ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, July 18, 2012 | 8:40 AM | 0 Comments

    Komisi I : Penolakan Dua Anggota Parlemen Jerman Soal Leopard Itu Lumprah

    Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat mendukung pembelian tank Leopard dari Jerman. Secara politik, kata Ketua Komisi I DRP Mahfud Siddiq, tak ada hambatan di parlemen.

    Produsen tank Leopard, Krauss Maffei Wegman atau KMW, memastikan kesepakatan jual-beli terserbut tak memiliki kondisinalitas politik, persyaratan politik, dan telah memberikan persetujuan mengenai jual-beli tersebut.

    "Mengenai keberatan hukum dari parlemen Jerman, itu seharusnya menjadi agenda yang diselesaikan pihak Jerman, bukan Indonesia," ujar Mahfud Siddiq kepada Detik kemarin.

    Dalam kunjungan kerja Komisi I ke Jerman, perusahaan KMW menjelaskan mereka telah mendapatkan lisensi untuk menjual, memperlihatkan persyaratan perizinan dari perlemen, serta menyertakan garansi pembelian ke Indonesia. Proses pembelian tersebut menunjukkan kemajuan bahwa KMW akan menyiapkan kebutuhan TNI AD dan menyiapkan draf kerjasama tranfer teknologi dengan PT Pindad.

    Sebelumnya, Komisi I sempat berkeberatan atas pengajuan permohonan pembelian tank Leopard dari Belanda, ditambah pihak parlemen Belanda menolak jual-beli tersebut. "Tapi pihak angkata darat berkeras menginginkan tank Leopard, akhirnya Komisi I menawarkan pilihan dari Jerman. Kondisi terakhir seperti itu dan belum ada pembahasan kembali," katanya.

    Tapi dua anggota partai kiri tengah Sosial Demokrat dan Partai Hijau di parlemen Jerman, Gernot Erler dan Katja Keul, menilai penjualan tersebut ilegal menurut hukum di Jerman dengan alasan situasi penegakan hak asasi manusia di Indonesia meragukan dan menglanggar ekspor senjata.

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I Ramadhan Pohan mengadakan opini parlemen bebas disampaikan dalam negeri demokrasi seperti Indonesia. Pohan mengatakan pemerintah Indonesia dan parlemen Jerman tak memilik ganjalan politik. "Dalam politik, segala sesuatu tak cuma berpatok legal atau ilegal. Legal itu formalistik, mengikat. Dalam beropini mengenai pembelian tank Leopard, demokrasi tetap memberi ruang. Tak jadi masalah," kata Pohan kepada Detik.

    Sumber : DETIK EPAPER

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.