
Komentar tersebut dikaitkan dengan memanasnya hubungan Indonesia–Malaysia sebagaimana yang beberapa kali terjadi beberapa tahun terakhir. Secara ringkas mantan menteri tersebut berkomentar mengenai payahnya industri alutsista Indonesia, termasuk PT IPTN yang berganti nama PT Dirgantara Indonesia, yang dikatakan sebagai perusahaan yang nyaris tidak berproduksi lagi.Saya sungguh sedih mendengar komentar itu.Komentar tersebut menunjukkan betapa sempitnya pengetahuan yang bersangkutan, yang notabene mantan pejabat tinggi Pemerintah Indonesia. Industri alutsista Indonesia dewasa ini mengalami masa renaisans kembali, terutama di tangan Menteri Pertahanan yang baru, Purnomo Yusgiantoro.
Industri tersebut bahkan memiliki potensi untuk dipacu lebih lanjut dengan kemampuan yang semakin besar yang dimiliki oleh keuangan negara. Ini berarti di tahun-tahun mendatang industri strategis tersebut justru akan mengalami perkembangan lebih cepat karena dukungan yang lebih besar dari Pemerintah Indonesia. Benar bahwa industri alutsista kita mungkin masih berada pada tahapan teknologi menengah, tetapi potensi yang ada memungkinkan industri tersebut berkembang cepat menuju tataran lebih tinggi. PT Dirgantara Indonesia, yang dikatakan nyaris tidak berproduksi lagi, saat ini justru mengalami kebangkitan kembali dengan berbagai pesanan baik dari dalam maupun luar negeri.


Di industri kedirgantaraan tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga menunjukkan prestasi lumayan dengan mengembangkan satelit sendiri setelah sebelumnya bekerja sama dengan Universitas Teknik Berlin. Sementara itu, pengembangan wahana peluncur satelit secara bertahap juga telah dilakukan, termasuk pengembangan roket yang dewasa ini berdaya jangkau lebih dari 105 km. Jika dikembangkan menjadi roket militer, dalam keadaan statis pun kemampuan roket semacam itu mampu menjadi penggentar. Kesemuanya ini dilakukan oleh Lapan dengan anggaran terbatas.

Jika anggaran itu dapat dilipatgandakan, kemampuan tersebut akan mampu dikembangkan secara cepat di tahun-tahun mendatang. Di matra laut,PT PAL semakin menunjukkan kemandirian yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan peralatan Angkatan Laut. Dua kapal perang landing platform dock (LPD)sudah dibangun di galangan mereka di Surabaya, bahkan dengan peningkatan teknologi dibandingkan desain awal yang dikembangkan oleh galangan kapal modern di Korea Selatan. LPD buatan PT PAL tersebut mampu didarati lima helikopter (dibandingkan dengan tiga buatan Korea) dan dengan mesin yang sama mampu melaju lebih cepat (15,4 knot dibandingkan dengan 15 knot dari produk aslinya).

PT PAL juga ditugasi melakukan overhaul kapal korvet kita yang dibuat di Belanda baru-baru ini serta memiliki kemampuan untuk melakukan overhaul kapal selam kita (KRI Nenggala dan KRI Cakra). Dengan kemampuan itu, PT PAL dewasa ini sedang berada pada tahap pengembangan kapal fregat kelas Lafayette (sebagaimana yang dimiliki Singapura), kapal perusak kawal rudal (PKR), dan bahkan dalam proses pengembangan kapal selam bekerja sama dengan galangan kapal di Jerman dan Korea. Mereka juga mampu untuk membuat kapal induk helikopter dengan menggunakan teknologi pengembangan kapal Star 50 dengan bobot mati 35.000 ton.


Industri kapal yang lain adalah Industri Kapal Lundin di Banyuwangi yang mampu membangun kapal-kapal sekoci maupun katamaran dengan kecepatan sangat tinggi. Industri kapal ini telah memenuhi kebutuhan kapal untuk angkatan laut Singapura dan Malaysia maupun angkatan laut kita. Industri yang dibangun oleh anak raja industri kapal Sewdia tersebut (North Sea Boats) mengembangkan teknologi komposit bagi kapal-kapalnya sehingga memiliki daya tahan untuk kecepatan tinggi dan medan ganas.Dalam keadaan perang, industri kapal ini tentu dapat memenuhi banyak kebutuhan angkatan laut kita. Untuk matra darat, Pindad telah memiliki teknologi pengembangan panser dengan teknologi Prancis.
