di Pasewaran): patroli tempur, penghadangan dan anti penghadangan, pengepungan dan penggeledahan rumah.

    Selanjutnya tahap 4 (di Baluran dan Banongan): jurit komando, dopper, tembak tempur malam, menembak senjata bantuan infanteri, kerjasama infanteri dengan tank, serbuan mekanis. Serta tahap 5(di Baluran): latihan kesenjataan terpadu dan diakhiri dengan lintas medan dari Puslatpur Baluran, Karangtekok ke arah Pasir Putih dengan jarak tempuh 35 km.

    Sumber: DETIK SURABAYA
    Readmore --> Hujan Peluru Awali Latihan Pemantapan Terpadu Marinir

    Armada ke Tujuh, Si Penguasa Pasifik Barat


    ARMADA ketujuh dibentuk pada tanggal 15 Maret 1943 di Brisbane, Australia, selama Perang Dunia II, dipimpin Laksamana Arthur S. “Chips” Carpender dan di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur.

    Komandan Armada Ketujuh yang saat ini dijabat Laksamana Madya John. M.Bird, juga menjabat sebagai komandan Sekutu angkatan laut wilayah Pasifik Barat. Armada Ketujuh terdiri dari 50-60 kapal perang berbagai jenis, 2 kapal induk, yang mengangkut 350 pesawat tempur, dan 60 ribu personil AL.

    Saat Perang Dunia II, sebagian besar kapal-kapal dari Angkatan Laut Kerajaan Australia juga merupakan bagian dari armada ini selama 1943-45. Sejarah mencatat, Armada Ketujuh terlibat pertempuran di Teluk Leyte, Filipina Oktober 1944, yang sering disebut-sebut sebagai pertempuran laut terbesar dalam sejarah. Setelah berakhirnya perang, Armada Ketujuh pindah ke Jepang.

    Setelah perang, pada 1 Januari 1947, nama Armada Ketujuh diubah menjadi Angkatan Laut Pasifik Barat. Pada 19 Agustus 1949, tepat sebelum pecahnya Perang Korea, berubah nama sebagai Tugas Ketujuh Amerika Serikat Armada sampai 11 February 1950 menjadi Armada Ketujuh Amerika Serikat, hingga saat ini. Seusai perang Korea, Armada Ketujuh terlibat dalam Perang Vietnam.

    Selama Perang Vietnam, Armada Ketujuh terlibat dalam operasi tempur melawan pasukan Vietcong dengan serangan-serangan udara, bantuan tembakan laut, operasi amfibi, patroli dan operasi pengintaian. Tahun 1975 kapal dan pesawat Armada Ketujuh mengevakuasi ribuan warga negara Amerika dan pengungsi dari Vietnam Selatan dan Kamboja

    Di masa damai Armada Ketujuh berpartisipasi dengan latihan bersama negara-negara sekutu AS seperti Korea Selatan. Salah satunya mengamankan Asian Games 1986 dan Olimpiade Seoul 1988. Kemudian Armada Ketujuh ditugaskan saat Perang Teluk, usai invasi Irak ke Kuwait 2 Agustus tahun 1990.

    Presiden George Bush memerintahkan Komandan Armada Ketujuh AS sebagai Komandan Pusat Angkatan Laut. Komandan Armada berangkat dari Yokosuka, Jepang menuju Teluk Persia, dan bergabung dengan sisa stafnya di kapal Blue Ridge pada 1 September 1990. Operasi Badai Gurun melibatkan 130 kapal Angkatan Laut AS dengan 50 kapal sekutu lainnya.

    Armada7Dari 50-60 kapal yang ditugaskan di Armada Ketujuh, 18 beroperasi dari fasilitas AS di Jepang dan Guam. Pada saat tertentu, Armada Ketujuh mampu dikerahkan di laut di seluruh wilayah tanggung jawab yang meliputi 52 juta mil persegi.

    Untuk keperluan operasional dan administratif Amerika Serikat, Armada Ketujuh, seperti dengan armada nomor lain, ini disusun menjadi beberapa gugus tugas. Kapal induk terbesar USS George Washington juga tergabung dalam gugus tugas Armada Ketujuh.

    Dari 12 kapal induk milik Angkatan Laut AS, George Washington adalah yang paling baru dibuat (1996). Armada Ketujuh inilah yang dikerahkan masuk ke perairan Indonesia untuk mengamankan kedatangan Presiden Barack Obama.

    Sumber: POS KOTA
    Readmore --> Armada ke Tujuh, Si Penguasa Pasifik Barat

    Armada ke Tujuh, Si Penguasa Pasifik Barat

    Readmore --> Armada ke Tujuh, Si Penguasa Pasifik Barat

    Thursday, March 18, 2010 | 8:49 PM | 0 Comments

    Kerja Sama AS Dengan Angkatan Udara Indonesia


    Tim dari TCG C-130 dan Angkatan Udara Indonesia berpose di depan pesawat “Hercules” yang akan diperiksa dan dirawat di AS.

    JAKARTA – Kantor Kerjasama Pertahanan (Office of Defense Cooperation--ODC) Kedutaan AS membantu Angkatan Udara Indonesia meningkatkan keamanan pesawat terbang. Militer Indonesia dan tiga Kelompok Koordinasi Teknis (Technical Coordination Groups-TCG) Angkatan Udara AS baru-baru ini melakukan pemeriksaan terhadap pesawat F-5, F-16, dan C-130. Pemeriksaan ini merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia dalam dua tahun terakhir, serta yang paling seksama. Anggota tim pergi ke Pangkalan Angkatan Udara di Bandung, Halim, Madiun dan Malang untuk bekerja langsung dengan kru pesawat dan tim pemeliharaan untuk membantu memperbaiki beberapa masalah yang terkait dengan aspek pemeliharaan pesawat.

    Tim TCG merupakan ahli-ahli teknis yang datang dari berbagai pangkalan angkatan udara AS. Mereka melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia untuk membantu negara-negara yang mengalami persoalan pemeliharaan pesawat, dan untuk memberi penjelasan tentang berbagai inovasi terbaru pada pesawat C-130 “Hercules” buatan Lockheed Martin, pesawat F-16 “Fighting Falcons,” dan pesawat buatan Northrop F-5 “Tiger.” Pesawat Hercules Angkatan Udara Indonesia semuanya dibuat antara tahun 1960-an dan pertengahan 1980-an.

    Walaupun embargo AS ke Indonesia secara resmi dihapuskan pada tahun 2005, masalah-masalah perawatan peralatan masih menjadi tantangan bagi militer Indonesia. Dalam tahun-tahun terakhir ini, ODC di Kedutaan Besar Amerika Serikat – Jakarta telah berkerja dengan Angkatan Udara Indonesia. “Pengiriman kembali tim TCG adalah salah satu langkah pertamanya,” kata Letnan Kolonel Alex Thagard, Direktur Program Angkatan Udara di ODC. “Banyak dari program dan peralatan yang digunakan oleh Angkatan Udara Indonesia yang harus diperbarui segera demi menyusul berbagai perubahan yang telah dilakukan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat selama dua dekade terakhir,” jelasnya lebih lanjut.

    ODC juga berkerjasama dengan Angkatan Udara Indonesia dan Departemen Luar Negeri AS untuk membiayai pengiriman pesawat C-130 milik Indonesia ke Amerika untuk inspeksi perawatan berkala (Periodic Depot Maintenance - PDM). Pesawat pertama yang akan mendapatkan inspeksi dan perawatan dijadwalkan akan diterbangkan ke AS pada bulan Juni.


    Sumber: jakarta.usembassy.gov/ALUTSISTA
    Readmore --> Kerja Sama AS Dengan Angkatan Udara Indonesia

    Russian military denies existence of new 'super-tank'


    MOSCOW, September 13 (RIA Novosti) - The Russian military has denied the existence of a new-generation main battle tank (MBT) based on T-80 design and featuring explosive reactive armor and a box-shaped turret.

