ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Wednesday, March 23, 2011 | 7:10 PM | 0 Comments

    Mengapa F-22 Raptor Tak Muncul di Libya?

    F-22 Raptor Buatan AS.

    Amerika Serikat sebenarnya memiliki pesawat tempur andalan bernama F-22 Raptor. Pesawat tempur supermanuver dengan twin engine generasi kelima ini direncanakan menjadi pesawat tempur superior, tetapi juga dilengkapi dengan kemampuan tambahan, seperti serangan darat, perang elektronik, dan signal inteligence.

    Pesawat ini dirancang untuk mampu membawa peluru kendali (rudal) dalam badan pesawat sehingga tak terdeteksi musuh. Selain itu, pesawat ini juga bisa membawa bom seperti Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Small-Diameter Bomb (SDB) serta tak mampu dideteksi radar. F-22 dikembangkan oleh Lockheed Martin yang bermitra dengan Boeing.

    Kepala Staf Angkatan Udara Amerika Serikat Jenderal Norton Schwartz dalam pertemuan tanggal 17 Maret 2011 lalu mengatakan bahwa F-22 akan digunakan dalam serangan awal di Libya. Namun, sejak serangan tanggal 19 Maret 2011 lalu, pesawat yang digunakan hanya tiga Northrop Grumman B-2 Spirit, empat Boeing F-15E Eagle, dan delapan Lockheed Martin F-16CJ Fighting Falcon. Lalu, di mana F-22?

    Loren Thompson, analis dan kepala operasional di Lexington Institute, mengatakan, "Para desainer F-22 memiliki dilema, apakah memilih konektivitas yang memungkinkan fleksibilitas atau kemampuan radio silence yang bisa mendukung kemampuan pesawat sebagai pesawat siluman. Pilihan itu dilakukan karena adanya keterbatasan jaringan data."

    Keterbatasan F-22 adalah ketidakmampuan untuk berkomunikasi dengan pesawat koalisi dan keterbatasan menyerang target darat. F22 cuma mampu berkomunikasi dengan F-22 lainnya lewat intraflight data link. Itu pun hanya sebatas menerima, tidak mentransmisikan data. Thompson mengatakan, sebagai pesawat siluman, F-22 tak memiliki konektivitas yang bisa ditemukan di pesawat tempur lain.

    Kelemahan lainnya adalah F-22 hanya dapat menggunakan 1.000 pound JDAM yang digunakan untuk menyerang sasaran diam. Pesawat yang diproduksi sejak tahun 1997 ini juga belum mampu membawa 250 pound SDB atau membuat peta radar berupa gambar hitam putih kualitas tinggi permukaan Bumi yang diperlukan untuk memilih targetnya sendiri di darat.

    Sebenarnya, hardware dan software pesawat ini akan di-upgrade menjadi Increment 3.1 tahun ini. Namun, meski upgrade tersebut dilakukan, F-22 hanya akan mampu menetapkan dua target dari delapan buah SDB yang bisa dibawanya. Upgrade tersebut juga tak akan mampu memperbaiki untuk membuat pesawat mampu terhubung dengan pesawat tempur lainnya.

    Upgrade selanjutnya, yakni Increment 3.2, sebenarnya direncanakan dengan Multifunction Advanced Data Link (MADL) yang juga ditemukan pada F-35 Joint Strike Fighter. Hanya dengan upgrade tersebut F-22 bisa menetapkan delapan target untuk delapan SDB yang dibawanya.

    Sesuai doktrin angkatan udara, F-22 Raptor akan dipergunakan untuk membantu tugas pengebom siluman Spirit B-2 dalam "membuka pintu" untuk menyerang pertahanan udara musuh. Namun, komando US Africa yang menjalankan Operasi Dawn Odyssey di Libya mengonfirmasi bahwa F-22 tak akan terbang dalam penyerangan tersebut.

    Mayor Eric Hilliard, juru bicara komando Afrika, mengatakan, "Saya tidak melihat indikasi F-22 akan digunakan untuk membantu misi B-2 ataupun digunakan untuk misi selanjutnya dalam penyerangan Libya." Seperti diketahui, pengebom siluman B-2 Spirit telah digunakan dalam Operasi Fajar Oddysey untuk melumpuhkan Libya.

    Selain itu, alasan lain tidak menggunakan Raptor tersebut adalah armada tempur udara Libya yang sebenarnya masih kuno. Padahal, F-22 dirancang untuk menjadi mesin dengan keunggulan udara (air superiority) dalam melawan pesawat lain. Mark Gunzinger dari Center for Strategic and Budgetary Analysis, Washington, mengatakan, "Raptor itu mungkin tak diperlukan. Pertahanan Libya tak sedemikian kuat sehingga bisa dilumpuhkan dengan mudah."

    F-22 sendiri merupakan pesawat tempur dengan masa pengembangan yang cukup lama. Prototipe dari pesawat ini diberi nama YF-22, lalu berganti menjadi F/A 22 dan akhirnya disebut F-22. Hingga tahun 2004, sebanyak 51 F-22 telah didistribusikan.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Mengapa F-22 Raptor Tak Muncul di Libya?

    Helikopter Chinook RSAF Singgah Ke Lanud Supadio Setelah Berpartisipasi Dalam ARF DIREx


    KUBU RAYA, 23/3 - MENDARAT DI SUPADIO. Beberapa personil helikopter Chinook CH 47SD milik Republic of Singapore Air Force (RSAF) mencek mesin heli ketika singgah di Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Selasa (22/3). Dua Helikopter Chinook berpenumpang 28 personil militer itu akan kembali ke negaranya setelah melaksanakan Latihan Bersama Penanggulangan Bencana Alam ARF DIREx di Manado, Sulawesi Utara.


