ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, January 18, 2012 | 4:10 PM | 0 Comments

    KSAD : PT Pindad Belum Mampu Produksi Tank Berat

    Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan rencana pembelian 100 tank Leopard dari Belanda karena kebutuhan Batalyon Kavaleri Angkatan Darat (AD).

    Saat ini, tank yang dimiliki batalyon tersebut yakni tank Scorpio produk tahun 50-an, dianggap tidak layak dari segi usia.

    "Ada 11 batalyon kavaleri, dua batalyon (memiliki tank) yang namanya Scorpio. Itu tank ringan dan lain-lain. Itu semua produk tahun 50-an," ujar Pramono di sela-sela Rapat Pimpinan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (18/1/2012).

    Selain itu, Batalyon Kavaleri membutuhkan tank jenis berat. Menurutnya, Indonesia ketinggalan jauh dengan negara lain soal tank.

    "Jadi kalau dilihat itu kita sudah jauh ketinggalan untuk soal tank, tank itu ada tiga kelas ringan, sedang, berat, Leopard termasuk yang berat," jelasnya.

    Meski begitu, bukan berarti TNI tidak melirik produksi di Indonesia yakni produksi PT Pindad. Namun, PT Pindad masih melakukan pembaruan pada tank jenis AMF 13 dari segi teknologi tank untuk kelas biasa menjadi kelas sedang.

    "Untuk tank berat kita belum mampu. Sehingga kita berharap ada peningkatan teknologi, andaikata kita memiliki yang berat dengan sarat TOT (perjanjian) bisa mentransfer (ilmu) sehingga bisa membuat sendiri," katanya.

    Sumber : INILAH

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.