ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    ATTENTION


    PERHATIAN

    "Bagi Sobat Readers ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Sobat Readers, mohon cantumkan link aktif artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut Atau Silahkan Hubungi Admin Melalui Chat Box/Shout Box/E-mail yang tertera di bawah .

    ADMIN
    steven_andrianus_xxx@yahoo.co.id

    Kategori »

    INDONESIA (4794) TNI (1147) ALUTSISTA (984) TNI AL (721) TNI AU (694) Pesawat Tempur (684) USA (597) Industri Pertahanan (564) PERBATASAN (447) KOREA (400) Kerja Sama (400) RUSIA (382) Teknologi (315) TNI AD (306) Kapal Perang (281) Pesawat Angkut (276) Anggaran (249) PERTAHANAN (235) CHINA (232) MALAYSIA (225) Tank (218) DI (210) Kapal Selam (201) Rudal (165) Helikopter (159) Pindad (145) KORUT (140) ASEAN (127) POLRI (126) Kapal Angkut (119) DMC (114) AUSTRALIA (107) PAL (106) Kapal Patroli (99) EROPA (98) Senjata (94) Pesawat Latih (93) TIMTENG (93) UAV (87) Nuklir (84) Pasukan Perdamaian (84) Teroris (83) ISRAEL (81) Radar (75) Kopassus (74) SINGAPORE (74) INDIA (72) IRAN (71) Ranpur (70) Africa (69) Roket (67) JAPAN (60) INGGRIS (59) LAPAN (59) PBB (59) jerman (57) Pesawat Patroli (56) LEBANON (55) Satelit (54) kapal latih (47) PRANCIS (45) BELANDA (41) THAILAND (36) BRAZIL (35) Philippines (35) TAIWAN (35) TIMOR TIMUR (31) VIETNAM (29) Inteligen (27) NATO (25) BRUNEI (24) Korvet (22) LIBYA (22) PAKISTAN (22) PALESTINA (21) Amerika Latin (16) KAPAL INDUK (16) English News (15) PAPUA NUGINI (15) BIN (14) ITALIA (14) VENEZUELA (14) KAMBOJA (13) ASIA (12) AFGANISTAN (11) POLANDIA (11) PT. LEN (9) Pesawat Bomber (9) Frigates (8) UKRAINE (7) Amerika Utara (6) Kapal Perusak (6) Berita Foto (5) Georgia (5) UEA (5) YAMAN (5) EGIPT (4) New Zealand (4) Pesawat Tanker (4) SRI LANKA (4) BANGLADESH (3) BULGARIA (3) YUNANI (3) HAITI (2) KAZAKHTAN (2) Polisi Militer (2) ROMANIA (2) \ (1)

    Total Pageviews

    Berita Terpopuler

    Powered by Blogger.

    Monday, August 16, 2010 | 10:03 AM | 0 Comments

    Militer China Ketinggalan Zaman

    Tank-tank melewati Lapangan Tiananmen saat parade perayaan 60 tahun Republik Rakyat China, 1 Oktober 2009 di Beijing, China

    BEIJING, KOMPAS.com - Militer China (Jie Fang Jun atau Tentara Pembebasan Rakyat) dinilai ketinggalan zaman secara teknologi. Harian Tentara Pembebasan Rakyat, Minggu (15/8), menegaskan, China harus mencontoh negara lain, terutama AS, soal modernisasi militer.

    Modernisasi militer China merupakan tema pokok reformasi lembaga tersebut. Militer China sudah menggunakan beberapa senjata modern seperti pesawat jet tempur super canggih.

    China sudah mengurangi jumlah personel militer, yang terbesar di dunia. Pemerintah Beijing berusaha membangun angkatan perang yang efektif untuk mengantisipasi konflik dengan Taiwan yang didukung AS dan Jepang atau potensi perang langsung dengan AS.

    ”Namun, untuk mencapai sasaran itu, dibutuhkan keterbukaan pemikiran,” demikian hardikan harian tersebut. Isu keterbukaan pemikiran menjadi ganjalan dalam militer China yang konservatif. ”Masih kuat gaya berpikir khas Tiongkok,” ungkap harian militer itu.

    China disarankan untuk berani belajar dari keterbukaan informasi dan komunikasi dengan lembaga militer asing. Harian itu menambahkan, sejarah dan kenyataan membuktikan sebuah negara yang tidak berwawasan global akan tertinggal. Lembaga militer tanpa visi global juga tidak memiliki masa depan.

    Masih kalah
    Disebutkan, AS merupakan contoh baik dalam dua hal, yakni pengadaan persenjataan berbasis teknologi yang sudah tersedia di pasaran seperti penggunaan global positioning system (GPS) dan pelatihan untuk menyesuaikan kemampuan militer dengan teknologi terbaru.

    Militer AS merekrut banyak tenaga muda dan menempatkannya dalam penugasan tempur di lapangan secara global.

    Militer China terkejut melihat Perang Teluk pertama (1990-1991) karena efektivitas penggunaan peluru kendali AS untuk melumpuhkan persenjataan Irak seperti tank-tank.

    Sejak saat itu, China melakukan modernisasi besar-besaran. Meski demikian, kemampuan individu masih minim.

    Tahun lalu, China memamerkan peluru kendali Dong Feng (Angin Timur) 21 C yang dapat membahayakan kapal induk AS jika digunakan dalam perang. Keberadaan Dong Feng 21 C dapat menyulitkan bantuan armada AS terhadap Taiwan dalam perang terbuka.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Militer China Ketinggalan Zaman

    Pemuda Kutai Timur Nyatakan Perang Dengan Malaysia

    ilustrasi

    Sangata (ANTARA News) - Penangkapan 3 Pegawai Kepentrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia oleh Tentara Diraja Malaysia, Minggu 15/8, membuat marah sejumlah Pemuda di Kutai Timur Kalimantan Timur.

    "Malaysia kembali menginjak-injak martabat bangsa Indonesia dan tidak boleh dibiarkan," kata Ketua Umum Angkatan Muda Demokrat Indonesia (AMDI), Syeh Maulana, Minggu malam.

    "Hanya satu kata dari pemuda Indonesia 'Perang' itulah satu-satunya jalan untuk menghentikan kebrutalan Negara Malaysia," tegas Syeh Maulana kepada ANTARA, usai melaksanakan sholat tarawih

    Menurut Syeh Maulana, Malaysia tidak menghargai Indonesia sebagai Negara tetangga dan Negara sahabat sesama ASEAN. Apalagi bangsa Indonesia dua hari lagi akan memperingati HUT RI Ke 65, tepatnya Selasa 17 Agustus 2010. Justru mereka kembali memperlihatkan kebrutalannya

    "Maka dari itu hanya melalui perang martabat bangsa Indonesia tidak di injak-injak oleh negara lain, terutama Malaysia," tegas Syeh Maulana mantan Ketua Majlis Pemuda Pancasila MPC-PP Kutai Timur.

    Jika terjadi perang Indonesia-Malaysia, pemuda Kalimantan Timur khususnya Kutai Timur siap tampil di garda terdepan untuk menyerang, kata Syeh Maulana didampingi Sekretaris Ikatan Pemuda Demokrat Indonesia (IMD) Kutai Timur H. Agus Aras.

    Sebagai ketua umum AMDI Kutai Timur saya menghimbau pemerintah Republik Indonesia khususnya presiden SBY dan Panglima TNI dan Menkopolkam serta Menteri Luar Negeri RI supaya tegas terhadap Malaysia.

    "Jangan lembek terus sehingga Negara lain semena-mena masuk mengganggu kedaulatan Negara dan rakyat Indonesia," katanya.

