ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Monday, October 29, 2012 | 9:08 AM | 0 Comments

    T-50 Dan Tantangan Baru Dalam Kontrak Pengadaan Pesawat Latih Indonesia

    Seoul (MIK/WDN)- Menurut Harian MK Business News (25/10), Korea Aerospace Industries (KAI) menandatangani kontrak dengan Indonesia pada bulan Mei tahun lalu dimana nilai kontrak tersebut sebesar $ 400 juta dalam pengadaan pesawat latih T-50 sebanyak 16 unit.

    Namun pengadaan ekspor T-50 Indonesia mengalami penundaan, hal ini merupakan penundaan terbesar dalam Sejarah.

    Walaupun mengalami penundaan, namum dalam kontrak perjanjian yang berlaku, kekuatiran KAI tersebut hilang karena Indonesia telah membayar uang muka sebesar $ 60 juta atau 15% dari total kontrak.

    Dalam kontrak tersebut Pemerintah Indonesia memberikan tenggat waktu kepada KAI selama 1 tahun 5 bulan untuk menyelesaikan pengadaan pesawat sesuai dengan kontrak perjanjian yang berlaku.

    Pesawat latih T-50 sendiri memiliki pasar potensial yaitu AS, Irak, Filipina, dan Chili.

    Hal tersebut terjadi karena kepercayaan Pemerintah Indonesia, yang mendorong kami menjadi industri pesawat kelas dunia.

    Menurut KAI, Mereka sudah memproduksi 350 pesawat latih, hal ini menjadi daya tarik pasar AS dan kami mengajukan usulan tawaran proposal T-50 yang akan dilakukan pada tahun depan. Saat ini lini produksi KAI sedang memproduksi pesawat latih T-50i Untuk TNI AU, hal ini juga menepis anggapan desas-desus gagalnya kontrak T-50 Indonesia.

    Berikut ini foto-foto lini produksi T-50i













    Sumber : MKBN/Viggen Defense/MIK/WDN

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.