    Seorang anggota Brigade Anjing Satuan Polisi Militer TNI-AU bersiaga di sekitar helikopter Chinook CH 47SD milik Republic of Singapore Air Force (RSAF), yang singgah di Lanud Supadio, Kab. Kubu Raya, Kalbar, Selasa (22/3). Dua Helikopter Chinook berpenumpang 28 personil militer itu akan kembali ke negaranya setelah melaksanakan Latihan Bersama Penanggulangan Bencana Alam ARF DIREx di Manado, Sulawesi Utara.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Helikopter Chinook RSAF Singgah Ke Lanud Supadio Setelah Berpartisipasi Dalam ARF DIREx

    TNI AU Uji Coba Smart Hunter Di Lanud Iswahjudi

    Madiun - Tak hanya QW-3, Smart Hunter-pun kini telah dimiliki Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhasau), pada kesempatan tersebut diuji coba di main apron Lanud Iswahjudi yang diperagakan oleh personel Paskhasau, Rabu (23/3).

    Rudal QW-3 yang memiliki jarak tembak efektif 6000 meter tersebut kini dilengkapi dengan peralatan Smart Hunter, semacam radar mobile dengan jarak jangkau sejauh 20-30 kilometer.

    Dalam pengoperasianya alat buatan Cina tersebut dapat dioperasikan oleh lima personel Paskhasau dan dapat berpindah-pindah tempat. Smart Hunter yang diperagakan yaitu digunakan untuk mengetahui keberadaan posisi pesawat musuh, sehingga memudahkan bagi Gunner untuk melakukan penembakan dengan menggunakan Rudal QW-3.

    Dalam uji coba yang disaksikan oleh pejabat dari Mabesau, Makor Paskhasau, Lanud Iswahjudi dan Depohar 60 tersebut menggelar peralatan Smart Hunter untuk mengetahui efektifitas peralatan tersebut serta mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk menggelar Smart Hunter tersebut. Selanjutnya uji coba penembakan/peluncuran Rudal QW-3 akan dilaksanakan di Pacitan, Kamis (24/3).

    Sumber: TNI
    Readmore --> TNI AU Uji Coba Smart Hunter Di Lanud Iswahjudi

    Yuk, Melihat Sub Skimmer Buatan Indonesia

    Jakarta - Pernah melihat sebuah kapal cepat yang bisa bergerak di atas dan di bawah permukaan air? Jika belum, cobalah datang ke pameran Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) di JC, Senayan, Jakarta Pusat. Kapal yang dibuat TNI AL tersebut dipajang di sana.

    Pameran digelar mulai hari ini hingga tanggal 25 Maret 2011. Acara ini digelar oleh Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan seluruh Kementerian Pertahanan dari beberapa negara undangan.

    Sejumlah produk militer Tanah Air pun dipajang. Mulai dari senjata buatan PINDAD, teknologi jaringan keamanan, hingga produk-produk hasil pengembangan TNI.

    Nah, khusus produk pengembangan dari TNI AL, ada kapal penyusup bernama Sub Skimmer. Kapal kecil yang terinspirasi dari produk Inggris diklaim sebagai produk yang bisa berfungsi untuk operasi senyap.

    "Kelebihannya bisa berjalan di atas air dan menyelam. Ada engine untuk di atas dan motor transfer untuk di bawah air. Ini dibuat di Pondok Labu, pusat litbang kita," ujar Letkol A Syahroni, salah seorang anggota Litbang TNI AL kepada detikcom, Rabu (23/3/2011).

    Menurut Syahroni, kapal cepat tersebut didesain dengan peredam khusus agar tak terdeteksi musuh. Kecepatannya bisa mencapai 25 knot di atas permukaan air, sementara saat menyelam mampu melaju hingga 4 knot.

    "Kita tiru dari Inggris, tapi khusus buatan kita dan sudah 3 kali dicoba, lebih stabil dari produk mereka," sambungnya.

    Kapal tersebut bisa digunakan untuk menampung 6 orang pasukan khusus. Di dalam kapal, ada juga peralatan penunjang seperti alat selam dan tabung oksigen.

    "Biayanya untuk satu produk berkisar mulai Rp 2,5-3 miliar," lanjutnya.

    Jika sudah sempurna, produk ini rencananya akan dibuat seara massif. Tidak menutup kemungkinan negara lain yang tertarik juga akan disalurkan.

    "Tapi sementara ini kita gunakan buat pasukan kita dulu," terangnya.

    Sumber: DETIK
    Readmore --> Yuk, Melihat Sub Skimmer Buatan Indonesia

    Siaran Pers: Jakarta International Defence Dialogue Dibuka

    Presiden Buka Jakarta Internasional Defence Dialog.

    Jakarta, 23 Maret 2011 - Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka secara resmi penyelenggaraan The Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) di Jakarta Convention Center, Rabu (23/3). Acara dialog yang diprakarsai oleh Kementerian Pertahanan yaitu Universitas Pertahanan (UNHAN) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempertemukan para pemimpin, perwira militer, akademisi dan pembuat kebijakan dari seluruh wilayah Asia-Pasifik dan sekitarnya dalam rangka untuk memperkuat harmonisasi prioritas keamanan dan strategi serta dialog dan keterlibatan antara pasukan pertahanan yang akan sangat penting bagi stabilitas masa depan wilayah Asia – Pasifik.

    Peserta JIDD sendiri akan dihadiri lebih dari 50 pembicara internasional, diikuti 1300 peserta yang berasal dari perwakilan 27 delegasi resmi dari luar negeri. Pada JIDD tahun 2011 ini, menghadirkan pembicara diantaranya Kapolri Timur Pradopo dari Indonesia dan Menteri Strategi Keamanan Internasional dari Inggris yaitu Gerald Howard MP, Kolonel Cindy R. Debb, Ketua Deputi Departemen Studi Sosial Akademi Militer Amerika, Kasad Brazil Enzo Martins Peri, Mantan Menhan Korea Selatan Kim Tae-Young dan lain-lain.

    Dialog dalam acara tersebut akan difokuskan pada permasalahan diantaranya penanganan terorisme dan pengamanan, alih teknologi dan program lainnya menyangkut manajemen hubungan antar negara melalui inovasi dan teknologi dalam rangka mempertahankan infrastuktur yang dianggap penting bagi negara.

    Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dimulai tanggal 23 sampai dengan 25 Maret 2011 ini juga akan membicarakan yang berkaitan dengan strategi pertahanan negara dan kawasan, dan membahas tentang inisiatif kebijakkan penanganan terorisme sampai dengan mencari metode pelaksanaan dan petunjuk teknis dalam penanganan lebih lanjut di masing-masing negara.http://www.blogger.com/img/blank.gif

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam Sultan Mohamed Bolkiah, Wakil Sekjen Operasional PBB yaitu Alain Le Roy, Asisten Sekjen Bidang Diplomasi Publik NATO Dr.Stefanie Babst, kemudian Direktur Divisi Koordinasi dan Respon, UN Office the Coordination Humanitarian Affairs (OCHA) yaitu John Ging. Sedang ke-27 negara dari 41 anggota JIDD yang telah memastikan hadir diantaranya adalah Australia, Kanada, Jerman, Cina, Inggris, Rusia, Korea, dan lain-lain.

    Rencananya kegiatan ini juga dihadiri oleh 10 Menteri Pertahanan, 8 Panglima Angkatan Bersenjata dan 9 Wakil Menteri Pertahanan.

    Sumber: DMC
    Readmore --> Siaran Pers: Jakarta International Defence Dialogue Dibuka

    Afrika Selatan Ingin Tingkatkan Kerjasama Militer Dengan Indonesia

    Afrika Selatan ingin meningkatkan kerjasama militer dengan Indonesia, Operasi negara Bersama Kepala Seksi Umum TT Matanzima mengatakan dalam pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan di Pretoria, 16 Maret 2011.

    "Hubungan bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan telah sangat intens dan telah dipelihara sejak sebelum Afrika Selatan bebas dari apartheid di tahun 1994," kata Matanzima.

    Jendral Matanzima dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk menghadiri Jakarta International Defense Dialog yang akan dilaksanakan pada 23-25 Maret 2011. Dia berharap dapat bertemu dengan Panglima TNI selama kunjungan ini.

    Pada pertemuan yang sama, Duta Besar Indonesia menyarankan bahwa mereka mengunjungi PT.PINDAD, PT DI dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD).

    Untuk meningkatkan kerjasama pertahanan antara kedua negara, Matanzima menyambut baik gagasan menempatkan atase militer Afrika Selatan di Jakarta, yang sebelumnya di bawah kewenangan Kedutaan Besar Afrika Selatan di Kuala Lumpur. Kedua negara juga harus meningkatkan kunjungan bilateral antara perwira militer, kerjasama dalam pelatihan, kerjasama teknis dan latihan militer bersama.

    Kerjasama di bidang pertahanan antara Indonesia dan Afrika Selatan, yang telah berlangsung perlahan-lahan selama bertahun-tahun telah diperkuat dengan penandatanganan deklarasi bersama tentang kemitraan strategis oleh dua kepala negara pada tahun 2008 di Pretoria.

    Sumber: KEMLU/WDN/MIK
    Readmore --> Afrika Selatan Ingin Tingkatkan Kerjasama Militer Dengan Indonesia

    Alutsista Robotik Menghancurkan Pertahanan Libya

    Reruntuhan pesawat jet tempur Amerika F-15E fighter yang jatuh di Benghazi. (Foto: REUTERS)

    Seusai serangan sekutu ke Libya, harga komoditas, termasuk minyak dan emas, melonjak. Serangan ke Libya menghunjam lebih jauh ke jantung para investor. Itulah metafora yang diangkat sebagai berita utama harian The Business Times, Selasa (22/3).

    Seiring dengan munculnya dampak serangan sekutu, tidak sedikit pula kalangan yang menanyakan, apa maksud sekutu menamai serangannya dengan ”Operation Odyssey Dawn”. Di internet, seorang yang diliputi rasa ingin tahu mencoba mengira-ngira maksud nama itu. Ia menemukan dengan benar bahwa dawn yang secara harfiah berarti fajar juga menandai awal atau permulaan. Sementara odyssey, menurut kamus Webster, adalah satu pengembaraan atau perjalanan panjang, umumnya ditandai dengan berbagai perubahan peruntungan.

    Nama operasi militer sekutu Barat kali ini memang agak unik. Sebelumnya, nama operasi dibuat lebih gamblang, seperti Operasi Badai Gurun (Desert Storm). Segera muncul dugaan, apakah operasi diperkirakan berlangsung selama 10 tahun seperti perjalanan Odysseus?

    Seperti dituturkan oleh Josh Dzieza (di situs The Daily Beast, 22/3), nama operasi militer menurut peraturan tentara ”tidak boleh mengungkapkan tingkat permusuhan yang tidak konsisten dengan cita-cita atau kebijakan luar negeri Amerika”. Nama operasi juga ”tidak boleh mencederai ’cita rasa baik’ atau menghina sekutu atau bangsa-bangsa Dunia Bebas lain”. Juga tidak boleh ”melecehkan satu kelompok, sekte, atau keyakinan tertentu”.

    Atas dasar itu pula mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush hanya dua minggu menggunakan nama Operasi Keadilan Tanpa Batas (Infinite Justice) untuk perang di Afganistan dan menggantinya dengan Operasi Kebebasan Berkelanjutan (Enduring Freedom).

    Meski memperkirakan bahwa penemuan nama operasi bisa berasal dari berbagai khazanah literatur mitologi atau apa pun, pemilihan Odyssey dilihat masih menimbulkan teka-teki.

    Fajar Pengembaraan

    Apakah dengan memilih Odyssey, sekutu Barat bermaksud akan menjelajahi seluruh Laut Tengah, tanya Geoffrey Nunberg, pakar linguistik dari Berkeley School of Information, University of California, seperti ditulis dalam ulasan Dzieza? Odyssey menempuh perjalanan pulang selama 10 tahun setelah berperang selama 10 tahun. Apakah sekutu akan berperang lama di Libya seperti Odyssey atau juga seperti diramalkan oleh Kolonel Khadafy?

