ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Tuesday, July 19, 2011 | 9:22 AM | 0 Comments

    Hata Rajasa : Pemerintah Injeksi Industri Pertahanan

    Jakarta – Pemerintah berjanji akan menyelamatkan dan meningkatkan peran industri strategis nasional, utamanya adalah industri pertahanan.

    Demikian disampaikanMenteri Koordinator Perekonomian Hata Rajasa saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/7). “Kita sudah melakukan rapat dengan Komisi VI DPR waktu itu, dan keputusannya adalah menyelamatkan dan meningkatkan peran industri strategis kita utamanya adalah industri pertahanan yaitu Pindad, PT PAL, PT DI. Termasuk juga industri hulunya/ibunya yaitu industri baja,” ujar Hatta.

    Hata mengakui, tidak berkembangnya industri strategis tersebut selama ini dikarenakan pembukuan masa lalu yang tidak bagus. Oleh karena itu, ujar Hatta industri tersebut memerlukan restrukturisasi, namun tidak hanya berhenti pada restrukturisasi keuangan. Tapi, bila dibutuhkan suatu kultur baru atau yang biasa disebut coorporate culture.

    “Bukan hanya restrukturisasi keuangan saja, tapi harus ada coorporate culture yang merupakan suatu pembaharuan misi-misi korporasi,” tutur Hatta. Sementara terkait pembiayaan pemerintah ia mengatakan akan melakukan konversi utang-utang lama yang dimiliki perusahaan pelat merah tersebut.

    “Utang lama akan kita konversi. Tapi ada juga yang perlu injeksi,yang tentunya disesuaikan kemampuan-kemampuan negara. Tapi saya tekankan kalau bicara korporasi harus ada corporate action yaitu bagaimana mengajak pihak-pihak swasta dengan business to business pendekatan,” tukas Hatta

    “Jangan hanya bergantung pada anggaran belanja negara yang sangat terbatas itu tapi penyertaan modal dalam batas-batas tertentu diperlukan,” tambahnya.

    Sumber : INILAH

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.