ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Wednesday, September 7, 2011 | 10:48 AM | 0 Comments

    Turki dan Indonesia Segera Sepakati Kontrak Jual Beli Alutsista Senilai 400 Juta Dollar

    Ankara - Turki dan Indonesia telah menandatangani perjanjian pengandaan Pertahanan sebesar $ 400 Juta, Kata pejabat industri pertahanan pada hari selasa.

    Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia, dan Turki memiliki hubungan politik yang semakin baik, dan hubungan kerjasama industri antara kedua negara terus meningkat. Kedua negara telah memutuskan untuk meningkatkan kerjasama pertahanan, ketika Presiden Abdullah Gul mengunjungi Indonesia pada bulan april yang disambut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika kedua negara tersebut menandatangani kerjasama industri pertahanan.

    Kemudian, perusahaan-perusahaan besar dalam industri pertahanan dari kedua negara bertemu untuk terus mengembangkan potensi kerjasama pertahanan. Mereka telah memutuskan untuk kerjasama dalam pengembangan teknologi elektronik dalam militer, roket dan kendaraan lapis baja.

    Selain itu Aselsan yang merupakan perusahaan elektronik dibidang pertahanan Turki dan Industri pertahanan Indonesia telah setuju untuk memproduksi produk Aselsan antara lain radio untuk militer dan peralatan nirkabel lainnya untuk TNI. Roketsan yang merupakan perusahaan pembuatan roket Turki juga sepakat untuk memproduksi berbagai roket jarak pendek bagi Indonesia.

    Sementara itu, perusahaan swasta pembuat kedaraan yaitu FNSS sepakat untuk mengembangkan sebuah kendaraan taktis 6x6 bagi Indonesia. FNSS telah membuat kendaraan lapis baja Pars 6x6 dan 8x8. Berdasarkan perjanjian dengan Indonesia, FNSS akan memodifikasi 6x6 Pars dan kemudian kedua belah pihak akan memproduksi bersama kendaraan lapis baja tersebut.

    Kesepakatan dengan Aselsan diharapkan akan ditandatangi sebelum akhir tahun ini, kata sumber industri pertahanan terkait kepada Daily News Hurriyet. Penawaran Roketsan dan FNSS diharapkan selesai pada tahun 2012. Perjanjian dengan Aselsan diharapkan akan melebihi kontrak senilai $ 100 juta dollar, dan kedua transaksi lain diharap senilai $150 juta dollar.

    Secara terpisah, tim perusahaan dari Jerman dan Turki dan agen pengadaan pertahanan Turki akan menawarkan dua kapal selam U-209 ke TNI AL, Mereka akan bersaing dengan Korsel yaitu Daewoo Shipbuilding dan Marine.

    Sumber : Hurriyet Daily News/WDN/MIK

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.