    Nunberg menduga penggunaan kata dawn dimaksudkan untuk menghalau kerisauan akan keterlibatan Amerika di wilayah itu. Sementara Tom Sepanski dan Christian Turner dari perusahaan Landor Associate menyebutkan bahwa dawn menghadirkan nada lebih membesarkan hati dibandingkan dengan storm.

    Dari sisi pemerintahan Presiden Obama sendiri, dawn pernah digunakan. Februari 2010, Pemerintah AS mengubah nama Operasi Kebebasan Warga Irak (Operation Iraqi Freedom) menjadi Operasi Fajar Baru (Operation New Dawn).

    Nama Operasi Fajar Pengembaraan—bila memang demikian maksudnya—kini telah diambil secara resmi untuk operasi di Libya betapapun aneh nama itu. Fase pertama operasi ini—seperti diulas dalam kolom, Selasa—telah dilancarkan dan ditandai dengan peluncuran tak kurang dari 112 rudal jelajah Tomahawk dari dua kapal perusak (USS Stout, USS Barry) dan tiga kapal selam (USS Providence, USS Scranton, USS Florida), juga dari kapal perang Inggris (HMS Triumph).

    Selain dua kapal perusak dan tiga kapal selam, di Laut Tengah, AS juga mengoperasikan tidak kurang dari enam kapal lain, termasuk dua kapal perang amfibi dan USS Mount Whitney, kapal komando- dan-kontrol yang merupakan kapal bendera Armada Ke-6 AS (The Huffington Post, 21/3). Di kawasan itu, AS juga mengoperasikan pesawat pengintai P-3 dan EP-3.

    Serangan pun dilakukan dengan tembakan rudal dari jet tempur Inggris (Tornado dan Typhoon), jet Perancis (Rafale dan Mirage), serta pengebom siluman (stealth) B-2 Spirit yang berangkat dari Pangkalan AU Whiteman, Missouri, AS.

    Semua serangan ditujukan untuk melumpuhkan Angkatan Udara dan pertahanan udara Libya, yang sebelumnya berperan sentral dalam upaya Khadafy merebut kembali kota-kota yang sebelumnya dikuasai oleh oposisi anti-Khadafy.

    Perang robotik

    Kini, setelah kekuatan udara dan pertahanan udara dilumpuhkan, kekuatan oposisi tentu bisa leluasa bergerak untuk menguasai kembali kota-kota yang kemarin berhasil direbut kembali oleh Khadafy dan siapa tahu juga melanjutkan perlawanan ke Tripoli.

    Selain rudal jelajah Tomahawk, rudal lain yang juga sering disebut dalam Operasi Fajar Odyssey ini adalah Storm Shadow. Orang sering memperbandingkan rudal ini dengan Tomahawk.

    Rudal jelajah luncur-udara yang diorder oleh AU Inggris (RAF) ini berkode resmi CASOM (Conventionally-Armed Stand-Off Missile). Perancis yang juga membutuhkan rudal jenis ini, lalu memesannya kepada perusahaan Matra Bae Dynamics (MBD) tahun 1997. Di AU Perancis, namanya berubah jadi SCALP EG dan dipasang pada jet Rafale, Mirage 2000D dan Mirage 2000-5. Di RAF, rudal adalah senjata Typhoon, Tornado, dan Harrier GR7.

    Rudal diciptakan untuk menyerang dari jarak jauh (atau di luar jangkauan sistem pertahanan udara lawan) sasaran yang dijaga ketat oleh sistem pertahanan udara. Storm Shadow juga memiliki kemampuan siluman (mengelak dari radar) dan amunisinya mampu menembus sasaran keras.

    Tampak bahwa dalam serangan ke Libya ini pun senjata robotik memainkan peranan penting. Ia banyak digunakan untuk menyerang dari jarak jauh sekaligus mengamankan pilot, yang baru akan mendekat manakala pertahanan udara lawan sudah lemah.

    Kecenderungan menggunakan wahana robotik pun telah diamati dalam penggunaan pesawat-pesawat tempur tanpa awak (unmanned combat aerial vehicle/UCAV), seperti Predator, yang sebelum ini telah banyak digunakan AS di medan Irak dan Timur Tengah pada umumnya serta Afganistan.

    Mengantisipasi perkembangan ini, Indonesia juga mulai melakukan kajian untuk pengembangan kemampuan nasional dalam produksi sistem persenjataan robotik ini. Hanya saja, seperti terungkap dalam lokakarya Komisi Teknis Dewan Riset Nasional di Jakarta, akhir November tahun lalu, sejumlah kendala masih dihadapi Indonesia. Sejumlah teknologi sensitif, seperti sensor, diakui belum dikuasai di sini (Kompas, 2/12/2010).

    Negara lain yang menyadari makin pentingnya perang robotik pada masa depan malah mulai memberikan tawaran menarik kepada para ahli alat utama sistem persenjataan (alutsista) robotik nasional yang masih mengalami kelangkaan proyek.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Alutsista Robotik Menghancurkan Pertahanan Libya

    Tuesday, March 22, 2011 | 9:46 PM | 0 Comments

    Pesawat Tempur Qatar Ditolak Siprus

    Larnaca, Siprus - Siprus, Selasa, mengatakan telah menolak mengizinkan jet-jet Angkatan Udara Qatar mendarat di bandara Larnaca tapi kemudian mengubah keputusannya itu setelah mereka melaporkan kehabisan bahan bakar.

    "Pihak berwenang Republik Siprus tidak memberikan izin (mendarat) tetapi setelah itu mereka meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat karena kekurangan bahan bakar," kata juru bicara pemerintah Siprus Stefanos Stefano dalam satu pernyataan tertulis.

    "Penerbangan sipil yang bertindak berdasarkan peraturan-peraturan internasional harus memberikan izin bagi pendaratan dan pengisian bahan bakar."

    Ia mengatakan, tiga pesawat mendarat di Larnaca, bandara sipil utama di Siprus, dua jet tempur Mirage dan pesawat transpor C-17.