    The Russian media has recently resumed discussion of the secret tank, dubbed Black Eagle, which was developed by the Omsk Transmash design bureau and whose pictures were shown in several publications and on the Internet.

    "There was no such project...and those 20-year-old pictures show a mock-up of a futuristic tank which remained just a product of someone's imagination," Col. Vladimir Voitov, head of research at the Main Directorate of the Armored Troops, said in an interview with the Echo Moskvy radio on Saturday.

    He added that he was aware of a prototype of an experimental tank, but insisted that 'the turret of the vehicle did not have anything inside."

    According to the Russian media, an early prototype of the Black Eagle was shown at an arms exposition in Siberia, in June 1999. It appeared to be based on a lengthened T-80U hull, and to have very thick front armor and new-generation Kaktus explosive reactive armor.

    However, recent reports in open sources suggest that the Black Eagle program has been halted due to the acceptance of the T-90, built by the Uralvagonzavod plant, into the Russian military in the mid-1990s.

    In addition, Russia has reportedly opted for Uralvagonzavod as the developer and manufacturer of a new-generation MBT, which will most likely have a designation as T-95.

    Sergei Mayev, head of the Federal Service for Defense Contracts (Rosoboronzakaz) told a news conference in July 2008 that the Russian Armed Forces would start receiving new-generation tanks superior to the T-90 main battle tank after 2010.

    The new tank will feature better firepower, maneuverability, electronics and armor protection than the T-90 MBT.

    Its speed will increase from 30-50 kph to 50-65 kph (19-31 mph to 31-40 mph).

    According to some sources, the new tank may be equipped with a 152-mm smoothbore gun capable of firing guided missiles with a range of 6,000-7,000 meters.

    In comparison, the T-90 MBT has a 125-mm 2A46M smoothbore gun, which can fire AT-11 Sniper anti-tank guided missiles with a range of 4,000 meters.

    From: RIA
    Readmore --> Russian military denies existence of new 'super-tank'

    Russian warship to make port call in Oman

    A Russian frigate will start on Thursday a two-day visit to the port of Salalah in Oman to replenish water and food supplies for its current anti-piracy mission off the Somali coast, a Navy source said.

    The Neustrashimy frigate from Russia's Baltic Fleet has escorted about 20 commercial vessels since its arrival in the Gulf of Aden in January and thwarted at least one attack by Somali pirates.

    "On March 20, the frigate will leave the port of Salalah and continue escorting commercial vessels in the Gulf of Aden until it is replaced by a task force from Russia's Pacific Fleet led by Admiral Shaposhnikov destroyer," the source said.

    It is Neustrashimy's second anti-piracy mission in the area. The frigate was the first Russian warship to join international anti-piracy efforts off Somalia in October 2008.

    The frigate's armament includes SS-N-25 Switchblade anti-ship missiles, SA-N-9 Gauntlet SAM, a 100-mm gun, torpedoes and depth charges. The frigate also carries a Ka-27 ASW helicopter.

    The Russian Navy has maintained a constant presence off the Horn of Africa, with each fleet dispatching warships on a rotational basis.

    Sumber: RIA
    Readmore --> Russian warship to make port call in Oman

    KRI TNI AL Merapat di Benoa


    DENPASAR, KOMPAS.com — Dua kapal perang milik TNI AL, Kamis (18/3/2010) siang, merapat di dermaga selatan Pelabuhan Benoa, Denpasar. Kapal tersebut merupakan kapal pendahulu dari tujuh kapal yang direncanakan akan merapat untuk mengamankan wilayah perairan Bali selama kunjungan Presiden AS Barack Obama.

    "Baru dua saja yang datang, tapi ukurannya kecil. Rencananya hari Sabtu akan datang lagi yang lebih besar," ujar Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar Kolonel Laut (P) Wayan Suarjaya.

    Kapal-kapal ini didatangkan dari Armada Indonesia Timur (Armatim) Surabaya dan lima kapal perang lainnya akan menyusul pada Sabtu mendatang. Operasi pengamanan Obama di Bali ini diperkuat operasi gugus tempur laut.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> KRI TNI AL Merapat di Benoa

    Pelatihan Perang AS-Korsel Berakhir Tanpa Insiden

    SEOUL--MI: Pelatihan militer Amerika Serikat-Korea Selatan, Kamis (18/3), berakhir tanpa insiden walaupun dikecam keras Korea Utara terhadap kegiatan itu dan ancamannya untuk membalas setiap serangan.

    "Tidak ada gerakan luar biasa militer Korea Utara (Korut) terdeteksi selama pelatihan itu," kata seorang juru bicara Gabungan Kepala Staf Korea Selatan (Korsel). Pelatihan tahunan Key Resolve/Foal Eagle tahun ini berlangsung 8-18 Maret dan melibatkan 18.000 tentara Amerika Serikat dan 20.000 tentara Korsel.

    Korut secara rutin mengecam pelatihan itu dan pelatihan gabungan lainnya sebagai persiapan untuk menyerang negara itu. AS dan Korsel mengatakan pelatihan itu hanya bertujuan untuk pertahanan.

    Tahun ini negara komunis itu memerintah militernya siaga penuh dan bahkan mengumumkan kesiapan militernya untuk "menghancurkan" fasilitas-fasilitas Korsel dalam hal terjadi serangan.

    Kedua Korea secara teknis tetap berada dalam perang karena konflik tahun 1950-1953 itu diakhiri dengan satu perjanjian gencatan senjata, bukan dengan perjanjian perdamaian. AS menggelar 28.500 tentara di Korsel.


    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Pelatihan Perang AS-Korsel Berakhir Tanpa Insiden

    Pesawat US Air Force Sudah Mendarat di Bali


    Selain logistik, pesawat itu juga mengangkut sejumlah personel angkatan udara AS.

    VIVAnews -- 'US Air Force', pesawat Angkatan Udara milik Amerika Serikat, baru saja mendarat di Base Operasional Pangkalan Udara Ngurah Rai, Bali, hari ini, Kamis 18 Maret 2010.

    Pesawat yang digunakan untuk mengangkut logistik selama Obama berkunjung ke Bali ini, juga mengangkut sejumlah personel Angkatan Udara Amerika Serikat, namun belum diketahui jumlahnya.

    Manager Personalia Hukum dan Humas PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Alex Pujianto mengatakan pesawat Boeing C-17 Globemaster dengan nomor badan 7170 itu hanya untuk logistik saja. "Setahu saya pesawat itu cuma membawa logistik," ujarnya.

    Dari pengamatan VIVAnews, mulai saat ini pengamanan wilayah Bandara Ngurah Rai dijaga sangat ketat, untuk mengambil gambar pun awak media tidak mendapat izin.

    Tentara Nasional Indonesia (TNI AU) sudah mempersiapkan pengamanan kedatangan Presiden Barack Obama sesuai prosedur tetap, seperti pengecekan dan kesiapan pasukan.

    TNI AU sendiri akan mempersiapkan Pasukan Khas (Paskhas) dan satu flight F-16 untuk menjaga selama kunjungan Presiden Obama di Indonesia 23-25 Maret 2010.

    "Untuk personel kami persiapkan pasukan khas TNI AU (Paskhas) dan satu flight F-16 untuk bersiap mengiringi tamu VVIP bergerak," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Bambang Samoedro kepada wartawan di Jakarta, 17 Maret 2010.

    Ditanya apakah akan mengeluarkan pesawat tempur jenis Sukhoi, menurut dia TNI AU hanya menyiapkan F-16, Sukhoi tidak dilibatkan. "Sukhoi tidak dilibatkan, hanya F-16 saja, itu sudah kesiapan secara umum angkatan udara," tuturnya.


    Sumber: VIVANEWS
    Readmore --> Pesawat US Air Force Sudah Mendarat di Bali

    SAMBUT KEDATANGAN BARACK OBAMA, 4.500 PERSONEL TNI-POLRI GELAR PASUKAN


    KODAM III/SLW (18/3),- Sebanyak 4.500 personel terdiri dari TNI dan Polri di wilayah Bogor melaksanakan gelar pasukan kesiapan pengamanan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia, bertempat di Lapangan Tegar Beriman Cibinong Kabupaten Bogor, Rabu (17/3).

    Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Agus Sutomo yang bertindak selaku Irup mengatakan, gelar pasukan adalah merupakan wujud kesiap-siagaan pasukan dalam melakukan tugas-tugas pengamanan dan kesiapan pasukan untuk digerakkan setiap saat. Unsur TNI dan Polri wilayah Bogor beserta unsur pendukung lainnya telah disiagakan untuk mengamankan kemungkinan selain ke Jakarta, Barack Obama juga mengunjungi Bogor mengingat Bogor merupakan Penyangga Ibukota Jakarta.

    Menurut Danrem, dalam melakukan pengamanan pihak keamanan akan mengedepankan tindakan preventif atau pencegahan, namun jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan dan membahayakan maka akan diambil tindakan represif.

    Selanjutnya Danrem 061/Sk didampingi para pejabat TNI dan Polri wilayah Bogor seperti Danlanud Atang Sendjaja, Kahub Kostrad, Kapolwil Bogor dan Danpusdikzi melakukan pemeriksaan pasukan dan kesiapan kendaraan dalam mendukung pengamanan VVIP.

    Sumber: TNI
    Readmore --> SAMBUT KEDATANGAN BARACK OBAMA, 4.500 PERSONEL TNI-POLRI GELAR PASUKAN

    KAPAL FERI LCT CITA-XII DITANGKAP OLEH KRI TEDONG NAGA DI LAUT SERAM


    DISPENAL (18/3),- Sebuah kapal feri tipe Landing Craft Tank, LCT Cita-XII ditangkap oleh kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Tedong Naga-819 di Laut Seram, karena beroperasi tanpa dilengkapi dokumen sebagaimana diatur dalam perundang-undangan yang berlaku, antara lain Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran, Rabu (17/3).

    KRI Tedong Naga-819 yang sedang melaksanakan Operasi “Taring Hiu-10” menghentikan dan memeriksa kapal LCT Cita-XII yang berlayar dari Leksula ke Wasia Sanahu, Maluku Utara karena memperlihatkan hal-hal yang mencurigakan. Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui kapal dengan berbobot 145 ton, dinakhodai Hanafi Buton dan diawaki 11 orang anak buah kapal tidak memiliki kelengkapan dokumen. “Untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut, LCT Cita-XII beserta seluruh awaknya dikawal menuju Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon,” tegas Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Kolonel Laut (P) Herry Setianegara, S.Sos., S.H, M.M.

    Kadispenal mengaku optimis perairan Indonesia dalam keadaan aman. Sebab, selain telah menambah kekuatan untuk kapal patroli, aparat TNI Angkatan Laut juga senantiasa bertindak tegas terhadap para pelaku pelanggaran di laut. Seluruh jajaran satuan operasional TNI Angkatan Laut dalam pelaksanaan operasi tidak hanya dibekali kemampuan profesi saja, tetapi sikap moral yang baik selaku penegak hukum di laut mutlak dimiliki, agar mampu menghindari pengaruh pihak manapun yang menginginkan perbuatan menyimpang dari prosedur hukum. Pemimpin TNI Angkatan Laut telah menekankan kepada seluruh prajurit TNI AL senantiasa memegang teguh sumpah sebagai aparat penegak hukum di laut.

    Sumber: TNI
    Readmore --> KAPAL FERI LCT CITA-XII DITANGKAP OLEH KRI TEDONG NAGA DI LAUT SERAM

    Korut Miliki 1.000 Rudal

    Seoul (ANTARA News)- Korea Utara kini memiliki 1.000 rudal dari berbagai tipe, kata menteri pertahanan Korea Selatan , Rabu, meningkat 25 persen dari dua tahun lalu.

    Menteri Kim Tae-Young juga dalam satu forum Seoul juga mengingatkan bahwa negara komunis itu terus melakukan program pengayaan uraniumnya dalam kadar tinggi , satu jalan kedua untuk membuat senjata nuklir selain pengayaan plutoniumnya.

    Rudal-rudal itu termasuk Scud,Rodong dan IRBM ( rudal balistik jangkauan menengah), kata seorang juru bicara kementerian itu kepada AFP. Dua tahun lalu, kementerian itu memperkirakan jumlah rudal itu sekitar 800.

    Banyak dari rudal itu digelar dekat perbatasan antar Korea dan diarahkan ke Seoul dan lokasi-lokasi lain di Korsel, kata para pejabat.

    Kantor berita Yonhap pekan lalu memberitakan Korut membentuk satu divisi baru militer untuk mengoperasikan IRBM dengan jangkauan tembak lebih dari 3.000 km, yang dapat menghantam pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Jepang dan Guam.

    Korut juga telah melancarkan tiga uji coba peluncuran rudal-rudal antar benua Taepodong , yang menurut teori dapat mencapai Alaska, Amerika Serikat.

    Kim, menegaskan kembali perkiraan-perkiraan sebelumnya , mengatakan Korut memproduksi 30-40 kilogram plutonium bahan pembuat senjata dari program plutoniumnya. Para ahli mengatakan ini cukup untuk membangun enam atau tujuh bom.

    Tidak diketahui apakah Korut sudah memiliki kemampuan teknik untuk membuat hulu ledak nuklir.

    Pyongyang melakukan dua uji coba nuklir bawah tanah Oktober 2006 dan Mei 2009. Dengan mencabut kembali bantahan-bantahan sebelumnya, September lalu pihaknya juga mengumumkan sedang melakukan program pengayaan uranium berkadar tinggi.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Korut Miliki 1.000 Rudal

    "LATIHAN MENEMBAK AIR TO GROUND" SKADRON UDARA 12

    Guna mengasah dan meningkatkan kemampuan para penerbang Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru, mulai hari Senin (15/3) digelar latihan penembakan dari udara ke darat (air to ground) dengan sasaran di darat Air Weapon Range (AWR) Siabu yang bertempat di Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (17/3).

    Danlanud Pekanbaru Kolonel Pnb Nanang Santoso menyampaikan bahwa latihan ini merupakan latihan profesiensi rutin yang dilaksanakan secara berkala yaitu setiap empat bulan sekali dengan melibatkan 17 penerbang dan empat unit pesawat Hawk 109/209 (TT0211, TT0212, TT 0214, dan T50103) dari Skadron Udara 12. Pada pelaksanaan latihan ini setiap penerbang akan melaksanakan bombing, roketting dan straffing gun di AWR Siabu sebanyak empat kali, sedangkan untuk amonisi yang digunakan berupa bom dan roket.

    Direncanakan latihan ini berlangsung selama satu minggu, dan diharapkan dengan latihan ini dapat meningkatkan kemampuan para penerbang khususnya dalam meningkatkan akurasi penembakan dari udara ke sasaran yang ada di darat, demikian disampaikan Danlanud.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> "LATIHAN MENEMBAK AIR TO GROUND" SKADRON UDARA 12

    Tahun 2010-2014 Merupakan Pembangunan dan Modernisasi Alutsista TNI

    Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Kepala Staf TNI AU, bahwa memasuki tahun pertama Renstra TNI AU tahap II tahun 2010-2014 yang mana merupakan periode pembangunan alutsista TNI menuju kekuatan pokok Minimum atau Minimum Esensial Force , maka kita harus makin professional.

    Demikian Pangkoopsau II Marsekal Pertama TNI Agus Munandar dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Agus Supriatna pada upacara bendera 17-an di Apron Galaktika Lanud Sultan Hasanuddin yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin dan Batalyon 466 Paskhas, hadir Komandan Wing 5 , Para Kepala Dinas, dan Komandan Satuan Jajaran Lanud Sultan Hasanuddin.

    Selanjutnya Pangkoopsau II mengatakan bahwa , sikap profesionalisme ini dalam rangka menjawab Good Will pemerintah untuk memenuhi akan kebutuhan modernisasi, penggantian maupun pengadaan alutsista baru secara bertahap.