    Tentara Malaysia itu biar mereka yang salah tetap saja menyalahkan petugas Indonesia, buktinya pegawai KKP Indonesia yang melakukan patroli di wilayah sendiri mereka ditangkap dan diseret ke Johor itu karena kita lemah.

    "Indonesia harus mempunyai pendirian tegas terhadap negara lain termasuk Malaysia. Kibarkan merah putih dan serang Malaysia," katanya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Pemuda Kutai Timur Nyatakan Perang Dengan Malaysia

    Isreal Menyetujuin Pembelian F-35


    Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak pada hari Minggu menyetujui pembelian F-35 dari US, dikutip dari kementerian Israel.

    persetujuan Menteri datang setelah serangkaian diskusi dan akhirnya memutuskan untuk membeli 20 pesawat sebesar $ 96 juta per pesawat. Kesepakatan $ 2700000000 akan dibayar dengan menggunakan bantuan militer Amerika Serikat.

    Pembelian tersebut akan meliputi suku cadang, pemeliharaan, dan simulator. Israel berencana untuk menerima pesawat tempur antara 2015 dan 2017.

    "F-35 merupakan pesawat tempur masa depan yang akan memungkinkan kita untuk mempertahankan supremasi kami di udara dan keunggulan teknologi kami di kawasan itu," kata Barak.

    Sebuah persetujuan akhir oleh Kabinet Israel diharapkan pada akhir September. Kanada, Turki, Britania, Italia, Norwegia, Denmark, Australia dan Belanda membantu untuk mengembangkan pesawat. Mereka telah menandatangani perjanjian pembelian yang diperlukan.

    Tel Aviv sebelumnya mengatakan bahwa pembelian pesawat tempur F-35 akan secara efektif menghilangkan ancaman dari Rusia yang telah membuat sistem pertahanan udara S-300 karena serangkaian simulasi komputer telah jelas menunjukkan bahwa F-35 AS mengungguli rudal Rusia.

    F-35 Joint Strike Fighter (JSF), diproduksi oleh Lockheed Martin, yang merupakan kursi-tunggal, bermesin tunggal stealth fighter multirole yang dapat melakukan dukungan udara, bom taktis, dan misi pertahanan udara.

    Sumber: RIA / MIK
    Readmore --> Isreal Menyetujuin Pembelian F-35

    Menhan Malaysia Belum Tahun Ada Insiden


    Tujuh nelayan Malaysia sedang istirahat di Kantor Ditpolair Polda Kepri di Batam, Minggu (15/8/2010). Mereka ditangkap petugas DKP Kepri karena mencuri ikan di perairan Tanjung Berakit, Indonesia.

    PADANG, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi mengatakan dirinya belum mengetahui insiden penembakan ke udara oleh Polisi Diraja Malaysia pada patroli Satuan Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan Batam.

    Ahmad Zahid, Minggu (15/8/2010), di Kota Padang, usai menghadiri pelantikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim oleh Mendagri Gamawan Fauzi di ruang sidang DPRD Sumbar mengatakan dirinya belum menerima laporan soal tersebut.

    Menurut Ahmad Zahid, sejak dirinya berada di Kota Padang pada Sabtu (14/8) belum ada laporan yang diterimanya perihal insiden tersebut. Ia mengatakan, masih perlu mendiskusikan perihal tersebut dengan Menteri Dalam Negeri Malaysia sekalipun mengiyakan jika peristiwa itu melibatkan nelayan.

    "Ah, nelayan ya," kata Ahmad Zahid.

    Seperti diwartakan, hingga Minggu (15/8/2010) tiga petugas pengawas Satuan Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan Batam di Pengerang, Johor, Malaysia masih ditahan Polisi Diraja Malaysia. Itu terkait dengan penangkapan lima kapal berbendera Malaysia berikut tujuh nelayan karena menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia.

    Polisi Diraja Malaysia sempat menembak ke udara sebelum memaksa lima kapal berikut tujuh nelayan Malaysia dibebaskan dan akhirnya membawa tiga petugas pengawas Satuan Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan Batam ke Malaysia.

    Nudirman Munir, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar yang juga ditemui di Padang mengkritik keras insiden itu. "Ini insiden serius dan kita minta berkali-kali supaya pemerintah Malaysia menyadari ini. Kalau sampai terjadi konflik terbuka kan sangat disayangkan," kata Nudirman.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Menhan Malaysia Belum Tahun Ada Insiden

    Sunday, August 15, 2010 | 10:56 PM | 0 Comments

    Pengawasan Laut Indonesia Belum Ideal


    JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pangkalan, Adji Sularso, mengungkapkan pengawasan wilayah perbatasan perairan RI masih jauh dari ideal. Pasalnya, sumber daya manusia serta infrastruktur masih terbilang minim.

    "Kita akui kalau personil, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang kita miliki saat ini masih sangat minim, sehingga pengawasan masih kurang maksimal," ujarnya, Minggu (15/8/2010), di Hotel JW Mariott, Jakarta.

    Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) hingga kini, pemerintahan RI hanya memiliki 23 kapal patroli yang berukuran 28 m x 36 m. Setiap kapal tersebut diawaki oleh 15 anak buah kapal (ABK). Sementara itu, jumlah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di KKP masih berjumlah 900 orang.

    "Idealnya dengan daerah perairan indonesia, kita punya 70 kapal patroli. Tapi tergantung dari APBN, supaya kita lebih mengefisiensikan kapal dan surveilence udara," ujar Ajie Sularso.

    Ke depannya, Menteri Kelautan dan Perikanan akan memperjuangkan dana APBN operasi bersama yang melibatkan tim pengawas KKP dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udara. "Kalau kita laksanakan itu bukan dua atau tiga kapal tapi ratusan kapal akan tertangkap. Kita akan ambil langkah itu (operasi bersama)," ujarnya.

    Beberapa kapal patroli akan segera dipersenjatakan, saat ini para pengawas patroli laut tengah berlatih menggunakan senjata tersebut. "Kalau sekarang personil kita paling yang punya senjata. Satu kapal paling hanya satu yang pegang senjata. Ke depan, kapal akan segera dipersenjatai," ungkap Ajie.

    Akibat minimnya personil dan infrastruktur yang dimiliki KKP, pemerintah sering kali kecolongan. Selama tahun 2009 ada 14 kasus kapal ikan Malaysia yang melakukan pelanggaran di perairan Natuna, Selat Malaka, dan perairan Kepri, dan hampir semuanya diputuskan kapal dirampas untuk negara. Sementara di tahun 2010, terdapat 10 kasus pelanggaran yang dalam proses hukum di perairan yang sama. Dalam setahun, Indonesia mengalami kerugian hingga Rp 20 triliun.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Pengawasan Laut Indonesia Belum Ideal

    Komisi IV Berencana Penambahan Anggaran Senjata Untuk KKP

    Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan, Komisi IV akan segera meminta pertanggungjawaban Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dan Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Aji Sularso.

    Pernyataan Sudin ini terkait dengan penahanan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta penembakan terhadap kapal patroli KKP oleh kapal patroli Malaysia.

    "Komisi IV akan memanggil Fadel Muhammad dan Aji Sularso untuk meminta pertanggungjawabannya soal insiden penahanan dan penembakan yang dilakukan oleh polisi Malaysia. Setelah reses ini, kita akan panggil," kata Sudin, Jakarta, Minggu.

    Menurut anggota DPR dari PDIP itu, apa yang dilakukan oleh Malaysia merupakan bentuk penghinaan terhadap Indonesia.

