ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Sunday, April 21, 2013 | 9:22 AM | 7 Comments

    PT PAL Akan Kerjakan 16 Unit KCR-60 TNI AL

    Surabaya - Sinergi antara industri galangan kapal dengan industri pertahanan nasional makin kuat. Hingga sepuluh tahun ke depan, kebutuhan kapal industri pertahanan khususnya kapal cepat rudal (KCR) 60 meter mencapai 16 kapal. Saat ini tiga kapal di antaranya sudah menjalin kontrak kerja sama dengan PT PAL.

    Dirut PT PAL M Firmansyah Arifin mengatakan, pembangunan KCR tersebut mengacu pada perjanjian surat jual beli kedua pihak, yakni untuk W273, 274, 275. "Kapal pertama kami serahkan akhir Desember tahun ini, kapal kedua Maret 2014 dan kapal ketiga pada medio Juni 2014," urainya saat memantau proses pembangunan dasar kapal (keel laying) di pabrik PT PAL di Surabaya, Kamis (18/4).

    Dia mengatakan, sebagai industri galangan kapal, kendala utama pada pasokan peralatan dan komponen kapal. Selama industri dalam negeri belum mampu menyuplai peralatan dan komponen yang diperlukan, maka industri galangan kapal tetap bergantung ke impor. "Tapi dengan keterbatasan itu, kami berusaha untuk menyelesaikan proyek ini sesegera mungkin. Karena dengan demikian kami masih terus dipercaya untuk memenuhi kebutuhan kapal TNI-AL," ucapnya.

    Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio mengatakan, kebutuhan kapal TNI makin besar. Sebab untuk mempertahankan kedaulatan, perlu memiliki angkatan laut yang kuat. Disebutkan, dalam concept map hingga 2024, kebutuhan KCR 60 meter mencapai 16 kapal dan KCR 40 meter 16 kapal. Sehingga total kebutuhan 32 kapal.

    "Nah ini sekaligus memajukan industri perkapalan nasional dan tantangan bagi PT PAL ke depan. Melalui momentum ini kami berharap PT PAL makin meningkatkan kinerja sebagai leading sector kapal perang skala dunia," tutur dia.

    Marsetio mengatakan, kendati baru menandatangani kontrak kerja sama untuk pembangunan KCR tiga unit, tapi ke depan pihaknya akan tetap mempercayakan pembangunan tiga belas kapal sisanya pada perusahaan pelat merah tersebut. "Total, 16 KCR 60 meter kami akan dibuat oleh PT PAL," tandas dia. Sedangkan, untuk KCR 40 meter akan dipercayakan pada industri galangan kapal nasional melalui mekanisme lelang.

    Disebutkan dana yang dianggarkan untuk membeli satu KCR mencapai Rp 500 miliar. Marsetio mengakui, pembangunan satu kapal tidak dapat mengandalkan komponen dalam negeri sepenuhnya. Menurutnya itu wajar, di berbagai negara pun memang rakitan dari berbagai negara seperti Jerman, Jepang dan Inggris. "Tapi kami harapkan semua industri dan peralatan dalam negeri dipakai secara maksimal, misalnya kerja sama teknologi dengan PT LAN Industri (Persero), lalu pelat dari Krakatau Steel, interior dengan PT INKA. Jadi, semua industri dalam negeri diberdayakan," tegasnya.

    Selain KCR, lanjut Marsetio, pihaknya sudah memesan kapal selam pada PT PAL yang bekerja sama dengan Korea Selatan. Dua kapal selam akan dibangun di Korea dan sisanya satu kapal di galangan milik PT PAL. Sedangkan untuk membangun itu, PT PAL mengirim karyawannya ke Korea.

    Sumber : JPNN

    Berita Terkait:

    7 komentar:

    tomihadia said...

    SEMOGA PT PAL NGEBUT MEMBUAT 16 Unit
    KCR-60 TNI AL dan selesai tahun ini 2013

    tomihadia said...

