ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, August 10, 2012 | 7:59 AM | 0 Comments

    Presiden : Tanda Bintang Dalam Pengadaan Alutsista Cepat Diselesaikan

    Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan komitmennya untuk meningkatkan anggaran pertahanan. Ia menjanjikan anggaran pertahanan akan mencapai Rp77 triliun pada tahun mendatang.
    "Ini peningkatan signifikan. Oleh karena itu, saya pesan agar mengelola anggaran dengan baik, rencanakan dengan baik," kata Presiden SBY saat berkunjung ke Mabes TNI, Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2012.
    Angka itu meningkat pesat dibanding anggaran tahun-tahun sebelumnya. Pada 2004, anggaran pertahanan mencapai Rp21,07 triliun, Rp33,67 triliun pada 2009, dan Rp72,54 triliun pada 2012. "Kalau ada perubahan rencana, lakukan sepanjang diperlukan," katanya.
    Presiden SBY mengingatkan untuk selalu memastikan keandalan produk yang dibeli dalam pengadaan alutsista. Harus melalui mekanisme yang benar dan menghindari penyimpangan. "Perencanaan makin baik, sistem makin dijalankan, sehingga jangan sampai ada masalah apa pun," tutur Presiden.
    Mengenai sejumlah anggaran yang masih "dibintangi" Dewan Perwakilan Rakyat, Presiden SBY meminta menteri pertahanan dan menteri keuangan segera membicarakannya baik-baik, agar tak menghambat pengadaan alutsista.
    Dengan modernisasi alutsista besar-besaran, Presiden maklum jika akan mengundang reaksi internasional. Namun, ia memastikan tidak ada niat Indonesia melakukan agresi. "Kami tingkatkan karena semata-mata tugas. Sudah lama tidak lakukan modernisasi, banyak tugas nonperang, dan ekonomi tumbuh," ujarnya.

    Sumber : VIVANEWS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.