    "Itu artinya negara kita dilecehkan oleh Malaysia. Emangnya Malaysia itu siapa. Kita lebih hebat dari Malaysia," katanya.

    Ia juga menilai, alasan dari Dirjen P2SDKP bahwa kapal patroli kita tidak memiliki persenjataan dan takut dengan kapal patroli Malaysia, bukan alasan.

    "Itu hanya alasan saja, hanya untuk pembenaran dan pembelaan saja," kata Sudin.

    Ia juga meminta Menteri KKP Fadel Muhammad untuk menyikapi aksi yang dilakukan oleh Malaysia tersebut. Fadel membenarkan bahwa saat ini memang terjadi aksi penahanan dan penembakan yang dilakukan oleh Malaysia.

    "Jawaban Fadel seperti itu bukan jawaban sebagai seorang menteri. Seharusnya Fadel menyikapi masalah tersebut dengan cepat, bukan hanya memberikan jawaban seperti itu. Apakah kita harus dilecehkan terus oleh Malaysia," ujar politisi dari PDIP itu.

    Ia juga mengatakan, bila memang persenjataan yang dimiliki oleh KKP dalam melakukan patroli laut tidak dilengkapi senjata, Komisi IV akan memberikan tambahan anggaran untuk meningkatkan jumlah persenjataan agar tidak dilecehkan terus oleh Malaysia.

    "Selama ini, Komisi IV tidak pernah diinformasikan kalau KKP tidak dibekali senjata dalam melakukan patroli, begitu ada tembakan dari kapal patroli Malaysia, langsung kabur, alasan itu tidak masuk akal," kata Sudin.

    Jumat (13/8) pekan lalu, tiga petugas Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) ditahan oleh Polisi Diraja Malaysia.

    Selain itu, kapal patroli KKP juga ditembaki oleh kapal patroli Malaysia saat menangkap kapal nelayan Malaysia yang sedang menangkap ikan di perairan Indonesia, tepatnya di perairan Bintan, Kepulauan Riau.

    Sumber: YAHOO
    Readmore --> Komisi IV Berencana Penambahan Anggaran Senjata Untuk KKP

    Wanita Indonesia Sang Ahli Desain Kapal

    NAMANYA Henny Poerwanti. Gelarnya berderet-deret. Maklum, ia double sarjana (mechanical engineer dan naval architect). Saat ini menetap di Singapura dan bergerak di bidang konsultan perkapalan. Sekarang dipercaya menjadi engineering manager di Modec (pemilik FPSO terbesar di dunia). Berikut pengalaman Henny, wanita Indonesia yang jago mendesain kapal.

    PERJALANAN karir saya di bidang Industri perkapalan dimulai sejak tahun 1992 di Kodja Bahari Jakarta. Pada waktu itu saya mendapat kehormatan dari Kampus Politeknik untuk mensupport GTZ.

    GTZ adalah sebuah lembaga milik pemerintah Jerman yang bertugas membantu negara-negara berkembang dalam memajukan negaranya. Apa hubungannya GTZ dengan dunai perkapalan? Ketika itu Kodja Bahari menjadi salah satu galangan kapal terbesar kedua di Indonesia yang menerima project pembangunan kapal penumpang Gotland Vessel milik sebuah perusahaan Swedia.

    Awalnya, saya mulai bekerja sebagai designer perkapalan (specialis machinery/kamar mesin). Padahal waktu itu saya belum lulus kuliah.
    Seingat saya, mereka yang dikirim dari kampus jumlahnya mencapai lima orang dan saya satu-satunya perempuan. Kehidupan yang keras mulai dari mengerjakan design, hingga turun kelapangan untuk inspeksi, lalu memberi petunjuk kepada para pekerja galangan sudah mulai saya rasakan sejak tahun 1992.

    Sebagai wanita yang bekerja di dunia yang keras dan bisa menaklukkan kehebatan kaum Adam sungguh merupakan kebanggan dan kepuasan tersendiri. Bukan berarti saya tidak menghargai mereka, tetapi kemampuan otak, kemampuan dalam hal mengatur orang, bernegosisasi dan juga menyelesaikan berbagai macam problem di kantor maupun di lapangan merupakan tantangan tersendiri.

    Contoh sederhana saja, ketika kuliah dulu, saya satu-satunya wanita dari 40 mahasiswa yang mengambil jurusan mesin kapal. Enggak heran kalau saya selalu di nomor kancilkan alias selalu mendapat giliran akhir setiap kali melakukan praktek lapangan, praktek bengkel ataupun uji laboratorium.
    Dari yang saya ceritakan, intinya adalah kita (kaum wanita) harus bermental baja, pantang menyerah dan harus bisa berdiri sama tinggi dengan mereka kaum laki-laki.

    Pengalaman dari Kodja dengan begitu minim fasilitas membentuk mental saya semakin bertambah satu lapis. Dari seorang yang pendiam dan feminim, tiba-tiba menjadi seorang yang sedikit agresif. Begitu kata ibu saya.

    Agresif dalam arti, saya tidak pernah merasa takut dan kepercayaan diri otomatis selalu bertambah. Kerasnya hidup dan bekerja di Jakarta tidak membuat saya menjadi wanita yang gampang mengeluh dan juga putus asa.
    Dan yang membuat saya sungguh bersyukur dapat bekerja ke Jakarta, waktu itu saya bekerja dengan insinyur dari Jerman dan saya mendapat banyak ilmu mengenai pekerjaan lapangan mulai design, inspeksi kapal, hingga pekerjaan lapangan (mengelas, memotong plat/ pipa, menyambung dan memasang ke kapal) menjadi bagian yang harus saya lakukan.

    Wuihh, betapa tidak pada waktu itu saya juga satu-satunya wanita di Kodja Bahari galangan empat yang menyandang gelar diploma (masih belum ada insinyur wanita pada waktu itu di bidang perkapalan).
    ***
    DARI Jakarta saya kembali ke kota di mana saya dilahirkan, Surabaya. Saya melanjutkan karir di bidang yang sama. Di sini prestasi saya banyak di belakang meja. Lebih banyak ke design daripada ke lapangan. Sejak itu saya mulai fokus pada design kapal, mulai dari kapal untuk kepentingan militer, kapal tanker, kapal cargo (bulk carrier) hingga kapal penumpang.

    Ketika mengerjakan kapal cargo, saya mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke negeri Belanda untuk mengikuti training. Kesempatan itu menjadi pintu kedua bagi saya untuk bisa melihat dunia luar.

    Tidak mudah untuk bisa berangkat ke Belanda, jika tidak karena kepala bagian saya yang pada waktu itu berjuang untuk membela hak saya. Mengapa? Sebenarnya, mereka yang akan dikirim adalah karyawan lain yang sama sekali tidak mengerjakan proyek ini.

    Kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa persaingan di dunia perkapalan adalah sangat kuat antara laki-laki dan wanita. Kami kaum hawa mungkin masih dianggap kurang mampu untuk menerima tugas atau tanggung jawab yang berat. Tetapi tentu saja Tuhan berkehendak lain dan itu patut saya syukuri.

    Penjalanan yant tidak pernah saya bayangkan dan impikan, tetapi menjadi perjalanan karir saya adalah berangkat ke Jerman. Waktu itu sekitar tahun 1997 terjadi krisis di Indonesia dan dunia pekapalan mulai sepi. Saya memutuskan untuk berangkat ke Jerman mengambil double degree di bidang design kapal. Oh iya, gelar insinyur saya selesikan di Surabaya di sebuah Universitas swasta.