    Profesionalisme antara lain, lanjut Pangkoopsau II, dapat kita wujudkan melalui tata kelola menajerial, sehingga kita jajaran Koopsau II mampu mewujudkan efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.

    Dikatakan, prinsip kehati-hatian dan tertib administrasi perlu terus ditingkatkan melalui mekanisme pengawasan melekat oleh setiap satuan, sehingga dapat mewujudkan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran.

    “Tolok ukur profesionalisme kita akan terletak pada sejauh mana alutsista kita mampu dihadirkan setiap saat dalam berbagai tempat dan kesempatan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat,bangsa dan Negara” tegas Pangkoopsau II.

    Sumber: TNI AU
    Readmore --> Tahun 2010-2014 Merupakan Pembangunan dan Modernisasi Alutsista TNI

    Wednesday, March 17, 2010 | 10:49 AM | 0 Comments

    Russia floats out second Gepard class frigate for Vietnam


    Shipbuilders in Russia's republic of Tatarstan floated out a second frigate for the Vietnamese Navy on Tuesday, a spokesman for the Zelenodolsk shipyard said.

    Russia and Vietnam signed a contract on the construction of two Gepard 3.9 class frigates for the Vietnamese Navy in 2006. The first frigate was floated out in December 2009.

    "A second Gepard 3.9 class frigate for the Vietnamese Navy was floated out on Tuesday. The first frigate will be delivered to Vietnam in October and the second by the end of this year," the spokesman said.

    Both ships will undergo sea trials in the Baltic Sea.

    Project 1166.1 Gepard 3.9 class frigate is designed to engage surface ships, submarines and air targets, both independently and as part of a task force, as well as to perform escort and patrol tasks.

    The ship has a displacement of 2,000 tons, a length of 102 meters, a maximum speed of 23 knots, a crew of 103 personnel and a cruising range of 5,000 miles.

    The frigate is armed with an Uran-E anti-ship missile system, a 76.2-mm gun mount AK-176M, a Palma air defense artillery system, two 30-mm gun mounts AK-630M and 533-mm torpedo tubes. It can carry a Ka-28 or a Ka-31 Helix naval helicopter.

    Together with the country's recently ordered six Kilo class submarines and Su-30MK2 naval fighter-bombers, the Gepard deal is seen as part of Vietnam's current navy modernization drive.

    Sumber: RIA
    Readmore --> Russia floats out second Gepard class frigate for Vietnam

    TNI Bantah 300 Ribu Tentara AS Diterjunkan Amankan Obama

    JAKARTA - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantah kabar soal diterjunkannya 300 ribu personel tentara Amerika Serikat untuk mengamankan kunjungan Presiden Barrack Obama ke Indonesia.

    "Tidak ada itu (di Indonesia), 300 ribu pasukan AS tersebar di wilayah Pasifik," ujar Kepala Kaspuspen TNI Marsekal Muda Sagom Tambun ketika dihubungi okezone, Selasa (16/3/2010) malam.

    Menurut dia, keberadaan personel AS di wilayah Pasifik tersebut tidak langsung berkaitan dengan Obama yang akan datang ke Indonesia pada 23-25 Maret mendatang. "TNI juga sudah menyiapkan keperluan pengamanan," jelasnya

    Sebelumnya, mantan KSAD Jendral TNI (Purn) Tyasno Sudarto mengatakan, sebanyak 300 ribu tentara AS sudah bersiaga di Indonesia. "Presiden Amerika kalau datang ke sini itu satu bulan yang lalu, sudah mendatangkan 300 ribu yang dari pengamanan Armada ke-7 untuk yang kemudian di Batam dan sebagainya, kemudian di Bali. Itu adalah suatu bentuk arogansi ya," kata Tyasno usai diskusi bertema "Menolak Obama" di Wisma Antara kemarin.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> TNI Bantah 300 Ribu Tentara AS Diterjunkan Amankan Obama

    Polandia Luncurkan Helikopter Black Hawk


    Jakarta (ANTARA News) - Pabrik pesawat terbang PZL Mielec bersama mitra yang kini menjadi pemiliknya, Sikorsky Aircraft Corp, meluncurkan produk perdana helikopter Black Hawk tipe S-70i di Mielec, kota yang terletak di selatan Polandia berjarak sekitar 300 km dari Warsawa.

    Dubes RI di Warsawa Hazairin Pohan dalam keterangan yang disampaikan kepada ANTARA, Rabu, mengatakan dia diundang pada acara peluncuran tersebut.

    Pimpinan Sikorsky Aircraft Corp Bob Kokorda dan Presiden PZL Mielec Janusz Zakrecki saat itu menyatakan produk helikopter tersebut merupakan hasil kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Eropa termasuk Polandia.

    "Dalam waktu tiga tahun, kemitraan kami telah berhasil membangun helikopter terbaik di dunia dalam kelasnya, dan karena itu kami optimis akan mampu memenuhi permintaan pasar?" kata Kokorda.

    Helikopter Black Hawk tipe S-70i tersebut merupakan produk pertama di Eropa dan disebut multi-purpose karena tidak saja terkenal untuk medan pertempuran tetapi juga untuk pesawat angkut, SAR, pemadam kebakaran, maupun transportasi VIP.

    Pabrik pesawat terbang PZL Mielec yang menghasilkan pesawat angkut skytruck, empat unit kini dimiliki Polri, adalah perusahaan yang cukup berpengalaman dan tiga tahun yang lalu dibeli oleh perusahaan AS, Sikorsky Aircraft Corp, salah satu perusahaan di bawah United Technologies Corp.

    Pesawat produk perdana tersebut segera akan dikirim ke Florida, AS, untuk uji kelaikan, untuk seterusnya akan diproduksi di Mielec, Polandia. Menurut penjelasan pejabat PZL Mielec, pabrik tersebut akan memulai produksi massal helikopter Black Hawk tipe S-70i pada tahun 2012 dengan kapasitas 20 unit per tahun untuk dipasarkan secara internasional.

    "Kami tertarik dengan pasar di Indonesia dan menawarkan produk baru Black Hawk tipe S-70i untuk memperkuat armada TNI serta berbagai keperluan dan medan tugas lainnya," demikian pernyataan Presiden PZL Mielec Janusz Zakrecki kepada Dubes Hazairin Pohan, seusai acara peluncuran perdana.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Polandia Luncurkan Helikopter Black Hawk

    TNI Siagakan Sekompi Antiteror

    Aceh Besar (ANTARA News) - Panglima Daerah Milkiter (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Hambali Hanafiah, menegaskan bahwa TNI kini menyiagakan satu kompi pasukan untuk mendukung tugas kepolisian memburu kelompok jaringan teroris di Provinsi Aceh.

    "Kita sudah siapkan pasukan khusus. Jika kepolisian membutuhkan, kita siap. Namun, hingga kini kepolisian belum minta," kata Pangdam di Mapolsek Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Selasa.

    Pangdam Hambali berada di Leupung, mendampingi Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, saat meninjau lokasi baku tembak antara polisi dengan kawanan yang diduga teroris, Jumat (12/3).

    Dalam baku tembak itu, dua tersangka teroris tewas dan delapan orang lainnya ditahan. Para teroris tersebut berupaya menerobos razia aparat keamanan saat mereka menumpangi minibus umum L-300 dengan tujuan pantai barat Aceh.

    Hambali menambahkan, TNI dan kepolisian terus berkoordinasi dan bekerja sama mengejar keberadaan kelompok radikal bersenjata tersebut di Aceh.

    "Penangkapan kelompok tersebut di Leupung berdasarkan informasi intelijen TNI," ungkap Hambali.

    Sementara, Kapolri Bambang Hendarso Danuri memberi apresiasi kepada bawahannya maupun komandan dan anggota Komando Resor Militer (Koramil) Leupung karena tanggap menyikapi informasi keberadaan kelompok yang paling dicari tersebut.

    "Personel Polri maupun TNI yang bertugas di Leupung ini pantas diberi apresiasi karena telah memberikan prestasi terbaik terkait dengan kelompok Jakarta ini yang termasuk DPO pelaku serangkaian bom bunuh diri di Indonesia," kata Kapolri.

