ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, June 14, 2013 | 12:06 PM | 3 Comments

    TNI AU Akan Melakukan Pengadaan Peluru Kendali Jarak Menegah

    Yogyakarta (MID) - TNI Angkatan Udara (AU) menargetkan penambahan 88 pesawat tempur, angkut, dan latin, pada 2014. Pesawat-pesawat tersebut akan melengkapi alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sudah ada.

    “Pesawat yang akan datang di antaranya T50 dan pesawat latih Grop,” ungkap KSAU, Marsekal TNI IB Putu Dunia.

    Sementara untuk pesawat tempur adalah F16, Sukhoi, dan Super Tucano dan pesawat jenis angkut, yakni CN295, Hercules, serta pesawat rotor atau helikopter.

    “Pesawat itu diharapkan sudah ada di Indonesia tahun depan,” tegasnya.

    Selain pesawat, lanjur dia, TNI AU juga akan melengkapi alutsista modern, seperti radar pertahanan udara, peluru kendali jarak sedang, dan pesawat tanpa awak.

    Strategi lain dalam membangun kekuatan TNI AU, yakni mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengawaki alutsista tersebut.

    “Konsekuensi dengan bertambahnya alutsista ini yaitu harus menyiapkan SDM lebih banyak, terutama penerbang,” ungkapnya.

    Menurut IB Putu Dunia, TNI Au menargetkan setiap tahun ada 40 penerbang baru, baik berasal dari lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) maupun prajurit sukarela dinas pendek (PSDP).

    Selain mendidik di sekolah penerbang (Sekbang), TNI AU juga mengirim prajurit ke luar negeri.

    “Dengan langkah ini, untuk penerbang maupun yang mengawaki alutsista lainnya akan terus bertambah setiap tahun,” tandasnya.

    Sumber : OKEZONE

    Berita Terkait:

    3 komentar:

    tomihadia said...

    BILA INDONESIA INGIN MEMBELI PELURUH KENDALI JARAK MENENGAH UNTUK TNI AU MESTI NYA HARUS SEBANDING DENGAN KECEPATAN PESAWAT JET F 22, F 35, F 16, SUKHOI SU 35 BM, SUKHOI 47 & 37 STEILT RATA2 2.5 MACT TIGA KALI KECEPATAN SUARA, INI KARENA DAN RADAR HARUS SE IMBANG DENGAN TARGET NYA, INDONESIA HARUS PUNYAI SATELIT 10 KALI DOBLE NONSTOP 24 JAM BERGANTIAN DENGAN SATELIT PENERBANGAN SIPIL, SEMOGA JUGA RUDAL LAPAN 12,5 METER PELURUH KENDALI PERPEC UNTUK INDONESIA BESAR RAKSASA

    anonymous nationalism said...

    Saya setuju, sembari mempersiapkan peluru kendali jarak menengah, indonesia juga harus mengadakan radar2 di Pulau terluar, membangun markas TNI AL terapung dan melengkapi radar, kapal perang,kapal selam, 2 kompi personil, 6 heli serang dan serbu dng helipad,serta mengadakan satelite mata2, militer yg dilengkapi persenjataan.

    Ary Setya said...

    Maju indonesiaku mantap

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.