    Pertimbangan waktu itu adalah saya cenderung mengumpulkan pengalaman di banding konsentrasi melanjutkan kuliah ke universitas milik pemerintah. Itu juga atas anjuran ayah saya yang mensupport saya 100 persen agar saya bisa survive di bidang saya, sebagai wanita bukan jalur akademis yang penting tetapi pengalaman dan kemampuan mendesign serta pengalaman membangun kapal lebih bisa dihargai.

    Di Jerman saya tinggal di Kota Bremen dan di situ ada sebuah universitas yang dikenal sangat bagus di bidang perkapalan dan kelautan (marine & offhore). Dengan modal tekad dan kemampuan bahasa Jerman, saya melanjutkan study sembari bekerja sebagai partimer di beberapa perusahaan dan galangan kapal. Selain uang yang menjadi tujuan saya, juga ilmu serta pengalaman yang menjadi incaran saya.

    Yang unik adalah ketika saya mulai bekerja (tiga bulan setelah kedatangan saya di Jerman), semua itu terjadi atas bantuan bekas manager saya yang berhasil saya hubungi. Dan alhamdulillah saya diberi kesempatan bekerja selama tiga bulan dengan fasilitas yang lumayan.

    Banyak rekan saya yang terheran-heran ketika saya mendapatkan mobil dari perusahaan. Saya semakin percaya diri dan tidak takut sendiri hidup di negeri orang. Prinsip niat baik dan 'do the best' selalu menajdi pegangan saya.
    Tiga bulan saya berada di Departement Engineering, tepatnya di bagian Mechanical Engineering.

    Di sana saya banyak belajar mengenai system, detail design dan bahkan DIN (Standart Technik Jerman). Bayangkan saya belajar bagaimana satndart yang diakui oleh dunia internasional itu dibuat. Bangga juga dong jika saya mengerti proses dari pembuatan standarisasi. Selama tiga bulan, saya bekerja partime di galangan kapal Luerssen di Vegesack.

    Tahu tidak betapa galangan ini merupakan galangan kapal yang sangat terkenal di seluruh dunia dan membangun kapal-kapal militer. Sepertinya Tuhan sudah mengatur dan memberi saya persiapan sebelum berangkat ke Jerman. Betapa tidak, ketika di Jakarta saya bekerja di perusahaan Jerman, sehingga profesionalisme dan sistem kerja mereka saya sudah menguasainya.
    Kemudian di Surabaya saya juga mengerjakan kapal-kapal militer dan bertemu dengan bekas manager saya yang memberi kesempatan saya untuk bekerja juga di Jerman. Sepertinya semua itu bukanlah kebetulan, alhamdulillah.

    Pengalaman di Jerman, cukup meyakinkan profesor untuk bisa memulai kuliah di semester yang lebih tinggi. Dan akhirnya saya hanya mengulang di semester empat, tapi harus mengerjakan tugas design yang sudah diberikan sejak semester satu dengan waktu hanya tiga bulan.

    Sempat juga ada perasaan tidak yakin. Dan orang pertama yang saya hubungi adalah bapak saya dan kakek saya, karena motivator kebanggaan dan favorite saya. Saya telepon, "Pak doakan saya ya untuk bisa ke semester lima saya harus menyelesaikan design ini dalam waktu tiga bulan."

    Padahal normalnya nih kalau yang namanya basic design itu dan main frame design, harusnya memakan waktu setahun. Ayah saya menimpali, "Iso, yakin iso... ojo lali ndungo (bisa, yakin bisa dan jangan lupa berdoa)."

    Saya lalu mulai mengerjakan tugas dengan telaten. Selama tiga bulan saya selalu pulang jam 04.00 pagi dari kampus. Padahal, jam 08.00 pagi saya sudah harus di kampus lagi untuk mengikuti kuliah.

    Perjuangan yang berat, apalagi tantangan musim sering menjadi hambatan karena badan saya suka masuk angin. Tiga bulan bulan berlalu dan semuanya berjalan seperti yang saya harapkan yaitu design saya selesai dan diterima.
    Selama kuliah, saya tidak tinggal diam dan banyak menjalin hubungan dengan orang-orang yang saya anggap bisa menjadi sumber referensi saya.

    Dan saya ajuga bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan konsultant perkapalan, mulai dari bagian kontrol dokumen (doc control) hingga mengerjakan design. Kemudian saya juga banyak mengikuti seminar serta mendapat kesempatan bekerja di sebuah badan klasifikasi kapal milik Inggris yaitu Lloys Register yang berada di Kota Hamburg. Bremen ke Hamburg hanya satu jam perjalanan menggunakan kereta.

    Di Hamburg atau tepatnya di LR, saya banyak belajar bagaimana sebuah design disetujui oleh badan klasifikasi. Sebab tanpa design dan perhitungan yang disetujui oleh badan klasifikasi kapal, maka kapal tidak akan pernah boleh dibangun.

    Di Hamburg saya berkunjung ke perusahaan pemilik kapal yang terkenal yaitu Komswroski. Perusahaan itu banyak mendanai kapal-kapal yang di bangun untuk kepentingan negara kita. Saya mencoba menawarkan galangan-galangan kapal di Indonesia yang lain selain PT.PAL yang mungkin bisa membantu proyek-proyeknya.

    Yang saya temui tidak hanya perusahaan itu saja, tetapi juga pemilik kapal yang lain seperti Lauterjung. Tujuan saya adalah ingin mempromosikan galangan kapal di Indonesia yang ternyata mampu dan boleh disejajarkan dengan kemampuan galangan-galangan kapal di Eropa.

    Suka dan dukanya tentu ada, terutama ketika saya harus duduk satu meja dengan mantan direktur saya. Dimana saya waktu itu berada di pihak owner/ pemilik kapal yang sedang dibangun di PT PAL. Saya tidak berkecil hati dengan pandangan banyak mata yang menatap sinis (ini kenyataan). Justru saya bangga karena manusia kecil seperti saya dan tidak sedang bermimpi menjadi begitu terhormat pada waktu itu.

    Saya menyelesaikan sekolah tepat pada waktunya dan saya putuskan untuk pulang ke Indonesia (Mei 2006) dan menolak tawaran dari sebuah perusahaan untuk bekerja di Jerman. Saya tetap wanita dan seorang istri, dimana harus mengikuti kemana suami saya pergi dan anak-anak saya berada.
    ***
    DI Indonesia saya hanya sempat enam bulan saja dan bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Kemudian tahun 2007, tepatnya 6 Januari saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Galangan Kapal Sembawang di Singapura.

    Di Singapura saya sudah bekerja di lima perusahaan dan dua diantaranya adalah galangan kapal Sembawang dan Keppelfels. Saya memulai bekerja di Sembawang Shipyard, ikut berpartisipasi dalam dua proyek pentingnya membangun Pipe Lying Vessel dan Jack Up Rig.

    Dari Sembawang saya mendapat kesempatang bergabung dengan pembangun rig (rig builder) terbesar di dunia yaitu Keppelfels dan ikut mengerjakan dua proyeknya. Dari galangan kapal hingga bekerja sebagai sebagai senior engineer di perusahaan pemilik kapal seperti Compas Energy dan Modec merupakan batu loncatan yang luar biasa. Melalui perjuangan yang keras untuk bisa meyakinkan mereka bahwa saya sebagai wanita juga mampu menjalankan pekerjaan ini. Terbayar sudah....

    Sumber: TRIBUN
    Readmore --> Wanita Indonesia Sang Ahli Desain Kapal

    Lanal Banyuwangi Prihatin Atas Hilangnya Alat Mercusuar

    Banyuwangi (ANTARA News) - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, Jawa Timur, Letkol Laut EV. Nurokhman, memprihatinkan hilangnya alat mercusuar di perairan Pulau Tabuhan sekitar 12 mil laut dari Kota Banyuwangi.

