ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Thursday, October 4, 2012 | 3:23 PM | 0 Comments

    KSAD : Roket Rusak, 3.000 Peluru TNI AD Sempat "Nganggur"

    Jakarta - Pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi penting. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, mengungkapkan beberapa alasan pentingnya alutsista.

    Salah satu alasan Pramono adalah soal ketertinggalan dengan negara lain. "Kita tertinggal dengan negara tetangga. Ada satu yang buat saya miris, negara tetangga sudah punya tank kelas berat, kita masih kelas ringan," kata Pramono di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Kamis 4 Oktober 2012.

    Selain sudah tertinggal dengan negara lain, Pramono mengungkapkan, banyak juga alutsista yang dimiliki sudah uzur. Bahkan, ada salah satu meriam buatan tahun 1952 yang masih digunakan prajurit.

    "Prajuritnya itu sudah pensiun, alatnya itu masih kami pakai," kata Pramono sambil berkelakar yang mengundang gelak tawa yang lain.

    Contoh lainnya kenapa alutsista itu mesti diperbaharui dan digantikan adalah Roket RL 130 mm yang dimiliki TNI AD. "Roketnya sudah mati, tapi pelurunya masih ada 3.000," kata adik bungsu Ibu Negara Ani Yudhoyono ini.

    Namun, bukan berarti ketertinggalan itu didiamkan begitu saja. Pramono meminta anak buahnya untuk mengutak-atik roket itu. Hingga akhirnya bisa menyala dan 3.000 peluru itu tidak terbuang sia-sia.

    "Artinya, anak-anak kami, jika didorong bisa menghasilkan. Insya Allah Roket jenis ini juga akan kami ganti," ujar Pramono. "Jadi, apa salah jika alutsista yang ada diganti yang lebih baru, lebih modern?"

    Kendati begitu, Pramono mengakui TNI AD mendapat alokasi anggaran paling sedikit dari anggaran militer TNI tahun 2012. Berapa? Yakni sebesar Rp14 triliun. Sementara itu, TNI AL Rp22 triliun dan TNI AU Rp20 triliun.

    "Tapi, kami tidak boleh iri. Anggaran sedikit semaksimalkan mungkin untuk membeli alutsista yang baik," ujar Pramono.

    Sumber : Vivanews

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.