    "Segera setelah pesawat-pesawat itu mengisi bahan bakar mereka akan berangkat," katanyaseperti dikutip AFP .

    Pihak berwenang menolak memberi komentar mengenai insiden itu dan tidak jelas ke mana tujuan pesawat-pesawat tersebut. Radio pemerintah mengatakan pesawat-pesawat itu mendarat sekitar pukul 10.30 (15.30 WIB) Selasa ini.

    Qatar adalah satu-satunya negara Arab yang setuju ikut serta dalam operasi militer di Libya, walaupun Liga Arab mendukung zona larangan terbang yang ditetapkan Dewan Keamanan PBB untuk mencegah pasukan Muamar Gaddafi mencederai warga sipil dalam konflik dengan pemberontak.

    Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamd bin Jassem al Thani berkilah keikutsertaan negaranya adalah untuk "menghentikan pertumpahan darah" di Libya.

    Siprus sendiri menolak ikut serta dalam setiap aksi militer terhadap Libya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pesawat Tempur Qatar Ditolak Siprus

    Pesawat Tempur Amerika Jatuh di Libya, Pilot Selamat


    Reruntuhan pesawat jet tempur Amerika F-15E fighter yang jatuh di Benghazi.

    Benghazi - Pesawat tempur Amerika Serikat jenis F-15E jatuh di Benghazi, Libya kota yang telah dikuasai oleh kelompok penentang Muammar Qadhafi. Pesawat jatuh saat melakukan serangan ketiga menyusul Resolusi PBB 1973. Pesawat jatuh diduga disebabkan kerusakan mesin.

    Pilot pesawat dilaporkan selamat setelah melompat sebelum bangkai pesawat terbakar hangus. Pilot lalu diselamatkan para pemberontak.

    Pihak militer Amerika Serikat membenarkan peristiwa tersebut. Militer AS mengatakan salah satu kru pesawat itu telah pulih dan seorang lainnya sedang dalam pemulihan.

    Peristiwa ini adalah untuk pertama kalinya sejak koalisi pasukan udara menyerang Libya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pesawat Tempur Amerika Jatuh di Libya, Pilot Selamat

    Pesawat Tempur F-15E Amerika Jatuh di Libya


    Reruntuhan pesawat jet tempur Amerika F-15E fighter yang jatuh di Benghazi.

    London - Sebuah pesawat tempur AS jatuh di Libya setelah kegagalan mekanis dan pilotnya diselamatkan oleh pemberontak, Daily Telegraph melaporkan dalam situsnya pada hari Selasa.

    Pesawat itu adalah Eagle F-15E, tambah Telegraph, berdasarkan laporan dari seorang koresponden di lapangan di Libya. Para pejabat AS belum berkomentar atas peristiwa itu.

    Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terus meluncurkan serangan udara ke Libya untuk mendesak zona larangan terbang.

    Sebelumnya, pada Senin malam, senjata anti-pesawat tempur terus berdengung di Tripoli, namun serangan udara ke Libya mulai menurun intensitasnya.

    Sementara itu, Cina meminta untuk dilakukan gencatan senjata secepat mungkin di Libya. Dalam konferensi pers Selasa (22/3), juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Jiang Yu meminta untuk segera dilakukan gencatan senjata dan mengakhiri kekerasan di Libya.

    Cina merupakan satu di antara lima negara yang memilih abstain dalam pengambilan suara Dewan Keamanan PBB, yang membolehkan segala cara untuk menghentikan kekerasan penguasa Libya, Muammar Qadhafi. Resolusi ini disokong oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pesawat Tempur F-15E Amerika Jatuh di Libya

    Rapelan Gaji PNS TNI/Polri Dibayar April

    Jakarta - Pemerintah akan memberikan rapel gaji bagi pegawai negeri sipil dan anggota TNI/Polri pada 1 April nanti. Ini merupakan rapelan kenaikan gaji yang mulai berlaku Januari lalu.

    Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Supriyanto mengatakan pemerintah sudah menerbitkan peraturan pemerintah yang mengatur kenaikan gaji PNS dan anggota TNI/Polri tahun 2011.

    “Setelah itu baru bisa mengajukan rapel sejak Januari,” katanya di Kementerian Keuangan, hari ini (22/3). Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 pemerintah mengalokasikan belanja pegawai sebesar Rp 180,6 triliun melonjak dari APBN 2010 yang sebesar Rp 162,6 triliun.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pengantar Nota Keuangan RAPBN 2011 di DPR tahun lalu menyatakan penghasilan PNS dengan pangkat terendah akan meningkat dari Rp 1.895.700 menjadi sekitar Rp 2.000.000. Khusus bagi guru dengan pangkat terendah, pendapatannya meningkat dari Rp 2.496.100 menjadi Rp 2.654.000.

    Anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah, penghasilannya akan meningkat dari Rp 2.505.200 menjadi Rp 2.625.000. "Perbaikan pendapatan itu dimaksudkan agar para guru dapat melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pendidik generasi mendatang bangsa," katanya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Rapelan Gaji PNS TNI/Polri Dibayar April

    Rusia Meningkatkan Produksi Rudal


    S-500 Buatan Rusia.

    Rusia - Dalam jangka waktu dua tahun ke depan, Rusia meningkatkan produksi peluru kendali (rudal) hingga 13 persen. Investasi Pemerintah Rusia pun menanjak menjadi 20 triliun rubel atau setara dengan 706 miliar dollar AS. "Peningkatan ini hingga 2020 sebagai bagian dari pemutakhiran persenjataan kami," begitu pernyataan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin sebagaimana warta Xinhua pada Selasa (22/3/2011).

    Putin yang berbicara di Pusat Industri Persenjataan Rusia di Votkinsk juga mengatakan, pemutakhiran itu menyangkut pula soal penggunaan teknologi tinggi.
    Secara keseluruhan, sampai dengan 2020 nanti, Rusia memiliki 1.300 contoh produk senjata. Dari jumlah tersebut, jenis persenjataan paling dominan adalah rudal, pesawat tempur, kapal perang, sistem komunikasi, dan peluru.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rusia Meningkatkan Produksi Rudal

    Rudal Yang Ditemukan Nelayan Bukan Milik TNI

    Illustrasi Roket S-5.