    Operasi mengejar kelompok diduga teroris di Aceh sudah berlangsung tiga pekan lalu dengan korban enam orang tewas, tiga dari kepolisian dan tiga lainnya diklaim anggota kelompok tersebut. Sementara, anggota kelompok teroris yang ditangkap sekitar 24 orang.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> TNI Siagakan Sekompi Antiteror

    Kerja Sama Militer RI-AS Perlu Kejelasan

    JAKARTA--MI: Ketua Komisi I DPR RI, Kemas Azis Stamboel, menyatakan, beberapa isu dalam kerja sama militer Indonesia-Amerika Serikat (AS) perlu klarifikasi lebih lanjut, agar tidak merugikan salah satu pihak.

    Ia mengatakan itu di Jakarta, Selasa (16/3), sehubungan dengan rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang dijadwalkan berlangsung 23 hingga 25 Maret mendatang. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga setuju dengan wacana, agar AS tidak dipaksa menormalisasi kerja sama militernya dengan Indonesia.

    "Saya agaknya setuju dengan itu (tak perlu paksakan AS menormalisasi kerja sama militernya dengan RI), karena sebelum ke arah itu, kita perlu kaji bersama beberapa isu yang memang perlu klarifikasi," tegasnya lagi.

    Dalam kaitan itu, menurutnya, perlu pembahasan bersama dengan melibatkan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjadi obyek sekaligus subyek dari kerjasama militer tersebut.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga mantan Ketua Komisi I DPR RI, Theo L Sambuaga, secara terpisah menilai, salah satu isu penting untuk dibicarakan ulang dalam kaitan peningkatan kerja sama militer kedua negara, ialah mengenai keikutsertaan para perwira TNI dari jajaran Kopassus, terutama dalam hal pendidikan serta latihan.

    "Menurut saya, sangatlah tidak beralasan bila Amerika Serikat masih 'miring' soal Kopassus, sehingga tidak diikutkan dalam berbagai perjanjian militer dengan Republik Indonesia," katanya.

    Indonesia harus tegas bahwa dalam peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, yakni berbentuk antarmiliter misalnya melalui Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional (IMET). "Jika dalam konsep ini masih tidak mengikutkan Kopassus, itu tidaklah 'fair'," tandasnya.

    Dalam kaitan peningkatan kerja sama antarmiliter dengan memprioritaskan modus IMET itu, Theo Sambuaga meminta AS agar mengikutsertakan perwira-perwira TNI dari Kopassus. "Selama ini memang AS belum mau memasukkan Kopassus dengan alasan tekanan dari Kongres AS yang selalu mengkaitkan Kopassus dengan kejadian-kejadian di masa lalu, seperti masalah HAM di Timor Timur dan lain-lain," katanya.

    Theo Sambuaga menilai, tidak ada alasan bagi AS untuk selalu mengaitkan kerja sama militer (dengan melibatkan Kopassus) dengan kejadian-kejadian masa lalu tersebut. "Saya kira itu sudah tidak beralasan. Karena siapa pun yang melanggar hukum dan HAM itu sudah pernah melalui proses pengadilan secara terbuka, dan yang bersalah telah dihukum. Kita perlu tegaskan, janganlah menghukum institusinya. Ini tidak benar," tegas pakar politik, militer dan hubungan internasional ini.

    Kalau kesalahan-kesalahan itu dikaitkan dengan institusi, demikian Theo Sambuaga, berarti memvonis intitusinya, dan itu tidak bisa dibenarkan, karena ini menyangkut personel, serta telah melewati suatu proses hukum secara terbuka.

    Theo L Sambuaga mengatakan, Indonesia harus memperjuangkan agar Amerika Serikat (AS) meningkatkan kerja sama pertahanan dalam bentuk antarmiliter tersebut yang terbukti banyak manfaatnya bagi RI khususnya TNI.

    "Peningkatan kerja sama antarmiliter itu, terutama yang paling menonjol berupa IMET ini, peningkatan itu harus dilakukan baik dalam hal frekuensi maupun jatah pengiriman perwira menengah TNI untuk belajar di AS," ujarnya.

    Manfaatnya, menurut pakar politik, pertahanan dan hubungan internasional ini, sangat besar serta signifikan bagi peningkatan profesionalisme TNI. "Biayanya kan bisa diatur bersama, dan setahu saya terakhir per tahun mencapai US$900 ribu," ujarnya.

    Hal yang ketiga, demikian Theo Sambuaga, ialah dalam hal pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista). "Dalam hal ini AS perlu membuka diri dengan memberikan kerja sama Alutsista strategis yang memang belum dapat diproduksi di dalam negeri kita, seperti misalnya radar, pesawat angkut jenis 'Hercules', pesawat tempur jenis F terbaru (termasuk F25), dan kapal-kapal patroli maupun kapal pemburu cepat," ungkapnya.

    Itu semua, menurutnya, harus bisa dilaksanakan dengan skema keuangan lebih ringan dibandingkan yang ditawarkan oleh negara-negara Eropa, termasuk Rusia, Polandia, China, serta Korsel. "Selama ini memang diakui, kualitas dan presisi dari Alutsista AS lebih baik, juga teknologinya. Tetapi, skema keuangan itu selalu lebih rumit dan lebih mahal dibanding katakanlah jika kita membeli radar dari Prancis, pesawat tempur dari Rusia dan Alutsista Polandia. Ini semua yang harus kita perjuangkan saat Presiden Obama datang," tegas Theo Sambuaga lagi.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Kerja Sama Militer RI-AS Perlu Kejelasan

    Tuesday, March 16, 2010 | 5:46 PM | 0 Comments

    Kirim 300 Ribu Personel ke Batam & Bali, AS Dinilai Arogan

    JAKARTA - Sebanyak 300.000 personel AS Armada ke-7 didatangkan ke Batam dan Bali menjelang kedatangan Presiden AS Barrack Obama ke Indonesia.
    Pengerahan kekuatan pasukan AS tersebut dinilai mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto sebagai bentuk arogansi negara Pam Sam tersebut.

    "Presiden Amerika kalau datang ke sini itu satu bulan yang lalu, sudah mendatangkan 300 ribu yang dari pengamanan Armada ke-7 untuk yang kemudian di Batam dan sebagainya, kemudian di Bali. Itu adalah suatu bentuk arogansi ya," kata Tyasno usai diskusi bertema "Menolak Obama" di Wisma Antara, Jakarta,Selasa (16/3/2010).

    Menurut dia, hal itu menyakiti kedaulatan bangsa Indonesia walaupun memang protapnya dari AS demikian. "Tapi kan harus disesuaikan dengan kita," tandas dia.

    Indonesia harus mampu mengamankan presiden sekelas obama "Ya kita harus mampu, nah kalau mereka katakan tidak mampu, ya bagaimana? Berarti tidak percaya kalau datang ke Indonesia, tidak aman. Kenapa dia perlu datang kalau dia tidak mau diamankan oleh TNI. Ini masalah kedaulatan dan harga diri kita," tandas Tyasno.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Kirim 300 Ribu Personel ke Batam & Bali, AS Dinilai Arogan

    Pentagon Latih Pasukan Hacker

    JAKARTA - Amerika Serikat dikabarkan tengah melatih orang-orang untuk menghack jaringan komputer. Melalui Departemen Pertahanan Amerika Serikat di Pentagon orang-orang tersebut akan dijadikan pasukan anti-hacker untuk menangkal serangan dari hacker ke AS.

    Jay Bavisi, Presiden International Council of Electronic Commerce Consultants (EC-Counci) mengatakan, untuk melawan peretas AS harus memiliki pasukan seperti peretas juga. Demikian dilansir, CNN, Selasa (16/3/2010).

    "Pelatihan difokuskan pada seni peretasan, menggunakan peralatan dan trik yang sama yang digunakan oleh para peretas tradisional," kata Bavisi.

