ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Monday, February 25, 2013 | 2:10 PM | 10 Comments

    KSAD Kecewa Dengan Hasil Negosiasi Apache

    Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Pramono Edhie Wibowo lebih memilih membeli helikopter Black Hawk daripada Apache.

    Sebab harga Apache lebih mahal dua kali lipat daripada Black Hawk. "Kami masih mengkaji terus. Black Hawk menjadi pilihan bagus," kata Pramono di Mabes TNI AD, Senin (25/2).

    Dijelaskannya, pada awal kunjungan ke pabrik helikopter di Amerika Serikat, harga Apache sebenarnya masih standar. Meski tidak menyebut harga, Pramono tampak kecewa ketika menjelang persetujuan pembelian harganya meningkat.

    Karena hanya mendapat alokasi 200 juta dolar AS, pihaknya akhirnya lebih membeli helikopter Black Hawk. "Harga tidak boleh dinaikkan. Pas datang harga sesuai, pasti deal harga naik. Siapa yang menaikkan? Saya tidak tahu," cetus Pramono.

    Terkait pengadaan tank tempur utama Leopard, Pramono mengatakan tinggal penyelesaian pembayaran. "Leopard pada tahap penyelesaian di Kemenhan," ujarnya.

    Sumber : Republika

    Berita Terkait:

    10 komentar:

    tomihadia said...

    RADIO AKTIF TV SATELIT INDONESIA," PROFESOR AMERIKA HELIKOPTER BLACK HACK ARMADA TANK MBT INTAI PERTEMPURAN, INI SANGAT BAIK SEBAGAI PERTAHANAN KEAMANAN INDONESIA RAYA DAN BISA DI CETAK TIRU ULANG DI PABRIK PT.DIRGANTARA INDONESIA SEBAGAI MARKET ALUTSISTA INDONESIA DAN JUGA BERPERAN PERTAHANAN KEAMANAN INDONESIA RAYA

    Rudolf Rudi said...

    kenapa harus dari amrik helii nya.. kenapa ga afsel, china atau rusia..

    dapat 2 skuadron full armed..

    ika wati said...

    makanya jangan cuma bisa beli dgn uang trilyunan.cuma menghabiskan aggaran,mari kita tingkatkan SDM insinyur kita maka PT.DI bisa membuat pesawat jenis apache.lbih baik beli produk sendiri drpada terantung dri luar negri.

    tomihadia said...

    indonesia punya pabrik pesawat dan helicopter tetapi tidak dengan sekolah universitas teknik perakitan pesawat atau helicopter yang di biayai pemerintah, kenapa sekolah otomotip motor yamaha dan mobil pindad di biayai pemeritah apakah ini antara market, pt,drgantara indonesia dengan pt, boing lokedmartin amerika atau pt, kenapo rusia, masalah ini pasti politik nato, indonesia mengingkan perdamain dunia, seperti ingin melihat dalaman tubuh pada wanita,

    Blek said...

    Mengapa harus Apache, Khan masih dari Rusia (Ka-50 atau Mil Mi 28)

    Syaiful Rachman said...

    karena di indonesia masiah banyak yg mengaku orang indonesia tp jd antek asing dengan menjegal setiap pembelian alutsista yg akan di beli oleh indonesia.

    tomihadia said...

    kalau di teliti kita musti nya si turuti kehedak pengamat pertahanan dan keamanan mukin ada benar membeli heli black hack sebanyak banyak nya, karena kodisi kita bertahan, lagian heli apece dan black hack hapir sama bentuk nya peralatan tempur nya dan daya tegnologi nya, yang peting memperkuat tni sebagai pertahanan keamanan, bukan sebuah percobaan untuk menjiplak tegnologi heli tersebut, sebagai market di pabrik pt, dirgantara indonesia raya,

    Agus AK said...

    Capek deh

    hairus slamet said...

    kecewa p jendral haha....anda boleh berkelit patgulipat harga alaa orde baru bau busuk semerbak sekali ,anda saudara anda hentikan numpuk harta dengan tidak bennar kami tahu itu.orde baru slamat gak selamanya tohh sby di percaya rakyat malah di salah gunakan tidak sadarkan diri dulu di meliter sby pensiun dini ,jadi presiden amanah negosiasi ulang kekayaan alam di jarah asing slamatkan nkri bukan buta tuliii .saya saran kan hentikan p jendral berbuat biass karna anda sekeluarga tampa dukungan rakyat bak telur di atass mejaa .

    rujakpolo said...

    Mendingan gendiwa diterusin , jng cuma maket doang

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.