    Alat itu berfungsi sebagai petunjuk bagi kapal yang akan melewati perairan tersebut terutama di malam hari, kata Nurokhman di Banyuwangi, Sabtu.

    "Sudah tiga bulan ini mercusuar di perairan Pulau Tabuhan hilang sehingga tidak ada petunjuk lagi bagi kapal yang melewati perairan pulau karang di bagian utara Kota Banyuwangi itu," katanya menjelaskan.

    Jalur di sekitar perairan Pulau Tabuhan itu sangat padat karena sering dilalui kapal-kapal niaga yang ke luar masuk Banyuwangi maupun kapal-kapal pengangkut batu bara dari Kalimantan dengan tujuan Cilacap, Jawa Tengah.

    Ia mengatakan, selain mercusuar di perairan Pulau Tabuhan, Nurokhman juga mengungkapkan kerusakan mercusuar di perairan Tanjung Sembulungan, Muncar, yang hingga kini masih dalam perbaikan.

    Di sekitar Tanjung Seloka hingga Karangente sampai saat ini belum juga ada mercu suar, termasuk di perairan Tanjung Bantenan yang beberapa kali telah terjadi kecelakaan yang menimpa kapal pengangkut batu bara hilang ada yang tenggelam.

    Menurut Nurokhman, mercu suar itu sangat berarti bagi nakhoda kapal yang sedang melewati perairan yang ditenggarai banyak ditemukan karang karena dengan lampu suar itu kapal yang lewat bisa mengukur jarak yang harus dilalui sehingga kapal yang dinakodainya dapat menghindari karang laut yang ada.

    Namun Nurokhman mengakui, pengadaan mercusuar itu bukan menjadi kewenangannya, tetapi menjadi tanggungjawab Bagian Navigasi Kementerian Perhubungan Laut.

    Lanal Banyuwangi hanya bisa memberikan saran kepada instansi terkait agar segera memperbaiki mercusuar, baik yang hilang, rusak maupun di perairan yang hingga kini belum ada mercusuarnya.

    Menanggapi ulah segelintir orang yang nekat mencuri alat mercusuar di perairan Pulau Tabuhan, Nurokhman, berjanji akan membantu instansi terkait untuk menemukan siapa pelakunya. Pasalnya, tindakan tersebut tidak saja merugikan negara. tetapi juga orang lain yang berkepentingan dengan alat suar tersebut.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Lanal Banyuwangi Prihatin Atas Hilangnya Alat Mercusuar

    Indonesia Tidak Pernah Dijajah 350 Tahun

    MEDAN, KOMPAS.com — Sejarahwan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari, mengatakan tidaklah benar bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun. Karena jika angka tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran, maka awal mula penjajahan di Indonesia adalah tahun 1592.

    "Padahal, bangsa Belanda pada tahun 1592 itu belum tiba di Indonesia. Belanda sendiri tiba di Indonesia, yakni di Banten, pada tahun 1552 di bawah pimpinan Cornelius De Houtman untuk menjajaki potensi perdagangan di Indonesia," katanya di Medan, Sabtu.

    Oleh karena itu, kata dia, yang benar adalah bahwa Belanda memerlukan waktu selama lebih kurang 300 tahun untuk menaklukkan Indonesia.

    Hal ini ditandai oleh maraknya penentangan pemerintahan di sejumlah daerah untuk menolak intervensi Belanda seperti Raja Tallo, Iskandar Muda, dan Sultan Agung yang semuanya muncul dari beberapa wilayah di Indonesia.

    Ia mengatakan, masa penjajahan di Indonesia tidak bisa digeneralisasikan untuk semua kawasan di Indonesia karena setiap daerah memiliki masa waktu berbeda untuk dijajah oleh bangsa asing.

    Oleh karena itu, dalam pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah, mutlak dilakukan reformasi pembelajaran sejarah.

    Sementara itu, staf peneliti Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas negeri Medan (Unimed), Erond Damanik, merujuk pada pendapat GJ Resink Tahun 1987 dalam bukunya Raja dan Kerajaan Yang Merdeka Di Indonesia Tahun 1850-1910. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1850 hingga 1910, masih banyak daerah di Indonesia yang masih merdeka atau belum diduduki oleh Kolonial Belanda.

    Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masa Indonesia dijajah Belanda tidak benar selama 350 tahun, karena hingga tahun 1907 masih banyak wilayah yang bebas dari pengaruh Belanda.

    Misalnya, di Sumatera Utara ada perang Sisingamangaraja (1887-1907), Kiras Bangun (1901-1905), Rondahaim (1870-1889), maupun Datuk Sunggal masih mengobarkan perang terhadap Belanda termasuk wilayah Aceh.

    "Justru yang benar adalah sebaliknya, yakni Belanda membutuhkan waktu sekitar 300 tahun untuk menaklukkan seluruh wilayah di Indonesia. Jadi, mari sama-sama kita luruskan perjalanan bangsa ini. Kita tidak pernah dijajah selama 350 tahun, tapi justru yang terjadi adalah Belanda memerlukan waktu selama 300 tahun untuk menaklukkan kita," katanya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Indonesia Tidak Pernah Dijajah 350 Tahun

    Merah Putih Berkibar di Pulau Terluar

    TANJUNGPINANG, KOMPAS.com — Parajurit TNI Angkatan Darat dari Korem 033/Wira Pratama Kepulauan Riau akan mengibarkan bendera Merah Putih di 19 lokasi pulau terluar di Kepulauan Riau yang berbatasan dengan negara tetangga, seperi Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

    "Semua bendera Merah Putih di 19 pulau terluar di Kepulauan Riau tersebut sudah harus berkibar sebelum detik-detik kemerdekaan RI ke-65 pada 17 Agustus 2010," kata Danrem 033/Wira Pratama, Kolonel CZI Zainal Arifin, di Tanjung Pinang, Minggu (15/8/2010).

    Zainal mengatakan, pengibaran Merah Putih di pulau terdepan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan nasionalisme prajurit Korem 033/WP serta meningkatkan kebersamaan antara prajurit Korem 033/WP dan masyarakat.

    "Juga dimaksudkan untuk melestarikan nilai-nilai tradisi kebanggaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memperjelas batas-batas wilayah NKRI khususnya di Provinsi Kepulauan Riau dengan negara-negara tetangga," katanya.

    Dengan momentum hari kemerdekaan, Menurut Zainal, diharapkan bisa mengingatkan masyarakat dan menggugah kembali semangat bela negara dan cinta Tanah Air kepada seluruh warga bangsa yang dirasakan sudah mulai luntur.

    "Indonesia mempunyai pulau-pulau terluar yang harus dijaga dan diamankan keberadaanya, jangan sampai pengalaman pahit lepas dan beralih tangannya beberapa pulau akan terulang. Akibat kelalaian atau perhatian yang kurang serius dalam menjaga hak milik bangsa," tegas Zainal.

    Dia menuturkan, pemanfaatan wilayah pulau terluar masih rapuh dalam aspek pertahanan karena tidak terkawal dengan baik sehingga terjadi pencurian kekayaan alam atau laut termasuk kerawanan kejahatan.

