ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, February 24, 2012 | 8:05 AM | 2 Comments

    Menhan : Namanya Tetangga Selalu Buat Masalah

    Semarang - Menteri Pertahanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, mempunyai sudut pandang tentang persoalan di wilayah perbatasan yang terus terjadi. Menurutnya masalah akan terus terjadi, karena merupakan fitrah dari relasi tetangga.

    "Yang namanya tetangga ya selalu membuat masalah, kalau tidak ada masalah bukan tetangga namanya," katanya dengan nada tawa, di sela-sela kunjungan ke Undip Semarang, belum lama ini.
    Persoalan yang sering muncul adalah isu pergeseran perbatasan melalui patok. Menurutnya, persoalan tersebut dapat diselesaikan dalam forum Joint Border Committee (JBC) untuk membicarakan antarmenteri pertahanan. Forum digelar akhir tahun, termasuk meluruskan persoalan patok yang kadang diberitakan bergeser yang berujung kerugian kepada Indonesia.

    Penggunaan teknologi Global Posisioting System (GPS) juga dilakukan untuk memantau patok perbatasan dengan Malaysia, Papua Nugini, dan Timor Leste. Meskipun patok digeser atau dipindah tidak akan berpengaruh terhadap penyempitan wilayah Indonesia.

    Indonesia dan Malaysia, katanya, telah menyepakati batas wilayah perbatasan melalui teknologi GPS dan dipantau melalui pengindraan jarak jauh. Sehingga selisih paham yang muncul terkait pergeseran patok dapat segera diatasi. "Kalau ada patok bergeser bukan dari pihak Indonesia atau Malaysia," ujarnya.

    Pembakuan kesepakatan perbatasan dengan teknologi pengindraan jauh, kata Purnomo, telah dilakukan beberapa tahun lalu. Cara itu ditempuh untuk meredam konflik yang menghangat ketika ada isu penggeseran patok oleh Malaysia.

    Sumber : Suara Merdeka

    Berita Terkait:

    2 komentar:

    Unknown said...

    kalau malaysia masih nekat mengusik wilayah NKRI,jangan orang2 kita yg bicara.biarkan RUDAL saja yg bicara...

    KERIS NUSANTARA said...

    Perbatasan Kalimantan perlu didirikan Kodim2, utk memberikan rasa aman masyarakat perbatasan dan transmigrasi purnawirawan serta masyarakat dihidupkan lagi. Pasti Malay tdk berani, kalau berani biar mantan2 prajurit bersama2 masyarakat menangkap dan memprosen hukum

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.