ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, October 4, 2012 | 7:45 AM | 0 Comments

    KSAD : 44 Leopard MBT Datang Bulan November

    Jakarta - Anggaran Tentara Nasional Indonesia tahun 2013 mencapai Rp 77,7 triliun, meningkat dari 2012 sekitar Rp 64 tiriun. Meski demikian, angka tersebut dirasa belum mencukupi kebutuhan sekaligus pengadaan alat utama sistem persenjataan TNI.

    "Ya tentunya sangat menggembirakan, meski belum sepenuhnya mencakup seluruh kebutuhan," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (3/10).

    Menurut Agus, anggaran tersebut nantinya digunakan untuk memenuhi empat program pokok TNI, belanja pegawai termasuk gaji, pengadaan alutsista, pemeliharaan, dan belanja barang untuk menopang kegiatan operasional.

    "Ini semua terkait erat dengan blue print masing-masing kepala staf," kata Agus.

    Sedangkan untuk alutsista, TNI akan memprioritaskan pengadaannya dari dalam negeri. Untuk itu, Agus berharap supaya industri militer Indonesia bisa konsisten membangun dan meningkatkan kualitas.

    "Sedangkan yang belum diproduksi di Indonesia, kita akan join production," terangnya.

    Untuk blue print TNI Angkatan Laut, pengadaan alutsista di antaranya tiga kapal selam dari Korea Selatan, satu skuadron helikopter anti kapal selam, kapal cepat missil kendali, dan amunisi untuk melengkapi perlatan tersebut.

    Angkatan Darat sendiri, dalam rancangan 2010-2014 mengadakan satu batalion rudal anti pesawat, melengkapi dua batalion dengan multi launcer rocker, dan tank leopard.

    "Leporard agak panjang, mereka belum bisa datang untuk Oktober. November insya Allah 44 unit," kata Kepala Staf Angkatan Darat, (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edy Wibowo.

    Sedangkan untuk TNI AU yang mendapat alokasi sekitar Rp 8 triliun, pada tahun kerja 2013 utamanya digunakan untuk pembayaran kenaikan gaji pokok, dan perawatan pesawat.

    "Dengan datangnya pesawat banyak, butuh anggaran besar. Kebutuhan baru 40 persen," kata Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Imam Syufaat.

    Seperti pesawat angkut Hercules. Meski Indonesia sudah memiliki 13, namun angka itu belum cukup jika dibandingkan dengan tanggung jawab menjaga kedaulatan udara.

    Untuk itu, TNI AU sedang bekerjasama dengan pemerintahan Australia terkait tambahan 10 pesawat Herculles dan 30 F-16 dari Amerika.

    "Sampai saat ini, sudah sesuai rencana. Pada 5 oktober, ada tambahan 8 sampai 12 peswat sudah datang," pungkasnya.

    Namun, pesawat tempur tersebut belum termasuk amunisi. Untuk persenjataan, Indonesia diharuskan mengusahakannya sendiri.

    Sumber : Merdeka

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.