ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, January 31, 2013 | 12:45 PM | 4 Comments

    Debat Polemik Pengembangan Pesawat Tempur KFX

    Seoul (MIK/WDN) - Menurut anggota Majelis Komite Pertahanan Nasional, tahun ini atau tahun depan, akan melakukan klarifikasi kontroversi pengembangan KFX yang memakan lebih dari 10 tahun.

    Seperti yang telah dilontarkan oleh sebuah lembaga penelitian nasional, dimana lembaga tersebut mengkritik Majelis Komite Pertahanan Nasional dalam sebuah diskusi forum ke 28 yang bertajuk “Bagaimana KFX Bisa Mengejar?” di Gedung Badan Pembangunan Pertahanan (ADD).

    Tapi berbeda dengan Korea Institute Defense Analysis (KIDA) yang mengatakan dalam pengembangan alutsista merupakan hal yang wajar mempromosikan produk dalam negeri, membeli dari negara lain, atau memodifikasi alutsista tersebut untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

    Proyek pengembangan pesawat tempur KFX akan diproduksi pada tahun 2020 untuk menggantikan pesawat tempur F-4 dan F-5 yang akan pensiun dari armada Angkatan Udara Korsel (ROKAF). Proyek KFX sendiri telah diumumkan sejak tahun 2001 lalu, dan akan melakukan studi kelayakan program KFX pada tahun ini.

    Menurut manager Pengembangan Sistem Penerbangan ADD, “Untuk pengembangan pesawat tempur KFX tersebut memiliki keunggulan karena harga dan biaya opersionalnya murah dan efisien. Selain itu KFX juga memiliki kemampuan teknologi terkini, seperti radar AESA (Active Electronically Scanned Array) dan teknologi yang mengandung konten lokal sebesar 87 persen.”

    Dia juga memperkirakan biaya produksi massal pesawat tempur KFX sekitar ₩ 8,6 sampai 9 triliun dengan dana estimasi awal menelan biaya ₩ 23 triliun. Bila produksi massal tersebut mencapai 208 – 676 unit, maka diprediksikan harga satuan pesawat tempur KFX sekitar US$ 60-90 juta dollar AS per unitnya.

    Selain itu menurut seorang pejabat ROKAF mengatakan dengan masuknya pesawat tempur KFX dalam jajaran armada ROKAF, akan memberikan keuntungan yaitu kemudahan dalam dukungan logistik yang cepat dan mudah yang merupakan salah satu tujuan dalam pengembangan KFX.

    Dan saat ditanya “Apakah kemampuan pesawat tempur KFX lebih tinggi dari produk impor yang sejenis?, pejabat ROKAF tersebut masih enggan berbicara banyak mengenai hal tersebut.

    Menurut Dr. Lee Ju Hyung selaku anggota KIDA mengatakan dengan dana pengembangan yang menelan biaya lebih dari ₩ 10 trilun jauh lebih ekonomis daripada harus mengimpor alutsista dari luar negeri.

    Hal ini bertentangan dengan pihak Lockheed Martin dan Boeing yang pesimis dengan pengembangan KFX karena memiliki resiko yang sangat tinggi dan Korsel sendiri belum memiliki pengalaman dalam pengembangan pesawat tempur.

    Sumber : Hankooki/MIK

    Berita Terkait:

    4 komentar:

    tomihadia said...

    pesawat pt dirgantara sebagai modal dasar perakitan pesawat tempur indonesia yang tekenal di seluruh dunia dan di lanjut mencetak pesawat kfx indonesia seharusnya di buat di tanah air indonesia raya untuk masa depan astronot di indonesia menuju ke ruang angkasa meneliti planet yupiter, bulan, dan memperbesar satelit lapan indonesia

    BlogKu said...

    YANG PENTING MAJUUUU TERUSSSSSSSSSSSSSS.....

    tomihadia said...

    ┈┈┈┈┈┈▕▔╲┈┈┈┈┈┈
    ┈┈┈┈┈┈┈▏▕┈┈HEBAT
    ┈┈┈┈┈┈┈▏▕▂▂▂┈┈┈
    ▂▂▂▂▂▂╱┈▕▂▂▂▏┈┈
    ▉▉▉▉▉┈┈┈▕▂▂▂▏┈┈
    ▉▉▉▉▉┈┈┈▕▂▂▂▏┈┈
    ▔▔▔▔▔▔╲▂▕▂▂▂▏┈┈

    
    __/\__
    `==/\==`
    ____________/__\____________
    /____________________________\
    __||__||__/.--.\__||__||__
    /__|___|___( >< )___|___|__\
    _/`--`\_
    (/------\)
    HEBAT INDONESIA RAYA KU BANGGA DAN BAHAGIAN SEMUA INDONESIA RAYA

    tomihadia said...


    ******* __/\__
    ******`==/\==`
    ____________/__\____________
    /____________________________\
    __||__||__/.--.\__||__||__
    /__|___|___( >< )___|___|__\
    ********_/`--`\_
    ********(/------\)

    .... ,--,
    .... \. _\_
    ... _\/_|_\____,'.\
    - (___,.--.,_____(
    ....... \....\
    ........ \....\
    ......... `--´


    .........__|__........
    --@--@--(_)--@--@--


    .... ______ .......______
    ... /_______\о о/______ \
    ..(О. --=-- .О) (о\=заз=/о)
    ..."Ш""""""Ш" .. "Ш""""""Ш"
    maju indonesia ku

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.