    EC-Council merupakan perusahaan yang ditunjuk Pentagon untuk mengawasi pelatihan para pekerja Departemen Pertahanan (Dephan) Amerika Serikat (AS) yang berhubungan dengan keamanan komputer. Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat usai menyelesaikan pelatihan.

    "Seluruh Staf Dephan tidak diajarkan untuk meretas. Peserta belajar untuk mempertahankan jaringan (komputer) dari para peretas," kata juru bicara Dephan Letnan Kolonel Eric Butterbaugh.

    Menurutnya, tujuan pelatihan mengajarkan pekerja Dephan mempertahankan jaringan komputer mereka.

    Seperti diketahui, sepanjang 2009 Dephan mencatat serangan terhadap jaringan komputer Dephan mencapai 45.000 serangan. Tahun ini, diperkirakan serangan meningkat naik sekira 60 persen

    Dengan adanya pasukan ini maka ke depannya mereka mampu mempertahankan jaringan komputer Dephan, walaupun cara yang mereka gunakan sama dengan para peretas umumnya.

    Pelatihan akan memakan waktu sekira 40 jam untuk instruksi dan 4.500 halaman bacaan tentang teknik-teknik peretasan mutakhir

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Pentagon Latih Pasukan Hacker

    Rayakan HUT, Korem 152 Mendaki Gamalama

    TERNATE - Semarak Hari Jadi Korem 152 Baabullah ke-7 yang jatuh pada Sabtu 13 Maret lalu, diperingati lain dari sebelumnya. Jika biasanya dilaksanakan dalam upacara militer yang megah, sekitar 139 anggota TNI memeriahkannya dengan kegiatan naik ke puncak gunung Gamalama.

    Seluruh prajurit mulai dari yang berpangkat kopral hingga perwira menengah setingkat kolonel termasuk Danrem 152 Baabullah, Kolonel (Inf) Agus SB, dan seluruh Dandim yakni Dandim 1501 Ternate, Letkol (Inf) Harfudin Daeng, Dandim 1505 Tidore, Letkol (Inf) Sigit, Dandim 1508 Tobelo, Letkol (Inf) Agus dan Dandim 1509 Labuha, Letkol (Inf) Slamet Riady, turut serta dalam kegiatan itu.

    Start dari kelurahan Marikurubu yang tepat berada di kaki gunung Gamalama pada Jumat, sehari sebelum hari H. Sebelumnya rombongan melakukan salat subuh bersama di masjid setempat. Usai salat, imam masjid lalu melepas rombongan menuju puncak gunung yang tingginya kurang lebih 2.400 meter di atas permukaan laut, tepat sekitar pukul 05.30 WIT.

    Yang mulai satu per satu bergerak yang dipimpin langsung Danrem Kolonel Agus SB. Sambil menyanyikan yel-yel perjuangan diikuti seluruh prajurit, perwira yang menjadi salah satu penangkap Xanana Gusmao itu mulai melakukan pendakian dengan membawa bendera merah putih.

    Menempuh perjalanan yang meski melelahkan namun tetap semangat para prajurit tetap berkobar. Mereka tak terlihat lelah apalagi hingga harus beristrirat sejenak namun terus saja menapaki jalanan terjal tanpa jeda sedikitpun. Memang target dari pendakian ini yakni harus melakukan salat Jumat berjamaah di puncak gunung yang terakhir kali meletus pada 2003 itu.

    Sekitar tiga setengah jam kemudian, suhu udara di gunung mulai berubah. Hawa yang awalnya terasa panas menyengat mulai berangsur sejuk. Kawanan pepohonan pala dan cengkeh yang menjadi perkebunan utama warga Ternate mulai berkurang berganti pohon-pohon liar dan rerumputan yang tak terurus.

    Baru saat memasuki pos 2 yang tinggal berjarak beberapa kilometer dari puncak gunung, Danrem pun memberi instruksi agar seluruhnya beristirahat sejenak. Terlihat beberapa tentara mengupas batas pohon kayu manis untuk dihisap airnya.

    “Di hutan, air kayu manis bisa menghilangkan rasa haus sama seperti meneguk sebotol air mineral,” ujar seorang prajurit berpangkat bintara.

    Setelah perjalanan dilanjutkan kembali, rombongan akhirnya tiba di kawasan lorong Kano-kano sekitar pukul 11.00 WIT. Nama Kano-kano ini merupakan sebuatan warga setempat untuk kawasan yang hanya berisi rumput ilalang dengan tingginya kurang lebih 3 meter dan membentuk sebuah lorong yang panjangnya kurang lebih 1 Km.

    Namun, perjalanan harus terhanti sejenak karena ada ritual khusus yang harus dilakukan sebelum memasuki lorong Kano-kano ini. Tradisinya, setiap pendaki yang menaiki puncak gunung harus terlebih dahulu melakukan adzan layaknya panggilan untuk salat.

    Dua orang warga yang mendampingi para prajurit pun melaksanakan adzan. Konon hal itu wajib dilakukan untuk meminta keselamatan pada Sang pencipta. Buktinya, antara percaya atau tidak, sebuah keajaiban alam pun terjadi.

    Sebelumnya, kawasan gungung terlihat dikepung awan. Jarak pandang pun hanya pada kisaran 5 sampai 7 meter saja. Namun, anehnya bin ajaib, selepas berkumandangnya adzan, kabut yang semula mengepung tempat itu dan daerah sekitar puncak gunung perlahan bersih dan jarak pandang pun terlihat luas membentang.

    "Ini memang bukan sekadar cerita belaka. Jadi kalau ada ritual seperti ini sebagaimana sering diceritakan para pendaki sebelumnya, baru saya buktikan hari ini,” ujar Erwin, salah satu wartawan yang ikut dalam ekspedisi itu.

    Selepas melewati panjangnya lorong Kano-kano, maka langsung tiba di kawasan puncak gunung. Lagi-lagi pendaki wajib untuk mengunjungi (berziarah) ke jere (tempat keramat) berupa kuburan dipercaya adalah kuburan sultan Ternate pertama. Kuburan itu sendiri diceritakan mencul dengan sendirinya.
    Tepat pukul 12.15 WIT, rombongan terutama yang beragama Islam pun bersiap untuk melakukan salat Jumat berjamaah tepat di kawasan dataran yang penuh dengan bebatuan lava bekas letusan yang mongering hanya sekitar 500 meter dari puncak gunung.

    Walau sederhana dan tidak serapi dilaksanakan dalam masjid, tetapi salat Jumat yang diawali khotbah itu tetap berlangsung khusyuk. Dandim Ternate Harfudin Daeng misalnya, terlihat mengenakan jaket lorengnya sebagai pengganti sajadah.

    Usai salat Jumat berjamaah, Danrem Agus SB kemudian memberikan arahan terkait rangkaian kegiatan HUT Korem. Dengan penuh semangat diikuti teriakan seluruh prajurit, Danrem lalu menancapkan bendera di puncak Gunung Gamalama.

    Seluruh prajurit pun lantas mulai melakukan aksi pembersihan dengan menyisiri gunung untuk mengangkat sampah-sampah yang berserakan. Tak sampai disitu, meski terkepung Kabut, seluruh prajurit kemudian berjalan menyisiri gunung mencari sampah untuk di bersihkan, dan baru setelah pukul 14.00WIT seluruh pasukan kembali turun.

    "Pemandangannnya sangat indah. Ditambah ritual warga sekitar menjadi pengalaman yang punya arti tersendiri bagi saya dan para prajurit. Saya berharap bagi warga yang mendaki gunung agar senantiasa menjaga keindaan alam ini tentunya," ujar Danrem ke-6 Korem 152 itu singkat.

    Tepat pukul 16.00, seluruh rombongan akhirnya kembali dengan melewati jalur pendakian. Seluruh pasukan bersama wartawan akhirnya sampai di tempat semula yaitu kelurahan Marikurubu sekira pukul 20.00 WIT.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Rayakan HUT, Korem 152 Mendaki Gamalama

    Yaman Lancarkan Serangan Udara ke Persembunyian Al-Qaeda

    SANAA--MI: Angkatan Udara Yaman melancarkan serangan ke tempat-tempat persembunyian Al-Qaeda. Serangan udara ini dimulai pada Minggu (14/3).

