ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, September 8, 2011 | 2:25 PM | 0 Comments

    Presiden : Peremajaan Alutsista TNI-Polri Tuntas 2015

    Jakarta - Pemerintah merencanakan pembaruan terhadap alat utama sistem persenjataan atau alutsista bagi TNI dan Polri. Salah satunya soal pembelian senjata. Untuk anggaran pembelian senjata meningkat sebelumnya.

    "Alhamdulilah kita dapat mengalokasikan anggaran yang lebih besar, dibandingkan lima tahun pertama saya memimpin pemerintahan di negeri ini," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 8 September 2011.

    Menurut SBY, saat ini sudah ada urgensi yang tinggi untuk melakukan modernisasi dan pembangunan kekuatan. Mengingat, sejumlah alutsista dari sisi generasi sistem persenjataan pada saatnya diremajakan dan dimodernisasi.

    Target pemerintah, kata SBY, pada tahun 2014 atau 2015 pembangunan kekuatan atau modernisasi TNI dan Polri sudah bisa tercapai. Selanjutnya SBY meminta dalam pengadaan Alusista itu dilakukan pembenahan termasuk mekanisme pengadaannya.

    "Ada masalah transparansi dan akuntabilitas," kata SBY. Terlebih lagi anggaran di Kementerian Pertahanan paling tinggi, utamanya untuk pengadaan alusista. SBY meminta, setiap dana yang dipakai bisa dipertanggungjawabkan.

    "Pastikan pengadaan alutsista yang mahal ratusan milliar bahkan triliunan kalau menyangkut kapal selam, pesawat tempur dan alutsista sejenis, tepat sasarannya," kata dia.

    Pengadaan senjata itu kata SBY, untuk kepentingan pertahanan negara dan pertahanan internal. SBY menekankan, pembelian senjata itu tidak menggunakan pinjaman luar negeri. "Wajib hukum membeli alusista itu sudah bisa dibuat industri dalam negeri kita," kata SBY.

    Sumber : VIVANews

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.