    TANJUNGPINANG - Rudal yang ditemukan nelayan di 20 mil timur laut Pulau Mapur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, diperkirakan bukan milik Tentara Nasional Indonesia.

    "Dari pengecekan fisik yang kami lakukan sementara, diperkirakan rudal jenis Air to Ground tersebut bukan milik TNI walaupun hampir sama dengan jenis Fin Folding Aerial Rocket (FFAR) milik TNI Angkatan Udara," kata Komandan Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal IV Tanjungpinang, Mayor Laut (P) Hariyo Poernomo saat menunjukkan peluru kendali itu di Markas Lantamal IV Tanjungpinang, Selasa (22/3/2011) petang.

    Di badan peluru kendali (rudal) yang memiliki panjang 150 cm dan diameter 15 cm tersebut tertera nomor kode 77646 ASSY 58709-1 REV N/C MFR 58730 W.O. 041962 JUNE 11 2009 AT SN 041962-051. Nama perusahaan atau negara yang memproduksi tidak tertulis.

    "Dari penulisan June 11 2009, yang diperkirakan tanggal dan tahun produksi bisa dipastikan bukan buatan dalam negeri," ujarnya.

    Hariyo mengatakan, rudal tersebut diperkirakan masih aktif karena baru berumur tiga tahun jika June 11 2009 tersebut merupakan tahun produksinya. "Biasanya masa aktif rudal mencapai 15 tahun," katanya.

    Rudal tersebut diperkirakan bukan jatuh dari helikopter atau pesawat tempur, namun sudah diluncurkan tetapi tidak meledak. "Melihat fisik bagian belakang rudal, diperkirakan sudah diluncurkan, namun tidak meledak," ujarnya.

    Dia meralat informasi sebelumnya yang menyatakan rudal ditemukan pada Senin (21/3/2011) pukul 16.00 WIB, karena roket tersebut baru terjaring kapal nelayan KM Mulya Jaya yang dinakhodai Iwan pada pukul 09.15 WIB, Selasa, pada titik koordinat 01 09 00 U-105 06 00 T.

    Kepala Divisi Logistik TNI AU Mayor Kal Abidin Abubakar ditempat yang sama menyebutkan, dirinya belum pernah melihat rudal yang biasa digunakan helikopter atau pesawat tempur tersebut digunakan TNI AU.

    "Saya belum pernah lihat, kami akan pastikan terlebih dahulu dengan menunggu tim ahli TNI AU," katanya.

    Untuk sementara, rudal tersebut diamankan di Markas Pangkalan TNI AU Tanjungpinang.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Rudal Yang Ditemukan Nelayan Bukan Milik TNI

    Nelayan Menemukan Roket Air To Ground Saat Menjaring Ikan

    Ilustrasi Roket S-5.

    TANJUNGPINANG - Sebuah roket yang diduga masih aktif ditemukan di perairan Pulau Mapur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

    Komandan Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal IV Tanjungpinang, Mayor Laut (P) Hariyo Poernomo, Selasa (22/3), mengatakan roket ditemukan oleh nelayan saat menjaring ikan sekitar 20 mil dari Pulau Mapur pada Senin (21/3) pukul 16.00 WIB.

    "Roket tersebut jenisnya dari udara ke darat (air to ground) yang biasa digunakan oleh helikopter tempur," kata Hariyo.

    Dilihat dari jenisnya, Hariyo menilai roket tersebut hampir sama dengan jenis "Fin Folding Aerial Rocket (FFAR)" produksi dalam negeri. "Kami bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara untuk memastikan roket tersebut milik siapa," katanya.

    Kapolsek Gunung Kijang, Edward Palis, mengatakan roket tersebut memiliki panjang 150 cm dan diameter 15 cm. Roket berwarna putih metalik dan masih memiliki nomor seri di badan roket.

    Nomor seri roket tersebut adalah 77646ASSY 58709-1 REV N/C MFR 58730 WO 041962 JUNE 11 2009 AT SN 041962-051. "Yang menemukan tekong KM Mulya Jaya, Iwan, saat menjaring ikan di perairan Laut China Selatan yang berbatasan dengan Pulau Mapur. Saat ini roket tersebut diamankan di Pos TNI AL Kawal," ujar Edward.

    Sumber: REPUBLIKA
    Readmore --> Nelayan Menemukan Roket Air To Ground Saat Menjaring Ikan

    RI - China Produksi Rudal C-802 Bersama

    Rudal C-802.

    Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan termasuk produksi bersama peluru kendali.

    Juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Midhio di Jakarta Selasa mengatakan, penjajakan produksi bersama rudal itu telah dilakukan kedua pihak.

    Ditemui usai menghadiri penandatangan nota kesepahaman kerja sama teknis pertahanan RI-China ia mengatakan, Indonesia telah menggunakan rudal C-802 buatan Negeri Panda itu untuk mempersenjatai beberapa kapal perangnya.

    "Kedepan kita sepakat untuk memproduksi bersama rudal tersebut, yakni dengan menggandeng PT Pindad," ujarnya.

    Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Pengembangan Teknologi dan industri nasional pertahanan China, Chen Qiufa.

    Nota kesepahaman itu mencakup lima poin yakni pengadaan alat utama sistem persenjataan tertentu yang disepakati kedua pihak dalam kerangka "G to G".

    Kedua, alih tekonologi peralatan militer tertentu yang antara lain mencakup perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, up grade dan pelatihan.

    Tiga poin lainnya adalah kerja sama produk peralatan militer tertentu, pengembangan bersama peralatan militer tertentu serta pemasaran bersama dalam dan di luar negara masing-masing, kata I Wayan Midhio.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> RI - China Produksi Rudal C-802 Bersama

    PKR Buatan Indonesia Rampung 2014

    SURABAYA : Kementerian Pertahanan akan memesan satu unit kapal perusak kawal rudal (PKR) guna menopang kekuatan TNI AL, dimana industri galangan domestik dilibatkan dalam pembuatan kapal perang tersebut.