    "Kami mengharapkan pulau terluar jangan lagi dianggap sebagai halaman belakang bangsa ini, tapi harus menjadi beranda terdepan yang patut menjadi perhatian kita bersam dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan Tanah Air serta tumpah darah Indonesia," tegasnya.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Merah Putih Berkibar di Pulau Terluar

    Saturday, August 14, 2010 | 7:11 PM | 0 Comments

    Koarmatim Miliki Detasemen Intelijen


    Surabaya - Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) memiliki Detasemen Intelijen (Denintel) yang struktur dan kedudukannya setara dengan jajaran kedinasan di lingkup komando utama matra laut itu.

    Peresmian gedung Denintel di markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya, Selasa, itu juga ditandai dengan pelantikan Letkol Laut (E) G. Sugiono sebagai Komandan Denintel.

    "Terbentuknya Denintel ini diharapkan dapat lebih mempertajam tugas dan fungsi organisasi intelijen untuk menyamakan persepsi dan tindakan dalam implementasi tugas-tugas di lapangan dan mengikis rasa keraguan-raguan," kata Panglima Koarmatim, Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto.

    Ia juga berharap semua satuan kerja di bawah Koarmatim dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan Denintel dalam mewujudkan komando utama itu sebagai lembaga kemiliteran matra laut yang patut dibanggakan.

    Pangarmatim menjelaskan, peran dan fungsi intelijen sangat penting dan strategis di lingkungan TNI Angkatan Laut.

    "Pengetahuan intelijen menjadi salah satu referensi utama pada setiap tahapan penyelenggaraan kegiatan organisasi, mulai tahap perencanaan, formulasi kebijakan, pengambilan keputusan, pemilihan cara bertindak, hingga penggunaan dan penggelaran kekuatan militer," katanya.

    Pembentukan Denintel itu berdasarkan Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/52/IX/2008 tanggal 8 September 2008 tentang Persetujuan dan Pengesahan Pembentukan Organisasi Satuan Intelijen di tingkat Komando Utama Operasi TNI-AL dan TNI-AU.

    Dasar hukum lainnya adalah Peraturan KSAL Nomor Perkasal/27/IX/2007 tanggal 4 September 2007 tentang Pembentukan Detasemen Intelijen, Tim Intelijen, dan Unit Intelijen di lingkungan TNI-AL serta Telegram KSAL Nomor 091/SREN/0210 TWU 0225 tentang Implementasi Organisasi Satlak Intelijen TNI-AL.

    "Pembentukan Denintel itu juga bagian dari program reformasi internal dalam tubuh TNI agar mampu menghadapi segala perubahan dan dinamika tantangan penugasan yang semakin kompleks dan dinamis," kata mantan Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) itu.

    Peresmian dan pelantikan Denintel itu dihadiri Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Arief Rudianto, Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama TNI Widodo, Komandan Lantamal V Brigjen TNI (Mar) Halim A Hermanto, para Asisten Pangarmatim, komandan satuan kapal, dan para pejabat teras lainnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Koarmatim Miliki Detasemen Intelijen

    Rahasia Negara Rawan Bocor Lewat Negara Tetangga?

    Jakarta (ANTARA News) - Kalangan anggota DPR RI, terutama dari Komisi I (Bidang Luar Negeri, Pertahanan Keamanan, Intelijen, Komunikasi, dan Informatika), mengkhawatirkan adanya dugaan rahasia negara bocor ke luar via Singapura dan Malaysia.

    "Kita memang sudah ketinggalan dalam hal kemajuan dan penguasaan teknologi untuk berbagai aspek, utamanya di sektor teknologi informasi (TI). Kekhawatiran ini terus memuncak, apalagi banyak operator seluler dan internet kita memang dikendalikan dari dua negara itu," ujar anggota Komisi I DPR RI, Paskalis Kossay, menjawab pertanyaan ANTARA, Sabtu.

    Saat dihubungi lewat telefon dari Jayapura (Paskalis sedang menjalankan masa reses dengan mengunjungi konstituen di daerah pemilihan), mantan Wakil Ketua DPRD Papua ini juga mengakui, banyak pihak yang sepertinya belum menyadari pentingnya penguasaan TI, terutama terkait dengan urusan rahasia negara maupun bisnis bernilai miliaran dolar.

    "Saya kaget juga dengan info dari sebuah diskusi di Jakarta, bahwa seorang pakar IT yang alumni sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia mengungkapkan bahwa RI benar-benar semakin didikte Singapura dan Malaysia dalam hal telekomunikasi di samping perbankan," ungkapnya.

    Menurut dia, hal tersebut karena semua operator seluler dan internet berbasis di dua negeri jiran ini. Akibatnya, tiap "voucher" pulsa apa saja, juga setiap kali satu WNI buka internet (browse), langsung kena "charge" yang terhisap otomatis ke sana.

    "Artinya, mereka gemuk oleh kebodohan kita. Satu hal lagi, dengan keadaan seperti sekarang, maka informasi apa pun termasuk rahasia negara jadi telanjang di mata Singapura," kata Paskalis mengutip Benni T.B.N., pakar IT yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.

    Menurut pakar tersebut, lalu lintas jaring optik dikendalikan oleh "traffic administrator" di Singapura.

    "Karenanya semua jaringan internet dan seluler harus ditarik atau `dipaksa` melewati `persimpulan utama` di kota itu. Makanya, apalagi `rahasia negara` yang tak mereka tahu? Sialnya lagi, satelit Indosat (dulu Palapa) jadi mayoritas milik Temasek (sebuah BUMN Singapura)," kata Benny.

    "Akibatnya," lanjut dia, "selain kita jadi seperti `telanjang` dalam informasi apa pun, juga RI cuma berfungsi sebagai pelanggan seluler.Kita cuma `outlet`, tukang jual produk IT mereka. Dan yang jelas, banyak perusahaan `provider` kita cuma nama `doang` perusahaannya itu milik RI dengan mayoritas saham dikuasai mereka," ujarnya.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Rahasia Negara Rawan Bocor Lewat Negara Tetangga?

    Tiga Aparat KKP Ditahan Polisi Malaysia

    ilustrasi

    Batam, 14/8 (ANTARA) - Tiga aparat Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan ditahan Polisi Malaysia saat sedang mengamankan kapal nelayan Malaysia yang mencuri ikan di Perairan Bintan, Jumat (13/8) malam.

    Tiga orang itu di antaranya Asriadi dan Erwan ditahan kepolisian Malaysia saat sedang berada di atas kapal Malaysia, mengawal lima kapal untuk digiring ke Batam.

    "Sampai saat ini teman-teman kami masih ditahan," kata seorang aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Hermanto yang berhasil melarikan diri dari sergapan polisi Malaysia.

    Ia mengatakan saat kejadian dirinya bersama aparat KKP lainnya berada di kapal Dolphin milik DKP.

    Polisi Malaysia, kata dia, sempat menembak kapal KKP dua kali saat kapal berlayar di perairan Indonesia.

    "Mereka meminta kami naik dan menyerahkan nelayan Malaysia yang kami tahan. Tapi kami menolak dengan alasan kejadian berada di perairan Indonesia," kata dia.

    Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Brigjen Pol. Pudji Hartanto mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membebaskan dua aparat KKP.

    "Tapi, kondisi ketiganya aman," kata dia.

    Sumber: ANTARA
    Readmore --> Tiga Aparat KKP Ditahan Polisi Malaysia

    Puluhan Prajurit TNI "Kepung" Istana


    JAKARTA - Tiga hari menjelang peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945, pengamanan di area Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, semakin diperketat.

    Berdasarkan pantauan okezone pagi ini, Sabtu (14/8/2010), kompleks Istana dikelilingi oleh para prajurit TNI berseragam loreng. Mereka berdiri dalam jarak sekira 20 meter satu sama lain, sambil memerhatikan semua pejalan kaki yang melewati trotoar di depan Istana, yang di dalamnya juga terdapat gedung Sekretariat Negara.

