ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Friday, July 9, 2010 | 3:27 PM | 0 Comments

    China Ancam Kapal Perang Asing Masuki Laut Kuning


    BANJARMASINPOST.CO.ID, BEIJING - China pada Kamis (8/7/2010) mengatakan pihaknya menentang keras kapal atau pesawat tempur manapun untuk memasuki Laut Kuning, juga perairan-perairan sekitarnya karena aktivitas itu dapat berdampak pada keamanan dan kepentingannya.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, menyampaikan pernyataan itu dalam jumpa pers rutin sebagai tanggapan atas rencana latihan bersama Angkatan Laut antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.

    China menegaskan keprihatinan yang serius kepada pihak-pihak terkait, kata dia, dan menambahkan, pihak-pihak itu hendaknya menghindari langkah-langkah yang dapat memperkerut suasana dan meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

    Ketua Biro Pers kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan pada Selasa mengatakan pelatihan bersama Angkatan Laut Korea Selatan dan Amerika Serikat itu kemungkinan dilakukan setelah Dewan Keamanan PBB mengambil langkah menyusul tenggelamnya kapal perang Korsel, Cheonan.

    Pelatihan militer gabungan AS-Korsel diadakan menyusul tenggelamnya kapal perang Korea Selatan pada Maret lalu, dan Seoul mempersalahkan Korea Utara melakukan serangan torpedo yang menyeabkan 46 pelaut kapal tersebut tewas.

    Kasus tersebut membuat ketegangan di kawasan itu semakin meningkat.

    Beijing menolak mengecam negara tetangga dan sekutu dekatnya, Korea Utara menyangkut tuduhan tersebut, meskipun pemeriksaan internasional mempersalahkan negara komunis tersebut.

    China, salah satu negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) yang memiliki hak veto, sedang bekerjasama dengan anggota-anggota lain di badan itu untuk merumuskan 'dokumen' mengenai tuduhan serangan, katanya, tanpa memberikan rincian.

    Korea Selatan telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengecam Pyongyang, namun China sejauh ini tidak berkenan untuk mendukung desakan Korsel tersebut.

    Sumber: BP

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.