ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, August 23, 2011 | 8:40 PM | 0 Comments

    Panglima TNI : Meminta Atase Pertahanan Untuk Memperkenalkan Industri Pertahanan RI Ke Luar Negeri

    Jakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, meminta para Atase Pertahanan (Athan) memperkenalkan industri persenjataan RI di luar negeri.

    Panglima dalam pembuka Kursus Atase Pertahanan (Athan) RI Angkatan Ke-IX tahun 2011, di Aula Benny Moerdani Pusdiklat Intelstrat, Kodiklat TNI Cilendek Bogor, Selasa (23/8/2011), menegaskan, pada hakikatnya para perwira adalah businessman in uniform.

    "Di satu sisi, para perwira harus mampu memberi pertimbangan tentang kebutuhan alutsista dan teknologi yang dibutuhkan TNI. Namun pada sisi lain harus mampu menyampaikan keunggulan produksi "Industri Teknologi Militer" dalam negeri," kata Agus.

    Agus Suhartono menambahkan, Athan mengemban peran sebagai Diplomat untuk mendukung upaya-upaya di bidang pembangunan nasional bangsa Indonesia. Keberhasilan melaksanakan tugas tersebut, akan sangat didukung oleh kemampuan dan keterampilan menerjemahkan kepentingan, pemikiran-pemikiran maupun keinginan-keinginan pemerintah, bangsa dan negara.

    Oleh karena itu, para perwira sebagai Diplomat, dituntut untuk memiliki kemampuan, pengetahuan serta wawasan yang luas, tidak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan kemampuan mengidentifikasi kepentingan negara setempat yang biasanya bermuara pada kebijaksanaan politik luar negeri.

    "Athan adalah unsur intelijen strategis, sebagai diplomat dan sebagai wakil dari Menhan serta Panglima TNI di negara akreditasi," Agus berkata lebih lanjut.

    Panglima meminta para Athan memahami benar segala peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan permasalahan Pertahanan Negara kita dan TNI. Memahami dan menguasai sejarah, filosofi, landasan, sistem, prosedur, mekanisme dan organisasi pertahanan maupun TNI.

    Athan juga dituntut paham dan menguasai seluk beluk reformasi nasional, kebijakan dan renstra pertahanan, reformasi internal TNI, rencana strategi TNI, Minimum Essential Force TNI dan pokok-pokok kebijakan Panglima TNI saat ini.

    Kursus Athan ini akan berlangsung mulai tanggal 23 Agustus - 5 Desember 2011, yang diikuti 46 orang, terdiri dari TNI AD 22 orang, TNI AL 13 orang dan TNI AU 11 orang.

    Sumber : KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.