    Wakil Gubernur Provinsi Abyan Selatan Saleh al-Shamsi, mengatakan tiga serangan udara diluncurkan Senin (15/3) ini. Dia mengaku tidak memiliki informasi terkait lokasi target. Sementara itu, serangan pada hari sebelumnya menewaskan dua anggota al-Qaeda dan melukai orang lain.

    Departemen Pertahanan Yaman menuturkan, serangan pendahuluan pada hari Minggu lalu itu berguna untuk mencegah Al-Qaeda menyerang sebuah lokasi strategis.

    Yaman, lanjutnya, telah bekerja sama dengan intelijen AS guna mendorong upaya kontraterorisme untuk memerangi meningkatnya kehadiran Al-Qaeda. Cabang Al-Qaeda di Yaman telah dikaitkan dengan upaya pemboman yang gagal di Detroit pesawat terikat pada Hari Natal.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Yaman Lancarkan Serangan Udara ke Persembunyian Al-Qaeda

    DPR Ikut Lobi Normalisasi Hubungan Kopassus-AS

    JAKARTA--MI: Di antara anggota tim yang berkunjung ke Amerika Serikat terkait upaya normalisasi hubungan Kopassus dengan Pasukan Khusus Amerika Serikat terdapat salah seorang anggota DPR Komisi I dari FPDIP Helmi Fauzi. Di sana Helmi sempat berdiskusi dengan senator Amerika Serikat Patrick J Leahy yang vokal menentang kerjasama tersebut.

    Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I dari FPDIP Tb Hassanuddin kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (15/3).

    "Komisi I DPR mengutus Helmi Fauzi dari FPDIP untuk bicara dengan beberapa senator yang kritis terhadap pelatihan bersama Kopassus-AS. Tapi, hasilnya kan tidak bisa serta merta," ujar Hassanuddin.

    Ia menyatakan pertemuan Helmi dengan Leahy bukanlah yang pertama kali terjadi. Meski begitu, lobi tersebut belum sampai pada hasil yang optimal. Tapi, sambung dia, setidaknya senator tersebut sudah mendengarkan penjelasan dari Helmi sebagai bagian pertimbangan untuk membuat keputusan.

    "Setidaknya pertemuan itu menjadi pertimbangan," cetusnya.

    Terkait dengan rencana latihan bersama antara Kopassus dan China, ia mengaku belum pernah mendengar hal itu. Meski demikian, ia menyambut baik rencana tersebut asal dilakukan dengan prosedur yang benar.

    "Dalam konteks latihan bersama, bisa dengan negara mana saja asal ada dalam aturan hubungan luar negeri. Jadi, bisa juga dengan China asal melalui prosedur yang benar," tandasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> DPR Ikut Lobi Normalisasi Hubungan Kopassus-AS

    Marinir Siap Latihan Terpadu


    Material tempur yang akan digunakan dalam Latihan Kesiapan Terpadu Korps Marinir tahun 2010 diantaranya Tank Amfibi PT-76, BTR-50, BVP-2, Roket RM-70 Grad dan Howitzer 105.

    Gelar kesiapan tersebut diikuti 4.728 prajurit Marinir wilayah timur.

    Gelar kesiapan pasukan Marinir wilayah timur dilakukan di Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Senin, (15/3). Gelar pasukan ini dalam rangka persiapan Latihan Kesiapan Terpadu Korps Marinir tahun 2010, 18 Maret - 22 April mendatang
    Readmore --> Marinir Siap Latihan Terpadu

    Monday, March 15, 2010 | 8:22 PM | 0 Comments

    Russia to float out new nuclear sub on May 7


    A new Russian nuclear-powered multipurpose attack submarine will be floated out on May 7, a shipyard spokesman said on Monday.

    Construction of the Severodvinsk, a Project 885 Yasen (Graney) class submarine, began in 1993 at the Sevmash shipyard in the northern Russian city of Severodvinsk but has since been dogged by financial setbacks.

    "A floating out ceremony for Russia's new Severodvinsk nuclear submarine at the Sevmash shipyard has been scheduled for May 7," the official said.

    Graney-class nuclear submarines combine the ability to launch a variety of long-range cruise missiles (up to 3,100 miles or 5,000 km) with nuclear warheads, and effectively engage submarines, surface warships and land-based targets.

    The submarine's armament includes 24 cruise missiles, including the 3M51 Alfa SLCM, the SS-NX-26 Oniks SLCM or the SS-N-21 Granat/Sampson SLCM. It will also have eight torpedo launchers, as well as mines and anti-ship missiles such as SS-N-16 Stallion.

    Severodvisk is expected to enter service with the Russian Navy by late 2010.

    Last year, work started on the second sub in the series, the Kazan, which will feature more advanced equipment and weaponry.

    Russia's Navy commander, Adm. Vladimir Vysotsky, has said that the construction of new-generation nuclear-powered ballistic missile and attack submarines was a top priority for the Russian Navy.

    Sumber: RIA
    Readmore --> Russia to float out new nuclear sub on May 7

    Indonesia Berharap Normalisasi Hubungan Militer dengan AS

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Reformasi telah terjadi dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia secara alami. Seharusnya, Amerika Serikat bisa melihat perubahan itu dan menciptakan normalisasi hubungan militer kedua negara.

    Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan hal itu seusai menerima kunjungan Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Asia Barat dan Pasifik, Kurt Campbell, di kantornya, Senin (15/3). “Reformasi di tubuh TNI merupakan sebuah fakta. Kini tinggal bagaimana Amerika Serikat menyikapinya,” kata Marty.

    Jika saat ini pemerintah Washington sudah bisa mengapresiasi perkembangan itu, Marty menambahkan, seharusnya akan ada normalisasi. Tapi, kalau sebaliknya, Amerika Serikat merasa perlu untuk mempelajari lagi normaliasi itu, memahaminya lebih baik, pemerintah Indonesia tidak akan memaksa.

    Pemerintah Indonesia, kata Marty, hanya ingin negara lain termasuk Amerika Serikat tahu bahwa reformasi di tubuh TNI sudah dilakukan tanpa paksaan dari siapapun. “Seandainya itu menjadi bahan untuk merubah sikapnya, ya, syukur Allhamdulilah. Kami biarkan itu semua mengalir dengan alamiah,” kata Marty sambil menambahkan, "Kami tidak ingin ada bentuk kerjasama yang seolah-olah kondisionalitas (bersyarat)."

    Kurt mengunjungi Marty sebagai bagian dari rangkaian kunjungannya ke beberapa negara di kawasan Asia Barat dan Pasifik. Kedatangan Kurt juga terkait persiapan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia.


    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Indonesia Berharap Normalisasi Hubungan Militer dengan AS

    Kopassus Buka Peluang Kerja Sama Latihan Militer dengan China

    JAKARTA--MI: Komando Pasukan Khusus sedang menjajaki kemungkinan mengadakan kerjasama latihan militer dengan China. Kopassus juga menunggu hasil dari lawatan ke Amerika Serikat terkait pembukaan kembali jalinan kerjasama militer dengan pasukan khusus AS yang terputus.

    Hal ini disampaikan oleh Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Paulus Lodewijk kepada wartawan seusai memimpin sertijab sejumlah posisi internal Kopassus di Jakarta, Senin (15/3).

    "Itu (inisiasi) sejak tahun kemarin. Sudah mulai ada tahapan-tahapan. Biasanya mulai dari Army to Army Talk lalu penandatangan Mou. Ini belum ditandatangani, tunggu initial planning dulu," kata Lodewijk.

    Upaya untuk menjalin latihan militer bersama China merupakan usaha untuk menambah partner bagi Kopassus meningkatkan kemampuan sebagai pasukan elit di lingkungan TNI AD. Pernyataan ini secara implisit menegaskan bahwa Kopassus tak semata-mata menggantungkan harapan pada Amerika Serikat setelah mereka menutup akses untuk Kopassus berlatih bersama. Hal itu dilakukan sejak reformasi setelah seorang senator Amerika menuding bahwa oknum Kopassus banyak terlibat dalam pelanggaran HAM disejumlah aksi.

