ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Monday, July 9, 2012 | 8:45 AM | 0 Comments

    Kemhan Kirim Tim Inspeksi Hercules Ke Australia

    Jakarta - Pemerintah telah mengirim tim inspeksi ke Australia untuk mendata jenis perbaikan dan estimasi anggaran yang diperlukan untuk hibah empat pesawat Hercules. Pesawat bekas itu akan diperbaiki agar siap terbang 100% sesuai keinginan TNI Angkatan Udara.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, saat ini belum bisa ditentukan berapa kebutuhan anggaran untuk perbaikan keempat pesa wat tersebut. Estimasi baru bisa diketahui setelah tim inspeksi yang terdiri atas unsur TNI Angkatan Udara, Mabes TNI, dan Kemhan kembali ke Tanah Air dan melaporkan hasil kerjanya di Australia.

    Tim sudah di Negeri Kanguru sejak sekitar 2 Juli lalu. Hasil inspeksi akan dilaporkan ke manajemen TNI Angkatan Uda ra dilanjutkan ke Mabes TNI dan diteruskan ke Kemhan. “Setelah fix baru kita ajukan,” katanya seusai menghadiri sertijab Kalakhar Bakorkamla di akhir pekan kemarin. Jika disebutkan biaya perbaikan USD60 juta, lanjut dia, itu perkiraan sebelumnya dan sekarang sudah ada dinamika perubahan harga.

    “Belum tentu menjadi lebih mahal, bergantung tim inspeksi,” sebutnya. Kepala Staf Angkatan Uda ra (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat menuturkan, proses hibah Hercules itu masih ber ja lan. “Sudah ada pe nan da ta ngan an empat pesawat,” katanya. Menurut dia, hanya satu dari tiga pesawat itu yang sekarang ini masih bisa beroperasi. Sisanya harus dilakukan overhoul.

    Sumber : SINDO

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.