ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Monday, July 5, 2010 | 6:52 PM | 0 Comments

    Polri Dapat 3,6 Juta Dollar dari AFP

    Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Ito Sumardi.

    JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Republik Indonesia mendapat bantuan senilai 3,6 juta dollar Australia dari Kepolisian Federal Australia atau AFP terkait penanganan penyelundupan manusia pencari suaka yang melintasi wilayah Indonesia sebelum ke Australia.

    "Pemerintah Australia sangat berkepentingan dengan masalah penanganan penyelundupan manusia," ucap Kabareskrim Polri Komjen (Pol) Ito Sumardi di Mabes Polri seusai menandatangani perjanjian dengan pihak AFP, Senin (5/7/2010).

    Ito menjelaskan, dana itu akan digunakan untuk operasional Badan Reserse Kriminal serta Badan Pembinaan dan Keamanan, khususnya polisi laut yang menangani masalah ini. Selain itu, dana akan digunakan untuk merenovasi tempat-tempat penampungan para pencari suaka yang tertangkap. "Lalu ada bantuan dalam bentuk pelatihan untuk operasional seperti patroli," ungkapnya.

    "(Untuk pengadaan) tuang penahanan itu, (kepolisian) saat ini masih menyewa hotel atau rumah penduduk dan sulit untuk mengawasi mereka. Kami sudah menetapkan beberapa tempat seperti di Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat yang merupakan pintu masuk sehingga nanti kami tidak perlu lagi menyewa rumah atau hotel," tambah Ito.

    Tentunya, kata Ito, bantuan itu tidak diberikan secara cuma-cuma. "Mereka berharap dengan bantuan ini jangan ada penyelundupan yang masuk ke Australia, baik melalui Indonesia maupun langsung ke Australia sebagai negara tujuan," ucap dia.

    Seperti diberitakan, pihak AFP sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Direktur I Keamanan Transnasional Brigjen (Pol) Saud Usman mewakili Polri untuk membicarakan hal tersebut. Saat itu, Polri mengungkapkan berbagai kendala selama ini dalam penanganan penyelundupan manusia, seperti wilayah Indonesia yang luas, keterbatasan peralatan, dan penampungan.

    Sumber: KOMPAS

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.