ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, May 24, 2012 | 7:01 PM | 0 Comments

    Indonesia Dan Korsel Bentuk Komite Kerjasama Industri Pertahanan

    Jakarta - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan delegasi "Defense Industry Cooperation Committee" (DICC) Kementerian Pertahanan Korea melakukan pertemuan dalam rangka untuk meningkatkan kerja sama industri pertahanan.

    Kunjungan delegasi DICC Korea yang dipimpin oleh Mr Noh Dae-Lae itu diterima langsung oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto dan Dirjen Potensi Pertahanan Pos M Hutabarat di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis.

    Kunjungannya dalam menemui Menhan itu merupakan kegiatan penutupan dalam rangkaian pertemuan DICC Ke-1 setelah sebelumnya mengunjungi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Strategis di Bandung pada Kamis pagi dan pertemuan dengan industri pertahanan, Kemhan dan instansi pemerintah terkait yang telah diadakan pada 21 Mei hingga 22 Mei 2012.

    Pertemuan DICC yang berlangsung selama dua hari dan dilanjutkan kunjungan ke beberapa industri pertahanan itu sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama MoU mengenai DICC antara Kemhan RI dan Kemhan Korea pada 9 September 2011 lalu untuk meningkatkan kerja sama bilateral pertahanan kedua negara.

    "Dari MoU itu telah disepakati diadakannya pertemuan secara bergantian di Indonesia dan Korea untuk mengkaji ulang dan memfasilitasi pelaksanaan MoU ini. Pertemuan secara bergantian juga untuk menyamakan pembinaan dan Transfer of Technology (ToT) ke depan," kata Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Herryanto.

    Kerja sama industri pertahanan antara Kemhan dan Kemhan Korea, kata dia, dimaksudkan untuk mendorong pemanfaatan peluang terlibat secara aktif dalam kerjasama produksi dan alih teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) guna mendukung pertahanan negara.

    "Kerja sama industri pertahanan juga diharapkan dapat meningkatkan teknologi industri pertahanan dibarengi dengan nilai ekonominya," kata Eris.

    Kegiatan kerja sama industri pertahanan itu, antara lain, pengembangan dan produksi serta proyek bersama pada peralatan pertahanan dan suku cadang, pertukaran dan peralihan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan nasional serta pemasaran produk pertahanan sebagai barang dagangan internasional.

    Dalam pertemuan DICC pertama itu juga dibahas mengenai "review" MoU DICC dan kebijakan Indonesia dalam melokalisasi industri pertahanan, finalisasi kerja sama pesawat latih T-50 dan Kapal Selam 209 class.

    Tak hanya itu, juga dibahas mengenai "joint development medium tank", "radio set cooperation project", "helicopter joint production project", "cooperation armor vehicle and propellant project" serta "marine patrol ship project".

    Sumber : ANTARA

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.