ALUTSISTA ARDAVA BERITA HANKAM CAKRA 401 SUBMARINE DEFENSE STUDIES INDO-DEFENSE INDONESIA DEFENSE INDONESIA TEKNOLOGI RINDAM V BRAWIJAYA THE INDO MILITER
Formil MIK Formil Kaskus Formil Detik.COM
PT.DI LAPAN LEN NUKLIR PAL PINDAD RADAR RANPUR ROKET RUDAL SATELIT SENJATA TANK/MBT UAV
TNI AD TNI AL TNI AU
HELIKOPTER KAPAL ANGKUT KAPAL INDUK KAPAL LATIH KAPAL PATROLI KAPAL PERANG KAPAL PERUSAK KAPAL SELAM PESAWAT TEMPUR PESAWAT ANGKUT PESAWAT BOMBER PESAWAT LATIH PESAWAT PATROLI PESAWAT TANKER
KOPASSUS PASUKAN PERDAMAIAN PERBATASAN
  • PERTAHANAN
  • POLRI POLISI MILITER
  • PBB
  • NATO BIN DMC TERORIS
    AMERIKA LATIN AMERIKA UTARA BRASIL USA VENEZUELA
    AFGANISTAN ETHIOPIA IRAN ISRAEL KAZAKHTAN KYRGYZTAN LEBANON LIBYA MESIR OMAN PALESTINA TIMUR TENGAH YAMAN
    ASEAN AUSTRALIA Bangladesh BRUNAI CHINA INDIA INDONESIA JEPANG KAMBOJA KORSEL KORUT
    MALAYSIA Selandia Baru PAKISTAN PAPUA NUGINI Filipina SINGAPURA SRI LANGKA TAIWAN TIMOR LESTE
    BELANDA BULGARIA INGGRIS ITALIA JERMAN ROMANIA RUSIA UKRAINA
    MIK News empty empty R.1 empty R.2 empty R.3 empty R.4

    Sunday, September 5, 2010 | 9:14 AM | 0 Comments

    Walah, Satelit China Sikut Wahana Lain

    illustrasi

    INILAH.COM, Jakarta - Sebuah satelit China kemungkinan telah dengan sengaja menyikut pesawat ruang angkasa lain, selama manuver rahasia di orbit dekat bumi, menurut analis.

    Operasi tersebut memungkinkan China untuk berlatih prosedur mempertemukan stasiun ruang angkasa di masa depan dengan pesawat ruang angkasa lain, serta belajar tentang pembentukan terbang satelit, kata Brian Weeden, mantan analis orbital AU AS dan sekarang penasihat teknis untuk Secure World Foundation.

    Tes pertemuan satelit itu juga untuk pemeriksaan satelit lain dengan lebih dekat, tidak seperti demonstrasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan negara-negara lain di masa lalu.

    Menurut Weeden, satelit China SJ-12 melakukan minimal enam set manuver antara 20 Juni hingga 16 Agustus. Selama manuver tersebut, satelit dibuat lewat dekat SJ-06 Zaku, satelit China yang lebih tua dan diluncurkan pada bulan Oktober 2008.

    Perilaku satelit itu tidak sesuai dengan profil untuk tes anti-satelit, Weeden menulis dalam analisis untuk Space Review.

    Namun dia menambahkan bahwa sifat misterius dari uji itu bisa berpengaruh pada persepsi kepercayaan dan keamanan di ruang angkasa.

    "Tidak ada bukti ada kerusakan pada satelit atau pecahan, jadi aku tidak akan menggambarkannya sebagai sebuah tabrakan," kata Weeden pada SPACE.com. "Lebih terlihat seperti benjolan."

    Sumber: INILAH

    Berita Terkait:

    0 komentar:

    Post a Comment

     
    Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by ADMIN | Published by MAJU INDONESIA KU
    Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome and opera.