ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, July 18, 2012 | 8:09 AM | 0 Comments

    KSAU: Penyelidikan Fokker 27 Sudah Selesai

    Kulon Progo - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengungkapkan penyelidikan jatuhnya pesawat Fokker 27 di Lanud Halim Perdanakusuma beberapa waktu lalu sudah final.

    Hal tersebut diungkapkan perwira bintang empat itu seusai peringatan Hari Bakti TNI AU ke 65 di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Selasa (17/7).

    Menurutnya, penyebab jatuhnya Fokker 27 adalah kerusakan pada mesin pesawat. “Ibaratnya seperti power steering pada mobil, kalau salah satu mesinnya tidak berfungsi maka akan berat sekali. Pesawat tentu saja beda dengan mobil, kalau mogok risikonya ada,” ujar KSAU. Menurut dia, berdasarkan road map zero accident, TNI AU sudah mengandangkan pesawat jenis Fokker 27 tersebut. Sebagai gantinya, saat ini TNI AU tengah mengupayakan pengadaan pesawat angkut baru yang diproduksi dalam negeri seperti CN 253.

    “Ke depan kami berharap semua kebutuhan alutsisa TNI AU bisa diproduksi sendiri. Saat ini sudah ada berbagai jenis pesawat transportasi, helikopter Cougar diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia. Untuk pesawat tempur, akan ada kerjasama dengan Korea,” ujarnya. Terkait hibah empat pesawat Hercules dari Australia, menurut Imam pesawat tersebut masih layak terbang karena baru mengantongi 15.000 jam terbang.

    “Karena masih bagus jadi kami terima, karena memang untuk satu unit pesawat jenis itu kalau beli baru harganya mencapai $100 juta. Ke depan akan ditambah enam unit lagi dan ditempatkan di Lanud Hasanudin Makassar untuk membantu berbagai operasi nonmiliter,” ujarnya. Sumber : SOLOPOST

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.