Panser tersebut memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan yang dibuat Renault,Prancis, dan bahkan menggunakan mesin perusahaan Prancis tersebut. Dewasa ini panser tersebut juga mulai diekspor ke negara-negara ASEAN. Dengan kemampuan tersebut, Pindad dapat berkembang lebih tinggi dengan pengembangan tank-tank ringan yang sesuai dengan medan di Indonesia. Untuk jangka waktu yang lebih lama, Pindad memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata sendiri bagi tentara Indonesia seperti senapan serbu SS-2 yang memiliki kemampuan tidak kalah dengan senjata buatan luar negeri. Kemampuan tersebut dan dengan kerja sama dengan Lapan misalnya akan memungkinkan Pindad memproduksi roket-roket tempur yang tidak kalah dengan buatan luar negeri.
Perusahaan tersebut juga memiliki prospek pengembangan peluru kendali sebagaimana yang dewasa ini mulai secara serius dikembangkan oleh perusahaan itu. Sebuah perusahaan di Malang dewasa ini juga mampu memproduksi bom-bom bagi kebutuhan pesawat tempur Indonesia. Dengan permintaan yang lebih tinggi, perusahaan tersebut tentu akan mampu mengembangkan diri melalui penelitian dan pengembangan bagi kebutuhan yang lebih canggih. Pada akhirnya,kesemuanya ini terpulang pada penggunanya, yaitu Kementerian Pertahanan Indonesia.
Sebagaimana yang dapat kita saksikan beberapa waktu terakhir, Menteri Pertahanan yang baru tampak memiliki komitmen sangat tinggi bagi tumbuh berkembangnya industri tersebut. Semoga harga diri kita menjadi terangkat dengan berkembangnya industri strategis kita tersebut.
Sumber: SINDO
Berita Terkait:
Pindad
- PT Pindad Kewalahan Produksi Senapan Sniper Untuk Dalam Negeri
- Pindad Pasok 82 Anoa TNI AD Sebesar Rp. 800 Miliar
- PT Pindad Targetkan Penjualan Senilai 2 Triliun
- Alutsista Buatan PT Pindad Dipamerkan Di Lebanon
- PT Pindad Segera Luncurkan Light Tank Indonesia
- Irak Berminat Pesan 500 Panser Buatan PT Pindad
- Wamenhan : PT Pindad Terima Order Dari Kemhan Senilai Rp. 2 Triliun
- Birokrasi, Inefiensi dan Impor Hadang Laju Kemajuan PT PINDAD
- ST Kinetics Dan PT Pindad Kembangkan Terrex RSTA
- Presiden Beri Nama Rantis Buatan Pindad Dengan Komodo
- Senjata Murah Buatan China Jadi Saingan Berat PT Pindad
- Rheinmetall Ijinkan PT Pindad Untuk Upgrade Leopard Ri Dengan Konten Lokal
- PT Pindad : Untuk Tahap Pertama Sparepart Leopard Di Suplay Oleh Jerman
- PT Pindad : Kami Mampu Memproduksi Anoa 80 Unit Per Tahun
- PT Pindad Berencana Mengembangkan Medium Tank
- PT Pindad : Irak Masih Melakukan Penjajakan Dan Negosiasi Anoa
- Dirut Pindad: Kami Siap Rawat Tank Leopard
- KSAD : SS-2 Buatan Pindad Mampu Mengalahkan M-16
- Tambahan Modal Tidak Cair, PT Pindad Surati Menteri BUMN
- Sekilas Wawancara Dirut PT Pindad Kesuksesan Pindad Di Pasar Global
- Dirut Pindad : Timor Leste Pesan Panser dari Pindad
- PM Irak Kagumi Panser Anoa Buatan Pindad
- Irak Tertarik Senjata Ringan Buatan PT Pindad
- Dirut Pindad : Kami Yakin Pesanan Senjata TNI Kelar Tahun Ini
- English News : Pindad Will Begin Production Armored Fighting Vehicle in 2014
DI
