ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Sunday, May 12, 2013 | 5:33 PM | 12 Comments

    Komisi I : Kerja Sama Alutsista dengan Inggris Harus Dibatalkan

    Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tb Hasanuddin mendesak pemerintah agar membatalkan kerja sama alutsista dengan Pemerintah Inggris. Hal ini dikarenakan negara kerajaan itu telah menghina bangsa Indonesia dengan membiarkan berdirinya kantor perwakilan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford.

    “Pernyataan hormat mereka (Inggris) terhadap keutuhan NKRI hanya di mulut, padahal kenyataannya tidak,” kata Hasanuddin, Ahad (12/5).

    Menurutnya, keputusan pemerintah tetap melanjutkan kerja sama ini dengan dalih untuk memenuhi kebutuhan alutsista, tidak bisa dibenarkan. Pasalnya, Inggris bukan satu-satunya negara yang memiliki peralatan militer yang bagus. “Masih ada Perancis, Rusia, dan negara-negara lain yang punya alutsista lebih baik dari Inggris,” tuturnya.

    Karena itu, sebelum persoalan kantor OPM tersebut benar-benar dituntaskan, kata Hasanuddin, Pemerintah Indonesia seharusnya bisa bersikap tegas dan menekan Inggris. Apalagi, negara itu saat ini membutuhkan dana banyak untuk pemulihan ekonomi mereka yang tengah dilanda krisis.

    Hasanuddin mengatakan, sikap Inggris yang mengizinkan pendirian kantor OPM di Oxford jelas-jelas telah mencederai hati rakyat Indonesia. “Bagaimana kalau seandainya di Indonesia juga dibangun kantor perwakilan kelompok separatis Irlandia Utara? Pasti Inggris juga tidak akan terima itu,” ucapnya.

    Seperti diketahui, Jumat (10/5) lalu, Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro menyatakan keberadaan kantor perwakilan OPM di Oxfrod tidak merusak kerja sama alutsista antara Indonesia dan Inggris. Hal ini dibuktikan dengan disepakatinya pembelian tiga unit kapal perang oleh Indonesia dari kerajaan tersebut. “Saat ini barangnya ada di Oxford, dan siap dikirim ke Indonesia,” ujar Purnomo.

    Sumber : Republika

    Berita Terkait:

    12 komentar:

    Ferry Cinta Indonesia said...

    Betul... Nilai harga diri bangsa lbh mahal drpd nilai alutsista yg dibeli dr Inggris. Alutsista bisa dibeli dr negara selain Inggris, sedangkan harga diri bangsa tdk bisa dibeli dr negara manapun, kecuali kita sbg bangsa Indonesia yg wajib menjaganya.

    Jika keberadaan kantor OPM dibiarkan, sama halnya kita membiarkan bom waktu yg setiap saat bisa meletus. Komitmen Inggris thd NKRI perlu dipertanyakan dg sikap tegas. Tdk sepatutnya negara manapun mencampuri kedaulatan suatu negara, terutama Indonesia.

    Jangan hanya karena mengejar target MEF, membuat kita jadi tergantung pd negara lain, terutama dg Inggris. Negara lain menghargai kita, maka kita akan menghargai negara tsb. Sebaliknya, jika negara lain tdk menghargai kita, maka tdk salah jika kita juga tdk menghargainya.

    Jika Inggris tdk bersedia membubarkan Kantor OPM di Oxford, maka putuskan kerjasama & hubungan. Demikian juga sebaaliknya...

    81wishnew said...

    Sebaiknya memang Indonesia mengijinkan Irlandia Utara, scotlandsia mendirikan kantor perwakilan di negara kita karena pengertian HAM mereka semu,dr dulu barat selalu menganggap asia hanya budak

    Syahla Kalista said...

    dasar bangsa penjajah....masak kita mau kompromi ama bangsa penjajah...

    muhammad sahrul said...

    Batalkn aja krjasama dbidang alutsista dg inggris.skali2 bgsa ini hrs tegas kpd inggris.

    bagong said...

    ini saatnya kita lihat bangsa kita apakah berani dan tegas dlam mengambil sikap. atau masih banci jago kampung. yg tegas dengan rakyatnya sendiri. kalau ngak berani tegas saya sarankan semua anggota dewan rakyat dan pemerintah. diwajibkan pakai kain jarik. dan bawa gincu. dari dulu kita merdeka cuma rakyat yang bertindak tegaspemerintah banci. cuma janji dan tunggu. sangat kecewa....... tunggu apa lagi tunggu dia merdeka....... betul2 membleeeee....

    Agus AK said...