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan pengadaan kapal PKR itu merupakan bagian dari rancangan mencapai kekuatan pokok TNI (Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara) pada 2024.

    “Pemerintah sudah menyetujui [pembangunan kapal PKR] dan bujetnya pun sudah ada, tapi perwujudannya masih tunggu waktu sebab nanti joint production galangan domestik dan mancanegara. Project officer-nya TNI AL,” ujarnya di sela-sela serah terima kapal landing platform dock (LPD) 125 meter di PT PAL Indonesia, hari ini (Senin, 21/3).

    Kapal LPD 125 meter yang diberi nama KRI Banda Aceh-593 itu merupakan kapal sejenis kedua yang dibuat PAL guna memenuhi pesanan Kementerian Pertahanan, melalui main contractor Daewoo International Corporation. Kapal pertama KRI Banjarmasin-592 telah diserahkan PAL pada akhir November 2009.

    Purnomo menambahkan dalam pembuatan kapal PKR harus terjadi proses alih teknologi dari galangan mancanegara kepada galangan domestik.

    Kerja sama dalam memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu juga mencakup rencana pembuatan kapal selam.

    Menurut dia, rancang bangun kapal selam perlu dilakukan secara hati-hati, karena disesuaikan dengan kondisi perairan di berbagai wilayah di Indonesia.

    “Tentu kita senang kapal selam dibangun di Indonesia, tetapi pembuatannya tidak bisa grusa-grusu (gegabah),” tandas Purnomo.

    Dirut PT PAL Indonesia (Persero) Harsusanto Soenarwan menyatakan kesiapannya membangun kapal PKR, mengingat BUMN industri strategis itu telah menguasai teknologi pembuatan kapal perang seperti kapal patroli cepat, kapal LPD dan lainnya lagi.

    “Untuk rencana pembuatan kapal PKR, kami siap bekerja sama dengan galangan asal Belanda. Kami berharap joint production ini bisa direalisasikan pada 2014 mendatang,” tuturnya.

    Sumber: BISNIS
    Readmore --> PKR Buatan Indonesia Rampung 2014

    Timor Leste Beli Kapal Patroli Buatan Indonesia


    Presiden SBY (kanan) bersama PM Republik Demokratik Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao.

    Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia menjual kapal patroli laut (fast patrol boat) ke Timor Leste. Kapal buatan PT PAL Indonesia ini panjangnya 30-40 meter. Timor Leste membeli dengan pertimbangan tidak perlu kapal besar dalam menjangkau teritorialnya.

    "Mereka mau pesan dua kapal," kata Purnomo seusai jamuan santap siang Presiden Yudhoyono dengan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Istana Negara, Selasa (22/3).

    Purnomo mengatakan dalam pembelian kapal itu Timor Leste mengajukan kredit ekspor kepada Indonesia. Pemerintah Indonesia pun menyanggupi dan siap memberikan kredit ekspor lewat lembaga penjamin ekspor Indonesia (LPEI). Dalam transaksi ini, Indonesia menjual kapal patroli per unitnya US$ 20 juta atau sekitar Rp 175 miliar.

    Indonesia juga mendapat pesanan tiga kapal Landing Platform Dock, yang bisa didarati helikopter, dari Filipina. Kapal ini tidak hanya digunakan untuk pengangkutan pasukan tetapi juga untuk operasi penanggulangan bencana. Pembelian ini melalui fasilitas kredit penandatanganan pemerintah dengan pemerintah. "Tapi, sekarang belum," ujarnya.

    Selain membeli kapal, Filipina juga akan membeli senjata dari PT Pindad. Brunei Darussalam juga memberi senjata dari PT Pindad.

    Indonesia, kata Purnomo, juga menawarkan pesawat CN-235 kepada Filipina, Brunei, dan Vietnam. "Beberapa sudah kita kirimkan, Korea pun akan membeli CN-235," katanya.

    Pemerintah juga menawarkan amunisi, senjata SS dan panser Anoa. "Malaysia telah memesan Anoa," katanya.

    Pemerintah berharap industri pertahanan berjalan dengan baik. "Ini tahapnya masih incorporated untuk mendorong terus membaik. Jadi targetnya belum establish," ujarnya.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Timor Leste Beli Kapal Patroli Buatan Indonesia

    PT DI Terancam Pailit Lagi

    JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penerbangan PT Dirgantara Indonesia (DI) (dulu Industri Pesawat Terbang Nusantara/IPTN), yang pernah membuat Indonesia bangga dengan Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, sekarang terancam pailit lagi.

    PT DI pernah pailit didasarkan putusan Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) pada 4 September 2007. Namun, putusan itu dibatalkan pada 24 Oktober 2007. Walaupun begitu, PT DI, sampai sekarang, masih mengalami krisis finansial.

    Di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR yang diselenggarakan, Senin (21/3), dijelaskan, krisis finansial itu yang masih membuat BUMN itu menderita dan terancam bangkrut.

    Hadir di RDP itu, Direktur Aircraft Service Budi Wuraskito, Direktur Aircraft Integration Budiman Saleh, Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) (Persero) Boyke Mukijat, dan Deputi Bidang Usaha Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN Irnanda Laksanawan.

    Direktur Aircraft Service DI Budi mengatakan bahwa PT DI membutuhkan konversi dana talangan menjadi Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp500 miliar. Hal itu sebenarnya bertentangan dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo yang mengatakan, PT DI akan diberi PMN Rp127 miliar.

    Menurut Budi, PT DI sebenarnya membutuhkan PMN Rp500 miliar untuk membuat ekuitas menjadi positif dan neraca menjadi bankable. Apalagi, finansial PT DI semakin parah. Terakhir pada 2010, PT DI mendapat rugi Rp126 miliar.

