ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Sunday, August 21, 2011 | 4:28 PM | 0 Comments

    Industri Pertahanan Kuat, Negara Akan Sejahtera

    Jakarta - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin mengatakan, apabila industri pertahanan alokasi anggarannya meningkat, tentu akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Brigjen Hartind, dalam pembuatan kapal maritim saja akan menyerap tenaga kerja sekitar 2.000 orang.

    “Contoh landing platform dock atau kapal yang diutamakan untuk mengangkut personel itu bisa mengerakkan 2.000 orang, dengan komponen kecil itu. Kalau bikin banyak tinggal dikalikan saja. Sehingga tentu saja jika peningkatan industri pertahanan itu dapat menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan ekonomi kerakyatan. Ini sektor riil bergerak,” terang Brigjen Hartin ketika dihubungi KBRN RRI, Sabtu (20/8).

    Menurut Hartind, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai 6 persen, dan Kementerian Pertahanan menginginkan agar pilar dan pertumbuhan ekonomi berjalan.

    “Di mana-mana di dunia ini itu dibangun industri pertahanan dan ingin bikin pesawat terbang itu awalnya bikin kapal maritim dulu untuk angkut. Seluruh dunia seperti China, Rusia, Amerika Serikat dan Inggris, apabila industri pertahanannya maju, maka akan menggerakkan perekonomian dan industri lainnya,” pungkasnya.

    Negara China, lanjutnya, mempunyai filosofi seperti itu untuk memajukan industri pertahanannya. Setelah itu ekonominya maju, termasuk dalam bidang teknologi informasi serta komputer.

    “Filosofinya di seluruh dunia apabila industri pertahanannya bagus, maka negaranya akan menjadi negara maju,” tutur alumnus Lemhanas di China ini.

    Hartind menambahkan, ia sangat sependapat apabila kemajuan industri pertahanan itu berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi suatu negara.

    Sumber : RRI

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.