ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Saturday, May 11, 2013 | 10:30 AM | 11 Comments

    Proses Alih Teknologi Kapal Selam Korsel Masih Berjalan Alot

    Jakarta – Meski sepakat soal transfer teknologi, pembuatan kapal selam kerjasama Indonesia-Korea masih menghadapi kendala. Soalnya, pihak Korea meminta Indonesia tidak terlibat terlalu jauh, melainkan cukup melihat proses pembuatannya saja. “Memang gampang diucapkan, tetapi detailnya harus dijelaskan,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di kantornya kemarin.

    Ini bermula ketika Indonesia memesan tiga unit kapal selam berbobot 1.500-16000 ton ke galangan kapal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering. Kedua negara sepakat satu kapal selam pertama dibangun di Korea Selatan. Pembuatan kapal selam kedua tetap dilakukan di Korea Selatan, namun dikerjakan bersama dengan perwakilan Indonesia, PT PAL. Adapun kapal selam ketiga bakal digarap di galangan PT PAL di Surabaya, Indonesia.

    Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Muda Rachmad Lubis mengatakan, dalam perjanjian alih teknologi itu, Indonesia meminta perwakilan PT PAL ikut serta dalam perakitan kapal selam. Tapi pihak Korea Selatan tidak setuju. “Mereka meminta Indonesia Learning by seeing atau cukup melihat proses pembuatan saja,” kata Rachmad. Korea beralasan, galangan kapal Daewoo dikejar target pemesanan kapal selam dari sejumlah negara. Mereka khawatir keterlibatan Indonesia dalam perakitan akan mengulur waktu mereka.

    Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat meminta Kementerian Pertahanan meninjau kembali nota kesepahaman kerja sama pembelian tiga kapal selam itu. “Jangan sampai teledor dan berujung negara merugi karena tidak maksimal mendapatkan transfer teknologi,” kata anggota Komisi Pertahanan, Yahya Sacawiria, kemarin.

    Sumber : Koran Tempo/MIK

    Berita Terkait:

    11 komentar:

    Militer Indonesia,Sepakbola, dan Railfans said...

    nah kan rugi lagi dah negara ini udah gua prediksi kerja sama dengan korea selatan itu kaga bener....
    ngeyel di bilangin para formil sih nih pak menhan

    Agus AK said...

    Udah diduga dari awal, korsel beli lisensi ke jerman tuh mahal, mana bisa kasih gratisan kalo cuma beli 3 kapal selam doang,.... Udahlah hentikan aja, beli dari rusia aja, bedah di PAL, kan rusia udah setuju tuh mau bikin bengkel kalsel di PAL, nego lagi minta TOT

    muhammad sahrul said...

    Low g'boleh trlibat jauh utk pmmbwtn KS mending bralih kngara lain aj..

    mul yono said...

    selalu ada kendala...itu berarti INDONESIA...memang dituntut untuk mandiri dan memang ditakdirkan untuk menjadi negara digdaya

    Zainal Arifin said...

    Pada kerjasama pembuatan pesawat tempur Indonesia sudah diKADALIN ama Korsel, masak kerjasama kedua pembuatan kapal selam Kita masih mau juga di BUAYAIN. Kalau ini masih mau ya...memeng Indonesia bangsa yang bodoh (terutama pejabat yang berkuasa)yang gampang dibodohin oleh bangsa lain.

    Ferry Cinta Indonesia said...

    Alasan yg mengada-ada & nampak bgt hanya berpihak pada kepentingan Korsel. Waktu proses lelang, Korsel berusaha mendekati Indonesia dg berbagai cara, setelah kontrak ditandatangani malah berbalik menekan Indonesia...

    Dua peristiwa kerjasama alutsista mau coba dimainkan Korsel, dari program KFX/IFX & skrg mau menyentuh program kapal selam... Benar2 tdk ada komitmen & konsistensi. Sangat disesalkan, apa dg dua peristiwa di Korsel kita sdh wktnya mengevaluasi & menghitung ulang kerjasama, bahkan kalau perlu dibatalkan. Sangat mengecewakan...

    tomihadia said...

    pejabat indonesia bisa koropsi terus

    Syahla Kalista said...

    knapa sih harus terpaku pada satu negara...???
    padahal negara yang bisa membuat kapal selam kan bukan korsel aja...gak kapok2 kena tipu ama negara lain....

    denbejho said...

    udh terbukti dua kl di cipoain, pemerintah hrs cepat bertindak, hentikan kerja sm militer sm seol, pindah aja ke korut, iran, bkn ks mini atau ke turky lbh jelas, atau ke rusia sekalian...cepat,,cepat jangan diam aja pemerintah dan dpr ini...!

    dwi said...

    Ada baiknya d tinjau ulang deh kerjasama dengan korsel........ masak kena tipu ampe 2 kali.

    kasian ma keledai dong.... hari gini masih kena saing :)

    papi said...

    sebaiknya indonesia kerjasama alih teknologi militer dengan rusia daripada dengan negara-negara sekutu amerika

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.