ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Saturday, August 10, 2013 | 10:53 AM | 1 Comments

    Islamic Development Bank Fasilitasi Kredit Ekspor Untuk PT DI

    Jakarta (MID) - Islamic Development Bank (IDB) bersedia mengucurkan kredit ekspor USD 3,3 miliar atau setara Rp 30 triliun kepada PT Dirgantara Indonesia. Pinjaman ini merupakan hasil lobi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang menemui Presiden IDB Ahmed Mohammed Ali di Mekkah, kemarin, di sela-sela umrah.

    Dalam pertemuan keduanya, seperti dituturkan ulang oleh Kabag Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi, Dahlan mempromosikan PT DI sebagai industri strategis Indonesia yang telah menawarkan pesawat buatan mereka ke beberapa negara seperti Bangladesh dan beberapa negara lain di Afrika. IDB akhirnya tertarik membantu pembiayaan pemasaran pesawat buatan dalam negeri tersebut.

    "IDB tertarik untuk memberikan fasilitas kredit ekspor bagi Bangladesh. Saya juga ditanya negara mana saja yang sudah menyatakan minatnya tapi terhalang masalah pembiayaan. Saya sudah sampaikan negara-negara dimaksud termasuk Filipina," ujar Dahlan lewat siaran pers kepada merdeka.com, Selasa (6/8).

    Menurut Dahlan, selama tiga tahun ke depan IDB akan menyediakan fasilitas pendanaan mencapai Rp 30 triliun atau USD 3,3 miliar. IDB juga akan membuka kantor di Jakarta pada akhir tahun ini. Selama ini untuk Asia Tenggara IDB masih berkantor di Kuala Lumpur.

    Selain lobi yang dia usahakan, Dahlan menyebut Ahmed mengenal baik mantan Presiden B.J Habibie, sekaligus pendiri BUMN itu yang dulu bernama IPTN. Nama besar pakar pesawat itulah yang mendorong bos IDB ini mau membantu Indonesia

    "Dr Ahmed mengatakan mengenal baik industri pesawat Indonesia karena pernah diajak Prof Habibie ke Bandung di awal tahun 1990-an. Dia berharap apa yang saya inginkan tersebut bisa dilakukan oleh IDB. Dr Ahmed menyatakan kegembiraannya mendengar paparan saya bahwa kini PT DI memperoleh kemajuan besar dan untuk pertama kalinya tidak lagi rugi," katanya.

    Selain promosi PT DI, Ahmed juga mempromosikan IDB yang telah berkembang pesat sejak beberapa tahun terakhir dan selalu memperoleh rating tertinggi AAA. Ahmed juga berharap dapat menjalin kerjasama dengan BUMN Indonesia.

    Dalam pertemuan ini, Dahlan turut bertemu Dr Ahmed Saleh Hariri pimpinan IDB divisi Asia Selatan dan Tenggara. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka umrah sekaligus melihat dan mencari proyek untuk BUMN di Timur Tengah.

    Sumber : Merdeka

    Berita Terkait:

    1 komentar:

    tomihadia said...

    kenapa tidak di fasilitasi oleh ke uangan dalam negri indonesia bank indonesia sebagai pecetak duit yang suku bungan nya 5% kurang atau lebih di perkirakan tahun 2013 ini, semoga market dan produk dirgantara membaik dan lebih bagus dari rusia, amerika, italia, jerman, brasil, japan, korea, arab, china dan afrika

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.