    Finansial yang semakin buruk dapat dilihat dari ribuan pegawai yang belakangan ini terlambat dalam mendapat gaji. Gaji seharusnya dibayar pada 25 Februari 2011, tetapi baru dibayar pada 28 Februari 2011. Namun, hal itu hanya sekitar separuh. Sekitar separuh yang lain mendapat gaji mereka dengan sistem angsuran.

    Dirut PPA Boyke menjelaskan, finansial PT DI memang semakin buruk sejak dukungan pendanaan disetop pada 1997. Lalu restrukturisasi dilakukan pada 2004. Namun, PT DI akhirnya tetap pailit pada 2007.

    Menteri BUMN Mustafa Abubakar akhirnya menginstruksikan PPA membantu restrukturisasi dan revitalisasi PT DI. Instruksi atau penugasan itu dirilis tahun lalu, tepatnya pada 21 Oktober 2010.

    PT DI juga terancam mengalami defisit cashflow (aliran kas) sedikitnya Rp454 miliar pada 2011. "PT DI terancam mengalami defisit cashflow sedikitnya Rp454 miliar pada 2011. Ada dua sebab. Pertama, beban operasional dan beban karyawan sekitar Rp457 miliar. Kedua, kewajiban masa lalu yang jatuh tempo yang berhubungan dengan operasional, termasuk Letter of Credit (L/C jatuh tempo) Rp652 miliar," jelas Boyke.

    Selain itu, neraca PT DI tidak sehat di mana ekuitasnya negatif dengan Rp625 miliar dan utang Rp3,2 triliun, termasuk Subsidiary Loan Agreement (SLA) Rp1,06 triliun. Finansial semakin buruk dengan persediaan bahan bakunya yang memprihatinkan. Dari persediaan bahan baku Rp1,2 triliun, 37 persen dari hal itu atau sekitar Rp439 miliar adalah deadstocks (persediaan-persediaan yang telah kedaluarsa) dan obsolete parts (suku-suku cadang yang kuno).

    Sumber: MEDIA INDONESIA
    Readmore --> PT DI Terancam Pailit Lagi

    Pertemuan Xanana - Yudhoyono Juga Bahas Pertahanan Dan Perbatasan


    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Timor Timur Xanana Gusmao.

    Jakarta - Pemerintah Indonesia mengharapkan kunjungan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Kay Rala Xanana Gusmao, mempererat kerja sama kedua negara, termasuk masalah perbatasan, perekonomian, dan sektor lain.

    Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, kunjungan PM Timor Leste selama empat hari selain menghadiri konferensi tentang pertahanan juga akan diisi dengan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Indonesia dan Timor Leste hubungannya sangat erat, kita tentu ingin melihat adanya peningkatan kerja sama bilateral melalui kunjungan ini," kata Xanana.

    Marty mengatakan, selain di bidang investasi dan hubungan antarmasyarakat kedua negara, Timor Leste juga tertarik meningkatkan kerja sama di bidang teknik. "Juga termasuk percepatan penyelesaian di bidang perbatasan," kata Marty.

    PM Xanana akan berkunjung ke Indonesia pada 22 - 25 Maret 2011. Selain dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Selasa 22 Maret, Xanana juga akan menghadiri konferensi internasional tentang pertahanan pada 23 Maret.

    Sumber: TEMPO
    Readmore --> Pertemuan Xanana - Yudhoyono Juga Bahas Pertahanan Dan Perbatasan

    Pengamat : Pembelian Kapal Selam Jangan Ditunda - tunda

    Illustrasi.

    SURABAYA - Pengadaan kapal selam untuk memperkuat jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut harus dilakukan secara cermat dengan memperhitungkan perbedaan kondisi geografis wilayah perairan laut Indonesia.

    ”Mengadakan dan membangun kapal selam tidak perlu ‘grusa-grusu’ (terburu-buru). Perlu pertimbangan yang matang,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro seusai serah terima KRI Banda Aceh dengan nomor lambung 593 dari PT PAL di Surabaya kemarin. Menhan menjelaskan, pengadaan kapal selam harus disesuaikan dengan kondisi geografis, terutama perairan laut di Indonesia dengan mempertimbangkan dua basis kekuatan TNI AL di wilayah barat dan wilayah timur.Perairan di wilayah barat termasuk laut dangkal,sedangkan di wilayah timur tergolong laut dalam. Lebih lanjut, Purnomo menyatakan keoptimisannya bahwa PT PAL sebagai industri pertahanan nasional suatu saat mampu melakukan pembangunan kapal selam.

    ”Saat ini PT PAL sudah mampu membangun kapal jenis LDP seperti KRI Banda Aceh,”katanya. Pengamat pertahanan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, pengadaan kapal selam mendesak dilakukan mengingat kondisi geografis dan kekuatan pertahanan kawasan regional saat ini.“Efek tangkalnya yang sangat tinggi diharapkan bisa mengurangi potensi ancaman. Jangan ditunda-tunda pembeliannya,” katanya. Kendala keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah dalam pengadaan alat utama sistem senjata strategis seperti kapal selam dapat disiasati dengan kesetaraan kualitas kemampuan tempur dengan kapal selam yang dimiliki negara lain.


    Dalam kesempatan itu juga, PT PAL Indonesia menyerahkan satu unit KRI Banda Aceh kepada Kementerian Pertahanan untuk mendukung kegiatan operasional TNI Angkatan Laut. Kapal ini akan memperkuat Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).KRI Banda Aceh merupakan kapal perang jenis landing platform dock. Kapal ini memiliki dengan panjang 125 meter itu dirancang secara khusus berfungsi sebagai kapal militer. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tri Prasodjo mengemukakan,KRI Banda Aceh merupakan kapal keempat jenis LPD yang dipesan dari Korea Selatan. Namun, pembuatannya dilaksanakan di Indonesia yaitu di PT PAL Surabaya.

    “Kapal ini dikerjakan langsung teknisi Indonesia melalui transfer teknologi dengan pengawasan tenaga ahli dan peralatan Korsel,” ujarnya di Jakarta kemarin.

    Sumber: SINDO
    Readmore --> Pengamat : Pembelian Kapal Selam Jangan Ditunda - tunda

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.