    Seperti dikabarkan, pekan lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengabarkan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang berniat tidak baik terhadap dirinya. Kala itu, Presiden juga mengungkapkan adanya ancaman terorisme saat peringatan Hari Kemerdekaan.

    Meski begitu, dia menegaskan, perayaan HUT Republik Indonesia tak boleh terganggu dan tetap akan berlangsung meriah di bawah pengamanan ketat oleh TNI dan Polri.

    Sumber: OKEZONE
    Readmore --> Puluhan Prajurit TNI "Kepung" Istana

    Pasukan Srilanka Gantikan Pasukan Garuda di Libanon

    INILAH.COM, Libanon - Director General Operations of Srilanka Army (GOSA) Mayor Jenderal Likugan Hewage Sharendra Chandana Silva mengadakan kunjungan kerja ke Tactical Operational Center Satgas 2nd Indo Force Protection Company (2nd Indo FPC) Kompi Mekanis Konga XXIII-C1 bertempat di Markas Besar UNIFIL, Naqoura Lebanon Selatan, Kamis (12/8).

    Rombongan diterima langsung oleh Komandan Kontingen Indonesia Kolonel Inf Restu Widiyantoro, beserta Dansatgas 2nd Indo FPC Kapten Inf Imam Wicaksana. Kunjungan pejabat militer dari Srilangka tersebut dalam rangka mempelajari serta mengetahui secara jelas tugas dan kewajiban dari Satgas 2nd Indo Force Protection Company yang nantinya, akan digantikan oleh Kompi dari Srilanka pada pertengahan Oktober 2010.

    Pada kunjungan ke Tactical Operational Center Satgas 2nd Indo FPC tersebut, Mayjen Likugan menerima paparan singkat satuan dari Kolonel Inf Restu Widiyantoro selaku Komandan FHQSU meliputi tugas pokok, organisasi dan kekuatan personel Indonesia.

    Selanjutnya Dansatgas 2nd Indo FPC Kapten Inf Imam Wicaksana memberikan paparan mengenai operasional satuannya serta tugas dan tanggung jawabnya selaku Kompi Pertahanan dan Pengamanan di Markas Besar UNIFIL.

    Pada kesempatan itu rombongan militer dari Srilangka meninjau Markas dan tempat tinggal prajurit dari Satgas 2nd Indo FPCKompi Mekanis Konga XXIII-C1 yang bertempat di Gianicolo Camp, New Land Naqoura Lebanon Selatan yang nantinya akan dihuni personel dari pasukan Srilanka.

    "Rombongan juga melihat kendaraan tempur yang dimiliki oleh Satgas 2nd Indo FPC seperti ANOA yang saat ini menjadi tumpuan utama Satgas 2nd Indo FPC untuk mengamankan wilayah tanggung jawab pengamanan Markas Besar UNIFIL," ujar Perwira Penerangan Konga XXVI-B1/Unifil, Lettu Laut Rully dalam keterangan tertulis yang diterima INILAH.COM Jumat (13/8).

    Sumber: INILAH
    Readmore --> Pasukan Srilanka Gantikan Pasukan Garuda di Libanon

    Tunjangan Prajurit di Perbatasan Diserahkan

    Prajurit Perbatasan

    Jakarta, Kompas - Prajurit TNI yang bertugas di pulau-pulau terluar di wilayah perbatasan bisa bernapas lega. Tunjangan yang diberikan negara sejak 1 Januari 2010 kini sudah bisa dinikmati oleh mereka.

    Tunjangan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2010 itu diharapkan mampu mendongkrak moral prajurit dan PNS selama menjalankan tugas. ”Pemberian tunjangan dihitung sejak 1 Januari 2010. Itu berarti para prajurit sudah menabung delapan bulan, sejak Januari hingga Agustus,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat (13/8) di Kementerian Pertahanan, Jakarta, saat acara penyerahan Perpres No 49/2010 kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.

    Tunjangan bulanan sebesar 150 persen dari gaji pokok diberikan kepada prajurit yang bertugas dan tinggal di pulau-pulau terluar tanpa penduduk. Adapun prajurit yang bertugas di pulau-pulau terluar yang berpenduduk diberikan tunjangan 100 persen dari gaji pokok.

    Tunjangan lebih kecil, 75 persen dari gaji pokok, diberikan kepada prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan lainnya. Khusus prajurit yang menjalani tugas dalam waktu-waktu tertentu (sementara) di wilayah pulau terluar mendapat tunjangan 50 persen dari gaji pokok. Jumlah total prajurit yang bertugas di perbatasan, menurut Purnomo, sekitar 9.000 orang. ”Terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah,” ujar Panglima TNI.

    Secara terpisah, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Kemhan untuk menyediakan rumah dinas bagi prajurit. Untuk pembangunan rumah prajurit ini, selain pembangunan 20 menara rumah susun (twinblock), juga akan dibangun sekolah di Magelang.

    Untuk rumah di perbatasan, dalam empat tahun ke depan targetnya 1.000 unit. Idealnya, sekitar 357.874 rumah negara, tetapi yang tersedia baru 198.170 unit.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Tunjangan Prajurit di Perbatasan Diserahkan

    KOSTRAD Harus Berstandar Internasional


    Latihan terjun payung taktis Yonif Linud 328/DGH Kostrad di Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/8).

    Pasukan Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad dituntut memiliki kemampuan berstandar internasional. Tuntutan itu harus tetap menjadi patokan di tengah keterbatasan alat utama sistem persenjataan. Kemampuan berstandar internasional itu, menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta, tidak bisa ditawar lagi.

    Secara umum, prioritas Angkatan Darat tahun ini adalah peningkatan profesionalisme,” kata George Toisutta di sela-sela latihan terjun Batalyon Lintas Udara (Linud) 328/DGH, Selasa (10/8). Menurut George, walaupun fasilitas yang dimiliki Linud kurang, kemampuan prajuritnya harus sesuai dengan standar operasi internasional. Hal ini termasuk kualitas kemampuannya dan pendekatan yang tidak melanggar hak asasi manusia.

    Di sela-sela latihan terjun Yonif Linud 328/DGH di Cibenda, Sukabumi, Panglima Kostrad Letjen Burhanudin Amin menyatakan, Linud seharusnya didukung ketersediaan pesawat yang memadai. Namun, jumlah pesawat belum cukup. ”Sekarang baru ada dua pesawat, seharusnya minimal empat pesawat,” kata George Toissuta yang juga mantan Pangkostrad.

    Kostrad merupakan pasukan tempur pemukul terbesar yang dimiliki TNI saat ini dengan sekitar 36.000 personel. Posisinya sangat strategis karena harus siap untuk tiba-tiba dikirim ke mana saja. Kostrad memang diciptakan untuk menjadi pasukan pemukul yang harus bekerja dalam waktu singkat.

    Tetap siaga

    Tidak heran, pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) yang terdiri dari tiga angkatan, yaitu AD, AL, dan AU, yang berada langsung di bawah Panglima TNI, unsur utamanya diambil dari Brigade Infanteri Lintas Udara. Merekalah yang harus tiba secepatnya di wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai lokasi bermasalah. Dalam kondisi negara aman dan damai, PPRC tetap siaga penuh di markas setiap angkatan.

    Berkaitan dengan pengembangan Kostrad, George mengatakan, pembentukan Divisi 3 Kostrad yang diperuntukkan bagi kawasan timur Indonesia masih dalam kajian. Menurut dia, masih dalam kajian juga apakah di Papua akan diadakan kodam baru atau dibentuk divisi 3 saja.

