ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, January 24, 2012 | 1:06 PM | 0 Comments

    Panglima TNI : Personel Intelijen TNI Tangguh Tapi Minim Sarana

    Jakarta - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan, intelijen TNI disokong oleh personel tangguh di lapangan. Namun, operasi personel di lapangan mengalami kebuntuan karena persoalan mendasar.

    "Saat ini sarana dan prasarana intelijen masih belum memadai," terang Agus saat RDPU dengan Komisi I DPR, Jakarta, Selasa (24/1/2012). Tanpa sarana dan prasarana memadai, kata Agus, personil tangguh menjadi kurang berarti.

    Agus berharap agar sarana dan prasarana untuk menunjang kinerja personil intelijen maksimal. Ia menegaskan, operasi intelijen tetap berjalan seperti biasa kendati sarana dan prasarana kekurangan.

    Hal itu terjadi untuk semua personel intelijen TNI yang tergabung dalam Badan Intelijen Strategis (BAIS), dan juga intelijen di setiap angkatan, tetap terlaksana. "Personel intelijen kita tangguh," paparnya.

    Operasi intelijen TNI dilaksanakan guna memantau kondisi pertahanan negara. Personil intelijen ini disebar, utamanya di wilayah perbatasan. Informasi ini lalu ditindaklanjuti dalam proses pengamanan perbatasan dan pertahanan negara.

    Dalam RDPU ini, selain dihadiri Panglima TNI beserta jajarannya dari Mabes TNI, ikut juga hadir Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dan Wakil Menteri Pertahanan Syafrie Syamsuddin. Satu yang ditanyakan Komisi I kepada mereka adalah alat utama sistem senjata.

    Sumber : Tribunnews

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.