    Ya..... Kita liat aja, semoga presiden yg pernah dapat gelar kehormatan dari ratu inggris berani mengembalikan gelarnya....... Opo tumon?????

    tomihadia said...

    biar kan sajalah inggris lagi krisis sedangkan indonesia makin maju kaya dan berharta mewah, itu kita pikirkan saja gi mana indonesia raya pusat energi sumberdaya manusia yang sehat dan bahagia

    panjaitaN Tan said...

    saya pikir kalau hanya menyalahkan inggris dengan perkataan bkan dengan bentuk sebuah tindakan tegas. rasanya sia-sia.yg seharusnya di tegur pemerintah indonesia yg sangat bersikap lembut pada negara luar yg terang-terang telah melecehkan kedaulatan dan harga diri bangsa indonesia.sekali lagi tolonglah bersikap tegaslah wahai pemerintah.kenapa selalu kata ..sabar dan tunggu-tunggu ,sampaikapan..?!!!!!.sampai bangsa indonesia di injak-injak..

    panjaitaN Tan said...

    sebagai rakyat dan bangsa indonesia.kami juga merasa ikut benci dengan siap beberapa negara luar yg sering kali melecehkan indonesia.kami merasa terhina dan negara terasa di permainkan..di mulut mereka mengatakan indonesia sahabat mereka.di belakang,mereka tusuk indonesia.sikap beberapa negara tetangga yg serin meremahkan dan terang-menceroboh wilayah kedaulatan NKRI.dan AS,INGGRIS.yg beberapa waktu dulu pernah meng inbargo persenjataan terhadap indonesia,sempat membuat kekuatan militer indonesia hidup segan mati takmau.apakah sebenarnya yg di fikir pemimpin negara ini,yg masih bermanis -manis hormat dengan US,INGGRIS,dan AUTRALIA.sedangkan ketiga negara ini sudah jelas kedudukannya,sebagai musuh dalam selimut.satu hal lagi kenapa indonesia masih ingin kerja sama dengan NEGARA BELANDA,bukankah negara ini pernah menjajah indonesia dengan cukup lama.dan selama penjajahan mereka .banyak rakyat indonesia yg sangat menderita.negara pernah porak -poranda.tapi,akhir-akhir ini indonesia masih ingin dekat kesana.berlayar kesana untuk mencari barang rongsokan.tak habis dengan barang rongsokan indonesia menjalin kerjasa pembuatan kapal perang.yg terakhir sekali indonesia mentah-mentah.UNTUK WAKIL RAKYAT DAN PEMERINTAH INDOESIA.BUTAKAH MATA PEMIMPIN .BANCIKAH ..?? ingat-ingatlah masa dulu ..janganla berikan mereka ke untungan dengan uang rakyat yg pernah di sembelih mereka..masih banyak lagi selain negara US,INGGRIS,AUSTRALIA Dan BELANDA yang dapat membuat senjata perang yg canggih.Karena RUSIA,IRAN,KOREA,DAN CHINA MASIH ADA .yg sanggup membuat senjata secanggih apapun pesanan indonesia serta bebas resiko.

    panjaitaN Tan said...

    kita sering katakan malaysia selalu barada di bawah ketiak INGGRIS.lalu bagai mana dengan indonesia yg se akan hilang akal.untuk mengejar target MEF pemerintah dengan buta mata terbang sana sini cari peralatan.mereka sudah tidak berfikir secara rasional lagi,rumah musuhpun masuk.para pemimpin tak berfikir lagi dengan jebakan yg telah di pasang.karena yg penting bagi mereka mungkin adalah,'' bagai manakah caranya mengambil kesempatan untuk memotong anggaran yg telah di berikan,untuk di gunakan beli pesawat pribadi ataupun FERRARI.sementara bahaya tidak mereka perhitungkan lagi.sikap pemerintah se akan mengajak lupakan perkara lamadi mana bangsa indonesia pernah mereka sembelih...

    siska herawati said...

    Betul itu masa kita harus kerja sama ama negara licik, negara kita harus jauhkan dr negara licik kyk inggris, ambil pengalaman dr kelicikan negara inggris yg masa menjajahan dulu selalu mengadu domba, sekarang pun masih ingin mengadu domba demi negara indonesia hancur bl sudah hancur kan bs dijajah lg

    sugianto harisantoso said...

    Swiping perusahaan Inggris utk ditutup, agar tahu kita bisa berbuat terhadapnya dan kalau ngomong tdk ada tindakan percuma aja. Koq ndak ada pemimpin yg berani thd inggris, malahan nyisu diketiaknya dan keledai2 kita sdh banyak mosok kita akan dijadikan keledai juga. Miris............

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.