- Islamic Development Bank Fasilitasi Kredit Ekspor Untuk PT DI
- Kaltim Tertarik Membeli CN-295
- PT DI Siap Penuhi Pesanan Pesawat Untuk Malaysia, Filipina Dan Thailand
- Kaltim Hibahkan Helikopter Bell 412EP Kepada Kemhan
- Wamenhan : KKIP Berhasil Yakinkan Komisi I Tentang Program KFX/IFX
- Indonesia Siapkan Dana Rp. 15 Triliun Untuk Pengembangan IFX
- 2013, PT DI Rampungkan 18 Unit Pesawat Serta Helikopter
- PT DI Serahkan Tiga Heli Pesanan TNI AL
- Kemhan Belum Membayar Dua Pesawat CN 295
- Karena Konflik Sabah, Malaysia Tertarik Beli Pesawat CN 295 Buatan Indonesia
- PT DI Serahkan Pesanan 6 Helikopter Bell TNI AD Lebih Cepat Dari Jadwal
- PT DI Dapat Kontrak Pengadaan 14 Unit Pesawat
- PT DI Siapkan CN-295 Untuk Dipamerkan Langkawi Airshow Malaysia
- Spanyol Berikan Lisensi CN 212-400 Kepada Indonesia
- PT DI Akan Produksi Simulator CN-235 Dan Super Puma
- PT DI Rancang Peluru Balistik
- Tahun Depan PT DI Akan Memberikan Kejutan
- 2012, Penerimaan PT DI Mencapai Rp. 3.1 Triliun
- PT DI Anggarkan USD 16 Juta Untuk Pengembangan N219
- Indonesia Jajaki Kerjasama Jangka Panjang Dengan Airbus Military
- Wamenhan Tinjau Pesawat CN-235 Di Hanggar PT DI
- Pindah Lini Produksi CN-295 Ke Bandung, Airbus Military Fokus Produksi A400M
- Pakistan Akan Membeli Pesawat Militer Buatan Indonesia
- PT DI Serah Terimakan 1 Unit KT-1B Wong Bee Kepada TNI AU
- PT DI Dan Airbus Military Berbagi Keuntungan 50% Dalam Produksi NC-212
PAL
- Kemhan : Butuh 1.5 Triliun Untuk Membangun Galangan Kapal Selam
- Kemhan Optimis Lanjutkan Proyek Kapal Selam dengan Korsel
- PT PAL : ToT Kapal Selam Korsel Rugikan Indonesia
- PT PAL Lakukan Launching Keel Laying Kapal KCR 60 M & Tug Boat
- 2014, PT PAL Akan Mulai Produksi Kapal Selam
- PT PAL Akan Kerjakan 16 Unit KCR-60 TNI AL
- KEEL LAYING Kapal Cepat Rudal (KCR-60 METER) TNI AL
- PT PAL Akan Membangun Kapal Selam Sendiri
- Dirut PT PAL : Kami Yakin Pengerjaan Kapal TNI Selesai Tepat Waktu
- Wamenhan Keluhkan Pengerjaan Kapal Perang Molor Karena Salah Perhitungan
- Kemhan Kirim 250 Teknisi Dalam Proyek PKR Di Belanda
- PT PAL Akan Mulai Pembuatan PKR Awal Tahun Depan
- 206 Orang PT PAL Terpilih Dalam Pembuatan Kapal Selam Di Korsel
- DSME Daewoo Seleksi Penerimaan Tim ToT Dari PT PAL
- 2013, PT PAL Mendapat Belanja Modal Rp 549 Miliar Untuk Revitalisasi
- Menhan : Butuh US$ 170 Juta Untuk Mengupgrade PT PAL
- Kabaranahan Kemhan : Kesiapan PT PAL Dalam Pembuatan Sigma Hampir 80 Persen
- Wamenhan Ingin PT PAL Harus Menyiapkan Diri Untuk ToT
- PT. PAL Indonesia Bangun 3 Unit Kapal KCR 60 M Pesanan TNI AL
- Menteri BUMN Meminta PT PAL Fokus Untuk Pengadaan Kapal Perang
- Menteri BUMN Mengganti Hampir Seluruh Direksi PT PAL
- PT PAL Akan Fokus Pengerjaan Kapal Perang
- Dirut PT PAL : PAL Telah Membangun Fasilitas Pembuatan Kapal Selam
- Komisi I DPR Apresiasi Alih Teknologi Pengadaan Kapal Selam
- PT PAL Diminta Mempercepat Perampungan Perusak Kapal Rudal
INDONESIA
- Proses Pengecatan Leopard 2A4 Dan Marder 1A3 TNI AD
- Kemhan : Indonesia-Rusia Belum Sepakat Hibah Kapal Selam