    "Kita kesana hanya menjelaskan, masalah normalisasi atau tidak saya katakan partner kita ada yang lain. Ada beberapa negara yang latihan dengan kita. Ada singapura, Thailand, Australia, dan China. China juga kerjasama dengan kita. Kita akan kerjasama militer China," jelasnya.

    Ia bersama tim dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan datang dalam forum Amerika Indonesia Talk menjelaskan reformasi internal yang dilakukan oleh Kopassus beberapa waktu lalu. Ia menegaskan jika seluruh tuduhan pelanggaran HAM yang dialamatkan ke Kopassus sudah ditangani oleh hukum Indonesia. Sehingga, tidak ada lagi prajurit yang bersalah dan belum dihukum.

    "Kasus HAM kan dari Panglima TNI sudah menjelaskan tidak ada lagi. Yang terlibat sudah dihukum sesuai hukum Indonesia," tukasnya.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> Kopassus Buka Peluang Kerja Sama Latihan Militer dengan China

    Peningkatan Impor Senjata Ancam Asia Tenggara


    Stockholm (ANTARA News) - Peningkatan besar-besaran impor senjata oleh negara-negara Asia Tengara dalam lima tahun terakhir dapat mengancam stabilitas kawasan itu, demikian sebuah lembaga riset yang bermarkas di Swedia, Senin.

    Institut Riset Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) mengatakan dalam laporan tahunannya Senin bahwa impor senjata oleh Indonesia, Singapura dan Malaysia melonjak dengan 84 persen, 146 persen dan 722 persen secara berturutan antara 2005 dan 2009, dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, sebagaimana dikutip dari Reuters.

    "Gelombang penerimaan (senjata) Asia Tenggara sekarang ini dapat membuat tidak stabil kawasan itu, membahayakan beberapa dasawarsa perdamaian," Siemon Wezeman, pakar Asia SIPRI, mengatakan dalam laporan tersebut.

    Singapura, Malaysia dan Indonesia bulan ini telah meningkatkan patroli laut di Selat Malaka, jalur pelayaran penting, setelah angkatan laut Singapura menyatakan mereka telah menerima indikasi sebuah kelompok teroris telah merencanakan serangan terhadap tanker minyak.

    Peningkatan dalam pembelian pesawat tempur jarak-jauh dan kapal perang oleh ketiga negara itu telah mempengaruhi rencana usaha untuk mendapatkan (senjata) dari negara-negara tetangga, kata kelompok pemikir itu.

    Tahun lalu, Vietnam menjadi negara Asia Tenggara terakhir yang akan memesan pesawat tempur jarak jauh dan kapal selam. Singapura adalah anggota pertama Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara sejak akhir perang Vietnam yang akan dimasukkan di antara ke 10 pengimpor penting senjata , kata SIPRI.

    Institut Swedia itu, yang melakukan riset independen terhadap keamanan, senjata dan perlucutan senjata internasional, mengatakan transfer senjata global dalam periode lima tahun itu meningkat 22 persen, dengan Asia dan Oseania sebagai penerima terbesar dengan 41 persen dari keseluruhannya.

    Eropa menyusul dengan 24 persen, kemudian Timur Tengah 17 persen.

    AS tetap pengekspor peralatan militer terbesar di dunia, yang bertanggungjawab atas 30 persen dari penjualan senjata ke luar negeri selama periode tersebut. Hampir 40 persen dari pengiriman AS, dikirim ke Asia dan Oseania dan jumlah yang sama ke Timur Tengah.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Peningkatan Impor Senjata Ancam Asia Tenggara

    AS Isyaratkan Cabut Embargo Kopassus

    JAKARTA--MI: Amerika Serikat mengisyaratkan mencabut larangan pelatihan bagi prajurit Komando Pasukan Khususu TNI Angkatan Darat (Kopassus). Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso ketika dikonfirmasi di Jakarta, Senin (15/3) mengatakan positif itu kini tengah ditindaklanjuti oleh kedua negara.

    "Hasilnya positif, mereka isyaratkan untuk memberikan kesempatan latihan dan pendidikan bagi prajurit Kopassus di AS," kata Djoko seusai menutup Latihan Gabungan Antiteror TNI-Polri di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

    Ia mengemukakan, kemungkinan pendidikan dan latihan bagi prajurit Kopassus di AS akan dimulai pada 2011. "Ya kita tunggu saja proses tindaklanjutnya," ujar Djoko.

    Kopassus menjalin kerja sama pendidikan dan latihan dengan sejumlah negara seperti AS. Namun, kerja sama itu terhenti, menyusul embargo militer yang diterapkan AS terhadap Indonesia pada 1999. Bahkan setelah AS mencabut embargo militernya terhadap Indonesia pada November 2005, pelatihan dan pendidikan bagi Kopassus masih belum diberikan pihak negara Paman Sam itu.

    Padahal, pascapencabutan embargo militer itu, AS telah membuka kembali kerja sama "International Military Education and Training" (IMET), "Foreign Military Sales" (FMS), "Foreign Military Financing" (FMF), maupun "Defence Export" dengan Indonesia.

    Terkait itu, awal pekan bulan ini Indonesia mengirimkan tim ke AS untuk menjajaki kembali kemungkinan prajurit Kopassus kembali berlatih di AS. Tim terdiri atas unsur Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Mabes TNI.

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> AS Isyaratkan Cabut Embargo Kopassus

    Danjen Kopassus: TNI Bisa Tangani Terorisme di Obyek Manapun

    JAKARTA, KOMPAS.com - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus atau Danjen Kopassus Brigjen Lodewijk F Paulus mengatakan, TNI memiliki kemampuan menangani kasus terorisme di obyek atau area manapun di Indonesia.

    Lodewijk menjelaskan tindak terorisme bisa terjadi di berbagai obyek area manapun, bisa di perkotaan, hutan-hutan, gedung, hingga pesawat. "Kemampuan satuan bisa menangani di semua obyek. Entah itu Detasemen Khusus 88 Antiteror (Polri), Detasemen Jalamangkara (TNI AU), Detasemen Bravo (TNI AU), dan lainnya, saya kira sama lah semua," kata Lodewijk usai upacara serah terima jabatan sejumlah Komandan Satuan di Makopassus, Cijantung, Senin ( 15/3/2010 ).

    Terkait peta terorisme Indonesia yang mulai merambah kawasan hutan di Aceh, kata Lodewijk, bukan berarti mutlak TNI yang ambil tindakan karena lebih menguasai medan pertempuran.

    Seperti dikatakannya, TNI atau juga Polri memiliki kemampuan yang sama di areal obyek manapun. "Bukan berarti kalau kasus teroris di perkotaan itu polisi yang tangani, sementara yang di hutan-hutan itu urusan TNI. Bukan begitu," kata dia.

    Ia menjelaskan, kasus terorisme sebagai tindak pidana, masih menjadi wilayah Polisi sebagai aparat penegak hukum. Kopassus sebagai pasukan elit TNI, ungkapnya, hanya siap siaga memberi bantuan jika memang diperlukan. "Katakan seperti kasus penyanderaan di Mumbai, India, Polisi kesulitan. Nah di situ kami masuk, saling membantulah," tegasnya.

    Lodewijk juga membantah jika dikatakan selama ini terjadi tumpang tindih dalam penanganan kasus teroris di Indonesia. Ia menegaskan tidak ada tarik menarik kepentingan antara Polri dan TNI dalam pelaksanaan tugas pemberantasan terorisme.

    "Tapi sering dikatakan, terorisme itu extraordinary crime yang harus dilawan seluruh komponen bangsa. Terutama Polisi dan TNI, kita harus bersatu padu," kata Lodewijk tegas.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Danjen Kopassus: TNI Bisa Tangani Terorisme di Obyek Manapun

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.