    ”Kalau kodam baru yang di Kalimantan Barat itu memang kajiannya telah selesai dan DPRD Kalbar yang memintanya,” kata George.

    Latihan yang diadakan Selasa lalu di Cibenda ini meliputi terjun statik dan terjun bebas (freefall). Terjun statik merupakan kualifikasi terjun yang dibutuhkan pasukan Linud untuk sebuah serbuan militer. Ceritanya, para prajurit Linud diterjunkan ke wilayah sasaran untuk melaksanakan perebutan cepat sebuah target atau wilayah. Sementara terjun bebas adalah penerjunan di mana penerjun terjun bebas dari pesawat dan payung baru dibuka di ketinggian tertentu untuk mencapai sasaran dengan tepat.

    ”Ini cuma latihan penyegaran saja. Medannya perlu berubah-ubah supaya keterampilan meningkat,” kata Letjen Burhanudin. Payung yang digunakan adalah payung bulat MC 11 buatan AS dan MC 11C buatan Korea. Penerjunan dilakukan dari Hercules long body yang terbang dengan ketinggian sekitar 370 meter dan kecepatan pesawat 64 meter/detik dalam empat gelombang dengan jumlah penerjun masing-masing 92 orang. Gelombang pertama dipimpin Komandan Batalyon Linud 328 Letkol Inf Budiman.

    Penghijauan

    Selain berlatih terjun, Kostrad juga membagi-bagikan bahan kebutuhan pokok dan melakukan penghijauan. Hal ini dilakukan dengan dasar berpikir untuk mengurangi pemanasan global. Berdasarkan catatan, jumlah pohon mencapai 6.000 batang, yang terdiri dari pohon trembesi, mahoni, nangka, durian, jambu air, mangga, pete cina, akasia, dan waru gunung. Sekitar 700 warga dan anak sekolah bersama-sama prajurit AD menanam pohon yang didahului secara simbolis oleh KSAD dan Pangkostrad.

    Setiawan, perwakilan warga dari Kecamatan Ciemas, mengatakan, pada masa awal-awal reformasi, pembalakan liar marak di kawasan Cibenda, Kecamatan Ciemas. Saat ini Sungai Ciletuh dan Cimarinjung juga mengalami kekurangan debit air walau tidak sampai kering.

    Anwar Haeruman, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Kehutanan Kabupaten Sukabumi, menyambut upaya TNI tersebut. Namun, menurut dia, waktu penanaman akan lebih efektif kalau dilakukan pada musim hujan.

    Dia berharap agar selain upaya penanaman, yang juga harus diperhatikan adalah pemeliharaan. Pasalnya, masyarakat tak bisa masuk ke lokasi penanaman pohon yang merupakan instalasi militer tersebut. ”Nanam-nya sih gampang, yang susah itu peliharanya,” ucap Anwar.

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> KOSTRAD Harus Berstandar Internasional

    Friday, August 13, 2010 | 10:39 PM | 0 Comments

    Latihan AL AS-Korsel Provokasi China

    BEIJING, KOMPAS.com - Keputusan AS menggunakan kapal induk bertenaga nuklir dalam latihan bersama angkatan laut dengan Korsel merupakan provokasi terbaru terhadap China dan negara tetangganya.

    Dalam komentarnya yang diterbitkan di surat kabar resmi China Daily, Laksamana Madya Yang Yi, Jumat (13/8/2010) mengatakan, Washington akan membayar harga untuk keputusannya yang kacau atas keikutsertaannya pada latihan di dekat wilayah China, yang ditentang Beijing.

    Yang memperingatkan, itu tindakan tidak bijaksana untuk menekan negara berpenduduk 1,3 miliar. Ada ruang lingkup yang luas bagi kerjasama angkatan laut AS-China. Hendaknya Washington memilih rute secara hati-hati.

    Pekan lalu, juru bicara Pentagon, Geoof Morrell mengatakan, latihan bersama AS-Korsel mendatang akan melibatkan kapal induk bertenaga nuklir USS George Washington di Laut Kuning, yang memisahkan semenanjung Korea dari China.

    "Ini akan menjadi provokasi terbaru setelah serangkaian kegiatan gabungan AS-Korea Selatan yang telah menyebabkan ketegangan-ketegangan di Asia Timur," kata Yang.

    "Menyinggung rakyat China adalah tidak sebagai kepentingan mendasar bagi AS," kata laksamana madya, yang mantan direktur Lembaga Pengkajian Strategis pada Universitas Pertahanan Nasional Tentara Pembebasan Rakyat.

    "Suatu kegiatan yang ditujukan untuk menekan negara dengan penduduk 1,3 miliar dengan potensi yang besar, tidak akan bijaksana."

    Sumber: KOMPAS
    Readmore --> Latihan AL AS-Korsel Provokasi China

    DPR minta TNI & Kemhan tak berikan info yang salah soal ULP

    Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR Hayono Isman menyayangkan sikap Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI tidak memberikan informasi bahwa ada penambahan personel TNI untuk bertugas di wilayah perbatasan.

    "Itu bukan pemotongan, ada penambahan prajurit 34 menjadi 90 orang dan mereka sepakat diantara prajurit karena dana Uang Lauk Pauk (ULP) belum turun, 34 dibagi 90 orang," katanya usai acara penyerahan Perpres Tunjangan Bagi Prajurit TNI dan PNS yang bertugas di pulau-pulau terluar perbatasan, di Kemhan, Jakarta, Jumat (13/8).

    Menurutnya pihaknya gembira ULP Rp23ribu sudah diterima oleh Prajurit dengan lancar. Namun didirnya mengatakan ada kekurangan Rp12 ribu.

    "Kita minta kekurangan 56 orang dipenuhi oleh Panglima TNI. Ini bukan pemotongan, kesepakatan mereka diantara prajurit," tandasnya.

    Dirinya berharap TNI dan Kemhan tidak lagi memberikan informasi yang salah pada Komisi I DPR. "Jadi heboh gini, memang tidak konfirmasi. Mustinya diinformasikan ke Komisi I sehingga tidak menimbulkan miss informasi,"katanya.

    Sumber: PRIMAIRONLINE
    Readmore --> DPR minta TNI & Kemhan tak berikan info yang salah soal ULP

    Russian air force completing MiG-31BM modernization program


    The Russian air force is completing a modification program for its MiG-31 interceptor aircraft to the MiG-31BM standard, the force's commander Col.Gen. Alexander Zelin said on Friday.

    "The air force is currently carrying out the vital task of deep modification of the MiG-31 aircraft to MiG-31BM standard. This task is being successfully carried out," he said.

    The MiG-31BM is fitted with upgraded avionics and digital datalinks, a new multimode radar, color multi-function cockpit displays, a new, more powerful computer and ability to carry new air-to-air and possibly air-to-surface missiles such as the AS-17 Krypton anti-radar missile.

    Information on display next to a MiG-31BM in 2009 associated the aircraft with air-to-air missiles including the Vympel R-73 (AA-11 Archer), R-77 (AA-12 Adder), and R-33S (upgraded AA-9 Amos) and the K-37M (AA-X-13 Arrow).

    The air force is also accepting other new aircraft, including the Su-34 strike aircraft, the forthcoming Su-35, the Yak-130 advanced trainer, and Ka-52 and Mi-28 helicopters, he said.

    Manufacturer's tests are also underway on the Sukhoi T-50 fifth generation fighter prototype.

    From: RIA
    Readmore --> Russian air force completing MiG-31BM modernization program

     

    Pengikut

    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.