- Foto Kedatangan Leopard 2A4 Dan Marder 1A3
- 2014, Dua Helikopter Apache Tiba Di Indonesia
- Indonesia dan Polandia Jajaki Kerjasama Produksi Bersama Alutsista
- Dua Su-30MK2 TNI AU Tiba Di Makasar
- Komisi I Siap Awasi Pengadaan Helikopter Apache
- Indonesia Kirim Degelasi Ke Rusia Untuk Tinjau 10 Kapal Selam
- Kemhan Kirim Tim untuk Pelajari Spesifikasi Apache
- Menhan Tempatkan Satu Squadron Apache Di dekat Laut China Selatan
- Selain Apache AH-64E, Indonesia Juga Tertarik Dengan Chinook
- Komisi I Dukung Pengadaan Satelit Untuk Pertahanan Negara
- Darurat , Tol Jagorawi Dijadikan Landasan Pesawat Tempur
- Rusia - AS Saling Berlomba Dalam Pengadaan Alutsista Indonesia
- Komisi I : Kami Berharap AS Turut Berpartisi Dengan Industri Pertahanan RI
- Komisi I Mendukung Tawaran 10 Kapal Selam Bekas Dari Rusia
- Rusia Tawarkan 10 Kapal Selam Bekas Kepada Indonesia
- 2014, Pemerintah Mengalokasikan Rp 83,4 Triliun Untuk Kementerian Pertahanan.
- Ketua KNKT : Lanud Polonia Harus Aman Untuk F-16
- Hari ini, 4 Kapal Perang Indonesia Show Force Balas Provokasi Malaysia
- KSAD : Helikopter Apache Akan Tiba 2018
- Korsel Kembangkan Internal Waepon Bay Untuk Pesawat Tempur K/IFX
- Islamic Development Bank Fasilitasi Kredit Ekspor Untuk PT DI
- Perancis Tingkatkan Kerjasama Pertahanan Dengan Indonesia
- Indonesia Kurang Teliti Dalam Pengadaan Pesawat Super Tucano Dari Brasil
ALUTSISTA
- Indonesia dan Polandia Jajaki Kerjasama Produksi Bersama Alutsista
- Rusia - AS Saling Berlomba Dalam Pengadaan Alutsista Indonesia
- Dilema Pengadaan Alutsista TNI : Baru, Bekas Atau Rekondisi?
- Indonesia Butuh Satu Dekade Lagi Untuk Pemenuhan Alutsista
- Meristek Yakin Indonesia Kurangi Ketergantungan Alutsista Dari Luar Negeri
- TNI AU Akan Melakukan Pengadaan Peluru Kendali Jarak Menegah
- Komisi I : Kemhan Usulkan Tambahan Anggaran Untuk Pengadaan Apache Dan Hercules
- Komisi I : Pemotongan Anggaran Kemhan Bisa Ganggu Target MEF 2014
- Alutsista Buatan PT Pindad Dipamerkan Di Lebanon
- Untuk Perisai Udara, Indonesia Akan Dilengkapi Oerlikon Skyshield
- Pengamat : Alutsista TNI Harus Bisa Bantu Sipil Saat Darurat
- Komisi I : Kerja Sama Alutsista dengan Inggris Harus Dibatalkan
- Panglima TNI : TNI Akan Melakukan Latihan Terbesar Tahun 2014
- Kasad Terima Presdir Avibras, Bahas Astros II
- Presiden: Logistik dan Distribusi, Kunci Utama Alutsista TNI
- Presiden Janjikan Modernisasi Alutsista TNI Tuntas 2014
- Presiden : Alutsista Indonesia Harus Lebih Besar Dan Modern Dari Tetangga
- Komisi I Berencana Kunker ke Ukraina Untuk Jajaki Kerja Sama Persenjataan
- Bank BRI Siapkan Rp 1 Triliun untuk Biayai Alutsista Indonesia
- PBB Desak Konsensus Perjanjian Perdagangan Senjata
- Presiden : Indonesia Tak Pernah Gunakan Alutsista untuk Bunuh Rakyatnya
- Industri Pertahanan Nasional Sudah Menguasai Teknologi Level Menegah
- Menhan : Presiden Jajaki Kerja Sama Alutsista Dengan Jerman Dan Hungaria
- Pengamat : Industri Pertahanan Butuh Kepastian Dari Pemerintah
- Ketua DPR : Beban Hutang Luar Negeri Picu 'Seretnya' Pengadaan Alutsista
0 komentar:
Post a Comment