ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, February 16, 2010 | 10:19 AM | 0 Comments

    Rudal AS Kembali Telan Korban, 6 Orang Tewas

    MIR ALI, Senin - Sebuah serangan peluru kendali yang diduga kuat dilancarkan sebuah pesawat tanpa awak AS, Senin (15/2), kembali meminta korban jiwa di wilayah barat laut Pakistan yang terus bergolak.

    Sedikitnya enam orang tewas, beberapa di antaranya adalah warga sipil, meski sumber intelijen AS mengatakan korban adalah anggota kelompok garis keras.

    Presiden Barack Obama memerintahkan ditingkatkannya penggunaan serangan peluru kendali (rudal) di kawasan suku- suku di perbatasan Pakistan- Afganistan itu. Hal itu sebagai respons terhadap keengganan Pemerintah Pakistan menjadikan anggota kelompok Taliban yang tidak mengancam Pakistan sebagai target operasi mereka.

    Sebuah serangan rudal kemarin menghantam kendaraan yang tengah melakukan perjalanan di wilayah Waziristan Utara. Wilayah itu menjadi tempat persembunyian kelompok garis keras yang membantu serangan bom bunuh diri pada 30 Desember lalu, yang menewaskan tujuh anggota intelijen CIA, AS.

    Yahya Khan—seorang guru di desa Tapi, tempat terjadinya serangan rudal itu—mengatakan, dia melihat sebuah pesawat tanpa awak menembakkan sebuah rudal, kemudian dia bersama muridnya mendatangi kendaraan yang rusak itu.

    ”Kami melihat mobil itu telah hancur berkeping-keping. Kami melihat sedikitnya dua mayat,” ungkapnya.

    Pejabat pemerintah lokal, Wazir Gul, mengatakan, tiga orang tewas dan berhasil diidentifikasi sebagai anggota kelompok garis keras.

    Sebuah serangan rudal lainnya ditujukan ke sebuah rumah, sekitar 22 km sebelah barat Miranshah, kota di Waziristan Utara, menewaskan tiga orang. Tidak ada penjelasan mengenai serangan itu, tapi korban kembali dikatakan adalah anggota pasukan garis keras.

    Serangan-serangan rudal kerap dilakukan AS di wilayah Pakistan, tetapi AS secara resmi tidak pernah mengakuinya. Rudal-rudal itu ditembakkan dari pesawat tanpa awak yang dikontrol dari jarak jauh.

    Pemerintah Pakistan kerap memprotes serangan rudal itu karena warga sipil ikut menjadi korban. Akan tetapi, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa terhadap AS yang merupakan sekutunya.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.