    SEMOGA BANK BANK INDONESIA MENCETAK UANG YANG BANYAK UNTUK RAKYAT INDONESIA PERTAHANAN DAN KE AMANAN INDONESIA RAYA BESAR DAN RAKSASA

    dkuntadi said...

    mengaca pada kapal perang amerika sudah dilengkap senjata laser cahaya anti kapal2 kecil iran.

    Kalau permainan lawan amerika, 16 kcr bisa dihancurkan dengan laser oleh US. sudah saatnya TNI AL mengadakan riset cahaya laser anti kapal2 kecil.

    Senjata laser anti kapal2 kecil ternyata mirip geographic/nation science di tv.. merupakan cermin kecil yang pecahan kepingan kaca banyak yang terkumpul mudah memanas cahaya ke kapal2 kecil langsung terbakar cepat..

    coba buka engine search cermin kepingan kaca kecil2 bisa dijadikan senjata laser cahaya anti kapal. laser yang berkekuatan tajam (kumpulan cahaya warna2) itu tinggal diarahkan ke cermin langsung mengarahkan panas ke kapal kecil. Cermin pecahan kecil mengarahkan cahaya itu bukan menerima panas, tapi menerima cahaya untuk ditransfer panas ke obyek.. tdk ada hbngn dgn panas diterima tapi kekuatan cahaya saja bisa dimanfaatkan contohnya LASER warna2 biasa.. !! cobalah diriset !

    dkuntadi said...

    cermin menerima cahaya laser warna2 biasa, tapi taruh suhu panas di depan cermin. karena cahaya dikirimkan ke target mendapat suhu panas setelah terpantul dari cermin pecahan kaca kecil2 sekali.

    santi said...

    Riset laser masih jauh panggang dr api..

    G gampanG seperti membuat roti.
    Industri kt msh blom bs buat lampu y terang apa lg Teknologi bohlam blum ada riset y mendalam..

    Ini salah dr road map perkembangan ilmu pengetahuan indonesia, terlihat dr minimnya dana riset u BPPT atAupun untuk Ilmuwan y ada di PTN ternama, rata2 ilmuwan indonesia lbh suka ke malaysia atau jepang krn terjamin kehidupanya dan mudah u melakukan riset.

    Jd Jgn menghayal bs pny teknologi laser, laser pointer y kecil ajah msh beli dr China...klo ada buatan Indonesia pasti blinya y murah, y murah ya product china...Gmn mau berkembang riset indonesia klo produk dlm negeri di tinggalkan dan lbh suka produk murah dr china..

    Msh butuh 100th lg kt bs bkin tuh laser...

    tomihadia said...

    saya yakin indonesia sudah mempunyai tegnologi laser tempur pertahanan ini sangat rahasia dari tim iptek indonesia ,contoh = BATAN, LAPAN, DIRGANTARA, PAL, PINDAD, TELEKOM, PERS, UI, AMIK, ITB, SUMBERDAYA MANUSIA PENGAJIAN INDONESIA,
    HAK SIAR TELEVISI INTERNASIONAL BANYAK DI INDONESIA YAITU; RUSIA TODAI TV, NHK NIPON, VOA AMERIKA, RETURN, CHINA TV, BRUNAI ASEAN TV, INDIA, LIGA ARAB , KABAH DAN MADINA LIVE TV, DW JERMAN KOREA, DLL 1000 CHANEL SIARAN TV UNTUK SIAR INTER NASIONAL DI NKRI INDONESIA

    sugianto harisantoso said...

    Bagus Pak Pres kita buat KCR-60 16 buah, utk menyebar rudal2 diseluruh lautan nusantara dan kalau sdh terealisasi kapal2 tsb baru dilanjutkan kapal2 KCR-100 10 buah shg wilayah nusantara menjadi tebaran rudal2 yg sangat membahayakan bila digunakan oleh TNI AL utk manever agresor yg akan menggangnggu NKRI. Hanya Nusantara satu2 didunia......penuh tebaran rudal...............

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.